WEST MIDLANDS, -Sebuah masjid dan pusat pendidikan Islam di Plant Street, Cradley Heathe, dekat West Midlands, akhir pekan lalu, habis terbakar dalam sebuah serangan vandalisme. Sepuluh orang kru pemadam kebakaran yang dikerahkan tidak mampu memadamkan api yang meludeskan kedua bangunan itu.

Serangan itu diperkirakan terjadi pada pukul 10.15 malam, waktu setempat, pada Hari Boxing. Para petugas mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi karena kesengajaan, dan saat ini kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ini bukanlah pertama kalinya kami menjadi target vandalis," ujar sekretaris masjid dan Islamic Center, Vasharat Ali seperti dikutip Telegraph Senin (28/12). "Pembakaran serupa juga pernah terjadi lima tahun silam," tambah dia.

Sekitar 400 Muslim yang biasa menggunakan masjid tersebut kini kesulitan untuk mendapatkan tempat ibadah sementara sebagai pengganti masjid itu. Rencana akan dibangun masjid baru, namun diperkirakan memakan waktu yang tidak sebentar.

"Gedung tersebut telah hancur total, dan buku-buku yang kami gunakan untuk mengajari anak-anak juga telah hancur karena air," ungkap dia. (Republika online, 29/12/2009)

TEPI BARAT (Arrahmah.com) - Pengadilan tertinggi Israel memerintahkan agar militernya memperbolehkan warga Palestina untuk melakukan perjalanan melalui jalan raya utama di sepanjang Tepi Barat.

Langkah ini, yang sebelumnya telah digembar-gemborkan oleh para aktivis hak asasi manusia, diumumkan pada hari Selasa (29/12) dan menyatakan untuk membuka kembali jalan raya bagian 20 kilometer Route 443, yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv.

"Ini kemenangan besar," kata Melanie Takefman, juru bicara Association for Civil Rights di Israel, yang mewakili enam desa Palestina yang mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk mencabut larangan.

Militer Israel memutus akses jalan Palestina setelah serangkaian serangan terhadap pengendara Israel pada tahun 2002.

Pengadilan memutuskan bahwa militer tidak memiliki wewenang untuk secara permanen membatasi perjalanan warga Palestina di sepanjang Tepi Barat yang selama ini dijadikan jalan khusus orang-orang Israel. (althaf/alj/arrahmah.com)

 


Pengadilan Putuskan Buka Kembali Akses Jalan Raya Di Tepi Barat

Kantor berita CNN melaporkan bahwa militer Amerika di Afghanistan mengumumkan tentang tewasnya seorang tentara Amerika pada hari Sabtu, tanpa memberikan informasi lebih lanjut tentang keadaan tewasnya tentara tersebut. Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah pengumuman tentang tewasnya tentara Amerika yang lain pada hari Jumat. Dengan demikian, jumlah kerugian militer AS sejak awal operasi militer di Afghanistan pada tahun 2001 bertambah menjadi 848 orang. Dan ini menurut statistik milik CNN.

Perkembangan ini terjadi setelah insiden keamanan di Afghanistan pada hari Jumat, di mana delapan orang meninggal dan tiga lainnya luka-luka dalam ledakan bom di Kandahar, Afghanistan, seperti yang dilaporkan oleh seorang pejabat keamanan pemerintah di wilayah tersebut.

Dengan perkembangan keamanan yang terjadi di Afghanistan ini menambah besarnya tantangan bagi pemerintah AS yang telah memutuskan untuk menambah jumlah pasukannya di sana dengan tiga puluh ribu prajurit lagi. Diramalkan bahwa nasib rencana AS di Afghanistan akan berakhir dengan kegagalan, mengingat ketidakmampuan AS selama delapan tahun yang lalu untuk mendominasi penuh atas Afghanistan, atau memperkuat pemerintah anteknya untuk menguasai negara. (kantor berita HT, 29/12/2009)

KABUL (SuaraMedia News) – Pemerintah Afghanistan pada hari Selasa (29/12) menampik pendapat intelijen Barat yang menyatakan bahwa kelompok Taliban tengah membangun kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Hamid Karzai.

"Kehadiran Taliban di Afghanistan sebagai pemerintahan alternatif merupakan sebuah persepsi yang tidak realistis," kata Waheed Omar, juru bicara Karzai.

"Mereka jelas memiliki kekuatan, beroperasi dari tempat persembunyian, untuk melakukan serangan, namun gagasan yang menyebutkan bahwa mereka mungkin mengambil alih kekuasaan dan menjalankan pemerintahan alternatif adalah sebuah hal yang tidak realistis."

"Dalam jangka pendek, Taliban mungkin saja menjadi ancaman namun mereka bukanlah ancaman bagi negara."

Ucapan Omar tersebut dilontarkan untuk menanggapi komentar dari seorang pejabat senior dinas intelijen Barat, yang pada hari Minggu lalu mengatakan kepada para wartawan bahwa Taliban tengah menggalang kekuatan, merekrut orang dan berusaha membunuh sejumlah besar pasukan asing.

"Kekuatan Taliban dimungkinkan karena lemahnya pemerintah Afghanistan dan semakin kuatnya dukungan warga Afghanistan terhadap mereka," kata pejabat tersebut dalam pernyataan pers yang diucapkan di hadapan para wartawan asing.

"AS dan para sekutunya telah merampas penglihatan kami selama bertahun-tahun, membuat gerakan Taliban tumbuh dan menjadi semakin kuat," tambah pejabat tersebut.

"Ketika pemerintah (Afghanistan) lemah, maka musuh menjadi semakin kuat, mereka (barat) mampu mengeksploitasi korupsi dan ketidakpopileran pemerintah Karzai."

"Di 33 dari 34 provinsi yang ada (di Afghanistan), Taliban mendirikan semacam pemerintahan bayangan," kata pejabat tersebut. Ia menambahkan bahwa pemimpin Taliban, Mullah Muhammad Omar sudah membentuk pemerintahan, dan memilih para menteri untuk menggantikan pemerintahan saat ini pada saat kekuasaannya tumbang.

"Waktu sudah semakin menipis. Dan Pengaruh gerakan Taliban juga semakin meluas," katanya.

Taliban mulai melakukan perang gerilya sesaat setelah rezim tersebut digulingkan dari kekuasaan pada akhir tahun 2001. Setiap tahunnya, gerakan Taliban semakin bertambah kuat, dan sejauh ini, tahun 2009 menjadi tahun yang paling mematikan, menewaskan lebih dari 500 orang prajurit asing.

Pasca pengiriman tambahan pasukan AS ke Afghanistan, Kelompok gerilyawan Taliban bersumpah untuk meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan AS di Afghanistan.

Juru bicara Taliban, Yousuf Ahamdi, pada awal bulan ini mengatakan bahwa langkah tersebut hanya akan memantik perlawanan yang jauh lebih kuat.

"Obama akan menyaksikan iring-iringan peti mati dari tanah Afghanistan yang dipulangkan ke Amerika," kata Ahamdi sebagaimana dikutip oleh AFP.

Pernyataan tersebut semakin menekankan bahwa AS akan menghadapi nasib yang tidak jauh berbeda dengan pasukan penjajah Uni Soviet yang terpaksa mengambil langkah seribu karena menelan pil pahit kekalahan dalam perang di Afghanistan pada tahun 1980an lalu.

"Ini adalah sebuah strategi penjajahan yang hanya bertujuan untuk mengamankan kepentingan investor Amerika, dan hal itu menunjukkan bahwa Amerika memiliki rencana-rencana kotor, bukan hanya untuk Afghanistan, melainkan untuk seluruh kawasan (Asia dan Timur Tengah)," bunyi pernyataan tersebut.

"Mereka (AS) akan menarik diri dengan penuh rasa malu," kata juru bicara Taliban tersebut seraya menegaskan kembali kata-katanya. "Mereka tidak akan mampu mencapai harapan dan tujuan yang mereka canangkan." (dn/kt/sm) www.suaramedia.com

BETHLEHEM (SuaraMedia News) – Sistem hukum zionis Israel secara nyata telah menolak masuknya laporan mengenai penyiksaan yang dilakukan pasukan khusus Israel, Shin Bet, menurut sebuah penelitian yang dituangkan dalam laporan terbaru Public Committee Againts Torture in Israel (PCATI).

Kelompok tersebut mengatakan bahwa laporan setebal 98 halaman tersebut telah mengungkap "kenyataan yang tak dapat ditolerir".

"Para pejabat dalam sistem pengadilan Israel baik secara langsung maupun tidak langsung menolak untuk membuka penyelidikan terhadap kecurigaan penyiksaan di dalam tahanan Israel," komite tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporan berjudul "Accountability Denied: The Absence of Investigation againts torture suspects" (Menolak Tanggung Jawab: Absennya Penyelidikan Atas Pelaku siksaan), dijabarkan bagaimana Israel secara hukum tidak memiliki mekanisme nyata mengenai komplain terhadap penyiksaan.

"Hasil dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa tindak kriminal yang dilakukan oleh negara mendapatkan kekebalan hukum dari para penegak hukum," komite menambahkan.

Ratusan komplain telah diajukan selama bertahun-tahun, namun PCATI mengatakan tak satupun komplain tersebut yang mendapat tanggapan berupa penyelidikan kejahatan.

Laporan itu menyebutkan komplain-komplain mengenai penyiksaan tahanan diperiksa oleh agen Pelayanan Keamanan Umum (GSS) Shin Bet.

"Namun dia memberikan rekomendasi agar tidak menggelar bentuk penyelidikan apapun yang disetujui oleh para pejabat tinggi Kementerian Kehakiman dan oleh Jaksa Agung."

"Dalam prakteknya, ini berarti bahwa Jaksa Agung dan para pembantunya menyetujui penggunaan penyiksaan di Israel," menurut PCATI.

Namun laporan tersebut mengatakan bahwa proses pemeriksaan internal tidak hanya merupakan bentuk dari lepas tanggung jawab. Birokrasi dan badan-badan legal juga terbebas dari pemeriksaan keterlibatan penyiksaan.

"Para agen GSS juga juga mendapat kekebalan hukum penuh dari para pengacara secara terselubung, dengan informasi yang juga telah disembunyikan rapat-rapat, dan kekebalan berlapis bagi mereka layaknya lapisan pada bawang."

Menurut laporan tersebut, para agen Shin Bet tidak menyebutkan idntitas mereka atau bahkan menggunakan nama samaran. Mereka juga dibebaskan dari hukuman maupun penyelidikan kejahatan atas kecurigaan penyiksaan tahanan.

Selama sesi interogasi, laporan tersebut mengatakan, para tahanan dilarang berhubungan dengan dunia luar, bahkan tertutup bagi pengacara mereka yang berusaha mengumpulkan informasi berupa rekaman video maupun suara.

"Para agen GSS menempatkan para tahanan dalam situasi legal yang memungkinkan menolak hak mereka untuk berhubungan dengan orang lain selama proses interogasi, serta menolak akses para pengacara maupun pengunjung lainnya selain agen GSS."

PCATI juga melaporkan bahwa para agen Shin Bet juga secara rutin melenyapkan laporan medis seputar kondisi tahanan selama interogasi berlangsung.

Sebuah perlindungan final yang disebutkan dalam hukum 2002, menjamin para agen GSS, atas nama hukum, tidak menanggung beban kriminal atas tindakan yang berhubungan dengan kerangka kerja GSS.

Dengan kata lain, menurut hukum tersebut, para agen Shin Bet bebas melakukan kekerasan terhadap para tahanan karena menganggapnya sebagai bagian dari kerangka kerja mereka.

Mei lalu, komite ini pernah bergabung dengan komite internasional dalam menguak adanya penjara rahasia milik Israel yang biasa digunakan untuk menyiksa tahanan.

Dalam sebuah dokumen yang disiapkan oleh komite tersebut untuk sebuah sidang dengar pendapat dan membahas catatan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel, disebutkan bahwa terdapat dugaan kuat bahwa di sebuah penjara rahasia telah dilakukan tindakan penyiksaan, penganiayaan, yang membuat para tahanan berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Komite yang beranggotakan sepuluh orang pakar independen tersebut mendesak Israel agar segera mengungkapkan keadaan sesungguhnya dari "penjara 1391" yang terletak di "sebuah tempat rahasia dalam wilayah Israel dan tidak dapat diakses oleh komite palang merah internasional atau bahkan para pengacara dan kerabat tahanan."

Komite tersebut menanyakan tentang tindakan-tindakan yang telah diambil untuk memastikan bahwa palang merah internasional mendapatkan akses yang memadai untuk merawat para tahanan dalam penjara tersebut.

Komite tersebut menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan yang menyebutkan dugaan kuat tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh para petugas keamanan Israel yang melanggar konvensi internasional anti penyiksaan, termasuk tindak pemukulan, perampasan hak tahanan untuk tidur, dan tindakan kejam pemelintiran kepala tahanan.

Dalam sebuah laporan tertulis, Israel menyangkal bahwa pihaknya memiliki penjara semacam itu apalagi mempergunakannya untuk menginterogasi para tersangka.

Pihaknya menambahkan bahwa sudah beberapa tahun belakangan ini, Agem Keamanan Israel (ISA) tidak lagi dilibatkan dalam mengoperasikan penjara, sehingga tidak mungkin ISA melakukan interogasi di penjara tersebut. Lebih lanjut lagi, pihak Israel menambahkan bahwa sejak bulan September 2006, penjara tersebut sudah tidak lagi dipergunakan untuk menampung tahanan.

Israel mengatakan bahwa dugaan penyiksaan tersebut telah diselidiki oleh "pihak-pihak berwenang yang terpercaya" dan hasilnya, tidak ada tindakan kriminal sekecil apapun yang ditemukan di sana," keputusan tersebut didukung sepenuhnya oleh Mahkamah Agung Israel. (al/mn/sm) www.suaramedia.com

KATHMANDU (SuaraMedia News) - Tiga bulan setelah tertangkapnya otak yang mendalangi peledakan beberapa Masjid dan Gereja di Nepal, ketua organisasi bawah tanah yang telah menghabisi Muslim dan Nasrani ini mengatakan bahwa dia didanai oleh organisasi ultra-kanan India dan dipersenjatai oleh kelompok militan India.

Ram Prasad Mainali, seorang Hindu berusia 37 tahun, berubah dari seorang pramuniaga penjual tiket menjadi seorang yang keras, seorang tokoh jahat yang dalam menewaskan sedikitnya lima orang yang tengah beribadah di beberapa Masjid dan Gereja setelah mendapatkan bantuan sedikitnya empat organisasi India.

"Saya sangat menetang adanya ide bahwa Nepal akan menjadi republik sekuler," dia mengatakan kepada IANS, sambil duduk di balik jeruji penjara desa Nakhu di Kathmandu dimana dia dipindahkan setelah dia berhasil ditahan pada 5 September lalu.

"Terdapat lebih dari 50 negara Kristen dan lebih dari 40 negara Islam. Nepal hanyalah satu dari negara Hindu," imbuhnya.

Bagaimanapun, negara di Himalaya tersebut kehilangan identitas dirinya ketika pada 2006 lalu gerakan pro-demokrasi oleh pemerintah Raja Gyanendra dan parlemen mengumumkan bahwa negara tersebut resmi menjadi negara sekuler setelah sebelumnya mengakui monarki sebagai penjelmaan Tuhan dalam Hindu.

Pada Februari 2007, ketika telah jelas bahwa Nepal terhapus sebagai negara terakhir yang mengakui adanya monarki Hindu, Mainali dan para pendukungnya menggelar pertemuan di Kuil Birla di New Delhi untuk merencanakan pembentukan sebuah organisasi yang dirasa mampu mendirikan kembali Hindu sebagai agama dasar Nepal.

"Pertemuan tersebut melibatkan kami dan anggota Vishwa Hindu Parishad, Shiv Sena, Rashtriya Swayamsevak Sangh dan Bjrang Dal," jelasnya.

"Mereka menyetujui untuk mendanai kami. Pertemuan itu juga membahas mengenai kekerasan yang akan digunakan apabila usaha kami gagal, dan mereka mendukungnya. Setiap bulannya, mereka mengirimkan uang sebesar NRS 200.000-500.000 melalui jalur rahasia."

Awalnya Mainali mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Nepal (NDA) bentukannya menggelar aksi pawai selama sembilan hari penuh di Birgunj, jalur industri Nepal dan jalur perdagangan antara India dan Nepal, menentang sekulerisme dan penjatuhan monarkisme.

Namun, setelah usaha tersebut dirasa gagal karena pemerintahan mengacuhkan pawai tersebut, NDA berubah menjadi gerakan bawah tanah dan memulai kampanye kekerasan yang menarget Muslim dan Nasrani.

Mereka menggunakan kiriman dana yang mereka dapatkan dari India untuk membeli senjata dan bahan peledak dari ULFA di Assam di wilayah timur laut.

Para anggota NDA melemparkan bom ke dua Masjid di selatan Nepal, membunuh dua Muslim yang tengah beribadah. Mereka juga menanam sebuah bom di salah satu Gereja tertua di desa kathmandu pada bulan Mei, membunuh tiga wanita selama misa, mengakibatkan kecaman global.

Pemberontakan tersebut membuat pemerintahan Nepal mulai memburu Mainali dan komplotannya, setelah seorang wanita yang menanam bom di Gereja berhasil ditahan.

Kepolisian mendakwa Sita Thapa, wanita tersebut, dengan pembunuhan sementara Mainali masih berada dalam penahanan untuk penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan tersebut.

Mainali mengatakan bahwa NDA masih lengkap meski tidak lagi aktif. Namun, dia melanjutkan, suatu saat mereka akan melanjutkan pemberontakan mereka.

Dia mengatakan akan berubah menjalankan taktik politik dan menjauhi kekerasan. Dia menambahkan kini dia tak lagi yakin apakah akan melanjutkan kempanyenya itu.

"Selama masa penahananku, tak satupun orang Hindu yang menghampiriku. Lalu untuk siapa aku berjuang selama ini?" katanya kecewa.

Di sisi lain, dia seringkali mendapat kunjungan saudara-saudara Muslim dan Nasrani yang memaafkan aksinya.

"Saya sangat menyesalkan kejadian yang telah terjadi. Rencana kami kurang matang dan ceroboh. Maksud kami adalah untuk menyerang para pimpinan yang melenyapkan Hinduisme dari Nepal, bukannya warga sipil."

Namun, dia masih menunjukkan dukungannya terhadap ide Monarki di Nepal.

"Di masa lalu, Anda harus membuat penawaran untuk hanya tunduk kepada satu pemimpin."

"Namun hari ini, terdapat 601 pemimpin yang harus diikuti," katanya merujuk pada 601 anggota baru konstitusi yang baru terpilih, yang menetapkan Nepal sebagai republik federal.

"Saya tak pernah menganjurkan untuk menggulingkan Raja Gyanendra. Saya hanya meminta didirikannya monarki," tutupnya. (al/bn) www.suaramedia.com

Tragedi "teman tembak teman" kembali menimpa tentara koalisi di Aghanistan. Seorang tentara Afghanistan menembak mati seorang tentara AS dan melukai dua tentara asal Italia di basis militer Bala Murghab, provinsi Badghis, sebelah barat Afghanistan.

Pasukan Bantuan Keamanan NATO (ISAF) dalam keterangan resminya menyatakan, "Seorang tentara ISAF dari AS tewas dalam sebuah insiden penembakan di bagian barat Afghanistan. ISAF bekerjasama dengan militer Pakistan akan menyelidiki kasus ini."

Disebutkan pula bahwa tentara Afghanistan yang melakukan penembakan juga luka-luka akibat tembakan sejumlah tentara ISAF dan Afghanistan, yang berusaha menghentikan insiden tersebut. "Tentara Afghanistan itu sudah ditangkap dan kini dalam pengawasan di rumah sakit kamp militer," demikian pernyataan ISAF.

Sementara juru bicara pasukan Italia di Afghanistan menyatakan, dua tentaranya yang kena tembak hanya mengalami luka ringan dan sudah kembali bertugas.

Jubir ISAF mengaku belum mengetahui motif penembakan tentara Afghanistan yang notabene binaan pasukan koalisi asing di negeri itu. Pihak pasukan koalisi masih menyelidiki apakah penembakan itu dilakukan dengan sengaja atau tidak. Diduga, tentara Afghanistan yang berasal dari Kabul itu mengalami gangguan mental.

Insiden penembakan serupa pernah dilakukan seorang polisi Afghan yang menyebabkan tewasnya lima tentara Inggris. Kelompok Taliban di Afghanistan mengklaim bertanggungjawab atas insiden tersebut, yang memicu spekulasi bahwa militer Afghanistan sudah disusupi anggota Taliban. (ln/aljz)

India menjadi negara ketiga di dunia yang paling besar jumlah populasi Muslimnya, setelah Indonesia dan Pakistan. Jumlah Muslimin di negara mayoritas penganut agama Hindu itu sekitar 140 juta orang. Meski jumlahnya signifikan, kaum Muslimin India sejak lama mengalami penindasan dan diskriminasi di sektor sosial dan ekonomi.

India hanya memberikan prosentase yang kecil bagi kaum Muslimin yang ingin bekerja misalnya di kepolisian, kemiliteran, departemen pemerintahan bahkan untuk menjadi mahasiswa di universitas-universitas negeri. Akibatnya, tingkat pendidikan dan pengangguran di kalangan komunitas Muslim India cukup tinggi dibandingkan kelompok minoritas lainnya seperti kaum Kristiani dan Sikhs.

Di India, bisnis berlian menjadi bisnis yang menguntungkan. Tapi tidak mudah bagi Muslim yang ingin mendapatkan pekerjaan di industri yang dimonopoli oleh mayoritas Hindu India. Banyak Muslim yang terpaksa menggunakan nama Hindu agar bisa mendapatkan pekerjaan dalam industri ini.

"Kami sudah melakukannya sejak lama sekali, kami sangat berhati-hati agar nama asli dan alamat kami tidak terbongkar di tempat kerja. Kami akan kehilangan pekerjaan jika mereka tahu bahwa kami Muslim," kata Allarakha, seorang pekerja muslim yang ikut menggunakan nama Hindu.

Keluarga Mehboob Pathan yang Muslim, juga melakukan hal yang sama. Ia, anak lelaki dan anak perempuannya menggunakan nama Hindu agar mendapatkan pekerjaan. "Seperti saya, ayah juga menyembunyikan identitas agamanya hanya agar bisa mendapatkan pekerjaan," kata anak lelaki Pathan, Mushtaq yang menggunakan nama Hindu "Mukesh".

Tapi keluarga itu mengalami peristiwa pahit karena menggunakan nama Hindu. Ayah Mushtaq yang menggunakan nama Hindu "Jayenti Bhatti" suatu hari menghilang dan mereka melaporkannya ke aparat berwenang. Tragisnya, ketika ditemukan, ayah Mushtaq sudah tewas dibunuh karena masalah uang dan jenazahnya dikremasi karena dikira penganut agama Hindu.

Kenyataan itu membuat keluarga Mushtaq syok dan menyesalkan pihak kepolisian yang menkremasi jenazah ayahnya. "Penyelidikan telah mengindentifikasi bahwa ayah saya seorang muslim. Kami terlalu miskin untuk melakukan apapun," keluh Mushtaq.

Tapi kepolisian berdalih ketika memutuskan dikremasi, mereka tidak tahu bahwa ayah Mushtaq seorang muslim. "Keluarganya datang terlambat, kami tidak bisa berharap lagi," ujar seorang pejabat polisi. (ln/iol)

Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Benda Bersejarah memperingatkan bahwa entitas Zionis mencuri batu dan benda peninggalan sejarah Islam di al-Quds (Yerusalem) di dekat Masjidil Aqsha. Mereka mengangkutnya dengan menggunakan truk-truk dan mobil-mobil derek besar ke tempat yang tidak diketahui. Apa yang mereka lakukan tidak lain adalah "pencurian dan pembajakan sejarah, peradaban, dan kebudayaan Islam".

Yayasan telah menjelaskan dalam sebuah pernyataan yang isinya membeberkan bahwa pendudukan Zionis Israel melakukan penggalian yang sangat luas di wilayah istana Umayyah, tepatnya di sebelah selatan Masjidil Aqsha al-Mubarak, aktivitas penggalian itu terus meluas hingga puluhan meter dengan melibatkan puluhan penggali.

Yayasan telah memperingatkan tentang risiko dan dampak dari penggalian di Al-Aqsha dan al-Quds (Yerusalem).

Yayasan menegaskan bahwa tujuan pendudukan ini adalah Yahudisasi sekitar Masjidil Aqsha, dan akses ke bagian bawah masjid melalui penggalian ini untuk Yahudisasi al-Quds (Yerusalem), serta membangun kembali Sinagog Haikal yang mereka klaim dengan mengorbankan Masjidil Aqsah.

Yayasan Al-Aqsha menyerukan dunia Islam dan Arab agar mengambil tindakan segera untuk menyelamatkan al-Quds (Yerusalem) dan Masjidil Aqsha dari operasi pembajakan yang terstruktur; melawan setiap rencana pendudukan terhadap Masjidil Aqsha dan al-Quds (Yerusalem), meminta kepada dunia Islam dan Arab agar mengunjungi tempat-tempat penggalian yang dimaksud, dan membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan pendudukan terhadap Masjidil Aqsha dan kota al-Quds (Yerusalem). (mediaumat.com, 23/12/2009)

Seperti yang dilaporkan VOA (28/12), warga Palestina di Jalur Gaza mengheningkan cipta satu menit memperingati setahun serangan Israel terhadap Hamas.Sirine meraung di Gaza Minggu pagi, memperingati saat pesawat-pesawat tempur Israel mulai menyerang sasaran-sasaran di Gaza secara serentak tanggal 27 Desember 2008. Israel mengatakan, serangan darat dan udara itu bertujuan menghentikan serangan roket dari Gaza ke Israel.

Ketika Israel dan Hamas menyatakan gencatan senjata tanggal 18 Januari tahun ini, 1,400 warga Palestina dan 13 warga Israel telah tewas dalam pertempuran itu. Pengeboman Israel membuat banyak bagian Gaza hancur.Warga Gaza tidak mampu melakukan pembangunan kembali karena blokade Mesir dan Israel yang telah diberlakukan sejak Hamas menguasai Gaza tahun 2007.Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan dalam pernyataan hari Minggu, ada 'rasa putus asa' di kalangan satu setengah juta warga Gaza, yang separuhnya berumur di bawah 18 tahun.

Pelajaran dari Tragedi Gaza

Ketika umat bangkit dan sadar akan adanya Pembantaian di Gaza, kita harusnya juga sadar bahwa akar masalahnya adalah kebijakan luar negeri Kapitalis. Kebijakan itulah yang sudah membangun Negara Israel dan dengannya pula Barat mendukung para penguasa Muslim pengkhianat sebagai sebuah cara memastikan bahwa Umat masih tetap dalam dominasi Kapitalisme. Hanya dengan pendirian kembali Khilafah Rasyidah di tanah kaum muslim lah maka hukum Islam bisa dipulihkan dan penduduk di wilayah itu kembali bisa hidup tenang, adil, dan aman.

Pembantaian Israel di Gaza telah mengakibatkan kematian atas lebih dari 1300 orang dan melukai 5000 orang lainnya. Diantara yang meninggal terdapat lebih dari 300 anak-anak. Kehancuran yang diakibatkan oleh 22 hari pengeboman diperkirakan bernilai $ 2 milyar Ketika puing-puing kehancuran masih berasap di Gaza, kisah kekejaman itu terus bermunculan.

Menurut IslamOnline, Israel membunuh seorang anak yang berusia 4 tahun, Shahd, dan lalu terus menembaki keluarganya untuk mencegah mereka mengangkat tubuhnya, yang dimakan oleh sekumpulan anjing. Ketika kakaknya, Matar, dan sepupunya, Mohammed berusaha untuk menghentikan anjing yang memakan tubuhnya, mereka juga dibunuh oleh tentara Israel itu. (Semoga Allah SWT memberikan mereka Surga).

Palestina: Tragedi yang berkelanjutan

Kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini menekankan pentingnya penyelesaian isu Palestina. Pembantaian yang terjadi itu merupakan suatu pengingat yang menyakitkan atas banyak pembantaian lain yang telah terjadi yang dilakukan oleh Israel. Contohnya, Israel telah membunuh lebih dari 20.000 orang Palestina dalam rentang waktu 4 bulan ketika mereka membom Libanon tahun 1982. Sebagai perbandingannya, Israel kehilangan 21.182 penduduknya dalam usaha pendirian Negara Israel selama lebih dari 120 tahun (yakni dari tahun 1882 hingga 2002) [1]

Hal ini hanya berkaitan dengan tingkat kematian, belum lagi untuk menggambarkan penderitaan yang dialami sehari hari oleh penduduk yang tinggal di bawah pendudukan Israel, seperti menghadapi penghinaan di titik-titik pemeriksaan dan mengalami kesulitan ekonomi yang berat. Dengan kesedihan yang dalam, kita menyadari bahwa situasi ini telah ada selama lebih dari 60 tahun. Akibatnya, kita harus memeriksa akar konflik dan hanya menganjurkan penyelesaiannya seperti yang diwahyukan oleh Allah SWT.

Islam : Landasan yang benar untuk memeriksa isu ini.

Pertama, kita harus sadar bahwa isu Palestina adalah isu Palestina. Palestina menjadi sebuah untaian permata dalam sejarah kaum Muslim sejak saat Allah SWT mengkaitkan Mesjid Suci ) di Mekkah, yakni ketika Allah SWT membawa Rasul-Nya pada malam hari dari Masjidil Al-Aqsa. Allah SWT berfirman:

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya

[QS 17:1]

Allah SWT telah menjadikan Palestina sebuah negeri yang diberkahi. Dia menghubungkan hati kaum Muslim dengan Baitul Maqdis dengan menjadikannya kiblat sholat yang pertama.

Akibatnya, cara saru-satunya bagi Umat untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Kita harus bekerja bersama umat untuk menyangkal seruan bagi kaum Muslim dan para penguasa Muslim yang akan pertama kali berusaha untuk memberikan bingkai kembali atas isu itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! Nasionalisme adalah ide yang jahat yang merupakan sumber kehancuran di dalam Umat. Nabi Muhammad SAW mengatakan hal berikut mengenai nasionalisme.

"Tinggalkanlah. Nasionalisme adalah hal yang busuk. " [Bukhari & Muslim]

Kekuatan colonial yang tidak dapat diterima, seperti Inggris dan Perancis, sangat bergantung pada nasionalisme untuk menghancurkan Khilafah Pertama kali mereka menghasut orang-orang Yunani, Serbia dan orang-orang Kristen lainnya yang hidup di bawah Kekhalifahan untuk memberontak melawan Khilafah Usmani. Mereka lalu menggunakan alat yang sama untuk mendorong perselisihan antara orang Arab dan orang Turki. Ini adalah satu dari alat-alat utama untuk menghancurkan Khilafah, yan membuka jalan bagi pendirian Israel.

Israel: Sebuah Negara Kapitalis atau Sebuah Negara Yahudi?

Rencana untuk menanam sebuah "unsur asing" di dalam jantung umat Islam telah dicanangkan pada tahun 1907 oleh orang-orang Inggris yang dimuat dalam Campbell-Bannerman Report, yang menyatakan :

"Ada orang-orang (Muslim) yang mengkontrol wilayah yang sangat luas yang penuh dengan sumber-sumber daya tersembunyi. Mereka mendominasi perlintasan rute-rute dunia. Tanah mereka adalah buaian peradaban manusia dan agama-agama. Orang-orang itu memiliki satu keyakinan, satu bahasa, satu sejarah dan aspirasi-aspirasi yang sama. Tidak ada rintangan-rintangan alami yang bisa mengisolasi orang-orang itu satu sama lain … jika, ada kesempatan, bangsa ini bersatu kedalam satu negara, nasib dunia akan berada di tangannya dan akan memisahkan Eropa dari bagian dunia yang lain. Dengan memandang permasalahan ini secara serius, sebuah unsure asing harus ditanamkan ke dalam hati bangsa itu untuk mencegahnya terpusatnya sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga unsur asing itu akan menghabisi kekuatannya pada perang-perang yang tidak berkesudahan. Unsur asing itu akan bertindak sebagai titik lompat bagi Barat untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkannya."

Setelah Perang Dunia II, Amerika menggantikan Inggris sebagai Superpower Kapitalis dan bekerja untuk mendominasi dunia. Negeri itu, seperti halnya Inggris, melihat Timur Tengah sebagai sebuah wilayah jajahan. Tahun 1944, Kementrian Luar Negeri Amerika secara terbuka menyatakan bahwa Timur Tengah adalah "suatu sumber daya kekuatan strategis yang menakjubkan, dan satu dari hadian-hadiah material dalam sejarah dunia". Kebijakan yang dilakukan negeri itu untuk mendapatkan "hadiah" (yang bukan merupakan milik mereka!) termasuk diantaranya dukungan bagi para penguasa pengkhianat dan Israel.

Selama kampanye kepresidenan tahun 2008, Obama secara jelas menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus melanjutkan dukungannya secara jelas pada Negara kriminal Israel. Dalam pidatonya di depan AIPAC dia mengatakan: "Sebagai Presiden Saya akan menerapkan suatu memorandum kesepahaman yang memberikan bantuan keuangan senilai $30 juta bagi Israel pada decade mendatang, investasi bagi keamanan Israel yang tidak akan mengikat bagi Negara lain."

Menyadari bahwa pembentukan Israel adalah sebuah produk kebijakan Kapitalis adalah merupakan hal penting bagi umat. Dengan pemahaman seperti ini, kita menyadari bahwa tujuan keseluruhan dari kebijakan semacam ini adalah untuk mencuri sumber-sumber daya kita, mencegah kesatuan kita, dan memastikan bahwa umat tetap berada di bawah dominasi Barat.

Sebaliknya, kegagalan untuk melakukan penyadaran itu akan mengakibatkan ketergantungan kepada Amerika, PBB, Inggris, atau Kanada untuk mendapatkan solusi – daripada menyadari bahwa ideology yang dibawa Negara-negara itu adalah merupakan sumber permasalahan!

Dengan didapatkannya perspektif ini juga membantu kita untuk memahami secara pasti mengapa kaum muslim dan para penguasa Arab sibuk menyerukan dilakukannya KTT dan gagal untuk membantu kaum muslim di Gaza. Amerika dan Inggris telah membeli para penguasa itu untuk menerapkan kebijakan-kebijakan mereka. Mereka menyadari bahwa para penguasa boneka itu adalah merupakan kunci untuk menerapkan kebijakan-kebijakan mereka di wilayah itu.

Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Asisten Menlu AS untuk Timur Tengah Edward Walker yang bersaksi di depan Komtie DPR pada tanggal 29 Maret, 2001:

"…Mubarak memainkan peranan inti dianatara orang-orang yang menyerukan perdamaian di wilayah itu dan dia mengutuk secara terbuka seruan untuk melakukan kekerasan terhadap against – untuk memerangi Yahudi – dan menggunakan minyak sebagai senjata. Dia menentang boikot ekonomi atas produk-produk Amerika dan baru-baru ini dia mendukung usaha-usaha kami untuk memberikan keseimbangan di Dewan Keamanan…"

Karena itu, Amerika dan kebijakan Eropa untuk membantu Israel hanyalah satu dari banyak cara untuk memastikan bahwa umat tidak menerapkan Islam dan menentang hegemony atas kekuatan-kekuatan colonial.

Khilafah: Kunci Pembebasan Palestina

Isu Palestina adalah sesuatu yang dekat dengan hati orang-orang yang beriman di seluruh dunia. Kaum Muslim rindu untuk melihat wilayah itu dibebaskan dari pemerintahan tiran Israel. Agar hal ini bisa terlaksana, umat harus menyingkirkan para penguasa korup itu dan menggantikannya dengan Khilafah Rashidah. Sebagaimana Rasulullah SAW sabdakan:

"Imam adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan melindungi diri mereka"

[Muslim]

Hal ini memerlukan usaha kita untuk bekerja sesuai dengan metode Rasulullah SAW untuk menegakkan kembali Khilafah. Kita harus bekerja dalam sebuah struktur partai, sebagaimana Allah SWT telah berfirman:

"Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, [QS 3:104]

Dalam struktur ini, kita bekerja untuk membina diri kita sebagaimana para sahabat dibina oleh Rasulullah SAW di dalam rumah al-Arqam ibnu Abi al-Arqam. Tujuan dari usaha ini adalah memastikan bahwa hati dan pikiran kita tidak terisi selain oleh konsep-konsep Islam. Karena itu, kita harus mengevaluasi semua ide dan tindkan yang berdasarkan hukum Allah SWT.

Kita harus berinteraksi dengan umat dengan tujuan untuk merubah pemikiran dan emosi mereka untuk menjadikan akidah Islam referensi mereka satu-satunya. Contohnya, kita harus menantang dan mendebat orang-orang yang menyerukan bagi umat untuk mengadopsi hukum internasional (yakni yang berdasarkan sekularisme atau PBB) ketika mencari suatu penyelesaian bagi Palestina, Kashmir, Chechnya, Somalia atau urusan lain umat.

Kita juga harus mencari nusrah – dukungan dari orang-orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh di negeri-negeri Muslim. Orang-orang tersebut mungkin terperosok dalam alur pikiran Kapitalis, tapi kita harus ingat bahwa Akidah Islam memiliki kekuatan untuk merubah hati dari orang-orang semacam Umar bin Khattab ra dan para pemimpin Suku Aus dan Khazraj (yakni dua suku yang tinggal di Madinah yang memberikan pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW). Kita harus ingat bahwa Umar ra ketika itu sedang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW ketika dia menerima Islam dan bahwa Sa'd bin Mu'adh ra dan Usaid bin Hudayr ra sedang merancanakan untuk mengusir kaum Muslim dari tanah mereka. Sebenarnya, Usayd ra ketika dia bertemu dengan Musab, sedang mengancam untuk membunuh Musab jika kaum muslim tidak pergi. Namun, ketika Musab ra menjelaskan Islam kepadanya, diriwayatkan bahwa cahaya kedaimaian Islam dapat terlihat pada wajah Usaid ra! Karena itu, kita harus bekerja seperti bekerjanya Musab ra dan menyeru orang-orang saat ini akan kekuatan Islam dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT memang memiliki kekuatan untuk memberikan mereka hidayah, jika Dia menghendaki.

Pada saat Khilafah Rashidah berdiri lagi di tanah kaum muslim, kita dapat bekerja untuk melawan pendudukan yang diprakarsai oleh kekuatan kolonial dan dilaksanakan oleh Zionis. Hanya pada saat Negara Islam berdirilah, kaum Muslim, Yahudi, Kristen, dan yang lainnya dapat hidup kembali dalam kedamaian, keadilan, dan sentosa – seperti yang telah kita lakukan sebelum Barat menginvasi dan menanamkan entitas asing di tanah kita.

Seruan Dari Gaza

Yang berikut ini adalah sebuah kutipan dari sebuah surat yang dikirimkan oleh Akhwat kita Ummu Taqi dari Gaza selama terjadinya pengeboman:

"Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima, dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat.

Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala tempat. InshAllah.

Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin. "

Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (Surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (QS 21:106)


1. Norman G. Finkelstein: An Introduction to the Israel-Palestine Conflict

Untuk pertamakalinya di Indonesia terselenggara Kongres Kajian Zionisme Internasional (KaZI) yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta-Pusat, Sabtu (26/12). Kongres bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, utamanya umat Islam terhadap pengaruh ideologi Zionisme yang semakin merasuk ke hampir seluruh lini kehidupan masyarakat bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia dan telah banyak menyengsarakan kehidupan umat manusia.

Mantan Menteri Kesehatan, DR. Dr. Siti Fadillah Supari yang hadir dalam acara tersebut sebagai keynote speaker mengatakan bahwa gerakan Zionisme sudah sedemikian menggurita sehingga banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa mereka sudah berada di bawah kendali kaum Zionis yang bertujuan untuk menguasai dunia dengan cara melakukan berbagai konspirasi termasuk di bidang kesehatan.

Mantan menteri yang pernah menghebohkan dengan bukunya berjudul "Saatnya Dunia Berubah. David Versus Goliath: Membaca Indonesia dalam Kancah Konspirasi Global" mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak melihat Zionisme hanya sekedar simbol anti-Islam karena target gerakan Zionisme sebenarnya adalah seluruh umat manusia.

"Jika kita melihat Zionisme hanya sebagai simbol, kita akan terkecoh bahwa gerakan itu hanya ingin menyerang Islam. Karena gerakan ini sudah menggurita dan sasarannya adalah seluruh manusia, bukan hanya umat Islam," kata Siti Fadillah.

"Zionisme ada di sekeliling kita. Mulai dari sistem pendidikan, ekonomi, kesehatan dan yang secara halus ditanamkan dengan dengan dalih reformasi di berbagai bidang. Jika masyarakat enggak mengkaji masalah-masalah Zionisme, tanpa sadar kita akan diperdaya dan dipecundangi," sambung Siti.

Gerakan Zionisme, ungkap Siti, ingin membuat penduduk dunia bergantung dari sisi kesejahterannya pada kaum Zionis, untuk itu Zionsime sengaja menciptakan sistem dunia yang tidak adil dan bertentangan dengan kemanusiaan. Ia mencontohkan badan kesehatan dunia, WHO yang menurutnya hanya menjadi perpanjangan tangan negara-negara adikuasa untuk melanggengkan penjajahan dan penindasan terhadap masyarat negara lain dengan menggunakan alasan kesehatan dan menciptakan konsep-konsep yang menyengsarakan manusia, seperti neoloberalisme, kapitalisme, neo-imperialisme yang oleh Siti Fadillah diistilahkan sebagai "cucu-cucu Zionisme".

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa selain terus melakukan kajian, dibutuhkan nurani dan keberanian untuk melawan gerakan Zionisme yang sudah terlanjur menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia dengan konspirasi-konspirasi canggihnya. Dalam kaitannya di Indonesia, Siti Fadillah berharap para negarawan di Indonesia menyadari akan adanya gerakan Zionisme ini.

"Dan untuk menghadapi konspirasi kaum Zionis ini, jadilah negarawan-negarawan yang bukan cuma cerdas, tapi juga berani dan Islami," tukasnya. (ln)

Penambahan lebih dari 30.000 pasukan AS untuk dikirim ke Afghanistan adalah sebuah parodi bagi rakyat negara itu yang telah menderita delapan tahun pendudukan yang brutal.

Ini juga merupakan pukulan keras untuk menghadapi tentara AS akan segera diberangkatkan. Karena Barack Obama, presiden AS, yang total jenderal akan mengelontorkan pasukan lebih dari 100.000, sebenarnya menghadapi kekuatan militer yang telah kelelahan.

Berbagai kalangan secara terbuka menyatakan bersekutu dengan para veteran dan aktivis yang anti-perang. Mereka menyerukan diakhirinya perang yang dipimpin AS di Irak dan Afghanistan, termasuk juga beberapa tentara yang masih bertugas aktif. Gerakan yang terus tumbuh ini adalah penolakan militer, karena AS sudah dinilai sebagai negara yang tergelincir lebih dalam perang yang tak berujung.

Para arsitek perang AS disarankan untuk mendengarkan keprihatinan para prajurit dan veteran yang telah bertugas melaksanakan kebijakan perang di tanah jajahan. "Mereka hanya akan pindah dari Irak ke Afghanistan, sama seperti mereka memindahkan saya dari satu perang ke berikutnya," kata Eddie Falcon, anggota Veteran Irak Menentang Perang (IVAW), yang bertugas di Irak dan Afghanistan. "Prajurit akan kembali dengan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kehilangan anggota badan, masalah dengan alkohol, dan depresi."

Banyak dari pasukan ini masih menderita dampak mental dan fisik. PTSD dan tingkat cedera otak traumatik para tentara AS di Irak dan Afghanistan amat tinggi, dengan sepertiga pasukan kembali melaporkan masalah-masalah mental dan 18,5 persen dari seluruh anggota, menurut studi Rand Corporation.

Marinir yang bunuh diri berjumlah dua kali lipat dari tahun 2006 dan 2007, dan tentara yang bunuh diri berada di tingkat tertinggi sejak tahun 1980. Sementara, di dalam negerinya sendiri, AS masih kelimpungan dengan segala krisis ekonomi yang belum juga selesai. Jadi, wajar saja jika para tentaranya sekarang menderita kelelahan dan mengharapkan satu hal: akhiri perang ini! (sa/aljzaeera)

Tidak ada satupun yang dapat mengindikasikan tentang ideologi srael Raya akan terwujud, seperti yang digagas oleh para pemimpin Zionis-Israel, diantaranya David Ben Gurion,karena dari waktu ke waktu negara Zionis itu menampakkan diri menuju kehancuran.

Enam dekade berlalu saat para pendiri negara Zionis-Israel, dan Israel sebuah negara yang dengan sangat cepat menjadi diantara 20 negara industri terkemuka dengan GNP yang sangat fantastis diantara negara yang ada disekelilingnya.

Israel sebagai kekuatan regional yang tangguh dibidang militer dengan memiliki 200 hulu ledak kepala nuklir, tak tertandingi secara militer. Israel benar-benar  sangat digdaya dibidang militer. Negeri Zionis ini juga termasuk lima negara pengeksport senjata terkemuka di dunia. Senjata buatan Israel ikut membanjiri dunia, terutama dunia ketiga. Semua konflik di negara-negara Dunia Ketiga, senjatanya dipasok dari Israel.

Israel juga mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap pusat-pusat kekuatann global, khususnya Barat, dan dengan bantuan Barat (AS dan Sekutunya), Israel dapat mencaplok tanah-tanah Arab, yang dijadikan miliknya. Namun, yang aneh bin ajaib watak menjajah ini, justru mendapat dukungan dari Barat. Negeri Zionis ini, menerima bantuan cuma-cuma dari Barat dan sekutunya Arabnya, yang jumlahnya mencapai $ 100 milyar dola. Uang itu digunakan untuk menindas dan menjajah Arab.

Dengan bantuan Barat itu, Israel terus mengontrol dengan tangan besi daerah jajahan di tanah-tanah Arab yang dikuasainya, termasuk Palestina. Bahkan, Israel merencanakan secara sistematis, menghancurkan Yerusalem, dan menjadikan ibukota negara Zionis-Israel, serta meluluh-lantakkan penduduk Arab, yang sekarang hidup menggelandang..

Hari ini, sesudah tentara Israel 'keok' di Lebanon Selatan melawan Hisbullah dan gagal menekuk Hamas, dan  banyak pejabat Israel tidak dapat pergi meninggalkan negaranya, karena mereka pasti akan ditangkap, seperti pemimpin Partai Kadima, yang juga mantan Menlu Israel, Tzipi  Livni, maka negeri Zionis ini makin sengsara. Kelompok sayap kanan yang radikal gabungan antara Partai Likud dan Partai Yisraeli Beitenue, ingin terus meluaskan jajahannya terutama Yerusalem Timur, yang dicaplok pada perang tahun l967. 

Tapi tekanan internasional semakin dahsyat, yang membuat Benyamin Netanyahu menjadi terpojok. Kemanapun  pergi Menlu Israel Avigdor Lieberman, tak laku, dan tidak ada yang sudi mendengarkan omongannya. Israel diambang kehancuran. Karena masyarakat internasional telah mengutuknya akibat kekejiannya yang sangat biadab.

Negara-negara Arab dan rakyat Palestina menolak langkah-langkah sayap kanan Israel, yang terus meluaskan jajahannya atas Yerusalem. Uni Eropa mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina. Bahkan, Uni Eropa mendorong Otoritas Palestina mendeklarasikan negara Palestina secara sefihak, tanpa harus meminta persetujuan Israel. Inilah yang membuat Israel jatuh terduduk bersama Amerika, yang tak mampu menaklukan 'tuannya'  yaitu Israel.

Satu-satunya penyokong utama entitas politik Zionis-Israel, tak lain adalah Amerika Serikat, yang kini sudah jatuh miskin, dan kehilangan kekuatannya sebagai adidaya. Amerika Serikat benar-benar telah kehilangan julukan sebagai negara 'adi daya'. Tak ada lagi kekuatan yang dimiliki Amerika Serikat, ekonomi, militer, dan budaya,semuanya sudah punah. Amerika menjadi peminta-minta. Meskipun, nampak sombong, tapi sudah tidak lagi memiliki pengaruh. Lihat Obama tak lagi berpengaruh, dia harus membungkuk di depan Kaisar Jepang Hirohito.

Semuanya runtuh ditepi jurang. Amerika yang menjadi andalan Israel telah bangkrut. Dengan defisit perdagangannya, anggarannya,  dan utang luar negerinya, yang mencapai lebih dari $ 14 triliun dolar, atau setara dengan 90 persen GDP nya, layak Amerika Serikat sebagai negara bangkrut. Selama ini Israel hanya hidup mengadalkan  dukungan Amerika. Ketika Amerika Serikat sudah menjadi miskin. Ke mana lagi Israel mencari pelindung?  Ke Rusia?

Seluruh perusahaan dan jasa keuangan di Amerika Serikat milik orang-orang Yahudi, sudah masuk ke keranjang sampah dengan meninggalkan utang trilliun dolar. Tokoh utamanya yang selama ini dapat menyembunyikan kebohongan dengan menipu Madox yang dikenal dengan 'Skandal ponzi', harus menerima hukuman 150 tahun. Obama mencoba mengangkat sektor keuangan, khususnya perbankan dengan bailout yang sudah diputuskan bersama dengan Senat, yang jumlahnya mencapai $ 780 milyar dolar, kenyataannya tak mampu direalisasikan.

Para pemimpin Israel mengkaji ulang masa depannya, berkaitan hubungannya dengan AS, yang sudah lumpuh itu. Asset apa yang sekarang ini dimiliki oleh Israel. Negeri Zionis yang selama paling ditakuti dimuka bumi, dipermalukan oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayib Erdogan, ketika berlangsung pertemuan ekonomi dunia di Davos (Swiss), di mana Presiden Israel, Shimon Peres ditelanjangi habis di depan forum  atas segala kejahatannya di Gaza oleh Erdogan, kemudian pemimpin Yahudi itu ditinggalkannya.

Turki juga tidak takut lagi dengan Amerika Serikat dan Israel. Rencana latihan perang yang melibatkan anggota Nato, dan Israel ikut di dalamnya, kemudian dibatalkan oleh Turki. Tanpa Israel dapat berbuat apa-apa atas tindakan Turki.

Turki juga berhasil memaksa  Israel untuk menyerahkan sejumlah pesawat tanpa awak ke negeri itu, yang sebelumnya Israel menolaknya. Negeri Zionis itu dengan menggunakan Mossadnya berusaha menjatuhkan pemerintahan Erdogan dengan merancang kudeta, tapi gagal, dan sejumlah perwira militer yang terlibat dijebloskan ke dalam penjara, bahkan pemimpin keduta, seorang kolonel bunuh diri, ketika diadilil.

Kini, Israel menghadapi tantangn yang sangat pahit di mana masyarakat dunia mengucilkan, hubungan bilateral dengan negara-negara dunia mengalami kemunduran. Termasuk Mesir, yang sudah menjadi mitra sejak perjanjian Camp David, tahun l973, tak sudi menerima kedatangan Menlu Israel Avigdor LIeberman, karena mulutnya yang jahil. Pokoknya Israel sudah masa lalu, dan menuju kebangkrutan.

Sebentar lagi dengan merengek kepada Hamas, dan dengan terpaksa pula, Zionis harus rela melepaskan 1000 tawanan Hamas ditukar dengan Kopral Gilad Shalid. Tentu, yang lebih penting lagi, ekonomi Israel lumpuh, produk-produk indrustrinya tak laku, menumpuk di gudang, karena tak ada negara yang mau menjamahnya.  Sehingga, pengangguran di Israel berjibun, dan terpaksa memberikan santunan para para fakir miskin Yahudi itu. Semuanya akibat invasi militer Israel ke Gaza setahun yang lalu.(m/'jp)

Obama mengumumkan anggaran pertahanan pada tahun 2010, dan telah diratifikasi oleh Senat AS, yang jumlah mencapai 636,3 miliar dolar, yakni naik sekitar 116 miliar dolar dari anggaran yang diumumkan oleh George W. Bush untuk tahun 2009, yang jumlahnya mencapai 515 miliar dolar.

Perlu untuk diketahui bahwa Obama telah menambah anggaran untuk 2009, yang sebelumnya telah dirancang oleh George W. Bush dengan tambahan hingga mencapai 612 miliar dolar, setelah ia memimpin pemerintah AS pada tahun 2009.

Dan Obama telah mengalokasikan dana 101,1 miliar dolar dari anggaran 2010 untuk Perang Salib yang dipimpin oleh negaranya di Irak dan Afghanistan.

Untuk informasi saja, bahwa Obama dijuluki dengan burung merpati, sementara George Bush dan orang-orang yang bersamanya dalam pemerintahannya dijuluki dengan burung elang. Dan ada maksud tersembunyi dibalik pemberian hadiah Nobel Perdamaian kepada Obama, seperti yang diumumkan oleh organisasi pengawasan atas hadiah Nobel. (kantor berita HT, 28/12/2009)

RIYADH (SuaraMedia News) – Pengawas Dua Masjid Suci, Raja Abdullah pada hari Minggu lalu mengatakan bahwa dunia Islam dan Muslim akan tetap berdiri tegak meski dihajar konspirasi ciptaan musuh, termasuk para Muslim ekstrimis yang bagaikan musuh dalam selimut.

"Saya beritahu kalian bahwa dunia Islam masih berdiri dengan kokoh karena Kekuasaan Allah," katanya ketika menerima tamu dalam acara Prince Naif International Prize untuk studi Sunnah dan Islam kontemporer.

"Apapun yang para musuh lakukan, termasuk beberapa Muslim ekstrimis, tidak akan berpengaruh bagi kekuatan Islam dan Muslim. Muslim akan tetap kuat dengan mengumandangkan syahadat: Lailaha Illallah Muhammadan Rasulullah (Tiada Tuhan selain Allah, dan Rasulullah adalah Nabi-Nya)," kata Raja Abdullah. Dia juga berharap para pemimpin Islam di seluruh dunia dapat menjadi pembawa pesan Islam di manapun mereka berada.

Sheikh Arshad Madani, Presiden Jamiat Ulema-e-Hind dan seorang profesor Hadits di Darul Ulum Deoband, berterima kasih kepada kerajaan Saudi atas sambutan hangatnya dalam acara Prince Naif International Prize.

Madani, yang merupakan putra dari seorang tokoh ulama terkemuka India dan seorang pejuang kebebasan, Sheikh Hussain Ahmed Madani, memuji peran kepemimpinan Saudi di Kerajaan karena berpegang pada hukum Al-Qur'an dan Hadits sebagai hukum negara mereka.

Madani juga memuji peran Saudi dalam dunia Islam atas perannya mengabdi untuk agama serta membantu komunitas Muslim di seluruh dunia.

"Kerja bagus yang dilakukan Saudi Arabia tidak hanya terbatas pada warga Saudi atau Muslim semata, namun telah menyelimuti seluruh dunia," dia menegaskan. Pertemuan yang digelar di Al-Yamamah Palace juga dihadiri Wakil Perdana Menteri serta Menteri Dalam Negeri, Pangeran Naif dan beberapa pejabat terkemuka lainnya.

Selain tamu dari dalam negeri, beberapa tamu kehormatan dari luar negeri juga tampak menghadiri acara serta memuji Pangeran Naif dalam peranannya berjuang untuk Islam dan Sunnah Nabi Muhammad. Dia juga menggarisbawahi peranan penting penghargaan Prince Naif dalam mempromosikan studi dan penelitian di bidang Sunnah.

Dalam kesempatan kali itu, berbicara pula Menteri Penghargaan dan Pengarahan Yaman, Hamoud Al-Hattar, menyebut Penghargaan Pangeran Naif sebagai instrumen penggerak Muslim dalam melakukan penelitian yang berfokus pada Sunnah.

Hattar juga memuji peranan Kerajaan dalam menyajikan penghargaan bagi Sheikh Shakir, seorang ulama yang juga ahli Hadits yang meninggal 50 tahun lalu, dalam pengabdiannya kepada agama.

Sekretariat penghargaan telah menerima 420 peneliti dari seluruh dunia yang dibagi dalam empat kategori penghargaan dan menolak 138 dari mereka karena dianggap tidak memenuhi syarat.

Adapun pemenang penghargaan akan memperoleh uang dengan total jumlah 2.000.000 real Saudi. (al/an) www.suaramedia.com



Gaza – Infopalestina: Brigade al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menemukan sebuah senjata milik tentara Israel yang tewas ketika para mujahidin al Qassam mencoba untuk menangkapnya selama agresi Israel akhir tahun lalu di sebelah timur kota Jabalia.

Sejumlah sumber dan saksi mata, Senin (28/12), mengatakan, "Senjata tersebut berada di tangan mujahidin al Qassam setelah setahun berakhirnya perang di Jalur Gaza. Senjata ini jenis M16 Kedzar. Dilengkapi dengan alat bidik yang canggih. Senjata ini milik tentara Israel yang tewas dalam aksi penangkapan di timur Jabalia." Ditambahkan, "Para mujahid al Qassam menemukan senjata tersebut di bawah puing-puing rumah yang hancur setelah pemilik rumah menyingkirkan puing.

Serdadu pemilik senjata tersebut tewas setelah dalam penyergapan yang dilakukan oleh pejuang al Qassam, Muhammad Bashir Khadar, yang mencoba menangkapnya dan tewas saat itu juga.

Sumber-sumber ini menginformasikan bahwa pada saat Bashir Khadar mencoba untuk mundur dari lokasi dengan membawa serdadu Israel dan senjatanya, pada hari Selasa 6/1/2009, pesawat tempur Zionis Israel membidiknya dan menembakkan rudal kea rah rumah yang menjadi tempat ia bersembunyi di dalamnya, hingga hancur total dan Muhammad Bashir gugur seketika itu juga. (seto)

TIMUR TENGAH (SuaraMedia News) – Dalam wawancara televisinya yang pertama sebagai presiden, Barack Obama memilih untuk berbicara pada dunia Arab melalui Al Arabiya, sebuah kanal berita yang berbasis di Dubai. Ia ditonton oleh 13 juta pemirsa Arab. Keputusan itu signifikan untuk dua alasan. Pertama, menekankan prioritas tinggi yang diberikan oleh pemerintahan baru dalam meningkatkan hubungan antara AS dan Timur Tengah. Dan kedua, karena hal itu menunjukkan bahwa Gedung Putih kurang percaya terhadap kanal berita berbahasa Arab milik pemerintahannya sendiri, Al Hurra.

Langkah pemerintahan Obama ini adalah simbol meluasnya kegagalan kanal televisi berbahasa Arab yang dimiliki oleh Barat untuk menjadikan dirinya sebagai sumber berita yang kredibel begi pemirsa Timur Tengah yang hidup dalam rezim diktator. Namun, mereka tidak menonton stasiun berita yang didanai pemerintah Barat sebesar ratusan juta dolar tiap tahun (BBC berbahasa Arab, Al Hurra Amerika, France 24 berbahasa Arab, dan Welle Arabia Belanda).

Tujuan dari kanal-kanal itu untuk memenangkan pertarungan atas "hati dan pikiran" kaum Arab yang masih belum menampakkan hasil. Mereka tidak memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari 320 juta pemirsa Arab. Entah mereka harus mengalami reformasi yang dramatis, atau pemerintah yang mempromosikan mereka harus berhenti membuang-buang uang para wajib pajak.

Para pemirsa Timur Tengah menyambut televisi Amerika dan Eropa berbahasa Arab dengan penuh curiga. Mereka mencurigai kanal tersebut menyembunyikan agenda Barat di balik acara-acaranya, terutama jika isu yang dibahas bermuatan politik. Persepsi ini mencerminkan ketidakpercayaan terhadap kebijakan asing di Timur Tengah dan seringkali tampak masuk akal jika kita mengikuti apa yang disiarkan oleh kanal-kanal itu.

Contoh paling jelas adalah Al Hurra, yang berarti "Sang Bebas" dalam bahasa Arab. Dibangun lima tahun lalu di era pemerintahan Bush, mandat Al Hurra adalah untuk meningkatkan citra AS dan mempromosikan nilai-nilainya di Timur Tengah. Namun, standar jurnalismenya jauh di bawah tingkat kanal-kanal besar AS, dan pendirian editorialnya terhadap konflik Palestina cenderung memihak pada Israel.

Al Hurra juga menyensor suara-suara utama mengenai sejumlah isu yang berpusat pada sudut pandang dunia Arab. Bagaimana mungkin seseorang mengharapkan pemirsa Arab menonton Al Hurra ketika, contohnya, kanal tersebut tidak pernah menyiarkan ceramah oleh Hassan Nasrallah padahal penampilan pemimpin Hizbullah itu ditayangkan secara langsung di kanal-kanal berita berbahasa Arab lainnya.

Hasilnya adalah, rating pemirsa Al Hurra kini kurang dari 3% dan turun hingga di bawah 2% di saat krisis.

Inggris, yang memiliki pengalaman panjang di Timur Tengah, meluncurkan sebuah kanal berbahasa Arab di awal tahun 1990an. Menyusul kemunduran awal dengan lepasnya dukungan finansial Saudi terhadap inisiatif itu (mereka berbeda pendapat tentang editorial kanal), BBC membuat upaya kedua dan membangun BBC Arabic di tahun 2008, kali ini dengan pendanaan internal.

Seperti halnya Al Hurra, BBC Arabic gagal memapankan dirinya dengan pemirsa Arab. Kanal berita internasional lainnya, seperti Al Arabiya, memperoleh popularitas berkat liputan ekslusif dari Kabul tahun 2001. Namun, BBC Arabic melewatkan kesempatan dalam konflik Gaza di akhir 2008, awal 2009, untuk menonjolkan kanalnya. Konflik tersebut memecah stasiun televisi Arab dan pemirsanya segaris dengan perpecahan Palestina. Liputan Al Jazeera mendukung gerakan Hamas secara lirikal dan penyampaian kisah secara emosional, sementara Al Arabiya berpihak pada Fatah.

Ada kesenjangan yang begitu jelas di dalam pasar, dan BBC Arabic seharusnya dapat memisahkan dirinya dengan liputan berita dan konten faktual yang tidak memihak secara politis. Namun mereka gagal dengan hanya memberikan liputan aman dari luar zona perang.

Untuk memahami apa yang dapat dilakukan BBC Arabic secara berbeda, kita hanya perlu melihat pendatang baru lain yang berhasil melaporkan konflik Gaza, yaitu Al Jazeera berbahasa Inggris, satu perusahaan dengan Al Jazeera berbahasa Arab. Diluncurkan bulan November 2006, Al Jazeera Inggris menayangkan kisah-kisah eksklusif dari koresponden yang berada di dalam Gaza, di mana para jurnalis tidak diberi akses oleh tentara Israel. Bahkan, seorang diplomat top Uni Eropa mengakui, "Kami hanya dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam Gaza berkat Al Jazeera berbahasa Inggris."

Dunia berbahasa Arab memerlukan liputan seperti yang disediakan oleh Al Jazeera berbahasa Inggris. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah Barat harus melakukan lebih banyak dari sekedar mengucurkan uang ke mesin propaganda seperti Al Hurra. Kanal-kanal berbahasa Arab yang dikelola oleh negara-negara Barat harus memelihara standar tinggi jurnalisme, memberikan liputan yang berimbang dan mencakup berita-berita tak disensor tentang subyek-subyek kontroversial yang penting bagi pemirsa Arab, seperti Hamas dan Hizbullah. Ini adalah satu-satunya cara untuk memperluas pemirsa di dunia Arab. (rin/me) www.suaramedia.com

Selain menyampaikan agar umat Islam jangan sampai terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan Natal, pada kesempatan yang sama, di stasiun televisi Qatar, Dr. Yusuf Qardhawi, juga menyampaikan satu dua kata kepada presiden AS, Barack Obama. Berikut petikannya:

"Ada masalah lain yang ingin saya bicarakan secara singkat. Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak tahu mengapa mereka memberinya hadiah ini.

Apa yang membuat Mr Obama layak mendapatkan hadiah? Tidak ada perdamaian di Irak. Tidak pula Afghanistan. Tidak di Somalia. Tidak ada perdamaian di negara manapun. Dia tidak bahkan berhasil memaksa Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman.

Obama menarik beberapa prajurit dari Irak, hanya untuk mengirim mereka ke Afghanistan –dari satu perang ke perang yang lain, dari satu pertumpahan darah yang lain.

Darah terus ditumpahkan di Irak dan di Afghanistan, dan saya harus menambahkan Pakistan, Yaman, Sudan, dan seterusnya. Dunia ini mendidih dengan perang, jadi untuk apa Mr Obama mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian?" (sa/islamicawakening)

Hampir setahun yang lalu, pada perayaan Martin Luther King yang berbarengan dengan serangan militer Israel di Gaza,sebuah tulisan muncul: "Israel in Gaza: A Time Comes When Silence is Betrayal." Tulisan itu berbicara tentang peran Yahudi Amerika dan Amerika yang tetap diam dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan di Palestina.

Rakyat Amerika sejenak tertunduk, selama ini mereka terus diam ketika miliaran dolar AS dan bantuan lainnya yang memfasilitasi pembunuhan Palestina digelontorkan kepada Israel.

Serangan itu adalah kejahatan besar. Sebagian besar dunia berdiri. Gaza telah membuat orang Amerika untuk menuntut dan tidak lagi berdiri di pinggir lapangan. Laporan Goldstone, laporan PBB yang Mencari Fakta-Misi dan Konflik di Gaza, Fakta yang mendokumentasikan pelanggaran terhadap hukum perang dan hukum hak asasi manusia yang mengerikan. Laporan-laporan itu membahas pencaplokan Yerusalem Timur, pembangunan tembok, 85 persen dari yang ilegal terletak di wilayah yang diduduki, celah hukum dan permukiman.

Laporan itu juga memebeberkan blokade Gaza, yang dimulai sebelum serangan tahun Desember 2008 terhadap rakyat Palestina. Mengenai perang, laporan menyimpulkan bahwa "operasi militer diarahkan oleh Israel di Gaza kepada rakyat secara keseluruhan" untuk "menghukum mereka" dan "dalam kebijakan yang disengaja, kekuatan yang tidak proporsional telah ditujukan kepada penduduk sipil."

Setiap contoh memberikan efek kumulatif sangat menyeramkan: disengaja menargetkan warga sipil, penghancuran infrastruktur Gaza termasuk pasokan bahan bakar, sistem saluran pembuangan, satu-satunya penggilingan tepung dan gedung legislatif Palestina.

Lebih dari seribu warga Palestina terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil; dan hanya 13 Israel yang mati. Bayangkan Gaza sebagai penjara yang penuh sesak, karena itulah apa adanya, tanpa kemampuan bagi orang untuk bersembunyi, melarikan diri atau membela diri. Lalu, bayangkan suatu serangan bebas dari udara, laut dan tanah. Gaza bukanlah kecelakaan. Itu bukan kesalahan. Pemimpin Israel membenarkan penghancuran objek sipil: "Hancurkan 100 rumah untuk setiap satu roket yang ditembakkan."

Itu sebabnya mungkin kita harus pergi ke Gaza pada tahun baru ini. Karena kebenaran membutuhkan dorongan. Sederhana. Setiap orang harusnya berkeinginan untuk memecahkan blokade. Orang Amerika harus melihat sendiri kerusakan yang disebabkan oleh senjata yang dibeli dengan uang pajak mereka. Mereka harus mengerti bahwa Israel tidak membunuh atas nama Tuhan. (sa/arabnews)

TEL AVIV (SuaraMedia News) – Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, kini menarget berbagai seminari yang banyak menelurkan prajurit tempur untuk negeri Zionis tersebut. Hal itu dilakukan Barak karena ada kecenderungan para prajurit muda untuk menolak perintah pengusiran terhadap para pemukim Yahudi ilegal di Tepi Barat.

Tindakan Barak tersebut meningkatkan emosi dari kelompok sayap kanan Israel, yang mendukung penuh keberadaan para pemukim dan telah bersumpah untuk menentang adanya pembekuan pembangunan pemukiman selama 10 bulan yang sebelumnya diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, di bawah tekanan Washington pada penghujung bulan November lalu.

Tindakan Netanyahu tersebut memicu lahirnya gelombang konfrontasi antara para pemukim dan pasukan militer di sepanjang wilayah Tepi Barat.

Sejumlah prajurit ultra ortodoks, yang merupakan alumnus jaringan seminari dan telah mendapatkan perintah dari para rabbi uuntuk menolak perintah pembongkaran pemukiman. Ada puluhan orang prajurit yang dijebloskan ke dalam penjara, sementara lainnya hanya mendapatkan teguran.

Dengan semakin meningkatnya pembangkangan prajurit, Barak, yang merupakan mantan kepala staf militer, meletupkan amarahnya pada tanggal 13 Desember lalu. Barak mendepak sebuah seminari di Tepi Barat, yang bernama hesder yeshiva, karena rabbi kepala seminari tersebut, Eliezer Melamed, menolak untuk mengecam tindakan pembangkangan para prajurit pro-pemukim.

Peristiwa tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi, dimana ada sebuah yeshiva (institusi) yang tidak diakui oleh militer Israel, sejak militer Zionis mengadakan kesepakatan dengan sebuah kelompok seminari pada tahun 1950an, dimana dalam kesepakatan tersebut, para siswa akademi bisa menggabungkan pelajaran kegamaan dengan layanan militer.

Saat ini tercatat ada lebih dari 40 institusi ssemacam itu, lebih dari setengahnya terletak di dekat pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Seminari Rabbi Melamed merupakan bagian dari pemukiman Har Bracha, yang merupakan tempat hunian para pemukim Yahudi garis keras.

Melamed menyampaikan khotbah yang intinya menegaskan bahwa para prajurit yang religius terikat dengan hukum-hukum Tuhan untuk menolak mematuhi perintah evakuasi pemukiman atau mencegah proses konstruksi di pemukiman.

Perpecahan ideologi tersebut muncul beberapa pekan menjelang penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza pada bulan September 2005, dimana ada sejumlah prajurit menolak untuk menindak para pemukim Israel.

Tindakan tidak terduga Barak terhadap salah satu seminari paling ideologis tersebut menyulut bara api amarah di kalangan warga Israel yang religius.

Perlu digarisbawahi bahwa militer Israel merasa gelisah dengan perseteruan antara kaum Yahudi ultra ortodoks, yang meyakini bahwa Tuhan memberikan Yudea dan Samaria (Tepi Barat) kepada Israel, dan kaum Yahudi sekuler yang mendukung gagasan untuk mengakhiri penjajahan Tepi Barat yang telah berlangsung selama 42 tahun, sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Palestina.

Para rabbi dalam tubuh kemiliteran telah menentang keputusan pemerintah dan petinggi militer selama berbulan-bulan.

Dalam pembantaian 22 hari di Jalur Gaza pada bulan Desember tahun lalu hingga Januari 2009, para rabbi menyebarkan pamflet kepada para prajurit. Isi selebaran tersebut menyamakan pertempuran Gaza sebagai "perang melawan kejahatan" dan menganjurkan para prajurit untuk membantai para musuh (rakyat Palestina).

Barak merasa khawatir jika kamp nasionalis religius Israel memberikan simpati kepada para prajurit muda yang mengabaikan perintah komandan mereka.

Seorang pengamat mengatakan, "Tindakan Barak tersebut tampaknya hanya merupakan upaya terlambat untuk menenangkan para Yahudi fundamentalis. Namun, diperlukan lebih banyak upaya untuk mencapai hal tersebut.

Barak membuat marah para pemukim dan jaringan yeshiva, sejumlah perwira militer khawatir jika sampai hal tersebut mempengaruhi para prajurit religius lainnya untuk turut membangkang perintah penghentian ekspansi pemukiman Yahudi, meski Netanyahu hanya setuju untuk membatasi pembangunan, bukan menghentikan pembangunan pemukiman ilegal, seperti yang diinginkan Washington.

Sejumlah pengamat memperkirakan adanya bentrokan baru yang keras dan melibatkan para prajurit pembangkang.

Disaat ketegangan semakin memuncak di kedua kubu, para pejabat militer pada hari Minggu lalu mengungkapkan bahwa pemerintah Israel mungkin akan segera menugaskan unit komando khusus, pesawat pengintai tanpa awak, dan peralatan pengacak sinyal seluler, untuk membantu proses penghentian pembangunan pemukiman.

Para pemukim Yahudi ilegal marah dan bersumpah untuk melawan segala bentuk upaya pemerintah untuk menghentikan mereka. Reaksi tersebut membuat Barak, pemimpin sekuler dari Partai Buruh, memperingatkan para pemukim bahwa dirinya akan melancarkan kekuatan militer penuh jika para pemukim menolak mematuhi perintah negara.

"Para rabbi mengatakan bahwa "tanah Israel" adalah tanah yang suci, lebih suci dari perintah pembongkaran pemukiman," kata Yossi Alpher, mantan penasihat Yitzhak Rabin yang kini menjadi editor dari bitterlemons.org, sebuah witus web Israel-Palestina yang mendorong proses dialog.

"Hal ini bisa dipandang sebagai langkah pertama dari perpecahan besar antara etos keamanan sekuler dan kaum nasionalis religius." (dn/up) www.suaramedia.com

KABUL  (SuaraMedia News) – Taliban telah merilis sebuah video yang bertujuan memperlihatkan bahwa tentara AS Bowe Robert Bergdahl yang ditangkap di Afghanistan enam bulan lalu masih hidup dan dalam kondisi baik serta terawat.

Video itu belum diverifikasi, namun menunjukkan seorang pria mengenakan kacamata hitam dan helm serta seragam bergaya militer AS. Tulisan di bawah gambar pria itu berbunyi "Tahanan Perang: Bowe Robert Bergdahl". Di potongan gambar yang lain terdapat tulisan "Seorang prajurit Amerika yang ditawan oleh Mujahidin Emirat Islam Afghanistan."

Pria itu mengidentifikasi dirinya sebagai Bowe Robert Bergdahl, lahir di Sun Valley, Idaho. Ia juga menyebutkan pangkatnya di kemiliteran, tanggal lahir, golongan darah, unit tugasnya dan nama gadis ibunya sebelum memulai serangan verbal panjang lebar atas perang AS di Afghanistan dan hubungannya dengan kaum Muslim.

Ia nampak sehat dan berbicara dengan tenang dan jelas, dan tidak tampak seperti di bawah tekanan. Video yang juga dilengkapi dengan narasi berbahasa Inggris itu juga menunjukkan gambar para tahanan di penjara-penjara AS yang mendapat siksaan. Bergdahl mengatakan bahwa ia tidak mengalami siksaan semacam itu.

"Saya diperlakukan sebagai manusia dengan harga diri. Tidak ada yang melucuti pakaian saya dan mengambil foto saya dalam keadaan tanpa pakaian. Tidak ada anjing yang terus menggonggong ke arah saya dan menggigit saya, seperti yang dilakukan oleh negara saya ke para tahanan Muslim di penjara."

Ia kemudian menyerang pejabat-pejabat AS karena "memimpin kami ke lubang yang sama yang  terus menjebak Amerika berulang kali, baik itu Vietnam, Jepang, Jerman, Somalia, Lebanon, Irak, dan kini Afghanistan.

"Ini hanya akan menjadi Vietnam kedua jika orang-orang Amerika tidak segera bangkit dan menghentikan semua omong kosong ini."

Sebuah pernyataan yang dibaca oleh juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, muncul di bagian akhir video dan memperbarui tuntutan jumlah tahanan yang akan ditukar untuk Bergdahl. Pernyataan itu juga mengatakan bahwa akan ada lebih banyak lagi tentara Amerika yang akan mereka tangkap.

Prajurit Bergdahl, personel infantri angkatan udara, ditangkap oleh Taliban Afghanistan di provinsi Paktika pada tanggal 30 Juni.

Para pejuang juga pernah merilis video tentangnya beberapa minggu setelah ia ditangkap. Dalam video pertama itu Bergdahl tampak ketakutan.

Pentagon mengatakan bahwa Bergdahl bertugas di resimen infantri yang berbasis di Fort Richardson, Alaska, sebelum kemudian ditugaskan di provinsi Paktika, timur Afghanistan. Penculikan itu terjadi lima bulan setelah ia tiba di Afghanistan.

Ia diyakini sebagai prajurit pertama yang ditangkap baik oleh Irak maupun Afghanistan dalam dua tahun terakhir ini.

Militer telah berusaha mencari Bergdahl, namun tidak diketahui pasti apakah ia ditawan di Afghanistan atau Pakistan, negara tetangganya.

Letnan Kolonel Tim Marsano, juru bicara Garda Nasional Idaho yang menjadi penghubung antara pihak keluarga dan media, mengatakan bahwa keluarganya belum melihat video itu sejak beredar rumor tentang perilisannya awal minggu ini. Bob dan Jani Bergdahl, orangtua Bowe Bergdahl, mengatakan bahwa mereka menanti informasi baru apa pun mengenai putra mereka.

"Mereka sangat penuh harapan bahwa pesannya akan bersifat positif, selama anak mereka sehat dan sejahtera," ujar Marsano.

Marsano mengatakan bahwa keluarga itu masih tidak mau berbicara di hadapan publik mengenai penangkapan anak mereka.

Konvensi Jenewa, yang juga ditandatangani oleh Taliban, melarang penyebaran gambar-gambar tahanan perang. (rin/bbc/yh) www.suaramedia.com

Ini adalah deja vu pada skala besar dan berdarah. Jenderal Stanley McChrystal, komandan AS di Afghanistan, memberi saran kepada presidennya bahwa "orang-orang Afghanistan mengalami krisis kepercayaan karena perang melawan Taliban tidak membuat hidup mereka lebih baik." Mengubah kata "Taliban" untuk "Mujahidin", dan Anda memiliki pengulangan yang tepat apa yang Rusia alami seperempat abad lalu.

Seperti NATO hari ini, Kremlin menyadari pasukannya memiliki sedikit sekali kendali di luar kota-kota utama. Persamaannya tidak berakhir di sana. Rusia menyebut musuh-musuh Afghanistan mereka sebagai dukhy atau hantu, selalu ada tapi tidak terlihat, seperti yang tersembunyi di dalam kematian ketika masih hidup.

Pemerintah Soviet tidak pernah mengundang wartawan Barat, tapi Anda bisa melacak veteran perang Afghan di Moskow yang muram hidupnya. Mereka terkena wajib militer, tidak seperti Inggris dan pasukan AS, jadi mungkin kemarahan mereka sangat meledak-ledak jika diingatkan tentang Afghanistan.

Tapi berapa banyak veteran Inggris akan berbagi sentimen-sentimen yang terus terngiang-ngiang di telinganya: "Kau ingat seorang ibu yang kehilangan anaknya. Ibu itu terus berkata," Ia telah menunaikan tugasnya. Ia menunaikan tugasnya sampai akhir." Itu hal yang paling tragis. Tugas apa? Ya, tugas apa yang telah ditunaikan oleh anak seorang ibu di Afghanistan?

Setiap kali pasukan Inggris yang berada di dalam mobil lapis baja melewati pasar-pasar dan jalan-jalan yang kosong, semua orang Russia berkata semua itu adalah sebuah kesia-siaan perang belaka.

Ketika kembali ke Moskow, para tentara Russia merasa muak. Mereka mulai bisa berpikir. "Perlahan, sangat perlahan, setelah perang, Anda mulai berpikir, membayangkan, mengingat apa yang terjadi, desa-desa yang rusak, ekspresi wajah orang, dan sebagainya," sesal sebagian bekas prajurit Russia di Afghan.

Rincian Perang Soviet berbeda dari hari ini. Taliban yang merupakan kelanjutan dari kaum Mujahidin yang tangguh menghadapi AS dan NATO yang merupakan replika dari Russia. Para tentara Russia banyak berpesan, "Jangan menganggu perempuan. Jangan pergi ke kuburan. Jangan masuk ke masjid."

Perbedaan yang besarnya, sejauh ini, adalah bahwa setelah bertahun-tahun kerugian dari kepemimpinan Soviet yang kejam adalah kesadaran untuk tidak pernah bisa memenangkan perang.

Mikhail Gorbachev mencoba berbicara dengan musuh untuk membentuk koalisi pemerintah Afghanistan (kondisi saat ini "Apakah kita berbicara dengan Taliban?"), tetapi ketika mereka dan para pendukung Barat menolak, dia tidak tahu pula apa yang harus dilakukan berikutnya. Sementara tentara Russia banyak yang tergerus, tewas memperjuangkan sesuatu yang tak tentu.

Apakah Barack Obama memiliki akal sehat untuk melakukan hal yang sama? Pada bulan Januari 1989, enam minggu sebelum Rusia menyelesaikan penarikan mundur, sebuah tulisan muncul di koran, bahwa sesuatu di tahun 80-an dulu, sangat mungkin terjadi lagi hari ini dengan AS dan NATO sebagai Russia-nya. (sa/prisonerofjoy)

Powered by Blogger.