+ResistNews Blog - Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kerap menimbulkan keresahan dan protes dari masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah harus memberi pemahaman kepada masyarakat, jika ingin melakukan kebijakan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Rizal Djalil mengungkapkan, Indonesia harus meniru Turki dalam menerapkan kebijakan BBM bersubsidi.

Saat ini BBM sudah tidak disubsidi di Turki, namun masyarakatnya menerima kebijakan tersebut.

“Pada saat ini di Turki mereka tidak ada subsidi, premium di sana Rp 20 ribu per liter tidak ada persoalan. Tidak ada demo dan protes,” kata Rizal, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2014) seperti dikutip dari liputan6.com

Rizal menambahkan, masyarakat telah diberikan sosialisasi dan edukasi sehingga lebih menerima kebijakan BBM tanpa subsidi. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah itu tidak ada protes masyarakat. “Karena masyarakat disiapkan. Satu lagi bayar pajak dengan benar,” ungkap Rizal.

Menurut ketua BPK Rizal Djalil, Indonesia harus meniru cara tersebut jika ingin membuat kebijakan terhadap BBM bersubsidi. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus duduk bersama dan membuat kesepahaman.

“Tidak semua sama isinya dengan persoalan itu, kita duduk bersama bagaimana kita dukung, bagaimana kompensasi masyarakat? Hanya menunda persoalan,” pungkasnya. (liputan6/sbb/dakwatuna/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - Ternyata anggota kelompok militan ISIS lebih besar dari yang diprediksikan. Menurut salah satu pakar keamanan terkemuka Irak, setidaknya ada 100 ribu orang yang berhasil direkrut oleh gerakan radikal dari Irak dan Suriah itu.

Perkembangan Negara Islam –sebutan lain ISIS- ini sangat pesat ketimbang prediksi pakar asing. Awalnya, ISIS diperkirakan memiliki antara 20 ribu hingga 50 ribu militan. Namun, prediksi itu ternyata tidak tepat.

Hisham al-Hashimi menyarankan badan intelijen Irak untul menganalisis informasi yang sudah dikumpulkan. “Militan ISIS tidak tahu datang dari mana saja,” demikian komentar Al-Hashimi, diberitakan Russian Today (RT), Kamis (28/8/2014).

“Organisasi ini merupakan perpanjangan dari kelompok yang sudah ada sebelumnya, baik dari segi historis dan ideologis," lanjutnya.

Keberhasilan ISIS merebut Mosul pada Juni kemarin, mereka berhasil merekrut ribuan anggota baru. Di antaranya merupakan mantan perwira dari tentara Saddam Hussein, yang menentang keras Pemerintahan Syiah.

Menurut Al-Hashimi, perkembangan pesat ini juga didorong dengan serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat. (rt/okz/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - Shirley, ibu dari wartawan Amerika Serikat (AS) Steven J Sotloff yang ditahan oleh militan Islamic State (ISIS), meminta anaknya untuk dibebaskan.

Pasalnya, Sotloff akan menjadi korban kedua yang akan dieksekusi oleh kelompok ISIS setelah James Foley.

Permintaan itu dia sampaikan langsung kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al Baghdadi, melalui sebuah video.

“Saya, Shirley Sotloff, mengirimkan pesan ini kepada Anda, Abu Bakr al Baghdadi al Quraisy al Hussaini, khalifah dari kelompok ISIS. Anakku Steven ada di tangan Anda. Saya meminta tolong untuk melepaskan anak saya. Saya meminta Anda untuk menggunakan otoritas Anda untuk mengampuni nyawanya,” tutur Shirley, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (28/8/2014).

“Sebagai seorang ibu, saya minta kemurahan hati Anda untuk tidak menghukum anak saya untuk hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Steven tidak memiliki kontrol atas tindakan Pemerintah AS. Dia adalah seorang jurnalis yang tidak bersalah,” tambah Shirley.

Seperti diketahui, saat ini kehidupan dari Sotloff bergantung dengan keputusan Pemerintah AS. Hal itu mengingat ISIS telah mengancam akan menghabisi Sotloff, jika AS tidak menghentikan serangan udaranya di Irak. (NYT/okz/ +ResistNews Blog )



Di awal bulan Agustus 2014 isu ISIS bak bola salju bergulir liar, persepsi publik digiring oleh media massa kepada kondisi kegentingan atas kepentingan nasional. Isu kisruh Pilpres juga menghangat yang akhirnya mencapai titik klimaksnya pasca ketetapan MK pada 21 Agustus 2014. Setelah itu isu bergeser menyentuh soal format kabinet baru di iringi geliat isu sensitif kenaikan BBM. Kenapa sensitif, karena menyangkut soal perut (baca : kehidupan ekonomi) ratusan juta rakyat kecil. Disampingimpact-nya juga bisa sangat politis terhadap posisi dan eksistensi penguasa baru produk rezim pemilu 2014.

Diluar itu semua, ada sebuah proyek legislasi yang lolos dari perhatian khalayak, yang sejatinya masih terkait isu terorisme dan IS/ISIS. Yaitu: BNPT menempuh “gerilya” penggalangan untuk mendapatkan suport lahirnya Undang-Undang (UU) BNPT. Di DPR juga sudah dimulai langkah penyiapan draft akademik, nantinya akan dilanjutkan penyusunan draft RUU BNPT agar bisa masuk dalam program legislasi DPR. Saat ini secara kelembagaan BNPT eksistensinya berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 tahun 2010.

Pada awalnya berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Nomor: Kep-26/Menko/Polkam/11/2002 dibentuklah “Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT)” dengan tugas membantu Meteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam merumuskan kebijakan bagi pemberantasan tindak pidana terorisme, yang meliputi aspek penangkalan, pencegahan, penanggulangan, penghentian penyelesaian dan segala tindakan hukum yang diperlukan, dan Presiden SBY mengangkat Irjen Pol. Drs. Ansyaad Mbai, M.M. sebagai Ketua DKPT.

Pada Rapat Kerja antara Komisi I DPR dan Menkopolhukam (31 Agustus 2009) DPR memutuskan merekomendasikan kepada Pemerintah untuk membentuk suatu “badan” yang berwenang secara operasional melakukan tugas.

Berdasarkan rekomendasi Komisi I DPR tersebut dan assessment terhadap dinamika terorisme, maka pada tanggal 16 Juli 2010 Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan mengangkat Irjen Pol (Purn) Drs. Ansyaad Mbai, M.M. sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Keputusan Presiden Nomor 121/M. Tahun 2010).

Dari DKPT (2002) menjadi BNPT (2010), yang sejak awal Ansyaad Mbai menjadi kepala di institusi tersebut. Namun sekarang BNPT masih merasa perlu legitimasi kuat dengan sebuah regulasi baru (UU). Pertanyaan penting; UU BNPT untuk apa? Apa argumentasi BNPT atas kebutuhan UU tersebut?Visible-kah rencana pembuatan UU BNPT?

Tulisan ini mencoba memberikan perspektif terkait soal-soal diatas dan perkara-perkara yang melingkupinya.

Pertama : BNPT dalam urusan terorisme sejatinya layaknya KPK, menjadi institusi “super body”dengan cakupan tugas pokok, fungsi, peran, anggaran, personel dan peralatannya. Kapasitas SDM pilihan dan dianggap terbaik, berpengalaman secara teknis, intinya cukup profesional (adanya kompetensi, tanggung jawab, berintegritas). Berdasarkan kajian bisa jadi bagi pimpinan BNPT : Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan Peraturan Nomor 46 Tahun 2010 tentang BNPT, telah terjadi perubahan kapasitas pada struktur organisasi BNPT. Akan tetapi hal tersebut dianggap hanya menyentuh soal penguatan jabatan, belum pada tingkat pengembangan fungsi.

“Super Body” artikulasi real yang diinginkan adalah optimalisasi fungsi. Karenanya UU (Undang-Undang) adalah legitimasi kuat untuk mengoperasionalkan fungsinya. Keinginan lahirnya Undang-Undang lebih tampak di dasari logika dan nafsu “hegemoni” kelembagaan dibandingkan logika“kebutuhan”. Hipotesa ini bisa dikonfirmasi dengan capaian kinerja dan soliditas organisasi serta seberapa nihilnya “gap” antar lembaga terkait.

Kedua : fenomena terorisme adalah sebuah realitas komplek, kelahirannya tidak bergantung kepada pemicu tunggal. Fenomena komplek yang lahir dari beragam faktor yang juga komplek. Ada faktor domestik seperti kesenjangan ekonomi (kemiskinan), ketidak-adilan, marginalisasi, kondisi politik dan pemerintahan, sikap represif rezim yang berkuasa, kondisi sosial yang sakit, dan faktor lain yang melekat dalam karakter kelompok dan budaya. Ada faktor internasional seperti ketidak-adilan global, politik luar negeri yang arogan dari negera-negara kapitalis (AS), imperialisme fisik dan non fisik dari negara adidaya di dunia Islam, standar ganda dari negara superpower, dan sebuah potret tata hubungan dunia yang tidak berkembang sebagaimana mestinya (unipolar). Selain itu adanya realitas kultural terkait substansi atau simbolik dengan teks-teks ajaran agama yang dalam interpretasinya cukup variatif. Ketiga faktor tersebut kemudian bertemu dengan faktor-faktor situasional yang sering tidak dapat dikontrol dan diprediksi, akhirnya menjadi titik stimulan lahirnya aksi kekerasan ataupun terorisme.

Terlihat, bagi BNPT yang paling penting ada “teroris” di Indonesia, berkembang dan berkelindan dengan jejaring “teroris” global. Tapi nihil dari kejernihan membaca secara utuh aspek dan latarbelakang politik kekinian lahirnya “warr on terrorism” dimana Barat (USA, cs) menjadi desainer (dalang) dan Islam menjadi bidikan utamanya. Melalui beragam isu semisal Arab Sprin, fenomena al Qaida, ISIS/ISIL/IS di kawasan Timur Tengah, Iraq-Suriah membuat BNPT lebih dramatis memposisikan “Indonesia darurat terorisme” dan secara aktual menjadi lembaga yang sangat pragmatisme dan menegasikan kompleksitas persoalan yang ditangani. Ditambah asumsi BNPT; resonansi terorisme yang bermula dari kawasan Timur Tengah kemudian memasuki wilayah Afrika Utara, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara. Maka Indonesia adalah basis potensial tumbuhnya “terorisme” dengan beragam identitas sekalipun obyeknya tidak bergeser secara signifikan. Di sisi lain, ideologi “Khilafah” yang menjadi target capaian dari entitas yang di cap radikal bahkan teroris dianggap sangat potensial mendapat dukungan masyarakat muslim Indonesia. Maka dalam sudut pandang “nation state” ini sangat kontraproduktif (berbahaya).

Mindset ini lebih tepat di sebut politics of fear, sebagai upaya pengambil kebijakan (pemerintah) untuk mengembangkan dan memanfaatkan keyakinan dan asumsi khalayak umum tentang bahaya, resiko, dan ketakutan demi meraih tujuan tertentu. Dan contoh empiriknya; isu terrorisme telah memberikan kuasa bagi para pemimpin di Barat untuk menciptakan ketakutan dan irasionalitas di hadapan publik sehingga mereka punya kuasa untuk melakukan apa saja. Ketakutan terhadap terorisme efektif untuk memobilisasi massa agar mendukung aksi-aksi militer dan aksi represif lainnya. Ini pola yang seolah terintegrasi kepada sosok kepala BNPT, Ansyaad Mbai yang sudah 12 tahun lebih mengangkangi peran ini.

Dalam kontek kepentingan diatas maka rasionalisasinya bagi BNPT adalah membutuhkan legitimasi yang kuat sekaligus sebagai lembaga yang “power full” menangani kontra terorisme. Eksistensinya melibatkan banyak instansi terkait, termasuk didalamnya adalah Polri dan TNI dan Institusi Intelijen. Maka persoalan fundamental bagi BNPT adalah lahirnya regulasi (UU) yang bisa menterjamahkan diksi “power full” tersebut, baik menyangkut eksistensi kelembagaan, peran fungsi maupun piranti-piranti regulasi lain yang dibutuhkan (misal; amandemen UU Nomor 15 tahun 2003)

Ketiga; apakah upaya penguatan regulasi (legal frame) bagi eksistensi BNPT visible ? Untuk menjawabnya banyak faktor yang perlu di pertimbangkan dan dikaji ulang, antara lain;

Faktor pertama; sejak kelahiran BNPT (2010) yang sebelumnya DKPT (2002) bersama Densus-88 sangat kerap mendapatkan sorotan publik. Mulai dari para tokoh masyarakat, pimpinan ormas, akademisi, pengamat, analis sampai rakyat jelata memberikan komentar dan kritikan tajam. Dari kritikan konstruktif hingga dorongan upaya pembubaran Densus-88 dan BNPT. Ini realitas sosiologis yang tidak bisa di abaikan. Faktor penyebabnya terkait kinerja BNPT bersama Densus-88 yang dianggap sering “melukai” rasa keadilan umat Islam di Indonesia. Ditambah lagi sikap dan pandangan BNPT (khususnya Ansyaad Mbai) konsep dan statemen dihadapan publik seringkali sangat tidak peduli dengan perasaan umat Islam. Dari suguhan “terroristaimant” media massa, khalayak juga belajar dan mengambil kesimpulan secara liar, ada yang memberi apresiasi namun tidak kalah kuatnya adalah sikap resistensi dan antipati terhadap cara-cara overacting penindakan orang-orang yang diduga teroris.

Faktor kedua; kalangan politisi di DPR dari komisi terkait (Komisi I dan III) juga kerap memberikan kritikan tajam. BNPT dianggap keinerjanya tidak bagus, tidak efektif, kurang transfaran soal dana, BNPT tidak memiliki blue print (konsep) yang jelas, dan bahkan penilaian bahwa kinerja BNPT tidakakuntable juga muncul. Meski di sisi lain politisi (Komisi III) juga memperjuangkan kenaikan anggaran (keuangan) bagi BNPT. Secara faktual memang sejauh ini BNPT tidak pernah didengar oleh publik mendedah secara transfaran di hadapan DPR maupun rakyat, terkait penggunaan uang rakyat-negara (APBN) begitu juga capaian kinerja semenjak tahun 2010 di bentuk.

Faktor ketiga; keberadaan BNPT sebagai lembaga dengan peran dan fungsinya secara real banyak melahirkan overlaping dan gap (koordinasi yang tidak optimal) dengan lembaga-lembaga lain semisal TNI, BIN, BAIS dan lainnya. TNI sendiri membentuk Desk Anti Teror (DAT), bahkan di Kementerian Polhukam juga ada Desk Anti Teror, tentu bagi BNPT ketika tidak memiliki mekanisme hubungan kerja yang jelas akan membuat split dan kontra produktif. Apalagi jika yang dilibatkan oleh BNPT (dengan asumsi; power full) adalah banyak lembaga terkait; BIN, BAIS, Kejaksaan Agung, Kemenlu, Kemenhukam, Kemendagri, Kemenag, Kemendiknas, Kemeninfo, TNI, Polri, Perguruan Tinggi dan lainnya maka peluang disharmonisasi sangat sulit dihindarkan. Penggabungan resources yang dimiliki mulai dari legalitas, SDM, teknologi, anggaran, kelembagaan (organisasi) untuk membuat rancangan (desain) program penanggulangan terorisme dalam jangka panjang dan pelibatan yang luas bukan soal sederhana. Efektifitas sangat mungkin tereduksi karena postur organisasi dan pola kerja serta mekanisme koordinasi overlaping.

Dengan kewenangan yang diberikan kepada BNPT membentuk satgas termasuk pelibatan unsur Polri dan TNI dalam rangka penindakan, kerap dilapangan memunculkan “satgas liar” yang main tembak (bunuh) tanpa ada pertanggungjawaban.

Faktor keempat; dengan Perpres Nomor 46 Tahun 2010 saja BNPT bersama Densus-88 sudah banyak melahirkan kontraksi di tengah masyarakat Indonesia (muslim mayoritas). Traumatik sejarah masyarakat atas rezim orde baru dengan Opsus-nya Ali Murtopo terulang di sosok Ansyaad Mbai dengan BNPT-nya plus Densus-88. Langkah-langkah penindakan yang di duga kuat sarat dengan pelanggaran HAM membuat masyarakat beropini bahwa perang melawan terorisme bukan semata-mata melawan dan menumpas sebuah kejahatan yang dikatagorikan exstra ordinary crime, melainkan diboncengi muatan politik dan ideologi dimana Islam dan umatnya menjadi target operasi. Ruang demokrasi yang di usung oleh Indonesia tidak berbanding lurus dengan profesionalisme penegak hukum untuk bisa menjamin rasa keadilan semua warga negara. Seperti dalam sebuah laporan final tim investigasi Komnas HAM (2013) terkait penindakan BNPT bersama Densus 88 dalam lima (5) tahun terakhir di simpulkan;

Dalam penanganan tindak pidana terorisme terdapat bukti terjadinya pelanggaran hak asasi manusia sebagaimana dijamin dan diatur dalam Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia. Bentuk-bentuk perbuatan (type of acts) pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dalam Peristiwa Penindakan Tindak Pidana Terorisme, terutama pada perbuatan sebagai berikut :

a. Hak untuk Hidup
b. Hak untuk bebas dari penyiksaan
c. Hak untuk Tidak Mendapat Perlakuan yang Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat
d. Hak untuk tidak ditangkap dan/atau ditahan secara sewenang-wenang
e. Hak Atas Rasa Aman bagi masyarakat
f. Hak Milik
g. Hak Anak
h. Hak Atas Informasi



Oleh karena itu upaya penguatan legal frame bagi BNPT mengharuskan evaluasi total dan komprehensif atas kinerjanya terlebih dahulu. Sebuah evaluasi yang transfaran dan akuntable, karena diluar uang hibah dari negara donor sesungguhnya BNPT bersama Densus 88 menggunakan uang rakyat ini juga perlu audit. Apakah semua uang tersebut untuk menciptakan solusi atau sebaliknya justru bagian daritrouble yang dihadapi oleh rakyat Indonesia terkait isu terorisme. Banyak produk UU (Undang-Undang) menjadi sia-sia menghabiskan uang rakyat karena di batalkan MK atau tidak visibel untuk di implementasikan. Diluar itu, negara jelas telah mengeluarkan anggaran untuk menggaji dan memberi tunjangan kepada semua aparat BNPT. Sebagai contoh kelas jabatan tertinggi atau kelas 17 yaitu Kepala BNPT mendapatkan tunjangan kinerja sebesar Rp 19.360.000 dan kelas paling rendah mendapatkan tunjangan Rp 1.563.000. Tunjangan kinerja ini dibayarkan terhitung mulai bulan Januari 2012. Lantas UU (Undang-Undang) BNPT yang lagi di desain kelahirannya tersebut untuk kepentingan apa dan siapa? Masyarakat jadi mengerti, isu teroris, ISIS/IS dan Khilafah yang terus di goreng oleh BNPT itu tidak lebih sebagai bagian dari upaya rasionalisasi agar pihak legislatif mengaminkan nafsu “super body” nya BNPT.

Sejatinya langkah mencegah dan memutus perkembangan terorisme itu menuntut putusnya mata rantai tindak kekerasan. Solusinya? Meminjam kata Noam Chomsky, “Kita harus berhenti terlibat didalamnya”. Memerangi terorisme dengan tindakan teror dan terorisme akan mengembangbiakkan aksi-aksi terorisme berikutnya.[]

Oleh: Harits Abu Ulya

Pemerhati Kontra Terorisme & Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)



+ResistNews Blog - Beberapa resor di Maroko telah mengeluarkan peraturan baru, yang melarang penggunaan burkini di kolam renang mereka karena “alasan kebersihan”.

“Hanya pakaian renang biasa yang diperbolehkan,” demikian keterangan Mazagan Beach Resort, yang terletak di Al-Jadida, Casablanca, kepada Al Arabiya News sebagaimana dilansir onislam.net, Kamis 28 Agustus.

Para pejabat resor menambahkan bahwa burqini tidak diperbolehkan untuk dikenakan di kolam renang resor.

Burkini sendiri adalah perpaduan dari kata Burqa dan Bikini. Sebuah model pakaian renang bagi wanita muslimah. Pakaian renang model ini menutupi seluruh tubuh pemakainya kecuali muka, telapak tangan dan telapak kaki. Asalnya dari Turki dan Maroko. Meskipun dibuat dengan bahan khusus untuk renang, pelarangan burkini ini dibuat tanpa perkecualian.

Diklaim oleh beberapa orang sebagai pakaian renang yang tepat untuk muslimah, larangan burkini dilaporkan secara luas di media dan situs internet Maroko. Hal ini telah memunculkan perdebatan tersendiri di kalangan masyarakat Maroko.

Masalah ini telah menjadi kontroversi politik setelah Abdelaziz Aftati, seorang anggota parlemen dari Partai Islam Moderat Keadilan dan Pembangunan yang tengah berkuasa, mengirim keluhan kepada Menteri Pariwisata Lahcen Haddad. Hal ini setelah seorang wanita yang mengenakan burkini dilaporkan dilarang masuk kolam renang di Al-Jadida, menurut Marocco World News.

Menurut situs Maroko tersebut, Aftati mengatakan kepada pers bahwa merupkan suatuhal yang tidak dapat diterima bila membatasi kebebasan masyarakat dan keyakinan mereka. Menurutnya peraturan itu seperti era kolonial.

Pada tahun 2009, pihak berwenang di kota Norwegia Oslo mengijinkan wanita Muslim untuk menggunakan kolam renang kota dengan memakai burkini mereka. Burkini juga diperbolehkan dipakai di Australia, Inggris dan Amerika Serikat. [muslimdaily.net/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Pasukan khusus Inggris dan AS dikabarkan membentuk tim pemburu dengan nama Task Force Black yang hanya memiliki satu perintah, yaitu menghancurkan Islamic State of Iraq and Sham (ISIS).

Pasukan ini mempunyai tugas khusus menyamar masuk ke Irak dan Suriah, dan membunuh semua komandan yang dimiliki ISIS.

PM Inggris David Cameron telah meminta pasukan khusus SAS dan Dinas Intelijen AS (CIA) untuk mengerahkan semua sumber dayanya untuk mengalahkan ISIS, setelah video pembunuhan James Foley muncul di dunia maya dan cukup mengegerkan banyak masyarakat dunia.

Pasukan khusus Inggris, SAS, akan bekerja sama dengan pasukan Delta Force dan Seal Team 6 dari Negri Paman Sam. Kerja sama ini menandai kelahiran kembali Task Force Black yang dulu pernah berperan dalam mengalahkan Al Qaeda di Irak.

Kali ini, pasukan khusus ini memiliki target utama, yaitu memburu pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, yang kini menjadi buruan nomor satu dunia.

“Kami akan pergi ke Suriah dan Irak, lalu membunuh sebanyak mungkin anggota ISIS. Kita tak bisa bernegosiasi dengan orang-orang ini,” kata seorang sumber.

“Ini bukanlah pilihan sulit. ISIS sangat kaya dan memiliki pasokan senjata yang besar. Jika kami tak mengejar mereka, dalam waktu dekat merekalah yang akan mengejar kami,” tambah sumber itu.

Di Irak, kata sumber yang sama, gugus tugas ini akan melakukan operasi dan serangan setiap malam dengan bantuan intelijen.

“ISIS tak bisa dikalahkan hanya dengan serangan udara. Anda harus melakukan operasi darat dan membunuh para komandannya. Potong kepala ularnya,” tambah dia.

Sumber itu menambahkan, sejauh ini ISIS lebih banyak menyerang warga sipil dan belum pernah berhadapan dengan pasukan profesional dalam sebuah pertempuran.

“SAS dan pasukan khusus AS akan membuat cukup banyak kehancuran untuk mereka. Ini akan menjadi kampanye militer yang panjang, mungkin membutuhkan beberapa tahun,” lanjut sumber itu.

Gugus tugas baru ini akan diperkuat satu skuadron SAS, kru udara khusus dari angkatan udara Inggris (RAF), serta para agen rahasia MI5 dan MI6. Sementara itu, operasi ini akan dipimpin CIA.

Salah satu tugas pertama gugus tugas ini adalah mencari identitas pria Inggris yang menjadi eksekutor James Foley dalam video yang menggemparkan pekan lalu. (kmp/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks kembali membocorkan informasi yang jarang diangkat oleh media. Kali ini berkaitan dengan dokumen rahasia terkait perang Hamas dan Israel di Gaza. Dokumen rahasia itu menyebut, Israel menerapkan “Doktrin Dahiya” dengan target seluruh area sipil di Gaza harus hancur tak terkecuali.

Nama “Doktrin Dahiya” yang pernah diterapkan militer Israel ini diambil dari nama Desa Dahiya di Beirut Libanon. Desa itu luluh lantak akibat perang Israel di Libanon tahun 2006.

Dokumen rahasia yang dibocorkan WikiLeaks berasal dari saluran kabel diplomatik Kedutaan Besar di Amerika Serikat. Doktrin Dahiya disebut beberapa kali, salah satunya oleh perwira militer Israel, Jenderal Eisenkot.

“Israel akan menggunakan kekuatan yang tidak proporsional pada setiap desa yang jadi target serangan Israel, yang menyebabkan kerusakan besar dan kehancuran,” bunyi dokumen rahasia itu yang dikicauan oleh akun Twitter WikiLeaks, Rabu (27/8/2014).

Isi dokumen rahasia itu juga telah dikonfirmasi pengacara WikiLeaks, Michael Ratner dalam wawancara dengan Real News. Ratner juga merupakan Presiden Emeritus dari Pusat Hak Konstitusional di New York, yang pernah membahas bocoran kabel diplomatik dari Kedutaan besar Amerika Serikat di Tel Aviv Israel pada tahun 2008.

Penghancuran seluruh area sipil di Gaza, sejatinya bukan rekomendasi dari perang di Gaza. Namun, Israel selalu mengelak dan menganggap area sipil juga digunakan untuk aksi militer Hamas di Gaza.

Menurut Ratner, Doktrin Dahiya sengaja digunakan Israel dalam perang di Gaza. Perang Israel dengan Hamas di Gaza yang berlangsung beberapa dalam 7 pekan ini telah membunuh lebih dari 2 ribu warga Gaza, yang mayoritasnya adalah sipil. Data PBB menyebut, sekitar 10 ribu warga Gaza terluka dan 350 ribu lainnya mengungsi.

“Israel sengaja melakukan kejahatan perang dan harus dibawa ke pengadilan internasional,” kata Ratner. Sementara itu, pemerintah Israel tidak mengomentari bocoran dokumen rahasia itu. Israel dan Hamas kini sudah sepakat melakukan gencatan senjata dan disambut rakyat Gaza sebagai kemenangan perang. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]


+ResistNews Blog - Sayap al-Qaeda wilayah Syam, Jabhatu Nusrah bersama dengan mujahidin lain berhasil menguasai garis batas antara wilayah Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Rabu (27/8/2014).

Mujahidin Suriah telah berhasil menduduki area perbatasan tersebut, dan berhasil menguasai pos perbatasan di Quneitra di sisi wilayah Suriah yang sebelumnya dikendalikan oleh militer Bashar al-Assad.

Informasi tersebut dikumpulkan oleh Pengamat Hak Asasi Suriah (SOHR) dari kedua belah pihak yang terus melakukan perlawanan, tulis Al Arabiya, Kamis (28/8/2014).

Perlintasan perbatasan ini dipantau oleh PBB, yang mengawasi lalu lintas dari kedua negara (Suriah dan Israel), tetapi jarak antara pasukan al-Assad dan Mujahidin hanya berkisar 200 meter.

Selama bentrok meletup, dua warga Israel (seorang tentara dan seorang warga sipil) terluka karena terjangan peluru di Dataran Tinggi Golan. Israel merespons dengan tembakan artileri ke arah tentara Suriah. Inilah luberan perang antara Mujahidin dengan Pro-Assad yang meluap ke daerah Israel.

Pertempuran sengit antara tentara Suriah dan tentara oposisi di Quneitra hampir mengenai markas pasukan penjaga perdamaian PBB yang kini justru lari mencari perlindungan di tempat aman.

United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) sudah mengontak Israel dan Suriah, serta meminta jangan sampai situasi konflik makin memuncak dan merembet ke negara lain (Israel).

Pemerintah Rezim Assad sendiri kini seolah telah melindungi perbatasan Israel dari pihak perlawanan. Mereka juga khawatir Mujahidin Jabhatu Nusrah akan tembus ke daerah Israel.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada perang 1967 dan kemudian mencaplok wilayah startegis ini. Pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel ini tidak pernah diakui secara internasional. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Organisasi Bulan Sabit Merah Turki mengirim bantuan darurat ke Gaza melalui pintu perbatasan Rafah pada Rabu (27/08), kata seorang petugas Bulan Sabut Merah di Gaza kepada anadolu

“Pengiriman 4.000 paket popok bayi ke Gaza sudah dilakukan melalui perbatasan Rafah,” terang Emad Abu Matar kepada Anadolu agency.

“Puluhan pengiriman lainnya berupa obat-obatan dan makanan akan segera dilakukan melalui perbatasan Karam Abu Salem ,” tambahnya.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir mulai berlaku pada hari Selasa (26/08), mengakhiri 51 hari tanpa henti serangan Israel ke Jalur Gaza Strip dimana 2,143 orang Palestina gugur.

Selain itu, gempuram brutal Israel juga mengakibatkan lebih dari 10.000 terluka, sebagian besar dari mereka warga sipil. Ribuan rumah juga luluh latak diterjang rudal dan bom Israel.

Gencatan senjata secara resmi mulai diberlakukan pada 16:00 GMT pada Selasa (26/08) membuka peluang bantuan masuk melalui perbatasan-perbatasan ke Palestina yang selama ini ditutup. (anadolu/lasdipo/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Seorang analis militer Yedioth Ahrnoth mengatakan kepada surat kabar Israel bahwa dalam perangnya dengan Israel saat ini kelompok perlawanan Palestina melakukan apa yang gagal dilakukan oleh tentara dari tiga negara Arab dalam perangnya melawan Israel di masa lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Israel Reshet Bet, Ron ben-Yishai, mengatakan bahwa Hamas dan Jihad Islam melakukan apa yang tidak bisa dilakukan tentara ‘Mesir, Yordania dan Suriah’ dalam perang melawan Israel.

Ben-Yishai mengatakan bahwa selama perang Israel dengan tentara negara-negara itu, Israel tidak terseret dalam kampanye perang yang menguras tenaga karena medan perang bukan di dalam negeri, sedangkan perlawanan Palestina berhasil memindahkan pertempuran ke dalam wilayah Israel.

Hamas dan Jihad Islam, katanya, pertama berhasil menguras tenaga tentara Israel, dan kedua rakyat Israel sendiri. Dalam perang-perang sebelumnya dengan tentara Mesir, tidak ada penduduk Israel yang meninggalkan rumahnya, sedangkan dalam perang dengan Gaza, ribuan orang Israel meninggalkan rumah mereka.

Dia melanjutkan: “Semua kibbutzin (pemukiman warga Yahudi) di sekitar Jalur Gaza kosong karena rudal-rudal dan roket-roket Palestina tidak berhenti menyerang.”

Analis itu mencatat bahwa perang ini membutuhkan studi militer dan politik yang baru, yang jauh dari ancaman lisan yang dibuat oleh para pemimpin Israel. (Middle East Monitor/ +ResistNews Blog )


Sekitar 1400 anak menjadi korban pemerkosaan dalam jangka waktu 16 tahun di kota kecil Rotherham, Inggris. Kasus menghebohkan itu membangkitkan kontroversi tentang perlindungan anak.

+ResistNews Blog - Kasus pemerkosaan anak yang terungkap di kota kecil Rotherham di Inggris sungguh menghebohkan. Betapa tidak, selama kurun waktu 16 tahun diperkirakan ada 1400 anak yang menjadi korban pemerkosaan jaringan predator. Tapi jumlah korban yang sebenarnya mungkin lebih besar lagi.

Pemerkosaan anak secara massal itu terjadi selama tahun 1997 sampai 2013, kata Profesor Alexis Jay, yang memimpin komisi pemeriksa di Rotherham. Komisi tersebut dibentuk tahun 2010 setelah lima lelaki dinyatakan bersalah mencoba memperkosa seorang anak gadis.

“Ada contoh kasus dimana anak-anak disiram dengan bensin dan diancam akan dibakar, mereka juga diancam dengan todongan senjata, mereka disuruh menyaksikan pemerkosaan bruta terhadap anak lain, dan mereka diancam akan menjadi korban berikutnya, jika mereka membuka mulut”, kata Jay.

“Anak perempuan berusia 11 tahun diperkosa oleh sejumlah pria”, tambahnya. Kebanyakan korban berusia 11 sampai 16 tahun.

Para pelaku kebanyakan berasal dari komunitas Pakistan yang tinggal di Rotherham. Kota kecil itu berpenduduk sekitar 250.000 orang. Kebanyakan korban adalah anak warga Inggris, namun banyak juga anak-anak Pakistan, Kashmir dan etnis Roma yang jadi sasaran aksi kejahatan itu.

Bukan berlatar belakang rasisme

Profesor Alexis Jay mengatakan, peristiwa di Rotherham adalah kegagalan pemerintahan lokal. Para pejabat gagal total mengantisipasi kejahatan itu. Bahkan mereka mengabaikan laporan-laporan masyarakat tentang adanya jaringan kejahatan seksual di kota itu.

“Beberapa pejabat daerah kelihatannya berpikir bahwa ini kasus kecil, dan mereka masalah ini akan hilang dengan sendirinya,” kata Jay. “Beberapa staf juga mengatakan mereka kuatir disebut sebagai rasis kalau mengusut kasus itu, yang lain mengatakan pimpinan mereka mencegah pengusutan kasus tersebut.”

Pimpinan National Society for the Prevention of Cruelty to Children, John Cameron menerangkan, sensibilitas kebudayaan “tidak boleh menghalangi seseorang untuk melindungi anak-anak”.

“Sulit membayangkan kerusakan (psikis) yang dialami para korban ketika mereka jadi mangsa dari tindakan impunitas ini selama beberapa tahun, hanya karena orang tidak mau memperhatikan masalah ini”, kata Cameron.

Pemimpin lokal di Rotherham Roger Stone menyatakan pengunduran diri setelah laporan komisi pemeriksa dipublikasi. [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Ajakan Menteri Perdagangan M. Lutfi kepada negara-negara ASEAN untuk menolak prakarsa AS dalam bidang investasi, diantaranya penyamaan investor swasta dan BUMN dalam pengadaan barang Pemerintah, menarik dicermati.

Seperti yang diwartakan Tempo online (26/8), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyerukan negara-negara ASEAN agar menolak prakarsa investasi Amerika Serikat. Sikap ini disampaikannya dalam pertemuan ASEAN Investment Area Council yang merupakan bagian dari pertemuan menteri-menteri ekonomi ASEAN ke-46, pada 25-28 Agustus 2014

Ia mengatakan ada beberapa permintaan Amerika Serikat yang sulit dipenuhi lantaran terlalu sensitif bagi Indonesia. “Misalnya mereka minta supaya investasinya disamakan dengan badan usaha milik negara, sehingga boleh untuk pengadaan pemerintah,” kata Lutfi seusai pertemuan, Senin malam, 25 Agustus 2014

Selama ini AS memandang negara-negara di kawasan ASEAN sebagai salah satu mitra strategis untuk mengukuhkan dominasinya di kawasan Asia Pasifik, baik dalam bidang politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya.

Oleh karena itu, AS terus merancang berbagai kerangka kerja perjanjian kerjasama agar negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, terlibat dalam liberalisasi ekonomi dengan negara tersebut baik melalui Free Trade Aggrement yang telah disepakati oleh Singapura, Trans-Pacific Partnership (TPP) serta berbagai kesepakatan lainnya seperti dalam Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).

Apalagi saat ini perekonomian AS masih mengalami goncangan hebat sehingga membutuhkan penopang, terutama dari negara-negara yang menjadi mitranya, untuk menyelamatkan negara tersebut dari keterpurukan. Tidak heran jika berbagai negosiasi dan bahkan mungkin tekanan akan terus dilancarkan kepada negara-negara yang menjadi mitranya untuk menerima klausul-klausul yang menguntungkan perekonomian negara itu.

Padahal selama ini, AS sendiri atas restu pemerintah Indonesia yang dipayungi oleh sejumlah regulasi, telah lama menghisap perekonomian Indonesia, sehingga membuat kekayaan dan kedaulatan negara ini terampas. ini sekaligus menunjukkan kerakusan negara kapitalis terbesar tersebut untuk menguasai negeri ini.

Oleh karena itu, Pemerintah dituntut untuk tidak hanya menolak klausus yang bersifat teknis tersebut, namun yang paling utama adalah menolak dan membatalkan segala bentuk perjanjian kerjasama dengan AS, yang sedang berjalan maupun yang telah disahkan, baik dalam bidang ekonomi, politik. Keamanan, dan sebagainya. Pasalnya, selain status AS adalah muhariban fi’lan, perjanjian tersebut juga bertentangan dengan Islam. Termasuk pula, berbagai perjanjian yang mengarah pada liberalisasi ekonomi seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN sendiri. [hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]

+ResistNews Blog - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dilaporkan telah membentuk tim yang akan diberangkatkan ke Irak dan Suriah. Tim ini dibentuk untuk memberantas jaringan Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang berada di Indonesia.

"Besok dengan fasilitas dari Kemenlu, kita bicara lewat teleconferences melalui KBRI kita yang berada disana (Irak dan Suriah) untuk membicarakannya. Karena kita akan kesana," kata Kepala BNPT Ansyad Mbaai dalam sebuah diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/8/2014).

Menurutnya, tim yang dibentuk BNPT adalah tim penindak. Oleh karena itu diperlukan data yang akurat tentang ISIS di kedua negara tersebut.

"Karena yang akan kita kirim adalah tim penindak. Kita tidak bisa bicara ISIS hanya dengan penegakan hukum dan menyebut bahwa ISIS teroris. Itu yang harus dibuktikan," jelasnya.

Ansyad melanjutkan, BNPT juga siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk memberantas ISIS. "Senjata kita adalalah law enforcement, karena memberantas ISIS harus dengan bukti-bukti yang akurat dan ini harus dilakukan kerjasama internasional,"ujarnya.

Selain itu kata dia, pemerintah juga telah mencegah penyebaran berita tentang ISIS melalui media sosial Youtube.

"Menkominfo telah memblokir media sosial Youtube. Namun ini tidak berhasil. Karena mereka bisa melakukan di tempat yang lainnya. Ini diperlukan kerjasama internasional dengan negara-negara yang memiliki teknologi yang advance di bidang cyber," tukasnya. (okz/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - Israel kembali mendapatkan serangan. Namun, kali ini bukan serangan secara fisik, tapi serangan di dunia maya. Kelompok hacker Anonymous dilaporan telah melakukan serangan sporadis terhadap beberapa situs pemerintah Israel.

Melansir Russia Today, Senin (25/8/2014), setidaknya situs Departemen Pertahanan Israel, Bank pusat Israel dan situs kantor Perdana Menteri Israel lumpuh akibat serangan Anonymous. Kelompok ini menyebut aksi mereka sebagai aksi pembalasan terhadap apa yang sudah dilakukan Israel pada penduduk Jalur Gaza.

Selain ketiga situs pemerintah tersebut, masih banyak situs pemerintahan lain yang menjadi target penyerangan kelompok hacker internasional itu. Tidak kurang situs milik Kedutaan Besar Israel untuk Amerika Serikat, Biro Pusat Statistik dan Imigrasi Israel, juga menjadi sasaran Anonymous.

Anonymous sebenarnya telah menargetkan pemerintah Israel, sejak negara Zionis itu mulai melakukan agresi ke Gaza. Namun, serangan dengan nama #OpSaveGaza semakin gencar paska kematian seorang pemuda Palestina yang menggunakan topeng Guy Fawkes, yang merupakan simbol kelompok Anonymous.

Pemerintah Israel mengatakan Angkatan Pertahanan Israel bekerja sama dengan Badan Keamanan Israel telah memulihkan dan mengamankan situs-situs tersebut. Israel mengakui, sejak melakukan serangan ke Gaza, intensitas serangan cyber terhadap situs Israel terus meningkat. (RT/atjehcyber/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - Menteri Luar Negeri (menlu) Inggris, Philip Hammond meyakini petempur Islamic State (ISIS) akan menyerang Inggris. Mengingat kelompok tersebut, ujarnya, sengaja dibentuk untuk menyerang Negara Barat.

Melansir dari ITV, Minggu (24/8/2014), Hammond mengatakan, "jika kelompok militan itu tidak dihentikan cepat atau lambat mereka akan berusaha menyerang kita di tanah Inggris."

"Kematian wartawan Amerika Serikat (AS) James Foley mengingatkan kita bahwa kelompok ISIS mengadopsi ideologi barbar dan mengancam warga Inggris," ujar dia.

“Hal ini mengerikan untuk dipikirkan bahwa pelaku tindakan keji ini bisa dibesarkan di Inggris,” ungkap Hammond.

Seperti diketahui, Kementerian Keamanan Inggris mencatat sebanyak 500 warganya telah bergabung dengan kelompok ISIS. Baru-baru ini pemerintah Inggris telah menyampaikan bahwa algojo yang memenggal kepala Foley merupakan warganya.

Menurut hasil data intelijen algojo tersebut merupakan warga negara Inggris yang tinggal di London. Saat ini, pihak intelijen Inggris terus memantau aktivitas sejumlah akun sosial milik warganya yang telah bergabung dengan ISIS.

Mengingat kelompok ini melakukan perekrutan anggota dengan menggunakan media sosial. (itv/okz/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Komite Perlawanan Rakyat, salah satu faksi perlawanan di tubuh Hamas, mengatakan Israel tidak berani lagi melakukan serangan darat.

"Setelah pasukan elite mereka dipermalukan, Israel harus bertanya kepada prajuritnya apakah masih berani memasuki Gaza," bunyi pernyataan tertulis Komite Perlawanan Rakyat yang dilansir kantor berita Ma'an.





Komite Perlawanan Rakyat mengoperasikan dua kelompok bersenjata; Brigade Salah al-Din dan Brigade al-Mujahiddin.

Dibanding Brigade Al-Qassam, keduanya tidak menonjol tapi memainkan peran penting. Keduanya terlibat perang kota saat Israel menggelar invasi darat.

Al-Mujahiddin dan Salah al-Din menyatakan siap menghadapi pasukan elite Israel, jika negeri Zionis itu memutuskan mengirim pasukannya ke Gaza. (maan/atjehcyber/ +ResistNews Blog )

+ResistNews Blog - Pemerintah Suriah ikut angkat bicara soal eksekusi yang dilakukan terhadap jurnalis Amerika Serikat (AS), James Foley. Mereka meyakini Foley telah dieksekusi setahun lalu.

Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Bashar Al Assad, Bouthaina Shaaban.

"James Foley awalnya ditangkap oleh Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) lalu dia dijual ke ISIS," sebut Bouthaina, seperti dikutip dari Fars News, Selasa (26/8/2014).

"James Foley dibunuh setahun lalu, bukan baru-baru ini, hanya saja mereka baru merilis videonya sekarang," tambah dia.

Menurut Bouthaina, pernyataan yang dikeluarkannya bukan tanpa alasan. Dia menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga tahu kalau Foley telah dieksekusi setahun lalu.

"Kami memiliki informasi yang pasti dan PBB juga punya itu," tegas dia.

James Foley merupakan jurnalis AS yang sudah diculik di perbatasan Suriah dan Irak dua tahun lalu. Eksekusinya menguncang dunia akibat disebarluaskan di situs YouTube. (fars/atjehcyber/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Senjata rahasia yang dikembangkan militer Amerika Serikat hancur lebur, meledak 4 detik setelah diluncurkan dari lokasi pengujian di Alaska, Senin dini hari waktu setempat. Pentagon menyebut, insiden terjadi setelah pusat kontrol mendeteksi masalah dalam sistem.

The Advanced Hypersonic Weapon adalah bagian dari program yang bertujuan untuk membuat misil atau rudal yang bisa menghancurkan target di manapun di dunia, hanya dalam hitungan jam dan bisa meluncur kecepatan lebih dari 3.500 mil per jam atau Mach 5.

Pasca-insiden, misi dibatalkan untuk menjamin keselamatan publik, meski tak ada yang cedera akibat kejadian tersebut.

Insiden terjadi setelah pukul 04.00 di Kodiak Launch Complex di Alaska, demikian ungkap Maureen Schumann, juru bicara Departemen Pertahanan AS. "Kami harus mengakhirinya," kata dia dikutip dari Daily Mail, Selasa (26/8/2014).

"Senjata itu meledak selama proses take off dan jatuh kembali di sekitar kompleks."





Kejadian yang tak diinginkan itu juga mengakibatkan kerugian yang belum ditentukan di fasilitas peluncuran yang terletak 26 mil dari Kota Kodiak.

Secara terpisah, Riki Ellison, pendiri organisasi nirlaba Missile Defence Advocacy Alliance berpendapat, kegagalan tersebut tak akan menghentikan program secara keseluruhan. "Ini adalah misi yang penting dan menjanjikan dalam hal teknologi," kata dia seperti dimuat Reuters.

Ellison mengatakan, penghentian misi dilakukan setelah menemukan kekeliruan di komputer.

Apapun, kegagalan ini merupakan langkah mundur bagi program pertahanan AS. Sejumlah analis melihat program itu sebagai upaya Negeri Paman Sam mengimbangi perkembangan rudal balistik yang dilakukan Iran dan Korea Utara.





Beberapa pihak melihatnya sebagai alat yang efektif melawan teroris. Lainnya menduga, itu adalah bagian dari perlombaan senjata dengan China, yang juga menguji sistem hipersonik pada bulan Januari.

Anthony Cordesman, analis pertahanan Centre for Strategic and International Studies mengatakan, teknologi seperti itu ampuh digunakan melawan negara-negara yang kurang berkembang.

"Amerika Serikat tidak pernah berasumsi bahwa ini ... akan menjadi sistem yang dapat digunakan melawan kekuatan seperti China," katanya. "Sebaliknya, untuk negara seperti Iran atau Korea Utara, mereka bisa menjadi penangkal yang sangat signifikan."





Sementara, James Acton, analis Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan Pentagon tidak pernah menjelaskan secara gamblang misi persenjataannya.

Namun, Acton mengatakan, fakta bahwa Washington dan Beijing menguji senjata yang sama, mengindikasikan ada potensi nyata terjadinya perlombaan senjata. "Saya percaya program AS secara signifikan lebih canggih dari program China," katanya.

Senjata, yang dikenal sebagai The Advanced Hypersonic Weapon, dikembangkan oleh Sandia National Laboratory dan Angkatan Darat AS atau US Army. (lip6/dm/ +ResistNews Blog )


Arab Saudi Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok ‘Friends of Syria’

+ResistNews Blog - Sebagaimana diberitakan di Middle East Monitor (24/8), Arab Saudi mengumumkan Sabtu (23/8) bahwa mereka akan menjadi tuan rumah pada hari Minggu (24/8) bagi pertemuan Sahabat Suriah (Friends of Suriah) di Kota Jeddah. Pertemuan akan mencakup para menteri luar negeri Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Demikian lapor Kantor Berita Anadolu.

Saudi Press Agency, mengutip sumber resmi di Kementerian Luar Negeri Saudi, mengatakan bahwa “pertemuan itu akan membahas situasi keseluruhan di wilayah tersebut serta perkembangan terbaru di Suriah”.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Menteri Luar Negeri Sameh Shukri akan berpartisipasi dalam pertemuan Friends of Suriah yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi.

Friends of Suriah adalah kelompok yang mendukung oposisi Suriah. Mereka mengadakan pertemuan pertama pada tanggal 24 Februari 2012 di Tunisia dengan partisipasi 114 negara. Pertemuan ini menghasilkan pembentukan kelompok kecil Friends of Suriah yang meliputi sebelas negara yakni Turki, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir dan Yordania.

Menurut statistik PBB, konflik Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun telah menyebabkan hampir sepuluh juta dari 22,5 juta penduduk Suriah mengungsi dan lebih dari 191 ribu lainnya terbunuh.

Sebagaimana diketahui, Suriah adalah bagian dari negeri Syam yang sudah lama diperintah oleh rezim diktator Bassar Assad, penerus diktator sebelumnya, Hafedz Assad. Persoalan yang dihadapi rakyat Suriah dulu maupun sekarang sesungguhnya sama; sama-sama bersumber dari pemerintahan otoriter dan diktator yang tidak menerapkan Islam. Rakyat yang sudah muak dengan pemimpin otoriter dan diktaor ini kemudian tak kuasa lagi untuk ditindas. Pada akhirnya, meletuslah ‘Revolusi Syam’ melengkapi rangkaian ‘Revolusi Arab’ yang terjadi sebelumnya.

Barat, terutama AS, tentu tak ingin begitu saja bonekanya, Bassar Assad, jatuh oleh rakyatnya sendiri tanpa ada penggantinya dengan bonekanya yang lain. Karena itu dukungan Barat, terutama AS, terhadap oposisi Suriah tidak lebih dari cara mereka untuk tetap mempertahankan hegemoninya di Suriah. Bassar Assad boleh saja jatuh dan habis kekuasaannya, tetapi Suriah harus tetap dalam genggaman kafir penjajah itu, siapapun penguasanya.

Pembentukan Friends of Suriah yang beranggotakan negara-negara Barat dan Arab setidaknya menunjukkan dua hal.Pertama: Campur tangan yang nyata Barat, khususnya AS, untuk terus memaksakan kepentingannya di Suriah. Campur tangan ini juga terus dilakukan oleh Barat dan AS di Timur Tengah seperti Irak, Mesir, dan lain sebagainya. Kedua: Pengkhianatan para penguasa Arab yang terus mengikuti irama yang dimainkan Barat, khususnya AS. Ini sebetulnya wajar saja. Pasalnya, para penguasa Arab, termasuk penguasa Saudi yang menjadi tuan rumah pertemuan Friends of Suriah, adalah juga boneka AS dan Barat. Penguasa boneka atau antek tentu akan ikut saja apa yang disekenariokan oleh tuan besarnya, yakni AS.

Karena itu umat, khususnya rakyat Suriah, seharusnya segera menyadari: Pertama, bahwa campur tangan AS dan Barat tidaklah untuk masa depan dan kebaikan rakyat Suriah, tetapi demi mewujudkan kepentingan busuk mereka di Suriah.Kedua, bahwa penting untuk terus berjuang demi melenyapkan para penguasa antek Barat di Dunia Islam, khususnya di Suriah, karena merekalah yang menjadi perantara bagi terus bercokolnya dominasi AS dan Barat di negeri-negeri kaum Muslim, khususnya Suriah. Ketiga, bahwa perjuangan penegakan kembali Khilafah ar-Rasyidah bukan saja merupakan kewajiban syar’i yang tidak boleh ditolak, tetapi sekaligus kebutuhan mendesak karena merupakan satu-satunya solusi yang bisa menuntaskan ragam persoalan Dunia Islam, termasuk di Timur Tengah, khususnya Suriah yang masih terus menjadi korban kediktatoran penguasa mereka yang antek AS. [Arif B/Riza/hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]


Al-Islam edisi 719, 3 Dzulqa’dah 1435 H-29 Agustus 2014 M



بسم الله الرحمن الرحيم

Seruan kepada Organisasi-Organisasi yang Saling Berperang serta Suku-suku di Irak dan Syam:

HENTIKAN PERANG DI ANTARA KALIAN,

AMERIKA MEMANFAATKAN PERANG DI ANTARA KALIAN UNTUK CAMPUR TANGAN SECARA MILITER DI NEGERI KALIAN



Ragam kejadian mengalir cepat di Irak dan Suriah. Seiring dengan itu mengalir pula dengan cepat pernyataan-pernyataan Obama pada tanggal 18/8/2014, juga menteri pertahanannya, Chuck Hagel, dan Kepala Staf Jenderal Martin Dempsey, pada konferensi pers tanggal 22/8/2014. Pernyataan-pernyataan itu terkait seputar strategi Obama jangka panjang untuk campur tangan secara militer di kawasan tersebut, juga seputar arah pembentukan koalisi internasional untuk mendukung campur tangan militer Amerika. Semua itu setelah muncul dari sebagian warga kawasan, dari kalangan politisi dan militer, berbagai tuntutan yang terang-terangan meminta campur tangan Amerika untuk menyelamatkan mereka! Amerika pun telah benar-benar memulai serangan militer di Irak.

Koalisi Suriah, pada tanggal 16/8/2014, telah dengan tegas meminta kepada Amerika agar ikut campur tangan di Suriah dengan mencontoh campur tangannya di Irak. Koalisi menyeru Amerika sembari menegur atau malah memelas, mengapa Amerika menggunakan standar ganda: melakukan campur tangan di Irak, tetapi tidak di Suriah!

Sebelumnya Amerika ditolak oleh kaum Muslim dan penduduk kawasan. Pasalnya, mereka telah merasakan serangan brutal Amerika di Afghanistan dan Irak, juga serangan-serangan pesawat drone AS di Pakistan dan Yaman. Sekarang Amerika diharapkan kebaikannya, bahkan diminta secara tegas agar segera campur tangan secara sukarela! Ini merupakan keburukan yang merata di mana-mana melebihi keburukan campur tangan Amerika dengan menggunakan tekanan dan paksaan.

Ular berbisa yang menyerang Anda, lalu Anda usir, adalah seribu kali lebih baik daripada Anda sendiri justru mendatangkan ular berbisa ke dalam rumah Anda, lalu ular itu membunuh Anda, anak-anak Anda dan semua orang yang ada di dalam rumah! Seolah-olah mereka yang meminta pertolongan kepada Amerika itu telah tertutup matanya, telah tersumbat kedua telinganya dan telah buta penglihatannya!

Namun, apa sesungguhnya yang telah menyiapkan waktu dan tempat bagi ragam kejadian yang menyimpang ini? Apa yang telah membuat Amerika bertindak demikian? Makar apa yang telah Amerika rencanakan? Apa yang diinginkan oleh Amerika melalui campur tangan tersebut? Apa pula yang membuat semua itu sebagai perkara yang dituntut oleh sebagian penduduk kawasan secara terang-terangan tanpa malu sedikitpun?

Sungguh, siapa saja yang memperhatikan ragam kejadian itu dapat melihat bahwa Amerika memanfaatkan peperangan di antara berbagai kelompok pemberontak di Suriah dan Irak. Sebelumnya, gerakan-gerakan ini muncul untuk melenyapkan pemerintahan diktator. Namun kemudian, gerakan-gerakan ini berbalik arah, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Mereka menjadi saling berperang di antara mereka sendiri; bukan berperang melawan kaum kafir penjajah atau melawan rezim, padahal justru untuk melenyapkan rezim itulah mereka muncul!

Meski demikian, tidak ada satu pihak pun dari kubu-kubu yang saling berperang itu yang berdiri dan bertanya: Mengapa semua ini terjadi? Kemana semua faktor yang telah memunculkan tujuan nyata yang karena tujuan itulah gerakan-gerakan itu muncul?

Di antara mereka juga tidak ada yang berdiri dan bertanya: Mengapa kubu-kubu itu saling bertikai? Mengapa Tanzhim ad-Dawlah (ISIS) dan gerakan-gerakan lainnya saling berebut wilayah-wilayah yang telah berhasil dibebaskan dari rezim dengan tangan mereka? Mengapa mereka tidak bersaing untuk membebaskan wilayah-wilayah lainnya yang masih dikuasai rezim?!

Wahai kaum Muslim:

Sungguh, kami di Hizbut Tahrir menyeru kaum Muslim yang ada di Tanzhim ad-Dawlah (ISIS), gerakan-gerakan bersenjata dan suku-suku yang ada agar menghentikan peperangan di antara mereka. Hendaklah mereka memperbaiki hubungan di antara mereka. Janganlah mereka cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan mereka disentuh api neraka. Kami menyeru mereka semata-mata demi memelihara kepentingan kaum Muslim.

Penderitaan dan kesedihan mengiris hati saat kita melihat ISIS dan gerakan-gerakan lainnya saling berperang; masing-masing meneriakkan takbir saat berkeinginan kuat untuk menghancurkan satu sama lain!

Sungguh, kami menyeru mereka semua, sementara penderitaan memeras kita. Kami menyampaikan kepada mereka seruan ini disertai asa dan harapan.

Pertama: kepada Tanzhim ad-Dawlah (ISIS). Hendaklah mereka takut kepada Allah atas apa yang telah mereka lakukan sehingga segera menghentikan pembunuhan terhadap kaum Muslim. Darah seorang Muslim itu di sisi Allah adalah agung. Kami menyeru agar ISIS menarik diri dari Khilafah yang diklaim secara tidak benar. Metode untuk mewujudkan Khilafah itu jelas dan tidak kabur. Rasulullah saw. telah menjelaskan dengan gamblang metode pendirian Negara Islam di dalam sirah beliau. Metode tersebut adalah thalab an-nushrah (menggalang bantuan) kepada ahlul quwwah (para pemilik kekuasaan) di negeri yang memiliki pilar-pilar negara, kemudian penduduk negeri itu membaiat khalifah dengan sukarela. Namun sayang, ISIS tidak mengambil apa yang diwajibkan oleh syariah ini. Padahal setiap perbuatan yang tidak diperintahkan oleh syariah akan mengantarkan pada pertikaian dan fitnah. Itulah yang terjadi saat ini. Peperangan meletus antara ISIS dan gerakan-gerakan lainnya. Hubungan ISIS dengan gerakan-gerakan lain pun diwarnai dengan pertumpahan darah. Akibatnya, penduduk di setiap negeri yang dimasuki ISIS justru lari dan bukan malah merasa aman di sisi ISIS. Karena itulah, hendaklah ISIS menarik diri dari kesalahan-kesalahan itu. Kembali dari kesalahan itu merupakan keutamaan.

Kedua: kepada gerakan-gerakan lainnya yang juga saling berperang, yang meminta pertolongan kepada Amerika, Barat dan para antek dan pengikut Barat. Sesungguhnya permintaan tolong kalian kepada kaum kafir penjajah merupakan kesalahan. Upaya itu tidak didasarkan pada penelaahan dan pengamatan. Bagaimana mungkin Amerika atau Barat akan membantu kalian untuk melenyapkan antek-antek yang mereka nobatkan, kecuali Amerika dan Barat menginginkan kalian menjadi antek-antek baru menggantikan mereka? Semua orang yang berakal tahu, bahwa tindakan ini seperti meminta perlindungan dari hawa panas kepada api. Tidak adakah di antara kalian orang yang cerdas?

Ketiga: kepada suku-suku; kepada para tokoh yang memiliki kehormatan, dorongan perasaan islami serta penghargaan dan penghormatan masyarakat kepada kalian. Janganlah kalian mendukung kubu manapun di antara kubu-kubu Muslim yang saling berperang. Mereka tidak memerangi kaum kafir penjajah. Padahal awalnya mereka mendeklarasikan diri untuk keluar menentang dan melenyapkan rezim-rezim diktator. Namun nyatanya, mereka tidak berkumpul bersama untuk menghadapi rezim-rezim itu. Mereka malah menghimpun tipu daya mereka untuk saling memerangi satu sama lain. Karena itulah, hendaklah Anda memaksa mereka dan menghimpun mereka di atas petunjuk agar orientasi mereka menjadi orientasi islami yang satu, yakni Khilafah ar-Rasyidah. Di bawah Khilafah ar-Rasyidah inilah manusia akan merasa aman dan tidak merasa takut. Lalu mereka mencampakkan perpecahan serta pemisahan berbagai wilayah dan daerah.

Keempat: kepada orang-orang yang “kecuali mereka yang diberi rahmat Tuhanmu” (TQS Hud [11]: 119). Mereka adalah orang-orang yang menepati janji mereka kepada Allah. Mereka telah berjanji untuk menolong Allah dan Rasul-Nya untuk menegakkan Khilafah ar-Rasyidah. Juga kepada orang-orang yang menjauhkan diri mereka dari saling berperang dengan gerakan-gerakan islami lain seraya terus berjuang untuk mewujudkan tujuan yang sekaligus menjadi alasan mereka muncul. Tetap teguhlah kalian di atas kebenaran yang kalian jalani. Jangan sampai membahayakan kalian ucapan mereka yang memandang kalian lebih kecil jumlahnya dari gerakan-gerakan yang tenggelam di dalam darah kaum Muslim itu. Jumlah sedikit yang benar, dalam timbangan Allah, lebih berat dari jumlah banyak yang batil. Kesudahan yang baik adalah untuk orang-orang yang bertakwa.



﴿وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ﴾

Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu serta menjadikan mereka pemimpin dan orang-orang yang mewarisi (bumi) (TQS al-Qashshash [28]: 5).



Wahai kaum Muslim:

Hizbut Tahrir telah menghabiskan usianya sekitar 60 tahun dengan tetap teguh di atas kebenaran yang diserukan; berpegang teguh dengan metode Rasulullah saw. dalam melakukan thalab an-nushrah untuk menegakkan pemerintahan Islam di atas muka bumi tanpa menyimpang barang seutas rambut pun. Padahal banyak sekali komentar yang terlontar bahwa thalab an-nushrah adalah jalan yang panjang, sementara penggunaan kekuatan fisik untuk memaksakan hukum terhadap masyarakat adalah lebih pendek dan lebih dekat. Mereka tidak paham bahwa persoalannya bukan persoalan sampai ke sembarang pemerintahan, juga bukan menempuh jalan apa saja. Namun, persoalannya adalah apa yang telah digariskan, diterangi dan disinari oleh Nabi saw. dengan wahyu dari Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Jalan lain boleh jadi mengantarkan ke pemerintahan pada waktu yang lebih dekat. Namun, itu adalah pemerintahan sakit dan menyusahkan; tidak diridhai oleh Allah, Rasul-Nya dan kaum mukmin. Khilafah bukanlah sebutan kosong tanpa isi. Khilafah itu adalah Khilafah yang aman dan menenteramkan. Orang berhijrah ke Khilafah itu untuk mendapatkan keamanan dan rasa aman di bawah naungannya, bukan malah lari darinya karena takut dan merasa tertindas. Itulah Khilafah yang menjamin diri, kehormatan, harta dan rumah-rumah masyarakat; bukan malah di dalamnya darah ditumpahkan, kehormatan dilanggar, rumah-rumah dihancurkan dan harta diserang. Itulah Khilafah yang menyebarkan kebaikan bukan hanya di negeri kaum Muslim saja, melainkan juga mentransfer kebaikannya melalui peradabannya ke seluruh dunia. Itulah Khilafah yang di dalamnya Muslim dan non-Muslim merasa aman, serta setiap orang mendapatkan haknya dalam keadilan dan ketenteraman.

Sungguh, Hizbut Tahrir adalah pelopor yang tidak membohongi warganya. Hizbut Tahrir berasal dari Anda dan bersama Anda di dalam seruan ini. Hizbut Tahrir menyeru setiap orang yang memiliki hati dan pikiran, yang mempunyai pendengaran dan dia bisa menyaksikan. Hizbut Tahrir menyeru setiap orang untuk mengerahkan segenap upaya—meskipun kemampuannya itu hanya setengah kata—agar berbuat untuk menghentikan peperangan di antara kaum Muslim; ISIS, gerakan-gerakan lain dan suku-suku yang ada. Mudah-mudahan pada waktu yang masih tersisa hal itu terjadi. Dengan begitu kaum Muslim berhenti dari saling berperang di antara mereka. Lalu mereka lari menghambur sebagai satu barisan untuk menghadapi koalisi militer yang direncanakan dan dipimpin oleh Amerika. Kemudian peniup terompet koalisi itu berada di tempat kematian dan keburukannya pun berhenti sebelum menyala.

Seruan ini dengan izin Allah adalah benar dan tulus. Kami menyeru orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan sehingga ia mempunyai peran berpengaruh dan efektif dalam menolong Islam dan kaum Muslim, juga dalam membalas tipu daya kaum kafir penjajah. Adapun mereka yang tidak mendengar dan tidak melihat, maka Zat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa telah memberi tahu kami atas perkara mereka.



﴿إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ﴾

Sesungguhnya seburuk-buruknya makhluk di sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli, yang tidak mengerti apapun (TQS al-Anfal [8]: 22).



28 Syawal 1435 H

24 Agustus 2014 M



Hizbut Tahrir



+ResistNews Blog - Tiga belas mata-mata Israel telah menyerahkan diri kepada kelompok perlawanan Palestina sejak awal dimulainya Kampanye Anti-kolaborator pada hari Jumat, situs Al-Majd mengatakan hari Senin.

Kampanye ini dimulai dengan eksekusi terhadap 18 mata-mata Israel di daerah yang berbeda di Jalur Gaza. Al-Majd, situs Palestina yang mengkhususkan dalam masalah keamanan, melaporkan dari sumber sumber perlawanan yang mengatakan bahwa identitas para agen yang menyerahkan diri itu dirahasiakan.

Menurut website itu, salah satu agen diserahkan ke kelompok pejuang oleh ayah dan kakaknya. Yang lainnya disampaikan oleh istrinya yang mengungkapkan informasi tentang tindakan mata-matanya kepada para pejuang. Dia mengatakan kepada para pejuang bahwa suaminya itu merencanakan untuk menyerahkan diri dan bertobat.

Website itu melaporkan bahwa para pejuang Palestina memutuskan untuk menangani mata-mata Israel itu dengan tindakan keras.

“Kelompok perlawanan telah menggunakan untuk mengintensifkan tindakan yang diambil terhadap para agen Israel dan para tersangka, ” website itu melaporkan dengan mengutip dari sumber perlawanan.

Website tersebut juga mengatakan bahwa kelompok perlawanan menolak untuk mengungkapkan identitas para agen itu dan akan mengumumkan mereka sebagai korban perang Israel untuk melindungi keluarga mereka dari stigma sosial.(Middle East Monitor/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Teknologi layanan perpetan dan pencitraan satelit Google Earth ternyata mampu mengungkap lokasi latihan perang mujahidin Daulah Islam atau lebih dikenal sebagi ISIS. Mulai dari tempat latihan tembak, tempat konfoi berkumpul hingga foto bareng anggota. Bagaimana bisa?

Sebagaimana dilansir laman Slashdot, seorang warga mampu mengungkap lokasi tempat i’dad dan konfoi pasukan ISIS. Sejumlah foto yang di-posting-kan oleh akun-akun Twitter pendukung ISIS dapat dengan mudah diidentifikasi tempat dan lokasi latihannya oleh. Salah satunya adalah foto yang menampilkan 80 anggota ISIS yang sedang berlatih dengan senjata berat.

Bermodal foto-foto tersebut, ia mencoba mencocokkannya dengan citra satelit yang terekam di sejumlah aplikasi seperti Google Earth, FlashEart, dan Panoramio.



Hasilnya ia menyimpulkan bahwa kamp latihan kelompok tersebut terletak di sepanjang wilayah tepi Sungai Tigris, Mosul, Irak. Sejumlah penanda lokasi yang khas seperti jembatan dan papan reklame yang berderet di sepanjang jalan menjadi bukti kesamaan lokasi kamp pelatihan dan lokasi yang diidentifikasi melalui Google Earth.

Argumen ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa militan ISIS memang sempat menguasai Mosul sejak awal Agustus lalu. Wilayah Mosul menjadi begitu penting untuk dikuasai karena terdapat dam yang merupakan sumber utama air bersih untuk beberapa wilayah di Irak.

Perhatikan gambar-gambar berikut ini…

Pada banyak sesi latihan memiliki latar belakang jembatan besar..







Setelah melakukan sedikit penelitian pada Google Earth akan didapatkan bahwa secara umum daerah tersebut terdapat di sepanjang sungai Tigris di Mosul. Hal itu juga berdasar letak bangunan dan tanah yang menandai sekitar lokasi.



Selanjutnya, dalam foto di bawah ini kita dapat melihat salah satu jembatan dengan sebuah bangunan besar yang terlihat di latar belakangnya dengan foto yang diambil di jalan deretan pohon. Untuk mengetahui letak lokasi tersebut diperlukan Flash Earth dengan citra yang lebih mutakhir untuk menemukan gedung, yang tampaknya baru saja dibangun.



Di seluruh wilayah, hanya ada satu yang sesuai dengan lokasi tersebut, yaitu di sebelah utara sungai, dengan kamera menunjuk Selatan.



Selanjutnya, hal yang sama juga nampak saat i’dad di daerah yang sama, dengan latar jembatan terlihat, dan pohon-pohon di sebelah kanan (perhatikan panah hijau dan posisi kamera).



Lebih dari itu, beberapa petunjuk juga bisa dilacak dengan panoramio.



Termasuk juga sesi berikut degan latar belakang tower.





Dari sini juga dapat diambil kesimpulan bahwa mereka melakuka aktivitas sepanjang kurang lebih 2,9 km


[lasdipo/ +ResistNews Blog ]



+ResistNews Blog - Pihak Pertamina tetap saja membantah adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Jawa.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam, Selasa (26/8/2014) dini hari, usai rapat kerja dengan DPR, Senin 25 Agustus, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan stok BBM bersubsidi cukup tersedia.

Namun, kata Hanung, kuota BBM bersubsidi untuk 2014 memang mulai dikurangi. Dari yang tadinya 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter. Dia juga mengakui distribusi BBM bersubsidi secara nasional menurun dan pasokan ke setiap SPBU menjadi berkurang setiap harinya.

Tapi pengurangan BBM hanya 5%, karena itu ia membantah jika terjadi kelangkaan BBM di Pulau Jawa.



Sidang Tertunda Gara-gara Mobil Tahanan Kehabisan Bensin

Kelangkaan BBM subsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU di daerah mengganggu aktivitas warga. Tak hanya kegiatan biasa, aktivitas persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur juga terganggu akibat kelangkaan BBM.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (26/8/2014), sekitar 50 jadwal persidangan dalam kurun waktu 2 hari ini terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan akibat kendaraan yang membawa tahanan kehabisan bahan bakar dan harus mengantre panjang di SPBU.

Krisis bahan bakar mobil tahanan tersebut telah terjadi sejak Senin 25 Agustus yang seharusnya menjadwalkan 20 persidangan. Dan hari ini 30 persidangan yang sudah dijadwalkan juga terganggu. Sebagian sidang tetap berlangsung meski terlambat.

Setiap harinya, Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, memulai persidangan pada pukul 11.00 WIB. Namun dampak kelangkaan BBM di kawasan tersebut membuat persidangan terlambat dimulai.

Terhitung mulai 1 Agustus 2014, pemerintah telah melakukan pembatasan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah agar tidak melebihi kuota yang telah ditentukan. (lasdipo/liputan6/ +ResistNews Blog )



+ResistNews Blog - Syabakah marosil Al-Manaroh Baidho (26/08) melansir sebuah video pendek berdurasi 1 menit 57 detik, yang memperlihatkan peleburan diri Mujahidin Liwaul Battar kepada Jabhah Nusrah, cabang resmi Tandzim Al-Qaeda wilayah Syam.

Mereka telah bersiap untuk mendengar dan taat kepada pimpinan mereka dari mujahidin Jabhah Nusrah dalam keadaan sempit dan lapang selama diatas rel-rel syariat Islam.

Mereka juga bersiap untuk menegakkan syariat Allah, siap membela dan mati untuk mempertahankannya. Menjaga darah kaum muslimin sekecil apapun dan rela berkorban untuk kemaslahatan Islam.


Baiat ini adalah peleburan diri mereka dalam rangka memperkuat barisan kaum muslimin melawan musuh-musuh Islam, yang telah menyengsarakan umat.

Di akhir-akhir video, mujahidin yang telah meleburkan diri ke barisan Jabhatu Nusrah ini melakukan konvoi bersama di daerah Hama, Suriah.

Allahu Akbar !! 


[lasdipo/ +ResistNews Blog ]


+ResistNews Blog - Belum lama ini diberitakan umat Hindu menolak keberadaan Bank Syariah di Bali. Seperti halnya kasus larangan berjilbab yang coba dinetralisir oleh ormas Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bahwa umat Hindu Bali tak menolak, kali ini bantahan serupa terhadap kabar penolakan Bank Syariah juga muncul.

Dikatakan oleh salah seorang tokoh Hindu Bali, protes sekelompok orang terhadap keberadaan bank syariah di Bali, tidak mewakili keseluruhan umat Hindu atau masyarakat Bali. Bendesa Agung (Ketua) Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali, Jero Gde Putus Suwena Upadesa menyatakan, protes itu hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja.

“Apa yang mau mereka protes atau dilarang. Bank Syariah itu ada undang-undangnya dan Bali sebagai bagian dari bangsa Indonesia, harus menghormati undang-undang itu,” kata Jero Gde di Denpasar, Senin (25/8), seperti dilansir Republika Online.

Jero Gde juga mengatakan, umat Hindu tidak melarang atau melawan apa pun yang sudah didasari undang-undang (UU). Jadi kalau ada yang bicara memprotes produk UU seperti perbankan syariah, itu adalah protes pribadinya dan tidak mewakili atau bukan suara hati dari umat Hindu secara keseluruhan. Benarkah? (RoL/ +ResistNews Blog )

1


Freeport Gold Mine in West Papua (photo: grahafauzi.wordpress.com)

Pemerintah Indonesia akhirnya benar-benar memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia dari seharusnya berakhir pada 2021 menjadi lebih panjang lagi yakni tahun 2041.

Meski perpanjangan kontrak akan diteken dua tahun sebelum kontrak berakhir atau pada 2019, pemerintah menjamin kesepakatan yang menjamin perpanjangan kontrak akan tertuang di memorandum of understanding (MoU) yang akan diteken sebelum masa Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini berakhir.

“Perjanjian ini menjadi bagian tak terpisahkan, mengikat dua belah pihak Indonesia dan Freeport dan merupakan bagian dari amandemen kontrak,” tandas Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar, Jumat (6/6/2014).

Keputusan ini, kata Sukhyar, diambil untuk memberikan kepastian bagi investor asing mengingat dana investasi yang dibenamkan oleh Freeport besar yakni mencapai 15 miliar dollar AS.

Apalagi, dalam rapat maraton sepekan terakhir, manajemen Freeport juga menyepakati poin lain dalam kontrak.

Pertama, Freeport berjanji akan membangun pabrik pemurnian atawa smelter mineral emas di Gresik, Jawa Timur, dengan nilai investasi 2,3 miliar dollar AS. Selama ini Freeport memilih ekspor konsentrat mineral tanpa pengolahan.

Kedua, perusahaan tembaga, emas, dan perak ini di Grasberg, Papua, juga bersedia menaikkan royalti dari yang berlaku saat ini cuma 1 persen menjadi 3,75 persen. Namun, Freeport meminta agar kenaikan royalti ini berlaku setelah perpanjangan kontrak atau pada 2021 nanti.

Ketiga, Freeport juga setuju melakukan divestasi saham sebesar 30 persen kepada Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, BUMN ataupun BUMD, sesuai aturan yang berlaku.

Keempat, Freeport juga menjamin penggunaan tenaga kerja lokal dan produk dalam negeri hingga 100 persen. Terakhir, Freeport juga setuju atas pengurangan areal wilayah pertambangan dari 212.950 hektar menjadi 125.000 ha.

Rozik B Soetjipto, Chief Executive Officer Freeport Indonesia, sebelumnya mengatakan, kalau renegosiasi sudah selesai, “Sekarang tinggal bahasa hukumnya saja,” ujar dia.

Juru bicara PT Freeport Indonesia Daisy Pimayanti menambahkan, beberapa poin renegosiasi sudah dilakukan Freeport, seperti mempekerjakan warga lokal hingga 98 persen dari total pekerja. Pemakaian barang produksi dalam negeri kini juga sudah mencapai 60 persen.

Namun, menurut pengamat pertambangan Marwan Batubara, hasil renegosiasi ini kurang menguntungkan Indonesia. Utamanya soal kewajiban divestasi.
Menurut dia, pemerintah seharusnya memperlakukan Freeport sama dengan perusahaan tambang asing yang memiliki kewajiban melepas 51 persen sahamnya.

Dengan begitu, Indonesia bisa mengambil kontrol atas perusahaan-perusahaan tambang yang dikuasai oleh asing itu. Dengan begitu, pemerintah paham produksi, ekspor, hingga royalti yang seharusnya menjadi bagian Indonesia.

Apalagi, Undang-Undang Minerba mengamanatkan negara menguasai sumber daya alam. “Alasan Freeport adalah tambang terintegrasi dan berinvestasi tambang bawah tanah, itu bukan alasan untuk lepas saham 30 persen saja,” ujar Marwan.

Hanya, Sukhyar meyakinkan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam renegosiasi agar tak merugikan di kemudian hari. (Kompas.com/ Muhammad Yazid/ +ResistNews Blog ).

1


+ResistNews Blog - Yordania dan Otoritas Palestina pada prinsipnya telah setuju untuk memulai negosiasi atas rencana Yordania untuk membeli gas alam dari ladang gas yang baru-baru ini ditemukan di lepas pantai Gaza.

Dalam sebuah pernyataannya kepada kantor berita Anadolu, Ketua Komite Energi di Parlemen Yordania, Gamal Qumwa, menjelaskan bahwa kesepakatan awal itu termasuk memasok Yordania dengan 150 kaki kubik gas alam dari ladang gas di Gaza. Dia menunjukkan bahwa jumlah ini akan mencakup 50 persen kebutuhan gas alam Yordania, yang berkisar antara 300-350 kaki kubik perhari.

Pada tahun 1999, Otoritas Palestina member perusahaan British Gas dan Federasi Kontraktor suatu konsesi untuk mengeksplorasi gas lepas pantai di Laut Gaza. Dua ladang gas ditemukan pada tahun 2000, yang terletak 30 km di lepas pantai Gaza pada kedalaman 600 meter.

Perjanjian tersebut, ketika selesai, akan berlaku selama 15 hingga 20 tahun. Selama masa itu Yordania akan menerima setengah dari produksi dari ladang gas tersebut.

Qumwa mencatat bahwa perjanjian ini akan menguntungkan Yordania,yakni untuk menutupi sebagian besar kebutuhan gasnya dengan biaya yang relatif rendah karena dekatnya ladang gas Gaza itu ke Yordania.

Dia memperkirakan bahwa pengiriman gas akan dilakukan pada awalnya dengan menggunakan kapal. Ini berlangsunghingga selesainya pembuatan pipa gas yang akan menghubungkan ladang Gaza itu dengan pelabuhan gas Al-Aqaba di Yordania, yang sekarang sedang dibangun.

Anggota parlemen itu tidak mengungkapkan harga yang akan dibayar oleh Yordania sehubungan dengan gas Palestina ini.

Yordania mengalami tingginya tagihan energi, yakni sebesar $ 6.4 miliar tahun lalu dan US $ 3,2 miliar pada semester pertama tahun ini, yang merupakan 22.7 persen peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebuah laporan pemerintah mengatakan pada hari Rabu. [Middle East Monitor/ +ResistNews Blog ]
Powered by Blogger.