Archive by date

untuk dunia lebih baik...

Untuk dunia yang lebih baik…

Untuk pewaris negeri…

Untuk pewaris dunia…

Untuk pewaris alam semesta…



Ketika Tuhan mengusir Adam & Hawa dari syurga, bumi menjadi persinggahan. Di dalam kebersamaan itulah banyak manusia baru yang lahir, manusia yang memiliki pemikiran beragam namun satu tujuan yaitu untuk dapat bertahan hidup dan senantiasa menaati perintah Tuhannya di dunia.

Ketika Islam hadir ke dunia, semenjak itu pula manusia merasakan indahnya kebersamaan, perdamaian, keadilan, kasih sayang dan lain-lain. Islam memberikan konsep khas dalam menjalani kehidupan yang tidak dimiliki oleh agama apa pun di dunia ini. Islam membawa visi yang hendak menyelamatkan manusia agar selamat sampai tujuannya dengan jelas yaitu akhirat abadi kelak. Jelas, tidak ada sesuatu kepentingan apa pun yang di bawa oleh Islam kecuali “keselamatan” di dunia maupun akhirat kelak. Dari sini, tidak ada satu pun yang dapat menandingi bagaimana Islam mengatur manusia dalam melakukan aktivitas kesehariannya di dunia. Tidak ada satu pun yang dapat menandingi Islam dalam memberikan pencerahan pemikiran dalam benak manusia. Namun hal ini pun redup dengan sendirinya, pupus seperti dihempas oleh angin lalu, oleh karena tangan manusia itu sendiri.

Sejak kapitalisme (AS) menjadi pemimpin dunia, sejak itu pula manusia merasakan penderitaan yang berkepanjangan, baik di dunia maju lebih-lebih di dunia berkembang/ketiga. Tak satupun negeri yang dapat bernapas lega kecuali dikendalikan oleh kapitalis. Tak satu pun manusia dpt merasakan keadilan, kebenaran mutlak, perdamaian, kasih sayang, kecuali kapitalis ada dibelakangnya. Lebih dari itu, masih saja ada orang yang enggan keluar dari kungkungan kapitalis, dan dengan sukarela menerapkan aturan kapitalis, padahal aturan itu hanya menghasilkan kehancuran dan kenestapaan belaka.
Islam lah sebagai satu-satunya pewaris negeri, Islam yang akan memimpin dunia dan dapat mengantarkan manusia ke gerbang penghambaan yg satu. Secara nyata, bukan utopis atau kenangan belaka. Maka, Islam akan memancarkan sinarnya ketika manusia menginginkan bahkan berusaha sekuat tenaga menerapkannya! Islam lah yang berhak sebagai pewaris tunggal alam semesta! Pewaris negeri yang kini terjajah oleh kapitalis! Karena kapitalisme dan sosialisme hanyalah buatan manusia! Buatan manusia yg mudah rapuh ditelan oleh jaman! Hanya waktu yang akan menjawabnya... []
loading...
Read more »

nature of capitalism

Kapitalisme adalah sifat pembawaan...

Pembawaan dari manusia yg hawa nafsunya lebih besar 95 % duniawi...

Daripada 5 % dgn porsi keadilan, perdamaian, kasih sayang serta sifat ideal manusia lainnya --yg seharusnya-- diberikan porsi lebih besar!



Jika sejak jaman Romawi Kuno --Aristoteles--, kapitalisme tidak disebar maka tidak begini kondisinya. Setidaknya kapitalisme telah membuktikan bahwa sebagai ideologi transnasional, dia cukup banyak memakan dan menghisap jutaan darah manusia beserta seluruh isi buminya. Melalui ideologi transnasional-nya pulalah, kapitalisme --yang saat ini-- tengah diambang kebangkrutan ‘rela’ menghalalkan segala cara guna memperluas ideologi-nya agar tetap eksis hingga ke ujung dunia sekalipun. Maka jangan terkejut jika kamu mendapati orang tua yang sedang duduk santai di kursi reot menggunakan baju oblong berlogo kelinci Playboy ditengahnya, padahal mereka hidup di dusun yg sangat jauh dengan ‘hiruk-pikuk’ informasi kota. Maka tak heran jika kamu mendapati anak muda mudi --gaul-- tengah asyik bermasyuk ria di pematang sawah sunyi hanya sekedar mencoba kondom durex oleh jejakanya utk melakukan proses intercourse. Ya, inilah ideologi transnasional kapitalisme. Melalui sifat pembawaannya --menghalalkan segala cara-- maka tak heran kamu pun akan terseret dan terjerembab pula ke praktik halalnya --walaupun sebenarnya haram-- maka bisa dipastikan kapitalisme-lah sbg biang keroknya.
Sebagai biang kerok, tentu sebagai manusia --kita-- tidak mungkin menggunakan segala macam apapun itu sifatnya, & sebagai manusia yang sadar & waras maka tak mungkin pula mengambil praktik yang levelnya setara dgn sifat asli binatang. Layaknya Fear Factor, maka tak salah mereka memakan kumbang hidup, kaldu daging sapi busuk, atau belatung yang di mix and max menjadi jus, karena mereka pun telah menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang 50.000 dolar sebagai juara. Kita pun dpt memaklumi, walaupun berat maka inilah kapitalisme, hiks... Dengan atau tanpa dia pun dunia tetap tentram hidup berinteraksi, dengan atau tanpa dia pun dunia lebih nyaman menikmati penganan hidangan makanan tanpa harus ‘sibuk’ memilih makanan mahal lainnya. Kalaupun kapitalisme hidup pun manusia dapat tentram dan nyaman --asalkan-- sifat transnasional-nya diubah menjadi disnasional yang berorientasi pada dirinya sendiri --jangan disebar apalagi dipaksakan-- ke negara lain, maka bisa dipastikan kamu akan melihat sebuah negara kacau balau serta bejad moralnya yg tingkat sifat kemanusiaannya tidak jauh beda dgn binatang yg ada di Kebun Binatang Ragunan plus wisata jaman batu! Kalau ini sih..? Mau..! mau...!! mau..!!! Huahaha... [pemulungsampahjalanan]
loading...
Read more »

demokrasi dan kesejahteraan

Terisaklah gadis cilik, umurnya 6 tahunan mengais-ngais harap kepada ibu yg tengah antri minyak gas yg panjangnya spt ular meliuk-liuk panjang menanti dari shubuh hingga malam hari, air ingus yg meler2 naik turun seperti atraksi bunge jumping, orang2 berjubel-jubel di sana sini seperti pemandangan pd jaman tempo dulu, jaman dimana engkong2 dan nenek2 kita bergiliran seperti sapi perah menunggu kucuran beras, kebutuhan pokok dll ktika jamannya kompeni masih berkuasa, sampai2 seorang kakek rela meregang nyawa hanya gara2 mengharap 5 liter minyak gas penuh di jerigennya, ironis.

Inilah gambaran masyarakat kita, gambaran dimana Indonesia yg katanya gemah ripah loh jinawi, tongkat kayu bisa jadi tanaman itu, yg kolamnya selalu dipenuhi oleh susu, susu? Susu sapi! Elok nian gambaran Indonesia yg sering kita saksikan di TV-TV, bagaimana meruahnya hasil padi2an, rempah2, buah2an, sayur mayur membanjiri setiap sudut bujur sangkar televisi itu. Pemandangan gunung gemunung menjulang, menjuntai, hijau sejuk sampai disebut paru2 dunia, tempat atmosfir bumi bernafas. Belum lagi potensi perikanannya, yg katanya bisa menghasilkan milyaran ton hasil ikan, yg memiliki ribuan ragam flora dan fauna. Namun, penikmatnya bukanlah anak negeri sendiri.

Hei, apa kamu fikir saya sedang mendramatisir keadaan? Berusaha meraih simpati kamu dgn membuat adegan kolosal seperti sepenggal paragraf di atas. Kalau kalian fikir seperti itu, kalian salah. Justru inilah fakta di indonesia, fakta dimana potensi kekayaan alam bumi kita dgn mudah dirampok, dijajah, dihancur leburkan oleh orang asing, sedang kita hanya diam sembari duduk santai menikmati limbah mereka.

“Ah itukan masalah kecil!” celetuk seorang kawan yg sedang ‘memancing’ di hidungnya.

“Kecil bagaimana?”

“Jangan dibesar2kan dech...”

“Bagaimana tidak dibesar2kan, kamu saja masih ‘berjualan’ ijazah ke sana kemari!”

“Loch apa hubungannya?”

“Itulah masalahnya... sekarang ini indonesia sedang dikuasai oleh asing, dijajah oleh peradaban barat yg dimotori oleh Amerika, Inggris dll. Nah, berbekal dgn itu, barat saat ini mengadopsi peradaban kapitalisme yg mengandalkan modal di atas segala2nya. Bayangkan, jika PLN mengharap profit, PDAM mengharap profit, & seluruh perusahaan di indonesia ini yg notabene merupakan perusahaan yg diperuntukkan utk rakyat itu mengharap profit?”

“Lantas?” selidiknya

“Maka, rakyat akan membayar mahal, rakyat akan tersiksa oleh beban yg diberikan oleh perusahaan2 tersebut! Imbasnya kemiskinan, kelaparan terjadi di mana2, bukan saja orang yg skg ini sdg miskin2nya yg akan mengalami itu semua, tapi utk jangka panjangnya, utk anak, cucu kita nanti ke depan bagaimana? mau makan apa mereka semua? Dgn begitu saat ini pemerintah sedang gencar berlepas tangan thdp permasalahan2 tersebut, pemerintah spt tidak mau tahu akan kemelut yg sedang dihadapi oleh orang2 miskin, orang yg saat ini sedang mengengadahkan tangannya meminta2 di jalan2... bukankah itu semua karena sistem kapitalis!”

“Kapitalis? Seperti kapitalisme di indonesia adalah kapitalis bermartabat!”

“Bermartabat embahmu!! Di belahan bumi manapun yg saat ini menerapkan kapitalisme sbg ideologi negaranya, bukannya sejahtera justru menderita akibat diterapkannya kapitalisme, apatah mungkin kapitalisme martabat yg kamu sebutkan itu memberikan kesejahteraan bagi rakyat, nyatanya kesejahteraan masih jauh di depan mata.”

“Apakah demokrasi tdk memberikan kesejahteraan kpd rakyat, krn rakyatlah yg memilih pemimpin yg memiliki visi MENSEJAHTERAKAN RAKYAT? Bukankah itu merupakan bagian dari upaya mensejahterakan rakyat?”

“Brur, kamu tau gak? Bagaimana demokrasi dijalankan? Demokrasi dijalankan bukan karena visinya utk mensejahterakan rakyat, itu hanya dalih agar mereka terpilih, faktanya MENSEJAHTERAKAN RAKYAT bukanlah bagian yg termaktub di dalam visi & misi mereka dlm membentuk serta menjalankan partai, faktanya upaya agar rakyat ini sejahtera masih sangat pragmatis, bagaimana partai2 meraih simpati rakyat dgn menebar kardus mie instan dimana, menebar uang di mana2, membikin kaos, spanduk, baliho dll itu semua utk apa? Ya agar mereka terpilih! Tentu upaya mereka itu semua bukan tanpa pamrih, pamrih tetap mereka harapkan dgn apa? Dgn lobi sini lobi sana mengumpulkan dana agar ‘perjalanan’ partai serta kandidatnya mulus hingga terpilih, ujung2nya dana yg sudah dikeluarkan itu pun bukan tanpa sebab, karena dana sebelumnya yg mereka pakai harus balik lagi ke kantong2 mereka, baik itu individu maupun perusahaan.”

“Apa hubungannya dgn kesejahteraan boss..?”

“Hehe.. pertanyaan kamu ini ngacok, atau pura2 gak tau!? Ya sudah jelaslah, bagaimana sepak terjang elit2 politik kita, kerjanya ‘honey moon’ alias jalan2 yg tdk begitu besar manfaatnya bagi rakyat, ada yg kerjanya sidang terus2an namun hasil yg diharapkan --dari sidang tsb-- hanya sebatas kenaikan gaji pegawai negeri & anggota dewan, ketertiban kota --penggusuran pedagang kaki lima dst--, proses liberalisasi ekonomi --UU PMA, UU Energi, dll--, alih2 mensejahterakan rakyat, justru pembahasan mereka masih jauh dari itu semua!”

“Tapikan kita mesti sabar, mereka kan juga manusia yg punya salah & khilaf.”

“Tapi sampai kapan, sampai kapan rakyat kita menunggu mereka itu semua.. rasanya sudah beberapa tahun ini, dari era reformasi yg katanya merupakan era perombakan besar2an thdp sistem demokrasi, nyatanya tidak menyelesaikan masalah malah reformasi menambah masalah yg bertumpuk2!”

“Sistem demokrasi kan bukan di indonesia saja, di negara lain pun dgn demokrasi rakyatnya bisa sejahtera tanpa harus ribut!”

“Demokrasi itu sistem manipulatif! Sistem yg hanya berdasarkan angka2 & data2 tapi fakta di lapangan berbeda! Bush yg katanya Irak kini menuju demokrasi yg lebih baik, nyatanya rakyatnya lebih memilih hidup di era Saddam Husein daripada pendudukan oleh tentara Bush, sedang Saddam Husein semenjak berkuasa tdk mengambil demokrasi sbg sistem negaranya. Kapitalisme yg melahirkan demokrasi memang memberikan kesempatan yg sama (equality of opportunity) kpd setiap anggota masyarakat. Namun, dlm kenyataannya, ia bersifat diskriminatif bahkan rasis!”

Tulilit... tulilit...

Hp Nokia kawan saya itu berbunyi, dia menarik diri sembari mengacungkan jempolnya ke arah saya...
Beginilah, jika kapitalisme hidup di indonesia, dia senantiasa berusaha meraih simpati rakyat dgn kehalusan budi bahasanya, melalui iming2 dolarnya, melalui seluruh kekuatan yg ada, intinya hanya satu, agar umat Islam di buat bodoh2 hingga akhirnya di binasakan dari muka bumi ini. [pemulungsampahjalanan]
loading...
Read more »

revolusi kontemporer

Perjalanan zaman terus berlalu, pd zaman2 tertentu itu pula muncul org2 yg memegang tanggung jawab perubahan zaman dipundaknya (agent of change), tanggung jawab itu pula yg dimiliki oleh setiap insan yg memiliki keyakinan atas teori yg dimilikinya, tdk hanya sekedar teori, namun praktek di masa lalu pun telah dijalani (pengalaman sejarah).

Berbekal itu semua, ada yg menarik atas perubahan zaman tersebut, ketika rasa nasionalisme (pemerintahan boneka) mulai luntur & ditinggalkan oleh pengembannya, muncul rasa persatuan global (satu pemerintahan dunia), nasionalisme mulai ditinggalkan dan dicampakkan, krn nasionalisme mulai mengeluarkan bau busuknya, nasionalisme mulai menampakkan kemunafikannya, disaat itu pula kita terus dituntun untuk memegang tali kekang guna meraih perubahan zaman tersebut --nasionalisme maupun persatuan global, manakah yg akan kamu pilih?

Nationality Revolution /Re-form (parsial)

Revolusi ini lahir dari semangat nasionalisme yg tinggi. Sebuah paham yg mengatur agar sebuah wilayah --negara-- terkotak-kotak, terkavling-kavling, dilain sisi, orang yg memegang kotak2 tersebut mulai mengambil peran masing2 --kendali-- di dlm kotak. Manusia di atur (di-mindset) otaknya sedemikian rupa agar senantiasa berada di dlm kotak yg telah terpasang pagar betis pembatas, jika sedikit saja keluar --dari pagar-- maka sbuah sanksi ada di dpn mata.

Paham nasionalisme sejatinya tdk memberikan pembeda apapun, pd intinya paham ini “mengajak” agar manusia dpt “diatur” sedemikian rupa sehingga peraturan2 yg dibuat sendiri oleh “pembuat pagar” akan berjalan lebih efektif. Anehnya, manusia yg berada di dlm kotak dgn sukarela menyerahkan “buah hatinya” kepada pembuat peraturan & dgn pongahnya berkata lewat jargon2nya --ilusi, “ini Negara kita! Tempat lahir kita! Tempat mati kita! Tempat juang kita! Tempat rumah, keluarga, dan anak, cucu nanti tinggal! Persetan dgn Negara lain!!” Begitu pula dilain Negara, nyaris tidak ada bedanya.

Sebuah revolusi semu, yg tdk memberikan pemecahan & pencerahan thdp akar permasalahan, revolusi ini memang terkesan membakar semangat stiap org yg berjiwa nasionalis, namun pada kenyataannya, revolusi semacam ini hanya menguntungkan pucuk pimpinannya saja tanpa memberikan kontribusi apa2 kpd bawahannya, mereka --pemimpin-- diibaratkan pendobrak pada jaman tertentu, memberikan legimitasi thdp setiap perbuatannya asalkan merubah kondisi melalui konsep perubahan yg dibawa.

Revolusi semacam ini diibaratkan revolusi yg setengah2, revolusi yg hanya mampu memberikan jalan keluar bagi kondisi pd satu sisi, sedang sisi yg lain tetap berada pd jalur (mainstream) yg lama (unchange) --tetap dibiarkan, dalihnya memang membawa perubahan, namun faktanya perubahan yg diharapkan tdk pernah datang (mengejar bayang2). Di Indonesia, reformasi telah berjalan lebih 10 tahun, namun perubahan yg diharap tak kunjung datang.

Revolusi nasionalis ini pd masa mendatang akan keluar dari persembunyiannya, dimotori oleh anak2 muda & berusaha membangkitkan kembali rasa nasionalisme-nya & berupaya dgn cara apapun (black campaign) guna membredel setiap penghalang yg akan membangkitkan rasa --semangat-- nasionalisme yg mereka miliki.

Jika diambil permisalan, revolusi ini ibarat segerombolan serigala yg memperebutkan daging sapi yg tak berdaya, mereka dgn rakus menarik, merobek daging yg hendak akan dimakan, tanpa memperdulikan serigala yg lain --rakus.

Nation God Way Revolution (Absolut)

Satu hal yg harus disadari adalah, mempersatukan sebuah masyarakat/negara itu sungguh sulit, namun sesulit apapun, persatuan sebuah masyarakat adalah sebuah keniscayaan. Niscaya, karena pengalaman sejarah telah membuktikannya, berbeda dgn negara2 bangsa di Eropa sana, mereka tdk memiliki persatuan, Uni Eropa? Maaf, persatuan mereka hanya didasarkan kpd kepentingan2 sesaat & bukan senasib sepenanggungan. Niscaya, krn kalam illahi telah memberikan garansi kepada manusia yg yakin akan keniscayaan tersebut.

Melalui revolusi semacam ini, diharapkan akan didapatkan kurang lebih 2 hal, pertama, manusia dpt menjalankan agamanya masing2 tanpa ada rasa tertekan dan terintervensi thdp pihak lain di luar agamanya --termasuk islam, kedua, manusia akan mendapatkan kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran yg tak pernah didapatkannya di luar ideologi ini. Berbicara ideologi, hanya Islam satu2nya yg memiliki ideologi mumpuni, ideologi paripurna yg tidak memerlukan perdebatan lagi hingga hari kiamat. Sebuah ideologi yg direstui oleh pencipta alam, bahkan oleh tumbuhan dan hewan sekalipun, karena rahmat turun melalui ideologi Islam tersebut.

Maka, sudah selayaknyalah sebuah revolusi yg mengatasnamakan Islam perlu mendapatkan dukungan, bukan hanya kalangan non Islam, justru org Islam sendiri sudah sepantasnya mendukung bahkan memperjuangkan tegaknya ideologi ini. Dalam perjalanannya revolusi semacam ini bukan saja menemukan kemenangannya utk ideologi itu sendiri namun org yg berjuang --dibelakang-- dlm menegakkannya pun mendapatkan penghargaan langsung dari Tuhan semesta alam, yaitu berupa syurga beserta isinya.

Melalui revolusi jalur inilah manusia menemukan Tuhannya di akhirat --syurga-- kelak dgn wajah cerah dan ceria. Semoga kita mendapatkannya kelak --asalkan-- perjuangan meraihnya tdk melalui revolusi nasionalis, tapi revolusi ideologi Islam guna menghidupkan kembali kehidupan Islam seperti sedia dulu kala. Amin… [pemulungsampahjalanan]
loading...
Read more »

sebuah keniscayaan

Jika saja revolusi perancis yang saat itu digerakkan kaum buruh dapat menumbangkan kokohnya dinding penjara Bastille, bagaimana halnya dengan Islam? Seharusnya Islam tidak saja dapat menumbangkan kokohnya dinding penjara yang dibuat oleh kapitalisme, namun dapat menjadi pesaing serta tandingan yang tak dapat dikalahkan oleh ideologi apa pun juga di dunia ini.

Jika saja revolusi yang dilakukan Che, Zapatista, serta sederet orang yang menghendaki perubahan, bagaimana halnya dengan Islam? Seharusnya Islam dapat melakukan sesuatu yang lebih dalam melakukan perubahannya, karena Islam bukan saja memiliki milyaran manusia yang menghuni bumi ini, namun Islam juga memiliki semangat ruh yang tidak dapat dikalahkan oleh apa pun juga.

Islam hadir membawa semangat perubahan, bukan saja semangat sebatas lipstik semata. Namun, sebagai semangat yang dapat mengantarkan pengembannya sebagai manusia yang tercerahkan serta memiliki konsep ideologi mumpuni, ideologi yang mampu mendobrak batas-batas yang telah dibuat oleh kapitalisme. Islam memiliki jiwa yang dapat menggentarkan musuh didepannya, menggentarkan musuh yang berusaha menjegalnya dari belakang, musuh yang senantiasa berusaha meraih dan menjajah secara rahasia maupun terang-terangan.

Sebuah keniscayaan itu pasti akan datang! sebuah keniscayaan akan datang tatkala manusia yang mengemban Islam --sebagai ideologi-- senantiasa menerapkan Islam dimana pun dia berada. Maka, Islam akan tegak dengan sendirinya, Islam akan menjadikan bumi subur, Islam akan menyemai manusia-manusia yang tangguh, manusia yang ridho akan Islam, dan Islam pun akan ridho kepada mereka.

Sebuah keniscayaan itu akan tiba, ketika bala tentara Amerika Serikat yang memiliki ribuan proyektil rudal dan nuklir, ratusan ribu tentara, serta canggihnya teknologi, seketika itu hancur berantakan dengan datangnya Islam sebagai kekuatan tangguh --dengan kekuatan jihad.

Lalu apa jadinya jika Islam sebagai pesaing kapitalisme --lebih-lebih sosialisme-- dapat meruntuhkan mereka? Tiada yang mustahil, selama manusia yang merasakan keyakinan dan tanpa keraguan akan Islam itu berusaha menusukkan pisau-pisau keimanan kedalam hatinya sedalam mungkin, maka akan lahir Abu Bakar, Utsman, Ali serta sederet mujahid-mujahidah yang telah merasakan Islam sebagai sebuah ideologi ini mampu mendirikan Madinah sebagai sebuah negara Islam pertama di dunia. Negara yang dapat mengayomi serta menjaga hak dan kewajiban penduduknya dengan baik. Negara yang memiliki kekuatan pemikiran, kekuatan bala tentara --non-militerisme, kekuatan aqidah, kekuatan sumberdaya alam, kekuatan moral dan kesetaraan --kesetaraan sesuai kodrat, kekuatan yang dapat mengantarkan sebuah negara kepada rahmat dan mendatangkan ridho dari Sang Pencipta.
Walhasil, Islam adalah keniscayaan yang akan tiba sebentar lagi, Islam adalah keniscayaan yang telah dinanti-nanti oleh orang yang percaya akan kedamaian, kasih sayang, keadilan, kebenaran mutlak --karena tidak ada kebenaran relatif, toleran, persamaan derajat --derajat sesuai fitrah, saling menghargai, dan lain-lain. Islam adalah sebuah keniscayaan itu, Islam akan muncul ke permukaan sebagai kekuatan ideologi yang akan menerapkannya sepanjang rotasi bumi berputar dan sepanjang matahari masih memiliki panas serta sinarnya, selama galaksi beredar sesuai kodratnya. Maka, Islam akan memiliki keniscayaan tersebut, yakinlah dan berusahalah mengembannya. Karena tidak ada hasil kecuali dengan usaha dan kerja keras tanpa batas! Tanpa berhenti ditengah jalan! [pemulungsampahjalanan]
loading...
Read more »
Home
loading...