Archive by date

Demokrasi, Strategi Hapus Jihad fi Sabilillah

item-thumbnail

Jihad fi sabilillah merupakan syariat yang agung dalam Islam, pelaksanaan jihad tidak pernah absen dari panggung sejarah emas perjalanan umat Islam. Kegemilangan jihad fi sabilillah telah mengantarkan ummat ini ke posisi puncak kejayaannya hingga musuh-musuh pun akhirnya sadar bahwa salah satu kunci untuk menundukkan umat Islam adalah dengan cara menjauhkan mereka dari syariat jihad fi sabilillah.

Upaya untuk menceraikan ummat Islam dari jihad fi sabilillah bukanlah perkara baru di zaman ini, telah berlalu upaya-upaya simultan dari musuh-musuh Islam yang bertujuan menghapus jihad dari benak kaum Muslimin. Tercatat uji coba musuh Islam dalam menihilkan jihad fi sabilillah dilakukan dengan mendistorsi ajaran Islam seperti munculnya aliran-aliran yang meyakini bahwa jihad dalam makna sebenarnya, yaitu perang bersenjata, bukanlah cara memperjuangkan Islam hingga mendistorsi makna jihad itu sendiri.

Cara ini bisa dikatakan merupakan cara klasik untuk memisahkan kaum Muslimin dari jihad, hari ini cara-cara seperti itu sudah tidak terlalu efektif mengingat kesadaran kaum Muslimin untuk kembali menggali ajaran-ajaran Islam dari sumber yang otentik semakin tinggi, oleh karena itu musuh Islam menambahkan formula baru guna melanggengkan tujuan tersebut.

Musuh akan tetap menjadi musuh dan tidak akan berhenti untuk menghancurkan lawannya. Ketika sebuah strategi mengalami penurunan efektifitas maka perlu ada modifikasi atau tambahan elemen baru. Elemen baru itu bernama Demokrasi.

Dua momentum besar di akhir abad 20 dan awal abad 21 mengembalikan kesadaran kaum Muslimin terhadap syariat yang selama ini mereka tinggalkan yaitu jihad fi sabilillah. Era jihad Afghanistan dan lahirnya gerakan jihad global Al Qaeda telah berhasil mensosialisasikan syariat jihad ke tengah-tengah ummat. Peta kekuatan pun berubah, musuh Islam kemudian memetakan ulang kaum Muslimin menjadi 4 elemen utama sebagaimana dipublikasikan oleh Rand Corporation bertajuk “Civil Democratic Islam, Partners, Resources and Strategies” yaitu,
  • Muslim Modernis
  • Muslim Tradisionalis
  • Muslim Sekuleris
  • Muslim Fundamentalis
Rand Corp menggambarkan bahwa 3 kelompok Muslim selain fundamentalis relatif dapat menerima gagasan-gagasan demokrasi, kaum tradisionalis sekalipun dapat dibentuk menjadi moderat dan mau menerima demokrasi sebagai gagasan modern. Sementara kelompok fundamentalis digambarkan sebagai kelompok penentang demokrasi dan nilai-nilai barat karena mereka menginginkan pengamalan syariat Islam secara totalitas. Rand Corp juga merekomendasikan cara melawan fundamentalis dengan memanfaatkan 3 elemen selainnya. (http://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/monograph_reports/2005/MR1716.pdf)

Julukan teroris kemudian disematkan kepada siapa saja yang ingin mengamalkan syariat jihad fi sabilillah. Dan kaum fundamentalis dianggap sebagai pihak yang dianggap paling berpotensi melakukan tindak terorisme (baca: jihad fi sabilillah). Atas namaWar on Terror, berbagai riset dan penelitian dilakukan untuk mengkaji berbagai strategi guna mereduksi kembali jihad fi sabilillah dari kaum Muslimin. Dari berbagai riset dan penelitian yang dilakukan musuh-musuh Islam, demokrasi menempati kedudukan penting untuk mereduksi jihad fi sabilillah, mempromosikan demokrasi menjadi startegi modern yang menguatkan strategi klasik dalam rangka kembali memalingkan kaum Muslimin dari jihad.

International Affair Review sebuah lembaga penelitian kebijakan luar negeri Amerika di bawah naungan George Washington University mempublikasi sebuah laporan berjudul “Rethinking The Relationship between Democracy and Terrorism.” Dalam laporan tersebut dibahas salah satu strategi melawan terorisme (jihad) adalah dengan mempromosikan dan atau mendukung demokratisasi di negara-negara yang berpotensi melahirkan para teroris (mujahid) seperti di negara-negara Timur Tengah.

Promosi dan dukungan terhadap demokratisasi harus dilaksanakan secara terpisah dengan strategi kontra-terorisme untuk menghindari resistensi walaupun kedua hal tersebut saling berhubungan. Kebebasan sipil, kesempatan partisipasi politik, penegakkan hukum yang stabil diyakini menjadi latarbelakang demokratisasi terbukti secara empiris dapat menekan terorisme (jihad fi sabilillah). (lihat : http://www.iar-gwu.org/sites/default/files/articlepdfs/Democracy%20and%20Terrorism.pdf)

Pemilu yang sebentar lagi tiba di negri ini adalah waktu yang paling tepat bagi pihak-pihak promotor demokrasi untuk menjalankan agenda programnya. Tentu program ini tidak lepas dari salah satu tujuan yang telah kita bahas diatas yaitu mempengaruhi umat Islam untuk berpartisipasi aktif dalam sistem demokrasi yang tanpa sadar menyeret mereka untuk kembali melupakan jihad fi sabilillah atau minimal menjadikan jihad fi sabilillah hanyalah berupa jargon dan slogan-slogan kosong tanpa amal nyata sesuai ketentuan syariat.

Program dikemas sedemikian rupa dengan memainkan isu, opini dan publikasi-publikasi baik bersifat positif maupun negatif, kesemuanya bermuara pada tujuan yaitu partisipasi dalam demokrasi dari kaum Muslimin dan menyibukkan mereka dengan hal tersebut sehingga meninggalkan segala upaya untuk merealisasikan perjuangan melalui jalan jihad fi sabilillah. Umat harus waspada dan cermat melihat fenomena ini, tidak perlu menari diatas genderang musuh, makar ini hanya pengulangan dari makar-makar masa lalu.

Menilik fakta dalam konteks Indonesia, strategi ini spertinya memang efektif dan relatif berhasil, hal ini terbukti dengan fenomena hilangnya militansi dari aktivis-aktivis Islam berserta tokoh-tokohnya ketika mereka terjun dan mengarungi sistem demokrasi, terlebih semangat jihad fi sabilillah yang kian hari kian menghilang dari mereka.

Aktivis-aktivis tersebut dibuat asyik menikmati demokrasi, mereka kemudian meyakini bahwa demokrasi adalah kancah perjuangan Islam yang ideal, demokrasi adalah cara menyelesaikan masalah tanpa masalah (jihad fi sabilillah dinilai adalah cara memperjuangkan Islam yang menimbulkan masalah). Distorsi makna jihad fi sabilillah pun terjadi. Berpartisipasi dalam pemilu dinilai sebagai jihad, mengawal proses penghitungan suara dibilang ribath dan sejumlah distorsi-distorsi lain yang merusak syariat. Keberhasilan strategi menjauhkan umat dari jihad fi sabilillah dengan demokrasi benar-benar terbukti efektif.

Di negeri ini kita bisa melihat, para aktivis, da’i dan tokoh-tokoh Islam yang dikenal militan, mendukung jihad, mendukung penegakkan syariat, anti demokrasi, menolak hukum sekuler kini setelah mereka berpartisipasi dalam demokrasi semua itu sirna. Ini diperparah dengan perubahan-perubahan pendapat serta sikap mereka yang bertolakbelakang dengan sikap sebelumnya. Ini semua kemudian mempengaruhi kaum Muslimin awam yang ada dibelakangnya.

Jihad fi sabilillah kembali “hilang”, tinggal slogan-slogan kosong yang tersisa. Musuh Islam tentu sangat senang dengan fenomena ini, semakin banyak kaum Muslimin yang awalnya memiliki militansi jihadi kini merubah militansinya tersebut ke ranah demokrasi. Mereka-mereka yang menghapus syariat jihad atas nama perang melawan terorisme pun diuntungkan, cukup dengan menyodorkan kesempatan berpartisipasi dalam demokrasi maka otomatis akan mematikan konsep memperjuangkan Islam dengan jalan jihad, jihad mereka akan berubah di bilik-bilik suara.

Sekali lagi kaum Muslimin harus sadar bahwa mereka sedang masuk perangkap untuk kesekian kalinya, kekuatan mereka yang pernah membawa mereka memperoleh kejayaan sedang dilucuti dengan sebuah perangkap bernama demokrasi. Pilihan ada di tangan umat Islam, masuk kedalam perangkap musuh atau memilih menyelamatkan diri.

Ada kata yang sering diucapkan, “Hidup itu pilihan.” Mari memilih dengan cermat, jujur dan bertanggungjawab baik di dunia dan di akhirat.

Penulis: Abu Syimar

[kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Penghina Nabi Muhammad Saw di Pakistan Dihukum Mati

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Pengadilan Pakistan telah menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang pria beragama Kristen yang telah menghina Nabi Muhammad Saw. Kasus penghinaan itu telah menyulut kerusuhan di kota Lahore, Pakistan timur.

Sawan Masih, yang ditangkap pada 2013 setelah seorang temannya menuduhnya mengeluarkan ucapan penghinaan atas Nabi Saw. Diperkirakan sekitar 3.000 warga Muslim mengamuk di Joseph Colony, daerah Kristen di Lahore, untuk memrotes aksi penghinaan itu.

“Hakim telah mengumumkan hukuman mati bagi Sawan Masih, Kami akan mengajukan banding di pengadilan tinggi Lahore,” ujar Naeem Shakir, salah satu pengacara Masih, seperti dilansir dari Reuters, Jum’at, (28/03).

Putusan dan hukumannya diumumkan di dalam penjara di mana Masih ditahan, kata Shakir.

Pakistan memiliki hukuman yang ketat atas tindakan penghujatan agama, termasuk hukuman mati karena menghina Nabi Muhammad.

Masih berkilah bahwa dia tidak bersalah dan menyatakan alasan sebenarnya atas tuduhan penghujatan adalah sengketa properti antara dia dan temannya.

Tidak ada yang tewas dalam kerusuhan di Joseph Colony tahun lalu, namun insiden tersebut menyoroti sensitivitas penghujatan di Pakistan. Sekitar 97% dari populasi 180 juta warga Pakistan adalah Muslim.

Awal bulan ini, warga Pakistan yang tersulut emosinya juga dilaporkan telah membakar sebuah kuil Hindu di kota selatan Larkana atas dugaan penodaan salinan Al-Qur’an. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Demokrasi Penyembahan Manusia Terhadap Manusia

item-thumbnail


Oleh Amir Bahar

Prakata :

“Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada sesama manusia, menuju penyembahan hanya kepada Allah, Tuhannya manusia. Kami datang untuk mengubah penindasan manusia menjadi keadilan Islam.”

(Rabi’ah ibn Amir)

Penyembahan Kepada Manusia Adalah Musyrik

Boleh jadi ada yang bertanya, ”Apakah ada penyembahan manusia kepada manusia? Yang biasa kita lihat adalah penyembahan manusia terhadap patung?”

Pertanyaan ini sudah pernah diajukan kepada Nabi Muahmmad saw oleh Adiy bin Hatim, sewaktu Rasulullah saw. membacakan ayat 31 QS At-Taubah :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٣١)

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At-Taubah ayat 31)

Imam At Tirmidzi meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam), ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi, maka ‘Adiy mengatakan: “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”, Jadi maksudnya dalam pemahaman orang-orang Nashrani adalah; kenapa Allah memvonis mereka telah mempertuhankan mereka (alim ulama dan para rahib) atau mereka telah beribadah kepada mereka (alim ulama dan para rahib) padahal mereka tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka (alim ulama dan para rahib). Maka Rasulullah saw mengatakan: “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. Lalu ‘Adiy menjawab: “Ya”, Rasul berkata lagi: Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib)

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi di atas dapatlah diketahui bahwa ”ketaatan” itu merupakan ibadah. Ketaatan (Ibadah) itu hanya boleh diberikan kepada Allah SWT. Bila ketatan itu diberikan kepada manusia dalam bentuk ketaatan kepada hukum buatan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah maka itulah penyembahan manusia kepada manusia lainnya.

Kerusakan agama Yahudi dan Nashrani pada saat Rasulullah, saw. diutus adalah karena ulama dan pandeta mereka telah menggganti firman Allah SWT dengan akal dan hawa nafsu mereka. Jadilah kitab suci mereka sudah tercampur atau boleh jadi diganti sengan fatwa-fatwa dari ulama dan pandeta mereka. Karena itu Rasulullah saw diperintahkan Allah untuk mengajak mereka kepada wahyu Allah yang murni, yaitu mentauhidkan Allah saja dan agar sebagainan manusia tidak melakukan melakukan penyembahan kepada manusia lainnya. Allah berfirman dalam QS An-Nisa ayat 64 :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (٦٤)

Katakanlah: “Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita menyembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jjika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(QS Ali Imran ayat 54).

Inilah misi dinul Islam, yaitu mengajak manusia mengesakan Allah satu-satunya Tuhan yang haq untuk disembah. Inilah yang dijelaskan Rabi’ah ibn Amir kepada Rustum Kaisar Persia sewaktu ia mengantarkan surat Rasulullah saw. Rabi’ah ibn Amir berkata, “Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada sesama manusia, menuju penyembahan hanya kepada Allah, Tuhannya manusia.Kami datang untuk mengubah penindasan manusia menjadi keadilan Islam.”

Demokrasi Adalah Menyembahan Kepada Manusia.

Demokrasi yang berasal dari bahasa Latin, demos berarti rakyat, dan kratos berarti hukum atau kekuasaan. Jadi demokrasi berarti kekuasaan atau hukum yang berasal dari rakyat, atau kedaulatan yang berasal dari rakyat. Ungkapan yang mereka dengungkan adalah, ”Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.”Ungkapan lain yang juga agungkan adalah,”Suara rakyat suara Tuhan”.

Melalui demokrasi, rakyat melakukan pemilihan umum untuk mengangkat wakil-wakil mereka untuk duduk di lembaga legislatif. Sekelompok kecil orang inilah yang membuat hukum yang harus dipatuhi oleh seluruh rakyat secara paksa. Tidak seorang rakyat pun bisa terlepas dari hukum buatan manusia ini.

Dalam ilmu sosiologi hukum dan filsafat hukum yang dipelajari di Perguruan Tinggi telah dijelaskan bahwa lembaga legislatif itu adalah ”the rulling clas” atau kelompok elite (minoritas) yang membuat aturan (hukum) untuk kepentingan mereka, yang diberlakukan untuk orang banyak. Maka secara sosiologis hukum itu bagaikan dewa Yanus, yang tertawa terhadap golongan atas, dan menangis terhadap golongan bawah. Adalah tidak mungkin bahwa golongan atas(elite) akan membuat aturan yang merugikan mereka. Boleh jadi aturan yang mereka buat itu seolah-olah untuk kepentingan rakyat, namun pada hakikatnya adalah untuk kepentingan mereka.

Dengan demikian demokrasi adalah ”sihir” sebagai alat penjajahan manusia terhadap manusia, atau penyembahan manusia terhadap sebahagian kecil manusia. Mereka mengeluarkan produk perundang-undangan yang bertentangan dengan hukum Allah. Karena itu mereka tidak perduli lagi dengan hukum Allah, meski pun Allah sudah mengatakan bahwa dinul Islam adalah din yang sempurna, yang tidak memerlukan lagi produk perundang-undangan buatan manusia.

Demokrasi adalah produk pemikiran orang-orang musyrik yang ditawarkan dan dipaksakan kepada negeri-negeri Islam. Dengan demokrasi itu mereka menipu ”ulama-ulama jahat” seolah-olah demokrasi itu sama dengan syura. Pada hal demokrasi itu tetap dalam bentuk aslinya yaitu musyrik dengan ”baju menyerupai Islam”.

Masuk demokrasi itu bagaikan memasuki sebuah perpustakaan, apa pun yang dibawa pengunjungnya harus ditinggalkan di tempat penyimpanan. Memasuki demokrasi harus meninggalkan aqidah. Sebelum menduduki lembaga legislatif harus menjadi musyrik dulu dengan bersumpah untuk setia dan taat kepada hukum buatan manusia. Bersumpahnya menyebut nama Allah, namun ketaatannya diberikan kepada Tuhan-Tuhan selain Allah. Na’uzubillah.

Boleh jadi ada yang menjadi anggota legislatif dengan niat untuk melakukan dakwah dari dalam? Berarti dia sudah siap untuk murtad dulu. Setelah itu dia akan menyampaikan ayat Allah untuk menegakkan syariat. Maka anggota legislatif dari musyrikin yang KTP-nya tidak Islam (termasuk juga yang ber KTP Islam) akan berkata, ”Ini bukan forumnya Bung..!. Apa yang anda sampaikan bertentangan dengan sumber dari segala sumber hukum yang kita sepakati.” Na’zubillahi.

Renungkanlah wahai orang yang beriman. Ketahuilah bahwa Islam datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan manusia terhadap manusia lainnya. Allah memerintahkan manusia hanya untuk menyembah Allah saja. Melakukan penyembahan terhadap Allah SWT, dan juga melakukan penyembahan kepada selain Allah itulah kemusyrikan.

Karena itu tinggal demokrasi. Jangan ikut mencoblos. Selamatkan diri dan keluarga kita dari api neraka. Pilihlah Islam satu-satunya pilihan hidup kita.

Allah berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ (١٩)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. (QS Ali Imran ayat 19).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٨٥

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran ayat 85)

Wallhu A’lam.

Catatan : Penulis adalah alumni S1 Fakultas Hukum UI, dan S2 MMA IPB

[shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Kedatangan Delegasi PBB di Somalia Disambut Serangan Artilleri Mujahidin Al Shabaab

item-thumbnail
+ResistNews Blog - Kedatangan delegasi PBB di Somalia disambut hangat oleh Mujahidin al Shabaab dengan serangan hujan artilleri, Kamis (27/3/2014).

Harokah Shabaab al Mujahidin mengaku telah menembakkan sejumlah serangan artilleri berat menargetkan pesawat yang mengangkut rombongan utusan PBB. Serangan dilancarkan pada Kamis sore disaat pesawat tersebut mendarat di bandara kota Kismayo.

Saksi mata mengungkapkan bahwa rudal artilleri menghajar landasan pacu pesawat ketika pesawat dalam perjalanan turun di dalam bandara. Kepanikan pecah di bandara tersebut. Dilaporkan pihak bandara mengalami sejumlah besar kerugian, akibat landasan bandara rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk mendaratkan atau menerbangkan pesawat.



Tak lama setelahnya, Mujahidin al Shabaab mengumumkan bahwa mereka adalah pihak yang berada di balik aksi penyerangan tersebut.

Selain penyerangan terhadap delegasi PBB, Mujahidin al Shabaab juga meledakkan sebuah tank lapis baja bersama dengan pasukan penjajah Sierra Leone di dalam kota Kismayo.

Tank hancur lebur, diikuti tewasnya tujuh orang prajurit Sierra Leone dan lainnya luka-luka.

Juru bicara pasukan koalisi Uni Afrika AMISOM, menyatakan sebuah bom mobil menghajar iring-iringan konvoy pasukan Sierra Leone. Namun ia enggan memberikan rincian kerugian yang dialami. [shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Kemenangan Demi Kemenangan Diraih, Mujahidin Daulah Islam Kuasai Dua Desa Ayn Al Arab

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Pasukan Daulah Islam Iraq dan Syam meraih sederet kemajuan signifikan dalam operasi militer sandi “Ayn al Islam” menaklukkan dan membebaskan kota Ayn al Arab (Kobane), basis terbesar dan kota penting Milisi Komunis PKK di Provinsi Halab (Aleppo).

Sebanyak dua buah desa di pinggiran Kobane dilaporkan telah berhasil diambil alih oleh Mujahidin, diantaranya desa Atu al Akrad dan al Jadida, seperti yang dinyatakan oleh Observatorim Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Sejak Kamis malam (27/3/2014), baku tembak sengit terjadi di desa Yarqo, pinggiran timur kota Kobane, dan desa Zur Maghar.

Pekan kemarin, Komandan Sektor Utara Daulah Islam Iraq dan Syam, Umar al Shishani telah mengumumkan akan menggelar operasi sandi Ayn al Islam, untuk membersihkan sisa-sisa komunis PKK di wilayah Aleppo.

Dipersiapkan 20 orang Mujahid Pemburu Syahid dan lebih dari 200 infantri Daulah Islam yang diangkut oleh 50 buah kendaraan.

Hingga berita ini diturunkan, sumber-sumber media pro Komunis PKK mengatakan, bahwa Daulah Isla telah mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 20 kendaraan dari kota Raqqa menuju Kobane.

Penyerangan besar-besaran ini menanamkan rasa takut yang luar biasa pada Milisi PKK, hingga mereka menyerukan agar simpatisan-simpatisannya di berbagai negara menggelar aksi dukungan. [shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

1700 Penduduk Raqqa Bentuk Pasukan Pendukung Daulah Islam, Jaisy Al Anshar

item-thumbnail
+ResistNews Blog - Berita besar muncul dari ibukota Daulah Islam Iraq dan Syam. 1700 penduduk desa dan kabilah suku di Provinsi Raqqa membentuk pasukan pendukung Daulah Islam dengan nama Jaisy al Anshar (Tentara Penolong).
Kholid Abu al Walid, aktivis media Raqqa melaporkan pada hari Jum’at (28/3/2014), lebih dari 14 kabilah suku beserta tokoh-tokoh pemukanya di daerah pinggiran utara Provinsi Raqqa, tepatnya di kota Tel Abyad membentuk pasukan bersenjata untuk membantu Mujahidin Daulah Islam menumpas Milisi Komunis PKK.
Jaisy al Anshar memiliki pasukan sebesar 1700 orang, dan dijanjikan akan semakin bertambah lagi jumlahnya berkali-kali lipat. Diantara kabilah suku yang terlibat adalah:
  • Kabilah suku Manaif
  • Kabilah suku Halawah
  • Kabilah suku Daawud
  • Kabilah suku al Jamilah
  • Seluruh penduduk kabilah suku al Qais
  • Kabilah suku Shoyalah
  • Kabilah suku Na’im
  • Kabilah suku Fad’an,
  • Kabilah suku Syamir
  • Kabilah suku ‘Anzah
  • Kabilah suku Thiy
  • Kabilah suku Albu Dzohir
  • Kabilah suku Afadalah
  • Kabilah suku Mujadamah, dan seluruh suku-suku di wilayah Tel Abyad
“Jaisy al Anshar berafiliasi dengan Daulah Islam Iraq dan Syam di Raqqa secara militer, terdiri dari putra-putra suku Raqqa dan memiliki kepentingan untuk berperang melawan Milisi Komunis Kurdi PKK dan beberapa afiliasi FSA yang bersekutu dengan PKK untuk menyerang Tel Abyad,” kata kholid Abu al Walid.
“Sebagai catatan, Milisi PKK adalah sekutu Bashar Assad di Suriah. Maka siapa saja yang bersekutu dengan mereka dari kelompok FSA, maka ia adalah sekutu Bashar Assad,” imbuhnya.
Jaisy al Anshar fil Raqqah
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga membenarkan kabar dibentuknya Milisi Kabilah Suku Ahlus Sunnah di Raqqa tersebut.
Kabar pembentukan Jaisy al Anshar ini merupakan berita yang sangat besar. Membuktikan keberhasilan proyek Daulah Islam menyatu hati dan jiwanya dengan kaum muslimin Suriah, dimana mereka rela ikut serta melindungi Daulah Islam yang mereka cintai.
Daulah Islam Baqiyyah! InsyaAllah! Allahu Akbar! [shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Penyiksaan Sistematis Terhadap Anak-anak di Mesir

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Organisasi Arab yang berbasis di London untuk Hak Asasi Manusia (AOHR) mengeluarkan laporan hari Kamis yang berjudul: “Anak-anak Tanpa Hak” di mana laporan itu mendokumentasikan penyiksaan sistematis dan penangkapan sewenang-wenang anak-anak di Mesir sejak tanggal 3 Juli oleh kudeta militer.
Menurut laporan itu, anak-anak di bawah umur (kurang dari 18 tahun) telah memainkan peran penting dalam menentang kudeta militer tanggal 3 Juli dengan mengambil bagian dalam demonstrasi. Untuk menanggapi demonstrasi itu pemerintah menggunakan
kekuatan yang tidak proporsional, yang menewaskan sejumlah besar anak-anak dan menangkap ratusan lainnya. Mereka yang ditangkap telah mengalami penyiksaan dan ‘hilang’.
Setidaknya 575 anak telah ditahan secara sewenang-wenang sejak 3 Juli oleh kudeta militer, AOHR melaporkan. Namun, jumlah ini diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka yang diberikan oleh para pejabat, karena dalam banyak kasus usia para tahanan disembunyikan atau dilaporkan dengan usia yang lebih tua oleh para pejabat untuk menghindari tuduhan melanggar hukum dengan cara mengunci anak-anak itu di tempat yang sama dengan para penjahat dewasa.
Laporan AOHR mengutip 16 keluhan yang disampaikan oleh keluarga tahanan di bawah umur, dimana para keluarga itu menegaskan bahwa anak-anak mereka mengalami pelanggaran HAM yang mencolok dan hukum internasional, seperti penangkapan sewenang-wenang, penahanan sementara secara terbatas, perampasan hak untuk mendapatkan pengadilan yang jujur, pemenjaraan mereka dengan dihukum bersama penjahat dewasa dan pemenjaraan mereka di tempat-tempat yang jauh dari keluarga mereka, penghilangan secara paksa, penyiksaan sistematis untuk mendapatkan pengakuan palsu, pendistorsian reputasi anak dalam masyarakat, perlakuan
ceroboh, penganiayaan dan kondisi penahanan yang tidak manusiawi di pusat-pusat penahanan.
AOHR menekankan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Pemerintah Mesir terhadap anak-anak merupakan pelanggaran atas Perjanjian Hak Anak yang dikeluarkan oleh PBB pada tahun 1989. Laporan tersebut mendesak PBB untuk bersikap serius untuk menyelamatkan anak-anak Mesir dan menyelamatkan masa depan mereka. (middleeastmonitor.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Financial Times: Al Saud Perangi Kelompok Islam Demi Pertahankan Kekuasaan, Namun Mereka Menuai Sesuatu Yang Lain

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Surat kabar Inggris “Financial Times” mempublikasikan sebuah artikel analitis berjudul “Arab Saudi: Kerajaan Yang Siap Siaga”. Penulis artikel tersebut, Roula Khalaf mengatakan bahwa “Kebangkitan Islam politik di kawasan Timur Tengah telah mengkhawatirkan kelangsungan kekuasaan Al Saud. Sehingga hal ini telah mendorong mereka untuk mengambil pendekatan terhadap peningkatan oposisi di dalam negeri. Mereka juga menjadi lebih agresif dalam berhubungannya dengan dunia luar”.
Khalaf menambahkan bahwa segera “otoritas Saudi mengumumkan keputusan untuk melarang Ikhwanul Muslimin di negeri itu. Dan di hari yang sama simbol musim semi hilang dari akun Twitter di negeri ini, karena tidak ada seorang pun di kerajaan tersebut yang siap untuk mengambil risiko, dan menghadapi dakwaan berkaitan dengan dukungan terhadap partai Islam. Mereka juga melarang dari menempatkan tanda-tanda kuning sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang meninggal di tangan tentara.”
Dengan larangan tersebut, maka Arab Saudi yakin bahwa setiap bentuk dukungan terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin adalah kejahatan yang harus dihukum berdasarkan undang-undang
Khalaf melihat bahwa ketegangan meningkat dengan jelas karena ada beberapa keraguan yang menginspirasi para pejabat Saudi, bahwa Amerika Serikat berusaha untuk mengonsolidasikan hubungannya dengan Iran, yang oleh Arab Saudi dianggap sebagai saingan regionalnya. Ia menjelaskan bahwa Presiden AS Barack Obama akan berusaha untuk meyakinkan Arab Saudi tentang masalah ini selama kunjungannya ke Riyadh yang dijadwalkan pekan ini.
Menurut seorang analis Saudi yang menolak disebutkan namanya bahwa “Arab Saudi telah berubah sekarang, tidak lagi seperti sebelumnya yang lebih berhati-hati dan lebih diplomatik dalam memperlakukan kelompok Islam. Namun sekarang Arab Saudi telah menjadi lebih tegas dan lebih paranoid.”
Penulis menjelaskan bahwa dengan meningkatnya tekanan terhadap Ikhwanul Muslimin, maka hubungan Saudi dengan Qatar menjadi lebih kaku, karena Qatar dikenal dukungannya terhadap kelompok Islam, juga mendukung pemerintahan Presiden Mesir terisolasi Muhammad Mursi, serta menolak untuk bergabung dengan kampanye regional yang anti-Ikhwanul Muslimin.
Khalaf menunjukkan bahwa “kebijakan Arab Saudi mungkin lahir dari keinginan untuk menciptakan stabilitas. Hanya saja, yang mereka panen justru sesuatu yang lain, yang benar-benar bertentangan.” (islamion.com/ +ResistNews Blog ).
loading...
Read more »

Mantan Jaksa Agung AS Berbicara untuk pembebasan Dr. Aafia Siddiqui

item-thumbnail

+ResistNews Blog - “Dr. Aafia Siddiqui menjadi korban politik internasional yang dimainkan untuk mendapatkan kekuasaan. Saya belum pernah menyaksikan ketidakadilkan yang begitu telanjang yang terjadi sepanjang karir saya!
Dia tidak membunuh siapapun, dan tidak juga dia berusaha melakukannya. Malah, dia ditembak sebanyak tiga kali! Ini merupakan pelanggaran yang terbuka dari hukum internasional. Saya menyesal Amerika melakukan pelanggaran hukum. Saya akan bersuara agar dia dipulangkan. Saya akan mengajak rakyat Amerika, untuk satu agenda yakni pemulangan Dr. Aafia.”
“Saya harap para aktivis perdamaian dan keadilan akan bergabung bersama saya untuk mempromosikan agenda ini. Dia adalah seorang warga negara Pakistan yang tidak bersalah yang telah dipersalahkan dan tidak mendapat keadilan. Pengadilan terhadapnya yang dilakukan di Amerika adalah ilegal dan tidak bisa dibenarkan. Dia adalah seorang ibu dari seorang anak perempuan dimana keadilan menuntut agar dia segera dilepaskan.”
-Ramsey Clark, Mantan Jaksa Agung AS-
[https://www.facebook.com/FreeAafiaSiddiquiNow?ref=stream/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Ironi Negara Demokrasi: Nebus Satinah Susah, Jalan-Jalan Naik Pesawat Bisa

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Sikap Pemerintah RI yang lamban dalam membantu Satinah, TKI yang terancam menjalani hukuman pancung di Arab Saudi lantaran membunuh majikannya, Nura Al Ghari, dinilai sebagai bentuk dari kebodohan pemerintah itu sendiri.

Duta Anti Perbudakan Migrant Care Melanie Subono mengungkapkan, sebelum dijatuhi hukuman mati, Satinah diminta membayar uang diyath sebesar Rp21 miliar.

"Pada 2011 diyath Satinah hanya Rp1,25 miliar lalu dinaikin seperti sekarang. Itu dicuekin pemerintah jadi begitu. Jadi siapa yang bodoh," katanya saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014).

Selain itu, Melanie menilai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menuntaskan persoalan Satinah dengan mengirim surat ke pihak Kerajaan Arab Saudi hanya bertele-tele.

"Orang sudah mepet, kalau dia ngirim surat dan merasa cukup ya enggak apa-apa. Kalau sekarang buang waktu banget. Punya APBN Rp83 triliun, tapi Rp21 miliar enggak bisa, come on. Jalan-jalan naik pesawat bisa," sindirnya.

Seperti diketahui, Satinah diputus menerima hukuman pancung, atas perbuatannya yang telah membunuh majikannya. Namun, ia bisa terbebas dari hukuman pancung bila membayar uang pengganti senilai 7 juta RS (Riyal Saudi) atau setara dengan Rp21 miliar. Satinah sendiri akan menjalani hukuman pancung pada 3 April 2014 mendatang. [okezone.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Organisasi Kemanusian Afrika Selatan Berikan Bantuan kepada Pengungsi CAR

item-thumbnail

+ResistNews Blog - SEBUAH organisasi kemanusiaan Afrika Selatan dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) dikabarkan telah bekerja sama untuk membantu ribuan Muslim dari Republik Afrika Tengah (CAR) yang saat ini tinggal di kondisi kemanusiaan yang mengerikan di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Chad. Hal tersebut dilaporkan pada hari Jumat (28/3/2014).

“Para pengungsi meninggalkan CAR dengan hampir tidak memiliki apa-apa. Mereka membutuhkan kebutuhan dasar, seperti pakaian, bahan makanan dan obat-obatan,” Maulana Muhamad Khodri, administrator proyek untuk Al-Imdaad Foundation, mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara.

“Kami memperoleh semua bahan makanan di [ibukota Chad] Ndjamena, dan memberikan kepada pengungsi di kamp-kamp pengungsi Doba dan Gore,” tambahnya.

“Orang-orang yang ada Chad membutuhkan bantuan nyata, kita melihat bahwa kita perlu membantu mereka dalam jangka panjang,” pekerja bantuan menegaskan.

PBB memperkirakan bahwa lebih dari 290.000 orang telah melarikan diri dari negara CAR ke negara-negara tetangga. Chodree mengatakan organisasinya telah bermitra dengan IHH untuk membantu para pengungsi. [islampos/worldbulletin/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Separuh Perusahaan Tambang Tak Bayar Royalti

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah segera memperbaiki aturan ihwal kontrak kerja di sektor pertambangan. Permintaan itu disampaikan Ketua KPK Abraham Samad dalam seminar “Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” di Universitas Negeri Semarang, Rabu, 25 Maret 2014.
Abraham menyatakan 50 persen perusahaan tambang di Indonesia tak menyetor royalti untuk pemasukan ke kas negara. “Pemasukan pajak dan royalti dari sektor penambangan masih banyak kebocoran,” kata Abraham.
KPK pernah mengumpulkan para pengusaha tambang, dan mengajukan pertanyaan kenapa para pengusaha tambang tak mau membayar royalti ke negara. Para pengusaha punya jawaban sendiri. “Pak, duit saya sudah saya bayar untuk di luar (kas negara). Untuk menyuap bupati, gubernur, pejabat di kementerian. Karena kalau tak melakukan suap, izin pertambangan kami bisa diputus di tengah jalan,” ujar Abraham menirukan jawaban para pengusaha.
Abraham menambahkan hingga kini aturan soal keluarnya izin penambangan sangat tidak jelas. Karena itu KPK mengusulkan regulasi pertambangan diperketat.
Abraham juga mengungkap ihwal persoalan kontrak pertambangan yang mayoritas dikuasai perusahaan asing. “Indonesia hanya menerima 20 persen, yang 80 persen ke luar negeri,” kata Abraham. Jika ini dibiarkan terus, kata Abraham, maka bangsa Indonesia akan sangat kesulitan mendapatkan pemasukan dari penambangan. “Kita tak punya kedaulatan.” (tempo.co/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Para Pengungsi Suriah di Yordania Yang Terlupakan

item-thumbnail

+ResistNews Blog - BBC London pada tanggal 21 Maret mempublikasikan artikel tentang “pengungsi Suriah ‘terlupakan’ di daerah berpopulasi di Yordania”. Artikel tersebut membicarakan tentang eskalasi krisis para pengungsi yang melarikan diri dari Suriah ke sejumlah daerah, sampai mereka meninggalkan kamp-kamp pengungsi resmi, namun mereka masih hidup terancam karena perumahan yang tidak memadai, dan kurangnya keamanan finansial. Bahkan kondisi ini telah menjadi perjuangan sehari-hari bagi ribuan keluarga Suriah.
Andrew Harper, perwakilan badan pengungsi PBB untuk Yordania mengatakan: “Setelah mereka melarikan diri dari kerusakan akibat perang di negara mereka, maka ratusan ribu warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan dan perampasan menghadapi krisis kedua di negara suaka.” Sehingga badan pengungsi PBB itu sangat khawatir sebab banyak orang Suriah yang tinggal di daerah-daerah berpopulasi “sudah tidak mampu bertahan hidup”. Mereka tidak bisa lagi membayar sewa rumah, dan pada saat yang sama mereka menghadapi masalah perumahan yang tidak memadai, serta masalah masa depan pendidikan anak-anak mereka.
*** *** ***
Tidak seperti yang dipikirkan oleh banyak orang, bahwa para pengungsi Suriah di Yordania yang jumlahnya mencapai 600.000 pengungsi, bahwa mereka tidak tinggal di kamp-kamp Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebenarnya mereka tersebar di beberapa daerah metropolitan di beberapa kota, di mana mereka menderita pengangguran, kekurangan gizi, buruknya pelayanan kesehatan, dan rendahnya tingkat hidup mereka karena mereka hanya mampu mendapatkan bahan-bahan kebutuhan hidup minimal mereka saja.
Laporan BBC London tersebut menggambarkan sebuah fakta bagaimana “keluarga-keluarga” yang terdiri dari perempuan dan anak-anak ini telah kehilangan anggota keluarga laki-lakinya di tangan rezim Assad, dan bagaimana mereka memberikan perawatan pada yang lumpuh, tua renta, atau yang tidak kuat untuk bekerja secara fisik. Sementara kezaliman keji undang-undang sosial di Yordania, yang mencegah pengungsi dari bekerja, sekalipun mereka adalah kaum laki-laki, serta memiliki kemauan dan kemampuan untuk itu.
Ini berarti bahwa sumbangan dari organisasi sosial non-pemerintah dan sumbangan warga Yordania adalah satu-satunya sumber tumpuan harapan para pengungsi, yang darinya mereka habiskan untuk kebutuhan makanan dan bermalam mereka. Karena realitas menyakitkan yang dirasa oleh para pengungsi Suriah inilah, yang telah mendorong mereka untuk bertahan dengan kondisi yang hampir tidak cukup untuk bertahan hidup, dan ini pula yang mendorong pria dan wanita, serta anak-anak untuk hidup tanpa kehormatan dan martabat dengan mengemis bantuan, serta menjalani kehidupan dari ketergantungan pada belas kasih orang asing, sehingga bangunan rumah tangga mereka benar-benar telah hancur akibat perang.
Setelah penyelidikan yang dilakukan oleh Perempuan Kantor Media Hizbut Tahrir, melalui sumber-sumber khusus, menunjukkan bahwa meskipun Yordania membolehkan anak-anak Suriah mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah pemerintah, namun kemiskinan ekstrim telah membuat masa generasi muda Suriah terampas, karena mereka sering mengikuti pelajaran dalam keadaan lapar dan sakit karena ketidakmampuan orang tuanya untuk memberi makan mereka dan pakaian yang layak, terutama biaya-biaya perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan anak-anak, seperti tas sekolah, pena, buku dan lainnya.
Menurut sumber kami bahwa ada beberapa guru yang sering mengusahakan sendiri dan membiayai sendiri kebutuhan makan bagi para siswa Suriah yang lemah dan miskin. Bahkan sebagai akibat dari cuaca dingin yang dipengaruhi oleh suhu daerah, maka tidak sedikit anak-anak Suriah yang bisa mati karena kurangnya pemanasan dan perabotan yang diperlukan untuk menjaga kehangatan dan keselamatan mereka, sebab sebagian besar rakyat Suriah yang hidup di daerah berpopulasi, mereka tinggal di perumahan murah, yang sebagian besar rumah tidak layak huni, sebab tidak tersedia syarat kehidupan dasar keluarga, seperti pemanas dan karpet.
Untuk itu, pemerintah Yordania harus dikoreksi dan dikritik karena kontribusinya dalam menciptakan kemiskinan dan kesulitan yang diderita rakyat Suriah. Sungguh keburukan setelah keburukan, bahwa pemerintah Yordania membiarkan anak-anak Suriah hidup dalam kehidupan yang penuh dengan penderitaan dan terancam oleh kemiskinan ekstrim, setelah Allah SWT merahmati dan membantu mereka hingga berhasil keluar dari medan perang, dimana mereka telah menjadi target bom, gas beracun dan kelaparan. Apakah suaka ini hanya untuk menghadapi penderitaan mengerikan, sama seperti yang mereka hadapi sebelumnya?! Dan dengan pengawasan rezim, mereka diperlakukan dengan perlakuan yang sama, berupa penghinaan dan kebrutalan, dimana hal seperti sudah dilakukan rezim Assad kepada mereka! Aktivis perempuan dari Kantor Media Hizbut Tahrir menilai bahwa jumlah yang dialokasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu 140 dolar (85 euro) per bulan untuk setiap keluarga Suriah adalah tindakan yang menambahkan penghinaan besar atas penderitaan yang menimpa saudara-saudara kami rakyat Suriah. Kami berbeda dengan para penguasa kami yang egois dan jahat, yang tengah menguasai negeri-negeri Islam yang saling berdekatan, dimana kami tidak akan pernah menerima bahwa mereka terus menderita tanpa mengecam para penguasa yang memiliki kemampuan untuk mengakhiri keadaan tidak aman, penghinaan dan kesulitan yang diderita oleh rakyat Suriah.
Kami menyerukan kaum Muslim di seluruh dunia untuk berjuang menegakkan Khilafah, yaitu sistem pemerintahan Islam yang tidak akan menunda-nunda untuk membantu kaum Muslim yang membutuhkan, dan akan membela mereka dengan segenap kekuatan. Kami menyerukan pada sebuah negara, seperti negara Umar bin Khattab ra, yang insya Allah akan mewujudkan perintah Allah yang terdapat dalam hadits Nabi saw. Abdullah bin Umar berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Imam (Khalifah) adalah pemimpian, ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya, ia bertanggung jawa atas anggota keluarga yang dipimpinnya. Seorang Istri adalah pemimpin atas ruamah suaminya, ia bertanggung jawab atas perawatannya. Seorang pembantu adalah pemimpin atas harta majikannya, ia bertanggung jawab terhadap pemeliharaannya. —Abdullah berkata: Aku mengira beliau bersabda: Anak laki-kaki adalah pemimpin atas harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas pemeliharaannya—. Ingat, setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari).
Pemimpin kaum Muslim dalam negara Khilafah, sebagaimana para Khalifah sebelumnya, ia tidak akan tidur di malam hari ketika ia mengetahui bahwa salah satu dari rakyatnya kelaparan, atau tidak memiliki tempat tinggal. Umar bin Khattab ra. sangat peduli terhadap hewan dan kebutuhannya, sebab menurut pemahamannya ini adalah bagian dari tanggung jawab kepemimpinannya. Dimana Umar pernah berkata: “Jika keledai terperosok di Irak, maka aku khawatir bahwa Allah akan menghisabku atas hal ini.” Dan dengan penerapan seperti inilah nanti yang akan dilakukan oleh negara Khilafah mendatang. Sehingga umat Muhammad tidak akan menderita, atau mendapat perlakuan yang tidak berkemanusiaan, seperti apa yang melanda umat Islam saat ini. [Imranah Muhammad, Anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir].
[hizb-ut-tahrir.info/hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbanyak di Asia

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Tak kalah dengan negara-negara maju di kawasan Eropa, sejumlah negara di Asia juga mampu mengoleksi emas sebagai cadangan  negaranya dalam jumlah besar.
Terbukti, sejumlah negara Asia mampu menempati posisi teratas sebagai negara penimbun emas terbanyak di dunia.
Mengutip laporan World Gold Council, Rabu (26/3/2014), China berhasil berada di posisi puncak sebagai negara pemilik cadangan emas terbanyak di Asia.
China tercatat memiliki cadangan emas sebesar 1.054,1 ton atau setara 1,1% dari total cadangan devisa negaranya.
Tak heran, di jajaran negara-negara pemilik emas terbanyak di dunia, China berhasil menempati posisi ke-6.
Posisi Negeri Tirai Bambu tersebut dikalahkan negara dengan perekonomian terbesar dunia, Amerika Serikat (AS).
Tak hanya China, beberapa negara Asia lainnya juga mampu menyimpan emas dalam jumlah besar. Jepang misalnya tercatat menimbun sebanyak 765,2 ton emas hingga Maret 2014.
Untuk diketahui, data cadangan emas setiap negara diperbarui secara berkala setiap kuarter oleh World Gold Council.
Data tersebut dikompilasi dari data statistik International Financial Statistics (IFS), Dana Moneter Internasional (IMF).
Hasilnya, berikut 10 negara penimbun emas terbanyak di Asia:
1. China
Jumlah cadangan emas: 1.054,1 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 1,1%
2. Jepang
Jumlah cadangan emas: 765,2 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 2,4%
3. India
Jumlah cadangan emas: 557,7 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 7,6%
4. Taiwan
Jumlah cadangan emas: 423,6 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 4,1%
5. Libanon
Jumlah cadangan emas: 286,8 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 23,9%
6. Filipina
Jumlah cadangan emas: 193,5 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 9,3%
7. Thailand
Jumlah cadangan emas: 152,4 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 3,7%
8. Kazakhstan
Jumlah cadangan emas: 145,3 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 23,8%
9. Singapura
Jumlah cadangan emas: 127,4 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 1,8%
10. Korea
Jumlah cadangan emas: 104,4 ton
Persentase jumlah emas dari cadangan devisa negara: 1,2%

(liputan6.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Syubhat Demokrasi, Berdalil Dengan Jabatan Yusuf ‘Alaihissalam

item-thumbnail

Alasan sekaligus dalil yang sering digunakan untuk membolehkan demokrasi serta masuk dalam pemerintahan kafir dan lalu berkiprah di dalamnya adalah jabatan Yusuf ‘alaihissalam. Mereka mengatakan bahwa Yusuf a.s pernah menjabat sebagai menteri di sisi raja kafir yang tidak berhukum dengan hukum-hukum Allah SWT. Benarkah alasan atau dalil ini dapat dipergunakan?

Ketahuilah sesungguhnya syubhat ini dilontarkan oleh sebagian orang yang sudah kehabisan dalil.

Mereka mengatakan: Bukankah Yusuf pernah menjabat sebagai menteri di sisi raja kafir yang tidak berhukum dengan apa yang Allah subhaanahu wa ta’aala turunkan?Dengan demikian bolehlah ikut serta dalam pemerintahan kafir, bahkan bolehlah masuk menjadi anggota dalam parlemen dan majelis permusyawaratan/perwakilan rakyat dan yang sebangsanya.

Kita jawab dengan taufiq Allah subhaanahu wa ta’aala:

Pertama: Sesungguhnya berhujjah dengan syubhat ini untuk bisa masuk dalam perlemen-parlemen pembuat hukum dan kebolehannya adalah batil dan rusak, karena parlemen-parlemen syirik ini berdiri di atas dasar agama/paham yang bukan agama Allah subhaanahu wa ta’aala, yaitu agama demokrasi yang dimana wewenang (uluuhiyyah) tasyrii’ (pembuatan perundangan) dan wewenang tahlil (pembolehan) serta tahrim (pelarangan) di dalam agama ini adalah milik rakyat bukan milik Allah saja. Sedangkan Allah subhaanahu wa ta’aala mengatakan:

ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran:85).

Apakah ada orang yang berani yang mengatakan bahwa Yusuf ‘alaihissalam telah mengikuti agama selain agama Islam, atau mengikuti millah selain millah bapak-bapaknya al muwahhidun….atau (apakah ada yang berani mengatakan bahwa) Yusuf bersumpah untuk menghormati undang-undang kafir? Atau dia membuat hukum sesuai dengan undang-undang itu?..sebagaimana keadaan orang-orang yang terpedaya dengan parlemen-parlemen itu…???

Bagaimana itu boleh dikatakan sedangkan Yusuf dengan terang-terangan mengumumkan pada saat dia tertindas:

إني تركت ملة قوم لا يؤمنون بالله وهم بالآخرة هم كافرون . واتبعت ملة آبائي إبراهيم وإسحاق و يعقوب ماكان لنا أن نشرك بالله من شيئ .

Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan ya’qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yusuf: 37-38.

Dan dia juga berkata:

يا صاحبي السجن أأرباب متفرقون خير أم الله الواحد القهار ما تعبدون من دونه إلا أسماء سميتموها أنتم وآباؤكم ما أنزل الله بها من سلطان إن الحكم إلا لله أمر ألا تعبدوا إلا إياه ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون

Hai kedua penghuni penjara manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (Yusuf 39-40).

Apakah Yusuf mengumumkan itu dan terang-terangan menyatakannya sedangkan dia dalam masa ketertindasan…..kemudian dia justru menyembunyikannya atau melanggarnya setelah Allah memberikan kepadanya kekuasaan??!!

Jawablah wahai para penyeru maslahat (yang sedikit-sedikit mengatakan ini untuk masalahat)..!!

Kemudian apakah kalian tidak mengetahui wahai para pakar politik bahwa wizaarah (kementerian) ini adalah kekuasaan tanfidziyyah (eksekutif) sedangkan parlemen adalah sulthah tasyrii’iyyah (kekuasaan legislatif). Dan di antara kedua hal ini terdapat perbedaan yang sangat jauh, sehingga tidak sah melakukan qiyas di sini menurut orang-orang yang mengatakan ada qiyas….dari sinilah diketahui bahwa berdalih dengan kisah Yusuf ‘alaihissalam atas bolehnya (masuk) parlemen adalah tidak benar sama sekali.

Dan tidak ada salahnya bila kita lanjutkan bantahan untuk menggugurkan dalih mereka dengan kisah Yusuf atas bolehnya menjabat sebagai menteri karena samanya dua jabatan pada zaman kita ini dengan kekafiran..

Kedua: Sesungguhnya banyak orang-orang yang tergiur dan terpedaya dengan jabatan menteri di payung negara-negara thaghut yang di mana negara-negara itu membuat hukum bersama Allah, memerangi para auliyaaullaah serta memberikan loyalitas kepada musuh-musuh-Nya, mereka (orang-orang yang menjabat menteri itu) mengqiyaskan perbuatan mereka kepada perbuatan Yusuf ‘alaihissalam (yang menjabat sebagai menteri bagi raja yang kafir), dan qiyas mereka itu adalah batil lagi rusak ditinjau dari beberapa sisi:

1.Sesungguhnya orang yang menjabat jabatan menteri pada pemerintahan-pemerintahan yang berhukum dengan selain apa yang Allah subhaanahu wa ta’aala turunkan ini wajib atas dia untuk menghormati undang-undang mereka, dia harus loyalitas dan ikhlas bekerja untuk thaghut yang padahal itu adalah sesuatu yang paling pertama Allah perintahkan untuk kufur kepadanya, Dia subhaanahu wa ta’aala berfirman:

يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ

Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. (Qs: An-Nisaa’: 60).

Bahkan sebelum menjabat jabatan ini mereka diharuskan untuk bersumpah untuk menghormati kekufuran ini, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh para anggota parlemen. Dan siapa orangnya yang mengklaim bahwa Yusuf Ibnu Ya’qub Ibnu Ishaq Ibnu Ibrahim ‘alaihissalam memang melakukan hal itu padahal Allah telah mensucikannya dan mengatakan tentangnya:Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih,”(Yusuf:24)maka orang yang mengatakan itu adalah termasuk makhluk yang paling kafir dan paling busuk, dia telah berlepas diri dari millah ini dan keluar dari dien Islam, bahkan dia itu lebih busuk dari Iblis terlaknat yang telah mengecualikan saat bersumpah:Demi Kukuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka,”Shad 82-83.

Sedangkan Yusuf ‘alaihissalam secara pasti dan sesuai nash Firman Allah adalah termasuk hamba-hamba Allah yang terpilih, bahkan tergolong penghulunya.

2. Sesungguhnya orang yang menjabat jabatan menteri pada paying pemerintahan ini – baik dia bersumpah dengan sumpah dustuur itu atau tidak – dia wajib tunduk patuh kepada undang-undang kafir dan tidak boleh keluar dari relnya atau menyalahinya. Dia itu tidak lain adalah hamba yang mukhlis (patuh/setia) kepadanya, pelayan yang taat kepada yang mengangkatnya baik dalam yang hak atau yang batil, kefasikan, kedhaliman, dan kekafiran.

Maka apakah Yusuf Ash Shiddiiq ‘alaihissalam seperti itu sehingga perbuatannya bisa dijadikan hujjah untuk membolehkan jabatan-jabatan kafir mereka itu..??Sesungguhnya orang yang mengatakan/menuduh bahwa Nabiyyullah Ibnu Nabiyyillah Ibnu Nabiyyillah Ibnu Khalilillah dengan sebagian tuduhan itu, maka kami tidak meragukan kekafiran orang itu, kezindikannya, dan keluarnya dia dari Islam, karena Allah subhaanahu wa ta’aala mengatakan:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,”(An Nahl : 36)

Ini adalah pokok segala pokok dan maslahat yang paling agung dalam kehidupan ini bagi Yusuf ‘alaihissalam dan para Rasul lainnya.

Apakah masuk akal bila Yusuf mengajak orang-orang kepada tauhid itu saat situasi lapang dan sempit saat bahaya dan saat berkuasa, kemudian dia melanggarnya sehingga menjadi golongan orang-orang musyrik? Bagaimana itu bisa terjadi – Demi Allah – sedangkan Allah telah menggolongkannya dalam jajaran hamba-hamba-Nya yang terpilih?? Sebagian ahli tafsir telah menyebutkan bahwa firman Allah subhaanahu wa ta’aala:

ما كان ليأخذ أخاه في دين الملك

Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja.” Yusuf 76.

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat ini merupakan dalil bahwa Yusuf ‘alaihissalam tidak pernah menerapkan undang-undang raja, tidak pernah tunduk kepadanya, dan tidak diharuskan untuk menerapkannya.

Apakah ada dalam kementerian – kementerian thaghut -thaghut itu atau parlemen-parlemen mereka hal seperti ini?? Yaitu keadaan sang menteri di dalamnya seperti pernyataan (Negara dalam Negara)…??? Kalau tidak ada maka janganlah melakukan qiyas di sini.

3. Sesungguhnya Yusuf ‘alaihissalam telah menjabat sebagai menteri dengan tamkiin dari Allah subhaanahu wa ta’aala, Dia berfirman:

وكذلك مكنا ليوسف في الأرض

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri mesir.” Yusuf: 56.

Jadi kedudukan itu adalah tamkiin (anugrah) dari Allah subhaanahu wa ta’aala, sehingga si raja atau yang lainnya tidak kuasa untuk mengganggunya atau mencopotnya dari kedudukan itu meskipun menyalahi perintah raja atau undang-undang dan keputusannya.

Apakah orang-orang hina yang memiliki jabatan di sisi thaghut-thaghut pada masa sekarang memiliki sedikit bagian dari itu (kebebasan seperti Yusuf dan tamkiin dari Allah) dalam jabatan-jabatan mereka yang kotor yang pada hakikatnya itu adalah bola mainan di tangan thaghut itu, sehingga bisa pantas dikiaskan kepada jabatan Yusuf ‘alaihissalam dan kedudukannya yang Allah berikan kepadanya?.

4. Sesungguhnya Yusuf ‘alaihissalam menjabat jabatan menteri itu dengan perlindungan penuh lagi sempurna dari sang raja, Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:

فلما كلمه قال إنك اليوم لدينا مكين أمين

Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata:”Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami. Yusuf: 54

Si raja memberikan kebebasan penuh tanpa dikurangi kepada Yusuf dalam jabatannya:

وكذلك مكنا ليوسف في الأرض يتبوأ منها حيث يشاء

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir ini.” Yusuf: 56.

Sehingga tidak ada orang yang protes kepadanya, tidak ada orang yang meminta pertanggung jawabannya, dan tidak ada orang yang mengawasi segala bentuk kebijaksanaan dan perbuatannya apapun hasil dan bentuknya.

Maka apakah kebebasan seperti ini ada di kementerian thaghut-thaghut pada masa sekarang atau yang ada justeru perlindungan yang dusta lagi palsu. Jabatan itu dicabut dan dicopot dengan cepat bila si menteri berani bermain-main dengan ekornya, atau nampak dari dia sedikit penyimpangan atau keluar dari garis amir (presiden) atau undang-undang raja?? Si menteri di sisi thaghut-thaghut itu tak ubahnya seorang pelayan bagi politik amir (presiden) atau raja, dia hanya melaksanakan perintah tuannya itu dan hanya mau berhenti bila tuannya melarang, dan dia sama sekali tidak memiliki hak untuk menyalahi sedikitpun dari perintah-perintah raja atau undang-undang buatan meskipun itu bertentangn dengan perintah Allah dan hukum-Nya.

Barangsiapa mengklaim bahwa sesuatu dari hal ini menyerupai keadaan Yusuf ‘alaihissalam dalam jabatannya, maka sungguh dia telah melakukan kedustaan yang maha besar, kafir kepada Allah, dan telah mendustakan tazkiyah (rekomendasi/penilaian suci) Allah subhaanahu wa ta’aala terhadap Yusuf ‘alaihissalam.

Bila telah diketahui bahwa keadaan Yusuf ‘alaihissalam dan kedudukannya itu tidak ada pada masa sekarang di kementerian thaghut-thaghut, maka tidak ada tempat untuk melakukan qiyas di sini. Dan kalau masih tetap ngotot biarkanlah orang-orang kebelinger itu terus berbicara ngawur dalam masalah ini.

Ketiga: Di antara bantahan yang mematikan akan syubhat ini adalah apa yang disebutkan oleh sebagian mufassiriin bahwa si raja itu telah masuk Islam, dan ini diriwayatkan dari Mujahid murid Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma. Pendapat ini menghancurkan syubhat tersebut dari pangkalnya.

Kami tunduk kepada Allah dan meyakini bahwa mengikuti keumuman atau dhahir ayat dalam Kitabullah subhaanahu wa ta’aala adalah lebih utama daripada perkataan, penafsiran, lontaran, dan istinbath-istinbath makhluk seluruhnya yang kosong dari dalil-dalil dan bukti. Dan di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah firman Allah subhaanahu wa ta’aala tentang Yusuf ‘alaihissalam:

وكذلك مكنا ليوسف في الأرض يتبوأ منها حيث يشاء

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir ini.” Yusuf: 56.

Ini adalah mujmal (global) yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala jelaskan di tempat lain dalam Kitab-Nya, di mana Dia menjelaskan ciri-ciri orang-orang yang Dia beri kedudukan di bumi ini dari kalangan kaum mukminin:

الذين إن مكناهم في الأرض أقاموا الصلاة وأتووا الزكاة وأمروا بالمعروف ونهوا عن المنكر ولله عاقبة الأمور

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.(Al Hajj:41)

Dan tidak diragukan lagi bahwa Yusuf ‘alaihissalam adalah termasuk mereka itu bahkan beliau termasuk para penghulunya, yaituorang-orang yang jika Allah teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. Dan tidak diragukan lagi oleh orang yang mengetahui ashlu dinil Islam (pokok ajaran Islam) bahwa sesungguhnya ma’ruf yang paling agung di dalamnya adalah tauhid yang merupakan inti ajaran dalam dakwah Yusuf ‘alaihissalam, sedangkan kemungkaran yang paling besar adalah syirik yang telah dihati-hatikan oleh Yusuf, dia mengutuk, membenci, dan memusuhi para pelakunya. Dan ini merupakan dalil yang paling jelas lagi pasti bahwa Yusuf setelah Allah meneguhkan kedudukannya dia langsung terang-terangan mendakwahkan millah bapak-bapaknya yaitu Ya’qub, Ishaq dan Ibrahim seraya dia memerintahkan untuk bertauhid serta melarang lagi memerangi segala sesuatu yang menyalahi dan membatalkannya. Dia tidak menghukumi dengan selain apa yang Allah turunkan, dia tidak ikut membantu untuk menghukumi dengan selain apa yang Allah turunkan, dia juga tidak membantu para arbaab yang membuat hukum dan perundang-undangan dan thaghut-thaghut yang disembah selain Allah, serta dia tidak menyokong mereka atau berloyalitas kepada mereka sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang-orang yang terpedaya dalam jabatan-jabatan mereka saat ini.

Apalagi kalau dia (Yusuf) ikut serta dengan mereka dalam membuat hukum dan perundang-undangannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang terpedaya itu di parlemen-parlemennya, bahkan dikatakan dengan pasti bahwa sesungguhnya Yusuf telah mengingkari keadaan mereka, merubah kemungkarannya, menghukumi dengan tauhid, mengajak (orang) kepadanya, meninggalkan dan menjauhkan orang yang menyalahi dan melanggarnya, siapapun orangnya, ini dengan penegasan firman Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan tidak ada yang mensifati Yusuf yang jujur putra dari orang-orang yang jujur dengan selain ini kecuali orang kafir yang busuk yang telah lepas dari ajarannya yang suci lagi bersih.

Dan di antara dalil yang menyatakan hal ini dan sekaligus menguatkannya adalah penjelasan dan penafsiran kalimat global firman Allah subhaanahu wa ta’aala:

وقال الملك ائتوني به أستخلصه لنفسي فلما كلمه قال إنك اليوم لدينا مكين أمين

Dan raja berkata:” Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata:”Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami. Yusuf: 54.

Apa kiranya perkataan yang diucapkan oleh Yusuf kepada sang raja di sini, sehingga membuatnya terkagum-kagum, memberinya kedudukan dan mempercayainya?? Apakah engkau kira Yusuf sibuk menyebutkan kisah isteri al Aziz, padahal itu sudah selesai dan jelas siapa yang benar… atau apakah engkau mengira Yusuf berbicara kepada sang raja tentang persatuan nasionalisme!! krisis ekonomi!!…ini…itu…atau apa yang dia katakannya???

Tidak seorangpun boleh menduga-duga dalam hal ini tanpa ada dalil, dan jika ada yang melakukannya maka dia adalah termasuk para pendusta, akan tetapi yang menjelaskan lagi menafsirkan firman Allah subhaanahu wa ta’aala:Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia” adalah jelas lagi terang dalam firman-Nya subhaanahu wa ta’aala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,”(An Nahl : 36)

Dan firman-Nya subhaanahu wa ta’aala:

ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين

Dan sungguh telah diwahyukan kepada engkau dan kepada orang-orang sebelum engkau:”Sungguh bila kamu berbuat syirik maka hapuslah amalanmu dan sungguh kamu pasti tergolong orang-orang yang rugi.”Az Zumar: 65.

Dan firman Allah subhaanahu wa ta’aala tentang sifat inti dakwah Yusuf ‘alaihissalam:

إني تركت ملة قوم لا يؤمنون بالله وهم بالآخرة هم كافرون . واتبعت ملة آبائي إبراهيم وإسحاق و يعقوب ماكان لنا أن نشرك بالله من شيئ .

Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yusuf: 37-38.

Dan firman-Nya subhaanahu wa ta’ala tentangnya:

أأرباب متفرقون خير أم الله الواحد القهار ما تعبدون من دونه إلا أسماء سميتموها أنتم وآباؤكم ما أنزل الله بها من سلطان إن الحكم إلا لله أمر ألا تعبدوا إلا إياه ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون

Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (Yusuf 39-40).

Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah perkataan yang paling agung bagi Yusuf ‘alaihissalam, ini adalah agama yang lurus baginya, pokok segala pokok dakwahnya, millahnya, dan millah bapak-bapaknya. Bila dia memerintahkan yang ma’ruf maka tauhid adalah hal ma’ruf yang paling agung yang dia ketahui. Bila dia melarang dari yang mungkar, maka tidak ada yang lebih besar kemungkaran baginya selain apa yang membatalkan dan bertentangan dengan pokok segala pokok ini (tauhid). Bila ini sudah jelas dan ternyata jawaban sang raja terhadapnya,” Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami” maka ini merupakan dalil yang sangat jelas yang menunjukan bahwa si raja itu telah mengikutinya dan merestuinya, serta sesungguhnya dia telah meninggalkan ajaran kekafiran dan mengikuti millah Ibrahim, Ishaq, ya’qub dan Yusuf ‘alaihimussalam.

Atau katakan bila engkau mau mengatakannya: Minimal keadaan raja itu telah mengakui Yusuf atas tauhidnya dan millah bapak-bapaknya, dan dia memberikan kebebasan penuh tanpa batas untuk berbicara dan mendakwahkannya, menjelek-jelekan orang yang menyalahinya, si raja tidak sedikitpun merintanginya atas hal itu, tidak memerintahkan dia untuk melakukan hal yang membatalkannya atau menyalahinya. Cukuplah ini sebagai perbedaan yang sangat besar antara keadaan Yusuf ‘alaihissalam dengan orang-orang yang tertipu dari kalangan pembantu thaghut-thaghut dan kaki tangannya dalam kementerian-kementerian masa sekarang, atau orang-orang yang ikut serta bersama thaghut dalam pembuatan hukum dan perundang-undangan di parlemen-parlemen tersebut.

Keempat: Bila engkau telah mengetahui semua yang lalu dan engkau merasa yakin bahwa jabatan Yusuf ‘alaihissalam akan kementerian itu sama sekali tidak menentang tauhid dan tidak menohok millah Ibrahim, sebagaimana penohokan dan penentangan itu terjadi pada jabatan-jabatan itu sekarang, maka seandainya si raja itu tetap di atas kekafirannya maka jadilah masalah penjabatan Yusuf akan posisi ini sebagai satu masalah dari masalah-masalah furuu’ yang tidak ada isykaal di dalamnya dalam ashluddien berdasarkan apa yang telah pasti sebelumnya bahwa Yusuf tidak pernah muncul darinya kekafiran atau kemusyrikan, atau tawalli (loyalitas penuh) terhadap orang-orang kafir, atau tasyrii’ bersama Allah, akan tetapi dia selalu memerintahkan akan tauhid lagi melarang akan hal itu semua. Allah subhaanahu wa ta’aala telah mengatakan dalam masalah furuu’ul ahkaam (hukum-hukum furuu’):

لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا

Dan bagi tiap-tiap umat dari kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang,”Al Maidah: 48.

Syari’at-syari’at para nabi itu sangat beragam dalam furuu’ul ahkaam, akan tetapi dalam masalah tauhid hanya satu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kami sekalian para nabi adalah saudara sebapak sedangkan agama (tauhid) kami satu,” (HR Al Bukhari dari Abu Hurairah) maksudnya saudara-saudara dari ibu-ibu yang berbeda sedangkan ayahnya satu…ini merupakan isyarat akan kesatuan dalam pokok tauhid dan beragam dalam furuu’ syarii’ah dan hukum-hukumnya. Terkadang sesuatu dalam masalah hukum pada syarii’at sebelum kita diharamkan kemudian dihalalkan dalam syari’at kita, dan terkadang sebaliknya. Bisa jadi dalam syari’at terdahulu dipersulit sedangkan dalam syari’at kita dipermudah,,,dan seterusnya. Oleh sebab itu tidak setiap syari’at yang ada pada syari’at sebelum kita menjadi syari’at bagi kita, apalagi bila bertentangn dengan dalil dalam syari’at kita.

Sedangkan telah ada dalil yang shahih dalam syari’at kita yang menyelisihi apa yang disyari’atkan bagi Yusuf ‘alaihissalam, dan mengharamkannya atas kita, Ibnu Hibban telah meriwayatkan dalam Shahihnya, juga Abu Ya’Laa dan Ath Thabraniy bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata:

ليأتين عليكم أمراء سفهاء يقربون شرار الناس ويؤخرون الصلاة عن مواقيتها فمن أدرك ذلك منكم فلا يكونن عريفا ولا شرطيا و لا جابيا ولا خازنا

Sungguh akan datang kepada kalian para penguasa yang tidak baik, mereka mendekatkan orang-orang yang paling jahat dan mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka siapa saja yang mendapatkan keadaan itu, janganlah dia menjadi pejabat, janganlah menjadi aparat keamanan, janganlah menjadi petugas pengambil harta, dan janganlah menjadi penyimpan perbendarahaan,”.

Dan yang raajiih (yang kuat) sesungguhnya penguasa-penguasa dalam hadits itu adalah bukanlah orang-orang kafir, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang durjana lagi bodoh, karena biasanya orang yang menghati-hatikan bila dia menghati-hatikan hanyalah dengan menyebutkan keburukan dan kerusakan yang paling besar, dan seandainya mereka itu adalah orang-orang kafir tentu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskannya. Akan tetapi perbuatan durjana terbesar yang beliau sebutkan di sini adalah mendekatkan orang-orang paling jahat dan mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya. Namun demikian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dengan larangan yang sangat dari keberadaan seseorang menjadi khaaziin(petugas logistik) bagi mereka. Bila saja menjabat sebagai khaaziin di samping para penguasa muslim yang dhalim adalah dilarang dengan larangan yang amat keras dalam syari’at kita, maka apa gerangan dengan jabatan kementerian logistik/keuangan di sisi para penguasa yang kafir dan pemerintah yang syirik?

Firman Allah subhaanahu wa ta’aala:

قال اجعلني على خزائن الأرض إني حفيظ عليم

Yusuf berkata:”jadikanlah aku bendaharawan Negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengalaman,”Yusuf:55.

Merupakan dalil yang tegas dan bukti yang terang bahwa hal ini adalah bagian dari syari’at sebelum kita, dan hal itu sudah dimansukh (dihapus) dalam syari’at kita. Wallahu A’lam.

Ini adalah cukup bagi orang yang menginginkan hidayah, akan tetapi orang yang lebih mendahulukan anggapan baik, kepentingan (yang dia klaim sebagai maslahat), dan perkataan manusia atas dalil-dalil dan bukti-bukti itu, maka orang seperti ini meskipun gunung-gunung meletus di hadapannya dia itu tidak bakal mendapatkan hidayah…(Barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah.”Al Maidah: 41.

Pada akhirnya dan sebelum saya menutup bantahan terhadap syubhat ini, saya ingin mengingatkan bahwa sebagian orang-orang yang terpedaya yang membolehkan syirik dan kekafiran dengan anggapan baik mereka, alasan maslahat dakwah untuk masuk di kabinet-kabinet kekafiran dan parlemen-parlemen syirik, mereka dalam dalih-dalih dan syubhat-syubhatnya mencampurkan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah tentang jabatan menteri yang dipegang Yusuf ‘alaihissalam….. ini sebenarnya termasuk perbuatan mencampuradukan yang hak dengan yang batil, berdusta atas nama Syaikhul Islam, dan mengada-ada atas beliau apa yang tidak pernah beliau katakan, karena beliau tidak berhujjah dengan kisah itu atas bolehnya ikut serta dalam tasyrii’, kekafiran, atau dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan. Mustahil beliau melakukan hal itu, bahkan kami mensucikan beliau, agamanya, bahkan kami mensucikan akalnya dari ucapan yang keji ini yang di mana tidak ada seorangpun berani berkata seperti itu kecuali mereka orang-orang hina di atas pada zaman-zaman mutakhkhir ini. Kami katakan ini…hatta meskipun kami belum membaca ungkapan beliau pada masalah ini, karena ucapan seperti ini tidak mungkin dikatakan oleh orang yang berakal, apalagi sampai bisa bersumber dari ‘aalim rabbaniy selevel Syaikhul Islam rahimahullah. Bagiamana itu bisa terjadi sedangkan perkataan beliau dalam masalah ini sangatlah jelas lagi gamblang…di mana perkataan beliau berkisar akan kaidah menolak kerusakan paling besar dari dua kerusakan serta upaya mendapatkan maslahat paling tinggi dari dua maslahat saat bersebrangan, sedangkan engkau sudah mengetahui bahwa maslahat paling besar dalam kehidupan ini adalah tauhid, sedangkan kerusakan paling besar adalah kerusakan syirik dan menjadikan tandingan (bagi Allah). Beliau telah menyebutkan bahwa Yusuf telah menegakan keadilan dan ihsan sesuai dengan kemampuan beliau, sebagaimana dalam Al Hisbah di mana beliau berkata saat menyebutkan sifat kekuasaan beliau:Dan dia melakukan dari keadilan dan ihsan apa yang beliau mampu, serta beliau mengajak mereka kepada keimanan sesuai dengan kesempatan/kemungkinan.” Dan beliau mengatakan lagi: Akan tetapi beliau melakukan apa yang mungkin dari keadilan dan ihsan.”

Dan beliau sama sekali tidak menyebutkan bahwa Yusuf ‘alaihissalam membuat undang-undang menandingi Allah subhaanahu wa ta’aala atau ikut serta dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan atau mengikuti paham demokrasi atau paham-paham lainnya yang bersebrangan dengan dienullah, sebagaimana halnya keadaan mereka orang-orang yang terpedaya yang mencampurkan perkataan beliau rahimahullah dengan hujjah-hujjah mereka yang kotor dan syubhat-syubhatnya yang rendahan dalam rangka menyesatkan orang-orang bodoh/umum, dan untuk mengaburkan yang hak dengan yang batil serta cahaya dengan kegelapan.

Kemudian kita wahai saudara setauhid, panutan dan dalil kita yang di mana kita merujuk kepadanya saat terjadi perselisihan adalah wahyu yaitu firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak yang lainnya, adapun setiap orang selain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka ucapannya itu bisa diterima dan bisa ditolak. Seandainya seperti apa yang mereka klaim itu bersumber dari Syaikhul Islam – dan itu tidak mungkin terjadi – tentu kita tidak akan menerimanya darinya dan bahkan dari ulama yang lebih agung darinya, sehingga dia datang kepada kami dengan membawa dalil dari wahyu atas hal itu,”katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepadamu sekalian dengan wahyu,”Al Anbiyaa:45.,”Katakanlah: Tunjukilah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar,”Al Baqarah:111.

Perhatikanlah hal itu dan pegang eratlah tauhidmu, janganlah engkau tertipu atau peduli dengan talbiis-talbiis (pengkaburan) dan dalih-dalih murahan para penghusung kemusyrikan dan musuh-musuh tauhid, atau janganlah engkau merasa tidak enak dengan sebab menyalahi mereka, dan jadilah engkau dari golongan yang menegakkan dienullah yang telah disebutkan ciri-cirinya oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,”orang-orang yang mengucilkan dan menyelisihi mereka tidak membuat mereka gentar hinggadatang ketentuan Allah sedang mereka dalam keadaan seperti itu,”


Di mana dalam nash-nash undang-undang mereka menegaskan bahwa umat atau rakyat adalah sumber segala hukum (kekuasaan), lihat pasal nomor ke enam dari undang-undang Kuwait, dan pasal ke 24 dari undang-undang (dustuur) Yordania. Dan undang-undang mereka juga menegaskan bahwa kekuasaan legislatif berada di tangan raja, amir, dan majlis rakyat, lihat undang-undang Kuwait nomor 51 dan undang-undang Yordania pasal 25.

Yaitu orang-orang yang pertainya intimaa kepada ikhwanul muslimin sekarang, yang sedikit-sedikit mengatakan untuk merekrut masa ini demi maslahat dakwah. Enyahlah mereka bila mereka tidak taubat, tuhan atau thaghut yang mereka sembah adalah maslahat dakwah. Demi maslahat dan kepentingan mereka juga berkoalisi dengan partai sekuler di majelis syirik parlemen. pent

Sebagian orang-orang yang merasa pintar memandang bahwa kementerian itu lebih berbahaya daripada parlemen, mereka mengatakan –dengan klaimnya – bahwa parlemen itu adalah barisan oposisi terhadap pemerintah, di mana mereka (yang masuk perlemen) itu melawan (berjihad) lewat barisan ini dengan jihad yang bersifat undang-undang, mereka melawan pemerintah dengan perlawanan hukum perundang-undangan di dalamnya, dan melakukan jihad diplomasi lewatnya…mereka pura-pura buta bahwa tasyrii’ (membuat hukum) itu lebih berbahaya daripada melaksanakannya, apalagi tasyrii’ yang mereka namakan sebagai jihad dan perlawanan itu tidak bisa dilaksanakan di parlemen kecuali sesuai dengan undang-undang dasar dan sejalan dengan paham demokrasi. Silahkan lihat dalam pasal ke 24 ayat 2 dari undang-undang Yordania di mana sesungguhnya kekusaan legislatif rakyat atau yang lainnya tidak dilaksanakan kecuali sesuai dengan garis-garis pedoman undang-undang yang ada. Sedangkan para anggota parlemen itu tidak lain adalah para wakil rakyat pemilik kekuasaan undang-undang sesuai klaim mereka.

Dan lihat sejawatnya dalam undang-undang dasar Kuwait pasal ke 51: Kekuasaan legislatif adalah ditangani oleh amir dan majlis rakyat sesuai dengan undang-undang.

Teks undang-undang Yordania point ke 43: Wajib atas perdana menteri dan para menteri kabinetnya sebelum mereka memulai tugasnya untuk bersumpah di hadapan raja dengan sumpah berikut ini: Saya bersumpah dengan Nama Allah Yang Maha Agung untuk selalu setia kepada raja dan selalu menepati undang-undang dasar…”dan hal serupa dalam pasal ke 79: Wajib atas setiap anggota majelis permusyawaratan dan majlis perwakilan sebelum memulai menjalankan tugasnya untuk bersumpah di hadapan majelis dengan sumpah yang berbunyi: Saya bersumpah dengan Nama Allah Yang Maha Agung untuk selalu setia kepada raja dan tanah air serta selalu menepati undang-undang dasar…” dan hal serupa dalam undang-undang Kuwait pasal 91 dan 126.

Maka apakah Yusuf ‘alaihissalam melakukan hal seperti itu?????

Dan janganlah engkau terkecoh dengan talbis yang dilakukan oleh orang-orang yang terpedaya yang mengatakan: Kami bersumpah namun kami melakukan pengecualian dalam diri kami sendiri: (Selama dalam batasan-batasan syari’at).

Dan katakanlah kepada mereka: Sumpah itu bukanlah atas dasar niat orang yang bersumpah, karena kalau demikian tentu rusaklah akad-akad dan syarat-syarat yang dilakukan oleh manusia, serta terbukalah pintu bagi setiap orang yang mempermainkan (agama), akan tetapi masalahnya adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:” Sumpah itu atas dasar niat orang yang meminta sumpah” jadi sumpah kalian ini tidaklah mengikuti niat-niat kalian namun mengikuti niat thaghut yang meminta sumpah kalian.

Perkataan yang tadi itu tidak dikeruhkan oleh ihtijaaj orang yang berhujjah dengan firman Allah subhaanahu wa ta’aala dalam surat Ghafir lewat lisan orang mukmin keluarga Fir’aun: Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal , kamu berkata:”Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun),”Ghafir: 34, ihtijaj dengan ayat ini tidak memperkeruh pernyataan tadi karena beberapa alasan:

1. Sesungguhnya ayat ini tidak jelas (shariih) penunjukannya bahwa Yusuf yang dimaksud adalah Yusuf Ibnu Ya’qub, ada kemungkinan ini adalah Yusuf lain, sebagian ahli tafsir mengatakan hal ini mereka mengatakan: Ia adalah Yusuf Ibnu Afraaniim Ibnu Yusuf Ibnu Ya’qub yang berstatus sebagai nabi di antara mereka selama 20 tahun, ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, dan lihat tafsir Al Qurthubiy. Sedangkan dalil bila mengandung banyak kemungkinan maka batallah berdalil dengannya.

2. Seandainya yang dimaksud adalah Yusuf Ibnu Ya’qub dalam ayat ini, namun ayat itu tidak shariih penunjukannya bahwa sang raja tetap di atas kekafirannya, akan tetapi pembicaraan (dalam ayat itu) adalah tentang status keumuman bani Israil.

3. Sesungguhnya ayat tidak menyebutkan kekafiran yang terang-terangan yang jelas, namun ayat hanya menyebutkan keragu-raguan, sedangkan keragu-raguan itu adalah di dalam hati yang terkadang disembunyikan di suatu waktu dan terkadang ditampakkan di waktu lain. Dan bila telah jelas bahwa Yusuf telah ditetapkan kedudukannya di bumi ini, dia memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar sebagaimana yang lalu, maka beliau ‘alaihissalam tidak akan rela bila ada seseorang menampakkan kemusyrikan di depannya, bahkan tidak akan ada seorangpun berani melakukannya karena beliau adalah penguasa lagi rasul dalam satu waktu, sedangkan kemungkaran terbesar baginya adalah syirik. Dan mungkin saja si raja menyembunyikan hal itu di dalam hatinya, sedangkan keluarganya menampakkan keimanannya yang dhahir karena takut kekuasaan al haq, ini adalah kemunafikkan yang pelakunya diperlakukan di dunia sesuai dengan apa yang mereka tampakkan. Bahkan dalam firman-Nya:” hingga ketika dia meninggal, kamu berkata:”Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun),” ada dalil yang menunjukan keimanan mereka secara dhahir akan risalahnya.

Dan perlu diperhatiakan sesungguhnya sebagian orang-orang yang terpedaya telah menyebutkan kisah orang mukmin keluarga Fir’aun juga dalam syubhat-syubhat mereka dalam masalah ini dengan dalih bahwa dia menyembunyikan keimanannya. Maka kami katakan: Bagaimana cara pengambilan kalian dari kisah mukmin keluarga Fir’aun dalam masalah kita ini? Sesungguhnya terdapat perbedaan yang sangat jauh antara menyembunyikan dan merahasiakan keimanan bagi orang-orang yang tertindas dengan ikut serta dalam kekafiran, kemusyrikan dan pembuatan hukum (tasyrii’), serta bersekongkol di atas paham selain dienullah subhaanahu wa ta’aala. Apakah kalian bisa memastikan bagi kami bahwa mukmin keluarga Fir’aun itu telah membuat undang-undang sebagaimana kalian membuat undang-undang, atau dia itu telah ikut serta dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan sebagaimana keikutsertaan kalian, atau dia itu bersepakat di atas demokrasi atau paham lainnya sebagaimana yang kalian lakukan???Tetapkan ini terlebih dahulu – dan mana mungkin bisa melakukannya – kemudian setelah itu silahkan kalian berdalil dengannya, dan kalau tidak bisa maka tinggalkan igauan dan ucapan tidak karuan itu.

[millah ibrahim/al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »
Home
loading...