Semua Capres Berpotensi jadi Boneka Asing

+ResistNews Blog - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyatakan semua calon presiden 2014 berpotensi menjadi boneka asing. “Saya fikir semuanya berpotensi menjadi boneka,” ungkapnya seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 127: Berebut jadi Presiden Boneka, Jum’at (2-15 Mei).
Menurutnya, sekarang capres yang menonjol hanya Prabowo, Jokowi, dan ARB, sedangkan yang lainnya tipis sekali bisa ikut pilpres 2014. “Nah, saya fikir ketiganya bisa jadi agen kepentingan asing,” tegasnya.
Sekarang saja, Prabowo atau Gerindra tidak sangat keras menolak penambahan waktu  sampai tahun 2040 eksploitasi Freeprot di Papua itu. “Apa reaksinya? Kita tidak lihat kan?” tanya Ray.
Menurut Ray, tidak boleh alasannya “kami kan partai kecil” atau tidak berkuasa. Tetapi yang dilihat adalah: “reaksi Anda seperti apa atau sikap Anda seperti apa”. Sikap itu kan harus dikomunikasikan kepada publik.
Kan tidak ada sekarang, misalnya, dengan cara yang sangat keras Gerindra meminta rapat dengar pendapat dengan warga Papua khususnya. Atau minta menteri ESDM datang ke DPR untuk ditanyaain mengapa ada isu Freeport mau diperpanjang masa operasinya. Atau masalah Ceremai yang pengelolaan panas buminya mau diserahkan kepada Chevron. Lagi-lagi Gerindra diam.
Artinya, kalau betul bukan boneka juga dengan artian harus mandiri, Prabowo dan Gerindra-nya harus memprotes keras kebijakan-kebijakan yang tidak mandiri itu. Persoalan protesnya didengar atau tidak itu soal lain. “Yang penting sikap Anda tegas. Tidak bisa hanya jargon saja,” tegas Ray.
Kalau Jokowi, menurut Ray hampir menolak bantuan dari ADB dan World Bank terhadap proyek pengerukan darurat Jakarta (JEDI). “Nah, kalau begitu tidak usah bantu,” begitu kira-kira penolakan Jokowi ketika melihat banyak syarat dan bunganya terlalu tinggi. “Namun World Bank dan ADB terus melobi akhirnya Jokowi setuju,” sesal Ray.
Sedangkan untuk ARB, Ray punya dua catatan khusus. Pertama, kalau publik ikut politik kemandirian. “Masalahnya kan dia adalah konglomerat!” bebernya.
Kedua, kalau publik meminta merevisi kontrak-kontrak sumber daya alam dengan negara-negara asing. “Lha dia kan juga main di situ (ikut mengeksploitasi sumber daya alam, red). Repot saya kalau mengharap beliau,” pungkasnya.
Ketika ditanya bagaimana dengan Wiranto, Ray menjawab: “Sudahlah, kita bicara yang kongkretlah (yang peluang jadi capres pemilu 2014 nya lebih besar, red).”[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ] 

No comments

Post a Comment

Home
loading...