Pemerintah Brunei Tunda Penerapan Hukum Islam

+ResistNews Blog - SALAH satu negara mayoritas Muslim, Brunei Darussalam dikabarkan telah menunda penerapan hukum Islam yang berat bagi pelaku kriminal. Rencananya penerapan hukum Islam ini akan dimulai pada Selasa (23/4/2014).
Menurut laporan kantor berita BBC pada Rabu (23/4/2014), pemerintah Brunei pada Oktober 2013 lalu, berencana akan memberlakukan hukuman sesuai syariat Islam termasuk hukuman rajam atau hukuman mati dengan cara dilempar batu bagi pelaku zina dan potong tangan bagi pencuri.
Asisten Direktur Unit Hukum Islam, Jauyah Zaini mengatakan penundaan dilakukan karena “Situasi yang tidak dapat dihindari.”
Tidak disebutkan kapan hukuman tersebut akan diberlakukan, tetapi seorang pejabat mengatakan kepada media lokal bahwa undang-undang akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.
Dibandingkan negara mayoritas Muslim di kawasan Asia Tenggara lainnya, Brunei telah menjalankan sejumlah hukum Islam yang lebih ketat dibandingkan Malaysia dan Indonesia, dengan melarang penjualan dan konsumsi alkohol.
Ketika mengumumkan kebijakan tersebut tahun lalu, Sultan Hassanal Bolkiah, yang merupakan pimpinan tertinggi negara ‘termakmur’ tersebut menyatakan bahwa aturan itu merupakan “Bagian dari sejarah besar bangsa Brunei.” [islampos/bbc/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...