Archive by date

Agenda Tersembunyi di Balik Komoditi Terorisme

item-thumbnail

Setelah sepuluh tahun berlalu serangan 11 September di menara kembar WTC New York, masih saja kelam tanpa ada satupun investigasi independen yang menjelaskan dengan jujur bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi. Peristiwa tersebut justru digunakan oleh Amerika untuk memerangi dan menjajah dunia Islam dengan dalih perang terhadap terorisme. Dengan dalih itu pula Amerika membelah dunia menjadi dua, bersama Amerika atau anti Amerika. Ada jutaan umat Islam terbunuh sebagai korban dan ribuan muslim mendekam di penjara. Di berbagai pelosok negeri dan War of Terorisme pun melaju tiada pernah henti
Ada hal yang perlu dan patut dicermati dalam proyek War Of Terorisme ini antara lain yang digagas oleh RAND dalam bukunya Building Moslem Moderate Network lebih jauh memberikan rekomendasi sebagai berikut:
1. Komunitas Internasional menilai bahwa Dunia Islam ada dalam Frustasi dan Kemarahan, akibat dari periode keterbelakangan yang lama dan ketidakberdayaan komparatif serta kegagalan mencari solusi dalam menghadapi kebudayaan global kontemporer.
2. Komunitas Internasional menilai bahwa upaya umat Islam untuk kembali kepada kemurnian ajaran Islam adalah suatu ancaman bagi peradaban Dunia Modern, dan bisa mengantarkan kepada Clash of Civilization (Benturan Peradaban).
3. Komunitas Internasional menginginkan Dunia Islam yang ramah terhadap Demokrasi dan Modernitas serta mematuhi aturan-aturan Internasional untuk menciptakan perdamaian global.
4. Komunitas Internasional perlu melakukan pemetaan Kekuatan dan Pemilahan Kelompok Islam untuk mengetahui kawan dan lawan, serta pengaturan strategi dengan pengolahan sumber daya yang ada di Dunia Islam.
5. Komunitas Internasional mesti mempertimbangkan dengan sangat hati-hati terhadap elemen-elemen, kecenderungan-kecenderungan, dan kekuatan-kekuatan mana dalam Islam yang mereka ingin perkuat; apa sasaran dan nilai-nilai dari persekutuan potensial yang berbeda itu; dan siapa yang akan dijadikan anak didiknya; dan konsekuensi-konsekuensi lebih besar seperti apa yang akan tampak ketika memperluas agenda-agenda masing-masing; termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang dibantu oleh AS dan sekutunya.
Komunitas Internasional membagi Umat Islam dalam Empat Kelompok, yaitu:
1. Fundamentalis: yaitu kelompok masyarakat Islam yang menolak nilai- nilai Demokrasi dan kebudayaan Barat Kontemporer, serta menginginkan formalisasi penerapan Syariat Islam.
2. Tradisionalis: yaitu kelompok masyarakat Islam Konservatif yang mencurigai modernitas, inovasi dan perubahan. Mereka berpegang kepada substansi ajaran Islam tanpa peduli kepada formalisasinya.
3. Modernis: yaitu kelompok masyarakat Islam Modern yang ingin Reformasi Islam agar sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga bisa menjadi bagian dari modernitas.
4. Sekularis: yaitu kelompok masyarakat Islam Sekuler yang ingin menjadikan Islam sebagai urusan privasi dan dipisah sama sekali dari urusan negara.
Komunitas Internasional melakukan penilaian terhadap tiap kelompok sebagai berikut:
1. Fundamentalis: sangat anti Barat sehingga menjadi ancaman bagi demokrasi dan modernitas. Mendukung kelompok ini bukan suatu opsi bagi Barat, kecuali untuk pertimbangan taktis sementara. Penghancuran Fundamentalis menjadi suatu keharusan.
2. Tradisionalis: tidak anti Barat tapi penuh kecurigaan terhadap modernitas, sehingga mudah terpengaruh oleh Fundamentalis. Karenanya, kelompok ini harus dirangkul dan dijauhkan dari Fundamentalis, tapi mesti selalu diwaspadai.
3. Modernis: Pro Demokrasi dan Modernitas serta dekat dengan Barat dalam nilai dan kebijakan, sehingga bisa digunakan untuk mengcounter berbagai pemikiran Islam Fundamentalis. Namun ada kendala-kendala serius bagi modernis di tengah masyarakat Islam.
4. Sekularis: Pro Barat dan bisa dimanfaatkan, namun terkadang sulit menjadi sekutu karena afiliasi ideology yang berbeda. Karenanya, kelompok ini hanya bisa dimanfaatkan sepanjang memiliki ideology yang menopang demokrasi dan modernitas.
Komunitas Internasional menetapkan strategi terhadap tiap kelompok sebagai berikut:
1. Mengkonfrontir dan Menentang Kaum Fundamentalis, dengan jalan:
a. Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak-akuratannya
b. Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktivitas illegal.
c. Mengumumkan konsekuensi dari tindak kekerasan yang mereka lakukan.
d. Menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk memerintah.
e. Memperlihatkan ketidakberdayaan mereka mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.
f. Mengamanahkan pesan-pesan tersebut kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.
g. Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris.
h. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
i. Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
j. Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.
Beberapa bukti tindakan untuk memojokkan kelompok yang disebut Fundamentalis oleh barat tersebut adalah: menafsirkan Al-Qur’an secara sengaja untuk menyesatkan dengan menyatakan penentangan dan pengharaman poligami pada satu sisi, namun menghalalkan perkawinan sejenis, lesbianisme dan homoseksual, mengulang-ulang tayangan gambar yang out of date dan tidak relevan terkait aksi-aksi umat Islam yang dinilai mengandung kekerasan di televisi, sementara itu kegiatan dari berbagai ormas Islam yang bersifat konstruktif seperti menjadi relawan di daerah bencana alam tidak pernah sekalipun ditayangkan, “mengeroyok” dan menyerang argumen narasumber yang berasal dari kelompok yang dianggap fundamentalis dengan format acara dialog televisi 3 lawan 1 seperti acara Today’s Dialogue, Save Our Nation, Topik Minggu Ini, wawancara khusus dan lain sebagainya, memenjarakan aktivis-aktivis islam dengan tuduhan teroris atau sebagai pelaku kekerasan, menghapus panggilan kehormatan kyai, ustadz, habib dalam pemberitaan media massa terhadap aktivis islam yang dianggap fundamentalis.
2. Mendorong Kaum Tradisionalis untuk Melawan Fundamentalis, dengan jalan:
a. Dalam Islam tradisional ortodoks terdapat elemen-elemen demokrasi yang dapat dipakai untuk mengcounter Islam fundamentalis otoriter yang represif dan otoriter.
b. Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis.
c. Mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
d. Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.
e. Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum modernis.
f. Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Karena Kaum fundamentalis secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktik politik “Islam pinggiran” yang kabur.
g. Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan di latih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.
h. Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda.
i. Memperuncing khilafiyah yaitu perbedaan antar mazhab dalam Islam, seperti Sunni–Syiah, Hanafi–Hambali, Wahabi–Sufi, dll.
j. Mendorong Kaum Tradisionalis agar tertarik dengan modernisme, inovasi dan perubahan.
k. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Kaum Fundamentalis.
l. Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme.
3. Mendukung sepenuhnya Kaum Modernis, dengan jalan:
a. Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.
b. Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.
c. Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.
d. Memberikan mereka suatu platform publik.
e. Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.
f. Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.
g. Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayanya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.
h. Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.
4. Mendukung secara selektif Kaum Sekularis, dengan jalan:
a. Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama
b. Mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideologi kiri.
c. Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya.
Beberapa contoh tindakan ini adalah: membangun mitos tentang sekulerisme, memanipulasi hari peringatan Pancasila untuk kepentingan sekularisme, pluralisme dan liberalisme, mengkampanyekan penampilan kesalehan individual dan mencegah berlakunya perda-perda yang disebut perda syariat.
Untuk menjalankan program-program di atas maka, dalam dokumen Building Moderate Muslim Networks, Pemerintah Amerika Serikat harus menyediakan dana bagi individu-individu dan lembaga-lembaga seperti LSM, pusat kajian di Universitas-Universitas Islam maupun Universitas umum lainnya dan membangun jaringan antar komponen tersebut untuk memenuhi tujuan-tujuan Amerika.
Sebagai contoh keberhasilan membangun jaringan ini adalah apa yang pernah ditempuh oleh Amerika Serikat ketika mensponsori Kongres Kebebasan Budaya (Congress of Cultural Freedom), di mana pertemuan ini berhasil membangun komitmen antar elemen untuk membentuk jaringan anti komunis. Upaya yang serupa juga perlu dilakukan untuk membangun jaringan anti Islam. Bahkan bila perlu, sikap tidak setuju dengan kebijakan Amerika perlu sesekali ditampilkan oleh para aktivisnya sekedar untuk menampilkan citra independen dari Amerika dan Barat serta membangun kredibilitas semu para aktivis liberal pro barat, demi mencapai tujuan utamanya memusuhi Islam secara keseluruhan.
Amerika dan Barat dalam dokumen tersebut sepenuhnya sadar bahwa mereka terlibat dalam sebuah peperangan yang merupakan perang dengan senjata maupun perang ide. Dalam konteks ini Amerika dan Barat ingin memenangkan perang dengan cara “ketika ideologi kaum ekstrimis tercemar di mata penduduk tempat asal ideologi itu dan di mata pendukung pasifnya”. Kalimat ini jelas adalah merupakan tujuan Amerika dan Pihak barat lainnya untuk menghancurkan Islam dan menjauhkan Islam dari umat.
Pembangunan jaringan muslim moderat ini dilakukan pada tiga level:
1. Menyokong jaringan-jaringan yang ada;
2. Mengidentifikasi jaringan dan mempromosikan kemunculan dan pertumbuhannya.
3. Memberikan kontribusi untuk membangun situasi dan kondisi bagi berkembangnya faham pluralisme dan sikap toleran.
Adapun kelompok-kelompok yang dijadikan sasaran untuk direkrut dan dijadikan anak didik Amerika dan Barat adalah:
1. Akademisi dan Intelektual Muslim Liberal dan Sekuler;
2. Cendikiawan Muda Muslim yang Moderat;
3. Kalangan Aktivis Komunitas;
4. Koalisi dan Kelompok Perempuan yang mengkampanyekan kesetaraan gender;
5. Penulis dan Jurnalis (wartawan) yang moderat.
Para pejabat di kedutaan Amerika yang berada di negeri-negeri muslim harus memastikan bahwa kelompok ini terlibat dan sesering mungkin melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.
Sementara itu program-program prioritas untuk mendukung pembangunan jaringan muslim moderat ini diletakkan pada sektor:
1. Pendidikan Demokrasi, yaitu dengan mencari pembenaran dari nas-nas dan sumber-sumber Islam terhadap demokrasi dan segala sistemnya.
2. Dukungan pada Media massa untuk melakukan liberalisasi pemikiran;Kesetaraan Gender, yang merupakan medan tempur utama dalam perang pemikiran dengan kelompok Islam;
3. Advokasi Kebijakan, untuk mencegah agenda politik kelompok Islam.
Pihak Amerika juga sadar bahwa ide-ide radikal berasal dari Timur Tengah, oleh karenanya perlu dilakukan upaya “Arus Balik” yaitu menyebarkan ide-ide dan pemikiran dari intelektual-intelektual moderat dan modernis yang berhasil dicuci otak dan setuju dengan westernisasi dan gaya hidup barat, yang bukan berasal dari Timur Tengah, seperti Indonesia. Tulisan dan pemikiran moderat dari kalangan di luar Timur Tengah ini harus sesegera mungkin diterjemahkan dalam bahasa Arab untuk disebarkan di kawasan Timur Tengah. 
Di sinilah terdapat jawaban, mengapa akhir-akhir ini Indonesia sering dijadikan tempat pertemuan Internasional cendekiawan dan intelektual muslim dari berbagai negara yang disponsori oleh Amerika dan negara barat lainnya. Dan saat ini banyak sekali produk-produk baik berupa tulisan maupun film yang diproduksi oleh kaum “intelektual Islam indonesia” yang disebarkan dan diterjemahkan dalam bahasa Arab. Semua bantuan dana dan dukungan politik ini tujuan utamanya adalah untuk memerangi Islam dan Umat Islam.
Dalam konteks politik di Indonesia, secara keseluruhan agenda-agenda yang disusun oleh koalisi Zionis Salibis Internasional tersebut tengah berjalan. Bisa kita lihat bukti-bukti dari berbagai fenomena yang ada di kehidupan masyarakat Indonesia. Bermunculannya berbagai LSM yang didirikan oleh tokoh-tokoh “Islam” yang memproduk berbagai materi anti Islam dan memusuhi Islam, media massa yang selalu memberitakan negatif tentang umat Islam, bermunculannya tokoh-tokoh liberal yang memegang posisi sebagai opinion maker, bahkan dalam penyusunan kabinet yang terakhir ini, posisi-posisi kunci diserahkan kepada orang-orang yang sangat pro Amerika, seperti menteri-menteri bidang perekonomian yang sejak dulu hingga sekarang selalu dipegang oleh kelompok yang sama.
Solusinya adalah Pemahaman dan Pengamalan Islam yang Benar
Pemahaman yang benar tentang hakikat dinul Islam adalah solusi utama masalah ini dan Ulama sebagai pewaris nabi punya peranan penting dan strategis dalam upaya menyelamatkan Aqidah Islam dari upaya penyesatan yang sistematis yang dibungkus gerakan deradikalisasi sebagai dalih perang terhadap Terorisme. Seorang ulama hendaknya mempertahankan integritas keilmuannya tidak cenderung pada keinginan dan kehendak penguasa namun justru mengambil peran yang aktif sekaligus kritis dalam memahamkan Islam yang benar, terutama dalam menjelaskan makna hakikat Tauhid beserta konsekuensinya.
Begitu pula dalam menjelaskan Jihad dan Tegaknya Syariat dalam kehidupan bernegara, ini adalah kunci kejayaan Islam karena pada hakikatnya Khilafah dan Daulah Islamiyah adalah syarat keselamatan tauhid dan bagi muslim keselamatan tauhid adalah hal yang utama dan prinsip dalam hidupnya dan Tauhid akan selalu di hantam fitnah bila tinggal di negara kafir musyrik, di antara yang perlu dipahamkan adalah:
1. Pengertian dan pemahaman Islam rahmatan lil Alamin
Islam rahmatan lil alamin sering disalahartikan islam yang teloran terhadap segala hal termasuk dalam masalah kemusyrikan dan kekafiran. Padahal Rasulullah membawa Risalah Islam sebagai Dien (World View) berlaku secara universal mengikat siapapun baik jin dan manusia, dari bangsa dan warna kulit, di manapun dan kapanpun hingga akhir zaman hal tersebut dinyatakan dalam firman Allah:
“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran). "Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat. ” (QS. Al-An’am: 90)
“Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. ” (QS. Yusuf: 104)
“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. ” (QS. Al-Anbiyaa’:107)
“Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk" (Qs Al-A’raf: 158)
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” (Qs Saba’ 28).
Demikian juga dijelaskan Dalam Hadits Nabi:
Dari Jabir Bin Abdullah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Aku diberi 5 perkara yang belum pernah diberikan pada seorang pun dari para nabi sebelumku: Aku ditolong oleh rasa takut musuhku selama sebulan perjalananku, Dihamparkan seluruh bumi sebagai masjid yang bersih sehingga di manapun umatku hendak shalat maka shalatlah, dihalalkan bagi ghanimah, jika nabi sebelumku hanya diutus kepada umatnya secara khusus, maka aku diutus kepada seluruh manusia, aku diberi hak syafaat” ( HR Bukhari 1/168)
Dalam menyambut dakwah nabi manusia terbagi menjadi 2 kelompok yang dalam terminology Islam disebut sebagai mukmin dan kafir, sebagaimana firman Allah:
 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (Qs An-Nahl 36).
“Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk” (Qs Al-A’raf 30).
“Dia-lah yang menciptakan kamu Maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. At-Taghabun 2).
2. Makna dan Hakikat Jihad
Jihad adalah bagian yang tidak terpisahkan dari syariat Islam karenanya makna dan hakikat  pun sangat jelas tidak perlu ada redefinisi ulang makna daripada jihad, Jihad adalah syariat Allah untuk melindungi dan Islam dan kaum Muslimin sebagaimana firman Allah:
"Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Qs Al-Baqarah 216).
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (Qs Ash-Shaff 10-11).
“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs Al-Anfal 39).
Wallahu A’lam bis-shawab.  

Oleh: Son Hadi, Direktur Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Media Center  
(Disampaikan pada Diskusi Interaktif Gerakan Masyarakat Islam Indonesia (GMII), Bogor 20 September 2011 “Membendung Gerakan Radikalisme dan Terorisme Mengatasnamakan Agama”)

loading...
Read more »

Arab Saudi Dituding Berusaha Bongkar Makam Nabi

item-thumbnail

http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/1arabsaudi5.jpgResistNews - Fuad Ibrahim, pengamat Arab Saudi dalam wawancaranya dengan al-Alam memperingatkan rencana keji Riyadh menghancurkan peninggalan Islam di kota suci negara ini. “Dengan berkedok memperluas tempat-tempat suci, pemerintah Arab Saudi berencana menghancurkan seluruh peninggalan Islam di kota Mekkah dan Madinah,” ungkap Fuad.
Ia mengkritik kebungkaman negara Arab dan Islam yang menyaksikan kehancuran peninggalan Islam di Arab Saudi. Ditambahkannya, tidak adanya undang-undang yang mencegah aksi Riyadh dan bungkamnya rakyat Arab serta muslim dunia bahkan masyarakat internasional membuat keluarga Saud kian berani menghancurkan peninggalan Islam.

Fuad Ibrahim dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peninjauan ulang peran keluarga Saud sebagai pengawas dan pengelola tempat-tempat suci Islam di Arab Saudi. “Kini pun beredar isu penghancuran Masjidil Haram oleh pejabat Saudi dalam koridor program perluasan kota,”ungkap Fuad. Bahkan ia juga memperingatkan adanya rencana pemindahan makam Rasulullah Saw dari Masjid Nabwai dan penghancuran Kubah Hijau yang digelontorkan Bin Atsimain, seorang ulama Wahabi.
Sheikh Abdul Naser al-Jabari, dekan Universitas Dakwah Lebanon saat diwawancarai al-Alam mengatakan, rencana perluasan Haramain akan memusnahkan warisan Islam di kota Madinah dan Mekkah. (IRIB/al-Alam/MF/konspirasi.com)
loading...
Read more »

Skandal Century, Ibu dari Segala Persoalan di Indonesia ?

item-thumbnail
Ilustrasi
ResistNews - Upaya mendorong KPK menuntaskan dugaan penyelewengan dan korupsi dari pemberian dana talangan Bank Century, hingga upaya politik DPR untuk menggunakan hak menyatakan pendapat dalam kasus yang sama, terus didorong masyarakat sipil. Penuntasan skandal Bank Century dinilai penting, karena kasus ini menjadi ibu segala persoalan di Indonesia sekarang ini.
"Kasus Century adalah ibu dari segala persoalan di negeri ini. Century ini membuat pemerintahan SBY mengalami ketidakpercayaan. Century ini menimbulkan guncangan di KPK yang kemudian memunculkan cicak-buaya. Saya ingat pesan almarhum Presiden Gus Dur sebelum wafat, bahwa Century harus diproses secara hukum. Kalau ini terurai segala persoalan menjadi lebih ringan," ujar Juru Bicara Komite Indonesia Bangkit, Adhie Massardi, di Jakarta, Rabu (21/09/2011).
Adhie yang juga mantan Juru Bicara Gus Dur, mengatakan, melihat masih lambannya penanganan skandal Bank Century oleh KPK maka sejumlah elemen masyarakat sipil juga tergerak untuk membentuk Komite Pengawas KPK.
"Memang ada masalah di KPK. Itulah sebabnya kami bersama dengan teman-teman membuat Komite Pengawas KPK," katanya.
Adhie mengaku heran dengan pernyataan salah satu pimpinan KPK, Chandra Hamzah, yang sempat dibela masyarakat sipil dalam kasus cicak buaya. "Chandra itu bilang, kasus Century tidak sejauh itu. Ini kok aneh cara pandangnya, sehingga ketika KPK enggak kemana-mana dalam melihat Century, KPK seperti menggunakan kaca mata kuda," ujar Adhie.
Padahal menurut Adhie, KPK yang pertama mengungkap kasus Century waktu meminta audit BPK dalam bail out.
"Kemudian BPK mengeluarkan audit investigasi yang membenarkan kecurigaan KPK. Ketika BPK menyerahkan fakta-fakta ini ke DPR untuk jadi bahan pansus, KPK malah gelagapan. Ada tekanan luar biasa berat di KPK, mereka merasakan betapa besar tekanannya. Antasari Azhar dikriminalisasi dan sebagainya. Sayang, KPK tidak jujur dalam soal tekanan ini," kata Adhie.(kompas.com)
loading...
Read more »

Pengusaha Perancis Bayar Denda Burka

item-thumbnail

Tak lama lagi, perempuan yang berkeliaran memakai burka di Belanda, berisiko terkena denda 380 euro. Namun mereka bisa mengirim tagihannya ke pengusaha ePrancis, Rachid Nekkaz. Miliuner ini sebelumnya pernah merogoh kocek untuk pemakai burka di Prancis dan Belgia. 

Ilustrasi
ResistNews - Tak lama lagi Belanda sepertinya akan melarang pemakaian burka di tempat umum. Menyusul Perancis dan Belgia yang sudah mendenda sejumlah pemakai burka. Rachid Nekkaz, seorang Muslim asal Aljazair, mendirikan yayasan senilai miliaran euro untuk membayar denda burka.
Menurutnya, pelarangan burka adalah pelanggaran terhadap undang-undang Eropa dan kebebasan fundamental. Menarik, karena sebenarnya, ia sendiri berpendapat, burka menghalangi integrasi.
“Saya sendiri menentang burka, karena saya pikir, memakai nikab tidak akan membantu integrasi perempuan-perempuan ini dalam masyarakat Perancis,” kata Nekkaz sebagaimana dilaporkan Radio Nederland, Rabu (21/9/2011).
Setelah larangan burka dijalankan di Perancis, organisasinya Association Touche Pas à Mon Constitution didirikan. Organisasi ini juga akan membantu jika di Belanda diberlakukan larangan burka. “Perempuan Belanda yang kena denda bisa menelepon saya,” kata Nekkaz. “Nomor telepon saya ada di internet.”
Nekkaz menepati janjinya. Sebelumnya, miliuner berusia 38 tahun ini membayar denda dua gadis dari Brussel, Belgia. Jumlah uang yang ia salurkan untuk yayasannya mungkin banyak, namun menurutnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebebasan warga.
Sepertinya Jumat mendatang Kabinet Belanda akan menyetujui pelarangan burka. Setelah kabinet memutuskan, parlemen masih harus meneliti dan memberikan persetujuan. Argumen paling penting adalah bahwa burka menghalangi kontak dengan orang lain. Sebagian besar perusahaan tidak ingin karyawan perempuan mereka memakai pakaian yang benar-benar tertutup.
Sedangkan para penentang menyatakan, larangan undang-undang tidak akan menghentikan perempuan yang memakai burka atau nikab berdasarkan pandangan agama. Pemakai nikab akan dikenakan denda 380 euro.
Di negaranya Rachid Nekkaz melangkah lebih jauh lagi. Ia mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Perancis tahun 2012. Percobaannya pada 2007 gagal.(kompas.com)
loading...
Read more »

Saudi Bantu Dirikan Pusat Kontra-terorisme di New York

item-thumbnail


ResistNews - Pemerintah Saudi menandatangani kesepakatan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang pendirian sebuah pusat kontra-terorisme yang akan bermarkas di New York, Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengumumkan hal itu saat upacara penandatanganan kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al Faisal.

"Pusat itu akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memerangi terorisme di seluruh dunia," kata Ki-moon, seraya menyerukan agar semua anggota PBB ikut berperan aktif memerang terorisme (21/9).

Ban, dalam simposium internasional PBB mengenai kerjasama  internasional melawan terorisme, mengatakan bahwa Arab Saudi akan mengucurkan dana sebanyak  USD10 juta selama tiga tahun untuk pembangunan pusat kontra-terorisme tersebut.

Masih menurut Ban, pusat itu nantinya akn memperkuat kerjasama internasional dan juga upaya masing-masing negara dalam membangun database yang terbaik guna melawan terorisme.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Eklemeddin Ihsanoglu menyatakan dukungannya atas penandatanganan kerjasama Arab Saudi dengan PBB dalam pendirian pusat kontra-terorisme itu.

"Saya yakin terorisme tidak dapat hanya ditangani semata-mata dari sudut pandang masalah keamanan," kata Ihsanoglu. (hidayatullah.com)
loading...
Read more »

AS bangun pangkalan udara baru di Afrika untuk lancarkan serangan predator

item-thumbnail

ResistNews – Negara teroris Amerika Serikat membangun sebuah pangkalan rahasia untuk menerbangkan predator tak berawak andalan mereka melawan para Mujahid Somalia dan Yaman, menurut laporan Washington Post pada Selasa (20/9/2011).
Salah satu instalasi baru sedang didirikan di Ethiopia, sekutu dekat AS yang berperang melawan Mujahidin Al Shabaab di Somalia yang menguasai sebagian besar Somalia, sementara yang lainnya didirikan di Seychelles.
Sebuah armada kecil dari apa yang disebut drone “pemburu-pembunuh” yang beroperasi dipandu dengan satelit akan siap beroperasi pada bulan ini.
Washington Post juga mengatakan Amerika Serikat telah melakukan misi pesawat tak berawak di kedua negara, Somalia dan Yaman dari Djibouti, negara kecil Afrika yang juga berusaha melemahkan kekuatan Al Qaeda di kedua negara.
Selama ini, AS telah secara teratur meluncurkan serangan drone di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan dengan dalih menargetkan Mujahidin, namun saksi di lapangan menyatakan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil tak bersenjata.
Kini, perkembangan Mujahidin Al Qaeda di Somalia dan Yaman semakin mengkhawatirkan AS.  AS menyatakan mereka mungkin akan memulai serangan terhadap AS, untuk itu AS berusaha “menghabisi” para Mujahid itu dengan cara pengecut, yaitu menerbangkan pesawat mata-mata bersenjata yang menembakkan rudal-rudal mematikan. (haninmazaya/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Forum Jihadis: Al-Qaidah Klaim Lakukan Serangan Terkoordinasi di Irak

item-thumbnail

ResistNews - Kelompok terdepan Al-Qaidah di Irak pada Rabu kemarin (21/9) mengklaim melakukan serentetan kekerasan secara nasional bulan lalu yang menewaskan 74 orang di negara tersebut.
Pernyataan dari Negara Islam Irak (ISI) yang telah diposting pada forum jihadis Hunain, mengklaim melakukan serangkaian serangan pada 15 Agustus lalu. Kekerasan pada hari itu di Irak terjadi di 18 kota dan juga melukai lebih dari 300 orang.
Kelompok ini juga mengaku bertanggung jawab atas pemboman ganda di selatan kota Kut yang menewaskan 40 orang, serta serangan terhadap dua stasiun polisi di dan sekitar kota suci Syi'ah Karbala dan Najaf.
Pernyataan ISI juga mengatakan bahwa mereka berada di balik pembunuhan tujuh milisi anti-Al Qaidah di kota Yusifiyah, dan dua serangan lainnya terhadap pasukan keamanan Irak.
Gelombang kekerasan menyebabkan korban kematian tertinggi di Irak sejak Mei 2010, dan kemudian pada bulan Agustus, ISI sendiri mengancam dengan kampanye 100 serangan untuk membalas kematian Usamah bin Ladin oleh pasukan khusus AS di Pakistan hampir empat bulan lalu.
Juga dalam pernyataan di forum jihadis Hunain pada hari Rabu kemarin, ISI mengaku bertanggung jawab atas bom mobil terhadap sebuah masjid di kota pelabuhan selatan Basra pada 25 Agustus lalu.
Kekerasan di Irak menurun dari puncaknya pada 2006 dan 2007, namun serangan tetap merupakan hal yang umum di Irak. Sebanyak 259 orang tewas dalam kekerasan di Irak pada bulan Juli, merupakan angka kedua tertinggi di tahun 2011.(fq/afp/eramuslim.com)
loading...
Read more »

Amerika Serikat Membela Rezim Paling Biadab

item-thumbnail

ResistNews - Amerika Serikat sepanjang sejarah modern ini, bisa dibilang menjadi pembela paling kokoh terhadap rezim paling biadab dimuka bumi, Zionis-Israel. Pembelaan Amerika Serikat terhadap rezim Zionis-israel yang telah melakukan segala bentuk kejahatan, dan belum pernah dilakukan oleh negara manapun, kecuali Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.
Negara yang dinilai sebagai "kampiunnya" demokrasi yang selalu mendengungkan tentang hak asasi manusia, semuanya itu tumpul dan tidak berguna ketika berhadapan dengan Israel, yang sudah melakukan penghancuran, pengusiran, perampasan, pembunuhan, penyiksaan, pemenjaraan, dan peperangan yang massif, seperti yang dilakukan rezim Zionis-Israel yang menyerang Gaza, Desember 2008. Amerika Serikat bungkam dan diam, ketika Zionis-Israel melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina, dan bahkan membenarkannya.
Uniknya lagi, Amerika Serikat, justru menyalahkan rakyat Palestina, dan gerakan-gerakan pembebasan, yang dituduh sebagai "biang kerok" kejahatan, dan menuduh mereka sebagai gerakan teroris. Tetapi, tidak pernah menilai negatif terhadap Israel. Inilah sebuah penomena yang penuh dengan paradok yang dilakukan oleh Gedung Putih dari waktu ke waktu.
Seakan-akan rakyat Palestina menjadi entitas yang hina, dan dibolehkan diperbudak dan di dzalimi secara permanen oleh Zionis-Israel. Seakan sah-sah saja, Zionis-Israel melakukan segala bentuk kejahatannya. Amerika Serikat memberikan bantuan milliaran dollar kepada Israel, dan bahkan dalam bentuk senjata, yang digunakan memusnahkan dan membunuhi rakyat Palestina.
Amerika Serikat memiliki komitmen yang bersifat abadi tentang keamanan Zionis-Israel. Obama yang baru dilantik langsung mengeluarkan pernyataan, bahwa kebijakan utama di bidang luar negeri Amerika Serikat, memberikan jaminan keamanan kepada Israel. Obama memberikan komitmen yang sangat tinggi kepada rezim Zionis-Israel, dan ini ditunjukkan dengan berbagai sikap dan pandangan Obama terhadap Zionis-Israel.
Presiden Obama yang berasal dari Partai Demokrat itu, tak berbeda dengan Partai Republik, yang sangat keras terhadap rakyat Palestina. Rick Perry yang menjadi calon presiden Partai Republik dengan sangat jelas, jika ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat, akan mendukung Zionis-Israel tanpa reserve, dan tidak akan pernah memberikan peluang berdirinya negara Palestina, ucapnya. Bahkan, Rick Perry akan menghancurkan Tepi Barat, dan akan mendukung kebijakan Benyamin Netanyahu mengusir seluruh penduduk Tepi Barat ke Yordania.
Sekarang Presiden Amerika Serikat Barack Obama berada di New York, menghadiri Sidang Umum PBB, dan missi utamanya adalah menggagalkan gagasan negara Palestina, yang sekarang ini dibawa oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas. "Tidak ada negara Palestina, tanpa perundingan dengan Israel", cetus Obama.
Amerika Serikat hanya mengikuti dan menjalankan perintah Benyamin Netanyahu, atau Obama menjadi "kacungnya" Netanyahu, yang berusaha menggagalkan entitas Palestina, yang menginginkan negara merdeka. Obama hanya membuka pintu bagi negara Palestina melalui perundingan langsung dengan Israel. Semua itu mustahil, dan tidak akan pernah terjadi selamanya.
Amerika Serikat melobbi semua negara yang menjadi anggota Dewan Keamanan/DK PBB agar tidak mendukung gagasan negara Palestina. Bahkan, Barack Obama yang sebelumnya tidak menjadwalkan bertemu dengan Presiden Mahmud Abbas, tapi kemudian Obama meminta agar dapat bertemu dengan Abbas, yang tujuannya menekan Abbas agar tidak melanjutkan keinginannya meminta kepada PBB, menjadikan Palestina sebagai anggota penuh, yang akhirnya memberikan legetimasi pengakuan Palestina sebagai negara.
Memang mustahil. Dengan kondisi yang ada mengharapkan lembaga multilateral seperti PBB, yang sudah dikangkangi oleh kepentingan Zionis-Israel, yang menggunakan tangan Gedung Putih akan dapat menjadi sarana bagi terwujudnya cita-cita negara yang berdaulat. Karena, pusat-pusat kekuasaan dunia sekarang, semua menjadi alat Zionis-Israel.
Satu-satunya jalan bagi mewujdukan kemerdekaan Palestina, bukan lagi mengharapkan dukungan dan mengemis kepada PBB, yang sudah terang-terangan menjadi alat rezim Zionis Israel. Tetapi, hanya dengan menggunakan kekuatan senjata. Tidak ada cara lain, guna menghadapi rezim Zionis-Israel, yang sangat biadab dan penuh dengan kekerasan.
Amerika Serikat yang mengaku negara demokrasi, yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, ketika berhadapan dengan Israel menjadi tidak berguna dan lumpuh. Justru Amerika Serikat menjadi tulang punggung (backbone) Zionis-Israel. Sampai kapanpun. Mengharapkan perubahan sikap Amerika Serikat dan PBB, hanya akan sia-sia belaka. (mas/eramuslim.com)

loading...
Read more »

RS Pantai Indah Kapuk Melarang Muslimah Berkerudung

item-thumbnail

ResistNews - Pihak rumah sakit tak memberikan alasan jelas  mengapa kebijakan pelarangan itu diambil.
Kasus pelarangan pemakaian kerudung-latah disebut jilbab oleh masyarakat-muncul  lagi. Kali ini dialami oleh Dwi, karyawati RS Pantai  Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Kasus ini mencuat setelah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan RS Pantai Indah kapuk Kusno Haryanto melaporkan kasus ini ke beberapa ormas Islam melalui suratnya.
Kusno menjelaskan bahwa pelarangan berkerudung di RS Pantai Indah Kapuk berlangsung sejak tahun lalu. Kasus Dwi ini sudah dibawa Serikat Pekerja ke manajemen rumah sakit melalui jalur advokasi. Pihak rumah sakit awalnya bersedia mengakomodasi kasus Dwi ini namun sampai saat ini, mereka hanya pura-pura.
Ini terbukti ketika sekarang bertambah lagi karyawati yang nekat mengenakan kerudung yakni Tien Maemunah, Rahmawati, dan Fitriani, pihak manajemen melarang dengan tegas penggunaan kerudung di RS Pondok Indah Kapuk.
Berdasarkan laporan Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan RS Pantai Indah Kapuk, Tien Maemunah mengenakan kerudung pada saat jam kerja mulai tanggal 7 September 2011 dengan alasan menjalankan perintah agama yang dianutnya serta merasa risih dengan pakaian seragam yang tidak menutup aurat.  Atas kejadian itulah Tien dipanggil menghadap oleh pihak manajemen Rumah Sakit Rizal Bachrun dan Lisa Mokalu. “Rizal Bachrun selaku Manager PSDM RS Pantai Indah Kapuk meminta kepada Tien untuk melepaskan jilbabnya,” jelas Kusno.
Perintah untuk melepaskan Jilbab dilanjutkan dengan permintaan agar Tien Maemunah mengundurkan diri saja dari rumah sakit tersebut. “Pelapor juga diperintahkan untuk mengundurkan diri, jika tidak ingin melepaskan jilbabnya,” lanjutnya.
Kusno, selaku Ketua Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan RS Pantai Indah Kapuk, kini masih menunggu penjelasan tentang tindak lanjut atas permasalahan yang disampaikan oleh para pelapor.
20 September kemarin, karyawati ke enam yang menggunakan jilbab di RS Pantai Indah kapuk bernama Amanah mendapat tekanan luar biasa oleh leader-leadernya. Tekanan tersebut dimulai dari diminta melepaskan jilbabnya yang  akhirnya Amanah membuat surat cuti diluar tanggungan sampai dengan di ijinkannya penggunaan jilbab di RS Pantai Indah Kapuk. Pembuatan surat cuti diluar tanggungan itu bukan atas inisiatif Amanah tetapi kalimat demi kalimat dalam surat itu di “dikte kan lewat telepon” oleh Zr Ipung yang merupakan tangan kanan manager keperawatan.
Sedangkan saat ditanya apa alasan pihak manajemen melarang pemakaian kerudung  saat jam kerja, Kusno mengatakan “Belum ada apa alasan yang jelas dari rumah sakit. Tapi, ketika para pegawai RS meminta ijin untuk menggunakan jilbab pihak manajemen hanya mengatakan tidak pernah bisa menerima pemakaian jilbab di sini,” terangnya.
Terulang
Kasus seperti ini bukan kasus yang pertama. Hal yang sama sering terjadi. Tahun 2010, terjadi pelarangan pemakaian kerudung atas tiga perawat RS Mitra Internasional Jatinegara yakni Suharti, Sutiyem dan Wiwin Winarti. Mereka pun terancam dipecat karena menggunakan jilbab panjang. Mereka menolak karena jilbab pendek menampilkan lekuk dada.
Ada juga kasus Wine Dwi Mandela saat bekerja di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Ia dicampakkan begitu saja oleh pihak rumah sakit dengan dalih yang dicari-cari. Padahal selama empat tahun bekerja di rumah sakit swasta tersebut, ia mengaku tak pernah melakukan pelanggaran yang merugikan perusahaan. Awalnya, Wine memang bersikap seperti karyawati RS Mitra pada lainnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa RS Mitra Keluarga manapun memang memberlakukan larangan berjilbab bagi karyawatinya. Bila ada di antara mereka karyawati yang berjilbab maka mau tidak mau mereka harus melepas jilbab setibanya di rumah sakit. Namun, setelah ia konsisten dengan ketetapannya untuk tidak melepaskan jilbabnya saat bekerja itulah, ia menuai banyak kecaman dan akhirnya ia dipecat dari pekerjaannya.
Dan pada tahun 2006, RS Kebon Jati Bandung, juga melarang penggunaan kerudung  dengan dalih rumah sakit itu sejak berdiri sudah ada peraturan tidak tertulis bahwa perawat yang  beragama Islam tidak diperkenankan menggunakan jilbab selama bekerja karena rumah sakit Kebon jati adalah rumah sakit umum tidak berafiliasi pada golongan tertentu. Tidak boleh menggunakan simbol-simbol agama. Inikah demokrasi? (mediaumat.com, 21/9/2011 / hizbut-tahrir.or.id)
loading...
Read more »

Tahun Ketiga, SBY Janjikan Gaya Baru

item-thumbnail
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
ResistNews — Pada bulan Oktober 2011, usia kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono berusia dua tahun. Banyak terjadi dinamika selama dua tahun, mulai dari kasus Century hingga kasus korupsi yang mendera Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Selama hampir dua tahun pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden SBY) melihat dan merasakan sendiri beberapa kekurangan terkait kinerja pemerintahan pada umumnya dan kabinet pada khususnya. Pihak Istana Kepresidenan mengakui adanya penurunan kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan duo SBY-Boediono.
"Ada sejumlah alasan obyektif yang kami mengerti sebagai penyebab penurunan itu. Sebagian karena faktor eksternal dan sebagian lagi karena faktor internal. Kami membereskan yang di dalam, membenahi pekerjaan rumah, dan mencuci yang kotor," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada para wartawan melalui pesan singkat, Minggu (18/9/2011).
Memasuki tahun ketiga, sambung Daniel, Presiden akan memulai gaya pemerintahan yang lebih menggambarkan dinamika di luar istana. "Kami yang di dalam akan lebih seirama dengan derap langkah yang di luar," kata Daniel.
Menurutnya, tak ada kata terlambat untuk memulai gaya pemerintahan yang baru. "Namun, semua orang juga harus tahu bahwa yang kita perlukan adalah kontinuitas, bukan jalan pintas. Berhenti berpikir bahwa ada jalan mudah untuk sebuah transformasi yang sangat mendasar, yang cakupan dan jangkaunnya melampaui ruang negara dan pasar. Masyarakat juga harus berubah dalam cara pandang dan orientasi. Optimis, berpikir positif, dan kritis adalah kombinasi yang konstruktif," kata Daniel.(kompas.com)
loading...
Read more »

Bendera Baru Libya Berkibar di Gedung PBB

item-thumbnail
Bendera Libya
ResistNews - Bendera baru Libya berkibar untuk pertama kalinya di gedung Perserikatan Bangsa-bangsa pada Selasa (20/9/2011) waktu New York. Sementara Presiden AS Barack Obama meminta agar para pengikut Kaddhafi berhenti bertikai.
Para pemimpin internasional di Sidang Majelis  Umum Perserikatan Bangsa-bangsa memuji Libya dan diri mereka sendiri karena Kaddhafi telah berhasil disingkirkan dengan pemberontakan  yang didukung oleh NATO.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyambut pemimpin baru Libya ke dalam komunitas internasional. "Hari ini, kita harus sekali lagi menanggapi dengan kecepatan dan keputusan cepat. Ini adalah saatnya perdamaian dan konsolidasi," kata Ban, seperti dilaporkan wartawati Kompas, Anastasia Joice Tauris Santi dari New York, AS, Rabu (21/9/2011) pagi WIB.
Pemimpin Libya yang baru kembali kepada bendera lama  yang sudah digunakan sejak tahun 1951 hingga 1977 ketika Kaddhafi memerintah selama 42 tahun. Ketika masa berkuasa, Kadhafi menggunakan bendera hijau. Sementara bendera baru ini berwarna hitam, merah dan hijau dengan gambar bintang.
Pemimpin baru Libya akhirnya diakui oleh Uni Afrika Selasa ini. Namun, mereka masih menghadapi tantangan bagaimana mempersatukan Libya yang terpecah secara suku, kawasan dan ideologi.   Mustafa Abdul Jalil, pemimpin Dewan Transisi Libya mengatakan akan terus mendukung semangat toleransi dan rekonsiliasi. (kompas.com)
loading...
Read more »

Tambang Emas Dikuasai Negara

item-thumbnail
ResistNews — Kegiatan pertambangan emas di Venezuela resmi penuh menjadi milik negara. Hal itu sehubungan dengan efektifnya undang-undang tentang nasionalisasi pertambangan emas sejak Senin (19/9/2011). Dengan demikian, perusahaan asing yang menggeluti bidang itu harus taat hukum.
Ini adalah rangkaian terbaru dari sejumlah langkah yang dilakukan pemerintahan di kawasan Amerika Latin, yang selama ini merasa bahwa perusahaan asing telah mengeruk untung banyak dari hasil pertambangan.
Bolivia juga sudah melakukannya beberapa tahun lalu dan terbukti tidak membuat negara ini ditinggalkan para investor asing sebagaimana dikhawatirkan sebelumnya. Kampanye untuk menyudutkan Presiden Bolivia Evo Morales amat gencar untuk menentang nasionalisasi itu, tetapi Morales tetap pada pendiriannya.
Untuk kasus terbaru di Venezuela, perusahaan asing yang sudah telanjur berbisnis tambang emas di Venezuela tetap bisa melanjutkan bisnis mereka. Akan tetapi, perusahaan asing itu kini diwajibkan untuk bermitra dengan negara. UU itu sudah ditandatangani sebulan lalu oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez, dan berlaku pada Senin karena sudah resmi diumumkan di situs pengumuman pemerintah sejak Senin.
Pada Agustus lalu, Chavez memberi penjelasan di balik nasionalisasi itu. Dia mengatakan, penguasaan tambang emas bertujuan untuk mencegah pihak mafia menjadi penguasa pertambangan emas, dengan mengeksploitasi tambang emas.
Sebesar 60 persen hasil pertambangan emas dikuasai pertambangan ilegal. Kalangan ini sangat diuntungkan dengan melejitnya harga emas dalam setahun terakhir ini.
Perusahaan asing tetap diperbolehkan menggeluti bisnis pertambangan emas, tetapi hanya lewat kemitraan dengan pemerintah. Dengan UU baru itu, pemerintah menerima royalti dari hasil pertambangan sebesar 13 persen.
”Semua produk emas yang dihasilkan dari kemitraan itu juga harus dijual ke negara, bukan ke pasar bebas seperti terjadi selama ini,” demikian antara lain isi UU itu. ”Negara akan memonopoli perdagangan emas,” demikian lanjutan isi UU itu.
Lompati parlemen
UU itu bisa muncul setelah Chavez meluncurkan sebuah undang-undang khusus pada Desember 2010, yang memungkinkan Chavez meluncurkan UU baru tanpa harus melewati prosedur di tingkat parlemen, yang tidak dipercayai Chavez.
Dengan UU baru itu, Pemerintah Venezuela juga akan menjadi pemilik saham mayoritas dalam usaha patungan dengan perusahaan asing, yakni setidaknya memiliki 55 persen kepemilikan saham.
Rusoro, perusahaan tambang emas asal Rusia, dan Geominsal (Kuba) telah melakukan pembicaraan dengan Minerven, perusahaan tambang emas Venezuela, dalam rangka penyesuaian diri terhadap keberadaan UU baru itu.
Venezuela adalah eksportir minyak terbesar di Amerika Latin. Negara ini juga ada di urutan ke-15 sebagai negara terbesar pemilik cadangan emas, dengan deposit 365,8 ton, berdasarkan data dari World Gold Council.
UU baru itu juga melarang setiap sengketa bidang tambang emas dibawa ke pengadilan internasional. UU itu mengharuskan sengketa hanya bisa diselesaikan di Venezuela.
Hal ini sekaligus menghambat upaya Crystallex International Corp (perusahaan tambang emas asal Kanada) yang pada Februari lalu mencoba menggugat Pemerintah Venezuela lewat arbitrase internasional. Gugatan diupayakan karena Venezuela mengubah kontrak secara sepihak.(kompas.com)
loading...
Read more »

Laporan Kebebasan Beragama Deplu AS dan Sikap Hipokrit

item-thumbnail

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kembali meliris laporan tahunannya tentang kebebasan beragama di seluruh dunia pada Selasa (13/9 2011). Laporan tahunan diperlukan berdasarkan peraturan 1998 Kongres AS. Berdasarkan aturan ini, negara-negara yang melanggar kebebasan beragama dapat dikenai sanksi oleh AS.
Penganiayaan terkait agama di beberapa negara disebut memburuk. Dari hampir 200 negara yang dinilai dalam laporan, delapan terdaftar sebagai negara-negara diperhatikan secara khusus (Countries of Particular Concern/CPC): Burma, Cina, Eritrea, Iran, Korea Utara, Arab Saudi, Sudan dan Afganistan.
Berkaitan dengan Indonesia, dinyatakan selama 2010 terdapat 50 serangan terhadap Ahmadiyah dan 75 serangan terhadap umat Kristen.
Laporan tersebut juga mengecam Pakistan karena telah gagal mereformasi undang-undang tentang penghujatan yang digunakan untuk menganiaya umat dari agama minoritas dan dalam sejumlah kasus juga menyiksa kaum Muslim yang mempromosikan toleransi.
Catatan penting kita tentang laporan ini adalah, bahwa AS sesungguhnya telah kehilangan otoritas bahkan sekadar otoritas moral untuk menyoroti palaksanaan HAM di negara-negara lain. Di AS sendiri pelecehan berkaitan dengan agama meningkat, tetapi luput dibahas dalam laporan. Belum lagi meningkatnya gejala Islamophobia terutama pasca Serangan 911, yang tentu saja merupakan pelanggaran HAM.
Jangan lupakan pula rencana pembangunan masjid yang ditolak karena diklaim masih berada di Ground Zero. Belum lagi provokasi murahan yang penuh kebencian terhadap al-Quran oleh pendeta Terry Jones hingga pembakaran al-Quran oleh pengikutnya. Tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah Amerika dengan alasan itu kebebasan berekspersi.Kita juga tentu mempertanyakan sikap diamnya AS terhadap larangan pemakaian pakaian Muslim di beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Belanda, larangan shalat berjamaah di tempat umum di Prancis, termasuk sikap anti Islam kelompok ultranasionalis Eropa yang terus meningkat.
AS tentu makin kehilangan muka bahkan tampak hipokrit dalam masalah penegakan HAM saat mereka membunuh lebih dari satu juta orang di Irak serta ribuan orang di Pakistan dan Afganistan atas nama perang melawan terorisme dan menegakkan negara demokrasi. Lebih buruk mana pelanggarannya kemanusiaannya, pelarangan pendirikan rumah ibadah atau pembunuhan massal yang dilakulkan negara-negara imperialis dunia?
Sikap AS dalam kaitannya dengan Zionis Yahudi juga patut digugat. Laporan itu mengkritik Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dengan tudingan terus mengkampanyekan anti-Semit yang mempertanyakan kebenaran pembantaian Nazi terhadap orang-orang Yahudi pada saat Perang Dunia II. AS juga mengkritik buka-buku teks dan referensi di Saudi disebut-sebut bersifat negatif dan sterotif terhadap Kristen dan Yahudi.
Sebaliknya, pemerintah Paman Sam ini menutup mata terhadap sikap keji zionis Yahudi terhadap kaum Muslim di Palestina. Bahkan saat Gaza dibombardir oleh Zionis Yahudi yang hanya dalam beberapa hari telah membunuh lebih dari 1500 orang rakyat sipil Palestina, 400 di antaranya adalah anak-anak, negara imperialis ini diam seribu bahasa. Bahkan AS menganggap apa yang dilakukan zionis-yahudi ini adalah legal untuk mempertahankan diri. Dimana logikanya penjajah yang menduduki negara lain dikatakan melakukan serangan untuk membela diri?
Sikap hipokrit negara ini (juga negara-negara Barat lainnya) semakin tampak melihat dukungan mereka terhadap rezim-rezim brutal, diktator dan represif di Dunia Islam selama ini. Untuk kepentingan minyak, melindungi Israel dan memberangus gerakan Islam, rezim-rezim brutal seperti Husni Mubarak, Assad, raja-raja Arab, termasuk Moammar Gaddafi dipelihara oleh AS.
Dalam kasus Libya, agen rahasia Badan Pusat Intelijen AS dan Barat, termasuk M16 Inggris, memiliki kedekatan emosional dan bersahabat karib dengan agen intelijen rezim Libya, Moammar Gaddafy. Mereka bekerja sama dalam banyak hal, termasuk penangkapan dan pengiriman pihak-pihak yang dituduh sebagai teroris. Ini tentu memalukan saat Barat sekarang berbalik arah seakan mendukung rakyat dan berbicara tentang HAM dan demokrasi di Libya yang baru. Padahal mereka justru selama ini telah berkerjasama dengan para rezim brutal itu yang bersikap keji terhadap rakyat mereka sendiri.
Laporan ini juga tampak bias, tidak utuh dan tidak komprehensif dengan menutupi banyak fakta-fakta penting lainnya. Dalam kasus Indonesia, misalnya, dilaporkan tentang serangan terhadap Ahmadiyah dan pihak Kristen tanpa dijelaskan latar belakang dan faktor-faktor lain yang menyebabkan penyerangan itu. Dalam banyak kasus serangan terjadi tidak bisa dilepaskan dari arogansi, provokasi dan tindakan melanggar hukum yang dilakukan pihak Ahmadiyah dan pihak Kristen. Sikap Pemerintah yang tidak tegas juga merupakan pemicu.
Adapun penolakan kaum Muslim terhadap pembangunan rumah ibadah agama lain bukan berarti menolak kebolehan beribadah bagi agama lain. Hal ini adalah dua hal yang berbeda. Buktinya di Indonesia berdiri banyak gereja; di kota-kota besar, di pinggir-pinggir jalan juga terdapat gereja-gereja megah yang sudah ada sejak zaman Belanda. Umat Islam tidak mempersoalkannya. Yang dipersoalkan umat Islam adalah pendirian bangunan gereja yang ilegal, tidak sesuai aturan, dan yang melakukan gerakan-gerakan misionaris atau pemurtadan.
Dalam kasus rencana pembangunan Gereja Yasmin di Bogor, misalkan, terbukti pihak gereja menghalalkan segala cara termasuk dengan cara-cara penipuan (pemalsuan tandatangan warga). Hal-hal seperti ini tidak diungkap.Adanya aksi kristenisasi yang agresif di Indonesia yang berujung pada reaksi umat Islam juga tidak diungkap. Untuk kasus Bekasi, ICG Indonesia (13/01/2011) membeberkan fakta bahwa di pihak Kristen terdapat beberapa organisasi penginjil yang berkomitmen untuk mengkristenkan Muslim juga ada di Bekasi, beberapa didanai dari luar negeri, yang lain murni lokal. Yayasan Mahanaim, salah satu organisasi neo-Pentakosta yang paling bonafide serta aktif, menjadikan orang-orang Muslim yang miskin sebagai objek pemurtadan. Sebelumnya, Yayasan Kaki Dian Emas, yang dijalankan oleh pendeta yang tadinya Muslim, menggunakan kaligrafi Arab pada sampul-sampul publikasinya, seolah-olah isinya mengenai Islam, dan mewajibkan setiap siswa sekolahnya mengkristenkan sepuluh orang sebagai syarat kelulusan.
Benarkah di Indonesia tidak ada kebebasan beragama? Benarkah di Indonesia pembangunan gereja terhambat? Menurut Kepala Badan Litbang Departemen Agama, Atho Mudzhar pertumbuhan tempat ibadah yang terjadi sejak 1977 hingga 2004 justru meningkat. Pertumbuhan rumah ibadah Kristen justru lebih besar dibandingkan dengan masjid. Rumah ibadah umat Islam, pada periode itu meningkat 64,22 persen, Kristen Protestan 131,38 persen, Kristen Katolik meningkat hingga 152 persen (Republika, 18 Februari 2006). Laporan Majalah Time juga berbicara lain. Dalam tulisan yang berjudul “Christianity’s Surge in Indonesia” (http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1982223,00.html) majalah itu menunjukkan gelora peribadahan pemeluk Kristen di Indonesia.
Walhasil, hasil laporan-laporan HAM seperti ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan penjajahan Amerika Serikat. [Farid Wadjdi/hizbut-tahrir.or.id]
loading...
Read more »
Home
loading...