blog.resistnews.web.id - Pihak militer Amerika Serikat memastikan 2.000 tentara tewas dalam konflik di Afghanistan, menyusul serangan oleh tersangka tentara Afghanistan.

Para pejabat setempat mengatakan seorang kontraktor sipil serta sejumlah tentara Afghanistan juga tewas dalam insiden di propinsi Wardak itu.

Kewarganegaraan kontraktor itu belum diketahui.

Sejauh ini lebih dari 50 tentara asing tewas oleh militer Afghanistan, sekitar setengah diantaranya tentara AS.

Serangan dari dalam meningkat tajam tahun ini sehingga tentara koalisi pimpinan Amerika menghentikan operasi bersama bulan ini.

Jumlah tentara Amerika Serikat yang tewas itu terhitung sejak penyerbuan yang dipimpin Amerika ke Afghanistan tahun 2001.


Sengketa di pos penjagaan

Insiden di propinsi Wardak terjadi Sabtu (29/09), menurut juru bicara pasukan bantuan internasional yang dipimpin NATO.

Para pejabat Afghanistan mengatakan insiden terjadi di pos penjagaan di dekat pangkalan militer Afghanistan di kawasan Sayedabad.

Kepala polisi propinsi Wardak mengatakan kepada BBC sejumlah tentara Afghanistan juga tewas.

Juru bicara pemerintah daerah Shahidullah Shahid mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa seorang tentara Afghanistan menodongkan senjata ke arah tentara Amerika dan mulai melepaskan tembakan.

"Laporan awal menyebutkan terjadi kesalahpahaman antara tentara Afghanistan dan Amerika," katanya.

Sementara wartawan harian Inggris Daily Telegraph mengatakan di akun Twitternya bahwa para tentara itu berdebat soal penggeledahan rumah.

Pejabat militer dari kedua belah pihak melakukan penyelidikan bersama atas insiden ini.

(bbc/bbc/blog.resistnews.web.id)

Direktur Hukum Human Rights Campaign Brian Moulton
blog.resistnews.web.id - Masalah gay dan lesbian di kalangan militer Amerika Serikat (AS) terus menyita perhatian rakyat AS. Namun gay di militer sepertinya makin diterima di kalangan militer sendiri.

"Penerimaan gay di militer saat ini berlangsung lancar, mereka kini tidak harus menyembunyikan status saat ini. Semua laporan yang kami dengar sangat positif dan tidak ada masalah penerimaan kalangan gay di militer," ujar Direktur Hukum Human Rights Campaign Brian Moulton kepada Okezone di Washington, Sabtu (29/9/2012) atau Minggu (30/9/2012).

Moulton turut mengutarakan, penerimaan juga diberikan oleh kalangan perwira tinggi di militer AS. "Para pimpinan di militer sangat mendukung saat proses penerimaan ini terus maju. Memang ada beberapa jenderal, mungkin tantangan saat ini yang harus diperhatikan hanya saling mengetahui rekan mereka adalah gay dan bekerja melayani negara sebagai anggota militer," tuturnya.

Moulton menambahkan, mungkin saja masih ada beberapa insiden kecil yang menimpa kalangan gay di militer. Tetapi hingga saat ini belum laporan adanya insiden penganiayaan besar yang dialami oleh kalangan gay di militer.

Gay di militer mulai terbuka sejak satu tahun lalu. Saat itu Presiden Barack Obama memutuskan kebijakan "Don't Ask, Don't Tell", yang sempat mendapatkan tentangan dari beberapa kalangan di Kongres AS. Kebijakan "Don't Ask, Don't Tell" adalah kebijakan dalam militer yang mengharuskan para anggota militer tetap diam bila mengetahui salah satu rekannya adalah gay.(okezone/blog.resistnews.web.id)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sistem Pemerintahan Islam adalah Sistem Khilafah yang Telah Diwajibkan oleh Rabb Semesata Alam
Bukan Sistem Republik, Demokrasi, Kerajaan, Imperium ataupun Federasi

Apa yang terjadi di Suria sejak lebih dari satu setengah tahun lalu memiliki tema yang sama. Yaitu bahwa rezim Ba’ats penjahat dan negara-negara besar di dunia berkonspirasi melawan rakyat kita di Suria supaya Suria tidak keluar dari kontrol mereka. Yaitu supaya Suria tetap sebagaimana adanya sebagai negara yang tunduk, mengekor dan menjaga perbatasan negara Yahudi. Negara-negara itu mulai menetapkan berbagai syarat dan karakteristik untuk Suria pasca Asad. Maka dari mimbar-mimbar TV channel upahan dan melalui mulut oposisi yang berjuang dari hotel bintang lima diumumkanlah bahwa masa depan Suria akan menjadi negara demokrasi sipil dan bahwa masalah di Suria adalah masalah menjatuhkan atau mengusir kepala rezim dan membentuk pemerintahan yang tidak menindas siapa pun dan mereka klaim secara dusta sebagai tuntutan masyarakat. Akan tetapi warga kita tetap tegar menghadapi alat-alat pembunuhan dan penghancuran dan tidak memandang selain Islam dan pemerintahan menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT sebagai masa depan untuk Suria. Mereka mengungkapkan hal itu dalam berbagai demonstrasi yang dilupakan oleh media-media massa. Hal itu tampak jelas pada nama-nama kesatuan pasukan, panji dan slogan-slogan.
Kami di Hizbut Tahrir menjelaskan kepada kaum Muslimin di Suria dan di seluruh negeri kaum Muslimin tentang bentuk pemerintahan Islam agar permasalahannya bertransformasi dari slogan-slogan yang mereka harapkan kembalinya menjadi fakta riil dan jelas di dalam benak mereka, tertanam kuat di dalam pikiran mereka dan mereka curahkan semua daya upaya untuk menancapkan dan merealisasinya. Atas dasar itu maka harus dijelaskan point-point berikut:
  1. Sistem pemerintahan dalam Islam adalah sistem Khilafah: Khilafah secara syar’i adalah kepemimpiman umum bagi kaum Muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syara’ islami dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Khilafah adalah imamah itu sendiri. Khilafah adalah bentuk pemerintahan yang dinyatakan oleh hukum-hukum syara’ agar menjadi daulah Islam sebagaimana yang didirikan oleh Rasulullah saw di Madinah al-Munawarah, dan sebagaimana yang ditempuh oleh para sahabat yang mulia setelah beliau. Pandangan ini dibawa oleh dalil-dalil al-Quran, as-Sunnah dan yang menjadi kesepakatan ijmak sahabat. Tidak ada yang menyelisihinya di dalam umat ini seluruhnya kecuali orang yang dididik berdasarkan tsaqafah kafir imperialis yang telah menghancurkan daulah Khilafah dan memecah belah negeri kaum Muslimin.
  2. Sistem pemerintahan dalam Islam bukanlah republik dan juga bukan demokrasi: Sistem republik demokrasi adalah sistem buatan manusia yang tegak di atas asas pemisahan agama dari kehidupan dan menetapkan kedaulatan sebagai milik rakyat. Jadi rakyatlah yang memiliki hak menetapkan hukum dan syariat. Rakyat yang memiliki hak mendatangkan penguasa dan mencopotnya. Rakyat pula yang memiliki hak menetapkan konstitusi dan undang-undang. Sementara sistem pemerintahan Islam itu berdiri di atas asas akidah islamiyah dan berdasarkan hukum-hukum syara’. Kedaulatan dalam sistem pemerintahan Islam adalah milik syara’ bukan milik rakyat. Umat maupun khalifah tidak memiliki hak membuat hukum. Yang menetapkan hukum adalah Allah SWT. Akan tetapi Islam menetapkan kekuasaan dan pemerintahan menjadi milik umat. Umat lah yang memilih orang yang memerintah umat dengan islam dan mereka baiat untuk menjalankan hal itu. Selama khalifah menegakkan syariah, dan menerapkan hukum-hukum Islam maka dia tetap menjadi khlaifah berapapun lamanya masa jabatan khilafahnya. Dan kapan saja ia tidak menerapkan hukum Islam maka masa pemerintahannya berakhir meski baru satu hari atau satu bulan, dan ia wajib dicopot. Dari situ kita memandang bahwa ada kontradiksi yang besar antara kedua sistem (Republik demokrasi dengan Khilafah) dalam hal asas dan bentuk masing-masingnya. Atas dasar itu, maka tidak boleh sama sekali dikatakan bahwa sistem Islam adalah sistem republik, atau bahwa Islam menyetujui demokrasi.
  3. Sistem pemerintahan Islam bukan kerajaan (monarkhi): Sistem pemerintahan Islam tidak mengakui sistem kerajaan (monarkhi) dan tidak menyerupai sistem monarkhi. Sistem monarkhi, pemerintahannya bersifat turun temurun, diwarisi anak dari bapaknya sebagaimana anak mewarisi harta peninggalan bapak. Sistem monarkhi memberi Raja keistimewaan dan hak-hak khusus, yang tidak boleh disentuh. Sementara sistem Islam tidak mengkhususkan khalifah atau imam dengan suatu keistimewaan atau hak-hak khusus. Khalifah tidak memiliki sesuatu kecuali sama seperti yang dimiliki oleh individu-individu umat. Sistem pemrintahan Islam tidak diwariskan. Khalifah bukan seorang raja, melainkan dia adalah wakil dari umat dalam urusan pemerintahan dan kekuasaan. Ia dipilih dan dibaiat oleh umat dengan keridhaan untuk menerapkan syariah Allah kepada umat. Khalifah dalam seluruh tindakan, kebijakan, keputusan dan pemeliharaannya terhadap urusan dan kemaslahatan umat terikat dengan hukum-hukum syara’.
  4. Sistem pemerintahan dalam Islam bukan imperium: Sistem imperium sangat jauh dari Islam. Sebab sistem imperium tidak menyamakan diantara golongan masyarakat di wilayah-wilayah imperium dalam hukum. Sebaliknya imperium menetapkan keistimewaan untuk pusat imperium dalam hal pemerintahan, keuangan dan perekonomian. Metode Islam dalam pemerintahan adalah menyamakan antara semua rakyat yang diperintah di seluruh bagian daulah, mengingkari sektarianisme rasial, memberi kepada non muslim yang menjadi warga negara seluruh hak-hak dan kewajiban syar’i mereka, sehingga mereka memiliki hak dan kewajiban seperti yang dimiliki oleh kaum muslimin secara adil. Maka dengan persamaan ini sistem pemerintahan Islam berbeda dari imperium. Dengan sistem ini, sistem pemerintahan Islam tidak menjadikan daerah-daerah sebagai jajahan. Sumber daya tidak dikumpulkan di pusat untuk manfaat pusat saja. Sebaliknya seluruh bagian daulah dijadikan sebagai satu kesatuan betapapun jauh jaraknya dan betapapun beragam suku dan bangsanya. Setiap daerah dinilai sebagai bagian integral dari tubuh daulah. Penduduknya memiliki seluruh hak yang dimiliki oleh penduduk pusat, atau daerah lain manapun. Kekuasaan pemerintahan, sistem dan hukumnya adalah sama untuk seluruh daerah.
  5. Sistem pemerintahan Islam bukan federasi: daerah-daerahnya terpisah dengan kemerdekaan sendiri, dan menyatu dalam pemeritahan umum (federal). Akan tetapi sistem pemerintahan Islam adalah sistem kesatuan, di dalamnya berbagai daerah dan propinsi dinilai sebagai bagian dari satu negara yang sama. Keuangan daerah-daerah semuanya dinilai sebagai satu keuangan dan satu neraca (anggaran) yang dibelanjakan untuk kemaslahatan seluruh rakyat. Sistem pemerintahan Islam merupakan satu kesatuan yang sempurna, dimana kekuasaan tertinggi dibatasi hanya di pusat umum dan ditetapkan memiliki kontrol dan kekuasaan terhadap semua bagian daulah kecil ataupun besar. Tidak diperkenankan adanya kemerdekaan untuk bagian manapun dari bagian daulah sehingga bagian-bagian daulah tidak tercerai berai.

Walhasil, sistem pemerintahan dalam Islam adalah sistem Khilafah. Ijmak sahabat telah menyepakati kesatuan khilafah, kesatuan daulah dan ketidakbolehan baiat kecuali kepada seorang khalifah. Seluruh imam madzhab, para mujtahid dan fukaha sepakat dengan hal itu.
Wahai kaum muslimin mukminin di Suria:
Siapa yang lebih layak dari Anda untuk merealisasi tujuan agung yang di jalannya segala bentuk pengorbanan menjadi kecil ini?! Siapa yang lebih utama dari Anda dengan hadiyah rabbani ini yang dengannya semua bencana dan permasalahan akan berakhir?! Kami di Hizbut Tahrir, telah kami letakkan di hadapan Anda deskripsi yang jelas untuk sistem pemerintahan Islam yang dengannya para imam petunjuk, para penghulu kita, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallah anhum memerintah. Setelah penjelasan memadai ini, menjadi kewajiban Anda untuk terikat dengan apa yang telah diperintahkan oleh Rabb Anda yang hanya ditangan-Nyalah kemenangan dan kemuliaan Anda. Maka jangan terima sistem apapun yang disodorkan kepada Anda hingga meski tampak manis muka dari chanel-chanel antek. Jangan Anda usung slogan dan syiar bersinar hingga meskipun basah dengan sebutan Islam jika isinya adalah demokrasi dan pemerintahan dengan selain sistem Islam.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, teguhkan warga kami di Suria tetap di atas kebenaran. Tolonglah mereka dan muliakan mereka dengan daulah Khilafah Islamiyah. Sesungguhnya Engkau adalah penolong atas hal itu dan Maha Kuasa atasnya. Dan segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam.

1 Dzulqa’dah 1433 H
17 September 2012 M

Hizbut Tahrir
Wilayah Suria

blog.resistnews.web.id - Untuk kesekian kalinya konvoi pasokan salibis NATO diserang oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) ketika melewati provinsi Wardak. Kemarin (28/9/2012), konvoi pasokan NATO diserang dua kali di distrik Syed Abad di provinsi tersebut.
Para pejabat IIA setempat mengatakan bahwa truk pembawa pasokan bagi para penjajah AS-NATO itu diserang pada hari Jum'at di daerah tersebut, memicu pertempuran dengan para pengawal konvoi.
Pertempuran itu meninggalkan setidaknya 7 pengawal konvoi tewas, termasuk supir, dan 14 lainnya mengalami luka-luka, sementara 11 truk dan truk tangki terbakar dan benar-benar hancur akibat serangan Mujahidin. Allahu Akbar. (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)

Invasi militer komunis Rusia di wilayah Islam Tataristan, Daghestan dan Chechnya sampai saat ini masih berlangsung. Jika jihad Islam di Daghestan dan Chechnya sudah dimulai sejak 1995an, jihad Islam di Tataristan baru dimulai satu dua tahun terakhir ini. Dalam sebuah video yang diup load di Youtube, belum lama ini Amir wilayah Tataristan menyerukan kepada umat Islam di Tataristan untuk bangkit berjihad melawan penjajah komunis Rusia. Seruan jihad itu disampaikan dalam bahasa Rusia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh koresponden situs Jihadul Ummah. Berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam senatiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan seluruh keluarganya. Amma ba'du.
Wahai saudara-saudara dan saudari-saudariku
As-salamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Saya Muhammad, Amir (pemimpin wilayah) Tataristan, ini adalah pesan yang saya tujukan kepada seluruh kaum muslimin di Tataristan. Pada hari ini kita berada dalam kondisi di mana kaum muslimin hidup tercerai-berai dan berpecah-belah. Oleh karena itu kaum muslimin masih saja hidup dalam kehinaan.
Sesungguhya musuh-musuh Islam melakukan hal apapun yang mereka inginkan kepada kita. Mereka memenjarakan kita hanya karena kita mengikrarkan Rabb kami adalah Allah. Di setiap hari di seluruh negeri ini saudara-saudara kita diculik oleh orang-orang kafir. Saudara-saudara kita dibunuhi secara terang-terangan. Penjara-penjara dipenuhi oleh saudara-saudara kita. Warisan ajaran Islam dilarang. Para ulama Islam yang terpercaya dilarang tampil. Para mullah dan mufti bayaran diangkat oleh thaghut (Rusia), melalui merekalah (Rusia) menyebarkan dan memaksakan Islam versi mereka, sebuah ajaran yang sama sekali tidak kaitan dengan Islam yang diturunkan oleh Allah Ta'ala. Melalui perang media massa, mereka menjuluki kebenaran dengan nama-nama seperti Wahhabi, ekstrim dan radikal. Hal ini terjadi karena kita diam saja dan tunduk kepada kezaliman yang ditimpakan oleh orang-orang kafir kepada kita.
Allah Ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an,
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ)
"Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menaati orang-orang kafir niscaya mereka mengembalikan kalian kepada kekafiran (setelah kalian beriman) sehingga kalian menjadi orang-orang yang merugi." (QS. Ali Imran [3]: 149)
Sebagai amir Tataristan, saya menghasung kalian untuk bangkit, membela agama kalian dan memerangi musuh-musuh Islam dengan segala sarana yang kita miliki. Allah Ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an:
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Berangkatlah kalian untuk berperang baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah kalian di jalan Allah dengan harta kalian dan jiwa kalian di jalan Allah. Hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (QS. At-Taubah [9]: 41)    
Bukankah kehinaan yang hari ini kita alami terjadi setelah kita tidak menaati perintah Allah dan tidak memerangi orang-orang kafir?
Allah telah memerintahkan kepada kita dalam Al-Qur'an:
قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan dan tidak menganut agama yang hak, yaitu kalangan Ahlul kitab sampai mereka membayar jizyah dalam keadaan hina." (QS. At-Taubah [9]: 29)
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, jika kalian tidak menyambut seruanku ini, maka takutlah kalian kepada Allah dan siksaan-siksaan-Nya yang pedih, yang telah Allah ancamkan di dalam Al-Qur'an:
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ -- إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Hai orang-orang yang beriman, kenapa jika dikatakan kepada kalian 'Berangkatlah kalian untuk berperang di jalan Allah' maka kalian lebih lengket kepada dunia. Apakah kalian lebih rela dengan kehidupan dunia daripada kepada kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan dunia dibandingkan kenikmatan di akhirat hanyalah sedikit saja. Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan mengazab kalian dengan siksaan yang pedih dan Allah akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan kalian tidak akan bisa membahayakan Allah sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. At-Taubah [9]: 38-39)
Bentuklah kelompok-kelompok dan regu-regu, carilah jalan untuk berkomunikasi dengan kami, dan berperanglah kalian di jalan Allah. Sesungguhnya Allah telah berfirman di dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang terdekat dengan kalian dan hendaklah mereka mendapatkan sikap keras dari kalian, dan ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah [9]: 123)
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Video: http://www.youtube.com/watch?v=35KPL1DnPdk&feature=youtu.be
(arrahmah.com)

blog.resistnews.web.id - Seorang bocah Afghanistan telah meninggal dunia di provinsi selatan Afghanistan, Helmand, setelah ditabrak oleh tank militer milik NATO.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (28/9/2012) ketika satu keluarga (tiga orang) mengendarai sepeda motor di ibukota Helmand, Lashkargah, ditabrak oleh tank NATO.
Anak laki-laki berusia delapan tahun tewas di tempat dan ibunya terluka parah.
Para pejabat boneka Afghan hanya "mengecam" insiden tersebut dan mengklaim akan melakukan penyelidikan.
Komandan pasukan boneka afghan, Jenderal Asmatullah Daulatzai mengatakan siapa saja yang bertanggung jawab atas kematian anak laki-laki Afghan, akan diseret ke pengadilan dan keluarga korban akan diberikan kompensasi.
Pasukan salibis AS-NATO telah berulangkali dengan sengaja menyerang warga sipil Afghan hingga mereka tewas, namun tidak ada satu tindakan pun yang mampu dilakukan oleh otoritas boneka Kabul selain mengecam.  (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)

Kelompok mujahidin Ash-Shabab Somalia mengeluarkan pernyataan resmi pada Jum'at (28/9/2012) yang membantah berita tentang keluarnya kelompok Hizb Islami dari kelompok mujahidin. Pihak yang menggelar konferensi pers dan mengumumkan keluarnya Hizb Islami dari kelompok mujahidin Ash-Shabab tak lain adalah politikus agen penjajah salibis Kenya. Berikut pernyataan resmi mujahidin Ash-Shabab.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Penjelasan berkaitan dengan Konferensi di mana Hizb Islami menyatakan memisahkan diri dari persatuan dengan Kelompok Mujahidin Ash-Shabab
Segala puji bagi Allah semata, Yang menjayakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada baginda Nabi yang tidak ada lagi nabi sepeninggalnya. Amma ba'du.
Juru bicara militer kelompok mujahidin Ash-Shabab, syaikh Abdul Aziz Abu Mush'ab, mengumumkan bahwa mujahidin akan menghadapi setiap konspirasi yang bertujuan untuk memecah-belah barisan mujahidin di Somalia.
Bantahan syaikh Abu Mush'ab itu disampaikan setelah media massa memberitakan sebuah konferensi pers yang diadakan oleh orang yang mengaku bernama Muhammad Muallim. Dalam konferensi pers itu, Muhammad Muallim megumukan bahwa Hizb Islami (Partai Islam) yang dahulu bersatu dalam wadah kelompok mujahidin Ash-Shabab telah mundur dan keluar dari persatuan tersebut. Begitulah ia mengatakan.
Syaikh Abu Mush'ab mengatakan, "Sesungguhnya persatuan mujahidin di Somalia terjadi, dengan karunia Allah, sebagai buah dari usaha-usaha yang telah melewati banyak tahapan. Setelah dua tahun sejak terjadinya persatuan tersebut, mujahidin di Somalia semakin kuat dari sisi jumlah personil dan persenjataan. Oleh karena itu tentara mujahidin akan menghadapi dengan tangan besi siapa pun yang berupaya untuk menggagalkan persatuan dan kesatuan mujahidin."
Layak untuk disebutkan bahwa orang yang mengaku bernama Muhammad Muallim itu telah melarikan diri ke Kenya setelah Hizb Islami bergabung dengan kelompok mujahidin Ash-Shabab. Setelah dua tahun sejak terjadinya persatuan mujahidin tersebut, orang ini baru kembali lagi ke Mogadishu untuk mengumumkan Hizb Islami telah memisahkan diri dari persatuan mujahidin, seperti yang ia klaim. Padahal semua orang mengetahui bahwa orang yang bernama Muhammad Muallim ini tidak memiliki aktifitas apapun di kalangan mujahidin yang membuatnya layak untuk mengumumkan berita seperti itu.
Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan dan mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah tentara salibis dan orang-orang murtad yang beraliansi dengan mereka.
Ya Allah, jadikanlah mereka dan perlengkapan perang mereka sebagai harta rampasan perang bagi kaum muslimin.
Ya Allah, hancurkanlah mereka, goncangkanlah mereka.
Ya Allah, Engkau semata penguat kami dan Engkau semata penolong kami. Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menyerang, menyerbu dan berperang
Allahu akbar
Kejayaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya   
Yayasan Media Al-Kataib
Kelompok Mujahidin Ash-Shabab
Jum'at, 12 Dzulqa'dah 1433 H / 28 September 2012 M
Sumber: Shadal Jihad Media Centre
Al-Jabhah Al-I'lamiyah Al-Islamiyah Al-'Alamiyah
(arrahmah.com)     

Oleh : Wakil Abu Mujahid

Selama beberapa hari, kita telah menyaksikan tindakan tidak beralasan atas provokasi dan serangan menjijikkan yang terus menerus terhadap seorang yang dikasihi oleh umat Islam – Rasulullah Muhammad SAW. Reaksi dari kaum Muslim, seperti yang diharapkan, adalah ucapan penuh kemuakan, kemarahan dan frustrasi. Dari Indonesia hingga Bangladesh, Afrika Utara dan Timur Tengah hingga Eropa, kaum Muslim telah memprotes penggambaran terbaru dan tidak menyenangkan terhadap Nabi Muhammad SAW. Film, ‘Innocence of Muslims’, pada dasarnya menggambarkan Islam sebagai sebuah agama penuh kekerasan dan kebencian dan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang yang jahat yang memiliki hasrat seksual, haus darah dan haus kekuasaan. Film itu juga melecehkan Khadijah (ra) dan menggambarkan para Sahabat Nabi Muhammad SAW yang tercinta sebagai para pembunuh, haus kekayaan dan suka membunuh kaum perempuan dan anak-anak. Penggambaran menjijikkan terhadap Nabi Muhammad SAW seperti itu dan para Sahabatnya telah membuat marah bahkan banyak kaum non-Muslim, yang mengutuk film ini.

Ironisnya, ada kelompok minoritas Muslim yang dikarenakan kepentingan pribadinya dan tergila-gila dengan majikannya telah memilih untuk menghukum para pengunjuk rasa yang memprotes film ini. Salah satu dari komentar itu mengatakan, “Bagaimana kita bisa mengharapkan kaum non – Muslim percaya bahwa Islam adalah agama perdamaian, ketika massa kaum Muslim di seluruh dunia berdusta di hadapan kita semua, termasuk Muhammad?” Kebencian terhadap kaum Muslim seperti itu tidak bisa mengatasi masalah-masalah yang nyata di hadapan kita yang menyalahkan korban daripada pelaku.
Artikel ini membahas motif-motif yang nyata di balik serangan terhadap Islam dan sensitivitasnya. Artikel ini juga mengkaji konteks sejarah agresi budaya Barat terhadap Islam dan bagaimana budaya itu berkembang di abad ke-21. Akhirnya, disimpulkan dengan menjelaskan tindakan praktis apa yang harus dilakukan oleh kaum Muslim dalam menghadapi provokasi tersebut, sesuatu yang telah menjadi hal yang terlalu umum hari ini.

‘Perang melawan teror’ (alias Perang Terhadap Islam)

Film ini tidak dapat dilihat dalam isolasi perang Barat terhadap Islam, yang telah terjadi dalam dekade terakhir dalam bentuk yang berbeda di seluruh dunia, yakni dalam sebagai invasi militer, misalnya yang terjadi di Irak dan Afghanistan; sebagai perpanjangan perang (proxy war), misalnya yang terjadi di Somalia dan Sudan; dalam bentuk agresi diplomatik dan ekonomi, misalnya yang terjadi di Iran dan dalam bentuk agresi intelektual dan budaya, misalnya yang terjadi di Barat terhadap penduduk mereka sendiri.
Meskipun sejarah serangan oleh Barat tidak dimulai oleh 11/9 , agresi intelektual dan budaya telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir dan kefanatikan barat terhadap Islam telah menjadi semakin jelas, seolah-olah saat ini ada persaingan antara para ‘penyerang Islam’ mengena siapakah dari mereka yang bisa memenangkan piala yang paling berani dan paling yang ramai dalam menemukan cara baru untuk mengungkapkan kebencian anti-Islam mereka.

Cukup disebutkan disini beberapa tindakan mereka, karikatur kartun Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan di Denmark pada tahun 2006, kemudian diikuti pada tahun 2010 oleh seorang pengkhotbah Florida, Terry Jones, yang menyerukan pembakaran Al-Quran pada ulang tahun kesembilan 11/9, dan pada bulan Februari tahun 2012, para prajurit di penjara Bagram di Afghanistan membakar salinan 315 kitab suci Al-Quran dan materi keagamaan lainnya. Semua hal ini juga telah membuat marah kaum Muslim di seluruh dunia.

Barat Mensponsori Demonisasi Islam

Sejak dirilisnya ‘Innocence of Muslims’, para politisi Amerika Serikat telah membuat isyarat, dari tindakan yang seharusnya mengutuk para pembuat film itu. Menlu AS Hillary Clinton mengutuk film yang menimbulkan protes itu sebagai “menjijikkan” dan “tercela”. Seolah-olah AS adalah negara yang memberikan kemurahan hatinya terhadap umat Islam, Gedung Putih hanya “bertanya” kepada YouTube untuk “mempertimbangkan” apakah film itu melanggar peraturan yang mereka buat sendiri namun Google, yang memiliki YouTube, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa video itu “jelas masih dalam peraturan kami dan dengan demikian akan tetap ada di YouTube”. Namun, kaum Muslim melihat pernyataan-pernyataan kosong itu sebagai tidak bermakna, terutama ketika dilihat dalam konteks sejarah Barat yang agresif vis-à-vis melawan Islam.

Apakah film itu langsung atau tidak langsung disponsori oleh negara-negara Barat, bencana provokatif seperti itu oleh kelompok-kelompok Barat atau individu adalah tidak mungkin berdiri sendiri. Jelas, para pelakunya menerima dukungan diam-diam dan dorongan ideologis untuk melakukan tindakan provokatif ini. Karena setiap hari dicekoki oleh kebencian dan propaganda untuk memfitnah Islam dan kaum Muslim, tidak ada keraguan dalam pikiran kaum Muslim bahwa para pelaku film ini disponsori oleh Barat secara langsung ataupun tidak langsung. Allah SWT berfirman, Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.[Surah Al-Imran, 3:118]

Sejarah Kefanatikan dan Pencemaran Oleh Barat

Dengan sepintas sejarah Barat menunjukkan bahwa kebencian terhadap Islam telah disebarkan selama berabad-abad. Walaupun secara historis, para penjajah Anglo-Perancis telah mempelopori serangan Barat serangan terhadap Islam, agenda ini diadopsi oleh AS sejak Perang Dunia Kedua dan pada hari ini AS bertindak terhadap Islam seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kolonial mereka.

Banyak wacana pada hari ini dari Barat vis-à-vis Islam telah terbentuk oleh tradisi kaum orientalis. Profesor Edward Said (almarhum) mengeksplorasi kedalaman kebencian Barat terhadap Timur, dan Islam pada khususnya, dalam beberapa bukunya yang terkenal. Tradisi kaum Orientalis itu melihat dan menggambarkan Islam sebagai sebuah peradaban primitif dan barbar, yang perlu ditaklukan dan dikontrol. “Orientalisme itu sendiri merupakan produk dari kekuatan dan kegiatan politik tertentu. Orientalisme adalah sebuah mazhab penafsiran dimana materi pembahasannya adalah Orient [yakni Timur] dari sisi peradaban, masyarakat, maupun wilayahnya “. [Edward Said, Orientalism, 2003, Penguin Books, hal 203]

Fitnah Barat sebagian dimotivasi oleh tantangan-tantangan berat dari Islam terhadap hegemoni kapitalis Barat dan sebagian dikarenakan oleh akar Islam non-Kristen. Oleh karena itu, Barat merupakan pemicu yang senang menggambarkan Islam sebagai penjahat. Dalam konteks wacana intelektual kaum Orientalis, “Karena itu adalah benar bahwa setiap orang Eropa, dalam apa yang dia katakan tentang Timur, konsekuensinya merupakan seorang rasis, imperialis dan etnosentris yang total… Sebagai suatu perlengkapan budaya Orientalisme, semuanya merupakan agresi, kegiatan, penghakiman, keinginan akan kebenaran dan pengetahuan “. [Said, Orientalism, hal 204]

Sejauh yang menjadi keprihatinan Barat, Timur, dan dunia Muslim pada khususnya, adalah tempat kebiadaban dan keterbelakangan. Kaum Kulit Putih (Whiteman) memiliki rasa tanggung jawab dan misi untuk membudayakan orang-orang semacam itu dan dalam hal Daulah Ottoman, kaum Kulit Putih memiliki program ‘memperadabkan’. “Karena Oriental merupakan anggota dari ras subjek, maka penduduk Timur harus ditaklukkan: itulah jalan pikiran yang sederhana”. [Said, Orientalism, hal 207]

Dalam banyak wacana akademis dan intelektual Barat, ada konsensus bahwa beberapa jenis pandangan, pernyataan dan komentar yag bias mengenai Timur adalah benar dan dapat diterima. Seperti yang dikatakan oleh Edward Said, “Sebagian besar masa Abad Pertengahan dan awal Zaman Renaissance di Eropa, Islam diyakini sebagai sebuah agama setan kaum yang murtad , penuh penghujatan dan ketidakjelasan … Muhammad adalah seorang nabi palsu, penabur perselisihan, seorang yg mementingkan kesenangan fisik, seorang munafik, seorang agen setan “. [Edward Said, Covering Islam, 1997, Vintage, hal 5]
Tantangan Islam atas Barat berarti bahwa Barat, alih-alih memahami Islam dan pesan-pesannya, malah mempersetankan Islam. Sejauh yang menjadi perhatian Barat, “peradaban-peradaban lain di Timur – baik India dan Cina di antaranya – bisa dianggap sudah dikalahkan dan jauh dan karenanya tidak membuat kekhawatiran yang terus-menerus. Hanya Islam lah yang tampaknya tidak pernah benar-benar tunduk kepada Barat.” [Said, Covering Islam, hal -5]

Persepsi tersebut, ditambah dengan pencarian tanpa henti Barat atas ancaman-ancaman eksternal, menjadikan Islam sebagai musuh yang sempurna. Barat menghadapi krisis sosial-politik dan ekonomi pada masa yang baru berlalu, seperti yang terjadi dengan krisis keuangan pada saat ini. Profesor Noam Chomsky menegaskan bahwa dalam menghadapi bencana dalam negeri semacam itu, “Kamu harus mengalihkan gembalaan yang bingung, karena jika mereka mulai memperhatikan hal ini, mereka tidak mungkin menyukainya itu, karena merekalah orang-orang yang menderita karena hal itu. Hanya membiarkan mereka menonton Superbowl dan komedi situasi mungkin tidaklah cukup … Selama sepuluh tahun terakhir, setiap satu atau dua tahun, beberapa monster utama terbangun dari tidurnya sehingga kita harus mempertahankan diri melawannya.Biasanya selalu ada satu monster yang tersedia “. [Noam Chomsky, Media Control, 2002, Seven Stories Press, hal 43]

Oleh karena itu, para pengamat fitnah dari Barat pada saat ini harus memperhitungkan konteks historis di atas untuk mengetahui mengapa Barat menggambarkan Islam sebagai setan. Barat tidak bisa berurusan dengan Islam secara intelektual dan karenanya mempergunakan fitnah dan pencemaran nama baik. Demonisasi Islam saat ini membantu Barat untuk mengabadikan permusuhan lamanya atas Islam sementara mengalihkan perhatian penduduknya dari kesengsaraan dalam negeri dan kerusakan sistemik.

Kebebasan berbicara – Suatu kisah bermuka dua

Mantra yang sering diulang mengenai kebebasan berbicara telah diupayakan untuk menjelaskan mengapa Barat bebas mencaci maki dan menghina apa yang dijunjung tinggi oleh orang lain. Sebagaimana kaum Liberal telah terbiasa mengejek simbol-simbol dan karakter Kristen, dimana orang-orang Kristen saat ini bertahan dengan diam-diam, kaum sekularis fanatik mengharapkan respon yang sama dari umat Islam ketika mereka mencaci maki Islam. Namun, Barat tidak menerapkan standar yang sama atas kebebasan berbicara ketika berkaitan dengan sensitivitas mereka sendiri. Mari kita periksa dua contoh kontemporer, yang terjadi minggu ini.

Gambar Kate Middleton, Duchess of Cambridge, yang topless telah dicetak di sejumlah majalah dan surat kabar Eropa. Keluarga Kerajaan Inggris mengambil sikap yang keras, mengutuk para penerbit tersebut dan mengancam mereka dengan tindakan hukum. Pada kesempatan ini, kebebasan berekspresi lenyap! Tidak diragukan lagi, sebentar lagi para penerbit akan dikejar hingga ke pengadilan.

Demikian pula, dilaporkan oleh BBC bahwa seorang remaja Muslim dari West Yorkshire, Azhar Ahmed, dihukum pada minggu ini karena membuat “pernyataan ofensif” mengenai tentara Inggris di Afghanistan. Hakim mengatakan komentarnya adalah “menghina” dan “membuat marah”. Sekali lagi, kebebasan berbicara tidak bisa melindungi Ahmed dan para jaksa penuntut tidak memberikan Ahmed hak yang sama bagi kebebasan berbicara.

Kedua contoh ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi merupakan instrumen dimana Barat dengan nyaman bisa menyebarkannya dan jika perlu untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya. Jelas bahwa setiap bangsa memiliki kepekaan dan garis batas, di mana batas-batas yang dikenakan itu adalah untuk melindungi garis batas tersebut. Malah, Barat lah yang mengajari umat Islam untuk tidak mempraktekkan hal itu di negeri mereka!

Adanya Kolusi Antara Para Penguasa Muslim Dunia

Setiap kali ada agresi yang tidak beralasan terhadap Islam dan umat Islam, saat ini ada suatu praktek yang menunjukkan bahwa ada kontras dalam reaksi antara massa Muslim dan para penguasa mereka, apakah para penguasa itu demokrat atau diktator. Sementara kaum Muslim protes tanpa lelah, para penguasa mereka terus menganggur dan makan malam dengan para pemimpin Barat dalam suatu ‘bisnis sebagaimana biasanya’.

Dalam masa kemarahan ini, tidak seorang penguasapun yang secara tulus mengambil langkah untuk mengusir gelombang agresi melawan Muhammad SAW. Presiden Mesir, Muhammad Mursi, seorang yang disebut sebagai seorang ‘Revolusioner Islam’, hanya menghias bibir dengan mengutuk film ini. Perdana Menterinya, Hisham Qandil, mengatakan bahwa adalah “tidak dapat diterima untuk menghina Nabi kami”. Namun, jauh dari mengambil tindakan positif atau memutuskan hubungan diplomatik, Hisham Qandil mengatakan, hubungan antara AS dan Mesir adalah “hubungan yang kita butuhkan untuk menjadi lebih kuat yang didasarkan pada kepentingan bersama dan menghormati kedaulatan”. Komentar dari penguasa seperti itu menyoroti betapa tidak bernyalinya para penguasa yang sikapnya terhadap para tuan kolonial mereka kontras dengan massa yang menuntut tindakan positif. Tidak heran bahwa umat Islam di seluruh dunia merasa tidak seorang pun yang mewakili pendapat mereka.

Respon Kami

Jelaslah bahwa ada konteks sejarah ketika serangan saat ini terhadap Nabi Muhammad SAW berlangsung. Kemudian menjadi lebih jelas saat Barat menerapkan standar ganda saat berkaitan dengan sensitivitas mereka sendiri. Namun, kita perlu merespon serangan ini secara intelektual sambil mengingat hal-hal berikut:

1. Islam adalah kebenaran dan kekuatan intelektualnya telah bertahan selama berabad-abad dan akan terus seperti itu. Semua nilai-nilai buatan manusia adalah didasarkan pada kepalsuan, yang ditakdirkan untuk hilang. Allah SWT berfirman,

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ ﴿١٨﴾

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). [Surah Anbiya, 21:18]

2. Kita tidak boleh berkompromi dalam dien, sebagaimana Allah SWT peringatkan kepada kita.

وَدُّواْ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَاء فَلاَ تَتَّخِذُواْ مِنْهُمْ أَوْلِيَاء حَتَّىَ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتَّمُوهُمْ وَلاَ تَتَّخِذُواْ مِنْهُمْ وَلِيّاً وَلاَ نَصِيراً ﴿٨٩﴾

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, [Surah Nisa, 4:89]

3. Islam tidak mengizinkan penghancuran harta benda. Kita harus terus menegakkan kebenaran Islam dan mempromosikan nilai-nilai luhur dan pesan-pesan Islam. Namun, pendekatan kita haruslah jujur, tanpa kompromi dan cerdas, sebagaimana difirmankan Allah SWT kepada kita,

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿١٢٥﴾

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [Surah An-Nahl, 16:125]

4. Agresi yang sia-sia oleh Barat didorong oleh kedengkian mereka terhadap Islam, Nabi SAW, anggota keluarganya dan para sahabat dan Quran tidak mentolerir hal itu. Sementara kaum Muslim menyambut debat yang tulus atas semua aspek Islam, serangan semacam ni tidak dapat ditolerir.

5. Barat terus mengobarkan perang di dunia Muslim atas nama kebebasan dan demokrasi. Kita harus benar-benar menolak nilai-nilai menjijikkan yang membolehkan serangan terhadap kepekaan masyarakat. Selain itu, kita harus menolak nilai-nilai yang memungkinkan adanya standar ganda.

6. Para penjahat sebenarnya adalah para penguasa dunia Muslim yang berkolusi dengan para penguasa kolonial Barat mereka. Para penguasa itu telah menjual Allah dan Rasul-Nya SAW beberapa dekade yang lalu dan tidak memiliki keinginan untuk menegakkan dien Islam. Selain itu, mereka tidak berbagi sentimen dengan massa Muslim dan hanya mewakili kaum elit yang sudah terbaratkan.

7. Selama sistem buatan manusia berlaku di dunia Muslim, baik itu dengan berkedok demokrat “Islam” atau diktator sekuler, Allah dan Rasul-Nya SAW tidak akan terlindungi dan hak-hak kaum Muslim dan Islam akan terus dilanggar.

8. Hanya kepemimpinan Islam yang tulus sajalah yang diwujudkan melalui Khilafah yang dapat melindungi Islam dan kaum Muslim melawan agresi militer dan budaya yang diulang-ulang oleh Barat. Karena itu, kita harus bekerja untuk membangun kembali Khilafah di dunia Muslim.

Dalam dua minggu belakangan muncul semaca “tuduhan”, Rohis menjadi sarang teroris. Pemicunya dalah dialog dalam Program Metro Hari Ini, Edisi 5 September, di Metro TV dengan
tag line yang provokatif “Awas, Generasi Baru Teroris”. Dalam acara itu ditampilkan info grafis pola rekrutmen teroris muda: 1. Sasarannya siswa SMP akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum; 2. Masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah; 3. Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah; 4. Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa korup, keadilan tidak seimbang; dan 5. Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah thoghut/kafir/musuh.

Reaksi penolakan dan protes pun segera bermunculan dari berbagai pihak dan kalangan, termasuk ramai-ramai diadukan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga Senin (17/9), KPI telah menerima sebanyak 8.040 pengaduan terkait acara dialog yang mengkaitkan organisasi Rohis di sekolah-sekolah dengan terorisme di Indonesia.

Sepuluh hari kemudian (15/9) pihak Metro TV memberikan penjelasan atau lebih tepat disebut pembelaan diri. Diantaranya, “Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen teroris versi Profesor Bambang Pranowo.

Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari Metro TV. Untuk itu, Metro TV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman. (Metrotvnews.com, 15/9).

Dalam klarifikasinya ke KPI, pihak Metro TV mengaku dalam acara tersebut tidak menyebutkan organisasi Rohis. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan rekaman yang dimiliki KPI yang menunjukkan adanya penyebutan Rohis yang diucapkan salah seorang narasumber. Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Nina Mutmainnah mengatakan, “Kalau kata Rohis, ada (dalam rekaman milik KPI) yang diucapkan narasumber” (Republika.co.id, 17/9).

Intimidasi dan Tuduhan Ngawur

Point-point dalam dialog itu, menyimpan suatu bentuk intimidasi terhadap masyarakat, khususnya para orang tua dan juga pelajar tingkat SMP dan SMU. Di dalamnya dengan jelas disebutkan, siswa kelas IX SMP dan siswa SMU menjadi sasaran perekrutan teroris. Kesimpulan itu bisa menjadi “teror” tersendiri bagi para orang tua yang menyekolahkan anaknya di lebih dari 28.700 sekolah SMP, 10.700 SMU dan 7.500 SMK di seluruh negeri ini. Para orang tua bisa dibuat khawatir dan was-was anak-anak mereka akan menjadi sasaran direkrut oleh teroris. Sungguh aneh, sesuatu yang diklaim bagian dari upaya memberantas terorisme, justru menjadi “teror” yang menanamkan rasa takut dan was-was di masyarakat.

Di dalamnya juga dikatakan, teroris masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah. Dari point ini, nalar publik dengan sangat mudah memahaminya sebagai pernyataan bahwa teroris masuk melalui Rohis. Sebab program ekstrak kurikuler di masjid sekolah tidak ada lain kecuali Rohis. Karena itu sangat wajar, hal itu merupakan tuduhan, Rohis menjadi salah satu pintu masuk perekrutan teroris; atau sama saja menyatakan Rohis identik dengan teroris.

Disamping itu, tuduhan tersebut juga merupakan tuduhan ngawur. Ungkapan Ketua MUI Lampung, Mawardi AS, bisa mewakili hal itu, “Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter, justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris?”

Tuduhan ngawur itu muncul karena menggunakan nalar generalisasi. Jika ada satu dua pelaku yang terlibat dalam tindakan teror, dulunya pernah aktif di Rohis, adalah bentuk sesat pikir jika lantas diambil kesimpulan, Rohis menjadi tempat persemaian terorisme atau menjadi pintu masuk terorisme. Padahal ada puluhan ribu Rohis di seluruh negeri ini mengingat total jumlah SMP, SMU dan SMK di negeri ini lebih dari 40.000 sekolah. Jika kesimpulan dalam info grafis itu benar, tentu sudah lahir puluhan ribu alumni Rohis yang terlibat teror. Nyatanya, jumlah mereka tidak lebih dari hitungan jari.

Kenyataan lain, ada satu dua pelaku teror adalah desertir TNI atau Polri, sungguh ngawur jika dilontarkan kesimpulan bahwa TNI atau Polri menjadi salah satu pintu masuk terorisme. Sama halnya, jika ada koruptor yang lulusan suatu universitas, tentu akan sangat ngawur jika dikatakan universitas itu menjadi tempat persemaian koruptor.

Meskipun tampak jelas logika yang dipakai itu merupakan suatu bentuk sesat pikir, toh tetap saja dipakai bahkan bukan hanya dalam kasus tuduhan atas Rohis itu. Sesat pikir yang sama juga terjadi dalam program kontra terorisme. Ketika, pelaku teror menggunakan ungkapan jihad, menggunakan istilah syariah Islam dan khilafah, menentang Amerika dan Barat, dsb, lantas disimpulkan bahwa jihad adalah pemicu terorisme, dan siapa pun yang menyuarakan syariah Islam dan khilafah serta menentang AS dan Barat berarti turut mempromosikan terorisme.

Sesat pikir generalisasi itu ketika digunakan akan sangat berbahaya dan berdampak luas. Pertama, pasti jadi ada tindakan-tindakan tertentu dari pemerintah atau pihak keamanan untuk mengawasi Rohis. Kedua, pihak sekolah bisa terdorong untuk melarang atau setidaknya membatasi Rohis, padahal keberadaan Rohis sangat positif dan berguna juga bagi pihak sekolah. Ketiga, orang tua akan bisa sangat mungkin melarang anaknya untuk aktif di Rohis.

Rohis Persemaian Keshalihan

Tuduhan Rohis menjadi pintu masuk rekrutmen terorisme itu jelas sangat berbahaya. Sebab suatu kegiatan yang sangat positif kemudian dihindari. Padahal keberadaan Rohis itu justru sangat diperlukan saat ini. Sebab saat ini banyak masalah yang mengintai siswa SMP dan SMU, seperti masalah tawuran, narkoba, seks bebas dan sebagainya.

Komisi Perlindungan Anak (KPA) mencatat, enam bulan pertama tahun 2012 ini saja ditemukan 139 kasus tawuran antar pelajar. Sebanyak 12 pelajar tewas dan sisanya luka berat dan ringan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sama pada tahun 2011, yaitu 128 kasus tawuran. Kasus paling akhir adalah tawuran antar siswa SMU 6 dan SMU 70 Jakarta yang menewaskan Alawy siswa SMAN 6 Jakarta pada 24 September lalu.

Kasus Narkoba di kalangan pelajar juga terus meningkat dan makin membuat miris. Menurut data Badan Narkotika Nasional DKI, tercatat pada 2011, kasus narkoba yang menjerat SMP sebanyak 1.345. Pada tingkat SMA, 3.187 pelajar terancam rusak masa depannya karena barang haram ini (Republika.co.id, 26/5). Sementara itu secara nasional, hasil survei BNN menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar mencapai 4,7% dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar 921.695 orang (MICOM, 19/2/2011).

Masalah remaja pun makin runyam dengan makin maraknya seks bebas di kalangan remaja. Banyak survei memberi bukti. Akibatnya. angka aborsi di kalangan remaja tinggi. Total dari 2008 – 2010 jumlahnya sebanyak 2,5 juta kasus. Mirisnya, berdasarkan data yang dimiliki Komnas PA, dari 2,5 juta kasus aborsi, sebanyak 62,6 persen dilakukan anak di bawah umur 18 tahun.

Masih ada sederet masalah lain mengancam remaja termasuk siswa SMP dan SMU. Di tengah situasi semacam itu, justru muncul tuduhan tentang Rohis itu. Padahal, Rohis justru sangat diperlukan dan sangat mendukung upaya menyelesaikan segala problem itu.

Mengomentari maraknya tawuran antar pelajar, Kapolda DKI Untung S Rajab, mengatakan, “Paling tidak ada tiga aspek yang harus dimiliki, yaitu knowledge, keterampilan dan moral. Sumber moral adalah agama (Merdeka.com, 25/9). Di sekolah umum, Rohis lah wadah para siswa memupuk moralitas itu dengan mempelajari Islam dan mempraktekkannya, satu hal yang sulit atau hampir mustahil bisa diwujudkan melalui pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam seminggu. Maka sungguh aneh jika muncul tuduhan dan opini yang bisa mendorong Rohis dihambat, diawasi bahkan dilarang.

Sebaliknya, yang semestinya, keberadaan Rohis dan kegiatannya harus didukung, diberi ruang dan difasilitasi. Para orang tua pun semestinya justru mendorong anaknya aktif di kegiatan Rohis, bukan sebaliknya. Bahkan untuk menyelesaikan berbagai masalah remaja yang ada, salah satu cara yang efektif adalah melalui pembinaan Rohis secara intensif. Itu artinya adalah kembali kepada ajaran Islam. Al-Quran sendiri menegaskan, ketika tampak jelas berbagai kerusakan, maka solusinya hanyalah kembali kepada Islam, kembali kepada Syariah.

] ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS ar-Rum [30]: 41)

Wahai Kaum Muslim

Tuduhan diatas disadari atau tidak adalah bagian dari ekspresi phobi terhadap Islam dan bagian dari upaya untuk memadamkan cahaya Islam yang hanya pantas dilakukan oleh kaum kafir. Namun hal itu pasti gagal. Firman Allah SWT:

] يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (TQS at-Tawbah [9]: 32)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []


Komentar
Apa kejahatan yang paling masif dan terstruktur serta membahayakan bangsa? Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, punya jawabannya, yaitu korupsi. 40 juta penduduk miskin Indonesia jadi korban korupsi, makin melarat kehidupannya secara ekonomi dan budaya. (Republika.co.id, 25/9)
1. Korupsi menelan korban lebih banyak dari “terorisme”, jika terorisme diperangi bersama mestinya semua pihak serius melenyapkan korupsi.
2. Korupsi di negeri ini, akar masalah atau “produsen”nya adalah sistem politik demokrasi yang mahal dan ideologi kapitalisme yang mengajarkan kerakusan dan asas manfaat
3. Jika serius lenyapkan korupsi, campakkan dahulu sistem politik demokrasi dan ideologi kapitalisme yang menjadi induknya. Berikutnya terapkan syariah Islam secara total dalam bingkai Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

blog.resistnews.web.id - Penghematan anggaran Spanyol tahun 2013 mencapai 39 milliar euro

Spanyol akan menetapkan penghematan anggaran untuk 2013 pada Kamis (27/9), untuk mengatasi semakin buruknya masalah ekonomi dan jumlah pengangguran sebesar 25%.

Madrid diperkirakan akan melakukan penghematan sebesar 39 milliar euros, dan juga akan menaikan pajak dan reformasi struktural.

Kebijakan itu ditetapkan ditengah protes yang terjadi di negara itu pada pekan ini, dan tumbuhnya harapan bahwa Spanyol akan mencari dana talangan dari mitranya di zona euro.

Ekonomi Spanyol berada ditingkat bahaya pada Rabu, dan anjloknya pasar saham di negara itu.

Perdana Menteri Mariano Rajoy menyampaikan ekspektasi bahwa Spanyol akan meminta dana talangan ketika dia mengatakan kepada Wall Street Journal Rabu (26/9) bahwa jika biaya peminjaman ini "sangat tinggi untuk waktu yang lama," lalu "saya dapat memastikan 100% bahwa saya akan meminta dana talangan".

Situasi ekonomi di negara itu suram, menyusul data yang dikeluarkan oleh bank sentral pada Rabu menunjukkan resesi semakin buruk.

"Data kuartal ketiga pada tahun ini menunjukan bahwa pendapatan semakin turun dengan cepat," seperti disampaikan oleh Bank Spanyol dalam laporan bulanan.

Bursa saham Madrid ditutup anjlok sampai 4% pada Rabu, dan bunga pinjaman meningkat sampai 6%.

Pekan lalu, bank terbesar kedua di Spanyol, BBVA, memperkirakan dana talangan tambahan sebesar 60 milliar euros, dibutuhkan untuk sektor tersebut.

Sebelumnya, sektor perbankan diberi suntikan sebesar 20 milliar euros untuk bank yang bermasalah.

Demonstrasi

Gelombang demonstrasi terjadi di Spanyol memprotes rencana penghematan.

Spanyol merupakan negara keempat dengan ekonomi terbesar di zona euro, kembali mengalami resesi pada kuartal terakhir 2011.

Tetapi melemahnya ekonomi dan kerusuhan di negara itu, membuat pemerintah melakukan upaya penghematan untuk mengurangi defisit.

Pemerintah memprediksikan defisit anggaran pada tahun ini sekitar 6,3%, tetapi banyak analis memperkirakan angka 7% atau lebih tinggi.

Anggaran penghematan diketahui sejak Juli lalu, tetapi tidak dijelaskan sektor maka yang akan dikurangi.

Sejumlah spekulasi muncul berkaitan dengan penghematan, seperti kebijakan pajak pada transaksi saham, "pajak hijau" untuk emisi atau pengurangan pajak, dan jika mungkin menghentikan inflasi yang berkaitan dengan pensiun.

Madrid telah menyatakan berkeinginan untuk melakukan penghematan lebih dari 150 milliar euros tahun 2012-2014 dengan rincian sebesar 62 milliar euros tahun ini, 39 milliar euros pada 2013, dan 50 miliar euros pada 2014.

Kebijakan penghematan di Spanyol memicu gelombang demonstrasi, dan spekulasi mengenai suksesi di wilayah Catalonia.

Meski memicu kemarahan publik, PM Spanyol Rajoy mengatakan akan berkorban jika dibutuhkan.

"Kami tahu apa yang harus kami lakukan, dan sejak kami mengetahuinya, kami melakukannya," kata dia dalam pidato di New York.

"Kami juga mengetahui upaya ini membutuhkan banyak pengorbanan... termasuk bagi masyarakat Spanyol," kata dia.

(bbc/bbc/blog.resistnews.web.id)

Popularitas Francois Hollande menurun sejak menjabat sebagai presiden.
blog.resistnews.web.id - Jumlah pengangguran di Prancis mencapai 3 juta , menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh kementrian tenaga kerja.

Total angka pengangguran ini meningkat 9 % dan merupakan angka tertinggi sejak 1999.

Berbicara sebelum data diumumkan secara resmi, Menteri Tenaga Kerja Michel Sapin : "Ini buruk. Ini sangat buruk."

Bagaimanapun, pemerintah menyalahkan rezim sebelumnya Nicolas Sarkozy.

"Tiga juta pengangguran ini menunjukkan kegagalan kebijakan ekonomi dan sosial yang diambil dalam beberapa tahu terakhir," kata pernyataan kementrian tenaga kerja.

"Menghadapi kesulitan ini, pemerintah akan mengimplementasikan perubahan secepatnya," kata pernyataan itu.

Laporan data pengangguran itu, bagaimanapun, akan menambah tekanan terhadap Presiden Francois Hollande, yang menjanjikan perbaikan ekonomi.

Hollande meraih jabatan sebagai presiden pada Mei lalu, dan menjanjikan sejumlah perbaikan di negara ekonomi terbesar kedua di zona euro. Janji itu antara lain mengatasi pengangguran dan mengatasi penurunan sektor industri.

Menurut jajak pendapat terbaru, popularitas Hollande terendah sejak dia berkuasa.

Sejak Mei lalu, perusahaan besar telah mengumumkan ribuan pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor, termasuk produsen mobil Peugeot, perusahaan produsen obat-obatan Sanofi, dan maskapai Air France-KLM, dan Carrefour.

Analis memperingatkan jumlah pengangguran akan membuat situasi negara itu semakin buruk.

Mathieu Plane, ekonomis dari French Economic Observatory, mengatakan kepada Reuters: "Hampir satu juta orang yang lebih banyak menganggur dibandingkan dengan awal tahun 2008 dan kami belum dapat mengatakan bahwa itu merupakan angka tertinggi."

Pertumbuhan ekonomi Prancis pada kuartal ketiga mencapai nol persen, dan data memperkirakan pertumbuhan yang datar itu akan berlanjut.

Dalam rancangan anggaran 2013 diperkirakan akan memuat penghematan anggaran sebesar 30 milliar euros dan kenaikan pajak.

Pemerintah telah memperkirakan pertumbuhan 0,3% pada tahun ini, dan menetapkan target pertumbuhan 1,2% pada 2013, yang disebutkan para ekonomis tidak realitis.

(bbc/bbc/blog.resistnews.web.id)

blog.resistnews.web.id - Selama ini Amerika Serikat (AS) dianggap sebagai negara penganut demokrasi mutlak di dunia. Tetapi timbul banyak pertanyaan mengapa hanya ada dua partai yang bertarung dalam pemilu.

Bagi Profesor Sejarah American University Allan Lichtman, tidak ada partai ketiga karena sifat dari sistem politik AS. "Dalam politik kami, hanya mengenal pemenang menguasai semuanya. Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kampanye, amat sangat mahal," ujar Profesor Lichtman, di hadapan para wartawan di American University, Washington, Selasa (26/9/2012) atau Rabu (27/9/2012) waktu Indonesia.

Lichtman memberikan contoh bagaimana beraninya Ross Perot untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS dari pihak independen. Meskipun dikenal sebagai miliuner, Perot yang mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada 1992 dan 1996, tetap saja mengeluarkan dana yang lebih banyak.

"Salah satu yang membuat pihak ketiga (calon independen) ini kalah dalam pertarungan pemilu adalah perhatian media. Meskipun memiliki banyak dana tetapi tidak memiliki perhatian media, sangat sulit untuk menang," tuturnya.

Menurut Lichtman, bukan hanya kampanye Presiden AS saja yang mengeluarkan banyak biaya, tetapi kampanye senator juga mengeluarkan biaya yang tidak kurang. "Untuk melakukan kampanye wilayah saja masih membutuhkan jutaan dolar. Jadi sangat sulit untuk mendobrak sistem pemilu di Amerika," imbuhnya.

Tetapi Lichtman menunjukkan kelebihan AS dalam menganut sistem politik semacam ini. Menurutnya, dengan hanya dua partai, politik di Amerika sangat stabil.

"Sistem politik kami sudah berlangsung selama ratusan tahun dan hal ini terus berjalan stabil. Sistem dua partai ini memang tidak memberikan peluang bagi keterbukaan, tetapi sangat stabil," tegas Lichtman.(okezone/blog.resistnews.web.id)

blog.resistnews.web.id - Presiden Mesir Mohamed Mursi membahas segenap masalah yang menimpa imigran-imigran Muslim di seluruh negara dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mursi mengecam kebijakan standar ganda Barat terhadap warga Muslim.

"Apa yang saat ini dialami warga dan para imigran Muslim adalah diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak mereka. Banyak pula kampanye-kampanye yang menghina Muslim dan hal ini tidak dapat diterima," ujar Mursi.

"Mesir menghormati kebebasan berekspresi, namun bukan yang digunakan untuk menyebarkan kebencian dan tidak ditujukan untuk menyerang agama atau kultur tertentu," imbunya, seperti dikutip Associated Press, Kamis (27/9/2012).

Mursi kembali mengencam film Innocent of Muslims yang menghina Nabi Muhammad dan menyinggung kembali masalah kebebasan bereskpresi yang sudah disalahgunakan. Politisi Ikhwanul Muslimin itu juga membahas serangan di kantor misi diplomatik AS yang menewaskan sekira 51 orang, termasuk Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens.

Di Kairo, Mesir, warga menyaksikan siaran pidato Mursi lewat televisinya. Selain disambut oleh warga Mesir, Mursi juga mendapat kritik pedas. Salah seorang warga mengkritik pidato Mursi mengenai kebebasan berekspresi. Warga menyinggung isu penahanan-penahanan aktivis Mesir dan mengaitkannya dengan pidato Mursi di PBB.

Mursi juga membahas isu-isu Timur Tengah lainnya dalam pidato pertamanya di Majelis Umum PBB. Isu tersebut antara lain adalah isu keanggotaan Palestina di PBB dan isu krisis Suriah yang makin memanas. (okezone/blog.resistnews.web.id)

Demo anti-AS di Prancis akibat peredaran film yang melecehkan Islam (Foto: RT)
blog.resistnews.web.id - Kanselir Jerman Angela Merkel dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Tunisia awal Oktober mendatang. Suratkabar Jerman menyebutkan pembatalan ini dilakukan menyusul kekhawatiran terjadinya aksi protes anti-Barat akibat peredaran film "Innocent of Muslims".

Dikutip Trend, Kamis (27/9/2012), juru bicara Merkel, Steffen Seibert mengatakan, kunjungan itu dibatalkan melalui kesepakatan bersama kedua belah pihak. Seibert menolak menyebutkan alasan di balik pembatalan tersebut. Namun dalam laporannya Financial Times Deutschland menyinggung pembatalan tersebut berkaitan dengan protes anti-Barat di Tunisia.

Sementara itu di dalam negeri, Merkel bersama dengan sejumlah pejabat Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) kabarnya berusaha merangkul Muslim Jerman. Dengan populasi warga Muslim yang mencapai tiga juta orang Merkel menyebut, Islam telah menjadi bagian dari Jerman.

Merkel juga turut mengomentari demonstrasi anti-Barat menyusul beredarnya film "Innocent of Muslims" yang berakhir ricuh di sejumlah negara. Kanselir Jerman itu menekankan bahwa warga Muslim Jerman tidak terpancing untuk melakukan hal serupa.

"Mayoritas warga Muslim di jerman telah menjauhkan diri dari tindakan-tindakan seperti itu," imbuhnya.

Sejauh ini Pemerintah Jerman telah mengkritik kemunculan film kontroversial itu, menyebutnya sebagai film anti-Islam. Pemerintah Jerman pun tengah mempertimbangkan larangan atas peredaran film itu.(okezone/blog.resistnews.web.id)

blog.resistnews.web.id - Serangkaian serangan terkoordinasi oleh Mujahidin Daulah Islam Irak melawan pasukan keamanan boneka Irak di dalam dan sekitar Baghdad, telah menewaskan sedikitnya 9 polisi dan tentara dan melukai 19 lainnya, lansir Kavkaz Center.
Di Tamiyah, utara Baghdad, Mujahidin menyerang kantor polisi dengan dua bom mobil, RPG dan Kalashnikov, membunuh seorang polisi dan melukai dua lainnya.
Mujahidin juga menyerang pos pemeriksaan di Zayouna, Baghdad timur, menewaskan dua polisi dan melukai tiga lainnya.
Di al-Amriyah, Falluja, Mujahidin membunuh Brigadir Jenderal Saleh Hassan Fezaa, juga menyerang pos pemeriksaan di al-Amil, Baghdad selatan, menewaskan dua tentara dan melukai tiga lainnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Mujahidin menargetkan basis militer, direktorat anti-terorisme di Baghdad, penjara dan Zona Hijau Baghdad yang tingkat keamanannya sangat ketat di mana pemerintah boneka Irak bermarkas.
Sedikitnya 187 pasukan dan personil pemerintah boneka tewas dan 685 lainnya terluka sepanjang bulan ini.  (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)

blog.resistnews.web.id - Lagi-lagi Amerika Serikat membuat ulah yang memprovokasi umat Islam, "Support Israel, Defeat Jihad" (Dukung Israel, Kalahkan Jihad), itulah slogan yang paling mencolok di iklan yang terpampang di stasiun-stasiun kereta bawah tanah, di New York.
Iklan anti-Islam itu dipasang di 10 stasiun kereta bawah tanah dan di badan Commuter-nya pada Senin (24/9/2012), bertuliskan slogan yang menyamakan Jihad sebagai kebiadaban.
Lengkapnya, iklan itu berbunyi, "In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man. Support Israel. Defeat Jihad" (Dalam setiap perang antara orang beradab dan orang biadab, dukung orang beradab. Dukung Israel. Kalahkan Jihad).

"Kata 'biadab' itu benar-benar (menunjukkan) saudara-saudara di masyarakat Muslim," kata Javerea Khan (22), seorang Muslim kelahiran Pakistan dari Bronx, kepada Reuters. Dia adalah salah satu warga yang melihat langsung iklan anti-Jihad itu.
Iklan itu disponsori oleh organisasi pro-Israel, American Freedom Defense Initiative (AFDI), dipasang setelah Otoritas Transportasi New York (MTA) kehilangan kekuatan untuk menolak memasang iklan yang melanggar kebijakan MTA dan merendahkan bahasa itu.
MTA tidak bisa menahan publikasi iklan yang dibayar oleh tokoh anti-Islam Pamela Geller, direktur eksekutif AFDI, setelah Geller memenangkan persidangan pada Kamis pekan lalu untuk mempublikasikan iklan itu.
Tak ada perlindungan agama di Amerika
Umat Islam tentu saja sangat tersinggung atas iklan tersebut, sudah kesekian kalinya otoritas Amerika membiarkan kampanye anti-Islam terjadi.
"Di mana perlindungan agama di Amerika?," Khan bertanya untuk menyindir negara yang vokal mengusung "demokrasi" itu.
Sama dengan alasan kampanye anti-Islam lainnya, pemasangan iklan anti-Jihad tersebut berdalih bahwa itu adalah bagian dari "kebebasan berkespresi."
Masyarakat Muslim merasa risih atas pemasangan iklan itu, tapi mereka belum bisa berbuat banyak untuk menghapus slogan-slogan anti-Islam dari negara mereka. (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)

Deradikalisasi membawa misi penjajahan Barat untuk menghadang bangkitnya Islam di negeri-negeri Muslim.

blog.resistnews.web.id - Ide sertifikasi ulama adalah bagian dari proyek deradikalisasi di Indonesia. Tak mengherankan, yang melontarkannya pun adalah Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Anehnya, proyek deradikalisasi itu hanya ditujukan kepada umat Islam. Makanya, banyak orang bertanya, kalau mau sertifikasi kenapa hanya diarahkan kepada ulama (pemuka agama Islam)? Mengapa, tidak kepada pendeta/pastor, bhiksu, dan lainnya?

Usut punya usut, logika BNPT tentang radikalisme ini dibangun berdasarkan logika Setara Institute—LSM liberal yang diketuai Hendardi dan banyak dibiayai oleh USAID, bahwa radikalisme itu anak tangga menuju terorisme.

Dalam buku terbitan Setara Insitute berjudul ‘Dari Radikalisme Menuju Terorisme’ (2012) disimpulkan bahwa “kinerja deradikalisasi yang selama ini hanya diperuntukan bagi eks teroris, harus juga diarahkan pada kelompok-kelompok radikal, karena pembiaran terhadapnya sama artinya memfasilitasi inkubasi kelompok radikal menjadi teroris.”

Nah, yang dimaksud kelompok radikal ini adalah radikal versi Setara Institute. Menurut lembaga ini, radikal dicirikan dengan: tidak mau bertetangga dengan beda agama, tidak setuju menikah beda agama, tidak setuju anggota keluarga pindah agama, menolak orang tidak beragama, tidak menerima rumah ibadah agama lain di lingkungannya, menolak ada agama lain di luar enam agama resmi, anti Ahmadiyah, ingin menerapkan syariat Islam, setuju hukum rajam, setuju khilafah, serta menolak demokrasi.

Maka, berdasarkan landasan berpikir tersebut, seluruh kaum Muslimin yang memegang erat ajaran agamanya berdasarkan Alquran dan sunnah terkategori radikal. Dari sini pula, tampaknya BNPT terbawa oleh logika konyol Setara Institute bahwa ajaran Islam adalah pangkal lahirnya/sumber terorisme. “Bisa dipastikan BNPT menempatkan terma radikal dengan pemaknaan yang stereotif, over simplikasi dan subyektif,” kata pengamat kontra-terorisme Harits Abu Ulya.

Kompleks
Persoalan radikalisme dan terorisme, menurut Harits, bukan persoalan yang sederhana dan tidak mudah disederhanakan. Secara obyektif realitas empiris, terorisme bukan peristiwa yang muncul tanpa sebab dan juga bukan istilah yang steril dari kepentingan politik.

“Terorisme di Indonesia juga fenomena turunan yang muncul karena faktor yang komplek baik di level global maupun domestik. Tidak mudah membuat kesimpulan linear radikalisme selalu menghadirkan kekerasan bahkan tindak terorisme,” kata Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) ini.

Ia menjelaskan, radikalisme sendiri beragam wajah, bisa dalam bentuk pemikiran dan konsep atau radikal dalam bentuk tindakan. Dan radikalisme pemikiran tidak selalu korelatif dengan tindakan radikal. “Pada titik ini, tidak fair rasanya jika tindakan kekerasan atau teror selalu dikaitkan dengan  radikalisme agama, apalagi Islam,” paparnya.

Menurutnya, bisa saja seseorang atau kelompok karena kepentingan pribadi yang tersumbat kemudian menstimulasi tindakan radikal, kekerasan bahkan teror. Contoh, berapa banyak calon bupati atau wakil bupati yang gagal dalam laga pilkada kemudian kecewa akhirnya melahirkan tindakan anarkis, bahkan membuat teror atas rasa aman masyarakat. Juga pelaku pengeboman di Oslo Norwegia beberapa bulan lalu dengan korban lebih dari 60 orang tewas, ternyata dari penganut Kristiani. Di Amerika sendiri, sudah beberapa kali orang menembak orang lain secara massal.

Artinya, kata Harits, secara obyektif sebuah sikap ”radikal” bisa tumbuh dalam entitas apapun, tidak mengenal agama, batas teritorial negara, ras, suku bahkan usia dan sekat lainnya. Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono saat membuka seminar berjudul “The Future of Terrorism Studies in South East Asia” di Jakarta, mengatakan terorisme di Indonesia disebabkan tiga faktor yakni korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial.(Metrotvnews.com, 4/10/2010)

Tendensius

Meski fakta dan data begitu jelas, tampaknya BNPT tetap pada pendiriannya sebagaimana logika yang dibangun oleh Setara Institute. Makanya, sama persis dengan kalangan liberal, BNPT pun menyodorkan gagasan deislamisasi di Indonesia. “Islam moderat” menjadi arus utama yang dibangunnya dalam bingkai sistem sekuler-kapitalis-demokrasi.

Tak mengherankan, jika BNPT selama ini mencoba mendekonstruksi istilah-istilah yang sudah baku dalam syariat Islam. Lembaga yang dipimpin oleh pensiunan jenderal polisi bintang dua ini selalu memunculkan ‘ijtihad-ijtihad’ baru terhadap istilah:  jihad/istishad/ightiyalat dan intihar; klaim kebenaran; amar ma’ruf nahyi munkar; hijrah; thagut; Muslim dan kafir; ummatan washatha; tasamuh; dan Daulah Islam dan Khilafah. “Inilah yang disebut dengan kalimatul haq iroda bihal baatil, kalimat yang benar tapi yang diinginkan adalah kebatilan,” kata Harits.

Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Yahya Abdurrahman menyebut, proyek deradikalisasi—termasuk wacara sertifikasi ulama—merupakan langkah menghadang bangkitnya Islam dan ini merupakan bagian dari strategi global war on terrorism (GWOT) yang dicanangkan oleh Amerika dan Barat.
Menurutnya, Amerika dan Barat takut akan kebangkitan Islam karena mereka tahu tegaknya Daulah Islam akan menghapuskan penjajahan mereka di negeri-negeri Muslim.  Makanya, Amerika—termasuk Barat—dan antek-anteknya selalu menjadikan Islam dan kaum Muslim yang lurus sebagai sasaran serangan. Tak peduli melakukan kekerasan atau tidak. (mediaumat.com/blog.resistnews.web.id)

 Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka (TQS Muhammad [47]: 12-13).
Dalam pandangan Allah SWT, manusia terbelah menjadi dua golongan besar, yakni: Mukmin dan kafir. Keduanya memiliki sifat yang kontradiktif. Balasan untuk mereka pun bertolak belakang. Orang Mukmin diberikan balasan surga, sedangkan orang kafir dimasukkan ke dalam neraka. Bahkan, tidak jarang pula yang sudah ditimpa azab semasa di dunia. Ayat-ayat ini adalah di antara yang menjelaskan perkara ini.

Perbedaan Antara Mukmin dan Kafir
Allah SWT berfirman: Innal-Lâh yudkhilu al-ladzîna âmanû wa amilû al-shâlihât jannât (sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga). Dalam ayat sebelumnya terdapat perintah untuk memperhatikan kesudahan orang-orang terdahulu. Orang-orang yang kafir ditimpa azab Allah yang membinasakan. Tidak ada yang menjadi pelindung atas mereka. Nasib mereka tentu berbeda halnya dengan orang Mukmin. Allah SWT menjadi pelindung mereka. Realitas inilah yang seharusnya diperhatikan untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi siapa pun yang berjalan di muka bumi.
Ayat ini memberikan penjelasan lebih lanjut tentang dua kelompok manusia itu. Ditegaskan ayat ini bahwa orang-oran beriman dan beramal shalih itu akan dimasukkan ke dalam surga. Sebagaimana diberitakan dalam banyak ayat, surga itu pun: Tajrî min tahtihâ al-anhâr (yang mengalir di bawahnya sungai-sungai). Inilah balasan yang akan diterima orang Mukmin di akhirat kelak. Menurut al-Syaukani, kalimat ini merupakan penjelasan tentang wilâyatul-Lâh (perlindungan Allah) terhadap kaum Mukmin.
Setelah itu diterangkan tentang gambaran kehidupan dan perilaku kaum kafir selama di dunia. Allah SWT berfirman: Wal-ladzîna kafarû yatamatta’ûna (dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang [di dunia]). Selama di dunia, mereka menghabiskan hidupnya hanya untuk bersenang-senang. Artinya, mereka benar-benar mengambil semua kenikmatan dan kesenangan duniawi.
Juga: Wa ya`kulûna kamâ ta’kulu al-an’âm (dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang). Perilaku yang digambarkan ayat ini kebalikan dari perilaku kaum Mukmin. Jika orang Mukmin mereka mengerjakan amal shalih, yang berarti seluruh tindakannya berpatokan dengan syara’, orang-orang kafir justri sebaliknya. Mereka sama sekali tidak mengindahkan itu. Tidak ada batasan halal atau haram yang mengikat perbuatan mereka. Asal menyenangkan mereka, semuanya boleh. Perilaku ini persis seperti halnya binatang ternak. Bahkan mereka bisa lebih sesat sebagaiamana ditegaskan dalam beberapa ayat seperti firman Allah SWT: Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (TQS al-Furqan [25]: 44). Dinyatakan al-Qurthubi, mereka tidak memiliki himmah (cita-cita, orientasi) kecuali perut dan kemaluan mereka. Mereka lalai terhadap hari esok mereka.
Fakhruddin al-Razi juga menjelaskan beberapa aspek keserupaan antara orang kafir dan binatang ternak dalam soal makanan. Pertama, yang amat diinginkan dan dipentingkan binatang adalah makan. Tidak ada yang lain. Demikian pula dengan orang kafir. Ini berbeda dengan orang Mukmin yang menjadikan makan untuk mengerjakan dan memperkuat amal shalih mereka. Kedua, binatang tidak meminta petunjuk kepada al-Khaliq tentang makanan yang dimakan. Orang kafir juga begitu. Ketiga, binatang diberi makanan yang banyak supaya bisa gemuk. Binatang tersebut pun lalai terhadap urusan lain; dan tidak tahu bahwa ketika menjadi gemuk berarti semakin dekat dengan penyembelihan dan kebinasaan. Pun demikian dengan orang kafir. Ini relevan dengan kelanjutan ayat ini: wa al-nâr matswâ[n] lahum (dan neraka adalah tempat tinggal mereka).
Inilah kesudahan nasib orang kafir. Neraka yang dipenuhi dengan aneka siksa yang amat dahsyat dan mengerikan merupakan tempat tinggal mereka di akhirat. Mereka menanggung kerugian yang amat besar. Kenikmatan amat sedikit dan sebentar yang mereka rasakan harus ditukar dengan siksa neraka.

Azab bagi Kaum Kafir di Dunia
Dalam ayat selanjutnya Allah SWT berfirman: Wak kaayyin min qaryat[in] asyaddu quwwah min qaryatika al-latî akhrajatka (dan betapa banyaknya negeri-negeri yang [penduduknya] lebih kuat dari [penduduk] negerimu [Muhammad] yang telah mengusirmu itu). Khithâb atau seruan ayat ini ditujukan kepada Rasulullah SAW. Sehingga qaryataka yang dimaksudkan adalah Makkah. Kaum kafir di negeri itulah yang telah mengusir Rasulullah SAW dari kota tersebut. Ketika Rasulullah SAW keluar dari Makkah untuk hijrah ke Madinah, beliau menoleh ke Makkah seraya bersabda: Engkau adalah negeri Allah yang paling dicintai Allah. Engkau juga negeri Allah yang paling aku cintai. Seandainya orang-orang musyrik itu tidak mengusirku, niscaya aku tidak keluar darimu.
Dengan demikian, penduduk negeri yang memliki kekuatan melebihi mereka adalah penduduk negeri selain penduduk Makkah. Dalam ayat lain diberitakan beberapa kaum yang memiliki kekuatan yang besar, seperti kaum ‘Ad, Tsamud, Fir’aun, dan lain-lain. Semua kaum yang lebih kuat dari penduduk Makkah itu pun binasa ditimpa oleh azab-Nya. Allah SWT berfirman: Ahlaknâhum (Kami telah membinasakan mereka). Kaum ‘Ad, misalnya, mereka ditimpa azab berupa serbuan angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam dan delapan hari. Akhirnya mereka jatuh bergelimpangan dan tidak ada seorang pun di antara merek ayang tersisa (lihat QS al-Haqqah [69]: 6-8).
            Kemudian ditegaskan pula: Falâ nâshira lahum (maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka). Dijelaskan al-Thabari, ada dua penafsiran tentang frasa ini. Pertama, sekalipun ada penolong yang diangkat itu berlepas diri. Maka mereka tidak memiliki penolong. Kedua, sekarang mereka tidak memiliki penolong yang menolong mereka dari azab Allah.
Ibnu Katsir menyatakan bahwa ini merupakan ancaman yang amat keras dan tegas bagi penduduk Makkah yang mendustakan Rasulullah SAW, sayyid al-mursalîn dan penutup para nabi. Jika Allah SWT telah menghancurkan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul, sementara umat itu lebih kuat dari mereka, maka apa yang terbayang oleh mereka dengan hukuman Allah SWT atas mereka di dunia dan akhirat? Apabila sebagian besar mereka tidak dijatuhi hukuman di dunia, itu lantaran berkah adanya Rasulullah SAW, nabiyy al-rahmah (nabi yang enuh kasih sayang). Maka siksa atas mereka pun dilipatgandakan sebagaimana ditegaskan Allah SWT QS Hud [11]: 20.
Demikianlah potret sifat dan kesudahan dua golongan manusia. Orang-orang Mukmin yang hidupnya dipenuhi dengan amal shalih, senantiasa berpedoman kepada syariah dalam perbuatannya, diberikan balasan surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya, orang-orang kafir yang menghabiskan hidupnya hanya untuk bersenang-senang, mengejar kesenangan duniawi, dan hanya berorientasi pada materi, diganjar dengan siksa neraka yang amat dahsyat. Bahkan sebagian di antara mereka ada yang telah ditimpa azab di dunia. Betapa meruginya mereka.
Sungguh aneh jika kaum Muslim yang telah mendapatkan petunjuk-Nya itu tertarik dengan pola hidup mereka. Mereka memang bisa merasakan kenikmatan duniawi itu. Namun kenikmatan dan kesenangan itu amat kecil, matâ’[un] qalîl (kenikmatan yang sedikit). Namun itu harus dibayar siksa neraka yang amat dahsyat. Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.

Ikhtisar:
  1. Manusia terbagi menjadi dua: Mukmin dan kafir.
  2. Perilaku orang Mukmin terikat dengan syariah, sementara perilaku orang kafir seperti binatang, bahkan lebih sesat
  3. Balasan bagi orang Mukmin adalah surga, sedangkan bagi oran kafir adalah neraka. Bahkan ada sebagian di antara mereka yang telah merasakan azab-Nya di dunia.
Sumber: mediaumat.com (25/9/2012)

Prostitusi merupakan aktivitas seks yang dilakukan di luar akad nikah yang sah. Meski demikian, di Indonesia, sudah jamak dikenal prostitusi legal di mana aktivitas tersebut dipantau pemerintah. Padahal, dari prostitusi inilah muncul berbagai masalah sosial masyarakat lainnya, seperti perceraian, aborsi, trafficking dan penyebaran penyakit seksual menular, termasuk yang paling berbahaya, HIV/AIDS.
Anehnya, pemerintah masih tutup mata dengan dampak berantai dari eksistensi pelacuran ini. Akibatnya, pelacuran makin menjadi, termasuk memakan korban dari kalangan anak-anak dan remaja.
Sistem Islam dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi prostitusi melalui penyelesaian yang komprehensif. Setidaknya ada lima jalur penyelesaian yang dalam pelaksanaannya saling bersimultan. Yakni, jalur hukum, ekonomi, sosial, pendidikan dan politik.
Kelima jalur ini harus ditempuh karena munculnya aktivitas prostitusi bukan hanya karena satu alasan tertentu, misalnya faktor ekonomi. Adapun lima jalur ini adalah:
Hukum
Negara harus tegas memberikan sanksi pidana kepada para pelaku prostitusi yang telah berbuat zina. Jangan hanya mucikari atau germonya yang dikenai sanksi, juga pelacur dan pemakai jasanya. Selama ini, pelacur selalu dibela sebagai korban. Sementara para lelaki hidung belang bebas melenggang. Mereka adalah subyek dalam lingkaran prostitusi yang harus dikenai sanksi tegas. Hukuman di dunia bagi orang yang berzina adalah dirajam (dilempari batu) jika ia pernah menikah, atau dicambuk seratus kali jika ia belum pernah menikah lalu diasingkan selama satu tahun. Jika di dunia ia tidak sempat mendapat hukuman tadi, maka di akhirat ia disiksa di neraka. Bagi wanita pezina, di neraka ia disiksa dalam keadaan tergantung pada payudaranya.
Ekonomi
Negara harus mewujudkan jaminan kebutuhan hidup setiap anggota masyarakat, termasuk penyediaan lapangan pekerjaan harus terpenuhi. Sehingga, alasan mencari nafkah tidak bisa lagi digunakan untuk melegalkan prostitusi.
Pendidikan
Negara wajib menjamin pendidikan untuk memberikan bekal kepandaian dan keahlian pada warganya. Hal ini terkait dengan poin kedua di atas, yakni agar setiap individu mampu bekerja dan berkarya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang baik dan halal.
Sosial
Pembinaan untuk membentuk keluarga yang harmonis merupakan penyelesaian jalur sosial yang juga harus menjadi perhatian pemerintah. Hal ini disebabkan keluarga merupakan salah satu pilar dalam masyarakat yang ikut menentukan kualitas suatu generasi.
Politik
Penyelesaian prostitusi membutuhkan diterapkannya kebijakan yang didasari syariat Islam. Harus dibuat undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran. Negara merupakan satu-satunya institusi yang mampu menerapkan syariat Islam ini dalam bentuk Khilafah Islamiyah.
Dengan solusi di atas, diharapkan tidak akan ada lagi perempuan, khususnya anak-anak dan  remaja yang terjerumus pelacuran dengan alasan apapun. Juga, tidak akan ada laki-laki yang tergoda untuk berzina bukan dengan pasangan sahnya, baik cuma-cuma maupun berbayar dengan pelacur.(kholda)
Sumber: mediaumat.com (25/9/2012)

Merasakan kasih sayang dan ketenangan dalam rumah tangga adalah sesuatu yang niscaya pada keluarga Muslim.  Allah SWT telah menjelaskan bahwa pernikahan adalah tempat ketenangan bagi  suami-istri (QS ar-Rum []: 21).
Ketenangan dan kasih sayang tercipta dari pergaulan yang baik di antara suami dan istri. Mereka menempatkan pasangan sebagai sahabat satu sama lain.  Masing-masing menyertai pasangan saat suka dan duka, saling memenuhi kebutuhan masing-masing, memahami keinginan dan harapan masing-masing. Lebih dari itu, sesungguhnya terdapat hubungan timbal-balik yang secara prinsipil telah Allah tetapkan pada diri mereka sebagai hak yang dimiliki masing-masing yang wajib dipenuhi oleh pasangannya (Lihat:  QS al-Baqarah [2]: 228).
Ibnu Abbas memberi penjelasan tentang pelaksanaan ayat ini, ”Sesungguhnya aku berhias untuk istriku sebagaimana ia berhias untuk aku. Aku suka untuk menuntaskan semua hak yang ada padaku untuk dia karena dia (istri) akan memenuhi segala apa yang menjadi hakku atas dirinya.
Dalam kehidupan Rasulullah saw., ketenangan dan ketentrraman rumah tangga diberi perhatian penting oleh beliau. Setiap malam, setelah shalat isya beliau biasa menyempatkan untuk berbincang dan bersenda gurau dengan istri sebelum tidur. Dalam khutbah haji wada’ beliau berpesan agar para suami berlaku baik kepada istri-istrinya: Bertakwalah kepada Allah dalam perkara perempuan. Sungguh, kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah…Pada mereka ada hak rezeki (makanan) dan pakaian yang baik.”
Dalam sabda beliau yang lain: ”Sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik terhadap istri mereka.” Demikianlah, Allah SWT telah menjelaskan dan Rasulullah saw. telah mencontohkan bagaimana bergaul yang baik dan benar antara suami dan istri.
Saat terjadi ketidakseimbangan dalam pemenuhan hak suami ataupun istri akan muncul gangguan terhadap ketenangan dan ketentraman. Saat ini, gangguan tersebut muncul secara sistemik.  Selain situasi masyarakat yang dilanda berbagai krisis,  suami maupun istri sering tidak memahami hak dan kewajiban masing-masing. Mereka jahil (bodoh) akan hukum syariah dalam berumah tangga yang harus mereka jalankan.  Oleh sebab itulah, untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah diperlukan situasi hidup bermasyarakat dan berbangsa yang selaras dengan syariah Islam.
Untuk mewujudkan pergaulan yang makruf dan berlemah lembut antara suami istri, apalagi dalam situasi sekarang, memang bukan perkara mudah.  Namun, kita harus berproses untuk mewujudkannya dan kemudian memeliharanya terus-menerus.  Rasulullah saw. telah memberikan contoh untuk kita semua, antara lain: 
Pertama, saling mencintai karena Allah SWT.  Mahabbah filLah antara suami-istri harus senantiasa dipupuk sebagai perekat persahabatan di antara keduanya.  Munculnya cinta karena Allah SWT disebabkan karena keduanya memiliki keimanan dan melakukan ketaatan-ketaatan kepada-Nya. Jika ada yang tidak disukai dari pasangannya, itu karena ia tidak rela sahabatnya melakukan kemaksiatan dan kemungkaran  kepada Allah SWT. Rasulullah saw.  bersabda  “Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah  karena Allah, berarti ia telah sempurna imannya.” (HR al-Hakim).
Suami-istri diperintahkan untuk saling bergaul secara makruf dan saling berlemah-lembut di antara keduanya (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 19). 
Bergaul maknanya adalah berinteraksi secara intens, berlemah lembut dan penuh canda serta bersahabat dengan penuh keakraban.  Persahabatan keduanya akan menciptakan ketenteraman dalam jiwa dan kedamaian dalam hidup.  Seorang suami tidak boleh membuat istrinya cemberut atau bermuka masam—meski dalam perkara yang tidak sampai menimbulkan dosa;  berlemah-lembut dalam bertutur kata, tidak bertingkah keji dan kasar, serta tidak menampakkan kecenderungan kepada wanita lain. Begitu juga istri, dia melaksanakan ketaatan kepada suami bukan karena terpaksa, tetapi karena ketaatannya kepada Allah SWT. Ketaatan istri kepada suami akan dapat menciptakan ketenteraman dan kedamaian di dalam kehidupan suami-istri.  Ibnu Abbas pernah bertutur, “Para istri berhak untuk merasakan suasana persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami mereka, sebagaimana mereka pun berkewajiban untuk melakukan ketaatan dalam hal yang memang diwajibkan atas mereka terhadap suami mereka.”
Rasulullah saw. juga pernah bersabda:
«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي»
Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya.  Sesungguhnya aku sendiri adalah orang yang paling baik di antara kalian dalam memperlakukan keluargaku (HR Ibnu Majah).

Rasul saw. pun bersabda, “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian ialah yang paling baik kepada istrinya.” (HR at-Tirmidzi)
Kedua, saling memahami.  Kita ketahui bersama bahwa pernikahan adalah menyatukan dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda dan dua keluarga yang berbeda. Karena itu, suam-istri perlu saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing; menerimanya dengan lapang dada tanpa ada penyesalan yang berkepanjangan. Saling memahami akan menjadikan suami-istri berempati terhadap pasangannya sehingga tidak mudah saling berburuk sangka, tetapi  tidak berarti toleran terhadap kesalahan dan kelemahan yang dapat merugikan pasangannya. Sikap ini memudahkan suami-istri untuk berpikir jernih sebelum memberikan pendapat dan menilai pasangannya.
Ketiga,  saling menasihati.  Manusia manapun tidak luput dari kesalahan. Ketika Islam mengharuskan  saling bergaul secara makruf atau berlemah lembut antara suami dan istri, lantas tidak berarti menjadikan nasihat-menasihati antara suami dan istri menjadi terhalang.  Ketika suami melakukan perbuatan maksiat atau  tidak memenuhi kewajibannya, maka istri wajib mengingatkan suaminya untuk kembali  pada tuntunan Islam. Ketika suaminya membawa uang tambahan bagi istri dan anak-anaknya, maka bukan suatu hal yang salah jika istri bertanya dari mana uang tambahan tersebut.  Demikian pula sebaliknya, ketika istrinya berbuat maksiat atau tidak melaksanakan kewajibannya, maka seorang suami wajib untuk menasihatinya. Dengan begitu keluarga tersebut menjadi keluarga yang penuh berkah karena syariah dilaksanakan dalam keluarga  tersebut dengan penuh kesungguhan.
Persahabatan suami-istri akan mengantarkan setiap orang tidak pernah rela pasangannya melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak.  Saling memberi nasihat merupakan wujud suatu hubungan yang saling mencintai karena Allah SWT. Sebab, tujuannya adalah dalam rangka menjaga ketaatan kepada Allah SWT, dan menjauhkan pasangannya dari melakukan kemakshiatan kepada-Nya.  Nasihat yang disertai dengan  komunikasi yang tepat waktu dan tepat cara (lemah-lembut dan tidak menjustifikasi kesalahan) akan membuat pasangan yang dinasihati merasakan kesejukan dan ketenteraman dalam menerima masukan.
Keempat, saling memaafkan.  Kehidupan suami-istri tidak luput dari berbagai kelemahan, kesalahpahaman dan pertengkaran kecil.  Hal-hal ini akan dapat merenggangkan hubungan persahabatan satu sama lain.  Pada saat salah seseorang dari suami-istri melakukan sesuatu hal yang menimbulkan kemarahan, maka langkah yang perlu disuburkan oleh yang lainnya adalah menahan marah dan  memaafkan. Saling memaafkan satu sama lainnya adalah kunci untuk memelihara pergaulan yang makruf di  antara suami-istri.
Kelima, saling bekerjasama dan  tolong-menolong.  Kehidupan suami-istri adalah kehidupan yang berpeluang mengalami kesulitan-kesulitan seperti beban pekerjaan yang memberatkan, pemenuhan nafkah, pendidikan anak, dan lain-lain.  Namun, perlu dipahami, saling tolong-menolong bukan berarti kewajiban masing-masing bisa saling dipindahkan atau dihilangkan. Jika suami istri selalu saling tolong-menolong, selain  akan meringankan beban satu sama lainnya, juga akan melanggengkan kasih sayang dan sikap lemah lembut di antara keduanya.
Demikianlah Rasulullah saw. telah menuntun kita untuk senantiasa bergaul dengan makruf kepada pasangan, saling bersenda gurau, berlemah lembut di antara suami-istri. Dengan tuntunan beliau di atas, seyogyanya seorang suami menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan penuh kelembutan dan kasih sayang kepada istri dan anggota keluarganya yang lain. Demikian pula, istrinya pun diperintah untuk  dan bergaul dengan baik, taat kepadanya dalam perkara yang disyariatkan. Dengan itu akan terwujud ketenangan di antara keduanya dan abadilah ikatan cinta dan kasih sayang di antara keduanya (Lihat: QS al-A’raf [7]: 189).  Dengan demikian, nyatalah bahwa keluarga Muslim adalah keluarga yang sarat dengan ketenangan dan curahan kasih sayang.
Semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan kepada kita semua untuk senantiasa memelihara ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan pernikahan kita. Amin. WalLahu a’lam bi ash-shawab. []
Powered by Blogger.