Masjid pun Terkena Imbas Deradikalisasi ala BNPT dan Densus 88


+ResistNews Blog - Sekitar 100 orang warga Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, pagi tadi menyegel Masjid Hibaturrahman atau Islamic Center Balongbendo. Mereka mengklaim bahwa masjid tersebut diduga menjadi tempat pembaiatan ISIS pada 17 Agustus 2014.

Penyegelan itu berawal dari pengajian rutin mingguan yang dilaksanakan sekitar pukul 07.55 WIB oleh jamaah Ansharot Tauhid dengan dihadiri sebanyak 40 orang jemaah dengan pembicara ustad Zurkarnaen yang berasal dari Surabaya. Kemudian pada pukul 07.55 WIB, ratusan warga beserta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sidoarjo mendatangi masjid tersebut dan membubarkan pengajian rutin itu.

Warga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan “Warga Balongbendo Menolak ISIS”, “Kelompok Radikal Keluar dari Balongbendo”, “Agama Jangan Dijadikan Ajang Politik”, dan “Warga Balongbendo Menuntut Kepada Takmir Masjid Hibaturrahman Agar Mengembalikan Bangunan PT Ratatex Kepada Pemerintah”.

Koordinator aksi, Sugeng Hariyanto, mengatakan sebagian besar warga resah dengan kegiatan yang dilakukan oleh Jamaah Anshorut Tauhid di Islamic Center itu. Pasalnya jaringan tersebut merupakan kelompok Islam radikal yang perlu dikhawatirkan, apalagi terendus kabar bahwa masjid itu akan dijadikan tempat pembaiatan.

“Terpaksa kami segel duluan supaya tidak dijadikan tempat pembaiatan oleh kelompok ISIS,” kata dia kepada Tempo disela-sela melakukan penyegelan, Ahad, 10 Agustus 2014.

Menurut Sugeng, para warga yang hadir itu atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan, sehingga banyak yang ikut dalam penyegelan itu. Selain itu, warga Balongbendo sangat menolak keras adanya kelompok atau jaringan yang memiliki koneksi dengan ISIS. “Jadi kami minta kelompok Islam radikal keluar dari daerah kami,” kata dia.

Karena sudah didemo warga, akhirnya pengajian itu berakhir dan para jemaah meninggalkan masjid itu sekitar pukul 08.17 WIB. Tak puas dengan itu, warga yang terlihat geram itu mencopot spanduk yang bertuliskan Islamic Center beserta semua gambar-gambar yang terpasang di dinding masjid, mereka juga menyegel pintu masuk masjid dengan bambu yang disilangkan, spanduk yang berisi penolakan itu juga dipajang di masjid yang sudah terlihat kuno itu.

Tepat pukul 09.15 WIB takmir masjid Ustad Achwan Jemain dibawa ke Markas Polres Sidoarjo untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara warga terus melakukan penyegelan masjid itu hingga dirasa sulit untuk dibuka dan dirasa tidak layak dijadikan tempat pembaiatan. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...