Archive by date

Washington: Tak Ada Bantuan Buat Palestina Jika Hamas Masuk Pemerintahan

item-thumbnail
+ResistNews Blog - PEMERINTAH Amerika Serikat mengancam akan membekukan dana bantuan kepada Otoritas Palestina jika pemerintahan hasil rekonsiliasi nasional Palestina dibentuk dengan mengikutsertakan organisasi Hamas.
Dalam sidang dengar pendapat di Kongres Amerika, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Jordania, Anne Patrison menegaskan, pemerintah Amerika tidak akan memberikan bantuan dana kepada pemerintahan Palestina jika Hamas turut serta di dalamnya.
Namun Patrison melanjutkan, Washington tidak akan menempuh langkah ini jika Hamas menerima syarat-syarat yang ditetapkan oleh Tim Kuartet Internasional yakni; tidak menempuh jalan kekerasan, mengakui kesepakatan-kesepakatan yang sudah diteken antara ‘Israel’ dan yang terpenting adalah mengakui hak ‘Israel’ untuk tetap eksis.
Di sisi lain, anggota Kongres Amerika, Ted Duwaitsy dalam sidang dengar pendapat terkait anggaran untuk Timur Tengah dan Afrika Utara menegaskan, pemerintah Palestina yang di dalamnya berisi anggota teroris dari Hamas tidak akan menerima bantuan Amerika.
Sementara asisten ketua tim bantuan Elena Rose Lihentinin menegaskan, kesepakatan rekonsiliasi Palestina tidak akan berpengaruh besar terhadap anggaran keuangan tahun 2015 yang akan dikucurkan pada Oktober tahun depan.
Pekan lalu di Gaza, telah dideklarasikan situasi disintregasi dan perpecahan di Palestina. Dua delegasi Hamas dan PLO sepakat membentuk pemerintahan Palestina nasional bersatu dan berusaha mengatasi semua imbas perpecahan.
Menanggapi kesepakatan ini, entitas penjajah menerapkan sejumlah sanksi kepada Otoritas Palestina dan menganulir keterlibatannya dalam pembicaraan damai dengan Palestina.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat yang memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris sejak tahun 1993 menyampaikan kekecewaannya secara jelas atas kesepakatan di atas dan dianggap hal itu mengganggu proses pembicaraan damai. [Islampos/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Roket Rezim Assad Hantam Sekolah Dekat Aleppo Tewaskan 25 Pelajar

item-thumbnail


+ResistNews Blog - SEDIKITNYA 25 pelajar tewas setelah roket menghantam sebuah sekolah selama serangan udara yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah pada hari Rabu ini (30/4/2014).
Kelompok Oposisi Komisi Umum Revolusi Suriah (SRGC) melaporkan bahwa sebuah roket yang ditembakkan oleh pesawat militer Suriah menghantam sekolah Ayn Jalut di wilayah Al-Sukkari dekat kota Aleppo, menyebabkan 25 orang tewas dan banyak lainnya terluka.
Korban terluka termasuk orang dewasa yang sedang menghadiri pameran fotografi di sekolah itu ketika serangan terjadi, menurut laporan SRGC.
Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat.[islampos/worldbulletin/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Mulai besok Brunei terapkan hukum syariat Islam

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Brunei akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan hukum syariat Islam. Peraturan itu akan mulai berlaku besok. Sejumlah kalangan internasional mengkritik niat Brunei itu soal hak-hak kaum perempuan dan minoritas.

"Hari ini saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk mengumumkan bahwa besok mulai 1 Mei 2014 tahap pertama hukum syariat Islam mulai diberlakukan, diikuti tahap-tahap selanjutnya," kata Sultan Hassanal Bolkiah dalam pidatonya seperti dikutip surat kabar the Straits Times dan dilansir koran Russia Today, Rabu (30/4).

Pelaksanaan hukum syariat ini berarti semua warga negara Brunei akan diajukan ke pengadilan Islam jika melakukan kejahatan. Aturan hukum itu juga berlaku bagi umat non-muslim.

Tahap pertama yang berlaku besok adalah aturan kehamilan di luar nikah, tidak salat Jumat bagi laki-laki muslim, dan penyebaran agama.

Tahap kedua akan diberlakukan setahun lagi dengan aturan soal hukuman bagi pencuri atau pemabuk. Hukuman bagi dua kejahatan itu adalah cambuk dan potong tangan. Tahap akhir akan diberlakukan dua tahun lagi dan menerapkan soal hukuman mati, kemungkinan dengan dirajam, seperti perbuatan zina, sodomi, atau menghina Alquran atau Nabi Muhammad.

Jumlah penduduk Brunei kini ada sekitar 400 ribu jiwa. Sekitar 20 persen warga adalah non-muslim, seperti Buddha, Kristen, dan agama lainnya. Etnis China menjadi penduduk minoritas atau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk. Sebagian besar, yakni 65 persen adalah etnis Melayu.

Menurut Reuters di Brunei juga ada 30 ribu umat Katolik Roma dari para tenaga kerja Filipina dan pekerja asing di sektor perminyakan.

Perserikatan Bangsa-bangsa mengeluarkan pernyataan buat menanggapi pemerintah Brunei.

"Kami sangat prihatin dengan penerapan aturan hukum baru di Brunei Darussalam yang memuat sanksi hukuman mati," kata Rupert Colville, juru bicara Komisioner Hak Asasi PBB kepada wartawan. "Hukuman mati bagi pelaku sejumlah kejahatan itu bertentangan dengan hukum internasional."

Namun ulama Brunei terkemuka Awang Abdul Aziz membantah penerapan syariat Islam akan mengubah Brunei menjadi negara ekstrem.

"Syariat Islam tidak akan diberlakukan sembarangan. Ada proses dan metode yang adil buat melaksanakannya," kata dia. [merdeka.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Pimpinan Komunitas Islam Ceko Protes Penggeberekan Polisi di Masjid

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Polisi Ceko dari kesatuan Squad for Uncovering Organised Crime (UOOZ) menggerebek masjid dan pusat komunitas Islamic Foundation di Praha menjelang salat Jumat pada 25 April 2014. Pimpinan komunitas Islam di Ceko protes atas tindakan polisi yang di antaranya menyuruh 100-an jamaah — termasuk WNI dan diplomat KBRI Praha — untuk tiarap di lantai itu.
Muneeb Hassan Alrawi, Kepala Asosiasi Komunitas Muslim Ceko, menuduh polisi Ceko menyalahgunakan kekuasaan mereka. Penggerebekan itu dilakukan karena ada bedah buku yang dinilai penguasa setempat rasis di masjid tersebut.
Buku yang dipermasalahkan itu adalah “The Bases of Tauhid: The Islamic concept of God” yang ditulis Abu Ameenah Bilal Philips, seorang imam kelahiran Jamaika yang dilarang masuk ke Australia dan Inggris serta diusir di Jerman. Demikian seperti dilansir New York Times, Senin (28/4/2014).
Alrawi mengatakan bahwa beberapa kopi buku itu telah disita oleh polisi saat penggerebekan Jumat lalu di Islamic Foundation. Alrawi mengatakan bahwa buku itu sudah dicetak jutaan dan tersebar di komunitas Islam di seluruh dunia. Dia mengatakan bahwa buku itu menjelaskan tentang prinsip teologi Islam dan ‘tak ada tempat untuk rasisme’.
“Aksi yang melawan buku itu, merupakan serangan pada Islam itu sendiri,” kata Alrawi.
Alrawi mengatakan buku itu pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan diawasi oleh sekelompok kecil komunitas Muslim. Kendati demikian, dia mengakui merasa bersalah tidak mengawasi penerbitan buku itu.
“Kami membuat kesalahan bahwa kami tidak benar-benar mengawasi publikasi buku itu. Kami tidak sadar bahwa beberapa kalimat dalam buku itu bisa melanggar hukum Ceko. Asosiasi kami jelas tidak memiliki pandangan ekstremis,” tutur Alrawi.
Juru bicara Kepolisian Ceko, Pavel Hantak, mengatakan buku yang sedang dibedah itu dinilai menyebarkan rasisme, paham anti-Semit, xenophobia (ketakutan akan orang asing) dan menganjurkan cara kekerasan melawan ras yang inferior. Demikian diberitakan Prague Post edisi Jumat, 25 April.
Sementara itu mantan mualaf Lukas Lhotan mengajukan tuntutan pidana atas buku Philips itu pada pengadilan karena menilai mengandung paham radikal berbahaya. Lhotan mengatakan bahwa buku itu mengimbau Muslim untuk membentuk pemerintahan Muslim di mana pun berada dan menyebut Yahudi sebagai musuh Islam.
Penulis buku itu Abu Ameenah Bilal Philips sebelumnya telah membantah apa yang dituduhkan dalam bukunya. Philips menegaskan tak ada pemerkosaan dalam pernikahan di bawah hukum Syariah, dan hukum Islam itu berdasarkan Alquran. Philips sebelumnya juga dikritik di Inggris karena idenya untuk memaafkan pelaku bunuh diri.
Juru bicara Kemlu RI Michael Tene memberikan penjelasan bahwa saat penggerebekan di dalam masjid di Ceko itu, 10 WNI dan seorang diplomat sempat diperiksa dan ditahan tak boleh keluar dari masjid oleh polisi Ceko. Saat itu para WNI dan diplomat hendak menunaikan ibadah salat Jumat, bukan mengikuti bedah buku.
Pihak KBRI yang mendapat laporan langsung menghubungi Kemlu c/q Polisi Ceko untuk memperbolehkan para WNI meninggalkan masjid.
“Kami tidak habis pikir mengapa polisi datang. Mereka membuat kami mengangkat tangan dan kemudian tiarap di lantai. Mereka masuk ke ruang salat masih bersepatu dan berteriak,” kata First Secretary KBRI Praha, Wahono Yulianto.
Polisi yang menggerebek berlangsung selama 4,5 jam itu menahan sekitar 10-20 orang. Menurut saksi, di dalam masjid dan Pusat Islamic Foundation ada sekitar 100 orang. Polisi memborgol para laki-laki yang ditahan. Menurut saksi ada orang sakit dan anak-anak yang pertama dibebaskan dari masjid itu, baru kemudian ada diplomat yang berasal dari Indonesia.
“KBRI sudah sampaikan protes ke Kemlu Ceko dan permintaan penjelasan atas insiden tersebut. Kemlu juga akan sampaikan hal-hal tersebut kepada Kedubes Ceko di Jakarta,” ungkap Tene. (detik.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Cameron dan Perang Suci

item-thumbnail

Situs “youm7.com”, pada tanggal 18/4/2014 menyebutkan bahwa Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan bahwa negaranya adalah negara Kristen … dan penduduknya tidak boleh malu untuk mengatakan hal itu … Cameron mengatakan bahwa ia termasuk di antara mereka yang membela peran agama dalam politik … “.
*** *** ***
Pertama, kita terlebih dahulu harus mengerti hakikat Kristen yang sebenarnya, juga apa yang dikatakan oleh Cameron, sebelum kita menghukuminya.
Kristen adalah agama. Namun rahasia spiritualnya adalah kepasturan itu sendiri, dengan bukti bahwa akidahnya bukan akidah aqliyah (hasil dari proses berfikir), dan tidak mampu meyakinkan pikiran. Bahkan tidak ada seorang pun yang mengklaim bahwa akidah Kristen adalah akidah aqliyah kecuali orang yang hati dan pikirannya telah diselimuti kabut.
Sebelumnya, dalam dialog Syaikh Ahmed Deedat dengan pendeta Amerika, ketika Ahmad Deedat memintanya untuk membuktikan doktrin Kristen, pendeta menjawab: ini adalah doktrin yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah! Ini dari satu sisi, sementara dari sisi yang lain, bahwa dokrin Kristen ini tidak memberikan pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta ini, serta tidak memberikan jawaban yang jelas dan meyakinkan. Bahkan dokrin Kristen ini didasarkan pada gagasan aneh secara pemikiran, di samping agama ini tidak melahirkan sistem kehidupan yang mengatur semua aktivitas manusia. Sehingga para penganut dokrin ini tidak menemukan hukum dan solusi, yang pada akhirnya mereka memisahkan agama dari politik, karena sejak awal dalam dokrin ini memang tidak ada solusi. Dan jika ada, maka mereka akan memberikan jawaban atas semua problematika dari agama mereka. Sementara Injil yang mereka miliki tidak memberikan bukti yang diterima akal, bahkan sebagaian mereka mengakui bahwa Injil itu merupakan catatan harian Pendeta Yuhana, sebab ia ditulis setelah wafatnya Nabi Isa as. Apalagi dalam berita di atas terdapat perkataan Perdana Menteri Inggris bahwa Ia memiliki banyak keraguan terhadap beberapa isu-isu teologis!
Kedua, apa yang membuat Eropa bergerak menuju dokrin Kristen yang memisahkan agama dari kehidupan, yang artinya bahwa dokrin ini tidak memiliki solusi? Sungguh, yang mendorong mereka adalah perasaan dan keyakinan mereka terhadap tumbuhnya kesadaran Islam di Timur Tengah, terutama dalam revolusi Syam, dan pergerakan umat yang diberkati. Sehingga para politisi mereka tidak menemukan cara untuk membangkitkan orang-orang Eropa kecuali melalui Perang Salib kedua dan ketiga. Dan tampaknya mereka akan bergerak melalui kendaraan ini. Namun sebelumnya mereka telah menggunakan cara-cara ini. Dan sebelumnya umat Islam telah mengajari Eropa dampak dari perang ini. Bagaimana negara Khilafah membalas mereka dengan belas kasih dan penaklukkan. Dan tampaknya kita telah berada di titik puncak penaklukkan, yang dalam waktu dekat—insya Allah—akan samapi di pintu gerbang Roma!
Ketiga, sungguh berita ini dan provokasi di dalamya niscaya menjadi bukti nyata. Namun sulit bagi sebagian generasi kaum Muslim yang menyerukan sekularisme dan peradaban Eropa untuk menentukan sikap mereka terkait pernyataan tersebut, padahal ada perbedaan yang mendasar dan subtansial antara Islam dengan Kristen. Islam adalah ideologi yang menentang dokrinnya; Islam mampu meyakinkan akal; Islam sesuai fitrah; dan Islam dapat menentramkan hati. Di dalam Islam terdapat solusi bagi semua aktivitas manusia, dan solusi Islam cocok untuk apapun dan kapanpun hingga hari kiamat. Apakah agama yang agung ini akan dicabut dari peran dan kedudukannya di masyarakat oleh beberapa orang yang telah teracuni peradaban Barat. Sementara Barat menyerukan agar Kristen menjadi rujukan nilai-nilai masyarakat Eropa?!
Di samping itu, saya serukan kepada para pengusung Islam moderat, dan mereka yang bertekuk lutut di depan peradaban Barat, yang malu menampakkan Islam mereka, bahkan mereka menggambarkan Islam sejalan dengan Barat. Saya katakan pada mereka: Sekarang telah tiba saatnya kalian menjadi mulia dengan Islam kalian, peradaban kalian dan negara kalian, yaitu negara Khilafah! Telah tiba saatnya bagi kalian untuk menyerukan sebagaimana adanya! Buang jauh-jauh dari kalian kotoran Barat, dan ide-idenya, kemudian taruh di tong sampah dan bakar hingga tidak berbekas. Tinggalkan ide-ide sampah negara sipil, demokrasi, sekuler, dialog antar agama, dan jihad adalah perang defensif, serta isu-isu perempuan, kesetaraan, minoritas, dan suksesi kekuasaan. Namuan seharusnya mereka hanya berbicara dengan Islam saja, dan tutup rapat-rapat mata kalian dari ide-ide Barat, dan kembalilah pada Islam kalian, seperti yang diinginkan Tuhan kalian! Kami adalah umat yang telah dimuliakan Allah dengan Islam. Sehingga apabila kita mencari kemulian dengan selainnya, maka Allah justru akan hinakan kita! Seperti yang dikatakan oleh Rabi’iy bin Amir radhiyallahu ‘anhu,semoga Allah merahmatinya: “Allah mengutus kami untuk membebaskan manusia dari beribadah kepada sesama manusia menuju beribadah kepada Allah semata; dari kesempitan dunia menuju luasnya dunia; dan dari kejahatan agama-agama menuju keadilan Islam.” Jadi, saya tambahkan dengan mengatakan: Kami benar-benar menyeru mereka kepada Islam, bukan untuk mengikuti mereka. Ungkapan di atas datang dari sahabat Rasulullah saw. Lalu siapa yang lebih paham dari kami dan lebih pantas untuk diikuti? Allah SWT berfirman:
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQS. Al-Hadiid [57] : 16). Maka katakan: Tentu telah tiba saatnya, wahai Tuhan!
Ya Allah, jadikan kami di antara orang yang hatinya tunduk untuk menyebutkan kebenaran yang Engkau turunkan. Dan jadikan kami di antara orang-orang mukmin yang jujur, dan teguh, serta ikhlas hanya kepada Engkau. Semua urusan dari Engkau dan akan kembali kepada Engkau. Kami serahkan kepada Engkau upaya dan kekuatan kami. Dan kami berlindung kepada upaya Engkau, kelembutan Engkau, kekuatan Engkau, dan belas kasih Engkau. Ya Allah, jadikan kami seperti yang Engkau inginkan, jangan seperti yang kami inginkan. Wahai Tuhan, Yang Mahapengampun, Yang Mahapenyayang, pemilik singgasana yang agung, dan yang mewujudkan apa yang Engkau inginkan, Amin! [Hassan Hamdan Abu Baraa’]
[hizb-ut-tahrir.info/hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Bosnia Terapkan Hukuman Penjara Bagi Warganya Yang Ikut Berperang di Suriah

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Bosnia memperkenalkan hukuman penjara hingga 10 tahun hari Selasa bagi setiap warga negaranya yang ikut berperang atau merekrut orang dalam konflik di luar negeri, yang dinilai sebagai usaha untuk mengekang para pemuda Bosnia yang pergi ke Suriah dan kembali dan dianggap akan menjadi ancaman dalam negeri.
Para analis mengatakan sebagian pemuda Bosnia telah menjadi ‘radikal’ karena alasan perjuangan global di bawah pengaruh para pejuang asing atau Mujahidin yang datang untuk membantu kaum Muslim Bosnia dalam perang Bosnia-Serbia dan Bosnia-Kroasia selama tahun 1992-1995.
“Tren ini adalah warisan langsung dari Mujahidin,” kata Vlado Azinovic, dosen di Fakultas Ilmu Politik dan ahli terorisme di Sarajevo.
Para ahli mengatakan bahwa sekitar 150 orang Bosnia dikonfirmasi telah berangkat ke Suriah selama tahun lalu, dimana 15 di antaranya dilaporkan telah tewas.
Sebagian mengajak istri dan anak-anak mereka, dan berharap untuk memulai hidup baru di bawah hukum Islam.
Pemerintah memperkirakan bahwa beberapa ribu orang Eropa telah pergi ke Suriah sejak perang terhadap Presiden Bashar al-Assad dimulai tiga tahun yang lalu.
Inggris dan Perancis telah mengumumkan langkah-langkah untuk melawan fenomena yang juga telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Uni Eropa lainnya.
Kelompok-kelompok Islam militan telah tumbuh dan memiliki kekuasaan dan pengaruh yang kuat pada pihak oposisi Suriah tahun lalu.
Undang-undang pidana Bosnia dirancang untuk membantu mencegah atau mengurangi jumlah para pemuda Bosnia yang akan berjuang di Suriah.
“Orang-orang itu kembali ke Bosnia setelah satu masa dan terlibat dalam kegiatan propaganda dan mendorong orang lain untuk melakukan tindak pidana yang sama, ” kata Mirsad Djugum dari Partai Masa Depan Lebih Baik (SBB) ketika memberikan usulannya di parlemen.
Dia mengatakan hukum pidana yang keras tidak cukup untuk mengatasi masalah kompleks perekrutan pejuang dari kalangan muda Bosnia dan perlu keterlibatan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Islam dan pekerja sosial.
[Al Arabiya/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Erdogan Segera Umumkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa normalisasi hubungan antara negaranya dan Israel dalam beberapa minggu mendatang, empat tahun setelah serangan Israel pada armada yang membawa bantuan dan aktivis menuju Jalur Gaza yang tengah diblokade.
Erdogan mengatakan pada hari Senin (28/4) dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV Amerika “PBS” bahwa kedua belah pihak telah menyepakati kompensasi yang tepat untuk diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dalam serangan itu. Ia menjelaskan bahwa fase lain dari negosiasi itu akan membahas pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina melalui Turki, dan setelah berakhirnya fase ini akan bergerak maju menuju normalisasi.
Erdogan menyatakan bahwa hal itu akan dilakukan dalam beberapa hari atau minggu. Dikatakan bahwa proses tersebut mungkin akan dimulai dengan pengiriman duta besar. Dan ia berharap untuk tidak “membahas sesuatu yang lain yang akan mengubah arah permasalahan.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu mengatakan pada akhir Maret lalu bahwa kesepakatan mengenai kompensasi bagi keluarga korban Turki segera diberikan, yang selama ini hal itu merupakan kendala utama untuk normalisasi hubungan diplomatik.
Serangan Israel pada armada bantuan kemanusiaan—yang berusaha menerobos blokade di Jalur Gaza—menyebabkan terbunuhnya sembilan orang Turki yang berada di atas kapal Mavi Marmara.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maafnya secara resmi pada bulan Mei tahun lalu. Sementara itu Erdogan dalam pernyataannya di jaringan TV Amerika mengucapkan terima kasih pada Presiden AS Barack Obama atas usaha kerasnya. Erdogan mengatakan bahwa “permintaan maaf Perdana Menteri Israel ini adalah hasil dari kerja kerasnya Presiden Obama.” (aljazeera.net/ +ResistNews Blog ).
loading...
Read more »

Sekali Lagi, Keputusan Pengadilan Yang Keras Untuk Mengintimidasi dan Menakut-nakuti

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Tidak mengherankan bahwa Biro Pengadilan Pidana Al – Minya Ketujuh pada hari Sabtu, 26/04/2014, mengeluarkan vonis keras terhadap empat belas Ikhwan (Anggota Ikhwan) lebih dari 700 tahun penjara; terutama pengadilan itu dipimpin oleh Hakim Saeed Yusef, yang sebelumnya mengeluarkan rujukan kepada Grand Mufti tuntutan terhadap 529 terdakwa dalam kasus kerusuhan yang terjadi di kantor polisi Matay Minya, menyusul penanganan atas aksi duduk di Raba’a dan An- Nahdha. Sementara sebaliknya, pada tanggal 16 September 2013, dia mengeluarkan putusan yang membebaskan semua terdakwa dalam pembunuhan demonstran di Bani Suwayf selama revolusi 25 Januari. Mereka adalah para mantan direktur keamanan Bani Suwayf dan tiga pembantunya bersama tujuh perwira intelijen di provinsi itu. Selain itu, dia menolak semua tuntutan perdata yang diajukan oleh para korban dan mendenda mereka 200 pound untuk biaya para pengacara.
Tampak bagi kita dan bagi banyak orang bahwa vonis yang keras ini ditujukan untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti dan lebih berbau politis daripada putusan pengadilan. Meskipun terdapat konfirmasi dari banyak hakim yang menyatakan bahwa putusan ini akan dicabut; Namun, ini berarti bahwa putusan ini adalah salah dan dipolitisasi ; dan membuat peradilan kehilangan nilai dan prestisenya, sementara sebagian orang masih memujinya meskipun hukuman keras ini mencapai 88 tahun bagi salah satu terdakwa, 63 tahun untuk yang lain, dan 57 tahun untuk terdakwa ketiga.
Allah SWT berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS Al – Hadid : 25 )
Neraca (Al – mizan) di sini adalah keadilan, yang merupakan pandangan Ibnu Abbas (semoga Allah ridha dengannya) dan merupakan suatu pandangan dari banyak komentator. Dengan demikian, Allah SWT memerintahkan orang-orang untuk adil dalam hubungan mereka; dan cara untuk melakukan ini adalah dengan mengikuti pesan-pesan yang mereka diberitahu, dan mematuhi apa yang mereka diperintahkan, karena apa yang dibawa adalah adalah kebenaran yang jelas.
Keamanan, keselamatan dan keadilan yang nyata diantara rakyat tidak akan tercapai kecuali di bawah naungan negara Khilafah kedua yang waktunya telah semakin dekat dan eranya telah muncul. Dengan sendirinya : darah, kehormatan dan harta benda akan dilindungi, dan orang-orang akan diadili secara adil. Ya Allah, kami memohon kepada Engkau untuk mempercepat berdirinya Khilafah, karena Engkaulah Sebaik Baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
 “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.(QS An- Nisa : 58 )
Sharif Zayed
Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Mesir
Minggu, 27 Jumada Il 1435 H
27/04/2014
No : PR 13/14
[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Negeri Darurat Pedofilia Selamatkan Dengan Syariah



[Al-Islam edisi 704, 2 Rajab 1435 H – 2 Mei 2014 M]
Kasus pedofilia yang sedang ramai disorot media di Jakarta International School (JIS) menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Namun tidak hanya di Jakarta, kasus serupa juga menimpa 11 pelajar di Medan, yang dilakukan oleh gurunya yang merupakan warga negara Singapura. Juga di Tenggarong, Kalimantan Timur, seorang guru melakukan sodomi kepada muridnya. Bahkan di tahun 2010 lalu, kasus pedofilia yang disertai kasus pembunuhan dan mutilasi menimpa empat belas anak jalanan di Jakarta. Pelakunya adalah Babe Baikuni yang dikenal dengan sebutan ‘Babe’. (voaindonesia.com, 29/4).

Sudah Darurat
Kasus kejahatan seksual terhadap anak sudah sampai tingkat darurat, sangat mengkhawatirkan.  Angkanya terus naik dari tahun ke tahun.
Komnas Anak mencatat, jenis kejahatan anak tertinggi sejak tahun 2007 adalah tindak sodomi terhadap anak. Dari 1.992 kasus kejahatan anak yang masuk ke Komnas Anak tahun itu, sebanyak 1.160 kasus atau 61,8 persen, adalah kasus sodomi anak (Kompas.com, 10/4/2008). Pada tahun 2009 ada 1.998 kekerasan meningkat pada tahun 2010 menjadi 2.335 kekerasan (tempointeraktif.com, 25/3/2011).
Menurut data laporan kepada Komnas Perlindungan Anak, pada tahun 2011 ada 2.509 laporan kekerasan dan 59% nya adalah kekerasan seksual. Dan pada tahun 2012 Komnas PA menerima 2.637 laporan yang 62% nya kekerasan seksual (bbc,18/1). Tahun 2013, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Bareskrim Mabes Polri mencatat sepanjang tahun 2013 sekurangnya terjadi 1600 kasus asusila mulai dari pencabulan hingga kekerasan fisik pada anak-anak.
Menurut ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (Senin, 28/4) situasi kejahatan seksual terhadap anak sudah sangat darurat. Berdasarkan laporan yang masuk ke Komnas Perlindungan Anak setiap hari, 60 persen merupakan kejahatan seksual terhadap anak.
Pelecehan seksual terhadap anak dapat mengakibatkan dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang, termasuk penyakit psikologis di kemudian hari. Dampak psikologis, emosional, fisik dan sosialnya meliputi depresi, gangguan stres pasca trauma, kegelisahan, gangguan makan, rasa rendah diri yang buruk, kekacauan kepribadian.  Juga menyebabkan terjadinya gangguan psikologis, gangguan syaraf, sakit kronis, perubahan perilaku seksual, masalah sekolah/belajar, dan masalah perilaku termasuk penyalahgunaan obat terlarang, perilaku menyakiti diri sendiri, kriminalitas ketika dewasa bahkan bunuh diri.
Juga ada dampak mengerikan lainnya yaitu siklus pedofilia, abused-abuser cycle. Ihshan Gumilar, peneliti dan dosen Psikologi Pengambilan Keputusan menjelaskan, yaitu berawal dari korban (abused) pelecehan seksual di masa kecil, lalu tumbuh dewasa jadi orang yang memakan korban (abuser). Orang yang jadi korban pelecehan seks saat kecil, saat dewasa akan berpikir melampiaskan seks dapat dilakukan pada anak kecil. Itulah yang terjadi pada ZA salah satu tersangka pelaku sodomi di JIS yang pada usia 14 tahun disodomi oleh William James Vahey, seorang pedofil buronan FBI yang pernah mengajar di JIS selama 10 tahun. Itulah siklus pedofil menghasilkan pedofil baru. (lihat, tribunnews.com, 28/4/2014).

Faktor Penyebab
Dr. Asrorun Niam Sholeh, Ketua Divisi Sosialisasi KPAI, menyebut beberapa faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual terhadap anak.  Pertama, faktor moralitas dan rendahnya internalisasi ajaran agama serta longgarnya pengawasan di level keluarga dan masyarakat. Kedua, faktor permisifitas dan abainya masyarakat terhadap potensi pelecehan seksual. Ketiga, faktor kegagapan budaya dimana tayangan sadisme, kekerasan, pornografi, dan berbagai jenis tayangan destruktif lainnya ditonton, namun minim proses penyaringan pemahaman. Keempat, faktor perhatian orang tua dan keluarga yang relatif longgar terhadap anaknya dalam memberikan nilai-nilai hidup yang bersifat mencegah kejahatan pelecehan seksual. (lihat, arrahmah.com, 26/2/2013).
Menurut Devi Rahmawati, Sosiolog Univeristas Indonesia (UI), munculnya tindakan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur banyak dipengaruhi oleh budaya asing yang masuk ke tanah air. Sementara itu, Pangamat Psikologi Universitas Indonesia (UI), Fitriani F Syahrul menegaskan penyimpangan sosial yang bisa jadi disebabkan oleh depresi yang kemudian menyebabkan rusaknya pola pikir para pelaku pelecehan terhadap anak-anak. Sedangkan kasus perceraian juga menjadi faktor lain penyebab perkosaan di dalam keluarga (lihat, jpnn.com, 17/4/2014).
Adapun Prof. Bambang Widodo Umar, kriminolog dari UI, faktor utama pelecehan seksual terhadap bocah karena adanya pergeseran nilai-nilai sosial di masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai etika, moral yang sebelumnya dipegang masyarakat sudah tidak lagi dianggap. Yaitu terjadi dekadensi moral. Selain itu, pemukiman padat penduduk kalangan menengah ke bawah juga menjadi salah satu faktor penyebab. Menurutnya, “Kita tidak bisa pisahkan tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan dengan gejala psikologis seseorang. Ini saling mempengaruhi” (lihat, beritasatu.com, 14/10/2013).
Semua faktor itu diperparah oleh hukuman bagi pelaku kekerasan seksual yang tidak bisa memberikan efek jera.  Pelaku tindak pencabulan anak di bawah umur umumnya akan dijerat Pasal 81 dan 82 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman antara 3 sampai 10 tahun penjara.  Sementara dalam KUHP, tindak pemerkosaan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.  Namun para hakim sangat jarang menjatuhkan hukuman maksimal. Karena itulah banyak pihak menuntut agar pelaku kekerasan seksual dihukum berat. Jika korbannya adalah anak-anak, banyak pihak menuntut agar pelakunya dihukum mati atau setidaknya penjara seumur hidup.
Dari semua itu, jelas bagi kita bahwa banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak atau kekerasan seksual secara umum dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan dan bukan hanya oleh faktor tunggal.  Semua faktor itu merupakan buah dari penerapan sistem dan ideologi sekuler liberal saat ini.

Selamatkan Dengan Syariah
Memberantas tindak pedofilia dan kekerasan seksual secara tuntas, dengan melihat beragam faktor penyebabnya itu, maka tidak bisa dilakukan secara parsial.  Akan tetapi hanya bisa dilakukan secara sistemis ideologis.  Hal itu tidak lain dengan menerapkan syariah islamiyah secara total melalui negara.
Secara mendasar, syariah Islam mengharuskan negara untuk senantiasa menanamkan akidah Islam dan membangun ketakwaan pada diri rakyat.  Negara pun juga berkewajiban menanamkan dan memahamkan nilai-nilai norma, moral, budaya, pemikiran dan sistem Islam kepada rakyat.  Hal itu ditempuh melalui semua sistem, terutama sistem pendidikan baik formal maupun non formal dengan beragam institusi, saluran dan sarana.  Dengan begitu, maka rakyat akan memiliki kendali internal yang menghalanginya dari tindakan kriminal termasuk kekerasan seksual dan pedofilia.  Dengan itu pula, rakyat bisa menyaring informasi, pemikiran dan budaya yang merusak.  Penanaman keimanan dan ketakwaan juga membuat masyarakat tidak didominasi oleh sikap hedonis, mengutamakan kepuasan materi dan jasmani.  Begitupun dengan semua itu rakyat banyak juga bisa terhindar dari pola hidup yang mengejar-ngejar dunia dan materi yang seringkali membuat orang lupa daratan, stres dan depresi yang membuatnya bersikap kalap.
Negara juga tidak akan membiarkan penyebaran pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat.  Sebaliknya di masyarakat akan ditanamkan kesopanan dan nilai-nilai luhur.
Disamping itu melalui penerapan sistem ekonomi Islam, jaminan pemenuhan kebutuhan pokok akan diberikan oleh negara melalui mekanisme syar’i. Setiap rakyat juga bisa mendapat peluang yang sama untuk mengakses berbagai pelayanan publik dan sumberdaya ekonomi.  Kekayaan juga akan bisa didistribusikan secara merata diantara rakyat.  Dengan itu maka faktor himpitan dan tekanan ekonomi menjadi minimal.
Ringkasnya, penerapan sistem Islam akan meminimalkan seminimal mungkin faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya kekerasan seksual, pedofilia, sodomi dan perilaku seksual menyimpang lainnya.  Namun jiak masih ada yang melakukannya, maka sistem ‘uqubat Islam akan menjadi benteng yang bisa melindungi masyarakat dari semua itu.  Hal itu dengan dijatuhkannya sanksi hukum yang berat yang bisa memberikan efek jera bagi pelaku kriminal dan mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa.  Pelaku pedofilia dalam bentuk sodomi akan dijatuhi hukuman mati.  Begitupun pelaku homoseksual.  Sehingga perilaku itu tidak akan menyebar di masyarakat.  Hukuman mati itu didasarkan kepada sabda Rasul saw:
« مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ »
“Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku (yang menyodomi) dan pasangannya (yang disodomi).” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi)

Ijmak sahabat juga menyatakan bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman mati, meski diantara para sahabat berbeda pendapat tentang cara hukuman mati itu. Hal itu tanpa dibedakan apakah pelaku sudah menikah (muhshan) atau belum pernah menikah (ghayr muhshan).
Jika kekerasan seksual itu bukan dalam bentuk sodomi (homoseksual) tetapi dalam bentuk perkosaan, maka pelakunya jika jika muhshan akan dirajam hingga mati, sedangkan jika ghayr muhshan akan dijilid seratus kali.  Jika pelecehan seksual tidak sampai tingkat itu, maka pelakunya akan dijatuhi sanksi ta’zir.  Bentuk dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad khalifah dan qadhi.

Wahai Kaum Muslimin
Dengan demikian, memberantas pedofilia dan menyelamatkan masyarakat dari kekerasan seksual termasuk kepada anak, jika serius harus dengan jalan mencampakkan ideologi dan sistem sekuler liberal demokrasi.  Berikutnya menerapkan syariah Islam secara total di bawah naungan sistem khilafah.  Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar Al Islam:

Anggota keluarga dan kerabat para tokoh politik diperkirakan akan membanjiri Dewan Perwakilan Rakyat sebagai wakil rakyat berdasarkan rekapitulasi suara sementara Pemilu 2014 tingkat daerah. (Tempo.co, 26/4)
  1. Sudah banyak bukti, demokrasi tidak bisa menghilangkan nepotisme, dinasti politik dan KKN.
  2. Lebih dari itu, demokrasi pasti menghasilkan persekongkolan penguasa-pengusaha.  Klaim demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat hanyalah bohong.  Yang ada sejatinya adalah dari rakyat kecil, oleh rakyat sedang untuk rakyat besar (pejabat dan kapitalis).  Demokrasi sejatinya adalah korporatokrasi.

[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Semua Capres Berpotensi jadi Boneka Asing

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyatakan semua calon presiden 2014 berpotensi menjadi boneka asing. “Saya fikir semuanya berpotensi menjadi boneka,” ungkapnya seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 127: Berebut jadi Presiden Boneka, Jum’at (2-15 Mei).
Menurutnya, sekarang capres yang menonjol hanya Prabowo, Jokowi, dan ARB, sedangkan yang lainnya tipis sekali bisa ikut pilpres 2014. “Nah, saya fikir ketiganya bisa jadi agen kepentingan asing,” tegasnya.
Sekarang saja, Prabowo atau Gerindra tidak sangat keras menolak penambahan waktu  sampai tahun 2040 eksploitasi Freeprot di Papua itu. “Apa reaksinya? Kita tidak lihat kan?” tanya Ray.
Menurut Ray, tidak boleh alasannya “kami kan partai kecil” atau tidak berkuasa. Tetapi yang dilihat adalah: “reaksi Anda seperti apa atau sikap Anda seperti apa”. Sikap itu kan harus dikomunikasikan kepada publik.
Kan tidak ada sekarang, misalnya, dengan cara yang sangat keras Gerindra meminta rapat dengar pendapat dengan warga Papua khususnya. Atau minta menteri ESDM datang ke DPR untuk ditanyaain mengapa ada isu Freeport mau diperpanjang masa operasinya. Atau masalah Ceremai yang pengelolaan panas buminya mau diserahkan kepada Chevron. Lagi-lagi Gerindra diam.
Artinya, kalau betul bukan boneka juga dengan artian harus mandiri, Prabowo dan Gerindra-nya harus memprotes keras kebijakan-kebijakan yang tidak mandiri itu. Persoalan protesnya didengar atau tidak itu soal lain. “Yang penting sikap Anda tegas. Tidak bisa hanya jargon saja,” tegas Ray.
Kalau Jokowi, menurut Ray hampir menolak bantuan dari ADB dan World Bank terhadap proyek pengerukan darurat Jakarta (JEDI). “Nah, kalau begitu tidak usah bantu,” begitu kira-kira penolakan Jokowi ketika melihat banyak syarat dan bunganya terlalu tinggi. “Namun World Bank dan ADB terus melobi akhirnya Jokowi setuju,” sesal Ray.
Sedangkan untuk ARB, Ray punya dua catatan khusus. Pertama, kalau publik ikut politik kemandirian. “Masalahnya kan dia adalah konglomerat!” bebernya.
Kedua, kalau publik meminta merevisi kontrak-kontrak sumber daya alam dengan negara-negara asing. “Lha dia kan juga main di situ (ikut mengeksploitasi sumber daya alam, red). Repot saya kalau mengharap beliau,” pungkasnya.
Ketika ditanya bagaimana dengan Wiranto, Ray menjawab: “Sudahlah, kita bicara yang kongkretlah (yang peluang jadi capres pemilu 2014 nya lebih besar, red).”[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ] 
loading...
Read more »

Para Buruh Telah Dibohongi Mengenai Keadaan Mereka Sendiri

item-thumbnail
Oleh: Shaykh Umar Ibrahim Vadillo

Pengangguran bukanlah akibat tenaga kerja manusia diganti oleh kehadiran mesin-mesin. Ini tidak benar.

Mesin memang bisa menggantikan kerja manusia, tetapi ini tidak membuktikan bahwa pengangguran terjadi akibat teknologisasi proses-proses produksi, kecuali jika kita menganggap bahwa satu-satunya cara untuk meraih pendapatan adalah dengan menjadi seorang pekerja yang bekerja demi upah. Dan ini pun tidak benar.

Sebelum anda menganggap bahwa bekerja adalah menjadi seorang pekerja, kita harus kaji lebih dahulu apa sebenarnya yang memaksa kita menjadi pekerja, sehingga kita tidak mampu memiliki usaha sendiri (berswakarya). Mengapa tidak kita ganti saja istilah “penganggur” (tuna-karya) menjadi "tuna-swakarya"?

Mengapa tiba-tiba khalayak digolongkan sebagai pekerja atau penganggur, padahal sejarah membuktikan bahwa di masa silam sebagian besar khalayak berswakarya? Benarkah biang keladi pengangguran adalah teknologisasi proses-proses produksi? Salah, di sinilah justru kebohongannya.

Riba adalah satu-satunya penyebab keadaan yang konon disebut sebagai "pengangguran", atau lebih tepat, ribalah satu-satunya penyebab musnahnya berkesempatan untuk berswakarya.
Inti sari bisnis dan usaha adalah perdagangan, yaitu membeli lalu menjual. Selama masih ada orang yang memiliki sesuatu, dan masih ada orang yang ingin memiliki sesuatu, perdagangan akan selalu ada. Perdagangan tidak akan berkurang dengan adanya mesin-mesin, karena mesin tidak memiliki barang dagangan, mesin hanya bisa dijadikan sebagai alat produksi atau untuk aneka kegunaan lain. Para pekerja dapat digantikan oleh mesin-mesin, tetapi pedagang tidak.

Perdagangan tidak bisa dimusnahkan oleh mesin-mesin, namun bisa punah dengan adanya bunga sistem perbankan, yang apapun istilah maupun jenisnya, tetap saja riba.
Tingkat suku bunga bank berfungsi sebagai rintangan yang akan mematikan setiap usaha yang berada di bawahnya.

Jika suku bunga bank adalah 10%, maka tak seorangpun akan menanam modal dalam proyek usaha baru apapun yang berancar-ancar akan berbagi hasil sejumlah 6% dari modal; dan bila anda sedang melangsungkan usaha dengan bagi hasil 6%, maka anda akan terpikat untuk melego saja usaha anda dan menimbun uangnya di bank. Dengan demikian setiap usaha yang berada di bawah suku bunga 10% itu akan punah.

Margaret Thatcher dan para pakar moneter menyebut hal itu sebagai "penyingkiran usaha-usaha yang tidak berdaya saing", demi meningkatkan "daya saing" negara. Namun mereka tidak menyatakan bahwa sebenarnya terdapat jauh lebih banyak usaha yang bisa dijalankan dengan keuntungan yang sangat kecil. Usaha yang bisa berkeuntungan besar hanya segelintir, yang lebih banyak adalah usaha-usaha berkeuntungan kecil. Dan sebagian besar usaha-usaha yang untungnya kecil itu adalah usaha kecil. Jadi sesungguhnya, fungsi suku bunga tadi adalah pemusnahan kesempatan hidup bagi mayoritas usaha kecil, demi peningkatan daya saing.
Jadi bagaimana mungkin pemusnahan usaha-usaha kecil bisa disebut sebagai “peningkatan daya saing”, padahal kita memahami bahwa lebih baik ada 20 usaha kecil, dibanding dengan hanya satu usaha yang 20 kali lipat lebih besar? Apalagi manajemen swakarsa tentu lebih luwes dibanding manajemen birokratis piramidis. Di sinilah perbedaan antara perusahaan swakarya dengan perusahaan raksasa. Hal ini pula yang seharusnya menjadi nilaih lebih pasar bebas dibanding komunisme.

Jadi tujuan mereka "meningkatkan daya saing" adalah, agar hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang bisa hidup, berkat raibnya gangguan dari usaha-usaha kecil pesaingnya, dan tentunya berkat berubahnya para pengusaha mandiri itu menjadi tenaga kerja murah dan rendah diri.

Dampak dari uang kertas yang dibuat seolah-olah ada nilainya dan tersedia dalam jumlah yang besar adalah: pembasmian usaha-usaha kecil. Tingkat suku bunga secara paksa telah merubah khalayak pengusaha mandiri menjadi pekerja-pekerja upahan yang sangat taat dan menghamba. Dan semua proses ini telah berlangsung selama berabad-abad.

Kini kita telah kembali mencapai puncak feodalisme baru. Socrates dengan tegas menyatakan bahwa upah itu khusus untuk para kacung dan budak. Kini kita semua telah dijadikan kacung dan budak. Terbebasnya masyarakat dari feodalisme abad pertengahan1 ditandai oleh kemerdekaan masyarakat untuk berswakarya atau untuk memilih bentuk pendapatannya sendiri. Hingga 150 tahun yang lalu, bekerja untuk orang lain masih dianggap sebagai sesuatu yang hina, yang hanya dilakukan secara sementara karena ditimpa krisis, atau terbatas dilakukan oleh mereka yang tak mampu mandiri. Dengan kehadiran bank-bank, keadaan itu dengan cepat berubah menjadi keadaan di mana khalayak mau tidak mau harus bekerja untuk orang lain, karena jika tidak mereka tak akan bisa memiliki apapun.

Awalnya, para bankir merekayasa 'kekuatan pasar' (melalui tingkat suku bunga) supaya manusia-manusia mandiri dijadikan "para pekerja" dan selanjutnya ketika suku bunga semakin didongkrak maka para pekerja pun menjadi penganggur. Dosanya bukan karena saya tidak bisa mendapat pekerjaan, namun karena saya telah dikutuk untuk bekerja bagi orang lain, karena saya tidak punya kesempatan secelah pun untuk berswausaha dan berswakarya, baik sendirian maupun, misalnya, bersama 50 orang lainnya.


TIMBULNYA SOSIALISME
Sosialisme lahir untuk memerangi keadaan yang mengerikan itu. Sosialisme pada masa awal kejadiannya, sama sekali berbeda dengan Sosialisme menurut anggapan kita kini, bukan saja berbeda bahkan bertentangan. David Ricardo (salah satu ekonom yang jadi panutan Karl Marx), menyatakan bahwa penyebab pengangguran adalah kehadiran mesin-mesin saat revolusi industri. Namun kaum sosialis tidak puas dengan kesimpulan itu.

Bakunin menetapkan bahwa sosialisme adalah "peruntuhan negara". Yaitu negara sebagai penyelenggara pemungutan pajak, yang hasilnya berperan mutlak demi pembayaran utang negara kepada bank-bank (sebagaimnaa yang kini terjadi), padalahl pajak merupakan perintang perdagangan.

Di Dresden, Richard Wagner merumuskan bahwa revolusi adalah "pemerintahan tanpa negara, dan perniagaan tanpa riba". Joseph Pierre Proudhon pun menuduh riba sebagai "biang kerok kelumpuhan industri".

Sosialisme merupakan perlawanan pada negara administratif dan pada bank-bank, demi menegakkan pemerintahan tanpa pajak-pajak, dan perdagangan tanpa bank-bank.

Pembajakan Atas Sosialisme
Karl Marx, cucu seorang rabbi Yahudi, di bawah penugasan Mr. Rotschild (atasannya dari freemason Inggris), membuat teori nilai tambah (surplus value) dengan menyelewengkan makna riba.

Dalam bahasa Ibrani (bahasa Yahudi), riba disebut tarbith, yang arti harfiahnya adalah peningkatan nilai. Dagang tidak sama dengan riba. Dagang adalah mendatangkan keuntungan dari membeli dan menjual, setidaknya ada dua transaksi yang terjadi. Riba adalah mengambil untung dari satu transaksi, menuntut lebih dari yang sedikit (contohnya membungakan uang).
Marx berkata bahwa perdagangan menciptakan nilai tambah (atau riba), sedangkan transaksi ribawi tidak akan menciptakan nilai tambah (riba). Seiring dengan itu Marx mengagungkan konsep Negara yang secara munafik disebutnya sebagai Worker's State (Negara Milik Para Pekerja), lalu dia pun meninggikan derajat sang pekerja upahan menjadi sesuatu yang sangat ideal dan bernilai kepahlawanan tinggi (bukannya sebagai keterpaksaan menjadi hamba negara dan hamba para bankir). Dengan pertolongan para freemason (The Fraternal Democrats – Persaudaraan Demokrat, the League of the Just –Liga Keadilan, dan lainnya), Karl Marx telah merampas revolusi Eropa milik Proudhon dan Bakunin, dan menjelmakannya menjadi kebalikannya.

Sosialisme modern bukanlah sosialisme (peruntuhan Negara), sosialisme modern adalah Marxisme.

Pengkhianatan Serikat Buruh-isme
Serikat Buruh-isme adalah menyerah pada kekacungan. Serikat-serikat Buruh tidak mempertanyakan mengapa kita harus menjadi budaknya upah, namun tujuan utama perjuangan mereka adalah demi meningkatkan upah para pekerja. Serikat Buruh tidak akan pernah menyelesaikan masalah pengangguran, karena mereka telah pasrah menerima tegaknya sistem perbankan yang telah mengutuk mereka jadi pekerja yang tidak akan pernah bisa berswausaha.

Jadi, bukannya berjuang demi khalayak kelas pekerja, Serikat Buruh-isme malah menjamin bahwa akan selalu tersedia khalayak kelas pekerja. Terpujilah Serikat-serikat Buruh, berkat perjuangan mereka kini orang-orang tidak lagi bekerja 12 jam sehari demi upah yang memprihatinkan (setidaknya begitulah nampaknya), walaupun yang sebenarnya dicapai oleh Serikat Buruh hanyalah kacung yang sedikit lebih ceria. Dengan melakukan itu, Serikat Buruh mencegah agar pokok masalah sebenarnya tidak digugat. Serikat Buruh-isme adalah pemberontakan para budak melawan para Majikan, seraya mengakui bahwa mereka tidak bisa menjadi Majikan. Andaikan pilihan semata wayang hanyalah pengangguran, tentu saja mempunyai pekerjaan menjadi penting. Namun hal ini tidak akan membuat semua orang ceria selamanya

Serikat Buruh-isme sama dengan Marxisme, tidak mengecam riba. Mereka mengabaikan kata ini. Berkat mereka sistem perbankan jadi lestari

Untuk menghilangkan sifat penghambaan kita pada dialektika menjadi pekerja atau menjadi penganggur, kita harus membasmi riba, artinya sistem perbankan harus dihapuskan. Selama kita masih bersama sistem perbankan, kita tak akan bisa mengelak dari kenyataan bahwa kita bekerja untuk orang lain, dan orang lain itu adalah: para bankir yang memiliki segalanya. Para bankir itu siap untuk menghukum para kacungnya dengan ancaman kehilangan pekerjaan dan hidup bergantung pada belas kasih negara. Ketakutan psikologis ini menyapu bersih kesempatan untuk berfikir bebas. Akhirnya yang ada adalah para kacung yang jauh lebih picik dibanding para majikannya. Mereka telah membuat khalayak takut pada perubahan sekecil apapun, karena takut kehilangan sesuap nasi yang telah dijanjikan.


Kita dicekoki bahwa inilah yang "praktis" itu. Walhasil, tak heran jika kita lihat betapa gigihnya para kacung membela sistem perbankan, walaupun mereka adalah salah seorang dari 90.000 warga (di Inggris) yang setiap tahun harus kehilangan rumahnya, gara-gara tidak bisa membayar jahatnya bunga cicilan. Perbankan sudah menjadi "agama" yang ortodoks, bahkan sudah menjadi sebuah tabu (pamali). Untung saja masih ada orang-orang yang tidak percaya pada “agama” ini dan ingin berbuat sesuatu untuk mengatasinya.


Lantas, Bagaimana caranya kita mencampakkan sistem perbankan?


Pertama, mari kita pahami dahulu bagaimana cara kerja bunga bank. Bank-bank itu berfungsi seolah penyebar ulang uang yang berasal dari simpanan kita. Mereka mendapatkan uang dari kita semua, lalu meminjamkannya pada orang lain. Mereka tidak meminjamkan uang tersebut kepada sesiapa yang paling jujur, atau kepada proyek usaha mana yang paling bermanfaat bagi masyarakat. Mereka tak peduli hal itu. Bank-bank hanya akan meminjamkan uang kepada sesiapa yang memiliki agunan yang memadai, tak peduli apapun tujuan usahanya. Boleh jadi usaha itu sangat bejat, namun asalkan anda punya agunan maka anda akan mendapatkan pinjaman. Sebaliknya, walau seseorang memiliki proyek yang sangat menjanjikan, bisa jadi tidak akan dapat pinjaman karena dia tidak mempunyai agunan yang memadai. Jelas ini bukanlah sistem terbaik bagi masyarakat. Sistem terbaik dan teradil bagi masyarakat adalah, jika sistem itu bisa menjamin bahwa modal milik masyarakat akan ditanamkan pada proyek-proyek terbaik, terlepas dari apakah si pengusaha itu kaya atau tidak. Dikatakan pada para pekerja: Kamu tidak boleh mengelola bisnis-bisnis besar, karena terus terang saja siapa sih kamu? Kamu tidak punya uang. Kamu hanya boleh bekerja demi upah. Maka tak heran jika berduyun-duyun pekerja lebih sungguh-sungguh membina hubungan suci mereka dengan bank, ketimbang hubungan mereka dengan agamanya, bahkan biasanya banklah yang menjadi keyakinan pegangan mereka. Adapun sistem adil yang disebutkan barusan, hanya bisa dicapai dengan penggunaan tertib kontrak gaya baru, yaitu kontrak-kontrak yang mengaitkan keuntungan bagi hasil investasi kepada kegiatan usaha itu sendiri, dan bukan kepada bunga.
Ketika bank-bank belum berdiri, kontrak-kontrak yang berlaku dalam perdagangan adalah kontrak-kontrak dari commenda dan perkongsian.


Commenda adalah kontrak peminjaman uang untuk usaha, dengan demikian akan ada untung atau rugi. Cara ini bertentangan dengan kontrak ribawi, di mana bank meminjamkan uang tanpa peduli kemungkinan kerugian usaha, bank hanya mau untungnya. Dalam kontrak ribawi, anda tidak menanam modal demi kepentingan usaha, melainkan demi keuntungan dari kontraknya saja. Bunga atas pinjaman sama dengan menyewakan uang, walaupun pada uang tidak ada "benda" yang bisa disewa. Bunga adalah mengeduk untung tanpa memberi manfaat apapun.


Bentuk kontrak lainnya adalah perkongsian. Inti sari perkongsian adalah pengalihan tanggung jawab atas barang/jasa kepada orang lain, dan orang lain pun melakukan hal yang sama kepada anda. Dalam pengalihan barang/jasa dari orang ke orang ini, kita akan menemukan dasar-dasar dalil yang revolusioner: membangun usaha tanpa perlu modal keuangan, artinya melakukan usaha tanpa harus memiliki modal atau memiliki usahanya. Ini adalah sesuatu yang tidak terpikirkan oleh manusia modern. Menakjubkan! Dahulu usaha-usaha biasa berlangsung tanpa bergantung pada modal. Perkara ini tidak ada kaitannya dengan sistem Bursa Saham yang busuk itu, melainkan berkaitan dengan pembentukan guilds sebagai badan-badan pemodal mandiri non formal, yang kini sudah dipunahkan oleh bank-bank. Kabar barunya adalah bahwa untuk menjadi pengusaha, anda tidak perlu jadi pemilik barang/jasa. Anda tidak memerlukan bank, yang anda perlukan adalah orang. Ini kabar buruk bagi bank-bank. Sistem sedemikian dapat berfungsi bila di antara kita ada sifat saling percaya. Dan sifat inilah yang menyebabkan kita dapat mandiri, hingga tak perlu bekerja demi upah. Sifat ini pula yang menjadi syarat hidupnya sistem commenda dan perkongsian. Dan semua ini adalah dasar-dasar bagi tegaknya pembaharuan dunia.

Bagaimanakah cara bank-bank menghapus sistem kontrak commenda, dan menggantinya dengan pinjaman berbunga? Dan bagaimana pula bank-bank dapat menjelmakan orang-orang yang bersyarikat dalam perkongsian menjadi orang-orang pengais upah?

Bank-bank menciptakan barang baru. Mereka ciptakan sistem uang kertas. Bahkan perbankanlah sistem uang kertas. Pada awalnya, kemampuan sistem ini cukup menakjubkan. Bank-bank dapat menarik 1000 pound emas dan kemudian meminjamkan 20 kali lipatnya; yaitu 20.000 pound dalam bentuk kertas, artinya menciptakan kredit dari nihil.

Pada masa itu, bank-bank (yang semuanya dikuasai oleh para Yahudi) diundang ke mana-mana di Eropa, karena mereka bisa mendatangkan uang dari nihil. Pada awalnya masyarakat terpesona, sebab mendadak di kota ada perputaran uang yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Usaha-usaha baru pun bermunculan di mana-mana. Bahkan bank menawarkan kertas-kertas yang bertuliskan angka-angka yang bernilai lebih tinggi dari emas yang hendak ditukarkan. 10 pound kertas diobral untuk ditukar 5 pound emas. Tak seorangpun bisa tahan godaan ini. Namun masalahnya, uang kertas itu bagaikan candu, efek pertamanya hebat lalu anda akan kecanduan. Dan beberapa tahun kemudian, ketika badai telah berlalu, baru khalayak sadar bahwa kini semua uang emas telah dikuasai oleh segelintir orang baru, sedangkan khalayak sisanya tidak lagi punya uang emas. Dan ketika khalayak menyerbu bank untuk menukarkan kembali lembaran-lembaran kertas itu dengan emas, diumumkanlah bahwa nilai uang kertas telah anjlok, bahwa mereka hanya bisa memperoleh emas senilai 1/100 dari nilai tertulis di kertas, atau pilih untuk terus memakai kertas-kertas itu. Khalayak telah ditipu. Kini, atas nama peradaban, proses yang sama pun sedang berlangsung di Nigeria utara. Mari kita tegaskan: Inflasi yang diakibatkan oleh pemaksaan satu alat tukar (yang dikendalikan oleh bank) adalah perampokan. Dan tidak mengijinkan khalayak untuk memilih alat tukarnya sendiri adalah penipuan.

Tingkat suku bunga perbankan telah membasmi usaha-usaha kecil. Mereka telah mengumpulkan lautan harta (uang-kredit) dan telah merekayasa penyalurannya hanya kepada perusahaan-perusahaan besar milik segelintir orang. Mereka tidak membuka kesempatan secelah pun bagi tumbuhnya perkongsian. Seluruh revolusi teknologi yang katanya demi manusia, telah dibajak oleh sistem perbankan dan dijelmakan jadi monster biadab.
Dahulu ketika Eropa sibuk menjajah, masalah perampokan abadi dengan menggembosi nilai uang kertas ini tidak terlalu mencemaskan khalayak, karena berhasil diredam oleh pasokan besar-besaran aneka jarahan dari koloni-koloni jajahan, sehingga mengesankan bahwa keadaan baik-baik saja. Akan tetapi begitu hutang koloni-koloni di Dunia Ketiga itu mencapai titik jenuhnya, artinya mereka sudah tidak bisa dijarahi lagi, maka bahaya laten sistem ribawi itu mulai bangkit menyusupi rumah mereka sendiri. Jadi di masa kini, bukan hanya Dunia Ketiga saja yang hidup tertekan ditimpa hutang abadi, khalayak di Dunia Pertama pun kini sudah hampir gila menghadapinya.

Kita semua telah dijadikan kacung oleh sistem perbankan, karena mereka memusnahkan kesempatan hidup usaha-usaha kecil, dan lebih-lebih lagi, mereka telah menjadikan kita sebagai penghutang-penghutang abadi. Gara-gara Negara berhutang, kita pun terlahir sebagai penghutang (bagaikan “dosa asal”), dan dengan kemampuan mereka memonopoli dan merekayasa kekuatan-kekuatan pasar, mereka menjamin bahwa semua upah yang akan mereka keluarkan untuk anda selama 20 tahun mendatang, akan tersedot kembali kepada mereka (para Majikan) karena anda membayar cicilan rumah yang harganya sudah dipompa berkali lipat. Kalau tidak mau begini, anda bisa menyewa rumah anda dan tak perlu punya apa-apa, cukup para Majikan saja yang memiliki segalanya, dan cukup anda saja yang bekerja.

Tentu ini adalah tawaran yang sangat busuk. Serikat-serikat Buruh tidak akan membela para pekerja. Mereka akan berusaha agar para pekerja masuk kerja terus. Semua partai politik adalah dagelan dan tak akan mampu benar-benar membawa pembaharuan bagi masyarakat, karena semua kebijakan mereka bergantung pada bank. Sebelum kita belajar untuk hidup tanpa bank-bank, kita akan terus menjadi kacung-kacungnya. Kepercayaan adalah ajang di mana kontrak-kontrak commenda dan perkongsian bisa berjaya lagi. Dan ajang itu hanya bisa digalang dengan menerapkan kontrak-kontrak usaha yang tidak bergantung pada bank, melainkan cukup pada wewenang seseorang yang mandiri dan mewakili khalayak. Dengan kata lain, kita harus menghidupkan kembali bentuk-bentuk wewenang tradisional yang bersifat lokal, misalnya seperti Kepala-kepala marga di Skotlandia, Kepala-kepala suku di Afrika, para Lendakari di lembah negeri Basque, Amir-amir di Arab, atau seperti kepala-kepala keluarga mafia di Sisilia. Kepemimpinan masyarakat yang kini dikuasai perbankan harus direbut kembali.

Jika kita sadar bahwa bank-bank telah menipu kita dan kita ingin terbebas darinya, maka kita harus mengalihkan tumpuan kepercayaan kita kepada pihak lain. Pada akhirnya sang pemimpin sebuah masyarakat harus bisa menjamin penyelenggaraan hukum-hukum dan dipenuhinya kontrak-kontrak, sehingga tumbuhlah saling percaya antar warga. Salah satu contoh ini adalah Mafia. Sayangnya, tinggal merekalah satu-satunya kaum di Eropa yang dapat membuat kontrak di antara mereka, dengan kepemahaman bahwa kontrak itu akan dipenuhi. Karena tak ada seorangpun yang berani berbuat keliru, dan khalayak Mafia punya rasa saling percaya yang sangat tinggi, dengan cara mereka sendiri yang tidak mungkin dilaksanakan di luar lingkaran mereka. Sayang, tinggal merekalah satu-satunya kaum di Eropa yang bisa mengejawantahkan kepemimpinan.

Unsur terpenting untuk terbebas dari tirani sistem moneter bank dan aneka praktek ribawinya, adalah dengan adanya pihak yang diberi wewenang secara lokal, yaitu dalam jangkauan masyarakatnya. Tanpa adanya pengemban amanah itu, banklah yang akan berwenang, yang akan mendikte langkah-langkah kebijakan semua bangsa, dan kita akan terkutuk jadi kacung-kacung upahan mereka. Jika anda ingin keluar dari perangkap ini, anda harus bergabung bersama mereka yang sepaham, pilihlah seorang pemimpin dan nyatakanlah diri anda merdeka dari jeratan riba. Di luar sana, banyak orang sedang melakukan hal yang sama.
Satu-satunya jalan keluar dari sistem ribawi adalah Islam. Karena hanya Islamlah yang menegakkan pemerintahan tanpa negara dan perniagaan tanpa riba. Zaman yahudi dan kristen telah kadaluwarsa. Hanyalah dengan memahami bahwa "tiada tuhan selain Allah", baru manusia bisa berhenti menyembah segala sesuatu yang fana – seperti negara, uang dan pekerjaan mereka – dan menjadi merdekalah mereka. Hanyalah dengan membenarkan bahwa “Muhammad ialah Utusan Allah”, baru akan tegak keadilan dalam transaksi. Pilih Islam atau Ekonomi, pilih Islam atau Sistem Perbankan, inilah keputusan yang harus diambil oleh setiap insan.

Islam adalah Pemerintahan tanpa negara dan Perdagangan tanpa riba!

[basyirahmedia.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Bayi Hasil Aborsi Dibakar di Pabrik Limbah di Oregon Untuk Hasilkan Listrik

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Kementerian Kesehatan British Columbia, AS, telah mengakui bahwa sisa-sisa  bayi yang dihancurkan oleh aborsi di fasilitas-fasilitas British Columbia berakhir di fasilitas limbah untuk menghasilkan listrik  di Amerika Serikat bagi warga Oregon. Departemen Kesehatan Provinsi mengatakan dalam sebuah email kepada BC Katolik bahwa “limbah biomedis” yang dikirim ke AS untuk dibakar termasuk “jaringan manusia, seperti pembedahan jaringan kanker, kaki yang diamputasi, dan jaringan janin.” “Kementerian memahami bahwa sebagian dibawa ke Oregon. Disana kemudian diinsenerasi (dibakar) di sebuah pabrik limbah untuk diubah menjadi energi,” kata email itu. (www.LifeSiteNews.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Menjilat Israel, Abbas Akui Kebenaran Holocaust

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Presiden Otoritas Nasional Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa apa yang terjadi pada orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II, atau apa yang dikenal dalam sejarah sebagai “Holocaust” adalah “kejahatan paling keji yang dikenal manusia era modern”. Ia menegaskan rasa simpatinya terhadap keluarga korban. Ia juga menyerukan pemerintah Israel pada kesempatan peringatan Holocaust untuk memilih opsi perdamaian dan solusi dua negara.
Kantor berita Palestina mengutip dari Abbas yang mengatakan ketika menjawab pertanyaan tentang peringatan “Holocaust” di sela-sela pertemuan dengan Rabbi Marc Schneier :  “Apa yang terjadi dengan orang-orang Yahudi dalam Holocaust adalah kejahatan paling keji yang dikenal manusia di era modern.” Bahkan ia menyatakan simpati dengan keluarga korban, dan sejumlah orang-orang tak bersalah lainnya yang dibantai oleh Nazi.
Abbas mengatakan bahwa Holocaust “terjemahan dari konsep rasisme atas dasar ras”. Ia menekankan bahwa hal ini ditolak oleh Palestina, bahkan Palestina tengah berjuang melawannya. Ia menambahkan: “Dunia harus memobilisasi semua potensinya untuk melawan rasisme dan kezaliman, dan kurangnya keadilan di dunia untuk menyelamatkan mereka yang terzalimi dan mereka yang tertindas, di mana pun mereka berada. Sementara bangsa Palestina yang masih tertindas dan kalah, serta kehilangan kebebasan dan perdamaian, adalah orang yang pertama menuntut untuk dihilangkannya ketidakadilan dan rasisme dari setiap orang yang mengalami kejahatan tersebut.”
Abbas mengatakan: “Dalam peringatan Holocaust yang menyakitkan ini, kami menyerukan pada pemerintah Israel untuk memanfaatkan kesempatan ini guna menciptakan perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan pada solusi dua negara, Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan.”
Pesan Abbas dalam memperingati Holocaust ini dibuat pada saat hubungannya dengan Israel mengalami kebuntuan yang sulit setelah pengumuman pemerintah Israel pada hari Kamis bahwa pemerintah Israel tidak akan pernah bernegosiasi dengan pemerintah Palestina yang didukung oleh Gerakan Perlawanan Islam “Hamas”. Sementara Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman menuduh Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas sedang menjalankan apa yang ia sebut “terorisme politik” (arabic.cnn.com/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »
Home
loading...