Kashmir Memanas, Gerilyawan Sekap Pasukan Pemerintah



+ResistNews Blog - Kashmir memanas lagi. Dalam sepekan telah terjadi tiga kali perlawanan melawan rezim Pemerintah India.

Diduga gerilyawan menembak mati dua tentara paramiliter di Kashmir India dalam serangan militan untuk yang ketiga kalinya terhadap pasukan pemerintah selama sepekan terakhir di wilayah Himalaya, ujar polisi setempat.

Kelompok bersenjata menyerang sebuah kendaraan yang membawa tentara Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) dekat bandara militer di selatan Srinagar, kota utama dengan mayoritas Muslim di Kashmir India.

“Dua personil BSF meninggal dan dua terluka dalam serangan itu,” kata inspektur polisi Jenderal Abdul Gani Mir kepada AFP, dan menambahkan orang-orang bersenjata segera melarikan diri setelah itu.

Serangan itu menandai serangan ketiga oleh militan Kashmir terhadap pasukan pemerintah dalam seminggu terakhir.

Yang pertama terjadi Senin lalu (11/08), pada malam kunjungan Perdana Menteri baru India, Narendra Modi ke Ladakh daerah utara yang disengketakan dengan Pemerintah Pakistan.

Sejumlah pria bersenjata menyita kendaraan paramiliter India dan berhasil melukai tujuh penjaga perbatasan paramiliter.

Pada hari Rabu (13/08), sehari setelah kunjungan Modi di mana ia ditangani tentara India yang ditempatkan di wilayah itu dan dijaga ketat militer, orang-orang bersenjata membunuh dua polisi India dan seorang lainnya.

Sejak tahun 1989, pertempuran antara pasukan India dan sekitar selusin kelompok gerilyawan pencari kemerdekaan atau penggabungan wilayah dengan Pakistan telah menewaskan ribuan orang.

Modi, dalam sambutannya di Ladakh menuduh Pakistan “melancarkan perang terorisme” dengan mengirimkan militan untuk melawan India. Pakistan secara teratur membantah tuduhan tersebut.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan oleh perbatasan de-facto yang dikenal sebagai Garis Kontrol atau LoC dan dikendalikan secara terpisah oleh kedua negara bersaingan dan bersenjata nuklir di Asia Selatan itu.

Kedua negara terlibat tiga kali perang, dua mengenai Kashmir, sejak tahun 1947 ketika anak-benua itu dibagi kemerdekaan dari Inggris.

Pemberontakan dan persaingan yang berjalan lama dengan Pakistan telah membuat India Kashmir salah satu daerah tertegang di dunia.

Konflik bersenjata telah jatuh di wilayah itu sejak tahun 2004 ketika kedua negara memulai proses perdamaian, tetapi ada serangan-serangan gerilyawan terhadap pasukan pemerintah, sementara penduduk di kawasan itu sering menuduh bahwa pasukan pemerintah lah yang melanggar HAM, demikian lansir AFP. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...