Archive by date

Masyarakat NTB Sumbang Setengah Miliar untuk Palestina

item-thumbnail
Ilustrasi (inet)
ResistNews - Aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang berlangsung di sejumlah wilayah di NTB berlangsung sukses. Dalam aksi yang digelar 23 hingga 26 Februari tersebut terkumpul dana Rp 565.921.000. Penggalangan dana untuk rakyat Palestina, dilakukan di sejumlah tempat, seperti di Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Khusus di Kota Mataram, penggalangan dana dilakukan Senin kemarin di dua tempat, Narmada Convention Hall dan Hotel Lombok Raya Mataram malam harinya.
Di Narmada Convention Hall, ribuan masyarakat yang hadir antusias menyumbang untuk rakyat Palestina. Beberapa di antaranya bahkan menyerahkan barang pribadinya, berupa cincin dan liontin, bahkan handphone.‘’Ada empat buah handphone yang disumbang masyarakat di acara tersebut,’’ ungkap salah seorang panitia penggalangan dana Iwan Wahyudi.
Acara penggalangan dana di Narmada Convention Hall, dimeriahkan dengan konser nasyid. Tampil sejumlah kelompok nasyid terkenal, salah satunya Izzatul Islam. Selain itu dilakukan pemutaran film invasi Israel di Palestina.
Aksi penggalangan dana yang berlangsung selama empat jam tersebut berlangsung mengharukan. Beberapa orang terlihat menangis sesegukan saat menyaksikan film yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina. Akhirnya, dari acara tersebut, terkumpul dana Rp 139 juta lebih.
Malam harinya berlangsung penggalangan dana di Hotel Lombok Raya Mataram. Jika di Narmada Convention Hall yang hadir kebanyakan masyarakat biasa, dalam acara bertajuk Charity Night tersebut hadir kalangan pejabat dan pengusaha. Dari acara tersebut berhasil terkumpul dana Rp 307 juta lebih.
Ketua Pengurus Wilayah Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) NTB TGH Achmad Mukhlis menjelaskan, Kota Mataram merupakan salah satu kota tempat berlangsungnya konser amal suara cinta untuk Palestina. Selain Kota Mataram, acara serupa juga digelar di Medan, Padang, Bandar Lampung, Pekan Baru, Banda Aceh dan Palembang.
‘’Dari konser amal di Kota Mataram ini terkumpul Rp 446 juta lebih. Ditambah dari daerah lain di NTB terkumpul dana Rp 565.921.000,’’ jelasnya dalam siaran persnya kemarin.
Aksi penggalangan dana di NTB dihadiri Ketua KNRP Pusat Soeripto. Hadir pula perwakilan rakyat Palestina, Syeikh Asadi yang mengungkapkan kondisi terakhir di Palestina. Di hadapan masyarakat Syeikh Asadi mengungkapkan, Pemerintah Israel saat ini sudah terang-terangan menjadikan Masjidil Al Aqsa sebagai sasaran utama. Mereka tidak segan-segan lagi masuk ke pekarangan Masjidil Aqsa, merusak bahkan membunuhi warga Palestina yang ditugaskan khusus menjaga Al Aqsa.
Di bawah Al Aqsa juga telah dibangun terowongan-terowongan yang tujuannya nuntuk merusak pondasi mesjid suci tersebut. Bahkan hampir setiap hari, Israel mengirimkan jet-jet tempurnya terbang rendah di atas Al Aqsa, dengan tujuan mempercepat keruntuhan masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam tersebut. ‘’Israel juga terus membangun perumahan di sekitar Baitul Maqdis yang menyebabkan terusirnya 70 ribu lebih warga Palestina,’’ ungkapnya seperti diterjemahkan TGH Taisir MA. (ms/JPPN)
loading...
Read more »

Australia Diminta Lobi Parlemen Pendukung Papua Merdeka

item-thumbnail
Australia Diminta Lobi Parlemen Pendukung Papua Merdeka
Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin



ResistNews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyambut baik klarifikasi Kedutaan Besar Australia terkait acara international parliamentrians for west Papua (anggota parlemen internasional untuk Papua Barat). Kendati acara itu bukan mewakili pandangan pemerintah, TB Hasanuddin berharap pemerintah Australia untuk melobi parlemen Australia agar tak mendukung Papua Merdeka."Sebagai anggota parlemen negeri sahabat, kami pun tak pernah mimpi sekalipun mengusik kemerdekaan bangsa Maori atau bangsa Aborigin. Kami percaya, bangsa Selandia Baru dan bangsa Australia mampu menyelesaikannya," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Rabu (29/2/2012).
Menurutnya, pemerintah Indonesia tengah berupaya menuntaskan masalah Papua secara damai. Langkah ini membutuhkan waktu agar solusi yang ditempuh bisa komprehensif.
"Diterima semua pihak dan tetap dalam bingkai NKRI," urainya.
Sebelumnya, Atase pers Kedubes Australia, Ray Marcelo menjelaskan, Australia berkomitmen penuh terhadap keutuhan wilayah dan persatuan nasional INdonesia, termasuk kedaulatan atas provinsi Papua. Ini sesuai dengan kewajiban dasar Traktat Lombok antara Asutralia dan Indonesia.(tribunnews)
loading...
Read more »

PBB: Korban Tewas di Suriah Capai Lebih Dari 7.500 Orang

item-thumbnail

ResistNews - Presiden Suriah, Bashar Al-Assad bisa dikategorikan sebagai penjahat perang. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton. Dia mengatakan bahwa PBB mengumumkan lebih dari 7.500 orang sipil tewas akibat kekerasan tentaranya sejak dimulai konflik 11 bulan yang lalu di negara itu.
Menurut aktivis, setidaknya ada 25 orang terbunuh dalam bentrokan antara pihak oposisi dengan tentara Suriah, Selasa (28/2). Di Kota Homs saja, kelompok oposisi menyebutkan ada ratusan warga sipil terbunuh atau terluka dalam konflik yang berlangsung 24 hari ini.
“Bakal ada perdebatan yang terjadi soal kategori dia (Al-Assad) ini,” kata Clinton dalam dengar pendapat dengan Senat, Selasa, seperti diberitakan Reuters, beberapa jam yang lalu. Dia menambahkan, hanya ada sedikit pilihan untuk mendesak para pemimpin negara guna menggulingkan kekuasaannya.
Perwakilan Perancis mengatakan, Dewan Keamanan (DK) PBB terus mengupayakan resolusi atas Suriah dan mendesak Rusia dan Cina untuk tidak memvetonya. Rancangan sebelumnya, kedua negara itu menjatuhkan veto mereka.
Sementara di daerah Baba Amro, bagian dari Kota Homs, aktivis setempat mengatakan, warga ketakutan dan dalam situasi tanpa pasokan air bersih, makanan, dan obat-obatan. Dalam kondisi itu, fotografer berkebangsaan Inggris berhasil meloloskan diri dari Homs, tapi nasib dari reporter Perancis, Edith Bouvier, masih belum jelas.
“Ada laporan terpercaya bahwa korban tewas saat ini mencapai 100 warga sipil setiap harinya, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Jumlah korban yang terbunuh sejauh ini mencapai lebih dari 7.500 orang,” kata staf Sekjen PBB untuk Hubungan Politik, Lynn Pascoe, kepada DK PBB. (republika.co.id, 29/2/2012)
loading...
Read more »

Putusan MK Anak Zina Diakui Bisa Gampangkan Zina

item-thumbnail

http://maulidamulyarahmawati.files.wordpress.com/2011/01/sumber-tobatmaksiat.jpgResistNews - Keputusan MK sangat keliru dan secara metodologi keputusan tersebut tidak berlandaskan syariat Islam. Mahkamah Konstitusi memutuskan, anak yang lahir di luar perkawinan tetap resmi mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, beberapa waktu lalu setelah memutus uji materiil terhadap UU 1/1974 tentang perkawinan.

Menurut Mahfud, putusan MK merupakan salah satu hal penting. Putusan itu membuat anak yang lahir di luar perkawinan resmi tetap mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya. Selain berlaku terhadap anak yang status pernikahan siri, ketentuan ini pun berlaku juga bagi laki-laki yang melakukan hubungan tanpa pernikahan pun harus bertanggung jawab terhadap anak yang lahir. “Ini juga sesuai dengan UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan yang menyangkut hak asasi manusia (HAM),” kata Mahfud MD.
Muslimat Nahdlatul Ulama menilai, putusan Mahkamah Konstitusi terkait yang lahir di luar nikah sangat riskan dan berpotensi menjerumuskan terutama jika dikaitkan dengan hukum Islam. “Tapi, niat baik ini bisa jadi justru menjerumuskan pada akhirnya,” kata Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (Vivanews.com).
Hal itu juga ditegaskan oleh Shiddiq al-Jawi pengasuh rubrik Ustadz Menjawab di Media Umat. Ia menjelaskan, keputusan Mahkamah Konstitusi tentang anak di luar nikah sama sekali tidak berdasar dan sama sekali tidak sesuai dengan syariah Islam.
“Seharusnya MK hanya mengesahkan hubungan ayah dan anak, yang dilahirkan melalui pernikahan yang sesuai dengan syariah Islam, baik tercatat mau pun tak tercatat, yaitu apa yang disebut nikah siri. Jadi MK sudah berlebihan,” jelasnya.
MK menilai terobosan yang dilakunnya sudah sangat tepat dan akan memberikan keadilan pada anak dan akan membuat efek jera terhadap laki-laki yang akan melakukan perzinaan.
Memang, menurutnya,  alasan MK tampaknya masuk akal.  ”Namun yang perlu diingat kalau kita bicara syariat Islam tidak bisa semata-mata hukum itu diputuskan berdasarkan reasoning saja, yaitu apakah sesuatu itu masuk akal atau tidak, tapi harus berdasarkan dalil syar’i baik Alquran maupun hadits,” urainya.
“Hubungan nasab antara ayah dan anak tercipta karena adanya akad nikah, bukan karena hubungan seksual. Jadi, kalau tidak ada akad nikah maka anaknya disebut anak zina, tak ada hubungan nasab dengan bapaknya. Meski secara biologis ada hubungan namun secara hukum syara’ tidak ada hubungan.  Itu yang perlu dipahami,” tambahnya.
Seorang anak itu disebut anak zina, bukan stigma. Tapi status hukum terkait hak-hak waris, perwalian nikah biar jelas. “Jadi seorang anak disebut anak zina bukan stigma negatif tentang dirinya tapi penjelas tentang status hukumnya dalam syariat Islam,” urainya.
Menurut MK, keputusan itu akan membuat laki-laki mencegah dirinya dari zina. Padahal, menurut Ustadz Shiddiq, malahan sebaliknya kalau dilihat dari sisi perempuan, itu akan mendorong untuk melakukan zina.
“Misalkan, kalau ada pasangan kumpul kebo, si perempuan akan beranggapan anak yang lahir akan menjadi tanggung jawab laki-laki. Nah kalau kalau begitu, perempuan akan menggampangkan zina. Perempuan akan beranggapan kalau begitu saya zina saja toh nanti ada yang bertanggung jawab.”
Jadi, menurut ustadz Shiddiq, keputusan MK sangat keliru dan secara metodologi keputusan tersebut tidak berlandaskan syariat Islam, dan hanya mengandalkan reasoning (logika akal tanpa bimbingan wahyu).
“Ada kelemahan mendasar keputusan MK itu. Yaitu hanya melihat persoalan itu secara logika dari sisi laki-laki. Mungkin si laki-laki akan berat melakukan zina karena harus bertanggung jawab. Tapi kalau dilihat dari sisi perempuan, justru akan mendorong dia berzina. Karena perempuan akan berpikir laki-laki yang menzinainya toh akan bertanggung jawab. Ini akhirnya terkesan meremehkan pernikahan dan malah mendorong perzinaan,” terangnya.
Namun bagaimana pun juga anak di luar pernikahan wajib dirawat dan diasuh. Menurutnya, “Siapa yang merawat anak tersebut? Di sinilah pentingnya peran negara untuk mengatur urusan umatnya. Negara bertanggung jawab terhadap anak zina. Namun boleh pula negara menyerahkan pengasuhan anak zina itu pada umat secara umum.”
Ia lalu menerangkan dasarnya. Ia menceritakan kisah di zaman Rasulullah SAW, bahwa ada seorang wanita berzina sampai hamil. Dia tidak dirajam oleh Nabi sampai anaknya lahir dan sudah disapih. Oleh Nabi, sebagai kepala negara, anak wanita itu diserahkan kepada salah seorang sahabat untuk diasuh.[mediaumat.com/ faith)
loading...
Read more »

Tafsir : Islam Menjawab Segala Problema

item-thumbnail

http://fc06.deviantart.net/fs41/i/2009/023/a/0/islam_is_the_solution_by_bsoOma.jpg 

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (TQS al-Nahl [16]: 89).
Telah maklum, Rasulullah SAW adalah nabi dan rasul penutup. Tidak ada nabi rasul sesudahnya. Demikian pula dengan risalahnya. Tidak ada ada risalah selain risalahnya, yakni al-Islam.
Sebagai risalah pamungkas dan berlaku bagi seluruh manusia hingga akhir zaman, Islam didesain sebagai agama yang sempurna. Yakni mengatur seluruh aspek kehidupan dan mampu menjawab segala persoalan kehidupan yang dihadapi manusia. Ayat ini adalah di antara dalil yang menunjukkan kesempurnaan tersebut.
Dibangkitkan sebagai Saksi
Allah Swt berfirman: Wa yawma Nab’atsu fî kulli ummah syahîd[an] ‘alayhim min anfusihim ([dan ingatlah] akan hari [ketika] Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri). Kata yawma (hari) pada ayat ini, sebagaimana dijelaskan al-Qurthubi dan para mufassir lainnya, menunjuk kepada hari kiamat. Kesimpulan tersebut didasarkan pada ayat sebelumnya yang berisi ancaman kepada orang-orang kafir yang menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka diancam dengan tambahan siksaan atas siksaan-Nya. Kemudian ayat ini memberitakan bahwa itu terjadi pada hari Allah Swt membangkitkan syuhadâ` pada setiap umat.
Kata syuhadâ` merupakan bentuk jamak dari kata syahîd (saksi). Menurut Ibnu ‘Abbas, al-Thabari, al-Nasafi, al-Qinuji, al-Baidhawi, al-Samaraqandi, dan para mufassir lainnya, yang dimaksud dengan syuhadâ` di sini adalah para nabi dan rasul. Para nabi tersebut menjadi saksi atas umatnya. Demikian dikatakan al-Qinuji dalam tafsirnya.
Mengapa mereka dijadikan sebagai syuhadâ` (saksi) atas umatnya? Menurut al-Qurthubi, karena para nabi itu telah menyampaikan risalah dan mengajak mereka kepada keimanan. Sehingga, sebagaimana dikatakan al-Thabari, para nabi itu menjadi saksi atas umatnya: Apakah mereka menerima dakwah tersebut atau menolaknya. Al-Khazin juga mengatakan bahwa para nabi tersebut diutus kepada umat mereka agar bersaksi atas perbuatan umatnya, baik kekufuran maupun keimanan, dan ketaatan maupun pembangkangan.
Frasa min anfusihim berarti minhun (dari kalangan mereka) atau min jinsihim (dari kaum mereka). Hal itu disebabkan karena para nabi umat tersebut memang diutus dari kalangan mereka. Demikian al-Zamakhsyari dalam tafsirnya. Kesimpulan tersebut juga sejalan dengan beberapa ayat, seperti QS al-A’raf [7]: 59), 65, 73, 80, dan 85, Yunus [10]: 74, dan lain-lain.
Menurut al-Syaukani dan al-Qinuji, diutusnya para nabi dari umat mereka itu untuk menyempurnakan hujjah mereka dan membatalkan alasan mereka. Dan itu merupakan saksi yang paling adil atas umat tersebut. Penyebutan frasa tersebut juga merupakan takrîr (pengulangan) sebelumnya yang berguna sebagai al-ta`kîd wa al-tahdîd (penegasan dan ancaman).
Kemudian juga dinyatakan: Wa ji`nâ bika syahîd[an] ‘alâ hâulâ` (dan Kami datangkan kamu [Muhammad] menjadi saksi atas seluruh umat manusia). Dhamîr al-mukhâthab menunjuk kepada Rasulullah SAW. Sehingga, seperti para nabi lainnya, beliau pun dibangkitkan sebagai saksi atas umat beliau. Hanya saja, terhadap beliau tidak digunakan kata nab’atsu, namun kata ji`nâ. Dijelaskan oleh al-Khathib -sebagaimana dikutip al-Qinuji–, kata al-majî` lebih diutamakan daripada al-ba’ts karena kesempurnaan pemeliharaan urusan Nabi SAW. Sedangkan bentuk al-mâdhiyy menunjukkan kepastian terjadinya peristiwa tersebut.
Kata hâ`ulâ` menunjukkan umat beliau. Berdasarkan nash-nash lainnya, umat beliau bukan hanya bangsa Arab, namun seluruh manusia yang hidup setelah beliau diutus hingga hari kiamat. Mengenai keberadaan Rasululah SAW sebagai saksi atas umatnya juga ditegaskan dalam TQS al-Baqarah [2]: 143. Bahkan menurut ayat, umat beliau juga menjadi saksi atas seluruh manusia.
Guna Alquran
Setelah diberitakan mengenai kepastian Rasulullah SAW sebagai saksi atas umatnya, kemudian diterangkan mengenai Kitab yang diturunkan kepada beliau. Allah Swt berfirman: Wa nazzalnâ ‘alayka al-Kitâb tibyân[an] li kulli syay` (dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab [Alquran] untuk menjelaskan segala sesuatu). Kata al-Kitâb dalam ayat ini menunjuk kepada Alquran.
Ditegaskan bahwa Alquran diturunkan sebagai tibyân]an] li kulli syay` (untuk menjelaskan segala sesutau). Kata tibyân[an] di sini berarti bayân[an] (penjelasan). Penambahan huruf al-tâ` berfungsi sebagai li al-mubâlaghah (untuk melebihkan). Demikian al-Syaukani dalam tafsirnya.
Mengenai pengertian frasa ini, ada beberapa penjelasan yang dikemukakan oleh para mufassir. Al-Baghawi menyatakan bahwa Alquran menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, yakni perintah dan larangan, halal dan haram, hudud dan hukum-hukum. Ibnu Mas’ud menyatakan, “Sungguh Allah SWT telah menjelaskan kepada kita dalam Alquran semua ilmu dan segala sesuatu. Sedangkan Mujahid berkata, “Semua yang halal dan semua yang haram.”
Menurut Ibnu Katsir, penafsiran Ibnu Mas’ud lebih umum dan mencakup. Sebab Alquran meliputi semua ilmu yang bermanfaat, yakni berita tentang perkara yang telah terjadi dan yang akan terjadi, semua yang halal dan yang haram, semua yang dibutuhkan manusia, urusan dunia, agama, kehidupan, dan  tempat kembali mereka (akhirat).
Diterangkan juga oleh al-Syaukani, penjelasan Alquran yang menyeluruh tentang hukum dilengkapi oleh al-Sunnah yang menjelaskan hukum-hukum yang tersisa. Di dalamnya juga terdapat perintah untuk mengikuti dan menaati Rasulullah SAW dalam hukum-hukum yang dibawa beliau sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Alquran. Rasulullah saw juga bersabda: Sesungguhnya aku diberi Alquran dan bersamanya yang semisalnya (al-Sunnah) (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Hibban).
Dengan demikian, meskipun banyak hukum diterangkan oleh Sunnah, akan tetapi tetap dapat dikembalikan kepada Alquran. Sebab, Alquranlah yang menetapkan al-Sunnah sebagai dalil hukum. Demikian pula dengan Ijma’ Sahabat dan Qiyas. Karena keduanya juga ditunjukkan Alquran untuk dijadikan sebagai dalil hukum, maka juga semua hukum yang dihasilkan dari keduanya masih dalan cakupan penjelasan Alquran yang menyeluruh tersebut.
Namun patut diingat, sebagaimana dijelaskan al-Samarqandi, kendati menjelaskan segala sesuatu, sebagian isinya ada yang terperinci dan sebagian lainnya bersifat global sehingga membutuhkan al-istikhrâj (dikeluarkan) dan al-istinbâthn (penggalian).
Nash-nash syara’ memang datang berupa khutûth ‘arîdhah (garis-garis besar). Yang dari bisa digali berbagai hukum, baik yang sudah, sedang, dan akan terjadi. Sehingga tidak ada satu pun perkara yang tidak dijelaskan hukum oleh Islam.
Di samping itu, Alquran juga: Wahudâ[n] warahmat[an] Wabusyrâ li al-Muslimîn (dan petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri). Sebagai hud[an], yakni sebagai petunjuk kepada kebenaran. Dan  sebagai rahmah, di dalamnya terdapat berbagai kemaslahatan manusia, seperti keadilan, kebaikan dan lain-lain. Juga sebagai busyrâ li al-muslimîn (kabar gembira bagi kaum Muslimin). Di dalamnya terdapat berita tentang surga dan berbagai kenikmatan bagi kaum Muslim. Menurut al-Baidhawi, hudâ[n] dan rahmah berlaku umum untuk seluruh manusia.  Sedangkan busyrâ bersifat khusus. Hanya berlaku bagi kaum Muslimin.
Bertolak dari ayat ini, manusia tidak lagi memerlukan petunjuk lain selain Alquran. Sebab, semua agama, ideologi, dan pemikiran selain Islam hakikatnya tidak memberikan petunjuk kepada manusia mendapatkan kebenaran. Tidak pula mengantarkan kepada kebahagiaan. Sebaliknya semua itu justru menyesatkan dan menjerumuskan manusia kepada kesengsaraan dan penderitaan tak bertepi. Mengapa masih ada yang menolak Islam? Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.
Ikhtisar:
1.      Semua rasul-termasuk Rasulullah SAW-akan dibangkitkan di hari kiamat sebagai saksi atas umatnya
2.      Alquran diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi kaum Muslim.
loading...
Read more »

Mengharap Rahmat dan Ampunan Allah SWT

item-thumbnail

http://qitori.files.wordpress.com/2007/11/18-hal.jpgSeorang Muslim dalam kehidupannya boleh jadi melakukan banyak dosa. Sebagian mereka mungkin pernah terjatuh dalam perbuatan dosa besar seperti membunuh, berzina, memakan riba, mabuk, mencuri/merampas harta orang lain, dll. Meski demikian, Allah SWT sesungguhnya Maha Pengampun bagi siapa saja yang ingin bertobat, tentu dengan tawbat[an] nashuha (tobat yang sungguh-sungguh), dengan memenuhi sejumlah syarat: memohon ampunan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh (dengan banyak ber-istighfar); menyesal dengan penyesalan yang mendalam; bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang pernah dilakukan; rela menerima hukuman (jika terkait dosa besar seperti mencuri, berzina, membunuh, dll); meminta maaf  dan mengembalikan hak (jika terkait dosa kepada-atau melanggar hak-orang lain).

Karena itu, sebetulnya tidak selayaknya seorang Muslim berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT, karena Allah SWT sendiri berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS az-Zumar [39]: 53).
Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu (TQS al-A’raf [7]: 157).
Selain banyak ayat yang serupa, juga terdapat sejumlah hadits yang sejatinya memberikan harapan kepada setiap Muslim karena begitu luasnya rahmat Allah SWT. Baginda Rasulullah SAW, misalnya, bersabda, “Siapa saja yang bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, maka Allah mengharamkan neraka atas dirinya.” (HR Muslim).
Bagaimana luasnya rahmat Allah SWT juga tersirat dalam sabda Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsi yang berbunyi, “Allah SWT berfirman: “Siapa saja yang datang membawa kebajikan, bagi dirinya pahala sepuluh kali lipat atau lebih banyak. Siapa saja yang datang membawa keburukan, maka balasan keburukan itu adalah keburukan yang serupa atau Aku ampuni.” (HR Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah menjadikan rahmat-Nya menjadi seratus bagian. Allah menetapkan rahmat itu tetap di sisi-Nya sebanyak 99 bagian dan menurunkan rahmat itu ke bumi satu bagian saja. Dengan sebab satu bagian itu berbagai makhluk bisa saling menyayangi…”
Dalam riwayat lain dinyatakan, “Sesungguhnya Allah SWT memiliki seratus rahmat. Satu di antaranya diturunkan di tengah-tengah jin, manusia, binatang…” (HR Mutaffaq ‘alaih).
Dalam hadits lain juga dinyatakan, “Allah SWT memiliki seratus rahmat. Satu rahmat di antaranya menjadikan berbagai makhluk menyayangi satu sama lain, sementara 99 rahmat (diberikan) pada Hari Kiamat.” (HR Muslim).
Sebagaimana rahmat Allah SWT begitu luas, demikian pula ampunan-Nya. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Seandainya kalian tidak berbuat dosa, Allah pasti melenyapkan kalian, lalu mendatangkan kaum yang lain yang berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampunan kepada Allah, lalu Allah pun mengampuni mereka.” (HR Muslim).
Rasulullah SAW makhluk yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampunan kepada-Nya, kemudian Allah mengampuni mereka.” (HR Muslim).
Menurut Ibn Malik, hadits ini tidak berarti mendorong manusia untuk berbuat dosa, tetapi untuk meluaskan dada sebagian sahabat Nabi SAW yang merasa sempit karena begitu besarnya rasa takut mereka akan dosa-dosa mereka hingga sebagian mereka ada yang lari ke puncak-puncak gunung untuk fokus hanya beribadah dan sebagian lain menjauhi (tidak mau menikahi) kaum wanita (Muhammad bin ‘Allan, Dalil al-Falihin, II/265). Intinya, hadits ini menyadarkan kita betapa luasnya ampunan Allah SWT sehingga mendorong kita untuk selalu berharap ampunan-Nya tanpa harus berputus-asa.
Begitu luasnya ampunan Allah SWT, juga tergambar dalam sabda Baginda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah senantiasa membentangkan tangan-Nya sepanjang malam untuk mengampuni para pendosa pada siang harinya; Allah pun membentangkan tangan-Nya sepanjang siang untuk mengampuni para pendosa pada waktu malamnya; (hal ini berlangsung) hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya.” (HR Muslim).
Karena itu, tak ada alasan bagi siapapun untuk berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT. Sebaliknya, hendaknya setiap diri kita senantiasa bersungguh-sungguh mengharap rahmat dan ampunan Allah SWT. Hanya saja, rahmat dan ampunan Allah SWT tentu hanya akan Allah SWT berikan kepada mereka yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah SWT dengan berusaha menjalankan semua perintah-Nyaq dan menjauhi segala larangan-Nya.
Wa ma tawfiqi illa bilLah [] abi/hizbut-tahrir.or.id
loading...
Read more »

“Lautan Jilbab” Mengalir di Britania Raya

item-thumbnail

muslimah inggris

ResistNews – Temanku Anisa asal Barbados yang juga muallaf mengundangku kerumahnya di Tooting, untuk acara perpisahan. Keluarga ini akan berhijrah ke Kairo, ingin mencicipi kehidupan dengan nuansa ‘Islami’ katanya.
Aku dikenalkan dengan teman-temannya yang multi bangsa dan warna. Ada yang tulen Inggris, wanita Aljazair berkebangsaan Prancis, Jamaika, Ethiopia dan Nigeria. Unik sekali.
Aku tertarik dengan penampilan Joana Rowntree, Muslimah Inggris asli yang mengenakan busana Muslim penuh. Mirip abaya, longgar, berwarna abu-abu dengan jilbab berwarna biru muda. Aku menyapa dan memperkenalkan diri.
Joanna, perempuan Inggris berusia sekitar (26 tahun), baru saja memeluk agama Islam sekitar 3 tahun. Joanna berprofesi sebagai Medical Reseach bekerja di Guy Hospital, London Bridge.
Ia mengalami perjalan spiritual yang panjang. Alkisah, usai sekolah SMU di Inggris, ia tidak langsung ke universitas tapi memutuskan untuk melanglang buana. Dia percaya bahwa merantau bisa memperluas cakrawala.  “Travel can broaden your mind,” ujarnya.
Iapun mendaftarkan diri untuk jadi volonteer dengan British Council. Mengajar bahasa Inggris adalah satu satunya cara untuk keluar negeri, kenangnya bercerita ketika awal masuk Islam.
“Saya ingin cari pengalaman dengan merantau”, tambahnya. Joanna akhirnya memilih ke Serawak, Malaysia.
“Tempatnya jauh sekali, di sebuah desa di pedalaman pulau Borneo,” papar Joanna sambil mengawasi anaknya yang berambut pirang.
“Malay people are very kind and gentle. Orang Melayu baik-baik dan lemah lembut, saya betah di sana. Sampai-sampai saya tinggal disana kurang lebih 10 bulan, ” tambahnya.
Lalu apa yang membuatnya masuk Islam?
Suatu hari, saat istirahat, murid-murid  selalu mendatanginya. Biasanya, mereka selalu datang menyampaikan salam. Suatu hari, rupanya mereka menyodorkan buku kecil dan tipis.
“Miss..miss kenal dengan nabi Muhammad, Rasul kami? ” tanya salah satu mereka, mereka berdesakan dan masing-masing ingin dapat perhatian.
“Siapa tuh Muhammad…saya tidak tahu,” dengan sabar Joanna menjawab pertanyaan mereka.
“Ini miss.. baca buku ini…di sini ada sejarah tentang nabi kami, Muhammad,” ujar mereka menghadiahi buku kecil tentang Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) pada Joanna.
Karena menggunakan  bahasa Melayu, rupanya Joanna kurang memahami.  Ia akhirnya menolak dengan lembut agar anak-anak tidak tersinggung.
“….tapi miss, Anda kan guru bahasa Inggris Anda mesti belajar bahasa kami, bahasa Melayu. Ini hadiah dari kami dan bacalah.” Akhirnya buku itu diterima oleh Joanna sambil tercenung berfikir betapa baiknya mereka ini.
Joanna sangat menghargai pemberian itu, seakan ia diberi perhatian khusus oleh anak-anak, dia sangat terharu.
Sejak itulah Joanna tertarik dengan agama Islam. Ia menyempatkan diri ke toko buku saat Joana berada di Kuala Lumpur. Pesan anak-anak itu cukup membekas di hatinya.
Ternyata banyak sekali buku-buku tentang Islam yang berbahasa Inggris. Joanna membeli kamus Inggris Melayu yang kecil. Pikirnya pasti anak anak akan senang kalau mereka tahu bahwa ia belajar bahasa Melayu. Sejak itulah Joanna mulai tertarik mengenal Islam hingga mengucapkan dua kalimah syahadat.
Di mana-mana
Lain lagi cerita Nini, wanita asal Indonesia yang juga residen (pemukim yang bersuamikan Inggris) ini mempunyai cerita unik. Karyawati di sebuah Department Store ini cukup lama tinggal di sini, 10 tahun lebih. Dulunya ia seorang penari. Ramah dan lincah. Temannya di mana-mana. Setelah gabung dengan sebuah pengajian student Indonesia di kota London ia menemukan sesuatu, mengaku merasa bahagia berada di lingkungan yang nyaman serta banyak mendapatkan masukan.
Suatu hari terjadi perubahan cukup drastis. Nina berkeinginan mengenakan jilbab. Tapi ia hanya memakainya dari rumah ketempat pengajian, lalu ke supermarket atau ke station.  Namun sampai di tempat bekerja ia lepas. Ada selaksa perasaan berdosa, namun Nina tengah memupuk keberaniannya.
Setiap ia datang ke pengajian, sering sang kain berbentuk segitiga itu melorot dan jatuh kepundaknya.
Suatu hari, saya menegurnya,  “Mana penitinya Nin,” aku menolongnya untuk menjepitnya.
“Wow, kok malah jadi cantik sih, liat tuh di kaca, kecantikanmu malah menyeruak, “ ujarku meyakinkan.  Memang betul, ia tanpak lebih cantik dan anggun. Ia tersenyum malu campur bangga.
“Jika belum berani full time, cobalah part-time dulu, biasakan dulu, supaya kita bisa PD (percaya diri) dan orang-orang di sekitar kita tidak kaget,” begitu nasehatku.
Suatu hari, ia melakukan pengamatan. Diam-diam ia mencari tahu berapa banyak jumlah Muslimah di tempatnya bekerja. Ia kaget, ternyata jumlahnya cukup banyak. Akhirnya, setiap ke kepengajian, ia sibuk membahas dan bercerita tentang jilbabnya. Nini akhirnya mulai terobsesi dengan jilbab. Ia bahkan meminta saran kapan ia bisa memulai mengenakannya ke tempat bekerja.
“Saya tunggu waktu, support aku deh,” tambahnya. “Aku takut dipecat teh,”ujarnya nampak was-was. Dan saya menenangkannya dengan menjelaskan bahwa keyakinan dilindungi undang-undang. Layaknya orang-orang  Yahudi di tempat ini, yang juga memakai sesuatu di kepalanya.
Suatu ketia,  Nini mengambil ‘day off’, Nina mengajak teman-temannya untuk minum kopi. Tentu dia mengenakan jilbab. Pada saat hendak pulang, tiba-tiba dia membelok ke tempat ia bekerja untuk sekedar menyampai kan hello kepada teman kerjanya. Rupanya dia lupa kalau mengenakan jilbab. Tentu saja semua temannya terkejut. Kebetulan sang supervisor yang Muslim sedang berada di situ.
“Ooh..I didn’t know you wear hijab, Nin,” tegurnya. Ia jadi tersipu malu sambil mengatakan bahwa ia mengenakan jilbab.
“Why dont you wear it to work, ” tantangnya.
“Really? Can I wear hijab to work?,” seolah tak percaya mendengar tawaran yang dinilai sangat exciting itu.
“Well of course you can..I will talk to my manager and I am sure you have the right in this country,” jawabnya meyakinkan.
Tak terbayang rasa gembira di hati Nini hari itu. Ia mendapat support penuh dari sang supervisor. Ia pulang dengan langkah yang, duh rasanya ringan sekali. Ingin sekali ia berteriak ke langit. Kini Nini mengenakan jilbab yang warnanya disesuaikan dengan seragam kerja.
Menariknya, konon langkahnya itu kemudian banyak diikuti oleh beberapa muslimah yang selama ini bersembunyi dari persembunyiannya.
Dan seperti biasanya, teman dan sahabat yang biasa pergi ke disko atau berkumpul untuk bersenang senang, mereka satu-persatu menjauhi Nini.
Diludahi
Suatu hari, seorang wanita namanya Jannifer, panggil saja sister Jane, seorang muallaf yang kukenal di depan Kedutaan Perancis, saat berdemo tentang hijab. Diam-diam, kami menjadi sahabat.
Suatu hari, melalui saluran telpon, ia bercerita tentang keyakinannya.
“Karena saya sudah bersyahadat yang artinya kesaksian dan pengakuan saya terhadap adanya Allah yang Esa serta kesaksikan saya bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah, maka ini adalah sebuah komitmen dan janji saya. Artinya saya tidak bisa hanya mengambil setengah-setengah. Saya harus ambil seutuhnya, termasuk mengenakan hijab tentunya,” ujarnya.
Saat mengawali masuk Islam, Jennifer tidak tahu bagaimana caranya mengenakan jilbab. Ia membeli dua helai kerudung lalu disampirkan dikepala.
Dengan mengenakan jilbab, ia mengaku lebih tenang di jalanan, tanpa menarik perhatian kaum lelaki yang selalu berfikir kalau perempuan adalah objek seks.
“Saya marasa bebas dari tekanan untuk kompetisi kecantikan. Sayapun bisa jadi lebih nampak sederhana,” paparnya.
Meski demikian, ada juga yang menatap  dengan pandangan bermacam- macam, tapi Jane tidak peduli.
“Tatkala saya mengenakan jilbab saya merasakan kehangatan pada jiwa dan hati saya. Ada rasa aman dan tenang, walaupun saya merasakan bahwa saya masih belum mampu memenuhi perintahNya, saya takut bahwa saya belum bisa meraih ridhoNya,” ujar Jennifer.
Saya, Joanna, Nini dan Jane dan para muslimah di Inggris (dan di Negara-negara Eropa lainnya) memang sangat beruntung, secara umum penduduknya cukup demokratis  melindungi pilihan kita menggunakan jilbab.
Jilbab datang dan menghampiri perempuan Inggris memang tidak seketika alias sekonyong-konyong. Meski ada tertentu beberapa muslimah tiba-tiba ingin mengenakan jilbab, namun umumnya pengaruh teman.
Meski demikian, hanya menyampirkan sehelai kain di kepala kita, di negeri ini harus memerlukan “jihad” tersendiri.
Saat terjadi insiden besar di UK, 7 Juli (kasus bom di Kereta api bawah tanah) misalnya, memaksa para Muslimah ekstra hati-hati. Tak sedikit di antara Muslimah yang menjadi sasaran public. Di jalanan Muslimah dimaki, diludahi atau diteriaki ‘Hei teroris’ atau perlakuan yang tidak nyaman lain. Namun bagi mereka yang kenal situasi negeri itu akan paham. Bahkan anak saya bisa bilang, “Just ignore them mum, they are just so ignorant.” (Mereka itu tidak tahu apa-apa, jadi cuekin saja).
Menurut data, populasi Muslim di Inggris saat ini sekitar 2,8 juta (4,6 persen total penduduk). Inggris memiliki komunitas Muslim terbesar ketiga di benua Eropa, setelah Jerman dan Prancis. Kaum Muslim bisa ditemui di mana saja, termasuk jamaah sholat Jumat meluber di jalanan.
Dan jilbab, kini merupakan bagian dari komunitas di Britania Raya sebagai negara yang beragama; baik kebangsaan, etnis dan agama serta warna. Anda bisa melihat jilbab di mana saja, mengalir. Kecuali di Bromley, terutama di desa saya di Pettswood.
Kadang saya berfikir, “Ah jangan-jangan cuma saya sendiri berjilbab, yang kebetulan penduduknya 98.5% adalah putih/Inggris.”  Hanya saja,  saya merasa, orang-orang di sekitar saya tidak merasa terancam dengan keberadaanku.
Meski minoritas, saya tetap membaur, bukan mengucilkan diri dengan orang-orang di sekitar, sembari menunjukan akhlak islami kita.
Doa saya dari Anda, semoga, saya dan Muslimah lain di UK tetap istiqomah menegakkan peritah menurut aurat seperti dalam surat al-Ahzab: 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. 33:59].*/
Al Syahidah, Bromley, 5 Februari 2012
Sumber: hidayatullah
(zafaran/muslimahzone.com)
loading...
Read more »

Imarah Islam Afghansitan: Tindakan biadab lain dari penjajah asing

item-thumbnail

ResistNews - Seperti biasa, sekali lagi para penjajah Amerika melakukan kejahatan tak termaafkan. Sebuah kejahatan yang sangat membuat marah perasaan rakyat Afghan dan juga kaum Muslimin di seluruh dunia. Sekitar kesepuluh kalinya bahawa pasukan salib Amerika mengulangi tindakan penghinaan terhadap kitab suci Al-Quran dan buku-buku islam yang lainnya dan kemudian hanya menganggap ini sebuah kekeliruan.
Bagaimana mungkin yang bahkan sudah sepuluh tahun penjajahan, mereka tidak mengerti kesucian agama dan budaya rakyat Afghan atau tidak ada kesadaran yang diberikan kepada mereka? Tidakkah mereka memahami bahwa kitab suci Al-Quran adalah pesan dari Pemilik Tunggal alam Semesta dan adalah panduan bagi seluruh manusia? Tidakkah mereka mengetahui bahwa mereka harus berurusan dengan buku-buku agama yang lainnya ketika mereka bertingkah dengan hawa nafsu mereka sendiri? Hal ini tidak diterima, orang-orang Amerika itu tetap tidak menyadari sepanjang hidup mereka tentang teladan keagamaan yang akhirnya menghasilkan tindakan biadab dan keji ini. Dapatkah kita menyebut ini adalah sebuah kekhilafan yang dilakukan para pasukan penjajah Amerika dari waktu ke waktu, melawan semua nilai-nilai agama dan moral kemanusiaan, sebuah tindakan tak termaafkan dan penjahat ini tidak diadili atau dihukum?
Semua ini menunjukkan bahwa yang disebut Demokrasi, Kebebasan berekspresi dan Kebebasan beragama dan berbagai klaim lainnya hanyalah omong kosong dan hanya slogan-slogan penyesatan karena setiap orang menyaksikan bahwa pada prakteknya mereka adalah pelanggar keadilan dan kejujuran terbesar dan para pengacau hak-hak asasi manusia yang pokok.
Tidak ada satu malampun yang dilewati para tentara Amerika buas untuk tidak menyebarkan teror di desa-desa dan dusun-dusun kami, menghancurkan rumah-rumah kami dan membunuh anak-anak tak berdosa, perempuan, laki-laki dan orang-orangtua berjanggut putih dibawah nama palsu "memerangi terorisme". Peradaban apa, demoksrasi dan hak asasi manusiakah ini!!!
Sangatlah disayangkan bahwa hingga saat ini berbagai provinsi di negara ini berada dalam penembakan langsung dilakukan oleh para polisi pemerintahan boneka Kabul yang menyebut diri mereka Muslim, puluhan warga negara kami telah syahid, mereka yang keluar ke jalan-jalan hanya untuk mengutuk tindakan biadab dalam penodaan kitab suci Al-Quran. Bagaimana bisa tindakan biadab ini ditafsrikan?
Kami ingin memberitahu kepada para penjajah dan sekutu-sekutu  mereka bahwa jika tujuan kalian adalah untuk mengurangi semangat bangsa Muslim Afghanistan dan bangsa Mujahidin ini, hal tersebut akan menjadi kebodohan terbesar kalian.
Jelaslah bahwa tindakan ini menunjukkan kegagalan kalian dan kehilangan semangat, dan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan akan selalu melawan kebiadaban kalian di medan perang ini dan menunggu untuk ini. Demikian pula jika kalian bertahan pada solusi militer, ingin membuka jalan untuk tindakan brutal jenis ini, dan para antek internal selalu menembaki demonstrasi damai dengan perintah kalian, kalian harus memahami bahwa Mujahidin Imarah Islam Afghansitan selalu siap untuk mengorbankan hidup mereka untuk agama mereka, tanah tercinta dan rakyat mereka. Mereka lebih banyak berpengalaman dan semangat mereka lebih tinggi daripada sebelumnya. Mereka telah membuktikan keteguah dan kekuatan dalam dekade terakhir.
Akhir kalian akan seperti para 'tentara merah' dan itu tidak sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala
Imarah Islam Afghanistan
(siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

JAT akan datangi kedubes AS untuk klarifikasi tuduhan sampah AS terhadap JAT

item-thumbnail

ResistNews- Departemen Luar negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan tuduhan sampah terhadap Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bahwa JAT sebagai as a Foreign Terrorist Organization (Organisasi Teroris Asing), rilisan tuduhan tersebut dikeluarkan pada (23/2/2012).
Setelah membuat pers rilis terkait tuduhan sampah tersebut,  JAT dilaporkan akan mendatangi Kedubes AS di Jakarta pagi ini, Rabu (29/2/2012), yang rencananya akan datang sekitar pukul 09.00 WIB.
"Hanya datang untuk meminta klarifikasi saya ke Dubes AS," ujar Son Hadi, Juru bicara JAT kepada detikcom.
Son Hadi mengatakan tuduhan AS tersebut adalah fitnah yang tidak berdasarkan fakta hukum. Son Hadi juga menjelaskan pihaknya tidak datang untuk berdemonstrasi di depan Kedubes AS. Kedatanganya ke Kedubes AS hanya untuk bertemu dan mengklarifikasi soal tuduhan tersebut.
"Tidak untuk berdemo, hanya 5 orang saja," pungkasnya.
Selain akan mengklarifikasi soal tuduhan itu, Son Hadi juga akan bertanya mengenai kasus pembakaran Al Quran di Afghanistan ke pihak Kedubes AS. Namun, Son Hadi dan rekan-rekannya belum membuat janji dengan pihak Kedubes untuk melakukan pertemuan.
"belum ada janji. Kita Coba datang langsung saja," katanya. (siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Akhirnya MA akui adanya bantuan Amerika untuk sidang kasus "terorisme"

item-thumbnail
ResistNews - Akhirnya, pengakuan adanya bantuan Amerika Serikat (AS) terhadap proses persidangan dalam kasus "terorisme" di Indonesia dinyatakan oleh ketua Mahkamah Agung (MA).
"Kita sekarang sudah dapat bantuan dari Amerika Serikat (AS) untuk perkara terorisme, untuk pengamanan persidangan," kata Ketua MA, Harifin Tumpa usai laporan akhir tahun di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2012), dikutip detikcom.
Tumpa tidak merinci dalam bentuk apa bantuan AS tersebut. Terkait pernyataan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tentang adanya keterkaitan intervensi AS terhadap proses pengadilan, Tumpa membantahnya.
"MA tidak pernah dapat bantuan jika dihubungkan dengan perkara. MA akan selalu menolak apabila dikait-kaitkan (dengan perkara)," katanya.
Sementara itu, menurut pengamat "terorisme" Mardigu, pengakuan Tumpa bahwa adanya bantuan AS untuk proses persidangan kasus "terorisme" merupakan pelecehan kedaulatan bangsa.
“Kalau bantuan data, saya tidak heran, kalau fisik justru memalukan dan melecehkan kedaulatan bangsa. sebetulnya untuk persidangan 'teroris' tidak perlu membutuhkan pengamanan dari AS,” jelasnya kepada itoday hari Selasa kemarin. “Kalau kita menginjinkan, kita lemah, kita lebay".
Dengan adanya pernyataan Harifin Tumpa selaku Ketua MA, jelas  menguatkan adanya intervensi AS kepada Indonesia, khususnya masalah kasus "terorisme." (siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Capres AS Rick Santorum Tuntut Afghanistan Meminta Maaf kepada AS

item-thumbnail
ResistNews - Kandidat presiden AS dari Partai Republik Rick Santorum menuntut Afghanistan harus meminta maaf atas reaksi "berlebihan" mereka terkait insiden pembakaran Al-Qur'an oleh pasukan Amerika.
"Saya pikir harus ada respon meminta maaf oleh Karzai dan rakyat Afghanistan, karena mereka telah menyerang dan membunuh petugas militer kami, dan atas reaksi berlebihan Afghanistan terhadap kesalahan yang tidak disengaja," kata Santorum kepada program acara NBC pada hari Minggu lalu.
"Itu adalah kejahatan yang nyata, bukan apa yang tentara kami lakukan," tambahnya.
Kandidat presiden dari Partai Republik ini juga menyesalkan sikap Presiden Barack Obama yang meminta maaf kepada rakyat Afghanistan atas insiden tersebut.
Obama dilaporkan telah mengirim surat permintaan maaf kepada timpalannya dari Afghanistan Presiden Hamid Karzai Kamis pagi pekan lalu, mengatakan bahwa insiden itu tidak disengaja.
Komentar oleh Santorum ini datang pada saat Newt Gingrich, kandidat presiden lain dari Partai Republik, juga menyesalkan permintaan maaf Obama untuk penodaan Al-Quran oleh pasukan Amerika, menggambarkannya sebagai tindakan yang tidak layak.
"Obama secara konsisten meminta maaf kepada orang yang tidak layak menerima permintaan maaf," kata Gingrich.(fq/prtv/eramuslim)
loading...
Read more »

Tato "Allah" di Tubuh Penyanyi AS Memicu Kemarahan Muslim Malaysia

item-thumbnail

ResistNews - Sebuah surat kabar di mayoritas Muslim Malaysia meminta maaf pada hari Selasa ini (28/2) setelah mendapat kecaman setelah sebuah foto penyanyi AS Erykah Badu yang tubuhnya bertato tulisan Arab "Allah" ditampilkan di surat kabar tersebut.
Artis kontroversial ini dijadwalkan untuk tampil di ibukota Kuala Lumpur pada Rabu besok, dan laporan di surat kabar harian The Star, Senin kemarin telah memasukan foto artis AS itu yang menampilkan berbagai simbol di bagian atas tubuhnya termasuk tulisan dalam bahasa Arab dan Ibrani.
Belum jelas apakah simbol "Allah" di tubuh Erykah Badu merupakan tato permanen atau bukan. Tato dilarang dalam Islam dan banyak umat Islam yang menyalahkan penulisan kata "Allah" disembarang tempat dan dianggap sebagai tindakan tidak sopan.
Namun surat kabar The Star mengatakan foto itu diterbitkan "secara tidak sengaja."
"Kami sangat menyesal jika ada umat Islam yang tersinggung dan dengan tulus kami meminta maaf untuk kejadian ini," kata The Star dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan kepada The Star dan meminta mereka untuk menjelaskan dalam waktu satu minggu bagaimana foto itu bisa dipublikasikan.
Mashitah Ibrahim, wakil menteri di departemen perdana menteri, menyebut foto itu sebagai penghinaan.
"Agama kami bahkan tidak mengizinkan nama Allah untuk dibawa ke kamar mandi, apalagi digunakan sebagai tato," katanya dikutip New Straits Times.
Kelompok oposisi Partai Islam Semalaysia (PAS) berencana untuk mengajukan nota protes kepada pemerintah mendesak pemerintah untuk membatalkan acara konserErykah Badu dan menghukum The Star, kata Muhammad Adram Musa, seorang pejabat sayap pemuda PAS.
Juru bicara penyelenggara konser kepada AFP menyatakan acara konser akan tetap berlangsung, namun informasi jadi tidaknya konser masih simpang siur.(fq/afp/eramuslim)
loading...
Read more »

Paus Benediktus Resmi Minta Pembuktian Ilmiah Keaslian Injil Turki

item-thumbnail
Paus Benediktus Resmi Minta Pembuktian Ilmiah Keaslian Injil TurkiResistNews - Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).
Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini.
Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan Yesus. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.
Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.
Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (Yesus). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.
Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan Yesus menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).
Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi  Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul Yesus, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah.
republika | fimadani
loading...
Read more »

Eksistensi Berujung Mati

item-thumbnail

Dunia berduka. Begitu tag berita atas kehilangan sang diva dunia: Whitney Houston. Ya, Whitney ditemukan tak bernyawa di bak mandi Hotel Beverly Hilton, Beverly Hills, California Sabtu (11/2/2012). Di kamar tempatnya menginap ditemukan berbagai jenis obat-obatan dan minuman beralkohol yang diduga menyebabkan kematiannya (detikhot, 18/02). http://ll-media.tmz.com/2012/02/12/0212-whitney-houston-gurney-ex-1.jpgPemakaman diva pop ini pun mengharu biru. Pasca peristiwa tersebut, segala yang terkait dengan Whitney terus diperbincangkan dunia. Termasuk keberadaan Bobby Brown, mantan suami Whitney, yang disebut-sebut sebagai orang “yang patut disalahkan” atas “keterpurukan” Whitney. Menurut teman sang diva, David Gest, Whitney disebutkan tidak pernah menyentuh obat-obatan terlarang sebelum menikah dengan Bobby Brown (antaranews, 21/02).
Tak hanya Whitney yang tewas di puncak kariernya. Fenomena serupa juga terjadi di jagat hiburan Korea. Artis Park Yong Ha, pemeran Kim Sang Hyuk dalam drama terkenal Winter Sonata, ditemukan gantung diri di rumahnya (detikhot, 30/06/2010). Spekulasi segera merebak. Ada yang mengatakan Park Yong Ha bunuh diri karena depresi dan tak kuat menerima cobaan karena sang ayah sakit keras. Ada juga pemberitaan bahwa Park Yong Ha bunuh diri karena overdosis obat tidur untuk mengatasi insomnianya.(beritaterkiniindonesia, 19/02).
Park Yong Ha hanya satu dari sekian artis Korea yang mengakhiri hidupnya di puncak karier. Tercatat sejak 2005, sejumlah artis Korea yang sedang ngetop juga bunuh diri dan tahun 2011 adalah puncaknya (anneahira.com, 19/02).
DEPRESI PUBLIC FIGURE
Menjadi public figur di dunia hiburan itu tak seenak bayangan orang. Tuntutan tampil sempurna, adalah siksaan. Bicara tak bisa sembarangan, berpakaian harus menarik perhatian, tak bebas pergi ke mana saja, dikejar-kejar wartawan, jadwal show superpadat, bahkan terkadang diteror penggemar.
Semua harus dibayar mahal, yakni ketidakbebasan. Memang, pundi-pundi harta melimpah, tapi itu berbanding lurus dengan berbagai tekanan hidup yang luar biasa.  Ya, di balik ketenarannya, sejumlah ‘ancaman’ siap menjemput. Isu rumah tangga, kritik pedas pengamat hingga teror penggemar bisa menjadi mesin pembunuh bagi sang bintang. Depresi berat pun tak terhindarkan. Obatan-obatan  terlarang menjadi pelarian.
Seperti halnya yang menimpa Whitney Houston. Meski sudah dinilai sempurna, ia ternyata mengalami krisis percaya diri. Ia dikabarkan berencana operasi plastik dua minggu sebelum meninggal dunia, yaitu dengan facelift. Metode facelift biasa dilakukan untuk mengencangkan wajah dengan menghilangkan keriput yang ada pada muka atau leher (detikhot, 17/02).
Kevin Costner yang menjadi lawan mainnya dalam film The Bodyguard, pun bersaksi. Ia menuturkan bahwa Whitney sering bertanya padanya, “Apakah saya sudah tampil bagus? Apakah saya cukup cantik? Apakah mereka (publik) akan suka kepada saya?” (metrotvnews.com, 19/02).
Hal yang sama juga menjadi fenomena di Korea. Operasi plastik laris manis di negeri Ginseng itu demi kesempurnaan fisik sang bintang. Maklum, persaingan menjadi artis di sana sangat ketat. Bahkan sudah melalui masa training bertahun-tahun pun, belum tentu calon bintang bakal diorbitkan. Banyak artis Korea yang tidak tahan dan depresi lalu bunuh diri (kapanlagi.com, 03/12/2011).
Tuntutan pekerjaan di dunia artis memang sangat tinggi. Manajemen artis pun dituding sebagai salah satu penyebab. Mereka mengontrol kehidupan artis begitu ketat, menuntut banyak hal, mulai dari menjaga citra, latihan yang ketat, hingga mengatur dengan siapa saja sang artis boleh berkencan. Belum lagi dengan para fans di Korea yang ternyata dapat memberikan tekanan tambahan. Seorang artis dapat dipuji setinggi langit dan kemudian dihina keeseokan harinya. Mereka menguntit idolanya hingga batas yang membuat artis tidak nyaman. Lebih parah lagi, sebagai negara dengan koneksi internet tertinggi dan tercepat di dunia, para fans ini dapat dengan bebas memberikan kritik luar biasa pedas saat idola mereka melakukan tindakan yang tak sesuai harapan (anneahira.com, 19/02).
Begitulah, kenyamanan hidup terbukti tidak bisa dinikmati dengan ketenaran dan kekayaan. Anehnya, itulah yang dikejar mati-matian oleh sebagian masyarakat. Semua memimpikan, betapa enaknya hidup mewah dalam gelimang harta dan ketenaran. Namun, ternyata, menjadi terkenal, dipuja dan banyak uang bukanlah akhir kebahagiaan. Bahkan, inilah awal sebuah kehancuran. Betapa banyak kisah-kisah berserakan mengenai hal ini, namun tak juga menyadarkan manusia untuk berhenti mengejar mimpi-mimpi semu itu.
Tanya saja para gadis remaja, kebanyakan mereka pasti mendambakannya. Cara paling mudah, ya menjadi selebriti. Tak heran bila ajang pencarian bakat sebagai gerbang menuju dunia entertainment penuh sesak. Menjadi penyanyi, pemain film, artis sinetron dan juga kontes-kontes kecantikan. Semua demi tujuan: terkenal, dipuja dan banyak uang.
Tak hanya para gadis remaja, ibu-ibu yang punya anak gadis pun, pasti bangga jika anaknya mampu meraih “prestasi” seperti itu. Dengar saja celoteh ibunda Ayu Ting Ting di media-media, yang sangat bangga anak gadisnya mampu mendongkrak perekonomian keluarga.
Apakah seperti itu yang kita harapkan? Teladan positif apa yang bisa dibagikan kepada para fans, jika idolanya sendiri bingung bahkan putus asa dengan eksistensi dirinya? Haruskah fans mengikuti gaya hidup mereka yang akrab narkoba, minuman keras hingga caranya mengakhiri hidup?
KEBAHAGIAAN HAKIKI
Siapapun memang ingin sukses. Namun, sukses di dunia bukan jaminan kebahagiaan. Realitas di atas sudah membuktikan. Bukankah kesuksesan di dunia kerap diartikan sebagai terpenuhinya segala kebutuhan kebendaan? Cantik, terkenal, dipuja dan banyak uang, kurang apalagi? Orang seperti itu, mustinya tidak perlu lagi pusing tujuh keliling karena semua bisa dia beli. Ia bisa menikmati hidup, makan apa yang dia suka, foya-foya, jalan-jalan keliling dunia, dst.
Nyatanya, semua itu hanya fatamorgana. Kebahagiaan semu. Para public figure yang di permukaan tampak baik-baik saja, terbukti menyimpan kegagalan bertubi-tubi dalam hidupnya. Gagal meraih makna kebahagiaan hakiki. Mengapa? Karena mereka kering dari siraman spiritual hakiki. Mungkin banyak yang menyangkal, bukankah artis juga banyak yang “dekat” dengan Tuhan? Seorang Whitney pun, merehabilitasi dirinya dengan treatment spiritual.
Namun, itu tidaklah menyembuhkan. Harus diingat, agama-agama selain Islam hanya mengajarkan aspek kerohanian. Agama itu berusaha “menyirami” kekeringan spiritual, namun di sisi lain manusia itu tetap menjalani hidup di jalan salah  karena tidak dibarengi pemahaman akan kesadarannya sebagai hamba dari Tuhan Sang Pencipta. Mereka meyakini agama hanya sebatas penenang ritual, bukan bentuk pertanggungjawaban atas segala aktivitasnya di dunia.
Berbeda dengan Islam, dimana mengatur hubungan manusia sebagai hamba Allah SWT, sehingga mengajarkan umatnya selalu terikat pada aturan Sang Pencipta. Islam mengajarkan kebahagiaan bukan pada kesempurnaan fisik dan gelimang materi, melainkan berjalannya manusia sesuai perintah dan larangan Allah SWT. Jadi, hanya Islamlah sumber kebahagiaan hakiki. Sesungguhnya, kebahagiaan hakiki seorang manusia terletak pada ketenangan batinnya sebagai makhluk Allah SWT.
Karena itu, sungguh tidak layak  kalau kita sebagai umat Islam ikut meratapi kepergian para diva dunia. Apalagi ikut memujanya sebagai sosok teladan. Padahal tewasnya saja dalam kondisi buruk. Firman Allah Swt: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS Al-Ahzab [33]: 21).
Kepada umat Islam, khususnya remaja putri dan ibu-ibu janganlah tergiur mengejar fatamorgana: ketenaran dan gelimang harta. Jika itu yang tetap kalian kejar, artinya sudah siap dengan risiko kematian yang terkategori su’ul khatimah. Na’udzubillahi min zalik.
Terakhir, ingatlah pesan Allah SWT Surat Al-Ashr [103] ayat 1-3: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” Wallaahu a’laam.(hizbut-tahrir.or.id)
Oleh Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si
(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)
loading...
Read more »

Analisa Revolusi Suriah: Beberapa kemungkinan skenario perang

item-thumbnail

Revolusi Suriah semakin membara dengan jumlah korban di pihak warga sipil muslim Suriah yang luar biasa besar. Memahami dan memprediksikan masa depan kondisi Suriah bukan perkara mudah akibat banyaknya faktor yang mempengaruhinya.
Di pihak rezim Nushairiyah Suriah, dukungan terus mengalir dari para sekutunya. Rusia, Cina, dan Iran memberikan dukungan secara politik. Dukungan militer juga diperoleh dari Rusia, Iran, milisi Syiah HIzbul Lata Lebanon, dan milisi Syiah al-Mahdi Irak. Dukungan ekonomi juga digelontorkan oleh Iran.
Di pihak revolusi, secara ideologi rakyat muslim seluruh dunia mendukung revolusi Suriah. Secara politik, negara-negara Arab dan Barat berlagak ‘mengecam’ Suriah meski sejatinya hanya ‘bersandiwara’. Bagi mereka, rezim Suriah diperlukan untuk menjaga eksistensi Israel dan menghalangi jihad umat Islam dari negara-negara tetangga. Secara ekonomi dan militer, tidak ada bantuan apapun dari dunia internasional untuk rakyat Suriah.
Tentara Hasan Nasrullah yg Syi'ah, Hibul laata
Bagaimana masa depan revolusi rakyat muslim Suriah? Mampukah rezim Nushairiyah melindas revolusi dengan dukungan Syiah internasional dan komunis internasional? Akankah rezim Nushairiyah tumbang dan digantikan oleh rezim nasionalis-sekuleris boneka Barat? Seberapa besar peluang kelompok-kelompok jihad untuk melancarkan proyek jihad Islam? Bagaimana sikap Barat dan boneka-boneka Arabnya di kawasan Timur Tengah dalam menghadapi revolusi ini?
Koresponden forum al-Anshar di Suriah, Qa’idi Mauqut, menurunkan analisa berharga yang mengupas masa depan revolusi Suriah dari aspek ideologi, politik, militer, media, dan sosial. Analisa tersebut ia turunkan dalam bertajuk ‘Ats-Tsaurah as-Suriyah: Sinariyuhat al-harb al-murtaqabah’ (Revolusi Suriah: Beberapa Kemungkinan Skenario Perang). Berikut ini terjemahannya.
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan kepada Nabi kita yang mulia, keluarganya, dan seluruh sahabatnya yang suci lagi shalih. Amma ba’du…
Dalam artikel sebelumnya, saya telah membicarakan secara singkat beberapa pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah yang memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan dan memberikan pengaruh terhadap musuh-musuhnya pada masa yang akan datang, juga beberapa kekuatan dari luar yang mungkin melibatkan diri jika keadaan menuntut.
Medan konflik Suriah sampai saat ini masih membingungkan banyak pihak disebabkan oleh akhir dari berbagai peristiwa ini pada masa yang akan datang. Persoalan di Suriah tidak mudah dipastikan seperti mudahnya memprediksikan peristiwa di tempat lain. Suriah dikuasai oleh pemerintahan kelompok (Nushairiyah) yang telah berjalan selama empat puluh tahun, disertai berbagai kudeta dan pembunuhan misterius di Lebanon dan Suriah; juga pengkhiantan, pemenjaraan, dan pengusiran terhadap pihak oposisi termasuk saudara kandung presiden yang telah tiada, Hafizh Asad sendiri; kemudian keikut sertaan dalam proyek besar Rafidhah dengan penggelontoran dana yang luar biasa besar untuk membangunnya, sampai menjadi sebuah kekuatan yang menyaingi lawan-lawannya di kawasan yang memanjang dari Yaman sampai ke Iran, lalu Irak, Suriah, dan Lebanon. Proyek besar Rafidhah ini pada awalnya nampak berjalan sendiri-sendiri namun kini menjadi jelas merupakan satu kesatuan yang memiliki kesamaan arah dan persepsi terhadap lawannya. Proyek yang oleh para pengamat politik disebut ‘bulan sabit Syi’ah’.
Tentara Al Mahdi Syia'ah, Iraq
Dalam artikel ini saya akan berusaha untuk memaparkan beberapa skenario yang mungkin terjadi di Suriah. Terkadang skenario tersebut berupa pokok-pokok kebijakan yang di dalamnya termuat banyak cabang skenario, yang tidak akan saya bahas panjang lebar; atau beberapa kebijakan yang diimbangi oleh kebijakan lain yang juga mungkin terjadi dengan sedikit perbedaan bentuk. Tujuan saya bukanlah memaparkan skenario semata sebagai sebuah bacaan dan analisa, melainkan adalah sebuah upaya memprediksikan peluang-peluang mujahidin dalam kondisi yang ada dan menonjolkan manhaj mujahidin. Di akhir setiap skenario, saya akan memaparkan sebagian tantangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh ikhwah mujahidin, tentunya dengan menggunakan senjata yang tepat untuk medan tersebut, perangkat-perangkat kekuatan yang tepat dan tersedia, dan penggunaannya untuk memberi manfaat bagi proyek jihad. Khususnya apa yang hendak saya fokuskan di sini, yaitu ‘asuhan’ rakyat dan penerimaan mereka terhadap pilihan jihad, serta peranan media massa musuh dan penganut metode-metode menyimpang untuk menghantam proyek jihad yang diberkahi ini.
Inilah persoalan yang paling penting bagi saya, yaitu kaum muslimin menerima pilihan jihad mujahidin dan meridhainya sebagai sebuah metode perjuangan sebagai ganti dari metode yang selama ini biasa mereka tempuh. Saya akan menambahkan beberapa hal lain yang terkadang saya lalui dengan cepat. Adapun sisi-sisi persoalan yang lain, cukuplah saudara-saudara yang lain yang membahasnya, yang salah seorang di antara mereka melebihi seratus orang seperti saya dalam hal membaca, mengkaji, dan menganalisa.
Fokus tulisan saya seperti telah saya katakan terbatas pada pembahasan tentang beberapa peluang untuk menampakkan manhaj dan menanamkan proyek jihad di Syam dalam suasana skenario-skenario yang menurut saya akan paling mungkin terjadi. Saya tidak lupa untuk mengulas dengan singkat dan cepat perangkat-perangkat kekuatan dan potensi-potensi yang biasanya dimiliki oleh kelompok-kelompok jihad serta selanjutnya penggunaannya untuk melayani program jihad dan menarik dukungan rakyat. Terlebih pihak musuh juga melakukan upaya yang sama.
Tentara Rezim Syi'ah Nusyairiyah Bashar Asad
Sebagian hal yang saya utarakan akan nampak sebagai perkara yang kelam dan membuat putus asa pembacca. Namun inilah problem artikel-artikel naratif yang berusaha untuk menerangkan realita yang sebenarnya. Bagi sebagian orang kondisi tersebut seakan mengundang pesimisme dan mengendorkan semangat. Namun bagi orang yang hendak beramal jauh dari pengaruh emosi, pemaparan realita yang sesungguhnya memiliki nilai positif yang besar dan banyak manfaat yang buahnya akan nampak setelah itu. Dengan demikian orang yang bekerja untuk proyek jihad akan mampu untuk memilih solusi yang tepat. Hal yang terpenting dari manfaat tersebut adalah agar pemilik proyek jihad tidak jatuh sebagai korban akibat melalaikan sisi realita tersebut meskipun seakan mengundang pesimisme.
Permasalahan yang hendak saya bicarakan dalam artikel ini bisa saya ringkaskan dalam pokok-pokok bahasan sebagai berikut:
1. Prasarana-prasarana yang dimiliki oleh kelompok-kelompok jihad.
2. Hal-hal yang diperlukan oleh kelompok-kelompok jihad.
3. Beberapa skenario perang:
a. Rezim Suriah unggul dan mengendalikan suasana.
b. Rezim Suriah mengalami kemunduran dan oposisi bersenjata meraih kemenangan.
c. Suasana chaos dan senjata beredar luas.

Pertama: Prasarana-prasarana yang dimiliki oleh kelompok-kelompok jihad
Kelompok-kelompok jihad memiliki:
1. Kemampuan untuk menghantam kepentingan-kepentingan Israel dari Lebanon Selatan dan boleh jadi pada masa yang akan datang dari Barat Laut Suriah jika suasana chaos terjadi dan aparat keamanan tidak mampu mengendalikannya lagi.
Sebelum ini Israel telah berkali-kali diserang dengan roket dari Lebanon Selatan dan brigade Abdullah Azzam beberapa kali telah mengaku bertanggung jawab atas penembakan roket tersebut. Sungguh sebuah tantangan terbuka, padahal kawasan tersebut berada di bawah kontrol tentara Lebanon, UNIFIL, dan milisi Syiah Hizbul Lata. Prasarana ‘menghantam Yahudi’ merupakan sebuah kelebihan dan karakteristik yang kita miliki.
UNIFIL
Pada masa mendatang hal ini bisa berkembang dan berubah dari sekedar penembakan roket menjadi kendaraan peluncuran roket yang bisa mengancam eksistensi Yahudi dalam skala hampir sehari-hari. Jika berbagai kelompok jihad yang ada bisa mengadakan aliansi dan koordinasi kerja yang kuat untuk melakukan serangan seperti itu secara terus-menerus, niscaya hal itu akan menjadi arsip yang sangat penting dan berita utama yang diliput oleh berbagai stasiun TV.
Saya mengisyaratkan perkara ini bukan semata karena penembakan roket menyebabkan kerusakan yang parah pada peralatan militer Israel. Tetapi karena prasarana ini akan menelanjangi kedok pihak manapun yang merintanginya, jika operasi seperti ini terus-menerus dilakukan dan dalam skala yang sering. Sebab pada saat hal itu terjadi, ia bukan lagi menjadi konspirasi yang dilakukan oleh sebagian pihak semata untuk mengalihkan konflik politik dalam negeri (Lebanon), melainkan telah menjadi aksi kepahlawanan dan jihad yang hanya akan dilakukan oleh putra-putra terbaik barisan jihad.
Lebih dari itu, prasarana ini merupakan alat untuk menimbulkan ketakutan dalam negeri Israel dan penyebab perpindahan intern ribuan penduduk Yahudi ke daerah wilayah penjajahan Israel bagian selatan. Perkara ini sudah menjadi konsumsi media massa yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Persis seperti yang terjadi dalam peperangan dengan Hizbul Lata yang terakhir dengan militer Israel.
2.  Dengan warisan militer dan sekuriti yang dimilikinya, kelompok-kelompok jihad memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menentukan metode, bersembunyi, menampakkan diri, dan menyesuaikan diri dengan kondisi perang apapun. Selain juga memiliki senjata yang mematikan dalam bentuk perang gerilya menurut cara yang ditempuh oleh Daulah Islam Irak dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Irak. Terkhusus lagi dengan kemampuan industri perang mencengangkan yang telah diraih berbagai kelompok jihad Irak dalam bidang ranjau dan roket.
Pada masa yang akan datang hal itu bisa ditempuh sesuai skenario yang mungkin terjadi, kesudahan konflik, tabiat permusuhan dan kekuatan yang akan menguasai wilayah tersebut. Belum lagi jika ditambah dengan runtuhnya kendali keamanan di perbatasan Irak-Suriah dan pengiriman pengalaman-pengalaman jihad, kader-kader jihad, dan persenjataan dari Irak jika keadaan menuntut hal itu.

Kedua: Hal-hal yang diperlukan oleh kelompok-kelompok jihad
Selain memiliki prasarana di atas, kelompok-kelompok jihad perlu bekerja dalm dua bidang yang sangat urgen:
1. Bidang media massa. Bidang media massa kelompok-kelompok jihad masih rendah, sempit, terbatas pada forum-forum jihad, dan kondisi yang lebih baik pun masih sebatas situs internet. Hal ini jelas tidak sesuai dengan proyek-proyek jihad yang besar, yang menuntut kehadiran media massa jihad secara kuat, penyebaran yang luas di darat, dan penyampaian informasi secara terus-menerus kepada kaum muslimin di tempat manapun guna membantah kebohongan-kebohongan tentang proyek jihad ini yang mungkin disebar luaskan oleh musuh, sekaligus untuk menghindari upaya perburukan citra yang kita lihat terjadi di Irak.
Maksud saya tidak lain adalah kemunculan (tokoh-tokoh) di media massa dan mendekati sarana-sarana media di awal peperangan, sehingga wajah mereka biasa muncul di media, dan sebagai dampaknya adalah apa yang mereka sampaikan pun menjadi hal biasa (bukan hal aneh dan asing lagi, pent). Terlebih kita sedang berbicara tentang sarana media massa raksasa yang dimiliki oleh pihak-pihak lain (musuh Islam, pent) yang melampaui internet dalam jarak yang sangat jauh.
2. Bidang kehadiran sosial. Maksud saya adalah kehadiran kelompok-kelompok jihad sebagai sebuah organisasi masyarakat yang tumbuh secara bertahap dan memiliki kalimat (suara yang didengar masyarakat), di bawah nama proyek apapun, misalnya dalam bentuk aliansi bersama yang menjaga keamanan.
Orang-orang yang bergerak dalam wadah-wadah ini adalah orang-orang yang mengusung proyek jihad itu sendiri, namun mereka tidak memiliki pengalaman jihad sebelumnya dan tidak ada keraguan masyarakat terhadap mereka. Hal ini mudah jika telah diketahui bahwa metode jihad memiliki banyak anshar (simpatisan) di kalangan ulama, pelajar (mahasiswa, santri), dan cendekiawan yang selama puluhan tahun suara mereka dibungkam oleh pemerintahan rezim kelompok Nushairiyah.
Proyek jenis ini memungkinkan untuk bekerja secara terpisah dari pernyataan-pernyataan dan publikasi-publikasi aliran kelompok jihad bersenjata. Hal ini akan mengangkat nilai kesyar’ian proyek ini di hadapan masyarakat dan akan mempersiapkan masyarakat untuk menerima proyek yang lebih tinggi lagi, mengangkat ‘atap’ tuntutan proyek, dan menentang proyek menyimpang lainnya apapun bentuknya, baik proyek nasionalis sekuler maupun nasionalis ikhwani (perjuangan kelompok IM via demokrasi parlemen, pent).
Semoga maksud saya sudah bisa dipahami dengan jelas dari ajakan dan isyarat singkat ini. Medan perjuangan Suriah sekarang menjadi ajang perlombaan banyak pihak. Masing-masing pihak berjuang dengan keras dari sekarang untuk menanam benih, agar bisa memetik buahnya pada saatnya kelak.
Orang yang memandang pihak manapun yang terlibat tersebut, niscaya akan melihat pihak tersebut bergerak dalam lebih dari satu bidang, bukan hanya dalam bidang militer semata!

Ketiga: Beberapa skenario perang

Skenario pertama:
Rezim Suriah unggul dan mengendalikan suasana
Bagi sebagian pihak skenario ini mungkin mengejutkan dan sulit dibayangkan dalam periode yang telah dicapai oleh revolusi Suriah saat ini. Namun sebagai bentuk ‘mempertimbangkan kondisi terburuk agar tidak terhindar dari keterkejutan’, saya tetap ingin membahas skenario ini. Apalagi skenario ini memiliki faktor-faktor pendorong dan sebab-sebab yang kuat, jauh dari mimpi sebagian orang yang memperkirakan kejatuhan rezim Suriah sebelum bulan Ramadhan, lalu direvisi sebelum Idul Fitri, lalu Bashar Asad melarikan diri setelah tuntutan kedua, lalu direvisi setelah tuntutan ketiga.
Perkiraan tersebut mencerminkan pandangan yang tidak mendalam di kalangan jurnalis dan pimpinan revolusi Suriah dalam memahami konflik Suriah, tabiat medan konflik dan pemerintahan yang tengah mereka hadapi.
Sampai saat ini, pemerintahan rezim Suriah belum menggerakkan sebagian besar dan raksasa militernya dalam operasi-operasi militer. Departemen pertahanan Suriah juga belum terlibat dalam penanganan revolusi ini. Pengerahan sebagian brigade, pengiriman sebagian patroli militer dan konvoi militer yang beberapa kali dihadang oleh tentara pembelot pro revolusi atau kelompok lain, selama ini dikendalikan oleh dinas Intelijen Angkatan Udara Suriah yang mendapat wewenang untuk menangani krisis.
Lebih dari itu, taktik rezim Suriah dalam menggerakkan divisi-divisi militernya juga sulit dipahami. Beberapa waktu terakhir ini, rezim Suriah menggerakkan satu divisi militernya ke kawasan yang berada di antara propinsi Alepo (Halb) dan Riqah, padahal kawasan tersebut selama ini kosong dari penempatan kekuatan militer dalam jumlah yang sangat besar seperti itu. Rezim Suriah juga mengerahkan sekitar 9000 pasukan komandonya ke propinsi Alepo, dan digabungkan ke dalamnya sebanyak 4000 anggota khusus milisi Hizbul Lata (plesetan dari nama sebenarnya;Hizbullah) Lebanon. Rezim Suriah juga terus-menerus mengerahkan divisi-divisi militernya dari wilayah dalam Suriah seperti propinsi Alepo dan Homsh ke wilayah Utara Suriah seperti propinsi Idlib.
Untuk membahas secara singkat pengerahan divisi-divisi militer Suriah yang sangat besar ini, saya katakan: kekuatan militer Suriah dikerahkan sekitar propinsi Homsh karena di sana terdapat kekuatan militer Suriah dengan dukungan teknologi mutakhir yang drepresentasikan oleh divisi pertahanan udara, radar-radar, dan kota-kota industri militer rahasia yang di dalamnya terdapat para pakar industri militer Rusia, juga bandara-bandara militer.
Selain itu, pusat kekuatan militer Suriah juga terdapat di sebagian besar propinsi; mulai dari divisi III di kawasan Qathifah sebelah utara Damaskus sampai kawasan Dir’a dan Qunaithirah, di sana terdapat beberapa divisi militer yang mendapat latihan militer yang tidak terlalu tinggi, seperti divisi 90, divisi 61, dan lain-lain.
Adapun di propinsi Alepo, penempatan kekuatan militer tidak terlalu besar, seperti penempatan beberapa batalion pasukan komando di kawasan Musalimiyah, di sana terdapat sekolah infantri dan sekolah artileri.
Adapun jumlah tentara yang membelot ke pihak revolusi sampai saat ini hanya mewakili sekitar 5-8 % dari seluruh tentara nasional Suriah, di mana 95 % tentara Suriah masih setia kepada tentara rezim Suriah.
Operasi serangan yang dilancarkan oleh tentara kebebasan pro revolusi terhadap kekuatan militer rezim Suriah lebih menyerupai usaha ‘menakut-nakuti dan mengganggu’ belaka. Operasi serangan mereka masih memerlukan pengendalian dan planning yang lebih baik. (1)
Maka janganlah saudara-saudaraku seislam mengira bahwa para tentara yang membelot kepada revolusi Suriah tersebut adalah orang-orang yang memiliki keahlian perang yang telah teruji, sekalipun sebagian mereka memiliki pangkat militer cukup tinggi. Sebagian besar orang yang berdinas dalam militer Suriah pasca perang Lebanon tahun 1980an belum pernah menerjuni operasi militer apapun! Mereka hanya berdinas rutin untuk masa tugas tertentu, lalu kembali kepada kehidupan sipil mereka.
Sudah diketahui bersama bahwa pengalaman militer didapatkan dengan menerjuni kancah-kancah peperangan, terutama pengalaman yang berkaitan dengan perang gerilya dan keahlian menanam ranjau. Memang, tentara kebebasan Suriah memiliki kemampuan dasar dan pengetahuan tentang beragam senjata karena pernah berdinas dalam tentara nasional Suriah. Secara umum, pengalaman tempur juga datang bersamaan dengan perjalanan waktu jika peperangan masih menggunakan cara perang gerilya dan taktik hit and run. Mereka bisa mendapatkan banyak pengalaman, khsususnya jika ada ahli perang gerilya yang memberi mereka nasehat dan membimbing operasi-operasi mereka.
Sebagian pihak mungkin menyatakan adalah sebuah kecerobohan besar jika rezim Suriah mengandalkan dirinya kepada satuan-satuan militernya yang sangat besar. Terlebih mayoritas anggota tentaranya adalah unsur yang diduga ahlus sunnah wal jama’ah, baik dari suku bangsa Arab maupun suku bangsa Kurdi. Apakah logis apabila rezim Nushairiyah mengandalkan diri dalam menghadapi musuhnya dan meneguhkan pemerintahannya kepada kekuatan militer yang susunannya seperti itu?
Pendapat ini memang benar. Namun barangsiapa mengira bahwa problem rezim Suriah terletak pada kekuatan militer dalam hal persenjataan atau tentara, maka ia telah keliru. Tidak keliru jika ada orang yang memperkirakan Bashar Asad akan mampu mengerahkan lebih dari setengah juta tenaga tempur dari kelompok yang gigih berperang dan berideologi kuat (kelompok Nushairiyah dan Syiah) jika keadaan menuntut.
Perlu diketahui bahwa saat ini nasib kelompok Nushairiyah sedang terancam dengan cara yang sangat menakutkan untuk pertama kalinya dalam sejarah kelompok ini. Masalah langgeng tidaknya kekuasaan rezim sudah menjadi persoalan hidup dan mati mereka. Minimal persoalan kehinaan dan bahaya untuk jangka waktu yang lama, boleh jadi untuk beberapa dekade. Apakah logis jika para pemeluk dan tokoh agama Nushairiyah berdiam diri sementara pemegang kendali dalam pemerintahan Nushairiyah Suriah dalam kondisi seperti ini?
Tentu saja tidak. Oleh karena itu rezim Suriah bisa mengerahkan sebanyak mungkin anggotanya, kelompok Nushairiyah (2) dan mempersenjatai mereka dalam hitungan waktu beberapa hari saja. Lalu rezim bersandar kepada battalion-batalion yang terlatih dari kelompok Hibul Lata Lebanon dan jumlah yang tidak terbatas dari kelompok-kelompok lain yang memiliki kesamaan nasib dengan rezim Suriah, seperti kelompok Syiah Ismai’ilyah, Mursyidiyah, Druz, dan bahkan dalam batas tertentu orang-orang Nasrani.
Lebih dari itu, Kelompok Rafidhah Irak tidak akan menunda-nunda waktu untuk mengerahkan milisi-milisi militernya untuk berperang di pihak rezim Bashar Asad, dan ini sudah terjadi sejak awal revolusi (Maret 2011, pent) dan sampai saat ini masih berlangsung. Masuknya unsur-unsur tentara al-Mahdi (milisi Rafidhah Irak pimpinan Muqtada Shadr, pent) ke Suriah dan keterlibatan mereka dalam memberangus para demonstran muslim Suriah merupakan hal yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi oleh Bashar Asad.
Belum lagi dukungan yang akan diberikan oleh Iran kepada rezim Suriah sesuai perjanjian kesepakatan undang-undang antara kedua negara Syiah tersebut, yaitu Kesepakatan Pertahanan Bersama (3) dan kesamaan akidah yang terwujud dalam cita-cita Rafidahah dan proyek besar (pendirian imperium Rafidhah Raya), di mana ketidak seriuasan dalam memperjuangkannya dianggap kerugian besar oleh negara Syiah.
Kita semua mengetahui bahwa sampai batas tertentu, Rafidhah memiliki pemimpin yang mengendalikan urusan mereka dan mereka jarang berselisih terhadap segala keputusannya. Fatwa seorang pemimpin mereka, Khamenei (4) tentang ‘wajibnya berjihad di negeri muslim Suriah melawan penjajah yang ganas’ sudah cukup untuk menggerakkan jumlah tenaga tempur yang tidak terhitung di pihak rezim Suriah, baik dari kelompok Rafidhah Irak, Lebanon, maupun Iran.
Rezim Suriah mampu menerjuni kancah peperangan dalam waktu yang lama dan menguatkan cekikan mereka terhadap leher para pembelot, dengan cara menyebarkan kesatuan-kesatuan  militer yang besar di berbagai pelosok negeri dan memindahkan markas-markas militer untuk menyesuaikan dengan wilayah-wilayah pergolakan.
Hal itu seperti yang telah rezim Suriah lakukan di propinsi Idlib, di mana rezim memindahkan satu divisi penuh dari kawasan Mishyaf di propinsi Himah ke propinsi Idlib. Memang, strategi penyebaran kekuatan militer dalam jumlah besar ini bisa berdampak negative bagi rezim seperti yang akan kita bahasa dalam skenario kedua. Namun penyebaran kekuatan militer dalam jumlah besar ini bisa berdampak positif bagi rezim jika rezim berinteraksi dengan cara yang cerdas dengan penduduk.
Terlebih rezim Suriah telah menutup wilayah perbatasan Barat Laut yang menjadi tempat masuknya bahan makanan untuk tentara kebebasan, dan inilah nampaknya alasan yang mendorong rezim Suriah untuk menggerakan kekuatan militer dalam jumlah besar ke wilayah utara. Selain itu juga untuk mengancam Turki agar Turki tidak turut campur dalam konflik Suriah dan tidak mendukung tentara kebebasan.
Iran juga mungkin menggerakkan unsur-unsur Rafidhah di Kuwait, Bahrain, dan wilayah lain di seluruh jazirah Arab untuk ‘memperingatkan’ para pemimpin negara Arab tersebut akan besarnya resiko yang akan mereka hadapi jika turut campur dalam konflik Suriah.
Selain itu, kondisi ekonomi dan penghidupan seluruh wilayah Suriah saat ini sangat sulit. Penduduk tidak memiliki bahan makanan pokok sehari-hari. Sebagian orang mendukung solusi apapun yang akan mengembalikan keadaan ekonomi kepada suasana sebelum revolusi bergolak, dengan jaminan rencana dan periode peralihan bagi perginya Bashar Asad dan perubahan pemerintahan.
Perkara ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh Bashar Asad dan ia mempergunakannya untuk mengendalikan perasaan para pendukungnya, sehingga ia mengarahkan kemunduran ekonomi saat ini kepada pihak pendukung revolusi, bukan kepada pemerintahan dirinya sendiri.
Selain kondisi ekonomi yang semakin memburuk, kondisi keamanan juga kacau di beberapa kawasan. Di sana sini mulai terjadi aksi penjarahan dan pencurian seperti yang biasa terjadi di wilayah-wilayah yang dilanda konflik, bencana, dan runtuhnya kekuasaan keamanan setempat. Transportasi dari satu propinsi ke propinsi lain semakin sulit, bahkan melalui jalan nasional yang merupakan jalur penghubung antara empat propinsi besar di Suriah dari Damaskus sampai Alepo. Terkadang jalur tersebut terputus dan ditutup akibat krisis keamanan. Ujian universitas di beberapa wilayah juga ditiadakan dan dialihkan ke tempat lain akibat kondisi yang tidak mendukung dan sulitnya para mahasiswa mencapai kampus di wilayah tersebut. (5)
Setelah memperhatikan keragu-raguan dunia internasional terhadap konflik Suriah, di mana negara-negara internasional memberikan banyak kesempatan kepada rezim Suriah untuk melakukan tindakan apapun; kita melihat semua negara tersebut ---negara yang dekat maupun negara yang jauh--- mengetahui kesudahan peperangan di kawasan ini, dan semua negara tersebut tidak menginginkan kesudahan yang tidak baik bagi mereka.
Jika bukan karena  alasan tersebut, tentulah skenario Libya telah diterapkan di Suriah, sehingga persoalan selesai, lalu semua pihak bisa bersantai.
Masalah meng’kudeta’ tentara pembelot, melemahkan pengaruh mereka, dan memaksakan solusi-solusi yang mengakhiri riwayat para pemimpinnya adalah perkara yang mudah bagi rezim Suriah; lalu kembali memasukkan mereka ke dalam tentara nasional Suriah setelah Bashar Asad pergi dan kondisi berubah.
Memaksakan solusi ‘abu-abu’ kepada Dewan Nasional Suriah juga merupakan perkara yang mudah, terutama jika pihak Barat, Amerika, dan Yahudi membujuk dengan mencontohkan ‘mimpi buruk’ Irak, Afghanistan, dan Yaman. Kenapa harus menantang bahaya? Untuk apa bermain-main api?
Adapun solusi tengah yang diridhai semua pihak baik saat rezim Suriah mengendalikan suasana dengan kekuatan maupun saat rezim Suriah tidak mampu mengendalikan suasana dengan kekuatan, adalah perjanjian damai dan kesepakatan sampai tenggang waktu tertentu di mana presiden Suriah tetap berkuasa, lalu ia meninggalkan Suriah ke negara tertentu (6), kemudian kekuasaan diperebutkan melalui cara pemilu. Nantinya orang yang menang pemilu dan memegang kekuasaan adalah orang yang bisa dipercaya akan mengikuti kemauan Barat dan diridhai oleh semua pihak yang bersengketa.
Sebagian orang mungkin merasa asing dengan skenario ini, namun sebenarnya tidak ada alasan untuk menganggapnya asing. (Bagi Barat, pent) Selama persoalannya adalah eksis atau tidak eksisnya kelompok Nushairiyah, maka mereka tidak perlu berkuasa di Damaskus. Cukuplah jika kelompok Nushairiyah tetap eksis dan mereka dipersenjatai serta ditempatkan di sebuah wilayah aman, untuk Barat persiapkan jika pada masa mendatang terjadi konflik!
Peluang-peluang proyek jihad dalam skenario ini
Berdasar prasarana-prasarana yang dimiliki oleh kelompok-kelompok jihad, bisa dikatakan bahwa pada fase terakhir skenario ini akan ada peluang besar bagi kelompok-kelompok jihad untuk memulai operasi-operasi militer dan menguras kekuatan rezim Suriah.
Dengan sebab kegagalan yang mungkin akan melanda kaum muslimin jika rezim Suriah bisa mengendalikan keadaan dan pulih kekuatannya, bisa dikatakan bahwa pihak yang pertama kali memasuki front peperangan terdepan melawan rezim Suriah akan menjadi pihak yang diterima oleh masyarakat.
Inilah yang dilakukan oleh tentara kebebasan di awal revolusi, karena tidak ada kelompok yang melindungi masyarakat dari kebiadaban rezim Suriah, maka muncul unsur-unsur yang membelot dari tentara rezim Suriah untuk membela penderitaan masyarakat dan kesulitan hidup mereka. Tentara kebebasan kini telah menjadi pahlawan rakyat dan harapan mereka, karena tidak ada seorang pun selain mereka yang melawan kebiadaban tentara rezim dan milisi Syiah Shabihah.
Adapun masalah penembakan roket ke wilayah penjajah Israel, meskipun dilakukan oleh kelompok-kelompok jihad, namun pada periode sebelum terjadinya skenario ini, masih diragukan oleh masyarakat. Masyarakat masih meyakini operasi jihad seperti itu dilakukan oleh rezim Suriah atau milisi Syiah Hizbul Lata Lebanon, untuk mengalihkan perhatian dan mengesankan kepada masyarakat bahwa keadaan bisa semakin buruk jika dukungan kepada revolusi Suriah terus diberikan dan cengkeraman rezim Suriah terhadap Suriah melemah.
Inilah yang benar-benar terjadi, ketika beberapa roket ditembakkan ke wilayah utara penjajah Israel sejak beberapa bulan yang lalu, setiap orang muda maupun tua menuduh rezim Suriah berada di belakangnya. Adapun jika operasi jihad seperti itu dilakukan pada saat yang bersamaan dengan operasi jihad melawan tentara rezim Suriah, niscaya ia akan memiliki dampak yang besar jika sering dan terus-menerus dilakukan. Ia akan mendapat liputan luas media massa, sekalipun pihak tertentu (rezim Suriah atau Hizbul Lata) tidak menyukainya. Nama kelompok-kelompok jihad akan dikaitkan dengan amalan yang agung ini. Tidak ada lagi pihak yang mencegah dan memusuhinya, kecuali masyarakat akan menuduhnya sebagai penggembos dan pengkhianat.
Adapun kehadiran kelompok jihad sebagai sebuah kelompok masyarakat seperti yang telah saya jelaskan di depan, maka hal itu juga mungkin dilakukan dalam kesempatan dan periode apapun tanpa mendapatkan kesulitan apapun dalam skenario ini. Hanyasaja dampaknya akan lebih besar manakala rezim Suriah mampu mengendalikan keadaan dan kelompok-kelompok jihad mulai melakukan operasi jihad untuk menguras kekuatan rezim Suriah.

Skenario kedua:
Rezim Suriah mengalami kemunduran dan oposisi bersenjata meraih kemenangan
Skenario ini terkait erat dengan dua perkara:
1. Iran berpikir untuk tidak lagi mendukung Bashar Asad.
2. Rezim Suriah gagal mengendalikan perang dari aspek militer.
Kondisi pertama, disebabkan konflik intern Iran dan kekhawatiran Iran dari aspek ekonomi jika tidak mampu membiayai perang. Karena dalam kondisi konflik saat ini, Iran harus membiayai dua negara atau bahkan tiga negara (Iran, Suriah, dan Lebanon, pent). Iran harus menggelontorkan dana yang sangat besar untuk mengendalikan konflik besar ini.
Selain itu Iran masih harus membiayai pergerakan kelompok Syiah lainnya di Bahrain, Kuwait, Ihsa’, Qathif (keduanya adalah propinsi di Arab Saudi Timur, pent), dan Yaman. Akankah Iran mampu menangung biaya ekonomi yang begitu berat ini? Akankah Iran menemukan solusi lainnya? Iran juga mengkhawatirkan kerugian lapisan bawah masyarakatnya dan kembalinya kondisi Iran kepada kondisi 20an tahun sebelumnya jika Iran menghadapi serangan udara (AS dan sekutunya, pent) yang menyebabkan Iran kehilangan kendali peperangan dan perimbangan kekuatan berubah di luar perhitungannya.
Dengan mempertimbangkan beberapa kekhawatiran ini, boleh jadi Iran akan membiarkan Bashar Asad sehingga Bashar Asad tercekik, tidak memiliki sumber keuangan untuk menutupi biaya peperangan dan tidak memiliki kemampuan bergerak dari aspek politik. Dalam kondisi seperti ini, pilihannya adalah mendukung tentara kebebasan dan memberikan bantuan tenaga tempur dari Libya atau tempat lainnya, penerapan zona larangan terbang atas Suriah, dan penerapan kawasan netral di wilayah perbatasan Barat Laut Suriah. Langkah-langkah ini dipaksakan dengan kekuatan (PBB, pent), disertai intervensi terang-terangan atau sembunyi-sembunyi pihak Arab atau internasional untuk mendukung unsur-unsur tentara kebebasan dalam peperangan dan mengendalikan perang.
Terutama jika rezim Suriah mengerahkan kekuatan militernya sepanjang wilayah Suriah dan menimbulkan sebab kemarahan dan permusuhan penduduk setempat terhadap kekuatan militer rezim Suriah. Bagaimana hal itu tidak membangkitkan kemarahan dan permusuhan penduduk setempat, sedangkan mayoritas anggota militer Suriah berasal dari penduduk kawasan-kawasan tersebut?
Dalam kondisi demikian itu, kita mungkin akan menyaksikan pembelotan dalam jumlah besar di pihak militer Suriah. Para perwira tinggi militer dalam divisi dan brigade militer yang besar akan mengetahui bahwa sekutu-sekutu rezim Suriah telah meninggalkan rezim Suriah, dan rezim Suriah tinggal berdiri sendirian sehingga tidak akan mampu kembali kuat seperti sedia kala.
Juru bicara resmi tentara kebebasan, mayor Mahir Rahimun an-Nuaimi dalam wawancara dengan stasiun TV Al-Jazera menegaskan bahwa tentara kebebasan mampu untuk meraih kemenangan dari wilayah Utara yaitu wilayah perbatasan Suriah-Turki sampai wilayah tengah Suriah yaitu Homsh dalam hitungan beberapa jam saja, jika telah berhasil disiapkan sebuah kawasan yang terkucilkan (dari kontrol kekuasaan rezim Suriah, pent)!
Dalam kondisi seperti ini, rezim Suriah terpaksa akan mencari jalan keluar dengan kerugian seminimal mungkin. Rezim Suriah tidak akan memegang erat ibukota Damaskus. Ia akan bergeser dan mengumpulkan kekuatannya di kawasan-kawasan tempat eksisnya kelompok Nushairiyah pada masa lalu sebelum tegaknya pemerintahan Nushairiyah di Damaskus. Kawasan tersebut membentang di Suriah Barat yaitu dari Homsh sampai pesisir laut Suriah; di Suriah Utara adalah Tarsus, Jabalah, dan Ladzikiyah ke arah timur sampai wilayah barat Himah, yaitu kawasan-kawasan tersebut sampai wilayah sebelah barat dari jalur jalan nasional yang menghubungkan Damaskus, Homsh, dan Himah.
Dalam kondisi ini, rezim Suriah tidak akan menunda-nunda pemikiran wilayah pemerintahan sendiri, seperti pemerintahan suku Kurdi Irak. Sarana-sarana untuk itu telah dimiliki oleh rezim Suriah dan bisa dijalankan dengan mudah. Jika rezim Suriah mampu mempergunakannya sebaik mungkin, maka ia akan mampu melakukan negosiasi dan memaksakan apapun yang ia inginkan.
Kenyataannya, sejak awal terjadinya revolusi Suriah, rezim Nushairiyah Suriah telah mengerahkan ribuan anggota kelompok Nushairiyah ke wilayah barat Homsh, sehingga jumlah penduduk Nushairiyah mencapai mayoritas dan melampaui jumlah penduduk muslim. Inilah bara api yang menyulut pertikaian antara kaum muslimin dengan kelompok Nushairiyah di kota tersebut. Pada waktu itu rezim Nushairiyah Suriah menyembunyikan hakekat konflik yang sebenarnya.
Jika kekuatan oposisi bersenjata meraih kemajuan, maka rezim Nushairiyah Suriah tidak akan menunda-nunda pemindahan persenjataan terbaiknya ke wilayah pegunungan (kawasan tempat tinggal asli kelompok Nushairiyah, pent) dan mengatur perencanaan perangnya. Hal itu kini sedang dilakukan oleh rezim Suriah.
Terlebih kondisi saat ini merupakan hal yang dimimpi-mimpikan oleh mayoritas tentara dan kelompok gerilyawan. (Kelompok) Nushairiyah Suriah berpusat di wilayah-wilayah pegunungan yang diselimuti oleh hutan-hutan dalam areal wilayah yang sangat luas. Didukung oleh jalan-jalan sempit di antara pegunungan di beberapa wilayah, sehingga rezim Suriah mampu berperang selama bertahun-tahun jika menggunakan wilayah-wilayah tersebut sebagai benteng pertahanan. Wilayah tersebut juga memiliki pesisir pantai dan beberapa pelabuhan. Ia merupakan kawasan emas dan perbendaharaan kekayaan yang bisa dimanfaatkan jika ia menghendaki.
Setelah menerjuni peperangan selama lebih dari setahun atau dua tahun di kawasan tersebut dan di beberapa front pertempuran lain yang berpindah-pindah tanpa adanya hasil atau kemajuan yang berarti di pihak oposisi bersenjata Suriah, sementara kawasan-kawasan lain tetap tenang dan aman sebagaimana yang terjadi di Benghazi (Libya, pent) di mana kehidupan di sana kembali berlangsung normal pada saat kota-kota lain di Libya mengalami operasi-operasi militer.
Saya katakan: dalam kondisi seperti itu, ada peluang untuk mengajukan pemerintahan indipenden bagi kelompok Nushairiyah, dengan tetap mengakui sebagai bagian dari republik Suriah, demi mencegah pertumpahan darah, menguatkan niat baik, dan banyak justifikasi lainnya yang tentunya mudah saja bagi kedua belah pihak (rezim Nushairiyah maupun oposisi bersenjata) memngada-adakannya untuk tujuan penghentian perang dan duduk di meja perundingan.
Ikhwan-ikhwan mungkin sependapat dengan saya bahwa pihak Barat tidak akan mengizinkan lenyapnya kekuatan kelompok Nushairiyah secara keseluruhan dan membiarkan kawasan Syam tanpa ada pisau belati untuk menikam jantungnya jika kekuatan Islam menguat di sana dan pada masa mendatang muncul aliran ahlus sunnah yang mengusung proyek penegakan khilafah Islamiyah.
Keinginan Perancis dan negara-negara Barat di belakangnya adalah menguasai kedua belah pihak (rezim Nushairiyah dan oposisi bersenjata) dengan tetap mempertahankan kelompok Nushairiyah sebagai kekuatan yang aktif di pentas Suriah, sebagai alat untuk menghantam proyek Islam apapun yang mungkin akan muncul.
Persoalan yang harus dibicarakan kini tinggal persoalan mempersenjatai revolusi sehingga menjadi rakyat bersenjata. Saya menduga pihak Barat tidak akan mengulang hal itu setelah peristiwa yang terjadi di Libya. Beredar luasnya senjata di pentas Suriah adalah perkara yang membuat takut Yahudi, Eropa, dan Turki.
Itulah yang ditegaskan oleh juru bicara resmi tentara kebebasan, mayor Mahir Rahimun an-Nuaimi (7) dalam wawancara dengan stasiu TV Al-Jazera. An-Nuaimi saat itu mengatakan: “Sampai saat ini dan untuk seterusnya, kami tetap mencegah sampainya senjata kepada siapa pun, kecuali kepada tentara kebebasan Suriah. Ketika rezim ini jatuh, kami telah siap sepenuhnya untuk mengumpulkan senjata dalam hitungan beberapa minggu saja.”
Jadi tetap akan ada pembatasan senjata, senjata akan dibatasi untuk orang-orang tertentu yang memegangnya secara hukum, media, dan komando. Itulah pilihan yang paling baik dan paling selamat (bagi Barat).

Peluang-peluang mujahidin dalam skenario ini
Dengan kemajuan yang diraih oleh kekuatan oposisi bersenjata, maka pencukuran di luar dari medan perang yang telah ditetapkan yaitu perang melawan kekuatan militer rezim Suriah di front pertempuran di wilayah-wilayah kelompok Nushairiyah, akan menyebabkan pelakunya secara otomatis akan ‘dihantam’, setelah masyarakat bosan dengan perang dan pertempuran, dan keinginan besar mereka dalah kembali kepada kehidupan normal.
Kekuatan tentara kebebasan telah menjadi kekuatan militer tertinggi, maka tidak ada alasan yang membolehkan keberadaan senjata dan kelompok-kelompok (jihad) di pentas Suriah selama tentara kebebasan mampu memerangi kekuatan militer rezim Suriah. Untuk apa menampakkan diri dan mengumumkan diri? Apa alasan yang membenarkannya?
Kita tidak boleh lupa bahwa media massa milik kelompok-kelompok menyimpang dan sekuler tidak akan pernah berhenti mencurahkan segenap kemampuannya untuk mengkritik dan memperburuk citra siapa pun yang berusaha untuk memecah barisan (rakyat di bawah kendali tentara kebebasan dan dewan transisi nasional Suriah, pent).
Bahkan kelompok jihad manapun pada saat itu bisa dituduh sebagai perpanjangan tangan rezim Suriah yang muncul untuk memperkeruh suasana. (Media massa sekuler akan memblow up tuduhan, pent) Jika kemunculan kalian (kelompok jihad) bukan sebagai perpanjangan tangan rezim Suriah, kenapa kami tidak melihat peranan kalian saat kita berada dalam waktu yang paling sulit? Kenapa kalian tidak muncul saat kami berperang melawan rezim Suriah dan tentaranya?
Berkaitan dengan penembakan roket ke target-target Israel dari wilayah Lebanon Selatan dan Suriah, sesungguhnya berlangsungnya operasi secara terus-menerus selama terjadinya perang dan sampai waktu gencatan senjata (antara rezim Suriah dan tentara kebebasan, pent) memiliki dampak tersendiri.
Meskipun demikian, tentara kebebasan dan bersamanya Dewan Nasional Suriah akan selalu menyatakan secara jelas bahwa masalah penggunaan senjata hanya menjadi hak kekuatan militer tertinggi, yaitu kepemimpinan tentara kebebasan. Media massa milik partai-partai sekuler dan kelompok-kelompok menyimpang mungkin akan menuduh para pelaku penembakan roket tersebut sebagai orang-orang yang tergesa-tergesa, tidak memahami persoalan, dan merusak citra revolusi.
Hal ini akan terjadi apabila tentara Yordania tidak melakukan intervensi untuk mengendalikan keadaan di wilayah selatan yang berbatasan dengan Yordania atas nama pasukan perdamaian sementara.
Adapun kemunculan kelompok jihad dalam bentuk organisasi masyarakat, maka ia dapat bergerak tanpa kesulitan apapun sebagaimana kondisi dalam skenario pertama.

Skenario ketiga:
Suasana chaos dan senjata beredar luas
Di sini kita dihadapkan kepada dua kondisi:
1. Mempraktekkan sebagian dari skenario pertama, di mana rezim Suriah mendapatkan dukungan Iran namun rezim tidak mampu menguasai keadaan negara secara sempurna, dikarenakan tentara menolak untuk berperang di wilayah-wilayah asal mereka dan mereka mulai melakukan disersi dari tentara nasional.
Dalam kondisi ini seruan akidah Rafidhah akan mendominasi dalam skala besar, setelah sebelumnya tanda-tanda Rafidhah nampak dalam pembicaraan pihak musuh.
Hal yang dibutuhkan dalam kondisi ini adalah seruan yang semisal sebagai bahan bakar yang menggerakkan ratusan ribu pemuda ahlus sunnah untuk berperang dan dari beberapa negara tetangga, sehingga ide pembentukan proyek ‘perlawanan ahlus sunnah di bawah pengarahan’ (negara-negara tetangga boneka Barat, pent) menjadi kebutuhan primer yang sangat mendesak.
Sebab seruan tentara kebebasan atas dasar nasionalisme dan sekulerisme dalam kondisi ini tidak akan meyakinkan kaum muslimin. Dengan demikian kendali urusan tidak akan terlepas dari pemiliki proyek ini ke tangan kelompok-kelompok jihad yang menanti-nanti kesempatan untuk memunculkan diri dan beramal.
Proyek ‘perlawanan ahlus sunnah’ seperti ini akan dipandang sebagai peperangan penentuan nasib umat Islam dalam melawan proyek raksasa Rafidhah. Proyek ini tidak diragukan lagi akan mendapatkan dukungan media massa dan syariat (fatwa para ulama) yang besar dan penggelontoran dana yang besar untuk membiayai seluruh kebutuhannya.
Saya ulangi perkataan saya bahwa proyek ‘perlawanan ahlus sunnah’ ini diperlukan (oleh Barat). Di satu sisi, ia merupakan kesempatan beberapa negara untuk mematahkan sayap kekuasaan Iran di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, ia merupakan upaya cepat untuk menarik karpet (baca: menjatuhkan) dari bawah telapak kaki mujahidin jika mereka tengah merencanakan jihad atau terlanjut melakukan jihad seperti di Irak.
Dalam kondisi seperti ini, senjata akan beredar luas, dan pemegang senjata akan berada adalah kelompok-kelompok milisi seperti yang terjadi di Libya. Pengarahan akan dilakukan oleh kepemimpinan, biasanya pemimpin syar’i dan politik, yang terbentuk dari sejumlah tokoh ulama yang terkenal membantah dan mendebat kelompok Rafidhah, dan sejumlah tokoh politik yang diterima oleh mayoritas revolusioner.
Tidak ada seorang pun yang akan mampu keluar dari proyek ini, terutama jika proyek ini didukung dengan aspek syari’at, di mana di belakangnya berdiri puluhan bahkan ratusan fatwa dari para ulama terkenal.
2. Kondisi chaos, senjata beredar luas, pihak oposisi bersenjata bergerak maju menuju kawasan-kawasan Nushairiyah dan pihak rezim Nushairiyah bertahan serta melawan pergerakan para revolusioner. Sebab terjadinya chaos dalam kondisi ini tidak mungkin disebutkan secara jelas, namun amat baik apabila kemungkinan ini diprediksikan dan membuat planning untuk menghadapi suasana seperti itu.
Sebagai contoh, saya katakan: bisa saja tentara kebebasan mengumumkan pendaftaran para sukarelawan revolusi dalam brigade-brigade indipenden untuk mengendalikan peredaran senjata di antara masyarakat dan mengumpulkan warga sipil revolusioner yang ingin ikut berperang. Mereka bisa mengikuti peperangan dengan pimpinan dan pengarahan tentara kebebasan, kemudian senjata mereka ditarik kembali pada saat yang tepat.
Dengan cara ini akan diketahui siapa yang hanya ingin berperang bersama tentara kebebasan untuk melawan tentara rezim Bashar Asad dan siapa yang mendapatkan senjata untuk tujuannya sendiri.
Peluang mujahidin dalam skenario ini:
1. Untuk kondisi pertama:
Mujahidin bisa mendahului para pemilik proyek ‘perlawanan ahlus sunnah’ dan mengambil inisiatif lebih dahulu dalam beberapa bidang sebelum mereka didahului. Barangkali secara liputan media massa sulit bagi mujahidin untuk mendahului para pemilik proyek ‘perlawanan ahlus sunnah’.
Namun dalam tataran realita di lapangan masyarakat, mujahidin bisa menjadi pemilik suara yang menentukan, terutama jika mujahidin telah memulai operasi-operasi jihad menguras kekuatan militer rezim Suriah dan brigade-brigade Rafidhah (Iran dan Lebanon) yang mendukungnya, mempublikasikan berita harian tentang operasi-operasi tersebut, dan menyerang kepentingan-kepentingan Iran di manapun yang memungkinkan.
Usaha seperti ini akan memberikan saham besar dan kehadiran yang kuat di tengah masyarakat bagi proyek jihad, sekaligus menyaingi proyek-proyek lainnya. Apa alasan yang membenarkan pencitraan buruk mujahidin padahal mereka adalah pihak yang pertama kali menghadapi invasi Rafidhah? Padahal hanya mujahidin saja, tidak ada satu pihak pun selain mereka, yang menghantam kepentingan-kepentingan Iran di lebih dari satu tempat dan lebih dari satu kesempatan?
Berkaitan dengan penembakan roket ke wilayah penjajah Israel, jika dilakukan dalam skala sering dan teratur yang mendapat liputan media massa, bukan serangan tunggal yang tenggang waktunya lama dengan serangan berikutnya, niscaya akan menjadi bonus penarik simpati masyarakat, perisai yang kuat bagi nama baik proyek jihad, dan akan membungkam mulut para ulama su’ dengan batu yang membuat kaum muslimin bisa rehat dengan tenang.
Kelompok jihad juga bisa menampakkan dirinya sebagai kelompok masyarakat dengan kuat, seruan syariatnya bisa bergaung tinggi, tanpa harus takut kepada apapun, juga tanpa harus berkompromi dengan siapapun, terlebih jika disertai sosialisasi hukum-hukum yang berkenaan dengan masalah keimanan dan kekafiran, status hukum kelompok Rafidhah dan Nushairiyah menurut syariat Islam, plus pembicaraan tentang fiqih jihad dan keutamaan-keutamaan jihad selagi pentas Suriah saat ini menyaksikan konflik bersenjata, yang dalam sebagian bentuknya menyerupai pentas konflik Libya. Hal itu sudah menjadi perkara yang dituntut oleh adanya perang, suasana perang, dan peristiwa-peristiwanya yang besar.

2. Untuk kondisi kedua
Kelompok jihad yang berwujud dalam gerakan masyarakat bisa bangkit dengan kuat dan bekerja dengan serius. Perkara ini merupakan tugas para da’i, di mana mereka harus menjadikan sebuah kawasan tertentu sebagai pusat gerakan mereka. Mereka meningkatkan tingkat pemahaman ilmu syar’i penduduknya, memahamkan mereka akan hakekat Islam, dan memahamkan mereka terhadap kewajiban menjadikan Islam sebagai satu-satunya pedoman hidup bukan pedoman hidup yang lain.
Adapun sayap gerakan bersenjata bisa mengambil manfaat dari beragam jenis senjata yang bisa didapat saat suasana keamanan tidak terkendali, lalu menyimpannya, mengatur dan memperkuat barisan, kemudian memperjuangkan tujuan jihad sesuai syariat Islam.

Terakhir…saya sampaikan beberapa skenario ini dengan cara seperti ini, sebagai bentuk usaha saya untuk memahami garis besar keadaan yang mungkin akan terjadi di pentas Suriah. Sekaligus sebagai prediksi atas skenario-skenario yang paling mungkin akan terjadi, agar kita bisa mengantisipasi konspirasi musuh terhadap kita. Dalam memaparkan poin-poinnya, saya sengaja mengajukan beberapa pertanyaan yang jawabannya tidak saya sebutkan. Tujuan saya adalah mengetahui pendapat ikhwan-ikhwan terhadap jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut dan sebagai motivasi saya kepada mereka agar mengikuti permasalahan yang genting ini dan mengajukan nasehat, musyawarah, dan pendapatnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kejayaan hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan kaum beriman, namun orang-orang munafik tidak mengetahuinya.
Akhir dari ucapan kami adalah segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.


Ditulis oleh
Qa’idi Mauqut
Kampung halaman kaum beriman
Negeri Syam yang diberkahi
Kamis, 2 Shafar 1433 H

Footnote:
1. Dari beberapa video operasi militer yang dilakukan oleh tentara kebebasan, kita bisa menilai seberapa jauh pengalaman tempur mereka. Dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh salah satu brigade tentara kebebasan di wilayah Suriah Selatan, sebagian mereka nampak menyerang konvoi militer rezim Suriah dalam jarak yang cukup jauh dengan senapan serbu, padahal konvoi musuh berada di luar jarak efektif tembakan sehingga sasaran tembak meleset. Mereka berkumpul di satu tempat, menembak secara membabi-buta, dan melalaikan penanaman ranjau anti tank dan granat. Video tersebut dapat dilihat dengan jelas di alamat berikut ini:  http://www.youtube.com/watch?v=5EuxB9lmMrg
Operasi tentara kebebasan yang lain bisa dilihat di alamat berikut ini:
http://www.youtube.com/watch?v=kWzMH...eature=related
2.  Rezim Nushairiyah Suriah melipat gandakan jumlah pasukan divisi IV Garda Republik Suriah dari 10.000 personal menjadi 100.000 personal dalam waktu yang singkat, sebagian besar mereka berasal dari kelompok Nushairiyah.
3. Garda Revolusi Iran menegaskan komitmen negaranya terhadap kesepakatan pertahanan bersama dengan pemerintah Damaskus. Garda Revolusi Iran: Kami tidak akan membiarkan Suriah sendirian jika menghadapi serangan dari luar, http://alwatan.sy/dindex.php?idn=115792.
4. Sikap Khamenei dari ancaman apapun terhadap Iran, http://www.almanar.com.lb/adetails.p...=1&seccatid=34
5. Direktorat Pendidikan Tinggi Suriah memperkenankan para mahasiswa dari Universitas Ba’ts dan mahasiswa kampus Idlib untuk melakukan ujian di universitas-universitas lain,
http://www.mhe.gov.sy/new/index.php?...id=2508&ref=hm
6. Koran al-Ma’arif mengungkapkan Bashar Asad mengajukan permohonan suaka politik bagi dirinya dan keluarga kepada negara Rusia, http://www.alghad.com/index.php/article/519262.htmlKan
7- Hal ini ditegaskan dalam wawancara mayor Mahir Rahimun an-Nuaimi dengan stasiun TV Al-Jazera: http://www.aljazeera.net/NR/exeres/E...E-AF3188C011E

(muhib al-majdi/arrahmah.com)
loading...
Read more »
Home
loading...