Menko Perekonomian: “Ekonomi Syariah Jadi Solusi Siasati Ekonomi ASEAN”



+ResistNews Blog - Menko Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan bahwa seringkali pembicaraan ekonomi syariah hanya dihubungkan dengan keuangan syariah, padahal ekonomi syariah secara umum sangat luas,termasuk kosmetik, fashion dan pariwisata.

“Sekarang ini ketika bicara ekonomi syariah masih kepada industri keuangan, ini PR kita semua bagaimana mengembangkan itu semua,” kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung saat memberikan pemaparan seputar Ekonomi Syariah dalam masyarakat ASEAN pada Rakernas MUI di Hotel Hilton, Jakarta, Rabu (13/8).

Dia optimis Indonesia dapat mengambil peran ekonomi syariah.

“Bagaimanapun sebagai negara Muslim terbesar, kita bisa mengambil peran dalam ekonomi syariah. Tantangan terbesar ada pada Malaysia, syariah kita kalau mau berperan, kita tidak boleh kalah dari Malaysia, jadi pasar negara Islam di kawasan harus dikontrol oleh kita, itulah tantangan bagaimana menyiasati ekonomi ASEAN yang lebih terbuka,” ujarnya.

“Kalau bicara industri keuangan syariah relatif sudah maju, meskipun ‘sizing’nya tidak seimbang dengan konvensional. Tetapi kemajuannya sangat besar, hingga sejumlah bank asing melihat ini berpotensi besar di Indonesia,” tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa varian ekonomi syariah sangat luas, di samping makanan halal ada kosmetik dan farmasi. “Sekarang ini produk lokal Wardah tampak tidak seimbang antara demand dan supply, ini menunjukkan bagaimana kosmetik syariah memiliki potensi yang sangat besar,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa makanan halal adalah bagian dari syariah yang perlu dikembangkan.

“Kalau kita ingin menjual barang halal, maka itu adalah perdagangan syariah, namun sayangnya kita belum mengarah ke arah sana. Begitu juga di sektor Farmasi Syariah hingga saat ini masih belum ada, karena material farmasi kita masih mengarah pada import bahan baku, sehingga tidak bisa dijamin kehalalannnya,” terangnya.

Lebih lanjut dia melihat sektor pariwisata syariah juga tampak masih belum ada dan begitu pula dengan media syariah yang masih sangat kecil. “Saya ingin mengingatkan, syariah itu harus rahmatan lil ‘alamin, yaitu mencakup semua lini kehidupan untuk semua umat manusia,” tuturnya.

Terakhir dia berharap melalui ekonomi syariah, Indonesia tidak menjadi pasar dari Negara-negara ASEAN yang lain.

“Kalau ekonomi syariah dapat kita kembangkan, maka kita bisa menjadi tuan rumah. Kita ini pasar yang besar, jangan sampai kita menjadi pasar dari Negara-negara ASEAN yang lain,” tutupnya. [Andi/Islampos/MUI/ +ResistNews Blog ]

2 comments

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda yang berjudul "Menko Perekonomian: “Ekonomi Syariah Jadi Solusi Siasati Ekonomi ASEAN”".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Ekonomi Syariah yang bisa anda kunjungi di Informasi Tentang Ekonomi Syariah

    ReplyDelete
  2. Tulisan diatas sangat menarik, saya juga memiliki tulisan serupa mengenai Ekonomi Syariah, kunjungi balik ya disini Terimakasih.

    ReplyDelete

Home
loading...