6.100 Milisi Rakyat Abyan Turunkan Senjata, Berhenti Bantu Pemerintah Yaman Perangi Al Qaeda

+ResistNews Blog - Komite Rakyat di Provinsi Abyan yang memiliki pasukan milisi kuat sebanyak lebih dari 6.000 orang menyatakan diri berhenti untuk ikut andil dalam membantu program rezim pemerintah Yaman memerangi Tandzim al Qaeda di Semenanjung Arab.

Dikutip dari Yemen Times, Kamis (10/4/2014) langkah tersebut muncul di tengah-tengah derasnya kritik anggota komite tersebut atas kelambanan gerak pemerintah di Abyan.

Komite Rakyat adalah milisi lokal yang didirikan pada tahun 2011 untuk mendukung militer dalam perang melawan al Qaeda. Para anggota Komite menjadi penjaga pos pemeriksaan yang tersebar di seluruh Provinsi Abyan.

Rezim pemerintah Yaman berkali-kali menjanjikan bantuan persenjataan bagi Komite Rakyat beserta Milisi Kabilh Suku di Abyan jika ikut membantu Militer memerangi al Qaeda dan menjaga Abyan agar tak jatuh ke tangan Mujahidin.

Namun sudah hampir 4 tahun berlalu, Komite Rakyat merasa dimanfaatkan dan tidak dihargai lantaran berjuang sendirian. Mereka tak diberikan balasan atas jerih payahnya, sebaliknya hasil cucuran keringat bahkan tetesan darah mereka dinikmati oleh rezim Yaman yang korup.

Dalam rilisnya baru-baru ini, Komite Rakyat menuntut agar pemerintah Yaman mengambil alih kantor-kantor keamanan dan pos-pos pemeriksaan di Abyan. Lebih lanjut menyatakan, tak akan lagi mengurusi keamanan wilayah tersebut, jika al Qaeda datang menyerang dan menguasainya.

“Kami menyatakan bahwa kami tidak lagi bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Provinsi tersebut. Pernyataan ini telah diterbitkan setelah ditandatangani oleh semua pemimpin Komite Rakyat di Abyan,” kata pernyataan itu .

Ali Aeeda , juru bicara untuk Komite Rakyat, mengatakan bahwa para pemimpin komite bertemu pada Jum’at pekan lalu untuk membahas masalah tersebut .

Menurut Aeeda , perwakilan komite bertemu Selasa (8/4/2014) dengan otoritas keamanan di kantor Gubernur, tetapi pemerintah tidak meresponnya tuntutan mereka dengan serius.[shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...