GuidePedia

0

ResistNews - Terkait pembangunan gedung baru Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana, menegaskan ini bukan sekedar pembangunan kedubes tetapi markas militer.
“Ini bukan sekedar kedutaan besar tetapi markas militer!” ungkapnya kepada mediaumat.com, Sabtu (14/7) di Gedung DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Crown Palace, Soepomo, Jakarta Selatan.
Lantaran gedung yang dibangun adalah berikut markas satuan pengaman laut Marine Security Guard Quarters (MSGQ) dengan embel-embel fasilitas rahasia dan personil keamanan yang diperlukan (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required). Ini mengindikasikan secara jelas apa yang akan dibangun dari gedung 10 lantai ini. Dan gedung ini letaknya tidak jauh dari Istana Negara.
“Lalu di mana kedaulatan negeri ini?” tanya anggota Lajnah Intelektual DPP HTI tersebut tetorik.
Kemudian Dosen Hubungan Internasional Unikom Bandung tersebut menunjukkan salinan kontrak rancang-bangun pembangunan kedutaan besar Amerika di Indonesia Department of State 2012 Design-Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia yang didapatnya, Budi menunjukkan paragraf yang mendukung pernyataannya itu.
1. Project Description (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required) SAQMMA-12-R0061, Jakarta, Indonesia NEC. The project will consist of design and construction services including a New Office Building (NOB) with attached Marine Security Guard Quarters (MSGQ). (mediaumat.com, 15/7/2012)

Poskan Komentar Blogger

 
Top
1