+ResistNews Blog - Penanggung jawab hubungan luar negeri Hamas, Usamah Hamdan, memberi Israel dua pilihan; menerima tuntutan-tuntutan Palestina atau melanjutkan perang panjang hingga titik darah penghabisan yang telah disiapkan oleh gerakan-gerakan perlawanan saat ini.

Pernyataan disampaikan Hamdan dalam acara Forum Mahasiswa Internasional untuk Pembebasan Palestina di Khartum, Jumat (15/8/2014) kemarin. Dalam acara itu Hamdan mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk menekan para politisi dan pejabat di masing-masing negara agar turut berperan dalam membebaskan Palestina. Karena menurutnya, “Perhitungan dan kepentingan membuat banyak politisi menjadi seperti setan yang bisu, melihat kejahatan tapi diam saja.”

Hamdan menekankan bahwa orang yang menggerakkan perlawanan di Gaza adalah para pemuda. Orang yang memproduksi pesawat dan roket adalah mahasiswa yang baru saja lulus kuliah. Bahkan kebanyakan pejuang yang menghadapi serangan Israel adalah anak-anak muda di bawah 20 tahunan.

Tentang kejahatan Israel selama lebih dari sebulan di Gaza, Hamdan menjelaskan, “Israel telah menghancurkan 5500 rumah secara total, merusak 17000 rumah, lebih dari 100 sekolah, dan lebih dari 150 masjid. Sedangkan jumlah syahid yang gugur mencapai 2000 orang, 486 di antaranya adalah anak-anak.” (msa/dakwatuna/alaraby/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.