Warga Belanda Kembalikan Medali Pemberian Israel

+ResistNews Blog - Henk Zanoli, pria Belanda berusia 91 tahun, mengembalikan medali kehormatan yang diberikan Israel karena telah menyelamatkan warga Yahudi dari pembantaian oleh Nazi ketika perang dunia kedua terjadi.

Seperti diberitakan BBC, Sabtu 16 Agustus 2014, alasan pensiunan pengacara itu mengembalikan medali kehormatan The "Righteous Among the Nations" ke kedutaan besar Israel di Den Haag, karena enam kerabatnya tewas oleh serangan udara selama konflik Gaza.

Zanoli mengatakan serangan F-16 Israel telah menghancurkan rumah keluarga besarnya di Gaza dan menewaskan semua keluarga dan keponakannya. Dia mengaku tidak bisa lagi menahan kehormatan menerima medali itu.

Zanoli dilaporkan terlalu lemah untuk menyampaikan medali ini secara langsung, melainkan dikirim oleh perwakilannya. Kedutaan Israel menolak untuk mengomentari tindakan Zanoli.

Zanoli dan ibunya dianugerahi penghargaan kehormatan oleh Israel pada 2011 karena menampung anak-anak Yahudi dari kejaran tentara Nazi di rumah keluarga mereka pada 1943-1945.

Penghargaan ini diberikan kepada non-Yahudi yang mempertaruhkan hidupnya untuk melindungi dan menyelamatkan orang-orang Yahudi dari pembantaian (holocaust) oleh Nazi.

"Untuk berpegang pada kehormatan yang diberikan kepada saya oleh Negara Israel dalam situasi seperti ini, akan menjadi sebuah penghinaan," ujar Zanoli dalam surat yang ditujukan kepada Duta Besar Israel Haim Davon.

Dia menyatakan kesedihannya atas tewasnya seluruh keluarganya di Gaza akibat serangan Israel.

"Cucu ibuku yang sudah dewasa telah kehilangan nenek mereka, tiga paman, bibi dan sepupu di tangan militer Israel," tulis Zanoli merujuk pada serangan udara oleh militer Israel pada 20 Juli.


Kejahatan Perang

Keponakannya yang tewas adalah seorang diplomat Belanda yang menikah dengan ekonom Palestina Ismail Ziadah. Rumahnya hancur saat serangan Israel dan menewaskan seluruh keluarganya.

Zanoli mengkritik tajam operasi militer Israel ke Gaza dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Zanoli sendiri telah menghadapi kepahitan dalam tragedi perang, ketika kehilangan ayahnya di kamp pengungsian Nazi dan saudara iparnya yang tewas karena perannya dalam perlawanan Belanda selama Perang Dunia II.

"Dengan latar belakang ini sangat mengejutkan dan tragis bahwa hari ini keluarga kami dihadapkan dengan pembunuhan di Gaza. Pembunuhan dilakukan oleh Israel," tulis Zanoli. (viva/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...