Archive by date

Tiga Trik Zionis Menguasai Palestina

item-thumbnail

Oleh Ustadz Fahmi Suwaidi
Setelah memasuki kota, Allenby menyempatkan berdiri di pemakaman para syuhada perang pembebasan Al-Quds sejak era sahabat radhiallahu’anhum hingga Perang Salib. Dengan congkak ia menyombongkan kemenangan pasukannya dan berujar, “Hari ini Perang Salib telah berakhir dengan kemenangan kami.”
Sembilanpuluh lima tahun silam, tepatnya tahun 1917, tanah Palestina terpaksa diserahkan oleh Khilafah Turki Utsmani kepada Jenderal Allenby dari Inggris. Turki yang menjadi sekutu Jerman dalam Perang Dunia I menderita kekalahan memalukan. Sebagai pecundang dalam perang, imperium itu harus merelakan beberapa wilayahnya kepada pihak Sekutu sebagai pemenang.
Bumi Syam yang dibebaskan oleh Khilafah Islamiyah di bawah Umar bin Khaththab pun mulai terbelah. Setahun sebelumnya, diam-diam Inggris dan Perancis telah menandatangani Perjanjian Sykes-Picott. Bumi Khilafah dibagi-bagi. Irak dan Yordan jatuh ke tangan Inggris, sementara Lebanon dan Palestina diserahkan pada Perancis. Namun belakangan Palestina diserahkan kepada Inggris.
Sebelumnya, Inggris telah berjanji pada Emir Faisal dari Hijaz, bahwa ia akan diangkat menjadi Raja Arab yang berkuasa di Damaskus dan memimpin Jazirah Arab. Syaratnya, ia mengerahkan pasukannya membantu Inggris memerangi tentara Turki. Perang pun bergejolak di antara sesama Muslim. Damaskus dikuasai pasukan Faisal sementara Allenby memasuki kota suci Al-Quds.
Setelah memasuki kota, Allenby menyempatkan berdiri di pemakaman para syuhada perang pembebasan Al-Quds sejak era sahabat radhiallahu’anhum hingga Perang Salib. Dengan congkak ia menyombongkan kemenangan pasukannya dan berujar, “Hari ini Perang Salib telah berakhir dengan kemenangan kami.”
Kemenangan ini melalui proses panjang. Inggris melalui tim intelijen militernya menggarap serius pencaplokan wilayah Utsmani. Melalui Letkol T.E. Lawrence, intel legendarisnya, Inggris meyakinkan para pemimpin Arab bahwa mereka harus memberontak kepada kekuasaan Turki.
Lalu bagaimana janji Inggris pada Faisal? Janji tinggal janji. Ia urung jadi raja Arab sebagaimana impiannya. Dunia Barat pun mentertawakannya dan justru menobatkan Lawrence, intel homoseks yang membina Faisal, sebagai Lawrence the Arabian -sang “Raja Arab tanpa mahkota.” Faisal hanya dipajang menjadi boneka Inggris di Irak dan menemui ajal, diduga karena diracun arsenik.
Surat Balfour
Sukses merebut Palestina dan mengakali Emir Faisal pada tahun 1917, Inggris punya agenda lain. Tanggal 2 November tahun itu juga, Menteri Luar Negeri Arthur Balfour menuliskan sebuah janji bagi kaum Yahudi. Janji itu ditulis dalam surat Balfour yang ditujukan pada Lord Walter Rothschild, tokoh Zionis Inggris terkemuka. Surat yang kelak dikenal sebagai Deklarasi Balfour itu menjanjikan bahwa pemerintah Ratu Inggris menyukai “berdirinya sebuah tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina dan akan berusaha sebaik-baiknya memfasilitasi tujuan itu.”
Jelas bahwa Balfour tak peduli nasib bangsa Palestina, pemilik tanah yang dijanjikan pada kaum Yahudi itu. Dalam surat lainnya tahun 1919, Balfour mengatakan, “Di Palestina kami tak merencanakan atau bahkan mempertimbangkan pendapat penduduk negeri itu, meskipun komisi dari Amerika mempertanyakannya. Keempat negara besar memiliki komitmen pada Zionisme. Dan Zionisme; benar ataupun salah, baik ataupun buruk, adalah tradisi yang berakar panjang dalam kebutuhan masa kini, harapan masa depan, dari makna yang jauh lebih penting daripada keinginan dan prasangka 700 ribu orang Arab yang kini menghuni tanah kuno itu.”
Lalu, ide negara zionis di tanah Palestina pun menggelinding bak bola salju. Peran Inggris sebagai pemimpin dunia Barat melancarkan ide Yahudi itu. Inilah kelihaian Yahudi yang diwarisi sejak era Perang Ahzab. Jika dahulu mereka bisa menghasut Quraisy dan Ghathafan untuk mengepung Muslim di Madinah dengan puluhan ribu pasukan, kini mereka menggalang dukungan politik negara-negara besar untuk kepentingannya. Kelicikan politik, inilah trik pertama kaum Zionis.
Riba dan Mesiu
Bagaimana kaum Zionis bisa mempengaruhi pemerintah Inggris agar menjalankan agenda mereka? Lewat jeratan hutang. Rothschild adalah bankir Yahudi ternama di Inggris dan Eropa. Ia memutar uangnya, dengan riba tentu saja, hingga mampu menghutangi negara-negara yang terlibat perang dan butuh biaya besar.
Ketika leher Inggris sudah terjerat hutang dan ribanya, Rothschild meminta tanah untuk bangsanya. Inilah trik kedua yang diwarisi Yahudi sejak para Nabi Bani Israel didustakan dan dibunuh oleh kaumnya sendiri, mereka tak pernah mau meninggalkan bisnis riba yang dilaknat Allah Ta’ala.
Ada juga trik lain. Balfour mendapat pengaruh, agar Inggris mendukung Zionisme, dari Chaim Weizman. Dosen di Universitas Manchester itu adalah ahli kimia Yahudi kelahiran Rusia. Ia dihormati Barat karena perannya dalam proses penemuan acetone, bahan penting dalam pembuatan mesiu baru yang tak berasap. Penemuan ini sangat bermanfaat bagi dunia militer Barat. Inilah warisan Yahudi dari Bani Nadir yang diusir Rasulullah saw dari Madinah, keahlian membuat persenjataan yang menjadi kebutuhan militer berbagai bangsa.
Maka, kelicikan politik, harta riba dan inovasi senjata dipadukan oleh Yahudi untuk memaksakan cita-citanya kepada dunia. Sebuah negara haram bernama Israel pun berdiri, pada tahun 1948, di atas tanah bangsa Palestina yang menjaganya sebagai wakaf kaum Muslimin sejak era Khalifah Umar bin Khaththab. Penjajahan terhadap bumi kaum Muslimin pun terus merajalela, menunggu mereka menyadari kewajiban jihad untuk merebutnya kembali.
loading...
Read more »

Memakai Jilbab, Seorang Profesor Di Turki Dilarang Mengawasi Ujian, Astaghfirullah!

item-thumbnail

blog.resistnews.web.id - Menggelikan, seorang laki-laki yang bergelar profesor dari Universitas Terbuka Turki bernama Ilham Duran,  melarang Halit Yetisir, rekannya sendiri yang juga seorang profesor untuk menggunakan jilbab saat mengawasi sebuah ujian, Astaghfirullah!.  Atas tindakan Duran yang terjangkit Islam phobia dalam dirinya, Yetisir tidak terima.
Ilustrasi
Yetisir pun memutuskan untuk melaporkan sikap rekannya yang melarang dia menggunakan jilbab saat hendak mengawasi ujian, seperti dilansir Pressstv, Senin (11/2/2013). Kepada pihak Universitas Terbuka Turki,  Yetisir mengaku dia dilarang masuk dalam ruangan aula ujian, karena menggunakan jilbab.
Padalah, tidak ada peraturan tertulis yang mengatur cara berpakaian seorang guru, apalagi melarang guru muslim menggunakan jilbab saat mengajar.  Sebelumnya, langkah pemerintah sekuler turki untuk melarang setiap wanita muslim menggunakan jilbab, telah menyulit amarah orang Muslim yang merupakan lebih dari 97 persen dari populasi negara itu.
Pemerintah sekuler Turki juga telah mengeluarkan perintah pelarangan jilbab bagi para siswi saat bersekolah. Mereka diperbolehkan untuk menggunakan jilbab tersebut, jika mereka bersekolah di sekolah agama swasta.
Menanggapi aturan tersebut, hanya sekitar 200 ribu dari 7 juta perempuan yang menentang larangan berjilbab di sekolah, selebihnya menerima aturan tersebut.
Turki yang dahulu merupakan benteng pemerintahan Islam kini menjadi sebuah negara sekuler setelah resmi runtuh tahun 1924, dimana pemerintahnya menentang syariat Islam. Larangan jilbab yang diusung sang penghianat Mustafa Kemal laknatullah, ternyata masih diminati seorang profesor Ilham Duran. (al-mustaqbal.net/blog.resistnews.web.id)
loading...
Read more »

Iran dan Hizbullah membentuk milisi di Suriah

item-thumbnail
blog.resistnews.web.id - Surat kabar Amerika  ”The Washington Post” mengabarkan bahwa Iran dan Hizbullah  berusaha untuk membentuk jaringan kelompok bersenjata di dalam wilayah Suriah untuk melindungi kepentingan mereka dalam mempertahankan Presiden Bashar al-Assad.
Surat kabar itu, mengutip dari para pejabat AS dan Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya : bahwa tampaknya tujuan Iran adalah agar tetap memiliki elemen penting  di Suriah bilamana akhir dari pertempuran wilayah Suriah menjadi terpecah pecah menjadi daerah-daerah etnis dan sektarian “.
Pejabat senior di pemerintahan AS  menjelaskan proses ini sangat terlihat dan “inti niat mereka tampaknya memberi dukungan kepada rezim Suriah untuk bertahan. Dan yang terpenting bagi Iran menjaga kekuasaan Assad di Suriah adalah lebih mereka sukai  sehingga wilayah tersebut tetap bisa diandalkan dan bisa dipercaya sebagai poros mereka..”
Pejabat Arab juga menunjukkan bahwa strategi Iran di Suriah memiliki dua jalur, “yang pertama mendukung Assad sampai batas akhir dan yang kedua untuk mempersiapkan untuk menghadapi apa yang harus dilakukan bila runtuhnya rezim.”
Sekutu Teheran di Suriah adalah kelompok Syiah Alawi yang bermarkas di dekat perbatasan Suriah dengan Lebanon dan di kota Latakia, sebagaimana yang dikabarkan  surat kabar itu.
Menurut skenario yang paling mungkin adalah bila Assad jatuh, dan mereka akan merencanakan apa yang masih tersisa dari pemerintah Assad (apakah itu ada atau tidak) mereka akan tetap mempertahankan dan akan mencoba untuk membangun wilayah pesisir yang terkait erat dengan poros Teheran.
Surat kabar itu menambahkan bahwa daerah ini akan sangat dekat dengan  Iran –  Hizbullah Lebanon dalam  membantu Syiah Alawi mempertahankan wilayah wilayah tersisa.(IT/eramuslim.com/blog.resistnews.web.id)
loading...
Read more »

Ratusan Mujahidin Eropa ‘Mengalir’ ke Suriah, Badan Intelijen Belanda Ketakutan

item-thumbnail

blog.resistnews.web.id - Badan intelijen Belanda mengungkap pada Kamis (7/2/2013) malam, bahwa puluhan warga Belanda dan ratusan orang dari seluruh Eropa telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan Mujahidin dan berjuang melawan rezim Bashar al-Assad.
Dalam sebuah wawancara dengan televisi Nieuwsuur Belanda Kamis (7/2/2013), Kepala Badan Intelijen Belanda Jenderal Rob Bertholee mengatakan, “Dalam pandangan saya yang sangat mengkhawatirkan karena pengalaman tempur yang mereka dapatkan, keyakinan ideologis, dan fakta bahwa mereka bisa terkena trauma di sana.”
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ratusan orang dari negara Eropa lainnya juga telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan pejuang dari negara lain guna mendukung pejuang Suriah, demikian seperti dilansir oleh The Associated Press.
Seorang pakar terorisme mengatakan pada hari Jumat (8/2/2013) bahwa gambar kebrutalan rezim Suriah Bashar Assad terhadap kelompok perlawanan telah menarik kedatangan pejuang tidak hanya dari Belanda, tapi di seluruh Eropa.
Peter Knoope, direktur Pusat Internasional untuk Kontra-Terorisme di Den Haag, mengatakan masalah yang sebenarnya bisa muncul ketika perang sipil Suriah akhirnya berakhir.
“Anda selalu memiliki semacam perkembangan pejuang yang pergi ke tempat lain. Mereka telah diajarkan untuk melawan, dan beberapa dari mereka tidak tahu bagaimana untuk berhenti.”
Sebelumnya polisi di kota pelabuhan Rotterdam menangkap tiga orang pada November 2012 lalu karena dicurigai tengah mempersiapkan diri melakukan perjalanan ke Suriah untuk berjuang bersama para pejuang lainnya. Para pria, yang identitasnya belum dirilis, akan dibawa ke pengadilan bulan depan.
Belanda-kepala badan intelijen belanda-Jenderal Rob Bertholee-kanan-jpeg.image
Jenderal Rob Bertholee (kanan)
Komentar dari Belanda ini datang setelah pemerintah Prancis juga menyatakan keprihatinan tentang warganya yang pergi ke Mali untuk bergabung dengan pejuang Islam di sana, bahkan melawan tentara Prancis  yang berperang di bekas koloninya tersebut.
Polisi Prancis telah menangkap empat pemuda. Mereka diduga mencoba untuk bergabung dengan pejuang Islam di Afrika Barat.
Sementara itu, menurut badan intelijen Belanda, jumlah mereka yang pergi ke Suriah meningkat pesat. Intelijen Belanda juga takut mereka akan menjadi “radikal” saat kembali ke Belanda, dan berdampak pada keamanan negara, demikian lansir Al Arabiya. (muslimdaily/salam-online/blog.resistnews.web.id).
loading...
Read more »

Palestina Inginkan Hamas Dan Fatah Bersatu

item-thumbnail

blog.resistnews.web.id - PERWAKILAN dari partai-partai politik dan organisasi sosial menggelar aksi mogok kerja di Ramallah yang menginginkan berakhirnya perpecahan politik pada hari Ahad (10/02/2013).
Para pendemo meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan Hamas dan Fatah untuk bersatu sambil melambaikan bendera di alun-alun Al-manara.
Ahmad Abdul Halim, koordinator kampanye, mengatakan bahwa protes merupakan bagian dari rangkaian acara untuk menekan faksi-faksi populer untuk bersatu.
Hamas dan Fatah terpecah menjadi pemerintahan terpisah pada tahun 2007. Pada Mei 2011, kesepakatan untuk bersatunya dua kubu ini telah ditandatangani namun belum dilaksanakan. [ns/islampos/maan/blog.resistnews.web.id]
loading...
Read more »

Surat Buya Hamka Kepada M. Natsir

item-thumbnail

PUISI ini ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar pidato M. Natsir yang mengurai kelemahan sistem kehidupan buatan manusia dan dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar Negara RI.
KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR
Meskipun bersilang keris di leher
 Berkilat pedang di hadapan matamu
 Namun yang benar kau sebut juga benar 
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemuHidangkan di atas persada nusa Jibril berdiri sebelah kananmu
 Mikail berdiri sebelah kiri
 Lindungan Ilahi memberimu tenaga
 Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
 Kemana lagi, Natsir kemana kita lagiIni berjuta kawan sepaham Hidup dan mati bersama-sama
 Untuk menuntut Ridha Ilahi
 Dan aku pun masukkan Dalam daftarmu……!
(dikutip dari buku “Mengenang 100 tahun HAMKA”)
Dan sajak berikut merupakan rangkaian dari sajak berbalas dari M Natsir pada Buya Hamka yang sebelumnya menyusun sajak untuk M Natsir yang berjudul “Kepada saudaraku M Natsir”.
DAFTAR
Saudaraku Hamka,Lama, suaramu tak kudengar lagiLama…
Kadang-kadang,
 Di tengah-tengah si pongah mortir dan mitralyur,
 Dentuman bom dan meriam sahut-menyahut,
 Kudengar, tingkatan irama sajakmu itu,
 Yang pernah kau hadiahkan kepadaku,
Entahlah, tak kunjung namamu bertemu di dalam ”Daftar”.
 Tiba-tiba,
 Di tengah-tengah gemuruh ancaman dan gertakan,
 Rayuan umbuk dan umbai silih berganti,
 Melantang menyambar api kalimah hak dari mulutmu,
 Yang biasa bersenandung itu,
 Seakan tak terhiraukan olehmu bahaya mengancam.
Aku tersentak,
 Darahku berdebar,
 Air mataku menyenak,
 Girang, diliputi syukur
Pancangkan!
 Pancangkan olehmu, wahai Bilal! Pancangkan Pandji-pandji Kalimah Tauhid,
 Walau karihal kafirun…
 Berjuta kawan sefaham bersiap masuk
 Kedalam ”daftarmu” … *
Saudaramu,
Tempat, 23 Mei 1959
loading...
Read more »

Warga Tunisia Bakar Bendera Prancis

item-thumbnail

blog.resistnews.web.id - PROTES terhadap kekerasan dilaporkan telah digelar di kota-kota besar Tunisia. Ribuan orang menghadiri protes yang diselenggarakan oleh Gerakan Al-Nahda pada hari Ahad (10/2) di ibukota Tunis, serta Provinsi Gafsa dan Kassreine.
Prancis, dituduh campur tangan dalam masalah dalam negeri Tunisia. Karena itu, pemrotes meneriakkan melawan Prancis dan membakar bendera Prancis.
Gubernur Provinsi Al-Nahda dari Partai di Gafsa, Mohsin Sudani mengatakan kepada koresponden AA bahwa mereka menyelenggarakan pertemuan untuk mengutuk segala macam kekerasan.
Sudani mengatakan para pemrotes mengecam pembunuhan Chokri Belaid. Sudani menambahkan bahwa para pemrotes tidak ingin Prancis ikut campur dalam urusan dalam negeri Tunisia. [sm/islampos/wb/blog.resistnews.web.id]
loading...
Read more »

Begini Sejarah Mula Hari Valentine

item-thumbnail

TANGGAL 14 Februari selalu diidentikan dengan hari Valentine , hari yang dianggap spesial bagi orang yang tengah jatuh cinta, kasmaran. Valentine day dikenal juga sebagai hari kasih sayang, hari dimana orang secara terbuka mengungkapkan rasa sayang dan cintanya lewat berbagai cara, baik itu dengan kata-kata gombal mutiara cinta ataupun menggunakan cara lainnya seperti hadiah berupa coklat, bunga, boneka dan sebagainya.
Hari kasih sayang ini selalu dijadikan momen untuk “kebebasan berekspresi dalam cinta”. Bagaimana sih sejarah Valentine Day hingga bisa seperti itu?
Sejarahwan menyebutkan bahwa titik awal Valentine day berasal dari era Yunano Kuno, dimana menurut kalender Yunani kuno, pertengahan bulan Februari adalah hari penghormatan terhadap pernikahan dewa mereka, Dewa Zeus dengan Hera. Itulah mengapa pada pertengahan Februari selalu dilakukan pesta pora memeriahkan hari kasih sayang para dewa mereka.
Sejarah terus bergulir, sampai pada masa masa keemasan agama Katolik di Eropa, saat Paus Gelasius I, pada tahun 496 menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari untuk mengenang jasa-jasa santo Valentinus, walau disebutkan bahwa Paus Gelasius I tidak mengetahui martir bernama santo Valentinus. Aneh ya?
Untuk memperkuat legenda Santo Valentinus ini, tulang belulang dari makam Santo Hyppolytus yang berlokasi di Tibertinus dekat Roma, disebutkan sebagai kerangka jenazah St. Valentinus. Kemudian kerangka itu dimasukkan dalam peti terbuat dari emas dan ditempatkan di gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Hingga sekarang, peti jenasah terbuat dari emas yang berisikan kerangka itu setiap tanggal 14 Februari selalu banyak di ziarahi oleh pemujanya, kemudian diadakan misa khusus untuk memberkati para muda-mudi yang tengah mabuk asmara.
Legenda Santo Valentinus yang mengusung perayaan hari Valentine Day dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dalam rangka menghapuskan Santo-santo gadungan yang tidak dikenal asal-usulnya.
Namun kata “Valentine Day” sendiri baru tersebutkan secara tertulis pada abad pertengahan (sekitar abad 14) lewat karya sastra Geoffrey Chaucer pada abad ke-14 yang berjudul Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung), berikut ini kutipannya :
“For this was sent on Seynt Valentyne’s day
When every foul cometh there to choose his mate.”
Pada era itu, setiap tanggal 14, pasangan-pasangan kekasih saling menukarkan catatan atau surat-surat cinta, dan menyebut pasangannya sebagai “My Valentine”.
Pada era modern, budaya dan legenda hari Valentine Day ini semakin menyebar seiring dengan berbagai penjajahan yang dilakukan oleh Inggris dan Amerika ke seluruh penjuru bumi. Ditambah dengan promosi besar-besaran di berbagai media seperti Televisi, majalah, koran, internet dan buku-buku, membuat budaya Valentine Day yang notebonenya berasal dari legenda ini menjadi mendunia, yang begitu di puja dan dinanti para kawula muda. [poztmo/islampos]
loading...
Read more »

Mujahidin Mali lancarkan serangan gerilya di Gao

item-thumbnail

blog.resistnews.web.id - Kelompok Mujahidin dari gerakan untuk kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO) menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan di kota Gao, Mali utara yang menargetkan militer boneka Mali.
Pejuang bersenjatakan senapan AK-47 menyelinap ke Gao pada hari Ahad (10/2/2013) untuk meluncurkan serangan mendadak menargetkan tentara boneka mali di kota terpadat di Mali utara, dua minggu setelah pasukan penjajah Perancis menginvasi negara Afrika Barat tersebut.
Para penyerang menggunakan kano untuk menyeberangi Sungai Niger untuk menembus Gao, menurut pernyataan Jenderal Perancis, Bernard Barera yang dikutip oleh beberapa media.
Pertempuran dimulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat di kota Gao dan berlanjut hingga malam tiba.
Suara tembakan digantikan oleh suara bising helikopter.  AFP melaporkan bahwa ledakan sangat keraj juga terdengar di Ahad pagi di bagian utara kota.
Pada Sabtu malam, operasi syahid dilancarkan di pos pemeriksaan di pintu masuk Gao.  Militer boneka Mali mengklaim seorang tentara Mali terluka dalam serangan tersebut.
Pernyataan Mujahidin MUJAO
Dalam statemen yang dilaporkan oleh AFP, Abou Walid Sahroui, juru bicara MUJAO yang sebelumnya menyatakan bertanggung jawab atas ledakan pada Jumat (8/2), mengatakan : “Hari ini tentara Allah yang setia berhasil menyerang militer Mali, yang membiarkan musuh-musuh Islam datang ke Gao.  MUJAO juga mengaku bertanggung jawab atas serangan syahid yang membuat tentara Mali lari terbirit-birit.”
“Pertempuran akan berlanjut sampai kemenangan diraih, segala puji bagi Allah atas semua perlindungan.  Mujahidin masih berada di kota Gao dan akan tetap berada di sana.”
Saksi mata mengatakan para penyerang bersembunyi di sebuah kantor polisi yang kosong di tegah kota, kemudian melakukan serangan ketika tentara Mali tiba.
Pertempuran juga meletus di sekitar kantor gubernur boneka.
Ledakan RPG dan tembakan dari senapan mesin terdengar di Gao hingga sore hari.
Sebuah helikopter Tiger milik Perancis terlihat mengitari kota Gao.  Pasukan penjajah Perancis dan boneka mereka melakukan patroli bersama setelah serangkaian serangan yang dilancarkan Mujahidin MUJAO.
Tentara ditempatkan di setiap sudut di pemukiman warga.  (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)
loading...
Read more »

Bagaimana kita seharusnya melihat konflik Mali?

item-thumbnail
Oleh: Taji Mustafa, Juru Bicara Hizbut Tahrir Inggris
Kebanyakan orang di Inggris mencoba mencari tahu apa yang terjadi di Mali hampir sepenuhnya tergantung pada media mainstream. Namun, kesemua media itu membawa narasi sederhana yang sama.
Media Barat mengatakan kepada kita bahwa kita adalah ‘orang-orang baik’  di Selatan, yang mengaggumi  Perancis atas intervensi yang dilakukannya.
Mereka memberitahu kita bahwa ada ‘orang-orang jahat’ di Utara. Sebagian dari mereka adalah ‘orang-orang yang cukup jahat’ -  yakni orang Tuareg yang terasing cukup lama, yang telah dimanipulasi oleh kelompok  ’Islamis’.
Yang lainnya adalah ‘orang-orang yang benar-benar jahat– yang secara bervariasi digambarkan sebagai kelompok ‘Islamis’ ‘, ‘ Jihadis ‘, ‘Pemberontak ‘atau’ Ekstrimis ‘.  Kita diinformasikan bahwa mereka tidak melakukan apapun yang baik dan melakukan segala sesuatu yang buruk.
Seorang Muslim yang melihat peristiwa ini dapat menerapkan prinsip-prinsip tertentu, yang dapat menghindari hanya mengikuti cerita tentang ‘orang-orang baik’ melawan cerita tentang ‘orang-orang jahat’ yang disajikan oleh mesin media Barat yang bias dan dipolitisir.
Lantas bagaimana seharusnya kita sebagai kaum Muslimin melihat peristiwa Mali ini?
1. Kaum Muslim melawan kaum Muslim lain adalah hal yang mengerikan dalam keadaan apapun.
Nabi Muhammad SAW bersabda: Memperlakukan kaum Muslim dengan buruk adalah perbuatan Fasiq (perbuatan jahat) dan berperang melawan mereka adalah perbuatan kufur. [Bukhari& Muslim].
Jadi, apapun akar penyebabnya, ketika terjadi pertumpahan darah di keduabelah pihak, itu adalah pemandangan yang menyakitkan dan tragis, dan berpotensi mendatangkan bencana bagi para pelakunya di akhirat.
2. Campur tangan negara-negara kolonial Barat di negeri-negeri Muslim adalah pemandangan yang tidak diinginkan dan tidak dapat diterima.
Sebagian orang mungkin mencoba untuk membenarkan ajakan dari negara-negara seperti Perancis di satu sisi atau yang lain yang mengatakan rakyat membutuhkan perlindungan dari kekuatan eksternal, sebagai masalah hidup dan mati.
Hal ini berbahaya dalam hal politik dan tidak dapat diterima dari perspektif hukum syari’ah.
Menurut syari’ah: Allah SWT berfirman: Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (Quran 4:141).
Secara Politik: konflik ini bukan intervensi yang pertama dilakukan oleh kekuasaan kolonial Barat di negeri-negeri Muslim. Intervensi tersebut di antaranya dilakukan dengan mempertahankan kehadiran pasukannya atau dengan menempatkan para penguasa kaki tangan Barat dalam rangka untuk mengamankan jalan atas politik dan kekayaan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, kita dapat mengingatakan kebohongan, penipuan dan pelanggaran yang dilakukan di Irak, Afghanistan dan di tempat-tempat lain – serta sejumlah peristiwa yang menimbulkan kematian yang besar.
Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu sebagai sekutu (Al-Qur’an 60:1).
Sejarah Perancis di Afrika Utara penuh dengan peristiwa pembunuhan sistematis ratusan ribu Muslim dan kasus-kasus penyiksaan yang tidak terhitung. Klaim Perancis bahwa jumlah orang yang mati di bawah pemerintahan mereka di Aljazair adalah sekitar 350.000 orang –namun menurut perkiraan lain telah mencapai angka lebih dari 1 juta Muslim.
Oleh karena itu tak terbayangkan bahwa intervensi Perancis adalah murni karena alasan kemanusiaan – dan Allah menetapkan batas yang jelas, sehingga seorang Muslim dapat menghindari untuk tidak ditipu oleh seseorang yang memiliki rasa permusuhan.
Nabi Muhammad SAW bersabda: Seorang beriman tidak akan digigit dari lubang yang sama dua kali. (HR Bukhari & Muslim).
3. Jagalah skeptisisme yang sehat tentang laporan berita dari media Barat yang bias secara politik.
Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu! (Al-Qur’an 49:6).
Banyak media yang memberitakan peristiwa Mali bagi kita bukanlah organisasi yang tidak dapat dipercaya.

Media Barat menampilkan korban dari konflik itu hanya karena mereka menyajikan informasi tentang kematian akibat serangan pesawat-pesawat tanpa awak di Pakistan dengan menyatakan mereka yang tewas tanpa diragukan lagi adalah para ‘tersangka teroris atau pemberontak’ – meskipun ada banyak bukti bahwa ribuan warga sipil tak berdosa telah terbunuh.
Salah seorang jurnalis berita yang dihormati menunjukkan mayat tiga anak laki-laki remaja Mali – dan menggambarkan mereka telah direkrut dan berjuang dengan kaum Jihadis. Bagaimana dia bisa mengetahui hal ini dengan pasti, dia tidak mengatakannya – tetapi informasi itu disajikan dengan kepastian, namun tanpa bukti.
Kita diberitahu bahwa para pemberontak melakukan kekerasan, menindas dan melakukan tindakan biadab. Kejahatan yang terbaru yang mereka lakukan adalah penghancuran kuburan dan perpustakaan kuno di Timbuktu. Namun, kita pernah diberitahu bahwa pasukan Irak telah membunuh bayi-bayi dalam inkubator di Kuwait – yang merupakan berita yang tidak benar.

4. Hati-hati dengan karikatur negatif dari perilaku ‘Islamis’

Trik media Barat adalah untuk membesarkan tuduhan kezaliman dan tindakan salah dari hukum Islam sedemikian rupa untuk mendiskreditkan hukum Islam.
Di Mali, kita dikabarkan bahwa kelompok pemberontak Islami menegakkan hukum syari’ah secara ketat yang menindas dan menganiaya rakyat.
Kita tidak tahu apakah ini benar atau tidak.
Jika keduabelah pihak melakukan perbuatan yang salah-atau menindas orang lain, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesalahan dan tidak mempertahankannya.
Tapi kita harus waspada untuk keluar dan mengutuknya, tanpa yakin apakah itu benar-benar terjadi – khususnya karena tujuannya adalah untuk mendiskreditkan hukum dan sistim Islam bagi para pembaca berita.
Media yang sama memberikan kritik yang sangat sedikit atas sistem kriminal rezim Saudi atau praktek-prakteknya karena rezim Saudi adalah sekutu setia Barat.
Seorang Muslim tidak perlu membela setiap kesalahan dari sisi manapun (ketika kita memiliki beberapa sumber terpercaya yang dapat diverifikasi) dalam rangka menentang intervensi oleh Perancis dan para sekutunya.
5. Masalah yang muncul adalah karena tidak adanya Khilafah Islam, kekuatan pemersatu yang sah di dunia Muslim.
Mali adalah suatu bangunan buatan era kolonial. Negara itu dulunya merupakan pusat peradaban besar di berbagai suku, hidup tanpa konflik.
Khilafah adalah otoritas politik yang sah–yang dihormati dan diakui oleh umat Islam –yang menjadi penengah sengketa di antara rakyat. Khilafah berdiri di atas suku, ras dan faksi-faksi politik.
Pada tahun 1916, Perancis bersama dengan Inggris, mengerat-erat khilafah dalam perjanjian Sykes-Picot — sebelum melukainya secara fatal setelah Perang Dunia I, yang menyebabkan keruntuhan Khilafah Ustmani pada tahun 1924.
Anarki dan kekacauan di dunia Muslim pasca keruntuhan khilafah dapat langsung dihubungkan dengan tidak adanya otoritas yang sah di dunia Muslim. Khilafah didasarkan pada keyakinan mereka, yang sama dengan nilai-nilai mereka dan berakar pada sejarah mereka.
Dalam koran Times pada tanggal 5 Maret 1924, Ameer Ali berkata tentang penghapusan khilafah. “Saya khawatir bahwa penghapusan pemerintahan ideal ini [akan] mendorong masyarakat yang mayoritas merupakan kaum Sunni ke dalam revolusi dan kekacauan,” ungkap Ameer Ali.
Sayangnya, prediksi itu telah terbukti benar.
loading...
Read more »

Perhatian Sultan Muhammad al Fatih terhadap Kesehatan

item-thumbnail
Kesehatan termasuk kebutuhan pokok warga negara. Sama hal nya dengan kebutuhan pokok lainnya seperti sandang, pangan dan papan. Untuk itulah para khalifah di masa Utsmaniyah khususnya Sultan Muhammad al Fatih sangat memperhatikan aspek kesehatan ini.
Salah satu perhatian dia di bidang ini adalah dikeluarkankannya sejumlah kebijakan terkait rumah sakit. Dia mewakafkan sebagian besar hartanya untuk membangun fasilitas-fasilitas dan sarana-sarana publik seperti sekolah dan rumah sakit. Ada beberapa rumah sakit terkenal saat itu di antaranya Darusy Syifa, Darul ‘Afiyah dan Darush shihah.
Untuk memberikan pelayanan yang prima kepada warga Khilafah, Muhammad al Fatih menetapkan beberapa kebijakan untuk rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh memungut bayaran sedikit pun dari pasien alias gratis. Hal ini berlaku bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang bangsa, etnis, strata sosial dan agama.
Dalam proses rekrutmen pegawai rumah sakit khususnya bagian juru masak, disyaratkan memahami segala bentuk makanan yang cocok dengan si pasien dari sisi kandungan protein, vitamin dan gizinya. Para dokter wajib menyambangi pasien dua kali dalam sehari dan melarang dokter untuk memberikan obat tertentu kepada pasien kecuali setelah melakukan diagnose yang detail.
Di setiap rumah sakit ada dua orang dokter umum dan ditambah dengan dokter-dokter spesialis di bidangnya seperti ahli penyakit dalam, ahli bedah, ahli farmasi, sejumlah perawat dan pengawas keamanan. Sultan mensyaratkan pada semua yang bertugas di rumah sakit untuk memilki sifat qana’ah, rasa asih dan kemanusiaan. (ad Daulah al Utsmaniyah, awamilu an nuhudh wa asbaabu as sukuuth, Muhammad As Shalabi).
Sultan al Fatih, berkeinginan kuat membangun rumah sakit dan klinik pengobatan begitu juga akademi kesehatan bukan saja di kota-kota besar tapi di setiap kota hingga desa-desa terpencil. Kesadaran Sang Sultan akan pentingnya kesehatan ini memberikan kontribusi kuat terhadap kemajuan pembangunan di masa pemerintahannya. Terbukti dia memiliki kekuatan militer dengan perlengkapan yang canggih serta pasukan tangguh hingga dapat menaklukkan Konstantinopel.
Selain membangun rumah sakit dan berbagai macam akademi, Al Fatih juga membangun komplek pertokoan, WC umum, pasar-pasar besar dan taman-taman terbuka. Hal itu juga dimaksudkan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan higienis. Dia mengalirkan air ke dalam kota dengan jembatan-jembatan khusus.
Begitu pula, dia mendorong para menteri, para pejabat, orang-orang kaya dan orang-orang terpandang untuk membangun perumahan-perumahan buat warga dengan tetap mempertahankan kemegahan, kenyamanan dan keamanan kota dari kerusakan lingkungan.
Demikianlah Sultan Muhammad Al Fatih (831-887 H/1481-1481 M), Khalifah Utsmaniyah ke-7 membuat kebijakan bagi kesehatan warganya, bukan kebijakan tambal sulam atau pilih-pilih tapi kebijakan yang adil dan terintegrasi, yang dilandasi keimanan akan besarnya tanggung jawab kepemimpin di hadapan Allah SWT, keluasan ilmu, ketaatan pada syariah-Nya serta sikap teguh hati, berani, cerdas, dan dengan kemauan yang kuat dan gigih, tidak tertipu dengan besarnya kekuasaan dan jumlah tentara, serta hati yang ikhlas sebagai pelayan rakyatnya. [] Roni Abu Azka
loading...
Read more »

Bagaimana Kita Seharusnya Melihat Konflik Mali?

item-thumbnail
Kebanyakan orang di Inggris mencoba mengetahui tahu apa yang terjadi di Mali hampir sepenuhnya tergantung pada media mainstream. Namun, kesemua media itu membawa narasi sederhana yang sama.
Media Barat mengatakan kepada kita bahwa kita adalah ‘orang-orang baik’ di Selatan, yang mengaggumi Perancis atas intervensi yang dilakukannya.
Mereka memberitahu kita bahwa ada ‘orang-orang jahat’ di Utara. Sebagian dari mereka adalah ‘orang-orang yang cukup jahat’ –  yakni orang Tuareg yang terasing cukup lama, yang telah dimanipulasi oleh kelompok ‘Islamis’ namun siapa yang bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
Yang lainnya adalah ‘orang-orang yang benar-benar jahat – yang secara bervariasi digambarkan sebagai kelompok ‘Islamis’ ‘,’ Jihadis ‘,’Pemberontak ‘atau’ Ekstrimis ‘. Kita diinofrmasikan bahwa mereka tidak melakukan apapun yang baik dan melakukan segala sesuatu yang buruk.
Seorang muslim yang melihat peristiwa ini dapat menerapkan prinsip-prinsip tertentu, yang dapat menghindari hanya mengikuti cerita tentang ‘orang-orang baik’ melawan cerita tentang ‘orang-orang jahat’ yang disajikan oleh mesin media Barat yang bias dan dipolitisir.
Bagaimana seharusnya kaum Muslim melihat peristiwa baru-baru ini?
1. Kaum Muslim melawan kaum Muslim lain adalah hal yang mengerikan dalam keadaan apapun.

Nabi (SAW) bersabda: Memperlakukan kaum Muslim dengan buruk adalah perbuatan Fasiq (perbuatan jahat) dan berperang melawan mereka adalah perbuatan kufur. [Bukhari & Muslim]
Jadi, apapun akar penyebabnya, ketika terjadi pertumpahan darah di kedua belah pihak, itu adalah pemandangan yang menyakitkan dan tragis, dan berpotensi mendatangkan bencana bagi para pelakunya di akhirat.
2. Campur tangan negara-negara kolonial Barat di negeri-negeri Muslim adalah pemandangan yang tidak diinginkan dan tidak dapat diterima.
Sebagian orang mungkin mencoba untuk membenarkan ajakan dari negara-negara seperti Perancis di satu sisi atau yang lain yang mengatakan rakyat membutuhkan perlindungan dari kekuatan eksternal, sebagai masalah hidup dan mati.
Hal ini berbahaya dalam hal politik dan tidak dapat diterima dari perspektif hukum syari’ah.
Menurut Shari’ah: Allah (swt) berfirman: Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (Quran 4:141).
Secara Politik: konflik ini bukan intervensi yang pertama dilakukan oleh kekuasaan kolonial Barat di negeri-negeri Muslim – di mana mereka mempertahankan kehadiran pasukannya atau dengan menempatkan para penguasa kaki tangan Barat dalam rangka untuk mengamankan jalan atas politik dan kekayaan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, kita dapat mengingat akan kebohongan, penipuan dan pelanggaran yang dilakukan di Irak, Afghanistan dan di tempat-tempat lain – serta sejumlah peristiwa yang menimbulkan kematian yang besar.
Allah (SWT) berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu sebagai sekutu (Quran 60:1).
Sejarah Perancis di Afrika Utara penuh dengan periswtiwa pembunuhan sistematis dari ratusan ribu Muslim dan kasus-kasus penyiksaan yang tidak terhitung. Klaim Perancis bahwa jumlah orang yang mati di bawah pemerintahan mereka di Aljazair adalah sekitar 350.000 orang – namun menurut perkiraan lain telah mencapai angka lebih dari 1 juta Muslim. Oleh karena itu tak terbayangkan bahwa intervensi Perancis adalah murni karena alasan kemanusiaan – dan Allah menetapkan batas yang jelas, sehingga seorang Muslim dapat menghindari untuk tidak ditipu oleh seseorang yang memiliki rasa permusuhan.
Rosulullah SAW bersabda: Seorang beriman tidak akan digigit dari lubang yang sama dua kali. (HR Bukhari & Muslim)
3. Jagalah skeptisisme yang sehat tentang laporan berita dari media Barat yang bias secara politik.

Allah (swt) berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu! (Quran 49:6)
Banyak media yang memberitakan peristiwa Mali bagi kita bukanlah organisasi yang tidak dapat dipercaya.
Mereka menunjukkan gambar rakyat Mali yang merayakan saat kaum ‘Jihadis’ diusir keluar kota – sebagaimana mereka pernah menunjukkan gambar rakyat Afghanistan yang merayakan ketika Taliban diusir dari Kabul, dan rakyat Irak yang merayakan ketika Saddam melarikan diri Baghdad.
Mereka menampilkan korban dari konflik itu hanya karena mereka menyajikan informasi tentang kematian akibat serangan pesawat-pesawat tanpa awak di Pakistan – bahwa mereka yang tewas tanpa diragukan lagi adalah para ‘tersangka teroris atau pemberontak’ – meskipun ada banyak bukti bahwa ribuan warga sipil tak berdosa telah terbunuh. Salah seorang jurnalis berita yang dihormati menunjukkan mayat tiga anak laki-laki remaja Mali – dan menggambarkan mereka telah direkrut dan berjuang dengan kaum Jihadis. Bagaimana dia bisa mengetahui hal ini dengan pasti, dia tidak mengatakannya – tetapi informasi itu disajikan dengan kepastian, namun tanpa bukti.
Kita diberitahu bahwa para pemberontak melakukan kekerasan, menindas dan melakukan tindakan biadab. Kejahatan yang terbaru yang mereka lakukan adalah penghancuran kuburan dan perpustakaan kuno di Timbuktu. Namun, kita pernah diberitahu bahwa pasukan Irak telah membunuh bayi-bayi dalam inkubator di Kuwait – yang merupakan berita yang tidak benar.
4. Hati-hati dengan karikatur negatif dari perilaku ‘Islamis’

Trik media Barat adalah untuk membesarkan tuduhan kezaliman dan tindakan salah dari hukum Islam sedemikian rupa untuk mendiskreditkan hukum Islam.
Di Mali, kita dikabarkan bahwa kelompok pemberontak Islami menegakkan hukum syariah secara ketat yang menindas dan menganiaya rakyat.
Kita tidak tahu apakah ini benar atau tidak.
Jika kedua belah pihak melakukan perbuatan yang salah-atau menindas orang lain, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesalahan dan tidak mempertahankannya.
Tapi kita harus waspada untuk keluar dan mengutuknya, tanpa yakin apakah itu benar-benar terjadi – khususnya karena tujuannya adalah untuk mendiskreditkan hukum dan sistim Islam bagi para pembaca berita.
Media yang sama memberikan kritik yang sangat sedikit atas sistem kriminal rezim Saudi atau praktek-prakteknya karena rezim Saudi adalah sekutu setia Barat.
Seorang Muslim tidak perlu membela setiap kesalahan dari sisi manapun (dimana kita memiliki beberapa sumber terpercaya yang dapat diverifikasi) dalam rangka menentang intervensi oleh Perancis dan para sekutunya.
5. Masalah yang muncul adalah karena tidak adanya kekuatan pemersatu yang sah di dunia Muslim – Khilafah Islam
Mali adalah suatu bangunan buatan era kolonial. Negara itu dulunya merupakan pusat peradaban besar di berbagai suku hidup tanpa konflik.
Khilafah adalah otoritas politik yang sah – yang dihormati dan diakui oleh umat Islam – yang menjadi penengah sengketa diantara rakyat. Khilafah berdiri di atas suku, ras dan faksi-faksi politik.
Pada tahun 1916, Perancis bersama dengan Inggris, mengerat-erat Khilafah dalam perjanjian Sykes-Picot – sebelum melukainya secara fatal setelah Perang Dunia I, yang menyebabkan keruntuhan Khilafah pada tahun 1924.
Anarki dan kekacauan yang telah ada di dunia Muslim pasca-Khilafah dapat langsung dihubungkan dengan tidak adanya otoritas yang sah di dunia Muslim. Khilafah didasarkan pada keyakinan mereka, yang sama dengan nilai-nilai mereka dan berakar pada sejarah mereka.
Dalam koran Times pada tanggal 5 Maret 1924, Ameer Ali berkata tentang penghapusan Khilafah bahwa “Saya khawatir bahwa penghapusan pemerintahan ideal ini [akan] mendorong masyarakat yang mayoritas merupakan kaum Sunni ke dalam revolusi dan kekacauan.”
Sayangnya, prediksi itu telah terbukti benar. (rz)
Sumber :http://www.hizb.org.uk/current-affairs/how-should-we-view-the-mali-conflict
loading...
Read more »

AS mencoba membujuk Imarah Islam Afghanistan untuk mengadopsi demokrasi dan meninggalkan segala bentuk "ekstrimisme"

item-thumbnail
blog.resistnews.web.id - Dengan semakin dekatnya tahun 2014, tahun yang dijadwalkan untuk menarik sebagian besar pasukan penjajah Barat dari bumi Afghanistan, AS semakin memahami kebutuhan mendesak untuk menutupi kekalahan yang menghancurkan di Imarah Islam.
Untuk tujuan ini, baru-baru ini Washingron meningkatkan upaya untuk mengatur negosiasi dengan para Mujahid, yang bertujuan untuk membujuk mereka meninggalkan semua bentuk "terorisme dan ekstrimisme" dan setuju untuk menerapkan demokrasi (Barat baru-baru ini juga telah mencoba menerapkan taktik yang sama untuk Mujahidin Ansar ad-Din di Mali), lansir Kavkaz Center.
Beberapa hari lalu, Duta Besar AS untuk Pakistan, Richard Olson berbicara di Institut Studi Strategis di Islamabad, mengatakan AS "siap untuk membuka perundingan dan rekonsiliasi" dengan Imarah Islam Afghanistan (IIA).
Menurutnya, Mujahidin bisa menjadi bagian dari masa depan Afghanistan jika mereka menemukan "kondisi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas jangka panjang".
Olson juga mengatakan kantor baru IIa di Qatar dapat digunakan untuk negosiasi antara Dewan Perdamaian Tinggi pemerintahan Karzai dan perwakilan IIA.
"Hasil akhir dari setiap proses harus memastikan bahwa Taliban mengakhiri kekerasan, memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan menerima konstitusi Afghanistan.  Jika ini terjadi, maka kami yakin Taliban dapat menjadi bagian dari masa depan Afghanistan," harap Olson.
Untuk "mendemokrasikan" IIA, pemerintah boneka Pakistan menawarkan kontribusinya dengan menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua tahanan Mujahidin yang mendekam di penjaranya.
Saat ini di penjara Pakistan diperkirakan terdapat lebih dari 100 Mujahid yang ditawan termasuk Mullah Baradar, wakil Mullah Omar hafidzahullah.  Dengan pelepasan tahanan, Amerika Serikat dan anteknya berharap Imarah Islam Afghanistan akan terlibat dalam "proses perdamaian".
Namun banyak pengamat percaya bahwa pelepasan Mujahidin tidak berarti bahwa mereka akan menjadi pendukung demokrasi.  Sebaliknya, mereka dapat mengintensifkan upaya untuk menggulingkan rezim boneka Karzai. (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)
loading...
Read more »

Marzuki: Pasti Korupsi, Omong Kosong kalau Enggak!

item-thumbnail
blog.resistnews.web.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie meyakini praktik korupsi yang melibatkan anggota dewan akan terus terjadi hingga Pemilu 2014. Pasalnya, kata dia, anggota dewan butuh modal yang besar untuk menghadapi pemilu. Yang tidak kuat iman akan mencari dana dengan cara pintas.
“Pasti (ada lagi yang korupsi). Omong kosong kalau enggak. Dari mana uangnya? Jujurlah, biaya pemilu mahal,” kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR yang juga Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian. Sebelum Luthfi, sejumlah anggota dewan sudah lebih dulu terjerat, di antaranya Angelina Sondakh (Fraksi Partai Demokrat), Emir Moeis (Fraksi PDI-P), dan Zulkaranen Djabar (Fraksi Golkar).
Marzuki mengatakan, setiap sumbangan untuk kampanye pasti ada kepentingan tertentu. Untuk itu, menurut dia, perlu ada upaya pencegahan. Salah satunya, Marzuki mengusulkan agar partai politik diperbolehkan memiliki usaha yang hasilnya untuk mendanai kampanye.
“Usahanya itu harus dilaporkan. Kalau ada kegiatan ilegal, parpol itu tidak boleh ikut pemilu,” kata Marzuki.
Marzuki berharap kepada semua pimpinan fraksi di DPR untuk mengingatkan anggota masing-masing agar bekerja dengan baik hingga akhir masa jabatan. Langkah itu untuk memperbaiki citra DPR yang terpuruk.
“Meski kita hargai asas praduga tak bersalah, isu-isu yang demikian (penangkapan anggota dewan) semakin memperburuk citra DPR yang selama ini sudah parah,” pungkas politisi Partai Demokrat itu. (Kompas.com/blog.resistnews.web.id)
loading...
Read more »

‘Setiap Bulan Terjadi Kasus Penembakan Massal Di AS’

item-thumbnail
blog.resistnews.web.id - SEBUAH penelitian baru mengenai aksi penembakan telah dilakukan di AS. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa satu penembakan massal terjadi tiap bulan di Negara itu sejak tahun 2009.
Dalam studi tersebut juga disebutkan bahwa beberapa Walikota telah menentang kekerasan Ilegal akibat kepemilikan senjata di AS. Peneliti melihat melalui database FBI dan laporan pers pada setiap penembakan massal sejak Januari 2009. Mereka menemukan bahwa telah terjadi 43 penembakan massal di 25 negara bagian AS selama empat tahun terakhir, angka ini sama dengan satu kasus penembakan terjadi setiap bulan, The Washington Post melaporkan pada hari Sabtu (2/2).
Akibat maraknya kasus penembakan massal ini, sebagian besar anggota parlemen berusaha untuk melarang kepemilikan senjata bagi individu. Tawaran ini juga memperkuat agar pemerintah AS segera memproklamirkan usulan ini untuk menghentikan tren pembunuhan massal.
Penelitian lebih lanjut menggarisbawahi bahwa penembakan massal hanya sebagian kecil dari keseluruhan kematian di AS akibat kekerasan yang melibatkan senjata. [islampos/blog.resistnews.web.id]
loading...
Read more »
Home
loading...