Archive by date

Aksi Pelecehan Dilaporkan Terjadi di Penjara Rahasia AS di Afghanistan

item-thumbnail

Media massa Amerika mengemukakan dengan rinci tuduhan pelecehan di sebuah penjara rahasia Amerika di Afghanistan yang tampaknya bisa merongrong upaya Presiden Obama meningkatkan kondisi di penjara-penjara seperti itu.Harian the Washington Post hari ini mengutip dua remaja Afghanistan melaporkan interogator memukul mereka ketika ditahan di penjara pangkalan udara Bagram tahun ini. Kedua anak itu juga mengatakan, mereka menderita kesulitan tidur dan pelecehan seksual.

Harian itu mengatakan, klaim kedua tahanan itu belum bisa diverifikasi secara independen, meski petugas hak asasi manusia melaporkan kejadian serupa.

Harian New York Times melaporkan, tahanan yang dijeblos ke dalam penjara, seringkali berlangsung selama berminggu-minggu di Bagram, tanpa memberi akses kepada wakil-wakil dari Palang Merah.

Presiden Obama memerintahkan penutupan penjara rahasia CIA segera setelah pelantikannya. Namun, penjara Bagram dikelola oleh pasukan Operasi Khusus, dan tidak terjangkau perintah itu. (voanews.com, 29/11/2009)

loading...
Read more »

Bandara Afrika Selatan Tangkap Basah Penyusup Zionis Israel

item-thumbnail
Seorang polisi bandara internasional Johannesburg memasuki maskapai penerbangan  milik Israel, EL Al Airlines setelah diketahui adanya mata-mata Israel yang melakukan penyusupan ke negara tersebut guna mengumpulkan informasi penting. (SuaraMedia News)

Seorang polisi bandara internasional Johannesburg memasuki maskapai penerbangan milik Israel, EL Al Airlines setelah diketahui adanya mata-mata Israel yang melakukan penyusupan ke negara tersebut guna mengumpulkan informasi penting. (SuaraMedia News)

JOHANNESBURG (SuaraMedia News) – Afrika Selatan mendeportasi seorang staf maskapai penerbangan Israel pada pekan lalu. Pengusiran tersebut dilakukan menyusul adanya tudingan bahwa polisi rahasia Israel, Shin Bet, telah menyusup ke bandara internasional Johannesburg guna mengumpulkan informasi mengenai para penduduk Afrika Selatan, khususnya para wisatawan berkulit hitam dan wisatawan yang beragama Islam.

Staf tersebut dipekerjakan oleh kedutaan besar Israel untuk Afrika Selatan dan memiliki paspor diplomatik, demikian dilansir oleh Ynet.

Langkah tersebut diambil oleh pemerintah Afrika Selatan pasca sebuah investigasi televisi lokal yang menunjukkan seorang reporter yang melakukan penyamaran, dan reporter tersebut diinterogasi secara illegal oleh seorang staf El Al, maskapai nasional Israel, di sebuah kawasan publik di pangkalan udara Tambo, Johannesburg.

Program tersebut juga menyertakan kesaksian dari Jonathan Garb, seorang mantan pengawal di maskapai El Al. Ia mengklaim bahwa El Al adalah sebuah front dari operasi Shin Bet di Afrika Selatan selama bertahun-tahun.

Dalam rekaman video wawancara dengan reporter yang menyamar tersebut, dia mengatakan: "Ini adalah sebuah operasi rahasia yang berjalan dan berada di atas hukum. Kami ingin mengungkapkan kebenaran untuk semua orang. Kami melakukan apa yang kami inginkan. Para pejabat setempat tidak tahu apa yang kami lakukan."

Kementerian Luar Negeri Israel dilaporkan telah mengirimkan sebuah tim khusus ke Afrika Selatan untuk mencoba meredakan krisis diplomatik antara Israel dan Afrika Selatan. Hal tersebut dilakukan setelah pemerintah Afrika Selatan mengancam untuk mendeportasi seluruh staf keamanan El Al dari negara di benua hitam tersebut.

Ucapan Garb tersebut didukung oleh sebuah investigasi yang dilakukan oleh lembaga pengawas industri keamanan swasta Afrika Selatan.

Hal yang serupa juga dibenarkan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia di Israel, yang melaporkan bahwa para staf keamanan Israel telah melakukan identifikasi rasial di banyak bandara di seluruh penjuru bumi, dan hal tersebut tampaknya dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah setempat.

Kekhawatiran mengenai aktivitas para staf El Al telah tumbuh sejak bulan Agustus lalu, ketika program berita investigasi terkemuka Afrika Selatan, Carte Blanche, melakukan investigasi penyamaran untuk menguji segala tudingan yang pernah diucapkan Garb.el_al1

Dalam sebuah rekaman kamera tersembunyi, seorang staf El Al yang mengklaim sebagai "staf keamanan bandara" terlihat tengah berada di ruang keberangkatan. Ia meminta reporter televisi yang menyamar tersebut menyerahkan paspor atau identitas diri sebagai bagian dari "regulasi bandara".

Sang reporter kemudian memprotes karena dirinya tidak hendak terbang, namun hanya mengantarkan seorang rekan. Di tengah protes tersebut, datanglah manajer keamanan El Al, yang diidentifikasi sebagai Golan Rice, untuk menginterogasi reporter televisi tersebut lebih jauh. Rice kemudian memperingatkan reporter tersebut dan mengatakan bahwa area yang didatangi adalah area terlarang, oleh karena itu, dia diusir.

Garb mengomentari tayangan televisi tersebut: "Kami dilatih untuk mengawasi adanya ancaman, seperti misalnya seorang pria Muslim. Dia bisa saja seorang pengebom bunuh diri, dia tengah mengumpulkan informasi. Yang aneh adalah, kami melakukan identifikasi orang secara rasial, etnis, dan bahkan atas dasar keagamaan. Dan itulah yang kami lakukan."

Garb dan dua orang staf lain yang dipecat, mengatakan kepada media-media Afrika Selatan bahwa para agen Shin Bet secara rutin menangkap para penumpang Muslim dan berkulit hitam, sebuh klaim yang langsung memantik kontroversi  di tengah masyarakat yang masih menderita karena warisan apartheid yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Orang-orang yang dicurigai ditahan di dalam sebuah ruang tertutup, dimana mereka kemudian diinterogasi. Yang seringkali ditanyakan adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan keamanan bandara, dan akan digeledah secara penuh sementara bagasi mereka dipisahkan. Barang bawaan dan laptop mereka juga digeledah secara rahasia untuk mengidentifikasi dokumen dan informasi yang berharga.

Hal-hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum Afrika Selatan, yang hanya meemperbolehkan para petugas kepolisian, tentara, atau orang-orang yang diberikan wewenang oleh Menteri Transportasi untuk melakukan penggeledahan.

Mantan staf tersebut juga menyebut El Al berperan dalam penyelundupan senjata – milik kedutaan besar Israel -  ke bandara untuk dipergunakan oleh para agen rahasia.

Garb berbicara kepada publik setelah dirinya diberhentikan setelah memimpin demonstrasi atas nama staf El Al untuk mendapatkan gaji dan tunjangan kesehatan yang lebih baik.

Garb, seorang Yahudi Afrika Selatan mengatakan bahwa dirinya direkrut 19 tahun yang lalu oleh el_al2Shin Bet. "Kami dilatih di dalam sebuah kamp rahasia (di Israel), tempat dimana mereka melatih pasukan khusus Israel. Di sana, saya diajarkan cara menggunakan pistol, senapan mesin, dan bertarung dengan tangan kosong.

Garb mengklaim telah memprofil 40.000 orang untuk Israel dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, termasuk terhadap Virginia Tilley, seorang pakar Timur Tengah yang merupakan kepala penelitian di Dewan Penelitian Ilmu Pengetahuan Afrika Selatan, lembaga penelitian yang baru-baru ini mempublikasikan sebuah laporan yang menuding Israel melakukan politik apartheid dan kolonialisme di tanah Palestina.

"Dia (Tilley) diperiksa dengan cara yang paling kasar karena berbagai koneksi yang ia jalin dengan pihak lain," kata Garb.

Tilley mengkonfirmasikan bahwa dirinya telah ditahan di bandara oleh para staf El Al dan dipisahkan dari barang bawaannya. Garb mengatakan bahwa para agen menyalin seluruh dokumen Tilley dan kemudian menyerahkannya kepada Israel. Garb meyakini bahwa data tersebut kemudian dipergunakan oleh Shin Bet.

Para pejabat Israel menolak memberikan komentar seputar tuduhan tersebut. Sebuah surat yang dikirimkan oleh Garb, dan ditandatangani oleh Roz Bukris, manajer umum El Al di kawasan Afrika Selatan, menunjukkan bahwa dirinya memang dipekerjakan oleh Shin Bet. Ia lebih tepat disebut sebagai staf Shin Bet ketimbang staf maskapai. Bukris sendiri menolak membenarkan atau menyangkal validitas surat tersebut.

Kedutaan Israel di Afrika Selatan menolak membahas mengenai senjata yang diberikan kepada para manajer keamanan maskapai El Al. Ketika ditanyai oleh Ynet, situs berita terbesar Israel, pada pekan lalu, Yossi Levy, seorang juru bicara kementerian luar negeri Israel mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membahas mengenai masalah keamanan.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh dua buah organisasi hak asasi manusia Israel , Arab Association for Human Rights, dan the Centre Against Racism, ditemukan bahwa para staf maskapai penerbangan Israel mempergunakan identifikasi rasial di sebagian besar bandara besar di dunia, menarget para penumpang Arab dan Muslim dan melakukan tindakan-tindakan diskriminatif yang melanggar hukum, baik hukum internasional maupun hukum negara setempat.

"Hasil pemeriksaan kami menunjukkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh El Al di bandara-bandara luar negeri memiliki ciri-ciri khusus interogasi Shin Bet," kata Mohammed Zeidan, direktur Asosias HAM. "Kebanyakan pertanyaan yang diajukan tidak ada hubungannya dengan keamanan penerbangan dan lebih ditujukan pada pengumpulan informasi terhadap aktivitas politik atau simpati dari penumpang yang b ersangkutan."

Kelompok HAM tersebut mendekati empat buah bandara internasional – di New York, Paris, Vienna dan Jenewa – dimana para penumpang mengklaim telah menjadi subjek diskriminasi, untuk menanyakan mengenai kewenangan operasi dinas keamanan Israel. Dua bandara pertama menolak memberikan tangaapan, sementara Vienna dan Jenewa mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengontrol prosedur El Al. (dn/mo/aj) www.suaramedia.com  

loading...
Read more »

Politikus Belgia: Ritual Qurban Idul Adha Tak Sesuai Al-Quran

item-thumbnail
Seorang Muslim membaca doa terlebih dahulu sebelum memulai ritual penyembelihan hewan kurban selama Hari Raya Idul Adha. (SuaraMedia News)

Seorang Muslim membaca doa terlebih dahulu sebelum memulai ritual penyembelihan hewan kurban selama Hari Raya Idul Adha. (SuaraMedia News)

BRUSELS (SuaraMedia News) - Dalam konferensi pers di Brusel pada tanggal 25 November, dua hari sebelum Festival Kurban yang dijadwalkan untuk berlangsung, GAIA (Global Action in the Interest of Animal) telah mengungkapkan gambar-gambar mengejutkan di rumah pemotongan hewan. Gambar menunjukkan bagaimana sapi, domba dan kambing yang tidak dibius menderita sangat parah dan dianiaya. Hewan-hewan disembelih, tanpa pembiusan terlebih dahulu, untuk dijual di pasar halal, tetapi yang tidak diketahui konsumen, adalah daging yang sama dijual melalui saluran biasa tanpa label 'halal'. GAIA menuntut penghapusan pengecualian dalam undang-undang saat ini yang memungkinkan ritual penyembelihan tanpa pembiusan.

Pada bulan Agustus, September dan Oktober 2009 GAIA mengunjungi 11 rumah pemotongan hewan di Belgia (5 di Wallonia, 6 di Flanders) untuk mendokumentasikan praktek penyembelihan tanpa pembiusan. Penyembelihan tanpa pembiusan secara hukum dilarang kecuali untuk ritual penyembelihan Islam yang memang telah dibuktikan secara medis tidak menyiksa hewan.

Anggota parlemen Meyrem Almaci menunjukan keterkejutannya mengenai gambar yang diterbitkan oleh organisasi hak-hak binatang Gaia pada ritual menyembelih hewan tanpa anestesi (pembiusan).

"Menyembelih binatang dengan cara ini adalah bertentangan dengan Al-Quran," kata Almaci. Dia minta untuk melakukan pembiusan pada hewan sebelum ritual penyembelihan berlangsung, mengajak umat Islam masuk ke dalam sebuah perdebatan.

Almaci menyesalkan penyembelihan hewan tanpa goati_1bius. "Hewan bukanlah produk, tetapi makhluk hidup. Bahwa pertimbangan nilai ekonomi di atas kesejahteraan hewan tidak dapat diterima dan bertentangan dengan semangat Festival Kurban (Idul Adha), di mana ada kritieria eksplisit untuk menyembelih hewan," kata Almaci. "Jadi hewan sudah pasti tidak terlalu muda, menderita rasa sakit yang paling sedikit, dan sebuah doa dipanjatkan bagi jiwa binatang tersebut."

Almaci mengatakan komunitas Muslim di Belgia harus melakukan cara ritual pembantaian hewan yang ramah dan Islami.

Gaia akan bertemu dengan Eksekutif Muslim pada hari ini, Senin (30/11) untuk berbicara tentang penyembelihan halal yang kontroversial. Hukum Belgia mengatakan bahwa hewan harus dibius untuk dipotong, tetapi membuat pengecualian untuk ritual penyembelihan. Gaia menuntut bahwa pengecualian akan dihapus dari hukum. Menteri yang bertanggung jawab juga mengatakan bahwa undang-undang akan dibuat lebih ketat.

Gaia mengklaim mereka telah dibanjiri dengan ungkapan dukungan karena mereka telah menerbitkan foto tersebut. "Jelas bahwa praktek ini tidak ditolerir," kata organisasi itu.

"Ini tidak bisa diterima, malpraktik Abad Pertengahan ini yang harus dihentikan segera", Ketua GAIA Michel Vandenbosch berkata. "Selain itu, bertentangan dengan Pasal 3 dari Royal Decree 16 Januari 1998, yang menyatakan kewajiban untuk memastikan hewan-hewan itu tidak akan menderita stres atau sakit dan untuk menyelamatkan mereka dari penderitaan goati_2dapat dihindari."

Ketika perayaan hari libur Idul Adha berlangsung, kotamadya Belgia meminta organisasi Masjid mempersiapkan sebelumnya untuk ritual penyembelihan skala besar. Di Heusden-Zolder, misalnya, kotamadya menginvestasikan tempat penyembelihannya sendiri, karena banyak orang melakukan penyembelihan di rumah sendiri tahun lalu. Dewan kota awalnya berniat melarang penyembelihan rumah-pembantaian. Walikota Sonja Claes mengatakan, "Saya memiliki kesan bahwa umat Islam sementara itu tahu bahwa penyembelihan di rumah tanpa pembiusan tidak diperbolehkan. Saya juga berharap bahwa mereka akan mengikuti aturan itu."

Dalam Islam penyembelihan hewan adalah suatu aktifitas, pekerjaan atau kegiatan menghilangkan nyawa hewan atau binatang dengan memakai alat bantu atau benda yang tajam ke arah urat leher saluran pernafasan dan pencernaan. Agar binatang yang disembelih halal dan boleh dimakan, penyembelihan hewan harus sesuai dengan aturan agama Islam, yaitu ketika sang hewan tidak dalam keadaan sakit, tidak sadar, maupun hamil.

Penyembelihan harus dengan meggunakan alat yang tajam bertujuan untuk mempercepat kematian hewan tersebut, sehingga tidak lama-lama menyakitinya. (iw/iie/gaia) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Bela Wanita Berjilbab, Muslim Inggris Dikeroyok Geng Rasis

item-thumbnail
Seorang pria Eropa melewati mural bergambar wanita Muslim dengan jilbabnya. Di benua tersebut, serangan atas dasar agama dan ras masih dalam tingkat yang tinggi. (SuaraMedia News)

Seorang pria Eropa melewati mural bergambar wanita Muslim dengan jilbabnya. Di benua tersebut, serangan atas dasar agama dan ras masih dalam tingkat yang tinggi. (SuaraMedia News)

LONDON (SuaraMedia News) – Seorang mahasiswa Muslim berusia 18 tahun diserang dan dipukuli habis-habisan bahkan setelah ia kehilangan kesadaran oleh segerombolan pemuda kulit putih pada tanggal 6 November. Saat mereka menyerangnya, mereka berteriak, "Mana Allah-mu sekarang?" dan "Di mana Ia sekarang?"

Mahasiswa jurusan bisnis dan komputer tahun pertama itu baru saja meninggalkan perpustakaan Universitas De Montfort, Leicester, dengan temannya sekitar pukul 8.30 malam ketika mereka diserang oleh 10 pemuda kulit putih di Great Central Way, dekat perempatan Briton Street, Bede Island. Kedua mahasiswa itu, Ahmed dan Umar (bukan nama sebenarnya) melihat kelompok itu sedang mengolok-olok dan melecehkan seorang wanita Muslim berjilbab. Wanita itu bersama dengan dua wanita lain yang pergi meninggalkannya.

Ahmed mengatakan kepada The Muslim News bahwa ia dan Umar mendengar kelompok itu mengatakan pada seorang wanita paruh baya, "Apakah kamu akan menyukainya jika saya berjalan-jalan dengan mengenakan penutup wajah? Ini adalah Inggris. Kau tidak seharusnya mengenakan jilbab." Mereka khawatir terhadap apa yang akan terjadi pada wanita Muslim itu dan karena itu mereka menunggu. Salah satu dari gerombolan pemuda itu menoleh ke arah mereka dan menanyakan mengapa mereka memperhatikan kelompoknya. "Saya beritahu padanya untuk melepaskan wanita itu."

Wanita itu mencoba mencegah para pemuda kulit putih itu untuk tidak menyerang kedua mahasiswa tersebut namun mereka tidak mendengarkan.

Gerombolan pemuda itu menyerang Ahmed dan Umar, dan mulai memukuli mereka. Ahmed jatuh terkapar namun kelompok itu terus memukul dan menendanginya bahkan setelah ia tak sadarkan diri. Ia diangkat dan dilemparkan ke tanah, Umar mengira ia telah meninggal. "Yang saya tahu kemudian adalah saya melihat teman saya berdiri di samping saya menyuruh saya membaca dua kalimat syahadat. Ketika saya sadar, saya telah berada di ambulan," ujarnya . Ia mengatakan bahwa ia tidak dapat membalas pukulan-pukulan itu karena jumlah mereka terlalu banyak.

Ahmed mengatakan bahwa wajahnya bengap dan penuh dengan darah, "Saat itu, ingatan saya akan insiden itu tidak terlalu jelas." Ia menerima sejumlah luka, termasuk  patah tulang hidung, luka di kepala dan memar serta cakaran di sekujur tubuh.

Keduanya kemudian dibawa ke Leicester Royal Infirmary untuk diobati. Ahmed dipulangkan dari rumah sakit setelah lima jam.

Ahmed mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil keterangan dan juga pakaiannya untuk tes DNA karena beberapa anggota geng sempat meludahinya.

Umar, yang berada di tahun kedua mempelajari teknik mesin, mengatakan pada The Muslim News bahwa ia kerapkali mampu bangkit kembali setelah jatuh. Ia mengatakan bahwa ia melihat koleganya di lantai tak sadarkan diri dan mengira bahwa ia telah sekarat, "Kemudian saya mulai membaca dua kalimat syahadat, surat Al Fatiha, dan Surat  Al  Ikhlas. Matanya bahkan tidak mampu terbuka."

Kedua mahasiswa itu tidak menyesal telah berhenti  dan tidak berpikir dua kali untuk menolong wanita Muslim itu. "Mereka bersikap tidak adil kepadanya. Wanita itu tidak mengatakan apa-apa pada mereka. Apa yang mereka lakukan padanya tidak masuk akal," ujar Ahmed. Ia mengatakan bahwa ia marah pada perilaku para pemuda kulit putih rasis itu. "Saya pikir hal-hal semacam itu tidak terjadi. Siapa yang tahu apa yang akan mereka lakukan padanya. Saat itu benar-benar menakutkan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ia lega bahwa mereka menyerangnya dan bukan wanita tersebut.

Seorang wanita kulit putih yang sedang lewat menelepon polisi dan ambulan.

Ahmed mengatakan, "Serangan itu bersifat Islamophobik karena mereka berbicara tentang jilbab dan juga mengatakan pada saya, 'Di mana Allah-mu?' . Bagaimana mereka tahu kami seorang Muslim? Bisa saja kami adalah penganut Sikh."

Umar mengatakan serangan itu bersifat Islamphobik dan rasis saat mereka juga diteriaki "Orang Pakistan". Ia sangat marah ketika itu dan mengatakan belum pernah mengalami  rasisme di London Timur darimana ia berasal. "Apa yang terjadi sangat disayangkan karena mereka tidak sepenuhnya paham tentang kaum Muslim."

Ayah Ahmed mengatakan bahwa ia tidak bisa mengenali wajah anak laki-lakinya karena parahnya pukulan yang diterima. Mereka tidak dapat me-rontgen-nya karena bengkak yang menutupi wajahnya dan menyuruhnya kembali ke rumah sakit setelah bengkaknya mengempis, sekitar lima hari kemudian.

Ia mengatakan pihak kepolisian memberitahunya bahwa kamera CCTV merekam ke arah lain sehingga mereka tidak dapat memperoleh rekaman serangan.

Juru bicara kepolisian mengatakan bahwa seorang pemuda berusia 19 tahun telah ditahan atas kaitannya dengan insiden itu namun dibebaskan dengan jaminan. Meski demikian, Sersan Laura Milward dari unit kepolisian lokal Hinckley Road mengatakan bahwa insiden itu bersifat rasis karena korbannya adalah etnis Asia dan karena komentar-komentar yang dibuat saat serangan.

Polisi mendorong setiap orang yang menyaksikan kejadian itu untuk melapor, namun terutama tertarik untuk berbicara dnegan wanita yang dilecehkan secara rasial oleh kelompok itu sebelum insiden serangan. (rin/mn) www.suaramedia.com
loading...
Read more »

Militer Zionis Akui Tanda Kehancuran Israel

item-thumbnail

ImageMediaUmat- Gabi Ashkenazi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis Israel mengkhawatirkan eskalasi pembangkangan tentara rezim Zionis dan menilainya sebagai pemicu kehancuran militer Israel. Sebagaimana ditulis koran Zionis, Yediot Aharonot, Ashkenazi mengatakan, "Militer Israel tidak akan bisa bertahan, jika tentaranya tidak menaati perintah atasan mereka."

Kekhawatiran Ashkenazi soal eskalasi pembangkangan di kalangan tentara dan perwira militer Zionis mengemuka di saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beberapa hari lalu memperingatkan bahwa pembangkangan terhadap perintah atasan militer bisa mengakibatkan kehancuran Israel.

Sumber Zionis melaporkan, sekitar setengah dari pemuda Israel menolak mendaftarkan diri menjadi tentara rezim Zionis. Para pengamat politik menilai peningkatan tentara Zionis yang lari dari tugas adalah faktor penyebab kekalahan Israel dalam perang dengan Lebanon pada tahun 2006 dan perang 22 hari di Jalur Gaza. Setelah kegagalan dua perang tersebut, sumber Zionis menyebutkan terjadinya peningkatan drastis aksi bunuh diri di kalangan militer Israel. (irib.ir, 23/11/2009)

loading...
Read more »

Obama Akan Mengirim Tentara Lebih Banyak ke Afghanistan

item-thumbnail

Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Tim  NSC (National Security Council - Dewan Keamanan Nasional), Senin (23/11), di Gedung Putih, mendiskusikan tentang pilihan yang akan diambil terhadap prang di Afghanistan. Obama yang sudah bertemu dengan tim NSC itu memilih opsi mengirimkan lebih banyak lagi tentara ke Afghanistan.

Sesudah pertemuan lengkap yang dihadiri tokoh dalam Tim NSC, nampaknya Presiden Obama akan segera mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil terhadap Afghanistan. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih itu, berlangsung hari Senin malam (23/11), ujar juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.

Pertemuan Senin petang itu, berlangsung hingga pukul 10.00 pm, yang dihadiri Wapres Joe Biden, Menhan Robert Gate, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Laksamana Mc Mullen, Panglima paskan AS di Afghanistan Jendral Mc Chrystal, dan Dubes AS di Afghanistan, Karl Eikenberry. Meskipun, ketika bertemu dengan sejumlah pejabat militer AS, ketika memperingati hari Veteran Perang, tanggal 11 Nopember, Presiden Obama telah meminta agar dilakukan revisi terhadap rencana penambahan  pasukan AS di Afghanistan. Obama juga memikirkan bagaimana strategi militer AS dapat 'keluar'   dari Afghanistan.

Menurut informasi dari Gedung Putih, Obama memilih menambah jumlah pasukan AS dengan jumlah sekitar 34.000 ke Afghanistan, sehingga jumlah pasukan AS di Afghanistan akan mencapai 68.000 pasukan untuk menghadapi Taliban. Sebelumnya, pertemuan yang berlangsung 11 Nopember itu, Jendral David Petraeus, Panglima Pasukan AS di Timur Tengah, lebih menginginkan pendekatan penguatan pasukan Afghanistan, bukan penambahan pasukan ke Afghanistan.

Menlu AS, Hallary Clinton, yang belum lama berkunjung ke Kabul, dan bertemu dengan Hamid Karzai, menjelang pelantikan Presiden Hamid Karzai sebagai kesempatan penting, menegaskan komitment AS kepada Karzai agar segera memperbaiki pemerintahannya, dan memberantas korupsi. Richard Holbrooke, yang menjadi utusan khusus Presiden Obama menginginkan agar rakayt Afghansitan menolong dirinya sendiri, dan mengurangi campur tangan AS di negeri.

Keputusan Obama yang akan mengirim lebih banyak lagi tentara ke Afghanistan, hanya akan menciptakan negeri itu menjadi lebih tidak stabil. Karena, sepanjang sejarah Afghanistan telah menjadi 'kuburan' bagi para penjajah. Itu sudah terbukti. (m/cnn)

loading...
Read more »

Ekstremis Hindu Otak Penghancuran Masjid Babri

item-thumbnail

KAIRO-Kaum nasionalis Hindu yang merupakan kunci pemerintahan dan para tokoh oposisi pemerintah mengatur penghancuran masjid Babri yang bersejarah pada tahun 1992 menurut sebuah investigasi yang berlangsung selama 17 tahun di India. Mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee menjadi bagian dari "perencanaan cermat" penghancuran masjid yang dibangun pada abad ke-16 tersebut menurut bocoran dari investigasi yang diterbitkan oleh harian Indian Express pada hari Ahad, 23 November lalu.

Selain Vajpayee, beberapa tersangka yang juga terlibat dalam rencana penghancuran masjid tersebut adalah L.K. Advani yang saat ini menjadi pemimpin garis keras Bharatiya Janata Party (BJP) dan Mantan Presiden BJP Murli Manohar Joshi.

Advani berkelana di India pada tahun 1990 mencari dukungan kampanye untuk membangun sebuah kuil di lokasi masjid Babri di kota Ayodhya di bagian utara negara bagian Uttar Pradesh. Lalu gerombolan militan Hindu tersebut menghancurkan masjid Babri pada tahun 1992. Mereka mengklaim bahwa tempat berdirinya masjid tersebut merupakan tempat kelahiran dewa-raja mereka Rama.

Pembongkaran masjid Babri tersebut memicu kekerasan antara umat Hindu dengan umat Muslim yang terburuk. Hampir 2.000 lebih orang yang sebagian besar umat Islam meninggal akibat kekerasan tersebut.

Kemudian, Komisi Liberhan didirikan 10 hari setelah pembongkaran masjid Babri. Setelah melakukan investigasi selama 17 tahun dan 48 ekstensi, mereka menyerahkan laporan hasil investigasi tersebut pada 30 Juni tahun ini.

Laporan mengindikasikan seluruh petinggi dari gerakan nasionalis Hindu ekstremis seperti Sangh Parivar, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), World Hindu Council (VHP), dan kelompok ekstremis Hindu yang disebut Tentara Shiv (Shiv Sena) ikut terlibat dalam rencana pembongkaran masjid Babri. Laporan tersebut juga menyatakan, gubernur negara bagian tidak melakukan banyak hal untuk menghentikan para ekstremis Hindu dalam menghancurkan masjid tersebut.

Bukti-bukti yang didapatkan dari penyelidikan selama 17 tahun yang akan segera diterbitkan menjadi bantahan terhadap klaim pemerintah bahwa pembongkaran masjid bersejarah tersebut merupakan kejadian spontan dan tidak terencana. Dari investigasi tersebut disimpulkan bahwa peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan pembongkaran masjid Babri direncanakan dengan hati-hati, teratur dan cermat.

Komisi Liberhan mencermati pengiriman dana ke Faizabad dan Ayodhya dilakukan tepat sebelum kaum Hindu ekstremis melakukan mobilisasi menuju masjid Babri. Mereka juga menyoroti modus serangan terhadap masjid Babri serta adanya ketersediaan instrumen dan material dengan mudah seperti sudah direncanakan. Laporan tersebut juga menyatakan, adanya penghancuran simbol-simbol dan kotak kas dari bawah kubah-kubah dan akhirnya dilakukan pembangunan kuil. Hal itu jelas menunjukkan bahwa penghancuran masjid dilakukan dengan persiapan dan perencanaan.

Kemarahan terjadi di parlemen pada hari Senin setelah munculnya tuduhan penghancuran masjid Babri secara terencana di media lokal. Advani, tersangka utama menuduh Partai Kongres yang berkuasa sengaja membocorkan kesimpulan penyelidikan. Juru Bicara Partai Kongres Abhishek Manu Singhvi menuduh pemimpin BJP bertepuk tangan dengan gembira saat mereka menyaksikan para perusuh Hindu meruntuhkan masjid dan kemudian meneteskan air mata buaya seolah-olah menandakan kesedihan. (Republika online, 24/11/2009)

loading...
Read more »

Kunjungi Brazil, Ahmadinejad Tantang AS - Israel

item-thumbnail
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam kunjungannya di Gedung Kongres Brazil, Brasilia pada 23 November 2009 lalu. (SuaraMedia News)

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam kunjungannya di Gedung Kongres Brazil, Brasilia pada 23 November 2009 lalu. (SuaraMedia News)

BRASILIA (SuaraMedia News) – Mahmoud Ahmadinejad, presiden Iran, dalam kunjungannya di Brazil mengatakan bahwa dirinya tidak takut dengan serangan terhadap program nuklirnya. Hal tersebut disampaikan Ahmadinejad di hadapan para wartawan asing pada hari Senin malam di ibukota Brazil, Brasilia. Ahmadinejad menambahkan bahwa baik AS maupun Israel tidak akan memiliki keberanian untuk memulai perang dengan Iran.

"Era serangan militer sudah berakhir," katanya. "Saat ini adalah saat untuk melakukan dialog dan pengertian. Senjata dan ancaman adalah hal-hal yang dilakukan di masa lalu. Hal-hal tersebut dipergunakan untuk mempengaruhi mental orang-orang. Negara-negara yang kalian (wartawan) sebutkan tidak punya keberanian untuk melakukan hal itu."

Ahmadinehad berbicara kepada para wartawan selama hampir satu jam di sebuah auditorium di hotel tempat ia menginap di Brazilia. Ahmadinejad memuji orang-orang Brazil dan menyebut mereka baik, berbudaya, dan penuh perdamaian. Ahmadinejad juga mengatakan bahwa seperti halnya Brazil, negaranya memiliki hak untuk mempergunakan energi nuklir dengan tujuan damai.

Sementara itu, presiden Brazil menawarkan dukungannya terhadap program nuklir kontroversial Iran yang banyak mendapatkan kritikan, utamanya dari AS dan negara-negara Barat lainnya.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers gabungan di ibukota Brazil, Brasilia, pada hari Senin setelah berdialog dengan Mahmoud Ahmadinejad, presiden Iran yang datang berkunjung ke Brazil, Luis Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa Brazil mendukung penuh upaya Iran untuk mendapatkan energi nuklir untuk tujuan damai dengan tetap memperhatikan aturan-aturan internasional.

Lula mendesak Ahmadinejad untuk melanjutkan kontak dengan negara-negara yang tertarik dengan sebuah solusi yang adil dan seimbang terhadap isu nuklir Iran.

Dalam pidato mingguannya di radio, Lula mengatakan bahwa cara untuk menghadirkan stabililtas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah adalah dengan mendekati Iran, bukan mengisolasi negara tersebut.

"Mengisolasi Iran benar-benar tidak membantu," katanya. "Adalah sebuah hal yang penting bahwa ada yang bersedia untuk duduk bersama dengan Iran, berbicara dan mencoba menciptakan keseimbangan sehingga kawasan Timur Tengah dapat kembali normal."

Lula, yang mempertajam kemampuan negosiasinya ahmad_brazil1sebagai seorang pemimpin pemersatu, mengatakan bahwa ada taktik baru yang diperlukan untuk berurusan dengan Iran.

"Saya memberitahu Presiden Obama, Presiden Sarkozy, Kanselir (Jerman) Angela Merkel, bahwa kami tidak akan mendapatkan hasil yang positif dengan Iran jika Iran terus dipojokkan. Anda harus menciptakan ruang untuk berdialog," katanya bulan lalu.

Dalam acara radionya, Lula juga mengajukan rencana pertandingan sepakbola pada bulan Maret mendatang, yang mempertemukan tim nasional Brazil dengan tim yang berisi para pemain Israel dan Palestina.

Mahmoud Ahmadinejad mendukung upaya Brazil untuk menjadi anggota permanen dari Dewan Keamanan PBB.

Brazil adalah salah satu dari 10 negara calon anggota tidak permanen Dewan Keamanan PBB, negara-negara yang tidak memiliki kekuatan veto, pada periode tahun 2010 dan 2011.

"Kami mendukung reformasi Dewan Keamanan PBB, dan kami mendukung Brazil agar ahmad_brazil3mendapatan kursi anggota permanen Dewan tersebut," kata Ahmadinejad.

Dia menambahkan, "Dewan Keamanan PBB telah gagal dalam 60 tahun terakhir karena veto dari sejumlah kecil negara, sebuah hal yang menjadi sumber ketidakamanan bagi beberapa negara di dunia."

Kunjungan pertama Ahmadinejad ke Brazil tersebut memberikan peluang bagi Lula untuk meningkatkan dukungan politik terhadap negara yang terletak di kawasan Amerika Selatan tersebut, demikian disampaikan oleh sejumlah pengamat.

Namun para politisi oposisi Brazil mengkritik keputusan tersebut, mengutip kekhawatiran terhadap program nuklir Iran sebagai catatan hak asasi manusia, mereka juga mengkritik sikap Ahmadinejad yang menyangkal Holocaust.

Ada sejumlah unjuk rasa menentang kunjungan Ahmadinejad yang digelar di Brasilia dan kota-kota besar lainnya di seluruh penjuru negara tersebut.

Lucia Newman, editor Amerika Latin Al Jazeera, mengatakan, "Dia (Lula) telah menghadapi kritikan, bukan hanya dari Partai Republik di Washington, tapi juga di Brazil sendiri."ahmad_brazil2

"Mereka (para kritikus) yakin bahwa dia telah melangkah terlalu jauh, bahwa dia telah mengisolasi Brazil dengan cara berdiri di pihak "poros kejahatan"."

Lula membela kunjungan Ahmadinejad tersebut, ia mengatakan bahwa untuk mencapai perkembangan dalam hal perselisihan nuklir dengan Iran dan mengenai tergantungnya proses perdamaian Timur Tengah, diperlukan dialog dengan semua pihak.

Perjalanan Ahmadinejad tersebut dilakukan menyusul kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dua minggu sebelumnya, dan Shimon Peres, yang menyerukan kepada Lula untuk mempergunakan pengaruh Brazil untuk memadamkan ambisi nuklir Iran.

Program nuklir Iran, yang menurut keterangan Iran dipergunakan untuk tujuan sipil, telah mendatangkan kritikan dari negara-negara Barat yang mencurigai Teheran tengah mencoba merakit senjata nuklir. (dn/bm/aj) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Bersatunya Agama Berhasil Ringkus Penyerang Masjid

item-thumbnail
Papan nama Islamic Center Columbia terlihat masih kokh berdiri meski Masjid tersebut telah mendapat serangan berlatar belakang rasial dan agama. (SuaraMedia News)

Papan nama Islamic Center Columbia terlihat masih kokh berdiri meski Masjid tersebut telah mendapat serangan berlatar belakang rasial dan agama. (SuaraMedia News)

COLUMBIA (SuaraMedia News) - Seorang supremasis kulit putih yang mengaku diri dijatuhi hukuman penjara federal atas pengeboman sebuah Islamic Center di Columbia, Tennesse.

Hakim senior Robert L. Echols Michael Corey Golden dijatuhi hukuman sampai 14 tahun dan tiga bulan penjara dan pembebasan bersyarat selama tiga tahun karena telah merusak dan membakar Islamic Center of Columbia.

Golden mengaku bersalah pada tanggal 3 November 2008, untuk penghancuran properti agama dan untuk menggunakan api untuk melakukan tindak pidana.

Kejahatan tersebut dibekuk bersama oleh seluruh komunitas umat Islam, Yahudi dan Kristen. Mereka bekerja sama untuk menyediakan tempat ibadah bagi masyarakat Muslim dan menyumbangkan uang untuk membangun kembali Masjid itu.

Golden, 24, sebelumnya mengakui bahwa ia membuat bom molotov, yang merupakan bom api yang meledak, memicu mereka dan menggunakannya untuk menghancurkan Masjid pada tanggal 9 Februari 2008.

Dia berkata di pengadilan bahwa sementara ia membakar Masjid, seorang rekan terdakwa mengecat swastika dan frasa "White Power" pada dinding bangunan.

Dua terdakwa dalam kasus ini, Jonathan Edward Stone dan Eric Ian Baker, sebelumnya mengaku bersalah dan dijadwalkan akan divonis pada bulan Desember.

"Hak untuk beribadah tanpa rasa takut terhadap kekerasan semacam ini adalah gangguan hak-hak sipil yang paling mendasar di antara kita," kata Thomas E. Perez, Asisten Jaksa Agung untuk Divisi Hak-Hak Sipil. "Kami akan secara agresif menuntut siapa pun yang berusaha untuk mengintimidasi atau melukai setiap jemaat karena apa yang mereka percayai, bagaimana mereka beribadah atau siapa mereka."

"Jenis kejahatan ini menohok jantung hak-hak sipil kita dan kebebasan beragama di AS. Saya sangat senang bahwa melalui kerjasama lokal, negara bagian dan federal semua terdakwa yang bertanggung jawab atas serangan keji ini telah dibawa ke pengadilan," kata Jaksa Edward M. Yarbrough untuk Distrik Tengah Tennessee.

"Setiap Muslim yang melihat berita foto dengan Swastika dilukis di Islamic Center yang terbakar adalah korban serangan ini. Hari ini, mereka dapat melihat dengan jelas bahwa penegakan hukum AS berdiri dengan kuat bersama mereka untuk menjamin kebebasan mereka untuk beribadah dan berkumpul," kata Penanggung Jawab Divisi Agen Khusus ATF Nashville Field, James M. Cavanaugh.

"FBI berkomitmen untuk melindungi hak-hak sipil semua orang melalui penegakan undang-undang hak-hak sipil federal," kata Agen Khusus FBI Divisi Memphis di Charge My Harrison. "Penghancuran tempat ibadah apapun tidak akan diabaikan dan FBI akan melakukan segala upaya untuk membawa orang-orang yang melakukan perbuatan keji itu ke pengadilan."

Kasus ini diselidiki oleh FBI, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak, Tennessee State Bom dan Pembakaran, serta Departemen Kepolisian Columbia, Tennesse. Asisten Pengacara  Hal McDonough dari Kantor Kejaksaan AS di Nashville dan Jaksa Pengadilan Jonathan Skrmetti dari Divisi Hak-Hak Sipil melakukan tuntutan pada kasus ini.

Islamic Center  ini bertempat di sebuah bekas toko reparasi elektronik di 1317 S. Main St di Columbia, sebuah kota di Maury County sekitar 45 kilometer di selatan Nashville.

Meskipun ukurannya tidak seberapa besar, jemaat yang beragam, dengan anggota dari Timur Tengah, India, Irak dan Mesir, ditambah beberapa mualaf AS. Abudiab mengatakan mereka dapat berhubungan baik dengan tetangga sejak membeli bangunan itu delapan tahun lalu.

Anggota Masjid termasuk Rami Awad bergegas ke tempat kejadian setelah menerima kabar rumah ibadah mereka terbakar. Awad mengatakan dia tidak bisa percaya seseorang akan dengan sengaja menghancurkan Masjid. Bagi Awad, yang mengatakan ia dibesarkan di Betlehem di Israel dan datang ke AS 12 tahun yang lalu, tampaknya seperti adegan dari Timur Tengah.

Pada akhirnya, pusat tersebut didirikan di bangunan yang lebih bagus di Columbia. Tapi itu sedikit menghibur masyarakat yang masih bergulat dengan rasa takut akan serangan serupa.

"Itu bukanlah melihat bangunan dalam api yang mematahkan hati kita dan menyebabkan kita takut," kata Daoud Abudiab, presiden pusat dan salah satu pendirinya, di pengadilan Senin. "Slogan-slogan di dindinglah, dan apa yang mereka bela yang membuat kita takut."

Sejak awal, Abudiab berkata, Pusat itu berjuang untuk menjadi tetangga yang baik di Maury County."Bangunan kami selalu terbuka kepada siapa saja," katanya. (iw/exm/tns) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Strategi AS-NATO gugur, Taktik Al-Qaeda Sukses!

item-thumbnail
Helikopter militer AS menurunkan pasukan di Afghanistan, terus membanjiri wilayah tersebut Afghanistan meski sang Presiden Obama tak lagi yakin akan akhir dari perang akbar tersebut. (SuaraMedia News)

Helikopter militer AS menurunkan pasukan di Afghanistan, terus membanjiri wilayah tersebut Afghanistan meski sang Presiden Obama tak lagi yakin akan akhir dari perang akbar tersebut. (SuaraMedia News)

LONDON (SuaraMedia News) - Situasi dengan kampanye anti-teroristik AS dan NATO di Afghanistan akan menemui jalan buntu. Hal ini menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa pengaruh tren Jihad Islam sedang berkembang.

Sebuah perang kecil yang dilakukan oleh AS dan sekutu-sekutu NATO mereka untuk menghalangi Al-Qaeda di gunung persembunyian mereka telah berlangsung selama delapan tahun. Ini hampir menjadi tamparan untuk AS dan menyebabkannya kehilangan posisi kepemimpinan di dunia unipolar.

Saat ini, pemerintah AS harus menghadapi dunia multipolar dengan pemimpin yang muncul baru di arena politik. Salah satunya adalah China, di mana Obama berusaha untuk membangun kemitraan strategis.

Gedung Putih mengakui bahwa AS dan NATO yang sangat macet di Afghanistan. Washington dan ibu kota Eropa panik mencari jalan keluar tetapi tak kunjung melihat alternatif kehadiran militer.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown adalah salah satu pendukung kuat perang Afghan. Dia menyarankan melakukan konferensi di London pada awal tahun 2010 untuk membahas cara-cara pembangunan Afghanistan.

Dalam sambutannya, Brown menyerukan kepada Presiden Hamid Karzai meminta dia untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menghilangkan korupsi di negara ini.

Ia juga menyatakan bahwa masyarakat internasional untuk menetapkan prosedur yang akan memungkinkan pengalihan bertahap wilayah Afghanistan kepada pemerintah Afghanistan.

Brown mengatakan bahwa pasukan Inggris akan kembali ke rumah setelah orang-orang Afghanistan mengontrol keselamatan mereka sendiri dan memaksa keluar Al-Qaeda. Ini adalah prospek gelap karena tidak ada yang percaya bahwa Karzai mampu mengendalikan situasi di negaranya.

Namun, pada awal November Brown menyatakan bahwa kebijakan Inggris di Afghanistan tidak akan berubah meskipun adanya kehilangan dlam jumlah besar. Sejauh ini 96 tentara Inggris tewas us-troops-outdi Afghanistan pada tahun 2009. Brown yakin bahwa misi militer tidak dapat dipenuhi tanpa risiko dan bahaya.

Dia menekankan bahwa Afghanistan dan Pakistan terus menjadi ancaman teroris utama untuk Inggris. Dia menambahkan bahwa mereka yang mempertanyakan kehadiran militer Inggris di Afghanistan harus berpikir tentang serangan teroris yang dilakukan di Britania sejak tahun 2001.

Sementara itu, sebuah artikel yang ditulis oleh Khalil El-Anani untuk surat kabar arab "Al Ahram" membahas evolusi tugas strategis dan agenda Al-Qaeda.

Menurut Khalil El-Anani, "... sekarang karena gesekan perang Al-Qaeda melawan AS telah melangkah ke kekuatan penuh di Afghanistan dan Pakistan, di bawah bendera gerakan Taliban di negara-negara tersebut. Organisasi tujuan utama pada saat ini adalah untuk menjaga agar pasukan AS di zona konflik selama mungkin untuk mengeringkan material dan militer AS. "

"Tidak mengherankan, dari sudut pandang ini, bahwa Al-Qaeda menganggap keputusan AS untuk mundur dari Irak sebagai kerugian strategis. Sebaliknya, keputusan Presiden Obama untuk meningkatkan pasukan AS di Afghanistan hingga 63.000 pasukan merupakan hadiah kepada Al-Qaeda, " El-Anani menulis.us-troops-out-now

Para analis Arab menyebutkan bahwa lebih banyak pasukan yang dikirim ke Afghanistan dan semakin lama mereka tinggal di sana, semakin besar risiko kelelahan militer. Dia menyarankan bahwa Al-Qaeda sengaja menuntun AS masuk perangkap ini.

Saat ini, 63.000 tentara AS ditempatkan di Afghanistan, dan jumlah ini dapat tumbuh hingga 100,000 di awal tahun berikutnya jika konflik di Gedung Putih diselesaikan dengan mendukung Jenderal Stanley McChrystal.

Selain itu, kerugian di antara tentara AS dan NATO telah sangat meningkat.

"Sementara itu, karena situasi di Irak dan Afghanistan telah memburuk begitu serius, AS telah kehilangan banyak keuntungan strategis di Teluk, dan tenggara dan Asia Tengah," El-Anani menyatakan.

"Sementara Al-Qaeda menekan maju dengan mengembangkan strategi dan kampanye perang psikologis yang sesuai, tampaknya AS akan menggelepar dalam upaya untuk mengatasi manuver itu dan mempertahankan perang. Apa yang Washington tidak lakukan adalah menjajaki kemungkinan menghentikan perang atau secara radikal mengubah strategi," analisa itu menambahkan.

Khalil El-Anani percaya bahwa pencapaian utama Al-Qaeda adalah kemerosotan moral dan politik prestise AS terkait dengan penghancuran peran AS sebagai negara adidaya yang mendominasi dunia yang unipolar.  as_pakistan

Fenomena ini menjadi sangat jelas dalam sembilan bulan terakhir. Dalam pidato baru-baru ini kepada Majelis Umum PBB, Presiden Obama resmi mendeklarasikan akhir dunia unipolar dan membuka era baru dalam hubungan internasional.

"Bahwa Al-Qaeda telah berhasil mencapai tujuan ini dalam kampanye melawan "musuh jauhnya" seharusnya memaksa kita untuk menilai kembali pandangan kita pada sifat organisasi dan bagaimana untuk merespon proyek strategisnya," analis Arab itu menyimpulkan.

Sepertinya banyak anggota koalisi NATO yang setuju dengan pernyataan ini. Menurut jajak pendapat yang diterbitkan di London akhir pekan lalu, 71 persen orang Inggris menginginkan pasukan ditarik dari Afghanistan dalam waktu satu tahun. (iw/pd) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Bocornya Dokumen “Ajaran Sesat” Blair Dalam Parlemen Inggris

item-thumbnail

     

Pasukan Inggris mengunjungi Desa Basrapada tahun 2003, ketika mereka memulai invasinya di Irak. (SuaraMedia News)

Pasukan Inggris mengunjungi Desa Basrapada tahun 2003, ketika mereka memulai invasinya di Irak. (SuaraMedia News)

LONDON (SuaraMedia News) - Komandan militer diharapkan untuk memberitahu penyelidikan atas perang Irak, yang akan dibuka pada hari Selasa, bahwa invasi tersebut tidak memiliki perencanaan yang baik dan persiapannya disabotase oleh pemerintahan Tony Blair dalam upaya untuk menyesatkan publik.

Mereka begitu terkejut oleh kurangnya persiapan setelah invasi yang mereka percaya bahwa anggota dari pemerintah Inggris dan AS pada saat itu dapat dituntut untuk kejahatan perang dengan pelanggaran kewajiban yang digariskan dalam konvensi Jenewa untuk menjaga keamanan penduduk sipil dalam suatu konflik, lapor kantor berita Guardian.

Langkah yang diambil oleh Pemerintahan Blair untuk menyembunyikan rencana invasi dan semarah apa komandan militer  pada apa yang mereka sebut kegagalan "mengerikan" pemerintah muncul ketika Sir John Chilcot, ketua penyelidikan, berjanji untuk menghasilkan sebuah keterangan "penuh dan mendalam" tentang bagaimana Inggris ikut terseret ke dalam konflik.

Bukti baru telah muncul tentang bagaimana Blair menyesatkan anggota parlemen dengan menyatakan pada tahun 2002 bahwa tujuannya adalah "pelucutan senjata, bukan perubahan rezim". Dokumen yang ada menunjukkan pemerintah ingin menyembunyikan maksud yang sebenarnya dengan memberi "sejumlah kecil" informasi dari pejabat.

Dokumen-dokumen yang bocor kepada Sunday Telegraph adalah " laporan pasca-operasional" dan dokumen-dokumen "Lesson Learned" yang disusun oleh tentara dan komandan lapangan. Mereka merujuk kepada sebuah operasi "terburu-buru" yang menyebabkan "resiko signifikan" untuk pasukan dan "kegagalan parah" di masa sesudah perang.

Satu komandan mengatakan pemerintah "melewatkan kesempatan emas" untuk mendapatkan dukungan dari warga Irak. Lainnya berkomentar: "Itu bukan seperti kolonialisme tahun 1750-an di mana militer harus melakukan semuanya sendiri". Seorang, menggambarkan rantai suplai, menambahkan: "Saya tahu pasti bahwa ada satu kontainer penuh ski di gurun".

Beberapa pasukan yang dikerahkan di penerbangan sipil ke negara-negara tetangga Irak dengan peralatan mereka "yang dibawa oleh bagasi tangan". Produk dianggap berbahaya, termasuk pisau lipat dan gunting kuku, disita dari mereka.blair_pasukan_inggris

Diwawancarai untuk laporan sesudah perang yang disusun oleh Kementrian Pertahanan, Brigadir Bill Moore, komandan dari  Brigade 19, ditanya: "Apakah Anda menerima tingkat yang benar nasihat untuk pembangunan bangsa Anda hadapi?" Dia menjawab: "Kami sama sekali tidak punya saran apa pun. Kurangnya saran dari FCO (Foreign and Commonwealth Office), Home Office dan DFID (Department for International Development) itu mengerikan."

Laporan "Lesson Learned" menyatakan: "Jangan sekali lagi kita mengirim tentara yang tak diperlengkapi dengan baik ke medan tempur". Namun, banyak kegagalan yang diceritakan dalam dokumen yang bocor dan bukti yang diberikan dalam komite di Commons, terutama yang berkaitan dengan peralatan, telah diulang di Afghanistan.

Secara signifikan, dokumen-dokumen mendukung apa yang sebelumnya diakui oleh para pejabat, bahwa tentara tidak diizinkan untuk mempersiapkan dengan baik invasi ke Irak pada tahun 2002 agar parlemen dan PBB tidak waspada bahwa Blair sudah bertekad untuk pergi berperang.

Dokumen-dokumen itu menambahkan: "Di Whitehall, rezim keamanan operasional internal, di mana hanya sejumlah kecil perwira dan pejabat diizinkan untuk terlibat (dalam persiapan invasi Irak) terkendala perencanaan yang lebih luas untuk operasi tempur dan fase-fase berikutnya secara efektif sampai 23 Desember 2002."

Blair telah berjanji pada George Bush bahwa ia akan bergabung dengan invasi pimpinan Amerika ketika, hingga akhir Juli 2002, ia menyangkal di hadapan anggota parlemen bahwa persiapan yang sedang dilakukan adalah untuk aksi militer. Dokumen yang bocor mengungkapkan bahwa "dari bulan Maret 2002 atau paling lambat Mei ada kemungkinan yang signifikan dari operasi Inggris berskala besar ".pasukan_inggris1

Dokumen bocor pada tahun 2005 menunjukkan bahwa, hampir setahun sebelum invasi, Blair secara pribadi bersiap-siap untuk menempatkan Inggris dalam perang dan menggulingkan Saddam Hussein, meski peringatan dari penasihat dekatnya bahwa hal itu tidak bisa dibenarkan. Mereka juga menunjukkan bagaimana Blair berencana untuk membenarkan perubahan rezim sebagai tujuan, meskipun ada peringatan dari Lord Goldsmith, Jaksa Agung, bahwa "keinginan untuk perubahan rezim bukanlah dasar hukum bagi aksi militer."

Chilcot mengatakan ia dan timnya tidak akan segan-segan membuat kritik terhadap individu atau organisasi jika mereka dibenarkan. Tapi ia menekankan penyelidikan bukanlah pengadilan hukum yang dibentuk untuk menentukan isu bersalah dan tidak bersalah. (iw/gd) www.suaramedia.com


loading...
Read more »

Al-Aqsa Akan Dimenangkan Jika Arab Sesemangat Sepak Bolanya

item-thumbnail

        

Anak-anak Gaza larut dalam permainan sepak bola di tengah-tengah tenangnya wilayah tersebut dari serbuan berdarah zionis Israel. (SuaraMedia News)

Anak-anak Gaza larut dalam permainan sepak bola di tengah-tengah tenangnya wilayah tersebut dari serbuan berdarah zionis Israel. (SuaraMedia News)

YERUSALEM TERJAJAH (SuaraMedia News) – Sekretaris jenderal komisi Islam-Kristen, Hasan Khater, pada hari Sabtu mengatakan bahwa Israel tidak akan berani untuk melakukan Yahudisasi terhadap Yerusalem, yang hingga kini berada dibawah penjajahan, menodai tempat suci dan mengusir para penduduknya jika saja antusiasme orang-orang Arab terhadap masjid Al Aqsa sebesar antusiasme mereka terhadap sepak bola.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para wartawan asing dan Palestina di markas baru komisi tersebut di kota Yerusalem.

"Saya kira bangsa-bangsa Arab dan Muslim sudah mati dan tidak mampu berinteraksi dengan apapun, namun pertandingan antara Mesir dan Aljazair membuktikan bahwa memang ada potensi, kejadian dan gambaran luar biasa, dan itu semua sayangnya dipergunakan untuk hal yang bertentangan dan jauh dari isu nasional dan kekhawatiran sebenarnya," kata Khater.

Dia menambahkan bahwa para penggemar sepakbola terlihat begitu histeris mendukung tim pujaannya dalam pertandingan tersebut, namun antusiasme semacam itu sama sekali tidak terlihat kala serdadu Israel memburu dan menangkap orang-orang Paalestina yang datang untuk beribadah di Masjid Al Aqsa.

"Apakah Masjid Al Aqsa dan Yerusalem sudah menjadi tidak penting dan dikalahkan oleh sepakbola?" tanya kepala komisi Islam-Kristen tersebut.

Bulan Oktober lalu, komisi Islam-Kristen mengatakan bahwa ada dana dalam jumlah besar yang dianggarkan oleh pemerintahan penjajah Israel untuk melakukan Yahudisasi terhadap kota suci Yerusalem.

Dr. Hassan Khater mengatakan bahwa untuk tahun 2009-2010, Israel menganggarkan ratusan juta dollar yang sengaja dialokasikan untuk menghapuskan segala bentuk identitas Arab di Yerusalem, dan juga untuk mengepung Masjid Al Aqsa.

Dia mencatat bahwa sebuah laporan Israel mengungkapkan keberadaan dana berjumlah sekitar 50 juta dollar yang sengaja dialokasikan untuk mengembangkan pemukiman Yahudi Ma'ale Adumim dan Jabal Abu Ghunaim, yang didirikan di atas tanah Palestina yang dicaplok Israel. Dana tersebut dikucurkan sebagai tambahan dari 106 juta dollar untuk menghubungkan pusat-pusat pemukiman dengan jantung kota terjajah Yerusalem, yang saat ini mayoritas dikuasai oleh kaum Yahudi Zionis.

Selain itu, Khater mengatakan bahwa ada sekitaranak_anak_gaza1 20 juta dollar yang disertakan dalam anggaran Israel untuk meYahudikan sejumlah lokasi-lokasi sakral di kota tersebut, ia menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut ibaratnya hanya pucuk dari fenomena gunung es dari jumlah dana sebenarnya yang dialokasikan pemerintah penjajah Israel dan berbagai organisasi lainnya untuk tujuan yang sama.

Sejauh ini, Khater memperingatkan bahwa ada kelompok-kelompok Yahudi telah mengerahkan upaya-upaya dan dana yang bahkan melebihi pemerintah Israel, demi melakukan Yahudisasi terhadap Yerusalem. Serta untuk mengaburkan segala hal yang merupakan warisan budaya dan sejarah Arab dan Muslim.

Dalam hal ini, Khater mendesak negara-negara serta para pengusaha Arab yang kaya untuk turut berpartisipasi dalam perang Yerusalem dan untuk meningkatkan pertahanan orang-orang Palestina di Yerusalem yang tidak bersedia menjual properti mereka serta memblokir rencana Israel.

"Para saudara Arab dan Muslim kita memiliki kekayaan yang mencukupi dan potensial yang dapat dipergunakan dalam mempertahankan Yerusalem, jika mereka mau melakukannya, karena Yerusalem mempertaruhkan banyak peranan Arab dan Muslim dalam perang yang penting ini," imbuh Khater. (dn/pi/un) www.suaramedia.com


loading...
Read more »

Bocornya Keterlibatan BJP Dalam Penghancuran Masjid Babri

item-thumbnail

  

Para militan Hindu tampak memenuhi Masjid Babri dan melakukan pengrusakan. (SuaraMedia News)

Para militan Hindu tampak memenuhi Masjid Babri dan melakukan pengrusakan. (SuaraMedia News)

NEW DELHI (SuaraMedia News) – Oposisi utama pemerintah India, BJP (partai Bharatiya Janata), marah atas laporan bahwa pemimpinnya termasuk salah satu yang menjadi target penyelidikan terhadap penghancuran Masjid Babri tahun 1992.

Pada hari Senin,  anggota parlemen dihebohkan dengan bocornya sebuah laporan penyelidikan yang disebut menyalahkan figur-figur senior BJP termasuk Atal Behari Vajpayee dan LK Advani.

Laporan komisi Liberhan itu diserahkan pada pemerintah pada bulan Juni namun isinya belum dipublikasikan.

Penghancuran Masjid itu memicu kerusuhan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Komisi Liberhan dibentuk untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa yang memicu penghancuran Masjid di kota Ayodya itu oleh segerombolan orang Hindu.

Komisi tersebut membutuhkan waktu 17 tahun untuk menyelesaikan penyelidikannya, dan menghabiskan biaya lebih dari USD 1.3 juta.

Detail tentang penemuan komisi muncul di media India pada hari Senin.

"Saya tertegun. Saya sangat terkejut melihat laporan telah bocor. Saya ingin tahu siapa yang membocorkannya," ujar pemimpin BJP LK Advani di parlemen.

Advani mengatakan bahwa ia telah menggambarkan penghancuran Masjid itu sebagai "hari paling menyedihkan dalam hidup saya."

"Kebocoran ini saya rasa bermotifkan politik," ujar pemimpin senior BJP, Murli Manohar Joshi.

Joshi menuntut agar pemerintah segera babri_1membeberkan laporan itu pada parlemen.

Menuduh pemerintah partai Kongress "secara selektif" membocorkan laporan tersebut, juru bicara BJP Rajiv Pratap Rudy mengatakan bahwa itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu utama seperti meningkatnya harga dan korupsi.

Koran Indian Express mengatakan bahwa komisi Liberhan mendeskripsikan para pemimpin BJP sebagai "moderat semu" dan penghancuran Masjid itu telah direncanakan.

Masjid Babri yang berusia 16 abad telah menjadi fokus keramahan Hindu-Muslim selama berpuluh tahun.

Pada tanggal 6 Desember 1992, gerombolan militan Hindu menghancurkan Masjid tersebut. Para perusuh ini mengklaim bahwa bangunan itu awalnya adalah sebuah kuil untuk menandai tempat kelahiran Dewa Rama.

Penghancuran Masjid tersebut memicu kerusuhan antara Hindu dan Muslim di seluruh India yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Komisi Liberhan dibentuk dalam beberapa setelah terjadinya insiden. Komisi ini melakukan lebih dari 4.000 wawancara dan saksi mata terakhir diwawancarai tahun 2005. (rin/bbc) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

2009, Tahun Paling Berdarah Bagi Mesin Pembantai Israel

item-thumbnail
Sholat jenaza Para Korban terus berguguran di Gaza akibat serbuan mematikan zionis Israel yang telah melancarkan serangan selama bertahun-tahun, dengan puncaknya tahun 2009 yang disebut sebagai tahun paling berdarah bagi kedua pihak. (SuaraMedia News)

Sholat jenaza Para Korban terus berguguran di Gaza akibat serbuan mematikan zionis Israel yang telah melancarkan serangan selama bertahun-tahun, dengan puncaknya tahun 2009 yang disebut sebagai tahun paling berdarah bagi kedua pihak. (SuaraMedia News)

TEL AVIV (SuaraMedia News) – Agresi militer biadab Israel telah merenggut lebih banyak nyawa warga Palestina pada tahun ini, dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya dalam dua dekade terakhir, demikian disebutkan oleh sebuah kelompok hak asasi manusia Israel.

Pusat informasi Israel untuk hak asasi manusia di wilayah terjajah, B'Tselem, mempublikasikan sebuah laporan yang menyebutkan bahwa agresi Israel sejauh ini telah membantai 1.387 orang warga Palestina, termasuk 300 orang anak-anak.

Sebagian besar kematian tersebut terjadi setelah Tel Aviv memerintahkan pengeboman besar-besaran selama tiga minggu di Jalur Gaza, awal tahun ini.

Sumber-sumber medis menyebutkan jumlah kematian yang terjadi akibat serbuan tersebut mencapai lebih dari 1.400 orang.

Secara keseluruhan, jumlah kematian rakyat Palestina sejak 20 tahun yang lalu telah mencapai 7.400 orang, ditambahkan bahwa ada ratusan orang warga Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, tepatnya 335 orang. Mereka ditahan tanpa pernah melalui proses persidangan.

Kelompok tersebut merilis laporan tersebut seiring dengan perayaan 20 tahun berdirinya organisasi. Pengumuman tersebut diumumkan melalui iklan yang mirip dengan berita kematian di surat kabar Israel, Haaretz. "Organisasi B'Tselem dengan sedih mengumumkan bahwa usia kami telah menginjak tahun yang ke-20."

"Kami dan semua orang sudah muak dengan hal ini, namun ada empat juta orang (yang tinggal) di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang hingga hari ini masih terampas hak-hak dasarnya," kata kelompok tersebut.gaza_war2

Serdadu Israel telah membantai 7.398 orang warga Palestina, termasuk 1.537 orang anak-anak, baik di Israel maupun di wilayah terjajah, kata B'Tselem.

Tahun ini, yang ditandai oleh agresi militer Israel di Jalur Gaza, merupakan tahun yang paling berdarah bagi rakyat Palestina selama 20 tahun terakhir.

Bagi Israel, tahun 2002, pada saat terjadi intifada kedua Palestina, merupakan tahun yang paling mematikan, dimana ada 420 orang Israel yang tewas.

B'Tselem juga mengatakan bahwa otoritas Israel telah menghancurkan 4.300 rumah penduduk Palestina dalam 20 tahun terakhir.

Mencoba mencari pembenar atas tindakan tersebut, Israel mengatakan bahwa rumah-rumah tersebut tidak memiliki ijin, namun warga Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa ijin tersebut tidak mungkin diberikan oleh Israel.gaza_war1

Sebagai tambahan, B'Tselem memperkirakan bahwa ada 6.240 unit rumah yang telah dihancurkan dalam agresi militer Gaza. Israel mengatakan bahwa pihaknya meluncurkan serangan tersebut untuk "membela diri" dan membalas serangan roket Hamas.

Pada awal bulan ini, Kongres AS telah meloloskan sebuah resolusi yang menolak penemuan dalam sebuah laporan PBB bahwa Israel melakukan kejahatan perang selama serangan militernya ke Gaza.

Kongres melakukan pemungutan suara pada hari Selasa (3-/1), dengan hasil 344 berbanding 36, untuk sebuah resolusi tak mengikat yang menyerukan pada Barack Obama agar mempertahankan oposisinya terhadap laporan yang ditulis oleh sebuah panel pimpinan Richard Goldstone, seorang hakim dari Afrika Selatan.

Resolusi Kongres AS menyebut laporan Goldstone tersebut bersifat bias dan tidak penting untuk dipertimbangkan lebih jauh atau mendapat legitimasi.gaza_war

Pemungutan suara Kongres dilakukan sehari sebelum Majelis Umum PBB memperdebatkan resolusi yang mendukung penemuan laporan Goldstone.

Richard Goldstone kemudian menantang AS untuk membeberkan pembenaran atas sikap keberatan negara paman Sam tersebut atas laporan mengenai pembantaian Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama tiga pekan.

Goldstone, yang memimpin misi penemuan fakta yang dimandatkan oleh PBB guna menyelidiki pembantaian habis-habisan yang dilancarkan pasukan Zionis Israel di Gaza pada awal tahun ini, mengatakan kepada stasiun televisi Al Jazeera bahwa Presiden AS Barack Obama tampaknya masih belum memberikan keputusan mengenai laporan setebal 575 halaman tersebut. Dalam laporan tersebut, dibeberkan mengenai serangan Israel yang merenggut nyawa lebih dari 1.400 orang warga Palestina.

Goldstone berujar bahwa dirinya menunggu pemerintah Obama untuk menyampaikan apa saja yang dianggap "cacat" oleh AS dalam laporan penyelidikan tersebut. "Dengan senang hati saya akan menjelaskannya, jika saja saya tahu apa yang dipermasalahkan (oleh AS)."gaza_war3

"Pemerintahan Obama bergabung dalam rekomendasi kami dan menyerukan adanya investigasi secara menyeluruh dan jujur, baik di Israel maupun Gaza (Hamas), tapi anehnya AS mengatakan bahwa laporan ini cacat," tambah Goldstone.

Goldstone melanjutkan bahwa menurutnya, sebagian besar pihak yang melontarkan kritikan sama sekali belum membaca laporannya.

"Saya tidak meragukan hal itu, sebagian besar pengkritik belum membaca isi laporan," katanya. "Dan, saya rasa, yang membuktikan hal itu adalah tingkat kritikan mereka. Tingkat kritikan yang dilontarkan tidak sesuai dengan isi laporan." (Click Foto) (dn/pv/dt) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Sebar Kesesatan, Selimut Propaganda Zionis Rambah Wikipedia

item-thumbnail
CAMERA merupakan organisasi bentukan Israel yang bertugas merombak informasi di beberapa situs ensiklopedia, termasuk wikipedia. (SuaraMedia News)

CAMERA merupakan organisasi bentukan Israel yang bertugas merombak informasi di beberapa situs ensiklopedia, termasuk wikipedia. (SuaraMedia News)

YERUSALEM TERJAJAH (SuaraMedia News) – Sebuah organisasi propaganda Zionis yang berpusat di Amerika Utara tengah berusaha untuk merekrut sejumlah "sukarelawan". Tugas yang diberikan kepada mereka adalah untuk mengubah dan menyimpangkan informasi yang dimasukkan di sebuah situs internet yang banyak dikunjungi. Tujuannya, sudah barang tentu untuk  memberikan keuntungan bagi Israel.

Menurut pemberitaan, upaya-upaya propaganda tersebut difokuskan pada situs-situs populer seperti Wikipedia, ensiklopedia online dengan database amat besar dan data di dalamnya dapat diedit oleh siapa saja.

CAMERA, yang menyebut dirinya sebuah "komite laporan akurat Timur Tengah di kawasan Amerika," telah memiliki sebuah tim yang terdiri dari puluhan orang Yahudi bayaran yang khusus ditugasi untuk menyebarkan propaganda.

Mereka secara berkala menyimpangkan data-data dasar yang ada hubungannya dengan tema apartheid Israel, Zionisme dan berbagai kesamaan ideologisnya dengan Nazisme, Israel negara teroris dan perlakuan biadab terhadap warga Palestina, demikian halnya dengan isu-isu lain yang berhubungan degaan konflik Israel-Palestina.

Baru-baru ini, CAMERA mengirimkan sekelompok Yahudi tukang propaganda, mereka diminta untuk memastikan bahwa data-data yang beredar di internet sudah bernada pro-Israel.

Kelompok tesebut memutuskan untuk merombak Wikipedia karena, jika ada ribuan "sukarelawan" yang berkolanorasi di ensiklopedia online tersebut, maka hasil yang dicapai akan menjadi lebih akurat, baru, dan lengkap jika dibandingkan dengan ensiklopedia cetak.

CAMERA mengirimkan 10 orang sukarelawan untuk membantu menjaga halaman-halaman yang ada hubungannya dengan Israel agar tidak diubah oleh editor-editor anti-Israel.

"Yang diperlukan untuk menjadi seorang sukarelawan hanyalah pengetahuan dasar tentang komputer. Silahkan telepon atau email kami, dan kami akan melatih Anda untuk menjadi seorang editor "sukarelawan" Wikipedia."camerawh1

CAMERA, yang dikenal dengan berbagai informasi yang penuh dusta dan tidak akurat, secara konsisten berusaha untuk membenarkan segala bentuk kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap warga sipil yang tidak bersalah, khususnya di Jalur Gaza.

Kelompok yang bertindak sebagai corong propaganda tentara penjajah Zionis tersebut banyak bergantung pada pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara militer Israel, yang seringkali menyimpang dan patut dipertanyakan.

Dalam beberapa kejadian, kelompok tersebut menyatakan bahwa pembantaian warga sipil Palestina oleh tentara penjajah Israel hanyalah sebuah "kesalahan". Mereka juga mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut seringkali dilakukan untuk "meminimalkan korban jiwa dari kalangan sipil."

Pada awal tahun ini, militer Zionis melancarkan sebuah serangan yang lebih pantas disebut sebagai genosida. Serangan tersebut dilancarkan terhadap Jalur Gaza, sebuah daerah miskin yang nyaris tidak terlindungi.

Dalam agresi militer tersebut, Israel membantai dan mencederai ribuan orang warga sipil yang tidak bersalah, termasuk di antaranya ratusan orang anak-anak.

Selain itu, sebuah pengeboman udara camerawh2berkepanjangan yang dilakukan oleh angkatan udara Israel telah menghancurkan lebih dari enam ribu rumah milik warga Palestina, serta ratusan buah fasilitas umum, termasuk lebih dari seratus buah masjid.

CAMERA, yang juga beranggotakan para agen Shin Bet dalam jajaran stafnya, menyerang laporan Goldstone yang baru-baru ini dipublikasikan, mereka menuding hakim Yahudi asal Afrika Selatan tersebut melaporkan informasi yang "tidak akurat".

Laporan Goldstone, yang dibuat berdasarkan data rinci yang berasal dari keterangan langsung para korban, menuding Israel telah dengan sengaja melancarkan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan dalam serangan yang berlangsung selama 21 hari tersebut.

Data yang termaktub dalam laporan Goldstone tersebut diperkuat dengan kesaksian-kesaksian dari para serdadu Israel yang turut ambil bagian dalam pembantaian tersebut.

Israel, yang tampaknya takut dan tidak ingin mendapatkan kecaman internasional, menampik tawaran untuk bekerjasama dengan komisi Goldstone dalam menyelidiki kejahatan perang tersebut. (dn/pi) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Partai Swedia Tebar Retorika Anti-Muslim Demi Politik

item-thumbnail
Para pendukung Partai Demokrat Swedia membawa bendera partai tersebut sambil menggelar pawai di jalanan. (SuaraMedia News)

Para pendukung Partai Demokrat Swedia membawa bendera partai tersebut sambil menggelar pawai di jalanan. (SuaraMedia News)

STOCKHOLM (SuaraMedia News) – Mencontek retorika anti-Muslim dari partai-partai sayap kanan Eropa, partai sayap kanan Swedia meluncurkan sebuah kampanye melawan minoritas Muslim di negara Skandinavia itu untuk memperoleh kepentingan politik.

"Ini adalah bagian dari tren di nama kritik terhadap kaum Muslim digunakan untuk memperoleh kekuasaan politik," ujar Anna Waara, presiden Muslim Swedia untuk Perdamaian dan Keadilan, kepada IslamOnline.net.

Jimmie Akesson, pemimpin partai sayap kanan Demokrat Swedia, mempublikasikan sebuah opini bulan lalu  yang menggambarkan kaum Muslim sebagai sebuah ancaman besar.

"Komentar yang dilontarkan oleh Demokrat Swedia membuat saya khawatir," ujar Waara.

"Lebih mengkhawatirkan lagi jika partai lain mengambil alih retorika Demokrat Swedia, menggunakannya sendiri dan menormalisasikannya."

Didirikan tahun 1988, Demokrat Swedia menggambarkan dirinya sebagai sebuah gerakan nasionalis.

Data jajak pendapat menunjukkan bahwa partai sayap kanan ini memiliki dukungan sebesar 6%, perolehan terbaik mereka hingga hari ini yang dapat membantu mereka masuk ke parlemen.

Partai ini terkenal akan kampanye anti-imigran dan anti-Muslimnya, dengan manifestonya yang menggambarkan kaum Muslim membahayakan bangsa Swedia.

Di tahun 2006, partai tersebut mempublikasikan kartun Denmark yang menyindir Nabi Muhammad dalam situs liga pemudanya.

Mereka juga melakukan kampanye menentang semua pencekalan terhadap kartun tersebut di bawah klaim kebebasan berbicara.demokrat_swedia1

Waara juga menyebutkan bahwa retorika anti-Muslim bahkan terlihat di media.

"Atmosfer media jelas telah berubah," ujarnya.

"Telah menjadi hal yang normal untuk berbicara tentang Muslim dengan nada yang menyinggung. Mereka menjual isu untuk  menulis tentang teror Muslim,  kekerasan dan persoalan dengan imigran Muslim."

Waara mengatakan, terlepas dari kampanye sayap kanan itu, masyarakat Swedia masih ramah terhadap kaum Muslim.

"Menjadi Muslim di Swedia maish belum menjadi masalah besar," ujarnya.

"Kami masih belum melihat adanya hukum yang diskriminatif seperti di Perancis atau Denmark misalnya."

Untuk melawan kampanye partai sayap kanan itu, Muslim Swedia meluncurkan dua proyek untuk memerangi Islamophobia di negara Skandinavia ini.

"Yang satu tentang identitas Swedia dan bagaimana identitas Muslim tidak berkonflik dengan menjadi seorang Swedia."

"sedang lainnya adalah tentang Pembantaian Muslim di Srebrenica yang kami rasa telah terlupakan."

Lebih dari 8.000 pria dewasa dan remaja dibunuh dan dikubur di kuburan massal ketika pasukan Serbia menyerang Srebrenica tahun 1995.

"Kami juga telah membuat brosur informasi tentang pesan perdamaian dalam Islam," ujar Waara.

Kaum Muslim berjumlah 200.000 dari sembilan juta total penduduk negara ini. Para pemimpin Muslim mengatakan bahwa jumlah mereka mencapai 400.000.

"Peran kami adalah untuk berusaha memberi nuansa berbeda terhadap citra Islam dan Muslim, untuk mengusahakan citra yang lebih luas tentang kita," ujar Waara.

"Kami berusaha menunjukkan keragaman di kalangan Muslim yang tidak selalu tampak di Swedia."

"Kami ingin menciptakan perdamaian dan keadilan dari nilai-nilai fundamental yang demokratis dan Islami sesuai Al Qur'an dan Hadist." (rin/io) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Yahudi Amerika Beli Tanah di Tepi Barat

item-thumbnail

Beberapa Yahudi Amerika berencana membeli rumah di pemukiman ilegal zionis Yahudi Tepi Barat, sebagai upaya penguatan kedudukan penjajah Israel di Palestina.

"Komitmen sungguh-sungguh Yahudi Amerika dapat membuat kenyataan dan membeli properti di daerah ini akan memastikan (keberadaan) komunitas ini," terang Dov Hikind, seorang anggota Dewan di New York kepada harian kenamaan Israel Hareetz, Selasa 17 November.

Hikind adalah pemimpin sekelompok 50 Yahudi Amerika yang malakukan tur 4 hari untuk mengajak pembelian properti di Tepi Barat.

Politisi Amerika ini bahkan ikut dalam acara peletakan batu pertama dalam pembangunan pemukiman baru di Yerusalem.

"Saya selalu ingin memiliki sesuatu di Israel, itu telah menjadi impian saya dan banyak orang Yahudi," tambahnya.

Menurutnya tidak ada larangan jika seorang Yahudi meski dia tidak berada di sana untuk membeli tanah.

Terdapat lebih dari 164 pemukiman liar Yahudi di Tepi Barat, dan mencapai 40% dari lahan penjajahan Israel.

Bagi Hikind dan anggotanya ini merupakan pernyataan sikap politis yang ingin ditunjukkan pada Obama bahwa orang Yahudi-lah yang berhak untuk menempati Palestina. Sebelumnya Obama pernah meminta penghentian pembangunan pemukiman liar di Tepi Barat sebagai langkah untuk mencapai  perdamaian.

"Tujuan kami adalah mengirimkan pesan yang  jelas kepada Washington dan Presiden Obama bahwa orang Yahudi akan terus melanjutkan kehidupan di Judea dan Samaria," imbuh Hikind menggunakan istilah bahasa Yahudi untuk wilayah Palestina.

Permintaan Obama ini pun juga mendapat tentangan dari PM Netanyahu.

[muslimdaily/iol]

loading...
Read more »

Hassan Wirayuda: Islam Dan Demokrasi Berjalan Beriringan

item-thumbnail


Konferensi membahas di antaranya mengenai hubungan sejarah dan politik strategis Amerika Serikat dengan Dunia Islam

Hidayatullah.com--Mantan Menlu RI Dr N. Hassan Wirayuda mengatakan, Indonesia berpenduduk lebih dari 200 juta mayoritas beragama muslim berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan pluralisme dapat berkembang bersama dengan baik.

Hal itu disampaikan Dr N Hassan Wirajuda yang mengikuti  konferensi mengenai "US and the Muslim World", yang diadakan di Ditchley Park, Oxfordshire, Inggris, ujar Sekretaris Kedubes RI di London, Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden ANTARA London, Selasa [17/11].

Kehadiran Dr Hasan Wirajuda bersama pelaksana Direktur Diplomasi Publik Deplu Dr Pribadi Sutiono di Kerajaan Inggris adalah atas undangan "Oxford Centre for Islamic Studies" (OCIS), "Oxford University".

Ia mengemukakan dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan pandangan dari sisi negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, non-Arab dan tidak terletak di Timur Tengah.

Dunia Islam tidak hanya Timur Tengah. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta muslim yang moderat dan toleran berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan pluralisme dapat berkembang bersama dengan baik.

Dalam konperensi tersebut, Indonesia mengingatkan kepada negara Islam supaya tidak bersifat pasif menunggu perubahan kebijakan AS, namun harus secara aktif mengurangi atau menutup jurang perbedaan dan pendapat antara AS dan Dunia Islam.

Sementara kepada pemerintah AS, diharapkan dapat lebih seimbang dalam menjalakan kebijakannya di kawasan Timur Tengah dan Dunia Islam lainnya.

Peserta dari Indonesia melihat bahwa persepsi peserta konferensi mengenai "the Muslim World" hanyalah terfokus pada Timur Tengah, tanpa melihat bahwa negara-negara non-Arab mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam.

Dalam konperensi itu selain dari Indonesia, hadir "Regional Manager Oxfam" Jennifer Abrahamson, Prof George Joffe dari "University Cambridge", mantan Dubes Inggris untuk Iraq Sir Harold Walker.

Selain itu, juga hadir Prof Stephen Walt dari "Harvard University", Prof Jennan Read dari "Duke University", dan sejumlah jurnalis dari berbagai media dan para dubes untuk Inggris, termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Yuri O. Thamrin.

Menurut Novan Ivanhoe Saleh, konferensi dalam format "round table discussion" ini membahas di antaranya mengenai hubungan sejarah dan politik strategis Amerika Serikat dengan Dunia Islam.

Dalam diskusi tersebut, dibahas mengenai kepentingan-kepentingan kedua pihak dari perspektif sejarah yang dipengaruhi lingkungan strategis negara-negara di Timur Tengah termasuk konflik Palestina-Israel.

Dalam perkembangannya, diskusi juga membahas pergeseran kebijakan pemerintah AS di bawah Obama yang saat ini lebih mengutamakan penyelesaian konflik Palestina-Israel dan hubungan antara AS dan Dunia Islam, yang masih diwarnai oleh pertang terhadap terorisme.

Persepsi ini juga dianut para pakar dan pengambil kebijakan asal Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Dunia Islam akan selalui diwarnai oleh hubungannya dengan Timur Tengah.

Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini dengan terus melakukan dialog dengan Amerika Serikat, yang setidaknya dapat mengikis persepsi yang salah mengenai Dunia Islam yang identik dengan Timur Tengah. [ant/www.hidayatullah.com]
loading...
Read more »

Di Swiss Masjid Dirusak, Adzan Palsu Dikumandangkan

item-thumbnail

Sungguh keterlaluan tindakan sekelompok non-Muslim terhadap Islam, hanya karena masalah menara masjid mereka melakukan tindakan vandalisme

Hidayatullah.com--Untuk kedua kalinya dalam sepuluh hari terakhir, dua pekan sebelum pemungutan suara anti-menara, Masjid Petit-Saconnex di Jenewa, Swiss, melaporkan tindakan kriminal kepada polisi.

Pada hari Sabtu (7/11), penduduk setempat dikejutkan dengan suara adzan pada pukul 7 pagi. Suara adzan palsu itu diperdengarkan oleh kelompok sayap kanan Jeunes Identitaires Genevois (JIG). Adzan dikumandangkan melalui megafon di atas sebuah mobil.

JIG memilih hari Sabtu itu untuk melancarkan aksinya, karena pada hari itu ummat Muslim menyelenggarakan "open house" atas masjid-masjid di seluruh Swiss, untuk mengenalkan masjid kepada masyarakat luas.

JIG berdalih membenarkan aksinya dengan mengatakan bahwa mereka perlu memberitahu masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan kepada mereka kalau-kalau usulan itu (anti-menara) ditolak, yang berarti secara de-facto kita menerima, dalam waktu beberapa tahun saja suara-suara seperti itu akan menggema di seluruh Swiss," kata mereka kepada surat kabar Swiss Le Matin.

Sabtu pekan lalu, masjid Petit-Saconnex dilempari batu. Jendela-jendela, daun jendela, pintu kayu dan kubah granit serta pintu masuk dirusak. Demikian keterangan dari Youssef Ibram,  imam masjid Pusat Kebudayaan Islam tersebut.

Ibram mengatakan, polisi telah membawa beberapa kilo batu guna memeriksa sidik jari serta DNA pelaku.

Menurut Ibram, peristiwa perusakan masjid itu merupakan yang pertama kalinya dalam 30 tahun. Ia mengatakan peristiwa itu berkaitan dengan panggilan adzan palsu dan pemungutan suara anti-menara yang akan dilakukan tanggal 29 Nopember mendatang.

Setelah kejadian, seorang petugas keamanan disewa oleh pihak masjid untuk berjaga-jaga di malam hari.

Beberapa pihak telah menyatakan keprihatinanannya pada hari Senin lalu, kata Ibram. Partai Hijau di Jenewa juga menyampaikan keprihatinannya atas aksi vandalisme tersebut.[di/tdg/rmd/www.hidayatullah.com]
loading...
Read more »

Pidato Obama Tak Tunjukkan Keberatan Terhadap Israel

item-thumbnail
Pidato Obama dan kecemasan Washington tidak dengan menunjukkan pelarangan Israel. Bahkan lebih terkesan dukungan dan pembiaran

Hidayatullah.com--Presiden AS, Barack Obama mengatakan, rencana Israel untuk melanjutkan pembangunan permukiman di Baitul Maqdis timur dapat menjadi hal yang berbahaya.

Seperti dilansir AFP, Obama  hari  Rabu (18/11) saat diwawancarai Fox News menandaskan, sikapnya atai pembangunan pemukiman baru. Namun tak ada sikap tegas berbentuk keberatan atau pelarangan.

"Menurut saya pembangunan permukiman baru tidak akan membantu keamanan Israel, bahkan hal ini dapat menyulitkan Tel Aviv untuk menciptakan keamanan dengan tetangganya," ujarnya.

Menurut sumber ini, Obama menyebut langkah Israel ini dapat membangkitkan kemarahan bangsa Palestina dan membahayakan kondisi yang ada.

Kemarahan

Sebagaimana diketahui, sikap terbaru Israel yang menyetujui pembuatan 900 rumah buat orang Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan,  telah memicu sikap keras Washington dan berbagai dunia.

Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan utusan Presiden AS Barack Obama, George Mitchell, telah meminta seorang pembantu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pertemua di London, Senin, untuk menghalangi pembangunan yang diusulkan di permukiman Gilo.

Namun satu komisi perencanaan pemerintah menyetujui tambahan 900 rumah di Gilo, tempat 40.000 orang Israel yang sudah tinggal di sana.

Keputusan Israel tersebut mengundang kemarahan yang tak biasa dari Gedung Putih, yang menyatakan itu "mencemaskan" dan menuduh Israel merusak upaya Obama guna melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan Palestina, yang macet sejak Desember.

"Pada saat kami berusaha meluncurkan kembali perundingan, semua tindakan ini membuatnya jadi lebih sulit bagi berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan," kata pejabat pers Gedung Putih Robert Gibbs.

Dalam pernyataanya, Gibbs juga mengatakan Amerika Serikat keberatan dengan berlanjutnya pengusiran dan penghancuran rumah orang Palestina di Jerusalem Timur.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga mencela tindakan Israel tersebut, kata jurubicaranya, Farhan Haq. Ban percaya bahwa tindakan semacam itu merusak upaya bagi perdamaian dan mencuatkan keraguan mengenai kelangsungan hidup tentang penyelesaian dua negara bagi Israel dan Palestina, katanya.

Hanya saja, pidato Obama dan kecemasan Washington tidak dengan menunjukkan pelarangan Israel. Bahkan lebih terkesan dukungan dan pembiaran terhadap rezim Zionis-Yahudi tersebut. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
loading...
Read more »

Kisruh Di Balik Layar Pemerintah Amerika?

item-thumbnail

Apakah sekarang saatnya tiba pada kesimpulan bahwa "Pengecualian Amerika" sudah hampir berakhir? Kita semua tahu bahwa selama berabad-abad lamanya, Amerika selalu dikecualikan dalam berbagai hal—dan pengecualian itu datang sebagai bentuk penghormatan yang berlebih terhadap negara itu.

Dengan adanya eksekusi tunjangan kesehatan yang baru, sistem check dan balances yang selama ini berjalan di Amerika tampaknya mulai redup. Beberapa kaum Republik AS sudah melihat itu.

Selama ini sistem pemerintahan Amerika dikendalikan oleh tiga badan pemerintahan yang terpisah. Pemerintah dijalankan sepenuhnya oleh perwakilan Kongres yang terdiri dari eksekutif dan dewan judicial. Eksekutif yang paling bertanggung jawab akan urusan diplomasi, perang, dan keputusan legislasi. Sedangkan dewan judicial membatasi peran Kongres dan eksekutif. Namun, sistem ini sekarang mandeg.

AS selalu dikendalikan melalui berbagai agensi eksekutif. Sebut saja mulai dari FBI, IRS, FDA, DHS, FAA, dan DOT. Semua agensi ini menentukan tugas dari Kongres dan eksekutif. Beberapa dari mereka terikat secara hukum, sementara yang lain mengabaikan sama sekali (ketika itu bertentangan dengan tujuan mereka).

Namun tak satu pun dari mereka yang dipengaruhi dalam pemilihan umum. Kebanyakan lembaga mengambil peran peradilan juga, menafsirkan hukum sesuai yang mereka mau. Bahkan militer Amerika pun pada kenyataannya adalah sebuah agensi yang sedikit banyak dikendalikan oleh presiden AS.

Sekarang, program tunjangan kesehatan AS mengendap di Kongres. Yang artinya, sedikit banyak akan terjadi pengalihan dari GDP rakyat Amerika sebanyak 10%. Akibatnya pajak semakin naik dan naik, dan posisi para wakil rakyat semakin ditinggalkan. Dengan demikian, dunia akan melihat sebuah kelahiran oligarki Amerika—pemerintahan oleh elit, yaitu dalam hal ini kepala agensi-agensi tadi.

Memang kemudian seorang kepala eksekutif akan dipilih untuk sementara waktu, tetapi akhirnya agensi akan mengambil alih begitu banyak kekuatan dan sistem demokrasi berubah menjadi seperti "Ratu Inggris," alias tidak lain hanya sebagai kekuatan simbolis belaka.

Secara historis, agensi-agensi Amerika telah terbukti tidak bisa dihancurkan. Tak seorang pun di Amerika yang pernah punya catatan mengutak-atik Jaminan Sosial atau membongkar CIA. Amerika kenyataannya tidak seperti Prancis yang punya golongan sayap kanan radikal, atau segmen rakyat yang oposan.

Apa artinya? Potensi merebaknya eksistensi agensi akan semakin luas, bahkan tiba pada membangun jaringan dan kekuatan militer swasta. Seperti yang sudah terjadi pada saat ini. (sa/alqimmah)

loading...
Read more »

Penjara Israel, Kucing pun Dianggap "Teroris" Berbahaya

item-thumbnail

Membuat para tahanan Palestina menderita dan sengsara sepertinya tidak cukup bagi para pengelola penjara Israel. Pengelola penjara Israel di Negev bahkan tidak senang melihat para tahanan Palestina itu berteman baik dengan kucing. Untuk itu. pihak penjara memberlakukan aturan untuk membuang bahkan menghukum kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara itu.

Beberapa tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel di Negev memelihara dan memberi makan kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara, meski para tahanan itu sendiri tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup dari aparat penjara. Kucing-kucing itu ibarat teman bagi para tahanan Palestina dan ternyata hal itu membuat pengelola penjara tidak senang.

Mereka menuding kucing-kucing tersebut telah memberikan "bantuan" bagi para tahanan Palestina dengan membawakan makanan atau benda-benda kecil dari satu sel ke sel lain, sehingga aparat penjara memutuskan untuk memberlakukan larangan memelihara kucing dan menghukum kucing-kucing peliharaan tahanan Palestina dengan menjebloskan hewan tak berdosa itu ke dalam sel isolasi selama beberapa hari.

Tindakan aparat penjara Israel di Negev mungkin berlebihan. Tapi tujuan para Zionis itu sebenarnya adalah ingin melemahkan mental warga Palestina yang mereka tawan, mengisolasi mereka dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang membuat para tahanan Palestina itu tersenyum meski cuma bercengkerama dengan seekor kucing. (ln/IMEMC)

loading...
Read more »

Penjara Hitam CIA Ditemukan Di Tengah Hutan Eropa

item-thumbnail
Masyarakat Antaviliai mencurigai bangunan ini sebagai salh satu tahanan rahasia CIA yang didirikan di Lithuania. (SuaraMedia News)ANTAVILIAI, LITHUANIA (SuaraMedia News) - Penduduk desa bingung lima tahun yang lalu ketika pekerja konstruksi Amerika tiba-tiba muncul di kandang berkuda yang usang di daerah ini dan membangun bangunan berlantai dua besar tanpa jendela, dikelilingi oleh pagar logam dan kamera keamanan.

Saat ini, sebuah komite parlemen Lithuania sedang menyelidiki apakah CIA mengoperasikan sebuah penjara rahasia untuk tersangka terorisme di sebidang tanah di tepi hutan lebat tersebut selama lebih dari satu tahun, dari tahun 2004 sampai akhir 2005.

Dokumen pendaftaran tanah Lithuania yang ditinjau oleh The Washington Post menunjukkan properti itu dibeli Maret 2004 oleh Elite LLC, sebuah perusahaan Amerika tak terdaftar di Distrik tersebut.

Catatan di Lithuania dan Washington tidak mengungkapkan nama-nama perwira individu untuk Elite tetapi mengidentifikasi pemegang saham tunggalnya sebagai Star Finance Group dan Holdings Inc, sebuah perusahaan Panama. Ada catatan Elite memiliki properti lainnya di Lithuania.

Perusahaan, yang sejak itu izinnya dicabut oleh pemerintah Distrik, pada gilirannya menjual properti kepada pemerintah Lithuania pada tahun 2007, dua tahun setelah keberadaan jaringan penjara rahasia CIA di luar negeri yang dikenal sebagai situs hitam, termasuk situs di Eropa Timur, ini pertama kali diungkapkan oleh The Post.

Pada saat itu, The Post menyimpan nama negara-negara Eropa Timur yang terlibat dalam program rahasia tersebut atas permintaan pejabat Gedung Putih, yang berpendapat bahwa pengungkapan negara-negara tersebut dapat menyebabkan pembalasan dari al-Qaeda.

Pemerintah Lithuania belum secara terbuka menegaskan bahwa properti tersebut adalah salah satu situs hitam CIA.

Situs di Antaviliai, sekitar 15 kilometer di luar ibu kota Vilnius, sekarang digunakan oleh Departemen Keamanan Negara Lithuania sebagai sebuah pusat pelatihan. Para pejabat departemen menolak berkomentar pada keadaan di mana ia memperoleh properti itu atau apakah itu digunakan oleh CIA. Seorang jurubicara CIA juga menolak memberikan komentar.

Domas Grigaliunas, mantan perwira kontraintelijen dengan militer Lithuania, berkata itu dikenal secara luas di kalangan layanan rahasia Lithuania bahwa mitra intelijen AS telah membangun situs tersebut, meskipun tujuan aslinya dijaga dengan sangat rahasia.

"Hanya saja muncul entah dari mana," katanya dalam sebuah wawancara. "Semua orang tahu ini diserahkan kepada kita oleh AS."

Grigaliunas mengatakan dia ditanyakan pada tahun 2004 oleh wakil direktur intelijen militer penjara_hitam_cia_1Lithuania untuk mengembangkan rencana untuk membantu sebuah "mitra asing" yang tertarik dalam membawa individu ke Lithuania dan menyembunyikan keberadaan ada sebagai bagian dari operasi rahasia.

Dia bilang dia membuat beberapa rekomendasi, tetapi tidak pernah diberitahu identitas mitra asing atau apakah operasi dilakukan. Sejak itu, bagaimanapun, ia berkata bahwa ia telah menjadi yakin bahwa program itu melibatkan pusat penahanan CIA bagi tersangka terorisme.

"Saya tidak punya dokumen untuk membuktikannya, dan saya tidak pernah bekerja di penjara, tetapi saya percaya mereka ada di sini," katanya dalam sebuah wawancara.

Penduduk desa yang tinggal di kompleks apartemen yang sudah hancur sekitar 100 meter dari situs ingat bagaimana pekerja konstruksi berbahasa inggris turun di akademi berkuda kecil pada tahun 2004. Mereka mengatakan para pekerja menolak menjawab pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan tapi membawa kontainer pengiriman penuh dengan bahan bangunan. Para pekerja juga menggali tanah dalam jumlah besar; dengan semua penggalian, warga mengatakan mereka menganggap bahwa bagian dari fasilitas baru itu ada di bawah tanah.

"Jika Anda dekat-dekat, mereka akan mengatakan kepada kita, dalam bahasa Inggris, untuk pergi," kata seorang pensiunan pria yang tinggal di dekatnya dan berbicara mengenai kondisi anonimitas, karena kekhawatiran retribusi. "Kami benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan. Kita bahkan bertanya-tanya apakah itu adalah operasi Mafia narkoba atau sesuatu semacamnya."

Anggota Keamanan Nasional dan Komite Pertahanan Parlemen Lithuania mengunjungi situs baru-baru ini sebagai bagian dari penyelidikan mereka apakah tersangka terorisme ditahan oleh CIA di wilayah Lithuania.

Penyidikan diberi wewenang bulan lalu oleh DPR setelah ABC News melaporkan pada bulan Agustus bahwa dua penerbangan sewaan CIA membawa penjara_hitam_cia_2tawanan al-Qaeda dari Afghanistan ke Vilnius pada tahun 2004 dan 2005.

Pejabat pemerintah Lithuania membantah laporan ABC News pada saat itu dan mengatakan tidak ada dokumentasi bahwa ada penerbangan yang pernah mendarat di negara mereka. Namun, DPR memutuskan untuk mempelajari lagi hal tersebut setelah presiden terpilih Lithuania yang baru, Dalia Grybauskaité, mengatakan pada Oktober bahwa ia memiliki "kecurigaan tidak langsung " bahwa laporan dari penjara CIA itu akurat dan mendesak penyelidikan yang lebih komprehensif.

Arvydas Anusauskas, Ketua Keamanan Nasional dan Komite Pertahanan, menolak mengomentari temuan tersebut sejauh ini. Dalam menanggapi pertanyaan tertulis yang diajukan oleh The Post, ia mengatakan komite akan mewawancarai "semua orang yang mungkin mengenal atau mungkin tahu informasi yang dipertanyakan."

"Komite memiliki semua hak dan alat untuk akhirnya memperjelas situasi dan baik untuk mengkonfirmasi atau membantah tuduhan pengangkutan tahanan yang dilakukan oleh Badan Intelijen Pusat AS dan penahanan mereka di wilayah Republik Lithuania," katanya .

Pejabat Lithuania juga telah ditekan untuk menyelidiki hal itu oleh Dewan Eropa, seorang pejabat badan pengawas hak asasi manusia, yang telah melakukan pemeriksaan sendiri atas operasi CIA di benua itu. Pejabat Dewan mengatakan mereka telah menerima catatan rahasia CIA mengkonfirmasi bahwa pesawat yang dicarter CIA telah terbang dari Afghanistan ke Vilnius pada tahun 2004 dan 2005.

Thomas Hammarberg, dewan komisaris hak asasi manusia, mengatakan dalam wawancara telepon catatan penerbangan telah dirancang untuk menunjukkan bahwa pesawat tersebut telah mendarat di negara-negara tetangga, termasuk Finlandia dan Polandia.

Hammarberg mengunjungi Vilnius bulan lalu dan mengatakan ia secara pribadi mendesak para pejabat Lithuania untuk bersikap lebih serius dalam masalah ini. "Saya katakan kepada mereka, sangat mungkin bahwa informasi lebih lanjut bisa bocor dari AS, sehingga mereka harus buru-buru dan melakukan investigasi mereka sendiri sekarang," katanya. (iw/wp) www.suaramedia.com

loading...
Read more »
Home
loading...