Masirah HT Palestina di Hebron (11)

Ulama adalah orang-orang yang benar-benar hanya takut kepada Allah swt semata.  Ketakutannya yang besar kepada Allah, ia refleksikan dalam bentuk melaksanakan semua perintah Allah swt dan RasulNya; di antaranya adalah perintah untuk menegakkan kembali Syariah dan Khilafah Islamiyyah.
Para alim ulama dari generasi salaf maupun khalaf telah sepakat bahwa menegakkan Khilafah Islamiyyah merupakan kewajiban penting di dalam Islam.  Al-‘Allamah al-Imam Ibnu al-Haitamiy Asy Syafi’i rahimahullah ta’ala menyatakan di dalam Kitab Ash Shawaa`iq al-Muhriqahjuz 1, hal. 25 :
اِعْلَمْ أَيْضًا أَنَّ الصَّحَابَةَ رِضْوَانُ اللهِ تَعَالىَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ أَجْمَعُوْا عَلَى أَنَّ نَصْبَ اْلإِمَامِ بَعْدَ اِنْقِرَاضِ زَمَنِ النُّبُوَّةِ وَاجِبٌ بَلْ جَعَلُوْهُ أَهَمَّ الْوَاجِبَاتِ حَيْثُ اشْتَغَلُوْا بِهِ عَنْ دَفْنِ رَسُوْلِ اللهِ وَاخْتِلاَفُهُمْ فِي التَّعْيِيْنِ لاَ يَقْدِحُ فِي اْلإِجْمَاعِ الْمَذْكُوْرِ
“Ketahuilah juga; sesungguhnya seluruh shahabat telah sepakat bahwasanya mengangkat seorang Imam setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan kewajiban tersebut sebagai kewajiban yang paling penting.  Sebab, mereka lebih menyibukkan diri dengan kewajiban tersebut daripada kewajiban menyelenggarakan jenazah Rasulullah saw….”[‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitamiy, Ash Shawaa'iqul Muhriqah, Juz 1, hal. 25]
Di dalam Kitab Wa Lillaahi al-Asmaa’ al-HusnaSyaikh al-Jalil rahimahullah menuturkan, bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Imam Asy Sya’bi rahimahullah, “Wahai orang alim!”.  Imam Asy Sya’biy ra pun menukas, “Orang yang alim adalah orang yang hanya takut kepada Allah swt”.   Di dalam kitab yang sama, juga diceritakan bahwasanya seorang shahabat pilihan, Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata:
كفى بخشية الله علمًا، وكفى بالاغترار بالله جهلاً.
“Cukuplah dengan takut kepada Allah swt seseorang disebut ‘alim, dan cukuplah orang membangkang kepada Allah swt disebut orang-orang yang pandir”.
Seorang tabi’ut tabi’iin terkemuka Abu Hayyan at-Taimiy ra pernah menyatakan:
« العلماء ثلاثة : عالم بالله ، وعالم بأمر الله ، وعالم بالله وبأمر الله ، فأما العالم بالله : فهو الذي يخاف الله ، ولا يعلم السنة ، وأما العالم بأمر الله : فهو الذي يعلم السنة ، ولا يخاف الله ، وأما العالم بالله وبأمر الله : فهو الذي يعلم السنة ، ويخاف الله ، فذلك الذي يدعى عظيما في ملكوت السموات »
“Ulama itu ada 3 macam; pertama, ‘aalimun billahi (mengetahui Allah), kedua, ‘aalimun biamrillah (mengetahui perintah Allah), ketiga; ‘aalimun billahi wa biamrillah (mengetahui Allah dan perintah Allah).  Adapun ‘aalimun billah (mengetahui Allah) adalah orang yang takut kepada Allah namun tidak mengetahui sunnah.  Adapun ‘aalimun bi amrillah adalah orang yang mengetahui sunnah tetapi tidak takut kepada Allah.  Sedangkan ‘aalimun billahi wa amrillah adalah orang yang mengetahui sunnah dan takut kepada Allah swt.  Itulah orang yang disebut-sebut dengan penuh kebesaran di kerajaan langit”. [Al-Imam Al-Hafidz As Suyuthiy Asy Syafi’iy, Al-Durr al-Mantsuur, Juz 7, hal. 20]
Atas dasar itu, ulama adalah mereka yang dengan ilmunya ia benar-benar takut hanya kepada Allah swt.  Sebaliknya, barangsiapa menolak bahkan membangkang terhadap kewajiban menegakkan Syariah dan Khilafah, sesungguhnya ia tidak layak disebut ulama, walaupun ia digelari dengan sebutan ulama. (hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog )



إن الخلافة قادمة والعدل معها، عدل تحيى به الأرض بعد موتها، والخير لديها ينبت به الزرع ويدر به الضرع، سيستبدل وجه الأرض بعد جدبها وستنبت الرجال وتحتضن القادة وتعلو راية العقاب خفاقة على الروابي، تظلل الجيوش الزاحفة نحو المشارق فتعيدها إلى حضن أمها، إلى دمشق أو بغداد أو استانبول بل إلى القدس عقر دارها، وإلى المغارب فتزدهي بلبوس العزة والسيادة وتنفتح أبواب أوربا ليدخلها طارق بن زياد ثانية من بابها الغربي، ويشق محمد الفاتح طريقه ثانية من بابها الشرقي، وتأتي الخلافة الأرض تنقصها من أطرافها ويصدق وعد الله وتتحقق بشارة رسول الله وستبدو مواقف كبيرة ويسجل التاريخ ما سجله بالأمس عندما تسلم قيصر الروم هرقل كتاب محمد صلى الله عليه وسلم يدعوه فيه إلى الإسلام، قرأه فأقر بالهزيمة قائلاً: والله ليملكن ما تحت قدميّ هاتين، وغادر وهو يردد (سلام عليك يا سوريا سلام لا لقاء بعده).
Sungguh Khilafah datang membawa keadilan. Keadilan yang menghidupkan kembali bumi sesudah matinya. Sedang kebaikan yang dimilikinya akan menumbuhkan tanaman, serta mengalirkan susu. Sehingga bumi yang sebelumnya gersang akan berubah menjadi bumi yang menumbuhkan para tokoh, mencetak para pemimpin, mengibarkan benderaal-uqab di atas kebesarannya, menaungi tentara yang bergerak menuju Timur lalu mengembalikannya ke pangkuan ibunya, yaitu ke Damaskus, Baghdad atau Istanbul, bahkan ke Al-Quds pusat negara Khilafah; juga bergerak menuju Barat lalu membekalinya dengan pakaian kemuliaan dan kedaulatan, membuka pintu Eropa agar Tariq bin Ziyad memasukinya kembali melalui pintunya yang di barat, dan Muhammad al-Fatih kembali membelah jalannya melalui pintunya yang di timur, sehingga Khilafah datang di seluruh penjuru bumi, membenarkan janji Allah, merealisasikan kabar gembira dari Rasulullah, akan memperlihatkan sebuah konstelasi besar, membuat catatan sejarah yang pernah dicatatnya kemarin ketika Caesar Romawi Heraclius menerima surat dari Muhammad saw yang berisi seruan untuk masuk Islam. Setelah membacanya, ia meyakini kekalahan dengan mengatakan: “Demi Allah, ia benar-benar akan memiliki apa yang ada di bawah kedua kakiku ini”. Kemudian ia pergi, dan ia pun berulang kali mengucapkan “Semoga kesejahteraan menyertaimu, wahai Suriah; kesejahteraan yang tidak ditemukan sesudahnya”.
وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَن يَكُونَ قَرِيبًا
Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: ‘Kapan itu (akan terjadi)?’ Katakanlah: ‘Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat’.” (QS. Al-Isra’ [17] : 51).
[hizb-ut-tahrir.info/ +ResistNews Blog ]

+ResistNews Blog - SEORANG pejabat Israel dilaporkan telah mengungkapkan penangkapan seorang pemimpin Hamas bulan lalu, pada Kamis (29/5/2014). Ia ditangkap atas tuduhan telah menduduki posisi senior dalam kelompok di luar wilayah Palestina.
“Shin Bet telah menangkap seorang pemimpin senior Hamas yang mengungkapkan rincian kegiatan dan operasi Hamas,” ujar Ofir Gendleman, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menulis di akun Facebook-nya .
Gendleman menambahkan bahwa Shin Bet, badan intelijen internal Israel, telah menangkap Mahmud Tuama pada April 2014 lalu. Ia mencatat bahwa pria itu telah berada di Arab Saudi sejak tahun 1970 dan bahwa ia bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1983. Kemudian ia pun bergabung dengan Hamas pada tahun 1987 atas dasar membantu gerakan perlawanan Palestina.
“Tuama ditangkap saat ia mencoba untuk menyeberangi jembatan Allenby, yang menghubungkan Tepi Barat dengan Yordania,” kata Gendleman.
Gendleman menambahkan bahwa setelah interogasi, Tuama telah menjadi anggota umum dewan syura Hamas, yang dipimpin oleh pemimpin Hamas, Khalid Misyal.
Gendleman menuduh Tuama telah mengirim dana ke sebuah Gerakan Islam di Israel, yang dituduh sebagai bagian dari Hamas, untuk mempromosikan tujuan-tujuan dan kegiatan perlawanan di Yerusalem. [islampos/wb/ +ResistNews Blog ]

+ResistNews Blog - DI HADAPAN 60 puluh peserta pesantren kilat di pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Ketua Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengingatkan mereka uuntuk cermat melihat pelbagai macam aliran di dalam Islam. Pasalnya, tidak semua aliran mengaku sebagai bagian Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Di depan peserta yang baru lulus sekolah tingkat atas ini, Yusuf menyebut sekurangnya tiga aliran yang jelas tidak mengaku sebagai Ahlussunnah. Mereka adalah Syi’ah, Khawarij, dan Mu’tazilah.

“Ahlussunah adalah aliran yang diikuti mayoritas umat Islam dunia sejak dari dulu hingga saat ini. sementara ada beberapa aliran yang jelas bukan bagian dari Ahlussunah di antaranya Syiah, Khawarij, dan Mu’tazilah,” demikian Yusuf, Rabu (28/5).Syi’ah, Khawarij, dan Mu’tazilah tidak digolongkan berpaham Suni karena penyebutan mereka sendiri. Syi’ah mengkritik para sahabat yang kemudian menyebut pihaknya sebagai Syi’ah Ali dan Ahlul Bait.

Sedangkan Khawarij menyempal dari para sahabat dan menyebut dirinya As-Syurat. Mereka menyebut pihaknya sebagai Ahlul ‘Adli wat Tauhid. Jadi, tegas Yusuf, ketiganya tidak menyebut dirinya sebagai Ahlussunnah.

Ia mengatakan, warga NU mesti yakin terhadap kebenaran aliran Ahlussunnah yang diikuti mayoritas ulama dan umat Islam. Karena, mata rantai keilmuannya jelas, dan madzhab fikihnya terkodifikasi dengan baik di samping cara berpikirnya moderat.

“Contohnya dalam hal takdir. Jabariyah serba pasrah. Semuanya dari Allah tanpa ikhtiar. Qadariyah juga ekstrem. Semuanya adalah peran manusia yang menihilkan Allah. Ahlusunnah menengahi pandangan ekstrem itu dengan adanya ikhtiar dan kasb. Karenanya manusia tidak dipaksa dalam ikhtiar itu meskipun tidak lepas dari ilmu, iradah, dan qudrah Allah,” ujarnya seperti dikutip situs resmi NU.

Pesantren kilat ini berlangsung hingga Senin 16 Juni ke depan. Materi nonakademik ini diisi dengan materi penguatan Ahlussunah Wal Jamaah yang diberikan selama dua pekan sejak pukul 07.30 hingga 08.30 kecuali Sabtu dan Ahad. 

Pematerinya berasal dari pengurus Aswaja NU Center seperti ustadz Abdul Majid, ustadz Mujiono Zaini, ustadz Syamsul Ma’arif, dan ustadz Rahmat Hidayat. [Islampos/ +ResistNews Blog ]



Daulah Islam Iraq dan Syam

Wilayah Ninawa

Tanggal 30 Rajab 1435 H l No : 31

Ghozwah (Pertempuran) Tsa’ro Fallujah (Pembalasan untuk Fallujah) yang Penuh Berkah Jilid 2



Segala puji hanya milik Allah Rabb Semesta Alam, pemilik kebenaran yang nyata (jelas), yang memerintahkan Jihad serta mengangkat derajat para Mujahidin. Kami memuji Rabb kami, kami mengucapkan syukur kepadaNya atas Nikmat yang terlihat (nampak) maupun tersembunyi. Kami bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Allah Yang Esa (Tunggal) tidak ada sekutu bagiNya, Maha Kuat lagi perkasa. Kami bersaksi bahwa Nabi kami Muhammad adalahhambaNya, utusanNya yang benar (jujur) lagi terpercaya.

Allah ta’ala berfirman,“Wahai orang-orang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang (ada) disekitar, hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari-mu (kalian). Ketahuilah oleh kalian bahwa Allah bersama orang-orang bertaqwa.”(AtTaubah 123)

Tsumma amma ba’du.

Sebagaimana arahan dari petinggi-petinggi kami, petinggi Daulah Islam di Iraq dan Syam -semoga Allah menguatkan mereka- dalam muatan Rangkaian Peperangan {Masuklah kalian lewat pintu-pintu itu} dan juga sebagai bentuk pembelaan untuk saudara-saudara kami di Fallujah alIslam.

Beberapa dari saudara-saudara Mujahidin di wilayah Ninawa alMubarokah, bangkit melakukan RangkaianAmaliyyah Jihad penuh berkah pada tanggal 29 Rajab 1435 H.

Aksi kami dimulai dengan operasi Detasemen Intellijen Khusus Mujahidin berhasil mengikuti lima prajurit Shofawiy dan membersihkan (mengeksekusi mati) mereka di kawasan Halela, Mosul.

Pada kesempatan lain setelahnya, berkumpul pasukan yang tergabung dari aparat Kepolisian dan Intelijen disuatu tempat.Lalu seorang ksatria pencari syahid, bernama Abu Layth at Tunisi –taqobbalahullah- melancarkan aksi penyerangan In-ghimas, menaiki sebuah bom mobil yang menceraiberaikan perkumpulan musuh dan mencabik-cabik jasad mereka.

Tewas terbunuh dalam serangan tersebut, seorang Asisten Kepala Militer, Kolonel Hussain dan Mayor Jendral Thalal alJarjariy beserta sejumlah Komandan Militer.

Lalu Mujahidin berhasil menghancurkan tiga buah mobil Hummer bersamaan denganaksi penyerangan terhadap Benteng Tentara Shofawiy dan meledakkannya.Detasemen khusus Mujahidin juga berhasil menawan seorang begundal di jalan, setelahnya menyisir jalan dan meledakkan sebuah mobil untuk menunda gerakan kaum murtaddin.

Kemudian setelah kejadian tersebut berdatanganlah pasukan musuh, Mujahidin menyambutnya dengan meledakkan mereka Tewaslah para perwira Militer berpangkat Letnan dari Lembaga Kepolisian Federal Iraq beserta tiga anggota polisi lainnya. Bagi Allah-lah pujian dan sanjungan.

Inilah roda kemenangan, pertolongan serta perolehan Ummat ini, yang tidak akan berhenti, bahkan akan senantiasa eksis berjalan di atas jalan Jihad sampai Allah menghendakinya dengan sebuah kemenangan dan pertolongan.

Roda ini digerakkan olehcucuran darah para Syuhada dan jasad/tubuh para pelindung Dienullah, keletihan dan pengorbanan orang-orang shalih dan orang-orang bertaqwa.

Allah berfirman.“Sesungguhnya Kami akan menolong Rosul-Rosul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampil-nya para saksi (hari kiamat).” (Ghoofir 51)

Atas izin Allah, rangkaian peperangan yang penuh barokah ini tidak akan berhenti, dengannya akan menyejukkan pandangan orang-orang yang bertauhid sampai Allah memenuhi janjiNya atau binasa selainnya.

Orang-orang dzolim itu akan mengetahui kemanakah mereka akan berpijak (terombang-ambing/terjungkir).

Daulah Islam Iraq dan Syam

Kantor Media Wilayah Ninawa





Penerjemah: Zahid Tasikistaniy

Dipublikasikan terjemahannya oleh Shoutussalam Islamic Media/ +ResistNews Blog 


+ResistNews Blog - Selama beberapa minggu terakhir, Harokah Shabaab al Mujahidin gencar menyerang kekuatan militer negara-negara penjajah Somalia dengan pengeboman dan menyerang perbatasan Kenya, peledakan bom di Djibouti, dan kali ini menggempur aparat keamanan Ethiopia.

Dilaporkan setidaknya 40 Polisi Ethiopia tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Mujahdin al Shabaab di desa Aato, yang terletak di perbatasan Somalia-Ethiopia di wilayah Bakol. Lansir kantor berita lokal Somalia, Harar24.

Serangan terjadi pada Selasa pagi (27/5/2014) menargetkan Markas Kepolisian Liyuu, Ethiopia yang berujung pada kontak senjata sengit antara al Shabaab dan Polisi Liyuu.

Komisaris Kepolisian yang bertanggung jawab atas desa Aato menuturkan setidaknya 40 orang tewas dalam serangan tersebut.

Belum ada tanggapan resmi dari para komandan al Shabaab, namun stasiun Radio al Andalus yang berafiliasi kelompok Jihadis Somalia tersebut, mengklaim bahwa mereka berhasil menewaskan 35 unsur keamanan Ethiopia dan mengambil 20 senjata sebagai ghonimah rampasan perang.

Aksi-aksi penyerangan di dalam negara-negara sekitar Somalia ini merupakan serangan balasan al Shabaab atas keterlibatan negara-negara anggota Uni Afrika itu mengerahkan bala tentaranya mengagresi Mujahidin dan kaum Muslimin.

Pasukan Ethiopia sendiri lemcarkan invasi ke Somalia di beberapa provinsi dan menduduki beberapa kota. [harar24/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Orang Yahudi, walau jumlahnya sangat sedikit di dunia ini, ternyata sekarang ini sudah cukup menyebar di beberapa negara. Di mana paling banyak?

Di negara mana orang-orang Yahudi di luar Israel, yang jumlahnya paling banyak? Dan bagaimana dampaknya? Selama ini banyak yang tidak memiliki data dan mengetahui peta demografis orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Dan, nampaknya jumlah keberadaan orang-orang Yahudi itu, jumlah mereka, sebanding lurus dengan pengaruh mereka didalam berbagai bidang kehidupan.

Data-data ini dapat memberikan sebuah gambaran yang mendalam pada tingkat kebijakan setiap negara, yang berkaitan dengan politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, budaya dan ilmu pengetahuan, teknologi-informasi, dan bahkan bidang pertanian.

Semakin banyak jumlah orang Yahudi di sebuah negara, semakin kuat pengaruhnya terhadap aspek-aspek kebijakan pemerintahan di sebuah negara. Ini sudah menjadi fakta yang sifatnya umum.

Negara-negara yang jumlahnya penduduk Yahudi cukup banyak, maka negara itu sudah betul-betul berada dalam ‘genggaman’ golongan Yahudi.

Karena, mereka membangun jaringan yang sangat kuat, berdasarkan hubungan darah (ras), ideologi (agama), dan kepercayaan atau mitos bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan ‘Tuhan’.

Inilah gambaran peta demografis orang-orang Yahudi di seluruh dunia, setidaknya data ini, memuat sepuluh negara, yang paling banyak penduduknya orang Yahudi :

Tentu, yang pertama Israel, yang jumlah penduduknya 5.313.800 (40% dari total populasi Yahudi dunia). Di luar Israel, sepuluh negara yang jumlah Yahudinya paling banyak adalah : Amerika jumlah Yahudi 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi dunia), Perancis jumlah Yahudi 491.000 jiwa (3.8% dari total populasi Yahudi dunia), Canada jumlah Yahudi 373.000 jiwa (2.9% dari total populasi Yahudi dunia), Inggris jumlah Yahudi 297.000 jiwa (2.3% dari total populasi Yahudi dunia), Rusia 228.000 jiwa (1.7% dari total populasi Yahudi dunia), Argentina jumlah Yahudi 184.000 jiwa (1.4% dari total populasi Yahudi dunia), German jumlah Yahudi 118.000 jiwa (0,9% dari total populasi Yahudi dunia), Australia jumlah Yahudi 103 jiwa (0,8% dari total populasi Yahudi dunia), dan Brazil jumlah Yahudi 96.000 jiwa (0,7% dari total populasi Yahudi dunia).

Dari data ini golongan Yahudi yang paling banyak diluar Israel, yaitu di Amerika yang jumlahnya mencapai 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi Yahudi dunia), maka Amerika sebagai negara ‘super power’, yang mempunyai pengaruh secara global, baik dibidang ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, dan berdampak sangat luas.

Di Amerika yang sangat terkenal adanya ‘lobby’ Yahudi, yang sangat berpengaruh seperti AIPAC dan JAC, yang semuanya mempengaruhi kehidupan nasional Amerika.

Jadi dengan jumlah golongan Yahudi yang banyak, dan sudah masuk dalam seluruh lembaga publik yang ada di Amerika, maka melihat kondisi seperti ini, betapa Amerika sekarang ini, para pemimpin Israel sudah menganggap Amerika sebagai tanah air mereka.

Dan, Israel dengan mudah mendiktekan kebijakannya terhadap negara dan pemerintah Amerika.

Selain itu, beberapa negara Eropa yang sangat strategis yaitu ‘Trioka’, Perancis, Inggris dan Jerman, terdapat populasi Yahudi yang besar (lihat jumlah daftar Yahudi). Disamping Rusia yang sejak zamannya Tzar, orang-orang Yahudi sudah mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan politik Rusia. Bahkan, sebagian pemimpin politik dan ideolog Partai Komunis Rusia adalah Yahudi. Seperti Karl Marx, Lenin, Stalin dan lainnya. Bahkan, sekarang orang terkaya kedua di Rusia, Roman Abromovich, yang memiliki club sepakbola Chelsea, tak lain, adalah Yahudi.

Semua negara Barat, yang tergabung dalam kelompok G.8 (Kelompok Negara Industri), di negara mereka masing-masing terdapat jumlah Yahudi yang banyak, dan umumnya mereka mempunyai pengaruh yang sangat penting. Namun, semuanya yang menjadi ‘episentrum’ (pusatnya) adalah di Tel Aviv. Sedangkan, negara-negara lainnya, seperti Amerika, Perancis, Canada, Inggris, Rusia, dan Jerman, mereka hanya menjadi ‘proxi’ (tangan) Israel.

Lihat dalam kasus konflik di Timur Tengah, sejak hadirnya Israel di tahun 1948, sampai perang 1956, 1967, 1973, agresi Israel di Lebanon 1982, perang di Lebanon Lebanon Selatan 2006, dan terakhir agresi Israel ke Gaza, semua menggunakan ‘proxy’, negara yang sudah dibawah bayang-bayang Israel. Sampai kapan keadaan ini dapat berubah? Terutama terhadap penjajahan rakyat Palestina? (KNRP/sbb/dakwatuna/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - PRESIDEN AS Barack Obama mengumumkan pada hari Selasa (26/5/2014) bahwa ia akan segera mengakhiri perang terpanjang Amerika Serikat di Afghanistan dengan menarik mundur semua tentara AS dari negeri Mullah itu pada akhir tahun mendatang.
Dalam perjanjian dengan pemerintah Afghanistan, AS akan mengakhiri misi perang mereka di Afghanistan pada akhir 2014, kata Obama pada konferensi pers di Gedung Putih.
Namun, pada 2015, hanya akan ada sekitar 9.800 anggota militer AS di berbagai bagian Afghanistan bersama dengan sekutu NATO dan mitra lainnya, katanya.
“Afghanistan akan sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengamankan negara mereka,” katanya. “Tentara Amerika akan berperan sebagai penasihat saja. Kami tidak akan lagi melakukan patroli ke kota-kota, atau gunung dan lembah di Afghanistan. Itu adalah tugas rakyat Afghanistan.”
Obama menekankan bahwa mereka terbuka untuk bekerja sama dengan Afghanistan setelah 2014 melatih pasukan Afghanistan, dan mendukung operasi kontraterorisme melawan sisa-sisa Al-Qaidah.
“Satu tahun kemudian, pada akhir 2016, kami akan menarik militer kami dari Kabul, seperti yang kami lakukan di Irak,” kata Obama.
Presiden AS juga menggarisbawahi bahwa mereka akan tetap berkomitmen untuk Afghanistan yang berdaulat, aman, stabil dan bersatu. Amerika, menurut Obama, akan terus mendukung upaya-upaya yang dipimpin Afghanistan untuk mempromosikan perdamaian di dalam negeri sendiri. [islampos/anadolu/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - BERAPA kali dalam setahun Anda jatuh sakit? Sehat, bagi orang Islam, merupakan akumulasi beberapa hal; cukup tidur, makanan yang baik, olahraga teratur, dan menjauhi maksiat—selain juga mendekatkan diri dengan Allah SWT. Menurut banyak riwayat, Rasululllah Muhammad SAW hanya sakit selama satu hari dalam hidupnya, yaitu ketika menjelang wafatnya beliau. Ada juga yang meriwayatkan, Beliau SAW sakit dua kali.
Selidik punya selidik, Rasul ternyata mempunyai setidaknya tujuh kebiasaan yang selalu beliau tuinaikan dalam kesehariannya.
1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yang mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah.
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB.
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman,” (HR Muslim).
3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih).
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung
5. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatanjiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT
7. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
So, berminat hidup sehat sepanjang tahun? Coba resep Rasul ini. [islampos/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Afiliasi Al-Qaidah di Suriah, Jabhah Nushrah (JN), baru-baru ini mengumumkan pembentukan sebuah institusi untuk produksi dan pengembangan senjata perang. Kelompok pejuang Islam pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani itu menyeru kepada seluruh kaum muslimin untuk bergabung, demi mengatasi ‘kelangkaan’ senjata yang dialami mujahidin.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada Sabtu (24/5) lalu melalui akun twitter resminya, JN menegaskan bahwa ini merupakan usaha para mujahidin untuk meletakkan dasar-dasar industri militer dalam bentuk nyata. Institusi ini diharapkan menjadi satu-satunya lembaga yang konsen dalam pengembangan senjata dan 100% dikendalikan mujahidin.
Dalam pernyataan yang dinukil oleh harian Al-Quds Al-Arabi pada Ahad (25/5), mereka menyeru kepada seluruh kaum muslimin yang tidak memiliki kesempatan terjun langsung ke medan jihad Suriah untuk ikut andil dalam melayani jihad dan mujahidin, yaitu dengan berkontribusi pemikiran dalam proyek besar ini.
“Seruan ini kami tujukan kepada seluruh umat Islam di segala bidang dan keahlian, bahkan bagi siapa saja yang tidak memiliki keahlian. Yang pandai harus mengajari yang belum mengetahui. Marikah bergabung dengan pemikiran, pengalaman dan keahlian kalian dalam proyek ini,” seru pernyataan tersebut.
JN menjelaskan bahwa proyek ini digulirkan setelah melihat dukungan penuh yang diberikan oleh sekutu-sekutu sesama kaum takfiri Syiah dari rezim thoghut Bashar Assad dengan berbagai senjata. Sementara pejuang Islam berjuang sendirian dengan senjata-senjata yang dihasilkan dari rampasan perang.
Dengan proyek ini, diharapkan para mujahidin dapat memproduksi senjata sendiri, tanpa bergantung pada pihak lain. Sehingga perjuangan rakyat Suriah sampai detik ini tidak dituduh ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan asing. [antiliberalnews.com/ +ResistNews Blog ]



Beberapa waktu lalu media massa ribut tentang penculikan wanita dan anak-anak yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Boko Haram, di Nigeria. Sejuta hujatan dan kecaman diarahkan kepada kelompok yang ditengarai berafiliasi dengan Al-Qaidah itu.
Kini, kiblat.net mulai menemukan titik terang setelah syubhat seputar Boko Haram ini dihembuskan. Sebuah wawancara dengan anggota kelompok itu menguak sedikit demi sedikit tentang siapa sebenarnya kelompok tersebut; siapa yang menyematkan istilah Boko Haram kepada mereka, dan mengapa; benarkah mereka menculik wanita dan anak-anak, apa alasannya? Bagaimana manhaj perjuangan kelompok tersebut, dan, benarkah rumor yang mengatakan pendiri gerakan ini adalah seorang penganut Syiah?
Mari kita sibak sosok sebenarnya Jamaah Ahlus Sunnah lid-Dakwah wal Jihad ini. Berikut wawancara salah seorang anggotanya yang diterjemahkan dari jihadology.net:
Bismillah dan segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas nabi dan utusan yang mulai, Amma Ba’du:
Di tengah penyimpangan media terhadap mujahidin di negara yang disebut Nigeria, dan di saat kampanye brutal yang digulirkan para murtadin untuk menyerang mereka (mujahidin) dan demi menolong Salibis Barat. Juga, di tengah kelemahan media yang melanda medan Jihad di negara yang disebut Nigeria, dan kita harus mengetahui dan menyelamatkan mujahidin dan umatnya dari jurang kehancuran, maka kami memutuskan mewawancarai saudara Abu Sumayyah dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.
Berikut wawancara sesi pertama:
P: Sebelumnya, mungkin bisa memperkenalkan diri anda?
J: Saya saudara kalian, Abu Sumayyah an-Nigeri dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad
P: Kenapa mereka memanggil kalian dengan nama ‘Boko Haram’?
J: Pemerintah Nigeria dan orang-orang yang menyelisihi manhaj kami lah yang memberikan nama itu. Nama kelompok kami sebenarnya adalah Jam’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.
P: Kenapa mereka menamakan kalian demikian?
J: Mereka menjuluki kami dengan nama ini (Boko Haram) karena kami melarang anak-anak muslim bersekolah di sekolah-sekolah Nasrani yang ada di negara kami. Karena, di dalamnya diajarkan pembatal-pembatal keislaman dan perkara-perkara lainnya yang menyelisihi pemahaman Islam kami serta menghancurkan dasar-dasar agama.
P: Berikan contoh dari apa yang anda katakan tadi…
J: Anak-anak kaum muslimin mempelajari teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari Kera, dan tidak ada kehidupan akhirat dan Hisab. Jika meninggal, nyawa (ruh) manusia akan berpindah ke tubuh yang lain. Mereka diajari kesucian Salib dan slogan-slogan agama Kristen. Dan juga, antara wanita dan laki-laki bercampur dan perbuatan senonoh menyebar di antara mereka. Kami melarang belajar di tempat-tempat seperti itu.
P: Apakah wanita-wanita yang anda culik dari sekolah-sekolah itu?
J: Iya, mereka adalah para pengikut Nasrani.
P: Apa tujuan menculik wanita-wanita dari sekolah tersebut?
J: Kami memiliki istri-istri dan anak-anak perempuan di tangan pemerintah. Kehormatan dan tubuh mereka dilecehkan. Tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka dan kami ingin menyelamatkan mereka.
P: Kembali ke permasalahan awal, siapa pendiri kelompok ini?
J: Syaikh Muhammad Yusuf rahimahullah
P: Jelaskan sedikit biografi beliau kepada kami!
J: Beliau adalah Syaikh Muhammad bin Yusuf dari suku Borno dan menikah dengan empat istri serta memiliki 21 anak laki-laki dan perempuan. Beliau terbunuh pada umur 40 tahun. Beliau berkembang di sekolah Islami dan berguru kepada para ulama Nigeria di Meidaguri, seperti Syaikh Aba Aji Waquni Qabjan dan Syaikh Jakfar rahimahullah, yang telah mengajarkan ilmu tafsir kepadanya dan ulama-ulama ternama lainnya. Beliau tidak berhenti belajar pada satu Syaikh, sampai mendapatkan rekomendasi untuk mengajarkan apa yang dipelajarinya dari Syaikh tersebut.
P: Menurut kabar yang beredar, Syaikh Muhammad bin Yusuf adalah seorang pengikut Syiah yang bertaubat dan kembali ke madzhab Ahlu Sunnah?
J: Ini adalah kabar bohong dan berita mengada-ada yang dihembuskan oleh musuh-musuh kelompok Islam. Padahal, mereka paham betul bahwa beliau tumbuh dan berkembang di Nigeria, dan tidak pernah keluar dari negara itu kecuali hanya satu kali untuk menunaikan ibadah haji dan Umrah, itu pun beliau segera kembali ke Nigeria. Di suku Borno dan para ulamanya tidak ditemukan ajaran Syiah sedikitpun. Mereka mengetahui hal ini dan mengetahui akidah Syaikh Muhammad Yusuf.
P: Bagaimana manhaj dan akidah beliau?
J: Beliau di atas akidah dan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah dengan pemahaman Salafus Shalih, baik dalam perkataan, perbuatan serta keyakinan. Oleh karenanya, kelompoknya dinamakan dengan Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal jihad. Beliau juga telah mengarang kitab yang diberi judul ‘Inilah Akidah Kami’ yang berisi keyakinan dan manhaj yang beliau anut. Jika Allah menghendaki, kita akan menelaah bersama kitab beliau, Insyallah.
P: Sebagian orang menuduh kalian adalah Khawarij?
J: Kami bukan Khawarij. Kami berlepas diri atas nama Allah dari manhaj Khawarij. Kami tidak mengkafirkan seorang Muslim karena dosa besar selama ia tidak menghalalkannya, atau mengingkari sesuatu yang sudah jelas dalam agama, sebelum menegakkan hujah atasnya dan terpenuhi syarat-syarat kekafiran. Atau, ia melakukan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keislaman, yang telah dijelaskan oleh ulama bahwa perbuatan itu membatalkan agama. Kami juga berpegang atas apa yang disyaratkan ulama dalam mengkafirkan individu, dari menegakkan hujjah dan melihat penghalang-penghalang kekafiran.
P: Bagaimana kalian menyikapi Demokrasi dan dewan perundang-undangan yang menciptakan undang-undang yang menyelisihi Islam?
J: Ini termasuk dari salah satu pembatal keislaman, dan kami berpendapat ini kufur terhadap Allah azza wa jalla. Karena, hakikat demokrasi adalah hukum rakyat untuk rakyat, padahal Allah berfirman; ‘sesunguhnya hukum hanyalah milik Allah’
P: Bagaimana pendapat kalian tentang Amerika Serikat, piagam-piagamnya dan perkantoran-perkantorannya, seperti bank internasional dan pengadilan internasional?
J: Kami berlepas diri atas nama Allah dari semua itu dan kami memandangnya sebagai pembatal keislaman.
P: Apa yang diperjuangkan Syaikh Muhammad Yusuf dari dakwahnya?
J: Beliau berusaha membangun agama, akidah, ilmu dan militer umat Islam sehingga mereka siap melaksanakan kewajiban dakwah dan jihad di jalan Allah demi menegakkan kalimat Allah dan menegakkan Syariat ar-Rahman di bumi ini.
P: Mengapa beliau dibunuh pemerintah?
J: Karena mereka paham ‘bahaya’ dakwah beliau. Selain mengajarkan agama, beliau juga mengumpulkan senjata dan mendorong putra-putra umat Islam untuk berjihad dan memerangi bid’ah, kemungkaran, sihir dan tukang sulap. Atas dasar itu, pemerintah memusuhinya dan ingin sekali menghabisi beliau. Syaikh Muhammad Yusuf juga beberapa kali mendekam di penjara. Beliau pernah menawarkan Syariat Islam dan negara Islam kepada pemerintah, namun tawaran itu ditolak kemudian mereka sangat ingin membunuh beliau.
P: Apakah perjuangan (Jihad) kalian saat ini untuk membalaskan dendam Syaikh kalian atau untuk menegakkan Syariat Islam?
J: Awalnya, kami menyiapkan serangkaian persiapan untuk berjihad dan kami membangunnya dalam kurun waktu 13 tahun untuk membentuk kaum muslimin supaya siap berjihad. Akan tetapi, takdir Allah memaksa kami mendeklarasikan jihad lebih cepat setelah berjalannya waktu tujuh tahun, tepatnya ketika Syaikh dan banyak ulama serta para penuntut ilmu kami dibunuh. Sejak itu, program dakwah kami terhenti dan tiada jalan lain bagi kami kecuali mendeklarasikan Jihad, maka kami berkumpul di bawah komando Syaikh Abu Bakar Shekew hafidzahullah.
P: Apakah kalian siap ikut serta dalam negosiasi dengan pemerintah untuk berhenti dari Jihad?
J: Tidak, kecuali mereka menyerah dan menegakkan Syariat Islam, atau kami mati demi membela itu. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]


[Dr. M. Rahmat Kurnia; DPP Hizbut Tahrir Indonesia]
Kehidupan saat ini sedang terguncang. Saat ini kita memerlu-kan model kehidupan yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Setelah Komunisme hancur dan Kapitalisme sedang sakaratul maut, satu-satunya alternatif adalah kembalinya peradaban Islam.
Secara historis, peradaban Islam merupakan peradaban yang melebihi peradaban lain.  Peradaban Islam memimpin dunia selama 12 abad.  Bandingkan dengan Uni Sovyet dengan ideologi Komunismenya yang hanya berkuasa 84 tahun; juga AS dan Barat dengan ideologi Kapitalismenya yang sudah sekarat sekalipun baru 1,5 abad.
Secara, syar’i Khilafah sebagai wujud kepemimpinan Islam untuk membangkitkan peradaban manusia sudah menjadi opini mulai dari Timur hingga Barat.  Barat pun mengetahui hal ini.  Mantan Presiden AS George Bush mengatakan dengan nada sinis bahwa orang-orang yang hendak mewujudkan kembali Khilafah sebagai orang-orang yang ingin: “…establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Khilafah, where all would be ruled according to their hateful ideology… This Khilafah would be a totalitarian Islamic empire encompassing all current and former Muslim lands, stretching from Europe to North Africa, the Middle East and Southeast Asia.”1
Pada faktanya, sejarah justru mencatat bahwa apa yang ia sebut sebagai ‘a totalitarian Islamic empire’ merupakan peradaban yang memimpin dunia selama belasan abad.
Peradaban Emas di Bawah Naungan Khilafah
1.         Kesejahteraan.
Umar bin al-Khaththab ra., saat menjadi khalifah, memberikan bantuan dari Baitul Mal untuk membantu masyarakat yang terserang penyakit lepra di jalan menuju Syam.  Khalifah Walid bin Abdul Malik secara khusus menyisihkan bantuan kepada masyarakat yang terkena penyakit lepra.  Tindakan serupa dilakukan oleh para khalifah dan wali (gubernur).  Bani Ibnu Thulun di Mesir memiliki masjid yang dilengkapi dengan tempat mencuci tangan, lemari penyimpan obat-obatan dan minuman dan dokter yang mengobati secara gratis.2
Perdagangan pun berkembang.  Berbagai komoditi peralatan militer, gula, tekstil, dan kertas diekspor dari Khilafah.  Industri tekstil utama terdiri dari wol, sutra, katun, dan linen.  Industri tekstil saat itu laksana industri kendaraan bermotor dan handphone pada saat ini.   Industri besi dan kaca juga berkembang.  Gordon (2005) menggambarkan hal ini: “…growth of regional and trans-regional trade, and of urban manufacturing, produced new level of prosperity across the city landscape.”3
Najeebabadi (2001) mengungkapkan bahwa pada masa Khilafah Harun al-Rasyid, surplus anggaran negara sebesar 900 juta dinar emas.4  Pada saat sekarang, nilai ini setara dengan Rp 1.912,5 triliun (asumsi harga emas Rp 500.000/gram). Ini jumlah yang luar biasa.   APBN Indonesia tahun 2013 saja sebesar Rp 1.683 triliun.
Kesejahteraan ini bukan hanya dinikmati oleh Muslim, melainkan juga oleh non-Muslim.  Bloom and Blair menggambarkan betapa tinggi standar hidup warga Khilafah dengan mengatakan: “In the Islamic lands, not only Muslims but also Christians and Jews enjoyed a good life. They dressed in fine clothing, had fine houses in splendid cities serviced by paved streets, running water and sewers, and dined on spiced delicacies served on Chinese porcelains.”
Kualitas kehidupan di kota Kairo digambarkan dengan narasi indah: “In the midst of the houses in New Cairo are gardens and orchards watered by wells. In the sultan’s harem are the most beautiful gardens imaginable. Waterwheels have been constructed to irrigate these gardens. There are trees planted and pleasure parks built even on roofs…These houses are so magnificent and fine that you would think that they were made of jewel…”5
2. Pendidikan.
Sepanjang perjalanan Khilafah pendidikan mendapatkan perhatian besar.
Pada masa kekhilafahan sekolah tinggi Islam dilengkapi dengan diwan (auditorium, gedung pertemuan), asrama pelajar/mahasiswa, perumahan dosen dan ulama. Sekolah-sekolah itu juga dilengkapi dengan kamar mandi, dapur, ruang makan, dan taman rekreasi.  Di antara sekolah tinggi terpenting adalah Madrasah Nizhamiyah dan Madrasah al-Mustanshiriyah di Baghdad, Madrasah al-Nuriyah di Damaskus, serta Madrasah an-Nashiriyah di Kairo.  Madrasah al-Mustanshiriyah, misalnya, didirikan oleh Khalifah al-Mustanir pada abad ke-6 Hijriah.  Sekolah ini memiliki auditorium dan perpustakaan yang dipenuhi oleh berbagai buku untuk keperluan belajar mengajar. Sekolah ini juga dilengkapi dengan pemandian dan rumah sakit.  Ad-Dimsyaqi mengisahkan dari al-Wadliyah bin Ataha’ bahwa Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. memberikan gaji kepada tiga orang guru yang mengajar anak-anak di kota Madinah masing-masing sebesar 15 dinar setiap bulan (1 dinar = 4,25 gram emas).  Artinya, 63,75 gram perbulan.  Kalau diuangkan (dengan asumsi 1 gram emas seharga Rp 500.000), gaji mereka sebesar Rp 31.875.000.
Islam tidak membuat dikotomi antara sains teknologi dengan ilmu akhirat.   Khilafah banyak mengeluarkan investasi untuk pendidikan dan penelitian.  Institusi-institusi tertinggi (dikenal: madrasah) didirikan sejak abad ke-11 di semua kota besar.  Kurikulum mencakup ilmu-ilmu Islam tentang al-Quran dan hadis, sebagai dasar bagi ilmu-ilmu alam seperti matematika, kedokteran, geometri, astronomi, seni dan bahasa Arab.  Para alumninya banyak berkarir dalam profesi beragam termasuk guru, dosen, dan posisi pemerintahan.  Hal ini menjadikan Khilafah mampu menghasilkan banyak pribadi-pribadi besar dan kemajuan ilmu.  Banyak penemuan diperoleh pada masa Khilafah.  Armstrong (2002) mencatat, “Muslim scholars made more scientific discoveries during this time than in the whole of previously recorded history.”6
Di antara para ilmuwan besar yang dilahirkan Khilafah adalah al-Khawarizmi (matematika), Ibn al-Haitsam (“Bapak Optik”), Ibn al-Nafis (fisikawan), Ibn Sina (fisikawan/kedokteran), Ibnu Hazm (filosof), Ibn Khaldun (sejarahwan dan sosiolog), al-Ghazzali (teolois), Jabir Ibnu Hayyan (“Bapak Kimia) dan ar-Razi (ahli kimia).  Banyak lagi para ilmuwan besar lainnya yang lahir pada masa Khilafah.  Ilmu pengetahuan yang disumbangkan oleh Khilafah melalui para ilmuwannya bukan sekadar bermanfaat bagi warganya, melainkan juga bagi seluruh dunia.  Tidak mengherankan apabila Wiet (1971) menyatakan: “People of the west should publicly express their gratitude to the scholars of the Abbasid period, who were known and appreciated in Europe during the Middle Ages.”7
3.  Non-Muslim Dilindungi.
Non-Muslim yang menjadi warga Khilafah dilindungi.  Pernah ada kejadian tindak kezaliman yang dilakukan oleh anak gubernur, Amru bin Ash, di Mesir pada masa Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab ra. Khalifah Umar segera memanggil Gubernur dan anaknya.  Dalam persidangan, anak Gubernur mengaku bahwa ia mencambuk anak Qibthi yang beragama Nasrani.  Sesuai dengan hukum acara pidana Islam, Khalifah memberikan pilihan kepada korban, apakah membalas cambuk (qishash) ataukah menerima ganti rugi (diyat) atas kezaliman tersebut.  Anak Qibthi itu memilih qishash.  Setelah pelaksanaan hukum qishash itu, Khalifah Umar mengatakan, “Hai anak Qibthi, orang itu berani mencambukmu karena dia anak gubernur. Oleh sebab itu, cambuk saja gubernur itu sekalian!”  Namun, anak Qibthi tadi menolaknya.  Ia pun menyatakan kepuasannya dengan keadilan hukum Islam yang dia peroleh.  Khalifah Umar pun berkomentar, “Hai Amru, sejak kapan engkau memperbudak anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka?”8
Pada masa Kekhalifahan Ali k.w., beliau pernah kehilangan baju besi sepulangnya dari Perang Shiffin.  Tidak lama kemudian beliau menemukan baju besinya ada di toko seorang Yahudi ahlu dzimmah (non-Muslim yang menjadi warga Khilafah).  Ringkas cerita, terjadilah peradilan kasus tersebut dengan hakimnya Qadhi Syuraih.  Karena tidak cukup bukti, hakim pun memutuskan bahwa Yahudi tersebut berada di pihak yang benar.  Khalifah Ali divonis keliru.  Ali k.w. menerima keputusan tersebut.  Setelah jatuh vonis, sang Yahudi itu berkata, “Duhai Amirul Mukminin, Anda berperkara dengan aku.  Ternyata, hakim yang engkau angkat memenangkan aku.  Sungguh, aku bersaksi, ini adalah kebenaran, dan aku bersaksi La ilaha illalLah Mumammadu rasululLah.”9
Di Mesir, warga Khilafah yang beragama Kristen dari suku Koptik banyak bekerja dalam bidang jasa keuangan.  Adapun warga Khilafah beragama Yahudi secara umum bekerja dalam profesi kesehatan dan kedokteran.  Hubungan antarumat beragama pada masa Khilafah terjalin harmoni.  Secara ringkas, Hourani (2005) mengutip ath-Tahabari mengatakan:  “Relations between Muslims and Jews in Umayyad Spain, and the Muslims and the Nestorian Christians in Abbasid Baghdad, were close and easy.”10
4.  Negeri Muslim Bersatu.
Umat Islam merupakan satu kesatuan.  Pengikatnya adalah akidah Islam.  Rasulullah saw., “Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Namun, saat ini kaum Muslim terpecah-belah.  Apa yang diderita Muslim di Rohingnya dan Palestina, misalnya, dianggap bukan persoalan umat Islam lain. Pada masa Khilafah, umat Islam seluruh dunia disatukan.
Sepeninggal Rasulullah saw., Khulafaur Rasyidin dari kalangan para sahabat meluaskan wilayahnya hingga mencakup seluruh Jazirah Arab.  Penyebaran Islam terus berkembang.
Pada masa Kekhilafahan Umayah umat Islam tersebar hingga Asia Tengah, Cina, Afrika Utara dan Andalusia.  Pada masa Umayah juga umat Islam sampai ke Kaukasus, Maroko, Sisilia, dan Spanyol sebelah Barat.  Di Timur, umat Islam terus tersebar ke Bukhara, Samarkand, Khawarism, Farghana, Taskent, sampai perbatasan Tiongkok.  Pada masa ini pula Islam sampai ke Indonesia.  Sunanto (2005) menyatakan bahwa menurut sumber-sumber Cina, menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera.11   Rabbih sebagaimana dikutip oleh Azra (2005) mencatat bahwa pada tahun 100H (718M) Raja Sriwijaya bernama Srindrawarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhilafahan Umayah meminta dikirim da’i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya.12
Luasnya wilayah kekuasaan Islam terus berkembang hingga berakhirnya era kekhilafahan Utsmaniyah pada tahun 1924 M.  Umat Islam yang tersebar dalam daerah yang mencakup dua pertiga dunia ini disatukan dalam satu akidah.  Mereka menyatu dalam kepemimpinan Khalifah.  Hal ini menegaskan bahwa Khilafah merupakan institusi yang dapat mewujudkan kesatuan umat secara nyata.
Khilafah: Wajib dan Perlu
Kewajiban menegakkan Khilafah merupakan perkara syar’i yang sudah diketahui karena urgensitasnya (ma’lum[un] min ad-dini bi adh-dharurah). Allah SWT  telah memerin-tahkan Rasulullah saw. untuk memberikan keputusan hukum di antara kaum Muslim dengan syariah yang telah Allah turunkan (QS al-Maidah [5]: 48). Perintah ini pun berlaku untuk kaum Muslim. Perintah untuk menegakkan syariah Islam tidak akan sempurna kecuali dengan adanya seorang imam (khalifah).  Begitu juga banyak hukum yang tidak terlaksana tanpa adanya khalifah.  Misalnya, ayat-ayat yang memerintahkan qishash (QS al-Baqarah [2]: 178), had bagi pelaku zina (QS an-Nur [24]: 2), dan had bagi pencuri (QS al-Maidah [5]: 38) tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya khalifah. Jadi, ayat-ayat di atas hakikatnya adalah dalil tentang wajibnya mengangkat seorang imam (khalifah) yang menegakkan syariah Islam itu.13
Banyaknya problematika yang tak kunjung selesai seperti pencaplokan kekayaan alam oleh asing, pembunuhan kaum Muslim, penjajahan negeri-negeri Muslim, dan sebagainya yang tidak kunjung usai juga menunjukkan perlunya Khilafah. Selain itu, Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَةً
Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat, maka matinya adalah (laksana) mati jahiliah (HR Muslim).
Makna hadis ini menegaskan bahwa baiat itu wajib hukumnya.  Padahal baiat itu hanya ada bila ada baiat kepada seorang imam (khalifah).  Konsekuensinya, hadis ini menunjukkan bahwa mengangkat seorang imam (khalifah) itu wajib hukumnya.14
Kini, kaum Muslim yang berjumlah 1,6 jiwa di dunia wajib mengangkat seorang khalifah.  Keempat mazhab Ahlus Sunnah memandang wajib adanya Khilafah. Syaikh Abdurrahman al-Jaziri sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hazm menyatakan, “Para imam mazhab yang empat [Imam Abu Hanifah, Malik, Syafii, dan Ahmad] rahimahumullah, telah sepakat bahwa Imamah [Khilafah] itu fardhu, dan bahwa kaum Muslim itu harus mempunyai seorang Imam (Khalifah) yang akan menegakkan syiar-syiar agama dan menolong orang yang dizalimi dari orang zalim. Mereka juga sepakat bahwa kaum Muslim dalam waktu yang sama di seluruh dunia, tidak boleh mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat atau bertentangan.”15
Empat Pilar Khilafah
Khilafah merupakan sistem yang unik; bukan demokrasi, bukan pula teokrasi.  Khilafah menghasilkan sistem hidup yang khas yang didasarkan pada empat pilar.16   Pertama: kedaulatan di tangan syariah (as-siyâdatu li asy-syar’iy). Hukum itu hanyalah milik Allah (TQS Yusuf [12]: 40).Kedua: kekuasaan di tangan umat (as-sulthânu lil ummah).  Artinya, pemimpin hanyalah yang dipilih oleh umat untuk menerapkan syariah. Ketiga: hak tabanni atau adopsi hukum berada di tangan khalifah.  Dalam perkara-perkara individual, hukum diserahkan kepada hasil ijtihad para mujtahid. Perbedaan pendapat dijamin.  Adapun dalam masalah sistem (sosial, politik, ekonomi), khalifah mengambil salah satu pendapat terkuat di antara pendapat para mujtahid  yang telah digali dari sumber-sumber hukum Islam. Hukum Islam yang diadopsi oleh khalifah inilah yang berlaku di tengah masyarakat.  Keempat: kaum Muslim mengangkat hanya satu orang khalifah untuk seluruh dunia.  Dengan demikian, umat Islam benar-benar menjadi umat yang satu (ummah wâhidah).
Kesimpulan  
Khilafah pernah memimpin dunia di segala bidang, termasuk sains, intelektual, dan keislaman itu sendiri.  Kegagalan Kapitalisme saat ini hanya dapat diperbaiki dengan tegaknya Khilafah. [sumber: Makalah JICMI 2013]   [Dr. M. Rahmat Kurnia; DPP Hizbut Tahrir Indonesia]
Catatan kaki:
1        George W Bush, “President Bush Delivers Remarks on the War on Terror,” accessed via http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/09/05/AR2006090500656.html. 
2        Al-Badri AA.  1998.  Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Islam.  Gema Insani Press, hlm. 44.
3        Gordon MS.  2005.  The Rise of Islam.  Greenwood Press.  London.   2005, hlm. 52.
4        Najeebabadi AS.  2001.  The History of Islam. Darussalam Publications.  Riyadh. Vol-II, hlm.  375 (Diterjemahkan oleh Abdullah AR dan Salafi MT).
5        Bloom J dan Blair S.  2002.  Islam – A thousand years of faith and power.  Yale University Press.  London, hlm. 97-98.
6        Armstrong K.  2002.   Islam – A Short History. Phoenix.  London, hlm. 47.
7        Wiet G.  1971. “Baghdad: Metropolis of the Abbasid Caliphate.”  University of Oklahoma Press.  Diakses melalui  http://www.fordham.edu/halsall/med/wiet.html
8        Ibnu al-Jauziy.  1998.  Manaqib Amir al-Mukminin Umar Ibn al-Khaththab.  Dar Ibn al-Khaldun, hlm. 97-98.
9        As-Suyuthi.  2005.  Tarikh al-Khulafa.  Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.  Beirut, hlm. 146.
10      Hourani A.  2005. A History of the Arab Peoples.   Faber & Faber.  London, hlm. 33.
11      Sunanto M.  2005.  Sejarah Peradaban Islam Indonesia.  Rajawali Press, hlm. 8-9.
12      Azra A.  2005.  Jaringan Ulama.  Prenada Media.  Cet. II, hlm. 27-29.
13      Ad Dumaiji AU.  1987.   Al Imamah Al ‘Uzhma ‘Inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Tanpa penerbit. Kairo, hlm. 50-51.
14      Ibid, hlm. 52.
15      Ibnu Hazm.   Al-Fashlu fi Al Milal wal Ahwa‘ wan Nihal.  Jilid 4, hlm. 78.
16      Al-Khalidi MAM.  1980.   Qawa’id Nizham al-Hukm fi al-Islam.   Darul Buhuts Al Ilmiyah.  Beirut.  Kitab ini merupakan pendetailan dari pandangan Hizbut Tahrir yang terdapat dalam kitab-kitabnya, seperti Nizham al-Hukm fi al-Islam.
[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
Powered by Blogger.