Rakyat Afghanistan melancarkan demonstrasi anti-AS di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, mereka mengutuk pembunuhan warga sipil oleh pasukan asing.

Protes Anti-Amerika ini menyusul adanya sebuah insiden di mana sebuah kendaraan militer AS bertabrakan dengan mobil sipil Afghanistan di pusat kota Kabul, menewaskan sedikitnya empat warga sipil, seorang koresponden Press TV melaporkan.

Demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan membakar dua kendaraan milik Kedutaan Besar AS.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu kearah pasukan NATO dan pasukan keamanan Afghanistan saat mereka berjalan ke arah kompleks kedutaan.

Para pejabat Afghanistan mengatakan para demonstran sudah bubar dan situasi dapat dikendalikan di ibukota.

Warga sipil telah menjadi korban utama kekerasan di Afghanistan, khususnya di provinsi bermasalah diwilayah selatan dan timur.

Jumlah korban sipil yang tewas diperkirakan akan meningkat pada saat pasukan pimpinan AS berencana untuk memulai operasi baru terhadap area yang diduga tempat persembunyian Taliban di daerah yang bermasalah. (fq/prtv)



Meskipun miliaran dolar bantuan dari Washington untuk Pakistan untuk antisipasi ancaman bersama dari bahaya yang dianggap sebagai kelompok ekstremis, rakyat Pakistan ternyata memiliki pandangan yang sangat negatif terhadap Amerika Serikat, menurut hasil jajak pendapat Pew Research Center yang dirilis pada Jumat ini (30/7).

Survei tersebut juga menemukan bahwa warga Pakistan telah berkurang rasa takutnya terhadap kelompok 'ekstrimis' yang akan merebut kendali atas negara mereka, mungkin hal ini mencerminkan 'keberhasilan' pasukan pemerintah melakukan operasi militer terhadap kelompok-kelompok perlawanan sejak awal tahun 2009.

Kebanyakan warga Pakistan ingin meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat, menurut jajak pendapat tersebut. Tetapi sebagian besar warga Pakistan melihat AS dengan wajah penuh kecurigaan, dukungan untuk keterlibatan Amerika dalam perang melawan ekstremis telah menurun, dan hampir dua-pertiga warga Pakistan ingin pasukan AS keluar dari negara tetangga mereka Afghanistan.

Citra Amerika Serikat di Pakistan adalah yang terendah di antara 22 negara yang masuk dalam Pew Global Attitudes Survey 2010 terhadap 2.000 warga Pakistan yang diambil antara tanggal 13-28 April.

Lima puluh sembilan persen responden menggambarkan Amerika Serikat sebagai musuh, dengan 17 persen memiliki pandangan yang menguntungkan dan hanya 11 persen yang menganggap AS adalah partner, kata hasil jajak pendapat itu.

Hanya delapan persen percaya Presiden AS Barack Obama dapat melakukan hal yang benar dalam urusan di dunia, peringkat terendah dari survei dari 22-negaraa, dan hanya 20 persen memiliki pandangan yang menguntungkan dari Pakistan Presiden Asif Ali Zardari, turun dari 64 persen dibandingkan dengan dua tahun lalu.

Kebanyakan warga Pakistan juga menentang keterlibatan Amerika di Afghanistan, dengan 65 persen mengatakan pasukan AS dan NATO harus ditarik secepat mungkin, dan relatif sedikit yang percaya Taliban dan al-Qaidah merupakan ancaman serius bagi negara mereka.

Hanya 25 persen berpikir bahwa akan buruk bagi Pakistan jika Taliban kembali mengambil alih Afghanistan, sementara 18 persen berpikir sebaliknya dan 57 persen mengatakan itu tidak masalah atau tidak punya pendapat.(fq/aby)

ROMA (Berita SuaraMedia) – Italia mengalami krisis saat Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi berpisah dari sekutunya yang paling kuat. Perpecahan itu pun melahirkan desas-desus yang menyebut bahwa pemerintahan Berlusconi akan bubar.

Para kolega senior sang perdana menteri berkumpul guna membahas konsekuensi peristiwa tersebut, yang melibatkan sang perdana menteri dan Gianfranco Fini setelah berbulan-bulan terlibat konflik.

Dua orang itu merupakan pendiri Partai Kemerdekaan Rakyat. Tapi, partai itu telah mengeluarkan dokumen yang mengecam Fini karena perbedaan pendapat secara terbuka.

Setelah menolak tawaran perdamaian dari rivalnya pada detik-detik akhir, Berlusconi mengatakan bahwa pemimpin partai menganggap posisi Fini tidak lagi sejalan dengan prinsip-prinsip partai, komitmen terhadap konstituen yang telah memberikan suara, serta aktivitas perpolitikan.

Pada awal skandal yang berulang-ulang, Berlusconi dibuat geram dengan sikap Fini yang mengecam moralitas dan legalitas dalam pemerintahan Italia. Bentrokan keduanya tidak mungkin ditutup-tutupi.

Meski mendapat tekanan dari Berlusconi untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai juru bicara majelis rendah parlemen Italia, Fini menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak punya niatan melakukan itu.

Pada hari Jumat waktu setempat (30/7), para anggota dewan menuntut Berlusconi berpidato di hadapan Parlemen dan menjelaskan dampak keputusannya menyingkirkan Gianfranco Fini dari Partai Kemerdekaan Rakyat yang didirikannya bersama Fini.

Sang perdana menteri bertemu dengan seorang sekutu lain, yakni kepala Liga Utara, Umberto Bossi, yang dukungannya dianggap penting untuk menciptakan pemerintahan yang stabil, karena partainya memberikan kesempatan yang dibutuhkan gerakan Berlusconi untuk memerintah dengan nyaman.

Saat ditanya apakah perpisahan Berlusconi dengan Fini akan membuat pemilu harus dilaksanakan lebih awal, Bossi langsung mengacungkan jari tengah ke arah wartawan.

Berlusconi dan Fini yang telah menjalin aliansi sejak Berlusconi terjun ke dunia politik pada awal tahun 1990-an, telah berselisih selama berbulan-bulan mengenai nyaris segala permasalahan politik, mulai dari imigrasi hingga pembatasan penyadapan. Tapi, para pengamat beranggapan bahwa pertikaian itu lebih condong ke arah perebutan kekuasaan, bukannya perbedaan ideologis.

Partai Kemerdekaan Rakyat yang dipimpin Berlusconi merilis sebuah dokumen pada hari Kamis malam yang berisi tudingan bahwa Fini tengah "menciptakan partai dalam partai" dan membentuk gerakan oposisi yang "tak bisa ditoleransi dalam jajaran pejabat teras partai.

Para sekutu Fini di dewan lantas mengumumkan pengunduran diri mereka dari partai Berlusconi, tapi Fini menolak tekanan yang mendesaknya mengundurkan diri dari jabatan juru bicara dewan, sebuah jabatan yang didapat setelah ditunjuk para anggota dewan, bukan perdana menteri.

Fini diharapkan menyampaikan pernyataan pada hari Jumat waktu setempat. Fini sebelumnya memimpin Aliansi Nasional, yang kemudian dileburkan dalam wujud Partai Kemerdekaan Rakyat. Namun tetap saja para pendukung Fini mendapatkan kekuatan otonomi dalam parlemen Italia karena memenangkan 33 kursi di majelis rendah dan 14 di majelis tinggi, atau disebut Senat.

Partai Berlusconi menguasai 342 kursi di majelis rendah yang total terdiri dari 630 kursi, dan 175 kursi di Senat yang jumlah total kursinya 322.

Pada hari Kamis, Berlusconi mengotot dan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak tengah ada dalam bahaya, ia juga menegaskan bahwa dirinya mendapat dukungan dari sebagian besar rakyat Italia.

Meski ada perpecahan, majelis rendah tetap meloloskan program penghematan kontroversial pada hari Kamis. Program itu bertujuan mengurangi defisit Italia.

Fabio Fois, seorang anails dari Barclay's Capital mengatakan bahwa diloloskannya program itu menandakan bahwa Fini tidak bertujuan mendiskreditkan pemerintahan Berlusconi, justru berusaha memberikan tekanan politik.

Pemerintahan Berlusconi saat ini mulai dilantik pada Mei 2008 dan mengemban mandat selama lima tahun. (dn/en/ap) www.suaramedia.com

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Pejabat senior Amerika Serikat dan Israel dijadwalkan bertemu untuk mendiskusikan krisis atas dugaan program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang dimaksudkan untuk mengekang hal tersebut, demikian disampaikan oleh diplomat senior AS pada pembuat undang-undang.

Robert Einhorn, penasihat khusus Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat untuk kendali non-proliferasi dan senjata mengatakan pada Dewan Pengawas dan Komite Reformasi Pemerintah bahwa Amerika Serikat sedang "berhubungan dekat dengan Israel."

"Kenyataannya, sore ini kami mengadakan pertemuan dengan tim senior Israel untuk membicarakan tentang Iran dan sanksi," ujar Einhorn, tanpa menyebutkan dengan spesifik identitas pebajat Israel tersebut.

"Dan mereka adalah sumber informasi yang penting. Kami bekerja sama dalam hal intelijen dengan banyak negara lain yang bersahabat di seluruh dunia, tapi khususnya intelijen Israel ini baik," ia menambahkan.

Ketika ditanya tentang pertemuan tersebut, juru bicara Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat Philip Crowley menjawab: "Tampaknya ini adalah pertemuan Gedung Putih."

Hal ini muncul ditengah-tengah pemberitahuan bahwa Presiden Barack Obama meningkatkan usaha untuk menekan negara lain untuk mengadakan sanksi "keras" terhadap Iran dan untuk menetapkan embargo unilateral pada Republik Islam tersebut yang bertujuan untuk menjauhkan negara tersebut dari usaha program nuklir sipil mereka.

Amerika Serikat baru-baru ini menjatuhkan sanksi unilateral ekonomi atas Iran dan mendorong rekan-rekan negara Barat lainnya untuk mengikuti langkah tersebut.

Pihak Barat menggambarkan program pengembangan nuklir Iran sebagai ancaman terlepas dari jaminan Agen Energi Atom Interrnasional bahwa program nuklir Iran tidak melenceng dari jalur damai mereka.

Pejabat Gedung Putih tidak segera menjawab permintaan untuk komentar.

Sementara itu, pemerintahan Obama mendorong China dan negara kunci lainnya untuk menjatuhkan sanksi internasional yang tegas atas Iran dan untuk menjatuhkan hukuman mereka sendiri.

Pejabat senior Amerika Serikat mengatakan mereka akan segera melakukan perjalanan ke China, Jepang, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab untuk meminta pemenuhan dengan undang-undang Dewan Keamanan PBB yang dijatuhkan pada Iran atas dugaan program nuklirnya. Sanksi tersebut dijatuhkan pada institusi Iran yang terlibat dalam program nuklir dan pengembangan misil.

Pihak resmi AS mengatakan mereka akan memperingatkan Cina secara khusus tentang sanksi terbaru Amerika Serikat, Eropa, Kanada dan Australia yang bisa digunakan untuk menghukum perusahaan asing yang melakukanbisnis dengan sektor energi Iran.

Selain China, Amerika Serikat juga akan mengirim Robert Einhorn ke Jepang dan Korea Selatan minggu depan untuk membahas sanksi tambahan atas Iran dan Korea Utara.

Delegasi Amerika Serikat itu juga akan termasuk Sekretaris Asisten Deputi Departemen Keuangan, Pendanaan Teroris dan Kejahatan Keuangan, Daniel Glaser. Mereka akan bertemu dengan pejabat senior Korea Selatan, termasuk dari Kementrian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan, Kementrian Keuangan dan Gedung Biru.

Mereka kemudian akan melanjutkan ke Tokyo pada hari Selasa, dimana mereka dijadwalkan untuk bertemu dengan pejabat senior dari Kementrian Urusan Luar Negeri, Kementrian Keuangan dan lainnya. Delegasi tersebut akan kembali ke Washington hari Rabu. (raz/dn/pv/gm/rtn) www.suaramedia.com

VICTORIA, AUSTRALIA (Berita SuaraMedia) - Seorang kandidat Senat Victoria untuk Partai Demokrat Kristen mengatakan ia ingin melawan apa yang ia lihat sebagai 'Islamisasi' di Australia.

Kandidat Senat Vickie Janson mengatakan ia mendukung kebebasan beragama tapi Muslim juga perlu bersatu, dan tidak boleh memaksakan fasilitas eksklusif seperti tempat sholat dan toilet.

Janson berbicara dalam peluncuran kampanye Partai Demokrat Kristen di kota Bendigo, Victoria.

Ia mengatakan Pemerintah Federal menyetujui Islamisasi terhadap negara tersebut.

"Ini adalah sesuatu yang bisa kita lihat dalam brosur yang didanai pemerintah, kita melihat penampilan Islam dalam sekolah kita yang menantang realitas sejara. Anda harus mempertanyakan kenapa kita perlu mengajarkan hal-hal ini dalam sekolah kita, kenapa pula kita harus bersikukuh pada perspektif Muslim."

Sebelumnya, di La Trobe University pernah terjadi keributan gara-gara mahasiswa Muslim memiliki kamar mandi khusus yang hanya bisa diakses dengan kode tombol rahasia.

Mahasiswa Muslim yang memiliki akses eksklusif pada toilet pria dan wanita di kampus memunculkan klaim bias dan diskriminasi. Pimpinan universitas dan pimpinan Islam melindungi toilet tersebut karena hal itu merupakan sarana vital bagi ritual beribadah mahasiswa Muslim.

Seorang mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya, memunculkan isu tersebut pada harian Herald Sun Minggu.

Juru bicara Dewan Keluarga Australia Bill Muehlenberg mengatakan perhatian terhadap fasilitas eksklusif itu benar.

"Apa kita punya toilet Kristen, atau toilet ateis?" ujarnya. "Seluruhnya itu gila." muehlenberg mengatakan fasilitas terpisah itu memecah belah. "Jika umat Muslim mengatakan 'kami adalah warga Australia yang baik dan ingin bersatu', kenapa mereka memaksakan toilet terpisah?" ujarnya.

Pemimpin komunitas Muslim Victoria Yasser Soliman mengatakan toilet itu diperlukan. Ia mengatakan ia mengatakan fasilitas terpisah itu juga terkait dengan perhatian dari mahasiswa non-Muslim.

"Umat Muslim perlu membasuh kaki mereka sebelum sholat dan sebelumnya pernah ada keluhan tentang mereka yang membasuh kakinya di wastafel, jadi ini penengah yang membantu," ujarnya.

Soliman mengatakan kebanyakan universitas menyediakan tempat sholat dan toilet khusus Muslim bagi mahasiswa.

Juru bicara La Trobe University mengatakan toilet itu diadakan dengan saran dari pemimpin agama Muslim senior.

Ia mengatakan pihak universitas juga memiliki kapel Kristen dengan ruang rapat dan empat pendeta dari kesatuan utama memiliki kantor.

Wakil presiden Persatuan Kristen La Trobe University mendukung toilet tersebut. "Ini bagian dari agama mereka, mereka perlu membersihkan diri dengan cara khusus sebelum beribadah," ujarnya.

Pada tahun lalu, pengadilan Perth juga telah menutup sebuah Pusat Islami yang biasanya digunakan untuk sholat Jum'at oleh umat Muslim di wilayah tersebut.

Pengadilan mengeluhkan Muslim yang menghadiri sholat berjamaah yang diadakan setiap minggu tersebut mulai meningkat dan melebihi kapasitas ruangan Pusat Islam sehingga mengambil alih semua tempat parkir di lingkungan industri di Perth,

Mengikuti keluhan bahwa bangunan Da'wah telah berubah menjadi masjid, Pengadilan Administrasi Negara memutuskan bahwa sholat Jumat menyalahi pengaturan wilayah yang telah ditetapkan oleh pihak kota sebagai kawasan zona 'Industri ringan', berubah menjadi "Tempat Ibadah Publik." (raz/ran/hs/sm) www.suaramedia.com

KABUL (Berita SuaraMedia) – NATO telah meluncurkan sebuah operasi pencarian dalam skala menyeluruh setelah dua abdi negara AS menghilang di provinsi Logar, Afghanistan timur.

Satuan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO telah mengonfirmasi berita tersebut, mengatakan bahwa dua tentara tersebut telah memulai perjalanan campurannya di Kota Kabul dengan sebuah kendaraan pada Jum'at sore waktu setempat dan tidak kembali.

"Unit tersebut memberangkatkan kendaraan dan aset roda bersayap untuk mencari mereka dan kendaran mereka, dan pencarian tersebut sedang berlangsung," ISAF mengatakan dalam sebuah pernyataan.

ISAF tidak menspesifikasikan kebangsaan dari tentara-tentara yang ditangkap tersebut, namun para pejabat AS mengatakan kepada agen berita Associated Press bahwa kedua tentara tersebut berkebangsaan Amerika.

Seorang juru bicara Taliban telah menyangkal bahwa kelompok tersebut berada di balik hilangnya tentara-tentara tersebut lebih awal di hari ia telah menghubungi agen-agen berita dengan deskripsi para tentara tersebut dan peralatan yang mereka bawa.

Berbicara kepada agen berita AFP melalui telepon dari lokasi yang tidak diungkapkan, Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban di Afghanistan timur mengatakan, "Sejauh ini, kami tidak menyadari hal tersebut dan tidak dapat memberikan konfirmasi akan hal ini."

Gubernur provinsi tersebut mengatakan kepada kantor berita Al-Jazeera bahwa ia yakin bahwa para tentara Amerika tersebut bekerja untuk sebuah Tim Rekonstruksi Provinsi, sebuah tim pengembangan yang dipimpin militer.

Samer Gul, kepala admisnistratif distrik Chark di Longar, menyalahkan Taliban karena hilangnya tentara tersebut. Ia mengatakan bahwa Taliban telah memantau para tentara tersebut ketika kendaraan mereka melewati sebuah pasar.

"Mereka berhenti di bazar utama distrik Charkh. Taliban melihat mereka di bazar," Gul mengatakan.

"Mereka tidak menyentuhnya di bazar, namun memperhatikan Taliban yang lain bahwa kendaraan roda empat menuju jalan mereka."

Gul mengatakan bahwa para tentara tersebut ditangkap mengikuti sebuah adu tembakan dengan Taliban.

James Bay reporter kantor berita Al-Jazeera melaporkan dari ibu kota Afghanistan, Kabul, mengatakan bahwa AS telah menawarkan hadiah $200.000 untuk informasi tentang penangkapan para tentara berkebangsaan Amerika tersebut.

"Kendaraan militer membaca pesan-pesan melalui pengeras suara kepada warga lokal, menawarkan sebuah hadiah $ 200.000 untuk informasi apapun tentang keberadaan dua tentara tersebut," ia mengatakan.

"Apa yang membingungkan adalah mengapa dua abdi negara AS akan keluar dari Kabul dan berhenti di provinsi selatan Logar, selama satu jam lebih perjalanan.

"Biasanya Anda mengharapkan personil militer yang membuat perjalanan tersebut baik untuk membuat perjalanan tersebut dalam sebuah konvoi bersenjata atau perjalanan dengan udara dengan helikopter."

Logar berada di tenggara kota Kabul, di sebuah daerah yang telah melihat aktitivitas perlawanan tumbuh selama beberapa tahun terakhir.

Penangkapan tentara-tentara asing jarang terjadi di Afghanistan. Satu-satunya tentara yang diketahui telah ditangkap adalah Bowe Bergdahl, seorang berkebangsaan Amerika yang ditangkap oleh Taliban di provinsi Paktika dekat Longar di Afghanistan timur.

Nasibnya dan keberadaannya masih tetap tidak jelas, walaupun ia muncul dalam sebuah video yang dikeluarkan oleh Taliban pada April. (ppt/aj) www.suaramedia.com

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Sebuah laporan oleh pengawas pemerintah AS telah menemukan bahwa perilaku pemerintah Israel dalam beberapa tahun terakhir - termasuk menunda transfer senapan AK-47, radio, kendaraan dan seragam bagi pasukan keamanan Palestina- menghambat upaya Amerika untuk melatih kekuatan-kekuatan di Tepi Barat yang berada di bawah kendali Fatah.

"Pelaksanaan program bantuan keamanan AS menghadapi sejumlah kendala logistik yang sebagian besar berada di luar kendali Amerika Serikat, dan program jaminan bantuan ini melebihi upaya untuk mengembangkan kemampuan para polisi PA dan sektor hukum," laporan yang disusun oleh Government Accountability Office menyatakan, dan disajikan ke Komite dan subkomite Luar Negeri AS pada Timur Tengah dan Asia Selatan. Laporan itu baru-baru ini dirilis ke publik.

Laporan tersebut mengutip pejabat dari Departemen Luar Negeri AS dan biro dari koordinator keamanan AS mengatakan bahwa "proses untuk mendapatkan persetujuan pemerintah Israel untuk  pengiriman peralatan untuk PASF (Pasukan Keamanan Otoritas Palestina) cukup lama  dan dapat menghambat kedatangan pengiriman dari Amerika Serikat tepat waktu. Selain itu, USSC tidak memiliki sarana untuk meminta pemerintah Israel atau PA bertanggung jawab jika ada pengiriman yang tertunda atau persetujuan ditahan."

Kantor Akuntabilitas Pemerintah bekerja pada laporan dari Juli 2009 hingga Mei lalu, pertemuan dengan Amerika, Israel dan pejabat Palestina di Washington, Yerusalem, Tel Aviv dan Ramallah. Dokumen ini mengkaji tingkat dan efektivitas bantuan keamanan AS ke PA sejak 2007, dalam konteks rencana perdamaian peta jalan yang membutuhkan upaya keamanan sebagai awal pelaksanaan solusi dua-negara.

Laporan ini meminta Departemen Luar Negeri untuk menentukan tujuan spesifik dan datang dengan metode konkrit untuk mengukur kemajuan, terutama mengingat kenyataan bahwa mereka telah menginvestasikan $ 392 juta pada rehabilitasi dan pelatihan pasukan keamanan PA sejak 2007 - lebih dari $ 160,000,000 untuk mendanai unit tertentu dari aparat keamanan, $ 89.000.000 untuk kendaraan dan peralatan tidak mematikan, $ 99.000.000 untuk renovasi atau konstruksi instalasi pasukan keamanan PA dan $ 22 juta dengan program-program untuk meningkatkan kapasitas kekuatan. Departemen Luar Negeri telah meminta tambahan $ 150 juta hingga 2011.

Konsultan militer Amerika dikutip mengatakan, telah terjadi peningkatan situasi keamanan di Tepi Barat, tetapi itu mungkin tidak secara langsung terkait dengan pekerjaan mereka.

Untuk bagian mereka, para pejabat Israel dan Palestina memuji kegiatan pelatihan, namun dokumen tersebut menyatakan bahwa pemerintah AS tidak memiliki sarana untuk menentukan apakah pelatihan tersebut adalah benar-benar membantu PA memenuhi komitmennya berdasarkan peta jalan.

Seperti Departemen Luar Negeri, zionis Israel juga memberikan kritik. Laporan tersebut mengutip para pejabat  atas Amerika dan Palestina, yang menggambarkan bagaimana Israel menunda dan menghambat pelatihan pasukan Fatah, baik sengaja atau karena kerumitan birokrasi yang tidak perlu.

"Pejabat (Departemen) Negara menyatakan bahwa pemerintah Israel memilih untuk tidak menetapkan tujuan atau tindakan yang mungkin membatasi fleksibilitas untuk melakukan operasi keamanan di Tepi Barat," kata laporan itu.

Meskipun ada permintaan Israel bahwa bangsa Palestina bertindak melawan kelompok teroris, Israel telah menolak upaya Amerika untuk melatih pasukan Palestina dalam memerangi teror, Government Accountability Office mengetahui. Laporan itu menyatakan bahwa Amerika ingin mendirikan unit kontrateroris Palestina, langkah yang ditentang oleh pemerintah Israel.

Dokumen juga menyatakan bahwa Israel menunda transfer senjata ringan dan amunisi untuk pasukan keamanan Palestina. Misalnya, kiriman dari 1.000 AK-47 yang telah "disetujui" oleh pemerintah Israel, tapi ditahan di bea cukai.

Pejabat PA yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan kekurangan persenjataan yang up-to-date menghambat upaya internasional untuk meningkatkan fungsi aparat keamanan Palestina. Namun, seorang pejabat Departemen Pertahanan Israel yang dipersengketakan ini, mengatakan pasukan PA "memiliki senjata yang cukup."

Para pejabat Amerika mengatakan kepada kantor akuntabilitas bahwa Israel adalah menunda transfer peralatan tidak mematikan juga, dan bersikeras memutuskan berdasarkan kasus per kasus apakah peralatan itu dapat ditransfer ke PA atau tidak. Sebagai contoh, Israel menyetujui pengiriman jas hujan ke Palestina, tetapi tidak akan "menjamin persetujuan pengiriman masa depan jas hujan yang sejenis dan jumlah yang sebanding," menurut laporan tersebut. (iw/hz) www.suaramedia.com


Seorang petinggi militer AS mengatakan militer AS akan menderita kematian yang lebih banyak di Afghanistan selama musim panas ini, pada saat mereka saat ini memerangi Taliban di negara yang telah hancur dilanda perang.

"Pada saat kami terus meningkatkan kekuatan dan operasi kami selama musim panas ... kami mungkin akan melihat korban sulit lebih banyak berjatuhan dari tentara AS dan meningkatnya kekerasan," kata Ketua Gabungan Kepala Staf AS Mike Mullen hari Ahad kemarin (25/7) selama konferensi pers di Kabul.

"Meskipun adanya kenaikan korban, lambatnya kemanjuan namun ada progres yang stabil yang sedang dibuat dan strategi Washington akan membalikkan momentum perlawanan masih dapat diperoleh pada akhir tahun. Bulan-bulan berikutnya akan menjadi penting," tambah petinggi militer AS ini.

"Tidak ada yang menyatakan kemenangan di Afghanistan tapi ada kemajuan," kata Mullen. "Saya percaya tujuan kita masih dapat dicapai dan tentunya bukti yang akan terjadi selama ini dalam bulan-bulan berikutnya dalam suasana yang sangat menantang."

Pernyataan Mullen ini datang tidak lama setelah Taliban mengaku telah menculik salah seorang anggota angkatan laut Amerika Serikat dan membunuh seorang tentara AS setelah penyergapan di provinsi Logar, yang terletak di sebelah selatan 60 km dari Kabul.

Amerika Serikat telah kehilangan 1207 tentara di Afghanistan sejak invasi tahun 2001 untuk menggulingkan pejuang Taliban. Operasi militer pimpinan Amerika juga telah meninggalkan ribuan warga sipil Afghanistan tewas.(fq/prtv)



Militer AS nampaknya akan semakin leluasa membunuh rakyat Palestina dengan teknologi baru yang dimilikinya. Baru-baru ini, militer Israel telah menyelesaikan sesi pelatihan penggunakan teknologi baru itu bagi pasukannya.

Teknologi baru yang akan dipakai sebagai senjata andalan militer Israel itu merupakan teknologi "senjata laser" yang disematkan pada tank-tank tempur Israel. Senjata laser ini dilengkapi dengan sensor yang bisa melepaskan tembakan berupa sinar laser yang mematikan dan tidak terlihat dengan mata.

Penggunaan senjata laser itu dikendalikan dari sebuah pusat kontrol. Pusat kontrol itu juga bisa memantai lokasi tank dan apakah tank-tank tersebut berhasil menghancurkan target tembakannya.

Sensor senjata laser itu juga disematkan pada para tentara yang diterjunkan ke zona tempur, sehingga petugas di ruang kontrol bisa memantau kondisi tentara bersangkutan. Jika tentara itu terbunuh dalam pertempuran, alat sensor akan mengeluarkan bunyi yang nyaring.

Dengan keberadaan senjata laser ini, militer Israel akan melakukan evaluasi terhadap batalion tempurnya. " Baru-baru ini, kami sukses untuk membuka peluang bagi unit-unit di kemiliteran untuk melakukan latihan dimanapun yang mereka suka. Kami menghubungkan mereka ke dalam sebuah sistem dan dari pusat kontrol, kami mendapatkan semua informasi serta data tentang tentara maupun kendaraan yang dikerahkan ke lapangan, " kata seorang sumber di kemiliteran Israel.

Teknologi sensor dan senjata laser itu dikembangkan oleh pusat latihan pasukan darat Israel dan sudah diuji coba di basis militer Israel di Tzeelim, yang disaksikan oleh tiga jenderal Israel. Sumber itu juga mengatakan, bahwa teknologi tersebut, tahun ini akan diujicobakan lewat simulasi terhadap kelompok militan Hizbullah di Libanon dan pasukan Suriah. (ln/PalNewsNetwork)


Former Muslim United (FMU) meluncurkan kampanye billboard digital sebagai tanggapan terhadap adanya ekspansi sebuah Islamic Center di Murfreesboro, Tennessee.

Iklan tersebut dapat dilihat pada papan reklame digital yang terletak di dekat Sungai Stone Mall dan hanya beberapa meter dari jalan Murfreesboro, Tennessee.

Nonie Darwish, pengarang terkenal, seorang aktivis hak asasi manusia dan direktur eksekutif dari FMU, mengatakan, "Ini hanyalah awal dari kampanye nasional untuk mendidik publik tentang ancaman terhadap hak-hak sipil dan asasi manusia bagi mantan Muslim yang meninggalkan Islam dan bahaya dari adopsi hukum Syariah Islam untuk semua warga Amerika".

Dengan latar belakang iklan berwarna hiju menyerupai bendera nasional Saudi dengan bertuliskan kalimat Syahadat. Menurut Darwish kalimat syahadat tersebut adalah pesan dari supremasisme Islam dan keharusan untuk mengubah atau menundukkan orang-orang kafir. Dan diatas tulisan kalimat syahadat tersebut terdapat gambar lingkaran anak-anak dan pengasuh mereka yang merupakan sasaran ancaman hukum Syariah di Amerika Serikat, Darwish menjelaskan.

FMU sebelumnya telah mengeluarkan siaran berita mengutip respon dari Imam ICM dan dewan ICM meminta agar mereka menandatangani Ikrar Kebebasan. "Pemimpin masjid Islamic Center Murfreesboro (ICM) tidak menghormati kebebasan untuk memilih keyakinan seseorang sebagaimana dijamin dalam Amandemen Pertama kami. Itulah kesimpulan yang bisa kami tarik dari sikap 'diam' mereka dan tanpa tanggapan terhadap surat yang berisi Ikrar Kebebasan yang dikirim ke pemimpin masjid ICM oleh organisasi kami, "kata Darwish.

Surat FMU dan Ikrar Kebebasan dikirim pada tanggal 29 Juni dengan konfirmasi penerimaan tanggal 1 Juli , meminta para pemimpin ICM untuk mengharamkan fatwa mati bagi orang yang murtad yang telah meninggalkan Islam. Surat-surat itu dikirim ke semua anggota dewan ICM termasuk ke Imam ICM, Syaikh Dr. Ussama, ulama terkemuka AS lulusan Al Azhar University Kairo, Mesir.

Sebelumnya beredar sebuah video dari seorang ulama terkemuka Mesir, Syaikh Yussuf al-Badri, yang diterjemahkan oleh kantor berita Jerman yang dalam video itu Syaikh Yussuf mengatakan, "Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh semua orang yang meninggalkan Islam."

FMU telah mengajukan kasus yang mereka anggap sebagai ancaman dan diskriminasi ke Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman AS (USDOJ) dan mereka telah membantu beberapa kasus individual mantan Muslim yang meminta bantuan kepada mereka.

FMU mengeluarkan proposal awal tahun ini ke Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) untuk melakukan sesi diskusi paralel tentang "Hak-Hak Sipil, Keadilan Sosial, dan Hak-hak Mantan Muslim untuk Kebebasan Beragama dan Kebebasan Berbicara di Amerika" dalam konvensi tahunan ISNA yang diselenggarakan di Rosemount, Illinois, 02-05 Juli, 2010 lalu. Permintaan itu ditolak oleh ISNA, sebuah kelompok Muslim Amerika terkemuka.

Pada musim gugur 2009, FMU juga mengirimkan salinan "Ikrar Kebebasan," kepada lebih dari 111 pemimpin Muslim Amerika dari 50 organisasi, untuk meminta mereka agar menolak konsensus hukum Syari'ah yang memungkinkan pelaksanaan hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam. (fq/redcounty)


Tidak puas cuma menghina Islam, anggota parlemen Belanda yang dikenal anti-Muslim Geert Wilders menyatakan akan membentuk sebuah gerakan untuk membendung masuknya para imigran dari negara Muslim ke negara-negara Barat.

Gerakan anti imigran Muslim itu, kata Wilders akan diluncurkan tahun ini dan untuk tahap awal, gerakan itu akan dibentuk di lima negara; AS, Kanada, Inggris, Jerman dan Perancis. "Pesan yang akan disampaikan dalam gerakan ini adalah 'Stop Islam, Pertahankan Kebebasan', pesan ini penting bukan hanya untuk Belanda tapi untuk semua negara Barat yang bebas," ujar ketua Partai Kebebasan di Belanda ini.

Selain melarang para imigran dari negara muslim masuk ke negara Barat, gerakan ini juga bertujuan untuk melarang diberlakukannya syariah Islam. Wilders mengungkapkan harapannya, gerakan yang diklaimnya berasal dari kalangan akar rumput ini bisa meluas dan mendapat dukungan dari anggota parlemen lainnya.

Menanggapi rencana Wilders ini, pemuka Muslim di Belanda, Ayhan Tonca menyatakan khawatir propaganda yang disebarkan Wilders akan makin menyuburkan sentimen anti-Islam yang terus tumbuh di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

"Sepanjang hal-hal seperti ini sejalan dengan buruknya perekonomian, banyak orang yang selalu mencari kambing hitam. Saat ini, yang menjadi kambing hitam adalah kaum Muslimin di Eropa Barat," ujar Tonca. Ia menyatakan, warga Eropa yang baik selayaknya menentang gerakan Wilders.

Di Belanda, Wilders mendapat perlindungan 24 jam penuh karena ia kerap mendapat ancaman akan dibunuh akibat pernyataan-pernyataannya yang anti-Muslim dan melecehkan Islam. Bulan Oktober mendatang, ia akan menjalani proses persidangan terkait filmnya berjudul "Fitna" yang menyebut Quran sebagai kitab suci yang rasis dan memicu terorisme. Tapi dengan arogan Wilders menyatakan akan memperluas propaganda anti-Islamnya ke luar Negeri Kincir Angin.

"Saya melihat perjuangan untuk kebebasan dan perlawanan terhadap islamisasi merupakan fenomena yang sudah mendunia dan menjadi persoalan yang harus diselesasaikan," tukas Wilders yang akan menamakan gerakan barunya dengan Geert Wilders International Freedom Alliance. (ln/guardian)



Seakan belum cukup lobi-lobi Yahudi menguasai Kongres AS, Yahudi pun menyusup ke lorong-lorong Capitol Hill dengan kursi yang lebih banyak daripada sebelumnya yang pernah ada dalam sejarah Amerika—baik di Senat dan di DPR.

Bahkan, Yahudi banyak mendudukki kursi Senat dan komite Dewan yang mengawasi setiap aspek urusan Amerika.

Bahkan di Capitol Hill, ada semacam "Kaukus Yahudi." Pada bulan Mei tahun ini, mereka berbaris ke Kantor Oval dengan permintaan bahwa Obama menyatakan dirinya "Pro-Israel." Dan Obama pun melakukannya.

Tapi mari kita mulai dengan mencatat rekor jumlah orang Yahudi baru-baru ini yang terpilih dalam Kongres Amerika Serikat ke-111.

Dimulai pada bulan Januari 2009, 45 orang Yahudi mengambil sumpah jabatan: 13 orang Yahudi di Senat dan 32 orang Yahudi di DPR. Nama-nama seperti Adler, Cantor, dan Levin sekarang muncul dalam gulungan Kongres, mendepak nama Kristen seperti Findley, Ryan, dan Byrd.

Dengan demikian, dengan meningkatnya jumlah orang Yahudi dan mempengaruhi Lobby di Hill, orang Yahudi muncul sebagai "Tawon baru," menggantikan representasi dari 60% mayoritas Protestan. Sedangkan dengan jumlah 2% minoritas, Yahudi memang memegang jumlah yang banyak di Capitol Hill:

Sebut saja Yahudi di Senat: 1. Joseph Lieberman 2. Diane Feinstein 3. Charles Schumer 4. Barbara Boxer 5. Benjamin Cardin 6. Eric Cantor.

Sedangkan di Gedung Putih: 1. Gary Ackerman 2. Robert Wexler 3. Allyson Schwartz 4. Debbie Wasserman Schultz 5. Henry Waxman 6. Stephen Cohen.

Dan inilah Ketua Komite: 1. Angkatan Bersenjata - Carl Levin 2. Lingkungan Hidup Dan Pekerjaan Umum - Barbara Boxer 3. Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat - Russ Feingold, Benyamin Cardin, Barbara Boxer 4. Komite Urusan Luar Negeri - Howard Berman 5. Energi Dan Niaga - Waxman Henry 6. Perbankan Dan Keuangan - Barney Frank 7. Komite Bersama Pada Perpajakan - Sander Levin 8. Komite Senat Pada Keamanan Dalam Negeri - Joseph Lieberman 9. Komite Kehakiman House - Jerrold Nadler 10. Anggota Komite Intelijen - Schakowsky Jan, Adam Schiff.

Dengan populasi kurang dari 2% dari populasi Amerika Serikat, Yahudi telah mengambil semua kursi tertinggi pemerintah Amerika. (sa/realjewnews)

SEATTLE (Berita SuaraMedia) – FBI memperingatkan kartunis asal Seattle, Molly Norris agar waspada terhadap ancaman kematian yang dibuat terhadapnya oleh seorang pemimpin yang terhubung dengan al-Qaeda.

Ancaman terbaru dikeluarkan dalam majalah Inspire, publikasi al-Qaeda dalam bahasa Inggris. Penulis dari artikel tersebut yang berisikan ancaman-ancaman adalah Anwar al-Awlaki, yang dicari di Yaman karena diduga berperan sebagai perencana dari kekacauan pengeboman pada Hari Natal di sebuah pesawat penumpang perbatasan Detroit tahun lalu.

Al-Awlaki menulis: "Norris harus dianggap sebagai sebuah target utama pembunuhan… kampanye ini bukanlah sebuah praktik dari kebebasan mengemukakan pendapat, namun adalah sebuah gerakan besar nasional warga Amerika… yang keluar dari jalurnya untuk membela Muslim di seluruh dunia."

Kantor berita harian New York Daily News mengabarkan: "Pemimpin agama Yaman - Amerika, Anwar Al-Awlaki – seorang yang juga pernah disebutkan sebagai menginspirasi peristiwa pembunuhan masal Fort Hood, Texas dan bersekongkol dengan dua pria dari New Jersey untuk membunuh para tentara AS – memilih seniman Molly Norris sebagai sebuah 'target utama', mengatakan bahwa "rumah tinggal yang sesuai untuknya adalah api neraka."

Dalam menyoroti ancaman tersebut, kantor berita CNN.com mengabarkan bahwa pejabat FBI seperti Agen Khusus Martu Prewett telah menyarankan untuk "mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keamanannya."

Dalam laporannya, CNN.com menuliskan bahwa, Prewett mengatakan, "FBI selalu mengkaji ulang dan menilai informasi yang mereka terima. Kapanpun FBI datang dengan memiliki informasi sebuah sifat dasar dari ancaman untuk seorang individu, kami membiarkan orang tersebut mengetahui sehingga dapat mengambil tindakan keamanan yang sesuai. Itulah kasus yang terjadi sekarang.

Dalam situs beritanya, CNN.com juga menuliskan bahwa Prewett menolak untuk memberikan komentar di mana Norris berada dan apakah sekarang seniman wanita tersebut menerima perlindungan dari para penegak hukum. Al-Awlaki juga mengancam delapan kartunis lainnya, jurnalis dan penulis dari Inggris, Swedia dan Belanda."

Pada April lalu, Molly Norris menggambar sebuah kartun kontroversial yang mana dengan menyindir menampilkan Nabi Muhammad sebagai berbagai macam barang yang digunakan sehari-hari, termasuk sebuah cangkir teh, dominno, dan gulungan benang. Kartun tersebut menghimbau publik untuk berpartisipasi dalam sebuah fiksi "Hari Semua orang Menggambar Muhammad" pada 20 Mei. Norris menciptakan sebuah kelompok fiksi, warga negara melawan warga negara melawan Humor, untuk "mensponsori acara yang diharapkan".

Norris mengatakan bahwa ia berekasi dalam bagian keputusan Pusat Komedi untuk menyensor sebuah episode "South Park" yang menggambarkan nabi Muhammad mengenakan sebuah baju beruang. Norris mendedikasikan kartunnya untuk pencipta "South Park", Matt Stone dan Trey Parker.

Kelompok Facebook – keduanya, yang mendukung dan menentang "Hari menggambar Muhammad" – muncul, dan upaya Norris pada sindiran nampaknya menjadi di luar kendali.

Monica Guzman dari Seattle, dalam The Big Blog mengabarkan: "Hari Semua Orang Menggambar Muhammad" datang di dalam hari-hari post Norris pada April dan sebuah penampilan berikutnya pada 'The Dave Ross Show' ia mengatakan bahwa ia juga menyesal. Ribuan gambar telah muncul di sedikitnya dua laman yang terhubung dengan Facebook yang ia tidak ciptakan yang meninggi sampai 71.000 anggota dan menunjukkan tidak membahas atau memperdebatkan namun berupa perkataan pedas dalam bentuk verbal dan visual."

Norris yang mengatakan bahwa ia telah kehilangan 7 pons berat badannya karena stres sejak ia mempublikasikan kartun tersebut, telah menghapus kartun tersebut dari situsnya dan menggantinya dengan sebuah ilustrasi yang menunjukkan perasaannya tentang kejadian tersebut.

Pada Mei, kampanye Facebook tersebut menuju pada 20 Mei yang mendesak sebuah pengadilan Pakistan untuk mengeluarkan peraturan untuk memblok akses ke situs Facebook.

"Hal ini benar-benar mengerikan," Norris emngatakan kepada Guzman. "Saya hanya berusaha untuk bernafas dan melewati semua ini." (ppt/hp) www.suaramedia.com

IOWA (Berita SuaraMedia) – Presiden AS Barack Obama dibandingkan dengan Adolf Hitler dan Vladimir Lenin di sebuah papan iklan pinggir jalan yang dibuat oleh sebuah cabang Tea Party di Iowa.

Menurut harian Telegraph, Tea Party Iowa Utara mulai memasang papan tersebut minggu lalu di Kota Mason. Papan Iklan itu berisi foto-foto Obama, pemimpin Nazi Jerman dan pemimpin komunis Rusia dan dibubuhi pernyataan, "Para pemimpin radikal memangsa orang-orang yang takut dan naif."

Di atas foto Obama, dituliskan "Sosialisme Demokrat", di atas foto Hitler ditulis "Sosialisme Nasional", sementara di atas kepala Lenin ditulisi "Sosialisme Marxis". Kata "Perubahan" – yang merupakan slogan kampanye Obama – ditulis pada setiap foto.

Pendiri Tea Party Iowa Utara, Bob Johnson mengatakan papan iklan tersebut memperlihatkan ketidaksetujuan kelompok tersebut terhadap dukungan yang diberikan Obama terhadap sosialisme.

"Tujuan papan iklan ini adalah menarik perhatian terhadap sosialisme. Hal itu tampaknya tenggelam dengan penampilan visual," kata Johnston. "Gambar yang dipasang menutupi pesan yang akan disampaikan. Pesan yang disampaikan adalah sosialisme," katanya. Sepengetahuannya, papan iklan tersebut tidak ada rencana dicopot.

Munculnya papan iklan tersebut tak urung mendatangkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk sebagian kalangan di gerakan itu sendiri.

Shelby Blakely, juru bicara Tea Party Patriots mengatakan papan iklan tersebut tidak pantas. Ia menambahkan, gerakan tersebut menentang perbandingan semacam itu.

"Itu hanya buang-buang uang, waktu, dan sumber daya dan tidak akan membantu tujuan kuta," kata Shelby Blakely. Bukannya membantu, pesan itu justru akan membuat masyarakat berpikir bahwa Tea Party dipenuhi orang-orang pinggiran sayap kanan, dan itu tidak benar."

Blakely juga marah dengan perbandingan Obama dan Hitler, yang telah melakukan invasi ke negara-negara tetangga Jerman dan mengakibatkan Perang Dunia II dan –menurutnya – bertanggung jawab atas tewasnya "jutaan" kaum Yahudi.

"Ketika Anda membandingkan Obama dengan Hitler, maka bagi saya hal itu merugikan orang-orang Yahudi yang selamat atau meninggal dalam Holocaust, juga bagi warga Jerman yang pernah hidup di bawah rezim Nazi," kata Blakely.

Plakat-plakat dengan pesan serupa selalu dianjurkan dalam ajang-ajang gelaran Tea Party setelah mendapatkan publisitas negatif. Gambar-gambar presiden yang dipasangi kumis Hitler merupakan pemandangan yang jamak dijumpai pada saat gerakan tersebut memprotes reformasi perawatan kesehatan Obama.

John White, koordinator negara bagian dari gerakan Tea Party Iowa mengatakan papan tanda semacam itu tidak bisa diterima. Tapi, ia mengatakan kepada Radio Iowa bahwa ia yakin segala hal yang telah dilakukan Obama "amat mirip" dengan apa yang pernah dikerjakan Hitler.

"Saya khawatir mereka terkena masalah gara-gara itu, karena pada dasarnya (papan iklan itu) berisi fitnahan," kata White. "Saya tidak tahu jika itulah pesan yang ingin kamu sampaikan. Saya lebih suka melihat papan iklan yang bertuliskan 'Ingat bulan November, Gunakan Hak Pilih Anda'."

Papan iklan itu dimiliki oleh Waitt Outdoor dari Omaha, Nebraska. Manajer umum Waitt, Kent Beatty, mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak punya masalah dengan pesan yang disampaikan dalam papan iklan tersebut.

"Kami percaya pada kebebasan berbicara," kata Beatty. "Tapi, hal itu bukan mewakili pandangan kami."

Gedung Putih menolak memberikan komentar terkait masalah tersebut.

Salah satu orang yang menyambut papan iklan itu adalah Dean Genth, seorang aktivis demokrat yang berasal dari Kota Mason, kota berpenduduk 30.000 jiwa yang terletak di sebelah selatan perbatasan Minnesota. Genth berpendapat bahwa papan iklan itu memperlihatkan sudut pandang dasar para pendukung Tea Party.

"Saya menyambut dan mempersilakan mereka melakukan hal-hal semacam itu, karena saya rasa hal itu justru akan berdampak baik bagi pada pendukung Demokrat di sekitar negara bagian," kata Genth. (dn/thi/tg/ap) www.suaramedia.com



Pihak pemerintah Mesir pada Selasa malam dilaporkan menolak memberikan izin kepada konvoi bantuan Yordania untuk Gaza.

Konvoi itu bernama Ansar-1 menuju Gaza ke wilayah Mesir melalui pelabuhan Nuweibi, dan sama sekali tidak mendapat persetujuan keamanan Mesir.

Kepala konvoi dan kepala serikat dokter hewan Yordania, Abdul Fattah Al-Keilani, berkata dalam laporan pers bahwa kementerian luar negeri Mesir telah meminta daftar nama anggota konvoi.

Keilani mengatakan bahwa Kairo menolak masuknya 138 anggota konvoi dari 150 orang, termasuk 17 perempuan.

Ansar-1 telah berusaha menghubungi para pejabat Yordania untuk memfasilitasi misi kemanusiaan mereka, dan memutuskan sementara waktu untuk tinggal di di konsulat Mesir di Aqaba. (sa/pic)



Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungan resminya ke Serbia pada hari Senin kemarin (12/7) mengatakan bahwa Turki akan terus memaksa Isral meminta maaf dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban armada kebebasan, serta menyerukan Israel untuk mengangkat pengepungan yang tidak adil terhadap Jalur Gaza.

Erdogan juga menekankan hal itu dalam konferensi pers di Beograd dengan mitra Serbianya Mirko Swejtkovic untuk mengangkat pengepungan dikenakan oleh Israel di Jalur Gaza.

Perdana Menteri Turki juga mengomentari pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap aktivis kemanusiaan yang berada di kapal armada kebebasan Mavi Marmara dengan mengatakan: "Tindakan Israel tidak berperikemanusiaan, hanya dapat digambarkan sebagai tindakan barbar dan kami berharap Israel meminta maaf dan kami juga meminta agar Israel membayar kompensasi kepada keluarga korban serta membiarkan pintu terbuka untuk Jalur Gaza dan mengangkat pengepungan sebagai realisasi piagam Hak Asasi Manusia dan tuntutan kami ini akan tetap sampai akhir."

Pernyataan Erdogan ini datang beberapa jam sebelum laporan resmi komisi penyelidikan militer Israel terhadap insiden Mavi Marmara - yang dipimpin oleh pensiunan Jenderal Giora Eiland dirilis.(fq/islamtoday)



Israel bersiap-siap untuk menggunakan kekuatan militer terhadap sebuah kapal bantuan yang menuju Gaza di tengah maraknya kecaman dunia internasional atas serangan pada tanggal 31 Mei lalu terhadap sebuah konvoi kapal kemanusiaan sipil yang menuju wilayah diblokade gaza.

Kapal bantuan berbendera Moldova bernama Amalthea, diselenggarakan oleh lembaga kemanusiaan Libya Gaddafi International Charity dan Development Association telah berlayar dari pelabuhan Yunani Lavrio dan diharapkan mendekat ke pantai Gaza Selasa malam ini (13/7).

Surat kabar Israel Ha'aretz mengutip sumber-sumber militer dalam sebuah laporan hari Selasa (13/7) di website mereka yang mengatakan bahwa komando angkatan laut Israel sedang mempersiapkan sebuah intersepsi kuat terhadap kapal bantuan Libya ini.

Laporan ini datang sehari setelah The Jerusalem Post mengutip sumber kementerian pertahanan Israel yang mengatakan bahwa Israel telah menempatkan angkatan laut dalam kondisi siaga tinggi dalam kasus ini dan mereka akan melakukan apapun untuk mencegah kapal Amalthea masuk ke Gaza.

Tel Aviv mengatakan kapal-kapal yang mencoba masuk ke Gaza akan menerima konsekuensi serius - terkait apa yang mereka sebut sebagai mengganggu keamanan Israel - dan Israel mengancam akan menyerang kapal bantuan sipil.

Pernyataan Tel Aviv ini dianggap sebagai tamparan ke wajah masyarakat global yang telah gagal untuk mendorong adanya penyelidikan internasional dalam serangan mematikan Israel ke kapal Mavi Marmara di perairan internasional yang menyebabkan kematian sembilan warga sipil Turki yang berada di atas kapal bantuan tersebut.

Dalam menghadapi ancaman Israel, lembaga amal Libya pada hari Senin kemarin (12/7) mengatakan bahwa konvoi bantuan sipil mereka tidak terkejut atas ancaman Israel tersebut dan mereka tetap bertekad untuk mematahkan pengepungan Tel Aviv di jalur Gaza.

"Anggota Tim lembaga kemanusiaan yang ada di kapal mengatakan moral mereka sangat tinggi dan mereka telah mempersiapkan diri untuk memasuki Gaza pada hari Rabu mendatang," kata lembaga kemanusiaan Libya yang berbasis di Tripoli di dalam website mereka pada hari Senin kemarin.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sebelumnya telah menyatakan bahwa tawaran kemanusiaan Libya yang menuju Gaza sebagai "provokasi yang tidak perlu," dan ia mendesak pihak penyelenggara untuk membiarkan kapal mereka dikawal oleh kapal angkatan laut ke pelabuhan Asdod (di Israel) atau berlayar langsung ke pelabuhan al-Arish di Mesir di dekat perbatasan dengan Gaza.

"Kami hanya memiliki makanan, obat-obatan dan aktivis kemanusiaan di atas kapal," kata Mashallah Zwei, seorang wakil untuk lembaga amal Libya yang menyertai misi.

"Orang-orang Israel dapat memeriksa kapal kami dan jika mereka memiliki rasa kemanusiaan mereka akan membiarkan kami membongkar bantuan kemanusiaan kami di Gaza," katanya, sembari menyerukan tekanan internasional terhadap rezim Israel untuk tidak mengganggu kapal bantuan kemanusiaan mereka.

Zwei juga sebelumnya menjelaskan bahwa organisasi mereka tidak mencari jalan "konfrontasi atau berusaha melakukan provokasi."(fq/prtv)

1


Pakar dari PBB menyatakan bahwa ada bukti yang menegaskan bahwa sekitar dua puluh ribu wanita diperkosa selama perang yang terjadi di Bosnia dan Herzegovina pada periode antara tahun 1992 dan 1995.

Pakar dari PBB Vares Hadrovi di Sarajevo mengatakan: "Banyak wanita muslim Bosnia yang diperkosa, secara terus-menerus mengalami dan menderita trauma psikologis selama satu dekade dan setengah dekade setelah berakhirnya perang Bosnia."

Hadrovi memperingatkan bahwa para wanita yang mengalami kekerasan seksual oleh militer Serbia pada masa perang tersebut, sama sekali tidak menerima bantuan medis dan psikologis sehigga menyebabkan terjadinya gejala traumatis yang berkelanjutan.

Pernyataan pakar dari PBB ini bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan ke ibukota Serbia Beograd, di mana di sana ia bertemu dengan Presiden Serbia Boris Tadic.

Erdogan berkunjung ke Serbia setelah menghadiri upacara memperingati peristiwa pembantaian Srebrenica di Bosnia dan Herzegovina.

Diharapkan dengan adanya kunjungan Erdogan ke Bosnia dan Serbia akan dapat mendukung upaya membangun hubungan baru di kawasan yang pernah dilanda konflik itu, yang mulai mengkristal setelah pertemuan puncak antara para pemimpin dari tiga negara April lalu di Istanbul.(fq/imo)

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Sebuah penyelidikan internal menemukan kesalahan-kesalahan yang dibuat pada sebuah tingkatan yang secara "relatif merupakan tingkatan senior" selama serangan mematikan Israel pada sebuah kapal bantuan perbatasan Gaza bahwa penggunaan tembakan langsung dibenarkan, para pejabat mengatakan pada Senin (12/7).

"Banyak kesalahan dibuat dalam berbagai macam keputusan yang diambil, termasuk dalam tingkatan yang relatif senior, yang berkontribusi pada hasil yang tidak menjadi seperti yang telah kami harapkan," pensiunan Jenderal Giora Eiland mengatakan kepada jurnalis di Tel Aviv, menyajikan hasil dari penyelidikan militer.

"Dalam penyelidikan ini kami menemukan bahwa terdapat beberapa kesalahan-kesalahan profesional yang menyangkut kedua pihak, intelijen dan proses pembuatan keputusan," Eiland mengatakan, yang mengepalai panel yang ditugaskan dengan memeriksa bagaimana operasi tersebut terbuka.

Komite Eiland memulai kerjanya pada 7 Juni, tepatnya satu minggu setelah komando Israel meluncurkan sebuah serangan sebelum fajar pada sebuah kapal ferry Turki yang membawa lebih dari 600 aktivis.

Dalam hasil perkelahian, sembilan orang berkebangsaan Turki, termasuk seorang berkebangsaan Amerika, ditembak mati dan belasan orang lain terluka, termasuk sembilan komando Israel.

Serangan tersebut, dilakukan di perairan internasional, memicu sebuah reaksi global terhadap Israel dan menyebabkan seruan-seruan menyeluruh untuk sebuah penyelidikan internasional.

Ketua staf Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa laporan militer telah menemukan tidak ada bukti atas "kesembronoan".

"Tidak saya ataupun tim penyelidikan mendeteksi kelalaian apapun ataupun kesembronoan, namun pastinya, dalam sebuah investigasi yang sama menyeluruhnya dengan penyelidikan ini, kesalah-kesalahan yang ditemukan harus dibetulkan untuk masa mendatang," Ashkenazi mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Detil dalam laporan setebal 150 halaman tersebut juga menyimpulkan penggunaan tembakan langsung adalah "dibenarkan" dan pasukan tersebut yang menaiki kapal milik Turki Mavi Marmara, telah bersikap dengan jalan yang "sangat profesional dan berani."

"Laporan tersebut … menetapkan bahwa penggunaan tembakan langsung dibenarkan dan oleh karenanya keseluruhan operasi tersebut patut dihargai," sebuah pernyataan militer mengatakan.

"Mereka hanya menggunakan tekanan ketika mereka di bawah bahaya yang mendekat bagi nyawa mereka," Eiland mengatakan.

Eiland mengatakan bahwa komite telah menemukan bukti sedikitnya satu senjata api berada di kapal tersebut dan pistol-pistol diambil dari beberapa pasukan.

Ia mengatakan bahwa nampaknya terlihat bahwa tembakan pertama menargetkan pasukan yang kedua yang loncat ke dalam kapal dari sebuah helikopter.

"Terdapat sedikitnya empat kejadian ketika orang-orang yang berada di kapal menembaki tentara kami."

Namun aktivis yang berada di dalam kapal Mavi Marmara membuktikan bahwa para pasukan menembak seketika setelah mereka mendarat.

Para penyelidik juga menemukan beberapa cacat pengumpulan intelijen dan mengatakan bahwa angkatan laut gagal dengan cukup untuk menganggap kemungkinan pasukan-pasukan dapat menghadapi perlawanan kekerasan sepanjang operasi berlangsung.

"Tim tersebut menyimpulkan bahwa tidak semua metode pengumpulan intelijen yang memungkinkan diimplementasikan secara keseluruhan dan oleh karenanya koordinasi antara intelijen angkatan laut dan intelijen pertahanan Israel tidak cukup," pihak militer mengatakan.

Tingkatan antisipasi kekerasan yang digunakan "diremehkan", militer mengatakan, mencatatkan bahwa pasukan tidak menyiapkan wacana alternatif tindakan apapun.

Pensiunan jenderal tersebut menyajikan kesimpulan tim kepada Ashkenazi dan pendaratan yang sebenarnya dari flotilla tersebut, termasuk Menteri Pertahanan Ehud Barak.

Israel telah secara konsisten berpendapat dalam menyokong haknya untuk menghentikan kapal tersebut melakukan perjalanan ke Gaza karena bisa saja mereka mengangkut persenjataan untuk Hamas, sebuah pergerakan yang mengendalikan teritori Palestina tersebut.

Israel telah bersumpah untuk mencegah usaha-usaha apapun untuk menerobos blokade kelautan di masa mendatang, termasuk tawaran terakhir oleh kapal barang yang dimiliki putra presiden Libya, yang baru-baru ini terlihat menuju Gaza meskipun sebuah upaya diplomatik yang tergesa-gesa mengalihkan kapal tersebut ke Mesir.

Tim "dalam kapal tersebut telah mengatakan bahwa semangat juang di atas kapal tinggi dan oleh karenanya mereka mempersiapkan untuk memasuki Gaza pada Rabu," menurut penyelenggara, Yayasan amal Kadhafi yang dijalankan oleh pemimpin Libya anak dari Gaddafi, Seif al-Islam. (ppt/meo) www.suaramedia.com

KABUL (Berita SuaraMedia) – Duta Besar Rusia di ibu kota Afghanistan, Kabul, Andrei Avetisyan menyatakan kesiapan Rusia untuk bekerja sama dengan Afghanistan dan NATO mengenai pengiriman senjata buatan Rusia ke Afghanistan.

Dalam sebuah pertemuan antara duta besar dan perwakilan Rusia untuk lembaga internasional yang dihelat di Moskow, Avetisyan  berujar, "Rusia telah berulang kali menekankan bahwa kami siap memasok perlengkapan dan kelengkapan militer di Afghanistan."

"(Pemerintah) Afghanistan tahu dan memahami perlengkapan militer buatan Rusia dan menginginkan pengembangan dan pembaruan persenjataan buatan Rusia," tambahnya.

Avetisyan menegaskan, Rusia siap bekerja sama dengan NATO dalam hal pengiriman pasokan senjata ke Afghanistan.

Menurut keterangan para diplomat, pemerintah Afghanistan menyukai senjata buatan Rusia dan tertarik mendatangkannya.

"Jadi, kami siap bekerja sama dengan Afghanistan dan NATO dalam hal ini," kata Avetisyan. Ia mencatat bahwa hingga saat ini jumlah pasokan yang telah dikirimkan tidak signifikan.

Para perwakilan Rusia bertemu untuk membahas mengenai modernisasi dan perlindungan terhadap kepentingan nasional, demikian dilaporkan oleh kantor berita Interfax.

Pernyataan tersebut seakan membalikkan keputusan Rusia yang memutuskan tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Afghanistan dalam keadaan apa pun seperti yang dijelaskan utusan Rusia untuk NATO, Dmitry Rogozin.

"Sudah menjadi prinsip kami untuk tidak ambil bagian dalam fase militer di Afghanistan, kami tidak akan mengirimkan prajurit ke sana dalam keadaan apa pun," kata Rogozin kepada radio Ekho Moskvy.

Januari lalu, Rusia menegaskan kesiapan mereka membantu merekonstruksi Afghanistan jika Barat bersedia mendanai upaya tersebut, kata seorang utusan NATO sebagaimana dikutip situs berita bisnis Rusia Kommersant.

Kommersant mengutip ucapan Dmitry Rogozin yang mengatakan bahwa Rusia bisa memulihkan lebih dari 140 fasilitas industri dan infrastruktir yang dulu dibangun Uni Soviet di Afghanistan.

"Kami menganggap proyek konstruksi sipil adalah cara yang paling efektif untuk memerangi pemberontak. Cara ini memberikan kesempatan kepada penduduk Afghanistan untuk mengembangkan ekonomi independen yang normal," kata Rogozin.

Ia juga meminta negara-negara "yang punya banyak uang dan ingin membantu Afghanistan, tapi tidak bisa mengirimkan pasukan" agar mendanai proses rekonstruksi di negara tersebut.

Uni Soviet mengirimkan sejumlah insinyur untuk membantu Afghanistan membangun pembangkit listrik, jalan raya, sambungan listrik, dan juga jaringan pipa gas dan minyak antara tahun 1952 dan 1988 dengan dana yang berasal dari pemerintah Uni Soviet, kata Kommersant.

Hasil investigasi surat kabar The Independent pada edisi Minggu mengungkapkan bahwa Taliban berhasil melakukan penetrasi dan melemahkan militer Afghanistan. Hal itu mengganjal upaya pelatihan yang dilakukan agar pasukan asing bisa keluar dari Afghanistan.

Upaya untuk melatih tentara dan polisi tersebut telah menelan dana jutaan dolar untuk membangun kekuatan pasukan.

Namun, ternyata hanya seperempat anggota militer dan tujuh unit polisi yang dianggap mampu melaksanakan operasi sendiri.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik mengatakan bahwa pasukan Afghanistan dan NATO kurang terlibat dalam upaya mencegah Taliban menyeberangi perbatasan Afghanistan menuju Pakistan.

Ia membantah laporan yang menyebutkan bahwa anggota Taliban di Pakistan melintasi perbatasan dan berperang di Afghanistan. (dn/im/xh) www.suaramedia.com

YERUSALEM (Berita SuaraMedia) - Aqsa Foundation for Endowments and Heritage  memperingatkan akan pengumuman oleh beberapa kelompok Israel bahwa mereka akan berbaris dari pintu masuk Masjid Aqsa barat dan utara.

Mereka juga merencanakan untuk menduduki situs itu di Masjid Babul Rahma (Gerbang Pengampunan) pada hari Senin (12/7), diselingi dengan pengumuman dokumen oleh kelompok-kelompok yang menyerukan serangan harian di Masjid Aqsa, mereka menguraikan.

Aqsa Foundation mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa kelompok Zionis menyerukan untuk berbaris dan menduduki tempat itu melalui situs Web mereka.

Yayasan itu mengatakan, "Masjid Aqsa adalah hak eksklusif kaum Muslimin, dan bukanlah hak non-Muslim, bahkan satu butir debu di dalamnya, dan kegilaan ini oleh kelompok-kelompok Yahudi yang didukung oleh lembaga resmi Zionis hanyalah bagian dari rangkaian serangan terhadap Masjid al-Aqsa, tetapi umat Islam kita selalu akan tetap konstan dalam kehadiran kami di Masjid Aqsa."

Ini menunjukkan bahwa, menurut pengumuman dan laporan berita yang diedarkan oleh kelompok Zionis di situs Web mereka, kelompok-kelompok tersebut akan berkumpul di 19:00 (waktu setempat) di halaman Buraq, dan akan segera memulai perjalanan mereka menuju pintu masuk Masjid dari barat dan utara, dan berakhir dengan menduduki area di seberang Gerbang Pengampunan.

Long March bulanan itu biasanya meliputi seruan-seruan bermusuhan terhadap Arab dan Muslim dan tuntutan pembangunan kuil, Yayasan menyimpulkan.

Angkatan bersenjata Israel juga menyerbu ke dalam Masjid Al Aqsa tempat suci ketiga di dunia Muslim Maret lalu, setelah terlebih dahulu mengunci pintu gerbang kompleks itu dengan rantai. Sejumlah jemaah sedang berada di halaman situs suci tersebut dan di dalam area sholat Marwan. Bentrokan antara pasukan pendudukan dan jemaah berlangsung melintasi halaman Al-Aqsa dan di pasar Kota Lama Yerusalem.

Tentara  Israel menembakkan gas air mata, peluru karet dan granat setrum, serta menggunakan pentungan untuk menyerang jemaah yang terdiri dari, perempuan, anak-anak dan orang tua. Jemaah  dicegah dari meninggalkan daerah itu sementara serangan itu terjadi.

Ketika berita tentang bentrokan di Situs suci itu mencapai Kota Tua, konfrontasi antara Palestina dan pasukan Israel berlangsung di jalan-jalan lokal dan pasar.

Sumber-sumber kedokteran di Pendudukan Yerusalem mengatakan bahwa antara 30 dan 50 orang dirawat karena luka yang diderita selama bentrokan, termasuk perempuan dan anak-anak terluka. Tim bantuan pertama bekerja di dalam Masjid sementara pasukan pendudukan mencegah ambulans memasuki kompleks Al Aqsa. Menurut Israel, 3 tentara luka-luka selama operasi.

Jurubicara presiden Palestina Nabil Abu Rudeina mengkritik "eskalasi kekerasan Israel di Yerusalem dan di tempat lain di Tepi Barat bertujuan untuk menyabotase upaya Amerika untuk peluncuran (pembicaraan damai Israel-Palestina)."

Pada hari Rabu, menteri luar negeri Arab bertemu di Kairo memberikan dukungan mereka untuk perundingantidak langsung yang ditengahi AS , yang kata mereka tidak boleh lebih dari empat bulan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengatakan sebelum keputusan kementerian 'bahwa ia akan mematuhi itu, dan diharapkan untuk membuat pengumuman resmi akhir pekan ini mengenai perundingan tidak langsung tersebut.

Ada kerusuhan serupa di tempat itu  setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa ia menempatkan dua situs suci di Tepi Barat, Makam para Leluhur di Hebron dan Rachel's Tomb di Betlehem - pada daftar situs warisan Israel.

Komplek puncak bukit itu terdiri dari Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu adalah situs Islam tersuci ketiga setelah Mekah dan Madinah di Arab Saudi. Yahudi menyebut situs itu sebagai Gunung Bait dan menganggap situs mereka paling suci. (iw/pic/mem/f24) www.suaramedia.com

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Seorang pelajar akademi Talmud Yahudi (yeshiva) yang ditangkap karena membakar bendera Israel meminta segala tuduhan terhadap dirinya digugurkan karena merupakan kebebasan berekspresi yang harus dilindungi.

Pengacara pelajar tersebut juga mengatakan kepada Pengadilan Magistrat Yerusalem bahwa hukum tersebut, seperti yang berlaku hari ini, adalah peraturan yang kaku karena hukum tersebut tidak menyebutkan mengenai ketidakhormatan terhadap bendera.

Ia menambahkan, ada begitu banyak warga Israel yang melanggar hukum setiap harinya tanpa dikenakan tuduhan.

Menurut keterangan polisi, Yeshiel Hazan, seorang pelajar yeshiva Neturei Karta berusia 20 tahun dari Yerusalem, telah membakar bendera nasional Israel pada Yom Hazikaron (Hari Kenangan).

Aksi itu dilakukannya dalam sebuah unjuk rasa di alun-alun Shabbat di Yerusalem terjajah. Polisi menahan Hazan dengan tuduhan menodai penhera Isael lalu membuat kerusuhan. Menurut tuduhan tersebut, Hazan membentangkan bendera di sebuah tiang kemudian membakarnya, lalu menginjak-injaknya bersama dengan pengunjuk rasa lain.

Sebelumnya, pengacara Hazan, Yair Nehorai, meminta pengadilan mencabut gugatan. "Meski tidak ada yang tidak setuju bahwa pembakaran bendera Israel adalah tindakan yang menyakitkan, menghina, dan provokatif, upaya pengadilan menggolongkan tindakan itu sebagai pelanggaran tidak cukup kuat agar bisa masuk ke dalam kriteria yang memungkinkan dilakukannya pembatasan kemerdekaan berpendapat," tulis sang pengacara.

"Untuk menyeimbangkan nilai-nilai kebbasan berekspresi dan perasaan publik, kebebasan berpendapat jelas harus didahulukan," tambahnya.

Nehorai mengingatkan pengadilan bahwa saat Chaim Miller, saat menjabat deputi walikota Yerusalem, menyebut bendera Israel dengan kata-kata, "Sebuah tiang yang ditempeli kain berwarna biru dan putih," Jaksa Agung kala itu memutuskan tidak mendakwanya, keputusan itu didukung oleh Mahkamah Agung.

"Jelas, penerapan pelanggaran semacam ini amat langka, jika bukan tidak ada sama sekali," kata profesor hukum Universitas Bar-Ilan Ariel Bendor.

"Saya rasa tidak seharusnya dinyatakan pelanggaran hukum, bahkan jika pelanggaran dilakukan dengan tujuan jelas menodai bendera hingga menyinggung masyarakat dengan sengaja atau memperlihatkan kurangnya patriotisme. Tapi, tentu tidak dalam konteks menghasut dan berusaha menciptakan kerusuhan."

Menurut Bendor, kasus tersebut menimbulkan pertanyaan adanya penegakan hukum yang tebang pilih, karena hukum biasanya tidak ditegakkan saat pelecehan bendera dilakukan dengan sengaja.

Nehorai juga berargumen bahwa ada banyak warga Israel yang secara tidak teliti melanggar hukum setiap harinya, misalnya, dengan secara sembarangan menaikkan bendera yang rusak atau terbakar, atau menginjak bendera di jalanan pada hari perayaan seperti Hari Kemerdekaan. Bendera yang kotor dan kumal sering kali bisa dilihat di institusi pemerintahan, bahkan di pengadilan, katanya.

Hakim Dov Pollock dari Pengadilan Magistrat Yerusalem diperkirakan akan menanggapi permohonan Hazan dalam waktu dekat. Nehorai mengatakan dirinya akan mengajukan banding kepada Pengadilan Distrik jika gugatan tidak dicabut.

Mei lalu, kelompok Yahudi garis keras Haredi melempari Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai dengan batu ketika sang menteri melakukan kunjungan belasungkawa ke kediaman Rabbi Yosef Shalom Elyashiv di Yerusalem terjajah.

Mobil Yishai dilempari dengan batu, namun para pengawal Shin Bet mengamankan Yishai, memanfaatkan bangunan terdekat untuk dijadikan perlindungan.

Sejumlah agen menjauhkan para perusuh dari kawasan tersebut saat unit paramedis dikerahkan karena ada laporan bahwa Yishai terluka. Namun, kemudian diketahui bahwa sang menteri tidak terluka dan para pengawal mengamankan Yishai lalu membatalkan panggilan ambulans.

Kabarnya, sejumlah anggota Neturei Karta mulai meneriaki ketua Partai Shas tersebut dengan sebutan Shegetz (anak laki-laki non-Yahudi) dan Zionis. Beberapa di antaranya menggembosi ban-ban mobilnya dan melempar batu ke arah menteri Zionis itu. Sang menteri yang ketakutan bersembunyi di halaman belakang sang rabbi. (dn/hz/sm) www.suaramedia.com



Sebuah badan PBB mengatakan dinding apartheid Israel adalah ilegal karena telah membuat kesulitan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Jumat (9/8) menemukan bahwa ribuan warga Palestina memiliki akses terbatas ke rumah sakit di Timur al-Quds (Yerusalem) karena adanya dinding apartheid.

Ambulans secara rutin tertunda di pos pemeriksaan dan kendaraan warga Palestina tidak diizinkan melalui pos pemeriksaan di dekat dinding apartheid, sehingga memaksa pasien yang sakit atau lanjut usia harus berjalan cukup jauh.

"Pria berusia antara 15 dan 30 sering izin permintaan mereka untuk melalui dinding apartheid ditolak dengan alasan keamanan," kata laporan OCHA. "Dalam banyak kasus, hal ini juga mempersulit bagi orangtua atau anak-anak yang sakit atau untuk anggota keluarga untuk mendapatkan ijin untuk mengawal pasien ke Yerusalem."

Catatan melaporkan bahwa tembok apartheid juga menyebabkan petani terluka di Tepi Barat.

Jumat kemarin (9/8) merupakan ulang tahun keenam dari Mahkamah Internasional (ICC) yang berkuasa untuk menyatakan dinding ilegal. Pada tanggal 9 Juli 2004 lalu, pengadilan meminta Israel menghentikan pembangunan dinding lebih lanjut, membongkar dinding yang telah dibangun, dan memberikan kompensasi kepada warga Palestina yang terpengaruhi oleh pembangunan tembok.

Namun, Israel mengabaikan putusan dan pembangunan tembok terus berlanjut hingga hari ini. Sekitar 61 persen dari 707-kilometer tembok apartheid kini telah dibangun, menurut PBB.

Putusan ICC mengatakan pembangunan tembok apartheid adalah "sama saja dengan aneksasi" dan menghambat hak warga Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri. Pengadilan ICC dengan suara bulat menolak argumen Israel dan menyatakan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk membuat aturan mengenai legalitas dari dinding apartheid.

Palestina mengatakan pembangunan tembok apartheid hanyalah usaha Israel untuk merebut tanah warga Palestina.(fq/prtv)

DUBAI (Berita SuaraMedia) - Maklumat Islam di Uni Emirat Arab memutuskan bahwa terompet vuvuzela yang berbunyi nyaring diatas 100 desibel secara agama dilarang, demikian dilaporkan harian lokal hari Jumat (9/7).

"Jika benda itu cukup keras untuk merusak pendengaran, vuvuzela itu haram," atau dilarang, harian The National mengutip Otoritas Umum untuk Urusan Islam dan Amal Wiyata karena mengatakan ini dalam sebuah fatwa, atau maklumat agama.

"Para importir dan pedagang… harus memastikan kekuatan benda ini tidak lebih dari 100 desibel untuk menghindari merusak pendengaran orang," ujar kewenangan fatwa tinggi di Uni Emirat Arab,The National melaporkan.

Dikatakan terompet itu hanya bisa digunakan di stadion jika tidak menyakitkan, kata harian tersebut.

Vuvuzela plastik yang tidak merdu dan memekakkan telinga ini menjadi suara yang mendefinisikan Piala Dunia Afrika Selatan, yang membuat jaringan televisi mencari-cari cara untuk menyaring bunyi nyaring yang terus-menerus itu.

Tiga minggu lalu, banyak orang tidak pernah mendengar vuvuzela. Sekarang, banyak dari mereka berharap tidak pernah mendengarnya.

Bagi pemain dan para fans, teromper plastik, yang gemuruhnya mirip sekumpulan lebah, sudah menjadi suara latar Piala Dunia Afrika Selatan.

Beberapa - termasuk yang bukan tokoh dibanding Uskup Agung Desmond Tutu - melarang instrumen tersebut, tapi banyak yang mengeluhkan bahwa bunyi nyaringnya meningkatkan nyanyian publik untuk mendapatkan atmosfer pertandingan. Pemain, sementara itu, mengatakan bahwa mereka tidak bisa mendengar satu sama lain di lapangan.

Perusahaan televisi di dunia, yang dibanjiri keluhan pemirsa, berjuang mencari cara untuk meredakan suara tersebut, dengan keberhasilan rendah. Dan bagaimanapun, di setiap negara, suara itu ada.

Dimanapun suporter berkumpul untuk menyaksikan Piala Dunia, bagian keramaian itu selalu ada, mengobrolkan antusiasme mereka.

Tapi sekarang, hanya beberapa hari sebelum pertandingan Belanda dan Spanyol di final Piala Dunia 2010, Kewenangan Umum Uni Emirat Arab untuk Urusan Islam dan Amal Wiyata akhirnya mengeluarkan peraturannya. Jika benda itu terlalu keras untuk merusak pendengaran, vuvuzela itu haram. Menurut fatwa nomer 11625, terompet itu hanya dapat digunakan di stadion jika tidak menyakitkan.

Kewenangan tersebut mendasari keputusannya atas penelitian yang menemukan bahwa pendengaran manusia bisa rusak jika dipaksakan lebih dari 100 desibel.

Dalam beberapa kasus, dikatakan bahwa terompet itu dapat menimbulkan kerusakan permanen. "Vuvuzela di pasaran sekarang dapat menghasilkan suara yang mencapai 127 desibel," pernyataan itu menyebutkan.

The National memiliki spesimen vuvuzela yang dengan mudah mencapai maksimal pengukur suara, yang tercatat hingga 126 desibel. Terompet yang lebih pelan sekalipun, yang didesak keluar setelah gelombang pertama keluhan,hanya 20 desibel sedikit lebih tidak berisik -- masih melebihi batas.

Pemerintah menambahkan bahwa, walaupun stadion sepakbola itu ramai sekalipun, fans semestinya tidak menyakiti orang lain dengan keributan mereka. "Dalam kasus apapun, pengaturan penggunaan terompet semacam itu dalam kebijakan otoritas terkait," mereka menyimpulkan.

Pembuat undang-undang memberi akhir bagi rencana Dhia el Din untuk mengimpor vuvuzela ke dalam Uni Emirat Arab. Pada permulaan turnamen, melihat kesempatan untuk profit, ia memesan 10.000 instrumen tersebut dari sebuah perusahaan di Inggris. Tapi publikasi negatif setelah pertandingan sebelumnya memaksa pebisnis Palestina berbasis Abu Dhabi itu memperhatikan masalah ini. Dia diingatkan untuk tahu bahwa terompet itu dapat menyebarkan penyakit dan bahkan bisa jadi haram.

Meningkatkan isu tersebut dengan Otoritas Urusan Islam, ia tidak mendapat balasan cepat. Walaupun begitu, ia cukup peduli untuk membatalkan pesanannya.

Dia khawatir mengetahui bahwa terompet tersebut awalnya digunakan oleh dukun Afrika. "Saya mencari-cari di intenet dan menemukan beberapa artikel tentang ini," ujarnya. "Saya menemukan bahwa benda itu digunakan untuk memanggil setan.

"Bukan hanya itu, benda itu juga tidak higienis. Benda itu dapat menularkan penyakit seperti influenze dan yang lainnya. Hal-hal ini yang membuat saya berhenti." (raz/aan/meo) www.suaramedia.com

Powered by Blogger.