Archive by date

"Islam Akan Melewati Masa-Masa Kekacauan di AS"

item-thumbnail

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sejarah Amerika Serikat penuh dengan contoh fanatisme agama yang tumbuh dalam diri bangsa tersebut setelah berasimilasi selama puluhan tahun dengan umat Katolik, Mormon, dan Yahudi, ujar akademisi Reza Aslan. Islam pada waktunya akan mengatasi hambatan yang sama, ujarnya. Tapi retorika yang dipolitisasi terhadap semua hal yang berkaitan dengan Islam berarti taruhannya lebih tinggi kali ini dalam pertarungan melawan perpecahan dan untuk mimpi Amerika.
Aslan, penulis buku-buku laris "Tidak Ada Tuhan Selain Tuhan: Asal-usul, Evolusi dan Masa Depan Islam" dan "Bagaimana Memenangkan Sebuah Perang Kosmik: Tuhan, Globalisasi, dan Akhir Perang Melawan Teror" ini, mengatakan di hadapan kerumunan massa pada hari Senin (25/10) di auditorium Perpustakaan Pusat Kota Salt Lake bahwa cara terbaik untuk memelihara tradisi kebebasan agama Amerika bukan hanya terletak di pendidikan. Alih-alih berada dalam upaya memelihara hubungan antara Muslim dan non-Muslim.
"Kalian kira jika saya berada di dalam suatu ruangan selama 30 menit dengan komentator Fox News Bill O’Reilly, saya akan mampu mengubah pemikirannya? Tidak," ujar Aslan. "Tapi jika dokter Muslim yang tinggal di sebelah rumah dan menginginkan masa depan damai yang sama untuk anak-anaknya seperti yang kalian inginkan, jika itu adalah musuh, maka siapa teman kalian?"
Jika tren demografis dunia berlanjut, ujar Aslan, dunia akan segera menjadi rumah bagi lebih banyak Muslim daripada Katolik Roma. Pertumbuhan itu tidak hanya akan membentuk dunia tapi juga AS, di mana Muslim Amerika lebih suka berkumpul di "Masjid garasi" dan pusat-pusat Islam daripada tempat ibadah yang lebih tradisional seperti di Timur Tengah.
"Apa kita siap untuk itu? Jawabannya hanya satu, kita sebagai individual harus menghadapinya," ujar Aslan. "Hubungannya ada di tangan setiap orang di ruangan ini dan setiap orang di negara ini. Sekarang saatnya untuk memutuskan apa artinya menjadi orang Amerika."
Aslan menyampaikan kuliah "Masa Depan Islam" sebagai bagian dari Kuliah Sterling M. McMurrin tentang Agama dan Kebudayaan tahun 2010 dari Tanner Humanities Center.
Keluarga Aslan pindah dari Teheran tahun 1979, tahun terjadinya Revolusi Iran, untuk tinggal di Bay Area, California. Dia menjadi warga negara Amerika pada usia 2 tahun. Setelah mendapatkan gelar sarjana di bidang agama, dia mengikuti kuliah di Harvard Divinity School untuk gelar master dalam studi teologi. Dia kemudian memperolah gelar master dari program penulisan kreatif University of Iowa, di mana dia mendapat gelar "akademisi Islam pertama Iowa".
Sekarang dia mengajar penulisan kreatif di University of California, Riverside, dan seorang editor kontribusi  untuk publikasi online The Daily Beast.
Aslan membuka kuliahnya dengan bercanda bahwa dia lebih terkenal di kalangan ekspaktriat Iran sebagai keponakan penyanyi terkenal Iran Leila Forouhar. "Saya menyebutnya Cher dari Iran, tapi bukan untuk wajahnya."
Menceritakan kunjungan terbarunya ke Eropa di mana dia menghadapi langsung kegelisahan benua itu yang mengelilingi kaum Muslim, Aslan mengatakan dirinya kembali ke rumah dengan perasaan nyaman mengetahui bahwa xenofobia semacam itu tidak mungkin terjadi di Amerika. Tapi kemudian dia melihat sebuah iklan TV yang disponsori oleh sebuah organisasi yang disebut GOP Trust, menyerang rencana Masjid Ground Zero, yang menurut Aslan bukan sebuah Masjid dan juga tidak berlokasi tepat di Ground Zero.
"Kata ‘mereka’ menjadi sangat umum sekarang," ujar Aslan.
Kekacauan ekonomi, kelelahan terhadap perang Irak dan Afghanistan, ditambah memanasnya kewaspadaan akan serangan teroris dalam negeri semuanya berkontribusi pada sebuah iklim di mana Amerika merasa bisa melampiaskan rasa marah dan gelisah mereka ke kaum Muslim. Aslan mengatakan bahwa Amerika bisa menerima kedua tradisi mereka, yang membuat identitas Amerika lebih kuat daripada Eropa dan fakta bahwa agama di Amerika selalu digantikan dan diperkaya oleh tradisi toleransi  dan kebebasan beragama yang sama. (rin/slt) www.suaramedia.com
loading...
Read more »

Foto-Foto Pelecehan Palestina Kembali Muncul di Facebook

item-thumbnail
GAZA (Berita SuaraMedia) – Organisasi non-pemerintah Israel, Breaking the Silence, mengunggah satu set baru foto-foto para tentara yang berpose di rumah warga Gaza dalam Operasi Cast Lead.

Foto-foto itu muncul pada hari Minggu (24/10) di situs jejaring sosial Facebook, dua bulan setelah prajurit cadangan Eden Abergil menjadi sorotan karena mengunggah foto-foto serupa.

Album berjudul "Cast Lead" itu menampilkan tiga foto.

Yang pertama memperlihatkan seorang prajurit Israel menodongkan sebuah senjata ke seorang pria dengan mata tertutup, foto kedua menunjukkan seorang prajurit berjongkok di sebuah di dapur di mana dua wanita berjilbab sedang memasak.

Foto terakhir memperlihatkan seorang prajurit menyemprotkan grafiti: sebuah Bintang David dan "segera kembali" dalam bahasa Ibrani.

Para pengguna Facebook menuliskan komentar-komentar yang sangat negatif, mengecam "kejahatan" yang dilakukan oleh para prajurit itu, dan menggambarkan mereka sebagai "seorang teroris yang sedang melakukan pekerjaannya."

Breaking the Silence mengumpulkan kesaksian dari para prajurit yang menceritakan kasus penganiayaan terhadap warga Palestina. Organisasi itu mengatakan bertujuan untuk "memotret gambaran yang berbeda dan suram dari perintah yang dipertanyakan di banyak area terkait warga sipil."

Awal minggu ini, organisasi itu memasang foto para tentara yang menyiksa, menjarah dan menghancurkan properti di Sderot Rothschild, Tel Aviv.

Setelah insiden Abergil, organisasi itu juga memasang foto para tentara yang berpose dengan beberapa pria Palestina yang terluka dan dibelenggu.

Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa "IDF menyayangkan bahwa Breaking the Silence memilih untuk terus menyajikan kesaksian ke media dan tidak langsung ke IDF. Seperti yang pernah dilakukan di masa lalu, setiap kasus yang tidak biasa akan diselidiki oleh Polisi Militer, dan diberikan ke Kantor Penuntut Militer, di mana mereka akan memutuskan apakah akan mendakwa para prajurit itu di pengadilan militer atau tidak."

Breaking the Silence mengatakan bahwa mereka mempublikasikan foto-foto itu di laman Facebook mereka untuk membantah pernyataan militer bahwa perilaku yang tidak benar oleh tentara adalah sebuah penyimpangan.

"Kami akan terus merilis foto-foto untuk membuktikan bahwa ini adalah hal yang normal bagi mereka. Seperti inilah perilaku para prajurit itu dan ini adalah harga dari sebuah pendudukan," ujar anggota kelompok itu, Yehuda Shaul.

"Kita kehilangan kemampuan kita untuk memandang rakyat Palestina sebagai orang yang sejajar dengan kita."

Shaul mengatakan bahwa kelompoknya menerima foto-foto itu dua minggu lalu dan diberitahu bahwa foto-foto itu diambil dalam perang di Jalur Gaza hampir dua tahun lalu. Dia mengatakan tidak bisa sepenuhnya mengonfirmasi bahwa itu adalah kasusnya, tapi mengatakan bahwa detail dari foto, seperti unit militer yang terlihat di sana, mendukung klaim tersebut.

Awal tahun ini, sebuah video memperlihatkan sekelompok tentara yang berpatroli di Tepi Barat tiba-tiba berhenti dan melakukan tarian koreografi dengan musik pesta. (rin/jp/nd) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Slogan Nazi Presiden Chili Berbuah Kontroversi

item-thumbnail
SANTIAGO (Berita SuaraMedia) – Presiden Chili menyampaikan permohonan maaf karena telah menulis sebuah slogan yang berhubungan dengan Nazi Jerman dalam buku tamu pemerintahan saat ia berkunjung ke Berlin.

Frase kontroversial yang dituliskan Sebastian Pinera adalah "Deutschland uber alles" yang artinya "Jerman di atas semua". Kata-kata tersebut banyak dipergunakan pada masa kekuasasan Nazi. Karena dianggap terlalu nasionalistis, kata-kata tersebut dibuang dari lagu kebangsaan Jerman.

Pinera mengatakan, dirinya mempelajari slogan tersebut di sekolahnya pada tahun 1950-an dan 1960-an. Hal itu diyakini merupakan bentuk perayaan unifikasi Jerman di bawah kepemimpinan Otto von Bismarck.

Pinera menambahkan, dirinya tidak tahu jika kata-kata tersebut berhubungan dengan sejarah kelam Jerman.

Pada hari Senin waktu setempat, Pinera mengungkapkan permohonan maafnya dan meminta dimaafkan.

"Saya betul-betul tidak tahu jika frase itu ada hubungannya denngan sejarah kelam negara itu (Jerman). Oleh karena itu, saya mohon maaf dan saya minta dimaafkan dalam kasus ini," kata Pinera.

Pinera mengatakan, setelah dirinya bertemu dengan Presiden Jerman Christian Wulff dan menuliskan pesan terima kasih atas bantuan Jerman setelah bencana gempa bumi besar yang melanda Chili, ia mengulangi sebuah frase yang dipelajarinya di sebuah sekolah Jerman pada 1950-an dan 1960-an.

Pinera mengaku hanya tahu frase tersebut berasal dari era Bismarck dan unifikasi Jerman, namun ia tidak tahu jika kata-kata itu ada hubungannya dengan Nazi.

Tur Pinera ke Inggris, Perancis, dan Jerman dipungkasi pada hari Sabtu lalu.

Februari lalu, Jerman mengumumkan pemberitan bantuan darurat kepada para korban gempa Chili.

Gempa 8,8 skala richter yang melanda Kota Conception tersebut merupakan salah satu gempa terdahsyat sepanjang sejarah Chili. Setelah gempa utama, terjadi gempa susulan setidaknya berkekuatan 5,0 skala richter sekitar 20 kali, termasuk satu gempa susulan berkekuatan 6,1 skala richter.

"Uni Eropa siap memberikan bantuan untuk rakyat Chili," kata Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

"Peristiwa ini merupakan kedua kalinya benua Amerika dilanda gempa dahsyat dalam periode waktu yang singkat. Kami masih belum tahu dampak bencana ini sepenuhnya," tambah Ashton.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan Jerman siap mengirimkan tim bantuan kemanusiaan ke Chili.

Tidak sampai dua minggu setelah gempa dahsyat melanda, Sebastian Pinera mulai menjabat sebagai presiden.

Akibat bencana tersebut, Pinera mengakui bahwa semua rencananya sebelum pemilihan umum sirna dan ia harus merencanakan kembali segalanya.

Dana rekonstruksi berkisar antara $12 miliar hingga $30 miliar. Bagi sebuah negara yang relatif kecil seperti Chili, jumlah itu merupakan 20 persen dari nilai Produk Domestik Bruto. Pinera harus mengalihkan anggaran dari berbagai sektor lain untuk mendanai pembangunan kembali.

Bahkan sebelum mencalonkan diri sebagai presiden, tampaknya kematian pemerintahannya sudah terjadi.

"(Pemerintahan) kami akan menjadi pemerintahan rekonstruksi," kata Pinera dalam konferensi pers yang suram Maret lalu.

Dalam kampanye pemilihannya, Pinera menawarkan janji-janji berani, 6% pertumbuhan tahunan dalam empat tahun ke depan dan penciptaan jutaan lapangan kerja.

Banyak analis mempertanyakan janji-janji itu. Setelah gempa terjadi, mereka menjadi semakin ragu. (dn/ap/nao/dw/bc) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Karzai: Blackwater Dalangi Terorisme Afghanistan

item-thumbnail
KABUL (Berita SuaraMedia) – Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan bahwa berbagai perusahaan kontraktor keamanan asal AS, termasuk Xe Services LLC yang dulu dikenal dengan nama Blackwater, berada di belakang terorisme yang terjadi di negara tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers di Kota Kabul, Karzai mengatakan perusahaan-perusahaan keamanan AS mendalangi terjadinya ledakan-ledakan yang merenggut nyawa wanita dan anak-anak.

Presiden Afghanistan tersebut menambahkan, perusahaan-perusahaan tersebut mendalangi ledakan-ledakan dan terorisme di berbagai sudut Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir.

Karzai mengatakan, pemerintahannya bahkan tidak mampu membedakan antara ledakan bom yang dilakukan perusahaan keamanan AS dengan ledakan bom Taliban.

"Bahkan, kami masih belum tahu berapa banyak ledakan Taliban dan berapa banyak yang dilakukan mereka (perusahaan-perusahaan keamanan AS)," papar Karzai.

Blackwater terlibat dalam pembantaian sejumlah warga sipil Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tersebut juga terjerat sejumlah kasus hukum tuntutan, termasuk tuntutan atas pembantaian 17 warga sipil Irak dalam penembakan di Baghdad pada tahun 2007.

Sebelumnya pada bulan Juni, CIA mengakui bahwa Blackwater ditugasi memasukkan bom ke pesawat-pesawat tanpa awak AS atau drone yang kemudian menyerang tersangka militan di negara tetangga Pakistan.

Sang presiden Afghanistan juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan keamanan AS tersebut korup dan mengobarkan perang yang berlangsung selama sembilan tahun.

"Kesepakatan-kesepakatan atas nama perusahaan-perusahaan keamanan dilakukan di dalam bangunan-bangunan pemerintah Amerika dan melibatkan dana 1,5 miliar dolar," kata Karzai.

Perkembangan itu terjadi saat perusahaan Blackwater kembali mendapatkan perpanjangan kontrak Departemen Luar Negeri selama lima tahun yang nilainya mencapai $10 miliar untuk operasi-operasi di Afghanistan.

Bulan Agustus silam, Karzai memerintahkan pembubaran semua perusahaan keamanan sebelum akhir tahun ini.

Sejumlah diplomat dan perwira militer mengatakan Karzai mendapat tekanan berat agar mempertimbangkan kembali keputusannya.

Akan tetapi, Karzai mengatakan dirinya tetap pada keputusannya yang ingin membubarkan perusahaan-perusahaan keamanan asing di Afghanistan meski ada tekanan dari AS agar keputusan itu dipertimbangkan kembali.

Perusahaan-perusahaan keamanan tersebut bertanggung jawab mengamankan para pejabat dan kedutaan asing dan juga sejumlah proyek perkembangan di Afghanistan.

Karzai menyebut tentara bayaran bersalah atas kematian warga sipil dan korupsi di negara yang bermasalah tersebut.

Karzai mengumumkan pelarangan tersebut Oktober lalu dalam pertemuan dengan para pejabat Barat di Kabul.

"Pemerintah Afghanistan sudah bulat memutuskan membubarkan perusahaan-perusahaan ini dan menginginkan kerja sama nyata dan praktis dari komunitas internasional untuk menerapkannya," kata Karzai.

Pernyataan pada Oktober lalu tersebut dilontarkan setelah sejumlah laporan menyebut pemerintah Afghanistan membatalkan rencana membubarkan semua perusahaan keamanan asing.

Karzai menuding perusahaan-perusahaan keamanan asing mengendalikan mafia ekonomi berdasarkan kontrak-kontrak jahat. (dn/pv) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Mempersiapkan Suasana Nushrah

item-thumbnail

Fathiy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy[1]
Ada sebuah pertanyaan penting yang sering dilontarkan para pengemban dakwah  Islam, yaitu; kapan Hizb dan dakwah ini berhasil mencapai tujuannya; dan kapan umat berhasil meraih kekuasaan dan menegakkan Khilafah Islamiyyah melalui aktivitas thalabun nushrah?
Untuk menjawab pertanyaan ini, para pengemban dakwah harus memahami secara seksama pra kondisi thalabun nushrah, realitas umat Islam, kesiapan umat untuk menerima nushrah, serta apakah nushrah tersebut memiliki kapasitas untuk mendorong terjadinya penyerahan kekuasaan?
Dalam konteks thalabun nushrah, ada beberapa perkara penting yang harus dimengerti para pengemban dakwah Islam, yaitu:
  1. Pengertian thalabun nushrah secara bahasa maupun istilah.
  2. Bagaimana suasana thalabun nushrah di Madinah al-Munawarah dipersiapkan, dan bagaimana suasana itu dipersiapkan pada masa sekarang.
  3. Realitas umat sekarang, dari sisi apakah mereka telah memiliki kesiapan untuk menerima perkara yang besar ini, ataukah belum.
  4. Bagaimana cara menyempurnakan thalabun nushrah hingga memiliki kapasitas untuk mendorong terjadinya penyerahan kekuasaan?
Pengertian Thalabun Nushrah
An-Nushrah dan al-munâsharah memiliki makna i’ânah ‘alâ al-amr (menolong atas suatu perkara).  Orang Arab menyatakan, “nasharahu ‘alâ ‘adwihi wa yanshuruhu nashran (menolong seseorang atas musuhnya, dan ia sedang memberikan sebuah pertolongan).  Di dalam hadits shahih, Nabi saw bersabda, “Unshur akhâka zhâliman au mazhlûman”. Makna sabda Nabi saw ini adalah, menolong orang tersebut dari orang yang menzaliminya.  Kata bendanya adalah an-nushrah. [Ibnu Mandzur, hal.210]
Sedangkan menurut istilah, thalabun nushrah adalah aktivitas meminta pertolongan (nushrah) yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kewenangan (amîr) kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk tujuan penyerahan kekuasaan dan penegakkan Daulah Islamiyyah, atau untuk tujuan-tujuan lain yang berhubungan dengan dukungan terhadap dakwah, misalnya: (1) untuk melindungi para pengemban dakwah di negeri-negeri Islam, agar mereka mampu menyampaikan maksud dan tujuan dakwah mereka di tengah-tengah masyarakat, (2) untuk menyingkirkan berbagai macam keburukan, baik yang akan menimpa maupun yang telah menimpa pengemban dakwah.  Misalnya, meminta pertolongan dari tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh pada kekuasaan agar penguasa tidak memasukkan pengemban dakwah ke dalam penjara, atau berdiri di sampingnya ketika pengemban dakwah harus menghadapi persidangan, dan lain sebagainya; (3) untuk mempopulerkan dan menunjukkan kekuatan Hizbut Tahrir kepada masyarakat dengan cara memberdayakan orang-orang yang memiliki kekuataan dan pengaruh, setelah mereka masuk Islam dan qana’ah terhadap pemikiran-pemikiran dan tujuan-tujuan dakwah Hizbut Tahrir.
Adapun thalabun nushrah yang ditujukan untuk aktivitas istilâm al-hukm (penyerahan kekuasaan) dan penegakkan Daulah Khilafah Islamiyyah, maka ia membutuhkan kondisi-kondisi dan syarat-syarat yang berbeda dengan semua bentuk thalabun nushrah yang telah dijelaskan di atas.  Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
  1. Terbentuknya opini umum (ra’yu al-’âm) tentang Islam dan Hizb yang bersumber dari kesadaran umum (wa’yu al-’âm) di suatu negeri Islam.
  2. Terpenuhinya syarat-syarat khusus di suatu negeri yang hendak dimintai nushrah.  Syarat-syarat yang dimaksud adalah: negeri tersebut memiliki kemampuan untuk melindungi eksistensi dan keberlangsungan Daulah Islamiyyah. Negeri tersebut harus mampu memberikan proteksi mandiri terhadap Daulah Islamiyyah dan tidak di bawah proteksi negara lain, atau dikuasai secara langsung oleh negara lain.
  3. Keikhlasan ahlul quwwah dalam menolong dakwah, penerimaan mereka yang sempurna terhadap Islam dan Daulah Islamiyyah, serta tidak adanya keraguan dan kekhawatiran pada diri mereka terhadap kekuatan lain atau negara lain, atau terhadap kelompok-kelompok Islam lain maupun kelompok non Islam yang memiliki tujuan yang berbeda dengan tujuan Islam.
Thalabun nushrah min ajli istilâm al-hukmi (thalabun nushrah untuk meraih kekuasaan) adalah hukum syariat yang berhubungan erat dengan metode meraih kekuasaan.  Penyerahan kekuasaan tidak akan terjadi tanpa adanya aktivitas thalabun nushrah serta terpenuhinya syarat-syarat di atas; sama saja apakah kekuasaan tersebut diserahkan oleh atau diminta dari ahlul quwwah.
Bagaimana Suasana Nushrah Dipersiapkan di Madinah, dan Bagaimana Suasana itu Dipersiapkan Pada Saat Sekarang?
Siapa saja yang mengkaji sirah Nabi saw akan menyaksikan bahwa Nabi saw melakukan beberapa aktivitas penting dan berkesinambungan sebelum mempersiapkan suasana nushrah dan penyerahan kekuasaan di Madinah.  Langkah pertama yang beliau lakukan adalah mengontak delegasi suku Khazraj yang berkunjung ke Mekah dan meminta mereka masuk ke dalam Islam.  Setelah masuk Islam, Nabi saw memerintahkan mereka kembali ke Madinah untuk mendakwahkan Islam kepada kaumnya. Setibanya di kota Madinah, mereka menampakkan keislaman mereka dan mengajak kaumnya masuk ke dalam Islam.  Jumlah kaum Muslim terus bertambah.  Pada tahun berikutnya, mereka kembali menemui Rasulullah saw.  Jumlah mereka pada saat itu adalah 12 orang.  Nabi saw menerima mereka dan mengutus Mush’ab bin ‘Umair ra. untuk menjadi pengajar mereka di Madinah.  Akhirnya, melalui tangan Mush’ab bin ‘Umair ra, pembesar-pembesar Auz dan Khazraj masuk ke dalam agama Islam dan menunjukkan dukungan dan loyalitas yang amat kuat terhadap Islam. Setelah melihat kesiapan masyarakat Madinah, yang tampak pada masuk Islamnya pembesar-pembesar Auz dan Khazraj serta terbentuknya opini umum tentang Islam yang lahir dari kesadaran umum pada penduduk Madinah, Nabi saw meminta mereka untuk menemui Beliau saw pada musim haji.
Dari sini dapatlah disimpulkan bahwa realitas Madinah sebelum terjadinya bai’at ‘Aqabah II -bai’at yang menandai terjadinya penyerahan kekuasaan di  Madinah- adalah realitas yang dipersiapkan untuk pembentukan opini umum membela Islam dengan kekuatan.  Artinya, Madinah dipersiapkan sedemikian rupa hingga Islam diterima oleh mayoritas penduduk Madinah dan menjadi opini umum yang mampu mendominasi penganut-penganut agama lain di Madinah.  Tidak hanya itu saja, opini umum tersebut juga ditujukan agar masyarakat Madinah siap membela kepemimpinan baru -yakni kepemimpinan Rasulullah saw.  Artinya, opini umum di sana dipersiapkan begitu rupa hingga masyarakat Madinah siap menerima kepemimpinan gerakan Nabi saw.   Opini umum untuk membela Islam tersebut lahir dari kesadaran umum mayoritas masyarakat Madinah dan pembesar-pembesarnya atas hakekat Islam dan atas Rasulullah saw dalam kapasitasnya sebagai Nabi dan pemimpin takattul shahabat. Ringkasnya, opini umum yang terbentuk di Madinah adalah opini umum yang lahir dari kesadaran umum masyarakat Madinah terhadap Islam dan kesadaran mereka untuk membela Rasulullah saw.
Rasulullah saw belum bersedia menerima nushrah li istilâm al-hukm, kecuali setelah kondisi-kondisi di atas terwujud dan yakin dengan kesiapan penduduk Madinah.  Setelah yakin terhadap kesiapan penduduk Madinah untuk menerima dan membela kekuasaan Islam, Rasulullah saw meminta wakil penduduk Madinah dengan disertai Mush’ab bin ‘Umair menemui beliau saw di bukit ‘Aqabah. Tujuan pertemuan itu adalah meminta nushrah dari penduduk Madinah agar menyerahkan kekuasaan mereka di Madinah kepada Rasulullah saw dan meminta kesediaan mereka untuk membela Rasulullah saw dengan harta, anak-anak, isteri, dan nyawa mereka.  Aktivitas thalabun nushrah di bukit ‘Aqabah -sebagai langkah muqaddimah istilâm al-hukm (penyerahan kekuasaan)- menjadi sempurna setelah Nabi saw tiba di Madinah dan menegakkan Daulah Islamiyyah di sana.
Terbentuknya opini umum yang lahir dari kesadaran umum merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh suatu negeri yang hendak ditegakkan thalabun nushrah li istilâm al-hukm.  Hanya saja, negeri tersebut juga harus memiliki kemampuan untuk melindungi eksistensi dan kelangsungan Daulah Islamiyyah secara mandiri, dan tidak dibawah kendali atau dominasi negara lain.  Opini umum untuk membela Islam, Hizb dan pengikutnya harus lahir dari kesadaran umum untuk membela Islam dan Hizb.  Jika kondisi ini tidak terpenuhi, maka di negeri tersebut tidak mungkin ditegakkan aktivitas thalabun nushrah li istilâm al-hukm, baik secara syar’iy maupun ‘aqliy. Jikalau dipaksakan untuk dilakukan aktivitas nushrah di negeri tersebut, maka selain melanggar ketentuan syariat dalam hal thalabun nushrah, aktivitas tersebut juga akan berujung kepada kegagalan dan kehancuran.
Yang dimaksud dengan opini umum pada konteks sekarang adalah, adanya keinginan untuk diatur dan diperintah oleh kekuasaan Islam pada mayoritas kaum Muslim yang ada di sebuah negeri yang layak dilakukan thalabun nushrah.   Keinginan tersebut juga harus muncul pada diri ahlu al-quwwah -panglima perang, pemimpin kabilah, dan lain sebagainya-, dan tidak cukup hanya muncul pada mayoritas kaum Muslim belaka.
Adapun yang dimaksud dengan kesadaran umum (wa’y al-’âm) adalah kesadaran umum terhadap beberapa hal; (1) tentang Islam, terutama pemikiran tentang Khilafah dan kekuasaan; (2) permusuhan dan upaya-upaya penyesatan yang dilakukan kaum kafir untuk menghalang-halangi tegaknya Khilafah, (3) umat tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari problematikanya, kecuali jika mereka mampu membebaskan dirinya dari pemerintahan yang menerapkan hukum-hukum kufur, dan (4) kesadaran terhadap tipu daya dan permainan politik kaum kafir untuk memalingkan umat dari jalan yang benar.  Yang dimaksud dengan kesadaran umum di sini bukanlah kesadaran terhadap persoalan-persoalan tertentu, semacam ‘aqidah dan syariah secara rinci dan mendalam.  Pasalnya, kesadaran seperti ini tidak mungkin diwujudkan kecuali di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyyah.
Di samping kesadaran umum terhadap perkara-perkara di atas, di tengah-tengah umat juga harus tumbuh kesadaran tentang Hizbut Tahrir dan keikhlasannya dalam membebaskan umat dari dominasi sistem kufur, dan kesiapannya untuk  menyongsong perkara yang amat besar ini.
Realitas Umat Islam; Mereka Siap Menerima Perkara Besar Ini Atau Belum Siap
Keadaan umum umat Islam sekarang menunjukkan bahwa mereka berhasil menyiapkan atmosfer nushrah dan istilâm al-hukm.   Hal ini bisa dilihat dari realitas berikut ini:
1. Opini umum untuk membela Islam.
Di banyak negara, opini umum untuk membela Islam, dan keinginan untuk  hidup di bawah naungan Daulah Islamiyyah telah terbentuk secara masif pada mayoritas penduduknya. Keadaan seperti ini bisa dijumpai di Aljazair, Turki, Sudan, Mesir, Yordan, Pakistan.  Masifnya opini umum di negeri-negeri ini bisa dilihat dari hasil pemilihan umum serta masirah-masirah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam yang secara terbuka menyerukan syi’ar-syi’ar Islam.
2. Terjadinya proses pembentukan opini umum untuk membela Hizb di beberapa negeri Islam.
Pembentukan opini umum untuk membela Hizb, dari sisi penerimaan umat terhadap pemikiran-pemikiran penting Hizb, seperti pemikiran Khilafah Islamiyyah, dan pandangan-pandangan politiknya, telah berhasil cukup baik.  Di beberapa negara, seperti Indonesia, Turki, Sudan, dan Pakistan, Hizb telah berhasil menghimpun umat, sehingga mereka rela membantu dan membela Hizb dalam melawan sepak terjang kaum kafir.
Sayangnya, opini umum untuk membela Hizb masih harus menghadapi sejumlah halangan, sehingga tidak memungkinkan bagi Hizb untuk memimpin umat dan meraih kekuasaan dari mereka.   Faktor-faktor penghalangnya adalah sebagai berikut; (1) pendustaan opini yang dilakukan oleh para penguasa terhadap Hizb, semacam dikembangkannya opini bahwa Hizb adalah gerakan teroris, menyimpang, sesat, dan lain sebagainya. (2) penyesatan opini yang dilakukan oleh ulama-ulama yang menjadi kaki tangan penguasa fasik dan zalim untuk menyerang Hizb, keikhlasannya serta pandangan-pandangannya. Misalnya, mereka mengembangkan pemikiran bolehnya banyak pemimpin di negeri-negeri Islam, utopisnya Khilafah, keharusan menerima demokrasi, dan lain sebagainya, (3) adanya partai, ormas, dan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki hubungan dengan penguasa maupun negara-negara imperialis yang terus menikam Hizb dan keikhlasannya.
Tetapi, upaya pendustaan dan penyesatan opini, maupun tikaman-tikaman yang dilakukan oleh kelompok-kelompok lain, sedikit demi sedikit mulai tersingkap.  Akibatnya, umat semakin yakin akan kepemimpinan dan keikhlasahan Hizb dalam memperjuangkan hak-hak umat.  Opini umum untuk membela Islam, Hizb dan aktivisnya semakin hari semakin menguat, dan tumbuh pesat hampir di seluruh negeri-negeri Islam.
Taktik Menyempurnakan Aktivitas Nushrah Pada Era Sekarang
Aktivitas thalabun nushrah untuk meraih kekuasaan umat hanya bisa sempurna ketika opini umum yang lahir dari kesadaran umum untuk membela Islam dan Hizb telah lahir di tengah-tengah umat secara sempurna pada sebuah negeri yang hendak ditegakkan Daulah Islamiyyah di dalamnya.   Namun, musuh-musuh dakwah, terutama kaum kafir imperialis dan para penguasa antek berusaha menghalang-halangi terwujudnya opini umum tersebut dengan cara menyerang pandangan-pandangan Hizb, keikhlasannya, serta metode perubahan yang ditempuh oleh Hizb.  Ini ditujukan agar opini umum tentang Islam dan Hizb yang lahir dari kesadaran untuk membela Islam dan Hizb tidak tumbuh di tengah-tengah masyarakat.
Atas dasar itu, tugas utama dari Hizb adalah menjaga konsistensi dirinya untuk berpegang teguh di atas pemikiran dan pandangannya yang shahih, serta menjaga keikhlasan perjuangannya dari semua bentuk tipu daya dunia.   Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa tugas utama Hizb pada masa sekarang, sebagai langkah konkret untuk menyiapkan suasana nushrah adalah berpeguh teguh kepada mabda’ Islam tanpa pernah bergeser seujung rambut pun, dan menjaga keikhlasan perjuangannya dari seluruh bentuk penyimpangan dan tendensi-tendensi dunia.
Adapun aktivitas yang harus dilakukan oleh Hizb untuk mewujudkan perkara-perkara di atas adalah sebagai berikut:
Pertama, memelihara keikhlasan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT dengan cara memupuk ketaatan dan mendekatkan diri kepadaNya pada seluruh aspeknya.  Pasalnya, Allah tidak akan menyerahkan amanah agama ini kecuali kepada orang-orang yang bertaqwa, ikhlash, dan dekat denganNya. (lihat QS an-Nur [24]:55)
Kedua, sabar untuk selalu berkorban dan melaksanakan tugas-tugas dakwah dengan sungguh-sungguh.   Kaum kafir imperialis berusaha untuk menghancurkan kekuatan Hizb melalui kaki tangan mereka dari kalangan penguasa-penguasa Muslim.  Untuk itu, pada saat Hizb berhasil merengkuh dukungan umat secara massif melawan sistem kufur dan penjaganya, seperti yang terjadi di Uzbekistan, para penguasa segera mendeklarasikan perang melawan aktivis dan pendukung Hizb. Dalam kondisi semacam ini, aktivis-aktivis Hizb tidak boleh surut ke belakang, atau mengendorkan perjuangannya.  Sebaliknya, mereka harus mencurahkan segenap tenaga dan pengorbanannya untuk berpegang teguh kepada perjuangan Hizb yang lurus dan suci.
Ketiga, meningkatkan tenaga dan aktivitas yang ditujukan untuk “membentengi” umat.  Pasalnya, musuh-musuh Islam berusaha terus menerus untuk meletakkan di hadapan umat berbagai macam pendustaan, penyesatan, dan makar terhadap Hizb, pemikiran, dan pandangan-pandangannya.   Upaya itu dilakukan untuk menjauhkan umat dari Hizb dan aktivisnya.  Oleh karena itu, aktivis Hizb harus meningkatkan tenaga dan aktivitas yang ditujukan untuk membentengi dari semua bentuk penyesatan, pendustaan, dan makar terhadap Hizb dan aktivisnya; sekaligus untuk menghancurkan dinding penyesatan yang diletakkan di hadapan umat. (lihat QS at-Taubah [9]: 105).
Keempat, para aktivis Hizb harus menonjolkan karakter dirinya sebagai seorang Mukmin yang selalu ikhlash dalam beramal dan senantiasa mengikatkan diri dengan hukum syariat, serta tekun dalam ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Seorang pengemban dakwah harus rajin membaca al-Quran dan mengajak masyarakat untuk membaca al-Quran, hadir dalam sholat berjama’ah di masjid, mendirikan sholat malam, berinfaq, dan lain sebagainya.
Aktivitas-aktivitas inilah yang akan mendekatkan Hizb dan aktivisnya kepada nushrah Allah (pertolongan Allah) pada periode tafâ’ul ma’a al-ummahWalLâhu al-musta’ân wa huwa waliyu at-tawfîq.

[1] Disarikan dari tulisan Abu al-Mu’tashim, Tahayya`u al-Ajwâ` li Thalab an-Nushrah, Majalah al-Wa’i (berbahasa arab) ed. 282-283, Beirut.
loading...
Read more »

Celaka Bagi Orang Yang Mendalami Agama untuk Menghalalkan Keharaman

item-thumbnail
 
Imam al-Auza’i berkata: “Jika Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum, maka Dia akan membukakan kepada mereka pintu perdebatan dan menghalangi mereka beramal…

Celakalah orang-orang yang mendalami agama tapi bukan untuk beribadah, melainkan untuk menghalalkan keharaman dengan adanya syubhat” (Al-Khatib al-Bahdadi, Kitab Iqtidha’ al-’Ilmi al-’Amal).
loading...
Read more »

Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi

item-thumbnail
 
Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akaN mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh.

Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat The Revival of the Religious Science, alGhazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.
Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.
Ia merumuskan filosofinya sendiri mengenai hal itu. Bagi dia, operasi bedah harus mampu mengembalikan fungsi anatomi atau organ tubuh yang rusak. Pemikirannya ini selanjutnya menginsipirasi para praktisi medis setelah masanya. Anatomi memikat hati para dokter Muslim. Terbukti banyak yang ikut bergabung untuk mendalami anatomi.
Mereka menuliskan literatur ilmiah yang begitu berharga, serta menandai era itu dengan torehan emas pada lintasan sejarah kedokteran di dunia Islam. Setelah itu, muncul ke permukaan nama alZahrawi. Kemampuannya boleh disejajarkan dengan al-Ghazali. Sebab, alZahrawi juga diakui banyak orang sebagai seorang pakar.
Dokter dari Andalusia pada abad kesepuluh yang bernama lengkap Abu Qasim al-Zahrawi ini mempunyai banyak pemikiran brilian. Misalnya, ia merupakan penggagas ilmu diagnosa sampai penyembuhan penyakit telinga. Ia merintis operasi pembedahan telinga guna mengembalikan pendengaran pasiennya.
Pengetahuan anatomi ia andalkan dalam operasi tersebut. Al-Zahrawi memerhatikan anatomi syaraf halus, pembuluh darah, dan otot. Segala pengetahuan yang ia kuasai itu kemudian ia rangkum dalam bukunya, At Tashrif li Man Arjaza at Ta’lif (Buku Pedoman Kedokteran).
Anatomi tubuh merupakan salah satu bahasan yang termuat dalam bukunya itu. Juga pada bidang yang membuat namanya terkenal di dunia kedokteran, yaitu pembedahan, serta alat-alat bedah. Bahkan, banyak model alat bedah yang ia buat masih digunakan dalam kedokteran modern.
Buku Al-Kafi fi al-Kuhl fi at-Thibb yang ditulis Abi Mahasin juga berpengaruh pada kajian anatomi, khususnya pada anatomi mata. Buku dari abad ke-13 itu menyajikan deskripsi tentang operasi mata, termasuk beberapa bagian dari organ mata yang perlu mendapat perhatian.
Ilmuwan penting yang turut mencurahkan perhatiannya pada anatomi adalah Ibnu Nafis (1210-1288). Pada bab pendahuluan dari bukunya yang terkenal, Syarhu Tasyrih Ibnu Sina (Komentar atas Anatomi Ibnu Sina), ia menjelaskan bahwa buku ini adalah panduan agar para dokter bisa menguasai pengetahuan dasar anatomi.
Ia pun berkomentar terhadap Canon of Medicine karya Ibnu Sina, terutama mengenai kerja jantung. Ia mengatakan, jantung memiliki dua kamar. Darah dari kamar jantung kanan harus mengalir ke bagian kiri, namun tidak ada yang menghubungkan kedua bagian ini.
Menurut dia, tak ada pori-pori tersembunyi dalam jantung, seperti kata Galen.
Secara keseluruhan, ia menilai fungsi organ ini sangat penting dalam mengatur sirkulasi darah ke seluruh bagian tubuh. Sejarah mencatatnya sebagai orang pertama yang mendeskripsikan peredaran darah, khususnya pembuluh darah kapiler. Pada bagian lain, Ibnu Nafis menyingkap anatomi dan sirkulasi paru-paru.
Menurut Edward Coppola dalam William Osler Medal Essay, Ibnu Nafis berpandangan bahwa terdapat sejumlah bagian di dalam paru-paru, antara lain bronkus, arteria venosa, dan vena arteriosa. Ketiga bagian tersebut terhubung dengan jaringan daging berongga. Ibnu Nafis berhasil memperjelas perbedaan masing-masing dari organ tubuh.
Pengetahuan semacam ini diperlukan sebelum melakukan operasi pembedahan. Berabad-abad kemudian, warisan intelektual Ibnu Nafis dalam investigasi anatomi banyak memberikan pengaruh pada ilmuwan Barat, yakni Valverde dan Realdo Colombo. Abd al-Latif al-Baghdadi pun tercatat memberi sumbangan penting.
Ia mengoreksi susunan anatomi tulang rahang yang dibuat seorang dokter dari Yunani, Galen. Tulisannya terkait hal itu membuka jalan bagi studi tentang tulang di Mesir. Harus diakui, prestasi paling mengagumkan terjadi setelah hadirnya karya Mansyur bin Muhammad bin Ahmad bin Yusuf bin Ilyas.
Tokoh asal Persia ini adalah dokter Muslim pertama yang membuat gambar anatomi tubuh manusia dengan akurat. Warisan luar biasanya itu pada masa berikutnya dinamakan “Anatomi Mansyur”. Karyanya itu ia persembahkan untuk penguasa dari Mongol, Timur Lenk, yang menguasai Fars selama kurun waktu 797-811.
Bahasan lengkap tentang lima organ tubuh, yakni tulang, syaraf, otot, pembuluh darah, dan arteri, ada dalam karya yang ia tulis. Tiap-tiap bagian diilustrasikan melalui diagram bergambar. Termasuk bagaimana terhubung dengan dua organ utama: jantung dan otak.
Ada pula bab tentang formasi fetus yang dideskripsikan lewat ilustrasi gambar perempuan hamil. Risalahnya yang berjudul Tashrih i badan i Insan itu ditulis dalam bahasa Persia dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa sejak abad ke-15. Keseluruhan ilustrasi anatomi dari al-Mansyur mencakup sekitar 70 bagian.
Sementara itu, Ibnu Zuhr atau Avenzoar, setelah menguasai bidang anatomi, merintis pekerjaan bedah mayat postmortem di dunia Islam. Secara berurutan, dalam buku Taysier fi al-Mudawat wa atTabdis (Practical Manual of Treatment and Diets), ia menguraikan anatomi kepala hingga kaki. (republika.co.id, 21/10/2010)
loading...
Read more »

Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Pemimpin yang Amanah dan Taat

item-thumbnail

 
Sebelum menduduki Jabatan Khilafah

Umar bin Abdul Aziz lahir pada tahun 63 H, di tahun wafatnya Ibunda Maimunah, Isteri nabi saw. Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam, bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams. Ibunya adalah Ummu Ashim Binti Ashim bin Umar al-Khathab (yang dikenal dengan julukan Abu Hafhs). Diriwayatkan bahwa ketika Abdul Aziz bin Marwan hendak menikahi Umu Umar bin Abdil Aziz, Ia (Abdul Aziz) berkata kepada pengasuhnya, kumpulkanlah untuk-ku empat ratus dinar dari hartaku yang paling bersih, karena aku akan menikahi keluarga yang baik. Maka Ia pun menikahi Umu Umar bin Abdil Aziz. Namanya adalah Umu Ashim binti Ashim bin Umar bin Al-Khatab. Ashim adalah putra Umar yang menikah dengan seorang pemudi yang menolak menambahkan air pada susu perasan ketika diperintahkan oleh ibunya. Saat itu ia berkata kepada Ibunya, jika Umar tidak melihat kita maka Allah pasti melihat kita. Hal itu kemudian didengar oleh Umar bin Khatab ra. Maka ia memerintahkan salah seorang anaknya untuk menikahi pemudi itu karena sifat amanah yang dimilikinya. Maka menikahlah ia dengan Ashim (putra Umar bin Khatab).
Rasulullah pernah bersaksi bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah Penganut kebaikan di masanya. Tentang hal ini Abbas bin Rasyid berkata: Umar bin Abdul Aziz pernah mengunjungi guruku, ketika ia mau pulang, guruku berkata kepadaku: Keluarlah kamu bersamanya dan iringilah ia. Tiba-tiba kami menemukan seekor ular hitam yang sudah mati. Maka Umar-pun turun dari keledainya kemudian ia menguburkan ular tersebut. setelah itu tiba-tiba terdengar ada suara  yang berteriak ” Ya Kharqa, Ya Kharqa, aku pernah mendengar Rasululah saw bersabda kepada ular ini : ” Kamu akan mati di tanah lapang, dan kamu akan dikuburkan oleh penduduk bumi paling baik saat itu”. Maka Umar berkata: Aku memohon kepada-mu,jika kamu bisa tampak maka perlihatkanlah dirimu kepadaku. Suara itu berkata “Aku adalah salah seorang dari sembilan orang yang membaiat Rasulullah saw di lembah ini. dan aku pernah mendengar Rasulullah saw mengatakan perkataan tadi kepada ular ini. Maka Umar-pun menangis hingga ia hampir terjatuh dari tunggangannya. Kemudian Ia berkata: Aku memohon kepada-mu “jangan beritahukan hal ini kepada siapa-pun hingga aku dikuburkan.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa ia sering sekali mengatakan ” saya sangat ingin mengetahui siapa dari keturunan Umar yang pada wajahnya terdapat tanda, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan. Begitu juga diriwayatkan bahwa Umar bin Khatab juga pernah berkata: saya ingin sekali mengetahui, siapa yang memiliki tanda di mukanya dari keturunanku,yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi saat itu telah dipenuhi dengan kejahatan. Diriwayatkan bahwa suatu ketika, hewan peliharaan ayah Umar bin Abdul Aziz pernah menendangnya hingga ia terluka. Maka saat itu Ayahnya mengusap darah dari wajahnya sambil berkata: “Aku sangat bahagia, jika kamu adalah orang yang terluka wajahnya di antara Bani Umayah”.
Suatu hari Umar bin Abdul Aziz datang ke Madinah, kemudian istirahat di rumah Marwan. Ketika usai menunaikan Shalat Zhuhur, ia mengundang sepuluh orang Ulama ahli Fiqh di Madinah. Maka mereka-pun menemuinya. Berkatalah Umar: Aku mengundang anda semua hanya karena satu perkara, di mana anda semua akan mendapat pahala karenanya dan dengan perkara itu anda semua akan menjadi pembela kebenaran. Aku tidak mau memutuskan satu perkara-pun kecuali dengan pendapat anda semua atau salah seorang yang hadir dari anda semua. Jika anda semua melihat ada seseorang yang berbuat zalim atau sampai berita kepada anda semua bahwa salah seorang kepala daerah-ku melakukan kezaliman, maka sampaikanlah kepadaku. Maka para ulama itu pulang, sambil berdoa ” semoga Allah membalasanya dengan kebaikan.
Umar pernah mengoreksi dan menasehati Khalifah al-Walid bin Marwan. Ia pun pernah mengoreksi prilaku al Hajaj, di mana hal ini menimbulkan permusuhan antara beliau dan al-Hajaj. Mu’jizat Islam saat itu, yaitu Umar bin Abdul Aziz telah mampu menembus penutup yang mencekam yang menyelimuti diri bani umayah. Umar meneriakkan kebenaran, seraya bertaubat dan membersihkan diri dari kezaliman dan dosa-dosa di masa bani Umayah. Ia berhasil menentang para penguasa diktator dan penindas saat itu. Yang paling terdepan adalah Al-Hajaj bin Yusuf al-Tsaqafi. Meski semua kaum bani umayah tanpa kecuali segan terhadap umar dan menghormatinya, namun mereka tidak kuat menempuh jalan yang ditempuhnya. Dan Al-Hajaj pun mulai menyusun konspirasi dan tipu dayanya, maka ia menghasut Khalifah Al-Walid untuk menghukum keponakannya, suami, suadara perempuannya dan gurbenurnya di Hijaz “Umar bin Abdil Aziz. Hajaj mengirim surat kepada Khalifah melaporkan bahwa Umar telah menyambut dan melindungi orang-orang yang dipanggil oleh al-Hajaj untuk di hukum karena mereka telah berkonspirasi melawan bani Umayyah. Khalifah Walid pun memanggil Umar dan berkata: apa pendapatmu tentang orang yang mencaci maki para Khalifah? Apakah ia boleh dibunuh? Umar diam. Maka al-Walid bertambah tidak senang, ia kembali bertanya: apa pendapatmu tentang orang yang mencaci-maki khalifah? Apakah ia boleh dibunuh? Maka Umar bin Abdul Azizi berkata -dengan keimanan yang benar, tanpa ragu dan takut tehadap akibat dari perkatannya ” apakah anda akan membunuh nyawa tanpa hak, wahai Amirul Mukminin?” Al-Walid berkata: Tidak akan. Tapi mencaci maki para khalifah dan meremehkan kehormatan mereka adalah perbuatan keji). Umar berkata: Kalau begitu hukumlah ia karena telah meremehkan kehormatan Khalifah jangan dibunuh. Maka Khalifah al-Walid secara terpaksa dan murka akhirnya memerintahkan untuk mengakhiri pertemuan saat itu. Maka Umar-pun pergi, sambil menunggu hukuman yang akan diberikan kepadanya, seraya berkata: Aku meninggalkan khalifah, tidak ada angin yang berhembus kecuali aku menduganya bahwa ia adalah utusan Khalifah yang akan memanggilku untuk dibawa ke hadapannya. Kemudian Umar diberhentikan dari Jabatannya sebagai Gubernur Hijaz. Maka ia pindah menuju Madinah. Ketika ia sampai ke Madinah: Ia berkata kepada mantan budaknya “Muzahim”: Wahai Muzahim, aku khawatir termasuk orang yang akan mengotori Madinah dikeluarkan darinya sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bahwa Madinah akan mengusir kotoran yang ada di dalamnya”. Maka Muzahim meyakinkan Umar bahwa kekhawatirannya tidak akan terjadi. Keduanya-pun berlalu hingga beristirahat di satu tempat yang bernama Suwaida di Syam. Di tempat itu Umar banyak menghabiskan masa-masa pengasingannya. Saat itu terbersitlah dalam benaknya apa yang diwasiatkan oleh bapaknya ” Abdul Aziz bin Marwan” : Bertakwalah kepada Allah, perbaguslah niatmu (tekad bulat-mu) dalam beramal, karena tidak ada agama bagi orang yang tidak punya niat, aturlah keuanganmu dengan baik, karena tidak akan ada harta bagi orang yang tidak mengaturnya dengan baik, santunlah terhadap orang kamu gauli, karena tidak ada kehidupan bagi orang yang tidak santun, kalahkanlah keinginan syahwatmu, karena tidak ada akal bagi orang yang tidak bisa mengalahkan hawa-nafsunya.
Umar menjadikan masa-masa pengasingannya ini sebagai latihan untuk hidup zuhud, sederhana dan berjihad membela kebenaran. Setelah wafatnya Khalifah al-Walid maka Kekhilafahan dipimpin oleh  saudaranya “Sulaiman”. Khalifah ini keadanhya lebih baik dari al-Walid. Meski ada rasa hormat dan cinta yang disembunyikan dalam diri Khalifah “Sulaiman”, namun ia tetap khawatir kalau mengangkat Umar sebagai Gubernur. Ia lebih memilih tetap menjadikannya sebagai saudara, atau paling tidak sebagai penasehatnya.
Pada suatu hari Khalifah Sulaiman bersama dengan Umar bin Abdul Aziz untuk mengunjungi markas pasukan. Dalam keheningan Khalifah berkata: apa pendapatmu wahai Umar tentang yang kamu lihat saat ini?. Umar berkata: aku melihat semua ini adalah dunia yang salaing memakan satu sama lain, sedangkan anda adalah penanggung jawabnya.
Ketika Khalifah Sulaiman bin Abdil Malik jatuh sakit, dan ia  ingin menunjuk seorang kahlifah penggantinya, saat itu anak-anaknya masih kecil. Maka ia meminta saran dari Roja bin Haiwah. Ia bertanya kepadanya: Siapa orang yang harus aku tunjuk. Roja bin Haiwah berkata: Umar Bin Abdil Aziz. Roja-pun menyampaikan pandangannya secara terperinci. Maka Khalifah Sulaiman menyetujuinya dan berkata:  Aku akan memilih seorang Khalifah dan Syaithan sedikit-pun tidak akan mendapatkan bagian.
Umar bin Abdul Aziz pernah bermimpi melihat Rasulullah saw, dan bersabda: Mendekatlah wahai Umar. Maka mendekatlah Abu Hafsh hingga ia takut menimpanya. Maka Rasulullah bersabda: Jika engkau memimpin, buatlah suatu amal seperti amalnya dua orang ini. Tiba-tiba ada dua orang yang mendampingi beliau saw. Umar bin Abdul Aziz berkata: Siapakah dua orang ini?. Rasulullah saw berkata: Ini Abu bakar dan Ini Umar.
Menuntut Ilmu
Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu dan banyak bertanya kepada Ulama dan meminta saran dari mereka. Diriwayatkan bahwa bapaknya, Abdul Aziz pernah mengirin Umar ke Madinah untuk belajar adab. Beliau menulis surat kepada Shalih bin Kaisan agar memperhatikannya. Maka Shalih-pun memperhatikan shalatnya, mengajarkannya urusan agama dan dunia. Umar pun pernah belajar kepada Ubaidillah bin Abdillah bin Utbah dan banyak mendengarkan ceramah-ceramahnya. Umar pernah berkata: dahulu aku telah menyertai orang-orang besar dan menuntut ilmu yang paling mulia. Ketika aku diberi amanah menjadi pemimpin, aku merasa butuh untuk belajar ilmu-ilmu yang biasa, karena itu, pelajarilah ilmu itu semuanya, baik yang bagusnya maupun yang buruknya dan yang rendahnya.
Diriwayatkan bahwa Umar pernah menangis ketika masih kecil, saat itu ia telah hafal al-Qur’an. Maka Ibunya berkata: apa yang menyebabkanmu menangis?. Umar berkata: aku ingat terhadap al-Qur’an maka aku menangis. Ibunyapun menangis karenanya.
Ketika umar telah menjadi seorang pemuda, maka ia menjadi kepala daerah (amir) di Madinah. Saat itu ia adalah seorang pemuda yang tegap dan gagah. Ketika ia ditunjuk menjadi Khalifah, datanglah Muhammad bin Ka’ab al-Qurzhi menemuinya. Kemudian ia memandangi tubuh Umar, Maka Umar berkata: ada apa dengan mu?. Mumammah bin Ka’ab berkata: aku sangat terkesan warna kulitmu, lebatnya rambutmu, dan tegapnya badanmu. Umar berkata: Wahai Ibnu Ka’ab apa pendapatmu jika engkau melihatku setelah tiga hari dikubur?, yakni ketika dua bola mataku jatuh dari kelopak mataku, ketika meleleh nanah dan ulat dari hidung dan mulutku. Saat itu anda akan terheran-heran melihat-ku?
Ketika Umar menjadi Khalifah, ia memanggil Salim bin Abdillah dan Muhammad bin Ka’ab al Qurzhi dan Roja bin Haiwah, ia berkata: Aku telah diuji dengan urusan ini, nasihatilah aku…, Maka Salim berkata: Jika anda ingin selamat dari adzab Allah maka hendaklah jadikanlah orang yang paling tua di antara kaum muslimin sebagai bapakmu, yang pertengahan di antara mereka jadikanlah sebagai saudara-mu dan yang paling muda jadikanlah sebagai anakmu. Maka hormatilah bapak-mu, Muliakanlah saudaramu dan Sayangilah anak-mu. Roja bin Haiwah berkata: Jika anda mau selamat dari Neraka, maka cintailah kaum muslimin sebagaimana anda mencintai diri sendiri, dan bencilah untuk kaum muslimin apa yang anda benci untuk dirimu sendiri, kemudian setelah itu, silahkan anda mati sesukamu.
Di antara ilmu yang berhasil dicapainya adalah ia telah menulis sanad hadits meriwayatkannya dari sekelompok sahabat Nabi, dari beberapa tabi’in. di antaranya adalah Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Ibnu Abi Salamah al-Makhzumi, Saib bin Zaid, Abdullah bin Salam. Ia pun telah menerima hadits dari beberapa sahabat seniornya, diantaranya adalah Ubadah bin Shamit, Tamim ad-Daari, al-Mughiroh bin Syu’bah, Aishah ra, Umi Hani dan Khaulah binti al-Hakam.
Shalat Umar bin Abdul Aziz adalah shalat yang paling mirip dengan shalatnya Rasulullah saw. Anas bin Malik pernah berkata: Aku tidak melihat seorang Imam yang lebih mirip shalatnya dengan shalat Rasulullah saw dari pada imam kali ini. Umar bin Abdul Aziz tidak memperpanjang bacaan, Ia selalu menyempurnakan ruku dan sujudnya, dan meringankan saat berdiri dan duduk. Ia sangat fasih dan berilmu. Maimun bin Mahron berkata: Kami mendatangi Umar bin Abdil Aziz, kemudian kami menduga bahwa ia akan membutuhkan kami. Ternyata kami di dekatnya laksana murid-muridnya. Ia adalah gurunya para ulama.
Pengangkatan sebagai Khalifah
Umar diangkat menjadi Kahlifah pada tahun 99 H, pada hari wafatnya Khalifah Sulaiman bin Abdil Malik. Khalifah Sulaiman telah mewasiatkan kekhilafahan kepada Umar ketika ia ditimpa sakit demam. Saat itu puteranya ‘Ayub masih kanak-kanak, belum baligh”. Anaknya yang lain Daud hilang di konstantinopel. Khalifah Sulaiman tidak menemukan yang lain sebagai calon khalifah kecuali Umar bin Abdul Aziz.  Berikut ini adalah teks surat pengangkatan Umar sebagai Khalifah ” Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ini adalah surat (keputusan) dari hamba Allah” Sulaiman” sebagai Amirul Mukminin kepada Umar bin Abdil Aziz. Aku telah mengangkatnya sebagai Khalifah setelahku. Kemudian setelahnya akau angkat Yazid bin Abdil Malik. Maka dengarlah ia, taatilah, bertakwalah kepada Allah, jangalah kalian berselisih karena jika berselisih kalian akan jadi mangsa musuh-mush kalian”
Ketika Sulaiman wafat dan sudah dikafani, ia dishalatkan dengan diimami oleh Umar. Ketika penguburan jenazahnya telah selaesai, dibawalah ke hadapan Umar bin Abdul Aziz beberapa tunggangan khas khilafah, yakni berupa unta dan kuda. Maka Umar berkata: Apa ini?. Orang-orang menjawab: ini adalah kendaraan Khalifah. Maka Umar berkata: Jauhkan kendaraan itu dariku, aku tidak membutuhkannya. Kemarikanlah keledaiku. Maka ia-pun menaikinya dan pulang ke rumah dalam keadaan bingung. Pelayannya berkata: Nampaknya anda sedang bingung, ada apa gerangan?. Umar-pun berkata: Aku bingung karena urusan seperti ini (maksudnya kekhilafahan). Sungguh tidak ada satu umat Muhammad-pun di timur dan barat kecuali ia memiliki hak yang wajib aku tunaikan, tanpa harus menunggu ia menyuratiku atau menuntutnya dari-ku.
Khutbah Setelah Pengangkatan sebagai Khalifah
Khulafaur Rasyidin ke lima masuk masjid, kemudian naik mimbar dan berkata: “Wahai saudara-saudara! Aku telah diuji untuk memegang tugas ini, tanpa meminta pandanganku terlebih dahulu dan bukan juga permintaanku serta tidak dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiah yang kalian berikan kepadaku dan pilihlah seorang Khalifah yang kalian sukai”. Tiba-tiba orang-orang serentak berkata: “Kami telah memilihmu, wahai Amirul Mukminin dan kami ridho kepadamu. Maka uruslah urusan kami dengan kebaikan dan keberkatan”.
Diriwayatkan bahwa ketika Umar diangkat sebagai Khalifah, ia naik mimbar dan bekata: Wahai saudara-sauadara sekalian, sungguh aku telah diangkat memegang tugas ini dan anda semua memiliki pilihan. Ketika ia turun maka orang-orang serentak berteriak: Kami telah memilih anda wahai Amirul Mukminin, kami telah ridho kepada-mu. Kemudian Umar naik lagi ke mimbar: ia menyampaikan pujian sanjungan kepada Allah, dan membacakan shalawat kepada nabi SAW dan berkata: Aku berwasiat kepada anda semua untuk bertaqwa kepada Allah. Karena takwa kepada Allah adalah pengganti segala perkara, dan tidak bisa diganti dengan apapun. Beramalah untuk akhirat,karena siapa saja yang beramal untuk akhiratnya maka Allah pasti mencukupi dunianya. Bereskanlah keadaan kalian ketika tidak ada siapa-siapa, niscaya Allah akan membereskan keadaan kalian ketika bersama orang banyak. Ingatlah kematian dan bersiap-siaplah dengan baik (untuk menyambut kematian), sebelum benar-benar kematian itu datang, karena kematian akan menghancurkan segala kenikmatan. Sungguh umat ini tidak akan berselisih karena Rab-nya,tidak karena nabi-Nya dan tidak karena kitab-Nya, mereka hanya akan berselisih karena dinar dan dirham (harta). Sungguh demi Allah, aku tidak akan memberikan kebatilan kepada siapapun, aku tidak akan menghalangi kebenaran dari siapapun. Kemudian ia meninggikan suaranya (berteriak): Wahai saudara-saudara…, siapa saja yang taat kepada Allah, maka ia wajib ditaati. Siapa saja yang maksiat kepada Allah maka tidak boleh ditaati. Karena itu, taatilah aku selama aku taat kepada Allah. Jika aku maksiat kepada Allah maka anda semua tidak wajib taat kepadaku”.
Kemudian Umar masuk ke rumah (istana). Ia memerintahkan agar semua hiasan istana ditanggalkan. Baju-baju kebesaran khalifah ia jual dan hasil penjualannya dimasukan ke baitul mal. Ia memerintahkan agar diumumkan ke khalayak bahwa : siapa saja yang telah dizhalimi hendaklah ia melaporkannya. Umar tidak membiarkan sedikitpun kekayaan yang ada pada kekuasaan Sulaiman dan apa yang ada di tangan orang-orang yang zalim kecuali ia kembalikan kepada pihak-pihak yang terzalimi. Masyarakat-pun merasa senang dengan kepemimpinannya.
Diceritakan bahwa ketika Umar bin Abdul Aziz selesai berpidato, ia masuk ke dalam rumah untuk beristirahat tidur siang sebentar (qailulah). Tiba-tiba datanglah putra-nya Abdul Malik. Ia bertanya-tanya keheranan: Wahai Amirul Mukminin, apa yang akan anda lakukan? . Umar berkata: Wahai anak-ku. Ayah ingin beristirahat tidur siang sebentar. Maka Abdul Malik berkata: Apakah anda bisa tidur sementara anda belum mengembalikan hak-hak orang-orang yang terzalimi?. Umar-pun berkata: Wahai anaku, tadi malam ayah tidak tidur di rumah paman-mu “Sulaiman”. Nanti jika ayah sudah shalat Zhuhur, ayah akan mengembalikan hak-hak orang yang terzalimi. Sang anak-pun berkata: Wahai Amirul Mukminin, apakah anda bisa menjamin bahwa anda bisa hidup sampai waktu zhuhur?. Maka Umar bin Abdil Aziz berkata: mendekatlah wahai anak-ku sayang..Maka Adul Malik-pun mendekat. Kemudian Umar memeluknya dan mencium keningnya, seraya berkata: Segala puji hanya milik Allah yan telah mengeluarkan dari tulang rusuk-ku keturunan yang menjadi penolongku dalam menjalankan agama.
Umar Bin Abdul Aziz termasuk al-Khulafa al-Rasyidun Al-Mahdiyyuun
Ali bin Husain berkata: Khulafa al-Mahdiyyin ada tujuh orang, 5 orang telah berlalu, dan tersisa dua orang lagi. Mereka adalah : Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Umar bin Abdul Aziz. Ahmad bin hanbal berkata: Allah akan membangunkan bagi manusia pada setiap seratus tahun orang yang memperbaiki agama bagi umat ini.  Maka kami melihat seratus tahun pertama adalah Umar bin Abdul Aziz. Pada seratus tahun kedua adalah Imam Syafi’i.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah seorang pemimpin yang adil. Masyrakat-pun merasakan keadilan ini, mereka melihatnya sendiri dan membicarakannya. Umar pernah berkata kepada rakyatnya: Pulanglah ke negeri kalian, aku bisa melupakan kalian di sini. Sungguh aku telah mengangkat para kepala daerah untuk kalian, aku tidak mengatakan bahwa mereka adalah yang terbaik. Siapa saja yang dizalimi oleh kepala daerah-ku maka aku tidak akan mengizinkannya kecuali aku melihat kezalimannya. Demi Allah jika aku dan keluargaku menghalangi harta ini kemudian aku menghalanginya dari kalian maka sungguh aku pasti akan termasuk orang yang kikir. Demi Allah andai saja aku tidak hidup sesuai dengan sunnah dan tidak menjalankan kebenaran maka pasti aku mencintai keluhuran (aku akan bermegah-megahan).
Umar bin Abdul Aziz pernah mengirim para amil untuk mengajarkan agama kepada masyarakat pedalaman dan membagikan harta. Robbah bin Hibban -ia adalah amil di Madinah- berkata: tidak datang surat-surat kepada kami dari Umar kecuali untuk menghidupkan Sunnah, membagikan harta atau perkara yang baik. Beliau selalu menanyakan tentang keadaan semua kaum muslimin. Suatu hari datanglah sekelompok orang dari Madinah. Khalifah Umar bertanya kepada mereka: apa yang dilakukan oleh orang-orang miskin yang tinggal di daerah ini.., Maka mereka berkata: Wahai Amirul Mukminin : mereka telah dikayakan oleh Allah karena harta yang engkau berikan dari baitul mal.
Diceritakan ada sekelompok orang  yang naik haji mengirim surat kepada Khalifah umar agar Ia memerintahkan pegawainya untuk menutupi bait al-haram, sebagai mana dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Maka Umar-pun menulis surat jawaban kepada mereka yang isinya: bahwa aku memandang lebih baik biaya untuk itu (menutupi ka’bah) aku berikan untuk menutupi perut-perut yang lapar. Umar selalu mengirim harta negara untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Namun harta tersebut dikembalikan lagi karena tidak ada yang mau menerimanya (karena sudah kaya). Umar benar-benar telah mengkayakan masyarakatnya. Di masanya, Umar mencetak uang pecahan dan terdapat tulisan ” Amarollohu bilwafaa wal-adl ” artinya Allah memerintahkan untuk menunaikan amanah dan berbuat adil.
Ibadahnya

Umar bin Abdul Aziz memiliki sebuah peti yang berisi baju yang terbuat dari bulu dan rantai. Ia memiliki kamar khusus untuk shalat yang tidak dimasuki oleh orang lain. jika telah datang waktu malam, maka ia membuka petinya dan memakai baju serta meletakkan belenggu dilehernya. Ia terus-menerus bermunajat kepada Rabb-nya dan menangis hingga terbit fajar. Khalifah Umar biasa meningkatkan kesungguhanyya setelah wakti Isya paling akhir sebelum witir. Jika telah witir ia tidak berbicara dengan siapapun.  Ia selalu berpuasa senin-kamis, sepuluh pertama bulan dzulhijjah, hari asyura, dan hari arafah. Ia selalu melihat mushaf setiap hari namun tidak sering.
Menangis dan Takut oleh Allah

Suatu hari ada seorang lelaki bernama Ibnu al-Ahtam menemui Umar bin Abdil Aziz, ia terus menerus menasehatinya maka umarpun menangis hingga terjatuh pingsan. Jika beliau membaca al-Qur’an maka pasti menangis. Diriwayatkan bahwa suatu hari Umar menangis bersamanya ada Fatimah. Maka menangislah penghuni rumah. Masing-masing dari mereka tidak mengetahui kenapa yang lain menangis. Kemudian Fatimah bertanya: Wahai Amirul Mukminin karena apa engkau menangis?. Wahai Fatimah aku teringat akan perginya manusia kelak di hari kiamat di hadapan Allah, segolongan pergi ke Surga dan segolongan lagi ke Neraka. Kemudian Umar berteriak dan pingsan. Setiap malam Khalifah Umar selalu mengumpulkan Fuqaha, mereka mengingatkan akan kematian dan hari kiamat, kemudian mereka menangis, seolah-olah di antara mereka ada Jenazah.  Jika Umar ingat mati maka ia akan bergetar seperti menggigilnya burung yang kedinginan. Ia menangis hingga air matanya berlinang membasahi janggutnya.


Wafat dan Wasiatnya kepada Anak-anaknya

Ketika Umar bin Abdil Aziz akan wafat, datanglah sepupu dan mertuanya “maslamah bin Abdil Malik”, ia berkata: Wahai Amirul Mukminin: sungguh engkau telah memutuskan mulut anakmu dari harta ini, engkau telah meninggalkan mereka dalam keadaam miskin. Karena itu harus ada sesuatu yang bisa memperbaiki kehidupan mereka. Jika engkau berwsiat untuk  mereka kepada-ku atau kepada keluarga-mu maka niscaya aku akan menjamin biaya mereka, Insya Allah. Maka Umar berkata: dudukanlah aku. Maka mereka-pun mendudukannya. Umar-pun berkata: segala puji hanya milik Allah, apakah karena Allah anda menakut-nakutiku wahai Masalamah. Adapun yang engaku katakan bahwa aku telah menghalangi mulut anak-anakku dari harta dan aku telah meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, maka sungguh aku tidak menghalangi hak mereka dan aku tidak memberikan kepada mereka sesuatu yang bukan haknya. Adapun permintaanmu agar aku berwasiat kepada-mu atau keluargaku maka wasiatku untuk keluargaku adalah Allah yang telah menurunkan al-Qur’an. Dialah yang akan mengasihi orang-orang yang shalih. Keturunan Umar hanyalah dua golongan. Pertama orang yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan meberikan kemudahan dalam segala urusannya dan akan memberikan rizki dari yang tidak terduga. Kedua adalah kelompok yang terbenam dalam kemaksiatan, maka aku tidak akan menjadi orang pertama yang mendukung mereka dengan harta untuk maksiat kepada Allah. Kemudian Umar minta agar anak-anaknya dipanggil. Maka datanglah sekitar sepuluh orang anak laki-laki, maka ia-pun mulai memberikan nasihat, seraya berkata: Wahai anak-anakku ayah cenderung pada salah satu di antara dua: yaitu kalian menjadi orang kaya dan ayah kalian masuk neraka atau kalian menjadi faqir dan ayah kalian masuk Surga. Maka jika kalian fakir dan ayah masuk surga lebih ayah cintai dari pada kalian kaya sementara ayah masuk neraka. Wahai anak-anaku berdirilah semoga Allah menjaga kalian dan memberi rizki. []
loading...
Read more »

Nafais Tsamarat: Lezatnya Orang yang Berakal

item-thumbnail
Lezatnya orang yang berakal adalah dengan kemampuan membedakan antara yang hak dan batil. Lezatnya orang yang berilmu adalah dengang ilmunya . Lezatnya orang yang bijak dengan kebijakannya. Lezatnya orang yang berjuang di jalan Allah adalah dengan perjuangannya, semua itu lebih besar dari pada lezatnya orang yang makan dengan makanannya, lezatnya orang yang minum dengan minumannya, lezatnya orang yang bersetubuh dengan campurnya, lezatnya orang yang berusaha dengan kasabnya, lezatnya orang yang bermain dengan mainannya dan lezatnya orang yang berkuasa dengan kekuasaannya (al  akhlaq wa al siar: ibn hazm azh zhahiri juz 1 hal 3)

loading...
Read more »

Julia, Robot Penghibur Rumahan Yang Pandai Bernyanyi & Berjoget

item-thumbnail
Julia, robot rumahan yan pandai  bernyanyi dan berjoget. (Foto: dailymail.co.uk)
TAIPEI (Berita SuaraMedia) - International Robot Show (TIROS) yang digelar di Taiwan.

Robot yang dinamai Julia ini merupakan robot penghibur rumahan yang mampu bernyanyi dan berjoget. 

Julia rupanya dikembangkan sejak tahun 2007 oleh tim dari Advanced Control Lab di Universitas Nasional Taiwan.

Diberitakan Plastic Pals, Julia mampu merespon perintah suara dan dapat berinteraksi melalui layar sentuh di bagian depan robot yang dapat menampilkan berbagai fitur. 

Robot ini bisa diperintah untuk bergerak maju, mundur, berputar, berbelok, menyalakan aplikasi pemutar musik dan bahkan bisa untuk mengakses internet. 

Tak seperti robot lainnya yang kaku, robot Julia ini diaku bisa berinteraksi secara alami melalui pertanyaan dan jawaban yang diberikan.

Sebagai bagian dari sistem, setiap rumah nantinya akan diupgrade dengan sensor yang bisa menjadikan rumah tersebut menjadi rumah pintar sehingga bisa berinteraksi dengan robot secara langsung.

Robot Julia akan menggunakan jaringan sensor untuk memberikan informasi umum ketika ada orang di rumah dan melakukan tugas jaga ketika penghuni rumah sedang bepergian. 

Untuk alasan keamanan, Julia juga dilengkapi dengan beberapa sensor ultrasonik, laser untuk mendeteksi hambatan, dan fitur pemetaan. (ar/dt/dlm) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Sembuh Dari Patah, Tulang Makin Kuat?

item-thumbnail
Seperti halnya otot, tulang manusia tumbuh dan bertambah kuat jika mendapat tekanan, dan menjadi lemah jika jarang dipakai. Konsep ini, bahwa tulang beradaptasi pada tekanan atau kehilangan kekuatannya, disebut dengan hukum Wolff.

Itulah sebabnya mengapa para astronot yang pulang ke bumi sering kehilangan kepadatan tulangnya setelah mereka mengapung dalam keadaan gravitas mikro di luar angkasa. Hukum Wolff juga menjelaskan mengapa para pemain tenis dan pemain anggar tulang kaki dan tangannya lebih kuat daripada bagian tubuh lainnya.

Sayangnya, kemampuan adaptasi tulang hanya sampai itu. Orang seringkali salah paham bahwa setelah fraktur atau patah, tulang akan tumbuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan mitos tersebut.

Ketika tulang patah, dalam proses menumbuhkan tulang yang rusak, sel osteoblas membantu membentuk kalus lunak yang terbuat dari kolagen. Sel ini membentuk tulang spongius (berlubang-lubang) pada kolagen sehingga terbentuk belat alami di dalam yang menghubungkan ujung-ujung kedua tulang yang patah. Pada akhirnya tulang spongius akan diganti dengan tulang yang lebih padat dan fraktur pun sembuh.

Namun menurut Dr.Terry D.Amaral, direktur bedah ortopedik anak dari Montefiore Medical Center, Amerika, dokter akan memasang gips agar tulang tidak bergerak sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

"Tapi karena tidak tekanan di bagian tulang yang patah itu, tulang pun menjadi lebih lemah. Kecuali di bagian kalus yang banyak deposit kalsiumnya," kata Amaral. Bagian tulang yang sedang proses penyembuhan itu mengalami mineralisasi yang sangat cepat. "Namun karena kita tidak bisa digunakan, bagian tulang sekitarnya menjadi kehilangan mineral," tambahnya.

Pada satu periode dalam proses penyembuhan, bagian tulang yang patah mungkin menjadi lebih kuat dari tulang di sekitarnya. Namun, kemudian kekuatannya menjadi sama sehingga area yang patah tidak gampang patah lagi. Meski begitu, sebenarnya kekuatannya tetap sama dengan tulang lainnya.

Sementara itu, ingin tulang kuat hingga tua? Coba cara yang dianjurkan American Journal of Clinical Nutrition, yaitu dengan mengkonsumsi bermacam jenis sayur dan buah yang berwarna merah dan oranye. Golongan buah dan sayur itu mengandung pigmen pelindung tulang yang disebut karotenoid.

Dalam karotenoid juga terkandung likopen, yang ampuh mencegah terjadinya pengeroposan dengan menangkal zat-zat berbahaya yang bisa merusak tulang.

Para ahli mengungkap fakta ini setelah melakukan riset selama 4 tahun terhadap 900 orang dewasa berusia lanjut. Mereka yang rutin mengonsumsi makanan padat karotenoid punya risiko keropos tulang lebih rendah, terutama pada ruas tulang pinggang dan punggung.

Kita bisa menabung manfaat ini dari sekarang, dengan menambah tomat, semangka, atau anggur pada menu harian. Ketiganya adalah sumber alami zat karotenoid. (fn/k2m) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Kisah Tsabit bin Ibrahim Dan Apel Merah Pembawa Berkah

item-thumbnail
Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan.

Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera.

Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakanlah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.

Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata,

"Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya". Orang itu menjawab,

"Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya".

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, "Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini."

Pengurus kebun itu memberitahukan, "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam".

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, "Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : "Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka."

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, "Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?"

Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat."

Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, "Apa syarat itu tuan?" Orang itu menjawab,

"Engkau harus mengawini putriku !"

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, "Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?"

Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, "Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !"

Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !"

Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Taala".

Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, "Assalamualaikum..."

Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya.

Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. "Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula", kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ?

Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, "Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?

Wanita itu kemudian berkata, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah".

Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?"

Wanita itu menjawab, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?" tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya.

Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, "aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Taala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Taala".

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, "Ketika kulihat wajahnya Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap".

Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Numan bin Tsabit. (ar/oq) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Raup Puluhan Juta Per Bulan Dari Usaha Aksesori Tempat Tidur

item-thumbnail
Berbekal pendidikan sebagai sarjana teknik tekstil dan pengalaman menjadi manajer produksi di perusahaan garmen, Bambang bertambah yakin akan usaha produksi aksesori tempat tidur yang dijalaninya bakal meraih sukses, walaupun bermodal pas-pasan.

Jenuh dengan rutinitas kantoran menyebabkan pria bernama lengkap Bambang Suryanto ini berani membuka usaha produksi aksesori tempat tidur. Selain itu gaji yang menurut dia pas-pasan juga memotivasinya untuk membuka usaha kecil.

Dengan keahlian pendidikan sebagai sarjana teknik tekstil, Bambang menentukan pilihan usahanya dengan membuka produksi garmen khusus aksesori tempat tidur pada tahun 1998 lalu. "Saat itu saya memutar otak, tidak bisa mengandalkan pendapatan dari satu mata pencaharian saja. Maka pada tahun 1998 saya dan istri memberanikan diri untuk berwirausaha," ujar lulusan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta tersebut.

Saat itu, menurut Bambang, modal yang dimilikinya juga pas-pasan. Dirinya mengaku hanya memiliki modal sebesar Rp5 juta. Dengan modal tersebut, pria berusia 51 tahun itu mulai merencanakan dan mengatur usaha yang akan dikelolanya.

Dia hanya membeli dua buah mesin jahit dan bahan baku produksi, seperti kain, benang dan jarum. Karyawannya waktu itu cuma empat orang, itu juga saya ambil dari lingkungan sekitar," akunya.

Dengan berlokasikan di rumah pribadinya, yaitu di bilangan Bekasi, Bambang yakin usaha yang dijalankannya akan membuahkan hasil meskipun dia mengaku sempat mengalami kesulitan ketika memulai usahanya. Waktu pertama kali, cerita Bambang, untuk mempromosikan barang dagangannya sangat sulit. "Saya tawarkan secara door to door, mereka menolak mentah-mentah tanpa alasan yang jelas," kenang pria kelahiran Ngawi itu.

Bukannya patah semangat, pria yang hobi memancing tersebut malah tertantang untuk membuka pangsa pasar yang lebih luas lagi dengan menawarkan produknya kepada setiap orang yang dia temui dan kenal di jalan.

Cara ini terbukti sukses, di mana pun Bambang berada, dirinya selalu mempromosikan barang dagangannya. "Semakin luas pangsa pasarnya, semakin besar keuntungan yang nanti saya peroleh," tutur Bambang.

Dari promosi mulut ke mulut, usaha yang dia namakan Nice Sleep Collection ini mulai dikenal banyak orang. Meskipun tidak membuka toko penjualan aksesori dan hanya memproduksi barang, dia mengaku usaha yang dikelolanya tersebut sudah bisa memberikan pemasukan yang cukup memadai untuk keluarganya.

"Waktu memulai usaha ini saya masih bekerja di perusahaan garmen, yah awalnya hanya sebagai usaha sampingan," ungkap penyuka makanan pecel tersebut.

Dengan semakin banyaknya permintaan pemesanan barang, membuat Bambang kewalahan dan harus memindahkan usaha yang dibangunnya tersebut ke tempat produksi yang lebih besar.

Tahun 2000, pria kelahiran 8 Juni 1959 itu mulai membuka tempat usaha baru, yaitu di wilayah Tangerang. "Tempat ini saya pilih karena lokasinya yang dekat dengan kantor saya dulu," tambahnya.

Menurut Bambang, dengan banyaknya pesanan maka usahanya membutuhkan modal yang tidak sedikit sehingga dia pun mencari pinjaman perbankan. Pada tahun 2008, PT Bank Tabungan Negara Tbk akhirnya mengabulkan permohonan kreditnya senilai Rp100 juta.

"Awalnya memang menggunakan dana sendiri, namun karena kebutuhan bertambah untuk mengembangkan usaha, maka kita meminjam dari BTN," katanya.

Hingga saat ini, Bambang mengaku hubungannya dengan BTN terus terjalin dengan baik. Dia menilai bunga yang diberikan BTN kepada pengusaha kecil dan menengah, seperti dirinya sangat kompetitif sehingga dia pun berencana kembali mengajukan kredit ke BTN.

"Rencananya kami juga akan mengembangkan usaha dan akan kembali mengajukan kredit ke BTN. Alasan kami meminjam ke BTN lantaran suku bunganya kompetitif dan prosedur yang diajukan mudah," ungkap Bambang.

Pria berkulit gelap itu menuturkan, yang membedakan usaha konveksi garmen yang dikelolanya dengan usaha sejenis lainnya, menurut Bambang, Nice Sleep Collection menawarkan harga yang kompetitif dengan kualitas terbaik. Dengan harga yang lebih terjangkau, Bambang menekan biaya produksi melalui penempatan tenaga kerja dengan tempat tinggal dalam satu atap.

"Dengan begitu saya bisa meneken biaya produksi dengan SDM yang borongan dan bisa diproduksi lebih cepat, karena mereka bisa bekerja kapan saja," ujar bapak tiga orang anak itu.

Setelah 13 tahun mengelola usaha konveksi pembuatan aksesori, Bambang saat ini mulai menikmati buah dari kerja kerasnya. Jika sebelumnya dia hanya mempunyai karyawan empat orang, saat ini pria berlogat Jawa tersebut membawahi 40 orang karyawan di antaranya menjabat sebagai penjahit, pemotong pola dan pembuat desain.

"Sebagian besar karyawan saya adalah masyarakat kecil yang kekurangan, mereka tidak punya keahlian, namun karena semangatnya yang besar, saya termotivasi untuk memberdayakan mereka," ujar suami dari Sutiah itu.

Karena harus fokus dengan usaha yang dijalankan, Bambang memutuskan untuk keluar dari kantor pada tahun 2003. Setelah itu, dirinya mulai melebarkan sayap usaha, selain memproduksi konveksi perlengkapan tempat tidur yang sudah ada, dia juga mulai membuka usaha jasa pembuatan aksesori tempat tidur sesuai pesanan.

Beberapa hotel di Jakarta dan Bali sempat bekerja sama dengannya, untuk pembuatan aksesori tempat tidur, seperti seprai, sarung bantal dan selimut. "Sekarang bukan hanya hotel, beberapa departement store juga sudah ada beberapa yang berminat untuk kerja sama," ujarnya.

Dengan usahanya tersebut, pria yang bercita-cita menjadi petani ini dapat mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp40 juta setiap bulannya. Pendapatan tersebut bisa melonjak hingga dua kali lipat pada saat mendekati liburan sekolah atau libur akhir tahun.

Menurut dia, beberapa hotel bisa memesan perlengkapan aksesori tempat tidur meningkat hingga 100 persen. "Hal ini karena pengunjung hotel meningkat pesat pada saat liburan, sekarang ini kami sedang mempersiapkan liburan Natal dan Tahun Baru," kata Bambang. (ciputraentrepreneurship.com)

loading...
Read more »

Hengky, Retas Jalan Nomor Satu Berawal Dari Handphone Jadul

item-thumbnail
Berkunjung ke rumah peristirahatan presiden direktur PT Setia Utama Telesindo itu sungguh menyenangkan. Sambil menyuguhkan aneka seafood yang masih segar dan lezat, ia menceritakan pengalamannya membangun perusahaan yang dikenal dengan nama Telesindo itu.

Menurut Hengky, jiwa bisnisnya sudah terbentuk saat ia masih menjadi mahasiswa Universitas Tarumanegara. ''Waktu itu saya menjual ponsel Nokia yang ukurannya masih segede bata. Handphone yang harganya Rp5 juta, saya jual Rp7 juta,'' ungkapnya.

Melihat untung yang besar, ujarnya, ia makin rajin berjualan. Sembari dagang, dia juga berusaha merampungkan kuliahnya. Setelah lulus dan menggondol gelar sarjana ekonomi, otak bisnisnya makin terasah. Ia menilai peluncuran teknologi AMPS oleh Komselindo merupakan peluang untuk menjual ponsel berbasis teknologi tersebut.

Awalnya, ia menjadi subdistributor PT Electrindo Nusantara yang merupakan distributor resmi ponsel Motorola. Untuk satu lembar purchase order (PO), Hengky harus merogoh kocek Rp8 juta. Namun, dari situ dia bisa menjual seharga Rp9 juta. Pada saat itu, Hengky berhasil mendapatkan satu buku PO berisi 25 lembar sehingga ia pun bisa menangguk keuntungan sebesar Rp25 juta. Di bulan-bulan berikutnya, Hengky mampu menjual 75 lembar PO.

Dari sekadar berjualan PO, Hengky pun beralih menjadi pengusaha ketika sudah memiliki modal sebesar Rp100 juta. Jalan hidupnya sebagai pengusaha dimulai pada 1992 dengan mendirikan PT Setia Utama Telesindo yang merupakan dealer resmi distributor Star Ekspress. Di tangannya, produk Motorola yang tidak laku justru laris manis. Ratusan unit bag phone berhasil dijualnya. Padahal, dealer lain angkat tangan.

Perubahan teknologi dari AMPS ke GSM membuat Telesindo harus mengikuti arus. Pada 1994, Hengky pun mulai menjual produk berbasis GSM yang ditawarkan Satelindo. Lagi-lagi, ia masuk saat operator enggan bermain di bisnis tersebut. Maklum saja, teknologi GSM saat itu masih terbilang baru. Kini, gerai Telesindo sudah mencapai 500 dan perusahaan itu juga menjadi dealer untuk Telkomsel.

Bagi orang yang tak kenal dekat dengan Hengky Setiawan, mungkin akan beranggapan bahwa pria kelahiran Jakarta 7 Juli 1969 adalah salah satu bintang iklan ponsel lokal. Bagaimana tidak, wajahnya kerap menghiasi iklan produk ponsel di media cetak nasional dan papan-papan iklan di Jakarta dan kota besar lainnya.

Sosok Hengky di iklan-iklan tersebut memang jauh dari kondisi sebenarnya. Pasalnya pria yang memiliki tinggi 180 cm tersebut tak lain adalah pemilik merek ponsel lokal yang diiklankannya. Hengky merupakan orang nomor satu di Telesindo Grup. Pria penggemar mobil Ferari tersebut menduduki jabatan  Presiden Komisaris di TiPhone dan CEO dari Telesindo Shop PT Setia Utama Telesindo.

Telesindo Shop yang melambungkan namanya menjadi 'raja voucher' didirikan pada 1992, dan kini dikenal sebagai salah satu authorized dealer dengan omzet terbesar yang bekerjasama dengan Telkomsel. Beberapa waktu lalu, sebuah majalah bisnis berbahasa Inggris memperkirakan nilai pasar dari Telesindo Shop mencapai 40 juta  dollar AS hanya dari penjualan produk seluler (voucher dan kartu perdana).

"Saya ingin menunjukkan keyakinan dan kepercayaan diri saya, karena pada prinsipnya semua berawal dari keyakinan. Selain itu, menyewa model iklan juga mahal, lebih baik saya alokasikan untuk publikasi di media," kata Hengky, di Jakarta.

Hengky menuturkan, penampilannya di iklan-iklan tak terlepas dari kisah setahun silam, tepatnya saat 17 Agustus 2009. Ketika itu ia menjadi salah satu bintang iklan ponsel lokal, dan ternyata sambutan dari berbagai kalangan sangat baik. "Banyak orang mengirimkan pesan kepada saya, bahkan banyak orang yang mengatakan 'berani mati nih Orang', makanya saya berani tampil," kata Hengky.

Sejak saat itulah Hengky tampil di berbagai iklan TiPhone. "Saya mengambil alih TiPhone sejak delapan bulan lalu, dan dalam kurun waktu tersebut kami telah berhasil mewujudkan mimpi menjadi tiga besar, saat ini kami sedang meraih mimpi untuk menjadi nomor satu, bisa dibayangkan dalam kurun waktu itu kami bisa menyingkirkan sekira 168 merk lokal yang ada di pasaran," kata pria bershio ayam tersebut.

Bagi hengky dalam sebuah bisnis diperlukan sebuah inovasi dan tentunya melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Dulu, sama sekali tak terpikirkan untuk memiliki merek ponsel sendiri. Berbekal melihat cara kerja brand lain, tiPhone akhirnya perlahan mulai meraih sukses. "Kita pelajari cara-cara yang dilakukan oleh brand lain, tapi kami tak mengikutinya, kami mencoba untuk melakukan cara lain, dan tentu saja berbekal keyakinan," tutur Hengky.

Salah satu inovasi yang dilakukan Hengky untuk meretas jalan menjadi pemimpin pasar ponsel lokal, tak hanya dilakukan dengan membentuk branding TiPhone melalui publikasi di media massa. Tapi juga dilakukan dengan membangun layanan purna jual.

"Rencananya kami akan membangun 128 titik service center di seluruh Indonesia, semoga di akhir tahun nanti semuanya terwujud," tandasnya.

Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun service center tersebut mencapai Rp1 miliar per titik. Optimisme Hengky untuk membangun service center tersebut cukup tinggi mengingat, service center tersebut bisa digabungkan dan bersatu dengan outlet Teleshido Shop yang kini jumlahnya telah mencapai 500 outlet. "Saya juga ingin outlet Telesindo Shop menjadi 700 toko di akhir 2010," tambah pria yang mengoleksi sejumlah mobil Mercy Classic itu.

Selain pembangunan fisik service center, inovasi lain yang akan dikembangkan TiPhone lainnya, ialah bekerjasama dengan pengembang-pengembang konten lokal dan luar negeri. "Konten sangat penting di ponsel, tengok saja iPhone yang kian kaya dengan konten, dan kami akan mengarah ke arah tersebut, tunggu saja dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kerjasama dengan pengembang konten asal Jerman," tegas Hengky.

"Kami sengaja mengkombinasikan antara konten lokal dengan luar negeri agar lebih variatif," tandasnya.

Dikatakan Hengky, mimpinya menjadi nomor satu akan terwujud paling lambat setahun ke depan. "Kami fokus dan kunci menjadi pemenang adalah memiliki merek yang kuat dengan dukungan purna jual terpercaya, sebab itu kami yakin karena produk yang kami kembangkan adalah produk-produk yang sangat kompetitif, kami serius," tutup Hengky. (fn/mi/ok) www.suaramedia.com

loading...
Read more »
Home
loading...