+ResistNews Blog - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks kembali membocorkan informasi yang jarang diangkat oleh media. Kali ini berkaitan dengan dokumen rahasia terkait perang Hamas dan Israel di Gaza. Dokumen rahasia itu menyebut, Israel menerapkan “Doktrin Dahiya” dengan target seluruh area sipil di Gaza harus hancur tak terkecuali.

Nama “Doktrin Dahiya” yang pernah diterapkan militer Israel ini diambil dari nama Desa Dahiya di Beirut Libanon. Desa itu luluh lantak akibat perang Israel di Libanon tahun 2006.

Dokumen rahasia yang dibocorkan WikiLeaks berasal dari saluran kabel diplomatik Kedutaan Besar di Amerika Serikat. Doktrin Dahiya disebut beberapa kali, salah satunya oleh perwira militer Israel, Jenderal Eisenkot.

“Israel akan menggunakan kekuatan yang tidak proporsional pada setiap desa yang jadi target serangan Israel, yang menyebabkan kerusakan besar dan kehancuran,” bunyi dokumen rahasia itu yang dikicauan oleh akun Twitter WikiLeaks, Rabu (27/8/2014).

Isi dokumen rahasia itu juga telah dikonfirmasi pengacara WikiLeaks, Michael Ratner dalam wawancara dengan Real News. Ratner juga merupakan Presiden Emeritus dari Pusat Hak Konstitusional di New York, yang pernah membahas bocoran kabel diplomatik dari Kedutaan besar Amerika Serikat di Tel Aviv Israel pada tahun 2008.

Penghancuran seluruh area sipil di Gaza, sejatinya bukan rekomendasi dari perang di Gaza. Namun, Israel selalu mengelak dan menganggap area sipil juga digunakan untuk aksi militer Hamas di Gaza.

Menurut Ratner, Doktrin Dahiya sengaja digunakan Israel dalam perang di Gaza. Perang Israel dengan Hamas di Gaza yang berlangsung beberapa dalam 7 pekan ini telah membunuh lebih dari 2 ribu warga Gaza, yang mayoritasnya adalah sipil. Data PBB menyebut, sekitar 10 ribu warga Gaza terluka dan 350 ribu lainnya mengungsi.

“Israel sengaja melakukan kejahatan perang dan harus dibawa ke pengadilan internasional,” kata Ratner. Sementara itu, pemerintah Israel tidak mengomentari bocoran dokumen rahasia itu. Israel dan Hamas kini sudah sepakat melakukan gencatan senjata dan disambut rakyat Gaza sebagai kemenangan perang. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.