+ResistNews Blog - Ratusan tentara Iran sudah andil dalam sebuah operasi di Iraq bersama dengan tentara Kurdish untuk merebut kembali kota-kota yang telah dikuasai oleh IS. Ini adalah pertama kalinya, tentara Iran secara langsung andil dalam perang Iraq melawan kelompok Mujahidin sunni dengan skala jumlah yang sebesar ini, seperti dikutip oleh Aljazeera.com

Ratusan tentara menerobos perbatasan pada hari Jumat (22/8) lalu, dan bergabung dengan tentara Kurdish Peshmerga untuk merebut kembali kota Jalawla, Provinsi Dyala.

Penyangkalan orang-orang Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham menepis laporan yang menyatakan bahwa militer Iran telah hadir di Irak.

Menurut kantor berita resmi IRNA, dia mengatakan Teheran ” mencermati perkembangan lapangan di Irak dengan telitidan masih mempertimbangkan kerjasama dengan pemerintah Irak”.

Jalawla, kurang dari 30 km dari perbatasan Iran, adalah titik strategis untuk Irak dan Iran.

Para pejabat Kurdi mengatakan pasukan mereka telah mengepung Jalawla tapi sejauh ini tidak dapat maju karena ancaman bom di pinggir jalan yang ditempatkan oleh mujahidin IS.

Mujahidin Islamic State mengontrol sebagian besar wilayah di Irak utara dan sedikit dari Suriah. AS awal bulan ini telah meluncurkan serangan udara untuk membantu pasukan federal Irak dan Peshmerga demi menghentikan pergerakan mujahidin.

Dulu Irak adalah daerah di mana semua negara saling berebut satu sama lain.

Namun beberapa analis memprediksi kehadiran Iran ke negeri Irak tidaklah membuat Arab dan Barat merasa terganggu karena mereka memiliki misi yang sama yaitu menggulingkan mujahidin IS.

Marashi mengatakan bahwa Iran dan AS tidak akan berjuang bersama sama tapi mungkin mereka akan saling membagi tugas. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.