Hubungan Antara AQIM, Al-Murabitoon, MUJAO, Boko Haram, dan Ansaruddin Dalam Jihad Al-Qaeda Melawan Barat

Boko Haram masih menjadi misteri dan momok terbesar bagi pemerintah Nigeria. Adapun Mali makin tak terkontrol mengingat ada lebih dari sa...


Boko Haram masih menjadi misteri dan momok terbesar bagi pemerintah Nigeria. Adapun Mali makin tak terkontrol mengingat ada lebih dari satu harakah jihad yang beroperasi di negeri itu. Aljazair, Libya, Niger, Tunisia, Maroko, dan Mauritania juga tak kalah kolaps. Dahi para pengambil kebijakan kontraterorisme internasional makin mengernyit dan semakin memelototi salah satu kawasan paling tak aman di dunia itu.

Berbagai pertanyaan mulai bermunculan. Adakah hubungan antara organisasi jihad seperti AQIM (Al-Qaeda in Maghreb Islamy), Mokhtar Belmokhtar, Boko Haram, dan Ansaru? Ternyata, meski beda tandzim, seluruh harakah itu tetap menjalin hubungan baik, bahkan bekerja bareng dalam operasi bersama. Terkait berbagai penyerangan dan penculikan akhir-akhir ini, benarkah aksi itu telah berubah dari khittah para mainstream jihadi internasional alias Al-Qaeda?

Berikut kami terjemahkan satu analisis yang diterbitkan dalam jurnal bulanan desk counter terrorism akademi militer Amerika, West Point. Semoga bisa membuka cakrawala berpikir di tengah perubahan dinamika jihad internasional yang dinamis.



Abdel Malek Droukdel aka Shaikh Abu Mosab Abdul Wadud

Ancaman AQIM Untuk Kepentingan Barat di Sahel
oleh: Samuel L. Aronson

Samuel L. Aronson adalah analis untuk urusan Afrika Barat di US Department of Overseas Security Advisory Council (OSAC). Ia memegang gelar M.Sc. dari London School of Economics, fasih berbahasa Swahili dan percakapan dengan bahasa Somalia.

Sebagai daerah paling miskin dan paling tidak stabil, kawasan Sahel di Afrika utara telah lama menjadi titik perhatian kebijakan luar negeri Amerika. Terlebih pasca kudeta di Mali tahun 2012. Pada tahap berikutnya, Perancis menggulirkan Operasi Serval untuk melawan para ekstrimis bersenjata dan menstabilkan keamanan, termasuk di beberapa negara tetangga Mali seperti Niger, Aljazair, Nigeria, dan Mauritania. Namun, semua orang tahu jika Perancis ternyata mengalami kesulitan selama operasi. Paris dihadapkan pada area yang terbentang amat luas, pemerintah boneka pusat yang lemah, perbatasan yang rapuh, serta grup-grup terror yang mampu beroperasi secara bebas melintasi batas-batas negara dan bangsa.

Meski oleh para pembuat kebijakan kawasan Sahel dilihat kurang signifikan bagi kepentingan politik dan ekonomi Barat, namun selama beberapa decade terakhir, Barat tak bisa menutup mata dari berbagai aktifitas pengeboran minyak dan gas, termasuk penambangan emas dan uranium di kawasan itu. Walaupun sentiment anti Perancis masih terasa di negara-negara eks koloni Perancis di Afrika, Barat tetap punya kepentingan. Banyak pekerja Barat yang bekerja sebagai tenaga kerja asing, rata-rata sebagai karyawan perusahaan ekstraktif di Sahel, demikian juga para pemuka agama dan pada tataran lebih rendah adalah para diplomat dan wisatawan.

Kelompok salafi jihadi di Aljazair membentuk Al-Qaeda in Islamic Maghreb (AQIM) tahun 2007. Sejumlah cabang dan organisasi baru juga muncul di sekitar wilayah tersebut; seperti Mokhtar Belmokhtar dengan Katibat al-Murabitoon, MUJAO, Boko Haram, dan Ansar. Masing-masing kelompok memiliki ciri yang unik dan dinamis serta diakui secara luas. Meski berbeda, dalam beberapa tahun terakhir mereka tetap membangun komunikasi. Belum bisa dipastikan sejauh mana tingkat kerjasama grup-grup itu, yang jelas kolaborasi mereka semakin menghadirkan ancaman bagi Barat. Bisa jadi dalam waktu dekat lewat kolaborasi terbatas, mereka bisa saja melancarkan penculikan bermotif tebusan atau operasi militer bermotif politik. Sejumlah serangan yang lebih besar bahkan telah terjadi di Sahel, hal ini makin menguatkan tebakan para analis soal adanya kerjasama antar kelompok.

Artikel ini menekankan pembahasan pada empat temuan utama. Pertama, menyorot hubungan antara AQIM, Katibah al-Morabitoon Mokhtar Belmokhtar, Boko Haram, dan Ansar. Kedua, analisis kemungkinan perubahan dari aksi kriminalitas menjadi motif politik terror. Ketiga, pihak terdekat yang paling terancam sekarang adalah perusahaan ekstraktif yang beroperasi di perbatasan. Terakhir adalah menguak proses adaptasi Belmokhtar dari membentuk kelompok sempalan hingga menjadi ancaman terbesar bagi Barat dalam jangka pendek.



Mokhtar Belmokhtar

Link

Meski kolaborasi grup-grup itu masih menyisakan pertanyaan, yang tampak justru indikasi kuat bahwa AQIM memiliki hubungan dengan al-Morabitoon, MUJAO, kelompok teror Nigeria Boko Haram, dan Ansaru. Untuk Memahami hubungan ini, sangat penting untuk menitik beratkan kajian pada konteks historis.

AQIM dibentuk pada Januari 2007, dan secara resmi melakukan rebranding dari nama sebelumnya yaitu (GSPC). Menjadi afiliasi resmi Al-Qa`eda masih dipandang sebagai upaya AQIM agar selalu relevan dengan gerakan jihad internasional, tetapi tetap menjaga kepentingan kelompok itu dalam lingkup regional.

GSPC dibentuk pada tahun 1998, yang merupakan pecahan dari Group Islamic Armed (GIA) Aljazair. Berbagai perbedaan ideologis mulai dari penafsiran atas nash Alquran, filosofi perjuangan, hingga perbedaan pendapat antar personal menyebabkan GIA terpecah menjadi beberapa sel. Selanjutnya, perbedaan antara pemimpin AQIM Abdelmalek Droukdel dengan para pemimpin di bagian utara Mali, membuat Mokhtar Belmokhtar memisahkan diri dari AQIM dan membentuk Katibat al-Mulathamin. Kelompok Belmokhtar kemudian bergabung dengan MUJAO pada Agustus 2013 dan terbentuklah Katibat al-Morabitoon. Meski kelompok baru ini tidak bekerja di bawah AQIM dan pemimpinnya Droukdel, tapi tetap harus dipahami jika berbagai unit di bawah Belmokhtar masih setia dengan inti al-Qa`eda pimpinan Shaikh Ayman al-Zawahiri.

Studi tentang terorisme di kawasan Sahel juga harus mempertimbangkan kelompok ekstremis kekerasan Nigeria; Boko Haram dan sempalannya; Ansaru. Keterkaitan antara kedua kelompok itu dengan AQIM masih kurang jelas.

Ketika Boko Haram pertama kalinya beralih menjadi kelompok jihad setelah tahun 2009, kebanyakan analis dan pembuat kebijakan tidak memperkirakan adanya afiliasi kelompok itu dengan AQIM dan inti al-Qa`eda serta menganggap gagasan afiliasi itu hanya sebatas retorika. Padahal, merekrut pemberontakan domestik yang berpengalaman dari timur laut Nigeria menjadi gerakan jihad transnasional adalah pilihan terbaik bagi jihadis internasional. Pada musim panas tahun 2009, Boko Haram membuktikan para analis itu salah dengan menggelar latihan bersama anggota AQIM. Tahun 2010, pemimpin AQIM Droukdel menyatakan bahwa AQIM akan memberikan dukungan senjata dan pelatihan kepada Boko Haram. Kolaborasi antara Boko Haram dan AQIM didukung oleh pernyataan publik dari kedua kelompok itu, serta indikasi jelas dari serangan bunuh diri Boko Haram di kantor PBB di Abuja, Nigeria, pada tahun 2011; taktik ini sangat mirip dengan model pemboman ala AQIM.

Fakta ini menguak bahwa kelompok teroris di Sahel ternyata adaptif. Perbedaan ideologi tidak menjadikan mereka saling eksklusif dalam keanggotaan kelompok, dana, dan koordinasi. Sedangkan sempalan AQIM; seperti Murabitun dan sekutu AQIM di Mali utara; Ansar al-Din, juga berkolaborasi dalam taraf yang lebih kecil. Bahkan, ada beberapa bukti bahwa Boko Haram dan Ansaru keduanya telah berlatih dan terkoordinasi dengan AQIM, inti al-Qa`eda, dan bahkan al-Shabab Somalia.

Organisasi teroris di Sahel bermunculan dan bahkan siap melebur dan mengubah nama. Penggabungan al-Mulathamin dan MUJAO pada Agustus 2013 menciptakan kelompok yang lebih besar dan terkoordinasi lebih baik; yaitu al-Murabitun sehingga menegaskan keunggulan mereka di wilayah ini. Sebuah pernyataan yang dikirim ke Badan Pusat Informasi Nouakchott pada bulan Januari 2014 menegaskan keinginan Belmokhtar untuk melanjutkan serangan terhadap “Perancis dan sekutu-sekutunya” di Sahel. Mengingat keterbatasan pantauan rezim terhadap para jihadis, jelas al-Murabitun lebih punya kemampuan dan akses ke seluruh wilayah hingga menghadirkan ancaman terus-menerus untuk kepentingan Barat. Dengan latar belakang Boko Haram sebagai pemberontak domestik di Nigeria, termasuk beberapa tokoh Ansaru, memiliki kemampuan dan keinginan untuk terus melaksanakan serangan terhadap kepentingan Barat. Sebuah pernyataan video oleh pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau pada Februari 2014 menegaskan bahwa sasaran kelompoknya adalah untuk membahayakan kepentingan Barat di seluruh Nigeria (termasuk wilayah kaya minyak dan ke negara tetangga; seperti Kamerun dan Niger).

Penculikan Lintas Batas Negara
Reputasi Belmokhtar dalam soal penculikan telah bergaung selama lebih dari satu dekade. Ia adalah seorang militan Islam berpengalaman di Afghanistan dan Pakistan pada awal 1990-an. Ia kembali ke Aljazair pada tahun 1993 dan naik menjadi jajaran tinggi GIA, kemudian GSPC. Keberhasilan Belmokhtar yang menghasilkan uang melalui penyelundupan menggambarkan motivasi politiknya dengan Al-Murabitun. Belmokhtar tidak hanya mengumpulkan uang untuk mendanai jihad dan pemberontakan di Afrika. Sebagian dari keuntungan itu digunakan untuk membiayai biaya operasional kelompok, dan sejumlah yang cukup besar juga untuk pribadi dan rekan-rekannya. Belmokhtar punya peran kepemimpinan dan menonjol di wilayah tersebut. Ia mengontrol keuangan untuk rekan dan para pengikutnya.

Pada bulan April 2003, GSPC menyandera 32 orang Eropa di Mali utara dalam operasi penculikan besar pertama. Kelompok itu kemudian membebaskan semuanya kecuali satu sandera (yang meninggal di gurun) dengan imbalan pembayaran uang tebusan lebih dari $ 6 juta. Puluhan penculikan dalam skala kecilmenimpa turis Barat, diplomat, pekerja bantuan, dan personil industri ekstraktif sejak saat itu telah dilakukan oleh Belmokhtar dengan total tebusan $ 50 juta. AQIM diperkirakan memperoleh uang tebusan lebih dari $ 90 juta tahun 2003-2013.


Shaikh Abu Bakar Shekou; Amir Boko Haram

Pergeseran Motivasi?
Belmokhtar melakukan perubahan taktik dan prosedur operasi pada akhir 2012; atau setelah berpisah dari AQIM. Setelah Perancis melancarkan operasi Serval di Mali utara pada Januari 2013, beberapa lusin pengikut Belmokhtar menyerang fasilitas gas dekat Amenas; Aljazair (50 mil dari perbatasan Libya) dan mengambil hampir 800 sandera. Sedikitnya 39 pekerja asing, termasuk tiga orang Amerika tewas dalam serangan itu dan dalam operasi penyelamatan militer Aljazair. Dalam klaimnya tanggung jawabnya, Belmokhtar menegaskan jika serangan itu adalah respon atas pemerintah Aljazair yang memberikan akses kepada Perancis untuk menggunakan wilayah udara Aljazair. Belmokhtar juga mengancam akan membunuh para tawanan jika Perancis tidak mengakhiri operasi militernya di Mali utara.

Pembenaran atas serangan itu dipertanyakan karena dua alasan. Pertama, serangan seperti itu mustahil dilancarkan oleh para militant yang baru satu atau dua minggu melakukan persiapan. Pengadaan persenjataan dan bahan peledak untuk beberapa lusin militan dalam waktu kurang dari seminggu adalah tidak mungkin. Kedua, motivasi serangan itu terkesan tidak konsisten dengan pola dan prioritas khas Belmokhtar yang ia pelihara selama hampir dari dua dekade. Yang pasti, Belmokhtar dikenal pandai beradaptasi, bahkan menghindari tujuh kali upaya penangkapan. Ini bukan pertama kalinya aksi dengan ideologi politik terkait dengan aksi kriminalitas. Namun, besarnya serangan di Amenas, lebih mengindikasikan adanya resonansi dengan Salafi-jihadis di seluruh dunia. Hanyasaja, indikasi yang ada justru semakin jelas bahwa aksi untuk ideologi politik hanyalah menjadi bayangan yang mengiringi upaya untuk mendapatkan pembayaran dari uang tebusan.

Pergeseran motivasi itu kembali terlihat di Niger pada Mei 2013. MUJAO dan al-Mulathamin melakukan dua serangan menargetkan tambang uranium Perancis yang tidak jauh dari perbatasan Aljazair dan camp perumahan pasukan Perancis di Central Niger. Serangan ini menggunakan taktik dan persenjataan yang sama seperti serangan ke fasilitas gas Aljazair, termasuk penggunaan kendaraan untuk bom bunuh diri menggunakan alat peledak improvisasi (SVBIEDs). Juru Bicara Belmokhtar segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini dan memperingatkan pemerintah Niger yang bekerja sama dengan Perancis.

Aksi Belmokhtar dan AQIM setelah 2012 harus dilihat juga dalam konteks kedua; yaitu terorisme politik dan pidana penculikan demi tebusan. Ketika menganalisis serangan melalui lensa kriminalitas, harus diakui bahwa Belmokhtar sosok cerdas yang manipulatif dan memanfaatkan ideologi jihad untuk menginspirasi para pendukungnya untuk meminta uang tebusan kepada pemerintah dan organisasi swasta. Meski motivasi politik sesungguhnya adalah untuk mengurangi penculikan di Sahel, namun perlu digarisbawahi bahwa Belmokhtar adalah orang yang beradaptasi sesuai keperluan untuk terlibat dalam penculikan demi tebusan.

Ketika dilihat melalui lensa ideologi politik, kecenderungan Salafi-jihadi Belmokhtar adalah hasil dari decade anjang afiliasinya dengan inti Al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan dan perannya sebagai tokoh Islam yang dihormati di Afrika Utara dan Barat . Sebagai mantan pemimpin AQIM dan pendukung berbagai faksi terkait; seperti MUJAO, Boko Haram dan Ansaru; Belmokhtar dipandang sebagai amir dari Salafi-Jihad di wilayah itu, termasuk oleh kaum muslimin. Intervensi Perancis di Mali telah memperkuat keyakinannya bahwa pemerintah Barat memang menyerang Islam untuk menancapkan pengaruh politik dan ekonomi di Mali.

Tipologi keduanya layak dipertimbangkan dalam konteks aktivitas Belmokhtar meski penjelasan ketiga mungkin juga ada. Sejauh bukti yang ada, Belmokhtar masih dianggap sebagai seorang amir radikal, dan sangat mungkin jika tindakannya termotivasi oleh uang dan ideologi. Yang menjadi perdebatan selanjutnya adalah mana dari kedua motivasi ini yang lebih mendominasi aksi. Dewan Keamanan PBB terus mendorong sektor swasta dan pemerintah untuk berhenti membayar uang tebusan. Image terorisme politik yang vis-à-vis dengan kriminalitas masih menjadi cara yang menguntungkan untuk menanamkan rasa takut di Barat, sementara di sisi lain para militan masih meminta dana melalui uang tebusan.

Masyarakat internasional mengenal organisasi ekstremis kekerasan di Sahel dengan type ini. Resolusi 1904 dan 2133 yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB pada tahun 2009 dan 2014 masing-masing melarang pembayaran uang tebusan kepada kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan Al-Qa`eda.Pemerintah AS dan Inggris telah lebih dulu mengikuti kebijakan ini, sementara negara-negara Eropa baru menyusul. Kurangnya ketegasan bersama untuk menerapkan resolusi ini justru menjadi motivasi bagi pemerintah bahkan sektor organisasi swasta untuk berhenti membayar uang tebusan. Padahal pembayaran diam-diam seperti itu pasti akan mengarah ke Internet off-the-record alias tak ada pemberitaan atas penculikan dan pembayaran dana yang besar kepada AQIM dan afiliasinya. Rata-rata pemerintah maupun swasta mengeluarkan dana $ 5.400.000 per tebusan pada tahun 2011 atau meningkat hampir $ 1 juta dari tahun sebelumnya. Asuransi, konsultasi, dan negosiasi pembayaran premi, justru memunculkan pembengkakan biaya asuransi dan konsultasi pasar bernilai sekitar $ 500 juta selama 2011 . Kebanyakan perusahaan konsultasi dan negosiasi penculikan pasti akan memberikan saran terbaik mereka; yaitu ”jangan hubungi Amerika atau pemerintah negara tuan,” melainkan berkomunikasi saja dengan perusahaan kontra penculikan.

Duta Besar AS untuk PBB berkata soal kasus penculikan terkait al-Qa `ida,”Kami tahu jika para penculik itu membedakan negara-negara yang mau membayar uang tebusan dengan pemerintahan yang tak mau membayar dan patuh pada konsesi.”

Bahkan par aahli yakin jika warga AS dan Inggris cenderung diculik untuk dibunuh, mengingat AS dan Inggris selalu menolak membayar tebusan. Salah satu contoh tersebut adalah penculikan warga Inggris di Niger pada tahun 2009, yang kemudian dibunuh di Mali. Secara historis, Perancis bertentangan dengan AS dan Inggris yang tunduk pada konsesi PBB.

Ancaman Besar Untuk Barat

The US Department of State terus memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok ekstremis di Sahel Afrika. Peringatan itu menanggapi gelombang serangan dan penculikan yang menargetkan industri swasta di Aljazair, Mauritania, Niger, Nigeria, dan di tempat lain di wilayah ini. Pemerintah AS Menyatakan AQIM, al-Murabitun (al-Mulathamin) Belmokhtar, dan secara terpisah Ansaru dan Boko Haram sebagai organisasi teroris. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah senilai $ 5 juta dan $ 7 juta bagi siapa saja yang bisa menangkap Mokhtar Belmokhtar dan pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau.

Dua tren yang jelas saat menganalisis serangan dan penculikan yang dilakukan di Sahel selama lima tahun terakhir adalah:

Pertama, industri swasta Barat, non-Governmental Organizations (NGO), perusahaan, dan bahkan wisatawan, adalah target pilihan untuk AQIM, Mokhtar Belmokhtar, dan Ansaru.

Kedua, pola target dan lokasi mulai terpola. Paling beresiko adalah industri ekstraktif (pertambangan, minyak dan energi, dan konstruksi) yang beroperasi di dekat wilayah perbatasan. Hal ini terbukti melalui aksi Ansaru, al-Mulathamin/MUJAO pada tahun 2012 dan pada tahun 2013. Setidaknya tujuh insiden terpisah terjadi di lingkungan industri ekstraktif sejak 2010, semuanya masih dalam radius 250 mil dari perbatasan. Sementara yang paling fatal adalah serangan di dekat Amenas, Aljazair pada Januari 2013. Demikian juga serangkaian insiden yang lebih kecilbanyak terjadi di Niger dan Nigeria utara. Apalagi, perusahaan industri ekstraktif cenderung mau membayar tebusan, dibandingkan dengan LSM dan warga swasta yang tidak memiliki sumber daya keuangan. Serangan dekat perbatasan lebihmemungkinkan para penculik dan militan untuk menyeberang ke negara tetangga.

Kesimpulan
Perancis mulaimenarik diri dari Mali utara dan operasi kontraterorisme Barat terus berusaha membersihkan Sahel dari para teroris berpengalaman. Namun, Sahel masih menjadi area kritis dan masih harus dipantau tahun-tahun mendatang. Kombinasi masalah pelik seperti pemerintah pusat yang lemah, perbatasan yang rapuh, dan wilayah terbuka yang terbentang luas sangat kondusif bagi kelompok-kelompok teroris; seperti AQIM dan Mokhtar Belmokhtar yang Murabitun untuk beroperasi dengan bebas.

Kelompok-kelompok teroris itu telah berkolaborasi dengan Boko Haram dan kelompok sempalan Ansaru di Nigeria. Mereka semua punya ikatan ideologi meski dengan tujuan yang sedikit berbeda dan adaptif. Serbuan militer Perancis pada Januari 2013 di Mali memotivasi para teroris di wilayah itu untuk melakukan penyanderaan dan penyerangan bersenjata.Penculikan itu jelas-jelas ingin meminta tebusan, dan beberapa yang lain berperan dalam berbagai kejahatan keuangan; termasuk Belmokhtar dan rekan-rekannya. Pernyataan Mokhtar Belmokhtar dan pemimpin Boko Haram; Abubakar Shekau mengindikasikan munculnya sebuah pola baru bahwa perusahaan ekstraktif yang beroperasi dekat perbatasan menghadapi resiko yang lebih besar. Meningkatkan konsentrasi dan sumber daya kontraterorisme yang khusus menyorot wilayah Sahel dalam beberapa tahun terakhir, jelas menunjukkan bahwa ekstrimis di wilayah itu tetap merupakan sebuah ancaman yang signifikan terhadap kepentingan Barat. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: Hubungan Antara AQIM, Al-Murabitoon, MUJAO, Boko Haram, dan Ansaruddin Dalam Jihad Al-Qaeda Melawan Barat
Hubungan Antara AQIM, Al-Murabitoon, MUJAO, Boko Haram, dan Ansaruddin Dalam Jihad Al-Qaeda Melawan Barat
http://2.bp.blogspot.com/-uc8fe8rZiVk/U_CovXZN9tI/AAAAAAAADCU/t07jyR5ZzZM/s1600/AQ-in-Sahel.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-uc8fe8rZiVk/U_CovXZN9tI/AAAAAAAADCU/t07jyR5ZzZM/s72-c/AQ-in-Sahel.jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2014/08/hubungan-antara-aqim-al-murabitoon.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2014/08/hubungan-antara-aqim-al-murabitoon.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy