blog.resistnews.web.id - Pada Selasa (26/3/2013), BBC telah mengakui bahwa referensi berita mengenai tentara “Israel” yang tewas pada hari yang sama ketika aktivis AS, Rachel Corrie, dilindas sampai mati oleh buldoser “Israel” di Gaza tidaklah akurat. Tidak ada tentara “Israel” yang juga tewas pada saat itu, Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) mengatakan dalam sebuah siaran pers, seperti dilansir PNN.
Klaim tersebut dilakukan oleh presenter veteran BBC, Martha Kearney, di Dunia radio BBC di program One. Pada hari ketika pengadilan “Israel” memutuskan bahwa “Israel” tidak dapat dipersalahkan atas kematian Corrie.
Rachel Corrie adalah aktivis perdamaian Amerika yang dibunuh oleh penjajah “Israel” di Gaza dalam usahanya untuk menghentikan buldoser “Israel” yang menghancurkan rumah warga Palestina.
PSC telah melobi BBC selama tujuh bulan, sejak siaran itu pada Agustus 2012, untuk meminta pengakuan bahwa klaim palsu Kearney merupakan pelanggaran Pedoman Editorial BBC pada Akurasi.
Berurusan dengan putusan pengadilan pada 28 Agustus, Kearney telah mewawancarai juru bicara pemerintah “Israel”, Mark Regev, untuk meminta pandangannya tentang kasus ini.
Di tengah wawancara, ia berkata kepadanya: “Jelas Rachel Corrie adalah salah satu korban atas apa yang terjadi pada hari itu – dan aku tahu ada juga tentara “Israel” yang tewas.”
Dia menyimpulkan kalimatnya dengan pertanyaan: “Tapi apakah ini berarti ada pemikiran ulang tentang apa yang terjadi pada waktu itu?”
PSC keberatan dengan alasan pernyataan Kearney yang palsu dan dengan alasan tambahan bahwa presenter itu tampaknya menyiratkan konflik pada ‘hari itu’, antara Corrie -seorang demonstran sipil tak bersenjata- dan tentara “Israel”, yang telah mengakibatkan tentara “Israel” bersenjata terbunuh.
Organisasi yang berkampanye untuk keadilan dan penentuan nasib bagi rakyat Palestina ini mengatakan hal ini merupakan pelanggaran Pedoman Editorial BBC, khususnya:
BBC pasti tidak menyadarinya dan dengan materi berita menyesatkan pemirsanya. Kita seharusnya tidak mendistorsi fakta-fakta yang diketahui, membalik materi yang ada sebagai fakta atau sebaliknya melemahkan pemirsa kita dengan ‘mempercayai berita kita’.”
Rabu (27/3) kemarin, BBC Trust memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran pedoman yang dilakukan. Dalam putusannya, yang diterbitkan di situs BBC, Trust mengakui bahwa pertanyaan Kearney  itu tidak baik untuk diutarakan. Namun, Trust menambahkan bahwa “tidak ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa BBC sengaja menyesatkan pemirsanya.”
Trust juga mengatakan pertanyaan Kearney tidaklah “sepatutnya akurat”, BBC seharusnya meminta maaf.
Dalam permintaan maaf secara online pada September 2012, BBC yang terus membela Kearney, mengatakan: “Dua tentara ‘Israel’ tewas pada minggu sebelumnya. Namun, tak satu pun dari tentara mereka yang tewas di Gaza, melainkan tewas di Tepi Barat, dan kematian mereka sama sekali tidak berhubungan dengan Corrie dan peristiwanya pada tanggal 16 Maret 2003, hari ketika Corrie dibunuh.”
Dalam tujuh bulan korespondensi, BBC berulang kali mengatakan Kearney benar menyebutkan tidak ada hubungan antara kematian tentara Israel pada ‘hari itu’ untuk ‘situasi keseluruhan’. Ketika ditanya tentang mengapa Kearney tidak menyebutkan warga Palestina yang dibunuh, termasuk anak-anak Palestina yang tewas pada hari yang sama ketika Corrie tewas, BBC malah mengatakan:
“Fakta bahwa ada orang Palestina yang tewas pada hari yang sama adalah tidak terkait dengan topik tersebut, dan karena itu saya tidak setuju bahwa kelalaian informasi yang diberikan dalam laporan tidak akurat atau menyesatkan.”
Amena Saleem, dari PSC, mengatakan: “Kemunafikkan BBC begitu menyesakkan. Dalam situasi yang sama PSC juga mengatakan bahwa fabrikasi Kearney tentang kematian tentara “Israel” pada hari ketika Rachel Corrie tewas menyiratkan ‘konteks’ atas apa yang terjadi, tetapi untuk menyebutkan kematian warga Palestina, termasuk anak-anak, yang benar-benar tewas pada hari itu dianggap tidak relevan.”
Saleem menambahkan: “Sementara BBC telah mengakui bahwa salah satu presenter bintangnya tidak ‘sepatutnya akurat’ ketika dia mengaku tahu bahwa tentara ‘Israel’ tewas pada hari yang sama dengan Corrie, tidak bisa hanya dengan mengatakan dia salah dan mestinya tidak mengatakan ini sama sekali. Selama tujuh bulan, BBC telah berupaya maksimal untuk membenarkan pernyataan palsu Kearney dan telah membuat dirinya tampak konyol dalam proses tersebut. “
Secara total, 11 pengadu membawa kasus itu ke BBC Trust. Saleem mengatakan ia berharap hal ini akan menunjukkan kepada BBC bahwa BBC tidak bisa menganggap ini sebagai misreporting yang ringan.
Dia menambahkan: “Pada pekan ketika Rachel Corrie tewas, ada 27 warga Palestina, termasuk tujuh anak, tewas oleh pasukan ‘Israel’. Jika Anda mendengarkan the World di program One pada tanggal 28 Agustus 2012, Anda akan berpikir Rachel Corrie dan beberapa tentara ‘Israel’ tewas dalam insiden terkait. Anda akan benar-benar mendapat informasi yang salah, dan Anda akan tidak tahu skala pembantaian oleh ‘Israel’ terhadap warga Palestina. Hal ini, sayangnya, lebih dari harga yang ditulis dengan pelaporan BBC mengenai pendudukan Israel atas tanah Palestina.” (arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)

بسم الله الرحمن الرحيم

Pemerintahan Transisi Ghassan Hitto: Salah Satu Rangkaian Konspirasi Amerika terhadap Revolusi di Suriah untuk Mempertahankan Pemerintahan agar Tetap di Tangannya dan Merupakan Proyek Fitnah untuk Memukul Orang-orang Revolusioner Islami di dalam Negeri dan Skoci Penyelamat untuk Bashar si Penjagal

Berbagai perbedaan terjadi di antara anggota “Koalisi Nasional” menyebabkan sebagian dari mereka walk out dari sidang sebelum pemilihan suara sebagai bentuk protes atas apa yang mereka katakan bahwa itu adalah upaya prematur yang didukung dari luar negeri untuk memilih Hitto. Di tengah suasana itu, dewan umum Koalisi berkumpul pada tanggal 18 dan 19 Maret 2013 di hotel Retaj Royale Hotel Istanbul, dan memilih seorang warga Amerika berdarah Suriah Ghassan Hitto untuk memimpin pemerintahan transisi. Diumumkan bahwa dia akan mengatur “daerah-daerah yang dibebaskan” dari dalam. Ia akan mengisi kekosongan pemerintahan di daerah-daerah tersebut sebab kelompok bersenjata dan tokoh-tokoh kemasyarakatan, keagamaan atau militer tidak bisa mengaturnya.” Hitto mendapat sambutan hangat dari Amerika yang diungkapkan oleh juru bicara luar negeri AS Victoria Nuland yang mengatakan kepada para wartawan: “para pejabat Amerika mengenal dan menghormati Ghassan Hitto.” Ia menambahkan pujiannya: “orang ini sangat memperhatikan rakyat Suriah, ia meninggalkan kehidupan yang sangat makmur di Texas dan pergi untuk bekerja dalam bantuan kemanusiaan untuk anak-anak negerinya.” New York Time menggambarkan bahwa “Hitto adalah warga Amerika yang terpilih sebagai perdana menteri pemerintahan transisi untuk Revolusi Suriah”. Ini mengantarkan kita kepada apa yang dinyatakan oleh Menlu AS John Kerry hanya seminggu sebelumnya pada tanggal 13/3/2013: “kami ingin melihat Assad dan oposisi Suriah datang ke meja dialog untuk menciptakan pemerintahan transisi berdasarkan kerangka kerja yang ditetapkan di Jenewa”. Kerry juga mengatakan: “Oposisi Suriah juga harus kerjasama untuk datang ke meja dialog, dan kami bekerja untuk itu dan kami akan terus melakukannya.” Jadi Hitto ini adalah pilihan Amerika untuk melakukan tugas Amerika. Bisa dianggap bahwa dari satu sisi, pilihan ini bagi Amerika merupakan langkah persiapan untuk dialog dengan sang penjagal abad ini Bashar Assad. Di sisi lain ini merupakan proyek untuk menyerap revolusi dan mengaborsi orientasi islaminya yang ketakutan barat terhadapnya makin besar. Barat menganggap pukulan dan penghancuran terhadap orientasi islami revolusi Suriah itu merupakan prioritas tertinggi pemerintahan ini dan menjadi syarat mendasar untuk pemberian bantuan kepada mereka para parasit revolusi di antara anggota-anggota Koalisi Nasional. Pada wilayah ini, Hitto akan bekerja mengikutsertakan unsur-unsur yang menerima proyek barat, memasarkannya lewat media massa, dan akan bekerja memukul orang-orang revolusioner yang memiliki orientasi islami dengan dalih ekstremisme dan terorisme. Karena itu, pemerintahan ini mengusung proyek fitnah di dalam negeri. Dan pemerintahan ini merupakan satu rangkaian konspirasi internasional terhadap revolusi yang penuh berkah di Suriah, sekaligus menjadi perahu penyelamatan untuk Bashar dan kelompok jahatnya dari belenggu yang mencekik. Penting disebutkan di sini bahwa pilihan tersebut akan diiringi dengan penggunaan senjata kimiawi oleh penjagal terhadap orang-orang tak berdosa untuk menyerap situasi penolakan terhadap Hitto yang diperkirakan bisa muncul, dengan jalan menyibukkan masyarakat. Pada waktu yang sama juga untuk memaksa masyarakat secara implisit untuk menerima pilihan ini. Hal itu merupakan bagian dari tekanan terhadap mereka seperti kejahatan-kejahatan ini. Tidak mustahil masalah penggunaan senjata kimiawi itu dijadikan justifikasi intervensi internasional untuk mendukung pemerintahan yang ditawarkan dan dalam menghadapi pergerakan islam yang shahih di Suriah.
Wahai orang-orang muslim dan mukmin yang bersabar di Suriah Syam: begitulah dengan sangat menyepelekan dan menghina, Koalisi Nasional dengan pimpinan Ahmad Mu’adz al-Khathib mengkhianati darah para syuhada’, mengkhianati orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati. Sebelum semua itu adalah mengkhianati Allah, rasul-Nya, agama-Nya dan orang-orang mukmin. Banyak sikap pengkhianatan koalisi ini dan pemimpinnya meski umurnya pendek. Kita tidak tahu atas hitungan populer apa mereka bersandar. Pemilihan mereka tidak terjadi dari masyarakat. Mereka juga tidak mengusung pemahaman-pemahaman masyarakat dan tidak merepresentasikan harapan mereka. Sebaliknya, mereka dibuat di koridor intelijen dan koalisi keduataan-kedutaan. Sebagian besar dari mereka tidak dikenal, seperti Hitto ini. Disebutkan bahwa dia menjadi direktur eksekutif perusahaan teknologi komunikasi Amerika “Inufar” di Texas hanya selama 11 bulan. Akan tetapi ia pada November meninggalkan posisinya dan datang “untuk bergabung ke revolusi Suriah” seperti yang ia nyatakan sendiri. Demikian juga, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang sekuler. Hitto juga menyebutkan bahwa dia berperan serta dalam mendirikan “koalisi independen Suriah” di AS dan menjabat wakil ketua sejak 2011. Tujuan dari koalisi ini adalah “mendukung harapan-harapan rakyat Suria dalam merealisasi kebebasan, keadilan, kebebasan sipil dan penghormatan terhadap undang-undang.” Bahkan hingga orang yang dikatakan sebagai orang islami, seperti Ahmad Mu’adz al-Khathib, atau orang yang dikatakan bahwa dia berdiri di belakang pilihan ini seperti sebagian jamaah yang disebut islami, maka keislaman mereka adalah Islam menurut metode barat yang di dalamnya kaum muslimin terus mempertahankan sistem kufurnya dan dengan tangan barat dan tidak mengubah kecuali orang. Ini yang kita lihat di Mesir dan Tunisia, dimana kekhawatiran mereka terhadap Islam lebih dari yang lain.
Wahai orang-orang revolusioner di bumi Syam pusat Dar al-Islam: sesungguhnya pembentukan Dewan Nasional sebelumnya, lalu Koalisi Nasional dan kemudian pemerintahan transisi sekarang ini, terjadi jauh dari Anda. Barat bekerja memaksakan mereka kepada Anda melalui cara-cara keji tidak langsung untuk memaksakan solusi barat melalui mereka yang tidak akan berbeda dari rezim Bashar kecuali hanya sedikit saja. Mereka itu tidak merepresentasikan Anda, sebaliknya mereka merepresentasikan orang yang mengadakan mereka. Bahkan mereka itu wajib Anda tolak secara total. Mereka mengusung panji Sykes-Picot dan menolak mengusung panji Rasulullah SAW. Mereka ingin menegakkan negara sipil sekuler dan menolak untuk menegakkan daulah al-Khilafah al-Islamiyah yang diperintahkan oleh syara’ untuk ditegakkan. Mereka memperbarui permintaan tolong kepada negara-negara barat kapitalis kafir sementara Islam mengharamkan hal itu dan mewajibkan kaum Muslimin seluruhnya menjadi satu tangan melawan selain mereka. Yang sangat mengherankan, kaum Muslimin di Suriah menerima keberadaan para parasit itu di tengah-tengah mereka, apalagi mendengarkan mereka. Kaum Muslimin harus tahu bahwa menerima untuk berinteraksi dengan mereka adalah mengokohkan Amerika di Suriah, membantu Amerika menghancurkan revolusi kaum Muslimin dan memungkinkan Amerika menyemai fitnah di dalam negeri Suriah… Kaum Muslimin hendaknya mengetahui bahwa Allah SWT yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui akan menghisab setiap amal sekecil apapun maka balasannya bisa surga atau neraka … Jika Anda menghendaki jalan keluar maka tidak ada jalan keluar bagi Anda kecuali dengan tegaknya daulah al-Khilafah ar-Rasyidah yang akan sanggup menghadapi konspirasi internasional terhadap Anda. Dan jika Anda menghendaki kemenangan maka tidak ada kemenangan untuk Anda kecuali melalui daulah al-Khilafah ar-Rasyidah. Jika Anda menginginkan kemuliaan maka tidak ada kemuliaan kecuali dengan Islam dan melalui Islam. Begitulah generasi awal Anda, Rasulullah SAW dan para sahabat beliau yang mulia ridhwanullahalayhim. Maka teladanilah mereka seperti yang dituntut oleh Allah SWT dengan firman-Nya:
﴿ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا ﴾
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (TQS al-Ahzab [33]: 21)

Dan Firman Allah SWT:
﴿ قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ ﴾
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (TQS al-Mumtahanah [60]: 4)

Ini adalah seruan rasul Anda dan seruan kakek beliau sayidina Ibrahim dan orang yang bersama mereka, lalu apakah kita benar-benar bersama mereka?


8 Jumadul Ula 1434 / 20 Maret 2013

Hizbut Tahrir
Wilayah Suriah

blog.resistnews.web.id - Dilaporkan oleh www.guardian.co.uk bahwa Korea Utara telah memerintahkan unit-unit roket dan artileri jarak jauh untuk siap tempur, dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer di daratan Amerika dan di wilayah tersebut.
Pyongyang telah mengeluarkan peringatan keras dan ancaman hampir setiap hari sejak DK PBB memperketat sanksi atas uji coba nuklir Korut terbaru dimana di sisi lain Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan militer bersama.
“Mulai saat ini, komando tertinggi Tentara Rakyat Korea akan menempatkan pada posisi siap tempur  Siaga 1 atas semua unit artileri di lapangan, termasuk unit artileri dan roket strategis jarak jauh, yang akan menargetkan semua obyek musuh di pangkalan militer di daratan AS, Hawaii dan Guam, “kata sebuah pernyataan dari komando militer tertinggi Korut, sebagaimana diberitakan kantor berita KCNA.
Kementrian Korea Selatan mengatakan tengah memantau situasi namun tidak mendeteksi tanda-tanda aktivitas yang tidak biasa dari tentara Korut. Seoul dan Washington mengatakan bahwa latihan militer mereka saat ini, yang akan tetap berlanjut sampai akhir April, adalah latihan defensif.
Pentagon mengecam ancaman Korut tersebut, dan mengatakan AS siap untuk merespon setiap perkembangan. “Kami prihatin adanya ancaman dari Korea Utara,” kata seorang juru bicara. “Mereka harus berhenti mengancam perdamaian di semenanjung Korea, yang tidak membantu siapa pun … dan kami siap untuk menanggapi setiap tantangan.”
Leonid Petrov, seorang ahli Korea Utara di Universitas Nasional Australia, mengatakan: “Hal ini adalah perilaku untuk menarik perhatian. Seperti seorang anak di toko permen: Jika Anda belum membelikannya sebuah permen dan tidak memperhatikannya dia akan mencoba untuk mengintimidasi anda dengan banyak hal – bahkan hal itu merugikan diri sendiri.”
Menurutnya, “Korea Utara benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk menyerang AS, meskipun mereka bisa menyerang kepentingan AS di Asia timur dan utara dan Korea Selatan. Mereka dapat memacu perlombaan senjata, sebagaimana yang mereka telah berhasil lakukan. Saya tidak tahu siapa yang mengambil manfaat dari hal itu, tapi yang jelas bukan (Korea) Utara, karena mereka tidak mampu membelinya. ”
Dia menambahkan: “Ini adalah lebih dari sebuah pesan kepada penduduk dalam negeri. Meskipun tahun lalu dijanjikan rakyat mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun kaum imperialis akan menyerang anda sehingga Anda harus melupakannya. Korea Utara berusaha untuk menutupi loyalitas rakyatnya dalam melindungi negara dan mengulur-ulur lebih banyak waktu bagi rezim untuk bertahan hidup. ”
Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Cina Hong Lei mengatakan kepada wartawan bahwa China berharap semua pihak di semenanjung Korea bisa menahan diri.
Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa China tidak mengekspor minyak mentah ke Utara pada bulan Februari. Terdapat laporan mengenai pembatasan ketat perdagangan.
China adalah sekutu utama Korea Utara dan Pyongyang tetap sangat tergantung pada perdagangan dan bantuan dari tetangganya. Banyak analis yang mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah pendekatan Beijing telah berubah dan menekankan tidak ada tanda-tanda perubahan dan kebijakan yang mendasar dalam jangka panjang.
John Delury, seorang ahli hubungan China-Korea Utara di Yonsei University di Seoul mencatat bahwa tindakan keras pada penawaran lintas-perbatasan mungkin menjadi bagian dari keinginan perdagangan yang lebih umum. Namun ia mengatakan hubungan antara kedua negara melemah menjelang akhir pemerintahan Kim Jong-il. Hal ini mungkin mencerminkan kekhawatiran Pyongyang tentang hubungannya sebagaimana juga yang dikhawatirkan Beijing. “Mereka masuk ke zona merah di mana semua hubungan ekonomi dan hubungan diplomatik adalah dengan China,” katanya.
Surat kabar Rodong Sinmun melaporkan bahwa selain kunjungan ke tentaranya, Kim Jong-un melakukan tur restoran kapalnya yang baru pada hari Minggu. Dia berada di kapalnya sambil berpesta sambil mengungkapkan kekhawatiran bahwa AC di kapalnya harus memuaskan. [hizbut-tahrir.or.id/blog.resistnews.web.id]

Kamis, 21 Maret 2013 tepatnya pada waktu maghrib sebuah ledakan terjadi di Masjid Al-Iman, di kawasan Mazra’ah, di tengah ibukota Damaskus. Akibat ledakan itu, menurut Kementerian Kesehatan rezim Basyar Al-Assad, terbunuh 42 orang dan korban luka-luka 80 orang. Diantara yang dikabarkan tewas adalah Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti, seorang ulama Suriah yang sejak dimulainya revolusi melawan rezim Basyar Al-Assad(Maret 2011), dianggap berpihak kepada rezim karena pernyataan dan sikapnya.

Sampai berita ini diturunkan tidak ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan itu. Begitu berita peledakan dan kematian Syaikh Ramadhan AL-Buti terdengar, Mujahidin Pembebasan Suriah (Mujahidin FSA/Jaisyul Hurr) mengeluarkan pernyataan dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas ledakan itu, dan menegaskan sikapnya untuk tidak pernah menyerang rumah ibadah, dan sebagaimana yang kita telah ketahui selama ini, mujahidin selalu berusaha membebaskan dan menjaga masjid-masjid sedangkan tentara Assad selalu berusaha menghancurkan dan menghinakan masjid umat Islam.

- Pendapat Ulama-ulama Syam mengenai berdirinya Syaikh Buti bersama Pemerintahan Assad

Syaikh Muhammad Ya'qub seorang ulama besar dari tanah Syam(Suriah) mengatakan, sebelum dan sesudah revolusi berlangsung para ulama-ulama Suriah tidak pernah ada yang satu pendapat dengan Syaikh Buti dalam kaitan berdirinya Syaikh Buti dengan rezim dan dukungannya untuk Basyar Al-Assad. 

Begitupula saat revolusi Suriah(Syria) bermula, Syaikh Al-Buti terlihat tidak bersuara terhadap kekejaman rezim Assad. 

Berbeda dengan Syaikh Muhammad Al-Ya'qubi, Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni, Syaikh Kuraim Rajih, Syaikh Usamah Rifa'i, Syaik Saryah Al-Refai,Syaikh Samir Sakka yang sejak revolusi bermula mengajak ummat Islam untuk bangkit dan tidak bergabung dengan rezim Syiah Assad yang telah menyiksa dan membunuhi kaum muslimin. Pernyataan-pernyataan Syaikh Buti yang menunjukkan dukungannya terhadap Basyar Al-Assad dapat dilihat diberbagai video khutbahnya. 

Syaikh Yusuf Qardhawi dan Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni mengatakan dalam khutbahnya kemarin, Syaikh Muhammad Sa'id Ramadhan AL-Buti adalah seorang Syaikh yang luas ilmunya, namun sama seperti Syaikh-Syaikh lainnya yang berijtihad namun ternyata telah melakukan kesalahan dalam ijtihadnya. Dan ia telah melakukan kesalahan dengan berdirinya Syaikh Buti bersama dengan pemerintahan Assad.

Syaikh Muhammad Ya'qub mengatakan, selama dua tahun semenjak revolusi bermula ia terus melakukan pembicaraan dan debat dengan Syaikh Ramadhan Al-Buti mengenai berdirinya Syaikh Buti dengan Basyar Al-Assad. Hingga Akhirnya di penghujung tahun kedua revolusi ini, Syaikh Muhammad Ya'qub melihat sepertinya Allah telah membuka hati Syaikh Al-Buti dan Syaikh Al-Buti berniat untuk keluar dan tidak lagi mendukung Assad serta akan mengumumkan keluarnya ia dari pendukung Basyar Al-Assad. Rezim mendengar kabar ini dan memutuskan membunuh Syaikh Buti sebelum Syaikh mengumumkan berita keluarnya yang mengaibatkan rezim tidak bisa lagi memanfaatkannya untuk menyebarkan fitnah didalam ummat Islam.

- Keanehan Kabar Kematian Syaikh Al-Buti

Beberapa saat setelah Mujahidin FSA mengeluarkan pernyataan bahwa bukan mereka yang mengebom masjid Al-Iman yang kabarnya membunuh Syaikh Al-Buti, Basyar Al-Assad mengatakan di televisi pemerintah bahwa pemerintah sangat sedih atas kabar kematian Syaikh Al-Buti yang diakibatkan oleh bom bunuh diri dari pemberontak dan mengatakan bahwa darah Syaikh Al-Buti tidak akan meninggal sia-sia, keluarga Syaikh Buti akan ditanggung kehidupannya oleh pemerintah. 

Berbagai keanehan bisa kita lihat di berita dan video yang direkam oleh pemerintah Syria(Suriah) dan disiarkan di stasiun televisi pemerintah segera setelah kejadian terjadi. TV Syria mengabarkan bahwa ada pengeboman di dalam masjid Al-Iman di kota Damaskus maghrib 21 Maret 2013 dengan jumlah korban tewas 42 orang dan 80 orang luka-luka. Namun tidak terlihat adanya bekas-bekas peledakan didalam masjid. Kondisi baik didalam dan diluar masjid tampak seperti biasa, bahkan Al-Quran yang letaknya didekat Syaikh Al-Buti duduk tidak terbakar. Lalu stasiun televisi pemerintah Syria(Suriah) memberitakan bahwa pengeboman dilakukan oleh pemberontak dengan bom bunuh diri saat sedang dilaksanakan kajian oleh Syaikh AL-Buti didalam masjid, namun sesudah berita ini disiarkan ada berita lagi yang mengatakan bahwa pemberontak mengebom masjid dengan mortir. 

Anehnya, seluruh mayat yang ditemukan didalam masjid nampak ada bekas tembakan dikepalanya, bahkan mereka masih menggunakan sepatu didalam masjid dan pakaiannya tampak rapih, padahal warga Syria adalah orang-orang yang sangat menjaga kebersihan masjid-masjid mereka dan tidak pernah menggunakan sepatu didalam masjid. Sajadah tempat mereka duduk juga tidak ada bekas terbakar, begitu juga pakaian mereka, hanya ada darah yang keluar dari kepala mayat. 

Semenjak revolusi Syria berlangsung, Syaikh Al-Buti selalu dijaga ketat oleh para penjaga dalam jumlah besar yang diperintahkan oleh Assad untuk mengawalnya kemanapun. Untuk Masuk kedalam masjid Iman tempat Syaikh Al-Buti biasa berkhutbah harus diperiksa oleh para penjaga dan terdapat kamera diseluruh penjuru masjid yang menyulitkan orang untuk berusaha bertindak rusuh didalam masjid tersebut apalagi membawa bom dan senjata. 

Setelah berita ini tersebar, warga Syria(Suriah) yang berada disekitar masjid berusaha untuk ke masjid untuk melihat kejadian sebenarnya. Namun sebelum orang-orang masuk, tentara segera mengusir mereka dan hanya para tentara, stasiun televisi milik pemerintah yang dipebolehkan masuk.Perlu diketahui bahwa masjid Al-Iman terletak disebelah kantor keamanan militer Syria(Suriah) dan markas komando pusat sehingga dengan cepat tentara berjaga-jaga disekitar masjid sehingga tidak ada yang dapat mendekati masjid.


- Potensi Tersebarnya Fitnah Baru Atas Kaum Muslimin 

Berita kematian Syaikh Al-Buti meramaikan diskusi dan debat mengenai salah benarnya sikap dan kata-kata yang dikeluarkannya, yang dianggap menguntungkan rezim Basyar Al-Assad.

Basyar Al-Assad dan para pendukungnya terus melakukan propaganda di media-media berita bahwa pembunuh Syaikh Ramadhan Al-Buti adalah pihak pemberontak(dan yang dimaksudkan pemberontak disini adalah Mujahidin), mereka terus membuat berita-berita dusta sehingga orang-orang yang menyukai Syaikh Ramadhan Al-Buti terutama murid-murid beliau menjadi bingung dan menyalahkan mujahidin yang telah membunuh Syaikh Al-Buti. Semua ini membuat timbulnya perpecahan diantara umat Islam baik yang didalam dan diluar Syria(Suriah), sehingga mereka tidak lagi fokus terhadap isu yang sebenarnya terjadi pada kaum muslimin di Suriah dan memudahkan Assad dan tentara-tentara Syiahnya membunuhi lebih banyak kaum muslimin Suriah. 

"Hingga kini belum ada yang melihat jasad Syaikh Ramadhan Al-Buti. Seluruh kaum muslimin Suriah masih bertanya-tanya mengenai keberadaan Syaikh sebenarnya, apakah ia sudah meninggal atau ditangkap oleh rezim dan masih dalam keadaan hidup. Seluruh warga Syria mengatakan kejadian pembunuhan Syaikh Al-Buti yang disiarkan pemerintah rezim Assad seperti rekayasa pemerintah."

Dimanapun Syaikh Ramadan Al-Buti berada, bila ia masih hidup semoga Allah membukakan baginya pintu hidayah dan menjaganya. Dan bila ia sudah meninggal, Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, telah membukakan pintu taubah baginya sebelum ia meninggal dan tidak menjadikan fitnah atas kaum muslimin sesudah kematiannya. wallahu 'alam.


sumber: https://www.facebook.com/Syria.Care.Indonesia





Ini adalah video sesaat sesudah roket-roket dari tentara Syiah menghujani desa Sunni (Kafar Batna). Wanita dan anak-aanak di dalam video itu masih bernafas walaupun sebagian tubuh mereka telah hancur.

-Jangan lupakan doa untukmereka-

Penyalur bantuan ke Syria melalui SYRIA CARE:

Maybank Berhad 
Kode Swift : mbbemykl
a/c. 5621 0663 0487
a/n. Pertumbuhan Sinar Damsyik Malaysia

Atau, dikirim via Paypal ke alehsidek@gmail.com 
(insya Allah tidak dikenakan biaya transfer)


sumber: https://www.facebook.com/Syria.Care.Indonesia

[Al-Islam 150] Mendagri Gamawan Fauzi mengklaim ada 13 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang mendukung segera disahkannya RUU Ormas termasuk keharusan Ormas mencantumkan asas Pancasila. Ormas-ormas itu yakni NU, Persis, Al-Irsyad Al-Islmiyah, Arrobithoh Al-Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mathlaul Anwar, Attihadiyah, Azikra, Al-Wasliyah, IKADI, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan DDII. Mendagri Gamawan Fauzi bahkan mengatakan, “Mereka memberi dukungan penuh agar proses pembahasan dan pengesahan RUU Ormas dipercepat.” (Republika.co.id, 24/3).
Ketua umum DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia) Syuhada Bahri membantah DDII telah mendukung RUU ORMAS dan punya andil dalam LPOI. Hal senada juga dilontarkan pimpinan Majilis Az- Zikra Ust. Arifin Ilham. Beliau membantah pernyataan Dirjen Kesbangpol, bahwa majlis-nya mendukung RUU ORMAS. Bahkan ia mengatakan, “Saya berkali-kali mengatakan bahwa Syariat Islam adalah harga mati!”(salam-online.com, 25/3).
Banyak sekali Ormas yang menolak RUU Ormas itu, diantaranya Ormas-ormas Islam. Koalisi Akbar Masyarakat Sipil Indonesia (KAMSI) menolak RUU Ormas karena bisa membelenggu kemerdekaan berserikat dan berorganisasi. KAMSI terdiri dari 50 lembaga, 15 tokoh dan 46 lembaga daerah (lihat, antaranews, 28/2). Penolakan serupa juga datang dari Koalisi Perjuangan Hak Sipil dan Buruh (KAPAK), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), IMPARSIAL, PSHK Pusat Studi Hukum dan Kebijakan), Elsam dan LSM.

Pintu Kembalinya Rezim Represif ala Orba
Jika dicermati RUU Ormas pada perkembangan terakhir, jika disahkan nantinya akan bisa menjadi pintu kembalinya rezim represif ala Orde Baru. Diantaranya karena:
Pertama, Setiap Ormas wajib mencantumkan Pancasila sebagai asas. Mendagri menyebutnya asas utama. Setelah itu Ormas boleh mencantumkan asas ciri masing-masing. Namun yang kedua ini hanyalah opsional atau pilihan. Draft pasal 2: “Asas Ormas adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta dapat mencantumkan asas lainnya yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.”
Ini merupakan langkah mundur yang akan membuat kehidupan bermasyarakat kembali ke belakang, ke masa lalu. Pasalnya, semangat asas tunggal itu telah ditinggalkan dengan dibatalkannya TAP MPR no. II/1978 tentang P4 oleh TAP MPR no. XVIII/1998. Semangat tidak lagi asas tunggal ini bisa dikatakan salah satu hasil pertama-tama dari reformasi. Jika RUU Ormas ingin kembali menghidupkan semangat asas tunggal, itu merupakan pengkhianatan terhadap reformasi. Juga pengkhianatan dan pelecehan terhadap pengorbanan darah, keringat, tangisan dan harta banyak komponen umat.
Umat Islam tentu tidak lupa betapa pemaksaan asas tunggal kepada umat Islam telah melahirkan hubungan penuh ketegangan dan konflik antara umat Islam dengan pemerintah. Sejumlah ormas Islam dan selain ormas Islam, juga ormas pemuda, dinyatakan terlarang. Tokoh-tokoh umat dipenjarakan oleh rezim Orde Baru karena mempersoalkan asas tunggal. Bahkan rezim asas tunggal menelan korban nyawa, seperti dalam tragedi Tanjung Priok. Apakah RUU ORmas itu ingin lagi semua itu terulang lagi? Dalam konteks ini Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Syuhada Bahri mengatakan, “Karena dulu ketika Pancasila dipaksakan kan sudah menuai korban, masa itu mau diulang lagi?” (mediaumat.com, 25/3).
Rezim Orde baru dahulu menjadikan asas tunggal alat memaksa masyarakat agar ikut keinginan rezim. Mereka yang tidak setuju dengan rezim dengan mudah dicap tidak Pancasilais sementara yang setuju dengan rezim dinilai Pancasilais. Akhirnya asas tunggal memunculkan tindakan kekerasan oleh negara terhadap rakyat dan berbagai ormas. Semua itu memunculkan trauma di tengah masyarakat. Dengan menghidupkan kembali asa tunggal oleh RUU Ormas, trauma-trauma itu sangat boleh jadi akan hidup dan muncul kembali, meski dalam bentuk dan intensitas yang berbeda.
Di sisi lain, pewajiban Ormas berasaskan Pancasila itu sungguh berbeda dengan Partai Politik. Pasal 9 (1) UU no. 2 Th. 2008 menyatakan, “Asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945”. Jika Parpol yang secara langsung ikut menentukan hitam putihnya politik dan kebijakan negara saja cukup dengan ketentuan seperti itu, tidak harus mencantumkan asas Pancasila dan boleh hanya mencantumkan asas lain asal tidak bertentangan dengan Pancasila, kenapa Ormas yang tidak secara langsung menentukan hitam putih negara tidak seperti itu? Apa salahnya Ormas mesti dipaksa berasas Pancasila? Bagaimana bisa, para legislator berlaku diskriminatif, memaksakan kepada Ormas ketentuan yang tidak diberlakukan kepada diri dan kelompoknya sendiri? Tidak salah jika muncul anggapan RUU Ormas memang untuk membungkam kekritisan Ormas, terutama Ormas Islam?
Kedua, draft RUU Ormas membuat pemerintah sangat berkuasa terhadap Ormas. Definisi Ormas serba mencakup semua kelompok di masyarakat, “Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan NKRI yang berdasarkan Pancasila”. Jadi mencakup semua organisasi di masyarakat (kecuali Parpol dan organisasi sayap Parpol yang dikecualikan pada Pasal 4) bersifat sosial atau nonprofit, asosiasi atau perkumpulan keilmuan/profesi/hobi baik beriuran atau pun tidak, pengajian, paguyuban keluarga, yayasan yang mengelola lembaga pendidikan dan rumah sakit, panti asuhan, dan masih banyak lagi. Itu bisa jadi pasal karet untuk mengontrol semua dinamika di masyarakat. Ditambah lagi, persyaratan administratif untuk mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT) bagi Ormas tidak berbadan hukum bisa dijadikan alat “memaksa” Ormas agar sesuai keinginan pemerintah. Sebab, draft Pasal 61 (6) menyatakan “Ormas dilarang melakukan kegiatan apabila tidak memiliki surat pengesahan badan hukum atau tidak terdaftar pada pemerintah”. Terdaftar pada pemerintah itu buktinya tentu SKT. Artinya, SKT bukan sekadar keterangan terdaftar, tetapi sejatinya adalah surat izin. Itu artinya “silahkan membentuk Ormas dan menjalankan aktivitas sebagai Ormas asal diizinkan oleh Pemerintah”. Itu jelas mengekang kemerdekaan berserikat, berkumpul dan berorganisasi yang katanya dijamin dan merupakan hak asasi. Apalagi semua ormas baik yang berbadan hukum atau tidak berbahan hukum berada dalam pengawasan pemerintah [pasal 54 (3)] yang bentuknya berupa pemantauan dan evaluasi (Pasal 58). Hasilnya tentu akan dijadikan dasar mengambil tindakan terhadap Ormas.
Ketiga, RUU Ormas memuat sejumlah larangan (Pasal 61) yang sifatnya multi tafsir dan tolok ukur serta kriterianya tidak jelas. Larangan Pasal 61 (2) a. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras dan golongan. … d. melakukan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum; dan larangan lainnya, apa tolok ukurnya, seperti apa kriterianya, seperti apa tingkatnya, semuanya tidak jelas. Hal itu pada akhirnya bisa dijadikan pasal karet sebab tafsir, tolok ukur dan implementasinya akan tergantung selera aparat dan pemerintah. Juga larangan ayat (3) c. menerima sumbangan berupa uang, barang, atau pun jasa dari pihak mana pun tanpa mencantumkan identitas yang jelas. Dengan larangan ini, yayasan yatim piatu, yayasan sosial, pembangunan masjid dan sarana sosial, organisasi sosial umumnya dan semua yang tercakup oleh definisi Ormas tidak boleh menerima sumbangan dari orang yang hanya menulis identitasnya “hamba Allah”, dan sebagainya.
Peluang kembalinya rezim represif itu makin kental ketika larangan itu dikaitkan dengan sanksi yang bisa dijatuhkan oleh pemerintah mulai surat peringatan tertulis, penghentian bantuan atau hibah, penghentian sementara kegiatan sampai pencabutan SKT untuk Ormas tidak berbadan hukum atau pembubaran ormas berbadan hukum. Hanya pembubaran Ormas berbadan hukum yang harus berdasarkan putusan pengadilan. Sementara pencabutan SKT, Pemerintah hanya wajib meminta pendapat hukum dari MA. Pencabutan SKT pada dasarnya adalah pelarangan, sebab Ormas yang tidak punya SKT dilarang beraktivitas (Pasal 61 ayat 6).

Wahai Kaum Muslimin!
RUU Ormas itu jika disahkan akan mendatangkan cobaan bagi umat Islam. Karena itu kepada para anggota dewan dan siapa saja yang mendukung atau bahkan mendesak disahkannya RUU Ormas yang represif seperti itu, hendaknya segera memperbaiki diri sebab Allah SWT mengancam dalam firman-Nya:
﴿ إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ ﴾
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (TQS al-Buruj [85]: 10)

Tampak jelas betapa RUU Ormas akan menjadi pintu kembalinya rezim represif ala orde baru, rezim yang telah menimbulkan trauma menyakitkan di masyarakat. Juga jelas RUU Ormas akan membelenggu dinamika masyarakat dan membungkam kekritisan kebijakan kepada pemerintah yang keliru dan merugikan rakyat. Jelas RUU Ormas akan mengancam dan merugikan Ormas dan umat secara umum, karena itu harus ditolak. Jika tidak Allah memperingatkan:
﴿ وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴾
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (TQS al-Anfal [8]: 25)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar:
Peringkat infrastruktur Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Dari 100 negara yang disurvei World Economic Forum, Indonesia berada pada peringkat 78. Keadaan itu melemahkan daya saing untuk menarik investasi, dan infrastruktur yang buruk juga menyebabkan ekonomi biaya tinggi (Kompas.com, 26/3)
  1. Paling-paling alasannya tidak punya dana yang cukup. Anehnya, sumber pemasukan sangat besar berupa tambang mineral, minyak dan gas serta SDA diserahkan kepada asing.
  2. Di sisi lain masih sangat banyak pemborosan anggaran seperti untuk kunjungan kerja dan fasilitas pejabat.
  3. Infrastruktur bagus dan memadai akan mudah diwujudkan dengan sistem ekonomi Islam. Karena itu segera terapkan!

7
blog.resistnews.web.id - Budayawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto, dan pernah bercokol di Kompas itu, ketika dalam sebuah acara debat di TV One, terlihat cengengesan, senyumnya ngeledek seraya menyebut kumpul kebo tak perlu diatur-atur dalam Undang-undang.  
Arswendo mengatakan, kalaupun ada sanksi di masyarakat jika terjadi kumpul kebo, itu sudah lebih dari cukup, ketimbang pidana. “Kok diatur-atur, kurang kerjaan saja.  Nanti onani pun diatur,” ujarnya ngeledek.
Sementara itu dikatakan Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Musthofa B. Nahrawardaya merasa gregetan dengan pendapat Arswendo yang ngawur. Musthofa menyebut sebuah petuah di Bali tahun 1800-an: “Seseorang yang belum sah bersuami dan beristri tak boleh melakukan kumpul kebo. Adapun sanksinya, masih petuah Bali, kalau suami melaut istri tidak boleh selingkuh, nanti kena bencana. Ini bukan dari Islam lho, tapi dari Bali yang Hindu.”
Arswendo nyeletuk, kalau tidak melaut, boleh dong berzina. Astaghfirullah.. “Ngapain sih,  negara urusin masalah privasi orang.”
Justru kata Musthofa, UU itu berangkat dari value di masyarakat. Saat ini orang yang berzina malah menjadi pahlawan. Di Klaten misalnya, seseorang yang berzina lalu menghasilkan anak zina, maka anak itu dinamakan dengan orang yang melakukan zina itu. Sungguh sadis hukum adat itu.
“Sangat disayangkan, kumpul kebo dianggap biasa, bahkan rasanya sama saja dengan yang sudah menikah. Ini  aturan moral, semua agama melarang zina.Jika 1000 pastur dan pendeta dikumpulkan, begitu juga jika 500 ustad dan 500 biksu, dikumpulkan, mereka pasti sepakat untuk melarang kumpul kebo. Bahkan bila perlu, sanksinya diperberat. Dan ditambahi satu pasal, bagi siapa yang menyediakan tempat atau fasilitas, akan dikenai denda 1 milyar, biar kapok,” ungkap Musthofa.
Ketika Musthofa mengatakan, Arswendo dan Thamrin Amal Tamagola adalah orang yang menyetujui kumpul kebo, lalu Arswendo malah membalas: “Saya bukan setuju kumpul kebo, tapi setuju banget, “ kata Arswendo cengengesan.
Sangat memalukan Arswendo dan Thamrin dengan gambling menyetujui kumpul kebo. Meski keduanya sempat ngeles. Masyarakat awam pun memahami, bagaimana bisa tidak setuju kumpul kebo, tapi menolak pemberian sanksi pidana. Aneh.
Thamrin Tamagola bahkan meledek hadits yang mengatakan, istri yang menolak hubungan intim dengan suami yang sah, maka akan dikutuk malaikat sampai pagi. “Malaikat kok bisa ngutuk, itu malaikatnya laki-laki atau perempuan?” ledeknya.
Sangat aneh, jika masih saja ada yang bertanya apa itu ukuran kumpul kebo? Sangat jelas, laki-laki dan perempuan yang tidur satu ranjang dalam satu atap seperti suami-istri, tanpa ikatan nikah, maka itu sudah dikatakan kumpul kebo. Pura-pura bodoh atau moralnya sudah jongkok? Bukankah Islam mengajarkan, jangan dekati zina, apalagi berzina.[voa-islam.com/blog.resistnews.web.id]

Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. Dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da’wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman: ”Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur’an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih” ( Q.S. Al-Anfaal:32)
Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultravioletdalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.
Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari’at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena “adzab dunia” seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari’at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???
( Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh: Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )
 (saifalbattar/muslimahzone.com/arrahmah.com/blog.resistnews.web.id)


blog.resistnews.web.id - Pemikir Islam Mesir, Muntashir al-Zayat, juru bicara Forum Global untuk Moderasi, mengatakan pada situs “alarabiyah.net” bahwa kegagalan proyek politik Islam di Mesir akan mempengaruhi semua faksi kekuatan Islam dan organisasi politik Islam untuk jangka waktu tidak kurang dari 50 tahun.
 *** *** ***
 Tampaknya bahwa pengaruh dari forum (moderasi) terhadap para penyeru moderat begitu dramatis terkait visi perubahannya, hingga mereka mengalami kegalauan dan keputusasaan untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Dalam hal ini, mereka tidak melihat kebesaran proyek perubahan Islam yang sesungguhnya, sehingga mereka fokus menyoroti partisipasi (kelompok Islamis moderat), seperti gerakan Ikhwanul Muslimin dalam kekuasaan. Mereka berpikir bahwa tunduk di bawah sayap dari sistem yang ada dianggap sebagai proyek itu sendiri, dan mereka menyebut proyek Islam, bahkan lebih buruknya lagi, mereka melihat kegagalannya sebagai penghancur proyek Islam untuk jangka waktu 50 tahun!
Konstitusi Mesir yang diadopsi oleh kekuatan (kelompok Islamis moderat) melanggar ketentuan Syariah, sehingga itu tidak dapat dianggap sebagai konstitusi Islam dengan cara apapun. Sementara pemilik kekuatan di Mesir di antara para pemimpin junta militer masih loyal pada Amerika, dan tokoh-tokoh politik di Mesir masih berpegang teguh pada sekulerismenya, serta ketergantungannya pada Barat, meski sebagian dari mereka memakai jubah Islam. Lihat, sistem ekonomi yang diterapkan adalah mengedepankan sistem kapitalis; politik luar negeri Mesir masih dalam ketergantungan yang memalukan pada Amerika; berbagai perjanjian dan kesepakatan dengan para musuh, yaitu Barat dan alat-alat imperialismenya, serta dengan entitas Yahudi masih menjadi sesuatu yang disucikan. Sedang sistem pemerintahannya, yaitu republik, bertentangan dengan sistem pemerintahan dalam Islam, dan sistem pendidikannya bertentangan dengan hukum Islam dan politik pendidikan Islam, begitu juga dengan politik medianya sangat-sangat liberal. Lalu di mana proyek Islam yang mereka usung?
Sesungguhnya sikap Amerika yang membiarkan (kelompok Islamis moderat) untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, adalah karena mereka telah membuang slogan-slogan yang mereka serukan sebelumnya, seperti slogan “al-Qur’an adalah konstitusi kami”. Sehingga inilah yang menyebabkan kegagalan dan jatuhnya mereka pada perangkap politik Barat yang keji dan kotor. Akibatnya, tidak ada Islam yang mereka terapkan, tidak ada keadilan yang mereka wujudkan, dan tidak ada peran yang mereka lakukan selain kertas mainan yang dieksploitasi Barat dalam rangka untuk memblokir proyek perubahan Islam yang sesungguhnya, yang akan mengakhiri era pemerintahan diktator, dan yang akan melanjutkan kembali kehidupan Islam melalui penegakan Khilafah Rasyidah berdasarkan metode kenabian. Untuk itu, Islam dan proyek peradabannya tidak lama lagi akan tegak kembali, insya Allah. Sehingga Amerika yang kotor dan para sekutunya dari para penguasa yang busuk itu akan segera musnah. Sementara Khilafah yang tegak berdasarkan metode kenabian akan berdiri kokoh di muka bumi ini.
Allah SWT berfirman: “Adapun buih itu, maka ia akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. Sementara sesuatu yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia akan tetap di bumi.” (TQS. Ar-Ra’d [13] : 17). [hizb-ut-tahrir.info/blog.resistnews.web.id]

Ustadz Bachtiar Nasir, Lc

blog.resistnews.web.id - Kicauan kacau Aktivis JIL Ulil Abshar Abdalla mendapat kick balik dari Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir.
Di antara pro kontra soal ‘Pasal Santet’ dan ‘Kumpul Kebo’ dalam RUU KUHP, Ulil menuding beberapa pasal dalam hukum Islam memang sudah kedaluwarsa dan tidak sesuai dengan zaman. Adalah ‘Pasal Santet’ dan ‘Kumpul Kebo’ yang dibahas dalam RUU KUHP, kenapa hukum Islam yang disalahkan?
Menurut Ustadz Bachtiar Nasir, kicauan Ulil Abshar itu adalah perkataan orang yang bermental kalah. “Lidahnya dibimbing oleh otak dusta,” kata alumnus Universitas Madinah ini di depan para  jurnalis Muslim, di kantor Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL), Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Ustadz Bachtiar menceritakan, Hirohito, setelah Hirosima dan Nagasaki dibom oleh Amerika, berkata, bahwa kedua bom itu tidak terlalu besar bagi dia. Senjata terbesar adalah perkataan mereka, ‘Wahai Jepang, menyerahlah!’
Kata Pimpinan AQL ini, kalau Jepang sampai mendengarkan kata-kata itu, berarti Jepang betul-betul kalah. “Nah, perkataan Ulil seperti itu, ini tidak akan pernah bisa membangun peradaban Indonesia. Dan dari perkataan orang seperti ini selamanya kita tidak akan pernah bisa besar dan selalu bermental kalah,” pungkasnya.
Fungsionaris DPP PD Ulil Abshor Abdallah (kiri) bersama Ketua Forum Renovasi Indonesia (FRI) Bagus Satriyanto dalam konferensi pers tentang Persiapan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi Bangsa dan Negara di Kantor DPP PNBK, Jakarta, Minggu
Ulil Abshar
Sebelumnya, seperti diberitakan itoday, Kamis (21/3/2013), melalui akun Twitter @ulil, salah seorang pengurus Partai Demokrat ini berkicau bahwa hukum Islam sudah tidak sesuai dengan zaman, tidak perlu dipakai lagi.
“Beberapa pasal dalam hukum Islam memang  sudah kedaluwarsa dan tak sesuai dengan zaman. Jadi ndak perlu dipakai lagi,” tulis @ulil. (salam-online.com/blog.resistnews.web.id)
Powered by Blogger.