Melihat Mayat, Salah Satu Sebab Stress Tentara AS di Irak dan Afghan

+ResistNews Blog - Data tentang stress yang dialami prajurit AS di invasi Irak dan Afghanistan pada 2003 yang dipublikasikan tahun 2014, menunjukkan bahwa 95 persen prajurit yang mengalami gangguan jiwa pernah melihat mayat. Dalam data ini, melihat mayat dikategorikan sebagai penyebab tekanan jiwa.

Peneilitan juga menunjukkan bahwa tentara yang bertugas di Irak beresiko mengalami gangguan jiwa PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) ketimbang dengan mereka yang bertugas menginvasi Afghanistan. Perlu diketahui bahwa empat tentara yang tewas di Fort Hood, Rabu kemarin, kesemuanya merupakan alumni Irak.

Statistik menunjukkan bahwa 11 persen prajurit AS di Afghanistan mengalami PTSD. Jumlah persentase ini hampir separuh dari tentara penderita PTSD yang bertugas di invasi Irak, 20 persen.



Belum jelas mengapa persentase PTSD sedemikian tingginya di Irak. Apakah karena belum bisa disimpulkan, atau hasil diagnosa perbedaan ini memang tidak dipublikasikan.

Yang jelas meski memiliki persenjataan yang lebih mutakhir di Irak, mujahidin Al-Qaidah dalam amaliyat irhab dan qitalnya memang lebih berapi-api. Bahkan keberapi-apian ini dipandang oleh beberapa kalangan sebagai kesalahan, seperti yang dilakukan Syaikh Al-Maqdisi.

Tentunya data ini harus bisa memacu umat Islam untuk tidak mengalami kepengecutan seperti halnya pasukan Amerika Serikat. Tuntutan jihad fii sabilillah harus dipersiapkan sedemikian rupa agar kader-kader jihad tidak menjadi pengecut, seperti mengalami stress hanya karena melihat jasad yang tak bernyawa.[wash-post/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...