DUBAI (SuaraMedia News) - Sebuah artikel di bawah nama anggota senior al Qaeda sayap Yaman yang pemerintah Yaman katakan telah terbunuh telah muncul di forum Internet, mengancam akan melakukan serangan di Amerika Serikat.

Yaman menyatakan perang terbuka pada Al-Qaeda di wilayahnya bulan lalu setelah kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang gagal di pesawat menuju Detroit pada bulan Desember yang menjadi berita utama dunia.

"Hari ini, Anda telah menyerang kami di tengah-tengah keluarga kami, jadi tunggulah apa yang akan menimpa kalian di tengah keluarga kalian ... Kami akan meledakkan bumi di bawah kaki Anda," Qasim Al-Raymi, komandan militer sayap Al-Qaeda, mengatakan dalam sebuah artikel yang diposting awal bulan ini di situs Web yang digunakan oleh kelompok itu.

Yaman mengaklaim pada bulan Januari mereka telah menewaskan enam pemimpin Al-Qaeda  dalam serangan udara, tetapi Al-Qaeda kemudian menyangkal hal ini, dan anggota-anggota senior lainnya di San'a yang dikatakan sudah tewas, seperti wakil ketua Saeed al-Shehri, telah sejak itu muncul kembali pada situs-situs.

Dalam rekaman audio, Shehri, mantan tahanan dari penjara AS di Guantanamo Bay, menyerukan perang suci regional dan blokade Laut Merah untuk memotong pengiriman AS ke Israel.

Ketidakstabilan di Yaman, negara Arab termiskin, merupakan perhatian keamanan utama ke Amerika Serikat dan tetangga Arab Saudi, di dunia atas eksportir minyak.

Awal bulan ini, San'a melakukan sebuah gencatan senjata dengan pemberontak Syiah di utara, yang telah melawan pemerintah sejak 2004 atas keluhan agama, ekonomi, dan sosial.

Kesepakatan tersebut terjadi setelah kelompok al-Houthi menerima enam syatart yang diajukan pemerintah Yaman.

"Sudah hampir tercapai kesepakatan antara pemerintah dan (pemberontak) Houthi untuk mengakhiri perang," kata seorang pejabat Yaman.

Seorang mediator yang dekat dengan Houthi mengatakan bahwa pimpinan pemberontak tersebut telah menyetujui permintaan pemerintah untuk menarik diri dari perbatasan (dengan Arab Saudi) dan menyerahkan wilayah tersebut kepada tentara Yaman."

Dia juga mengatakan bahwa para pemberontak akan menyingkirkan blokade jalan, mengosongkan bangunan-bangunan milik negara dan menyerahkan tawanan berkewarganegaraan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman.

Para pemberontak mengatakan pada hari Selasa dua tentara Saudi yang hilang yang diyakini disandera oleh mereka telah tewas, televisi Al Jazeera melaporkan.

Seorang juru bicara pemberontak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa  pemberontak telah memberitahu komite gencatan senjata tentang kematian kedua prajurit itu, yang terakhir dari lima yang ditahan para pemberontak yang melepaskan tiga orang lainnya, kata Al Jazeera.

Arab Saudi telah ditarik ke dalam konflik antara pemberontak dan pemerintah Yaman pada bulan November, setelah pemberontak merebut wilayah utara Saudi yang berbatasan dengan Yaman pada bulan November.

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh memulai kunjungannya ke Arab Saudi pada hari Selasa untuk mencoba membujuk Riyadh untuk memimpin donor Teluk dengan contoh dalam membantu negaranya saat pertempuran al-Qaeda.

Para pejabat intelijen AS mengatakan sayap Al-Qaeda Yaman  muncul sebagai kelompok yang paling aktif dan sel canggih di luar daerah perbatasan Pakistan - Afghanistan.

Menteri Pertahanan Robert Gates telah menyetujui lebih dari dua kali lipat dana AS untuk melatih dan memperlengkapi pasukan keamanan Yaman untuk memerangi al-Qaeda, kata para pejabat pertahanan AS pada hari Senin.

Dalam artikelnya, kata Raymi bantuan AS ke Yaman telah memperkuat popularitas Al-Qaeda di antara suku-suku setempat.

Merujuk pada pemerintah AS, ia menulis: "Anda mempersatukan kita dengan orang-orang kita ... menyatukan malapetaka menimpa orang-orang itu."

Pemerintah Yaman memiliki kontrol yang lemah di negara di mana penduduknya mematuhi undang-undang kesukuan. Yaman juga menghadapi kerusuhan dari gerakan separatis selatan.

Seorang perwira militer Yaman tewas dalam serangan di Yaman selatan hari Senin, kata media pemerintah, mengikuti kekerasan seminggu setelah polisi menembak mati seorang pengunjuk rasa di selatan awal bulan ini.

Petugas itu adalah pejabat keamanan ketiga yang tewas di selatan Yaman dalam seminggu, mengikuti penyapuan keamanan  di mana pemerintah yang berusaha untuk meredam perselisihan telah menahan sekitar 80 separatis. (iw/wp/sm) www.suaramedia.com

Komandan Hamas yang satu ini memang seorang pejuang sejati. Sedari awal ia tahu resiko perjuangannya, termasuk dibunuh oleh Israel. Inilah pengakuannya sebelum sahid

Hidayatullah.com--Mahmoud Abdul Raouf al-Mabhouh adalah seorang tokoh pejuang Palestina. Lahir di Jabaliya pada 14 Februari 1961. Ia merupakan salah satu komandan militer Hamas, yang ikut membentuk Brigade Izzuddin Al-Qassam.

Sejak 20 tahun lalu ia telah menjadi buronan Israel, karena terlibat pembunuhan dua orang tentara Israel pada tahun 1989, Avi Sarportas dan Ilan Sa'adon.

Kira-kira sepuluh bulan lalu, stasiun telivisi berbahasa Arab Al-Jazeera, mewawancarai seorang pria di Damaskus, Syria, yang dipercaya menjadi bagian dari sebuah sel yang menculik dan membunuh dua orang tentara Israel pada tahun 1989.

Al-Jazeera mengetahui pria yang mengenakan penutup wajah selama wawancara ketika itu, adalah Mahmoud Abdul Raouf al-Mabhouh.

Seperti kata Al-Mabouh kepada Al-Jazeera, ia tahu berapa harga yang harus dibayar untuk perjuangan yang ditempuhnya dan hanya Allah yang menentukan kapan hidup seseorang berakhir. Al-Mabhouh dibunuh secara keji pada 19 Januari 2010, hanya 5 jam setelah ia menjejakkan kaki di Dubai. Jasadnya baru ditemukan di kamar Hotel Al-Bustan Rotana keesokan harinya. Banyak bukti yang mengarah ke Israel sebagai dalang pembunuhan atas Al-Mabhouh. Pengakuan ini merupakan resume wawancaranya yang telah dimuat Al-Jazeera tahun lalu.

*****


"Saya bukan satu-satunya buronan. Ratusan dan puluhan orang yang melawan Israel adalah buronan. Saya bukan satu-satunya.

Hanya Allah yang menentukan kapan hidup seseorang berakhir. Kami mengetahui berapa harga yang harus dibayar jika mengambil jalur (perjuangan) ini. Dan bagi kami itu tidak masalah.

Kala itu muncul kesadaran. Kelompok-kelompok perlawanan berjuang melawan Israel selama  tiga atau empat tahun, tapi kemudian hilang. Mereka dimusnahkan dengan cara dibunuhi dan dibekukan.

Sebuah gerakan muncul dan faksi-faksi menyebutnya 'Ikhwanjiyeh' yang berarti 'Ikhwan' (saudara). Salah seorang yang sering datang ke rumah kami adalah saudara Hassan atau Abu Abdullah dan Ibrahim Maqadna, salah satu pendiri brigade (Al Qassam). Saya kenal kebanyakan dari mereka seperti Abu Maher Tedras, Abdul Al-Hafez Al-Silawi, dan Abdul Hafez Al-Sharif.

Sejak saat itu, muncul rasa cinta dan ketaatan. Alhamdulillah semua anggota keluarga saya adalah orang-orang yang taat. Ayah saya menciptakan suasana kesalehan di rumah kami melalui beberapa orang temannya. Salah satu di antara mereka biasa mengajarkan kami setiap hari tentang fikih, tentang jihad, tentang kesabaran, dan lainnya. Ia adalah Abu Idris Auwda, salah seorang yang ditembak dua kali sewaktu perang tahun 1948--satu di pundak dan satu mengenai ginjalnya. Ia berjuang mati-matian bersama Hassan Al-Banna.

Kami hidup dalam suasana keislaman di rumah. Saya memiliki komitmen agama yang kuat. Saya biasa melaksanakan seluruh shalat di masjid, terutama shalat subuh. Dan saya memiliki hubungan yang baik dengan semua orang.

Saya juga mengenal baik persenjataan. Saya tahu siapa yang menjualnya dan siapa yang membawanya dari Mesir. Kami biasa mendapatkan senjata-senjata dari Mesir, bukan dari Israel--untuk menghindari masalah.

Kami bertahan ketika itu dalam waktu yang cukup lama. Salah seorang yang paling dekat dengan saya dan memberikan pengaruh terhadap saya adalah Syeikh Salah Shehada, sebelum ia ditangkap pertama kali tahun 1981.

Saya ingat ketika itu di tahun 1981, saya dan salah seorang ikhwan--yang masih hidup hingga saat ini--membawa sejumlah senjata dan tidak tertangkap. Dan menyelundupkan salah satunya kepada orang yang ditahan bersama Syeikh. Saya membawa senjata itu dan membebaskannya dari tahanan.

Para ikhwan sedang bersiap-siap untuk melancarkan aksi mliter. Saya sangat dekat dengan Syeikh Salah. Ia sering mengunjungi saya; kapan pun ia membutuhkan sebuah mobil, perlu memperbaiki mobil atau yang lainnya. Saya biasa pergi ke kamp pengungsian Jabaliya dan melakukan shalat Jumat bersama beliau. Saat itu ia baru datang dari Mesir, ia tinggal di Arish, dan kemudian mengunjungi Beit Hanoun. Beliau lalu mendirikan masjidnya sendiri dan kami biasa shalat bersamanya.

Ia ditahan pada tahun 1980-an bersama dengan sembilan orang lainnya. Hubungan kami terus terjalin bahkan setelah ia dibebaskan.

Penahanan dan siksaan

Saya kemudian ditahan pada tahun 1986. Saya tidak mau mengakui apapun. Saya berada di tahanan selama 46 hari dan terus diinterogasi. Mereka menyiksa saya selama 33 hari, lalu memberi saya waktu istirahat selama 2 hari. Dan kemudian interogasi dilanjutkan, hingga berlangsung genap 46 hari.

Steve, seorang investigator terkenal di penjara Ashkalan, bersama dengan tiga orang pembantunya berusaha menekan dan menyiksa dengan begitu kejam, sehingga saya sering jatuh pingsan. Sekali waktu ketika saya mengucapkan syahadat, saya mendengarnya berkata dalam bahasa Hebrew, "Pria ini akan mati dan saya belum siap." Lalu mereka menghentikan interogasi itu.

Kemudian mereka mengirim saya kembali ke penjara pusat Gaza. Alhamdulillah, Allah memberikan saya kekuatan tekad dan kesabaran. Kami tidak mengaku dan kami tidak mengatakan apapun kepada mereka.

Tentu saja, hubungan saya dengan Syaikh Salah semakin erat setelah saya dibebaskan. Ia bahkan salah seorang yang mendampingi ayah dan menugaskan seorang  pengacara untuk mewakilinya. Ia adalah salah seorang yang senantiasa menunggu kedatangan saya sewaktu  saya masih di penjara.

Kami biasa merencanakan hal-hal kecil dan besar bersama. Pekerjaan kami direncanakan dengan baik, tidak serampangan. Kami biasanya merencanakan membunuh seorang prajurit terlebih dahulu, lalu menangkap seorang lainnya hidup-hidup.

Kami hanya perlu sebidang tanah, biasanya berupa lahan pertanian atau peternakan unggas. Kami  menggali sebuah penjara rahasia di bawah tanah, dan memenjarakan sejumlah prajurit dan perwira di sana, seperti kasus penangkapan (Gilad) Shalit.

Kami menyamar dengan berpakaian seperti orang-orang Yahudi relijius, seperti para rabi. Salah satu lokasi pengamatan  kami adalah bundaran Hidaya. Sebuah mobil tiba. Menurunkan para penumpang, termasuk Avi Sasportas yang diculik dan dibunuh pada 16 Februari 1989.

Ketika itu saya yang menjadi pengemudinya, dan ada sebuah peti di dalam mobil. Avi lantas masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Ada kode rahasia antara saya dan Abu Shuhaib. Setelah kami melewati bundaran Hidaya, saya memberi tanda kepada Abu Shuhaib, yang membawa senjata. Ia menembak Avi dua kali di wajah dan sekali di dada. Saya mendengar tarikan nafasnya setelah tembakan pertama, kemudian ia mati.

Kami membawanya ke tempat yang sudah dipersiapkan dan menguburnya di sana.

Kami melucuti pakaian dan barang-barang miliknya sebelum dikubur. Avi  ketika itu membawa dompet, kartu identitas, dan sebuah kartu anggota militer. Ia bahkan membawa sebuah senjata yang dilengkapi dengan teropong night-view laser, yaitu sebuah senjata M15.

Operasi itu terungkap 11 hari kemudian.

Kami berupaya mengumumkan bahwa kami adalah pihak yang bertanggung jawab atas operasi tersebut. Tapi tidak ada satu pun agen berita yang mau berusaha melaporkannya.

Motivasi

Syeikh Salah mengetahui tentang operasi tersebut ketika ia berada di dalam penjara. Sebagian ikhwan yang mengunjunginya menulis di dinding-dinding dan mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut. Mereka ketika itu menulis 'Gerakan Mujahidin Palestina' dan kalimat-kalimat lain yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah kami.

Pihak Israel kemudian mengumumkan sejumlah nama. Mereka berusaha mencari tahu siapa yang berada di balik operasi itu, namun semuanya itu bohong. Kami terbahak-bahak menertawakannya.

Menurut saya, Syeikh Salah mengetahui tentang hal itu. Syeikh Salah Shehada dulu sering memotivasi sel dan kelompok-kelompok perjuangan yang berada di Buraij dan Zaitun. Tapi mereka tertangkap setelah operasi kedua dan Syeikh ditahan.

Muhammad Shawatha adalah penghubung antara kelompok-kelompok yang berada di penjara dan di luar. Ia kemudian... dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Tanggalnya saat itu telah ditentukan, 3 Mei 1989. Waktu itu ada dua buah mobil polisi. Mereka (tentara) sedang berada di dalam sebuah restoran dekat sebuah stasiun di Al-Quds. Saat itu waktu menunjukkan lebih dari pukul 4 sore.  Sebuah bus militer berhenti dan menurunkan dua orang.  Jelas terlihat keduanya sedang bebas tugas untuk berakhir pekan. Mereka bertanya kepada kami, bagaimana caranya menuju bundaran Majdal. Saya mengatakan padanya bahwa kami punya tempat untuk tumpangan, tapi hanya untuk satu orang saja. Hal itu dilakukan demi memastikan keberhasilan operasi.

Ketika kami sedang meluncur ke arah bundaran Majdal, Abu Shuhaib menengok ke belakang dan menembaknya. Kami mengambil senjatanya, kami mendapat pisau-pisau tajam dan saya mendapat pistol. Saya ingin menembaknya, tapi Abu Shuhaib lebih cepat daripada saya.

Darahnya berceceran ke mana-mana membasahi mobil. Kami berhasil mencapai tempat yang telah ditetapkan, meletakkannya di sana lalu meninggalkannya.

Kami memasuki Jalur Gaza menuju Jabaliya. Mobil kami tinggal di sekitar Jabal Al-Kashif.

Misi Shawatha adalah bertugas menutup tempat tersebut dan membersihkan mobilnya. Israel berhasil mengetahui ada sebuah mobil memasuki wilayah itu lalu mulai menembakinya dari segala arah. Saya lantas pergi menuju ke barat, merangkak, lalu lari dari Jalan Shalahuddin menuju kamp pengungsi. Saya berhasil membawa lari senjata-senjata. Israel mengetahui ada sesuatu yang terjadi dari berita di koran-koran, tapi mereka tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi ketika itu. Saat itu adalah hari Rabu.

Hari Sabtu, teman si tentara yang dulu bersamanya, bertanya pada orangtua tentara yang mati tentang anak mereka. Ia berkata kepada mereka, bahwa dirinya melihat temannya itu masuk ke sebuah mobil Subaru putih keluaran tahun 1988, ketika ia meninggalkannya. Mereka lantas melapor ke polisi yang segera mencarinya. Polisi kemudian menyadari, kemungkinan tentara itu nasibnya berakhir sama seperti yang sebelumnya. Mereka yakin pasti ia ada di Gaza. Shawatha kemudian ditahan.

Meninggalkan rumah

Kami langsung pergi meninggalkan rumah begitu mengetahui bahwa mobil telah ditemukan. Sejak saat itu saya tidak pernah sekalipun menginap di rumah, karena mobil telah ditahan dan di sana terdapat banyak bekas sidik jari kami.

Shawatha akhirnya mengaku, setelah mendapatkan siksaan yang keji. Kelompok yang biasa kami hubungi semuanya ditangkap. Kemudian Syeikh Ahmad Yassin juga ditahan. Dan mereka tahu bahwa Abu Shuhaib dan Al-Mabhouh adalah orang-orang yang berada di balik operasi penculikan tentara Israel tersebut.

Sejak saat itu perburuan atas diri kami dimulai. Israel tidak berupaya mengobrak-abrik rumah kami. Mereka berusaha memantau gerak-gerik keluarga kami dari jauh. Meskipun demikian kami merasa bahwa kami dikejar-kejar.

Kami tinggal di Jalur Gaza hanya dua bulan saja. Kemudian kami pergi ke Mesir.

Operasi kami berhasil. Mereka yang berada di dalam penjara mengetahui lebih banyak dibandingkan mereka yang di luar penjara.

Saya ditahan beberapa kali. Saya tahu apa maksudnya itu. Orang-orang ini harus dipaksa dipancing keluar dengan cara apapun, sekalipun jika kami harus mati sebagai martir. Meskipun demikian, saya harus berhati-hati. Dan alhamdulillah saya memiliki kewaspadaan yang sangat kuat.

Percobaan pembunuhan

Israel telah berusaha membunuh saya tiga kali. Saat Izz gugur sebagai martir, saya sedang menuju ke mobil. Mereka berhasil melarikan diri setelah memasang bom di mobil.

Dan mereka berusaha membunuh saya di Libanon pada tahun 1991.

Dan satu bulan setelah Imad (Mughniyeh) gugur pada tanggal 14 Maret, saya melihat ada orang yang mengawasi saya. Ia melarikan diri ketika mengetahui saya telah melihatnya.

Saya sangat hati-hati, alhamdulillah. Meskipun demikian, hanya Allah yang menentukan kapan hidup kita berakhir. Kami sadar berapa harga yang harus dibayar untuk menempuh jalan ini.

Insya Allah, Allah akan membuat kami bertambah kuat, dan saya berharap menjadi seorang syuhada.

Bagi orang-orang Israel, tangan saya berlumuran darah-darah mereka. Tapi di hadapan Allah? Itulah yang penting.

Israel sesungguhnya yang menjadi pembunuh dan penjahat. Mereka merampas tanah-tanah kami, membunuh anak-anak dengan pembantaian yang terjadi di Gaza.

Insya Allah, gerakan perlawanan akan semakin kuat dan akan melakukan pembalasan dengan gigih." [di/aje/www.hidayatullah.com]


Akibat krisis keuangan, banyak pemerintah yang membutuhkan bantuan keuangan untuk memulihkan ekonomi mereka. Salah satu imbasnya adalah mendongkrak jumlah utang mereka.

Anggaran defisit, utang pemerintah adalah hal yang normal di negara-negara barat. Namun, akibat krisis ekonomi, posisi utang sejumlah negara menjadi lebih buruk dibandingkan negara lainnya.

Utang luar negeri adalah kewajiban negara terhadap pihak asing, baik pokok maupun bunga oleh pemerintah dan institusi lainnya. Jumlah itu tak hanya mencakup utang pemerintah, tetapi juga utang yang dimiliki oleh swasta dan individu terhadap kreditor luar negeri.

Nah, bagaimana imbas krisis keuangan global, terhadap posisi utang negara yang paling terkena dampak krisis, Amerika Serikat terhadap negara lainnya?

Indikator yang biasa digunakan untuk membandingkan beban utang adalah jumlah utang terhadap produk domestik bruto (PDB). Ini untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu negara untuk membayar kembali utang mereka.

Jika dilihat dari total utangnya, Amerika Serikat memang merupakan negara dengan nilai utang terbesar di dunia, yakni sebesar US$ 13,67 triliun. Namun, jika ditengok dari rasio utang terhadap PDB, Irlandia adalah negara dengan beban utang terbesar dibandingkan kemampuannya untuk membayar, yakni 1.352 persen. Jauh lebih besar pasak daripada tiang.

Laporan ini, mengacu pada data Bank Dunia tentang 75 negara dengan kemampuan ekonomi terbesar yang memiliki beban utang tinggi dibandingkan rasio PDB. Laporan yang dimuat CNBC pekan lalu ini membandingkan 20 negara terbesar. Berikut ini perinciannya:

1. Irlandia
Rasio Utang (% PDB): 1.352%
Utang luar negeri: $2,39 triliun (2009 Q3)
2009 GDP : $177,3 miliar

2. Inggris
Rasio Utang (% PDB): 427,6%
Utang luar negeri: $9,26 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $2,17 triliun

3. Belanda
Rasio Utang (% PDB): 395,6%
Utang luar negeri: $2,58 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $652 miliar

4. Swiss
Rasio Utang (% PDB): 390%
Utang luar negeri: $1,23 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $316,1 miliar

5. Belgia
Rasio Utang (% PDB): 345,6%
Utang luar negeri: $1,32 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $381,4 miliar

6. Denmark

Rasio Utang (% PDB): 315,2%
Utang luar negeri: $627,6 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $199,1 miliar

7. Swedia

Rasio Utang (% PDB): 275%
Utang luar negeri: $916,42 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $333,2 miliar

8. Austria

Rasio Utang (% PDB): 268,9%
Utang luar negeri: $869,13 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $323,2 miliar

9. Prancis

Rasio Utang (% PDB): 247,2%
Utang luar negeri: $5,22 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $2,11 triliun

10. Portugis

Rasio Utang (% PDB): 231,5%
Utang luar negeri: $538,1 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $232,4 miliar

11. Hong Kong
Rasio Utang (% PDB): 218,8%
Utang luar negeri: $659,27 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $301,3 miliar

12. Norwegia

Rasio Utang (% PDB): 208,9%
Utang luar negeri: $577,80 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $276,5 miliar

13. Finlandia

Rasio Utang (% PDB): 205,7%
Utang luar negeri: $376,8 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $183,1 miliar

14. Jerman

Rasio Utang (% PDB): 189,4%
Utang luar negeri: $5,33 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $2,81 triliun

15. Spanyol
Rasio Utang (% PDB): 184,7%
Utang luar negeri: $2,53 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $1,37 triliun

16. Mesir
Rasio Utang (% PDB): 175,3%
Utang luar negeri: $594,60 miliar (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $339,2 miliar

17. Italia

Rasio Utang (% PDB): 154,6%
Utang luar negeri: $2,71 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $1,76 triliun

18. Hungaria
Rasio Utang (% PDB): 124,2%
Utang luar negeri: $231,33 miliar (2009 Q2)
PDB 2009 (prediksi): $186,3 miliar

19. Australia

Rasio Utang (% PDB): 108,8%
Utang luar negeri: $891,26 miliar (2009 Q2)
PDB 2009 (prediksi): $819 miliar

20. Amerika Serikat

Rasio Utang (% PDB): 95,9%
Utang luar negeri: $13,67 triliun (2009 Q3)
PDB 2009 (prediksi): $14,25 triliun

sumber : vivanews.com (23/2/2010)


Tak beberapa lama lagi, Presiden Barack Obama akan mengunjungi Indonesia. Pemerintah membuka pintu lebar-lebar terhadapnya karena dianggap akan memberi keuntungan bagi Indonesia. Bahkan, pemerintah meminta rakyat untuk menghormati tamu kehormatan pemerintah tersebut. Seperti apa sikap yang harus ditunjukkan oleh umat Islam, berikut wawancara wartawan Media Umat Mujiyanto dengan Jubir HTI M Ismail Yusanto.

Obama akan mengunjungi Indonesia. Sikap apa yang harus ditunjukkan umat Islam?

Tolak.

Mengapa kedatangannya harus ditolak?

Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim, seperti Irak dan Afghanistan. AS juga terus menyerang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya kerugian yang ditimbulkan. Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan rakyat di sana meninggal karenanya. Menurut penelitian John Hopkins University, akibat invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 lebih dari 1 juta warga sipil Irak tewas. Siapa yang harus bertanggung jawab atas semua tragedi ini? Amerika Serikat tentu. Dan kini negara itu dipimpin oleh Obama. Memang dulu ketika AS menginvasi Irak dan Afghanistan, AS dipimpin oleh Presiden Bush. Tapi Obama tidak mengubah kebijakan biadab itu. Memang pernah ada rencana untuk menarik pasukan dari Irak tapi hingga sekarang belum diwujudkan. Ia bahkan sudah memutuskan menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan. Itu artinya tingkat kerusakan dan penderitaan rakyat di sana, termasuk yang kemungkinan bakal tewas, akan meningkat.

Nah, sosok presiden seperti itulah yang rencananya akan mengunjungi negeri kita. Sebuah sosok yang kejam, yang tidak beda dengan Bush, yang tangannya berlumuran darah dan yang tidak memiliki rasa belas kasih sedikitpun. Ia misalnya, hingga sekarang tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban tragedi Gaza setahun lalu. Jangankan simpati terhadap korban atau kutukan terhadap pelaku, menyinggung peristiwa itu saja tidak pernah ia lakukan. Dalam pidato inagurasi atau pelantikannya sebagai Presiden, tak sedikitpun ia menyinggung soal Gaza. Padahal itu peristiwa besar dengan korban lebih dari 1.300 orang tewas, yang telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tapi bagi Obama, tragedi Gaza itu seolah tidak pernah ada.

Tambahan lagi, sebagai negara, Indonesia dalam pembukaan konstitusi telah menegaskan penentangannya terhadap segala bentuk penjajahan, dan karenanya penjajahan itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dalam konteks Obama, kalau konsisten dengan prinsip ini semestinya Indonesia juga harus menentang penjajahan yang dilakukan oleh AS di Irak dan Afghanistan. Dan bentuk paling ringan penentangan itu adalah menolak kehadiran presiden dari negara penjajah itu.

Berarti ia adalah musuh umat Islam?

Ya. Jelas sekali. Dengan semua tindakan itu, berarti AS memang telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan pada satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi'lan atau negara yang dalam status perang secara de facto.

Bila AS telah mengambil sikap memusuhi umat Islam, dan tidak tampak tanda-tanda untuk menghentikan permusuhan itu meski sudah diingatkan, bahkan sudah pula diprotes oleh jutaan rakyat dari berbagai negara di dunia termasuk oleh rakyatnya sendiri, mengapa kita lantas memaksa-maksa untuk bersahabat dengannya?

Bagaimana dengan pendapat orang bahwa Obama adalah tamu yang harus dihormati?

Obama memang tamu. Tapi tamu itu ada dua macam. Tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama adalah jenis tamu yang kedua, karena dia hingga sekarang terus menghancurkan negeri-negeri Muslim dan membunuhi saudara-saudara kita di berbagai negara.

Saya ingin tanya, andai ketika dulu masih hidup Imam Samudera berkunjung ke rumah SBY, kira-kira bakal diterima nggak? Pasti ditolak, to? Mengapa? Karena Imam Samudera dianggap sebagai pembunuh. Dan pembunuh tidak layak diterima sebagai tamu terhormat, apalagi oleh seorang Presiden.

Nah, yang bakal datang nanti adalah orang yang tingkat kejahatannya jauh lebih besar dari apa yang mungkin dilakukan oleh Imam Samudera. Imam Samudera (menurut tuduhan) meledakkan 3 ton bom di sepenggal jalan di Denpasar, melukai dan menewaskan ratusan jiwa serta merusak ratusan bangunan. Sementara yang dilakukan oleh Obama adalah terus menjajah dan menghancurkan dua buah negara berdaulat dengan ratusan juta jiwa penduduk tinggal di sana. Akibatnya, bukan hanya ratusan orang tapi ratusan ribu orang tewas.

Kira-kira agenda apa yang dibawa Obama ke Indonesia?

Pasti adalah agenda untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi, dan pasar yang sangat potensial untuk produk-produk ekspor AS. Sangat banyak perusahaan AS di bidang migas seperti Chevron dan Exxon Mobil serta perusahaan pertambangan seperti Freeport Mc Moran yang beroperasi di Indonesia. Dan dari perusahaan-perusahaan itu, sangat banyak AS menikmati kekayaan negeri ini. Apalagi kini AS tengah bersaing secara ekonomi dengan China. Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam genggamannya.

Memang ada nuansa nostalgia karena Obama semasa kecil pernah sekolah di Jakarta. Tapi itu amat sangat tidak penting. Kita tidak boleh terkecoh. Tidak mungkin lah presiden dari sebuah negara imperialis sebesar AS datang ke sebuah negara untuk sekadar bernostalgia.

Akankah kunjungan ini menguntungkan Indonesia? Ada sebagian orang mengatakan bahwa bertindak keras kepada AS akan merugikan Indonesia.

Mungkin saja ada keuntungan, tapi bila dibandingkan dengan kerugian, pasti kerugian itu lebih besar.

Kita selama ini memang telah dikungkungi rasa takut. Seolah kita akan hancur bila melawan AS. Tapi lihatlah negara seperti Venezuela, Bolivia dan negara-negara Amerika Latin. Juga Iran yang berani tegas terhadap AS, buktinya mereka tidak hancur. Bahkan dengan cara itu, mereka justru makin maju. Iran bisa terus memanfaatkan nuklir untuk sumber energi. Lebih dari 80% hasil migas Venezuela dan Bolivia kini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyatnya. Ini jumlah yang berkebalikan dari sebelumnya yang hanya 20%. Itu semua didapat melalui program nasionalisasi yang tentu amat ditentang oleh AS. Jadi justru karena menentang AS mereka menjadi untung, bukan buntung. Sementara, kita?

Obama pernah melewati masa kecilnya di Indonesia dan katanya neneknya juga beragama Islam. Komentar Anda?

Riwayat hidup Obama yang masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, juga ada di antara nenek moyangnya yang beragama Islam tidak bisa dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Obama, ya Obama. Kita menilai dari apa yang dia lakukan, khususnya selama ia menjadi Presiden AS.

Jangankan sekadar pernah tinggal, seorang warga negara Indonesia yang Muslim sekalipun bila tangannya berlumuran darah, membunuh banyak orang tetap saja harus kita hukum. Ingatlah pada sebuah hadits di mana Rasulullah menyatakan bahwa andai Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri niscaya pasti juga akan dipotong tangannya. (MediaUmat.com)

Mantan perwira intelijen Palestina Fahmi Shabana menuduh beberapa pejabat dari otoritas Palestina tanpa menyebut nama-nama mereka, telah menjual Yerusalem kepada Israel.

Komite Yerusalem yang menengahi antara dirinya dengan otoritas Palestina sendiri menyesalkan pernyatan Shabana tersebut dan mengatakan bahwa selain telah ada perjanjian mediasi, disinggung juga bahwa ada motif pribadi dari pernyataan mantan perwira Palestina tersebut.

Shabana mengatakan hal itu dalam sebuah konferensi pers di Yerusalem pada hari Senin lalu, yang menyatakan bahwa seorang mantan penasehat presiden Palestina Mahmud Abbas dan pejabat Palestina lainnya telah terlibat dalam pengalihan dan penjualan perumahan dan tanah milik warga Palestina di Yerusalem kepada Israel, dan ia bisa menyampaikan beberapa bukti valid atas tuduhannya tersebut.

Pada bagian lain Shabana mengatakan: "Apa yang telah terjadi setelah ini? Mereka telah menjual Yerusalem kepada Israel, di mana orang-orang jujur di dunia ini? Dan kepada semua orang yang meminta saya untuk diam, sekarang saya bertanya kepada mereka, Bukankah sikap diam membiarkan semua ini terjadi adalah sebuah pengkhianatan? Saya telah mencoba untuk menyelesaikan masalah ini di balik layar, namun tidak berhasil."

Pada kasus lain, para petugas keamanan Palestina, juga tidak mau ketinggalan dengan petinggi-petinggi di pemerintahan otoritas Palestina, mereka juga mengikuti langkah para pejabat tersebut dengan menjual sebidang tanah berikut bangunannya yang terletak di sepanjang masjid Al-Aqsha di wilayah pemukiman warga Palestina, petugas keamanan itu berkilah bahwa pemilik bangunan dan tanah sudah tidak tinggal di Yerusalem lagi namun sudah pindah ke Yordania. (fq/imo/aljz)

Selama sembilan tahun invasi AS ke Afghanistan, militer AS kehilangan 1.000 tentaranya. Laporan situs independen Icasualties.org menyebutkan, bulan Januari dan Februari 2010 merupakan bulan yang paling mematikan bagi pasukan AS.

Icasualties adalah situs yang mencatat jumlah korban tewas di pihak militer asing dalam perang di Irak dan Afghanistan. Laporan terbaru Icasualties yang dirilis hari ini menyatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan jumlah korban di pihak militer AS dalam selama peiode bulan Januari dan Februari pada tahun 2009 dan tahun 2010 dalam perang di Afghanistan

Selama dua bulan pertama tahun 2010, militer AS di Afghanistansudah kehilangan 54 tentaranya. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan Operasi Mustarak yang digelar AS selama dua pekan ini untuk memberangus basis-basis Taliban di provinsi Helmand.

Kepala Staff Gabungan AS di Afghanistan, Laksamana Mike Mullen sudah memperingatkan kemungkinan jatuhnya lebih banyak korban di pihak pasukan asing selama operasi Mistarak, terutama di wilayah Marjah.

"Kita harus memperkuat diri kita sendiri, tidak peduli seberapa sukses yang kita raih setiap hari, karena hari-hari yang berat akan datang," kata Mullen.

Sementara itu, menyusul laporan terbaru Icasualties, kelompok-kelompok anti perang menyatakan, mereka akan melakukan aksi penyadaran terhadap masyarakat di Kota New York bahwa sudah 1.000 tentara yang mati sia-sia dalam perang AS di Afghanistan.

Meski banyak yang pesimis AS mampu mengalahkan Taliban di Afghanistan, Presiden AS Barack Obama tetap memerintahkan untuk mengirim 50.000 pasukan tambahan untuk memperkuat 100.000 pasukan asing yang sudah ada di Afghanistan. (ln/prtv)


Biaya "anti-teror" di Pakistan telah mengorbankan 3000 nyawa warga sipil. Sementara  NATO hanya 1500  

Hidayatullah.com--Militer Pakistan menyatakan, lebih dari 3.000 ribu tentara dan warga sipil tewas ‎dalam 'perang antiteroris' di negaranya.

Seperti dilansir media massa Pakistan mengutip bidang humas militer negara itu hari  Sabtu (20/2), pascaperistiwa 11 September 2001 tercatat 3.000 lebih ‎tentara dan warga sipil menjadi korban 'perang anti-teror'.‎

Berdasarkan pernyataan militer Pakistan, pada tahun 2009 setiap harinya puluhan ‎tentara tewas atau terluka.

Di sisi lain jumlah korban tewas pasukan Pakta ‎Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan militer AS di Afghanistan hanya mencapai ‎‎1.500.‎

Pihak militer Pakistan mengkonfirmasikan pengadaan 821 pos pemeriksaan di ‎seluruh perbatasan Pakistan-Afghanistan, namun pasukan NATO hanya ‎membangun 112 pos pemeriksaan di wilayah perbatasan kedua negara.‎

Sejak akhir tahun 2006 di saat pejuang Taliban yang  kian ‎berkembang ke luar wilayah Waziristan maka Pakistan pada tahun 2009 dilanda ‎gelombang kerusuhan yang besar.‎ [irb/www.hidayatullah.com]


HTI-Press. Pemerintah Afganistan, Senin (22/2/2010), mengemukakan, sebuah serangan udara NATO di selatan Afganistan telah menewaskan 21 penduduk sipil. Persitiwa itu ketika sebuah pesawat NATO menyerang sasaran sipil yang diduga sebagai pemberontak. Pasukan NATO di Afganistan dalam sebuah pernyataan mengatakan, penduduk sipil telah terbunuh ketika mereka mendekati sebuah pasukan gabungan NATO dan Afganistan di Provinsi Uruzgan, Minggu, tetapi tidak menyebutkan jumlah korban yang tewas. (Kompas; 22/02)

Serangan ini menambah bukti kekejaman Obama yang menjadi panglima tertinggi pasukan perang Amerika Serikat. Atas komando Obama sang Presiden, dikirim 30 ribu pasukan tambahan untuk memperkuat penjajahan Amerika di Afganistan. Dipastikan jumlah umat Islam yang terbunuh akan bertambah. Data PBB menyebutkan, sepanjang tahun 2008 saja jumlah warga sipil Afganistan yang tewas meningkat 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut data PBB, jumlah warga sipil yang tewas akibat aksi-aksi kekerasan di Afganistan pada tahun 2008 sekitar 2.100 orang.

Sementara itu, di Irak hingga saat ini ribuan pasukan penjajah masih bercokol. Ratusan ribu umat Islam terbunuh. Konflik horisontal antarkelompok masyarakat pun meluas. Ledakan bom yang menewaskan rakyat sipil menjadi pandangan biasa terjadi di masjid, pasar dan tempat-tempat umum lainnya. Masih di era Obama, negara Zionis Israel terus menerus membunuhi kaum Muslim di Palestina. Semua itu berlangsung dengan dukungan penuh Amerika Serikat.

Amerika juga terlibat dalam berbagai konflik di negeri Islam. Di Pakistan, dengan menggunakan CIA dan tentara bayaran Blackwater, Amerika melakukan politik adu domba antara tentara Pakistan dan Mujahidin dengan menjadikan rakyat sipil sebagai tumbalnya. Berbagai konflik di Sudan, Yaman, Somalia, Negeria dan negeri Islam lainnya tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika dengan menggunakan antek-anteknya.

Di bidang ekonomi, negara imperialis ini pun menjadi penjarah utama kekayaan alam negeri-negeri Islam, tentu dengan bantuan para penguasa pengkhianat negeri Islam. Perusahan AS dan sekutunya mengeruk kekayaan minyak, emas dan tambang lainnya dalam jumlah yang besar di negeri-negeri Islam. Tentunya dengan berbagai cara atas nama perdagangan internasional, penanaman modal asing dan modus-modus lainnya.

Masih di era Obama Penjara Guantanamo, Abu Ghuraib dan penjara rahasia lainnya masih menjadi tempat penyiksaan dan pelecahan terhadap tahanan Muslim dengan tuduhan terorisme. Pertanyaan , apakah Obama layak dijadikan tamu yang harus dihormati ? Pantaskah kita berjabatan tangan dengan presiden negara imperialis sementara tangannya masih berlumuran darah kaum muslimin ?(FW)

Daftar Beberapa korban Sipil Panglima Perang Obama

Desember 2009

13 warga sipil tewas provinsi Lagham terbunuh dalam serangan oleh NATO.

November 2009

Empat orang warga sipil meninggal akibat serangan rudal yang dilakukan oleh pesawat mata-mata tak berawak milik Amerika. Serangan yang terjadi di daerah Newark itu juga melukai empat orang lainnya.

September 2009

Pada 4/9 lebih dari seratus orang, sebagian besar warga sipil, dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah pesawat-pesawat tempur pimpinan AS menyerang tanker bahan bakar di wilayah utara Afghanistan.

Agustus 2009

Enam orang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak milik AS di wilayah Suku Waziristan selatan di Pakistan barat-laut, yang berbatasan dengan Afghanistan, pesawat tanpa awak itu menembakkan dua rudal ke satu rumah di Desa Kani Kuram di Waziristan selatan, menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang lagi, sementara stasiun TV Geo News menyatakan serangan tersebut telah menewaskan delapan orang. Serangan udara juga dilancarkan pasukan Barat di Afghanistan Selatan menewaskan lima petani. Para petani tersebut tengah memuat hasil panen mereka, mentimun, ke dalam sebuah taksi.

Mei 2009

Sedikitnya 97 warga sipil tewas, kebanyakan anak-anak. Menurut Komisi Hak Asasi Independen Afghanistan, AIHRC, seperti dilansir situs straittimes, Rabu (27/5/2009), peristiwa penembakan terjadi pada 4-5 Mei lalu yang terjadi di barat daya Provinsi Farah. Pemerintah Afghanistan menyebutkan, sekitar 140 warga sipil tewas.

Januari 2009

Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza (yang berakhir pada Januari 2009) Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Padahal ada lebih 1.300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Obama malah berkata: "Amerika berpegang teguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah." Inikah yang disebut mutual respect?

Januari 2010

Senin (22/2/2010), mengemukakan, sebuah serangan udara NATO di selatan Afganistan telah menewaskan 21 penduduk sipil

GAZA (SuaraMedia News) – Ismail Radwan, pemimpin Hamas di Jalur Gaza, mengatakan pada hari Kamis bahwa gerakannya tidak memiliki keraguan bahwa Mossad ada di belakang pembunuhan Mahmoud al Mabhouh di Dubai.

Ia menambahkan bahwa dengan semua bukti yang muncul dari Dubai dan fakta bahwa Inggris, Perancis, dan Irlandia memanggil duta besar Israel di negara mereka masing-masing untuk ditanyai tentang penggunaan paspor Eropa dalam pembunuhan Mabhouh adalah bukti baru keterlibatan Mossad.

Radwan meminta negara-negara yang paspornya digunakan dalam pembunuhan untuk menghukum Israel dengan menyatakan Israel sebagai negara teroris dan dengan mengadili penjahat perang Israel di Pengadilan Kriminal Internasional.

Ia mengakhiri dengan mengatakan bahwa kejahatan membunuh Mabhouh adalah kejahatan lain yang ditambahkan dalam daftar panjang kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Pembunuhan Mahmoud al Mabhouh oleh Mossad di Dubai sebulan lalu mengkonfirmasi karakter penjahat negara Israel. Aksi kejahatan itu, bagaimanapun, tidak seharusnya mengejutkan kaum Muslim secara umum dan Palestina secara khusus, meskipun mungkin mengherankan beberapa pihak di dunia.

 

Pembunuhan dan teror telah lama membentuk arah politik Israel sejak awal. Memang, terdapat hubungan antara Israel dan kriminalitas. Hubungan ini ditegaskan dan ditegaskan ulang dari waktu ke waktu. Karena itu, sangat naif untuk bahkan membayangkan Israel suatu hari nanti mengubah warna kulitnya.

Pembunuhan di Dubai mengingatkan akan beberapa prinsip dasar berkaitan dengan konflik panjang dengan entitas jahat ini.

Pertama, gerakan perlawanan harus kembali menegaskan pencegahan mereka melawan rezim Zionis. Untuk beberapa alasan obyektif tertentu, organisasi seperti Hamas tidak dapat diharapkan merespon secara militer terhadap setiap kejahatan Israel. Itu jelas di luar kemampuan Hamas. Hamas, bagaimanapun hanyalah kelompok perlawanan yang relatif kecil yang strategi utamanya membuat kelanjutan pendudukan Palestina dibayar dengan harga mahal. Namun, Hamas dan gerakan perlawanan lainnya harus berusaha sebisa mungkin menciptakan dan memelihara pencegahan untuk memaksa Zionis berpikir dua kali sebelum melakukan pembunuhan berikutnya.

Upaya ini tidak boleh dibatasi pada perlawanan militer. Upaya politik dan diplomatik dapat menjadi sama efektifnya dalam mencegah para Zionis. Contohnya, kegagalan Mossad membunuh Khalid Mashal di Amman hampir 12 tahun lalu membuat pemerintah Israel menahan diri dari melakukan pembunuhan di dalam wilayah Yordania. Bukan berarti Israel tidak mengirimkan agen-agen Mossad ke Yordania, yang jelas banyak terdapat di sana. Namun, sejak gagalnya upaya pembunuhan itu, Mossad semakin menjaga sikapnya, berkat sikap yang patut dicontoh dari mendiang Raja Hussein dalam bereaksi terhadap aksi teroris yang gagal itu.

Mesir, terlepas dari sikap tunduknya pada AS dan Israel, juga telah mengikuti kebijakan tanpa kompromi melawan operasi Mossad di tanah Mesir, yang merupakan salah satu dari sedikit elemen positif dari rezim Mubarak.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting bahwa Hamas harus mendesak semua negara-negara Arab yang memiliki hubungan dengan rezim Zionis untuk memiliki sebuah kebijakan toleransi nol terhadap infiltrasi intelijen Israel ke dalam wilayah mereka.

Ratusan juta kaum Arab dan Muslim kini menanti untuk melihat langkah apa yang akan diambil Uni Emirat Arab, terutama Dubai, untuk memastikan tidak ada lagi operasi Mossad yang dilakukan di tanah mereka.

Bola kini berada di pengadilan Dubai, apakah kita suka atau tidak, karena ketiadaan aksi akan memberanikan Israel untuk mengulangi kejahatan yang sama.

Kedua, harus selalu diingat bahwa konflik dengan Zionisme bersifat komprehensif yang mencakup setiap bidang kehidupan. Karena itu, umat Islam harus terus memberdayakan diri. Isu Palestina bukan hanya persoalan rakyat Palestina. Itu adalah isu Arab-Muslim yang berarti bahwa semua Muslim harus terlibat dalam menjalani pertempuran bersama Palestina.

Ketiga, sangat penting bahwa setiap rakyat Palestina, kaum Arab dan Muslim yang terpelajar, yang mengetahui bahasa asing terutama Inggris dan Perancis, harus berkontribusi dengan waktu dan energi dalam perjuangan untuk opini publik dunia.

Zionis dapat mengontrol opini publik Barat melalui organisasi yang efektif dan perencanaan yang cermat. Mereka mampu mengubah yang hitam menjadi putih, kebohongan besar menjadi kebenaran yang diagung-agungkan oleh ribuan warga Eropa dan Amerika Utara yang tertipu, dan Israel,  negara fasis yang menjadi satu-satunya demokrasi di Timur Tengah. (rin/pic) www.suaramedia.com

LAS VEGAS (SuaraMedia News) – Dalam sebuah upaya untuk mengoreksi ucapannya, Presiden Barack Obama secara terbuka menyatakan bahwa dirinya cinta Las Vegas. Dan Las Vegas cukup senang mendengar ucapan sang presiden.

Sebelumnya, Obama membuat geram para pejabat pemerintahan Nevada karena telah menggunakan Las Vegas sebagai contoh buruk membelanjakan uang di masa-masa sulit. Namun, dalam sebuah kunjungan satu malam di kota tersebut, Obama berupaya memperjelas bahwa dirinya tidak bermaksud menjelekkan Las Vegas.

"Saya cinta (Las) Vegas," kata Obama di hadapan 650 orang pebisnis dan petinggi dinas pariwisata dalam kunjungannya ke sebuah resor dan kasino di Las Vegas pada hari Jumat waktu setempat.

Ucapan Obama tersebut langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para hadirin. Kara Kelley, CEO Kamar Dagang Las Vegas, menyebut pernyataan Presiden Obama sebagai sebuah hal yang amat sesuai dan disambut dengan baik. Obama mengatakan bahwa ibu mertuanya senang berkunjung ke Kota Dosa tersebut. Presiden kulit hitam pertama AS tersebut juga membeberkan program-program yang diharapakan akan mampu mendongkrak animo pariwisata di Las Vegas.

Ketika ada seorang dokter gigi yang mengatakan kepada Obama bahwa semua orang datang ke Las Vegas, sang presiden mengatakan: "Itu yang saya maksudkan."

Ketika pria tersebut mengatakan bahwa dirinya membelanjakan uangnya di kota dosa tersebut, Obama menjawab: "Itu bagus, kami senang mendengarnya."

Obama juga melontarkan lelucon mengenai judi. "Kemarin malam, saya mendapatkan kartu flush (deret kartu dengan simbol kartu yang sama) dan langsung memangkas defisit anggaran (AS) menjadi setengahnya," katanya. Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa saya gemar bermain poker."

Dalam upayanya untuk meredakan ketegangan, Obama mempertahankan ucapannya yang dilontarkan pada awal bulan ini. Orang-orang yang tengah menabung untuk biaya kuliah tidak seharusnya menghamburkan uang di Las Vegas.

'Tapi, bukan berarti bahwa saya tidak suka Vegas," kata Obama. "Saya rasa semua orang di sini setuju bahwa satu-satunya tempat untuk membelanjakan anggaran kuliah adalah kampus. Sama sekali tidak ada yang perlu dipertentangkan dalam hal itu."

Pariwisata, yang menjadi industri teratas negara bagian Nevada, mengalami pukulan berat dalam krisis ekonomi yang melanda AS. Pada hari Jumat, lembaga regulator judi Nevada melaporkan bahwa kasino-kasino besar di negara bagian tersebut menderita kedugian sebesar $6,8 miliar, dalam periode waktu Juli 2008 hingga Juni 2009. Mengalami penurunan 1.000 persen jika dibandingkan dengan keuntungan sebesar $721 juta yang diraup pada tahun sebelumnya.

Obama telah dua kali menggunakan Las Vegas sebagai contoh pembelanjaan uang yang tidak bertanggung jawab. Tahun lalu, Obama mengatakan bahwa pihak-pihak yang menerima kucuran dana talangan pemerintah tidak boleh pergi ke Las Vegas dengan menggunakan uang para wajib pajak. Sebagian penduduk Nevada mengatakan bahwa ucapan Obama telah mempengaruhi pariwisata.

"Saya tidak suka dengan ucapan Obama," kata Carla Montemayor, 61, asal Henderson, Nevada, yang dahulu menjadi penjual perhiasan di Flamingo Hilton, suaminya bekerja sebagai pelayan di sebuah kasino Las Vegas.

"Jika diucapkan satu kali, maka hal itu bisa dianggap sebagai salah ucap, tapi jika diucapkan dua kali, tampaknya seperti ada dendam," kata Montemayor.

Ia mengusung papan tanda yang bertuliskan "Jangan kambinghitamkan Las Vegas" sambil berdiri di luar gedung sekolah tempat Obama berpidato. (dn/ap) www.suaramedia.com

Pemerintah AS akan mengubah nama operasi militernya di Irak mulai tanggal 1 September 2010. Hal tersebut terungkap dalam memo angkatan bersenjata AS (Pentagon) yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan, Robert Gates.

Memo itu berisi persetujuan Pentagon untuk mengubah nama operasi militer AS di Irak. Saat ini operasi militer yang sedag dijalankan AS di Irak bernama "Operation Iraqi Freedom" (Operasi Pembebasan Rakyat Irak). Berdasarkan memo tersebut, nama itu berubah menjadi "Operation New Dawn" (Operasi Fajar Baru) dan akan mulai digunakan pada tanggal 1 September mendatang.

Menurut laporan ABC News yang mengutip pernyataan Gates dalam memo itu, perubahan nama dilakukan seiring dengan perubahan misi pasukan AS di Irak. "Menyelaraskan perubahan nama dengan perubahan misi menjadi sinyal kuat bahwa 'Operation Iraqi Freedom' sudah berakhir dan pasukan kami melakukan operasinya dibawah sebuah misi baru," tulis Gates dalam memo tersebut seperti dilansir ABC News.

Selain itu, kata Gates, perubahan misi membuka peluang untuk menyinkronkan inisiatif komunikasi yang strategis dan mengakui hubungan yang makin berkembang antara AS dan pemerintah Irak.

Tapi memo yang ditujukan untuk Jenderal David Petraeus selaku Kepala Komando Sentral pasukan AS di Irak, seketika menuai kritik dari organisasi keluarga militer di AS, Miltary Families United (MFU).

Direktur Eksekutif MFU, Brian Wise dalam pernyataannya mengkritik Pentagon dengan mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa mengakhiri perang hanya dengan mengubah namanya. "Meski pemerintah berusaha untuk mengubah realita yang terjadi di lapangan, upaya itu tidak akan mengubah situasi yang mereka hadapi di Irak," kritik Wise.

"Keputusan atas masalah operasional militer selayaknya dibuat tidak untuk keperluan hubungan massa saja tapi selayaknya dibuat untuk kepentingan bangsa, pasukan kita di medan pertempuran dan keluarga mereka di rumah," tandas Wise.

Perubahan nama operasi militer AS di Irak menimbulkan pertanyaan seriuskah Obama akan menarik pasukannya dari Irak seperti yang dijanjikannya ketika dinyatakan resmi sebagai presiden AS. Obama menyatakan akan menarik pasukan dari Irak dan akan lebih fokus pada perang AS di Afghanistan.

Pasukan AS yang ditugaskan ke Irak jumlahnya 97.000 tentara. Berkurang sedikit dari jumlah pada masa awal invasi yang mencapai 100.000 tentara. AS menargetkan akan mengurangi jumlah pasukannya pada akhir Agustus mendatang, sehingga yang tersisa di Irak hanya tinggal 50.000 tentara saja yang akan menjalankan tugas melatih militer Irak dan memberikan masukan-masukan pada pemerintah Irak. (ln/aby)

Seorang pejabat senior keamanan Pakistan, pada hari Jumat kemarin (19/2) mengatakan bahwa Muhammad Haqqani saudara dari pimpinan Islam Afghan Sirajuddin Haqqani syahid (insyaAllah) dalam sebuah serangan AS di wilayah utara Pakistan.

Pejabat keamanan Pakistan yang tidak mau disebutkan namanya, kepada AFP mengatakan: "Muhammad Haqqani, anak dari tokoh legendaris mujahidin Afghanistan Jalaluddin Haqqani tewas dalam sebuah serangan hari Kamis lalu, beserta dengan dua pekerja asing dan anggota suku setempat."

Sumber keamanan Pakistan tersebut menambahkan: "Muhammad Haqqani sebenarnya tidak berpartisipasi secara aktif dalam gerakan perjuangan mujahidin Afghanistan, namun tempat tinggalnya sering digunakan sebagai tempat persembunyian para mujahidin Arab."

Menurut sumber resmi Pakistan, Muhammad Haqqani, wafat ketika pesawat Drone AS menargetkan serangan terhadap aktivitas mujahidin di wilayah utara Waziristan, di sebuah benteng dari jaringan pejuang Haqqani yang berada di wilayah kesukuan Pakistan yang berada di luar kendali pasukan Pakistan.

Sumber resmi Pakistan menganggap kepemimpinan Sirajuddin Haqqani, saudara dari Muhammad Haqqani terkait dengan jaringan Taliban di Afghanistan dan al-Qaidah serta gerakan Hizbul Islam milik ayahnya, seorang pemimpin mujahidin terhadap Soviet Jalaluddin Haqqani.

Di lain pihak, sebuah sumber yang dekat dengan jaringan Haqqani mengatakan bahwa serangan kemarin sebenarnya memang menargetkan keluarga Jalaluddin Haqqani.(fq/imo)

ilustrasiilustrasi
Sumber media AS melaporkan bahwa lima orang tentara muslim telah ditahan, atas penyelidikan dalam kasus keracunan makanan di kamp militer AS di Fort Jackson.

Jaringan berita "Fox News" mengatakan dalam sebuah laporan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa lima orang tentara AS itu telah ditahan pada akhir bulan Desember tahun lalu, untuk di interogasi atas tuduhan berusaha meracuni pasokan makanan di pangkalan militer AS di South Carolina.

Menurut "Fox News", kelima tentara yang ditahan tersebut, bekerja dalam program penerjemahan bahasa Arab Al-Qaidah. Dan menurut salah satu sumber, tentara yang ditahan itu, semuanya berbicara dalam bahasa Arab.

Sumber mengatakan kepada Fox bahwa sebelum berita penangkapan tersangka terekspos, ia menyatakan bahwa kelima tersangka adalah muslim. Sedangkan stasiun berita CBN pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa lima orang yang ditahan tersebut merupakan "Islamis".

Mengutip dari sumber, bahwa kelima orang yang ditahan itu kemungkinan besar terkait dengan lima muslim lainnya yang di tangkap di Washington DC pada bulan Desember, setelah pihak berwenang mengungkapkan rencana mereka yang akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk "berjihad" melawan pasukan Amerika disana. Namun Tidak dijelaskan apakah mereka masih berada dalam tahanan atau sudah dilepas.

Sementara itu, Chris Gray juru bicara divisi investigasi kriminal militer AS menyatakan bahwa penyelidikan kasus keracunan di pangkalan militer Fort Jackson, yang dimulai sejak dua bulan lalu saat ini masih berlangsung.

Chris Gray mengatakan bahwa kelima orang tentara muslim tersebut dapat menghadapi tuduhan 'sangat serius', namun dirinya tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berita tentang penyelidikan ini muncul setelah kasus penembakan yang terjadi di pangkalan militer As Fort Hood Texas pada bulan November tahun lalu.(fq/imo/alqudsalarabi)

KABUL (SuaraMedia News) – Para pejabat PBB mengatakan bahwa lembaga bantuan mereka tidak akan turut berpartisipasi dalam strategi NATO untuk membangun kembali Afghanistan selatan. Strategi tersebut menjadi bagian dalam kampanye militer yang dilancarkan NATO.

Robert Watkins, utusan khusus dari Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, dalam sebuah konferensi pers di Kabul mengatakan: "Kami tidak akan turut ambil bagian dalam proses (pembangunan kembali) tersebut, kami tidak ingin menjadi bagian di dalamnya. Kami tidak akan ikut campur dalam strategi militer tersebut."

Watkins berbicara kepada para wartawan dan mengumumkan rencana badan kemanusiaan PBB untuk tahun 2010, demikian dilaporkan oleh New York Times.

Serangan NATO yang diberi tajuk Operasi Mushtarak (kebersamaan) dilakukan untuk mengenyahkan gerilyawan Taliban dari Marjah, Nad Ali, dan sejumlah kota lain di provinsi Helmand, sebelah selatan Afghanistan.

Laporan The Times menyebutkan bahwa rencana "pemerintah dalam kotak" yang dijalankan oleh Jenderal Stanley McChrystal, komandan tertinggi pasukan AS dan NATO di Afghanistan.

Dalam rencana tersebut, termasuk layanan cepat pemerintah, misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan jika Marjah sudah "diamankan". Dalam laporan berita tersebut, disebutkan bahwa Watkins tidak berbicara langsung mengenai serangan Marjah, namun ia mengatakan, "bukan kekuatan militer yang akan memberikan layanan-layanan tersebut, mereka hanya akan "membersihkan" wilayah sekitar untuk memudahkan pemerintah memberikan layanan yang dimaksudkan."

Wael Haj-Ibrahim, kepala Badan Koordinasi Kemanusiaan PBB, mengatakan bahwa kekuatan militer tidak boleh dilibatkan dalam penyediaan layanan kesehatan atau pendidikan.

"Penggunaan sumber daya akan tidak maksimal jika militer diperbolehkan untuk melakukan hal itu," katanya.

"Pelaksanaan Operasi Mushtarak memperlihatkan bahwa pasukan militer telah mengubah caranya dalam beroperasi, dan bahwa militer bekerja bersama dan untuk rakyat Afghanistan," demikian bunyi pernyataan pasukan koalisi.

Pasukan koalisi juga memperingatkan bahwa fase militer di Afghanistan kemungkinan akan berlangsung lama, karena pasukan militer harus membersihkan wilayah tersebut dari ranjau dan berbagai "bahaya signifikan lain di kawasan tersebut."

Serangan ke distrik Marjah, provinsi Helmand, untuk menggulingkan Taliban dilakukan oleh pasukan koalisi pada hari Sabtu lalu.

Serangan tersebut dilakukan di wilayah-wilayah yang dikuasai pejuang Taliban di Afghanistan selatan. Distrik Marjah merupakan wilayah penting yang memungkinkan Taliban menyebarkan pengaruh ke distrik Nawa, Nad Ali, Babaji, dan ibukota provinsi, Lashkar Gah.

NATO mengklaim bahwa Operasi Mushtarak dilakukan untuk menyingkirkan Taliban, memastikan terciptanya perdamaian, menghadirkan proses pemerintahan yang baik, serta mempercepat proses rekonstruksi.

Serangan tersebut bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh pasukan pimpinan NATO terhadap Taliban di Afghanistan selatan. Khususnya di provinsi Helmand, dengan tujuan untuk memperkuat pengaruh pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan NATO juga pernah melancarkan operasi militer terhadap para gerilyawan, namun mereka tidak mampu menjaga wilayah tersebut dari gelombang kekerasan meski mengklaim telah mampu "membersihkan" wilayah tersebut dari para gerilyawan kemudian menaikkan bendera pemerintah. (dn/up/xh) www.suaramedia.com

GAZA (SuaraMedia News) – Dr. Salah Al Bardawil, juru bicara blok parlemen Hamas, membantah bahwa gerakannya menerima pesan dari Rusia mengenai kesepakatan pertukaran tahanan.

Dalam sebuah rilisan pers pada hari Rabu (17/02), Bardawil menyebut laporan pers bahwa Moskow telah menyampaikan sebuah pesan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke Hamas adalah tidak berdasar.

Ia mengatakan bahwa Hamas tertarik pada pelepasan tahanan Palestina di tingkat yang sama Netanyahu tertarik pada pelepasan prajurit Gilad Shalit.

Media Yahudi mengatakan bahwa Netanyahu meminta Presiden Rusia, Dimitri Medvedev untuk menyampaikan sebuah pesan ke Hamas bahwa Israel tidak akan menawarkan lebih banyak dari yang telah ditawarkannya dalam kesepakatan pertukaran.

Pada tanggal 2 Februari, Hamas mengumumkan akan membekukan diskusi pertukaran tahanan dengan Israel.

"Suasananya tidak cocok untuk melakukan pembicaraan sekarang," ujar juru bicara Hamas di Jalur Gaza, Ayman Taha. Ia tidak memberikan detail lebih lanjut.

Israel telah mendorong Hamas untuk membebaskan Gilad Shalit, prajurit Pasukan Pertahanan Israel yang ditangkap oleh Palestina bulan Juni 2006 saat sedang berpatroli di dekat Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas sejak musim panas 2007.

Surat kabar Saudi, Okaz, mengutip sebuah sumber Hamas yang mengatakan bahwa pembekuan pembicaraan itu disebabkan oleh kematian Mahmoud al Mabhouh, pemimpin sayap paramiliter Hamas, yang terbunuh baru-baru ini di Dubai. Hamas menuduh Israel membunuhnya.

Namun pemimpin Hamas lainnya tidak secara langsung mengaitkan kematian al Mabhouh dengan pembicaraan tentang pembebasan Shalit.

"Pembicaraan ini menemui jalan buntu dan dibekukan bahkan sebelum pembunuhan al Mabhouh," ujar Salah al Bardawil, pemimpin Hamas di Gaza, kepada kantor berita Safa.

Akhir 2009, laporan media menyebutkan bahwa sebuah kesepakatan pertukaran, yang menetapkan pembebasan sekitar 1.000 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel sebagai ganti Shalit, dapat disetujui dalam waktu dekat.

Jalur Gaza menjadi subyek blokade Israel sejak Hamas mengambil alih kekuasaan. Pembebasan Shalit adalah prasyarat besar dicabutnya blokade itu.

Masalah pertukaran tahanan antara gerakan Hamas dan Zionis Israel kembali muncul dan dengan kuat di arena politik. Hal ini menegaskan kegagalan pemimpin Zionis Israel dalam agresinya terakhir ke Jalur Gaza dan memanfaatkan darah rakyat Palestina untuk merealisasikan kebutuhan-kebutuhan pemilu. Sekaligus memberi Hamas beserta faksi-faksi perlawanan Palestina ijazah kemenangan dalam perang yang berlangsung selama 23 hari, yang membuktikan dengan semangat juang perlawanan dan rakyat Palestina. seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa pemerintahnya kemungkinan besar akan menerima syarat pertukaran tawanan yang diajukan Hamas. Israel bersedia membebaskan 1.400 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel untuk ditukar dengan pembebasan Shalit.

Menteri Urusan Pensiunan Israel, Rafael Rafi Eitan menyatakan, "Ada kemungkinan yang kuat akan ada kebijakan komprehensif terkait tuntutan Hamas ... yang akan direalisasikan selama masa pemerintahan perdana menteri yang sekarang masih berkuasa."

"Kita semua tahu, kalau menunggu pemerintahan baru, akan butuh waktu lagi sekurangnya enam bulan," sambung Eitan.

Seperti diberitakan, Hamas meminta pembebasan seluruh tahanan Palestina sebagai salah satu syarat gencatan senjata dengan Israel. Diantara ribuan tahanan Palestina 372 tahanan diantaranya adalah anggota faksi Hamas.

Media Israel juga melaporkan bahwa Tel Aviv telah menyatakan kesediaannya membebaskan sedikitnya 1.000 tahanan Palestina dan membuka kembali seluruh perbatasan. Pertukaran tahanan akan dilakukan sebelum pemerintahan baru Israel terbentuk usai pemilu yang akan digelar tanggal 10 Februari lusa.

Warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel saat ini, jumlahnya mencapai 12.000 orang. Mereka ditahan oleh militer Israel yang melakukan operasi secara rutin di berbagai tempat di Tepi Barat. Militer Israel mengklaim warga yang ditangkap adalah para pejuang Palestina. Oleh tentara Israel, warga yang ditangkap dibawa ke lokasi-lokasi yang tidak diketahui. (rin/pic/fc/sm) www.suaramedia.com

Sekitar 3.000 orang melakukan unjuk rasa di Oslo, Norwegia, memprotes penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW, Jumat 12 Februari.

Di tengah hawa dingin yang menusuk tulang para demonstran memprotes penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seekor babi dengn kaki di atas AL Quran.

Para demonstran membawa berbagai poster berisi kecaman atas penerbitan kartun nista tersebut.

"Kami adalah umat Islam, kami bukan teroris," dan "Hentikan pencemaran Islam", demikian isi salah satu poster tersebut.

Tabloid Dagbladet menerbitkan sebuah kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW pada tanggal 3 Februari lalu.

Penggabaran yang dilakukan media Norwegia ini didasarkan pada artikel yang terdapat dalam halaman facebook milik salah satu divisi kepolisian Norwegia atau Norwegian police security service (PST). Di dalam artikel tersebut terdapat sebuah link halaman internet lain yang memuat kartun buruk tersebut.

Link tersebut dikirim pada halaman facebook oleh seorang pengguna namun accountnya sudah dihapus bersamaan dengan komentar-komentar buruk yang memicu permasalahan, setelah pihak kepolisian menyadarinya.

Media Norwegia melaporkan bahwa Dagbladet telah dibohongi oleh seorang bernama Arfan Bhatti, yang menurut polisi telah tewas dalam penembakan di sebuah sinagog tahun 2006. Bhatti diduga yang memberikan informasi link facebook milik PST Norwegia kepada Dagbladet, yang kemudian menyebarkan ilustrasi culas itu.

Menurut jubir kepolisian, aksi demostrasi tersebut berjalan baik. Dalam  demo tersebut, para pengunjuk rasa juga sempat melakukan sholat berjamaah.

Berungkali media barat menunjukkan kebenciannya terhadap Islam dengan mempublikasikan kartun bohong yang seolah-olah adalah Nabi Muhammad, beberapa tahun lalu koran Denmark Jylland Posten juga menampilkan kartun yang ditujukan sebagai sosok Nabi dengan menggunakan sorban yang terlilit bom seraya menunjukkan bahwa Nabi menganjurkan terorisme.

[muslimdaily.net/alarby]

Sebuah serangan dan aksi vandalisme kembali terjadi di sebuah masjid di daerah Nashville, Tennessee, AS. Peristiwa tersebut dengan cepat mendorong para pemimpin dari berbagai agama bergandengan tangan untuk memerangi kebencian terhadap agama dan tindakan rasial di negara bagian tenggara Amerika.

"Sebagai orang Yahudi, kami telah mengalami serangan serupa di rumah-rumah ibadat dan lembaga-lembaga kami selama bertahun tahun dan dapat berempati dengan penderitaan ini" kata Steve Edelstein, direktur eksekutif Federasi Yahudi, menulis dalam sebuah surat kepada para pemimpin Muslim dan dikutip oleh The Tennesse.

Para pemimpin Kristen juga menyatakan solidaritas mereka terhadap umat Islam, salah satunya adalah pendeta James "Tex" Thomas Jefferson dari Gereja Baptis yang berencana mengunjungi masjid hari Sabtu.

Al-Farooq, Masjid yang terletak di Fourth Avenue, Nashville, Tennessee selatan tersebut dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab pada hari Rabu lalu. Insiden tersebut adalah kali pertama sejak masjid tersebut didirikan pada tahun 2003.

Para penyerang menyemprotkan tulisan-tulisan provokatif dan beberapa lambang salib merah di tembok masjid. Sebuah sumpah serapah dan kebencian juga mereka tuliskan di tembok tersebut yang menyatakan bahwa agama Islam adalah musuh karena berusaha menghancurkan AS dan Israel.

Polisi setempat masih menyelidiki adanya kemungkinan  kejahatan rasial dalam serangan tersebut.

Pada tahun 2008, sebuah insiden penyerangan pernah terjadi di salah satu masjid di Columbia, sekitar 40 mil selatan Nashville. Masjid tersebut dibakar oleh beberapa orang yang akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Serangan tersebut membuat umat Islam Nashville bertindak. Mereka mulai mendiskusikan toleransi beragama di dalam Islam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hakekat Islam. Mereka mengadakan sebuah forum khusus yang berisi presentasi tentang hakekat Islam dan diskusi panel.

"Kami ingin orang-orang memahami apa yang kita percaya," kata Rashed Fakhruddin, anggota dewan Islamic Center di Nashville.

Survei terbaru dari Pew Research Center, AS menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika memang tahu sedikit tentang Islam, sehingga setengah dari mereka memiliki pandangan negatif tentang Islam dan kepercayaannya.

[muslimdaily.net/imo]

Pemerintah Spanyol merencanakan menambah 511 tentara tambahan ke Afghanistan untuk meningkatkan jumlah militernya yang berada di sana, demikian ungkap mentri pertahanan Spanyol Carme Chacón, Jumat 12 Februari.

Rencana ini untuk meningkatkan jumlah tentara Spanyol di Afghanistan hingga mencapai 1.600.

Tentara baru tersebut akan dibagi menjadi 3 tim, semuanya menjadi pelatih. Mereka akan ditempatkan untuk melatih tentara Afghanistan. Mereka juga akan membantu dukungan logistik dan keamanan di provinsi Baghdis, tambah sang mentri.

Selain tentara, 40 paramiliter dari kepolisian juga akan dikirimkan untuk melatih kepolisian Afghanistan.

Pengiriman pasukan tambahan ini masih menunggu persetujuan parlemen Spanyol, yang akan melakukan pemungutan suara mengenai masalah ini 17 Februari mendatang.

Spanyol yang kini telah memiliki 1.065 tentara yang bertugas di Afghanistan tergabung bersama pasukan aliansi NATO, mereka telah kehilangan 90 tentara yang tewas.

[muslimdaily.net/ptv]

KABUL (SuaraMedia News) - Seorang tentara Afghanistan bersama pasukan NATO mengklaim mereka telah membunuh beberapa militan dalam serangan di sebuah kompleks di mana pasukan menemukan mayat dua laki-laki dan dua perempuan terikat dan tersumbat, NATO mengatakan pada hari Jumat, namun klaim tersebut mendapat bantahan keras dari anggota keluarga yang menuduh tentara AS telah membunuh warga sipil tak berdosa.

Pejabat Afghanistan di provinsi Paktia dikonfirmasi pada hari Jumat mereka sedang menyelidiki kematian lima orang di sebuah rumah di dekat ibukota provinsi Gardez.

Kepala Kepolisian Jendral Azizudin Wardak mengatakan lima orang, dua laki-laki dan tiga wanita, tewas Kamis malam dalam sebuah pesta. Salah seorang pria bekerja untuk polisi, sementara orang kedua bekerja untuk kantor jaksa agung, katanya.

"Siapa yang membunuh mereka? Kita masih belum tahu," katanya, menambahkan penyelidikan sedang berjalan.

Kematian warga sipil selama operasi militer merupakan masalah di Afghanistan, dan komandan AS telah mengeluarkan perintah tegas untuk membatasi penggunaan kekuatan ketika beresiko merenggut korban warga sipil. Presiden Hamid Karzai juga menyerukan NATO untuk menghentikan serangan malam ke rumah-rumah pribadi karena mereka menyinggung budaya Afghanistan dan membantu membuat orang menjauh dari pemerintah dan sekutu-sekutunya.

Departemen Dalam Negeri mengirim tim pada hari Jumat untuk Paktia untuk menyelidiki insiden itu, yang menunjukkan keprihatinan tingkat tinggi terhadap kesaksian baru korban sipil.

Pasukan NATO telah berjanji untuk "bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan bersama ini," kata Brigjen. Jenderal Eric Tremblay, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional.

Dalam sebuah pernyataan, pasukan NATO mengatakan operasi itu terjadi Kamis malam di distrik Gardez setelah satuan gabungan menerima laporan dari kegiatan militan di kompleks dekat desa Khatabeh.

"Beberapa militan terlibat dalam tembak-menembak dengan satuan gabungan dan tewas," kata pernyataan itu, tanpa mengatakan berapa banyak telah meninggal. Kemudian "sejumlah besar pria, wanita, dan anak-anak" keluar dari kompleks dan ditahan oleh pasukan gabungan, katanya.

Pernyataan awal itu menyatakan bahwa satuan gabungan mencari kompleks membuat "penemuan mengerikan" - mayat tiga wanita yang telah terikat, mulutnya disumbat dan dibunuh. Mayat-mayat itu tersembunyi di ruangan sebelah, kata pernyataan itu.

Namun pernyataan kedua beberapa jam kemudian mengatakan, pasukan gabungan menemukan mayat dua wanita yang terikat dan tersumbat, dan dua pria mati. Tidak ada penjelasan untuk perbedaan awal.

Delapan orang telah ditahan untuk ditanyai, pasukan NATO mengatakan, menambahkan bahwa penyelidikan forensik gabungan akan dilakukan.

Namun, kerabat korban yang tewas mengatakan pasukan Amerika untuk bertanggung jawab atas kematian dari  lima orang itu ketika dihubungi oleh The Associated Press melalui telepon.

Seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Hamidullah mengatakan dia berada di rumah ketika sekitar 20 orang berkumpul untuk merayakan kelahiran anak laki-laki ketika sekelompok orang ia digambarkan sebagai "pasukan khusus AS" mengepung kompleks.

Ketika seseorang keluar ke halaman untuk bertanya mengapa, Hamidullah mengatakan ia melihat pasukan AS menembaknya.

"Daud keluar dari rumah untuk bertanya apa yang sedang terjadi. Dan kemudian mereka menembaknya," katanya.

Kemudian mereka membunuh seorang laki-laki kedua, Hamidullah berkata. Sisa dari grup dipaksa keluar ke pekarangan, dipaksa berlutut dan tangan mereka diikat di belakang punggung mereka, katanya, kemudian menangis tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang deputi anggota dewan provinsi di Gardez, Shahyesta Jan Ahadi, mengatakan berita tentang operasi telah memanaskan masyarakat setempat yang mengatakan bahwa Amerika bertanggung jawab atas kematian tersebut.

"Tadi malam, orang-orang Amerika melakukan operasi di sebuah rumah dan menewaskan lima orang yang tidak bersalah, termasuk tiga wanita. Orang-orang sangat marah," katanya.

Ahadi mengatakan dalam operasi itu tidak ada pasukan Afghanistan apa pun, mengatakan "Pemerintah tidak tahu tentang hal ini."

"Kami sangat mengutuk ini," katanya, menunjukkan bahwa penduduk dapat mengatur sebuah demonstrasi untuk memprotes. (iw/tg) www.suaramedia.com

Pejuang Taliban telah berhasil membunuh enam personil tentara NATO, sewaktu aliansi pasukan pendudukan bersama dengan pasukan pemerintahan Afghanistan melakukan serangan di wilayah selatan Afghanistan.

Pasukan marinir AS memimpin serangan pasukan NATO kepada mujahidin Taliban pada hari sabtu kemarin (13/2) di kota Lea di provinsi Helmand Afghanistan selatan.

Seorang wartawan untuk Reuters melaporkan bahwa Marinir terlibat dalam sebuah baku tembak dengan pejuang Taliban setelah beberapa jam pasukan AS mendarat dengan helikopter di dekat kota Lea Helmand Afghanistan.

Perlawanan Taliban

Taliban telah mengancam pasukan pendudukan NATO dalam perang sebelumnya, sewaktu mereka melakukan serangan gerilya terhadap pasukan pendudukan dengan melakukan penembakan di wilayah selatan Afghanistan.

Dalam pertempuran tersebut, Marinir AS membalas serangan mujahidin Taliban dengan menembakkan roket ke arah mereka.

Pasukan pendudukan NATO sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan segera memulai serangan bersama pada minggu ini dalam sebuah operasi yang disebut "Operasi gabungan" termasuk di dalamnya partisipasi pasukan pemerintahan Afghanistan.(fq/imo)

Powered by Blogger.