Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Pasukan UNIFIL di Lebanon (Foto: Puspen TNI)

BEIRUT - Sebuah roket Katyusha diluncurkan dari Lebanon Selatan dan menghantam Israel pada Selasa malam. Sebaliknya, Israel menembakkan granat-granat artilerinya ke Lebanon.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi hal itu dalam sebuah pernyataannya.  Disebutkan bahwa roket ditembakkan dari wilayah Houla di selatan Lebanon pada pukul 16.50 GMT (23.50 WIB) dan menghantam wilayah utara Israel di sekitar Kiryat Shemona. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membalasnya dengan tembakan artileri.

Kantor berita nasional Lebanon melaporkan bahwa Israel merespons dengan sembilan tembakan, 45 menit setelah ledakan roket. Demikian dikutip dari Xinhua, Rabu (28/10/2009).

UNIFIL, yang berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata Lebanon, menempatkan serdadu tambahan di area itu. Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban dari kedua belah pihak.

Pasukan perdamaian PBB telah berkomunikasi dengan kedua pihak, dan mendesak mereka untuk menahan diri, melakukan gencatan senjata, dan menghindari langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.

Sementara itu, sumber kepolisian Israel mengatakan sebuah roket mendarat di daerah terbuka sebelah utara Israel dan menimbulkan api. Namun tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Di area yang sama di mana roket berasal, Israel meledakkan sedikitnya dua peranti mata-mata pada 17 Oktober. Alat itu ditanam di tanah Lebanon oleh Israel untuk memonitor sistem komunikasi kelompok Syiah Lebanon, Hezbullah.

Aksi saling tembak tadi malam merupakan yang kedua kali dalam dua bulan ini. Pada 11 September, sedikitnya dua roket ditembakkan dari sebuah area di dekat Kota Tyre dan menghantam wilayah utara Israel. Ketika itu Israel menjawab dengan 14 tembakan artileri.
(jri)


(Foto: Press TV)

BEIRUT - Utusan Lebanon untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan semakin dekatnya serangan Israel terhadap negerinya. Dia juga mengutuk serangan artileri Israel baru-baru ini ke wilayah selatan Lebanon.

Duta Besar Noaf Salaam menyiarkan pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan kepada Dewan Keamanan PBB, Jumat kemarin. Dia mengingatkan ancaman berulang kali Israel terhadap Lebanon mengindikasikan rezim itu berencana melancarkan serangan. Demikian seperti diberitakan harian Lebanon Al-Hayyat, yang dikutip pada Sabtu (31/10/2009).

Salaam mengutuk tembakan artileri Israel yang menghancurkan Desa Houla. Dia mengatakan serangan itu jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon, juga melanggar Resolusi PBB Nomor 1701.

Pasukan negeri Zionis menembakkan delapan roket ke selatan Lebanon pada Selasa lalu, setelah sebuah roket Katyusha mendarat di area terbuka sebelah barat kota Kiryat Shmona, di wilayah Israel.
(jri)



Washington - Salah satu petinggi Al Qaeda menyatakan jika mereka bisa merebut senjata nuklir dari Pakistan, maka mereka akan menggunakannya.

"Dengan ijin Allah, senjata nuklir tidak akan jatuh ke tangan Amerika", kata Mustafa Abu Yazid kepada BBC bulan Juni lampau. "Dan senjata tersebut akan direbut oleh pejuang kami dan akan kami gunakan untuk melawan Amerika". Yazid pernah diberitakan beberapa kali terbunuh akibat serangan drone Amerika, namun tiba-tiba ia muncul lagi dalam video terbaru As-Sahab. Hal tersebut beberapa kali membuat malu pemerintah Pakistan, mereka dianggap tidak mempunyai data intelejen yang bisa dipercaya.

Setelah pernyataan Abu Yazid tersebut, seorang ilmuan dari lab nuklir "CERN" di perbatasan Swiss-Prancis ditangkap awal bulan ini dan ia dijatuhi tuduhan jika ilmuan ini berhubungan dengan Al Qaeda.

Ia dipercaya melakukan kontak dengan jaringan Al Qaeda Al Jazair atau yang dikenal dengan AQIM (Al Qaeda in the Islamic Maghreb).

Al Qaeda Maghreb ini wilayahnya mulai dari Maroko hingga ke Libya dan Mali. AQIM telah melaksanakan serangkaian pemboman di wilayah tersebut. Banyak dari anggota kelompok ini telah mempunyai pengalaman tempur melawan tentara Amerika dibeberapa wilayah bergejolak.

"Beberapa dari mereka pernah ke Pakista, Afghanistan, Irak", kata Letkol Rudy Atallah yang sudah pensiun, saat ini ia bekerja sebagai Direktur Antiterorisme Afrika. Atallah juga mengatakan jika jaringan AQIM saat ini juga menjangkau sekitar Eropa.

"Mereka mempunyai jaringan dimana mereka bisa menggerakkan banyak orang, mereka punya pasport, dan perlengakapan semacam itu yang membuat mereka bisa sampai ke Eropa dan kembali lagi ke Timur Tengah", kata Atallah yang telah mengamati kelompok tersebut.

AQIM telah tercatat mereka mengancam Eropa dan Amerika Serikat.

Pemimpin kelompok tersebut Abdulmalik Droukdal pada Juli 2008 mengatakan kepada New York Times bahwa para pengikutnya berbagi hirarki dengan Al Qaeda Pakistan. Ia mengatakan "Semua orang harus tahu jika kami tidak akan pernah ragu mencari target kami (Amerika) dimanapun kami bisa melakukan selama mereka masih di planet ini".

Salah satu cara yang digunakan AQIM untuk melawan Barat adalah dengan melakukan penculikan, termasuk penculikan misionaris Kristen. Atallah mengatakan "tahun lalu mereka menculik orang Autstria, Swiss dan Inggris.

[muslimdaily.net/cbn]



Satu lagi potret buram kekejaman dan kesadisan Serbia pada masa perang Bosnia dahulu - terungkap, setelah dilakukan persidangan terhadap kasus kejahatan perang.

Mantan komandan tentara Serbia Predrag Kujundzic dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan - termasuk pembunuhan dan pemerkosaan - oleh pengadilan kejahatan perang Bosnia pada hari Jumat kemarin (30/10) dan divonis dengan hukuman 22 tahun penjara.

Hakim Saban Maksumic mengatakan pengadilan menemukan Kujundzic (48 tahun) telah bersalah atas tindakan "Melakukan dan memaksakan perbudakan seksual, perkosaan, perampasan kebebasan fisik, penganiayaan terhadap masyarakat sipil non-Serbia serta melakukan tindakan yang tidak manusiawi lainnya."

Kujundzic adalah komandan dari unit tentara Serbia Bosnia yang juga dikenal sebagai Predini Vukovi (Serigala Predo) yang beroperasi di sekitar sebelah utara kota Doboj selama perang yang berlangsung pada tahun 1992-95.

"Sebagai komandan dari unit pasukan Serigala Predo, dia turut berpartisipasi dalam perlakuan tidak manusiawi dari 50 orang warga Bosnia (Bosnia Muslim) dan Kroasia Sipil yang ditahan secara tidak sah dan digunakan sebagai tameng manusia selama operasi militer dan 17 di antaranya tewas," kata hakim.

Hakim Maksumic mengatakan bahwa Kujundzic telah pergi ke rumah seorang wanita pada Juni 1992, dengan bersenjata lengkap dan didampingi oleh lima anggota unitnya. Dia memperkosa anak perempuan yang masih di bawah umur dan menghasut tentara lainnya untuk memperkosa ibu dari anak perempuan tersebut.

"Setelah Kujundzic memperkosa anak perempuan yang masih kecil itu, Kujundzic kemudian mengatakan kepadanya bahwa pada hari ini anak perempuan itu akan Mematuhi semua yang dirinya minta dari anak perempuan tersebut, kalau tidak, ia akan membunuh ibunya dan adik perempuannya," kata hakim.

Kujundzic juga memerintahkan gadis kecil itu untuk memakai kalung dengan liontin salib dan seragam kamuflase tentara Serbia . Kujundzic memaksa ia mengenakan baret merah dan mengganti nama Muslimnya menjadi nama Serbia tanpa persetujuan orangtuanya, kata hakim Maksumic.

Namun hakim membebaskan Kujundzic dari tuduhan terpisah yang berkaitan dengan perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan di kamp penahanan.

Pengadilan kejahatan perang Bosnia yang didirikan pada 2005 bertujuan untuk meringankan beban pada pengadilan kejahatan perang milik PBB untuk kasus kejahatan perang di wilayah yang dulu bekas Yugoslavia yaitu Bosnia.

Di tempat terpisah persidangan pemimpin perang Serbia Bosnia Radovan Karadzic dibuka di Den Haag minggu ini, dengan para jaksa menuduhnya memimpin kampanye pemusnahan terhadap Muslim Bosnia selama perang Bosnia 1992-95.(fq/reu)




 
 

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Jumat (30/10), bertemu dengan kepala-kepala militernya untuk mendiskusikan strategi di Pakistan dan Afganistan, sebagai satu dari tahapan akhir sebelum memutuskan apakah akan mengirimkan lagi ribuan tentara AS ke perang atau tidak.

Beberapa pejabat Gedung Putih menyampaikan, Obama mengundang kepala staf gabungan, panglima-panglima angkatan bersenjata AS, ke sebuah ruangan khusus di Gedung Putih untuk mendengarkan masukan-masukan mereka atas rencana perangnya, dan pertimbangan mengenai jumlah tentara AS di kedua medan perang di Asia tersebut.

"Jelas sekali beban baik pada tentara-tentara dan keluarga-keluarganya yang terlibat dalam situasi perang bergantung pada bagaimana saya melihat konflik-konflik tersebut. Dan inilah yang saya pikirkan setiap hari," ungkap Obama, setelah mengunjungi Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware, untuk menyaksikan kembalinya beberapa jenazah prajurit dari Afganistan.

Jelang keputusan

Juru bicara Pentagon, Geoff Morell, Kamis (29/10), menyampaikan, Presiden berada pada "tahap akhir" untuk memutuskan bagaimana kelanjutan perang AS di Afganistan dan Pakistan.

Kamis, The Washington Post melaporkan, Obama telah meminta pejabat-pejabat seniornya menganalisis provinsi-provinsi di Afganistan guna menentukan wilayah-wilayah mana yang dikelola baik dan mana yang tidak, untuk menjadi pertimbangannya dalam memutuskan jumlah tentara.

Awal pekan ini, The New York Times juga melaporkan, Gedung Putih sudah memutuskan strategi untuk perang di Afganistan, dengan mengirimkan tambahan tentara AS untuk melindungi wilayah-wilayah penduduk padat, tetapi diakui juga bahwa perlawanan tidak bisa sepenuhnya dihapuskan.

Obama telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mempertimbangkan permintaan Panglima Perang AS di Afganistan Jenderal Stanley McChrystal yang meminta tambahan 40.000 lagi tentara untuk memerangi meningkatnya perlawanan Taliban di Afganistan.

Pendapat publik AS yang mendukung perang di Afganistan kini mulai diuji, dengan semakin banyaknya jumlah korban tentara AS. Hal itu juga membuat Obama lebih berhati-hati memutuskan. (AFP/OKI)



WASHINGTON (Arrahmah.com) – Hampir separuh anggota panel Kongres AS yang mengontrol pengeluaran Pentagon berada dalam penyelidikan oleh investigator etika dalam Kongres.

Penyelidikan yang dilakukan oleh dua kantor etika itu termasuk sebuah pemeriksaan terhadap John Murtha, ketua subkomite kepantasan dalam pertahanan, dan enam anggota Kongres lainnya serta hubungan mereka dengan sebuah perusahaan lobbying berpengaruh.

Para pembuat undang-undang itu membantu mengarahkan jutaan dolar dana federal ke klien-klien PMA Group dan menerima kontribusi kampanye dari perusahaan tersebut dan klien-kliennya.

Perusahaan lobbying yang didirikan oleh mantan ajudan Capitol Hill itu telah berada dalam penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman.

Detail penyelidikan etika Kongres termasuk dalam laporan rahasia Kongres yang berhasil diperoleh The Washington Post.

Menurut dokumen yang dipersiapkan pada bulan Juli itu, lebih dari 30 penyusun undang-undang dan beberapa ajudannya berada dalam penyelidikan etika Kongres mengenai isu-isu yang meliputi lobbying pertahanan dan ikut campur pengaruh perusahaan.

“Laporan Ringkas Mingguan Komite Standar” setebal 22 halaman itu memberikan ringkasan mengenai investigasi panel etika terhadap perilaku 19 penyusun undang-undang dan beberapa staf. Laporan itu juga memaparkan secara singkat kinerja Kantor Etika Kongresional yang baru, sebuah badan kuasi-independen yang melakukan penyelidikan dan memberikan rekomendasi kepada komite etika. Dokumen ini mengindikasikan bahwa kantor tersebut sedang memeriksa aktivitas 14 angota Kongres lainnya.

Komite etika adalah salah satu komite paling rahasia di Kongres, anggota dan stafnya menandatangani sumpah untuk tidak membocorkan aktivitas apa pun yang terkait dengan investigasi masa kini maupun masa lalu. Sejumlah kelompok pengawas telah menuduh komite tidak aktif dalam melakukan penyelidikan. Dokumen rahasia itu mengindikasikan bahwa panel telah melakukan penyelidikan lebih mendalam daripada apa yang mereka ungkapkan.

Ketua komite etika, Zoe Lofgren, mengatakan bahwa dokumen itu telah secara tidak sengaja dirilis oleh staf tingkat rendah melalui jaringan untuk berbagi file.

Investigasi komite etika bukan hal yang tidak biasa. Sebagian besar hasilnya disampaikan melalui surat pribadi yang membebaskan anggota dari tuduhan atau menegur mereka. Dalam beberapa kasus langka, kritikan yang diberikan lebih pedas.

Anggota staf komite telah mewawancarai ketua sarana dan prasarana Kongres Charles B. Rangel mengenai satu elemen dari investigasi kompleks terhadap keuangan pribadinya, ajudannya dan anak laki-lakinya. Rangel mengatakan bahwa ia berbicara dengan staf komite etika mengenai sebuah konferensi yang ia dan empat anggota lainnya dari Kaukus Hitam Kongresional hadiri bulan November lalu di St. Martin. Perjalanan itu awalnya dikatakan telah disponsori oleh sebuah yayasan nirlaba yang dikelola sebuah koran. Namun acara selama tiga hari di sebuah resor mewah itu ternyata ditanggung biayanya oleh beberapa perusahaan besar seperti Citigroup, Pfizer dan AT&T. Peraturan yang dikeluarkan tahun 2007 melarang perusahaan swasta membiayai perjalanan anggota Kongres.

Departemen Kehakiman telah memberitahu panel etika untuk menunda penyelidikan atas Republikan Alan B. Mollohan yang keuangan pribadinya mulai diselidiki oleh investigator federal pada awal 2006 setelah kelompok konservatif mengeluh bahwa ia belum sepenuhnya mengungkapkan kepemilikan real estatenya. Tidak ada aksi publik atas penyelidikan itu selama beberapa tahun. Namun, permintaan departemen di awal Juli kepada komite menandakan bahwa kasus itu terus menarik perhatian penyelidik federal.

Menurut dokumen tersebut, Republikan Maxine Waters, anggota Komite Jasa Keuangan Kongres, berada dalam penyelidikan karena aktivitas yang melibatkan OneUnited Bank di Massachusetts, di mana suaminya memiliki saham USD 250.000.

Waters melakukan pertemuan pada bulan September 2008 dengan Departemen Keuangan di mana eksekutif OneUnited meminta uang pemerintah. Di bulan Desember, Departemen Keuangan memilih OneUnited sebagai peserta awal program bailout bank dan menyuntikkan dana sebesar USD 12.1 juta.

Bocornya dokumen rahasia komite etika di jaringan berbagi file karena seorang anggota staf junior menggunakan perangkat lunak sambil bekerja dari rumah. Staf itu kini telah dipecat.

“Komite akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengatasi persoalan ini,” ujar Lofgren, menambahkan bahwa baik sistem informasi Kongres maupun komite tidak ada yang dibajak. (sm/arrahmah.com)



Sejak tahun 1976, Israel telah merampas sekitar 6.000 acre (35%)  total luas Yerusalem. Sudah 1 juta orang didatangkan. Tetap saja kalah!


Hidayatullah.com--Macro Center for Political Economics, sebuah organisasi Yahudi Israel, mengeluarkan laporan yang memperingatkan Israel bahwa pada masa 20 tahun yang akan datang orang Palestina akan menjadi mayoritas di Yerusalem.

Anggota Knesset telah mendapatkan salinan laporan Macro itu beberapa hari lalu.

"Walaupun ada kebijakan perampasan tanah dan pendudukan lahan milik orang Arab sejak tahun 1976, populasi Arab akan terus bertambah." Laporan itu menambahkan, "Dalam waktu 20 tahun orang Arab bisa menjadi mayoritas."

Pertumbuhan warga Palestina akan terus menjadi masalah yang mengancam mayoritas Yahudi. Dan jika tidak diatasi, maka Yerusalem akan menjadi kota bagi dua negara. Demikian dikatakan oleh Macro dalam laporannya.

Sejak tahun 1976, Israel telah merampas lahan sekitar 6.000 acre atau 35% dari total luas wilayah Yerusalem.

Dituliskan dalam laporan itu, "Sebagian besar tanah yang dicaplok dari orang Palestina, digunakan untuk membangun rumah-rumah bagi warga Israel. Namun, masih diperlukan lebih banyak lagi guna mencegah kota itu (Yerusalem) menjadi milik dua negara."

"Israel telah mencaplok sebagian besar wilayah Yerusalem, memperlebar batas wilayah kota, mengambil banyak lahan di sebelah timur kota, dan membangun lebih dari 50.000 unit rumah di tanah-tanah tersebut, yang khusus diperuntukkan bagi kaum Yahudi," kata Dr. Roby Nathanson, Direktur Macro Center for Political Economics yang juga editor laporan.

Menteri Luar Negeri Israel sekarang, Avigdor Lieberman, mantan anggota Kach --sebuah organisasi yang dilarang Israel karena dianggap teroris, berulang kali menyatakan bahwa orang Arab adalah "ancaman demografi."

Sebelum menjabat Menlu, ketika masih di Knesset, Lieberman menyerukan agar orang-orang Arab dan Palestina diusir keluar negeri, karena dianggapnya sebagai ancaman bagi negara Yahudi, Israel. Pernyataan tersebut berhasil membawa Lieberman, yang merupakan imigran dari Uni Sovyet, menduduki kursi Menteri Luar Negeri.

Setelah Yerusalem Timur ditaklukkan Israel tahun 1976, orang Palestina yang bertahan di sana sebanyak seperempat dari total populasi. "Namun sekarang, 35% populasi adalah orang Arab," demikian bunyi laporan itu.

Nathanson menilai, tembok pembatas yang didirikan Israel justru menambah jumlah orang Palestina di Yerusalem. "Paradoks, sebagai konsekuensi dari pagar pembatas, Israel harus memasukkan wilayah-wilayah sekitar Yerusalem Timur ke dalam batas wilayah kota, sehingga membuat jumlah populasi orang Palestina semakin banyak."

Laporan hasil kerja sama dengan Friedrich Ebert Foundation--sebuah yayasan di Washington--itu tidak malu-malu menyebutkan, meskipun Yahudi berusaha terus untuk menjadi mayoritas di Yerusalem, "Ada keraguan bahwa tujuan ini akan bisa dicapai."

Menurut Danny Seidman, jika melihat proyeksi demografi, Palestina akan bisa menjadi mayoritas dalam waktu satu generasi. Dan jika dilihat sebenarnya, sekarang mereka telah hidup dalam kota yang dimiliki dua negara.

"Kami memiliki fakta sebagai berikut: tahun 1976 populasi Israel adalah 74% dari total populasi kota. Sekarang jumlahnya 65%, meskipun pemerintah berusaha keras mempercepat angka pertumbuhan orang Israel dan menghambat pertumbuhan orang Palestina. Kami gagal," kata Seidman, jaksa yang membuat laporan itu kepada Media Line (28/10).

"Bahkan jika Anda membawa satu juta orang Yahudi, Anda tidak bisa mengubahnya... dengan segenap tenaga yang telah dikeluarkan setelah Perang Enam Hari, kita tidak bisa mengubah fakta bahwa kita tidak akan bisa melakukannya hari ini," tegas Seidman.

Nathanson berkata, "Anda tidak bisa menciptakan mayoritas dalam demografi secara buatan, dan inilah yang coba dilakukan oleh pemerintah Israel. Anda tidak bisa memaksakan sebuah jalan keluar--Anda tidak bisa memaksa orang Palestina untuk meninggalkan kota. Dan Anda tidak bisa memaksa untuk membawa satu juta Yahudi untuk menetap di kota itu."

Lucunya, meskipun mereka tahu bahwa mereka akan gagal, Nathanson menyarankan kepada Israel, "Anda harus melihat kenyataan dan berbuat yang terbaik untuk mengatasinya."

Dalam laporan Macro yang dibuatnya, tertulis, "Kebijakan Israel di Yerusalem diarahkan untuk memelihara komunitas Yahudi sebagai mayoritas di kota itu, dengan berbagai cara." [di/im/ml/www.hidayatullah.com]




warnaislam.com — CIA membayar saudara Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Ahmed Wali Karzai, agar memberikan berbagai pelayanan kepada pasukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Kabar mengejutkan itu dikemukakan senator Amerika Serikat asal Arizona dari Partai Republik, John McCain, seperti dilansir The New York Times (29/10).

Wali Karzai sendiri diduga terlibat dalam perdagangan obat bius (opium) di negaranya. "Saudara Karzai itu mestinya tidak ada di Afghanistan," kata McCain.

McCain menyatakan, pembayaran CIA terhadap Ahmed Wali Karzai merupakan "kesalahan". Menurutnya, para komandan militer AS di Afghanistan menentang strategi "penyuapan" tersebut. The Times melaporkan, Wali Karzai membantu CIA dalam merekrut tentara bayaran Afghan untuk menggempur Taliban di kawasan selatan Kandahar.

Ia juga dibayar agar membolehkan CIA dan pasukan khusus Amerika untuk menghancurkan rumah pemimpin Taliban, Mullah Omar. "Dia tuan tanah kami," ujar seorang pejabat senior Amerika yang tidak mau disebutkan namanya kepada Times.

Wali Karzai sendiri mengaku dirinya ditawari membantu orang Amerika, namun ia menampik telah menerima bayaran dari CIA. "Saya tidak kenal orang-orang CIA," katanya kepada Times. Ia mengakui menerima uang dari saudaranya, Presiden Karzai, tapi tidak tahu asal uang tersebut. "Saya tidak pernah menerima uang dari organisasi mana pun. Saya hanya membantu. Saya membantu orang Amerika mana pun semampu saya. Itu tugas saya sebagai orang Afghan."

Wali Karzai diyakini terkait dengan booming perdagangan opium di Afghanistan. Para pejabat Barat juga percaya, dialah yang mengatur pencetakan ratusan ribu surat suara buat saudaranya dalam pemilu 20 Agustus lalu.

Afghanistan akan menggelar pemilu ulang 7 November mendatang, guna memilih presiden baru antara incumbent Hamid Karzai dan mantan Menlu Abdullah Abdullah. Pada pemilu putaran pertama yang dimenangkan Karzai, ditemukan banyak kecurangan.

Senator dari Partai Demokrat, John Kerry, mendesak pemerintah Obama membuktikan informasi tentang pembayaran CIA terhadap Wali Karzai. Kerry mengaku, dirinya berulang-ulang diyakinkan pejabat tinggi Amerika bahwa saudara Hamid Karzai itu tidak terkait bisnis opium.

"Namun demikian, setelah memabaca berita soal pembayaran CIA kepadanya, saya memiliki pertanyaan serius tentang informasi yang diterima Kongres."

"Kita tidak mesti mengecam Ahmed Wali Karzai atau merusak hubungan kritis kita dengan saudaranya, Presiden Karzai, atas dasar berita koran atau rumor," tegasnya.

Menurut situs dailynews, klaim bahwa Ahmed Wali Karzai dibayar CIA selama delapan tahun sebagaimana dilaporkan New York Times, tidak akan mengejutkan kebanyakan warga Afghan yang sudah lama menilai saudaranya, Presiden Hamid Karzai, sebagai "boneka" Amerika. (iol/nyt/dn/mel).*



Perbatasan dengan Mesir akan semakin sulit ditembus, seiring dengan pagar pembatas yang akan dibangun Israel


Hidayatullah.com--Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan tentara dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri segera bersiap-siap membangun pagar atau tembok pembatas di sebelah selatan guna mencegah pelintas batas yang melewati perbatasan dengan Mesir.

Radio Israel melaporkan, langkah pertama yang diambil adalah mengkaji rencana dan melaksanakannya dalam area yang terbatas, sebelum akhirnya dilaksanakan secara penuh, yang mana pembangunannya bisa memakan waktu beberapa tahun.

Netanyahu membuat keputusan tersebut Rabu malam (28/10), saat menggelar rapat membahas cara-cara untuk mencegah masuknya orang-orang dari negara asing dan apa yang mereka sebut sebagai "imigran ilegal."

Netanyahu beserta rekan-rekannya juga memutuskan untuk memperkeras tindakan yang diambil untuk melawan para majikan yang mempekerjakan "pekerja ilegal."

Rapat lainnya akan digelar guna membahas tindakan apa yang akan diambil terhadap anak-anak dari imigran ilegal tersebut. [di/im/www.hidayatullah.com]



Aparat keamanan Israel menangkap Sheikh Raed Salah dan pemimpin senior gerakan Fatah, Hatem Abdul Qader.  Penangkapan dan penahanan terhadap kedua tokoh itu bersamaan dengan penyerbuan pasukan Israel terhadap Masjidil Aqsha.

Sheikh Raed Salah adalah ketua Dewan Wakaf  dan pemimpin Gerakan Islam Hamas di wilayah utara, keduanya ditangkap dan di tahan, bersamaan dengan penyerbuan pasukan Israel terhadap Masjidil Aqsha, yang kemudian menimbulkan amarah dan perlawanan di fihak Palestina. Raed Salah dan Abdel Qader di tangkap dan ditahan oleh polisi Yerusalem yang dituduh sebagai dalang gelombang perlawanan yang dilakukan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel terhadap Al Aqsha.

Selain itu, pengadilan setempat juga melarang kedua tokoh memasuki kota Yerusalem, di mana terdapat tempat suci umat Islam yaitu Al Aqsha. Sementara itu, fihak pemerintah Yordan  membantah terlibat melakukan gerakan melawan Israel, yang berkaitan dengan aksi-aksi yang dilakukan penduduk Palestina yang menentang Israel.

Perlawanan yang bersifat massif dari kalangan rakyat Palestina yang menentang tindakan Israel, yang ingin menghancurkan Masjidil Aqsha ini berlangsung secara massif.  Negara-negara Arab sampai hari ini belum menunjukkan sikapnya atas tindakan Israel yang mengancam kelangsung Masjidil Aqsha. (m/jp)


 
Seorang polisi Afrika berjaga di wilayah pertambangan berlian ilegal di Pantai Gading. Israel juga menolak tudingan PBB bahwa mereka memiliki peran penting dalam kejahatan internasional tersebut. (SuaraMedia News)TEL AVIV (SuaraMedia News) - Israel telah mengkritik laporan PBB yang menuduh Tel Aviv terlibat dalam perdagangan berlian ilegal dari Pantai Gading yang bisa membantu mempersenjatai ulang pemberontak di sana.

Diamond Controller Israel, Shmuel Morderchai menepis tuduhan dalam pernyataan hari Rabu, berkeras bahwa Israel tidak pernah berurusan dalam perdagangan berlian dengan Pantai Gading.

"Kami terkejut dengan tuduhan palsu ini dan benar-benar menyangkal ini semua," katanya.

Laporan para ahli telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB sebagai kepatuhan internasional terhadap sanksi yang diberlakukan oleh badan internasional di Pantai Gading

Sanksi PBB di perdagangan berlian negara Afrika datang empat tahun lalu, setelah pemberontak mengambil alih negara utara dalam perang saudara yang mematikan.  

Tim investigasi Badan dunia itu pada hari Selasa mendesak Israel untuk 'menyelidiki kemungkinan keterlibatan penuh dari negara Israel dan perusahaan-perusahaan di Pantai Gading dalam ekspor ilegal berlian kasar'.

Panel juga menyebutkan Uni Emirat Arab, Libanon, Guinea dan Liberia sebagai sebagian negara-negara yang perlu untuk meningkatkan upaya-upaya mereka untuk menegakkan embargo pemembelian berlian kasar yang ditambang di Pantai Gading.

Tapi Israel bersikeras tidak pernah mengimpor "berlian keramat" tersebut dari Pantai Gading atau negara-negara lain yang bukan anggota Kimberley Process Certification Scheme (Skema Sertifikasi Proses Kimberley  - KPCS).

Para pengawas ini didirikan pada tahun 2003 dalam upaya untuk menghentikan perdagangan berlian di tengah bangkitnya perang saudara di Angola, Sierra Leone, dan Liberia, yang sebagian besar dibiayai oleh perdagangan berlian ilegal.

Israel telah mengancam akan mengajukan keluhan resmi mengenai penyertaan dalam laporan PBB pada pertemuan anggota Kimberley Process mendatang yang dijadwalkan pada tanggal 2-5 November  di Namibia.

Menurut laporan, salinan yang diperoleh oleh Haaretz, perusahaan yang terlibat adalah Perry Diamonds dari Ghana, yang terkait dengan saudagar berlian Israel, Israel Freund, mantan anggota pertukaran berlian Ramat Gan yang meninggal empat bulan yang lalu. Perry dianggap sebagai perusahaan kecil.

Laporan itu mengatakan panel PBB mengunjungi Liberia untuk memeriksa kemungkinan bahwa pemasok berlian kasar dari Pantai Gading, termasuk mereka yang menyediakan batu-batu kasar untuk Perry, telah memindahkan operasi mereka di sana.

 Liberia berfungsi sebagai titik transit bagi pedagang berlian di negara-negara yang berdekatan, dan di sanalah mereka menerima sertifikasi resmi bahwa sumber mereka bukan kelompok pemberontak Afrika, tapi tambang legal, sebuah proses yang dikenal sebagai Proses Kimberly.

Panel menemukan bahwa salah satu pemasok berlian, yang diidentifikasi sebagai "A" dalam laporan, mendirikan sebuah perusahaan di ibukota Liberia Monrovia dalam kemitraan dengan Yuri Freund. Selama kunjungan ke Monrovia Juni lalu, panel memeriksa aspek-aspek kegiatan perusahaan  tersebut, yaitu, fakta bahwa berlian diiklankan perusahaan untuk dijual adalah serupa dengan berlian Pantai Gading, namun dokumen yang menyatakan asal-usul mereka berkata mereka datang dari tambang barat Liberia, jauh dari perbatasan Pantai Gading.

Selain itu, tanggal pada dokumen itu sama dengan tanggal kedatangan berlian itu di Monrovia, Liberia meskipun di bawah hukum, tanggal itu harus sama ketika berlian itu meninggalkan tambang. Panel tidak berpikir satu hari sudah cukup waktu untuk berlian melakukan perjalanan dari tambang ke ibukota dan menyimpulkan bahwa dokumen-dokumen itu mungkin palsu.

Panel menyimpulkan bahwa mitra, A. dan Freund, tampaknya mendirikan sebuah perusahaan untuk menciptakan tambahan saluran ilegal berlian kasar dari Pantai Gading.

Dalam hubungannya dengan perdagangan berlian, Blood Diamond (juga disebut Conflict diamond, hot diamond atau war diamond) mengacu pada berlian yang ditambang di zona perang dan dijual untuk membiayai sebuah pemberontakan, upaya penyerbuan dalam perang, atau aktivitas panglima perang , yang biasanya di Afrika. (iw/pv/hz) www.suaramedia.com



Alhamdulillah washsholatu wassalaamu 'alaa adh-dhohhuukil qottaal al-mab'uts rohmatan lil'aalamiin
Jarchive.info Sebuah situs khusus yang berhubungan dengan seluruh urusan jihad dan mujahidin (video, audio dan statemen).

Jarchive memiliki perpustakaan jihad terupdate dan tertata rapi dengan tujuan menyampaikan berbagai pesan dan rilis mujahidin kepada kaum muslimin di setiap tempat. Sebuah situs khusus yang berhubungan dengan seluruh urusan jihad dan mujahidin (video, audio dan statemen).

Screenshot www.jarchive.info

Screenshot www.jarchive.info

Jarchive bukan milik kelompok atau organisasi tertentu.  Situs ini merupakan usaha keras pendukung jihad dan mujahidin dalam mengupload dan  melengkapi berbagai data, klip dan rilis.

arsip video di www.jarchive.info

arsip video di www.jarchive.info

Seluruh video dan audio dapat secara langsung dilihat dari halaman situs atau dapat juga didownload dengan cepat dari direct link yang tersedia.

Video bisa diputar tanpa mendownload

Video bisa diputar tanpa mendownload

Saat ini Jarchive memiliki sedikitnya 1000 video. Dan pengelola situs berjanji terus berusaha meningkatkan dan melipatgandakan perpustakaan jihad ini dengan pertolongan Allah kemudian dengan bantuan dan kontribusi pengunjung website dari kalangan pendukung jihad.

Seluruh pengunjung juga dapat menambahkan klip baru melalui halaman khusus. Setelah dilakukan review terhadap file yang diupload, file akan ditambahkan menggunakan username member dalam waktu yang singkat insyaallah.

Semua member yang teregistrasi juga dapat memberikan komentar di setiap rilis yang ada.

Jarchive akan menjadi perpustakaan yang besar berbagai kelompok jihad yang dikenal berjihad di jalan Allah demi tegaknya panji dan syari'at islam dengan menampung sebagian ikhtilaf fikroh dan manhaj diantara mujahidin – semoga Allah menolong mereka.

Situs ini memiliki fitur terjemah dengan cepat berbagai judul, bagian, klip dan komentar member bagi yang tidak bisa berbahasa arab. Fitur ini mempermudah member dalam melakukan pencarian berbagai rilis. Saat ini terdapat 10 bahasa yang didukung, diantaranya bahasa Inggris, Perancis, Cina dan Indonesia. Memungkinkan juga untuk melakukan permintaan bahasa lainnya dengan cara mengirim pesan ke administrator.

Menjadi member Arsip Jihad memberikan berbagai keunggulan fitur antara lain dapat memberikan komentar dan menambah klip, dan ini cukup mudah dan simple. Aktifasi member tidak memerlukan (buka-ed) e-mail. Cukup menaruh e-mail saja.

Pengelola Jarchive mengajak seluruh pendukung jihad di setiap tempat agar bersegera bergabung dengan perpustakaan jihad dengan cara memindahkan link dan menambahkannya ke Arsip Jihad atau dengan menyebarkan situs ini kepada kaum muslimin, insyaallah ini akan berpahala.

Untuk melakukan penambahan di Arsip Jihad tidak memerlukan akses internet yang cepat atau download yang lama, tapi hanya dengan memindahkan link yang sudah tersedia di berbagai situs maupun forum jihad. Jangan sia-siakan kesempatan bergabung dalam mensupport mujahidin melalui media. (Afz/Jurnalislam)



Video rilisan yang ditampilkan sebuah situs jihad, media As-Sahab, pada hari Rabu (28/10) kemarin menarik minat para analis. Video tersebut sepertinya dimunculkan untuk memperlihatkan wajah pemimpin tertinggi Al-Qaeda Syaikh Usamah Bin Laden. Video klip tersebut berisi khutbah 'Idul Fitri 1430 yang disampaikan pada  20 September oleh salah satu petinggi Al-Qaeda, Abu Yahya al-Libi, yang berasal dari Libya, untuk menandai akhir puasa di bulan suci Ramadan.

Di akhir khutbah Abu Yahya Al-Libi, gambar video bergerak lembut memusat kesatu titik kemudian di zoom menit ke 43:30, sebuah gambar buram tampak seperti pemimpin tertinggi Al-Qaeda Syaikh Usamah Bin Laden.

Video tersebut menampilkan lambang khas As-Sahab, sayap media jaringan Al-Qaeda, dan menunjukkan wajah seorang laki-laki yang tampak seperti Usamah Bin Laden dengan janggut abu-abu panjang dan wajah kurus, yang muncul hanya untuk beberapa detik.

Photo-photo terbaru Usamah bin Laden, yang dikabarkan mulai lemah karena kesehatannya yang memburuk, didapatkan terakhir pada tahun 2004. Namun sejak itu, sejumlah pesan audio yang telah muncul dan dipercaya kuat merupakan suara Usamah Bin Laden.

Keluarnya video tersebut membuat Amerika semakin gemas karena tidak pernah berhasil menangkap orang paling dicari sedunia tersebut. Dalam kunjungannya ke Pakistan, menlu Amerika Hillary Rodham Clinton menyatakan ia tak percaya pemerintah Pakistan tidak punya informasi sedikitpun mengenai keberadaan Usamah bin Ladin. Kedatangan Hillary di Pakistan ini disambut ledakan bom disebuah pasar di kota Peshawar yang menewaskan lebih dari 100 orang.

[muslimdaily.net/AKI]



Pada pertemuan terakhir, para menteri pertahanan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), hari Jumat di ibukota Slowakia, Bratislava, para menteri mengadopsi strategi untuk melarikan diri dari Afghanistan, dengan dalih mempersiapkan aliansi untuk transisi di Afghanistan, yang mereka sebut dengan "tahap keempat dari ISAF", atau yang disebut fase bangsa Afghanistan.

Pertemuan itu menghasilkan dua rekomendasi penting: memprioritaskan perlindungan warga sipil dari sekarang dan seterusnya dari pada terus mengejar Taliban, dan memprioritaskan pembentukan tentara dan polisi Afghanistan yang mampu menggantikan pasukan internasional.

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen menegaskan strategi ini dengan mengatakan: "Satu-satunya solusi agar Afghanistan tidak menjadi surga bagi kelompok teroris adalah memperkuat perlawanan terhadap mereka. Dan hal itu dapat dicapai dengan sesegera memulai masa pengalihan tanggung jawab militer kepada pasukan Afghanistan setelah masa transisi, dari satu kawasan ke kawasan yang lain, dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Sehingga dalam hal ini memerlukan sumber daya manusia dan keuangan. Karenanya, perlu untuk mengirim lebih banyak pelatih untuk mendukung pasukan Afghanistan."

Strategi ini dirancang setelah pasukan NATO di Afghanistan putus asa dari mimpi untuk bisa mengalahkan Taliban setelah lebih dari delapan tahun sejak invasi.

Rekomendasi ini sesuai dengan keinginan masyarakat di Barat, yang melihat pertingnya menarik diri dari Afghanistan, di mana The Christian Science Monitor mencatat bahwa jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Amerika sekarang percaya bahwa perang di Afghanistan tidak memberikan keuntungan apapun, dan apa yang didapat tidak sebanding dengan pengorbanannya.


Laporan Goldstone tentang kejahatan perang Israel di Jalur Gaza membuat banyak Yahudi Zionis frustasi, karena dunia banyak yang mendukung laporan itu dan itu artinya mencoreng muka kaum Yahudi Zionis terutama yang tinggal di Israel. Mereka kini kembali gencar menyebarkan propaganda untuk menutupi kejahatan perang yang telah dilakukan pasukan Zionis terhadap warga Gaza, dengan cara mengangkat kembali berbagai klaim berisi kebohongan kaum Yahudi Zionis, misalnya cerita klasik soal pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman.

Para Yahudi Zionis itu menyebarkan propagandanya lewat situs-situs internet. Salah seorang aktivis Zionis dalam propagandanya di sebuah situs internet menyatakan bahwa betatapun besarnya kesalahan yang telah dilakukan Israel di Gaza, Israel melakukannya dengan tidak sengaja.

Propaganda itu jelas sebuah kebohongan besar karena sudah menjadi rahasia dunia bahwa rejim Zionis Israel dengan pasukan Zionisnya sudah berulangkali melakukan "kesalahan besar" yang disengaja terhadap rakyat Palestina. Jika sebuah kesalahan terjadi dan dilakukan berulang-ulang, itu artinya bukan lagi "tidak disengaja" tapi sudah menjadi "kebijakan yang luar biasa".

Propaganda lainnya dilakukan oleh Yair Lapid, seorang aktivis yang membanggakan supremasi kaum Zionis. Di surat kabar terbitan Israel Yediot Ahronot, ia menulis bahwa perjuangan Israel mempertahankan eksistensinya merupakan pencerahan bagi demokrasi Barat, tapi dunia internasional gagal memahaminya.

Propaganda itu tentu saja menyesatkan karena ada perbedaan besar antara entitas Yudeo-Nazi dan pengertian akan pencerahan yang sebenarnya. Karena faktanya, Israel menjadi antitesis masalah-masalah kemanusiaan. Melihat karakter Zionis Israel yang kerap melakukan kejahatan kemanusiaan sewenang-wenang, beberapa tahun yang lalu seorang intelektual Yahudi dan anggota Parlemen Inggris menyindir Israel dengan pernyartaan "Israel membuat lambang Bintang David mirip dengan lambang Swastika Hitler". Entah bagaimana komentar anggota parlemen Inggris itu soal Israel, jika melihat kebrutalan pasukan Zionis dalam agresinya ke Jalur Gaza bulan Desember-Januari 2008 lalu.

Israel sama sekali bukan entitas yang memberikan pencerahan atau menjunjung tinggi demokrasi seperti yang diklaimnya. Bagaimana mungkin menyebut Israel demokratis dan memberikan pencerahan, jika tentara-tentaranya menculik dan membunuh anak-anak serta para pemuda Palestina untuk diambil organ tubuhnya dan dijual ke orang-orang Yahudi di Amerika yang membutuhkan organ tersebut.

Jika Israel menerapkan demokrasi, rejim Zionis itu seharusnya tidak melakukan blokade dan menghalang-halangi para ibu Palestina yang akan melahirkan, pergi ke rumah sakit dengan tujuan ingin mengendalikan jumlah orang-orang Arab di Palestina. Banyak para ibu Palestina yang mengalami pendarahan saat akan melahirkan dan meninggal dunia karena tidak dihalang-halangi pergi ke rumah sakit oleh tentara-tentara Zionis.

Para aktivis Zionis dalam propagandanya berusaha mengelabui publik dengan terus menerus mengumbar kebohongan soal moralitas orang-orang Israel dan menggambarkan rakyat Palestina sebagai kekuatan jahat. Padahal Israel-lah yang menghujani warga Gaza dengan bom-bom fosfor berbahaya dan bahan-bahan kimia mematikan lainnya. Lagi-lagi soal moralitas kaum Yahudi Zionis Israel adalah sebuah kebohongan besar. Yang benar, Israel telah membuat "moralitas orang-orang Yahudi" serupa dengan moralitas Nazi.

Kesimpulannya, sejarah menunjukkan bahwa orang-orang jahat semacam kaum Yahudi Zionis Israel, selalu mengklaim diri mereka memililiki sifat dan moralitas yang lebih baik dibandingkan orang lain. Tapi biasanya, tindak kejahatan dan kebohongan selalu berjalan seiring.

Israel selalu melakukan kedustaan pada saat yang sama mereka juga membantah telah melakukan kedustaan. Israel tidak lebih dari sebuah entitas yang menjijikan di dunia, sebuah contoh "negara" yang membangun dirinya dengan tindak kehatan dan kebohongan. (ln/PIC)


Pengacara Daniel J. Callahan menunjukkan foto-foto kendaraan perusahaan keamanan Blackwater, yang kini bernama Xe, yang hancur dalam serangan 5 Mei 2009. (SuaraMedia News)NEW YORK (SuaraMedia News) – Seorang hakim federal telah menolak serangkaian argumen yang diajukan oleh tim pengacara kontraktor militer swasta Blackwater yang berusaha membatalkan lima kasus kejahatan perang yang dibawa oleh sejumlah korban Irak melawan perusahaan itu dan pemiliknya, Erik Prince.

Di saat yang sama, hakim memutuskan bahwa pengacara orang-orang Irak itu perlu mengubah dan mengajukan kembali kasusnya untuk memberikan detail yang lebih spesifik mengenai kejahatan itu sebelum sebuah keputusan tentang apakah tuntutan hukum itu akan dilanjutkan dapat dibuat.

Susan Burke,  ketua tim pengacara untuk korban dari Irak, mengatakan bahwa ia sangat senang dengan keputusan itu. Sementara juru bicara Blackwater, Stacy DeLuke, mengatakan, "Kami yakin pengacara mereka tidak akan mampu memenuhi standar tinggi yang sesuai dengan opini hakim."

Jeremy Scahill, jurnalis investigative top dan penulis buku: "Blackwater: Bangkitnya Militer Bayaran Terkuat di Dunia", mengatakan bahwa laporan mengenai keputusan itu telah disalahartikan oleh media.

"Apa yang kalian lihat dalam dokumen adalah bahwa itu adalah argumen hukum yang dipikirkan dengan baik oleh Hakim Ellis, di mana ia mengatakan pada Blackwater, 'Argumen kalian bahwa kalian tidak dapat dituntut sebagai sebuah perusahaan swasta di bawah Statuta Alien Tort adalah salah. Argumenmu bahwa individu atau perusahaan swasta tidak dapat melakukan kejahatan perang adalah salah''," jelas Scahill.

"Ini adalah kasus yang berisiko sangat tinggi. Blackwater berjuang keras untuk menyingkirkan kasus itu. Mereka telah membuat argumen bahwa mereka, sebagai sebuah perusahaan, tidak dapat dituntut, bahwa itu akan melanggar hak presiden AS untuk membuat keputusan perang, dan jika Blackwater dieksekusi, maka itu akan membahayakn hak-hak presiden," ujar Scahill.

"Mereka memang mengatakan bahwa sebagai sebuah perusahaan mereka tidak dapat dituntut untuk kejahatan perang karena kejahatan perang hanya dapat dilakukan oleh aktor negara atau bangsa. Dan apa yang kita lihat di sini adalah Hakim Ellis yang konservatif ini mengatakan pada Blackwater, 'Tidak, itu semua tidak valid'," tambahnya.

Bagaimanapun, Hakim Ellis menyulitkan tim pengacara untuk mengembangkan kasusnya ke tahap persidangan selanjutnya.

"Apa yang dikatakan hakim pada Susan Burke dan Pusat Hak-hak Konstitusional,  serta pengacara kelompok Irak, "Kalian perlu mengajukan kembali kasus ini dengan lebih banyak bukti, lalu kami akan mengambil alih dari sana."

"Ini sebenarnya merupakan kekalahan yang cukup signifikan bagi Blackwater dan kemenangan bagi tidak hanya bgi orang Irak dalam hal ini, tapi juga bagi tim pengacara dari Pusat Hak-hak Konstitusional yang telah selama puluhan tahun berusaha menerapkan hukum AS terhadap kejahatan yang dilakukan di luar negeri."

Juri federal Carolina Utara mulai menyelidiki kasus kontroversial perusahaan keamanan swasta Blackwater pada bulan November tahun 2008. Perusahaan itu dicurigai telah secara ilegal mengirimkan senjata serbu dan alat peredam bunyi tembakan ke Irak, tersembunyi di dalam kantong-kantong besar makanan anjing.

Di bawah peraturan Departemen Luar Negeri, Blackwater dilarang menggunakan senjata serbu dan peredam bunyi di Irak karena termasuk senjata yang bersifat ofensif dan tidak sesuai dengan peran Blackwater sebagai sebuah perusahaan keamanan swasta yang melindungi misi diplomatik AS.

"Satu-satunya alasan kau memerlukan alat peredam bunyi tembakan adalah jika kau ingin membunuh seseorang," ujar mantan agen intelijen CIA John Kiriakou, konsultan ABC News.

Enam karyawan Blackwater berada dalam penyelidikan oleh juri federal lainnya di Washington DC, terkait dengan penembakan mati 17 warga sipil Baghdad pada bulan September 2007.  (rin/me/abc) www.suaramedia.com


Pernyataan yang cukup 'aneh' dikatakan oleh seorang ulama terkemuka Saudi, dirinya mengatakan bahwa virus flu babi- yang telah dinyatakan sebagai pandemi- adalah sesuatu yang tidak ada dan kehebohan yang mengatakan tentang virus H1N1 hanyalah sebuah propaganda yang mungkin tujuannya untuk memperoleh keuntungan finansial, seperti dilaporkan pers pada hari Rabu kemarin (28/10).

Syaikh Saleh al-Luhaidan membuat komentar tersebut ketika ia memberikan ceramah di sebuah masjid di ibukota Saudi Riyadh dan sewaktu ditanya tentang apakah dalam ajaran agama diperbolehkan bagi umat Islam untuk berhenti pergi ke masjid dan hanya melaksanakan sholat di rumah karena takut flu babi, kata harian yang berbasis di London Asharq al-Awsat.

"Saya bahkan tidak yakin virus ini ada," jawab Syaikh Luhaidan. "Sebagai contoh, tahun ini kami tidak lebih banyak melakukan pemakaman dibandingkan tahun lalu di bulan Ramadhan. Mana virus yang dibicarakan oleh semua orang itu?

Syaikh Luhaidan mengatakan dia yakin kehebohan tentang virus ini merupakan hiperbola dari media dan kemungkinan besar hal tersebut diprakarsai oleh beberapa orang yang ingin mendapaykan keuntungan materi dengan membuat orang lain hidup dalam ketakutan akan virus itu.

Dalam menanggapi pernyataan Luhaidan, Dr Khaled Abdul-Ghaffar, dekan Fakultas kedokteran di Universitas Imam Muhammad bin Saud, mengatakan ia yakin flu babi itu ada dan virus itu telah "terbukti secara ilmiah".

"Memang mengejutkan bahwa jumlah kasus flu babi selama bulan suci Ramadhan sangat minim," katanya dalam salah satu sesi acara yang sama. "Ini adalah rahmat Allah bahwa jamaah yang melaksanakan Umroh terlindungi dari virus tersebut."

Abdul Gahffar bagaimanapun menekankan bahwa virus flu babi termasuk kategori virus yang tingkat bahayanya level sedang dan terkadang lebih ringan daripada flu biasa.

Namun Syaikh Luhaidan menekankan bahwa dirinya banyak mengetahui orang yang tidak divaksinasi dan sampai sekarang belum terjangkiti oleh virus flu babi.

Sebagai tanggapan pernyataan Syaikh Luhaidan, Abdul-Ghaffar menegaskan bahwa terkait flu babi ini, masyarakat tetap harus waspada dan tindakan pencegahan yang lebih diperlukan untuk saat ini.

"Jika langkah-langkah pencegahan yang diperlukan tidak diambil, virus ini akan mengancam nyawa dan dapat memicu komplikasi yang sangat berbahaya," katanya.

hampir sebagian negara-negara di seluruh dunia akan meluncurkan program vaksinasi massal namun banyak orang tetap skeptis mereka akan mendapatkan vaksinasi tersebut.(fq/aby)


Seorang anak Gaza tengah membaca kitab suci Al-Quran diantara serangan bengis negara Zionis Israel di negara tersebut. Akibat perang tersebut, tak sedikit anak-anak Gaza yang mengalami goncangan mental sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka. (SuaraMedia News)

Seorang anak Gaza tengah membaca kitab suci Al-Quran diantara serangan bengis negara Zionis Israel di negara tersebut. Akibat perang tersebut, tak sedikit anak-anak Gaza yang mengalami goncangan mental sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka. (SuaraMedia News)

BETHLEHEM (SuaraMedia News) – Kondisi kehidupan yang tidak dapat ditoleransi di Tepi Barat dan Jalur Gaza, telah memaksa banyak keluarga Palestina untuk meninggalkan tanah dan kediaman mereka, sebagai akibatnya, anak-anak menjadi terlantar dan mengalami penurunan kualitas hidup, peringatan tersebut disampaikan oleh Save the Children, Inggris, pada hari Selasa (27/10).

Laporan tersebut memperingatkan mengenai bahaya yang dapat terjadi akibat strategi keji Israel yang mengusir anak-anak dari hunian mereka selama serbuan mereka di Gaza. Peringatan tersebut melebihi peringatan yang biasa mereka sampaikan mengenai dampak-dampak berbahaya dari penghancuran rumah terhadap keluarga dan anak-anak.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa para keluarga Palestina yang tinggal di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza harus menerima nasib buruk, kekurangan makanan dan minuman, tingkat pengangguran yang tinggi, ancaman finansial, terpisahnya para anggota keluarga karena harus bekerja dan tinggal di kota lain, serta pupusnya harapan anak-anak untuk mengenyam pendidikan karena kesulitan untuk pergi keluar rumah atau kewajiban untuk menggarap tanah atau meggembalakan ternak sebagai kepala keluarga.

"Kami selalu menyadari bahwa kehidupan di daerah-daerah tersebut memang amat sulit, namun hasil penelitian yang baru menunjukkan betapa buruknya keadaan di lapangan. Ada banyak keluarga yang kami temui tengah berada pada titik ujung perpecahan," kata Direktur Save the Children UK, Salam Kanaan.

"Tanpa adanya masa depan yang pasti, kehidupan anak-anak menjadi terancam. Rasa takut akan serangan, digabungkan dengan keharusan untuk berjuang setiap hari demi mendapatkan kebutuhan-kebutuhan pokok, telah membuat anak-anak menjadi depresi dan trauma."

Menurut laporan tersebut, hampir setengah dari anak-anak Palestina yang tinggal di wilayah beresiko tinggi terpaksa meninggalkan rumah sejak dimulainya Intifada kedua pada tahun 2000.

"Jajak pendapat tersebut menyoroti adanya sebuah pola pengabaian dan isolasi dari komunitas Palestina," demikian bunyi pernyataan dari kelompok tersebut.

Ada sejumlah data statistik yang mengkhawatirkan:

Hanya 37% orang yang tinggal di wilayah beresiko tinggi memiliki asupan makanan yang memadai, dibadndingkan dengan orang yang tinggal di wilayah lainnya.

Di wilayah Tepi Barat, 92% keliarga Palestina tidak mendapatkan akses perawatan kesehatan, dibandingkan dengan 34% yang terdapat di wilayah jajahan lainnya.

Hanya 2% orang yang tinggal di Tepi Barat memiliki akses terhadap sanitasi, jauh berbeda dibandingkan degan 61% yang ada di luar wilayah tersebut.

Di Jalur Gaza, hanya ada 9% keluarga yang tinggal di dekat atau di dalam zona netral yang mengatakan bahwa mereka merasa aman, dibandingkan dengan 55% yang berada di luar wilayah tersebut.

Satu-satunya cara untuk memastikan adanya bantuan yang layak bagi para keluarga di wilayah perbatasan dan wilayah agrikultur, adalah penghentian tindakan-tindakan keterlaluan Israel yang -berujung pada pengusiran, termasuk penghancuran rumah-rumah Palestina dan menetapkan kebijakan zona aman Gaza secara jelas, dan sejalan denga kewajiban hukum internasional untuk melindungi para penduduk yang berada di bawah penjajahan.

Beberapa saat lalu, Israel juga telah menutup jalur air bersih ke Gaza, mengalihkannya untuk Israel. (dn/mn) www.suaramedia.com


Pemandangan laut di Tel Aviv, Israel. Menurut beberapa ahli, ombak raksasa Tsunami akan menghajar negara tersebut dalam waktu 50 tahun mendatang. Hingga saat ini, Israel terus meningkatkan kewaspadaan mereka, meski belum secara resmi mengumumkan berita tersebut kepada warganya. (SuaraMedia News)

Pemandangan laut di Tel Aviv, Israel. Menurut beberapa ahli, ombak raksasa Tsunami akan menghajar negara tersebut dalam waktu 50 tahun mendatang. Hingga saat ini, Israel terus meningkatkan kewaspadaan mereka, meski belum secara resmi mengumumkan berita tersebut kepada warganya. (SuaraMedia News)

HAIFA, ISRAEL (SuaraMedia News) – "Ada kemungkinan gelombang tsunami akan mencapai pantai Israel," ujar Dr. Beverly Goodman dari Sekolah Kelautan Leon H. Charney di Universitas Haifa, menyusul sebuah studi geo-arkeologis menyeluruh di pelabuhan Caesarea. "Peristiwa tsunami di Mediterania memang lebih jarang muncul daripada di Samudera Pasifik, namun penemuan kami mengungkapkan tingkat kemunculan yang cukup sering," ujarnya.

Dr. Goodman, ahli di bidang geo-arkeologis, mengekspos bukti-bukti geologis ini secara kebetulan. Tujuan awalnya di Caesarea adalah membantu dalam penelitian di pelabuhan kuno itu dan di sebuah bangkai kapal lepas pantai.

"Kami berharap menemukan puing-puing kapal, namun kami sangat terkejut ketika mengungkapkan lapisan-lapisan geologis yang tidak biasa dan belum pernah kami lihat di kawasan ini sebelumnya. Kami mulai mengebor laut dengan asumsi bahwa itu adalah lapisan lokal yang terkait dengan pembangunan pelabuhan," jelasnya.

Pengeboran geologis – di area-area dengan panjang 1-3 meter dan berbagai kedalaman – memungkinkan Dr. Godman untuk mengetahui umur lapisan itu menggunakan dua metode: karbon-14 dan OSL (optically stimulated luminescence),  pencahayaan yang distimulasi oleh optik. Ia menemukan bukti dari empat peristiwa tsunami di Caesarea, yaitu di tahun 1500 SM, 100-200 M, 500-600 m, dan 1100-1200M.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Masyarakat Geologis Amerika, Dr. Goodman menjelaskan bahwa tsunami-tsunami itu menimbulkan ledakan gunung api Santorini, yang mempengaruhi seluruh kawasan Mediterania. Gelombang tsunami lokal menurut Dr. Goodman dihasilkan dari longsor bawah laut yang disebabkan oleh gempa bumi. "Lokal" bukan berarti "kecil". Gelombang ini bisa mencapai ketinggian lima meter dan menjangkau pantai hingga dua kilometer. Komunitas tepi pantau dalam jarak jangkau ini akan terkena dampak kerusakan yang sangat parah dari tsunami semacam itu. Ketika penduduk tepi pantai membersihkan daratan pasca peristiwa dan kembali ke peradaban, bukti-bukti tsunami tersimpan di dalam laut, jelas Dr. Goodman.

Untuk memperingatkan Israel akan peristiwa tsunami di Laut Mediterania,  komisi antarmenteri yang menangani kesiapan gempa bumi memutuskan untuk memasang sistem peringatan dini dalam waktu dekat.

Laut Mediterania adalah salah satu wilayah perairan yang paling berbahaya dalam hal tsunami – gelombang raksasa akibat gempa bumi bawah laut atau longsor besar bawah laut setelah gempa bumi di darat. 

Setelah bencana tsunami di Asia Timur lima tahun lalu, diputuskan untuk memasang mekanisme peringatan di dalam laut. Proyek ini dikoordinir oleh direktur ilmu darat dan kelautan di Kementerian Infrstruktur, yang akan dibantu oleh staf dari Institut Penelitian Oseanografis dan Limnologis Israel.

Tsunami Mediterania yang paling baru terjadi enam tahun lalu, di lepas pantai Aljazair, menyusul sebuah gempa bumi di dalam laut. Gempa itu menimbulkan gelombang yang relatif kecil yang menabrak 100 kapal di Kepulauan Kenari. Namun, satu abad yang lalu, sebuah tsunami besar menyebabkan tewasnya puluhan ribu orang di Sisilia.

Penelitian menunjukkan bahwa sebuah tsunami yang sangat kuat akan menghantam wilayah itu setiap 120 tahun. Menurut Dov Rosen dari Institut Oseanografis, sebuah gempa bumi dahsyat diperkirakan akan terjadi di Israel dalam 50 tahun ke depan, dan ada kemungkinan yang cukup masuk akal akan timbulnya tsunami besar pada saat itu.

Ilmuwan di institut telah memeriksa beberapa skenario semacam itu, termasuk sebuah gempa bumi dashyat di dekat Crete. Peristiwa itu akan menimbulkan banjir bandang di jalan Hayarkon dan Ha'atzmaut di Tel Aviv serta di pelabuhan Haifa. Ancaman paling serius adalah banjirnya kolam pendingin Perusahaan Listrik Israel yang akan menyebabkan terjadinya pemadaman listrik dalam waktu lama.

Pemasangan sistem peringatan dini ini adalah langkah paling penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tsunami di Israel. Tahap pertama akan diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang, termasuk meningkatkan kinerja mekanisme yang memonitor level permukaan air laut Mediterania, sehingga mereka dapat mengirim informasi saat itu juga mengenai tsunami yang akan terjadi. Stasiun-stasiun ini berlokasi di pantai Hadera, Haifa, dan Ashdod. Menurut Rosen, mereka akan memberikan peringatan dini 90 menit sebelum peristiwa tsunami, menyusul sebuah gempa bumi di area Crete atau Rhodes.

Dalam kasus longsor pasca gempa di wilayah Laut Mati, masa peringatannya hanya 10 menit.

Belum diputuskan bagaimana menyampaikan informasi itu kepada publik dan tindakan apa yang akan direkomendasikan. (rin/sd/hz) www.suaramedia.com


Tampak rakyat Bahrain yang tengah memprotes Israel dan segala kekejamannya terhadap Palestina. Bahrain kini melarang keras adanya kontak dengan Israel. (SuaraMedia News)

Tampak rakyat Bahrain yang tengah memprotes Israel dan segala kekejamannya terhadap Palestina. Bahrain kini melarang keras adanya kontak dengan Israel. (SuaraMedia News)

MANAMAH (SuaraMedia News) - Parlemen Bahrain pada hari Selasa meloloskan undang-undang yang disetujui untuk menjatuhkan hukuman pada kontak dengan Israel, langkah yang dapat mempersulit para pemimpin Teluk Arab dalam usaha-usaha untuk memajukan pembicaraan damai dengan Israel.

"Barangsiapa melakukan komunikasi atau pembicaraan resmi dengan para pejabat Israel atau perjalanan ke Israel akan menghadapi denda ... dan/atau hukuman penjara tiga sampai lima tahun," ujar anggota parlemen Fairooz Jalal dari blok Syiah Al-Wefaq, kelompok oposisi yang merupakan kekuatan pendorong di belakang  gerakan tersebut.

"Motivasinya adalah bahwa langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara tertentu untuk memungkinkan pembicaraan tertentu yang akan diadakan dengan para pejabat Israel. Delegasi Israel telah berhasil untuk berpartisipasi dalam peristiwa-peristiwa di negara-negara Arab yang tidak memiliki perjanjian dengan Israel."

Diplomat dan pengamat mengatakan pemerintah Arab telah ditekan oleh pemerintahan Presiden AS Barack Obama untuk membuat langkah-langkah menuju penormalan ikatan dalam rangka membantu mendorong Israel untuk memasuki pembicaraan perdamaian dengan Palestina.

Hukuman juga akan mencakup denda hingga 10, 000 dinar Bahrain dan pengusaha yang berurusan dengan Israel, menjual atau mempromosikan produk-produknya akan kehilangan izin hingga 10 tahun.

Hukum juga akan menghidupkan kembali Kantor Boikot Israel, yang ditutup untuk membuat jalan bagi Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Amerika Serikat.

Itu juga melarang hukum dari pemerintah dengan menyiapkan segala misi diplomatik di Israel.

Setiap perjalanan warga Bahrain ke atau melalui Israel akan juga menghadapi tuntutan di bawah undang-undang yang diusulkan.

Anggota parlemen mendukung rancangan undang-undang meskipun keberatan kuat dari pemerintah, yang mengatakan bahwa itu inkonstitusional dan melanggar dari FTA.

Para pejabat mengatakan kepada anggota parlemen bahwa patriotik Bahrain tidak akan berurusan dengan Israel, jadi tidak ada hukum yang diperlukan.

Tapi sentimen populer telah menentang langkah seperti itu. Seorang penulis Mesir menghadapi tindakan disipliner oleh serikat wartawan karena bertemu duta besar Israel di Kairo.

Putra Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa menulis di Washington Post pada bulan Juli lalu, ia menyatakan bahwa orang Arab tidak melakukan hal yang cukup untuk berkomunikasi langsung dengan Israel.

Pejabat Bahrain mengunjungi Israel pada bulan Juli dalam kapasitas resmi untuk pertama kalinya untuk menjemput lima warga negara Israel mereka yang dideportasi setelah meringkus mereka dari  sebuah kapal menuju wilayah Palestina di Gaza yang diblokade oleh Israel.

Parlemen Bahrain memiliki kekuasaan terbatas dan RUU harus melewati sebuah majelis tinggi yang anggotanya dipilih oleh raja. Kekuasaan tertinggi terletak dengan keluarga yang berkuasa.

Mesir, Yordania dan Mauritania adalah satu-satunya negara-negara Liga Arab dengan ikatan formal dengan Israel. (iw/re/gd) www.suaramedia.com




warnaislam.com — Kaum Muslim Afghanistan memprotes penistaan kitab suci Al-Quran oleh pasukan asing yang menduduki negeri mereka. Dalam aksi protes kemarin (26/10), sedikitnya tiga orang terluka ketika polisi secara membabi-bita menembaki para pemrotes. "Polisi menembaki kerumunan massa, satu peluru mengenai saya. Saya sedang menutup toko saya waktu itu," kata Sherullah.

Sedikitnya 300 warga Afghan berpawai ke gedung parlemen guna memprotes ulah pasukan asing yang dikabarkan membakar Al-Qur'an. Massa demonstran melemparkan batu kepada polisi dan memblokir jalan dengan ban. Bentrokan terjadi ketika polisi berusaha membubarkan massa.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan, lebih dari 15 polisi juga terluka. Lusinan orang ditahan dalam kerusuhan tersebut. "Kami melakukan aksi demo. Kami ingin memprotes pembakaran Qur'an oleh tentara asing, tapi polisi malah datang untuk menyerang kami," kata seorang anak muda yang ikut dalam aksi.

Pasukan asing pimpinan Amerika dikabaerkan membakar mushaf Qur'an selama operasi menyerang Taliban di provinsi Wardak, selatan Kabul, awal bulan lalu. Pihak NATO dan otoritas Afghan menampik kabar tersebut.

Saat ini ada sekitar 100,000 tentara asing di Afghanistan. "Apakah Amerika Serikat mitra Afghanistan yang dapat diandalkan? Apakah Barat mitra Afghanistan yang dapat diandalkan?" tanya Presiden Afghanistan Hamid Karzai dalam wawancara dengan CNN. "Apakah kami menerima komitmen yang telah kami berikan? Apakah kami sudah diperlakukan sebagai mitra?"

Amerika menginvasi Afghanistan tahun 2001 dengan janji menegakkan demokrasi dan kesehajteraan di negara Muslim Asia tengah ini. Namun, delapan tahun setelah Amerika menggulingkan rezim Taliban dan mendirikan pemerintahan dukungan Barat, Afghanistan masih sengsara. Fasilitas listrik dan air bersih masih sulit didapatkan rakyat.

Afghanistan kini tengah bersiap mengadakan pemilu ulang pada 7 November, guna memilih salah satu dari dua kandidat presiden, Karzai dan mantan Menlu Abdullah Abdullah. (iol/mel).*


JAKARTA - Pemerintah Australia meluncurkan perluasan program bantuan kerja sama bidang pendidikan bagi pemerintah provinsi dan warga Aceh.

Program baru Support for Education Sector Development in Aceh senilai 7 juta dolar Australia atau sekira Rp61,2 miliar itu akan diberikan dalam tiga tahun.

"Melalui program ini, Australia akan membantu Aceh menyediakan akses pendidikan dasar bagi semua anak Aceh serta meningkatkan mutu pendidikan," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer dalam pernyataannya yang diterima okezone, Selasa (27/10/2009).

Sementara itu Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang juga hadir saat peluncuran, Selasa ini, menyambut baik rencana kerja sama dalam rangka mewujudkan prioritas pembangunan pemerintahannya yaitu meningkatkan keahlian dalam pendidikan, manajemen keuangan, dan sumber daya manusia.

Irwandi menambahkan bahwa bantuan masih dibutuhkan setelah bencana tsunami 2004 dan konflik bersenjata selama bertahun-tahun.

Melalui Kemitraan Australia-Indonesia, bantuan pembangunan untuk Aceh akan semakin ditingkatkan melalui sejumlah rencana terkait program Local Governance Innovations for Communities in Aceh (LOGICA) selama lima tahun, senilai 30 juta dolar Australia.

Australia telah bekerja bersama warga Aceh sejak tahun 2004. Kedua program baru ini membantu Australia mewujudkan pernyataan Perdana Menteri Australia yang disampaikan tahun lalu mengenai komitmen senilai 50 juta dolar Australia atau sekira Rp450 miliar terhadap keberlanjutan pemulihan Aceh selama lima tahun hingga 2013.(ton)


Seorang pejabat AS yang mundur dari jabatannya karena merasa tidak sejalan dengan kebijakan perang berkelanjutan yang digulirkan pemerintah AS di Afghanistan. Matthew Hoh, menjadi pejabat pemerintah AS pertama yang memilih melepaskan jabatannya daripada mengikuti kebijakan perang AS di Negeri Para Mullah itu.

Surat kabar Washington Post menulis bahwa Hoh mengajukan surat pengunduran diri pada bulan September lalu sebagai pejabat senior departemen luar negeri AS yang ditempatkan di provinsi Zabul, Afghanistan. Hoh mempertanyakan alasan kehadiran militer AS di negeri itu.

"Saya sudah tidak mampu memahami dan tidak sudah tidak percaya lagi dengan tujuan kehadiran militer AS di Afghanistan. Saya ragu dan keberatan dengan strategi yang dilakukan AS sekarang dan rencana strategi AS di masa depan. Tapi pengunduran diri saya bukan atas dasar bagaimana kita melakukan perang ini, tapi mengapa dan untuk tujuan apa perang ini dilakukan," demikian pernyataan yang ditulis Hoh dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan pada kepala personel departemen luar negeri AS.

Setelah menerima surat pengunduran diri Matthew Hoh, departemen luar negeri AS menawarkan pekerjaan sebagai staff senior kedubes AS di Kabul. Tapi tawaran itu juga ditolak oleh Hoh yang juga pernah bertugas di korps marinir AS dengan pangkat kapten.

Hoh yang mengatakan, ia memutuskan untuk mempertanyakan soal kehadiran militer AS di Afghanistan untuk mendorong munculnya opini publik. "Saya ingin masyarakat di Iowa, Arkansas, Arizona dan dimanapun berada mendesak anggota Kongres dan berkata 'dengar, ini bukan hal yang benar'," ujar Hoh mengacu pada kehadiran militer AS di Afghanistan.

Seperti diberitakan, Komandan militer AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal meminta pemerintahan Barack Obama untuk mengirimkan pasukan tambahan sebesar 40.000 personel ke Afghanistan. Untuk memperkuat 100.000 pasukan koalisi yang sudah berada di negeri itu dalam menghadapi perlawanan para pejuang Taliban. Namun Presiden Obama kehilatannya masih bingung untuk memutuskan apakah akan mengabulkan permintaan itu dan mengatakan bahwa ia tidak mau terburu-buru mengambil keputusan. (ln/prtv)


Larangan penggunaan lift pada hari Sabtu telah menimbulkan kontroversi di kalangan Yahudi karena sebagian dari mereka tinggal di lantai atas gedung tempat tinggal mereka. (SuaraMedia News)TEL AVIV (SuaraMedia News) – Hingga saat ini, meski menimbulkan kontroversi, komunitas Yahudi ortodoks telah diperkenankan untuk mempergunakan sebuah lift yang dirancang khusus dan "disesuaikan" dengan hukum-hukum Yahudi yang melarang penggunaan alat-alat elektronik pada hari Sabbath.

"Lift Kosher" tersebut memiliki sebuah mode Sabbath yang memastikan bahwa lift tersebut berhenti di setiap lantai, agar para penumpang tidak perlu menekan tombol untuk memanggil lift.

Namun sekelompok rabbi yang dipimpin oleh Yosef Shalom Elyashiv, pemimpin komunitas Yahudi ultra-ortodoks Ashkenazi Lithuania, yang berusia 99 tahun mengecam hal tersebut dan menyatakan bahwa bahkan lift kosher bertentangan dengan hukum Yahudi.

Para rabbi mengatakan bahwa mereka telah mencapai keputusan bulat setelah berkonsultasi dengan "sejumlah teknisi dan insinyur lift yang bersertifikat".

Penggunaan lift kosher memang selalu memicu perdebatan. Para penentang mengklaim bahwa meski para penumpang (Yahudi) tidak menekan tombol, berat badan penumpang meningkatkan jumlah energi listrik yang dipergunakan untuk memberikan daya kepada lift, dan hal itu dinilai melanggar hukum Yahudi.

Larangan penggunaan lift kosher tersebut membuat kaum Yahudi ortodoks yang tinggal di lantai atas sebuah gedung menjadi kerepotan.

Yosef Ball, seorang Yahudi ortodoks, dan istrinya kini tidak lagi mempergunakan lift yang dibangun khusus untuk hari Sabbath, sejak sebuah peraturan rabbi melarang penggunaannya.

Setiap Sabtu, mereka harus menaiki tangga yang tinggi untuk pulang ke rumah, bersama dengan lima orang anak mereka ditambah dengan kereta bayi. "Memang sulit, namun kami menaiki tangga dengan perlahan dan memerlukan banyak kesabaran," kata Ball, 29.

Hukum Yahudi, atau Halacha, melarang penggunaan benda-benda elektronik pada hari Sabbath, namun selama berpuluh-puluh tahun, para rabbi "menghalalkan" lift khusus yang secara otomatis berhenti di setiap lantai, tanpa harus menekan tombol, sehingga para Yahudi ortodoks bisa menaikinya dan tinggal di lantai atas gedung.

Ketika seorang rabbi terkemuka menyatakan bahwa penggunaan lift tersebut bertentagan dengan hukum Yahudi, hal itu memicu perdebatan dan memaksa kam Yahudi ortodoks yang tinggal di tempat tinggi untuk memutuskan apakah mereka siap untuk menaiki puluhan, bahkan ratusan anak tangga setiap kali mereka pulang ke rumah setelah mendatangi sinagog  pada hari Sabtu.

Komunitas ortodoks memang telah sejak lama berbeda pendapat mengenai lift Sabbath.

Peraturan tersebut juga berpotensi untuk memberikan sinyal peringatan kepada pemerintah, yang mengadopsi undang-undang pada tahun 2001, dimana lift yang dibangun di gedung-gedung tinggi harus memiliki mode Sabbath.

Namun masih belum jelas ada berapa banyak Yahudi di luar komunitas Yahudi Ashkenazi non-Hasidic Lithuania yang akan mematuhi aturan tersebut. Sejumlah institusi kerabbian telah menyerang peraturan yang menyesuaikan teknologi dengan hukum Yahudi tersebut.

Kalangan lainnya memperingatkan bahwa maklumat tersebut hanya akan  mempersulit kehidupan para keluarga ortodoks, yang secara tradisi memiliki banyak anak, untuk menaiki banyak anak tangga.

"Tidak ada pasangan muda yang sudi untuk pindah ke lantai sembilan atau sepuluh dari sebuah gedung jika tempat itu pada akhirnya menjadi penjara bagi mereka sendiri," kata Jonathan Rosenblum, seorang pengamat ultra-ortodoks.

Rabbi Eliyashiv dikenal karena sebelumnya telah membuat peraturan yang menimbulkan perdebatan, menyatakan penggunaan wig dan sandal plastik ilegal di hari penebusan dosa. Seorang rabbi lain pernah memberikan maklumat kepada para pengikutnya agar tidak mengorek hidung pada hari Sabbath.

Rabbi Reuven Bulka, mantan presiden Kongres Yahudi Kanada, mengatakan bahwa ada banyak bangunan di Kanada, seperti sinagog, apartemen atau rumah jompo, yang memiliki lift Sabbath. Ia menambahkan bahwa para pemimpin Yahudi Kanada tidak yakin apakah Eliyashiv hanya mencantumkan nama pada rekomendasi tersebut, atau merumuskan sendiri peraturan tersebut.

"Jika benar, hal itu akan memberatkan," kata Bulka. "Masalahnya, masih tidak jelas apakah dia mengatakan sesuatu yang sesuai dengan reputasinya." (dn/tg/gm) www.suaramedia.com



Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dalam salah satu wawancaranya dengan Channel Ten Israel. (SuaraMedia News)

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dalam salah satu wawancaranya dengan Channel Ten Israel. (SuaraMedia News)

BETHLEHEM (SuaraMedia News) – Presiden Mahmoud Abbas mengatakan kepada Presiden AS Barack Obama bahwa pemerintahan kepala batu Israel yang berkuasa saat ini tidak memberikan pilihan lain kepadanya, kecuali mengundurkan diri. Demikian diberitakan oleh sebuah saluran televisi berbahasa Ibrani.

Namun Yasser Abed Rabbo, sekretaris jenderal komite eksekutif PLO, mengatakan kepada Ma'an bahwa laporan tersebut sama sekali tidak benar.

Abed Rabbo mengatakan bahwa dirinya menyaksikan sendiri adanya sambungan telepon antara Presiden Abbas dan Presiden Obama, dan pembicaraan tersebut tidak menyinggung mengenai pengunduran diri Abbas. Akan tetapi, Obama mengatakan bahwa (Menteri Luar Negeri) Hillary Clinton akan segera datang berkunjung dan mendorong terciptanya keadaan yang lebih baik.

Sekretaris jenderal kepresidenan, At-Tayyib Abdul Rahim, juga menyangkal pemberitaan dari Channel Ten tersebut.

Menurut keterangan pemerintah Palestina, Obama menelepon Abbas pada hari Jumat untuk menegaskan kembali dukungannya dalam sebuah proses perdamaian dengan tujuan akhir terciptanya negara Palestina Merdeka. Akan tetapi, masih belum jelas apakah percakapan tersebut adalah percakapan yang disinggung oleh pemberitaan Israel sebelumnya.

Channel Ten Israel pada hari Senin (26/10) petang melaporkan bahwa Abbas menarik kesimpulan mengenai ketiadaan harapan untuk mendapatkan proses perdamaian dalam masa pemerintahan Benjamin Netanyahu, dan oleh karena itu Abbas mengatakan kepada Obama bahwa tidak ada gunanya dia tetap menjabat.

Saluran televisi tersebut, yang merupakan saluran terbesar kedua di Israel, mengutip perkataan Abbas yang mengindikasikan bahwa "penyerahan diri" AS kepada pemukiman Israel membuat Abbas pesimistis terhadap peluang Obama mengorbankan "hubungan istimewa" negaranya demi perdamaian.

Pemerintah Palestina menuntut adadnya penghentian aktivitas pemukiman Yahudi ilegal sebagai prasyarat negosiasi perdamaian.

Menurut saluran televisi tersebut, Abbas mengatakan kepada Gedung Putih bahwa keputusan awal pemerintah Palestina untuk menangguhkan pemberian suara dukungan untuk laporan Goldstone di forum Dewan Keamanan PBB adalah sesuatu yang merusak secara politis.

Pemerintah Palestina setuju untuk menahan pendapatnya karena kekhawatiran bahwa proses perdamaian Timur Tengah yang sudah rapuh, akan hancur jika upaya tersebut dilanjutkan. Keputusan tersebut memicu lahirnya gelombang protes di jalan-jalan dan kecaman dari dunia Arab.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Abbas membuat terkejut AS dan Israel dengan dekritnya yang menyerukan pemilihan presiden dan parlamen pada tanggal 24 Januari, yang ddiberikan hanya berselang tiga jam setelah pemerintah palestina mengumumkan sambungan telepon dengan Obama.

Laporan tersebut muncul pada perayaan ke-15 dari kesepakatan damai antara Yordania dan Israel.

"Saat kita mengenang peristiwa bersejarah ini, kita semua bisa mengingat bahwa perdamaian selalu mungkin terjadi, meski ada banyak rintangan yang tidak dapat diatasi," kata Obama dalam sebuah pernyataan yang telah disiapkan. "Keberanian Raja Hussein dan Perdana Menteri (Yitzhak) Rabin menunjukkan bahwa sebuah komitmen kuat terhadap komunikasi, kerjasama dan rekonsiliasi yang sebenarnya dapat membantu mengubah arah sejarah."

Obama memanfaatkan situasi tersebut untuk mendesak para pemimpin Timur Tengah untuk menyelesaikan segala perbedaan mereka.

"Saat kami bekerjasama dengan negara-negara Arab dan Israel untuk memperluas lingkaran perdamaian, kami mengambil inspirasi dari apa yang telah dicapai oleh Israel dan Yordania limabelas tahun yang lalu, menyadari bahwa tujuan yang telah dicapai benar-benar sebanding dengan perjuangan yang dilakukan." (dn/mn/hz/up) www.suaramedia.com   



Seorang polisi Israel mendorong wanita Muslim Palestina dalam peristiwa bentrokan di dekat kompleks Masjid Al Aqsa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap pongah dan bersikap tenang-tenang saja atas kekerasan tersebut dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkannya. (SuaraMedia News)

Seorang polisi Israel mendorong wanita Muslim Palestina dalam peristiwa bentrokan di dekat kompleks Masjid Al Aqsa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap pongah dan bersikap tenang-tenang saja atas kekerasan tersebut dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkannya. (SuaraMedia News)

YERUSALEM (SuaraMedia News) – Munculnya kekerasan Zionis yang terjadi di luas Masjid Al-Aqsa memiliki sejumlah akibat yang jauh melebihi ketegangan Israel-Palestina. Umat Muslim mulai dari Kairo hingga Jakarta akan marah besar ketika melihat kelakuan pasukan keamanan Israel terhadap situs tersuci ketiga umat Islam. Netanyahu tampaknya tidak menghiraukan hal ini.

Menyusul penerjunan ratusan pasukan keamanan Israel di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa padahari Minggu pagi, ketegangan pun pecah antara pasukan Zionis dengan rakyat Palestina. Setidaknya 30 orang warga Palestina terluka dan 20 orang lainnya ditangkap.

Menurut pemberitaan yang beredar, polisi melemparkan granat kejut kepada orang-orang  yang datang untuk beribadah. Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfield, mengklaim bahwa para pemuda Arab adalah pihak yang memulai kekerasan dengan lemparan batu terhadap polisi Israel.

Sementara Kamal Khatib, juru bicara Gerakan Islam Arab, menyalahkan polisi Israel atas terjadinya kekerasan tersebut. Ia mengatakan, "Polisi selalu mencari pembenaran atas tindakan mereka dan berdalih bahwa rakyat Palestinalah yang melemparkan batu terlebih dahulu. Sudah jelas bahwa mereka hanya ingin mencari pembenaran atas kejahatan mereka," katanya kepada AFP.  

Organisasi Konferensi Islam (OIC) yang beranggotakan 57 negara telah memperingatkan bahwa segala bentuk tindakan provokatif Israel akan menimbulkan konsekuensi yang mematikan. Kekerasan yang terjadi di kompleks Al Aqsa terus meningkat.

Ekmeleddin Ihsanoglu, Sekretaris Jenderal OIC, asosiasi Islam terbesar di dunia, mengatakan bahwa meningkatnya frekuensi kekerasan di tempat suci tersebut adalah hal yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang negatif.

"Ini adalah pelanggaran terhadap seluruh tempat suci Muslim," kata Ihsanoglu. Dia juga menyerukan kepada komunitas Islam di seluruh dunia untuk bangkit dan bergerak mempertahankan Masjid Al Aqsa, dia juga memperingatkan bahwa Israel ekan menanggung konsekuensi terhadap perdamaian dan keamanan internasional jika sampai terjadi kerusakan terhadap Masjid Al Aqsa.

Perlu diingat, intifada kedua yang dilakukan bangsa Palestina juga lahir dari bentrokan di luar Masjid Al Aqsa. Peristiwa tersebut berakar dari kunjungan provokatif Ariel Sharon ke Al Aqsa pada bulan September 2000 lalu. Sembilan tahun kemudian, pemerintahan sayap-kanan lainnya kembali berkuasa. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mengatakan bahwa dirinya tenang-tenang saja dengan kekerasan tersebut, atau berbagai tajuk utama yang menghiasi pemberitaan di dunia Arab.

Netanyahu menjadi semakin yakin karena meningkatnya dukungan para pemilih Israel terhadap dirinya, meski hubungan diplomasi antara pemerintahannya dengan negara-negara tetangga mengalami kemerosotan. Dalam hasil dari sebuah jajak pendapat pada akhir pekan lalu, jka pemilihan umum dilaksanakan hari ini, maka partai Likud pimpinan Netanyahu akan tumbuh menjadi partai terbesar dalam parlemen Israel.

Hubungan yang buruk dengan negara-negara tetangga dapat terlihat ketika Turki, sebuah negara yang selama ini menjadi sekutu kunci regional Israel, mengambil sikap keras terhadap negara Zionis tersebut. Turki tidak memperkenankan pasukan Israel untuk turut ambil bagian dalam latihan militer NATO bulan ini.

Serangan tembakan kejut dari para anggota kepolisian Israel terhadap rakyat Palestina di luar kompleks Masjid Al-Aqsa hanya akan membuat Israel terus kehilangan dukungan regional. Kemarin, Yordania menuntut agar polisi Israel berhenti  dan tidak lagi merangsek masuk ke kompleks masjid suci tersebut. Yordania juga memperingatkan bahwa provokasi-provokasi berbahaya  yang dilontarkan Israel akan mengancam proses perdamaian Timur Tengah.

Sementara itu, pemimpin gerakan Hamas, Ismail Haniyya, mendesak para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil langkah-langkah nyata guna mengakhiri penodaan yang dilakukan oleh Zionis Israel di Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Pada hari Minggu lalu, Haniyya, yang terpilih secara demokratis sebagai Perdana Menteri Palestina, meminta Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu, untuk mengatur sebuah pertemuan darurat OIC untuk membahas mengenai serangan terhadap tempat suci ketiga umat Islam tersebut.

Dia juga menyerukan kepada Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa, Emir Qatar, Hamad bin Khalifa, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud Al-Faisal, untuk mengambil tindakan guna melindungi Masjid  Al Aqsa dari tangan-tangan kotor Zionis.

"Sejak terakhir kali Zionis merusuh di Masjid Al Aqsa, maka peristiwa ini merupakan pertama kalinya tentara Israel mengunci gerbang Masjid dengan rantai, melarang orang untuk beribadah, secara brutal menyerbu halaman Masjid Al Aqsa," kata juru bicara biro politik Hamas, Khalid Mashaal, dalam sebauh pernyataan yang mengutuk serangan Israel tersebut. (dn/to/pv) www.suaramedia.com 



Pasukan zionis Israel tengah berpartisipasi dalam sebuah latihan militer yang digelar di wilayah perbatasan dengan Libanon. Pemimpin Hizbullah menyebutnya sebagai upaya penyebaran pesan ketakutan ke seluruh Timur Tengah. (SuaraMedia News)TEL AVIV (SuaraMedia News) – Israel tengah meningkatkan kekuatan militernya di sejumlah pangkalan militer yang terletak di dekat perbatasan Israel dengan Libanon. Militer Yahudi tersebut juga mempersiapkan para serdadunya dalam keadaan siaga.

Israel meningkatkan patroli militernya di dekat perbatasan Libanon, termasuk Dataran Tinggi Golan, demikian dilaporkan oleh IRNA pada hari Sabtu.

Pasukan Israel menggelar latihan militer pada hari Sabtu di kawasan tersebut. Di sebagian besar wilayah selatan Libanon, dapat terdengar suara ledakan memekakkan telinga yang ditimbulkan oleh latihan militer tersebut.

Dalam minggu lalu, pasukan Israel telah berulang kali melakukan pelanggaran terhadap wilayah udara, darat dan laut Libanon.

Pasukan militer Libanon sendiri telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan agresi dari Israel.

Bulan Mei silam, sejumlah sumber kemiliteran Libanon mengatakan bahwa militer negara tersebut telah bersiaga penuh untuk menghadapi manuver militer besar-besaran dari Israel.

"Meskipun (pada faktanya) pemerintah Libanon telah diyakinkan oleh sejumlah pihak, termasuk (pasukan penjaga perdamaian) UNIFIL, bahwa manuver Israel tersebut hanyalah sebuah langkah defensif, namun militer Libanon telah disiapkan dalam kondisi siaga penuh di sepanjang perbatasan dengan Israel," kata sumber militer tersebut.

Tidak ketinggalan, kelompok Hizbullah juga menyatakan bahwa para pejuangnya telah bersiap untuk merespon segala bentuk agresi militer dari Israel.

Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah memperingatkan bahwa kelompoknya siap untuk terlibat dalam peperangan baru melawan Israel. "Ada kemungkinan bahwa Israel tengah bersiap untuk meluncurkan perang baru dan menyiapkan orang-orangnya untuk menghadapi hal tersebut," kata Nasrallah.

"Jika Israel berencana untuk melakukan apapun dalam manuver militer tersebut, maka kami menyampaikan pesan bahwa kami sudah siap siaga dan mereka akan menemui kegagalan," tambahnya. "Kami tidak akan mengubur kepala kami di dalam pasir."

Pimpinan Hizbullah tersebut menegaskan bahwa latihan militer – yang disebut Israel sebagai salah satu latihan terbesar – mungkin merupakan sebuah pesan psikologis yang ditujukan untuk mengembalikan keyakinan rakyat Israel terhadap negara dan pasukan pertahanan Israel pasca perang tahun 2006 di Libanon yang berujung pada kemenangan Hizbullah.

"Manuver tersebut boleh jadi merupakan sebuah taktik yang bertujuan untuk menakut-nakuti dan mengirimkan pesan teror yang kuat di kawasan Timur Tengah," katanya. 

Dia juga menambahkan bahwa latihan tersebut boleh jadi merupakan persiapan untuk melancarkan perang terhadap Libanon, meski ia mengakui bahwa kemungkinan ke arah itu cukup kecil.

"Kami rasa Israel tidak mungkin melancarkan perang terhadap Libanon," kata Nasrallah. "Namun kami tetap harus siap dan berhati-hati."

Komentar Nasrallah tersebut dilontarkan di tengah terbongkarnya jaringan spionase Israel di Libanon, yang berujung pada penangkapan puluhan orang tersangka.

Anggota parlemen dari kelompok oposisi, Hassan Fadlallah, memperingatkan bahwa Israel telah melanggar kedaulatan Libanon melalui jaringan mata-matanya, ia juga menyerukan kepada Libanon untuk melawan setiap bentuk agresi dari Israel.

Pada tahun 2006 lalu, Israel meluncurkan sebuah serangan besar ke Libanon, namun kala itu serangan Israel mampu dimentahkan oleh gerakan Hizbullah. (dn/pv/tn/ay) www.suaramedia.com


Powered by Blogger.