Break News

Sticky Grid(3)

Internasional

Nasional{#d70f81}

Analisis{#fcb315}

Opini{#32bba6}

Al Islam{#1BAEE0}

LATEST POSTS

Prof Italia: Trump Akan Penuhi Janjinya Pidahkan Kedubes AS Ke Al Quds

item-thumbnail

+ResistNews Blog
 - Seorang profesor di Departemen Ilmu Politik Universitas Pavia, Italia, Prof Masyum Zakaria, mengatakan bahwa Trump akan memenuhi janji kampanyenya kepada Zionis Israel untuk memindahkan kantor Kedubes AS ke kota Al Quds.

Pernyataan ini disampaikan professor di bidang sejarah Afrika dalam wawancaranya denga Shorouk di sela-sela seminar migrasi dari Tanduk Afrika yang diselenggarakan American University in Cairo pada pertengahan pekan kemarin.

“Trump akan memindahkan kantor Kedubes AS ke kota Al Quds. Dia adalah sosok yang tepat untuk melakukan hal tersebut, karena dia bukan tipe orang yang pergi begitu saja ketika telah memenagkan pemilu Presiden AS,” ujar Prof Masyum Zakaria.

Menurutnya apa yang akan dilakukan Trump untuk memindahkan kantor Kedubes AS ke Al Quds hanya akan menjadi bencana dan memperumit masalah yang ada.

Sementara itu menanggapi pertanyaan mengenai Arab Spring, Prof Masyum Zakaria menekankan bahwa situasi saat ini di kawasan Arab terfragmentasi dan telah mengakibatkan pemiskinan serta pelemahan negara-negara Arab. “Dan sayangnya kita akan melihat ini dalam waktu yang lama,” ujarnya. (Shorouk/Ram/eramuslim.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Risty Tagor soal Pilkada DKI: Pilihan Kita akan Dipertanggungjawabkan di Mata Allah

item-thumbnail


+ResistNews Blog
 - Artis berhijab Risty Tagor bertanya kepada netizen melalui akun instagramnya terkait persiapan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 15 Februari 2017 mendatang.

“Sudahkah kamu tau siapa atau nomer berapa yang akan kamu pilih nanti?” tanya Risty melalui akun instagramnya @ristytagor sembari mengunggah foto dirinya yang sedang membawa buku berjudul “Ketika Anies Baswedan Memimpin”, jum’at(10/2/2017).

Ibu dua anak ini menyarankan netizen mencari tau calon yang tepat, karena akan dipertanggungjawabkan dimata Allah.

“Jadi coba pelajari dan cari tau mana yang kira2 paling tepat menurut kita, untuk jakarta dan juga untuk dipertanggung jawabkan dimata Allah” papar Risty. (kj/ispm/eramuslim.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Larang Adzan, Otoritas Palestina dan Hamas Kecam Israel

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Otoritas Palestina dan Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Hamas) mengecam RUU Israel tentang larangan Adzan mengunakan pengeras suara. RUU tersebut dianggap rasis dan melanggar hak kebebasan beragama.

Dalam draft RUU itu, Israel menekankan bahwa dilarang menggunakan alat pengeras suara di tempat-tempat ibadah dari pukul 23.00 sampai 07.00 waktu setempat. Menyoroti hal itu, juru bicara Hamas Hazem Qasim memandang bahwa RUU larangan Adzan dapat menghapus identitas Islam di tanah Palestina.

“Menghapus identitas Arab dan Islam Palestina dengan melarang ritual keagamaan mereka,” seperti diberitakan Worlbulletin pada Senin (13/02).

Meski dalam di dalam draft RUU tidak menyebutkan agama apapun, tetapi Hazem Qasim melihat bahwa larangan tersebut merupakan kebijakan rasis. Pasalnya, secara tidak langsung mengarah ke salah-satu waktu ibadah wajib kaum Muslimin yaitu solat Subuh.

“RUU ini merupakan bagian dari kebijakan rasis Israel terhadap rakyat Palestina,” kata juru bicara Hamas Hazem Qasim dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Otoritas Palestina juga menentang RUU Israel tersebut. Juru bicara Otoritas Palestina Abdullah Al-Mahmoud mengatakan bahwa RUU larangan pengeras suara merampas hak kebebasan beribadah di Jerusalem.

Al-Mahmoud juga menanambahkan bahwa Palestina pada umumnya memiliki sejarah saling menghormati dan rukun antar penduduk, terlepas dari keyakinan agama yang mereka anut.

“Sulit dipercaya bahwa sejarah panjang agama dan budaya Palestina sedang dibinasakan dengan coretan pena,” tegas al-Mahmoud.

Kasus ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada tahun 2016 lalu, sejumlah pemukim ilegal Israel dari Pisgat Zeef melakukan aksi Protes di depan rumah wali kota Jerusalem Nir Barakat. Massa mengaku merasa bising karena suara Adzan. Lantas, Otoritas Israel pun melarang adzan mengunakan pengeras Suara di tiga Masjid di Abu Dis, Jerusalem. Di bulan November tahun yang sama, sebuah masjid di Al-Ludd di denda $200 lantaran menggunakan pengeras suara saat Adzan. [Worldbulletin/Maannews/kiblat.net+ResistNews Blog ]
loading...
Read more »
Older Posts
Home
loading...