ResistNews - Pemerintah tahun ini menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 23,5 triliun. Dana ini dikabarkan rawan dikorupsi. Bagaimana modusnya?

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri mengatakan, saat ini penyaluran dana BOS dikembalikan langsung ke rekening masing-masing sekolah.

"Tahun sebelumnya sempat disalurkan melalui rekening kas daerah di masing-masing kota/kabupaten," tegas Hasan kepada detikFinance, Jumat (26/4/2012).

Pertimbangannya, agar dana BOS masuk dulu ke rekening APBD masing-masing kota/kabupaten. "Tapi ternyata malah terlambat sampainya ke sekolah, dan rawan digunakan untuk keperluan lain di luar BOS," katanya.

Tapi, meskipun dana BOS dikembalikan ke rekening sekolah, risiko penyelewengan tetap ada. Risiko itu, Hasan mengatakan, bisa saja terjadi kalau kepala sekolah diminta menyetorkan sejumlah uang ke kepala dinas pendidikan di kabupaten/kota. "Tapi hal ini sulit dibuktikan karena tidak ada kepala sekolah yang mau mengaku," bisik Hasan.

Namun Hasan yakin adanya kasus-kasus penyelewengan dana BOS di tingkat sekolah, melalui dugaan tersebut.

Karena itu, Hasan meminta masyarakat, khususnya Komite Sekolah, harus aktif mengawasi penggunaan dana BOS supaya bisa dirasakan manfaatnya oleh murid.

"Sayangnya, banyak Komite Sekolah yang kolusi dgn kepala sekolah, sehingga tidak melakukan pengawasan dengan baik," cetusnya. (dnl/ang)

ResistNews - Pendeta Terry Jones laknatullah pada hari Sabtu (28/4/2012) kembali membakar salinan kitab suci Al-Qur'an dan sebuah gambar yang menggambarkan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam di depan Gerejanya di Gainesville, Florida, Amerika Serikat (AS) dalam rangka memprotes penahanan seorang pendeta yang dipenjara di Iran, seperti dilansir The Gainesville Sun pada Ahad (29/4).
Sesaat kemudian layanan Penyelamat Kebakaran Gainesville mengeluarkan surat pelanggaran karena membuat api sembarangan di kota itu.
Insiden tersebut sebelumnya telah direncanakan dan dinyatakan oleh Jones, meski telah diprotes oleh beberapa pihak Jones benar-benar melakukannya kembali.
Sekitar 20 orang berkumpul pada hari Sabtu itu di Gereja pada pukul 17:00 waktu setempat, untuk pelaksanaan rencana membakar Al-Qur'an. Beberapa polisi Gainesville berada di jalanan di sekitar Gereja untuk melakukan patroli area tersebut. Beberapa orang menonton di tempat kejadian, tetapi tidak ada yang memprotes.
Jones dan pendeta lainnya menuntut pembebasan pendeta Youcef Nadarkhani dari penjara Iran. Jones mengatakan bahwa Nadarkhani akan menghadapi eksekusi.
Jones berbicara di podium yang cukup jauh dari penonton, karena itu pidatonya tidak dapat didengar jelas oleh orang-orang. Acara pembakaran Al-Qur'an tersebut disiarkan melalui internet.
Setelah berpidato, beberapa salinan Al-Qur'an dan sebuah gambar yang menggambarkan Nabi Muhammad dibakar sekitar pukul 17:50 di sebuah lubang api portabel. Tak lama kemudian, beberapa mobil polisi menghampiri Gereja itu, bersama mereka datang petugas Kebakaran yang mengeluarkan surat pelanggaran.
Kepala Tim Penyelamat Kebakaran Gene Prince, mengatakan kepada The Sun bahwa Jones telah mengantongi izin pembakaran tetapi tidak memiliki izin untuk membakar Kitab. Prince mengatakan bahwa Gainesville memiliki tata cara untuk membuat api (membakar sesuatu), menambahkan bahwa Kitab suci tidak dapat dibakar tanpa izin resmi karena masalah lingkungan yang dihasilkan selama pembakaran. Prince mengatakan atas pelanggarannya itu Jones dikenakan denda sebesar 271 USD, termasuk biaya pengadilan.
Pada 2011 lalu, Jones telah menjadi headline di seluruh dunia atas tindakannya membakar Al-Qur'an yang direkam dalam bentuk video yang telah memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia dan menyebabkan protes besar-besaran di beberapa negara, terutama di Afghanistan yang berubah menjadi protes berdarah. Pentagon sempat memperingatkan Jones untuk mempertimbangkan kembali keputusannya membakar Al-Qur'an lagi karena takut akan resiko yang akan didapatkan tentara AS di Afghanistan. (siraaj/arrahmah.com)

Harits Abu Ulya (Lajnah Fa’aliyah DPP HTI)
Harits Abu Ulya (Lajnah Fa’aliyah DPP HTI)

Pernyataan Wakil Presiden Boediono yang meminta agar “pengurus masjid membawa Islam sebagai agama yang toleran, mengajarkan jalan terbaik adalah jalan tengah” sekilas tampak baik padahal pernyataan itu mengandung racun yang membahayakan akidah umat dan bermuatan pesanan asing penjajah. Benarkah? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo Harits Abu Ulya. Berikut petikannya.

Boediono meminta pengurus masjid membawa agama yang toleran dan mengajarkan jalan tengah, komentar Anda?

Ia mempropagandakan  kedangkalan pemahaman agama Islamnya kepada orang lain. Jadi bahasa dia secara tidak langsung menistakan  sebagian umat Islam  atau ada sebagian aspek dari Islam yang dipandang mengajarkan intoleransi. Sehingga perlu ajaran Islam yang moderat, dan itu yang dianggap bisa menjamin lahirnya toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Jangan lupa toleransi dalam Islam itu ada tempatnya dan harus diletakkan dalam konteks yang semestinya. Dalam wilayah prinsip (akidah) tidak ada toleransi, namun dalam perkara cabang, Islam sejak awal sudah memberi ruang  keberagaman.
Tapi  yang  mengusung Islam “jalan tengah” itu memegang  konotasi yang kebablasan; masuk wilayah prinsip, baik terkait relasi Muslim-non Muslim atau antar internal  Muslim.

Boediono pun meminta pengaturan pengeras suara untuk adzan di masjid, komentar anda?

Apanya yang mau diatur? Itu ngawur, apa bedanya  dengan Barat dan Zionis Israel yang ngatur dan membatasi adzan? Masih banyak problem keumatan yang lebih krusial untuk dipecahkan.
Kemiskinan, ketidakadilan, premanisme yang  menghilangkan rasa aman masyarakat, kedzaliman imperialisme  global yang berdampak terpuruknya ekonomi dunia Islam, demikian juga sektor budaya jadi hancur; permisif, hedonis materialistis.
Lihat, persoalan aliran sesat Ahamdiyah yang tidak kunjung ada peta penyelesaian dari pemerintah, dan itu justru berpotensi menimbulkan konflik sosial dan rawan dalam aspek keamanan.
Kasus terakhir penyerangan masyarakat terhadap masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya adalah sebagai salah satu dampaknya.  Bukankah pemerintah sendiri sudah membuat Peraturan Bersama Menag dan Mendagri Nomor 8 dan 9 tahun 2006 yang memberikan kewenangan kepada Pemda dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,  wabil khusus terkait dengan pemeliharan kerukunan umat beragama?

Jadi pernyataan Wapres terkait adzan?

Sangat aneh dan usulan yang  mencerminkan  seorang Muslim bermasalah dari sisi akidah dan mafhum terhadap syariahnya. Ini penyakit  rendah diri seorang Muslim karena faktor kerusakan paradigma dan sikap membebeknya kepada pemikiran Barat.

Pernyataan Boediono di atas  menunjukkan Islamphobia?

Awalnya bukan phobi tapi awamnya seseorang tentang agamanya, kemudian  yang masuk di benaknya parameter-paremeter liberal sekuler maka jadilah artikulasi sikapnya seperti phobi. Atau karena faktor kemaslahatan pribadi takut tereduksi kemudian agamanya dikorbankan, jadilah seseorang menimbang ajaran-ajaran agamanya dengan  parameter  di luar Islam.


Mengapa Boediono bisa demikian?

Ya model Boediono yang lain juga banyak stoknya di Indonesia. Generasi produk  sistem sekuler yang menjadikan agama (Islam) menjadi “racun” bagi kehidupan seseorang. Kalau melihat akar sejarah pendidikan dan orientasi pemikiran bisa dipahami kenapa orang macam Boediono terjangkiti penyakit alergi terhadap Islam (Islamophobia).
Ia telah terbukti punya pandangan neoliberal dalam bidang ekonomi, dan sekarang orang melihat di luar masalah ekonomi ia juga punya komitmen liberal.

Sejatinya yang disebut “radikalisme” oleh Boediono itu orang-orang yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan atau  orang-orang yang ingin syariah Islam tegak secara kaffah? 

Saya melihat Boediono dan konseptor  pidatonya adalah dua-duanya; meminjam pemetaan orang  BNPT ada  kelompok radikal dengan kekerasan dan radikal pemikiran. Dan syariah Islam yang diperjuangkan menjadi parameter pokok dan kategorisasi bagi entitas yang bisa dicap radikal atau tidak.


Jadi “jalan tengah yang dimaksud Boediono itu “moderat” ala Barat bukan “ummatan washatan” ala Alquran

Maksud dia adalah moderat versi orang-orang kafir Barat, dan tidak ada kaitanya dengan ummatan washatan. Orang moderat itu yang dianggap toleransinya tinggi, sebaliknya orang radikal itu intoleran.
Dan meminjam propaganda dari Setara Institute bahwa ciri-cirinya orang radikal itu; tidak mau bertetangga dengan beda agama, tidak setuju menikah beda agama, tidak setuju anggota keluarga pindah agama, menolak orang tidak beragama, tidak menerima rumah ibadah agama lain di lingkungannya, menolak ada agama lain di luar 6 agama resmi, anti Ahmadiyah, ingin menerapkan syariah Islam, setuju hukum rajam, setuju khilafah, menolak demokrasi .
Jadi potongan ayat Alquran itu diselewengkan maknanya dan dibuat  bias konotasi karena sarat dengan kepentingan politik. Ummatan washat satu frase yang ada dalam surat al Baqarah ayat 143, dan merujuk  penjelasan para ulama mufasirin dalam tafsir yang mu’tabarnya akan kita temukan pengertian yang berbeda.
Misalkan Imam Ar Razi  dalam tafsirnya menjelaskan; pengertian  washatan itu al adl (adil) berdasarkan  dalil ayat, khabar dan makna etimologisnya. Lihat surat al Qolam 28 dan hadits Rasul SAW yang diriwayatkan oleh al Qafal dari Ats Stauri dari Sa’id al Khudri dari Rasul SAW; “Sebaik-baik urusan adalah pertengahannya” artinya yang paling adil.

Jadi adil itu?

Berpegang  teguh dengan hukum Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya, gak ada kaitannya dengan toleransi dan moderatisme versi Boediono. Apa yang disampaikan Boediono adalah contoh propaganda penyimpangan dan penyesatan umat dengan kalimat yang haq tapi yang diinginkan adalah kebatilan (kalimatul haq iradza bihal baathil).


Penyataan “radikalisme”, “terorisme” dan “jalan tengah” yang dilontarkan Boediono itu sejalan dengan perang global melawan teroris (GWOT) ala Amerika?

Betul,  ini diranah perang opini dan pemikiran. Sebuah propaganda, bahkan mengarah kepada upaya konstruksi regulasi-regulasi baru yang mengakomodasi kepentingan imperilisme  global dan ini adalah  salah satu strategi soft power dari proyek GWOT untuk  membuat  musuh bersama di tengah umat Islam, oleh umat Islam,  sendiri dengan arahan negara imperialis Amerika.
Jangan lupa, orang kafir Barat melawan Islam dengan menggunakan sumber daya manusia dari umat Islam sendiri. Mendidik generasi yang bisa dibeli akidahnya dan kemudian  ditanam di tengah-tengah umat untuk “menari”  dan bertarung mengikuti  alunan gendang  orang-orang kafir Barat. Ini semacam proyek adu domba untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin di dunia Islam.


Boediono anteknya Amerika?

Ia adalah orang-orang terbaratkan dan secara tidak sadar menjadi kacung kepentingan Barat. Lihatlah ketika ia menjadi gubernur BI, menjadi Bappenas dan  Menkeu, seorang Boediono adalah neoliberal, menjadi kenyataan empiris yang tidak bisa ditolak.
Karena kebijakan produk  dari gagasan dan pikiranya mengindikasikan ia adalah orang yang mengabdi untuk kepentingan asing, bukan untuk rakyat Indonesia. Lantas mau disebut apa jenis orang yang wala‘nya lebih condong kepada imperialisme Amerika dibanding  kepada rakyat dan umat Islam mayoritas penghuni negeri Indonesia?[]

By: Ali Mustofa
Analis CIIA

... Apa kabar kaum buruh, bagaimana nasibmu kini?. Di negara berkembang seperti Indonesia, problematika perburuhan memang begitu pelik, mulai dari rendahnya gaji (UMK/UMP/UMR), minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya kwalitas SDM, hingga robotisasi tenaga kerja.

Meski ada upaya dari pemerintah untuk menuntaskan permasalahan buruh ini namun apa yang dilakukan tak menyentuh akar persoalan, acapkali hanya sebatas solusi tambal sulam. Bahkan seringkali kebijakan-kebijakannya sangat merugikan kaum buruh.

Seperti halnya Undang-undang (UU) No 13 tahun 2003, tentang diperbolehkannya outsourcing dan tenaga kerja bersifat kontrak. Outputnya persoalan tenaga kerja cenderung merugikan dan membuat pekerja sering mendapat perlakuan sewenang-wenang, dengan alasan statusnya yang hanya sebagai pekerja kontrak.


Pun diberlakukan perjanjian perdagangan China-ASEAN (ACFTA) yang memaksa Industri Indonesia untuk bersaing bebas dengan Industri China. Pernah menutur Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Vino Oktavi mengatakan bahwa perjanjian CAFTA akan mengakibatkan kehancuran industri, PHK massal, dan munculnya kecenderungan pengusaha yang akan beralih hanya menjadi pedagang produk-produk China.


Antara buruh dan pekerja sendiri terlihat kurang terjalin simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, mayoritas pekerja diberlakukan seperti pekerja rodi yang tak mendapat gaji selayaknya, ditengah meroketnya harga-harga kebutuhan pokok. Para buruh juga seringkali diberla-kukan semena-mena, bahkan sampai menjurus pada penyiksaan fisik.

Dalam Islam hal tersebut tentu tak boleh terjadi, sebab Rasulullah Saw telah bersabda: "Para pekerja adalah saudaramu yang dikuasakan Allah kepadamu. Maka, barang siapa mempunyai pekerja, hendaklah pekerja itu diberi makanan sebagaimana yang ia makan, diberi pakaian sebagaimana yang ia pakai, dan jangan dipaksa melakukan sesuatu yang ia tidak mampu. Jika terpaksa, ia harus dibantu. itu berarti, Islam berusaha meletakkan hubungan buruh bukan sekadar relasi atas bawah, tapi sejajar dan lebih manusiawi." (HR. Ahmad)

Akar Permasalahan ketenagakerjaan ini sejatinya terletak pada sistem kapitalisme yang sekarang diterapkan. Sistem yang tak manusiawi ini memang bukan habitat yang tepat bagi kaum buruh, namun habitat bagi kaum kapitalis.

Paradigma kapitalisme memandang jika negara tidak bertanggung jawab sepenuhnya atas kesejahteraan rakyatnya, negara hanya sebatas pengatur.

APBN yang selama ini mayoritas hasil sedotan pajak rakyat, di mana seharusnya diutamakan untuk kesejahteraan rakyat, termasuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kwalitas pendidikan dan ketrampilan masyarakat (SDM), justru banyak terkuras untuk membayar penggelembungan utang negara, belanja aparatur negara, kunjungan pejabat ke luar negri, selain kebocoran (korupsi) yang menyedot kas negara.

Mungkin dimiliki oleh Individu, seperti sungai, danau, laut, dsb. Kemudian apa saja yang mencakup hajat hidup orang banyak seperti Jalan, hutan, barang tambang yang depositnya banyak, baik yang berbentuk padat, cair, maupun gas. Termasuk energi dalam cakupan api seperti bahan bakar bagi Industri dan Transportasi.


Rasulullah SAW bersabda: "kaum muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang gembalaan, dan api." (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah). Di sini, seharusnya Negara adalah pihak yang mengelola ber-bagai kekayaan itu, baik dalam hal eksplorasi, penjualan, maupun pendistribusian. Negaralah yang menjamin setiap rakyatnya untuk menikmati haknya dalam kepemilikan umum tersebut. Negaralah yang mendistribusikan hasil bersihnya, setelah dikurangi biayabiaya, dalam bentuk zatnya dan atau dalam bentuk pelayanan kepada semua warga negara.


Oleh karena itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan perburuhan dan ketenagakerjaan ini. Rasulullah Saw bersabda: "Pemimpin adalah penggembala, ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya". (HR al-Bukhari dan Muslim)


Setelah mencermati akutnya problematika perburuhan, maka perubahan yang bersifat sistemik ke arah Islam pun menjadi sebuah keniscayaan. Kaum buruh merupakan salah satu elemen bangsa yang juga menginginkan penghidupan yang layak, terpenuhi hak-haknya setelah tertunaikan kewajibannya. Karena kaum buruh juga manusia dan kaum buruh tentu sangat butuh sistem Islam.


Kaum buruh jangan pula mau ditunggangi oleh pejuang sosialisme, karena ideologi sosialisme ini juga takkan mampu memberikan kesejahteraan lahir dan batin. Sebagaimana diungkap oleh Deliarnov, penulis buku "Ekonomi Politik" yang menulis: para pemimpin sosialisme memiliki mimpi yang sangat indah untuk membawa kemasyarakatan yang lebih mulia.

Akan tetapi, kelompok aliran utama bahwa para pemimpin sosialis tersebut keliru tentang khuluk manusia. Jelasnya, para pemimpi idealis ini keliru berfikir bahwa mereka akan mengubah khuluk manusia dan mengubah mimpi-mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang dijumpai justru kesengsaraan dan penderitaan. Mungkin disatu sisi mereka berhasil mengurangi ketimpangan dan mempromosikan pemerataan, tetapi bukan pemerataan dalam kekayaan, melainkan pemerataan dalam kemiskinan.


Dalam buku tersebut juga mengutip perkataan sinis Wilnston Churchil: "Socialism is the philosophy of failure, the creed of ignorance and the gospel of envy". Kenapa sistem ekonomi sosialis tidak bisa ma-ju? Menurut Deliarnov, sebenarnya banyak teori yang dapat dikemukakan, yang paling menonjol adalah, pertama: pengelolaan yang terlalu disentralisasi, dua: birokrasi yang berbelit-belit, tiga: kurangnya insentif untuk menggali ide-ide dan gagasan baru, dan empat: kurang akomodatif terhadap perubahan. Jadi, juga tak ada yang bisa diharapkan dalam sistem sosialisme ini.



ResistNews - Memblokir situs porno akan menyedot anggaran Mesir sebesar $ 16,5 juta dan dapat menyebabkan perlambatan yang signifikan pada layanan internet di negara itu, pakar telekomunikasi dan IT Mesir menyatakan, dikutip Ahram Online pada Minggu (29/4/2012).
Dalam sebuah seminar yang diadakan di Kairo akhir pekan ini, para ahli menjuluki setiap usaha untuk menyensor situs sebagai usaha yang "tidak berguna". Mereka menambahkan bahwa langkah tersebut hanya akan efektif dalam beberapa bulan saja karena dinilai akan menghisap anggaran yang tidak sedikit.

Awal tahun ini, anggota parlemen dari kubu Ikhwanul Muslimin menyerukan langkah-langkah untuk memblokir semua situs porno, karena efeknya yang menggerogoti nilai-nilai dan moral masyarakat.

Larangan kontroversial ini merupakan topik hangat pada konferensi teknologi ICT tiga hari Kairo yang dimulai pada tanggal 26 April. Para peserta berseberangan pendapat dengan inisiatif anggota parlemen 'Islamis' yang diperkirakan akan merugikan negara antara $ 11,6 juta - $ 16,5 juta dalam pelaksanaannya.

Sementara beberapa persetujuan moral yang diungkapkan dari tindakan keras porno, yang lain khawatir tentang kebebasan berekspresi, logistik, dan efek yang mungkin Mesir berkembang sektor TI.

"Jika undang-undang pemblokiran internet ini disahkan maka keputusan lain yang mendukung pelaksanaan kebijakan ini pun harus dirinci," kata Ahmed Helmi, seorang pejabat Otoritas Telekomunikasi Nasional.

Pakar komunikasi, Nagi Anis, memperingatkan bahwa memblokir situs akan menyebabkan pelambatan signifikan dari layanan internet yang dapat menghambat usaha Mesir untuk mengembangkan perdagangan elektronik dan menarik investasi di masa mendatang.

Dia menunjukkan ironi Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohamed Salem, yang menjanjikan empat kali lipat kecepatan internet yang tak kunjung terealisasi.

Anis menambahkan bahwa semua perusahaan telekomunikasi Mesir memiliki program teknis yang dapat mereka gunakan untuk memblokir situs internet, dan beban keuangan untuk hal ini masih mampu ditanggung swasta.

Selain kas negara, Anis juga memperingatkan resiko pengesahan kebijakan itu untuk kebebasan sipil Mesir. Menurutnya, membatasi akses menuju situs porno bisa jadi hanya merupakan langkah pertama untuk memblokir semua konten internet yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan pemerintah.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran dan Cina, yang memblokir situs pornografi, juga ternyata hanya menjadikan itu sebagai dalih untuk melarang situs politik yang dinilai bertentangan dengan arus rezim yang berkuasa. (althaf/arrahmah.com)

ResistNews - Banyaknya kasus pelecehan seksual yang dialami kaum wanita di angkutan umum, membuat Pemerintah Kota Surabaya memutar otak untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Maka, diluncurkanlah  13 unit bus Damri khusus perempuan.
“Setiap jam ada satu armada di setiap trayek. Hari ini sudah dioperasikan,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani di sela peluncuran, di Balai Kota, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/4).
Hadirnya angkutan tersebut, Pemkot berharap  dapat digunakan oleh wanita tanpa perlu mengkhawatirkan keamanan dan kenyamanan di angkutan umum.
"Dengan bus itu, pemerintah ingin memberikan rasa aman dan nyaman saat berada di atas kendaraan umum," ungkapnya.
Pengadaan bus khusus kaum hawa ini, menurut Tri, untuk mengantisipasi segala persoalan perempuan di moda transportasi umum. Karena menurut Tri, pelecehan terhadap wanita kerap terjadi diangkutan umum, sebut saja kasus-kasus kriminal dimana umumnya wanita menjadi korban angkutan umum Jakarta.
Peristiwa tersebut menurut walikota yang masuk jajaran Walikota Terbaik di Dunia ini, sangat berpengaruh pada penumpang wanita di angkutan umum Surabaya.
"Di Surabaya, jumlah penumpang perempuan untuk angkutan umum semakin turun," kata Tri.
Tri menyatakan, pengadaan bus tersebut merupakan bagian dari program yang merespon kebutuhan masyarakat. Di bus khusus ini, Tri ingin benar-benar memanjakan penumpang. Semua awak bus, pengemudi dan kondektur, dilakoni perempuan. Tarif bus ini bervariasi mulai Rp2.100 sampai Rp5.000 per orang untuk sekali jalan.
Rute yang ditempuh antara lain jurusan Terminal Purabaya-Tanjung Perak, Jalan Raya Darmo. Sedangkan untuk P 2 jurusan Purabaya-Tambak Oso Wilangun dan yang lain jurusan Juanda-Tanjung Perak dan sebaliknya. (bilal/arrahmah.com)


ResistNews - Alhamdulillah, Tabligh Akbar “Uang Receh Untuk Gaza” yang digelar Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (BM ABA) di Kota Malang berlangsung sukses. Acara yang digelar di Masjid Jenderal Ahmad Yani, Ahad (29/04) tersebut  dipadati ratusan peserta dari daerah Malang Raya dan luar kota. Acara Tabligh Akbar “Uang Receh Untuk Gaza” diisi dengan beberapa kegiatan, yakni tabligh akbar, sosialisasi pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza, serta penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RS-Indonesia) dan Unit Bank Darah di Gaza Palestina.
Acara tersebut dihadiri oleh dua narasumber, yakni Ustadz Ir. Andri Kurniawan M.Ag (Mubaligh Kota Malang) dan dr. Joserizal Jurnalis Sp. OT (Ketua Presidium MER-C) menambah semangat kaum Muslimin untuk membantu saudara mereka di Palestina yang sampai saat ini berjuang melawan kebiadaban Zionis Israel.
 Ustadz Andri Kurniawan dalam paparannya menjelaskan bahwa kelak peperangan yang terjadi di Palestina akan menjadi peperangan Islami dan ini adalah sesuatu yang pasti terjadi.
 “Tanpa sadar, bangsa Yahudi saat ini tengah membangun kuburan mereka sendiri.” bebernya.
Selain itu Ustadz Andri Kurniawan juga mengajak untuk memboikot produk-produk perusahaan Zionis Israel yang secara nyata membantu penjajahan Zionis Israel terhadap kaum Muslimin Palestina.”
 Sedangkan narasumber selanjutnya, dr. Joserizal Jurnalis memaparkan kegiatan GMJ (Global March to Jerussalem) beberapa waktu lalu yang diikuti oleh berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Joserizal juga menjelaskan situasi terkini perkembangan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Gaza.
“Rumah Sakit Indonesia yang dibangun murni dari sumbangan rakyat Indonesia ini adalah bangunan unik bersegi delapan menyerupai kubah Shakhra’. Wajar bila Rumah Sakit Indonesia ini mendapat tempat tersendiri di hati rakyat Palestina. Pembangunan RS Indonesia sampai saat ini juga masih membutuhkan bantuan dana untuk Tahap II.” Ungkap Jose Rizal.
Dalam acara tabligh akbar yang didukung oleh MER-C dan Hilal Ahmar Society Solo ini, terkumpul dana berupa uang tunai sebesar  Rp 42.578.050 (empat puluh dua juta lima ratus tujuh puluh delapan ribu lima puluh rupiah), uang satu dolar, sebuah cincin, dan sebuah tabung gas elpiji 12 kg. Dana yang terkumpul di rekening donasi dan tabligh akbar tersebut akan disalurkan ke Gaza melalui MER-C dan Hilal Ahmar Society. (bilal/arrahmah.com)


ResistNews - Sebuah surat kabar Saudi pada hari Minggu (29/4/2012) menerbitkan sebuah foto yang menunjukkan seorang anak sekolah memegang sebotol wiski sementara botol yang lainnya terletak di mejanya di sebuah sekolah di Kerajaan Teluk konservatif, yang dikenal ketat melarang alkohol.
Harian berbahasa Arab itu mengatakan bahwa pihaknya mengambil gambar dari video yang diunggah lewat YouTube yang memperlihatkan seorang anak laki-laki tak dikenal melambaikan botol dengan band-nya sementara botol lain yang tergeletak di atas meja.
Harian itu mengatakan tidak mengetahui bagaimana anak yang wajahnya ditutup itu, membawa botol-botol minuman keras ke sekolah.
"Kami sedang menunggu untuk pengelolaan sekolah untuk mengklarifikasi dari gambar ini," kata surat kabar tersebut. (althaf/arrahmah.com)


ResistNews - Pusat-pusat pendidikan dan bisnis tutup di Bangladesh bersamaan dengan seruan oposisi untuk melakukan pemogokan massal dalam rangka menuntut pemerintah untuk menemukan seorang pemimpin oposisi yang hilang hampir dua pekan lalu.
Oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh memimpin pemogokan nasional pada hari Minggu (29/4/2012) dan Senin (30/4), menuntut pemerintah mencari sekretaris partai, Elias Ali. Pihak oposisi menyalahkan instansi pemerintah dan keamanan atas hilangnya Ali, tapi pemerintah menyangkalnya. Sebuah kelompok hak asasi mengatakan setidaknya 22 orang, yang sebagian besar adalah politisi, telah menghilang tahun ini di Bangladesh.
Pekan lalu, oposisi memberlakukan tiga hari pemogokan umum menuntut Ali ditemukan.
Polisi dan saksi mengatakan sedikitnya delapan bom rakitan kecil meledak di ibukota, Dhaka, selama pemogokan hari Minggu (29/4), namun tidak ada korban cedera yang dilaporkan. (althaf/arrahmah.com)


ResistNews – Koran Bawabatul Ahram melaporkan Departemen Pertahanan Mesir memasang beberapa lapis kawat berduri untuk membendung para demonstran di depan gedung Deptan, Ahad (29/4/2012). Di belakang kawat berduri, Deptan mengerahkan aparat keamanan lengkap terdiri dari tiga lapis polisi militer dan pasukan lapis baja.
Gedung Deptan Mesir yang berada di Abbasiyah Square menampakkan keadaan siaga penuh. Bentrokan lanjutan dengan para demonstran diperkirakan akan kembali terjadi. Selama tiga hari demonstrasi, ribuan demonstran dipukul mundur oleh aparat keamanan dan para preman bayaran, namun mereka segera kembali dan memenuhi jalan raya depan gedung Deptan.
Mengantisipasi kemungkinan terbutuk, rezim militer memasang pengamanan berlapis di depan gedung Deptan. Di belakang lapisan kawat berduri dan tiga lapis pasukan polisi militer, hanya berjarak 20 meter telah disiagakan pasukan keamanan markas besar tentara nasional Mesir. Di belakang mereka dipasang pasukan polisi militer, dan paling belakang disiagakan pasukan lapis baja.
Koran Bawabatul Ahram juga melaporkan di tengah pasukan berlapis yang menjaga gedung Deptan terdapat beberapa kesatuan pasukan khusus Mesir. Beberapa perwira menengah dan komandan kesatuan militer tampak berada di tengah pasukan. Cuaca panas yang menyengat memaksa sebagian perwira berteduh di bawah pepohonan di halaman gedung Deptan.
Beberapa penduduk sekitar gedung Deptan menyatakan sebagian tentara membagi-bagikan botol air minum mineral kepada rekan-rekannya. Sementara itu para komandan kesatuan militer memerintahkan pasukannya untuk tidak membalas caci makian para demonstran. Jika bentrokan dan kerusuhan yang lebih besar kembali terjadi, bukan tidak mungkin peristiwa Tahrir Square 2011 akan terulang di depan gedung Deptan.
(muhib almajdi/arrahmah.com)

ResistNews –Massa pendukung capres Hazim Shalah menemukan sebuah fakta baru. Dalam lanjutan aksi demonstrasi di Abbasiyah Square dan depan gedung Departemen Pertahanan Mesir, mereka menangkap tiga pelaku serangan, Ahad (29/4/2012).
Massa pendukung capres Hazim Shalah melakukan aksi demonstrasi sejak hari Jum’at. Mereka berunjuk rasa di Abbasiyah Square dan bergerak ke depan gedung Departemen Pertahanan Mesir. Aksi damai mereka dihadapi oleh aparat kepolisian dan para preman bayaran dengan pukulan tongkat, lemparan pecahan kaca dan batu. Tiga orang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya luka-luka.
Bentrokan dengan aparat kepolisian dan para preman bayaran tidak menghentikan aksi para demonstran. Dalam aksi lanjutan Ahad, para demonstran berhasil membekuk tiga orang preman bayaran rezim Mesir yang menyerang mereka. Setelah para preman bayaran itu digeledah, ditemukan kartu tanda keanggotaan Partai Nasional Demokrat, partai diktator terguling Husni Mubarak. Kepada para wartawan, para demonstran menunjukkan kartu identitas seorang preman bayaran bernama Fatuh Muhammad.
Sementara itu dalam pernyataan resminya, Gerakan Kifayah Mesir menuding mayjen Hasan Ruwaini, salah seorang anggota Dewan Tertinggi Militer Mesir, sebagai aktor intelektual di balik serangan aparat keamanan dan para preman bayaran terhadap aksi damai para demonstran di depan gedung Departemen Pertahanan.
Gerakan Kifayah Mesir mengajak seluruh gerakan pemuda, demonstran dan revolusioner Mesir untuk bersatu dalam aksi demonstrasi di depan gedung Deptan Mesir. Sebelumnya, massa pendukung capres Hazim Shalah telah memindahkan pusat kegiatannya dari Abbasiyah Square ke depan gedung Deptan. Para demonstran bertekad untuk bertahan sampai UU pemilu direvisi, komisi tertinggi pemilu dibubarkan, dan penguasa sementara Dewan Tertinggi Militer menyerahkan pemerintahan kepada sipil.
(muhib almajdi/arrahmah.com)


ResistNews - Tiga Mujahidin dari Khasavyrut, Wilayah Dagestan, Imarah Islam Kaukasus dilaporkan telah syahid (insya Allah) pada Kamis (24/4/2012) malam, termasuk Amir Mujahidin di Khasavyrut, seperti dilansir kavkaz jihad.
Mereka adalah Amir Yusup Magomedov alias Abdul Rahman (26) dari desa Bayramaul, Bulat Akavov (25), dan Abdulgamid (34) - mantan imam Masjid di desa di distrik Khasavyurt.
Orang-orang munafik telah menyerang Mujahidin karena ketakutan bahwa mereka akan mendakwahkan ajaran Tauhid. Lokasi Abdul Rahman ditemukan datanya dari para "informan", seperti dilaporkan oleh RIA Novosoti. Berdasarkan data tersebut tentara penjajah melancarkan penyergapan di jalan Zavodskoy dan Datueva.  Kemudian mereka menembaki dan membunuh semua Mujahidin  yang berada di dalam mobil.
Dalam laporan tersebut, penjajah juga melaporkan kematian Muslim lainnya di dekat desa Karamakhi, di distrik Krabudakhjent masih di Dagestan, namun tidak dilaporkan tentang identitasnya. (siraaj/arrahmah.com)

ResistNews — Komisi Pembatasan Bensin Bertimbal (KPBB) memaparkan perbandingan kualitas bensin sejenis premium di negara-negara berkembang. Ternyata kualitas premium di Indonesia masuk kriteria yang cukup rendah.
Juru bicara KPBB Ahmad Safrudin menjelaskan spesifikasi BBM di negara Asia berbeda-beda. Negara Asia menetapkan spesifikasi BBM merujuk pada kebutuhan standar kendaraan motor yang mereka adopsi.
"Mereka (Negara Asia) menggunakan acuan World Wide Fuels Charter untuk menetapkan spesifikasi BBM sehingga sesuai dengan persyaratan standar kendaraan bermotor di negaranya," papar Ahmad dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (30/4).
http://4.bp.blogspot.com/_9WIFg9np334/S_zaY-EpkuI/AAAAAAAAAZQ/rXQozhXj-Zc/s1600/bensin.jpgDicontohkan Ahmad negara-negara Asia menjual BBM yang berstandar Euro 1-4. Seperti India yang mengadopsi kendaraan berstandar Euro 4 sejak tahun 2010, dan otomatis BBM yang dikonsumsi pun menggunakan standar Euro 4. Juga di Vietnam mengadopsi kendaraan berstandar Euro 2 yang mengkonsumsi BBM berstandar Euro 2 pula.
"Nah, sekarang dimana posisi kualitas premium kita? Premium kita tidak dalam kategori yang memenuhi standard Euro, sekalipun Euro 1, padahal kendaraan di Indonesia sudah menggunakan standar Euro 2," tegasnya.
Ahmad ingin pemerintah mampu menaikkan kualitas premium. Apabila tidak, kata Ahmad, masyarakat akan membayar lebih mahal dengan kualitas premium yang diperoleh.
"Tentunya ini bertentangan dengan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen," katanya.
Lebih lanjut lagi Ahmad juga menyebutkan rencana pembatasan BBM bagi kendaraan 1500 cc ke atas yang saat ini akan dilancarkan pemerintah dinilai bukan solusi yang cerdas.
"Itu diskriminatif dan rumit pengawasannya, dan juga membuka peluang terjadinya manipulasi pemanfaatannya. Disparitas harga akan menciptakan peluang penyalagunaan BBM, sehingga BBM bersubsidi digunakan oleh yang tidak berhak," tutupnya.
Pada intinya, dia mengatakan harus adanya adjustment kualitas BBM apabila ada kenaikan BBM nantinya serta adanya transparansi pemerintah terkait harga pokok produksi BBM. (nob)

Berikut ini adalah sedikit dkokumentasi dari Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL yang digagas oleh Bekasi Chapter. Aksi ini dilaksanakan di GOR Bekasi bersamaan dengan Konser Peduli Palestina di tempat yang sama. Dari interview singkat yang dilakukan oleh spokeperson ITJ Pusat disana ternyata memang masih banyak yang belum mengetahui tentang JIL dan sepak terjangnya. Sehingga ini seharusnya menjadi motivasi bagi semua aktivis ITJ untuk terus bergerak mengedukasi masyarakat luat dari level grassroot sampai atas. Semoga Allah mempermudah segala niat baik kita semua, Amin ya Rabb !. Barakallah !
Berikut ini adalah sedikit dkokumentasi dari Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL yang digagas oleh Bekasi Chapter. Aksi ini dilaksanakan di GOR Bekasi bersamaan dengan Konser Peduli Palestina di tempat yang sama. Dari interview singkat yang dilakukan oleh spokeperson ITJ Pusat disana ternyata memang masih banyak yang belum mengetahui tentang JIL dan sepak terjangnya. Sehingga ini seharusnya menjadi motivasi bagi semua aktivis ITJ untuk terus bergerak mengedukasi masyarakat luat dari level grassroot sampai atas. Semoga Allah mempermudah segala niat baik kita semua, Amin ya Rabb !. Barakallah !




Judul Buku : The Brain Charger

Penulis : M. Pizaro Novelan Tauhidi

Penerbit : Salbila, Jakarta

Cetakan : Pertama, Februari 2012

Tebal : 300 halaman



Pertarungan antara iman dan kekufuran memang tak akan pernah terhenti hingga hari akhir. Salah satunya adalah perang ideologi untuk menjauhkan kaum Muslimin dari ajaran Islam dan merasa rendah diri hidup dengan tuntunan Ilaahi.

Diwakili oleh tokoh Annisatu Lexa Meteorika, novel ini menceritakan sepak terjang seorang Muslimah berpikiran sekuler yang menjadi seorang asisten dosen di salah satu universitas Islam Indonesia. Ia mengajar disalah satu mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh seluruh mahasiswa fakultas dakwah universitas tersebut yaitu psikologi. Annisatu yang lebih akrab dipanggil Ana merupakan mahasiswa semester tujuh yang sarat prestasi sehingga dua tahun berturut-turut dinobatkan menjadi mahasiswa terbaik.

Ana sebenarnya sudah menyelesaikan kuliahnya di jurusan dijurusan Psikilogi sebuah universitas ternama di Amerika. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, berkat kecerdasan luar biasa yang dimilikinya, Ana berhasil menyabet gelar cum laude. Tak hanya itu, diusianya yang ke-15, Ana sudah berhasil menggondol gelar juara Olimpiade Internasional Kimia, Instrumen Matematika dari Munchen University dan menjadi peneliti muda terbaik se-Asia. Namun, sebuah sebab, membuatnya gagal diterima oleh Harvard University.

Kepulangannya ke Indonesia dan berkuiah di universitas Islam ternama Indonesia tersebut tak lain adalah sebuah alasan untuk memenuhi permintaan ayahnya untuk kembali pada agamanya. Namun, Ana memang sudah melebihi kapasitasnya sebagai seorang mahasiswa. Dengan perpustakaan pribadi berisi ribuan buku pegangan mata kuliahnya plus buku-buku umum, isi otak Ana bahkan melebihi jangkauan pikir seorang dosen. Ana memang mewarisi kekayaan ayahnya yang bekerja sebagai seorang diplomat, sehingga kecerdasannya ditunjang dengan fasilitas yang boleh dikatakan berlebihan.

Penjelajahan akademisnya di universitas Islam kenamaan Indonesia ini, sayangnya, tak membuatnya kembali ke jalan Ilaahi. Dogma-dogma sekularisme telah lebih dahulu menghujam dalam benaknya dan membuatnya menafikkan Tuhan. Bahkan, ia telah merayakan kematian Tuhan di dalam pikirannya dan menguburkannya dalam-dalam. Sebagaimana Sigmun Freud, tokoh idolanya, selalu mengatakan demikian.

Dogma yang selalu ditularkan dan diperjuangkannya di universitas Islam yang juga mulai terjangkiti sekularisme ini kemudian berhadapan dengan seorang pemuda Muslim, yang merupakan salah satu peserta mata kuliahnya. Rizki, begitu nama pemuda tersebut, merasa tersengat dan terbakar semangatnya untuk menyelamatkan kemuliaan Islam yang dengan sengaja diinjak-injak Ana dengan doktrin-doktrin sekulernya.

Usaha menyelamatkan dan mengembalikan kemuliaan Islam ini tidaklah mudah. Mengingat kampus tempatnya belajar pun sudah terjangkiti penyakit sekularisme yang parah. Islam di kampusnya tak lebih sekadar sebuah nama besar yang mempertahankan eksistensi kampus tersebut. Namun, semangatnya telah terbakar oleh kata-kata Ana yang merendahkan Allah SWT dan ajaran Islam dengan semena-mena. Ia merasa perlu membangkitkan kemuliaan Islam dengan bukti dan rasionalisme nyata, bukan hanya sekadar nostalgia akan kemuliaan Islam dimasa lalu.

Usaha keras Rizki bersama teman-temannya tersebut diwarnai dengan ketegangan akibat pembunuhan-pembunuhan sadis yang terjadi di kampusnya. Tak taggung-tanggung, korban pembunuhan tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik di kampus tersebut. Mereka dibunuh dengan cara dimutilasi dan bagian-bagian tubuhnya diletakkan ditempat terpisah.

Rizki dan teman-temannya terus bersicepat dengan waktu. Korban terus berjatuhan sementara proyek kebangkitan peradaban Islam yang mereka perjuangkan terus bergulat dengan berbagai tantangan. Sementara Ana pun bergulat dengan pertarungandalam dirinya sendiri. Kekukuhan dogma anti Tuhannya mulai tergoyah dengan gaung kebenaran islam yang diserukan oleh Rizki dan kawan-kawannya. Ia mulai mempertanyakan pendiriannya dan bergulat dengan penyakit yang selama ini disembunyikannya dari orang lain.

Waktu terus bergulir, korban semakin banyak berjatuhan. Titik terang mulai terungkap. Rizki dan kawan-kawannya semakin bersemangat mengungkap fakta-fakta yang semakin terang terkuak. Namun, pencarian mereka dikaburkan oleh banyaknya tokoh-tokoh yag bermunculan. Lengkap dengan alibi masing-masing. Siapakah sebenarnya dalang di balik pembunuhan sadis berantai ini? Berhasilkah Rizki dan kawan-kawan menguak tabir misteri pembunuhan, sekaligus membangkitkan kemuliaan peradaban Islam yang mereka impi-impikan selama ini? Lalu bagimana akhir pergulatan Ana dengan batinnya yang mulai meraba keberadaan dan kebutuhannya terhadap Tuhan? Bagaimana pula dengan penyakit yang dideritaya, apakah ini merupakan penyebab berlarinya Ana dari Tuhannya?

Novel ini akan membawa kita pada sebuah tanda tanya misteri besar yang tak habis hingga halaman terakhir. Novel yang terkemas apik dan kreatif ini sangat menegangkan dan sarat pengetahuan. Memacu adrenalin pembaca sekaligus memperkaya pengetahuan pembaca dan membakar semangat setiap kaum Muslimin yang membacanya untuk kembali membangkitkan kejayaan Islam lewat semangat pengetahuan dan kerja nyata. Dari dunia nyata yang penuh intrik dan cinta, sains, psikologi, numerology, hingga kehausan setiap hamba akan perlindungan dan kasih sayang Tuhannya. Selamat membaca! (hidayatullah)



Oleh: Badrul Tamam          
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Konspirasi musuh-musuh Islam dalam menghancurkan kaum muslimin akan terus berlanjut. Segala daya dan upaya dikerahkan untuk memerangi umat Islam. Tidak ada barang sesaat mereka berhenti. Hal ini sebagaimana yang dikabarkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya,
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup." (QS. Al-Baqarah: 217),
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan makna kalimat sebelumnya, "Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh," Yakni: Sungguh mereka menimpakan fitnah kepada seorang muslim dalam agamanya sehingga memurtadkan mereka kepada kekafiran setelah beriman, maka itu lebih besar di sisi Allah daripada membunuh." Kemudian beliau menyebutkan: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup." Maksunya: Kemudian mereka melakukan yang lebih buruk dan besar dosanya, mereka tidak bertaubat dan tidak pula berhenti."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di berkata tentang tafsir ayat di atas, "Kemudian Allah Ta'ala mengabarkan bahwa mereka akan terus memerangi kaum mukminin. Misi mereka bukan untuk mengambil harta kaum mukminin dan membunuh mereka. Sesungguhnya misi mereka adalah untuk mengeluarkan kaum mukminin dari agama mereka lalu menjadi kafir sesudah beriman sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka akan mengerahkan kemampuan mereka untuk semua itu, melakukan apa yang bisa dilakukan, "dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai"."
Beliau melanjutkan, "Sifat ini berlaku umum bagi setiap orang kafir, mereka tidak henti-hentinya memerangi golongan di luar mereka sehingga memurtadkan dari agama mereka. Khususnya Ahli kitab  dari kalangan Yahudi dan Nashrani yang telah mendirikan organisasi-organisasi, menyebar misionaris, menempatkan para dokter, mendirikan sekolahan-sekolahan untuk menarik umat kepada agama mereka, membuat berbagai propaganda untuk menanamkan keraguan dalam diri mereka akan kebenaran agama mereka (Islam)."
Jika demikian halnya, maka bagaimana jika semangat jihad meredup sementara semangat permusuhan kafirin terus berlanjut?
Allah mengabarkan konspirasi lain dari kaum kuffar, mereka terus bekerja menghalangi dari jalan Allah dan membikin gerakan menyimpang dari Islam. Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?" Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Ali Imran: 99-100) Karenanya,  semangat tidak boleh pudar, harus terus terjaga. Jika tidak mampu atau belum tepat waktu menyempurnakan jihad secara langsung sesuai tuntutan Syariat, maka kita harus terus menjaga ruh jihad.
Berbagai jalan akan ditempuh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan agama Allah. Berbagai tipu daya akan dilakukan untuk memadamkan cahayanya. Salah satunya yang disebutkan Al-Qur'an adalah dengan mulut mereka, contohnya melalui corong-corong media. Maka sesuatu yang wajb kita sadari bahwa musuh-musuh Islam juga akan memanfaatkan media untuk menyerang Islam, termasuk di dalamnya kegiatan jurnalistik. Oleh sebab itu, para Ansharullah dan mujahidin harus pula mahir dalam bidang ini untuk menangkal dan menghadapi konspirasi mereka.
Allah Ta'ala berfirman,
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ   
"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (QS. Al-Taubah: 32)
Ayat lain yang menguatkan hal ini,
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS. Ali Imran: 186)
Jika kita perhatikan, kebanyakan media di zaman sekarang dikuasi oleh orang-orang kafir dan pendukungnya dari kalangan munafikin. Maka wajar jika sekarang kita saksikan mayoritas media massa berisi kebencian terhadap Islam, menghina ajaran Islam, memojokkan kaum muslimin, mengidentikan jihad dengan teror, menyematkan gelar-gelar jahat kepada aktifis jihad, dan semisalnya. Dan lebih miris lagi masyarakat muslim dicekokin atau digiring pada kesimpulan miring tentang Islam lalu mereka menerima mentah-mentah tanpa melakukan crosscek. Maka sungguh berjuang di zaman ini sangat-sangat membutuhkan kesabaran dan ketakwaan yang tinggi, "Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."
Kebencian kafir melaui media massa juga ditunjukkan oleh firman Allah Ta'ala, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi." (QS. Ali Imran: 118).
Seharusnya, jika mampu, kita wajib melawan berbagai konspirasi tersebut, dan menghancurkannya. Namun apa daya, umat dalam kondisi lemah. Mujahidin hanya memiliki kemampuan terbatas dalam bidang media massa ini. Kesabaran terus ditingkatkan, di antaranya terus menjaga ruh berjihad melalui media.
Tips Menjaga Semangat Jihad
Merubah mindset tentang dunia dan akhirat; menjadikan akhirat sebagai kehidupan sesungguhnya. Dunia hanya menyertainya saja, tidak boleh menjadi tujuan.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada para sahabatnya saat menggali parit pada perang Ahzab,
اللهم إن العيش عيش الآخره . فاغفر للأنصار والمهاجره
"Ya Allah, sesungghnya kehidupan itu adalah kehidupan akhirat. Maka berilah ampunan untuk kaum Anshar dan Muhajirin." (HR. Al-Bukhari) Maknanya: Ya Allah sesungguhnya kehidupan yang kami cari dan abadi adalah kehidupan akhirat.
Kenapa kita harus meluruskan mindset ini? Karena orientasi duniawi akan melemahkan semangat jihad. Perlu kita ingat, jika kita mendapatkan kenikmatan dunia atau sengsara itu hanya sekitar 60 -70 tahun saja, sedikit yang melewatinya. Namun jika salah mengkalkulasi kehidupan akhirat, maka kerugiannya dahsyat, 1 hari di akhriat seperti 50 ribu tahun di dunia. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]



ResistNews - Dalam orasinya di Bunderan HI, Jakarta , Koordinator Nasional GUMAM (Gerakan Umat Anti Maksiat), M Ihsan Sofyan memaparkan sepuluh alasan, kenapa  umat Islam harus menolak konser artis porno penyembah setan itu diantaranya:
Pertama, Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya dan sekte memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam melalui ide pemikiran rusaknya.
Kedua, Lady Gaga adalah Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan. Dalam video klip lagu Alejandro digambarkan Gaga bersatu dengan Tuhan-kaum Nasrani (Yesus). Lalu dia menyalahkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat memenuhi keperluan rohaninya. Akhirnya dia merubah diri dari biarawati menjadi paderi Luciferian (syetan) yang dilambangkan dengan tangan kanan menutup mata kirinya (menjadi bermata satu, lambang Yahudi).
Ketiga, Lady Gaga Penyebar Gaya Hidup GAY, LESBIAN dan TRANSGENDER. Salah satu lirik lagu Gaga “Born This Way” yakni : “..No matter gay, straight, or lesbian, transgendered life… I’m on the right track, baby I was born to survive.” Astaghfirullah… Tidak peduli gay, lurus, lesbian, kehidupan transgender. Saya dijalur yang benar…
Keempat, Lady Gaga Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis.
Kelima, Konser Lady Gaga, Konser Kemaksiatan. Dengan harga tiket mulai dari Rp. 465.000,- sampai Rp. 2.250.000,-, rakyat Indonesia masih mampu melenyapkan 40.000 tiket. Hal tersebut sangat ironis mengingat kondisi ekonomi bangsa Indonesia saat ini. Jangankan membeli tiket semahal itu, sedangkan disekitar kita masih banyak saudara saudara sesama muslim yang kelaparan.
Keenam, Lady Gaga Penyeru Seks Bebas. Dengan vulgar, Lady Gaga membuka rahasia kecantikannya adalah semakin sering orgasme. Ia mendambakan bayi berketurunan Italia dari hasil kumpul kebo dengan kekasih gelapnya. Ia mencari pria pendonor sperma berdarah Italia. Tetapi dia takut menikah, karena takut karirnya hancur.
Ketujuh, Lady Gaga Penghina Seluruh Agama. Dalam konsernya, Lady Gaga seringkali menggunakan atribut biarawati yang berubah menjadi setan, membalikkan salib, melakukan ritual yang aneh seperti menjadikan darah sebagai alat ritual di hotel tempat penginapannya.
Kedelapan, Lady Gaga Penyebar Kesyirikan yang Nyata. Sebelum masuknya hotel tempat menginap, dia meminta paranormal untuk membersihkan kamarnya dari gangguan roh jahat yang mengikutinya.
Kesembilan, Lady Gaga Melecehkan Kaum Wanita. Lady Gaga menganggap bahwa wanita hanya sebagai objek pemuas nafsu seksual semata. Karena dalam setiap konsernya, selalu menggunakan pakaian yang seronok.
Kesepuluh, Lady Gaga Merusak Moral dan Pemikiran Remaja. Dia bercita-cita menciptakan parfum yang terbuat dari sperma dan darah. Dan dia menyatakan bahwa menikah hanya akan merusak karir seseorang. Desastian/voa-islam


 سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

“Kami akan mencampakkan dihati orang-orang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim” (Ali Imran : 151)

Oleh Abu Asybal Usamah
 بسم الله الرحمن الرحيــــــــــــــــــــــم
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah dan diperuntukkan kepada Allah yang Maha Rahim dan Rahman. Aku bersaksi tiada ilah yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam tetap tercurahkan ke pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah bersabda “ Aku dimenangkan dengan rasa takut yang dicampakkan ke hati orang-orang dengan jarak satu bulan”. Begitu juga kepada keluarga, sahabat dan ummat beliau.
Akhir April menjelang awal Mei adalah hari bersejarah bagi dunia. Kenapa bersejarah? Karena pada hari Senin tanggal 2 Mei2012 bertepatan 14 Jumadal Ula  adalah hari dimana pasukan khusus AS melakukan penyerangan besar-besaran ke kediaman Pemimpin tertinggi Al-Qaidah, Syaikh Usamah bin Ladin, yang mengakibatkan gugurnya beliau.
Hal ini diungkapkan sendiri oleh presiden AS, Barrak Obama, mengatakan bahwa hari itu adalah hari besar AS. Pemimpin-pemimpin Arab pun menyambut kematian Syaikh Usamah bin Ladin.
Setelah setahun kepergian beliau, kini pengamat datang dengan berbagai analisanya terutama mereka yang pengamat-pengamat AS. Situs adenalghat.net mengutip analisa tulisan dari BBC yang memuat tentang pernyataan-pernyataan pengamat dan pejabat AS yang menggambarkan “Penguarasan Otak” untuk mencermati perkembangan kondisi keamanan AS pasca terbunuhnya Syaikh Usamah bin Ladin dan perkembangan jama’ah-jama’ah Jihad serta jhad itu sendiri.
Para Pengamat melihat bahwa Organisasi atau kelompok yang menginduk ke Al-Qaidah masih tetap menjadi ancaman bagi Amerika Serikat setelah setahun kepergian Pemimpin tertinggi Al-Qaidah, Syaikh Usamah bin Ladin, dalam sebuah serangan yang dilancarkan pasukan Navy Seal. Para Pejabat AS di bidang Perlawanan Terrorisme mengatakan kepada “The Associated Press” bahwa Aiman Al-Zhawahiri, pemimpin Al-Qaidah yang sekarang, masih menjadi sumber inspirasi bagi serangan-serangan yang dilancarkan untuk AS. Akan tetapi Jama’ah yang menjadikan markaznya di Pakistan, masih dalam posisi bertahan dari serangan brutal pesawat tanpa awak milik CIA.
Rakyat AS merayakan Kematian Syaikh Usamah
Disisi lain, Menteri Pertahanan Amerika, Leon Panetta, mengatakan bahwa tidak ada solusi yang jitu untuk menghabisi Al-Qaidah. Akantetapi ia menegaskan bahwa kematian Usamah bin Ladin memberikan kontribusi dalam mematahkaan kekuatan Al-Qaidah. “Selama partisipasiku dalam operasi-operasi, sampai sebelum serangan bin Ladin,  saya mampu memberikan ketegasan bahwa tidak ada sama sekali solusi jitu yang memungkinkan kita serta-merta mampu menghancurkan Al-Qaidah. Dan ini termasuk setelah masa-masa kematian bin Ladin” tegas Panetta.
Dalam pernyataannya kepada AFP, Panetta berkata:”Sesungguhnya metode yang memiliki peluang besar sukses adalah menghabisi ikon-ikon yang menjadi pemimpin spiritual dan intelektual bagi sayap Al-Qaidah. Maka, setiap kami berhasil dalam hal ini, bertambahlah kemampuan kami dalam mematahkan ancaman bagi AS atau negara lainnya (Negara barat.red)” ungkap Panetta. Ia juga yakin bahwa AS lebih aman setelah kematian Syaikh Usamah bin Ladin.
AS dengan segala pengamatnya begitu menguras “tenaga” untuk memastikan keamanan setelah kematian Syaikh Usamah. Merek sepekat kelompok-kelompok yang memiliki formula yang sama dengan Al-Qaidah adalah sumber ancaman bagi AS.
Disamping itu AS juga yakin bahwa kematian Syaikh Usamah dan keberlangsuangan operasi operasi perlawanan terhadap “terrorisme”  tanpa henti, mengurangi peluang bagi “sayap-sayap yang bercabang” (bagi Al-Qaidah) untuk melakukan serangan bruntun dan multi-arah terhadap AS seperti serangan 11 september 2001,  ledakan di Madrid 2004 dan Londen 2005.
Ancaman Masih Berlanjut
Yang anehnya, AS begitu takut dengan spekulasi-spekulasi mereka tentang senjata pemusnah massal dan senjata biologi yang akan digunakan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah. Padahal “teman akrab” AS (Israel) telah menghujani Gaza dengan bom fosfor yang merupakan senjata terlarang oleh PBB.
Lanjut analisa tersebut, bahwasanya Al-Qaidah dan jama’ah-jama’ah jihad lainnya masih membutuhkan suara-suara spiritual yang memberikan inspirasi kepada mereka, sebagaiman yang diungkap oleh Kardelo, Diputy Dirut intelijen nasional AS. Ia juga menambahkan bahwa perdebatan akan menjadi sengit antar jama’ah jihad pada jihad lokal menjadi jihad internasional.
Tak ketinggalan juga ancaman lain juga mencuat ke permukaan. Yaitu bahaya dalam negri AS sendiri yang tidak bisa memprediksikan serangan mendadak dari individu (yang menjadi tren wolf alone) atau kolektif yang terinspirasi oleh Al-Qaidah. Terutama pasca gugurnya Syaikh Usamah, di bulan Ramadhan Taliban melakukan operasi serangan besar-besaran yang menewaskan 38 tentara AS, 22 diantaranya personil Navy seal yang membnuh Syaikh Usamah, ketika berada diatas helikopter Chinook. Imarah Islam Afghanistan menyebut hal itu sebagai "HADIAH SPESIAL RAMADHAN".
Para pejabat juga AS mengingatkan agar AS senantiasa berhati-hati terhadap setiap serangan yang dilancarkan oleh kampanye anti-terrorisme. Diakhir analisa, adelanghad.net menukil komentar Kardelo:”sesungguhnya tantangan utama yang kami hadapi adalah bagaimana menyemimbangkan operasi-operasi anti-terrorisme dengan resiko yang memperparah sentiment anti-barat di dunia” tandas Kardelo.

 Wallahu Ghalibun 'ala amrihi walakinna Aktsarannasi la ya'lamun

ResistNews - Gerakan Indonesia tanpa JIL adalah gerakan yang gencar menyuarakan kesesatan pemikiran yang diusung oleh suatu kelompok yang disebut Jaringan Islam liberal, dalam aksinya mereka seringkali bergerak sendiri atau dalam kultur underground sering dikenal dengan sebuatan pola Do It Your Self (DIY), DIY adalah semangat Independent atau semangat kemandirian yang telah di kenal luas oleh seluruh anak muda di seluruh dunia. Semangat ini bisa juga dijadikan semangat hidup oleh sebagian anak muda di indonesia DIY juga sering di kenal sebagai etos punk di seluruh dunia, yang merupakan semangat KEMANDIRIAN atau ketidaktergantungan dengan orang lain. Simak obrolan singkat dengan spokerson gerakan Indonesia tanpa jil Gatot Prasetyo mengenai DIY ala mereka :
Ghurabaa Militant Tauhid (GMT) : Assallamualaikum wr wb, dengan siapa disini?
Gatot Prasetyo (GP) : Walaikumsalam wr wb, Gatot….. Gatot Prasetyo
GMT : Posisinya di ITJ?
GP : Spokerson, semacam juru bicara gitu
GMT : Apa sih aksi terbaru dari ITJ?
GP : Kita sih masih sibuk sebar-sebar flyer di beberapa kota, hari ini aja ada 4 kota yang serentak melakukan hal serupa, bekasi, bandung, solo dan makasar. Sebenarnya aksi ini merupakan aksi jangka pendek,kedepanya bakal ada program-program lain seperti ITJ goes to campus yang fokus edukasi tentang liberalnya. Jadi ga Cuma aksi sebar flyer doank.
GMT : Aksi di beberapa kota tersebut siapa yang koordinir?
GP : Untuk program ITJ kedepannya dilakukan dipusat,ada grup sendiri.tapi yang didaerah-daerah mereka juga punya grup sendiri tapi tetep lapor ke kita.
GMT : Misalkan ada suatu daerah yang mo bikin aksi serupa, mereka harus hubungin siapa yah?
GP : Sebenarnya aksi ITJ ini aksi inisiatif, mereka ga perlu koordinasi dengan pusat. Tapi kalo mau menginfokan aksi daerah mereka bisa follow twitter atau page facebook kita. Nanti kita bantu promo, setelah itu boleh report ke kita. Kita juga evaluasi untuk kedepannya.
GMT : Kenapa aksi ini kalian namakan DIY?
GP : Iya soalnya saat kita melakukan aksi ini kita pake modal sendiri, fotocopy sendiri, bawa makanan sendiri, jalan sendiri.. semuanya serba sendiri, kita ga ada donatur apalagi pake foundation.
GMT : Mirip aksi anak punk ya?
GP : Bener, malah ada anak-anak dari kalangan musik yang emang peduli dengan aqidah Islam
GMT : ITJ ini kan banyak didukung oleh tokoh-tokoh dari kalangan artis, kalo boleh tau kenapa mereka melakukan itu? Inisiatif sendiri atau karena kampanye kalian?
GP : JIL ini kan eksis di social media, kita ambil contoh Fauzi Baadila, dia itu udah aktif menentang JIL sebelum ada ITJ di social media, twit-twit dia tentang bahaya gay dan lesbi aja mendapat kecaman dari orang-orang yang ada dilingkungannya, tapi dia gak peduli akan hal itu, jadi pada dasarya itu inisiatif mereka sendiri, bentuk kepedulian terhadap aqidah Islam. Selain itu ada Ucay roket rockers, Izzatul Islam, ga dipaksa dan ga dibayar sama sekali.
GMT : Ada pesen ga buat pembaca undergroundtauhid.com? kita tau kan di dunia underground sendiri banyak pemikiran liberal yang beredar
GP : Kita harap sih temen-temen mau aktif melindungi aqidah Islam, seperti kita tau Islam Liberal itu bukan Islam, seperti manusia dengan ikan, beda!! Mudah-mudahan kita mau lebih aware terhadap agama kita, apalagi liberal ini udah masuk dan mewabah di berbagai kalangan, kalo bukan kita yang peduli siapa lagi? Nanti anak cucu kita malah jadi korban. Silahkan follow twitter kita di @tanpajil dan facebook page Indonesiatanpajil, juga bisa ngeliat aksi-aksi kita di youtube.
GMT : Terakhir, kapan nikah?
GP : HA HA HA !!!
Saat ini gerakan sebar flyer propaganda #IndonesiaTanpaJIL terus berlanjut. Dimulai dari Islamic Book Fair 2012 hingga  Bandung, Makassar, Solo dan kota kota besar lainnya terus berlanjut. Bravo #IndonesiaTanpJIL, Keep The Good Work Guys! (undergroundtauhid.com)
Foto Ilustrasi : Muhammad Hariadi Nasution (Ombat Tengkorak) ikut bergabung dengan gerakan #IndonesiaTanpaJIL saat bagi bagi flyer di acara Islamic Book Fair 2012.

ResistNews - Forum Independen untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan anggaran kunjungan kerja seluruh anggota DPR pada 2012 mencapai lebih dari Rp140 miliar. Atau tepatnya Rp140.852.557.000. Angka tersebut didapatkan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2012.

Menurut Fitra, Anggaran kunjungan kerja dan plesir ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada 2011 anggaran dipatok sebesar Rp137 miliar atau tepatnya Rp137.450.310.000.

"Berarti dari 2011 ke 2012, plesiran DPR ke luar negeri mengalami kenaikan sebesar Rp3,4 miliar," kata Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, Senin (30/04).

Uchok menjelaskan,  alokasi anggaran kunjungan kerja DPR pada 2012 termasuk asuransi perjalanan sebesar Rp861 juta dan biaya visa sebesar Rp1,4 miliar. Naiknya alokasi anggaran kunjungan kerja luar negeri anggota dewan untuk 2012 ini disebabkan tiap pembentukan atau pembahasan RUU, alokasi anggaran untuk kunjungaan kerja luar negeri mulai dari Komisi I sampai XI dan badan legislatif rata-rata dipatok sebesar Rp3,2 miliar.

Padahal, kata Uchok, untuk 2011 anggaran per komisi atau satu alat kelengkapan hanya sebesar Rp1,7 miliar. Jadi, alokasi anggaran total untuk pembentukan atau pembahasan RUU di DPR mulai dari komisi I sampai XI ditambah Baleg, untuk 2012 sebesar Rp39.2 miliar.

“Jumlah ini sebuah kenaikan besar ketimbang 2011 yang hanya sebesar Rp22,3 miliar," ujar Uchok.

Meski ada kenaikan fantastis, Uchok mengakui ada juga pengurangan alokasi anggaran kunjungan luar negeri di pos tertentu. Salah satunya adalah anggaran untuk pengawasan pelaksanaan undang-undang dan pengawasan kebijakan pemerintah.

Anggaran untuk pos tersebut turun sebesar Rp18,2 miliar dari 2011 yang mencapai besaran Rp45,5 miliar.

Uchok mengungkapkan, dari jumlah total anggaran kunker luar negeri sebesar Rp140 miliar, anggaran kunjungan luar negeri untuk pembentukan atau pembahasan RUU dinaikan. Sedangkan alokasi anggaran kunjungan luar negeri untuk pengawasan Pelaksanaan undang-undang dan pengawasan kebijakan pemerintah diturunkan anggarannya.

Untuk itu, kata Uchok, Fitra mendesak Setjen DPR, BURT, dan anggota dewan lainnya bisa memangkas seluruh alokasi anggaran perjalanan luar negeri. Saat ini masih ada waktu untuk melakukan revisi anggaran DPR. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangaan NO.49/PMK.02/2012, pasal 43 ayat (1) yang berbunyi batas akhir penerimaan usul revisi anggaran yaitu (a), tanggal 12 Oktober 2012 untuk revisi anggaran pada direktorat Jenderal Anggaran, (b), tanggal 29 Oktober 2012 untuk revisi DIPA pada direktorat Jenderal perbendaharaan.
(ss/rin/wan)

ResistNews - Ratusan kaum Muslim di Sri Lanka memprotes keputusan pemerintah untuk menghancurkan masjid yang terletak di wilayah agama Buddha, di kota Dambulla.
Surat kabar Amerika “The Washington Post” mengutip apa yang diumumkan oleh para pejabat tinggi Sri Lanka bahwa akan dilakukan penghancuran masjid, setelah Perdana Menteri Sri Lanka yang telah tunduk pada tekanan para Biksu Budha untuk memindah masjid ke daerah lain.
Dikatakan bahwa sekitar dua ribu biksu dan para pendukungnya dalam seminggu terakhir telah melakukan pendudukan dan penyerangan terhadap masjid. Mereka mengklaim bahwa masjid itu dibangun secara ilegal. Dan mereka menuntut agar masjid itu dipindah dari daerah agama Budha, di kota Dambulla, yang oleh kebanyakan umat Buddha dipandang sebagai kawasan suci.
Surat kabar itu melaporkan bahwa ratusan kaum Muslim berkumpul pada hari Jum’at. Mereka berdemonstrasi di depan masjid Davatagaha di ibukota, Kolombo. Mereka membawa spanduk yang mengutuk keputusan pemerintah. Dan meneriakkan yel-yel, seperti “Hentikan penghancuran masjid Dambulla“, dan “Di mana kebebasan bagi keyakinan beragama“. Mereka juga menuntut otoritas Sri Lanka untuk menangkap umat Budha yang telah menyerang masjid dalam minggu terakhir.
Di sisi lain, kelompok Islam memperingatkan akan dampak dari keputusan ini, dan kekerasan yang mungkin terjadi akibat dari protes ini, terutama karena kaum Muslim mencerminkan sekitar 10%, yakni sekitar 2 juta kaum Muslim dari jumlah penduduk di Sri Lanka, dan juga diperkirakan bahwa jumlah masjid di Sri Lanka adalah dua ribu masjid yang tersebar di desa-desa dan kota-kota utama (islamtoday.net, 28/4/2012).

ResistNews - Para syabâb (aktivis) Hizbut Tahrir Tunisia, pada hari Jum’at, 27/04/2012 menggelar sikap dukungan terhadap rakyat Syam (Suriah) di ibukota Tunisia, Tunis, tepatnya di halaman Kasbah, sehabis shalat Jum’at.
Dalam aksinya itu disampaikan sejumlah testimoni yang berisi dukungan terhadap rakyat Syam dan seruan kepada tentara kaum Muslim untuk mendukung Suriah dengan mendirikan Khilafah Islam dan melenyapkan rezim-rezim tiran, serta menegaskan bahwa kita semua adalah satu umat tanpa kecuali.
Aksi itu diwarnai dengan pekikan takbîr (Allâhu Akbar, Allah Maha Besar) serta slogan-slogan yang berisi dukungan terhadap rakyat Syam dan revolusinya yang diberkati di berbagai tempat.
Pada saat yang sama, di kota Kelibia berlangsung juga masîrah (long march) yang digelar oleh para syabâb (aktivis) Hizbut Tahrir untuk memberikan dukungan pada rakyat Suriah. Dalam aksinya itu, mereka mengibarkan bendera al-Uqab, yaitu al-Liwa’ dan ar-Rayah, sambil menyerukan lengsernya tiran Bashar Assad, dan dimulainya kembali kehidupan Islam.
Kami memberitahukan kepada rakyat Tunisia, media dan seluruh umat Islam bahwa sikap dukungan yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir akan berlangsung mingguan sampai Allah melepaskan kesulitan yang sejauh ini menimpa saudara-saudara kami. Dan kami menyerukan kepada semua kaum Muslim yang mukhlis untuk berdiri bersama kami serta bergabung dengan kami, agar kaum kafir Barat dan para anteknya mengetahui bahwa Nasrullâh (pertongan Allah) segera datang (hizb-ut-tahrir.info, 27/4/2012).

ResistNews - Pengamat kebijakan publik Ichsanudin Noersy menyatakan hingga saat ini Indonesia masih tunduk pada mekanisme pasar bebas yang disuarakan oleh negara-negara Barat salah satunya Amerika.
“Saya ingin `iqro` (membaca). Kami tidak ingin sekedar bicara melainkan ada bukti berupa data,” kata Ichsanudin di Diskusi Studi Kasus Liberalisasi Migas Pascakeputusan rapat paripurna DPR RI yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim di Asrama Haji Surabaya, Minggu.
Menurut dia, selama ini pihaknya mempelajari bahwa kebijakan pemerintah dengan berupaya menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu ada kaitannya dengan campur tangan dari negara asing dalam hal ini Amerika.
“Ada perintah melalui radiogram yang menyatakan ada arahan untuk melakukan perubahan UU Migas,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, ada upaya dari negara asing untuk meminimalkan peran Pemerintah Indonesia dalam sektor migas dan meningkatkan peran swasta dalam sektor migas.
“Mereka (Amerika) sangat lihai menjajah Indonesia. Bahkan mereka menggandeng kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan media massa untuk pembenaran. BLT (bantuan langsung tunai) sebagai pengganti kenaikan BBM adalah suap politik,” ujarnya.
Sementara anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Jamal Aziz menambahkan, sikap partainya pada saat ramai-ramainya rencana kenaikan BBM sudah jelas yakni menolak berbagai bentuk upaya menaikkan harga BBM.
“Sebelum ramai dibahas, partai kami sudah menetapkan menolak kenaikan harga BBM. Bahkan pada saat rapat paripurna DPR, fraksi kami “walk out”,” katanya.
Menurutnya, jumlah fraksi Hanura di DPR hanya minoritas sehingga sulit melakukan perubahan atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. “Kami tegas dalam hal ini, beda dengan partai lain yang masih ada kompromi,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) HTI Hafidz Abdurahman mengatakan kenaikan BBM adalah agenda asing. “Namun setelah gagal menaikkan BBM waktu lalu, pemerintah tidak habis akal dengan mengeluarkan kebijakan baru berupa mobil di atas 1.500 cc wajib memakai pertamax,” katanya.
Untuk itu, kata dia, HTI sendiri memiliki konsep APBN Khilafah, dimana dalam penerapan tata kelolahnya menggunakan hukum syariah.(ANTARA, 29/4/2012)

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1 DPR-RI yang datang ke Jerman. Untuk mendiskusikan dan merumuskan pernyataan penolakan ini, PPI juga mengajak berbagai organisasi dan elemen masyarakat, namun ketiga organisasi inilah yang bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka dengan para wakil rakyat. Acara tersebut berlangsung di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh para anggota DPR-RI Komisi 1 beserta keluarga dan rombongan, para pejabat dan staf KBRI-KJRI Jerman, juga sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat setempat.
Ada pun anggota-anggota DPR yang hadir pada saat itu adalah:
H. TRI TAMTOMO, SH; Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
DR. NURHAYATI ALI ASEGGAF,M.SI; Fraksi Partai Demokrat
H. HAYONO ISMAN. S.IP, Fraksi Partai Demokrat
VENA MELINDA, SE.; Fraksi Partai Demokrat
AHMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus; Fraksi Partai Golongan Karya
Drs. H.A. MUCHAMAD RUSLAN; Fraksi Partai Golongan Karya
IR. NEIL ISKANDAR DAULAY; Fraksi Partai Golongan Karya
TANTOWI YAHYA; Fraksi Partai Golongan Karya
YORRYS RAWEYAI; Fraksi Partai Golongan Karya
LUTHFI HASAN ISHAAQ, MA; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Sebelum pernyataan dikeluarkan, seorang mahasiswa sempat mengutarakan pertanyaan retoris untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan ekstra membawa keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja perwakilan RI setempat, misalnya yang paling nyata adalah pelayanan imigrasi. Perlu diperhatikan, setiap keluarga tamu negara mendapat pelayanan yang sama dengan tamu negara yang sebenarnya. Dengan sumber daya KBRI yang terbatas, apa lagi dengan dikuranginya anggaran untuk perwakilan RI oleh Pusat sebanyak 37%, maka bisa dibayangkan betapa terganggunya kinerja perwakilan RI yang kedatangan rombongan wisatawan negara. Kunjungan kerja tentu saja baik, selama itu transparan, efektif, dan efisien. Mengikuti rentetan pertanyaan retoris tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.
Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansi, laporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:
  1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
  2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
  3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.
Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiah yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org
Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out. Langkah dialog sebetulnya sudah dipikirkan; namun belajar dari pengalaman yang terdahulu, berdialog sama sekali tidak membuahkan perbaikan berarti. Selain itu mereka percaya, bukan diplomasi yang diperlukan Indonesia, melainkan aksi. Dan memang sebetulnya tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk memenuhi tuntutan yang disampaikan para mahasiswa kali ini.
Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah dipegang baik-baik oleh para Wakil Rakyat ketika mereka duduk di gedung DPR. Para mahasiswa melihat aksi protes skala kecil ini sebagai salah satu cara mengingatkan; untuk sedikit "menampar" mereka yang tertidur.
Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan bagi para anggota DPR supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah mereka terima dari rakyat. Setelah mohon diri, para mahasiwa yang tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU, mengakhiri prosesi yang berlangsung damai tersebut dengan berjalan meninggalkan ruangan sambil dilontari tanggapan kekesalan dari orang-orang yang merasa “tertampar”. [PPIJ/PPIB]

*********
Lampiran:
Link Video Pernyataan Penolakan

Powered by Blogger.