+ResistNews Blog - Pihak Pertamina tetap saja membantah adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Jawa.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam, Selasa (26/8/2014) dini hari, usai rapat kerja dengan DPR, Senin 25 Agustus, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan stok BBM bersubsidi cukup tersedia.

Namun, kata Hanung, kuota BBM bersubsidi untuk 2014 memang mulai dikurangi. Dari yang tadinya 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter. Dia juga mengakui distribusi BBM bersubsidi secara nasional menurun dan pasokan ke setiap SPBU menjadi berkurang setiap harinya.

Tapi pengurangan BBM hanya 5%, karena itu ia membantah jika terjadi kelangkaan BBM di Pulau Jawa.



Sidang Tertunda Gara-gara Mobil Tahanan Kehabisan Bensin

Kelangkaan BBM subsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU di daerah mengganggu aktivitas warga. Tak hanya kegiatan biasa, aktivitas persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur juga terganggu akibat kelangkaan BBM.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (26/8/2014), sekitar 50 jadwal persidangan dalam kurun waktu 2 hari ini terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan akibat kendaraan yang membawa tahanan kehabisan bahan bakar dan harus mengantre panjang di SPBU.

Krisis bahan bakar mobil tahanan tersebut telah terjadi sejak Senin 25 Agustus yang seharusnya menjadwalkan 20 persidangan. Dan hari ini 30 persidangan yang sudah dijadwalkan juga terganggu. Sebagian sidang tetap berlangsung meski terlambat.

Setiap harinya, Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, memulai persidangan pada pukul 11.00 WIB. Namun dampak kelangkaan BBM di kawasan tersebut membuat persidangan terlambat dimulai.

Terhitung mulai 1 Agustus 2014, pemerintah telah melakukan pembatasan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah agar tidak melebihi kuota yang telah ditentukan. (lasdipo/liputan6/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.