Rezim As Sa’ad Suriah Runtuh, Iran Juga Runtuh



+ResistNews Blog - Kenapa Iran dan militan syiah Hisbolah mati-matian membela rezim diktator As Sa’ad di Suriah akhirnya terbongkar. Melalui mulut pejabat tinggi Iran, alasan tersebut terbongkar ke publik.

Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Gholam Ali Rashid, mengatakan bahwa negaranya mendukung Suriah tanpa batas karena Suriah merupakan garda terdepan untuk mempertahankan Revolusi Iran dan Republik Iran. Dia mengingatkan bahwa pada jatuhnya rezim di Suriah itu berarti awal dari penyerangan terhadap Iran, dan menyeretnya menuju perang terbuka yang tidak terkirakan.

Rashid mengatakan bahwa pembentukan ”kekuatan pertahanan nasional” di Suriah datang atas dasar rekomendasi dari komandan Qods Force, Mayor Jenderal Qassem Soleimani dan di bawah pengawasan unit yang terletak di wilayah Suriah untuk memberikan nasihat kepada rezim Assad .

“Pasukan pertahanan nasional” berkontribusi untuk kemenangan lapangan dan mengamankan tempat-tempat sensitif yang sangat mirip dengan kekuatan relawan besar ”al-Basij” dari Garda Revolusi Iran, dan mengambil pengalamannya selama perang dengan Irak.

Pejabat Iran dalam sebuah pidato di kota, ”Dezful”, barat daya Iran, berbicara pada ulang tahun perebutan kota dari pasukan Irak dalam hari-hari ini pada tahun 1982 setelah dimasukinya pada awal perang September 1980, dia mengatakan: ”telah terbentuk Angkatan Pertahanan Nasional di Suriah, Hal ini mirip dengan pasukan al-Basij berdasarkan rekomendasi dari pasukan Qud.”

Pasukan al-Quds adalah lengan Luar bagi Pengawal Revolusi Iran, yang mana Iran telah mengerahkan beberapa unit, hari Kamis untuk pertama kalinya, di sepanjang perbatasan dengan Pakistan untuk melakukan operasi menargetkan gerakan ‘ Jaisy al-Adl suku Balochi yang Sunni yang dekat dengan al-Qaedah dan melacaknya di Pakistan jika perlu.

Wakil dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menegaskan : ”Tidak ada keraguan bahwa setelah jatuhnya Bashar al – Assad, akan difokuskan pada Lebanon dan Hizbullah, kemudian mereka datang ke Irak yang diperintah oleh pemerintah Syiah.”

Pejabat Iran menambahkan bahwa rezim Suriah memiliki beberapa kelemahan dalam pemerintahan Partai Baath, dan pelanggaran (kejahatan) pemerintah Suriah itulah yang membantu menguatkan perlawanan.

Selain Hizbolah Lebanon, kekuatan Garda Revolusi mengajukan bantuan kepada kelompok ”Ashaib Ahlul Haqq” milik Syiah Irak, ” yang mengirimkan militan Syiah Irak ke Suriah untuk berperang bersama pasukan As Sa’ad dan ” kekuatan pertahanan nasional” dalam menghadapi Mujahidin Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA). (alrashead.net/kompasislam.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...