Archive by date

Masalah TKI, Bukti Kebobrokan Sistem Kapitalisme

item-thumbnail
Sungguh malang nasib Sumiati dan Kikim. Dua TKI perempuan asal Dompu NTB dan Cianjur ini telah menjadi korban penyiksaan sadis sang majikan. Bahkan karena siksaan sadis itu nyawa Kikim harus hilang dengan cara mengenaskan; disiksa, diperkosa, digorok dan dibuang bak binatang di tempat sampah.
Ironisnya, ibarat mengidap amnesia akut, seluruh bangsa inipun hanya bisa terperangah. Bersikap seolah-olah peristiwa semacam ini baru kali ini terjadi. Para penguasa nampak panik menutupi keteledoran. Sementara media sibuk memberitakan. Adapun rakyat kebanyakan asyik berdiskusi, dan menjadikannya topik obrolan baru, menggantikan topik-topik lain yang datang bergantian.
Namun bisa dipastikan persoalan ini lambat laun akan pupus dengan sendirinya, sejalan dengan bergulirnya waktu, dan banyaknya persoalan yang seolah tak pernah mau hengkang dari negeri dengan berjuta masalah ini. Nama Sumiati dan Kikim pun, dipastikan akan menghilang dari perbincangan, dan suatu saat data kasusnyapun lenyap di peti-eskan.
Itulah yang juga pernah terjadi pada Nirmala Bonat, Siti Zainab, Siti Hajar, Nuraeni, dan ribuan TKI perempuan bernasib malang yang saat kasusnya bermunculan bangsa ini memberi respon yang sama. Namun apa yang terjadi kemudian? Nama dan kasus merekapun raib entah kemana.
Lantas, bagaimana dengan nasib jutaan TKI lain yang tak sempat terekam kamera dan terendus media? Padahal detik ini pun, bisa jadi di antara mereka, ada yang sedang meratapi nasib dan berjuang sendirian menghadapi kesewenang-wenangan para majikan.
Wahai Penguasa, Dimanakah Kalian?
Nasib kebanyakan TKI memang malang. Mereka yang mayoritas kaum perempuan dipuja bak pahlawan, karena menjadi sumber devisa buat kelangsungan hidup negara yang senyatanya tak bisa dihasilkan oleh keringat hasil kerja para penguasa. Namun di saat yang sama, mereka harus rela menghadapi ketidak acuhan para penguasa akan nasib miris yang menimpa mereka.
Seberapa besar jasa TKI, Republika pernah merilis data, bahwa hingga September 2010, total dana remitansi yang dikirimkan TKI di luar negeri, telah mencapai 5,031 miliar dolar Amerika dengan angka terbesar datang dari Malaysia disusul Arab Saudi (republika.co.id, 23/11). Data lain menyebut, dari tahun 2009 hingga awal maret 2010 pemasukan devisa yang dihasilkan dari remitansi yang dikirimkan TKI mencapai 6,615 milyar dolar AS atau setara Rp. 60 Trilyun (antaraNews dan vivaNews, 1/3). Dan untuk tahun 2010, Bank dunia bahkan memprediksi akan mencapai 7 milyar dolar lebih (politikindonesia.com,11/11).
Bayangkan betapa besar kontribusi para TKI pada perekonomian bangsa ini. Bahkan nilai devisa TKI ini disebut-sebut menempati posisi nomor dua setelah Migas. Penghasilan menggiurkan inilah yang rupanya menjadi alasan kenapa penguasa begitu bersemangat mendorong dan memfasilitasi pegiriman TKI ke luar negeri. Cukup dengan mengekspor TKI terutama kaum perempuan, devisa datang sendiri. Tak heran jika Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara pengekspor buruh migran terbesar dunia dengan persentase buruh migran perempuan (BMP)  mencapai 80 persen. Yang menjadi negara tujuan antara lain Arab Saudi, Malaysia, Singapura dan Hongkong.
Ironisnya, hingga hari ini tidak ada data pasti tentang berapa jumlah TKI yang bekerja di luar negeri. Beberapa waktu lalu SBY menyebut angka 3.271.584 orang. Sementara situs migrantcare menyebut ada 4,5 juta orang (migrantcare.net, 24/11). Di antara sekian banyak TKI yang mengadu nasib di luar negeri ini, tak sedikit yang malah menuai masalah. Menurut catatan Migrant Care, sepanjang 2010 saja, jumlah total dari berbagai jenis masalah yang dialami buruh migrant mencapai 45.845 kasus dan 908 orang mati sia-sia (okezone,24/11). Sementara menurut SBY, TKI bermasalah 'hanya' ada 0,01 persen (4.385 orang) saja, dengan jenis masalah berupa pelanggaran kontrak, gaji tidak dibayar, jam kerja serta beban kerja yang tidak sesuai, tindakan kekerasan hingga pelecehan seksual.
Yang menjadi pertanyaan adalah, jika jasa TKI tak bisa diabaikan, lantas seberapa peduli pihak pemerintah terhadap permasalahan mereka? Jawabannya, mungkin bisa tercermin dari ungkapan  SBY tatkala menanggapi perdebatan soal kasus Sumiati dan Kikim: "TKI, bekali handphone saja!". Alih-alih fokus pada solusi strategis, SBY malah melontarkan gagasan kontroversial. Seolah-olah, persoalan TKI dan harga perempuan, hanya persoalan remeh temeh saja. Ironisnya ide yang dinilai sangat menggelikan dan tidak layak muncul dari seorang Presiden ini justru ditanggapi positif oleh BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), lembaga yang seharusnya turut bertanggungjawab terhadap munculnya permasalahan TKI dan memaksimalkan upaya perlindungan atas mereka.
Dari fakta ini saja nampak jelas bagaimana peran penguasa yang seharusnya menjadi pelayan dan pelindung masyarakat. Sikap tak acuh mereka malah kian melegitimasi kedzaliman yang menimpa para perempuan penambang devisa. Bahkan keberadaan hukum normatif yang diberlakukan penguasa, yakni UU No 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), bagi sebagian kalangan, justru dianggap sebagai sumber masalah. Selain karena tak memberikan skema yang jelas bagaimana perlindungan harus dijalankan, UU ini bahkan dinilai menjadi alat legal bagi PJTKI untuk melakukan eksploitasi melalui bisnis TKI. Jika demikian halnya, pantaslah jika ada yang menyatakan, bahwa negara dan penguasa semacam ini adalah sumber kekerasan sebenarnya.
TKI Perempuan dan Jebakan Kemiskinan
Atas merebaknya kasus TKI khususnya yang perempuan, para pengamat dan LSM rata-rata hanya menyorot soal kinerja pemerintah dalam persoalan regulasi yang harus diperbaiki, termasuk desakan merativikasi konvensi PBB terkait buruh migrant, serta masalah lemahnya positioning pemerintah dalam kegiatan diplomasi, dll. Padahal jika dicermati, ada hal mendasar yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah dalam menyelesaikan masalah TKI, yakni persoalan gurita kemiskinan dan sulitnya lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Kemiskinan dan pengangguran memang merupakan PR terbesar negeri ini. Kemiskinan, bahkan menjadi potret bersama sekitar 31 juta penduduk Indonesia (13,33 persen dari 238 juta) dengan standar pendapatan yang digunakan Rp. 211.000/kap/bln (Sensus BPS, 2010). Bayangkan jika besaran standar kemiskinan yang tidak manusiawi ini dinaikkan. Mungkin lebih dari setengah penduduk Indonesia yang akan masuk pada katagori miskin.
Sejalan dengan kemiskinan, angka pengangguranpun tak kalah fantastis. Di tahun 2010 ini, diperkirakan jumlah pengangguran terbuka mencapai angka 10 persen (23 juta). Dan ini belum termasuk jumlah pengangguran terselubung dan tertutup yang angkanya bisa dua kali lipat. Mandegnya pertumbuhan ekonomi dan investasi di sektor riil akibat krisis global disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya dua hal ini. Sulitnya lapangan pekerjaan dan rasionalisasi besar-besaran di sektor perindustrian membuat angkatan kerja termasuk jutaan lulusan perguruan tinggi tak terserap potensinya. Kehidupan masyarakat yang sulit ini, kemudian diperparah dengan krisis pangan dan energi yang memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Dampak susulannya, gizi buruk dan anak terlantar pun merebak dimana-mana, kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat kian menurun, kriminalitas meningkat, dan lain-lain.
Pada kondisi seperti inilah jutaan keluarga-keluarga miskin harus bertahan hidup. Dan untuk membantu perekonomian keluarga mereka, para ibu dan kaum perempuanpun terpaksa 'memberdayakan diri', membantu para bapak mencari uang, di tengah peran domestik yang sangat penting dan tak kalah berat.  Salah satu opsi yang terbuka adalah dengan menjadi TKI ke luar negeri, sekalipun beresiko tinggi.
Dengan rata-rata bekal kualitas pendidikan dan skill yang pas-pasan, para tenaga kerja perempuan inipun terbang jauh merenda asa. Bertahun-tahun rela meninggalkan keluarga, suami dan anak mereka. Pekerjaan sebagai PRT, perawat, bahkan PSK pun menjadi pilihan paling realistis bagi kebanyakan dari mereka. Hanya sedikit yang bisa  bekerja sebagai dokter, guru/dosen, artis, dll. Nampaknya, mereka sudah tak peduli bahwa pilihan ini telah berdampak pada pelanggaran hukum syara yang akan mendatangkan kemurkaan Allah SWT. Di samping mencari nafkah bukan kewajiban mereka, dari statusnya sebagai istri, akan banyak kewajiban atas suami yang terabaikan saat dia menjadi TKI di luar negeri. Begitupun sebagai ibu, kewajiban mulianya sebagai pengasuh, pendidik dan pencetak generasi umat berkualitas akan terlalaikan sama sekali.
Kemiskinan, Cermin Ketidakmampuan Negara Mewujudkan Kesejahteraan
Sebagai negara super kaya, tak semestinya Indonesia menjadi negara miskin dan menggantungkan hidupnya dari eksploitasi tenaga kerja perempuan di luar negeri. Begitupun, tak akan ada alasan bagi para bapak untuk tak bekerja dan menggantungkan hidup mereka dan keluarganya dengan merelakan para isteri  bekerja menyabung nyawa di luar negeri.
Indonesia sebenarnya punya modal lebih dari cukup untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya hingga tujuh turunan sekalipun. Sumber daya alam kita melimpah ruah, baik berupa hutan, laut, sungai dengan segala isinya, bahan tambang berupa mineral, minyak, gas bumi, dll.  Tahun 2009 saja, Badan Geologi merilis data, bahwa Indonesia masih memiliki cadangan batubara 104.760 juta ton, emas 4.250 ton, tembaga 68.960 ribu ton, timah 650.135 ton dan nikel 1.878 juta ton. Sayangnya, amanah Allah berupa kekayaan alam milik rakyat ini tak dikelola secara baik oleh para penguasa Indonesia dari masa ke masa. Konsistensi mereka pada kebijakan ekonomi liberal kapitalistik telah menyebabkan sebagian besar kekayaan itu jatuh ke tangan asing. Jebakan kesepakatan internasional, hutang luar negeri dan rekayasa krisis ekonomi ala Yahudi berikut  penyelesaian masalah mereka pada resep IMF telah membuat pemerintah kita tunduk pada kemauan asing.
Akibatnya? Ladang minyak bumi Indonesia hampir 90 persen dikuasai asing. Begitupun SDA yang lain. Salah satunya, PT. Freeport-McMoRan pengelola tambang emas asal Amerika mendapat izin gratis untuk mengeksploitasi pertambangan emas di Ertsberg dan Grasberg Papua  melalui perjanjian Kontrak Karya yang sejak tahun 1967 terus diperpanjang hingga saat ini. Tiap hari, perusahaan ini ditengarai berhasil menambang 102.000 gr emas (bayangkan, harga emas 24 karat sekitar Rp. 400 ribu/gr) berikut 'bonus' berupa tembaga dan uranium. Jika dihitung, emas kita yang sudah mereka rampok berjumlah 102.000grX43thX365 hari. Padahal emas yang mereka keruk ini bisa menjadikan kita memiliki cadangan devisa yang berlimpah tanpa harus mengorbankan rakyat terutama kaum perempuan mereka untuk  jadi TKI. Belum lagi perusahaan-perusahaan asing lainnya, yang dengan cara sama mereka mendapat legalisasi merampok kekayaan kita. Ada Exxon Mobil, Shell, British Petroleum, Total S.A., Chevron Corp. dll yang di tahun 2009,  semuanya diperkirakan mengelola kekayaan alam Indonesia dengan nilai 1.655 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 17.000 triliun/tahun = 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai rp 1.037 triliun.
Tentu saja semua kekayaan ini, seharusnya bisa menjadi modal pemerintah untuk membangun negara dan mesejahterakan rakyatnya, dengan memenuhi hak dasar mereka, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dll secara mudah, murah bahkan gratis. Dengan demikian, keluarga-keluarga di negeri ini, akan menikmati hidup dengan mudah dan merasakan ketentraman yang sesungguhnya. Para bapak, beroleh kemudahan mencari nafkah karena lapangan pekerjaan tersedia dengan mudah. Kebutuhan para Ibu dan anak-anakpun akan terjamin, sehingga tugas mulia mencetak generasi berkualitas akan berlangsung secara sempurna.  Sayangnya, ini tak terjadi. Perselingkuhan para penguasa dengan pihak asing dan kapitalis, membuat mereka lebih rela menjadi kacung asing dan menjalankan kebijakan-kebijakan anti rakyat, seperti program liberalisasi, privatisasi BUMN, pencabutan subsidi, dan membuat berbagai regulasi yang menguntungkan asing/kapitalis ketimbang rakyat banyak, semisal UU No. 1/1967 tentang PMA, UU No. 4/2004 tentang Sumber Daya Air, UU Migas, dll.

Saatnya Kembali Ke Jalan Allah
Mempertahankan kapitalisme sebagai sistem hidup dan membiarkan para penjaganya tetap berkuasa tentu bukanlah pilihan logis. Jika ini terjadi, jangan harap berbagai permasalahan TKI yang akarnya adalah kemiskinan ini bisa diselesaikan dengan tuntas. Kaum perempuanpun akan tetap terhinakan dan menjadi korban kebusukan kapitalisme sebagaimana juga laki-laki. Mereka akan selalu berada dalam kondisi dilematis dalam menjalankan peran-peran mereka. Padahal, Allah SWT telah tetapkan kedudukan mereka dalam posisi yang mulia sebagai ummu wa Rabbatul Bait, ibu dan pengatur rumahtangga, penyangga kemuliaan generasi umat dan arsitek peradaban Islam di masa depan.
Terlebih persoalan TKI hanyalah sebagian kecil dari dampak penerapan sistem kapitalisme ini. Di dalam negeri, jutaan buruh menjerit karena upah yang tak sepadan dengan kebutuhan hidup mereka. Uang rakyat, malah digunakan foya-foya oleh para pejabat korup mereka, sementara itu, para penguasa berasyik masyuk dengan pemimpin para penjajah dan berkonspirasi menambah penderitaan rakyat dengan menandatangani berbagai nota kesepakatan yang mengokohkan penjajahan kapitalisme atas negeri mereka. Pada saat yang sama, para penguasa itupun membiarkan rakyatnya berjalan sendirian, menderita dan menangis sendirian dan meninabobokan mereka dengan janji-janji kosong yang tak lebih hanya untuk pencitraan semata.
Sudah saatnya umat negeri ini sadar, bahwa jalan terbaik adalah kembali ke jalan Islam. Jalan yang menjanjikan kemuliaan manusia sebagai individu maupun umat, melalui penerapan aturan Islam secara kaffah dalam wadah Khilafah Islamiyah. Aturan-aturan Islam inilah yang akan menyelesaikan berbagai persoalan manusia secara adil dan menyeluruh, termasuk masalah kemiskinan berikut dampak turunannya. Dalam sistem ini, para penguasa dan rakyat akan saling menjaga dan mengukuhkan dalam melaksanakan ketaatan demi meraih keridhaan Allah. Tak ada pihak yang dirugikan, termasuk kaum perempuan.[Oleh : Siti Nafidah]
loading...
Read more »

NASA Luncurkan Nanosatelit Canggih Untuk Teliti Kehidupan

item-thumbnail
WASHINGTON (ResistNews)  - Sebuah nanosatelit berukuran tak lebih besar dari sebungkus roti tawar dan memiliki nama serupa dengan kue kering favorit anak-anak diluncurkan ke luar angkasa.

Oleh NASA, satelit mini tersebut ditugasi untuk mempelajari ilmu mendasar tentang Astrobiology tentang evolusi, asal, dan penyebaran kehidupan di jagat raya.

O/Oreos, nama satelit yang diluncurkan, merupakan singkatan dari Organism/Organic Exposure to Orbital Stresses.

Satelit berbobot sebesar 5,4 kilogram merupakan nanosatelit pertama yang memiliki dua tugas eksperimental.

Eksperimen "Space Environment Survivability of Live Organisms" juga akan mempelajari pertumbuhan, kesehatan, dan adaptabilitas mikroorganisme yang hidup di lingkungan asing dan daratan kering.

Setelah O/Oreos mencapai orbit, eksperimen akan memberi umpan dan menumbuh kembangkan sekelompok mikroba, dan mengukur respon mereka terhadap radiasi serta kondisi tanpa gravitasi.

Pada eksperimen, peneliti akan memantau apakah mikroba tersebut tetap makan dengan cara yang benar.

Adapun nutrisi yang disediakan telah diberi warna, sehingga, jika mereka sehat, mereka akan berubah warnanya.

Eksperimen kedua, bertajuk "Space Environment Viability of Organics" akan memantau apa yang terjadi terhadap empat kelas molekul organik setelah mereka terekspos terhadap kondisi luar angkasa. Eksperimen ini didesain untuk dapat bertahan selama 6 bulan, dan O/Oreos akan dapat mengirimkan data penelitiannya selama sekitar satu tahun.

Dengan peluncuran di atas, NASA berharap satelit itu akan membuktikan bahwa melakukan eksperimen astrobiologi di luar angkasa dapat dilakukan tanpa perlu menggelar misi penelitian di stasiun luar angkasa.

"Kami berusaha untuk menunjukkan bahwa nanosatelit seperti O/Oreos dapat memenuhi kebutuhan para peneliti yang memiliki ide besar dan target penting," ucap Bruce Yost, O/Oreos Mission Manager Ames Research Center, NASA, seperti diberitakan PopSci.

Untuk mengorbit, O/Oreos menumpang roket Air Force Minotaur IV dari Kodiak, Alaska. Ia mulai mengirimkan sinyal radio setelah mencapai orbit sekitar 640 kilometer dari permukaan Bumi. Setelah misinya selesai, O/Oreos juga akan menjadi satelit pertama yang menggunakan mekanisme tanpa propellant untuk kembali lagi ke Bumi. (ar/vs/ntd) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Kebiasaan Minum Soft Drink Sama Dengan Bunuh Diri Pelan-Pelan?

item-thumbnail
AMERIKA SERIKAT (ResistNews) - Diabetes mellitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Bila tidak ditangani, diabetes akan membawa komplikasi pada berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga impotensi.

Dr Kristen Bibbins-Domingo, peneliti dari University of California, San Fransisco, Amerika Serikat, baru-baru ini memublikasikan hasil penelitiannya mengenai insiden penyakit jantung dengan konsumsi softdrink.

Ia mengatakan, meningkatkan konsumsi minuman bersoda yang umumnya mengandung gula tinggi berdampak pada terjadinya 130.000 kasus baru diabetes, 14.000 kasus baru penyakit jantung, dan 50.000 penderita gangguan jantung dalam satu dekade terakhir.

"Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan, semua kebijakan yang bisa mengurangi konsumsi softdrink mungkin akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat," kata Dr Kristen Bibbins-Domingo.

Dengan menggunakan simulasi komputer, penyakit jantung dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti obesitas dan konsumsi makanan mengandung garam. "Selama ini kita kurang memperhitungkan insiden antara softdrink dengan penyakit jantung karena memang minuman ini lebih populer pada para remaja. Fokus penelitian penyakit ini lebih banyak orang dewasa berusia di atas 35 tahun," papar Domingo.

Ia menambahkan, kaitan antara insiden penyakit kardiovaskular dan diabetes sangat nyata. Meski demikian, faktor meningkatnya obesitas juga mungkin berpengaruh.

"Berbagai penelitian menunjukkan dampak konsumsi minuman manis. Selama beberapa dekade terjadi peningkatan konsumsi minuman manis," katanya.

Para ahli mengingatkan, untuk mencegah diabetes, kita harus mengurangi asupan minuman dengan tambahan gula. Jika didiagnosis diabetes maka gula darah, berat badan, tekanan darah, dan kadar lemak darah harus dikendalikan. Kalau dengan olahraga tidak terkontrol, harus dilakukan dengan obat.

Sebelumnya, peringatan untuk Anda para penyuka minuman soda. Studi terkini menyebutkan, orang yang minum dua kaleng atau lebih minuman softdrink yang mengandung gula berisiko terkena kanker pankreas. Meski kasus kanker ini jarang, kanker pankreas termasuk mematikan.

Meski sama-sama mengandung gula, ternyata risiko kanker tersebut tidak ditemukan pada penyuka minuman jus buah. Ketua peneliti, Mark Pereira dari University of Minnesota, Amerika Serikat, berpendapat, gula bisa menjadi biang keladi penyakit, tetapi penyuka softdrink mungkin memiliki gaya hidup tidak sehat.

"Tingginya kadar gula dalam minuman bersoda mungkin meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang kami yakini menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker," kata Pereira. Insulin, yang membantu tubuh mengatur glukosa, dihasilkan di pankreas.

Sebanyak 60.000 pria dan wanita Singapura menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan selama 14 tahun itu. Selama periode tersebut, 140 responden menderita kanker pankreas. Mereka yang minum dua kaleng atau lebih softdrink setiap minggu memiliki risiko 87 persen lebih tinggi menderita kanker pankreas.

Meski dilakukan di negara kecil, Pereira mengatakan, hasil studi ini bisa diaplikasikan di negara lain. "Singapura adalah negara kaya dengan sistem kesehatan yang baik. Kegemaran penduduknya adalah makan dan belanja sehingga hasil riset ini juga bisa dipakai oleh penduduk di negara Barat," katanya.

Susan Mayne dari Yale Cancer Center dari Yale University, AS, memberikan pandangan berbeda pada hasil penelitian ini. "Kesimpulannya dibuat pada contoh kasus yang kecil dan tidak jelas apakah ada hubungan sebab akibat," katanya.

Mayne menyatakan, kanker disebabkan oleh multifaktor, tidak bisa disebutkan satu faktor saja. "Tingginya konsumsi softdrink di Singapura juga diikuti dengan kebiasaan buruk lain, seperti merokok dan makan daging," ujarnya. Beberapa literatur menyatakan, kanker pankreas berkaitan dengan konsumsi daging merah. (fn/k2m) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Sunan Bonang, Menyebarkan Islam Dengan Lembutnya Filsafat Cinta

item-thumbnail
  Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban. 

Sunan Bonang belajar agama dari pesantren ayahnya di Ampel Denta. Setelah cukup dewasa, ia berkelana untuk berdakwah di berbagai pelosok Pulau Jawa. Mula-mula ia berdakwah di Kediri, yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu. Di sana ia mendirikan Masjid Sangkal Daha. 

Ia kemudian menetap di Bonang -desa kecil di Lasem, Jawa Tengah -sekitar 15 kilometer timur kota Rembang.

Di desa itu ia membangun tempat pesujudan/zawiyah sekaligus pesantren yang kini dikenal dengan nama Watu Layar. 

Ia kemudian dikenal pula sebagai imam resmi pertama Kesultanan Demak, dan bahkan sempat menjadi panglima tertinggi.

Meskipun demikian, Sunan Bonang tak pernah menghentikan kebiasaannya untuk berkelana ke daerah-daerah yang sangat sulit.

Ia acap berkunjung ke daerah-daerah terpencil di Tuban, Pati, Madura maupun Pulau Bawean. Di Pulau inilah, pada 1525 M ia meninggal. Jenazahnya dimakamkan di Tuban, di sebelah barat Masjid Agung, setelah sempat diperebutkan oleh masyarakat Bawean dan Tuban. 

Tak seperti Sunan Giri yang lugas dalam fikih, ajaran Sunan Bonang memadukan ajaran ahlussunnah bergaya tasawuf dan garis salaf ortodoks. Ia menguasai ilmu fikih, usuludin, tasawuf, seni, sastra dan arsitektur. Masyarakat juga mengenal Sunan Bonang sebagai seorang yang piawai mencari sumber air di tempat-tempat gersang. 

Ajaran Sunan Bonang berintikan pada filsafat 'cinta'('isyq). Sangat mirip dengan kecenderungan Jalalludin Rumi. Menurut Bonang, cinta sama dengan iman, pengetahuan intuitif (makrifat) dan kepatuhan kepada Allah SWT atau haq al yaqqin. Ajaran tersebut disampaikannya secara populer melalui media kesenian yang disukai masyarakat. Dalam hal ini, Sunan Bonang bahu-membahu dengan murid utamanya, Sunan Kalijaga. 

Sunan Bonang banyak melahirkan karya sastra berupa suluk, atau tembang tamsil. Salah satunya adalah "Suluk Wijil" yang tampak dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa'id Al Khayr (wafat pada 899). Suluknya banyak menggunakan tamsil cermin, bangau atau burung laut. Sebuah pendekatan yang juga digunakan oleh Ibnu Arabi, Fariduddin Attar, Rumi serta Hamzah Fansuri. 

Sunan Bonang juga menggubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu, dengan memberi nuansa baru. Dialah yang menjadi kreator gamelan Jawa seperti sekarang, dengan menambahkan instrumen bonang. Gubahannya ketika itu memiliki nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut). Tembang "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. 

Dalam pentas pewayangan, Sunan Bonang adalah dalang yang piawai membius penontonnya. Kegemarannya adalah menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam. Kisah perseteruan Pandawa-Kurawa ditafsirkan Sunan Bonang sebagai peperangan antara nafi (peniadaan) dan 'isbah (peneguhan). (ar/oaseqalbu) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

SBY: Jangan Kecewa Ya Kalau Saya Tidak Membela Kalian

item-thumbnail
JAKARTA (ResistNews) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mewanti-wanti kader Demokrat agar jangan sampai terkena kasus korupsi. Jika ada kader Demokrat yang terkena kasus korupsi, Yudhoyono memastikan tidak akan membela kader yang bersangkutan.

"Pandai-pandailah menjaga diri. Jangan tergoda pada tindakan yang melanggar secara hukum, seperti korupsi, dan semacamnya," kata Yudhoyono dalam rapat kerja Fraksi Partai Demokrat DPR di Hotel Crowne Plaza, Jakarta. Sabtu 27 November 2010 malam.

Yudhoyono menegaskan sikap menjaga diri itu demi keselamatan dan keinginan Demokrat menjadi contoh bagi partai lainnya. Bila ada kader Demokrat tersangkut kasus korupsi, Yudhoyono mengatakan tidak akan membelanya.

Pembelaan, kata dia, hanya akan diberikan jika kader Demokrat itu memang tidak bersalah. "Saya akan bela manakala ada kader yang disalah-salahkan, saya akan bela. Dikriminalkan, saya akan bela. Tapi kalau korupsi, (bela) sendiri," ucap dia.

Yudhoyono pun bercerita soal adanya seseorang yang dulu pernah mendukung dirinya menjadi presiden dalam Pilpres 2009. Ternyata yang bersangkutan terkena kasus korupsi tapi Yudhoyono tidak membelanya. "Ah saya kecewa memilih SBY," kata SBY menirukan orang tersebut.

Usut punya usut, lanjut SBY, ternyata orang tersebut melakukan korupsi. Karena itulah SBY enggan membelanya. "Saya ingatkan dari sekarang jangan terjebak dalam pelanggaran hukum seperti itu. Jangan," kata SBY.

SBY juga meminta semua kader partai tersebut tidak "asal bunyi" atau berbicara tanpa dasar yang kuat.

"Jangan asal bunyi, jangan rendah logika," kata Yudhoyono saat memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI di salah satu hotel di Jakarta.

Yudhoyono tidak menginginkan politik yang gaduh dan tidak mendukung pembangunan bangsa.

Dalam arahannya, dia juga meminta semua kader Partai Demokrat mengedepankan komunikasi politik yang sehat dan membangun.

"Mari buat komunikasi itu lebih berkualitas dan substantif," katanya.

Yudhoyono menegaskan, politik di Indonesia sangat dinamis. Dinamika politik itu, katanya, kadang diselingi dengan riak atau ketegangan.

"Di negeri kita, politik amat dinamis. Sekali-kali ada riak, sekali-kali ada ketegangan," katanya.

Yudhoyono meminta semua kader Partai Demokrat menyikapi riak dan ketegangan politik secara cerdas dan tidak terbawa emosi.

Riak dan ketegangan politik itu, menurut Yudhoyono, adalah konsekuensi logis dari demokratisasi di Indonesia.

Yudhoyono tiba di tempat acara pada pukul 19.30 WIB dengan didampingi oleh Ani Yudhoyono. Mereka diikuti oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan sejumlah petinggi partai tersebut.

Hadir dalam raker tersebut sejumlah tokoh yang tergabung dalam Dewan Pembina Partai Demokrat, antara lain Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI dan Fauzi Bowo yang juga Gubernur DKI Jakarta.
Putra Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga Sekjen Partai Demokrat juga berada di tempat acara.

Rapat kerja tersebut diikuti oleh seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Raker yang berlangsung dua hari sejak 26 November 2010 itu diisi sejumlah agenda.

Fokus utama raker tersebut adalah refleksi satu tahun kinerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Pertemuan itu juga diisi dengan diskusi tentang strategi kinerja fraksi ke depan.

Sebagian besar agenda tersebut merupakan pertemuan internal yang berlangsung tertutup bagi media massa. (fn/tm/ant) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Nasib TKW yang Pilu: Potret Kegagalan Negara Mengurus Rakyat

item-thumbnail

Hidup sengsara di negeri sendiri, hidup menderita di negeri orang. Itulah kenyataan yang dihadapi sebagian TKI/TKW Indonesia di luar negeri. Ironis memang, negeri yang sebenarnya kaya raya ini, sebagian penduduknya harus mengais rezeki di negeri orang, sementara orang asing (pekerja dan investor) berebut rezeki di negeri sendiri. Tenaga Kerja Indonesia (disingkat TKI) adalah sebutan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.
Namun demikian, istilah TKI seringkali dikonotasikan dengan pekerja kasar. TKI perempuan seringkali disebut Tenaga Kerja Wanita (TKW). (www.wikipedia.com).TKI sering disebut sebagai pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah  tetapi dalam kenyataannya, TKI menjadi ajang pungli bagi para pejabat dan agen terkait. Bahkan di Bandara Soekarno-Hatta, mereka disediakan terminal tersendiri (terminal III) yang terpisah dari terminal penumpang umum. Pemisahan ini beralasan untuk melindungi TKI tetapi juga menyuburkan pungli, termasuk pungutan liar yang resmi seperti pungutan Rp.25.000,- berdasarkan Surat Menakertrans No 437.HK.33.2003, bagi TKI yang pulang melalui Terminal III wajib membayar uang jasa pelayanan Rp. 25.000.- (saat ini pungutan ini sudah dilarang). Pada 9 Maret 2007 kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri dialihkan menjadi tanggung jawab BNP2TKI. Sebelumnya seluruh kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri dilaksanakan oleh Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Pemaksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, khususnya Timur Tengah, Malaysia, dan Singapura, seperti tak ada habisnya. Mulai penyiksaan/kekerasan fisik, pemerkosaan, hingga gaji tidak dibayar. Bahkan, banyak yang bunuh diri karena depresi.
Kasus tersebut terjadi berulang-ulang dan sudah puluhan tahun. Semestinya, kita banyak belajar dari kejadian sebelumnya, sehingga ada penanganan khusus bagi TKI, terutama perlindungan hukum bagi mereka di tempat kerja di negeri orang. Ternyata, tidak banyak perubahan.
Perlakuan terhadap TKI Indonesia di Luar Negeri sangat memprihatinkan.
Kasus kekerasan yang dialami oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Ngawi cukup tinggi. Berdasarkan data yang dilansir oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sari Solo, organisasi yang concern terhadap permasalahan buruh migran, menyebutkan, dari Januari hingga Agustus 2007 tercatat kasus kekerasan TKI/TKW asal Ngawi mencapai 1.752 kasus. Jumlah kasus kekerasan itu meliputi kekerasan fisik, kehilangan kontak atau tidak teridentifikasi saat berada di luar negeri, gaji tidak dibayar, menjadi korban penipuan, hingga kasus bunuh diri dan kematian.
Sedangkan, jumlah TKI/TKW asal Ngawi yang saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga, buruh bangunan, sopir, dan tenaga kasar lainnya di luar negeri mencapai 7.657 orang.
Dalam catatan Migrant Care, sepanjang tahun ini terdapat 5.636 kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami TKI di luar negeri. Ketika seorang TKI asal Madura, Siti Zainab, pada 2007 divonis hukuman mati di Arab Saudi karena terbukti membunuh majikannya, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid langsung menghubungi Raja Fahd sehingga pelaksanaan hukuman matinya ditunda," kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam diskusi bertema Pahlawan devisa yang tersiksa, kemarin, di Jakarta. Demikian pula dengan kasus Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur yang disiksa majikannya di Malaysia. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengundang Nirmala dan keluarganya ke Istana Negara sebagai bentuk kepeduliannya terhadap nasib TKI. Tetapi pada kasus kematian Yanti Irianti, TKI asal Cianjur, pada 2008, Presiden menanggapinya hanya dengan sikap terkejut dan meminta untuk memulangkan jenazahnya. Pemerintahan di era pemerintahan SBY, semakin banyak TKI yang divonis mati oleh penegak hukum negara tujuan penempatan. Saat ini, seorang TKI tengah menunggu eksekusi mati di Arab Saudi. Dan, tiga TKI divonis tetap oleh Mahkamah Agung Malaysia dengan hukuman mati. Kisah pilu penyiksaan TKW asal NTB Sumiati yang menjadi berita hangat di media massa terjadi sejak awal ia bekerja dengan majikannya, di Madinah 18 Juli 2010. Kebiadaban sang majikan yang berstatus janda dengan beberapa anak, telah tampak saat Sumiati menginjak kaki di rumah majikannya. Sang majikan mengambil telepon genggam Sumiati dengan maksud agar tidak bisa berkomunikas dengan pihak luar. Bahkan sang majikan menerapkan pelarangan bicara dengan tetangga, apalagi memberi kabar ke saudara di kampung halamannya, Dompu, Bima, NTB.
Selama empat bulan bekerja dengan majikan, Sumiati yang masih berusia 23 tahun kerap dipukul baik dengan benda keras maupun benda tumpul. Sumiati sejak masuk bekerja, dia mulai disiksa majikannya. Bahkan, Sumiati dilarang, diancam kalau bicara sama orang lain. (kompas.20/11/2010).

PERMASALAHAN TKI-TKW
Gambaran potret buram kegagalan negara mengurusi rakyat, TKW mendapat  korban tiga kali. Pertama, mendapat tindak kekerasan. Kedua, tiada kebebasan untuk melakukan perlawanan. Ketiga, tak adanya atau minimnya jaminan perlindungan, baik dari negara tujuan maupun pemerintah Indonesia.
Kekerasan demi kekerasan terhadap para buruh tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri sepertinya menjadi cerita panjang yang tak pernah usai. Kasus terbaru menimpa Sukasih, TKI asal Jatim, yang terjatuh dari balkon lantai empat sebuah apartemen di Tengkera, Malaka, Malaysia. Seperti dilansir harian Malaysia The Star (23/9/2008), Sukasih terjun bebas dari sebuah apartemen. Dia terpeleset saat memanjat pagar balkon. Jatuhnya Sukasih ini diduga lantaran menghindari kejaran polisi Diraja Malaysia karena yang bersangkutan tidak memiliki dokumen resmi. Sukasih dilarikan ke Malacca Hospital. Namun, dua jam kemudian nyawanya tidak tertolong lagi. Selang beberapa muncul kasus baru, yakni terkatung-katungnya nasib jenazah TKI Jatim yang belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Adalah Siti Tarwiyah, seorang TKI asal Bilitar, yang kematiannya diduga tidak wajar. Menurut Direktur Migran Care, Anis Hidayah, Siti Tarwiyah sudah meninggal 50 hari lalu. Namun, sampai saat ini belum bisa dipulangkan karena terbentur birokrasi di Arab Saudi yang ribet dan berbelit-belit. Sudah meninggal saja para TKI kita sangat diperlakukan tidak manusiawi, apalagi ketika masih hidup (Radar Surabaya, 24/9/2007)
Korban kekerasan
Dari sekian banyak TKI yang bekerja di luar negeri, sebagian besar TKI berpotensi menjadi korban kekerasan, baik itu kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Dan memang sebagian besar korban kekerasan terhadap TKI di luar negeri adalah kaum perempuan. Dan saat ini sudah ada ratusan, bahkan ribuan TKI, yang menjadi korban tindak kekerasan di luar negeri, baik TKI yang masih bertahan di luar negeri maupun yang sudah kembali. Sebagian besar TKI yang pulang akibat tindak kekerasan majikannya dalam kondisi fisik dan psikis yang sangat memprihatinkan. Bahkan, ada yang sampai meninggal dunia. Berangkat dalam keadaan hidup, pulang dalam kondisi meninggal. Nasib TKI sungguh sangat mengenaskan. Namun, semakin banyak kasus kekerasan terhadap TKI, sepertinya bagaikan tontonan yang tak pernah mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang memadai dari pihak Pemerintah Provinsi Jatim. Persoalan perlindungan terhadap TKI di luar negeri dinilai masih sangat rendah. Ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai persoalan yang menimpa TKI di luar negeri tanpa mendapat advokasi dan perlindungan yang memadai. Bahkan, berbagai persoalan yang menimpa TKI cenderung dibiarkan begitu saja. Yang paling parah menimpa TKI. Selain masalah upah yang tak dibayar atau tidak sesuai standar ketenagakerjaan, persoalan yang sering kali dialami adalah masalah kekerasan. Sebagian besar TKI mendapat perlakuan dan tindakan kekerasan, baik kekerasan fisik, psikologis, maupun kekerasan seksual dari keluarga majikan. Menurut catatan Migran Care, pada tahun 2007 ada sekitar 61 TKI yang meninggal di luar negeri, sebanyak 28 TKI mengalami perlakuan tindak kekeraan, dan 56 TKI terancam hukuman cambuk atau mati. Bahkan, ada beberapa TKI yang dituduh membunuh majikannya. (http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/potret-buram-tki.html)
Semua persoalan TKI di luar negeri berawal dari masalah domestik. Sampai saat ini, pemerintah gagal menyusun sistem perekrutan, dokumentasi, dan pelatihan calon TKI yang mumpuni. Pemerintah menyerahkan hampir semua proses kepada pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan baru muncul aktif menjelang tahap akhir penempatan. Persoalan kemiskinan membuat ribuan angkatan kerja tanpa keahlian, bahkan sebagian besar tidak berpendidikan formal sama sekali, mendaftar menjadi TKI. Keterbatasan informasi dan peran aktif pemerintah, terutama di daerah, membuat sponsor menjadi dewa penolong mereka. Sponsor, yang seolah-olah kepanjangan tangan PPTKIS, berkeliaran mencari siapa saja yang berminat bekerja ke luar negeri dengan janji gaji yang menggiurkan. Sponsor mengantar calon TKI ke penampungan-penampungan PPTKIS dan meninggalkan mereka di sana begitu menerima uang jasa dari pengusaha. Sampai di sini, PPTKIS wajib membekali calon TKI dengan pelatihan kompetensi minimal 200 jam dan bagi mereka yang sudah pernah bekerja di luar negeri selama 100 jam. Kursus selama sekitar 21 hari tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi calon TKI terhadap bahasa, kondisi sosial, dan hukum di negara tujuan. Tetapi, dalam kasus Sumiati, kita mengetahui proses ini tidak berjalan. Sumiati tidak bisa berbahasa Arab dan Inggris. Faktor komunikasi yang membuatnya tidak mampu memahami permintaan atau instruksi majikan. Oleh karena itu, Sumiati telah menjadi korban keserakahan pengusaha penempatan dan birokrat yang tidak mampu menjalankan tugas. Bagaimana mungkin Sumiati bisa tetap berangkat ke Madinah dengan prosedur resmi sementara dia tidak memenuhi syarat pokok dalam kompetensi kerja? Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa menyalahkan Sumiati. Dia hanya ingin bekerja agar bisa keluar dari kemiskinan. Sumiati bisa saja merasa tertarik atas keberhasilan teman dan kerabatnya yang sukses mendulang rezeki di luar negeri menjadi TKI.
Pada masa Muhaimin Iskandar menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meluncurkan program sertifikasi kompetensi 15.000 calon TKI tujuan Timur Tengah bekerja sama dengan asosiasi pengusaha penempatan TKI. Muhaimin juga merazia sejumlah tempat penampungan calon TKI yang tidak layak dan menegaskan akan mencabut izin PPTKIS konsumen sertifikat kompetensi kerja TKI asli tetapi palsu. Disebut asli tetapi palsu (aspal) karena PPTKIS mendapatkan sertifikat resmi itu tanpa menyertakan calon TKI dalam program pelatihan kerja. Sertifikat aspal ini diperdagangkan dengan harga Rp 70.000 per lembar. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Yunus M Yamani dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Rusjdi Basalamah pernah mempersoalkan hal ini. Namun, pemerintah tidak kunjung menangani sehingga praktik ilegal itu semakin meluas. Pengusaha yang serius menjalankan aturan pemerintah menyertakan calon TKI dalam program pelatihan kerja berbiaya Rp 1,1 juta per orang pun tergoda. Mereka telah kehilangan daya saing saat pemerintah tak kunjung menindak perdagangan sertifikat aspal senilai Rp 70.000 per lembar tanpa proses pelatihan. Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, PPTKIS dan balai latihan kerja penerbit sertifikat kompetensi kerja aspal bisa dipidana karena menggunakan dokumen resmi secara tidak sah.
Namun, Kemennakertrans dan BNP2TKI juga patut diseret ke pengadilan karena turut meloloskan pemegang sertifikat aspal ke luar negeri. Kelemahan pemerintah membenahi persoalan domestik turut melemahkan rasa percaya diri diplomasi bilateral. Saat ini, Indonesia menghentikan sementara (moratorium) penempatan TKI sektor informal ke Malaysia sejak 26 Juni 2009, Kuwait (1 September 2009), dan Jordania (30 Juli 2010). Moratorium ini berawal dari keengganan pemerintah ketiga negara memenuhi permintaan Indonesia. Kemampuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pembantunya dalam hal negosiasi, lobi, dan diplomasi sangat menentukan keberhasilan moratorium. Kalau tidak, ya seperti sekarang. Kebijakan buruh migran Indonesia akan terus berfluktuasi mengikuti kemauan negara tujuan dan penyiksaan TKI oleh majikan tak lebih angka statistik semata. Semua demi aliran devisa. (http://regional.kompas.com/read/2010/11/19/08161095/Nasib.Pahlawan.Devisa.di.Negeri.Citra)
PERAN PEMERINTAH SEBAGAI SOLUSI TKI-TKW
Sesungguhnya, kisah TKI-TKW bukanlah suatu hal yang baru dalam kisah duka para tenaga kerja (dulu disebut buruh atau babu migran) asal negeri ini. Munculnya fenomena berbondong-bondongnya tenaga kerja asal Indonesia untuk pergi menjemput rezeki ke luar negeri, tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi di dalam negeri. Kemiskinan yang terstruktur dan semakin mencekik leher masyarakat di negeri ini telah pasti membuat hidup semakin susah. Sementara akibat kemiskian itu, otomatis tidak ada jaminan untuk hidup sejahtera bagi masyarakat.
Kondisi itu ditambah lagi dengan sempitnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah hingga menyebabkan jumlah pengangguran kian 'bertumpuk' dari masa ke masa. Kalau pun ada lapangan kerja, upahnya juga sangat murah dan tak sesuai harapan.
Itulah beberapa faktor yang telah memicu banyak orang berhijrah ke negara lain untuk mengadu nasib mencari pekerjaan demi mendapatkan rezeki untuk menyambung hidup. Mungkin dalam bahasa para TKI, "daripada harus tetap bertahan di dalam negeri, namun berada dalam kelaparan dan kemiskinan, lebih baik menjadi TKI saja." Menjadi TKI adalah solusi bagi mereka untuk bertahan hidup. Namun, ironisnya, maksud hati ingin mencari pekerjaan yang nyaman, tapi ternyata justru penganiayaan yang mereka peroleh di luar negeri, seperti yang dialami oleh sebagian TKI; Sumiati dan kawan-kawan. Selain hal di atas, nasib buruk para TKI juga disebabkan oleh kelemahan birokrasi dalam pengiriman TKI dengan sistem yang buruk pula. Banyak perusahaan ilegal yang mengirim para TKI dengan iming-iming akan dipekerjakan di tempat ini-itu. Setelah sampai, mereka terkadang tidak mendapatkan apa yang sudah dijanjikan, padahal untuk berangkat saja mereka sudah membayar mahal. Sehingga, ibaratnya, para TKI dijadikan sebagai sapi perahan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, yang terlibat dalam 'bisnis' TKI. Mereka justru mencari keuntungan di tengah himpitan penderitaan orang lain.
Kalau pun ada perusahaan yang resmi untuk mengirim tenaga kerja, namun tak bisa diingkari, banyak pula dokumen yang dipalsukan seperti soal umur, dan lain-lain. Lokasi pengiriman TKI juga sering tidak sesuai tujuan yang dijanjikan. Akibatnya, ini pula yang menjadi faktor tersendiri akan pemicu semakin panjangnya daftar penderitaan para TKI.
Sebenarnya, boleh jadi, rakyat negeri ini tidak akan begitu tergiur untuk menjadi TKI, jika kemiskinan terstruktur yang 'diciptakan' negara tidak demikian kejam melanda masyarakat.
Tidak akan terjadi kelaparan dan kemiskinan di dalam negeri sendiri jika tersedia lapangan kerja yang memungkinkan setiap orang untuk mencari nafkah hingga pengangguran tidak terus bertambah. Masalah TKI ini juga tidak akan terjadi jika saja kesejahteraan hidup terjamin di dalam negeri. Sayangnya, semua ini seakan masih di awang-awang dan sulit dijangkau oleh masyarakat. Atas berbagai faktor itulah, maka peran pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk menangani urusan rakyat, sangat dituntut keseriusannya. Yang dimaksud adalah tanggung jawab yang maksimal dalam mengurus berbagai problematika masyarakat, terutama mengatasi pengangguran. Juga dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam menangani penderitaan yang dialami oleh para TKI yang ada di berbagai negara. Setelah ada masalah yang terkait dengan TKI, yang menjadi tanggung jawab dan tugas pemerintah adalah menyelesaikan termasuk mendampingi korban dalam proses hukum.
TKI juga warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan negara secara memuaskan, apa pun statusnya. Mereka adalah warga negeri ini yang berjuang mendulang devisa.
Dengan metode pertumbuhan ekonomi, maka kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah bukannya memerangi kemiskinan dan pengangguran tetapi memerangi orang miskin dan pengangguran. Sebab untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam sistem ekonomi ini (Kapitalisme), pemerintah harus menarik investor dari dalam dan luar negeri dan menciptakan kepercayaan pasar dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan para investor dan merugikan masyarakat. Akibatnya tidak jarang rumah dan tanah orang-orang miskin digusur untuk kepentingan investor. Kekayaan Indonesia yang seharusnya menjadi hak rakyat sebagai milik umum diserahkan kepada swasta dan investor luar negeri. Sementara energi pemerintah untuk memperhatikan dan memperbaiki kondisi rakyatnya habis tersedot untuk melayani kepentingan para investor (pemilik modal).
Di satu sisi pemerintah mengharapkan devisa 2-3 milyar dollar dari TKI/TKW, di sisi lain pemerintah menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan yang tidak berfaedah selain untuk kepentingan asing. Selama orde baru berbagai proyek pembangunan yang dibiayai pinjaman Bank Dunia senilai 30 milyar dollar, 10 milyar di antaranya bocor dan habis dikorupsi. Pemerintah melalui sistem ekonomi yang diterapkan telah dengan sengaja menciptakan ketidakadilan, kesenjangan, kesengsaraan bagi rakyatnya.
Ingatlah sabda Nabi SAW yang menyatakan, "Seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas rakyatnya." (HR. Bukhari)
Pemerintah tidak boleh menelantarkan rakyatnya dan tidak memberikan jaminan kehidupan dan pekerjaan, apalagi menyebabkan seorang ibu dan remaja putri meninggalkan suami, orang tua, dan keluarganya jauh di luar negeri tanpa didampingi mahromnya. Lebih parah lagi banyak di antara mereka yang diperkosa dan dibunuh dan dijadikan pelacur. Menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 10 persen dari 3-4 juta TKI/TKW Indonesia mengalami penyiksaan. Di Indonesia termasuk Negara yang mayoritas penduduk Islam seharusnya bisa mandiri mengurusi tenaga kerja dengan menciptakan lapangan kerja dengan pengelolaan industri yang baik, pengelolaan SDA yang bagus tetapi karena sistem masih tambal sulam kapitalistik maka saatnya umat Islam sadar memperlakukan syariat Islam dan sistem kepemimpinan yang Islami untuk mengatasi TKI-TKW.(Oleh: Ir. Alimuddin.L. MT.MM (Anggota Lajnah Siyasiyah-DPP HTI))
loading...
Read more »

"Masih Retorika, Penegakan Hukum di RI Bikin Prihatin"

item-thumbnail
KEDIRI (ResistNews) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika, terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas.

"Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Masyarakat sudah kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung," katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu malam.

Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Masih banyak masalah - masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung, seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan, serta masalah kasus suap Gayus Tambunan.

Ia juga mengaku, sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. Ketua KPK baru, Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

"Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan," jelasnya.

Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. Ia juga yakin, Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik, termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung.

Walaupun begitu, pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik.

Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Pihaknya juga tidak segan - segan memberi sanksi, tidak memandang keluarga dan saudara.

Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Kunjungan pertama tahun lalu, dalam peresmian rumah sakit, sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. Selain itu, kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Hadir dalam kegiatan itu, beberapa muspida Kabupaten Kediri, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, serta tamu undangan lainnya. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. (Antaranews.com)

loading...
Read more »

"Basmi Koruptor Jangan Gunakan Kelembutanmu, Busyro"

item-thumbnail
JAKARTA (ResistNews) - Busyro Muqoddas akhirnya terpilih menggantikan Antasari Azhar untuk menjadi Ketua KPK. Di bawah komando Busyro, KPK diharap tidak melupakan fungsi pencegahan tindak pidana korupsi yang mereka miliki.

Mantan anggota Tim 8, Amir Syamsuddin mengatakan, publik menaruh harapan tinggi kepada KPK supaya bisa kembali garang. Dengan kembali dipimpin oleh 5 orang, KPK yang sebelumnya sempat lesu darah diharapkan bisa memperlihatkan taringnya dalam menuntaskan kasus-kasus besar.

KPK, lanjut Amir, memang bertugas sebagai penggebrak dengan kewenangannya yang luar biasa dalam memberantas korupsi. Meski begitu, Amir berharap KPK tidak melulu fokus pada penindakan saja.

"Hal lain adalah peranan KPK dalam upaya pencegahan," ujar Amir, Minggu (28/11/2010).

Salah satu yang harus digenjot KPK adalah soal laporan harta kekayaan pejabat. Menurut Amir, semakin lama tingkat kesadaran para pejabat untuk melakukan kewajibannya itu makin menurun.

"Di bawah kepemimpinan Busyro, mudah-mudahan segera terlihat gebrakan baru," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, diminta garang menghadapi dan menangani kasus korupsi di negeri ini serta menyelesaikannya secara tuntas tanpa kompromi.

Ketua Laskar Anti Korupsi Sulawesi Barat (Lak-Sulbar), Muslim Fatillah Azis, di Mamuju, meminta Ketua KPK yang baru garang menghadapi dan menangani kasus korupsi yang merugikan keuangan negara ini agar masyarakat tidak lagi dirugikan dan dimiskinkan oleh perbuatan korupsi.

Ia mengatakan, Ketua KPK tidak boleh menggunakan perangainya yang dikenal lembut dan santun dalam menangani kasus korupsi di negeri ini.

"Dalam menangani kasus dugaan korupsi, Ketua KPK tidak boleh menggunakan cara-cara seperti perangai yang melekat di dirinya selama ini yang dikenal lembut dan santun. Perangai itu harus dihilangkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya memberantas korupsi,"katanya.

Sebagai Ketua KPK yang baru dan akan membawahi KPK sebagai institusi pemberantas korupsi di negeri ini empat tahun ke depan, Busyro Muqoddas harus tampil garang dan tidak melakukan kompromi terhadap para pelaku korupsi.

"Busyro Muqoddas yang dipercayakan rakyat melalui anggota DPR-RI untuk menjabat sebagai Ketua KPK jangan kompromi terhadap kasus korupsi," katanya.

Tetapi lanjut dia, Busyro Muqoddas dalam menyelesaikan kasus korupsi harus tegas dan tanpa atas dasar kompromi dan tidak melakukan tebang pilih penanganan kasus korupsi.

Ia berharap dengan terpilihnya Busyro Muqoddas sebagai Ketua KPK dapat membawa perubahan baru dalam tubuh internal KPK dan menjadikan KPK sebagai lembaga yang dipercaya rakyat di negeri ini dalam mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi.

"Ketua KPK yang baru harus melakukan pembenahan internal agar KPK solid dalam memberantas kasus korupsi sampai tuntas agar masyarakat di negeri ini mendukung KPK," pintanya. (fn/dt/ant) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Merasa Partainya Terus Jadi Korban Fitnah, SBY Mulai Gerah

item-thumbnail
JAKARTA (ResistNews) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono gerah. Dia membantah tuduhan bahwa partainya mendapat keuntungan dari penjualan saham PT Krakatau Steel.

Di depan rapat kerja Fraksi Demokrat, baru-baru ini, Yudhyono meminta 148 anggota DPR dari partainya mengembangkan politik sehat, beretika, dan berkualitas. Dia tak menghendaki anggota Fraksi Partai Demokrat terperangkap dalam kegaduhan politik yang sangat merugikan.

Yudhoyono merasa partainya terus menerus menjadi korban fitnah. Sebelum dituduh mendapat keuntungan dari penjualan saham PT Krakatau Steel, Partai Demokrat juga pernah disebut menerima dana dari Bank Century.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menganggap ada pihak tertentu yang memfitnah Partai Demokrat terkait polemik penawaran saham perdana PT Krakatau Steel.

"Partai demokrat difitnah mendapat keuntungan dari Krakatau Steel," kata Yudhoyono saat memberikan arahan dalam rapat kerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu malam.

Yudhoyono menyatakan hal itu setelah ramai pemberitaan yang mengutip pernyataan beberapa tokoh yang menduga ada pihak-pihak tertentu yang menikmati keuntungan dari penjualan saham Krakatau Steel.

Polemik semakin mencuat setelah beredar kabar tentang pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Meski mengaku bertemu, kedua tokoh itu membantah membicarakan masalah Krakatau Steel.

Yudhoyono menegaskan, fitnah terkait Krakatau Steel bukanlah satu-satunya fitnah yang diarahkan kepada Partai Demokrat.

Sebelumnya, menurut Yudhoyono, partai tersebut juga difitnah dalam kasus Bank Century.

"Partai Demokrat difitnah mendapat aliran dana dari Bank Century," kata Yudhoyono.

Yudhoyono meminta seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI tidak terpancing dengan fitnah tersebut.

Dia berharap, kader Partai Demokrat tetap berpolitik dengan cerdas dan tidak bertindak berdasarkan fitnah.

"Jangan asal bunyi, jangan rendah logika, apalagi fitnah," katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu malam, menghadiri Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI di salah satu hotel di Jakarta.

Yudhoyono tiba di tempat acara pada pukul 19.30 WIB dengan didampingi oleh Ani Yudhoyono. Mereka diikuti oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan sejumlah petinggi partai tersebut.

Hadir dalam raker tersebut sejumlah tokoh yang tergabung dalam Dewan Pembina Partai Demokrat, antara lain Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI dan Fauzi Bowo yang juga Gubernur DKI Jakarta.

Putra Yudhoyono, Edie Baskoro Yudhoyono yang juga Sekjen Partai Demokrat juga berada di tempat acara.

Rapat kerja tersebut diikuti oleh seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Raker yang berlangsung dua hari sejak 26 November 2010 itu diisi sejumlah agenda.

Fokus utama raker tersebut adalah refleksi satu tahun kinerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Pertemuan itu juga diisi dengan diskusi tentang strategi kinerja fraksi ke depan.

Sebagian besar agenda tersebut merupakan pertemuan internal yang berlangsung tertutup bagi media massa. (fn/lp/ant) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Hubungan Dengan Teroris Turki Diungkap, AS Ketakutan

item-thumbnail
ANKARA (ResistNews) - Sebuah gelombang baru dokumen yang direncanakan akan dirilis oleh WikiLeaks kabarnya termasuk file yang menunjukkan Amerika Serikat telah mendukung Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang di Turki, atau PKK, Washington Post melaporkan.

Telegram diplomatik juga diduga untuk menunjukkan bahwa Turki telah membantu al-Qaeda di Irak, Post melaporkan, mengutip harian yang berbasis di London al-Hayat.

PKK, yang didaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Amerika Serikat, telah melancarkan perang terhadap negara Turki sejak 1980-an.

Amerika Serikat telah melakukan kontak dengan Turki atas dokumen baru yang akan dirilis di Internet oleh WikiLeaks, pejabat Turki mengatakan pada hari Jumat, menekankan komitmen Ankara untuk memerangi terorisme.

Menurut laporan media, rilis yang direncanakan oleh website whistleblower itu termasuk dokumen  yang menunjukkan bahwa Turki membantu gerilyawan Al-Qaeda di Irak, dan bahwa Amerika Serikat membantu pemberontak Kurdi yang berbasis Irak melawan Turki.

Kedutaan besar AS di Ankara "memberi kami informasi mengenai hal tersebut, seperti negara-negara lain telah diinformasikan," seorang diplomat senior, yang menolak disebutkan namanya, kepada kantor berita AFP.

Dia tidak akan mengatakan pesan apa yang disampaikan AS.

Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan Ankara tidak tahu apa jenis dokumen apa yang yang terkandung dalam file tersebut.

"Ini adalah spekulasi ... Tapi sebagai suatu prinsip, bertoleransi atau mengabaikan tindakan teroris yang berasal dari Turki dan mentargetkan negara tetangga, khususnya Irak, tidak perlu dipertanyakan," katanya pada televisi CNN Turki.

"Pihak berwenang Irak tidak menyampaikan keluhan kepada kami tentang masalah itu.... Sebaliknya, Turki telah mengambil langkah-langkah yang sangat serius dalam perjuangan melawan Al-Qaeda dan upayanya selalu dihargai.

"Kami selalu bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam perjuangan melawan terorisme - baik itu Al-Qaeda atau PKK," katanya.

Davutoglu menambahkan bahwa jika dokumen-dokumen yang diduga "keluar, jika ini benar-benar terjadi, maka kita akan membuat evaluasi yang diperlukan."

Dia berbicara tak lama menjelang keberangkatannya ke Washington untuk melakukan pembicaraan yang telah dijadwalkan sebelumnya dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Diplomat Turki juga memuji dukungan AS terhadap melawan PKK, yang didaftar sebagai kelompok teroris oleh Ankara dan Washington dan banyak dari masyarakat internasional.

"Kami memiliki kerjasama yang efisien terhadap PKK dengan sekutu dan teman kami, Amerika Serikat. Kami sangat senang dengan itu dan kami berharap akan terus berlanjut,." Katanya.

Seorang pejabat kedutaan AS menolak mengomentari rilis WikiLeaks, mengatakan itu adalah "spekulasi murni".

Dia juga menegaskan kembali komitmen AS untuk membantu Turki memerangi PKK, yang   kampanye bersenjata 26 tahunnya di Turki tenggara telah merenggut sekitar 45.000 jiwa.

Kebijakan AS "tidak pernah dan tidak akan pernah mendukung PKK. Segala sesuatu yang menyiratkan sebaliknya omong kosong," katanya. "Kami berkomitmen bersama-sama dengan pemerintah Turki dalam memerangi terorisme, baik dari Al-Qaeda atau PKK."

WikiLeaks belum mengatakan apa yang akan terkandung dalam rilis yang akan datang, hanya menunjukkan bahwa itu akan menjadi "tujuh kali" ukuran catatan Perang Irak yang sebanyak 400.000 dokumen-dokumen rahasia.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Rabu bahwa kedutaan AS di seluruh dunia telah "memulai proses menginformasikan pemerintah tentang perilis dokumen yang mungkin dalam waktu dekat."

"Ini  pengungkapan yang akan menciptakan ketegangan pada hubungan antara diplomat kami dan teman-teman kami di seluruh dunia," kata juru bicara Philip Crowley.

Dalam dokumen yang dirilis olehWikilieaks pada bulan Oktober memang menyatakan Angkatan Darat Amerika Serikat melihat anggota teroris Partai Pekerja Kurdistan(PKK), yang digolongkan oleh AS sebagai kelompok teroris, sebagai "pejuang kemerdekaan".

Turki disebutkan pada 128 dari 391.000 dokumen rahasia yang dibocorkan oleh situs web whistleblower yang mengungkapkan jumlah korban tewas mengejutkan sipil di Irak. Dalam satu dokumen, teroris PKK ditinggikan sebagai  "pejuang kemerdekaan". Dokumen itu membahas kelompok PKK yang ditangkap di Fallujah tahun 2004 sebagai "Pejuang kemerdekaan yang adalah warga negara Turki." (iw/afp/tw/tz) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Hamas: Penghancuran Masjid Desa Cerminkan Premanisme Israel

item-thumbnail
DAMASKUS (ResistNews) – Hamas mengecam keras apa yang disebutnya "perilaku premanisme tentara Israel" terhadap rakyat Palestina di desa-desa di Lembah Yordania dan Negev, di mana terjadi penghancuran sebuah Masjid di Yazra.
Tentara Israel pada Kamis (25/11) pagi waktu setempat menyerbu desa Yarza di dekat kota Tubas, Lembah Yordania, menghancurkan Masjid setempat dan menyebarkan pemberitahuan perobohan sepuluh rumah di desa itu. Desa tetangga, Abu Al Ajjaj, dihancurkan satu hari sebelumnya.
Hamas mengatakan pada hari Kamis, "Kami, di dalam gerakan Hamas, mengecam keras premanisme tentara Zionis terhadap rakyat kami di desa-desa Lembah Yordania dan Negev, dan menganggap tindak kejahatannya hari ini, yang terjadi sehari setelah penghancuran desa Abu Al Ajjaj, sebagai ekspresi dari kebijakan rasis Zionis yang didorong oleh kebencian dan didasarkan pada pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina melalui deportasi, pengusiran paksa, dan penghancuran Masjid serta rumah-rumah untuk menguntungkan proyek pemukiman Yahudi."
Gerakan itu menekankan bahwa kejahatan menghancurkan Masjid yang telah berdiri selama 40 tahun itu adalah salah satu rantai agresi terhadap tempat-tempat ibadah dan mencerminkan sebuah perang melawan agama dan tempat-tempat suci yang berkaitan dengannya dalam melanggar semua konvensi internasional.
Hamas menyerukan agar rakyat Palestina bersatu melawan penghancuran terhadap Masjid dan tempat-tempat suci dan agar Organisasi Konferensi Islam, Liga Arab, dan PBB untuk memainkan peran mereka dalam membela hak asasi manusia dan tempat ibadah.
Eskalasi terbaru di Lembah Yordania terjadi setelah serentetan agresi pemukim bulan lalu di tengah upaya pemukiman Massu'a untuk mencaplok tanah milik warga Abu Al Ajaj di area Al Jiftlik.
Solidaritas Lembah Yordania telah meminta bantuan relawan untuk pemulihan dan penyelamatan dari penghancuran baru-baru ini, serta memberikan pendampingan pada penduduk setempat yang berisiko mengalami kekerasan dari pemukim.
Awal minggu ini, sebuah keluarga Palestina diusir paksa dari rumah mereka oleh para pemukim di Jabal Mukabber, Yerusalem Timur, dan desa Bedouin Al Arakib di Neveg dihancurkan untuk ketujuh kalinya.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Israel menghancurkan rumah seorang warga Palestina di A Thuri, Yerusalem Timur, menelantarkan tujuh anggota keluarga itu, termasuk empat anak-anak. Keluarga tersebut telah tinggal di rumah seluas 60 meter persegi itu selama 8 tahun dan tidak berhasil melawan penghancuran dalam pertarungan hukum di pengadilan selama bertahun-tahun. Para pemukim pindah ke rumah warga Palestina lainnya di Bukit Zaitun setelah sebuah keluarga Palestina kalah dalam pertarungan hukum untuk mempertahankan rumahnya dan diusir dari sana tiga tahun lalu. Sebuah keputusan baru pengadilan minggu ini memberikan lampu hijau bagi pemukim untuk mengambil alih rumah itu. (rin/pic/ps) www.suaramedia.com
loading...
Read more »

WikiLeaks: AS Anggap Gordon Brown Lemah

item-thumbnail
y
Pendiri situs kontroversial WikiLeaks, Julian Assange membetulkan  kacamatanya ketika meninggalkan konferensi pers yang digelar di Jenewa  pada 4 November 2010. (Foto: Getty Images)

Pendiri situs kontroversial WikiLeaks, Julian Assange membetulkan kacamatanya ketika meninggalkan konferensi pers yang digelar di Jenewa pada 4 November 2010. (Foto: Getty Images)

WASHINGTON (ResistNews) – Para diplomat AS ternyata memprediksikan bahwa pemerintahan koalisi Inggris akan tidak stabil. Mereka juga beranggapan Gordon Brown lemah dan tidak terduga. Hal itu terungkap dalam dokumen-dokumen rahasia yang siap diungkapkan.

Downing Street kemarin mendapat peringatan dari para pejabat AS bahwa bocoran pesan-pesan diplomatik akan segera terungkap, membongkar perkiraan pribadi para diplomat AS mengenai dunia politik Inggris.

Telegram dan pesan dari Kedutaan Besar AS di London termasuk di antara ribuan dokumen rahasia yang diserahkan kepada situs WikiLeaks yang siap merilisnya dalam hitungan hari.

Informasi yang akan bocor dalam waktu dekat itu melahirkan peringatan bahwa hubungan AS dengan sekutu-sekutu internasionalnya bisa rusak.

Untuk coba meminimalkan kerusakan yang mungkin ditimbulkan, para diplomat AS kemarin memberitahu pemerintah-pemerintah negara sahabat mengenai kemungkinan isi dari dokumen-dokumen yang bocor itu.

Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa dalam dokumen-dokumen itu, terdapat komentar mengenai perkiraan nasib pemerintahan koalisi antara Partai Konservatif dan Liberal Demokrat.

Pesan-pesan yang dikirimkan pada masa-masa awal pemerintahan koalisi Inggris tersebut diyakini memprediksikan bahwa pemerintahan Inggris akan tidak efektif dan tidak berumur panjang dan akhirnya hancur karena ketegangan antara Tory dan Liberal Demokrat.

Pesan-pesan mengenai pemerintahan Inggris sebelumnya kemungkinan juga akan memalukan bagi Gordon Brown.

Diyakini bahwa para staf kedutaan memberitahu Departemen Luar Negeri di Washington bahwa Brown dianggap plin-plan dan tidak dapat diprediksi, ia juga dianggap lemah secara politik.

"Ada satu atau dua hal dalam laporan itu yang bisa mempermalukan (pemerintahan) koalisi," kata salah satu sumber. "Pemerintahan (Inggris) sebelumnya juga tidak akan suka membacanya."

Selain komentar politik, para pejabat AS khawatir bahwa dokumen yang bocor tersebut mengungkapkan rincian pengaturan pembagian data intelijen, operasi anti-terorisme, dan sejumlah aspek sensitif lainnya dalam kebijakan luar negeri AS.

Untuk mempersiapkan "kemungkinan terburuk," para diplomat AS secara pribadi memberitahu pemerintah di sejumlah negara, termasuk Irak, Afghanistan, Israel, dan Turki mengenai kemungkinan informasi yang diungkapkan. Demikian halnya dengan para pejabat Australia dan Kanada.

PJ Crowley, juru bicara Departemen Luar Negeri di Washington mengkritik perilisan informasi dalam waktu dekat itu.

"Hal ini mencederai AS dan kepentingan-kepentingan kami. (Dokumen-dokumen itu) akan menciptakan ketegangan dalam hubungan antara para diplomat kami dan sahabat-sahabat kami di seluruh dunia," katanya.

Pesan diplomatik tersebut akan menjadi dokumen rahasia pemerintah AS yang ketiga yang dibocorkan WikiLeaks tahun ini.

Sebelumnya diungkapkan mengenai detail sensitif operasi militer Barat di Irak dan Afghanistan, dan mengarahkan dugaan bahwa situs tersebut membahayakan keamanan sejumlah pejabat pemerintahan Afghanistan.

Seorang juru bicara Downing Street membenarkan bahwa Inggris telah mendapatkan rincian mengenai telegram-telegram tersebut.

Sang juru bicara mengatakan, "Jelas, pemerintah (Inggris) telah diberitahu para pejabat AS, oleh para duta besar, mengenai kemungkinan isi dokumen bocor tersebut."

"Saya tak mau berspekulasi mengenai apa yang akan dibocorkan sebelum benar-benar bocor," tambahnya. (dn/tg) www.suaramedia.com

loading...
Read more »

Tips Jitu Alirkan Genangan Laba Bisnis Jus Buah

item-thumbnail
Aneka juice buah-buahan dan sayuran selain bermanfaat bagi kesehatan juga diminati hampir setiap orang. Tak heran hampir setiap tempat berjualan juice selalu diserbu pembeli. Bisnis aneka juice menarik tidak hanya karena itu tetapi juga karena modal usaha yang cukup kecil. Dengan demikian setiap orang mudah untuk memulai bisnis berjualan aneka juice ini.

Di dalam menekuni bisnis aneka juice ini perlu dipertimbangkan waktu berjualannya. Karena juice buah adalah minuman kesegaran maka idealnya menjual di pagi hari sampai sore karena cuaca saat tersebut sedang panas-panasnya. Selain itu tempat berjualan selain memiliki kedai sendiri juga bisa bekerjasama dengan rumah makan, restoran atau tempat-tempat lain,

Untuk memulai bisnis juice tidak diperlukan alat dan modal besar, alat yang dibutuhkan hanya alat pembuat jus (blender), beberapa meja kursi,gelas dan piring serta gerobak yang harganya tidak tidak terlalu mahal. Keuntungan bisnis juice buah bisa diprediksikan dari harga jualnya yang bisa sampai 150% sampai 300% dari harga buah yang dibuat jus.

Tips memulai bisnis juice
Meski Bisnis juice buah tergolong mudah dan murah tetapi perlu diperhatikan beberapa hal yang akan berperan dalam mendukung suksesnya bisnis Juice buah, antara lain:
1. Tempat luas dan nyaman, usahakan di sekitar taman.
2. Penataan meja, sebaiknya setiap meja bisa digunakan dari dua sampai enam orang, dan meja yang kita sediakan minimal enam.
3. Apabila lokasi yang kita gunakan dipinggir jalan atau didepan supermarket kita bisa menggunakan gerobak dan beberapa kursi saja.
4. Lakukan promosi dengan baik, promosi bisa dilakukan dengan papan nama dan promosi dari mulut ke mulut.
5. Sediakan aneka juice dari buah-buahan selengkap mungkin.
6. Pilihlah bahan juice dari buah-buahan yang berkualitas baik.
7. Gunakan bahan-bahan pendukung yang berkualitas baik, misalnya gula jangan menggunakan pemanis lain.
8. Kondisikan tempat menjadi nyaman, seperti memutarkan musik-musik penghangat suasana. (ciputraentrepreneurship.com)

loading...
Read more »

Imran Bin Hushain Dan 'Berkah' Dari Tangan Kanan Rasulullah

item-thumbnail
Di tahun perang Khaibarlah ia datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bai'at. Dan semenjak ia menaruh tangan kanannya di tangan kanan Rasul, maka tangan kanannya itu beroleh penghormatan besar, hingga bersumpahlah ia pada dirinya tidak akan menggunakannya kecuali untuk perbuatan utama dan mulia.

Pertanda ini merupakan suatu bukti jelas bahwa pemiliknya mempunyai perasaan yang amat halus.

'Imran bin Hushain radhiyallah 'anhu merupakan gambaran yang tepat bagi kejujuran, sifat zuhud dan keshalehan serta mati-matian dalam mencintai Allah dan mentaati-Nya.

Walaupun ia beroleh taufik dan petunjuk Allah yang tidak terkira, tetapi ia sering menangis mencucurkan air mata, ratapnya:  "Wahai, kenapa aku tidak menjadi debu yang diterbangkan angin saja."

Orang-orang itu takut kepada Allah bukanlah karena banyak melakukan dosa, tidak! Setelah menganut Islam, boleh dikata sedikit sekali dosa mereka! Mereka takut dan cemas karena menilai keagungan dan kebesaran-Nya, bagaimanapun mereka beribadat ruku' dan sujud, tetapi ibadatnya, dan syukurnya itu belumlah memadai nikmat yang mereka telah terima.

Pernah suatu saat beberapa orang shahabat menanyakan pada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Ya Rasulullah, kenapa kami ini? Bila kami sedang berada di sisimu, hati kami menjadi lunak hingga tidak menginginkan dunia lagi dan seolah-olah akhirat itu kami lihat dengan mata kepala.

Tetapi demi kami meninggalkanmu dan kami berada di lingkungan keluarga, anak-anak dan dunia kami, maka kami pun telah lupa diri?"

Ujar RasuIuIlah Shallallahu 'alaihi wa sallam :  "Demi Allah, Yang nyawaku berada dalam tangan-Nya!

Seandainya kalian selalu berada dalam suasana seperti di sisiku, tentulah malaikat akan menampakkan dirinya menyalami kamu. Tetapi, yah yang demikian itu hanya sewaktu-waktu, !"

Pembicaraan itu kedengaran oleh'Imran bin Hushain, maka timbullah keinginannya, dan seolah-olah ia bersumpah pada dirinya tidak akan berhenti dan tinggal diam, sebelum mencapai tujuan mulia tersebut, bahkan walau terpaksa menebusnya dengan nyawanya sekalipun!

Dan seolah-olah ia tidak puas dengan kehidupan sewaktu-waktu itu, tetapi ia menginginkan suatu kehidupan yang utuh dan padu, terus-menerus dan tiada henti-hentinya, memusatkan perhatian dan berhubungan selalu dengan Allah Robbul'alamin.

Di masa pemerintahan Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab, 'Imran dikirim oleh khalifah ke Bashrah untuk mengajari penduduk dan membimbing mereka mendalami Agama. Demikianlah di Bashrah ia melabuhkan tirainya, maka demi dikenal oleh penduduk, mereka pun berdatanganlah mengambil berkah dan meniru teladan ketaqwaannya.

Berkata Hasan Basri dan Ibnu Sirin:  "Tidak seorang pun di antara shahabat-shahabat Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam yang datang ke Bashrah, lebih utama dari 'Imran bin Hushain."

Dalam beribadat dan hubungannya dengan Allah, 'Imran tak sudi diganggu oleh sesuatu pun. Ia menghabiskan waktu dan seolah-olah tenggelam dalam ibadat, hingga seakan-akan ia bukan penduduk bumi yang didiaminya ini lagi. Sungguh, seolah-olah ia adalah Malaikat, yang hidup di lingkungan Malaikat, bergaul dan berbicara dengannya, bertemu muka dan bersalaman dengannya….

Dan tatkala terjadi pertentangan tajam di antara Kaum Muslimin, yaitu antara golongan Ali dan Mu'awiyah, tidak saja 'Imran bersikap tidak memihak, bahkan juga ia meneriakkan kepada ummat agar tidak campur tangan dalam perang tersebut, dan agar membela serta mempertahankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Katanya pada mereka:  "Aku lebih suka menjadi pengembala rusa di puncak bukit sampai aku meninggal, daripada melepas anak panah be salah satu pihak, biar meleset atau tidak."

Dan kepada orang-orang Islam yang ditemuinya, diamanatkannya: "Tetaplah tinggal di mesjidmu. Dan jika ada yang memasuki mesjidmu, tinggallah di rumahmu. Dan jika ada lagi yang masuk hendak merampas harta atau nyawamu, maka bunuhlah dia."

Keimanan Imran bin Hushain membuktikan hasil gemilang.
Ketika ia mengidap suatu penyakit yang selalu menggangu selama 30 tahun, tab pernah ia merasa kecewa atau mengeluh.

Bahkan tak henti-hentinya ia beribadat kepada-Nya, baik di waktu berdiri, di waktu duduk dan berbaring.

Dan ketika para shahabatnya dan orang-orang yang menjenguknya datang dan menghibur hatinya terhadap penyakitnya itu, ia tersenyum sambil ujamya: "Sesungguhnya barang yang paling kusukai, ialah apa yang paiing disukai Allah." Dan sewaktu ia hendak meninggal, wasiatnya kepada kaum kerabatnya dan para shahabatnya, ialah: "Jika,kalian,telah kembali dari pemakamanku, maka sembelihlah hewan dan adakanlah jamuan."

Memang, sepatutnyalah mereka menyembelih hewan dan mengadakan jamuan! Karena kematian seorang Mu'min seperti 'Imran bin Hushain bukanlah merupakan kematian yang sesungguhnya! Itu tidak lain dari pesta besar dan mulia, di mana suatu ruh yang tinggi yang ridla dan diridlai-Nya diarak ke dalam surga, yang besarnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-rang yang taqwa. (ar/kisah) www.resistnews.blogspot.com

loading...
Read more »

IRESS: Rencana Pembelian Saham Medco Harus Dibatalkan

item-thumbnail
JAKARTA (ResistNews) -
alt
Indonesia Resources Studies (IRESS) mendesak Kementerian BUMN dan Pertamina untuk membatalkan rencana pembelian saham Medco milik pengusaha Arifin Panigoro. IRESS beralasan rencana itu sangat merugikan rakyat dan negara.

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara mengatakan pada awalnya pihaknya  menyambut baik rencana penyatuan kedua perusahaan nasional itu, terutama karena berbagai keuntungan yang akan diperoleh secara nasional jika merger terjadi.

Pertamina menjelaskan bahwa akusisi saham Medco ini untuk mewujudkan target produksi Pertamina sebesar 1 juta barel ekuivalen minyak per hari (BOEPD). Selain itu pembelian saham Medco juga akan menyatukan kemampuan teknis, keuangan, bisnis, manajemen dan SDM kedua perusahaan sehingga akan memaksimalkan keuntungan dan meningkatkan ketersediaan energi nasional.

"Namun setelah memperhatikan aspek-aspek prosedural dan finansial/harga yang melingkupi rencana akuisisi ini, IRESS sangat khawatir bahwa akuisisi tersebut akan sangat merugikan negara dan rakyat", ungkap Marwan dalam pers release yang dikirimkan kepada Suara Islam, Kamis (25/11/2010).

Ada sejumlah alasan mengapa IRESS mendesak pemerintah dan Pertamina untuk membatalkan pembelian saham yang rencananya akan dieksekusi pada tanggal 20 November 2010 itu. Berikut enam alasan yang dipaparkan IRESS:

Pertama, secara umum prosedur pembelian perlu dipertanyakan, karena tidak dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Siapa yang menjadi konsultan (hukum dan keuangan) Pertamina dalam proses akuisisi, dan adakah proses tender telah dilakukan untuk memilihnya?

Kedua, ide pembelian berasal dari Konsultan Mckenzy 2 tahun yang lalu, dan saat ini sudah tidak relevan dan tidak berlaku. Sejak pertengahan Oktober 2010, saat rencana akusisi diumumkan, tidak jelas siapa yang berperan sebagai konsultan Pertamina, terutama untuk menilai harga yang wajar dan objektif. Apakah hal ini sudah dibahas dalam rapat Dekom dan dikonsultasikan dengan DPR?

Ketiga, harga beli 55% saham Medco sebesar US$ 700 juta adalah sangat mahal. Hutang Medco per 30 Juni 2010 adalah US$ 898,990,000.-. Di sisi lain, deviden yang diterima oleh Encore Energy sesuai porsi sahamnya, adalah: US$ 0 (2008) US$ 25,300 (2009) dan US$ 4,3 juta (2010). Dengan kondisi demikian, sampai berapa puluh tahun yang akan datang kah Pertamina akan mencapai BEP dan memperoleh keuntungan dari investasi US$ 700 juta tersebut?

Keempat, dalam waktu kurang dari 5 tahun ke depan, ada 4 PSC Medco  yang akan berakhir masa berlakunya. Jika pemerintah konsisten dengan sikapnya yang ingin membesarkan Pertamina, wilayah kerja tersebut otomatis jatuh ke tangan Pertamina. Selain itu, 58% dari total cadangan Medco berasal dari blok Senoro Tolii yang merupakan ladang bersama kedua perusahaan. Dengan demikian, pembelian saham Medco menjadi tidak relevan dan mubazir!

Kelima, Encore Energy tidak memiliki kontrol, penuh untuk Matahari dan tidak memiliki hak untuk mengangkat Matahari. Hal ini jelas tidak menguntungkan Pertamina dan tidak sejalan dengan visi dan rencana produksi 1 juta barel Pertamina. Oleh sebab itu, transaksi hanya akan menguntungkan jika dilakukan pada tingkat PSC.

Keenam, direktur Hulu Pertamina Bagus Setiarja telah mengundurkan diri karena tidak sepakat dengan rencana akusisi yang merugikan negara tersebut. Sejumlah karyawan Pertamina, termasuk Serikat Pekerja Pertamina, juga telah menolak rencana busuk ini, termasuk telah menulis surat protes kepada direksi Pertamina dan sejumlah pejabat negara (copy surat ada di IRESS).

Marwan juga mensinyalir bahwa fenomena obral saham BUMN akhir-akhir ini dan pembelian saham perusahaan swasta dengan harga mahal tak dapat dilepaskan dari kepentingan oknum-oknum di lingkaran kekuasaan untuk mendapatkan komsisi, memburu rente dan mandapatkan keuntungan dalam jumlah besar dalam waktu sesingkat-singkatnya, dengan mengorbankan kepentingan BUMN dan rakyat Indonesia.

"Ini sama seperti saat penjualan Indosat kepada Temasek, the ultimate crimes against the nation!", jelas mantan anggota DPD RI itu.

Jika rencana kementerian BUMN dan Pertamina ini tetap dijalankan, Marwan meminta agar seluruh jajaran direksi Pertamina mundur dari jabatannya. "Kami menghimbau seluruh karyawan Pertamina untuk melakukan pembangkangan massal atas rencana dan kesewenang-wenangan tersebut", seru Marwan.

Seperti diketahui, pada tanggal 15 Oktober 2010 yang lalu Pertamina dan Medco telah menandatangani principle of agreement yang antara lain berisi perjanjian tentang rencana pembelian 55% saham Encore International Ltd. (EIL), induk Medco Energi, oleh Pertamina dari Arifin Panigoro. Eksekusi pembelian saham direncanakan pada tanggal 30 November 2010, setelah seluruh aspek terkait hal-hal yang bersifat administratif, finansial dan kontraktual diselesaikan oleh kedua belah pihak. Dengan akuisisi saham tersebut Pertamina secara tidak langsung akan menjadi pemegang saham di Medco dengan total pemilikan 27,9%. (suara-islam.com)

loading...
Read more »
Home
loading...