Akidah Liberal dalam Nasionalisme, Negara Didahulukan daripada Islam

+ResistNews Blog - Mendahulukan negara daripada agama, demikian salah satu ciri-ciri tentang nasionalisme yang disampaikan tokoh liberal. Dalam peluncuran buku Maarif Institut untuk mendukung nasionalisme dan menahan sikap yang dinilai sebagai radikalisme, Profesor Azyumardi Azra menyebut bahwa negara lebih didahulukan daripada Islam.

“Kita pertama kali lahir sebagai orang Indonesia, bukan orang Muslim, Kristen, atau apa pun agamanya,” ujar Azyumardi pada Selasa kemarin (08/04/2014). ”Kebangsaan merupakan hal yang tidak pernah selesai, sehingga harus terus ditanamkan,” tegas tokoh liberal di UIN Syarif Hidayatullah ini.

Pada saat itu, Maarif Institute meluncurkan buku yang dimaksudkan untuk membendung sikap militansi muslim yang mereka sebut sebagai radikalisme. ”Nilai nasionalisme meluntur di generasi muda. Hal itu ditambah pula dengan semakin menguatnya radikalisme dam sektarianisme di kalangan mereka,” kata Direktur Program MAARIF Institute Muhammad Abdullah Darraz.

“Di beberapa SMU negeri, sepak terjang kelompok radikal yang berupaya memperlemah nilai kebhinekaan dan nasionalisme semakin terbuka dilakukan melalui ekstrakurikuler keagamaan di sekolah,” kata Darraz.[antara&beritasatu/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...