+ResistNews Blog - Dalam waktu dekat ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan segera menggelar Muktamar di gedung Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 31 Agustus – 1 September 2014 mendatang.

Ketua Umum (Ketum) PKB, Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers (konpers)-nya di Jakarta pada Minggu (24/8/2014) mengatakan akan membahas sejumlah strategi dalam muktamar tersebut untuk menangkal faham yang dianggapnya radikal.

Muhaimin beralasan, sebenarnya para kyai pesantren dan warga Nahdhatul Ulama (NU) sudah bergerak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya kepentingan politik yang menurutnya banyak dibungkus oleh agama.

Namun, ia berharap rekomendasi tentang pencegahan gerakan radikal menurut versi PKB yang akan dihasilkan muktamar PKB nanti bisa diaplikasikan oleh pihak terkait dalam upaya deradikalisasi di Tanah Air.

…Para kyai muda itu menurut Muhaimin juga dengan tegas menyatakan tidak sepakat konsep pembentukan Daulah Islamiyyah atau Islamic State (IS) atau Negara Islam di Indonesia karena bertentangan dengan negara Pancasila…

Hal itu dilakukan, lanjut Muhaimin setelah pada Sabtu (23/8/2014), PKB menerima rekomendasi forum diskusi tokoh muda pesantren Jatim yang salah satu isinya adalah agar PKB bisa mempengaruhi pemerintah supaya bersikap lebih tegas terhadap setiap jenis gerakan radikal yang mengancam NKRI.

Rekomendasi itu merupakan hasil dari forum bahtsul masail atau forum pembahasan masalah tertentu yang dikaji berdasarkan hukum Islam, yang diikuti kyai muda dari 60 pesantren di Jatim. Hadir dalam forum itu antara lain KH Muhammad Ali Romzi (Gus Romzi) dari Ponpes Darul Ulum, Selo Tumpuk, Kabupaten Blitar M Shodif (Gus Shodif) dari Ponpes Al Falah Malang, dan Gus Hazani Zubair (Ponpes Nurul Chilil, Bangkalan).

Juga Gus Toif (Ponpes Al Falah, Ploso, Jombang), Gus Ahmad Athoillah (Ponpes Denanyar, Jombang), Gus Aizzudin (Ponpes Tebuireng, Jombang), dan Gus Faiz (Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo).

Para kyai muda itu menurut Muhaimin juga dengan tegas menyatakan tidak sepakat konsep pembentukan Daulah Islamiyyah atau Islamic State (IS) atau Negara Islam di Indonesia karena bertentangan dengan negara Pancasila yang menurutnya sah secara hukum Islam. [GA/Antara/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.