+ResistNews Blog - Beberapa resor di Maroko telah mengeluarkan peraturan baru, yang melarang penggunaan burkini di kolam renang mereka karena “alasan kebersihan”.

“Hanya pakaian renang biasa yang diperbolehkan,” demikian keterangan Mazagan Beach Resort, yang terletak di Al-Jadida, Casablanca, kepada Al Arabiya News sebagaimana dilansir onislam.net, Kamis 28 Agustus.

Para pejabat resor menambahkan bahwa burqini tidak diperbolehkan untuk dikenakan di kolam renang resor.

Burkini sendiri adalah perpaduan dari kata Burqa dan Bikini. Sebuah model pakaian renang bagi wanita muslimah. Pakaian renang model ini menutupi seluruh tubuh pemakainya kecuali muka, telapak tangan dan telapak kaki. Asalnya dari Turki dan Maroko. Meskipun dibuat dengan bahan khusus untuk renang, pelarangan burkini ini dibuat tanpa perkecualian.

Diklaim oleh beberapa orang sebagai pakaian renang yang tepat untuk muslimah, larangan burkini dilaporkan secara luas di media dan situs internet Maroko. Hal ini telah memunculkan perdebatan tersendiri di kalangan masyarakat Maroko.

Masalah ini telah menjadi kontroversi politik setelah Abdelaziz Aftati, seorang anggota parlemen dari Partai Islam Moderat Keadilan dan Pembangunan yang tengah berkuasa, mengirim keluhan kepada Menteri Pariwisata Lahcen Haddad. Hal ini setelah seorang wanita yang mengenakan burkini dilaporkan dilarang masuk kolam renang di Al-Jadida, menurut Marocco World News.

Menurut situs Maroko tersebut, Aftati mengatakan kepada pers bahwa merupkan suatuhal yang tidak dapat diterima bila membatasi kebebasan masyarakat dan keyakinan mereka. Menurutnya peraturan itu seperti era kolonial.

Pada tahun 2009, pihak berwenang di kota Norwegia Oslo mengijinkan wanita Muslim untuk menggunakan kolam renang kota dengan memakai burkini mereka. Burkini juga diperbolehkan dipakai di Australia, Inggris dan Amerika Serikat. [muslimdaily.net/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.