Perbedaaan Sikap Warga & Militer Israel dengan Warga & Pejuang Palestina di Gaza



+ResistNews Blog - Abdillah Onim, jurnalis dan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang menetap di Gaza kepada Panjimas.com pada Kamis (14/8/2014) pagi mengatakan bahwa agresi militer Zionis “Yahudi” Israel terhadap wilayah Gaza Palestina kali ini dinamakan Kaasfim Ma’kul.

“Lalu Dia (Allah) menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (tercantum dalam Kitab Allah, Al-Qur’anul Karim Surat Al-Fiil (surat ke-105) ayat ke-5).

“Coba kita bayangkan, sepucuk daun yang sudah di makan ulat, tak berbentuk, hancur, lusuh, rapuh, tak berkekuatan, tak berguna, berubah warna. Semoga perumpamaan (surat Al-Fiil ) diatas berlaku bagi Zionis Israel saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Bang Onim ini.

“Pantauan di lapangan oleh Bang Onim, prajurit Israel bersuara : Tak satupun negara Arab yang memiliki kekuatan dan strategi seperti pejuang Palestina di Gaza. Operasi militer Israel ke wilayah Gaza, tak berarti apa-apa, gagal,” tuturnya.



“Israel telah mengerahkan 95 persen dari kekuatan militer mereka, (sedangkan –red) pejuang Palestina baru mengerahkan 10 persen dari kekuatan mereka,” ungkapnya.

“Warga Yahudi (berkata –red) : Kami ketakutan, kami dambakan perdamaian, kami tidak percaya lagi kepada pemerintah Israel. Sasaran pejuang Palestina adalah militer Israel, sedangkan sasaran Israel adalah anak-anak, wanita dan lansia, jadinya gak seimbang,” jelas Bang Onim.

“Dalam setiap serangan, Israel menggerahkan 80 ribu pasukan, tank merkava, jet tempur F-16, pesawat drone tanpa awak, artileri, hawk, kapal perang laut. Sedangkan pejuang Palestina hanya mengerahkan 7 sampai 8 ribu pasukan saja (info dari pejuang). 85 persen dari para korban meninggal di Gaza adalah warga sipil”.

“Israel mengeluh : Sepanjang sejarah Israel, baru kali ini kami melihat super strategi dari pejuang Palestina di Gaza, yaitu pejuang Palestina di Gaza BERPERANG BUKAN DI DARAT AKAN TETAPI SERANGAN DARI BAWAH TANAH, SERANGAN DARI DASAR LAUT, iya benar-benar mereka mendambakan kematian (dalam Islam yaitu mati Syahid). Maan TV,” kata Bang Onim.



“Wilayah Israel saat ini, warga Yahudi ketakutan, sudah masuk ke terowongan untuk berlindung, jalanan sepi, seperti kota hantu, takut akan kematian. (Sedangkan –red) wilayah Gaza saat ini, lalu lalang mobil di jalan raya, warga Gaza hilir mudik ke pasar membeli bahan makanan dan antri untuk mengambil bantuan, bagi warga Gaza tidak ada tempat persembunyian, Allah SWT penolong dan pelindung mereka,” tegasnya.

“Saatnya Israel memilih : Hancur atau Hormati Perdamaian. Kata yang pantas Bang Onim lontarkan untuk pejuang Palestina di Jalur Gaza adalah : SENG ADA LAWAN / TARADA LAWAN,” pungkasnya. [GA/Onim/panjimas/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...