+ResistNews Blog - Pasukan khusus Inggris dan AS dikabarkan membentuk tim pemburu dengan nama Task Force Black yang hanya memiliki satu perintah, yaitu menghancurkan Islamic State of Iraq and Sham (ISIS).

Pasukan ini mempunyai tugas khusus menyamar masuk ke Irak dan Suriah, dan membunuh semua komandan yang dimiliki ISIS.

PM Inggris David Cameron telah meminta pasukan khusus SAS dan Dinas Intelijen AS (CIA) untuk mengerahkan semua sumber dayanya untuk mengalahkan ISIS, setelah video pembunuhan James Foley muncul di dunia maya dan cukup mengegerkan banyak masyarakat dunia.

Pasukan khusus Inggris, SAS, akan bekerja sama dengan pasukan Delta Force dan Seal Team 6 dari Negri Paman Sam. Kerja sama ini menandai kelahiran kembali Task Force Black yang dulu pernah berperan dalam mengalahkan Al Qaeda di Irak.

Kali ini, pasukan khusus ini memiliki target utama, yaitu memburu pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, yang kini menjadi buruan nomor satu dunia.

“Kami akan pergi ke Suriah dan Irak, lalu membunuh sebanyak mungkin anggota ISIS. Kita tak bisa bernegosiasi dengan orang-orang ini,” kata seorang sumber.

“Ini bukanlah pilihan sulit. ISIS sangat kaya dan memiliki pasokan senjata yang besar. Jika kami tak mengejar mereka, dalam waktu dekat merekalah yang akan mengejar kami,” tambah sumber itu.

Di Irak, kata sumber yang sama, gugus tugas ini akan melakukan operasi dan serangan setiap malam dengan bantuan intelijen.

“ISIS tak bisa dikalahkan hanya dengan serangan udara. Anda harus melakukan operasi darat dan membunuh para komandannya. Potong kepala ularnya,” tambah dia.

Sumber itu menambahkan, sejauh ini ISIS lebih banyak menyerang warga sipil dan belum pernah berhadapan dengan pasukan profesional dalam sebuah pertempuran.

“SAS dan pasukan khusus AS akan membuat cukup banyak kehancuran untuk mereka. Ini akan menjadi kampanye militer yang panjang, mungkin membutuhkan beberapa tahun,” lanjut sumber itu.

Gugus tugas baru ini akan diperkuat satu skuadron SAS, kru udara khusus dari angkatan udara Inggris (RAF), serta para agen rahasia MI5 dan MI6. Sementara itu, operasi ini akan dipimpin CIA.

Salah satu tugas pertama gugus tugas ini adalah mencari identitas pria Inggris yang menjadi eksekutor James Foley dalam video yang menggemparkan pekan lalu. (kmp/lasdipo/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.