AS Siapkan Hadiah Rp 350 Miliar Bagi Pemberi Informasi Jaringan Haqqani



+ResistNews Blog - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan US$ 30 juta atau sekitar Rp 350 miliar bagi siapa saja yang dapat memberitahu keberadaan lima pimpinan kelompok militan Haqqani. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa Haqqani telah berafiliasi dengan Mujahidin Taliban.

Diduga Jaringan Haqqani ini telah menyebar di Pakistan dan Afghanistan bergabung dengan mujahidin Taliban yang getol melakukan perlawanan terhadap Amerika dan anteknya di dua Negara tersebut.

Seperti dilansir First Post, Kamis 21 Agustus 2014, kelima pemimpin Jaringan Haqqani yang diburu pemerintah Amerika Serikat adalah Sirajuddin Haqqani, Aziz Haqqani, Khalil al-Rahman Haqqani, Yahya Haqqani dan Abdul Rauf Zakir. Kelompok Haqqani diburu karena dianggap bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap kepentingan NATO di Afghanistan.

Mereka berlima dituding terlibat dalam serangan yang berbeda-beda. Sirajuddin Haqqani adalah anak dari pendiri jaringan ini yaitu Jalaluddin Haqqani. Sirajuddin mengaku telah melancarkan serangannya pada sebuah hotel pada bulan Januari 2008 di kota Kabul. Di situ, beberapa orang Amerika Serikat dinyatakan terbunuh.

Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan Sirajuddin sebagai seorang “teroris”. Aziz Haqqani, saudara dari Sirajuddin, dinyatakan terlibat dalam operasi logistik dan perintah serangan terhadap pasukan internasional dan pasukan boneka Afghanistan.

Khalil al-Rahman Haqqani merupakan anggota senior dari kelompok Haqqani dan bertanggung jawab atas pengumpulan dana bagi Taliban. Dia juga dikaitkan dengan Al-Qaeda. Yahya Haqqani, dia terlibat dalam operasi, finansial dan aktifitas propaganda Haqqani dan telah bertugas sebagai pemimpin secara de facto ketika para pimpinan senior Haqqani tidak hadir.

Pemerintah Amerika Serikat telah lama memburu mereka. Kelompok ini dianggap berbahaya selain dari Taliban itu sendiri. Mereka telah melakukan serangan masif terhadap kepentingan Amerika di Afghanistan, termasuk serangan 19 jam di kedutaan Serikat dan di dekat markas International Security Assitance Force (ISAF) pada September 2011. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...