Begini Cara Makan Ala Rasul



ISLAM menganjurkan umatnya untuk makan yang halal dan bergizi. Halal berarti tidak ada larangan syar’i untuk menikmatinya, baik karena sifat benda yang dimakan atau cara mendapatkannya. Bergizi artinya mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin, karbohidrat, protein, dan lemak. Dengan kita memilih makanan yang baik, diharapkan dapat menjadi sumber energi yang akan mendorong kita untuk berbuat kebajikan.

Dengan demikian, makanan tersebut memiliki keberkahan bagi hidup kita. Selain memilih makanan yang baik, ketika kita makan juga dianjurkan dengan beradab yang baik. Firman Allah SWT, “Makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah “. (An Nahl :114)

1. Mulakan dengan ucapan ‘basmalah’
Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW dari Aisyah R.A, “Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka ucapkanlah ‘bismillah’ dan jika ia lupa untuk mengucapkan ‘bismillah’ di awal makan, maka hendaknya ia mengucapkan bismillah awwaluhu wa akhirahu.” (Hadis riwayat Abu Daud no 3767 dan at-Tirmidzi)

2. Gunakan tangan kanan (tangan kiri dilarang)
Dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan engkau makan dengan (tangan) kirimu, sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan (tangan) kirinya.” (HR. Muslim)

3. Gunakan 3 jari
Disunatkan makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan, menyedikitkan suapan, memperbanyak kunyahan, makan dengan apa yang terdekat darinya dan tidak memulai dari bahagian tengah piring.

Ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (Hadis riwayat Bukhari no.5376)

Dari Ka’ab bin Malik r.a., “Aku melihat Rasulullah SAW makan menggunakan tiga jari…. (ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah).” (Hadis riwayat Muslim)

4. Anjuran bernafas 3 kali dan tidak meniup makanan/minuman
Tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin. Tidak boleh juga untuk meniup pada minuman yang masih panas, apabila hendak bernafas maka dianjurkan bernafas di luar gelas sebanyak 3 kali.

Dari Anas bin Malik r.a. beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah SAW minum baginda mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan baginda bersabda, “Hal itu lebih segar, dan lebih nikmat.” Anas mengatakan, “Oleh kerana itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda dari Abu Said al-Khudri R.A, yang bermaksud, “Rasulullah SAW melarang untuk meniup (dalam gelas) ketika minum.” (Hadis riwayat at-Tirmidzi no.1887)

5. Pungut makanan jatuh
Memungut makanan yang jatuh ketika saat makan sebagai cermin rasa syukur kita. Apabila ada sesuatu dari makanan yang terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.

Dari Jabir r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Apabila jatuh sebagian (kecil) makanan seorang dari kamu, ambil dan buang bagian yang terkena kotoran dan makanlah ia, dan jangan tinggalkan ia untuk syaitan, dan jangan dia menyapu tangannya dengan kain sehingga dia menjilat jarinya dahulu kerana dia tidak mengetahui pada makanannya, bagian mana yang terdapat keberkatan.” (Hadis riwayat Muslim)

Dalam riwayat yang lain, dari sabda Rasulullah SAW yang bermaksud, “Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang di antara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan membiarkannya untuk syaitan.” (Hadis riwayat Ahmad)

6. Tidak bersandar ketika makan
Dari Abi Juhaifah Wahb bin Abdullah r.a. berkata : Rasullah SAW bersabda, “Aku tidak makan sambil bersandar.” (Hadis riwayat Bukhari)

Begitulah adab makan yang dilakukan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Beliau mencontohkan agar kita menirunya. [fha/islampos/syarieat-islam/sajadahmuslimku/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...