Densus 88 "Goreng" Isu ISIS untuk Proyek Terorisme


+ResistNews Blog - Isu ISIS/IS telah menjadi mainan baru Densus 88 dengan menembak terduga teroris di Banyumas. Terduga teroris ini dikaitkan dengan ISIS/IS

"Sangat disayangkan dengan tewasnya 1 orang yang di duga teroris saat penggrebekan di Banyumas oleh Densus 88," kata Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada petikan, Sabtu (16/8).

Kata Harits, Penindakan dalam 3 pekan terakhir tidak bisa dipungkiri terkait upaya "menghentikan" para suporter ISIS/IS di Indonesia. Meski pijakan hukum untuk mempidanakan mereka sangat lemah.

"Saya melihat pihak aparat Densus 88 dan BNPT tetap memaksakan, dengan menyodorkan delik pidana ke publik bahwa mereka yang ditangkap adalah terkait jaringan teroris," paparnya.

Harits mengatakan, pihak Densus 88 selalu mengaitkan terduga teroris dengan jaringan Santoso, Abu Robban, Pelatihan di Aceh hingga menyembunyikan informasi terkait rencana terorisme.

"Jika mau obyektif, tindakan over aparat hingga melahirkan korban tewas sangat kontra produktif dalam menangani isus ISIS dan terorisme.Karena justru aparat (Densus88) telah membuat stimulan kekerasan, berpotensi menggeliatnya kekerasan secara sporadis dari orang-orang yang merasa terdzalimi dalam kasus ini," paparnya.

Harits menilai langkah-langkah pencegahan oleh BNPT dan jejaringnya tidak berbanding lurus dengan penindakan yang harusnya terukur dan profesional serta bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Saya berharap ISIS/IS tidak terus di "goreng" oleh BNPT begitu juga pihak terkait lainya dan ketegasan itu harus tetap proporsional dan adil. Karena negara ini bukan rimba raya dengan hukum kebinatangannya," pungkasnya. [petikan.com/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...