AMSTERDAM--Sebuah pengadilan sipil Belanda menolak tantangan terhadap kekebalan PBB, berkaitan dengan upaya untuk membebani badan dunia itu tanggungjawab atas pembunuhan besar-besaran di Srebrenica pada saat perang Bosnia 1992-95. Pengacara yang mewakili 6.000 keluarga yang masih hidup dari korban Srebrenica telah mengajukan beberapa tantangan hukum di pengadilan Belanda terhadap negara Belanda dan PBB karena gagal mencegah pembunuhan di Srebrenica pada 1995 itu.

Tapi putusan pengadilan banding di Den Haag Selasa memperkuat putusan pengadilan yang lebih rendah Juli 2008 bahwa PBB tidak dapat dipanggil ke hadapan pengadilan. Firma hukum yang mewakilii kelompok Mothers of Srebrenica itu menyatakan "ajaib" bahwa pengadilan banding telah memutuskan untuk mendukung kekebalan PBB tanpa pertama-tama mengajukan masalah itu pada Pengadilan Eropa (European Court of Justice) di Luksemburg.

"Pertanyaan tentang apakah PBB memiliki kekebalan mutlak adalah masalah prinsip ketika dilihat dari perspektif hak-hak sipil Eropa yang fundamental," kata pengacara Marco Gerritsen dan Axel Hagedorn dalam sebuah pernyataan.

Salah satu dari hak-hak sipil itu adalah hak atas perlindungan hukum yang efektif dan keputusan terakhir akan tergantung pada Pengadilan Eropa, menurut mereka. Gerritsen dan Hagedorn, dari firma hukum Van Diepen Van der Krouf Advocates, menegaskan mereka akan naik banding terhadap putusan di Mahkamah Agung Belanda Selasa itu, minta agar pengadilan itu merujuk masalah tersebut ke Pengadilan Eropa.

Sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia tewas di Srebrenica setelah pasukan Serbia Bosnia menyerbu wilayah kantung Muslim yang dilindungi PBB, tempat tentara penjaga perdamaian Belanda ditempatkan untuk melindungi warga sipil itu. Dalam kasus yang diajukan oleh Bosnia, Pengadilan Keadilan Internasional memutuskan pada 2007, pembunuhan besar-besaran di Srebrenica itu merupakan genosida, atau pemusnahan secara teratur suatu suku bangsa.

Belanda menyatakan, tentaranya telah ditinggalkan PBB, yang tidak memberi mereka dukungan udara.
Putusan di Den Haag itu hanya berkaitan dengan masalah kekebalan PBB, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah negara Belanda juga memiliki kekebalan.



Apa yang terjadi dengan hubungan Amerika yang diwakili oleh Barack Obama dan Israel oleh Benjamin Netanyahu?

Berbagai media menyebutkan jika hubungan kedua negara dan kepala negara memanas, bahkan ada yang melebihkan bahwa pertemuan kedua kepala negara itu tidak berjalan baik-baik, pada pekan lalu. Benarkah demikian?

Jawabannya mungkin tercermin dalam berbagai silang pendapat kedua belah staf. Malcolm Hoenlein, wakil ketua eksekutif Konferensi Presiden Organisasi Utama Yahudi, bahwa pemerintah Obama harusnya meluruskan semua berita-berita miring yang ada sekarang ini.

"Israel merupakan sekutu besar dan rekan AS. Itu adalah sebuah ikatan yang tak tergoyahkan. Tapi kadang-kadang bagian dari persahabatan adalah mengekspresikan diri secara terus terang." Ujar Hoenlein.

Senada dengan Hoenlein, dari Amerika pun, seorang pejabat Amerika yang tak mau disebutkan namanya yang dikutip oleh BBC, mengatakan bahwa AS mungkin abstain tentang konstruksi Israel di Yerusalem timur di Dewan Keamanan PBB.

AS adalah salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, dan oleh karena itu memiliki hak veto. Dan Amerika Serikat tidak pernah menggunakan hak vetonya untuk menyudutkan Israel.

Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menepis laporan bahwa Obama telah "menghukum" Netanyahu dengan menjaga pembicaraan mereka pribadi.

Jadi? Begitulah, AS dan Israel, masih tetap sekutu abadi. (sa/jp)




American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), salah satu lembaga lobi pro-Israel yang berpengaruh di AS kini sedang gencar-gencarnya membujuk anggota dewan legislatif AS untuk menekan Gedung Putih agar bersikap lebih lunak pada Israel.

Upaya itu dilakukan AIPAC dengan cara mengirimkan surat ke seluruh anggota Kongres yang isinya meminta mereka melakukan tekanan pada pemerintahan Presiden Barack Obama agar menghentikan kritikannya yang disampaikan di depan publik atas kebijakan-kebijakan yang diambil Israel. Dan hasilnya, lebih dari 3/4 anggota Kongres memberikan dukungan dengan membubuhkan tanda tangan pada surat yang dikirim AIPAC. Anggota Kongres AS itu mendesak agar pemerintah Obama memperkuat hubungan dengan Israel.

Belakangan ini, publik melihat hubungan AS dan Israel sedang dilanda ketegangan terkait rencana Israel membangun 1.600 unit rumah baru untuk pemukim Yahudi di Al-Quds (Yerusalem Timur). AS mengecam rencana itu, karena akan mengganggu upaya pembicaraan damai antara Israel-Palestina yang akan disponsori AS.

Tapi tak lama kemudian, Presiden Obama menepis anggapan bahwa hubungan AS dan Israel merenggang akibat persoalan itu. Obama bahkan menegaskan bahwa AS dan Israel tetap solid. Obama bahkan berbalik mengecam warga Palestina yang berunjuk rasa memprotes rencana pembangunan pemukiman itu.

Israel menyatakan tetap akan melanjutkan pembangunan pemukiman-pemukiman baru di Yerusalem, meski dunia internasional menyatakan pembangunan itu ilegal karena pemukiman itu dibangun di atas wilayah Palestina dan dengan cara menghancurkan rumah-rumah serta merampas tanah-tanah milik warga Palestina. Bagi warga Palestina, Al-Quds adalah kota penting yang nantinya akan dijadikan sebagai ibukota negara Palestina merdeka. (ln/prtv)

WASHINGTON (SuaraMedia News) – Unit-unit penjara AS yang didesain khusus untuk memberangus komunikasi para tahanan yang dianggap ekstremis adalah tidak konstitusional dan diskriminatif terhadap kaum Muslim, menurut sebuah tuntutan hukum yang diajukan oleh Pusat Hak-hak Konstitusional pada hari Selasa (30/3).

Tuntutan hukum setebal 77 halaman yang diajukan ke Pengadilan Distrik Columbia AS ditujukan kepada Unit Manajemen Komunikasi, yang oleh kritikus disebut sebagai "Guantanamo negara bagian".

Lima narapidana dan bekas narapidana yang ditahan di unit itu mengatakan mereka ditempatkan dalam lingkungan ekstrem yang tidak sesuai dengan kejahatan yang didakwakan kepada mereka, seperti dukungan material untuk terorisme dan terorisme yang terkait dengan aktivisme lingkungan.

Para narapidana sendiri mengatakan bahwa mereka tidak diberi cukup informasi sebelum dipindah masuk dan keluar dari sebuah unit, atau diberitahu mengapa komunikasi mereka diselidiki sedemikian rupa.

Menurut Biro Penjara AS (BOP), semua korespondensi dan panggilan telepon ke narapidana yang ditahan di unit-unit tersebut dimonitor dan harus dalam bahasa Inggris kecuali jika ada seorang penerjemah. Para tahanan dilarang melakukan kontak fisik dengan keluarga atau pengunjungnya, yang dapat berkunjung hingga delapan jam setiap bulannya.

Dua unit khusus pria yang berlokasi di Marion, Illinois, dan di Terre-Haute, Indiana, menampung sekitar 76 narapidana, menurut BOP.

Unit pertama dibangun tahun 2006 setelah ditemukan bahwa para tahanan Islam mengambil keuntungan dari komunikasi yang tak diawasi untuk mengirimkan pesan ke luar.

Unit-unit itu didirikan di masa Presiden Bush dan meski kritikus telah menekan pemerintahan Obama untuk memodifikasi mereka, belum ada perubahan kebijakan yang dilakukan.

Berbicara di sidang dengar pendapat anggaran kongresional AS, direktur BOP Harley Lappin mengatakan, "Seperti yang kalian ingat, kalian marah kepada kami karena para tahanan berkomunikasi dengan tidak layak. Kami telah menerapkan prosedur dan proses untuk menghentikan itu, meminimalkan kemungkinan hal itu akan muncul."

Jumat (26/3) lalu, juru bicara BOP Edmond Ross mengatakan bahwa mereka akan memasang peraturan-peraturan unit dalam beberapa minggu ke depan yang akan terbuka untuk komentar publik selama 90 hari. Advokat hak-hak narapidana mengatakan bahwa ini akan menjadi yang pertama, karena mereka menuduh unit-unit itu diciptakan tanpa peninjuan publik terlebih dahulu. "Mereka diam-diam diperintah tanpa memerlukan pembuatan peraturan komentar dan pemberitahuan."

Mereka juga mengatakan bahwa keputusan memilih narapidana yang akan diletakkan di sana tidak jelas.

Tuntutan hukum itu menyerukan kepada BOP untuk mengembalikan narapidana unit ke penjara biasa, atau memberikan pembenaran yang cukup untuk alasan di balik penahanan mereka dalam kondisi semacam itu. Tuntutan itu juga meminta narapidana diberikan hak berkomunikasi yang sama dengan tahanan lainnya.

"Anda mengirim seseorang ke suatu tempat di mana mereka tidak bisa berkomunikasi dengan siapa-siapa. Anda mengharapkan ini dari rezim totaliter, tapi bukan dari pemerintahan Obama," David Fathi, pengacara dari Proyek Penjara Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU).

Meskipun para tahanan dibolehkan untuk menemui pengacara, pembatasan dalam menemui anggota keluarga melanggar hak mereka untuk bebas berasosiasi dan membentuk sebuah hukuman yang kejam dan tidak biasa, bunyi tuntutan tersebut.

"Penelitian terhadap unit-unit ini adalah hal yang mustahil karena BOP melarang akses ke para tahanan dan tidak akan memberikan ijin wawancara tentang unit-unit itu," ujar Mark Hamm, profesor di Indiana State University dan pakar dalam radikalisasi narapidana.

"Itu adalah Guantanamo di negara bagian," ujarnya.

Kritikus mengatakan bahwa pengumpulan pria-pria Muslim di CMU membentuk diskriminasi. Rachel Meeropol, pengacara Hak-hak Konstitusional, mengatakan bahwa unit-unit itu rentan akan diskriminasi dan diciptakan untuk mengisolasi dan mengelola narapidana Muslim.

Berkas hukum yang diajukan oleh kelompok HAM itu mengatakan bahwa "dua pertiga dari narapidana yang ditahan di sana adalah Muslim," sebuah angka yang terlalu banyak mewakili jumlah tahanan Muslim di fasilitas-fasilitas BOP setidaknya 1,000%.

Penjara-penjara itu juga terkenal menahan anggota "tim B" Al Qaeda, tersangka militan Islam yang dianggap tidak seberbahaya narapidana tingkat tinggi, namun terlalu penting untuk dicampur dengan populasi umum penjara.

Salah satu penuntut, Kifah Wael Jayyousi, didakwa menyediakan dana dan merekrut ekstremis Islam dan berkonspirasi untuk membunuh, menculik, dan menarget orang-orang dari negara lain.

Pejabat penjara menunjuk tahanan seperti militan ekologi Daniel McGowan, yang merupakan non-Muslim dan salah satu pihak penuntut, sebagai bukti bahwa para tahanan tidak dikumpulkan berdasarkan keyakinan relijius. Mereka juga mengatakan bahwa unit-unit itu didesain untuk menahan para pelaku pelecehan seksual yang telah berusaha menghubungi korban-korbannya dari dalam penjara serta para pelanggar peraturan komunikasi. (rin/rts) www.suaramedia.com

WASHINGTON (SuaraMedia News) – Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk mengirimkan pesan untuk menandai acara jamuan menandai awal perayaan Paskah kaum Yahudi. Dalam pesan tersebut, Obama mengatakan bahwa dirinya mengirimkan salam kepada orang-orang Yahudi pada umumnya dan Israel pada khususnya. Obama mengirimkan pesan hangat bagi kaum Yahudi dan sebagian pesan tersebut disampaikan dalam bahasa Ibrani.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis Gedung Putih dan ditandatangani oleh Obama, presiden AS tersebut menuliskan bahwa Eksodus Mesir mengajarkan bahwa: "Dimanapun kita tinggal, selalu ada penindasan yang harus diperangi dan kemerdekaan yang harus dimenangkan."

"Ketika membaca kisah Eksodus (kaum Yahudi) dari Mesir, kita diingatkan kembali akan tanggung jawab bersama untuk melawan penindasan dan diskriminasi, serta mendukung kebebasan di mana-mana," tulis Obama.

Pesan tersebut disampaikan setelah dalam beberapa minggu terakhir, hubungan AS dan Israel diwarnai ketegangan terkait dengan keputusan Israel membangun 1.600 unit rumah ilegal baru di Yerusalem, bertepatan dengan kunjungan Joe Biden ke Israel.

Obama mengawali pesannya dengan kutipan Talmud dalam bahasa Ibrani, diikuti dengan terjemahan bahasa Inggrisnya: "Di setiap generasi, masing-masing dari kita harus merasa seolah-olah kita melanjutkan dari Mesir."

"Malam ini, setiap individu, keluarga Yahudi dan rekan-rekan mereka di Amerika, Israel dan diseluruh dunia akan berkumpul di meja Seder untuk merayakan peringatan Paskah."

"Dengan kekayaan simbol, ritual dan tradisi, mereka akan mengisahkan cerita Eksodus – perjalanan anak-anak Israel dari perbudakan menuju kebebasan, dari kesedihan menuju kebahagiaan, dari kegelapan menuju cahaya, dan dari penderitaan menuju penebusan dosa."

Obama juga menuliskan kata-kata dalam bahasa Ibrani, "Chag Sameach" yang artinya selamat hari raya.

Dalam semangat Pesach, dan upaya diplomatik AS untuk mengawali proses pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Palestina, Obama menyerukan kepada kaum Yahudi untuk tetap memiliki harapan, seperti yang dapat dipelajari dari Eksodus Mesir. Obama juga menegaskan kembali "ikatan yang menghubungkan kita semua."

Ia menambahkan, "Ikatan ini adalah sumber keberanian dan kekuatan yang tidak dapat dipadamkan, dan memberikan harapan bahwa kita dapat memperbaiki dunia ini."

Dalam akhir pesannya, Obama menuliskan, "Saya sekeluarga mengirimkan doa dan harapan terbaik. Selamat merayakan Paskah yang penuh arti."

Pada hari Senin malam waktu setempat, Presiden Obama menggelar jamuan makan malam Seder di Gedung Putih. Dengan acara jamuan tersebut, tahun ini menjadi tahun ketiga Obama menggelar acara tersebut, dan menjadi tahun kedua Obama sebagai presiden AS.

Dalam jadwal mingguan presiden, terlihat bahwa Obama dan ibu negara bersiap menjamu sekitar 20 orang kawan dan anggota staf pemerintahan.

Obama, yang telah berjanji untuk berdialog dengan seluruh dunia, telah menyampaikan banyak ucapan, termasuk pada bulan Ramadhan dan tahun baru Persia, Nowruz. (dn/pt/hz/yn) www.suaramedia.com


Biro Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Jumat, setelah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat menegaskan bahwa kebijakan Israek terkait dengan masalah tidak akan pernah berubah.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Biro Netanyahu mengatakan: "Sesungguhnya sikap Perdana Menteri adalah tidak akan pernah mengubah kebijakan Israel terkait Yerusalem. Ini merupakan sikap semua pemerintah Israel sejak 42 tahun."

Netanyahu kembali ke Israel pada hari Kamis sore setelah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat yang berlangsung dalam suasana tegang, sehingga tidak memungkinkan untuk membuat penyelesaian krisis dengan pemerintahan Presiden AS, Barack Obama, dimana hal ini telah menimbulkan keraguan tentang suksesnya pelaksanaan negosiasi Israel-Palestina.

Israel melalui tekanan dari Amerika Serikat, pada bulan Nopember tahun lalu, telah mengumumkan moratorium terbatas dan sementara (selama sepuluh bulan) untuk pembangunan pemukiman di Tepi Barat yang didudukinya. Namun, moratorium ini tidak termasuk Yerusalem Timur, di mana Israel terus berusaha untuk melanjutkan aktivitas pembangunan perumahan untuk warga Yahudi.

Masalah pemukiman, terutama di Yerusalem Timur telah menjadi hambatan utama untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah. (mediaumat.com, 27/3/2010)


JENEWA -Dewan Hak Asasi Manusia PBB,Kamis menyetujui satu resolusi yang mengecam sikap Islamfobi, termasuk larangan Swiss bagi pembangunan menara-menara masjid , walaupun sejumlah negara berkeberatan.  Resolusi itu , yang dikecam Amerika Serikat sebagai "satu alat pemecah belah", "mengecam keras larangan pembangunan menara-menara masjid dan tindakan-tindakan diskriminatif lainnya baru-baru ini", diajukan November.

Tindakan-tindakan ini "manifestasi dari Islamfobi yang sangat bertentangan dengan kewajiban-kewajiban hak asasi manusia internasional menyangkut kebebasan beragama ," kata resolusi itu. Tindakan-tindakan seperti itu akan "meningkatkan diskriminasi , ekstremisme dan salah persepsi yang menuju pada polarisasi dan perpecahan yang menimbulkan bahaya yang tidak dimaksudkan dan tidak dapat diduga," tuduhnya.

Sekitar 20 negara mendukung resolusi berjudul "memerangi fitnah terhadap agama-agama", 17 suara menentang dan delapan abstein. Resolusi itu juga "menyatakan kekhawatiran yang dalam bahwa Islam sering dan dituduh secara salah dengan pelanggaran hak asasi manusia dan terorisme."

Resolusi itu juga menyesalkan undang-undang atau tindakan-tindakan administratif khususnya yang ditujukan untuk mengendalikan dan mengawasi minoritas-minoritas Muslim, dengan demikian menodai mereka dan melegitimasi diskrinimasi yang mereka alami." Ketika mengajukan resolusi itu atas nama Organisasi Konferensi Islam, duta besar Pakistan Zamir Akram mengatakan bahwa referensi-referensi khusus pada Islam dalam naskah resolusi itu "mencerminkan adanya situasi yang disesalkan di beberapa bagian dunia di mana warga Muslim jadi sasaran."

Akan tetapi , Amerika Serikat dan Uni Eropa menegaskan bahwa konsep fitnah tidak sama dengan dengan diskriminasi dan memperingatkan bahwa resolusi itu dapat disalahgunakan untuk menghindari kebebasan berbicara. "Uni Eropa yakin bahwa mempersamakan pikiran fitnah dengan diskriminasi adalah merupakan satu persoalan," kata duta besar Prancis Jean-Baptiste Mattei atas nama blok itu.

Amerika Serikat juga mengecam resolusi itu sebagai satu "cara yang tidak efektif untuk menangani" kekhawatiran akan diskriminasi dan mengatakan pihaknya "tidak dapat menyetujui larangan berbicara" sebagai satu cara untuk memerangi diskriminasi. (republika.co.id, 27/3/2010)



Pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menahan 20 pekerja Palestina di Jalur Gaza utara hari Rabu kemarin (24/3) dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui.

Sebuah kelompok hak azazi manusia mengatakan kepada wartawan PIC bahwa unit khusus melakukan penyusupan di dekat bekas pemukiman dan menahan para pekerja

Kelompok HAM tersebut menambahkan bahwa tentara IOF memukuli para pekerja sementara sejumlah orang lainnya berhasil melarikan diri.

Di Tepi Barat, tentara IOF menahan seorang Palestina di Kota Tua Al-Khalil, kata saksi mata yang melihat kejadian penahanan itu.

Mereka menambahkan bahwa para prajurit memukuli seseorang setelah orang itu mengklaim bahwa ia memiliki sebuah "pisau panjang".

Sementara itu, Menteri tahanan di Gaza Dr. Muhammad Al-Ghoul Rabu malam kemarin (24/3) mengecam tindakan sewenang-wenang otoritas pendudukan Israel karena telah memberikan hukuman seumur hidup terhadap seorang laki-laki berumur 50 tahun yang merupakan warga Gaza.

Menteri Hamas tersebut, yang sedang mengunjungi keluarga Abu Salah Assad di Beit Hanun sebelah utara Gaza, mengatakan bahwa hukuman 25 tahun penjara saja sudah hukuman yang memalukan bagi dunia yang beradab melanggar hak asasi manusia, kebebasan dan demokrasi.

Abu Salah ditahan sewaktu tentara pendudukan Israel menyerang rumahnya pada tanggal 19/3/2000 lalu, ia bersama dengan dua putranya akan segera menghadapi pengadilan terpisah.(fq/pic)



Pasukan NATO pimpinan AS di Afghanistan menolak permintaan negara Rusia agar ladang-ladang tanaman opium dimusnahkan. Dalam pertemuan antara NATO dan Dewan Rusia pada Rabu (24/3), Ketua Badan Anti-Narkoba Negara Federal Rusia, Viktor Ivanov mengutip data PBB bahwa opium-opium yang berasal dari Afghanistan telah menyebabkan kematian satu juta orang dalam kurun waktu 10 tahun, akibat overdosis.

"Tidakkan ia akan menjadi ancaman bagi keamanan dan perdamaian dunia?" kata Ivanov.

Dalam pertemuan itu, Ivanov mendesak NATO untuk segara melakukan "pemulihan situasi di Afghanistan" termasuk "memusnahkan produk-produk narkoba."

Namun permintaan Rusia agar NATO memusnahkan ladang-ladang opium ditolak. NATO beralasan, ladang-ladang opium itu menjadi sumber penghasilan di Afghanistan dan tidak bisa dilenyapkan. Juru Bicara NATO, James Appathurai menyatakan pihaknya memahami kekhawatiran Rusia , tapi persoalan produksi narkoba di Afghanistan harus ditangani dengan hati-hati. Apphaturai berdalih bahwa pihaknya menghindari agar warga lokal tidak merasa terasingkan.

Menurut Apphaturai, di Afghanistan sendiri terdapat sekitar 200.000 orang yang kecanduan heroin dan morphin, dan setiap tahunnya puluhan ribu orang sekarat akibat kecanduan obat-obatan terlarang itu. "Kami berbagai pandangan bahwa masalah ini harus ditangani. Tapi ada sedikit perbedaan dalam pandangan kami," kata Apphaturai.

Ia melanjutkan,"Kami tidak bisa mengambil posisi untuk memusnahkan satu-satunya pendapatan warga di negara kedua yang paling miskin di dunia ini, tanpa memberikan alternatif pendapatan bagi mereka. Pemusnahan itu sangat tidak mungkin."

Sikap NATO memperkuat dugaan bahwa pasukan NATO tidak cuma sekedar menjajah Afghanistan untuk memburu Al-Qaida tapi juga menjadi "bandar" opium di negara itu. Sejak invasi ke Afghanistan yang dipimpin oleh militer AS pada tahun 2001, produksi opium dari Afghanistan meroket tajam. Terkait masalah ini, Rusia menuding NATO telah berperan dalam meningkatnya penjualan heroin dari Afghanistan ke Rusia. (ln/prtv)



Taliban Afghanistan mengaku bertanggungjawab telah menembak jatuh sebuah helikopter milik pasukan NATO di Kunduz Afghanistan utara. Juga mengaku menembak helikopter lainnya hingga jatuh di dekat ibukota, Kabul.

Seorang juru bicara gerakan Taliban Zabihullah Mujahid menyatakan bahwa para pejuang Taliban telah menembakkan "RPG" dengan target helikopter NATO, ketika helikopter tersebut terbang di ketinggian rendah di atas wilayah Laiqi di negara bagian Kunduz.

Jurubicara Taliban mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs Jihadis bahwa penembakan helikopter terjadi sekitar pukul satu Rabu siang (24-03-2010), dan menjelaskan bahwa setelah rudal menghantam helikopter, helikopter kemudian terbakar dan jatuh ke tanah.

Juru bicara Taliban menunjukkan bahwa sampai saat penerbitan pernyataan ini, dirinya masih berada di dekat reruntuhan lokasi helikopter yang jatuh ditembak, dengan pasukan pendudukan yang mulai mendekati daerah itu yang kemudian mengumpulkan tubuh-tubuh tentara yang mati dari helikopter.

Zahibullah Mujahid juga mengaku Taliban bertanggung jawab untuk jatuhnya helikopter lain yang mereka tembak Selasa lalu di dekat kota Maidan Shar, barat daya kota Kabul.

Pejabat Afghanistan setempat mengakui bahwa Selasa lalu sebuah helikopter yang digunakan oleh pasukan NATO dari Turki jatuh ditembak, menewaskan satu orang tentara Turki dan melukai tiga lainnya. Juru bicara pejabat Afghanistan setempat mengatakan bahwa helikopter sipil yang digunakan oleh pasukan NATO digunakan oleh pasukan Turki untuk mengangkut pasokan bahan kepada pasukan Turki yang beroperasi di ISAF.(fq/imo)

WARSAWA (SuaraMedia News) – Kelompok Polandia yang menamakan dirinya "Eropa untuk Masa Depan" telah mencetak ulang poster Swiss yang menolak menara Masjid untuk menuntut dihentikannya pembangunan sebuah Masjid di ibukota negara dominan Katolik ini.

Di dalam poster-poster tersebut, yang terlihat di beberapa sudut kota Warsawa pada hari Rabu (24/3) kemarin, bendera Swiss digantikan dengan bendera Polandia dan kata-kata yang jika diterjemahkan berarti "Hentikan Masjid para radikal".

Swiss melakukan referendum pada bulan November untuk melarang pembangunan menara baru, sebuah langkah yang memicu kritik dari seluruh dunia, termasuk tuduhan akan Islamofobia.

Poster Polandia itu menyerukan sebuah demonstrasi pada hari Sabtu (27/3) di lokasi pembangunan Masjid dan pusat kebudayaan di dekat pusat Warsawa, dan menyebut Liga Muslim Polandia yang membangunnya sebagai radikal.

"Masjid dan pusat kebudayaan Muslim itu didanai oleh Arab Saudi, sebuah negara yang melanggar hak asasi manusia dan di mana kepemilikan Injil dianggap sebagai kejahatan," ujar asosiasi itu.

Dalam sebuah petisi yang ditujukan kepada walikota Warsawa, kelompok itu menyerukan dihentikannya pembangunan.

Ketua Liga Muslim, Samir Ismail, mengatakan bahwa protes itu terinspirasi oleh individu-individu yang "menebar kebencian".

"Bangunan itu tidak akan menjadi sebuah Masjid yang klasik," ujarnya kepada harian Gazeta Wyborcza pada hari Rabu (24/3). "Bangunan itu akan menjadi pusat kebudayaan yang terbuka bagi kaum Muslim dan non-Muslim. Kelas-kelas bahasa Arab akan diadakan di sana, juga kelas bahasa Polandia untuk anak-anak dari para diplomat."

Sembilan puluh persen warga Polandia mengatakan bahwa mereka beragama Katolik sementara jumlah kaum Muslim di negara itu mencapai 15,000 hingga 30,000 jiwa, sekitar 10,000 dari mereka tinggal di ibukota.

Mereka ini meliputi imigran dari negara-negara Arab, etnis Chechen dan Tatar yang telah hidup di Polandia sejak abad ke-17.

Kaum Muslim di Warsawa hanya memiliki akses ke satu Masjid kecil yang dapat menampung sekitar 100 jamaah dan berada di sebuah vila di daerah pemukiman suburban.

Masjid baru itu diharapkan dapat mengakomodasi sekitar 10,000 jamaah. Dengan tinggi 12 meter, Masjid akan dilengkapi dengan sebuah menara setinggi 18 meter meskipun tidak akan digunakan untuk mengumandangkan adzan.

"Adzan hanya akan terdengar di ruang sholat, bukan di luar," ujar Samir Ismail, ketua Liga Muslim di Polandia.

Terlepas dari ruang sholat, pusat kebudayaan itu akan dilengkapi dengan ruangan multimedia, galeri seni, restoran, kafe, dan toko.

"Kami akan melaksanakan sholat di sana dan menyadarkan Polandia bahwa Islam adalah agama yang moderat," ujar Ismail.

Pusat kebudayaan Islam dengan Masjid berlantai tiga itu didesain oleh KAPS Architekci dan akan berlokasi di bundaran Zeslancow Syberyjskich, sebelah barat dari pusat perbelanjaan kota.

Pembangunan Masjid terutama akan didanai oleh seorang investor Saudi namun Liga Muslim tidak mau mengungkapkan siapa sang investor atau seberapa banyak investasinya. (rin/ie/exp) www.suaramedia.com



"Anggaran pertahanan Inggris benar-benar tidak masuk akal,"
Edward Leigh
TRIBUNNEWS.COM, LONDON- Pemerintah Inggris harus menghadapi defisit anggaran pertahanan hingga £ 80 miliar atau US$ 120 miliar dalam satu dekade mendatang. Alhasil, Negeri Ratu Elizabeth ini harus menunda bahkan membatalkan beberapa program pertahanannya, agar anggaran tidak jebol.

"Anggaran pertahanan Inggris benar-benar tidak masuk akal," ujar Ketua Komite Pertanggungjawaban Publik di Parlemen, Edward Leigh, di Parlemen, Selasa (23/3).

Leigh, yang berasal dari partai oposisi menegaskan, Departemen Pertahanan harus mengambil keputusan sulit seperti menunda seluruh program pengadaan perlengkapannya. Defisit anggaran pertahanan menyumbang cukup besar terhadap total defisit anggaran pemerintah tahun ini yang sebesar £ 178 miliar.

Kementerian Pertahanan, tahun ini mendapat anggaran tahunan sebesar £ 36 miliar. Tapi, rencana belanja pertahanan dalam beberapa tahun nanti mencapai £ 60 miliar.

Pemerintah mendapat tekanan untuk menghemat anggaran pertahanan. Di sisi lain, bisa jadi kebutuhan senjata 9.500 tentara Inggris di Afghanistan bakal terbengkalai.(*)

TRIBUNNEWS.COM, LIBIYA- Pemerintah Libya mengatakan telah membebaskan 214 anggota kelompok Islamis dari tahanan.

Anak laki-laki pemimpin Libya Moammar Ghadhafi hari Selasa mengatakan para tahanan yang dibebaskan itu termasuk 3 pimpinan senior Kelompok Pejuang Islamis Libya atau LIFG. Kelompok radikal tersebut punya kaitan dengan al-Qaida namun telah menghentikan aksi militannya tahun lalu.

Situs berita VOA melansir bahwa anak laki-laki Gadhafi Saif al-Islam, bulan Oktober lalu mengumumkan bahwa pemerintah telah membebaskan 88 tahanan Islamis dari sebuah penjara di ibukota, Tripoli.

Saif al-Islam telah mengupayakan untuk memperlunak dan memulihkan militan Islam yang sepakat menghentikan kekerasan.

LIFG dituduh berencana menggulingkan pemimpin Libya itu. Kelompok-kelompok hak asasi mengatakan pasukan keamanan Libya membunuh sekurangnya 1200 tahanan di Abu Salim pada tahun 1996.



TRIBUNNEWS.COM, MIRANSHAH -- Rudal yang ditembakkan dari pesawat mata-mata AS, Selasa (23/3/2010) menewaskan sedikitnya enam gerilyawan di daerah suku Pakistan yang bergolak, yang berbatasan dengan Afganistan, demikian beberapa pejabat keamanan.
   
"Pesawat mata-mata AS itu menembakkan dua rudal di sebuah kendaraan gerilyawan yang diparkir di luar sebuah kompleks. Sedikitnya enam gerilyawan tewas dan tiga orang lain terluka," kata seorang pejabat senior keamanan pada AFP.
   
"Kompleks itu, sering dikunjungi oleh gerilyawan belakangan ini, juga hancur dalam serangan itu," ia menambahkan.
   
Pejabat keamanan lainnya dan dua pejabat intelijen mengkonfirmasi serangan rudal dan korban tewas itu.
   
Pejabat itu menyatakan tidak jelas dengan segera apakah "sasaran bernilai tinggi" hadir di tempat itu pada waktu serangan terjadi di pinggiran kota Miranshah, kota penting di distrik suku Waziristan Utara tersebut. (*)


  
Obama-NUNJUK.jpg
Barack Obama
Pembunuhan!! Amerika, kita melewati pembunuhan Lincoln dan Kennedy. Kita tentu akan bisa melewati sebuah peluru di kepala Obama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden AS Barack Obama menghadapi ancaman pembunuhan pascalolosnya RUU reformasi layanan kesehatan. Ancaman itu di-posting melalui situs jejaring sosial Twitter.

Secret Service tengah menyelidiki dua pengguna Twitter yang tampaknya berang dengan lolosnya RUU reformasi layanan kesehatan dan membawa kemarahannya ke dunia maya untuk menyerukan pembunuhan terhadap Presiden Obama.

"Pembunuhan!! Amerika, kita melewati pembunuhan Lincoln dan Kennedy. Kita tentu akan bisa melewati sebuah peluru di kepala Obama", demikian tulis seorang pengguna Twitter yang menggunakan nama Solly Forell dan mengidentifikasi dirinya sebagai blogger konservatif, seperti dikutip ABC News.

Tak lama setelah posting itu, Forell kembali menayangkan pesan di Twitter yang mendorong seseorang dengan "tembakan yang jitu" untuk membunuh Presiden.

Pengguna Twitter kedua yang menyebut dirinya THHEE_JAY dan diidentifikasi sebagai Jay Martin mem-posting pesan "Kamu harus Dibunuh, Barack Obama!" Martin menulis satu pesan lain berbunyi, "Jika saya tinggal di (Washington) DC, saya akan menembaknya sendiri".

"Kami tahu tentang komentar (di Twitter) dan menyelidiki tindakan itu. Kami menghormati hak kebebasan berbicara, tetapi dengan contoh semacam itu, kami punya hak dan kewajiban untuk menanyai dan menentukan motifnya," ujar Secret Service.

Awal bulan ini, Direktur Secret Service Mark Sullivan mengatakan kepada komisi di DPR bahwa ancaman pembunuhan terhadap Obama menurun tajam sejak puncaknya pada pemilu tahun 2008. (*)

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat dan Pakistan sibuk melakukan persiapan pembicaraan hari Senin (22/3), menjelang dialog strategis yang dikatakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sebagai ajang untuk menjalin hubungan yang lebih dekat antara kedua sekutu.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani mengakhiri konsultasinya dengan komandan tinggi militer Amerika di Florida pada hari Senin pagi dan segera beranjak ke Pentagon untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates.

Jenderal Kayani juga direncanakan akan menghadiri upacara pembukaan dalam pembicaraan antara Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu.

"Kami merasa ada hal yang membuat kami menjalin hubungan jangka panjang antara AS dan Pakistan," kata Gates kepada wartawan sebelum bertemu dengan Jenderal Kayani.

"Bagaimana kami dapat memperkuat hubungan kami dan bagaimana kami dapat membantu Pakistan dalam menghadapi tantangan keamanan tidak hanya harus mereka hadapi, tetapi juga harus kami dan NATO hadapi."

Gates mengatakan bahwa dialog strategis AS-Pakistan, yang dimulai pada hari Rabu (23/3) ini, akan memungkinkan kedua belah pihak untuk berbicara mengenai berbagai hubungan yang dijalin oleh kedua negara.

Dalam pidatonya pada Hari Pakistan, Clinton menyatakan bahwa kemitraan yang luas antara AS dan Pakistan adalah berdasarkan jiwa "saling menghormati dan kepentingan bersama" dan dialog strategis tingkat menteri pertama di Washington akan menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan lebih dekat antara AS dan Pakistan.

AS, kata Clinton, sudah mendukung upaya Pakistan untuk memperkuat "lembaga-lembaga demokrasi, mendorong pembangunan ekonomi, memperluas kesempatan, dan mengalahkan kelompok-kelompok 'ekstremis' yang mengancam wilayah Pakistan dan bahkan negara AS sendiri."

Juga pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Qureshi, yang memimpin delegasi Pakistan dalam dialog, bertemu dengan wakil khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan Richard Holbrooke.

Keduanya bertemu untuk mengkaji ulang agenda dialog dan menyatakan bahwa kedua negara memiliki keinginan untuk lebih memperkuat hubungan mereka.

Tapi New York Times melaporkan pada hari Senin bahwa kehadiran militer yang kuat dalam dialog ini menunjukkan bahwa Jenderal Kayani "akan menjadi peserta Pakistan dominan dalam pertemuan-pertemuan penting di Washington minggu ini".

Media AS juga melaporkan bahwa hanya 48 jam sebelum dialog, pemerintah Pakistan mengajukan permohonan di Pengadilan Tinggi berupaya untuk menyelidiki Dr. A.Q. Khan atas laporan yang muncul baru-baru ini mengenai keterlibatannya dalam mengembangkan program nuklir Iran.

Langkah ini mengikuti indikasi dari Washington bahwa adalah pihaknya terbuka untuk berdiskusi dengan Pakistan mengenai masa depan energi nuklir.

Mengutip pernyataan pejabat senior Amerika Serikat baru-baru ini, media pun melaporkan bahwa perundingan ini diharapkan menjadi alat yang dapat membantu menentukan hubungan antara Amerika Serikat dan Pakistan bersamaan dengan agenda perang AS melawan 'Taliban' yang diklaim telah mencapai tahap akhir di Afghanistan. (althaf/dawn/arrahmah.com)

Sejarah kehidupan entitas Zionis-Israel hanyalah diisi dengan pembantaian demi pembantaian terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab, yang tidak berdosa. Rezim Zionis-Israel dari waktu ke waktu, tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai tanah kelaharinnya.

Tapi, rezim Zionis-Israel terus menipu dan memanipulasi masyarakat dunia, dan menuduh rakyat Palestina, sebagai penjahat, teroris, dan biadab. Rezim Zionis-Israel telah memutar-balikkan fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkirinya. Semua bukti-bukti sangat nyata, menunjukkan bahwa Zionis-Israel adalah bangsa paling biadab di muka bumi ini. Anehnya, masyarakat dunia, terkecoh dengan kebohongan Zionis-Israel, yang selalu menggembar-nggemborkan tentang adanya 'Holacoust' (pembantaian), yang semuanya hanyalah fiktik, dan tujuannya untuk memeras masyarakat dunia, dan menutupi segala kejahatannya terhadpa rakyat Palestina.

Inilah diantara fakta kekejian yang paling dahsyat yang dilakukan Zionis-Israel sejak perang tahun 1948 :

  1. Pembantaian di desa Balad As-Sheikh dan Hawasyah, pada 1 Januari 1948, di dua perkampungan yang terletak disebelah tenggara Haifa. Teroris Zionis melakukan bersenjata, di mana 200 pasukan teroris Zionis, membantai habis seluruh penduduk dua desa itu.
  2. Pembantaian Naashiruddin, pada 15 Mei 1948, terjadi di desa dekat Thabriyah. Di sini pasukan teroris Zionis dengan menggunakan pakaian Arab, kemudian mendatangi penduduk, namun disaat penduduk menyambutnya, sekonyong-konyong pasukan teroris Zionis, lalu memuntahkan peluru, dan menembaki seluruh penduduk desa, hingga seluruh tewas.
  3. Pembantaian Bait Darais, pada 21 Mei 1948, di mana serangan dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa besar, yang berada di sebelah timur Gaza, Bait Darais, dengan panser-panser dari segala penjuru, dan membabat seluruh penduduknya, tanpa menyisakannya.

  1. Pembantaian Deir Yasin, pada 9 Oktober 1948, serangan yang dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa yang terletak di dekat kota Al-Quds dengan jumlah penduduk 600 muslim. Disini pasukan gabungan dari teroris Irghun dan Stern, yang jumlahnya 300, yang dilengkapi dengan panser menghancurkan desa itu dan mendudukinya, dan membantai habis seluruh penduduk Deir Yasin. Tak ada yang tersisa anak-anak, wanita, orang tua semuanya dibantai habis. Teroris Irghun dan Stern masuk rumah-rumah warga Palestina, dan melenyapkan dengan senjata.
  2. Pambantaian Ad-Duwaimah, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan gerombolan Zionis-Israel, memasuki desa yang terletak sebelah tenggara Hebron (al-Khalil), pasukan Zionis-Israel yang dipimpin Moshe Dayyan, memasuki desa, dan membantai 96 orang, dan juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa dengan cara memecahkan kepala mereka.
  3. Pembantaian Ailbun, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan Zionis-Israel membantai 12 pemuda Palestina dengan cara-cara yang keji, termasuk menghilangkan kepala mereka, dan membiarkan mayat mereka berserakan di jalan-jalan.

  1. Pembantaian Shafshaf di Al Jalil, di mana pasukan Zionis-Israel, di mana dalam peristiwa itu, pasukan Zionis-Israel, membantai 52 orang Palestina, dan memasukkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, dan tanpa belas kasihan.
  2. Pembantaian Allah, pada 11 Desember 1948, di mana dalam peristiwa puluhan anak Palestina terbunuh akibat muntahan peluru Israel yang terjadi di dalam masjid. Saat itu pemuda Palestina sedanga menunaikan shalat. Menurut sumber di Israel, waktu itu, lebih 250 orang Palestina yang dibantai oleh Zionis-Israel, belum termasuk yang mengalami luka-luka.
  3. Allah, juga menyaksikan pembantaian, yang sebelumnya terjadi pengusiran terhadap penduduk di wilayah itu, saat pasukan Zionis-Israel melakukan pengosongan besar-besaran.
  4. Pembantaian di Shafat, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel, membantai 70 pemuda Arab, yang sedang melakukan shalat saat itu.

  1. Gerombolan Al-Atsel, pada 6 Juli 1938, meledakkan dua mobil di pasar Haifa, sehingga meluluh-lantakkan keuda mobil itu, dan merenggut nyawa 21 orang Palestina, dan melukai 52 orang lainnya.
  2. Seorang Zionis melemparkan granat di pasar sayur mayur, dan itu terjadi pada 14 Juli1938, akibat ledakan granat itu, 12 orang Arab tewas.
  3. Gerombolan Zionis, pada 15 Juli 1938, meledakkan granat di depan salah satu Masjid Al-Quds, disaat para jamaah keluar masjid. Peristiwa itu menewaskan 10 orang Palestina, dan melukai 30 orang lainya.
  4. Gerombolan Zionis, pada 26 Agustus 1938, meledakkan mobil yang sudah dipenuhi dengan bahan peledak oleh para teroris Al-Atsel, di pasar Al-Quds. Peristiwa ini membunuh 34 pemuda Arab, dan melukai 35 orang lainnya.
  5. Para gerombolan teroris Al-Atsel , pada 27 Februari 1939, meledakkan dua bom di Haifa, sehingga menewaskan 27 orang Arab, dan 39 lainnya mengalami cidera.

  1. Pembantaian Qabiyyah, pada 14 Oktober 1953, di mana pasukan teroris Zionis-Israel dengan kekuatan 600 pasukan, memasuki desa yang terletak di sebelah timur Al-Quds, dan desa itu berpenduduk 2.000 jiwa. Teroris Zionis-Israel mengepung desa itu, kemudian menembak secara sporadis ke segala arah. Teroris Zionis-Israel itu juga meledakkan rumah-rumah penduduk Palestina yang ada, dan membantai pemiliknya satu-satu, seperti membunuhi binatang, tanpa ada sedikitpun rasa belas-kasihannya. Pembantaian itu berlangsung selama 32 jam. 56 rumah hancur, 67 penduduk tewas, dan banyak seluruh keluarga dibantai dalam peristiwa itu. Termasuk anak-anak dan wanita. Zionis-Israel juga menghancurkan masjid-masjid yang ada di desa itu.
  2. Pembantaian di Kafr Qasim, pada 29 Oktober 1956, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel mengumpulkan buruh, pada pukul 17.00 petang. Gerombolan teroris Zionis dengan dingin membantai buruh, yang sudah berkumpul, tanpa bersisa. 49 orang tewas, diantaranya yang tewas anak-anak yang berumur 11 tahun.
  3. Shabra dan Syatila, di mana 2 diantara 12 tempat pengungsian Palestina di Lebanon. Pembantaian di Shabra dan Syatila ini berlansung pada 18 September 19882. Ini merupakan pembantaian paling keji dalam sejarah kehidupan kemanusiaan. Zionis-Israel benar-benar biadab. Di bawah komando Jendral Ariel Sharon ( sekarang masih koma, dan sudah 4 tahun), dimana pembantaian di kamp pengungsi ini, yang dilakukan rezim Zionis-Zionis yang bekerjasama dengan milisih Phalangist (Kristen), membantai sekitar 4.000 warga Palestina, yang ada di dua kamp pengungsian itu. Inilah kejahatah yang paling terkutuk yang dilakukan Zionis-Israel. Sebelum melakukan pembantaian itu, terlebih dahulu pasukan Zionis bersama milisi Phalangist memadamkan listrik yang ada di kamp Shabra dan Syatila.
  4. Pembantaian di Al-Aqsha, yang berlangsung pada 8 Oktober 1990. Di mana gerombolan teroris yang mengatas-namakan 'Pengawal Gunung Haikal', memuntahkan peluru yang diarahkan kepada jamaah yang sedang melakukan shalat di dalam masjid. Korban yang syahid sebanyak 21 orang, 800 orang yang luka-luka, dan 250 orang yang ditangkap. Ini peperangan yang dilancarkan kaum muslimin, yang sedang shalat terhdap Zionis-Israel.
  5. Pembantaian di Masjid Ibrahim Hebron, yang berlangsung di tahun 1994, di mana kaum muslimin sedang menunaikan shalat, dan berdzikir, dan belum selesai wirid mereka, muntahan senjata Zionis-Israel tanpa henti-henti. 24 warga Hebron tewas, dan 35 orang lainnya luka-luka. Dari pembantaian di Masjid Al-Khalil Hebron, kemudian muncul Intifadah.
  6. Pembantaian Uyun Qarra, yang berlangsung pada 20 Mei 1989, di mana pasukan Zionis-Israel menembakkan senjatanya kearah buruh yang sedang menungu jemputan. 7 oran tewas. Dari peristiwa ini dampaknya sangat luas ke seluruh Palestina.
  7. Pembantaian Bahr Al-Baqr, pasukan tempur mengebom sekolah anak-anak di dekat Suez, sehingga puluhan anak sekolah tewas.
  8. Agresi Zionis-Israel ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1500, dan melukai lebih 5.000 penduduk Gaza. Zionis Israel juga menghancurkan seluruh sarana hidup di wilayah itu.

Kejahatan Zionis-Israel itu akan terus berlangsung sempai bangsa yang sangat rasialis di muka bumi itu, musnah. Kekacauan dan perang tidak akan pernah berhenti, selama eksistensi Zionis-Israel itu masih ada di tanah Palestina, yang sekarang mereka duduki. Inila fakta-fakta kejahatan yang dilakukan Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab. (m)




Kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi memutuskan akan menyerbu masjid Al-Aqsha pada tanggal 29 dan 30 Maret, dan menyembelih kurban yang mereka sebut sebagai "pendekatan kepada Tuhan"setelah hari libur Yahudi, dan hari-hari setelah peluncuran dari "peresmian sinagog".

Syaikh Kamal Khatib yang merupakan wakil ketua gerakan Islam Palestina di wilayah pendudukan mengatakan: "Kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi telah menyerukan penyerbuan ke kompleks Al-Aqsha satu hari setelah peresmian sinagog, dan mereka telah mengajukan permintaan resmi kepada polisi Israel untuk memungkinkan mereka melakukan penyembelihan kurban dan mengajukan 'ritual' tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Maret mendatang."

"Tentara Pendudukan akan mengizinkan kelompok-kelompok Yahudi menyerbu Al-Aqsha untuk menyembelih kurban, tapi saya menjamin bahwa kerumuman perempuan akan memenuhi kompleks masjid Al-Aqsha, setelah Israel melarang para pria dan kaum muda masuk ke dalam komplek," kata Syaikh Khatib kepada Al-Jazeera.Net

Rabbi Shalom Dov pimpinan kelompok ultra ortodoks Yahudi, dalam pidatonya beberapa hari lalu telah mengumumkan, maksud dari penyerbuan mereka ke kompleks Al-Aqsha: "Kami akan membangun kuil Sulaiman di atas reruntuhan masjid Al-Aqsha."

Hukum Yahudi telah melarang para pengikut mereka untuk memasuki masjid Al-Aqsha tetapi dalam kasus penggalian di bawah Al-Aqsha, pendapat Yahudi dalam hal ini telah berubah karena tekanan politik.

Syaikh Khatib mengatakan: "Skema ini telah dirancang rapi, di dahului oleh sejumlah langkah, mereka ingin merasakan denyut nadi dan reaksi dunia Islam dan Arab, dan kemudian melakukan tindakan selanjutnya."

"Posisi masyarakat Arab dan dunia Islam merupakan unsur pencegahan terhadap ulah Israel, saya sarankan mereka untuk merebut kesempatan ini, dan tidak seharusnya hanya berkumpul dan mengutuk saja."

Syaikh Khatib juga mengatakan bahwa kaun Yahudi lewat rabbi-rabbi mereka telah memobilisasi akar rumput Yahudi, memberikan kesadaran dan bimbingan untuk menghancurkan Al-Aqsha dan membangun kuil Sulaiman, dan ia mengatakan: "Anda bangun pagi dan bisa saja terjadi anda akan melihat masjid Al-Aqsha telah menjadi reruntuhan."(fq/imo)

MOSKOW (SuaraMedia News) – Rusia kabarnya membatalkan gagasan untuk menerjunkan kontingen militer tambahan di wilayah Kyrgyzstan, meski sebelumnya telah ada kesepakatan antar Presiden Dmitry Medvedev dari Rusia dan Presiden Kurmanbek Bakiyev dari Kyrgyzstan.

Seiring dengan meningkatnya kehadiran militer AS di Asia Tengah tersebut, Rusia justru melakukan yang sebaliknya, Rusia mengurangi jumlah stafnya di kawasan tersebut dan beralih pada layanan baru, sebagaimana dilansir oleh harian Rusia, Nezavisimaya Gazeta.

Mengutip ucapan seorang sumber Komando Udara, NG melaporkan bahwa sebuah pangkalan udara militer di Kant, sebelah utara Kyrgyzstan, menutup infrastruktur sosalnya, sekolah, toko, taman kanak-kanak, dan sebagainya.

Pada bulan Februari, komandan pangkalan tersebut, Vladimir Nosov, mengumumkan bahwa keluarga sebagian besar personel militer mulai dipulangkan per tanggal 1 Maret. Kepada para wartawan, ia menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia menerapkan aturan baru mengenai personel militer yang ditugaskan di luar negeri. Keluarga prajurit tidak lagi diperbolehkan untuk tinggal bersama mereka secara permanen. Sembilan puluh persen personel militer di pangkalan tersebut akan digantikan oleh kontingen militer yang akan bertugas di pangkalan tersebut selama12 bulan. Tujuannya, menurut Nosov, adalah mengoptimalkan pengeluaran pangkalan militer Rusia di luar negeri.

Pangkalan udara di Kant, yang berjarak 20 kilometer dari ibu kota Bishkek, dibuka pada tahun 2003. Sekitar 250 personel Angkatan Udara Rusia ditempatkan di sana.

Bulan Agustus tahun lalu, Presiden Medvedev dan Presiden Bakiyev menandatangani sebuah memorandum. Di dalamnya, disepakati bahwa kontingen militer Rusia dengan jumlah satu batalion (300 – 1.300 orang) akan ditempatkan di negara Asia Tengah tersebut. Selain itu, keduanya sepakat untuk mendirikan pusat militer gabungan.

Sesuai rencana, kesepakatan terkait pendirian dan status dari pangkalan militer baru Rusia di Kyrgyzstan selatan ditandatangani pada tanggal 1 November 2009. Dokumen tersebut akan berlaku selama 49 tahun.

Kyrgyzstan menginginkan pangkalan tersebut didirikan di dekat perbatasan dengan negara tetangganya, yang juga pecahan Uni Soviet, Uzbekistan, di kawasan selatan Batken.

"Banyak kejahatan yang berasal dari perbatasan. Kami menginginkan pangkalan militer itu dibangun di dekat perbatasan, tempat rute transit," kata Raimkul Attakurov, duta besar Kyrgyzstan untuk Moskow, pada bulan Agustus tahun lalu.

Pangkalan tersebut seharusnya dipergunakan oleh pasukan bentukan Collective Security Treaty Organization (CSTO), pakta yang mempersatukan Rusia, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, dan Tajikistan.

Namun, rencana tersebut mendapatkan kritikan keras dari Uzbekistan, yang mengklaim bahwa langkah tersebut akan merusak stabilitas kawasan Asia Tengah.

"Penerapan proyek tersebut di wilayah yang rumit dan tidak dapat diduga – yang menjadi titik temu perbatasan tiga negara republik Asia tengah – dapat mendorong proses penguatan militer dan melahirkan segala jenis konfrontasi nasionalistik," kata Kementerian Luar Negeri Uzbekistan seperti dikutip registan.net.

"Hal itu juga dapat memunculkan kekuatan-kekuatan radikal ekstremis yang dapat mengancam stabilitas kawasan ini."

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal CSTO, Nikolay Borduyzha, berjanji bahwa Moskow dan Bishkek akan memperhitungkan Tashkent. Secara mengejutkan, bulan Desember tahun lalu, pejabat tersebut menambahkan bahwa menurutnya tidak ada pentingnya mendirikan pangkalan militer di selatan Kyrgyzstan. Ia menambahkan, pasukan CSTO siap mengambil tindakan di negara-negara anggota CSTO dan dapat menyelesaikan tugas militer dan tugas khusus.

Dengan alasan itu, atau alasan lainnya, lima bulan setelah tanggal awal kesepakatan Moskow – Bishkek ditandatangani, masih belum jelas apakah pangkalan tersebut jadi dibangun atau tidak.

Sementara itu, Nezavisimaya Gazeta memberitakan bahwa wilayah Batken di Kyrgyzstan, yang sedianya menjadi lokasi pembangunan pangkalan Rusia, kini justru dipertimbangkan untuk jadi lokasi pangkalan AS. Media tersebut sebelumnya mengabarkan bahwa Amerika, yang ingin memperluas pengaruh di kawasan Asia Tengah, berencana membangun pangkalan militer di Kyrgyzstan. Kedutaan AS di negara Asia Tengah tersebut membantah pemberitaah itu, pihak kedutaan mengatakan, AS hanya mendanai pembangunan pusat pelatihan untuk pasukan Kyrgyzstan.

"Amerika Serikat tidak memiliki dan tidak ingin memiliki pangkalan militer di selatan Kyrgyzstan," kata seorang juru bicara kedutaan seperti dikutip RIA Novosti. Ia menambahkan, pemerintah AS telah mengalokasikan dana sebesar $5,5 juta untuk membangun pusat pelatihan tersebut, yang sedianya baru akan dibuka pada tahun 2011. Dia menekankan bahwa pusat pelatihan tersebut akan menjadi milik pemerintah Kyrgyzstan dan akan dipergunakan untuk melatih prajurit negara tersebut. Namun, tidak disebutkan mengenai siapa yang akan melatih para prajurit Kyrgzstan.

Kementerian Pertahanan Kyrgyzstan mengatakan bahwa pusat pelatihan baru tersebut tidak dibangun untuk menyerang negara lain.

"(Pusat pelatihan) itu adalah proyek bilateral Kyrgyzstan – Amerika yang dibangun untuk melawan terorisme internasional dan ekstermisme keagamaan, kejahatan terorganisir transnasional, mencegah penyelundupan obat terlarang, tidak dibangun untuk menyerang negara lain dan tidak bertabrakan dengan kewajiban negara terhadap CSTO dan badan internasional lainnya," kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan pers yang dikutip oleh Ferghana.ru.

Menurut pernyataan tersebut, kamp pelatihan di kawasan BAtken adalah satu dari sekian banyak proyek gabungan militer AS dan Kyrgyzstan, dan kerja sama dalam bidang bantuan militer dan teknis telah dilakukan berdasarkan program pendanaan militer asing sejak tahun 1996.

Saat ini, AS juga menggunakan pangkalan udara Manas di dekat ibu kota Kyrgyzstan sebagai pusat transit untuk mendukung operasi militer AS di Afghanistan.

Sekitar 1.000 orang personel militer AS ditempatkan di pangkalan tersebut. (dn/rt) www.suaramedia.com



Pemerintah Mauritania memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Dengan ini tidak ada lagi hubungan bilateral apapun antara Mauritania dengan Israel. Mauritania tidak ingin lagi membuka hubungan diplomatik dan melakukan hubungan bilateral dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Mauritania, Naha Mint Mouknass, di ibukota Nouakchott, bahwa Mauritania, sebagai sebuah negara Islam, telah menghentikan secara menyeluruh hubungan diplomatik dengan Israel, tegasnya.

Sekarang hanya dua negara Arab yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, yaitu Mesir dan Yordania. Kedua negara Arab, yang menjadi anggota Liga Arab dan Konferensi Islam, sampai hari masih membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan Mesir mempunyai kecenderungan lebih kuat pengaruh Israel negeri itu. Mesir mendukung agresi Israel ke Gaza dan sekarang pemerintah Mesir membangun tembok baja, yang memisahkan perbatasan Mesir dengan Gaza, di kota perbatasan Rafah.

Pemerintah Mauritania sangat marah dengan tindakan agresi militer Israel ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1.500 penduduk sipil. Keputusan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel itu sudah diambil setahun yang lalu. (m/wb)


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa rezimnya tetap akan melanjutkan rencana pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur meski mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Netanyahu juga mengisyaratkan bahwa rezim Israel tidak takut dengan kecaman dari sekutu dekatnya AS, karena AS sebenarnya tahu apa saja rencana-rencana Israel terhadap Palestina termasuk rencana pembangunan pemukiman untuk Yahudi.

"Kebijakan pembangunan (pemukiman) di Yerusalem Timur sama seperti pembangunan pemukiman di Tel Aviv, kami sudah memberitahukannya secara tertulis pada pemerintah Amerika," kata Netanyahu sebelum memimpin rapat kabinet hari Minggu (21/3).

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan Israel terkait pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur (Al-Quds) tidak akan berubah, siapapun rezim yang berkuasa di Israel.

Pengumuman Israel tentang rencana pembangunan 1.600 unit rumah untuk Yahudi Israel di wilayah Palestina di Yerusalem Timur setelah kunjungan Wakil Presiden AS, Joe Biden, sempat membuat AS berang karena merasa dipermalukan oleh sikap Israel. Media massa menulis bahwa hubungan Israel-AS sedang dilanda ketegangan karena ketidaksepakatan AS atas rencana pembangunan pemukiman Yahudi itu. Presiden AS, Barack Obama ikut mengecam keras rencana itu.

Tapi belakangan, sikap Obama berubah drastis dan mengatakan bahwa tidak ada "krisis" hubungan antara Israel-AS. Sebaliknya, Obama malah berbalik mengecam unjuk rasa rakyat Palestina yang memprotes rencana pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur.

Kecaman pemerintah AS terhadap rezim Netanyahu pun kini tak lagi terdengar. AS bahkan akan menerima Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak dan sejumlah poitisi Israel yang akan menghadiri konferensi AIPAC-organisasi lobi Yahudi Zionis terbesar di AS-di Washington DC.


PM saysIsrael tidak ingin menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel juga tidak ingin mengubah kebijakan yang terus membangun perumahan di Jerusalem Timur. Semua harus berjalan. Tidak ada perbedaan antara pembangunan pemukiman di Jerusalem dengan Tel Aviv.

"Kebijakan kami terhadap Jerusalem telah sama dengan apa yang berlangsung di Tel Aviv, dan sudah berlangsung selama 42 tahun. Kami akan membuat jelas kepada rakyat AS, dan pembangunan pemukiman di Jerusalem sama dengan yang di Tel Aviv", ucap Netanyahu. Selanjutnya, menurut Netanyahu, Israel telah mencaplok (menganeksasi) Jerusalem Timur Timur sejak tahun 1967, hampir 43 tahun yang lalu.

Netanyahu akan meninggalkan Israel menuju Washington, menghadiri pertemuan nasional, yang digelar AIPAC (American-Israel Public AFfairs Committee), yang rencana akan menjadi ajang untuk menekan pemerintahan Presiden Obama, yang menolak perluasan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel telah dengan terang-terangan melakukan konvernsi Jenewa, yang melarang pembangunan pemukiman baru di wilayah Jerusalem Timur.

Sekalipun 'Kuartet Empat' (AS, Uni Eropa, Rusia dan PBB) telah mengutuk pembangunan di Jerusalem Timur, tetapi Israel tidak menggubris semuanya tekanan dunia internasional. Semua langkah yang dilaukan Israel itu, tujuannya untuk mementahkan rencana pendeklarasian negara Palestina, yang beribukota Jerusalem Timur. Langkah rakyat Palestina, yang menginginkan negara sendiri itu, telah mendapatkan persetujuan sejumlah negara, termasuk Sekjen PBB, Ban Ki-moon, yang belum lama ini berkunjung ke Gaza dan Tepi Barat.

Netanyahu tidak pernah akan menghentikan pembangunan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, karena kedua wilayah ini sudah menjadi hak milik Israel, sejak perang tahun 1967. Kunjungan ke Washington hanyalah menegaskan di depan para pemimpin Yahudi yang tergabung kelompok lobbi AIPAC, bahwa Israel tidak akan tunduk oleh tekanan siapapun, termasuk AS. (m/cnn)


alt
Sumber-sumber keamanan Barat berpendapat bahwa Saudi akan membolehkan Israel menggunakan zona udaranya untuk menyerang Iran jika perang meletus. Majalah Jerman terkemuka SPIEGEL dalam artikelnya yang dirilis (16/3) mengklaim terdapat persatuan erat antara Israel dan negara-negara Arab di Teluk Persia dalam melawan Iran.

Amerika Serikat dilaporkan berniat tidak mengijinkan jet-jet Israel terbang di atas Irak.

Para pengamat berpendapat bahwa SPIEGEL banyak dipengaruhi oleh rezim Zionis dan sebelumnya majalah Jerman ini telah mempublikasikan sebuah laporan untuk mempropagandakan dan mengkampanyekan perang urat saraf terhadap Republik Islam Iran. (ir/mj)





Imagemediaumat.com- Para peneliti dan analis mengecilkan pentingnya ketegangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir antara Amerika Serikat dan Tel Aviv, setelah pengumuman terakhir mengenai rencana untuk pembangunan pemukiman di Yerusalem, selama Wakil Presiden Amerika, Joseph Biden melakukan kunjungan ke Israel.

Para analis menganggap bahwa apa yang terjadi antara Washington dan Tel Aviv tidak lebih dari sekedar "krisis retorika dan perbedaan taktik" saja, yang akan segera berakhir, seperti segera berakhirnya perselisihan yang biasa terjadi antara ibu dan anak perempuannya.

Pemerintah AS, beberapa hari ini telah berusaha mengurangi ketegangan dengan Israel, dimana Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton mengatakan kemarin dari ibukota Rusia, Moskow, bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah membuat proposal yang konstruktif untuk penyelesaian, dan mengakhiri perselisihan. Sementara Presiden AS, Barack Obama menilai apa yang terjadi dengan pemerintah Israel sebagai "perbedaan pendapat yang biasa terjadi di antara teman baik".

Begitu juga, Netanyahu, yang akan berkunjung ke Washington hari Senin besok, untuk menghadiri konferensi tahunan lobi Zionis (AIPAC), menjelaskan hari Kamis sore kemarin, bahwa ia telah menyarankan untuk Clinton sebuah "isyarat itikad baik timbal balik dengan Otoritas Palestina".

Oleh karena itu, pakar urusan Amerika, Khalid Khalifah menilai "krisis retorika" antara Israel dan Amerika Serikat itu terjadi tidak lepas dari "hubungan keduanya dalam kepentingan yang mendalam dengan jaringan lobi Zionis, serta akibat dari kelemahan posisi bangsa Arab secara internasional". (aljazeera.net, 20/3/2010)



Benjamin Netanyahu (AFP)
 
Jakarta - Pemerintah Israel bersikeras menolak desakan pemerintah AS untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di sekitar Yerusalem.

Bahkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menyampaikan secara tertulis kepada Washington mengenai sikapnya itu sebelum bertolak menuju AS untuk memenuhi undangan Presiden Barack Obama. Netanyahu diundang Obama ke Washington untuk membahas upaya damai Timur Tengah pada Selasa, 23 Maret mendatang.

"Kebijakan kita mengenai Yerusalem adalah sama seperti semua pemerintahan Israel terdahulu selama 42 tahun terakhir, dan itu belum berubah," tegas Netanyahu di depan kabinetnya seperti dilansir Reuters, Senin (22/3/2010).

"Sejauh yang kita tahu, membangun di Yerusalem sama dengan membangun di Tel Aviv," imbuh pemimpin negeri Yahudi itu.

"Saya telah menulis surat, atas inisiatif saya sendiri, untuk menteri luar negeri AS (Hillary Clinton) supaya hal ini benar-benar jelas," tutur Netanyahu.

Sebelumnya Hillary telah berbicara dengan Netanyahu melalui telepon guna membahas perselisihan AS-Israel mengenai pembangunan pemukiman Yahudi di sekitar Yerusalem Timur, yang dikuasai Israel pada tahun 1967.

Pemerintah Obama telah gencar mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman tersebut. Sebab langkah itu akan merusak upaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Otoritas Palestina mengecam keras pembangunan pemukiman itu sebab Yerusalem Timur akan menjadi ibukota negara Palestina yang diharapkan akan didirikan di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

(ita/nrl)

JALUR GAZA (SuaraMedia News) - Pesawat-pesawat tempur Israel membom Jalur Gaza pada di ini hari Jumat, melukai sedikitnya dua warga Palestina. Pesawat-pesawat tempur itu menargetkan Jalur Gaza selatan hari Jumat pagi, beberapa jam setelah sebuah proyektil buatan menewaskan seorang warga negara asing di Israel selatan.

Tidak ada laporan korban jiwa segera setelah rudal yang menghantam setidaknya empat sasaran dalam kantong pantai, di antaranya dua daerah terbuka di Khan Younis, sebuah terowongan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir, dan sebuah pabrik, menurut laporan Kator Berita Reuters.

Pejabat keamanan Palestina dan saksi mata mengatakan bahwa pesawat Israel menembakkan ke beberapa sasaran di Jalur Gaza melukai dua orang.

Pesawat-pesawat tempur Israel itu menyerang sebuah bengkel di tiga terowongan Kota Gaza, di bawah perbatasan Gaza-Mesir dan dua lapangan terbuka, menurut saksi dan para pejabat keamanan.

Militer Israel menolak berkomentar mengenai insiden tersebut.

Serangan itu terjadi setelah balas dendam serangan roket dari Jalur Gaza menewaskan pekerja asing Thailand berusia 30 tahun, yang bekerja di rumah kaca di Netiv Ha'asara di Dewan Daerah Pantai Ashkelon, sebelah utara Jalur Gaza.

Serangan udara terjadi yang tidak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton melalui telepon.

Jurubicara militer Israel mengatakan kepada kantor berita Ma'an bahwa enam target diserang secara total, termasuk lima terowongan di selatan Gaza dan lokasi pabrik senjata di utara. Dua dari terowongan yang dirancang untuk masuk ke Israel, katanya, dan tiga lainnya dituding untuk penyelundupan senjata.

"IDF tidak akan mentolerir serangan di Israel selatan," kata pejabat memperingatkan, dengan menambahkan bahwa Israel "meminta organisasi Hamas bertanggung jawab sepenuhnya dalam menjaga ketenangan di Jalur Gaza."

Pasukan Israel menyerang Jalur Gaza dari timur Kamis malam, kata saksi, bentrok dengan pejuang Palestina di timur Kota Gaza.

Tidak ada laporan cedera dalam kekerasan yang menurut saksi mata terkonsentrasi di dekat Ash-Shuhada Cemetery.

Saksi melaporkan mendengar tembakan dan ledakan di dekat kuburan, serta suara jet tempur melayang-layang di atas kepala.

Seorang jurubicara militer mengatakan, dia tidak mengetahui laporan terbaru, tapi pernyataan terpisah menegaskan bahwa tentara menembak ke arah seseorang di utara.

Orang itu "merangkak di tanah dekat pagar keamanan di utara Jalur Gaza, dekat persimpangan bantuan kemanusiaan Nahal Oz," kata juru bicara militer.

"Pasukan IDF menembak ke arah 'tersangka', namun tidak mengidentifikasi tembakan langsung," tambahnya.

Radio Tentara Israel melaporkan bahwa seorang pria Palestina terluka oleh tembakan tersebut.

Sementara itu, sebuah peluru meledak di Gaza utara, kata penduduk setempat, rupanya sesaat setelah diluncurkan.

Laporan itu datang sekitar satu jam setelah Israel mengatakan sebuah peluru menghantam daerah Eshkol di dekat Gaza, yang tidak menyebabkan kerusakan atau cedera.

Itu adalah serangan kedua semacam itu di Israel selatan pada hari Kamis, dan yang keempat dalam 24 jam, datang tepat setelah proyektil yang sama menyerang dan membunuh seorang warga negara Thailand di Ashkelon.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan itu, menekankan bahwa semua tindak kekerasan adalah "sama sekali tidak dapat diterima."

"Semua tindakan seperti itu teror dan kekerasan terhadap warga sipil yang sama sekali tidak bisa diterima dan bertentangan dengan hukum internasional," kata seorang wakilnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Moskow, di mana sekretaris jenderal dijadwalkan untuk bertemu dengan anggota lain Kuartet pada hari Jumat.

Beberapa jam setelah warga negara Thailand itu tewas, warga mendengar suara seperti selusin ledakan seluruh Jalur Gaza.

Direktur layanan ambulans dan darurat Gaza, Muawiyah Hassanein, mengatakan tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan bahwa para pejabat percaya suara adalah hasil sonik booming dan bukan Serangan udara. (iw/ptv/mn) www.suaramedia.com

Koresponden Aljazeera di Islamabad mengutip dari sumber keamanan yang mengatakan bahwa enam orang meninggal dalam pengeboman yang diyakini dilancarkan oleh pesawat AS terhadap wilayah kesukuan di utara Waziristan, di Pakistan.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa dua orang meninggal setelah sebuah rudal ditembakkan dari sebuah pesawat tak berawak pada sebuah mobil di distrik Datta Khel di utara wilayah itu.

Penembakan itu dilakukan beberapa jam setelah pembantaian atas empat orang lainnya akibat tembakan lima rudal dari pesawat tak berawak di kompleks perumahan, dan sebuah mobil di dekat pusat kota Miranshah di wilayah tersebut.

Dengan demikian, di wilayah itu telah terjadi tiga serangan oleh pesawat tak berawak dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam yang mengakibatkan 16 orang tidak berdosa meninggal.

Sementara di wilayah Badabirah dekat Peshawar, enam tentara dan petugas keamanan tewas dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata tak dikenal di sebuah pos pemeriksaan gabungan tentara dan polisi.

Dalam hal lebih dari 830 orang meninggal di Pakistan akibat dari sekitar 90 operasi pemboman oleh Amerika sejak Agustus 2008.

Washington mengatakan dalam serangan ini telah meninggal tokoh utama dalam pergerakan Taliban dan al-Qaeda, tetapi serangan seperti ini justru memicu kekesalan Pakistan yang menjadi sekutu AS, sehingga semakin meningkatkan sentimen anti-Amerika.

Pemerintah Pakistan ingin Amerika melengkapi Pakistan dengan teknologi pesawat tak berawak, dimana dengannya diharapkan militer Pakistan dapat melancarkan serangan sendiri terhadap kelompok milisi bersenjata. (aljazeera.net, 17/3/2010)


Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Zionis Israel kembali terjadi di wilayah pendudukan Tepi Barat hari Selasa (16/3) pagi seiring dengan meningkatnya ketegangan di wilayah itu. Warga Palestina memprotes rencana Israel yang akan membangun 1.600 unit rumah baru untuk para pemukim Yahudi di tanah Palestina.

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell membatalkan kunjungannya ke Israel setelah rezim Zionis menolak desakan untuk tidak melanjutkan rencana pembangunan pemukiman baru itu. Penolak Israel membuat AS berang. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyebutnya sebagai "penghinaan terhadap AS".

Menyusul bentrokan di wilayah pendudukan, faksi Hamas yang berkuasa di Gaza pada hari yang sama mendeklarasikan "Hari Kemarahan dan Kewaspadaan" serta menyerukan negara-negara Arab dan Muslim agar "datang ke Palestina untuk menyelamatkan Yerusalem dan Al-Aqsa." Kepala Deputi Politik Hamas, Mussa Abu Marzuk menyerukan gerakan Intifada untuk melawan Israel.

"Harus ada tindakan untuk melawan rencana Zionis itu, yang dilakukan dalam jangka panjang dan bukan hanya tindakan sementara saja," tukas Abu Marzuk dari pengasingannya di Damaskus, Suriah.

'Seluruh rakyat Palestina pasti akan bersuka cita untuk melakukan Intifada. Semua rakyat Palestina harus bangkit ... melawan kekuatan penjajahan Israel. Rezim Zionis ingin mengosongkan Yerusalem selangkah demi selangkah ... mereka juga berusaha menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan tempat-tempat suci umat Kristiani di kota itu," tandasnya.

Dalam bentrokan yang terjadi hari Selasa, tentara-tentara Zionis melepaskan tembakan peluru karet, granat untuk membubarkan massa dan gas air mata ke arah warga Palestina yang sedang berunjuk rasa memprotes rencana pembangunan pemukiman baru untuk Yahudi.

Sementara warga Palestina membalasnya dengan lemparan batu dan bom molotov. Di beberapa tempat, para pengunjuk ras juga membuat barikade serta membakar ban untuk menghambat gerak tentara Zionis.

Menurut petugas kesehatan, sedikitnya 40 warga Palestina dirawat di rumah-rumah sakit di Yerusalem Timur (Al-Quds). Sedangkan juru bicara kepala polisi Israel, Micky Rosenfeld mengatakan bahwa mereka menangkap sekitar 40 orang pengunjuk rasa.

Bentrokan antara warga Palestina dan tentara Zionis antara lain terjadi di pos pemeriksaan Israel di Qalandi, di kamp pengungsi Shuafat, di Hebron dan beberapa tempat lainnya di Al-Quds

Warga Palestina menentang keras rencana Israel membangun ribuan rumah untuk pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Kemarahan rakyat Palestina makin memuncak dengan dibukanya sebuah sinagog di kawasan Kota Tua. Rakyat Palestina menilai pembukaan sinagog yang letaknya hanya beberapa meter dari kompleks Masjid Al-Aqsa adalah langkah pertama Israel untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan menggantikannya dengan bangunan Kuil Yahudi.

Juru runding Palestina, Saeb Erekat mengungkapkan situasi di itu sebagai situasi yang siap meledak. Ia mengecam kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang telah "menuangkan minyak ke dalam api." (ln/wb)

WASHINGTON (SuaraMedia News) – Di tengah "kekhawatiran" terkait kritikan AS terhadap Israel, Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton pada hari Selasa menekankan bahwa pemerintahan AS berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya pembicaraan damai dari Israel, namun juga tetap memperlihatkan dukungannya terhadap Israel.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton membantah bahwa hubungan bilateral AS dan Israel tengah berada dalam masa krisis, terkait dengan masalah pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur terjajah.

Clinton menambahkan, Amerika Serikat dan Israel memiliki ikatan yang erat dan tidak tergoyahkan. Namun, ia juga mengatakan AS ingin Israel dan Palestina memenuhi komitmen masing-masing untuk menuju arah perdamaian.

Sebelumnya, utusan khusus AS George Mitchell menunda rencana kunjungan ke Israel.

Ketegangan di Yerusalem berujung pada bentrokan antara ratusan orang warga Palestina dan aparat kepolisian Israel.

Polisi Israel mengatakan bahwa ada 60 orang warga Palestina yang ditangkap, para praktisi medis mengatakan bahwa ada sejumlah orang yang mengalami luka-luka.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak kedua kubu untuk menahan diri, demikian dilansir oleh kantor berita AFP. Selain itu Ban juga kembali menegaskan bahwa status akhir Yerusalem haruslah ditentukan melalui negosiasi

Israel membuat "geram" Washington kala mengumumkan rencana pembangunan 1.600 unit rumah baru di Yerusalem Timur terjajah, bersamaan dengan waktu kunjungan Wakil Presiden Joe Biden di tanah Palestina terjajah minggu lalu untuk mencoba memulai kembali proses negosiasi perdamaian yang terhenti.

Duta besar Israel untuk AS, Michael Oren, dikutip oleh media Israel pada hari Senin lalu saat menyatakan bahwa hubungan antara AS dan Israel mencapai "titik terendah" sejak tahun 1975.

Ketika ditanya apakah memang benar hubungan AS dan Israel mencapai "titik terendah", Clinton menjawab: "Saya tidak percaya (omongan) itu."

Menurut Clinton, Washington tetap berkomitmen penuh terhadap keamanan Israel.

Namun, ia menambahkan, AS tidak selalu sejalan dengan sekutu internasionalnya tersebut dalam segala hal, dan AS telah menunjukkan "kecemasan" dan "kekecewaan" terhadap Israel terkait kejadian pekan lalu.

Komentar Clinton tersebut mendapatkan sambutan dari Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, "Israel menghargai dan menghormati kata-kata hangat dari Clinton mengenai ikatan erat antara AS dan Israel, serta komitmen AS terhadap keamanan Israel."

Pekan lalu, Clinton menyebut pengumuman pembangunan pemukiman tersebut "menghina" AS dan, dalam sebuah panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia mendesak Israel mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian.

AS mengatakan pihaknya masih menunggu tanggapan "formal" dari Israel untuk menjawab "kekhawatiran" tersebut.

George Mitchell sedianya akan bertemu Presiden Israel Shimon Peres pada hari Selasa, namun perjalanan tersebut ditunda tanpa batasan waktu yang jelas, kata para pejabat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Philip Crowley, mengatakan Mitchell tidak akan bertemu pemimpin Israel maupun Palestina sebelum pertemuan Kuartet Timur Tengah di Moskow pada hari Jumat mendatang, namun proses dialog tersebut dapat dijadwalkan ulang pada lain waktu.

Ketegangan di Yerusalem Timur semakin memuncak dalam beberapa hari terakhir seiring dengan masalah pemukiman dan pembukaan kembali sebuah sinagog di kota tua Yerusalem. Sebuah langkah yang amat provokatif, karena jaraknya tidak jauh dari Masjid Al-Aqsa.

Hatem Abdul Qader, juru bicara pemerintah Palestina untuk urusan Yerusalem, mengatakan: "Sinagog ini akan menjadi awal dari kekerasan, fanatisme religius, dan ekstremisme." (dn/bc/wp) www.suaramedia.com

Powered by Blogger.