Siaran Pers ALMANAR Cirebon Atas Berbagai Tudingan Terkait Isu ISIS



PERNYATAAN ALMANAR KEPADA PERS (KONFERENSI PERS) SEBAGAI PENJELASAN ATAS BERBAGAI DUGAAN, TUDINGAN DAN BAHKAN TUDUHAN BERNUANSA NEGATIF, MENYUDUTKAN DAN MEMFITNAH TERHADAP ALMANAR YANG MEMANFAATKAN MOMENT ISU GLOBAL KONTROVERSIAL MENGENAI ISIS (Islamic State of Irak and Syiria/Syam).

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM ALHAMDULILLAH…, ASHSHOLAATU WAS SALAAMU ‘ALAA ROSULILLAH (s.a.w) WA ‘ALAA AALIHI WA MAN TABI’AHUM BI IHSAANIN ILAA YAUMIL QIYAAMAH.

Allah memerintahkan agar kaum muslimin (setiap diri yang mengaku muslim) selalu bersikap adil (menempatkan sesuatu tepat pada tempatnya). Dan untuk dapat bersikap adil maka perlu adanya tafshil (merinci & memilah suatu urusan hingga jelas), bukan dengan cara asal latah dan ngawur menggeneralisir. Dan untuk mampu merinci dan memilah maka diperlukan keluasan ilmu dan wawasan kenyataan yang mencukupi, bukan dengan sikap naif (kekanak-kanakan), bukan dengan subyektif (menilai sepihak menurut anggapan dan pikiran sendiri). Mengutamakan tabayyun (klarifikasi), bukan dengan tajasus (memata-matai).

BEBERAPA HAL YANG PERLU ALMANAR MENJELASKANNYA LAGI KEPADA MASYARAKAT, MELALUI KONFERENSI PERS INI.

1. ALMANAR adalah Aliansi Masyarakat Nahi Munkar, gabungan bersifat terbuka dari berbagai elemen masyarakat baik secara atas nama pribadi perorangan, DKM Masjid, kelompok atau majelis, dan lembaga atau ormas, untuk suatu tujuan menegakkan kewajiban ibadah nahi munkar (mencegah & memberantas kemungkaran) yang menjalar di lingkungan masyarakat.

2. ALMANAR terbentuk sejak Oktober 2011 oleh beberapa aktivis amal nahi munkar di Cirebon, maka pernyataan dugaan dan tudingan yang mengkait-kaitkan bahwa ALMANAR adalah jaringan ISIS (Islamic State Iraq and Syuria/Syams) adalah pernyataan fitnah yang naif, kekanak-kanakan, karena jelas terpaut waktu dan alasan latar belakang yang jauh, ALMANAR lebih dahulu sebelum muncul deklarasi ISIS di Timur Tengah.

3. ALMANAR memandang bahwa Bendera ataupun panji-panji hitam maupun putih yang bertuliskan lafadz LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD ROSULULLAH dengan berbagai bentuknya, adalah Bendera Islam dan Muslimin, simbol Kehormatan Islam dan Muslimin, dan termasuk Pusaka Wasiat Rosulullah saw sebagaimana Pusaka Islam yang lainnya seperti Mushaf Al-Qur’an, As-Sunnah, Ka’bah, Adzan, Masjid dan simbol-simbol kehormatan serta syi’ar khas Islam. Bendera bertuliskan lafadz Tauhid bukan hanya bendera ISIS dan bukan mesti Bendera ISIS, tetapi yang pasti adalah bendera Rosulullah, Bendera Islam dan Muslimin sepanjang sejarah. Setiap muslim wajib dan berhak untuk membela simbol-simbol Islam tersebut, memuliakannya, mensyiarkan dan menjaga kehormatannya serta membersihkannya jika ada pihak ataupun kasus yang hendak menjadikannya dilecehkan, distigmatisasi negatif ataupun dikriminalisasi, sebagaimana kaum muslimin menjaga kehormatan Rosulullah, Al-Qur’an, masjid, ka’bah & adzan.

4. Sungguh merupakan kemunkaran besar serta fitnah jahat, kekejian, kerendahan moral iman dan kebiadaban bagi siapapun yang gegabah menggeneralisir menyatakan dan memperlakukan simbol-simbol kehormatan Islam seperti Bendera Tauhid tersebut dengan stigma dan perlakuan sebagai tanda bukti atau ciri kejahatan yang harus dibenci dan disingkirkan. Dan para pihak pencetus fitnah tersebut serta para Ulama, Kyai, Asatidz dan Mubaligh, wajib bertanggungjawab untuk menjelaskan dan membina masyarakat agar faham dan beradab dalam memperlakukan simbol-simbol kehormatan Islam, karena itu bagian dari akhlaq aqidah Islam.

5. Mengenai adanya pihak dari aktivis atau mantan aktivis ALMANAR, para simpatisan, baik pribadi atau kelompok, yang kemudian mengambil sikap langkah kegiatan keperluannya ke luar negeri manapun baik ke Syuria, Palestina, Yaman, Saudi, Mesir atau manapun, untuk keperluan keluarganya, pendidikan agama, ekonomi, ataupun sosial kemanusiaan… itu semua adalah atas nama pribadinya dan hak asasinya, ALMANAR tidak berhak mengikatnya dan juga tidak berkemampuan serta bukan urusan ALMANAR untuk memberangkatkannya secara keorganisasian. Maka pernyataan asumtif subyektif yang menuding menuduh dan serta mewartakannya dengan tendensi supaya bisa mengkait-kaitkan dan menggiring opini masyarakat bahwa ALMANAR adalah sebagai jaringan atau pendukung ISIS atau terorisme, adalah pernyataan pengecut yang penuh muatan fitnah, kedengkian yang lemah mengada-ada dan tanpa dasar bukti maupun klarifikasi yang ksatria.

6. Adanya kegiatan ALMANAR membina pemudanya untuk olahraga dan baris-berbaris adalah sebagai upaya menghidupkan syiar sifat Basthotan Fil Ilmi wal Jismi (Kuat dalam ilmu dan jasmani) serta syari’at membina ketertiban kedisiplinan kerapian barisan yang diajarkan Al-Qur’an dan AsSunnah serta kaum sholih terdahulu, dan mengingat hal itu diperlukan untuk mengawal ketertiban amal nahi munkar di lapangan sehingga dengan kedisiplinan dan kekuatannya pemuda ALMANAR diharapkan dapat mengatasi mengantisipasi brutalisme anarkisme ahlul munkar. Jikapun diiringi lantunan nasyid dan umbulan bendera tauhid adalah sebagai syiar dan pengingat etos religius Islami. Dan hal seperti ini adalah syiar yang wajib dihidupkan di kalangan remaja dan pemuda Islam agar mereka sehat dan perwira, karena Islam dan Nabi mereka mengajarkannya.

7. Terhadap anggapan, tudingan dan tuduhan bahwa selama ini dalam amal kegiatan nahi mungkarnya ALMANAR bersikap anarkis serta membikin resah masyarakat, pernyataan fitnah sarat indikasi kedengkian kebencian subyektif atau kebodohan dari kenyataan. Mungkin yang menyatakan demikian hanyalah dari kelompok-kelompok komunitas pro-kemunkaran yang kemudian disebut sebagai “masyarakat yang diresahkan dengan adanya ALMANAR”. Alhamdulillah kenyataannya justru berkebalikan dari tudingan fitnah tersebut. Hingga saat ini banyak masyarakat yang menyatakan terima kasih atas dampak menurunnya kriminalitas karena berkurangnya peredaran miras & narkoba. Dan masih banyak para orang tua, guru, aktifis pendidikan dan tokoh masyarakat, pejabat dan aparat serta para kyai dan ulama yang mengapresiasi sangat positif terhadap sikap langkah ALMANAR dalam bernahi munkar. ALMANAR adalah sahabat masyarakat dalam memberantas kemunkaran dan mengajak pelaku kemunkaran untuk bertaubat.

8. Mengenai Khilafah Islamiyyah (Kekhalifahan Islam) adalan Sistem Kepemimpinan Politik dan Pranata Kehidupan Dunia secara Islami Kaffah dalam segala bidang peradabannya. (Ipoleksosdikbudhankamkesh) sebagaimana pernah diterapkan luhur gemilang di zaman kaum mukminin sholihin terdahulu. Dan hal ini adalah diyakini dan dicitakan oleh setiap muslim berakal normal yang mengimani janji Allah dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi saw. Adalah dalam Al-Qur’an surat An Nuur (24) : 55 Allah berfirman : “Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholih, bahwa Allah akan menjadikan kekhalifahan bagi mereka di muka bumi….” Dan untuk mewujudkannya cita besar dan luhur tentulah ada berbagai syarat dan prosedur serta adab-adab besar dan luhur pula yang harus disiapkan dan dipenuhi sehingga layak mendapatkan pertolongan Allah dan menjadi kemashlahatan bagi kaum muslimin dan rahmat bagi alam semesta yang berdamai dan patuh berserah diri kepada Allah SWT. Berkaitan dengan hal Khilafah ini, maka ALMANAR berpendapat sebagaimana banyak Ulama Pejuang Islam juga berpendapat bahwa deklarasi Khilafah ISIS belum memenuhi syarat, prosedur dan adab yang mencukupi, sehingga ALMANAR tidak mensetujui Khilafah yang dideklarasikan ISIS.

9. Mengenai profil ISIS. Kaidah aqidah dan ukhuwah Islam mengajarkan untuk bersikap adil dalam mencintai dan memusuhi karena Allah, dalam membantu dan meninggalkan karena Allah. Terhadap pihak yang padanya berkumpul kebaikan dan keburukan, berkumpul padanya antara hal yang dicintai dan yang dibenci Allah, maka kaum mukminin diajarkan untuk mencintai dan membantu hal-hal kebaikannya karena dicintai Allah, sekaligus juga membenci dan meninggalkan hal-hal keburukannya karena dibenci Allah. Maka ALMANAR mencintai dan mendukung sisi kebaikan ISIS dalam hal semacam pembelaan dan pertolongannya kepada kaum Muslimin Sunni yang didholimi Rezim Syi’ah dan sekutunya, dalam hal perlawanannya memerangi kaum tiran Syi’ah dan Yahudi yang biadab membantai kaum muslimin sunni, dalam hal seruan dan syiarnya untuk menegakkan keadilan hukum-hukum syari’at Islam. Adapun dalam sisi-sisi keburukan ISIS sebagaimana dikabarkan bahwa ISIS bersikap ghuluw (berlebihan) dalam tergesa mengkafirkan dan memerangi kelompok mujahidin lain yang berbeda pendapat dan siasat, berlebihan dalam mengklaim diri sebagai khilafah dan menuntut semua muslim membai’atnya, menyalahkan yang belum mau berbai’at, maka dalam hal keburukan semacam itu ALMANAR menyatakan membencinya dan berlepas diri darinya.

10. ALMANAR tidak setuju juga Daulah ISIS memaksakan diri di luar keabsahannya sebagai khilafah yang belum memenuhi syarat sah, dan juga di luar kemampuannya melebarkan pengaruhnya mengikat bai’at kepada kaum muslimin yang ada di Indonesia khususnya wilayah III Cirebon. Maka pernyataan ini sekaligus membantah pernyataan tuduhan fitnah dari pihak-pihak pendengki yang hendak meng-ISIS-isasi kemudian mengkriminalisasi ALMANAR supaya dimusuhi semua masyarakat.

11. ALMANAR juga mengajak kaum muslimin untuk menyanggah serta memprotes keras dan menuntut tobat serta pertanggungjawaban lontaran pernyataan fitnah lancang tokoh yang menyatakan bahwa Bendera bertuliskan lafadz Tauhid sebagai bendera teroris, atau memfitnahnya dengan mengistilahkan sebagai Bendera ISIS yang boleh dibakar. Sekali lagi bahwa Bendera Bertuliskan lafadz Tauhid bukan hanya bendera ISIS dan bukan mesti Bendera ISIS, tetapi yang pasti adalah bendera Rosulullah, Bendera Islam dan Muslimin sepanjang sejarah. Sepanjang jaman baru zaman ini fitnah sihir propaganda menjadikan ada muslim sampai tega dan berani membakar bendera tauhid, bendera Islam, bendera Rosulullah, bendera paling agung dan suci melebihi bendera manapun, bahkan di dunia hingga akherat. Astaghfirullahal ‘adhiim. ALMANAR juga mengajak kaum muslimin untuk menyanggah serta memprotes keras dan menuntut tobat serta pertanggungjawaban lontaran pernyataan fitnah lancang biadab n provokatif dari tokoh gembong Syi’ah di Indonesia (Jalaludin Rahmat) Senin, 4 Agustus 2014 di Jakarta dalam acara diskusi “Menolak Keberadaan ISIS” yang menyatakan bahwa :

-Kelompok anti syi’ah adalah prospek utama pemicu konflik di Indonesia, dengan membantu ISIS untuk menghancurkan Syi’ah. Kelompok tersebut seperti MUI, MIUMI, dan orang-orang di PKS yang tidak menyukai Syi’ah, (www.bumisyam.com)

-TAUHID adalah CIRI TERORISME, dan (lihat, www.bumisyam.com)

-Ahlus Sunnah adalah pemicu konflik di Indonesia. (lihat, www.bumisyam.com) Kaum muslimin ahlussunnah Indonesia di manapun harap cermat dan waspada dan perlu meneliti berbagai kemungkinan makar kaum Syi’ah karena mereka bertopeng dusta taqiyah. Kenapa kelompok militan syi’ah yang sangat jelas provokatif dan pendukung kebiadaban Rezim Bashar Assad Syi’ah Syuria seperti mereka tidak dicurigai bahwa mereka telah bai’at kepada Imam Syi’ah di Iran Persia Pewaris kaum Majusi penyembah api ?

Semoga pernyataan ke Pers oleh ALMANAR ini menggugah kaum muslimin untuk lebih bersikap adil, hati-hati dan membela ‘Izzul Islam wal muslimiin serta simbol-simbol kehormatan dan persatuan Islam Internasional, serta waspada dari hasutan dan makar kaum pendengki dan pembenci Islam. Wallahu a’lam wa, Wal Hamdulillah…. wa Huwal Musta’aan

KOTA CIREBON, 11 Agustus 2014

Keluarga Besar ALMANAR
(Aliansi Masyarakat Nahi Munkar)

SAHABAT MASYARAKAT, BERANTAS KEMUNGKARAN

Koordinator Umum

AL-MARWI

No comments

Post a Comment

Home
loading...