+ResistNews Blog - Sayap al-Qaeda wilayah Syam, Jabhatu Nusrah bersama dengan mujahidin lain berhasil menguasai garis batas antara wilayah Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Rabu (27/8/2014).

Mujahidin Suriah telah berhasil menduduki area perbatasan tersebut, dan berhasil menguasai pos perbatasan di Quneitra di sisi wilayah Suriah yang sebelumnya dikendalikan oleh militer Bashar al-Assad.

Informasi tersebut dikumpulkan oleh Pengamat Hak Asasi Suriah (SOHR) dari kedua belah pihak yang terus melakukan perlawanan, tulis Al Arabiya, Kamis (28/8/2014).

Perlintasan perbatasan ini dipantau oleh PBB, yang mengawasi lalu lintas dari kedua negara (Suriah dan Israel), tetapi jarak antara pasukan al-Assad dan Mujahidin hanya berkisar 200 meter.

Selama bentrok meletup, dua warga Israel (seorang tentara dan seorang warga sipil) terluka karena terjangan peluru di Dataran Tinggi Golan. Israel merespons dengan tembakan artileri ke arah tentara Suriah. Inilah luberan perang antara Mujahidin dengan Pro-Assad yang meluap ke daerah Israel.

Pertempuran sengit antara tentara Suriah dan tentara oposisi di Quneitra hampir mengenai markas pasukan penjaga perdamaian PBB yang kini justru lari mencari perlindungan di tempat aman.

United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) sudah mengontak Israel dan Suriah, serta meminta jangan sampai situasi konflik makin memuncak dan merembet ke negara lain (Israel).

Pemerintah Rezim Assad sendiri kini seolah telah melindungi perbatasan Israel dari pihak perlawanan. Mereka juga khawatir Mujahidin Jabhatu Nusrah akan tembus ke daerah Israel.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada perang 1967 dan kemudian mencaplok wilayah startegis ini. Pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel ini tidak pernah diakui secara internasional. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.