Archive by date

Pertarungan Sistem Islam dengan Sistem Barat Tidak Akan Pernah Berhenti

item-thumbnail
Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA
Ketua Umum DPP FPI


Secara kasat mata, sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara-negara Barat (termasuk AS) sudah gagal. Baik sistem ekonomi, politik, pendidikan maupun sosial budaya. Tetapi masih saja itu tidak membuat para tokoh dan pemimpin negeri-negri Islam untuk segera berpaling kembali kepada sistem Islam. Rupanya mereka masih terus ‘menikmati’ kehancuran sistem Barat.


Mengapa juga di Indonesia tidak segera diterapkan sistem Islam, padahal mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam?. Berikut petikan wawancara singkat dengan Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab.


Kehancuran sistem kehidupan di luar Islam sudah nyata. Pertanyaannya, mengapa rezim di negeri ini tidak mau berpaling kepada sistem Islam ?


Sekurangnya ada dua sebab menyangkut hal tersebut : Pertama, karena rezim yang berkuasa di Indonesia selama ini tidak paham soal Sistem Islam, bahkan cenderung Islamiphobia, sehingga selalu memandang Sistem Islam dengan penuh kecurigaan. Kedua, sejak Indonesia merdeka secara fisik pada tahun 1945, negeri ini masih tetap dijajah secara ideologi oleh Barat, sehingga sistem politik, sosial, ekonomi dan hukum selalu diatur dan dikendalikan oleh Si Penjajah untuk kepentingan mereka.


Apa keuntungannya bagi bangsa dan negara jika memakai Sistem Islam?


Banyak sekali, antara lain : Pertama, diberkahi Allah SWT sesuai firman-Nya dalam QS.7. Al-A'raaf ayat 96. Kedua, merdeka dari penjajahan Ideologi Barat. Ketiga, menjadi bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat. Keempat, terwujudnya keadilan bagi seluruh warga negara, apa pun etnis dan agamanya, karena Islam agama yang "rahmatan lil 'aalamiin". Kelima, tercipta keseimbangan antara Hak Individu dan Hak Sosial. Jika Sistem Kapitalisme berpihak kepada Hak Individu dengan membunuh Hak Sosial, sebaliknya Sistem Sosialisme berpihak kepada Hak Sosial dengan membunuh Hak Individu, maka Sistem Islam menjaga Hak Individu dan Hak Sosial secara adil, sehingga seimbang dan harmonis.


Apakah ada campur tangan asing dalam upaya mencegah negara menerapkan sistem Islam ?


Tentu !  Pertarungan Sistem Islam dengan Sistem Barat tidak akan pernah berhenti, karena Barat melalui gerakan Zionis dan Salibis Internasional akan selalu memaksakan sistemnya kepada seluruh dunia internasional, termasuk negeri Islam, dengan berbagai macam cara. Allah SWT melalui firman-Nya dlm QS.2.Al-Baqarah ayat 120 dengan tegas menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada Rasulullah SAW beserta umatnya sehingga mau mengikuti MILLAH mereka. Pengertian "Millah" tidak hanya terbatas pada soal agama, tapi juga mencakup sistem hukum, politik, sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan, dsb.


Apa konsep mendasar Islam dalam memimpin negara ?


Konsep Islam dalam memimpin negara yang paling mendasar adalah : 1. Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. 2. Adil, Jujur dan Amanat. 3. Musyawarah dan Mufakat. 4. Persamaan Hak dan Kewajiban sesuai aturan Syariat. 5. Penegakan Syariat Islam.


Di Indonesia, mengapa umat Islam yang mayoritas selalu dalam posisi minoritas?


Ada beberapa faktor penyebab, antara lain : Pertama, sejak kemerdekaan Indonesia secara fisik tahun 1945 ada "Proyek Pembodohan" umat Islam secara besar-besaran di Indonesia yang dilakukan oleh para penjajah ideologi dan kaki tangannya secara sistematis. Kedua, proyek pembodohan umat Islam tersebut diikuti dengan "Proyek Pemiskinan", sehingga umat Islam menjadi lemah secara politik mau pun ekonomi. Ketiga, pergerakan Islam mudah disusupi dan diadu-domba, sehingga "Proyek Pembusukan" Gerakan Islam dan para tokohnya berjalan sangat mulus, hampir tanpa hambatan.


Bagaimana solusinya?


Ya tentunya, "Proyek Pembodohan" harus dilawan dengan "Proyek Pencerdasan". Dan "Proyek Pemiskinan" mesti dilawan dengan "Proyek Pensejahteraan". Sedang "Proyek Pembusukan" wajib dilawan dengan "Proyek Pembersihan" semua gerakan Islam dari penyusupan, dan "Proyek Pematangan" segenap SDM Gerakan Islam sehingga sinergi dalam ikatan "Ukhuwwah Islamiyyah" yang erat lagi kuat. Dengan demikian, insya Allah SWT umat Islam akan diberkahi dan dimenangkan Allah SWT.

loading...
Read more »

Seks Bebas pada Remaja Kian Marak

item-thumbnail
http://3.bp.blogspot.com/_CUJm0TcHC9I/TLnC9DzzwrI/AAAAAAAAAJA/m16Im8aee0k/s400/exspessions_by_imaginebeyondbeliefs-d2yky87.jpgResistNews - Tak dapat dipungkiri, perilaku seks bebas di kalangan remaja terus meningkat. Di Indonesia, remaja yang mengalami kehamilan dan persalinan sebelum menikah terus meningkat.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam kunjungannya ke kantor VIVAnews, Rabu, 30 Mei 2012 mengatakan, jumlah remaja Indonesia terbilang sangat besar mencapai 63,4 juta  jiwa atau sekitar 26,7 persen dari penduduk Indonesia. Remaja yang emosional dan labil menjadi rentan terjebak dalam kehidupan seks bebas dan penyimpangan lain.

"Masalah yang paling menonjol di kalangan remaja adalah seputar kesehatan reproduksi yaitu seksualitas, HIV/AIDS, serta penyalahgunaan narkotika dan zat aditif," ujarnya. 

Sugiri menjelaskan beberapa penelitian mengungkap remaja perempuan dan laki-laki berusia 15-19 tahun yang melakukan seks pranikah makin tinggi. SKRRI pada 2007 lalu menemukan, satu persen remaja wanita dan 6 persen remaja pria mengaku pernah melakukan seks di luar nikah. "Bahkan, remaja yang mengatakan mengetahui bahwa teman mereka melakukan seks di luar nikah jumlahnya besar, mencapai 26 persen," katanya.

Tak heran, jumlah kehamilan dan kelahiran di kalangan remaja juga tinggi. Sebuah studi lainnya pada 2010 di daerah kota besar seperti Jakarta menunjukkan 20,6 persen remaja  mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. "Makanya, salah satu fokus dan kampanye pada remaja adalah mengurangi Triad, dengan memperkenalkan GenRe, atau Generasi Rencana."

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Dr Sudibyo Alimoesa menambahkan, kampanye GenRe yang menyasar remaja dan usia muda untuk berperilaku hidup sehat dan terhindar dari risiko triad. "Dengan merencanakan masa depan, dapat menunda usia perkawinan, melindungi remaja agar bisa memperoleh pendidikan dan mengejar karier lebih dulu," katanya.
      
GenRe yang sedianya adalah memasyarakatkan kontrasepsi juga tak bisa berjalan mulus. Salah satunya karena adanya kultur yang menuding kontrasepsi menghalalkan seks bebas. "Pendekatan yang kami lakukan pada remaja adalah menekankan bahwa kontrasepsi untuk melindungi kesehatan, bukan untuk menekan angka kelahiran," katanya.

Berbagai cara untuk mensosialisasikan kampanye GenRe di kalangan anak muda antara lain lewat roadshow di berbagai mal, kontes lawak, menyanyi serta aktivitas yang banyak melibatkan remaja.  "Kami berharap lewat kampanye ini, GenRe menjadi gaya hidup di generasi muda," tuturnya. (viva)

komentar: justru paradigma yg dipakai pemerintah selama ini adalah melegalkan seks bebas, pergaulan yg tidak dibatasi, pendidikan agama yg hanya 2 jam dalam sepekan juga sistem sekuler yg memisahkan agama dgn kehidupan yg membuat remaja indonesia semakin jauh dari agamanya sendiri. this is fact!
loading...
Read more »

Tahukah Anda? Bos IMF Tak Bayar Pajak

item-thumbnail
ResistNews - Telah terjadi kehebohan di dunia internet gara-gara muncul berita bahwa Direktur Utama International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, tidak membayar pajak penghasilan. Ironisnya, berita ini muncul di pekan yang sama ketika Lagarde dihujani kritik karena menyebut 'orang-orang Yunani coba menghindari pajak' dalam sebuah wawancara dengan The Guardian.

Total gaji Lagarde setahun adalah US$ 467,940 (Rp 4,45 miliar) ditambah tunjangan US$ 83,760 (Rp 795 juta). Jumlah ini setara dengan US$ 630,000 (Rp 5,98 miliar) jika dia membayar pajak penghasilan tertinggi di AS yaitu 35%.

Dengan demikian, bayaran Lagarde lebih besar daripada Presiden AS Barack Obama atau Menteri Luar Negeri Hilary Clinton. Pendapatannya bisa lebih banyak lagi jika Lagarde masih sanggup mengambil 'pekerjaan sampingan' di sektor swasta.

Sebelum ikut menghujat dan berprasangka pada Lagarde, mari kita telaah dulu mengapa dia tidak membayar pajak penghasilan berdasarkan laporan dari CNBC, Kamis (31/5/2012).

Pertama-tama, dengan menerima gaji bebas pajak berarti Lagarde melakukan hal yang sama persis dengan pendulunya, Dominique Strauss-Kahn dan juga karyawan PBB lainnya. Konvensi Vienna menyebutkan: “Seorang agen diplomatik harus dibebaskan dari semua jenis iuran dan pajak, pribadi atau riil, nasional, regional atau kota”. Memprotes Lagarde sama saja dengan memprotes ribuan karyawan PBB lainnya.

Sebagai salah satu pejabat dengan jadwal tersibuk di dunia, Lagarde mungkin tidak punya waktu cukup untuk menghubungi petugas pajak di negara asalnya, Perancis maupun di markasnya sekarang, Washington dan mengajukan diri secara sukarela untuk diperiksa.

Amerika Serikat tidak punya skema dimana Anda bisa sukarela 'memberi hadiah' ke Departemen Keuangan jika berkenan. Tapi ada juga beberapa orang yang mau membayar pajak lebih tinggi dengan senang hati. Contohnya, penulis Stephen King dan super milyuner Warren Buffet yang berinisiatif menghubungi pemerintah untuk membebankan pajak lebih tinggi bagi mereka.

Lagarde menyebut penghindaran pajak yang dilakukan warga Yunani adalah masalah sistemik dan struktural. Hal ini juga diketahui banyak orang sebagai penyebab utama masalah ekonomi yang sedang dialami Yunani sekarang. Menghindari pajak yang sudah jadi kewajiban Anda secara hukum, tidak sama dengan mengemban pekerjaan luar biasa penting yang memang (secara hukum) bebas pajak. (dtk)
loading...
Read more »

Senator AS: Ini Saatnya Mempersenjatai Oposisi Suriah

item-thumbnail
ResistNews - Dua senator Amerika Serikat mengecam pembantaian warga sipil di Houla, Suriah pekan lalu. Mereka pun menyerukan bahwa inilah saatnya untuk mempersenjatai kelompok oposisi di Suriah.

"Ini waktunya untuk bertindak. Ini waktunya untuk memberikan senjata-senjata kepada oposisi Suriah guna membela diri mereka. Ini bukan pertempuran yang adil," kata Senator John McCain dari Partai Republik.

Hal itu disampaikan McCain kepada para wartawan di Kuala Lumpur, Malaysia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/5/2012).

Senator Republik tersebut tengah berada di Malaysia bersama Senator Joe Lieberman untuk kunjungan singkat yang mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan pejabat-pejabat lainnya.

McCain dan Lieberman mengungkapkan kebencian dan kemarahan mereka atas perilaku Presiden Suriah Bashar al-Assad serta pembantaian sekitar 108 orang Houla, Suriah pada 24 dan 25 Mei lalu.

McCain pun mengecam Rusia dan China karena menentang aksi agresi atas Suriah. Mantan capres AS itu bahkan juga mengkritik pemerintahan Presiden Barack Obama karena tidak bertindak lebih tegas atas masalah ini.

"Memalukan karena Dewan Keamanan PBB lagi-lagi dihalangi oleh Rusia dan China dengan hak veto mereka atas aksi signifikan terhadap Suriah," cetus McCain. "Juga memalukan karena AS menolak menunjukkan kepemimpinan dan membantu rakyat Suriah," imbuhnya.

Sementara Lieberman menekankan, situasi tak akan membaik sebelum para pejuang Suriah mendapatkan persenjataan dari dunia internasional. "Menurut pendapat saya, semuanya tak akan membaik hingga seluruh dunia memberikan persenjataan ke para pejuang kebebasan Suriah sehingga mereka bisa membela diri mereka sendiri dan keluarga mereka," cetus Lieberman.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 13 ribu orang, kebanyakan warga sipil, diperkirakan telah tewas sejak aksi perlawanan menentang rezim Assad terjadi pada Maret 2011 lalu. (dtk)
loading...
Read more »

Komunitas Kretek Tolak Peringatan Hari Antitembakau

item-thumbnail
ilustrasi (Foto:okezone)ResistNews - Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Kretek Indonesia menggeruduk kedutaan besar Amerika Serikat di jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka melakukan aksi penolakan peringatan hari antitembakau sedunia.

Komunitas Kretek menolak keras peringatan hari antitembakau sedunia yang jatuh pada 31 Mei.

Koordinator Komunitas Kretek Indonesia Jibal Windiaz mengatakan, harianti tembakau hanyalah agenda asing yang mengkomodasi perusahaan farmasi. "Pihak asing ingin mengendalikan tembakau Indonesia, melumpuhkan sektor ekonomi kita," ujar Jibal Windiaz kepada wartawan, Kamis (31/5/2012).

Dikatakannya, industri rokok merupakan menyumbang devisa terbesar selain tenaga kerja migran. Jibal menambahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) hanya mementingkan perusahaan asing,

"WHO bicara kesehatan itu tidak bersih, dia mengakomodasi kepentingan industri farmasi, karena ada obat-obatan yang dimunculkan yang disebut sebagai nicotine replacement therapy atau yang disingkat NRT," tandasnya.

Menurut Jibal, para pecandu rokok itu nantinya akan diimbau  mengganti konsumsi rokok dengan mengonsumsi NRT. “Kalau di negara maju sudah ada berupa permen karet yang mengandung nikotin, tetapi itu dari senyawa yang sudah diolah, bukan asli tembakau," pungkasnya.(okz)
loading...
Read more »

Milisi Shabiha, Pelaku Pembantaian Houla?

item-thumbnail
Presiden Assad saat bertemu Kofi Anan (Foto: Reuters)
Presiden Assad saat bertemu Kofi Anan
ResistNews - Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan korban selamat dari pembantaian di Kota Houla, Suriah, mencurigai milisi Shabiha berada di balik pembantaian mengerikan itu. Milisi itu selama ini dikenal beroperasi di bawah perintah Pemerintahan Presiden Bashar Assad.

Direkrut lingkungan Alawite dimana tempat Assad lahir, milisi ini memungkinkan Pemerintah Suriah untuk memerintahkan pembunuhan, penyiksaan dan serangan. Lewat pengerahan milisi ini, Pemerintahan Presiden Assad pun bisa lepas dari tanggung jawabnya. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (31/5/2012).

Dalam beberapa keahlian, milisi Shabiha jauh lebih menakutkan dari militer ataupun pasukan keamanan Suriah lainnya. Taktik mereka yang paling dikenal adalah membombardir wilayah pemukiman warga dan menembaki para pengunjuk rasa tanpa rasa bersalah. Para milisi pada umumnya dikerahkan oleh Assad untuk mengintimidasi lawan politik Assad.

Pembantaian yang terjadi di Houla memang mengerikan. Korban bukan saja dari orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang masih berusia di bawah lima tahun.

Pihak pemerintah pun membantah mereka bertanggungjawab atas pembantaian di Houla dan menyalahkan pihak teroris. Meskipun bila memang Shabiha bertanggungjawab, tidak ada bukti jelas bahwa pembantaian di Houla merupakan atas perintah rezim Assad.

Berdasarkan temuan PBB, sebagian besar korban ditembak dalam jarak dekat. Pelaku pembantaian diperkirakan mengincar korban yang rapuh dan tak berdaya seperti anak-anak dan para lanjut usia. Mereka melakukan hal itu untuk melakukan teror terhadap warga.

Serangan ini menjadi penanda dari kekerasan baru yang terjadi di Suriah. Menurut para aktivis, pembantaian terjadi usai pihak militer menyerang desa itu dengan artileri dan bertempur dengan kelompok oposisi. (okz)
loading...
Read more »

Pura-Pura Tewas Demi Selamatkan Nyawa

item-thumbnail
Kondisi di Suriah (Foto: AP)ResistNews - Peristiwa pembantaian yang terjadi di Kota Houla, Suriah mengundang kecaman dari dunia internasional. Kesaksian seorang bocah berusia 11 tahun membuktikan bahwa peristiwa itu memang terjadi.

Ali el-Sayed mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak saat pelaku penembakan yang diduga sebagai pasukan Pemerintah Suriah, memasuki rumahnya. Para pelaku penembakan itu melepaskan tembakan ke arah anggota keluarganya.

Bocah berusia 11 tahun itu langsung menjatuhkan diri ke lantai saat pria-pria yang tidak dikenal itu membantai keluarganya. Ali pun memenuhi tubuhnya dengan darah saudaranya demi mengelabui pasukan pembunuh keluarganya.

Selanjutnya, Ali mencoba untuk menguatkan dirinya agar tidak gugup bahkan saat para pelaku penembakan membunuh orangtua dan keempat saudaranya, satu per satu. Ali menyebutkan pelaku penembakan memiliki janggut yang panjang dan kepala botak.

Korban termuda yang tewas dalam keluarga Ali adalah adiknya Nader yang masih berusia 6 tahun. Tubuh kecilnya dipenuhi dua lubang peluru, salah satunya di kepala dan bagian punggung.

"Saya gunakan darah saudara Saya ke tubuh dan bertingkah seperti sudah tewas," ujar Ali kepada seorang reporter Associated Press, Kamis (31/5/2012).

Ali adalah salah satu dari sedikit korban selamat dalam pembantaian di Houla. Warga di sekitar wilayah itu sebagian besar adalah petani yang berada di Provinsi Homs. 104 orang tewas dalam pembantaian tersebut, di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Pembantaian ini memicu protes dari dunia internasional. Beberapa negara Barat sudah mengusir duta besar Suriah yang berada di negara mereka, sebagai bentuk protes mereka kepada Suriah. (okz)
loading...
Read more »

Israel: Iran Dukung Pembantaian di Suriah?

item-thumbnail
Rezim Assad dianggap sebagai rezim pembantai (Foto: Reuters)ResistNews - Bak memancing di air keruh, Israel memandang krisis yang terjadi di Suriah sebagai ulah dari Iran. Mereka menilai Iran mendukung pembantaian yang terjadi di Suriah sebagai upaya untuk menguasai Timur Tengah.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh seorang pejabat Israel, yang menanggapi peringatan dari Ketua Parlemen Iran Ari Larijani Rabu 30 Mei kemarin. Larijani memperingatkan kekuatan militer Barat untuk tidak melakukan intervensi militer di Suriah, karena dapat mengguncang wilayah Timur Tengah dan khusus Israel.

"Iran mencoba menguasai Timur Tengah, di saat bersamaan mereka juga mendukung pembantaian yang terjadi di Suriah. Semua ini terjadi tanpa menggunakan kemampuan nuklir mereka," tutur seorang pejabat Israel, seperti dikutip Haaretz, Kamis (31/5/2012).

"Bayangkan apa yang akan terjadi bila Iran memiliki senjata nuklir," lanjutnya.
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani sebelumnya menanggapai pembantaian di Kota Houla, Suriah, dapat menyebar ke Palestina. Tentunya kondisi tersebut bisa juga merembet ke negara Zionis Israel.

Komentar Larijani dikeluarkannya setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam kematian warga sipil di Suriah. Tetapi Ahmadinejad juga menuduh beberapa negara Barat dan negara Arab melakukan interfensi di Suriah dengan mengirim persenjataan kepada pihak oposisi untuk menggulingkan Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad.

"Kita tidak mempercayai orang-orang ini, karena tujuan mereka hanya ingin melengserkan Assad," ucap Ahmadinejad.

Pembantaian di Kota Houla menyebabkan 108 orang tewas, sebagian besar dari korban tewas adalah anak-anak. Menyusul insiden ini beberapa negara Barat dan sekutunya mengusir Duta Besar Suriah yang berada di negaranya, sebagai bentuk protes. (okz)
loading...
Read more »

Pemilik Situs Wikileaks Bertanya Tentang Penyatuan Masyarakat Muslim Dalam Khilafah Islam

item-thumbnail



ResistNews - Pada episode kelima program “The World Tomorrow” di TV Russia Today, yang dipublikasikan pada 15/05/2012; acara yang dipandu oleh Julian Assange pemilik situs WikiLeaks ini, melakukan wawancara dengan dua orang Muslim, yaitu Moazzam Begg mantan tahanan di penjara Guantanamo, dan seorang pengacara Asim Qureshi.

Pemilik situs WikiLeaks bertanya pada salah satu dari keduanya: “Apa pendapat Anda tentang keinginan penyatuan masyarakat Muslim dalam Khilafah Islam?” Yang pertama menjawab: “Saya yakin bahwa banyak kaum Muslim secara umum yang setuju dengan konsep penyatuan kaum Muslim dan penegakkan Khilafah. Dan ini merupakan sikap radikal yang senantiasa dipegang teguh masyarakat.”

Ketika Assange bertanya tentang sistem apakah yang ideal menurut Anda? Yang kedua menjawab: “Akan tetapi seperti yang Anda tahu bahwa ini adalah pendapat pribadi saya, dimana saya yakin ketakutan terbesar yang Anda lihat adalah ketika mereka berbicara tentang sistem Islam dan Khilafah, maka semua menjadi ketakutan.”

Namun dalam realitasnya, seperti apa bentuk sistem itu? Apakah hal itu berupa penyatuan negeri-negeri yang berbahasa Arab? Sementara di Eropa, kami memiliki lima puluh bahasa yang berbeda, dimana masyarakat mencoba untuk menyatukan dan menghapus egoisme negara-negara, sehingga mereka memiliki kesatuan mata uang bersama, dan sebagainya.

Yang kedua menambahkan ketika menjawab tentang masalah bahasa: “Sungguh telah berlangsung penanaman nasionalisme yang datang setelah salah satu dari mereka membuat rancangan peta Afrika. Kemuadian ia mengatakan Anda Libya, Anda Aljazair, serta Anda anu dan anu. Apabila bangsa Arab dapat kembali pada konteks era modern, dengan kondisinya yang sekarang, menuju semacam kesatuan, maka hal ini akan memberi mereka kekuatan besar. Dan saya yakin hal inilah yang merupakan sumber keprihatinan di Barat, bahwa akan timbuh kekuatan lain di bagian selatan Eropa. Sedang Barat tidak suka hal itu terjadi. Namun saya yakin bahwa semua itu akan terjadi.”

Yang kedua menjawab terkait mekanisme penerapan syariah Islam: “Tidak ada dari kita yang memenuhi syarat untuk berbicara tentang metode itu, yang di dalamnya semua perkara perlu dibahas, yakni mekanisme pendirian negara, dan penyusunan konstitusinya, sebab tidak ada satu negarapun yang menerapkan syariah sejak runtuhnya Khilafah Islam.”

Sehungguhnya hal penting dalam wawancara itu, dan yang perlu diperhatikan bahwa pemilik  situs WikiLeaks ini adalah orang Barat yang jauh dari Islam dan kaum Muslim. Namun, ia menyadari bahwa masyarakat Muslim benar-benar menginginkan persatuan dalam naungan Khilafah Islam. Ia juga menyadari bahwa Khilafah itulah yang akan menyatukan mereka. Sehingga ia menanyakan kepada dua orang Muslim tentang bagaimana mekanisme mendirikan Khilafah, bagaimana membangun persatuan masyarakat Muslim, dan bagaimana mekanisme penerapan sistem Islam dalam naungan Khilafah. Semua ini menegaskan bahwa Barat dan Rusia menyadari betul keinginan kaum Muslim untuk bersatu di bawah naungan Khilafah. Dan bedirinya Khilafah sungguh sudah sangat dekat sekali.

Barat, termasuk para tokoh-tokoh pemikir, peneliti dan politisinya menyadari betul bahwa ada partai, yaitu Hizbut Tahrir yang benar-benar telah menyusun rencana dan mekanisme untuk mendirikan Khilafah dan menerapkan sistem Islam di bawah naungan Khilafah, serta mekanisme untuk menyatukan masyarakat Muslim. Dan Hizbut Tahrir telah menyeru pada semua itu sejak enam puluh tahun yang lalu. Namun dalam hal ini, mereka ingin tahu sejauh mana kesadaran kaum Muslim terkait persoalan ini, dan sejauh mana interaksi mereka dengan Hizbut Tahrir, kemudian mereka akan membuat kesimpulan yang menegaskan bahwa mayoritas kaum Muslim sangat merindukan dan menginginkan tegaknya Khilafah, sekalipun belum ada kesadaran umum pada mereka atas persoalan ini[(mediaumat)
loading...
Read more »

Koran Israel: Shafiq lebih penting bagi Israel dari Mubarak, Israel harus mendukungnya secara diam-diam

item-thumbnail

ResistNews – Salah satu koran terbesar penjajah zionis Yahudi, Yediot Ahronot, menyatakan Ahmad Shafiq adalah kandidat presiden Mesir yang saat ini lebih berguna bagi Israel, melebihi Husni Laa Mubarak pada periode sebelumnya.
Ahmad Shafiq adalah Kepala Staf Angkatan Udara Mesir dan perdana mentri Mesir terakhir sebelum diktator Husni Laa Mubarak dilengserkan rakyat pada 2011. Sebagai kandidat terkuat presiden dari kalangan sekuler pro Barat, Shafiq bersaing dengan kandidat presiden dari kubu aktivis Islam, Muhammad Mursi. Keduanya akan mengikuti putaran kedua pemilihan presiden Mesir.
Yediot Ahronot memuji keberanian Shafiq yang terang-terangan bertekad akan mengunjungi Israel jika menjadi presiden Mesir dan ‘situasi’ menuntut kunjungan kenegaraan ke Israel. Sikap politik Shafiq dinilai lebih menguntungkan Israel daripada sikap Husni Laa Mubarak yang malu-malu melakukan kunjungan resmi ke Israel. Koran Israel itu mengajak rakyat Yahudi untuk mendukung Shafiq secara diam-diam. Dukungan terang-terangan justru akan berdampak negatip bagi suara Shafiq.
Ahmad Shafiq sendiri mendapat kecaman keras para ulama Mesir. Dalam wawancara dengan  stasiun CTV milik warga Kristen Koptik pada Selasa (29/5/2012), Shafiq menjanjikan akan mencantumkan ayat-ayat Injil dalam buku-buku pelajaran sekolah di Mesir. Jika ia gagal melakukan hal itu, ia berjanji akan menghapus ayat-ayat Al-Qur’an dari buku-buku pelajaran sekolah di Mesir.
Seorang ulama senior Mesir, syaikh Mahmud Hijazi, menyatakan Shafiq berbicara dalam keadaan mabuk dan tidak mengerti apa yang ia katakan. Menurut syaikh Hijazi, Shafiq harus diminta untuk bertaubat. Apabila tidak mau bertaubat, minimal ia divonis fasik dan rakyat Mesir haram memilihnya.
(muhib almajdi/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Media pro-Kolonialisme

item-thumbnail

Salah satu prinsip jurnalisme adalah media akan  menyediakan fakta tentang sebuah peristiwa kepada para pembaca. Tidak akan membuat penilaian dengan dirinya sendiri, karena itu adalah hak para pembaca atau pendengar. Tetapi benar-benar berbeda dalam kasus Afghanistan. Ada beberapa media mengeluarkan bertita, kebanyakan adalah berita palsu, dan membuat penilaian sendiri.
Pada dekade terakhir, peristiwa-peristiwa mengerikan yang terjadi, sering dan pada kenyataannya menunjukkan bahwa di dalam Afghanistan, pasukan penjajah dan antek-antek mereka adalah para pelanggar yang jelas atas Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam prakteknya, mereka tidak mengizinkan kebebasan berbicara. Tetapi media eksternal dan beberapa media internal tidak menunjukkan tindakan-tindakan bengis mereka. Sebaliknya, kita dapat mengatakan bahwa para penjajah Afghanistan mengunakan media hanya untuk mendistorsi kenyataan, untuk mengacaukan pemikiran masyarakat lokal dan masyarakat internasional, serta hanya untuk melawan perjuangan yang sedang berlangsung di Afghanistan.
Terkadang media mereka memberikan laporan-laporan yang tidak berdasarkan kenyataan di lapangan dan bahkan bertentangan dengan kepentingan nasional rakyat; Sebaliknya itu untuk tujuan militer dan politik dari pasukan penjajah. Berita-berita palsu ini berkali-kali diulang yang dalam pikiran mereka, orang-orang mulai mempercayainya. Pada saat yang sama, tragedi-tragedi Ghaziabad di provinsi Kunar, Zangabad di provinsi Kandahar, Azizabad di provinsi Herat dan Dahrawut di provinsi Rozgan, dimana ratusan anak-anak tak berdosa dan wanita-wanita tewas (syahid insya Allah) benar-benar diabaikan (beritanya -red).
Ketika rakyat Afghan keluar untuk membela Kitab Suci mereka, yaitu Al-Qur'anul Karim, dan puluhan mereka tewas (syahid insya Allah) oleh para boneka pemerintah Kabul, media-media itu tetap diam atau bahkan terkadang mereka memalsukan (membuat berita palsu -red) keterkaitan eksternal tentang ini.
Mereka (musuh) membunuh anak-anak yang sedang tertidur dan kemudian membakar mereka. Mereka menyiksa para tahanan di penjara-penjara dan membunuh mereka. Di jantung kota Kabul, rakyat Afghan ditahan di penjara-penjara pribadi. Mereka menodai kesucian jenazah para Syuhada' (insya Allah). Tetapi media pro-kolonialisme itu tidak menaruh pandangan sedikitpun terhadapnya, seolah buta dan tuli.
Penyiksaan mengerikan berkepanjangan terhadap para tahanan dan rakyat Afghan tak bersalah atas nama 'terorisme', tanpa pengadilan apapun di Bagram, Pulicharkhi, dan Guantanamo tidak dapat membangkitkan kesadaran mereka juga. Beberapa hari yang lalu di Gardacherai di provinsi Paktia, delapan anggota keluarga termasuk wanita dan anak-anak dibunuh (syahid insya Allah). Afghanistan yang berwajah suram adalah sebuah tempat ujian. Adanya ujian dan pukulan kemalangan membuktikkan kenyataan dari semua kepalsuan itu dan kepalsuan juara "HAM" yang membual selama ini tentang nasionalisme, kebudayaan nasional dan kebebasan berbicara.
Yang penting bagi mereka adalah untuk memalsukan berita dan menempatkannya di udara -  bahwa Taliban melawan sekolah-sekolah dan membakarnya. Mereka tidak menayangkan penolakan/bantahan dari Imarah Islam Afghansitan. Mereka ingin untuk menghubungkan jihad yang sedang berlangsung dengan orang-orang non-pribumi. Mereka tidak merasa malu untuk memanggil para pahlawan perlawanan (Mujahidin) yang sedang berlangsung sebagai Teroris. Prioritas mereka adalah untuk membenarkan kekajaman yang dilakukan oleh pasukan penjajah dan untuk membebaskan mereka dari tuduhan.
Mari kita katakan bahwa ada fakta yang ditemukan dan media independen yang tidak dapat dibeli dengan kekuatan kolonial dalam dekade terakhir ini yang tidak dapat dibeli dengan dolar (uang) juga tidak dapat menaklukkan mereka dengan kekuatan. Imarah Islam Afghanistan mengapresiasi peran mereka untuk agama ini (Islam), bangsa dan tanah tercinta ini.
Imarah Islam Afghanistan
Selasa, 08 Rajab 1433/29 Mei 2012
(siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Mujahidin Al-Shabaab menyerang konvoi presiden rezim Somalia

item-thumbnail

ResistNews - Mujahidin Al-Shabaab melancarkan beberapa serangan terkoordinasi antara kota Mogadishu dan distrik Afgoye baru-baru ini terhadap pasukan rezim Somalia (TFG) dan pasukan penjajah AMISOM.
Serangan menghantam konvoi presiden rezim TFG Sharif Sheikh Ahmed ketika konvoi lapis bajanya disergap di sebuah jalan antara Afgoye dan ibukota Mogadishu.
Namun dia dilaporkan selamat dari serangan tersebut tanpa cedera dan pasukan AMISOM mengklaim bahwa mereka juga selamat dari serangan pada hari Senin (28/5/2012) itu.
Sedikitnya, satu tentara TFG tewas dan empat lainnya luka-luka pada saat seorang pria bersenjata yang diduga kuat adalah Mujahidin Al-Shabaab menembaki kendaraan yang ditumpangi oleh presiden TFG itu dan para pengawalnya.
Sementara juru bicara Mujahidin Al-Shabaab, Syaikh Abdi Aziz Abu Musab, mengatakan bahwa Mujahidin telah menyebabkan banyak 'korban' terhadap pasukan TFG dan AMISOM dalam enam serangan terkoordinasi yang dilancarkan di daerah tersebut.
"Kami melancarkan serangan simultan terhadap pasukan Somalian dan Uni Afrika. Kemarin (28/5) Mujahidin kami melakukan enam serangan terhadap pasukan TFG dan AMISOM di beberapa lokasi antara kota Mogadishu dan Afgoye. Satu di Afgoye dan selama serangan-serangan tersebut, Mujahidin berhasil menyebabkan banyak 'korban' terhadap pasukan koalisi (Somalia dan Uni Afrika)," kata Abu Musab, dikutip Shabelle Media pada (29/5).
Belum jelas berapa 'korban' tewas dari pihak musuh dan Mujahidin Al-Shabaab belum mengeluarkan rincian dan pernyataan resmi terkait insiden itu.
Afgoye terletak 30 km dari barat laut Mogadishu, adalah salah benteng utama Mujahidin Al-Shabaab, dimana Mujahidin dapat dengan mudah mengakses jalan ke ibukota. (siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Capres IM: Mesir tak akan Jadi Negara Islam

item-thumbnail

ResistNews - Kandidat presiden Mesir dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi berusaha untuk menghilangkan ketakutan masyarakat akan diterapkannya Syariah (hukum Islam) jika dia terpilih sebagai presiden, Selasa (29/5). Ia juga menyatakan bahwa dirinya menyuarakan dukungan bagi hak-hak perempuan dan kebebasan berekspresi serta mengatakan Kristen Koptik akan menjadi mitra dalam membangun Mesir.
Mursi, yang bersiap menghadapi mantan Perdana Menteri era pemerintahan Hosni Mubarak, Ahmad Syafiq, dalam putaran kedua pemilihan presiden pada bulan Juni, mengatakan berkomitmen untuk adanya sistem checks and balances di mana kekuasaan dipisahkan.
“Kami ingin negara demokratis nasional dengan pemisahan kekuasaan,” katanya. Mursi juga menambahkan bahwa tujuan hal itu adalah untuk membangun Mesir yang bebas dan demokratis yang akan menikmati keadilan sosial.
Insinyur berpendidikan AS dan pimpinan Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslim itu mengatakan prioritasnya jika menjadi presiden adalah memulihkan keamanan dan ketertiban Mesir setelah 15 bulan kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan yang signifikan terhadap perekonomian sehingga menaikkan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Mursi juga mencari dukungan dari pemilih liberal yang frustrasi, yang menemukan diri mereka kalah setelah hasil pemilu putaran pertama. Pernyataan ini tampaknya merupakan konsesi besar dari seorang pemimpin Islam yang telah berjanji selama kampanyenya untuk memberlakukan Syariah Islam, yang mencakup aturan pakaian untuk perempuan.
Selain itu, Mursi juga berusaha meyakinkan warga Kristen Koptik di negara itu, yang mayoritas dari mereka dilaporkan akan memilih Syafiq di babak kedua pemilu. “Warga Koptik adalah mitra dalam bangsa dan mereka memiliki semua hak mereka,” kata Mursi.[] Republika.co.id
loading...
Read more »

Grasi Corby Peredaran Narkoba Makin Menggila

item-thumbnail

Al-Islam[Al Islam 609] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi lima tahun kepada Schapelle Leigh Corby (34 th) warga Australia narapidana narkoba di LP Kerobokan Bali. Corby dihukum 20 tahun karena terbukti menyelundupkan ganja seberat 4,2 kilogram ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional, Ngurah Rai, Bali pada 8 Oktober 2004. Pemberian grasi kepada Corby itu, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22/G Tahun 2012 tanggal 15 Mei 2012. Hukuman Corby pun berkurang dari 20 tahun penjara menjadi 15 tahun (180 bulan) penjara.
Corby sebelumnya juga telah mendapat sejumlah remisi (pengurangan masa menjalani pidana), totalnya 25 bulan (2 tahun 1 bulan). Dengan semua grasi dan remisi itu masa hukuman Corby menyusut dari vonis awal yang 20 tahun (240 bulan) menjadi 155 bulan (12 tahun 11 bulan).
Sesuai KUHP, seorang narapidana bisa mendapatkan pembebasan bersyarat (PB) setelah menjalani 2/3 masa hukumannya. Artinya, Corby bisa mendapat PB setelah menjalani hukuman 103 bulan. Saat ini Corby telah menjalani hukuman 91 bulan (7 tahun 7 bulan). Karena itu Corby mungkin menghirup udara bebas sekitar delapan bulan lagi.
Melemahkan Pemberantasan Narkoba
Meski Presiden memiliki hak memberikan grasi, tak sepantasnya hak itu digunakan untuk terpidana narkoba. Langkah itu justru menunjukkan pemerintah tidak konsisten. Sebab sebelumnya pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM membuat kebijakan pengetatan remisi bagi narapidana kasus terorisme, narkoba dan korupsi.
Grasi Corby itu membuka celah bagi keringanan hukuman bagi narapidana narkoba lainnya. Julian Mc Mahon pengacara the Bali Nine (julukan sembilan warga Australia yang tertangkap menyelundupkan 8,2 kg heroin pada 17 April 2005) seperti dikutip laman The Sydney Morning Herald (24/5) menilai, grasi Corby itu membuka celah baru untuk mengurangi masa tahanan kliennya. Menurutnya, Presiden SBY sebelumnya tegas tidak mau memberi grasi kepada pengedar narkoba, “sekarang dia memberi grasi. Ini menunjukkan fleksibilitas” (lihat, vivanews.com, 25/5).
Hukuman bagi pengedar narkoba masih dinilai ringan. Yang dihukum pun masih bisa mendapat remisi hingga beberapa kali. Bahkan yang divonis hukuman mati sekalipun bisa mendapat keringanan hukuman. Dari 57 terpidana mati kasus narkoba, Mabes Polri mendapati 7 (tujuh) diantaranya mendapatkan keringanan. Semua itu masih ditambah lagi dengan ketentuan pembebasan bersyarat jika telah menjalani 2/3 masa hukuman. Akhirnya, tak jarang narapidana cukup menjalani hukuman setengah dari masa hukuman vonis pengadilan.
Hukuman atas kejahatan narkoba yang tidak memberikan efek jera itu makin memperparah masalah. Jangankan membuat jera orang lain, orang yang sudah dihukum pun tidak jera. Disitulah terlihat pemberian grasi itu kontraproduktif. Wajar saja jika pemberian grasi itu dinilai bisa melemahkan pemberantasan narkoba.
Pemberantasan kejahatan narkoba mestinya digencarkan. Sebab Indonesia terus menjadi incaran sindikat narkoba sehingga jumlah kasus narkoba terus meningkat. Jumlah kasus yang ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2010 ada 61 kasus dengan 65 tersangka. Tahun 2011 naik menjadi 97 kasus narkoba dengan 159 tersangka. Uang yang beredar dari kejahatan narkoba pada tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp 48 triliun (lihat, kompas, 25/5). Sementara itu menurut Kalakhar BNN Komjen Pol Gories Mere sesuai data gabungan dengan Polri, jumlah kasus narkoba yang diungkap tahun 2011 sebanyak 26.560 dengan tersangka 32.876 orang (news.detik.com, 27/12/2011).
Mengerikannya, kejahatan narkoba bahkan juga mengancam anak-anak. Menurut data BNN, pada tahun 2011 terdapat 959 siswa SD yang mengonsumsi narkoba, meningkat dari tahun 2010 yang berjumlah 897 kasus. Sementara di kalangan siswa SMP mencapai 1.345 kasus dan siswa SMU sebanyak 3.187 pelajar (republika, 27/5).
Karena itu masyarakat pantas makin khawatir kejahatan narkoba akan makin menggila pasca keluarnya grasi untuk Corby. Apalagi, belum lama setelah pemberian grasi untuk Corby itu, BNN pada tanggal 28/5 mengumumkan telah membongkar sindikat penyelundupan 1.412.476 (hampir 1,5 juta) butir pil ekstasi di pelabuhan Tanjung Priok. Pada hari yang sama, petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai Bali menggagalkan upaya penyelundupan kokain seberat 4,791 kg (ditaksir nilainya hampir Rp 24 miliar) oleh seorang warga negara Inggris, Lindsay June Sandiford, 56 (lihat, mediaindonesia.com, 29/5).
Islam Membasmi Kejahatan Narkoba
Memberantas kejahatan narkoba harus dilakukan dengan membongkar landasan hidup masyarakat yang rusak dan menggantikannya dengan yang benar yaitu dengan menanamkan akidah Islam. Sehingga orang takut melakukan kejahatan karena takut akan siksa dan mengharap keridhaan Allah di akhirat. Berikutnya, negara wajib memupuk keimanan dan membina ketakwaan masyarakat. Kuncinya adalah penerapan sistem Islam secara total.
Ketika Sistem Islam diterapkan hanya orang yang pengaruh imannya lemah atau terpedaya oleh setan yang akan melakukan dosa atau kriminal, termasuk kejahatan narkoba. Jika pun demikian, maka peluang untuk itu dipersempit atau bahkan ditutup oleh Syariah Islam melalui penerapan sistem pidana dan sanksi dimana sanksi hukum bisa membuat jera dan mencegah dilakukannya kejahatan.
Islam melarang dan mengharamkan narkoba. Ummu Salamah menuturkan:
« نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ»
Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Mufattir adalah setiap zat relaksan atau zat penenang, yaitu yang kita kenal sebagai obat psikotropika. Al-‘Iraqi dan Ibn Taymiyah menukilkan adanya kesepakatan (ijmak) akan keharaman candu/ganja (lihat, Subulus Salam, iv/39, Dar Ihya’ Turats al-‘Arabi. 1379).
Mengkonsumsi narkoba apalagi memproduksi dan mengedarkannya merupakan dosa dan perbuatan kriminal yang termasuk jenis ta’zir, dimana bentuk, jenis dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau Qadhi. Sanksinya bisa dalam bentuk diekspos, penjara, denda, jilid bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat.
Dalam konteks hukuman ta’zir, saat kasus itu diproses maka Khalifah boleh meringankan hukuman bagi pelakunya bahkan memaafkannya. Rasul saw bersabda:
« أَقِيلُوا ذَوِي الْهَيْئَاتِ عَثَرَاتِهِمْ إلَّا الْحُدُودَ »
Ringankan hukuman orang yang tergelincir melakukan kesalahan kecuali hudud (HR Ahmad, Abu Dawud, al-Baihaqi, al-Bukhari di Adab al-Mufrad)
Maksud ‘aqâla ‘atsarah adalah membantu orang yang tergelincir melakukan kesalahan dengan memaafkan atau meringankan hukumannya. Dalam hal ini di Subulus Salam (hadits no 1174) dinyatakan, “seruan ini adalah untuk Imam sebab kepada imamlah diserahkan (penentuan sanksi) ta’zir sesuai keumuman wewenangnya. Maka imam wajib berijtihad dalam memilih yang paling baik karena hal itu berbeda-beda sesuai perbedaan tingkat masyarakat dan perbedaan kemaksiyatan.” Adapun Qadhi (Hakim) maka ia tidak boleh meringankan sanksi lebih dari apa yang diadopsi oleh Khalifah. Semua itu sebelum vonis dijatuhkan.
Sanksi yang ringan ini bisa diberikan kepada orang yang tergelincir hingga mengkonsumsi narkoba untuk pertama kalinya, selain bahwa ia harus diobati dan ikut program rehabilitasi. Bagi pecandu yang berulang-ulang mengkonsumsi narkoba, sanksinya bisa lebih berat lagi, tentu selain harus menjalani pengobatan dan ikut program rehabilitasi. Sedangkan bagi pengedar narkoba, tentu mereka tidak layak mendapat keringanan hukuman, sebab selain melakukan kejahatan narkoba ini, mereka juga melakukan kejahatan membahayakan masyarakat. Bahkan demi kemaslahatan umat, maka para pengedar narkoba harus dijatuhi hukuman yang berat, bisa sampai hukuman mati sehingga menimbulkan efek jera.
Adapun jika vonis telah dijatuhkan, syaikh Abdurrahman al-Maliki di dalam Nizhâm al-‘Uqûbât (hal. 110, Darul Ummah, cet. Ii. 1990) menyatakan, pemaafan atau pengurangan hukuman oleh Imam itu tidak boleh. Beliau menyatakan, “sedangkan untuk ta’zir dan mukhalafat, karena vonis Qadhi itu jika telah ditetapkan maka telah mengikat seluruh kaum muslim sehingga tidak boleh dibatalkan, dihapus, dirubah atau diringankan ataupun yang lain, selama vonis itu masih berada dalam koridor syariah. Sebab hukum itu ketika sudah ducapkan oleh Qadhi maka tidak bisa diangkat sama sekali, sementara pemaafan itu adalah pembatalan vonis (sebagian atau total) dan karena itu tidak boleh’.
Pelaksanaan hukuman yang dijatuhkan itu harus dilakukan secepatnya, tanpa jeda waktu lama dari waktu kejahatan dan dijatuhkannya vonis. Pelaksanaannya hendaknya diketahui atau bahkan disaksikan oleh masyarakat seperti dalam had zina (lihat QS an-Nur[24]: 2). Sehingga masyarakat paham bahwa itu adalah sanksi atas kejatahan tersebut dan merasa ngeri. Dengan begitu setiap orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan serupa. Maka dengan itu kejahatan penyalahgunaan narkoba akan bisa diselesaikan tuntas melalui penerapan syariah Islam.
Wahai Kaum Muslim
Pemberantasan kejahatan narkoba hampir mustahil diharapkan bisa dilakukan dalam sistem saat ini. Pemberian grasi untuk Corby adalah buktinya. Itu artinya, kejahatan narkoba akan terus mengancam masyarakat khususnya generasi muda harapan umat.
Kejahatan narkoba itu hanya bisa dibasmi ketika syariah Islam diterapkan secara total dan sempurna dalam institusi negara. Untuk mewujudkan mimpi masyarakat bebas narkoba dan sebagai bukti keimanan kita, saatnya melipatgandakan perjuangan untuk menerapkan syariah dalam bingkai al-Khilafah ar-Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []
Komentar:
Sengketa lahan yang dapat berujung ada konflik sosial, bukan persoalan baru. Namun sengketa itu cenderung dibiarkan, tanpa penyelesaian yang berarti. Rakyat tetap tersisihkan. (Kompas, 29/5)
  1. Sebab mendasarnya adalah penerapan sistem kapitalisme demokrasi. Kepentingan kapitalis dan modal lebih diutamakan.
  2. Selama sistem ini masih diterapkan, sengketa lahan sulit diselesaikan dan rakyat akan tetap tersisihkan.
  3. Sengketa lahan hanya bisa diselesaikan dengan penerapan Syariah Islam secara total dan sempurna khususnya hukum syara’ tentang pertanahan. Wujudkan keadilan melalui penarapan syariah dalam bingkai al-Khilafah.
loading...
Read more »

HTI Mengecam Penangkapan Jurubicara HT Pakistan

Maktab I’lamiy Hizbut Tahrir Indonesia
NO: 226/05/12
29 Mei 2012/8 Rajab 1433 H

PERNYATAAN

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“MENGECAM PENANGKAPAN JURUBICARA HT PAKISTAN”

Pada hari Jumat 2 minggu lalu, sejumlah agen rahasia Pakistan yang berpakaian preman menangkap Naveed Butt, Juru Bicara Hizbut Tahrir Pakistan, di depan anak-anaknya yang masih kecil, dalam perjalanan kembali ke rumah dengan anak-anaknya itu dari sekolah. Mereka membawa Naveed Butt dengan paksa dan meninggalkan anak-anaknya di jalan begitu saja.
Ini merupakan kejadian terakhir dari serangkaian penculikan dan penangkapan syabab Hizbut Tahrir Pakistan yang dilakukan oleh lembaga yang dipimpin oleh Jenderal Kiyani. Tak dapat disangkal, Jenderal Kiyani melakukan hal itu karena geram melihat Hizbut Tahrir Pakistan yang terus menerus mengungkap jati dirinya  sebagai boneka Amerika Serikat (AS) atas kasus Raymond Davis, serangan AS di Abbotobad, pemecatan sejumlah perwira militer angkatan bersenjata yang berani menantang persekongkolan Kiyani dengan AS, serangan NATO atas pos pemeriksaan Salala, pembukaan kembali jalur pasokan bagi pasukan NATO di Afghanistan dan usaha yang ia lakukan dengan darah para pemuda di Siachen untuk menundukkan Pakistan atas India atas nama “normalisasi.”
Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia pada hari Kamis, 31 Mei 2012, ini melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, dan menyatakan:
1.    Mengecam penangkapan Jubir HT Pakistan, Naveed Butt, sebagai tindakan biadab dan tidak punya dasar hukum sama sekali. Naveed Butt adalah seorang aktifis dakwah dan pejuang Islam. Bukan seorang kriminal. Tidak ada catatan sedikitpun, ia telah melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu, Naveed Butt harus segera dibebaskan tanpa syarat.
2.    Mendesak  Jenderal Kiyani dan para tiran lainnya untuk menghentikan persekongkolannya dengan AS, yang memerintahkan untuk berkhianat, melawan perintah Allah dan Rasul-Nya dan menindas orang-orang beriman. Jenderal Kiyani dan  para tiran serta boneka AS lain harus tahu bahwa persekongkolan mereka itu akan berakhir dengan kehinaan dan kesia-siaan, serta tidak akan bisa mencegah derasnya kekuatan barisan umat yang tengah berjuang bagi tegaknya Islam dan Khilafah.
3.    Menyerukan para ahlun nushrah dan ahlul quwwah dalam angkatan bersenjata Pakistan untuk menunjukkan loyalitasnya hanya kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada umat Islam dan   perjuangan bagi tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin, bukan kepada orang-orang kafir dan para pejabat yang menjadi antek asing. Janganlah sekali-kali mengandalkan kesetiaan kepada Barat karena hal itu akan menjerumuskan pada jurang kehinaan. Raihlah keridhaan Allah SWT semata. Sekaranglah saatnya untuk memberikan nusrah (pertolongan) bagi Hizbut Tahrir untuk mendirikan Khilafah, yang akan menegakkan syariah secara kaffah, menghentikan para pengkhianat dan menghukum siapa saja yang telah melakukan pengkhianatan dan kejahatan. Ingatlah akan firman Allah SWT:” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, “[QS Ibrahim 42].
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com
loading...
Read more »

Pemilik Situs Wikileaks Bertanya Tentang Penyatuan Masyarakat Muslim Dalam Khilafah Islam

item-thumbnail

ResistNews - Pada episode kelima program “The World Tomorrow” di TV Russia Today, yang dipublikasikan pada 15/05/2012; acara yang dipandu oleh Julian Assange pemilik situs WikiLeaks ini, melakukan wawancara dengan dua orang Muslim, yaitu Moazzam Begg mantan tahanan di penjara Guantanamo, dan seorang pengacara Asim Qureshi.

Pemilik situs WikiLeaks bertanya pada salah satu dari keduanya: “Apa pendapat Anda tentang keinginan penyatuan masyarakat Muslim dalam Khilafah Islam?” Yang pertama menjawab: “Saya yakin bahwa banyak kaum Muslim secara umum yang setuju dengan konsep penyatuan kaum Muslim dan penegakkan Khilafah. Dan ini merupakan sikap radikal yang senantiasa dipegang teguh masyarakat.”

Ketika Assange bertanya tentang sistem apakah yang ideal menurut Anda? Yang kedua menjawab: “Akan tetapi seperti yang Anda tahu bahwa ini adalah pendapat pribadi saya, dimana saya yakin ketakutan terbesar yang Anda lihat adalah ketika mereka berbicara tentang sistem Islam dan Khilafah, maka semua menjadi ketakutan.”

Namun dalam realitasnya, seperti apa bentuk sistem itu? Apakah hal itu berupa penyatuan negeri-negeri yang berbahasa Arab? Sementara di Eropa, kami memiliki lima puluh bahasa yang berbeda, dimana masyarakat mencoba untuk menyatukan dan menghapus egoisme negara-negara, sehingga mereka memiliki kesatuan mata uang bersama, dan sebagainya.

Yang kedua menambahkan ketika menjawab tentang masalah bahasa: “Sungguh telah berlangsung penanaman nasionalisme yang datang setelah salah satu dari mereka membuat rancangan peta Afrika. Kemuadian ia mengatakan Anda Libya, Anda Aljazair, serta Anda anu dan anu. Apabila bangsa Arab dapat kembali pada konteks era modern, dengan kondisinya yang sekarang, menuju semacam kesatuan, maka hal ini akan memberi mereka kekuatan besar. Dan saya yakin hal inilah yang merupakan sumber keprihatinan di Barat, bahwa akan timbuh kekuatan lain di bagian selatan Eropa. Sedang Barat tidak suka hal itu terjadi. Namun saya yakin bahwa semua itu akan terjadi.”

Yang kedua menjawab terkait mekanisme penerapan syariah Islam: “Tidak ada dari kita yang memenuhi syarat untuk berbicara tentang metode itu, yang di dalamnya semua perkara perlu dibahas, yakni mekanisme pendirian negara, dan penyusunan konstitusinya, sebab tidak ada satu negarapun yang menerapkan syariah sejak runtuhnya Khilafah Islam.”

Sehungguhnya hal penting dalam wawancara itu, dan yang perlu diperhatikan bahwa pemilik  situs WikiLeaks ini adalah orang Barat yang jauh dari Islam dan kaum Muslim. Namun, ia menyadari bahwa masyarakat Muslim benar-benar menginginkan persatuan dalam naungan Khilafah Islam. Ia juga menyadari bahwa Khilafah itulah yang akan menyatukan mereka. Sehingga ia menanyakan kepada dua orang Muslim tentang bagaimana mekanisme mendirikan Khilafah, bagaimana membangun persatuan masyarakat Muslim, dan bagaimana mekanisme penerapan sistem Islam dalam naungan Khilafah. Semua ini menegaskan bahwa Barat dan Rusia menyadari betul keinginan kaum Muslim untuk bersatu di bawah naungan Khilafah. Dan bedirinya Khilafah sungguh sudah sangat dekat sekali.

Barat, termasuk para tokoh-tokoh pemikir, peneliti dan politisinya menyadari betul bahwa ada partai, yaitu Hizbut Tahrir yang benar-benar telah menyusun rencana dan mekanisme untuk mendirikan Khilafah dan menerapkan sistem Islam di bawah naungan Khilafah, serta mekanisme untuk menyatukan masyarakat Muslim. Dan Hizbut Tahrir telah menyeru pada semua itu sejak enam puluh tahun yang lalu. Namun dalam hal ini, mereka ingin tahu sejauh mana kesadaran kaum Muslim terkait persoalan ini, dan sejauh mana interaksi mereka dengan Hizbut Tahrir, kemudian mereka akan membuat kesimpulan yang menegaskan bahwa mayoritas kaum Muslim sangat merindukan dan menginginkan tegaknya Khilafah, sekalipun belum ada kesadaran umum pada mereka atas persoalan ini[] bj/mediaumat
loading...
Read more »

AS Ingin Angkatan Laut yang Kuat di Asia?

item-thumbnail
Kapal induk AS USS Abraham LincolnResistNews - Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, menekankan pentingnya keberadaan Angkatan Laut AS yang kuat di Asia. Namun, dia melanjutkan bahwa menjalin hubungan yang baik dengan China juga menjadi prioritas bagi kepentingan keamanan AS.

Menurut stasiun berita BBC, penilaian Panetta itu disampaikan dalam acara wisuda Akademi Angkatan Laut AS di Annapolis pada Selasa waktu setempat. Pada hari ini Panetta memulai kunjungan ke sejumlah negara Asia, yaitu Vietnam, India, dan Singapura.

Kepada para lulusan Akademi Angkatan Laut, Panetta menyatakan bahwa masa depan AS tergantung pada berlangsungnya keamanan di penjuru kawasan Pasifik Barat dan Samudera Hindia. Maka ini perlu didukung Angkatan Laut yang kuat di kawasan itu. "Amerika adalah bangsa maritim dan kita akan kembali kepada akar kemaritiman," kata Panetta.

Maka, AS harus memperkuat hubungan dengan para sekutunya di kawasan itu, seperti Jepang, Korea Selatan, Australia dan Filipina serta mempererat kemitraan dengan negara-negara di Asia Tenggara.

"Salah satu proyek kunci yang harus dihadapi oleh generasi kalian adalah mempertahankan dan meningkatkan kekuatan Amerika di penjuru kawasan maritim di Asia Pasifik," kata Panetta kepada para wisudawan.

Dia juga mengatakan perlunya menjalin hubungan yang lebih kuat dengan China, walaupun militer negara itu tengah "bertumbuh dan kian moderen." Membangun era baru kerjasama militer dengan China sangat bagi AS agar "kedua negara bisa berbagi beban keamanan dalam rangka mendorong perdamaian di Asia Pasifik dan juga penjuru dunia."

Panetta, yang pernah memimpin badan intelijen CIA, juga mengungkapkan bakal mengunjungi China akhir 2012. Ini akan menjadi kunjungan dia sebagai menteri pertahanan AS. (umi/viva)

komentar: no free lunch, tidak ada makan gratis apa pun yg dilakukan Amerika Serikat dgn sepak terjangnya. Sekalipun untuk meningkatkan keamanan di kawasan Asia, di balik itu Amerika Serikat hendak memantau kapasitas kekuatan negara saingannya.
loading...
Read more »

Tragedi Houla, RI Kirim 16 Perwira ke Suriah

item-thumbnail
Pemakaman massal korban pembantaian di Kota Houla SuriahResistNews - Tragedi pembantaian warga sipil di Houla, Suriah, menjadi perhatian dunia. Perserikatan Bangsa-bangsa mengirimkan tim peninjau. Indonesia juga turut serta dalam misi PBB tersebut.

"Kita juga bagian dari tim peninjau PBB, saat ini ada 16 perwira kita baik dari kepolisian atau TNI yang bertugas sebagai observer masalah Suriah," kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa di Gedung DPR, Rabu 30 Mei 2012.

Marty menegaskan, Indonesia mengutuk keras aksi pembantaian yang diduga dilakukan rezim Bashar al-Assad itu. "Tentu kita mengikuti dengan seksama dan mengecam keras aksi pembantaian yang terjadi beberapa waktu terakhir ini," kata dia.

"Dan kita secara konsisten meminta pemerintah Suriah menghentikan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak berdosa, bukan hanya mengimbau dan menuntut, kami kira membutuhkan dialog," tambah Marti.

Sebelumnya, sejumlah negara telah mengusir diplomat Suriah sebagai buntut pembantaian itu. Pada Selasa 29 Mei 2012, melaporkan pemerintah Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Kanada dan Australia telah mengumumkan pengusiran diplomat Suriah.

Dugaan pembantaian itu terjadi pada Jumat pekan lalu. Setidaknya 108 orang --34 di antaranya anak-anak--- tewas. Sekitar 300 lainnya terluka. Sebagian besar korban dilaporkan tewas karena ditembak maupun ditusuk.

Pemimpin Suriah menolak tudingan pembantaian ini. Mereka balik menuding pembantaian dilakukan oleh pemberontak untuk menggagalkan proses perdamaian dan memancing intervensi kekuatan Barat.

Sementara itu, Kofi Annan, utusan PBB dan Liga Arab, bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Selasa pagi. Dalam pertemuan itu, Annan menyampaikan keprihatinan komunitas internasional terhadap kekerasan di Suriah, khususnya tragedi di Houla. (umi/viva)
loading...
Read more »

Bank Dunia Dorong DKI Terbitkan Surat Utang?

item-thumbnail
Balaikota JakartaResistNews - Bank Dunia melalui perusahaan pemeringkat terbesar di Indonesia yang ditunjuknya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA+ kepada Provinsi DKI Jakarta dengan outlook stable.
Peringkat ini menggambarkan pertumbuhan ekonomi Ibukota yang tinggi, serta penerimaan asli daerah dan posisi likuidasi keuangan daerah yang tinggi.

Kini, rencana Pemerintah Jakarta menerbitkan surat utang atau obligasi daerah dapat segera terwujud karena hasil peringkat kredit atau rating AA+ ini. Bila hal itu terjadi, Jakarta merupakan daaerah penerbit obligasi pertama di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menuturkan, penugasan pemeringkatan atas Provinsi DKI Jakarta dibiayai sepenuhnya Bank Dunia sebagai bantuan bagi Indonesia untuk mendukung pemerintah daerah yang memerlukan sumber pendanaan pembangunan sehingga dapat memiliki akses terhadap kredit dan menjamin independensi dari hasil pemeringkatan.

Dalam melakukan pemeringkatan ini, Pefindo melakukan analisa terhadap tujuh elemen utama. Antara lain ekonomi, fleksibilitas anggaran, kinerja anggaran, posisi likuiditas, posisi utang, kewajiban bersyarat serta pengelolaan keuangan.

"Dalam penilaian atas pengelolaan keuangan DKI Jakarta, metodologi pemeringkatan mencakup penganggaran, investasi jangka panjang dan perencanaan keuangan, transparansi atas laporan keuangan, pengelolaan penerimaan dan pengeluaran, pengelolaan dana cadangan dan utang daerah, pengelolaan atas BUMD serta pengelolaan resiko eksternal," kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu 30 Mei 2012.

Namun, ia mengaku bahwa peringkat tinggi ini masih dibatasi dengan tingginya kebutuhan investasi untuk infrastruktur, kurangnya sistem pengelolaan hutan akibat belum adanya Debt Management Unit (DMU).
Obligor yang memiliki peringkat AA, lanjut Fauzi, dinilai memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, dibandingkan obligor Indonesia lainnya. Sedangkan tanda + menunjukkan peringkat yang diberikan relatif kuat akan berdampak positif terhadap DKI Jakarta yang berencana menerbitkan obligasi daerah di tahun ini.

"Dengan hasil pemeringkatan AA+ stable, serta didukung rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan persetujuan dari Kementerian Keuangan, DKI siap untuk menerbitkan obligasi daerah yang merupakan penerbitan obligasi daerah pertama di Indonesia," tutur Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI, Sukri Bey menambahkan, penyelenggaraan keuangan daerah DKI Jakarta telah diaudit dua lembaga yaitu Badan Pemeriksa Keuangan dan Perfindo. Pada 2009, dari hasil pemeriksaan lembaga Standard and Poors, Jakarta setara dengan Kota Istanbul dan Budaphest.

"Nah, ketika kami ingin diaudit lagi, maka harus menggunakan lembaga rating resmi yang ditunjuk Bank Dunia. Akhirnya, Bank Dunia menunjuk Perfindo," kata Sukri.

Menurutnya, beberapa hal yang diaudit untuk peringkat atau rating ini adalah performan, atau kinerja keseluruhan. Ternyata, hasil audit Perfindo cukup baik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor kepada Pemprov DKI Jakarta saat mengeluarkan obligasi daerah.

"Artinya, investasi bisa terus meningkat dengan pemeringkatan yang baik ini. Kepercayaan investor dalam dan luar negeri sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota Jakarta," ujarnya.
Sebagai contoh, Sukri menjelaskan, proyek Mass Rapid Transit. Karena Jakarta dinilai baik dalam keduanya, maka diberikan bantuan pinjaman dari Jepang. "Jadi, kalau tanpa kepercayaan, mana mau orang kasih pinjaman begitu besar jumlahnya kepada kami," tuturnya. (asp/viva)
loading...
Read more »

'Pembunuh Sadis' Ini Menewaskan 300 Ribu Orang Tiap Tahun

item-thumbnail
'Pembunuh Sadis' Ini Menewaskan 300 Ribu Orang Tiap Tahun
ResistNews - Siapakah pembunuh sadis itu? Pembunuh itu bernama rokok. Tanpa tanggung, mesin pembunuh itu diperkirakan telah menyebabkan kematian 300 ribu orang per tahun di Indonesia sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik. "Lebih dari 80 perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng.

Rokok yang tiap batangnya mengandung lebih dari 4.000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit dimana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, infertilitas pria dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi.
Prevalensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah data Riskesdas tahun 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen namun perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP merokok.
Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995, jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja perempuan meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan.
Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada 1995 menjadi 426.214 anak pada 2007.
Pemerintah, disebut Ekowati telah mengeluarkan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia antara lain melalui UU No.36/2009 tentang Kesehatan. "Di UU Kesehatan, pasal 113 mengatur mengenai pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif dan pasal 114 tentang peringatan kesehatan dan pasal 115 mengenai kawasan tanpa rokok," kata Ekowati merinci.
Namun, peraturan pemerintah pendukungnya yaitu RPP Pengendalian Dampak Produk Tembakau yang telah dibahas sejak munculnya UU tersebut hingga kini belum juga disahkan oleh Presiden.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Asril Rusli sebelumnya mengatakan RPP tersebut telah selesai pembahasannya dan tinggal menunggu disahkan, bahkan telah diagendakan dalam rapat terbatas kabinet dengan presiden namun belum juga disahkan. (republika)
loading...
Read more »

Kuburan Palsu Yahudi Merambah Yafa Dan Haifa

item-thumbnail
ResistNews - Pengamat Al-Quds, Jamal Amru menyebutkan bahwa Israel menerapkan kebijakan terpadu untuk menghapus eksistensi Palestina, lewat pelanggaran terhadap kuburan Islam dan menanam kuburan palsu yahudi di pelosok Al-Quds.

Dalam keterangannya kepada Quds Press, Amru menyatakan, penjajah Israel tidak cukup dengan menanam kuburan palsu di Al-Quds, bahkan menerapkan kebijakan yang sama di Palestina 48, terutama di kota Yafa dan Haifa, dimana perluasana kuburan yahudi berlangsung setiap hari untuk menetapkan eksistensi sejarah yahudi di kawasan.

Kebijakan yahudi tersebut dibarengi dengan penggusuran pemakaman Islam, seperti yang terjadi pada pemakaman Ma’manillah dan pemakaman Beersheba serta pemakaman Umm Rass. Pemakaman tersebut digusur permanen dan dibangun di atasnya Pusat Perdamaian Peres, serta Museum Toleransi di Timur Tengah, hal ini berbarengan dengan penanaman kuburan palsu yahudi.

Disebutkan bahwa Israel sengaja menanam kuburan palsu di kawasan strategis seperti di jalan menuju Masjidil Aqsha, padahal Kekhilafahan Usmaniyah dahulu memberikan sebidang tanah guna pemakaman yahudi dengan syarat harus dihilangkan setelah 99 tahun.

Pengamat Palestina ini menjelaskan bahwa sejumlah lembaga di Al-Quds berhasil mengungkap kuburan palsu yahudi ini yang hanya galian kemudian ditaruh semen tanpa adanya jasad maupun tulang-belulang manusia, kuburan ini dibangun di waktu malam secara rahasia. (qm/infopalestina)
loading...
Read more »

Australia Usir Dua Diplomat Suriah Terkait Pembantaian di Houla

item-thumbnail
ResistNews - Australia Selasa ini (29/5) mengusir dua diplomat Suriah dalam menanggapi pembantaian di Houla yang menewaskan lebih dari 100 orang, di mana Menteri Luar Negeri Bob Carr mengatakan ia berharap negara-negara lain mengikuti langkah Australia.

Kuasa usaha Suriah Jawdat Ali diberitahu tentang keputusan Carr untuk mengusir dia dan seorang diplomat lainnya dalam waktu 72 jam, sehari setelah ia dipanggil untuk bertemu dengan pejabat Australia terkait atas pembantaian yang memicu kecaman global.

"Pemerintah Suriah tidak bisa mengharapkan keterlibatan resmi lebih lanjut dengan Australia sampai mematuhi gencatan senjata PBB dan mengambil langkah aktif untuk menerapkan rencana perdamaian yang telah disepakati dengan Utusan Khusus PBB Kofi Annan," kata Carr.

"Pembantaian lebih dari 100 pria, wanita dan anak di Houla adalah kejahatan mengerikan dan sangat brutal."

Carr mengatakan Ali disarankan untuk menyampaikan pesan yang jelas ke Damaskus bahwa "Australia terkejut dengan pembantaian ini dan Australia akan mengejar respon internasional yang terpadu untuk menahan mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian."

Dia mengatakan Australia mengambil tindakan bersama dengan negara-negara lain di seluruh dunia dan ia berharap pengumuman serupa akan dilakukan di ibukota negara lainnya segera.(fq/afp/eramuslim)
loading...
Read more »

Ulama Saudi Hadiahkan 450 Ribu Dolar Bagi yang Bisa Membunuh Bashar Assad

item-thumbnail
ResistNews - Seorang Ulama Islam terkemuka Saudi telah mengumumkan bahwa dirinya menawarkan hadiah sebesar 450 ribu dolar bagi orang yang bisa membunuh Presiden Suriah Bashar Al Assad, yang ia cap sebagai pembunuh.
Syaikh Ali Al Rubai mengatakan ia akan memberikan penghargaan untuk setiap orang yang berhasil membunuh pemimpin Suriah menyusul pembantaian yang dilakukan oleh loyalis Assad di lingkungan Houla di pusat kota Homs pekan lalu. Lebih dari 100 warga sipil, termasuk banyak anak-anak tewas dalam pembantaian itu.
"Kami mengumumkan hadiah sebesar 450 ribu dolar untuk setiap orang yang bisa memenggal kepala Bashar Al Assad sang pembunuh, pelaku pembantaian terhadap perempuan dan anak-anak yang mengerikan," katanya di halaman Twitter-nya, menurut surat kabar Arab Saudi Ajem.
Ulama Saudi, menggemakan kebijakan resmi negara mereka, yang menyerang Assad dan menyerukan kematiannya. Banyak dari mereka menggambarkan pemberontakan rakyat melawan rezim Suriah sebagai Jihad (perjuangan suci).(fq/emi24/eramuslim)
loading...
Read more »

Menanggapi Grasi Corby, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir: Australia Intervensi Indonesia

item-thumbnail

ResistNews - Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menanggapi grasi yang diberikan kepada tahanan kasus narkotika Schapelle Corby oleh Presiden SBY sebagai intervensi Australia terhadap Indonesia.“Jelas hal ini ada intervensi Asing,” ujarnya .
Hal ini jelas sekali, sebab seperti pengalaman Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dahulu saat di Cipinang. Australi sampai mengirim kedutaannya ke tahanan untuk membatalkan remisi yang di dapatkan oleh Ustadz Abu. “Pernah dikasih remisi istimewa 4 bulan, malah Australi marah dan membatalkan remisi tersebut,” ungkapnya.
Intervensi terhadap hukuman tersebut, menurut Ustadz Abu juga pernah di lakukan oleh Amerika. “Hukuman sayakan diturunkan 9 tahun, Ansyad Mbay ketua BNPT antek Amerika ini tidak senang, lalu dia kerja sama dengan Amerika hingga Amerika mengelurkan isu, kalau saya sebagai teroris,” tuturnya.
Ia melanjutkan setelah ada isu tersebut beberapa hari kemudian diumumkan lagi hukuman penahanannya naik 19 tahun. “Isu itu berkembang hukuman saya naik lagi 19 tahun dan sampai sekarang belum ada surat resminya hanya pengumuman tok saja, jadi jelas ini ada kerja sama,” terangnya.
Perbedaan pemerintah menyikapi hukuman antara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Corby. Menurut Ustadz Abu sebagai persoalan politik. “Masalah saya ini masalah politik karena saya ini memang musuh negara. Saya menuntut perubahan sistem negara menjadi Syariat Islam dan Khilafah. Inilah yang di anggap thogut itu saya keras. Oleh karena itu hukuman saya ini bukan masalah kejahatan tapi masalah politik,” paparnya.
“Memang rezim Yudhoyono ini sangat taat pada Amerika dan Australi,” imbuhnya.[] (mediaumat/fm)
loading...
Read more »

Tolak Toleransi untuk Corby

item-thumbnail

http://muslimdaily.net/file/corby_sby.jpgOleh Anjar Rositawati
(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir)
Nama Schapelle Corby (34) pernah menghebohkan Tanah Air karena kedapatan membawa mariyuana atau ganja dari negeri asalnya, Australia, sebanyak 4 kg. Ia ditangkap di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali pada 8 Oktober 2004 lalu. Pengadilan Negeri Denpasar memvonis 20 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan.
Entah ada angin apa, tiba-tiba Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, memberikan grasi berupa pengurangan hukuman selama lima tahun untuk ratu mariyuana ini. Usut punya usut, usulan grasi ini muncul dari Kementrian Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin.  Pertimbangannya, ada perlakuan timbal balik terhadap warga negara Indonesia yang sedang ditahan di rumah-rumah tahanan atau penjara Australia (detikNews, 24/04/2012).
Namun, pengurangan hukuman ini terasa istimewa. Apalagi lamanya mencapai lima tahun, grasi terbanyak yang belum pernah diberikan kepada warga negara Indonesia sekalipun. “Ini malah diberikan kepada ratu mariyuana dari negeri asing,” kata Pramono Anung, wakil ketua DPR RI (Metrotvnews.com, 23/05/2012). Lantas ada apa di balik grasi ini?
Ditekan Australia?
Ada beberapa pertimbangan kenapa grasi diberikan kepada Corby. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, grasi merupakan sistem hukum yang sah di Indonesia. Kedua, Corby ‘hanya’ membawa ganja, bukan jenis narkoba lain seperti heroin dan ekstasi. Jumlahnya pun  tidak sampai puluhan kilo atau ratusan kilo seperti yang biasa ditangkap polisi yang bisa sampai ton-tonan. “Jadi, beberapa kilo ganja diganjar puluhan tahun, sementara di negara tertentu tidak terjadi kriminalisasi terhadap ganja,” terangnya (detiknews, 22/05/2012).
Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil menyarankan presiden untuk meninjau kembali grasi untuk Corby. “Bukan semata-mata karena kemanusiaan dan agar pemerintah Australia akan melakukan hal yang sama terhadap para nelayan Indonesia yang divonis pengadilan Australia akibat kasus traficking,” terangnya (tribunnews.com, 26/04/2012).
Banyak yang menduga, ada deal-deal politik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia terkait grasi Corby. Seperti diketahui, pemerintah Australia tidak pernah diam bila ada warganya yang terlibat konflik atau sedang mendapat konflik di negara lain. Termasuk kasus Corby.
Hikmahanto Juwana, pakar hukum internasional menengarai, ada tekanan dari pemerintah Australia terhadap Presiden SBY. “Presiden SBY tidak boleh terlihat lemah di mata publik Indonesia setelah mengabulkan grasi 5 tahun kepada Schapelle Corby. Ini mengingat publik Indonesia tahu bahwa Australia sudah menekan pemerintah Indonesia sejak lama untuk mengupayakan perlindungan bagi Corby,” (detikcom, Selasa 22/05/2012)
Pemerintah seharusnya bersikap lebih hati-hati dalam memberikan grasi kepada para penjahat narkoba. Mengingat, kasus peredaran narkoba bukanlah perkara biasa, melainkan perkara yang harus diberikan hukuman  berat karena mengancam kehidupan manusia umumnya, dan kehidupan generasi muda khususnya.
Sebagai pelaku narkoba Corby pantas mendapatkan hukuman yang berat, tetapi malah diberikan keringanan. Grasi untuk Corby akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Terlebih lagi ia adalah warga asing, Australia. Padahal banyak warga asing lainnya yang mengalami hal serupa tapi tidak mendapatkan grasi tersebut. Demikian pula, warga Indonesia banyak yang tersandung kasus narkoba. Apa jadinya jika para pengedar narkoba rame-rame menuntut keringanan hukuman?
Merusak Generasi
Semua sepakat, narkoba adalah barang memabukkan walaupun bukanlah minuman keras. Sifatnya yang bisa membuat si pemakai tidak sadar diri, menutupi akal sehingga tidak menyadari semua perbuatan yang dilakukannya. Karena sifatnya itulah narkoba termasuk ke dalam khamr. Seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah saw, bahwa “Setiap zat yang memabukkan itu khamr, dan setiap zat yang memabukkan itu haram” (HR.Bukhari dan Muslim).
Pada hadist lain juga disebutkan bahwa “Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dari penjelasan hadist ini dapat dipahami bahwa khamr dan narkoba adalah zat yang memabukkan, banyak maupun sedikit. Islam tidak hanya melarang dalam pengkonsumsiannya saja, tetapi juga yang berkaitan dengan pengadaan dan pihak yang mengadakannya.
Dalam hadist Rasulullah saw dijelaskan ada 10 golongan yang dilaknat terkait dengan khamr, yaitu orang yang (1) memeras/pembuat, (2) minta diperaskan, (3) meminum/mengkonsumsi, (4) membawakan, (5) minta dibawakan, (6) memberi minum dengannya, (7) menjual, (8) makan hasil penjualannya, (9) membeli, (10) yang dibelikan (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Di dalam Islam hukuman bagi pelaku jarimah (kejahatan) sangat jelas.
Seseorang yang meminum minuman keras atau khamr dan yang berkaitan dengannya termasuk ke dalam kategori jarimah juga. Pada masa keKhailfahan Umar bin Abdul Aziz, seseorang yang melakukan kejahatan dengan  meminum khamr dikenakan hukuman  40 sampai 80 kali cambuk. Lalu bagaimana hukuman untuk pengguna atau pengedar narkoba yang jelas sekali hukumnya seperti khamr, bahkan sejatinya lebih berbahaya dan merusak dari khamr? Jangankan dihukum dera atau cambuk sebanyak 80 kali, dikenakan hukuman penjara saja masih dikurangi pula. Inilah hukum yang bukan berasal dari Allah SWT, sebagai Sang Khaliq tentu Allah yang lebih mengetahui seperti apa dan bagaimana manusia itu. Bila kita mau kembali memakai hukum-hukum Allah dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam bermasyarakat dan bernegara, tentu keadilan dan ketentraman yang akan dirasakan.
Bukan seperti hukum yang diterapkan saat ini, yakni hukum buatan manusia, yang selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kepentingan dan kemaslahatan dirinya. Hukum yang seharusnya membuat pelaku kejahatan kapok dan insyaf,  malah dibuat ringan dan enak. Karena itu, tolak toleransi untuk Corby!(*)
loading...
Read more »

Mujahidin IIA (Taliban) membantah berada dibalik insiden keracunan di sekolah-sekolah putri di Afghanistan

item-thumbnail

ResistNews - Sekolah-sekolah putri di Afghanistan, sering diserang oleh racun yang belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Para pejabat pemerintahan Kabul sering menuduh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atau Taliban yang melakukan hal tersebut.
Tuduhan semacam itu telah beredar di media-media kafir Barat dan media-media mainstream lokal, bahkan pernah juga salah satu media Islam Indonesia pernah mengutip berita tuduhan yang dinisbatkan kepada Mujahidin tersebut, amat disayangkan.
Setelah menanyakan kepada Mujahidin terkait hal tersebut, Mujahidin IIA pada hari Senin (28/5/2012) mengeluarkan statemen yang membantah tuduhan bahwa mereka bertanggungjawab atas insiden keracunan tersebut, mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan orang-orang pro penjajah Barat dan musuh-musuh Islam di negeri Afghan, seperti dilansir oleh Sunni News.
Juru bicara IIA Zabihullah Mujahid menyalahkan media mainstream Afghan karena berusaha memberitakan Mujahidin berada dibalik kasus keracunan itu dan mengatakan bahwa Amerika bersama antek-antek mereka di Afghan telah memulai propaganda ini terhadap Mujahidin.
"Tujuan kami jelas - tujuan kami untuk berperang melawan penjajah dan para pendukung mereka sesama Afghan. Komentar-komentar yang dibuat oleh antek-antek ini dan media pro-penjajah adalah tidak mendasar dan tidak benar," katanya.
Dalam pernyataan itu, Mujahidin IIA akan menghukum siapa saja yang ditemukan bersalah telah meracuni para siswi di sekolah-sekolah putri selama ini.
"Imarah Islam Afghanistan sangat mengutuk tindakan ini dan jika siapa saja melakukan tindakan semacam itu tertangkap oleh Taliban, mereka akan dihukum berat".
Hingga sekarang belum jelas siapa dan apa penyebab dibalik kasus keracunan di sekolah-sekolah putri di Afghanistan yang telah meracuni ratusan siswi. Namun banyak media-media telah menuduh orang dari jajaran Mujahidin Taliban yang melakukannya.
Alasan yang paling menonjol mengapa Taliban disalahkan adalah bahwa para antek Kabul dan salibis Barat serta para pendukung mereka menanggap bahwa Taliban tidak mendukung pendidikan.
Padahal dalam sebuah pernyataan bulan lalu, Mujahidin mengatakan dengan tegas bahwa selain mereka melakukan aksi Jihad untuk penegakan Syari'at Islam dan kedaulatan bangsa Afghan, IIA juga fokus pada pendidikan untuk para generasi baru.
IIA pada dasarnya tidak menolak pendidikan di seluruh negeri, hanya saja IIA menolak kurikulum yang dibuat berdasarkan keinginan para penjajah Barat. Dalam pernyataan tersebut Mujahidin juga menyebutkan bahwa IIA telah membantu -baik langsung ataupun tidak langsung- di banyak bagian di Afghanistan, ribuan sekolah dimana jutaan siswa-siwi belajar disana. Bahkan tanpa dukungan IIA, setelah Allah, pelaksanaan sekolah-sekolah itu tidak mungkin lancar.
Tetapi para penjajah tidak hanya buta menutup mata dari kebijakan murah hati Mujahidin IIA, tetapi mereka juga sengaja menuduh Mujahidin melakukan kerusakan atau penghancuran terhadap sekolah-sekolah. Itu adalah tuduhan keji. (siraaj/arrahmah.com)
loading...
Read more »

Pengamat militer: Mujahidin Al-Qaeda semakin dekat kepada kemenangan atas militer salibis AS

item-thumbnail

Aliansi penjajah salibis AS dan sekutunya mengklaim mujahidin Al-Qaeda di ambang kehancuran, setelah sebagian besar ulama dan komandannya gugur atau tertawan di Afghanistan dan Pakistan. Namun para pengamat militer justru memprediksi sebaliknya.
Para pengamat militer di Timur Tengah meyakini bahwa mujahidin Al-Qaeda dalam waktu dekat akan mampu menamatkan riwayat pasukan penjajah salibis AS. Bukan hanya dalam pertempuran di Pakistan, Afghanistan dan propinsi Abyan, Yaman Selatan, namun juga dalam pertempuran lain di seluruh penjuru dunia.
Analisa sejumlah pengamat militer tersebut mengacu kepada fakta yang saat ini terjadi di lapangan. Di antaranya yang sangat menonjol adalah:
  1. Mujahidin Anshar Al-Shariah yang merupakan nama lain mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) telah menguasai pelabuhan-pelabuhan Semenanjung Arab di distrik Zanjibar, Yaman Selatan. Hal itu memungkinkan mujahidin Al-Qaeda untuk menghadang kapal-kapal tanker raksasa yang mengangkut minyak bumi melalui Samudra Hindia, Selat Babel Mandeb, dan Laut Merah. Faktanya, mujahidin Al-Qaeda telah sukses menangkap sejumlah kapal tanker raksasa pengangkut minyak dan menukarkannya dengan dana jutaan dolar.
     
  2. Mujahidin Al-Qaeda semakin dekat dengan tempat eksplorasi minyak bumi terbesar di dunia yang berada di Arab Saudi. Jika mujahidin Al-Qaeda mampu menguasainya atau setidaknya mengganggu stabilitas keamanannya, perang melawan aliansi penjajah zionis-salibis internasional akan semakin cepat berakhir, karena negara-negara penjajah salibis Barat tidak memiliki sumber-sumber minyak bumi sendiri dan harus membiayai pasukan militer dalam jumlah sangat besar.
     
  3. Mujahidin Al-Qaeda semakin dekat kepada tahapan proklamasi eksistensi Al-Qaeda di Libya. Kemunculan Al-Qaeda secara resmi di Libya berarti persiapan matang Al-Qaeda untuk menguasai negara penghasil minyak bumi terbesar ketiga di dunia.
     
  4. Mujahidin Al-Qaeda dan kelompok-kelompok jihad lainnya yang bersatu dalam wadah Daulah Islam Irak memiliki penguasaan wilayah yang sangat luas dan kekuatan pemerintahan yang snagat kuat di Irak. Daulah Islam Irak lebih berkuasa daripada rezim boneka Syiah Nuri Al-Maliki yang hanya berkuasa di Baghdad dan kota besar saja. Tumbangnya rezim boneka Baghdad haya persoalan waktu. Saat ini saja, aliansi penjajah zionis-salibis AS dan Barat tidak bisa sepenuhnya menikmati penjarahan dan perampokan minyak bumi di Irak, akibat serangan terus-menerus yang dilakukan oleh mujahidin Daulah Islam Irak.
     
  5. Mujahidin Al-Qaeda mulai menampakkan dirinya di Suriah dengan nama Jabhah An-Nushrah (Front Pembelaan), yang pada gilirannya akan menjadi tangan kanan Al-Qaeda yang kuat di kancah jihad Suriah.
     
  6. Mujahidin Al-Qaeda sudah sangat dekat dengan posisi penjajah zionis Yahudi. Pertama, melalui mujahidin yang beroperasi di kawasan Sinai, Mesir. Sejak tumbangnya sang jagal Husni Laa Mubarak tahun 2011 sampai saat ini, mujahidin di Sinai telah melakukan sedikitnya 13 kali serangan terhadap jaringan pipa gas yang menjadi jalur pengiriman gas Mesir ke Israel. Kerusakan jaringan pipa gas itu telah menimbulkan krisis energi yang parah bagi penjajah zionis Yahudi. Kedua, melalui brigade Abdullah Azzam yang bergerak di Lebanon.
     
  7. Mujahidin Al-Qaeda telah menguasai wilayah yang sangat luas di negara-negara Afrika Utara dan Afrika Barat melalui Imarah Maghrib Islam. Hal itu memungkinkan Al-Qaeda untuk menyerang kepentingan-kepentingan penjajah salibis AS dan sekutu-sekutunya di Afrika Utara dan Afrika Barat.
     
  8. Ribuan penduduk muslim benua Afrika menerjuni kancah jihad fi sabilillah dengan tujuan menegakkan syariat Islam. Hal itu mengindikasikan dalam waktu dekat mereka akan bergabung dengan Al-Qaeda internasional.
Mujahidin Ash-Shabab Somalia adalah salah satu contoh gerakan jihad kaum muslimin benua Afrika yang telah bergabung dengan Al-Qaeda. Penggabungan Mujahidin Ash-Shabab Somalia kepada Al-Qaeda Internasional akan mendorong kaum muslimin dan mujahidin simpatisan Al-Qaeda untuk melakukan aksi pembelaan terhadap Ash-Shabab. Misalnya, melakukan serangan di wilayah Kenya, Burundi, dan Ethiopia, tiga negara sekuler Kristen yang memerangi mujahidin Ash-Shabab.
Mujahidin Anshar Al-Din dan The National Movement for the Liberation of Azawad (MNLA) di Mali adalah contoh lain. Anshar Al-Din yang merupakan mujahidin pejuang syariat Islam berhasil menarik dukungan dan merangkul gerakan kemerdekaan bercorak nasionalis, MNLA, untuk bersatu padu, berjihad memperjuangkan syariat Islam dan memproklamasikan Negara Islam di Azawad. Tidak bisa ditutup-tutupi, Al-Qaeda di Negeri Maghrib Islam adalah penyokong utama perjuangan Mujahidin Anshar Al-Din.
Kemajuan pesat yang diraih oleh mujahidin Al-Qaeda dan pendukung-pendukungnya di benua Afrika inilah yang mendorong penjajah salibis AS mendirikan Akademi Internasional Kontra Terorisme di Tunisia, negara Arab dan Afrika pertama yang menyaksikan tumbangnya rezim sekuler boneka Barat oleh revolusi rakyat sipil muslim. AS juga menjalin aliansi salibis-sekuleris kontra terorisme dengan negara-negara Afrika Barat dan Afrika Utara.
Para pengamat militer berpendapat, kemenangan mujahidin Al-Qaeda internasional dan para pendukungnya di benua Afrika adalah persoalan waktu belaka. Bagi kaum muslimin sendiri, kemenangan mujahidin fi sabilillah atas orang-orang kafir yang menindas kaum muslimin adalah sebuah kepastian yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasululullah SAW. Allahu akbar wa lillahi al-hamdu!
(muhib almajdi/arrahmah.com)
loading...
Read more »

MUI akan Bahas Grasi Corby

item-thumbnail

ResistNews - Pemberian grasi terhadap terpidana kasus Narkoba Schappelle Corby, mendapat perhatian publik. Salah satu nya Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan pertemuan dengan ulama se-Indonesia dalam acara Ijtima (pertemuan) ulama untuk membahas berbagai masalah keagamaan dan kebangsaan termasuk merespon grasi bagi Schapelle Corby di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, 29 Juni-2 Juli 2012.
"MUI akan membawa masalah grasi Corby ini dalam pertemuan dengan ulama se-Indonesia dalam acara Ijtima Ulama di Tasikmalaya," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI HM Asrorun Ni'am Sholeh seperti dilansir mediaindonesia.com di Jakarta, Selasa (29/5).
Pertemuan itu perlu dilakukan terkait Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan grasi atau pengurangan masa hukuman kepada Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun penjara dari Australia dalam perkara penyelundupan ganja 4,2 kilogram ke Bali.
MUI menilai keputusan itu tidak relevan karena kejahatan tersebut dapat mengancam jiwa dan generasi muda Indonesia.
"Kejahatan narkotika bukan hanya kejahatan yang merusak diri sendiri tapi juga merusak generasi muda. Untuk itu pelaku harus dihukum seberat-beratnya tanpa ada toleransi apa pun," ujarnya.
Grasi Corby yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22/G tahun 2012 yang ditetapkan pada 15 Mei 2012 tersebut dikhawatirkan akan memunculkan keberanian seseorang untuk melakukan tindak kejahatan di bidang narkotika.
"Jika Presiden memberikan grasi kepada Corby bukan tidak mungkin nanti akan muncul keberanian seseorang untuk melakukan kejahatan serupa, karena toh nanti akan mendapat keringanan," kata Na'im. (bilal/arrahmah.com)

loading...
Read more »
Home
loading...