Archive by date

Rilis Terbaru Shaikh Al-Maqdisy; Tentang Penyembelihan Sandera Mujahidin ISIS

item-thumbnail


Britania Raya dan dunia internasional sedang berkabung. Seorang warga Inggris yang bekerja sebagai pekerja bantuan sosial disembelih oleh mujahidin Daulah Islamiyah, kemudian video penyembelihan itu diunggah di dunia maya.

Adakah yang salah dari penyembelihan itu?

Berikut satu rilis terbaru dari Shaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy yang menjelaskan soal penyembelihan sandera Inggris oleh mujahidin Daulah Islamiyah. Rilis ini diposting di situs resmi Minbar Tauhid wal Jihad tanggal 18 September 2014.

Beliau menjelaskan hal syar’i yang mendasar dan hendaknya diketahui oleh umat Islam tentang bersikap kepada orang kafir yang menjadi pekerja sosial dalam membantu kaum muslimin.

Sebab, Rasulullah Saw sendiri memisahkan antara Uqbah bin Abi Mu’ith serta orang-orang sepertinya yang memerangi Islam dengan Al-Muth’im bin Ady yang justru memberi pertolongan dan bantuan; meski kedua orang ini sama-sama musyrik penyembah berhala. Maka bertaqwalah kepada Allah dalam urusan darah karena dzon-dzon yang beredar tanpa adanya bukti yang jelas hanya akan menjauhkan pelakunya dari Syariat Allah subhaanah.



Penolakan dan Bantahan Atas Siapa Saja Yang Menculik Atau Membunuh Pekerja Sosial Kafir

Oleh: Shaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy

18 September 2014

Bismilahirahmanirahim

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada penutup para nabi dan rasul; tuan kami Nabi Muhammad sallahu ‘alaihi wasallam juga kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Allah ta’ala berfirman:

”Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25).

Nabi Saw telah memberi contoh kepada kita, seperti disebutkan dalam hadits:

”Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: ’Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami’. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasalah seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya.”

Kesimpulan dari hadits ini adalah bahwa diam saja tidak mengingkari kemungkaran akan menyebabkan meratanya bencana atas semua orang. Oleh karena itu, kami melihat kesalahan sebagian kaum muslimin yang tidak bisa kami diamkan. Meski peringatan kami nantinya dianggap menyakiti, menimbulkan permusuhan atau bahkan perkataan kami diselewengkan dari maksudnya, dan dijelek-jelekkan.

Allah telah mengambil mitsaq dari para pembawa al-kitab:

“Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” (Ali Imran: 187).

Risalah saya ini adalah nasihat untuk Tandzim Daulah yang masih berada di dalam bahtera umat dan belum keluar dari kapal besar ini, meskipun tandzim justru berusaha mengeluarkan kaum muslimin dari kapal ini. Maka, kami mengkhawatirkan pelanggaran Tandzim Daulah dan pelanggarannya atas umat.

Nabi Saw telah berwasiat kepada kita:

”Tolonglah saudaramu baik ketika ia dzalim maupun terdzalimi.”


Hari ini, Tandzim Daulah terdzalimi dengan adanya serangan kaum salib kepadanya, juga kepada kaum muslimin secara umum, sehingga tidak halal bagi siapapun untuk membantu kaum salib dalam menyerang kaum muslimin.

Tapi Tandzim Daulah juga berbuat dzalim dengan permusuhan mereka kepada kaum muslimin seperti yang terjadi di bagian utara Syam. Beberapa waktu lalu, mereka mengarahkan senapan dan mortirnya kepada kaum muslimin. Meski hal itu telah mereda, tapi kami tetap berharap agar berhenti dan tak terjadi lagi meski sekali saja.

Maka kami melihat upaya dunia internasional untuk menimpakan kedzaliman kepada Tandzim Daulah adalah disebabkan karena perbuatan Tandzim Daulah sendiri yang berlaku dzalim kepada kaum muslimin, menumpahkan darah mujahidin dan menyimpang dari siyasah syar’iyah Nabi sallahu ‘alahi wasallam, sampai-sampai mereka memaksa dunia dan kaum muslimin untuk tunduk.

Apakah mereka tidak takut kepada Allah ta’ala dan bertaubat dari kedzalimannya dan menahan diri dari menyakiti kaum muslimin? Sehingga dengan yang demikian itu Allah akan menahan mereka dari bencana yang ditimpakan oleh orang-orang kafir.


Jika sebagian besar mereka (Tandzim Daulah) masih mengafirkan banyak mujahidin, mengkhianati mujahidin dan meneriaki mujahidin sebagai antek-antek kafir. Maka hendaknya mereka merenung tentang mengapa banyak faksi-faksi yang menolak dan enggan untuk bergabung bersama musuh salibis Internasional yang kafir untuk menyakiti daulah meski antara faksi-faksi ini dan Tandzim Daulah saling bermusuhan dan terlibat dalam urusan darah.

(apakah dzon-dzon Tandzim Daulah masih kentara terhadap semua faksi Jihad bahwa mereka adalah antek kafir ? Sedangkan bukti dan bayan yang kuat tentang hal itu tak pernah ada ?)

Apakah yang demikian ini tidak menjadi ibrah bagi Tandzim Daulah agar berhenti mengkafirkan para ikhwah mujahidin lain ?

Kembali kepada al-haq itu lebih baik daripada berlapang-lapang dalam kebatilan.

========================

Dalam kalimah ini, saya ingin menjelaskan hukum Islam seputar membunuh sandera kafir; sebagai penjelasan atas hukum syar’i dan menjaga syariah agar tidak disimpangkan.

Sesungguhnya siapa saja orang kafir yang masuk ke negeri kaum muslimin untuk amal bantuan dan belum dipastikan bahwa mereka melakukan tindak mata-mata, maka seharusnya diperlakukan seperti musta’man (orang yang dijamin keamanannya) yang haram untuk dibunuh atau dilanggar harta serta hak-haknya.

Sebab, masuknya mereka untuk membantu kaum muslimin yang lemah, merawat yang terluka dan memberi makan yang lapar; dengan tetap menghormati dien kaum muslimin dan tidak menentangnya, maka wajib diterima dengan ihtiram dan dijamin keamanannya.

Sebagaimana Rasulullah Saw bermuamalah kepada siapa saja dari orang musyrik yang membantu dan menolong beliau. Ini adalah sikap adil yang dicintai Allah; termasuk larangan untuk berbuat dzalim kepada orang-orang seperti itu.

Allah ta’ala berfirman:

”Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8).

Sebelum daulah menyembelih sandera dari Inggris, media menyebutkan bahwa sandera tersebut bekerja sebagai tenaga lapangan dari tim bantuan sosial. Pemandangan yang mengerikan kemudian muncul dari para penyembelih yang mengancam akan menyembelih sandera Inggris lainnya (Alan Hennig).

Menurut sumber berita yang kuat, pria ini adalah sopir kafilah kemanusiaan yang dikirim oleh lembaga amal di Inggris yang bernama organisasi Al-Fatihah (pembuka). Lembaga ini sebelumnya juga mengirim beberapa kontingen kemanusiaan yang mengangkut berbagai bantuan kebutuhan untuk masyarakat Syria.

Kami juga telah meneliti seperti apa lembaga bantuan ini beroperasi dan apa peran pria yang disembelih itu bagi lembaganya. Akhi Qatadah (putra Shaikh Abu Qatadah Al-Filisthiny fakallahu asrah) memberitahu kami bahwa bapaknya (Shaikh Abu Qatadah) telah mengirim surat kepada Tandzim Daulah sejak delapan bulan lalu agar membebaskan pria Inggris itu, tapi hal itu tidak dipenuhi.

Daulah bahkan menyangkal soal keberadaan sandera dan tawanan itu berada ditangan mereka. Tetapi setelah itu, kita semua terkejut dengan video penyembelihan sandera Inggris yang pertama dan ancaman untuk menyembelih sandera kedua, padahal sebelumnya mereka menyangkal tentang penyanderaan itu.

Akhi Qatadah juga menyebutkan bahwa ada seorang muslim Inggris yang ia kenal juga bekerja di lembaga ini. Dan hari ini, pemuda muslim Inggris itu ditahan pihak berwenang Inggris karena mengirimkan kafilah bantuan kemanusiaan ke Syria.


Kami katakan kepada Jamaah Daulah, hendaknya kalian bertakwa kepada Allah dalam jihad dan mujahidin. Masalahnya bukanlah masalah Inggris atau mempertahankan diri dari Inggris -sebagaimana yang kalian utarakan kepada sebagian orang-orang jahil tentang Syariat-.

Kami tidak condong atau membela Inggris. Sungguh, Inggris telah membunuh ribuan kaum muslimin dan mendzalimi jutaan umat Islam saat Inggris menanam Yahudi di jantung negeri kaum muslimin. Tetapi masalahnya adalah membela Islam dan jihad agar tidak terdistorsi dari penyimpangan Syariat.

Nabi Saw bersabda:

”Darah kaum muslimin setara, dan jaminan keamanan dari orang yang paling rendah di antara mereka (muslimin) berarti jaminan dari seluruh kaum muslimin.”

Pria Inggris ini datang sendiri bersama lembaga amal dan ada juga kaum muslimin yang bekerja bersama mereka. Seharusnya kaum muslimin ber-ihtiram dan jaminan keamanan yang diberikan oleh kaum muslimin untuk pria yang datang untuk menolong masyarakat Syria ini juga dihormati!

Kaum muslimin sungguh telah memberikan jaminan keamanan untuknya dan orang-orang yang datang bersamanya. Kaum muslimin di Syam juga telah memberikan jaminan keamanan ketika mereka bisa masuk ke Syam dengan ridha dan ijin kaum muslimin.

Apakah masuk akal jika orang seperti itu dibalas dengan dianiaya dan disembelih??!!! Padahal orang itu datang untuk menolong dan membantu kaum muslimin; sementara orang itu cukup diberi ucapan terima kasih saja, bukan disembelih atau didzalimi dengan perbuatan yang sama sekali tak dicintai oleh Allah subhaanah.

Kepada Tandzim Daulah, jika kalian ingin Allah mengangkat kedzaliman yang datang terus kepada kalian, juga menolong kalian dari makar salibis yang ditimpakan atas kalian dan atas kaum muslimin. Hendaknya kalian hentikan kedzaliman kalian atas kaum muslimin dan mujahidin secara umum, menahan senjata dan mortir kalian agar tidak mengarah kepada dada mujahidin sendiri dan hendaknya kalian arahkan kepada para musuh Allah saja.

Kemudian hentikanlah kedzaliman atas para pekerja bantuan kemanusiaan apapun kebangsaan mereka. Janganlah menghukum orang yang menjadi penduduk satu negara yang negara itu medzalimi kaum muslimin dan hendaknya tanpa melihat dulu fakta dan hakikat sebenarnya dari orang itu.

Orang ini, datang dengan damai untuk menolong kaum muslimin dan tak ada urusan dengan negaranya yang memusuhi kaum muslimin. Maka wajib bagi Tandzim Daulah dan bagi kaum muslimin seluruhnya untuk membedakan antara orang-orang seperti itu; yang datang untuk menolong ataukah memusuhi kaum muslimin.


Seperti Nabi Saw yang memisahkan antara Uqbah bin Abi Mu’ith serta orang-orang sepertinya yang memerangi Islam dengan Al-Muth’im bin Ady yang justru memberi pertolongan dan bantuan; meski kedua orang ini sama-sama musyrik penyembah berhala.

Siapa saja yang dalam jihadnya tidak membedakan antara perkara-perkara ini dan menghukum seluruh kelompok tanpa memilahnya, maka yang demikian ini bukan termasuk mujahidin. Tidak demi Allah, itu bukan termasuk mujahidin! Bahkan itu termasuk musuh-musuh jihad yang bekerja dengan mendistorsi atau menyimpangkan jihad; baik tahu atau tidak tahu.

Kaum muslimin hendaknya ingat bahwa jihad adalah sarana untuk menegakkan panji tauhid. Juga harus diperhatikan agar sarana ini justru tidak menjadi alat untuk mendistorsi atau menyimpangkan tauhid. Oleh karena itu kami mengingkari penculikan atas orang-orang seperti para pekerja bantuan sosial kemanusiaan yang beroperasi di Syria atau di negeri kaum muslimin lainnya.

Dan hukum yang berlaku bagi orang-orang ini adalah hendaknya mereka dijamin keamanannya -selama belum dipastikan kebenaran bukti dan faktanya jika mereka bukan hanya pekerja sosial; seperti menjadi jasus (intelijen) atau perusak-, dan hukum asli mereka adalah mendapatkan jaminan keamanan, bahkan mendapat kalimat terima kasih serta tidak dilanggar.

Nabi sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”

Oleh karena itu, kami menyeru Tandzim Daulah untuk melepaskan pria ini dan para pekerja bantuan secara umum; yaitu orang-orang yang masuk ke negeri kaum muslimin dengan syibhu aman (semacam jaminan keamanan) bagi ikatan lembaga bantuan sosial dan organisasi bantuan untuk masyarakat Syria atau yang lainnya.

Yang demikian itu adalah untuk menyelamatkan hukum syar’i dan mengikuti petunjuk Nabi Saw dalam menyikapi orang-orang yang membantu dan menolong kaum muslimin, juga menolak kedzaliman dan beramal dengan adil, juga menjaga sum’ah jihad dan mujahidin.

Semoga dengannya Allah ta’ala akan memberikan barakah kepada kaum muslimin dengan menahan keburukan orang-orang kafir yang menyerang umat Islam.

Saya memohon kepada Allah ta’ala agar memberi hidayah ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Nabi Muhammad Saw, juga kepada para sahabat seluruhnya.



Abu Muhammad Al-Maqdisy

22 Dzulqa’dah 1435H

Link asli: http://tawhed.ws/r?i=18091401
loading...
Read more »

Kronologi Bentrok TNI vs Brimob di Batam; 4 Anggota TNI Tertembak

item-thumbnail

+ResistNews Blog - TNI dan Brimob terlibat insiden di Batam, Kepri. 4 Anggota TNI mengalami luka tembak dan dirawat di rumah sakit. Mabes TNI AD sudah memberikan keterangan resmi kronologi insiden yang terjadi.

Insiden ini berawal dari penggerebekan lokasi BBM ilegal pada Ahad (21/9) malam. Berikut penjelasan lengkap dari Kapuspen TNI AD Brigjen Andika Perkasa.
  1. Pada pukul 20.00 WIB Anggota Polda Kepri dan Brimobda Kepri melakukan penggerebekan gudang BBM solar milik Sdr. N yg berada di depan perumahan Cipta Asri, Jln. Trans Barelang Tembesi Batu Aji, Batam, dan mendapati 1 unit mobil sedan merah (diduga sebagai mobil pelangsir BBM) solar masuk menuju gudang tersebut.
  2. Selanjutnya mobil tersebut kabur karena mengetahui ada penggerebekan yang dilakukan oleh anggota Polda dan Brimobda Kepri.
  3. Selanjutnya anggota Polda dan Brimobda Kepri melakukan pengejaran serta mengeluarkan tembakan ke arah ban mobil sedan merah tersebut.
  4. Sekitar pukul 21.30 WIB anggota Polda dan Brimobda Kepri keluar dari gudang minyak tersebut dan pada saat yang bersamaan melintas Pratu Ari Kusdiyanto (Anggota Kesehatan Kompi Markas Yonif 134/TS) dan Prada Hari sulistiyo (Anggota Kompi Bantuan Yonif 134/TS) yang baru selesai melaksanakan apel malam di Yonif 134/TS dan akan pulang ke rumah-nya di daerah Bengkong Laut sekaligus akan mengambil cucian laundry. Mereka TIDAK BERSENJATA.
  5. Namun di tengah perjalanan 2 Prajurit tersebut berhenti karena melihat ada keramaian di depan perumahan Cipta Asri.
  6. Selanjutnya pada saat yang bersamaan anggota Polda dan Brimobda Kepri melakukan penembakan ke arah tanah di depan perumahan Cipta Asri yang (kelihatan-nya tidak disengaja) mengenai Pratu Ari Kusdianto dan Prada Hari Sulistyo.
  7. Kemudian sekitar pukul 21.45 WIB Praka Eka Basri (Anggota Kompi A, Yonif 134/TS) sedang menuju simpang tembesi untuk membelikan makan istrinya (juga TIDAK BERSENJATA).
  8. Namun karena saat melintas di depan Mako Brimob, Praka Eka Basri melihat 2 rekan-nya menderita luka tembak, yang bersangkutan singgah di depan Mako Brimob dan menanyakan kepada anggota Brimob alasan penembakan terhadap 2 Anggota Yonif 134/TS.
  9. Karena penjelasan dari Anggota Brimob kurang jelas, terjadi keributan mulut hingga pengeroyokan (dan pemukulan dengan gitar) terhadap Praka Eka Basri oleh anggota Brimob.
  10. Kemudian sekitar pukul 21.50 WIB, Pratu Eko Syahputra (Anggota Kompi Markas Yonif 134/TS) mendapat telepon dari kawan-nya tentang insiden keributan di depan Mako Brimob.
  11. Pratu Eko Syahputra (juga TIDAK BERSENJATA) yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya menuju depan Mako Brimob.
  12. Namun setiba-nya di depan Mako Brimob, sebelum mengetahui apa yang terjadi, yang bersangkutan juga ditembak oleh Anggota Brimob
  13. Kemudian sekitar pukul 22.10 WIB, Pratu KS. Marpaung (Anggota Provost Kompi A, Yonif 134/TS) mendapat laporan tentang insiden tersebut segera menuju depan Mako Brimobda Kepri Jln. Trans Barelang Tembesi Batu Aji Batam bersama 1 Anggotanya (mereka TIDAK BERSENJATA).
  14. Kemudian setiba-nya di depan Mako Brimobda Kepri, Pratu KS. Marpaung mendapati Praka Eka Basri yang bersimbah darah di bagian wajah.
  15. Pratu KS Marpaung kemudian menyampaikan kepada anggota Brimob bahwa Praka Eka Basri adalah anggota Yonif 134/TS. Namun anggota Brimob tidak memperdulikan dan membawa praka Eka Basri ke dalam Mako Brimob.
  16. Sekitar pukul 22.19 WIB Lettu Inf Irham Irawan/Pasi Intel Yonif 134/TS tiba di depan Mako Brimobda Kepri dan menyampaikan pada Wakasat Brimobda Kepri bahwa kedatangan-nya untuk menjemput anggota-nya yang ditahan di Brimobda Kepri.
  17. Namun saat pembicaraan di depan Mako Brimobda tersebut berlansung, sekitar pukul 22.20 WIB Pasi Intel Yonif 134/TS mendengar suara letusan senjata dari dalam Mako Brimobda Kepri.
  18. Tembakan tersebut diduga dilakukan oleh anggota Brimobda kepri terhadap Praka Eka Basri di dalam Mako Brimobda Kepri.
  19. Kemudian sekitar pukul 22.45 WIB setelah di desak oleh Lettu Inf Irham Irawan/Pasi Intel Yonif 134/TS, barulah Praka Eka Basri dibawa keluar oleh anggota Brimob dengan kondisi kepala berlumuran darah dan kaki sudah ditembak.
  20. Pasi Intel langsung membawa korban ke RSUD untuk dilakukan pertolongan.
  21. Sekitar pukul 23.00 WIB Danyonif 134/TS tiba di depan di mako Brimob menemui Wakasat Brimob dan langsung menenangkan anggota Yonif 134/TS yang sudah ramai berkumpul di depan mako Brimob.
  22. Adapun korban luka tembak pada insiden tadi malam adalah sbb : — Eka Basri Praka/ 31050102130283 Jabatan Ta kipan A, Luka robek di Kepala depan akibat dikeroyok, Paha kiri tembus menuju belakang akibat tembakan. — Pratu Ari Kusdiyanto. 31090067460190 Jabatan Ta Kes Kima Yonif 134/Ts. Luka 2 tembusan dipergelangan Kaki kiri atas dan bawah akibat tembakan, proyektil masih bersarang. Rencana hari ini dilakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil. — Prada Hari sulistiyo Nrp 31130076800392 Jabatan Ta Ki Bant Yonif 134/Ts. Luka tembak dari jari telunjuk kaki kanan ke bahu kaki atas, proyektil masih bersarang. Rencana hari ini dilakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil. — Pratu Eka Syahputra Nrp 31100367160789 Jabatan Ta Kima Yonif 134/TS luka tembak pada paha sebelah kanan.
  23. Saat ini semua korban penembakan sedang menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Batu Aji.
  24. Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang sedang berada di Australia menghadiri Chief of Staff Armys Excercise 2014 langsung memberikan instruksi kepada jajaran TNI AD tadi malam.
  25. Secara internal, Gatot Nurmantyo telah memerintahkan Danyon 134/TS & Dandim 0316/Btm untuk menyiagakan anggota-nya dan menginstruksikan agar seluruh anggota TIDAK ADA yang melakukan tindakan apapun atas perintah Komando. 

(detik/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Negara Syi’ah Iran Siap Gabung Koalisi “Salibis” Bentukan AS Perangi Daulah Islamiyyah

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Negara Syi’ah Iran memberikan sinyal untuk bergabung dalam koalisi “salibis” bentukan Amerika Serikat (AS) guna memerangi Daulah Khilafah Islamiyyah atau Islamic State (IS) yang dulu bernama Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) di Iraq dan Suriah.

Seorang pejabat senior Iran menyebut, negaranya siap untuk bergabung dengan koalisi internasional bentukan AS itu untuk melawan Islamic State (IS). Namun, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi AS bila ingin Iran bergabung dalam koalisi tersebut.

Seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (21/9/2014), salah satu syarat menurut pejabat tersebut adalah Iran menginginkan AS memberikan negaranya lebih banyak kebebasan untuk mengembangkan teknologi nuklir mereka. Pejabat tersebut beralasan, program nuklir Iran semata-mata untuk kebaikan.

“Iran adalah negara yang sangat berpengaruh di wilayah tersebut dan dapat membantu dalam perang melawan ISIS. Tapi, itu adalah jalan dua arah. Anda memberikan sesuatu, Anda akan mendapatkan sesuatu,” ungkap pejabat tersebut dalam kondisi anonim.

“ISIS adalah ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas dan dunia. Sedangkan teknoligi nuklir kami tidak berbahaya, karena ditunjukan untuk maksud baik. Kami tidak membuat senjata dari itu (nuklir), ” pejabat tersebut menambahkan.

AS sendiri menganggap Iran sebagai salah satu negara yang berpengaruh, bukan hanya bagi Iraq namun untuk Suriah. Iran dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Suriah, selain China dan Suriah yang dapat membantu memperlancar koalisi “salibis” internasional melakukan serangan terhadap IS di Suriah. [panjimas/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Ustadz Ba’asyir Serukan Qunut Nazilah Doakan Mujahidin Melawan Koalisi Salibis

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyerukan kepada kaum Muslimin untuk membaca Qunut Nazilah dalam shalatnya.

Hal itu mengingat kaum Muslimin tengah mendapatkan ujian besar; belum selesai pembantaian di Suriah oleh rezim Bashar Al-Assad, kini bertambah lagi musuh Umat Islam dengan datangnya koalisi salibis dan negara thaghut arab di bawah pimpinan Amerika memerangi mujahidin.

Doa Qunut Nazilah itu juga ditujukan kepada para mujahidin, khususnya para tentara Daulah Khilafah Islamiyah, agar Allah menguatkan dan memenangkan mereka atas musuh-musuhnya.

“Saya menyerukan qunut nazilah bagi kaum Muslimin. Di sini kita setiap shalat 5 waktu membacakan doa qunut nazilah,” kata Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada para pembesuk di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, pada Kamis (18/9/2014).

“Qunut nazilah, kita doakan mujahidin Khilafah Islamiyah dalam menghadapi tentara koalisi salibis,” imbuhnya.

Ustadz Ba’asyir mengungkapkan bahwa sudah menjadi kewajiban kaum Muslimin menolong saudara muslim lainnya yang tertindas, baik dengan berjihad mengorbannya nyawa, harta dan yang terpentin dengan senjata doa.

“Senjata kami di sini ya cuma doa. Kalau doa ini kan tidak ada yang bisa menghalangi, thaghut sekalipun tidak bisa melarang,” ungkapnya.

Berikut ini diantara teks doa Qunut Nazilah yang dilafazkan, bisa ditambahkan sesuai kebutuhan:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
أَللَّهُمَّ انْصُرِ الدَّوْلَةَ الْإِسْلَامِيَّةَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهَا وَعَلَى مَنْ عَادَاهَا
أَللَّهُمَّ انْصُرْهَا نَصْرًا مُؤَزِّرًا
اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ ، سَرِيعَ الْحِسَابِ اهْزِمِ الأَحْزَابَ ، اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ ، مُجْرِيَ السَّحَابِ ، هَـازِمِ اْلأَحْزَابِ , اِهزِم الْكُفَّارَ , اِهْزِمِ الْيَهُوْدَ , اِهْزِمِ الْهُنُوْدَ , اِهْزِمْ أَمْرِيْكَا وَمَن وَلاَّ هُمْ , وَانصُرْنَا عَلَيْهِمْ وَأَرِنَا فِيهِمْ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ، فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزُ
اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ وَمَنْ هَاوَدَهُمْ وَبِالنَّصَارَى وَمَنْ نَاصَرَهُمْ وَبِالشُّيُوْعِـيِّيْنَ وَمَنْ شَايَعَهُمْ
اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابِكَ إِلَـهَ الْحَـقِّ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ المُجْرِمِيْنَ
أَللَّهُمَّ افْتَحْ بَغْدَادَ لِلْمُوَحِّدِيْنَ. أَللَّهُمَّ افْتَحْ بَغْدَادَ لِلْمُجَاهِدِيْنَ
أَللَّهُمَّ افْتَحْ الدِمَشْقَ لِلْمُوَحِّدِيْن. أَللَّهُمَّ افْتَحْ الدِمَشْقَ لِلْمُجَاهِدِيْنَ
أَللَّهُمَّ مَكِّنْ لِأَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ دَوْلَته – وَأَهِلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُرْتَدِّيْنَ –
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلا ، وَأَنْتَ إِنْ شِئْتَ جَعَلْتَ الْحَزَنَ سَهْلًا
أَللَّهُمَّ يَسِّرْ أُمُوْرَهُمْ (أَئِمَّة وَجُنُوْد الدَّوْلَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ) وَأُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ كُلّه
أَللَّهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَنَا وَأَسْرَ الْمُسْلِمِيْنَ ورُدُّهُمْ إِلَى أَهْلِهِمْ سَالِمِيْنَ
أَللَّهُمَّ أَنْقِذْ عِبَادَكَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِىْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا وصلّ وسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّنَا اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
آمين


“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

Ya Allah, hamba memohon kepada Mu, hamba bersaksi tiada Ilaah kecuali Engkau, satu-satunya tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya

Ya Allah, tolonglah Daulah Islam dari yang memusuhi lagi menentangnya

Ya Allah, tolonglah ia (Daulah Islam) dengan sebenar-benarnya pertolongan 3 X

Ya Allah, yang menurunkan Al-Kitab, Yang maha cepat dalam menghisab: Hancurkan segala golongan (aliansi) musuh. Ya Allah, hancurkan mereka dan goncangkan pasukan mereka

Yaa Allah yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, kalahkanlah kuffar, kalahkan Yahudi, kalahkan Hindu, kalahkan Amerika dan sekutu-sekutu mereka, dan tolonglah kami atas mereka, tunjukan pada mereka kekuasaan-Mu wahai Penguasa alam semesta.

Yaa Allah, kami mengadukan Yahudi beserta kroni-kroninya kepada-Mu, Nasrani beserta para pendukungnya, Komunis beserta orang-orang yang sepaham dengannya.

Yaa Allah, tumpahkanlah kepada mereka kebinasaan dan adzab-Mu wahai Tuhan yang Haq.

Yaa Allah, timpakan kepada mereka kesengsaraan yang tak akan tertahankan bagi kaum durhaka.

Ya Allah, taklukan Baghdad bagi hamba-hamba Mu para muwahhidin (orang-orang yang bertauhid), Ya Allah, taklukkanlah Baghdad bagi hamba-hamba Mu para mujahidin (orang-orang yang berjihad)

Ya Allah, taklukan Damaskus bagi hamba-hamba Mu para muwahhidin (orang-orang yang bertauhid), Ya Allah, taklukkanlah Damaskus bagi hamba-hamba Mu para mujahidin (orang-orang yang berjihad)

Ya Allah, kokohkan bagi Amirul Mu’minin –untuk kemenangan- daulahnya, dan hancurkan orang-orang kafir lagi murtad itu

Ya Allah, jayakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakan syirik dan kaum musyrikin, serta hancurkan musuh-musuhMu dan musuh-musuh agama ini.

Ya Allah, tidak yang mudah kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah. Dan Engkau dapat mengubah yang sulit menjadi mudah bila Engkau kehendaki

Ya Allah, Mudahkanlah urusan mereka (para pemimpin dan tentara Daulah Islam), dan mudahkanlah urusan kaum muslimin seluruhnya

Ya Allah, bebaskan kami dari tawanan -musuh- dan tawanan muslimin lainnya, dan kembalikan mereka kepada keluarganya dengan selamat

Ya Allah, Selamatkan orang-orang lemah yang ada ditimur maupun barat

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini, yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau

Amiin.” [panjimas/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

PUSHAMI Desak Komnas HAM Proses Dugaan Pelanggaran HAM Densus 88 Hingga Mahkamah HAM Internasional

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Selain mengecam aksi biadab Densus 88 yang melakukan aksi penembakan, Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI) juga mendesak Komnas HAM agar membawa pelanggaran HAM Densus 88 ke Mahkamah HAM Internasional. 

Ketua Badan Pengurus Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH, terkait penembakan atas Nurdin, warga Dumpu, NTB yang ditembak mati Densus 88 saat melaksanakan Shalat Ashar.

“Bahwa kami PUSHAMI mendesak KomnasHAM untuk melakukan penelusuran ke Pengadilan Negeri setempat yaitu Dompu untuk menanyakan apakah Densus 88 sudah melakukan yang sesuai pasal 26 UU No 15 Tahun 2003. Jika terbukti benar bahwa tidak pernah Densus 88 melakukan itu maka KomnasHAM bisa membawa masalah pelanggaran HAM ini ke mahkamah HAM internasional,” kata Muhammad Hariadi Nasution kepada Panjimas.com, pada Senin (22/9/2014).

Hariadi yang akrab disapa Ombat, menegaskan bahwa tindakan Densus 88 yang berkali-kali melakukan aksi penembakan brutal merupakan aksi biadab dan psikopat yang tak boleh dibiarkan.

“Bahwa penembakan yang dilakukan Densus 88 terhadap seseorang yang belum terbukti teroris adalah perbuatan biadab dan psikopat. Bahkan orang yang memang teroris sekalipun tidak boleh di bunuh dengan keji tanpa ada proses hukum. Bahwa Densus 88 melakukan penembakan tersebut di luar hukum dan tidak ada hukum yang mengatur hal itu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Haridi Nasution atau yang akrab disapa Ombat memaparkan, dalam melakukan penindakan Densus 88 harus memenuhi sejumlah prosedur yang diatur dalam Undang Undang Terorisme. Namun hal itu tidak dilakuan oleh Densus 88. [panjimas/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Paman Sam Hadiahi Al-Sisi 10 Helikopter Apache Untuk Perangi Jihadis

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Pemerintah Amerika Serikat merasa sangat berterima kasih atas peran yang dimainkan oleh rezim Al-Sisi selama ini yang sama sekali tidak berpihak pada islam. Untuk itu, AS melanjutkan pemberian mereka ke Mesir dalam bentuk 10 heli Apache.

Dilaporkan Reuters pada Sabtu lalu (20/09/2014), bahwa Menteri Pertahanan Chuck Hagel mengkonfirmasi bantuan tersebut kepada Menhan Mesir Jenderal Sobki Sobhy. Bantuan tersebut telah direncanakan semenjak April lalu.

Juru bicara Pentagon, Admiral John Kirby menyatakan bahwa bantuan tersebut untuk mengapresiasi peran Mesir dalam mengamankan Sinai, yang merupakan perbatasan dengan Zionis Israel.

Richard Kirby juga menyampaikan rasa terima kasih Chuck Hagel kepada Kairo yang telah menjadi mitra Amerika menyelesaikan masalah Gaza dengan Zionis Israel.

Hingga kini perlawanan di Mesir tidak berhenti kepada rezim Al-Sisi yang berperan layaknya Husni Mubarak yang baru. Al-Sisi telah membunuh dan memenjarakan ribuan islamis semenjak melakukan kudeta dengan Muhammad Mursi.

Setelah aksi protes mereda karena tekanan yang demikian kerasnya, kelompok jihadis seperti Ajnad Misr dan Ansar Baitul Maqdis, masih terus aktif melakukan perlawanan.

Ansar Baitul Maqdis dan Ajnad Misr pada bulan ini telah menewaskan sejumlah aparat keamanan. Pekan lalu, Ansar Baitul Maqdis meledakkan kendaraan berarmor dan menewaskan isinya. Sedangkan Ajnad Misr baru saja menewaskan dua perwira polisi di Kemenlu.

[bss/reuters/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Mesir Tandatangani Kesepakatan Untuk Memantau Lalu Lintas Internet

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Menurut BuzzFeed, Mesir telah memenangkan kontrak untuk menyediakan kementerian dalam negeri Mesir suatu teknologi monitoring dimana pemerintah akan dapat melacak komunikasi online yang dianggap mengancam keamanan nasional atau norma-norma budaya.

Pemerintah Mesir kini dapat memantau komunikasi pribadi di Facebook, Twitter dan Skype berkat bantuan See Egypt anak perusahaan dari perusahaan keamanan cyber Amerika, Blue Coat.

“See Egypt telah bekerja dengan pemerintah dan memiliki ikatan yang kuat dengan layanan keamanan negara,” kata seorang pejabat BuzzFeed.

Teknologi baru yang digunakan oleh See Egypt, Deep Packet Inspection, memungkinkan pemantauan ekstensif lalu lintas Internet. Menurut CEO See Egypt, Ali Miniesy, program ini dapat menembus WhatsApp, Viber, dan Skype, mirip dengan program-program lain yang digunakan di Amerika Serikat dan pemerintah Barat lainnya.

Seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan kepada BuzzFeed bahwa pemantauan ini akan menargetkan “percakapan antara kelompok-kelompok Islam, atau mereka yang membahas tentang Islamis,” tetapi juga “tindakan homoseksual” dan “pesta pora” akan diawasi “untuk melindungi Mesir”. (Middle East Monitor/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Inikah Struktur Pemerintahan Daulah Islam?

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Entah sengaja ditinggal sebagai bentuk pengecohan dan strategi perang atau memang tertinggal, sebuah dokumen penting ditemukan dari salah seorang anggota Daulah Islam atau yang lebih dikenal dengan ISIS. Dokumen rahasia tersebut berisi rincian “Struktur Pemerintahan” Daulah Islam hingga tingkat Khalifah.

Sebagai khalifah, Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi memiliki dua deputi, yaitu deputi Irak dan Suriah. Di bawah ketiganya terdapat kabinet berisi tujuh menteri, dan dewan perang. Masing-masing deputi membawahi 12 gubernur.

Kabinet dan dewan perang, dalam bagan organisasi di dokumen itu, bertanggung jawab langsung ke khalifah.



Konsorsium Analisis dan Riset Terorisme (TRAC) dokumen diperoleh dari rumah Abu Abdul Rahman al-Bilawi, kepala staf militer ISIS di Irak. Al Bilawi tewas dalam serangan militer.

Dokumen ini memperlihatkan bagaimana ISIS telah berubah dari kelompok jihad ke organisasi yang memberikan layanan birokrasi negara, seperti menyalurkan gas, makanan, dan membentuk undang-undang bagi empat juta warga di daerah yang dikuasai.

Terakhir, ISIS membentuk satuan kepolisian di Niniveh.





Menurut The Telegraph, Al-Baghdadi memutuskan untuk membuat kompartemen dengan dua deputi yang mengatur semua aspek dalam wilayah luas.

Cabang eksekutif pemerintahan Al-Baghdadi disebut Al Imara. Terdiri dari khalifah, penasehat kabinet, dan dua deputi senior.

Dua deputi dijabat Abu Ali al-Anbari dan Abu Muslim al-Turkmani, keduanya mengawasi Suriah dan Turki. Saat Saddam Hussein berkuasa, keduanya adalah perwira militer.

“Kedua orang inilah yang membuat Al-Baghdadi menjadi sangat berkuasa,” ujar Hashimi. “Keduanya mengirim perintah ke gubernur, dan menginstruksikan dewan lokal melaksanakan keputusan eksekutif.”

Dokumen juga memperlihatkan setiap dari tujuh anggota kabinet memiliki peran. Abu Salah, mengelola keuangan wilayah Irak. Abu Abdul Kadir menangani isu manajemen. Abu Louay berperan sebagai penasehat keamanan.


Abu Mohammed mengawasi komunikasi internal. Abu Hajar bertugas menyeleksi militan asing. Al-Bilal, anggota ketujuh, adalah penasehat militer di Irak. Tidak ada yang tahu siapa penggantinya.

Ada 24 gubernur. Masing-masing gubernur memiliki anggota dewan, yang mengelola setiap kekayaan daerah masing-masing.

Hashimi mengakan saat ini terdapat 25 ribu orang bekerja dengan ISIS. Masing-masing menerima gaji antara 300 sampai 2.000 dolar AS per bulan.

Dari jumlah itu, sekitar 1000 orang adalah komandan lapangan tingkat menengah dan atas.

Pengawas keagamaan kekhalifahan ISIS adalah Dewan Syura. Lembaga ini melapor langsung ke Al Baghdadi, dan memastikan dewan lokal dan gubernur mengikuti hukum Islam.

Jasmine Opperman, direktur TRAC Afrika Selatan, mengatakan Dewan Syura juga mengontrol khalifah. Namun itu mungkin tidak pernah terjadi karena khalifah mengangkat Dewan Syura.

Dokumen ini memperlihatkan bagaimana dua cabang dalam pemerintahan ISIS; militer dan birokrasi bekerja bersama-sama. Kabinet perang mengerahkan brigade, gubernur mengontrol pemerintahan sipil.

Benarkah dokumen tersebut menggambarkan struktur asli Daulah ISlam? Perang memang penuh tipu daya. Bisa jadi dokumen itu sengaja tertinggal untuk mengecoh musuh, tapi bisa jadi memang demikian struktur kabinet Daulah Islam. Wallahu a’lam… [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Pengangguran di AS Meningkat

item-thumbnail

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan tingkat pengangguran meningkat di 24 negara bagian (foto: USATODAY )

+ResistNews Blog - Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2014 meningkat di 24 negara bagian, sementara sebagian lainnya melemburkan pekerja tanpa bayaran.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan tingkat pengangguran meningkat di 24 negara bagian, sementara pemerintah belum bisa menyediakan lapangan kerja untuk mereka. USA TODAY melaporkan seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Tingkat pendapatan rakyat AS secara nasional pada bulan Agustus juga menurun. Jika dibandingkan tahun 2013, tingkat pendapatan tahun ini akan mengalami penurunan,” kata laporan departemen itu.
Sementara itu, tingkat pengangguran di negara bagian Georgia melonjak menjadi 8,1 persen dari 7,7 persen pada Juli lalu. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara semua negara bagian. Selain Georgia, negara bagian Mississippi juga mengalami peningkatan jumlah pengangguran, mencapai 7,9 persen.

Sebelumnya, Nevada, Michigan dan Rhode Island juga tercatat memiliki angka pengangguran tertinggi (diatas 8 persen).

Sementara itu, negara bagian dengan pertumbuhan pekerjaan tertinggi adalah California. Periode Juni hingga Juli saja California sudah membuka 25.000 pekerjaan baru. Namun, negara bagian itu masih mencatat tingkat penganggurang tertinggi ketiga di AS.

Jumlah pengangguran di Amerika Serikat terus memburuk. Bulan ini, jumlah pengangguran secara nasional naik 8,3% dibandingkan bulan sebelumnya. [MINA/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Serdadu Amerika Dikebiri Alat Vitalnya Karena Peledak IED Taliban

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Tulisan yang dimuat di The Guardian ini merupakan unggahan lawas di tahun 2011. Namun tak ada salahnya jika dibaca lagi untuk mengetahui betapa dahsyatnya efek yang dimainkan oleh senjata ampuh mujahidin.

Clancy Signal menulis tentang dahsyatnya efek IED yang berpengaruh pada performa kelelakian seorang serdadu yang selamat dari serangan bahan peledak tersebut. Awalnya ia mengajak pembaca untuk membayangkan betapa sakitnya seorang pria jika dipukul di bagian vital.

Mengutip artikel 2011, Signal menyebutkan bagaimana dahsyatnya rasanya jika alat vital seorang tentara terguncang demikian hebatnya karena ledakan IED. Pada tahun sebelumnya 58 serdadu Paman Sam merasakan hal itu, dan saat itu jumlah serangan mengalami kenaikan 90 persen.

Dokter John Holcomb menyebutkan bahwa pada 2010, 142 orang serdadu yang cedera mengalami perlukaan di bagian genitourinary (GU), atau berarti bagian genital dan saluran kencing. Pada 2011 disebutkan bahwa dari 800 luka-luka di bagian GU, cedera bagian testis saat itu cenderung meningkat.

“Terkejut dengan frekuensi dari cedera macam ini, amputasi ganda, cedera di bagian (maaf) penis dan testis,” demikian pernyataan Holcomb, yang merupakan pensiunan kesehatan militer.

Hal ini yang memang nampak mengerikan, jika ditilik dari budaya barat yang mengagungkan seks bebas. Tentu saja para korban IED yang ‘beruntung’ mendapatkan bonus di bagian alat vital mereka, jauh lebih menderita daripada mereka yang mati atau mendapatkan cedera selain bagian GU.

[bss/TheGU/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Selangkah Lagi Menuju Pengesahan RUU JPH

item-thumbnail


+ResistNews Blog - KEMENTRIAN Agama dengan Komisi VIII DPR RI tinggal satu tahap lagi menuju perampungan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH).

Pada Jumat (19/09/2014), Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang tentang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) dari Komisi VIII DPR RI bersama jajaran Pemerintah melakukan rapat koordinasi dan pembacaan kesepakatan seluruh fraksi untuk membawa draf RUU ke sidang paripurna.

Dari jajaran angota DPR RI, rapat koordinasi dihadiri jajaran Komisi VIII dan perwakilan fraksi dari seluruh partai politik. Rinciannya, 15 orang anggota hadir sementara 15 lainnya izin dan sakit.

Sementara dari kubu pemerintah, dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag Nur Syam beserta jajarannya, perwakilan Menteri Perindustrian RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kesehatan RI, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) RI.

Dikatakan Ledia, struktur RUU hasil Timus, RUU JPH terdiri dari 11 bab dan 69 pasal yang disodorkan kepada forum untuk disetujui.

Dalam pembahasannya, seluruh fraksi yang berjumlah Sembilan menyatakan kesetujuanterhadap draf agar dapat dibawa pada sidang paripurna pada 25 September mendatang.

Sementara itu, dua fraksi yakni PDIP dan Gerindra menyetujui dengan mengajukan beberapa catatan.

Merespons hal tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, BPJPH merupakan lembaga penjamin halal yang secara nasional bertugas mengawal penjaminan soal halal berdasarkan Undang-Undang. BPJPH, lanjut dia, bertanggung jawab kepada presiden melalui Menteri Agama.

Ditanya soal MUI yang tampak belum ikhlas soal pengesahan RUU, Menag mengungkapkan hal tersebut disebabkan belum menyeluruhnya kesepahaman antara MUI dengan pemerintah. Menurutnya, butuh waktu agar terbit kesepahaman dan kesepakatan yang lebih utuh dengan MUI.

Ketua MUI, Din Syamsudin menyatakan bahwa MUI akan berlapang dada jika kewenangan proses sertifikasi halal dicabut oleh pemerintah.

“Silakan kewenangan sertifikasi halal dengan penetapan fatwa halal diserahkan ke MUI atau dicabut semuanya dari MUI,” ungkap Din di Jakarta, Rabu (17/09/2014).

Din menolak jika MUI hanya menjadi seperti tukang stempel halal, tanpa menangani proses sertifikasi halal seperti yang telah berjalan.

Ini masalah keagamaan dan amanah umat dengan tanggung-jawab sangat berat, sekaligus sebagai kepercayaan yang harus dijaga bersama,” tegasnya. [eza/Kemenag/Halal MUI/Islampos/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Baitul Mal Lhokseumawe Bantu Rumah 35 Fakir Miskin

item-thumbnail


+ResistNews Blog - BAITUL Mal Provinsi Aceh memberi bantuan rumah bagi 35 fakir miskin di Kota Lhokseumawe.

Penyerahan bantuan tempat tinggal tersebut dilakukan secara simbolis di aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Jum’at (19/09/2014)..

Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe Tgk Boyhaki mengatakan, penyerahan bantuan rumah itu berasal dari Badan Baitul Mal Provinsi Aceh yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Baitul Mal Provinsi Aceh Tgk Armiadi dan Asistem III Setdako Lhokseumawe Muzakkir Sulaiman, kepada tiga orang penerima bantuan.

Sebutnya, penerima bantuan merupakan kategori penerima zakat (fakir miskin). Serta bertempat tinggal pada rumah yang tidak layak huni dan juga memiliki lahan untuk dibangun rumah.

Adapun jenis rumah yang dibangun adalah tipe 36 dengan konstruksi bangunan beton.

“Rumah bantuan dari Badan Baitul Mal Provinsi ini, diberikan fakir miskin yang bertempat tinggal dalam wilayah Pemko Lhokseumawe dan sesuai dengan katogeri penerima zakat,” ucap Tgk. Boyhaki.

Sementara itu, Ketua BBM Aceh Tgk Armiadi menyatakan, sangat diharapkan kepada penerima bantuan rumah dimaksud, supaya benar-benar dapat dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik sebagai tempat tinggal. Karena bantuan tersebut adalah amanah dari para pemberi zakat dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. [eza/Antara/Islampos/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Pergaulan yang Baik dan Santun

item-thumbnail


Di tengah-tengah masyarakat setidaknya ada tiga golongan manusia. Pertama: orang yang bergaul dengan baik di masyarakat dan sabar menghadapi keburukan mereka sehingga dia cenderung disukai oleh mereka. Kedua: orang yang buruk pergaulannya di masyarakat sehingga cenderung tidak disukai oleh mereka. Ketiga: orang yang enggan bergaul dengan masyarakat, baik karena niat baik (misal: menghindari ragam keburukan yang muncul di masyarakat), karena tak sabar menghadapi keburukan masyarakat ataupun sekadar karena rasa malas saja.

Terkait dengan itu, Ibn Umar ra menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang Muslim yang bergaul dengan baik di tengah masyarakat serta bersabar atas keburukan mereka adalah lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar dengan keburukan mereka.” (HR at-Tirmidzi).

Dengan redaksi berbeda Rasul SAW juga bersabda, “Seorang Mukmin yang bergaul dengan baik di tengah masyarakat dan bersabar atas keburukan mereka adalah lebih besar pahalanya daripada seorang Mukmin yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar atas keburukan mereka.” (HR Ibn Majah).

Tentang pentingnya bergaul secara baik dengan masyarakat, Sayyid al-Musayyab ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puncak akal setelah keimanan kepada Allah SWT adalah bergaul dengan baik di masyarakat. Seseorang tidak akan pernah merugi selama dia sering bermusyawarah dengan orang lain. Pelaku kebaikan di dunia adalah pemilik kebaikan di akhirat.” (HR Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Bahkan bergaul baik dengan masyarakat dipandang sebagai sedekah. Jabir bin Abdillah ra menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Bergaul baik dengan masyarakat adalah sedekah.” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Awsath dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Dalam sebuah hadits marfu’ dari Zaid bin Rafi’ dituturkan bahwa Rasul SAW pun bersabda, “Aku diperintahkan untuk bergaul secara baik dengan masyarakat sebagaimana aku diperintahkan shalat fardhu.” (HR Ibn Abi Syaibah).

Nazzal bin Sabrah pun menuturkan hadits marfu’ bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga perkara yang jika ketiganya ada pada diri seseorang, ia berada dalam kedamaian: ilmu, yang dengan ilmu itu kebodohan orang bodoh bisa dihilangkan; akal, yang dengan akal itu orang bergaul secara baik dengan masyarakat; sikap wara’ yang bisa mencegah seseorang dari bermaksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Ibn Abi ad-Dunya’).

Salah satu pergaulan yang baik di tengah masyarakat adalah dengan selalu menunjukkan sikap santun dan lembut. Siapakah orang yang santun atau lembut? Kata Amr bin al-‘Ash ra, “Orang yang santun (lembut) bukanlah orang yang santun (lembut) terhadap orang yang santun (lembut) kepada dirinya. Akan tetapi, orang yang santun (lembut) adalah orang yang santun (lembut) baik terhadap orang yang santun (lembut) kepada dirinya ataupun yang bersikap kasar terhadap dirinya.” (HR Ibn Abi Syaibah).

Terkait sikap santun dan lembut ini Rasulullah SAW bersabda, “Manakala Allah SWT mengumpulkan seluruh makhluk pada Hari Kiamat, seseorang menyeru, ‘Dimana pelaku keutamaan?’ Rasul bersabda, “Tiba-tiba sekelompok orang berdiri. Mereka lalu berjalan dan bergegas menuju surga. Malaikat lalu menyambut mereka. Mereka kemudian ditanya, ‘Siapa kalian ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah pelaku keutamaan itu.’ Mereka ditanya lagi, ‘Apa keutamaan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Jika kami dizalimi, kami berusaha bersabar. Jika kami diperlakukan buruk, kami memohonkan ampunan bagi pelaku keburukan tersebut. Jika kami dikasari, kami berusaha tetap bersikap lembut terhadap orang yang mengasari kami.’ Selanjutnya dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian ke dalam surga sebagai balasan terbaik bagi para pelaku kebaikan.’” (HR Ibn Abi ad-Dunya’).

Sebaliknya, Islam mencela sikap buruk atau kasar hingga membuat orang-orang tidak suka. Rasul SAW bersabda kepada Aisyah ra, “Wahai Aisyah, sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat kelak adalah orang yang cenderung dijauhi atau ditinggalkan oleh manusia karena mereka khawatir terhadap keburukannya.”(HR Ahmad dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Dalam redaksi lain Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia terburuk pada Hari Kiamat kelak adalah orang yang (di dunia) paling dikhawatirkan lisannya atau keburukannya oleh manusia.” (HR Ibn Abi ad-Dunya’).

Nabi SAW juga bersabda kepada Aisyah ra, “Manusia terburuk adalah siapa saja yang menjadikan orang takut berkumpul dengan dia karena keburukannya.” (HR Ibn Abi ad-Dunya’).

Karena itulah Salim bin Abdillah berkata, “Di antara kebaikan adalah takut melakukan keburukan (terhadap orang lain).”(HR Ibn Abi ad-Dunya’).

Wa ma tawfiqi illa bilLah. [] abi
loading...
Read more »

Harist Abu Ulya: IS-ISIS & Terorisme Menyandera Poso?

item-thumbnail


Oleh: Harits Abu Ulya

Pemerhati Kontra Terorisme & Dir. CIIA

Di sebuah diskusi terbatas (FGD, 10 Sept 14), BNPT mengakui bahwa isu ISIS pertama kali mereka yang hembuskan. Tentu ada latar belakang dan tujuan BNPT kenapa melakukan strategi tersebut. Akhirnya isu ISIS bergulir layaknya bola salju, menarik perhatian publik secara luas berlanjut larangan ISIS di Indonesia. Banyak element pemerintah dan non pemerintah dilibatkan untuk implementasi larangan tersebut. Mulai dari masyarakat dan tokohnya, institusi Depag, Kemenkominfo, Mabes Polri plus Densus-88, BNPT, TNI, Kejaksaan Agung, serta aparatur intelijen.

Sudah banyak orang ditangkap dengan alasan anggota ISIS, bahkan Presiden SBY dalam rapat kabinet terbatas secara spesifik kembali menyikapi isu ISIS paska tertangkapnya 4 WNA di wilayah Parigi-Sulteng. Pemetaan kantong-kantong potensial pendukung ISIS dilakukan oleh pihak BNPT, Densus88 dan aparatur intelijen lainya. Melalui ruang pusat kontrol imigrasi monitoring pergerakan WNI yang diduga Suriah menjadi destinasi (tujuan) juga dilakukan. Dengan cover identity, operasi intelijen juga dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri untuk mempertajam pengindraan mereka. ISIS diruang publik Indonesia seolah menjadi “cammon enemy”, begitu juga konstalasi politik global Amerika bersama 40 negara lebih berijma’ untuk memerangi ISIS.

Paska larangan ISIS di Indonesia, BNPT yang paling dominan berkepentingan melihat larangan tersebut butuh legitimasi payung hukum yang kuat. Publik kemudian mengerti kenapa BNPT mengusulkan perlunya UU BNPT agar eksistensi dan perannya makin tajam untuk proyek kontra terorisme. Begitu pula wacana yang terus digalang tentang urgensitas amandemen UU Terorisme (UU Nomer 15 Tahun 2003), agar bisa diperluas spektrum jangkauannya. Strategi yang paling tajam untuk mereduksi eksistensi ISIS di Indonesia yaitu dengan menggunakan piranti Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Karena itu diberbagai kesempatan rapat dan diskusi para pakar terkait isu ISIS rekomendasinya adalah terorisasi ISIS atau kriminalisasi ISIS bahkan kalau perlu status kewarganegaraannya di cabut. Penalaran dan logika hukum terus dikonstruksi, agar bisa memberikan legitimasi hal tersebut. Asumsinya, regulasi yang jelas membuat law enforcement oleh pihak Polri (Densus-88) atau BNPT dengan Satgasnya (BKO) tidak akan menghadapi kritik dan kendala dilapangan.

Isu dan opini tentang “Indonesia darurat ISIS” di gulirkan sedemikian rupa secara sistemik. Yang selama ini Poso dalam isu terorisme ditempatkan sebagai episentrum akhirnya di sebut juga oleh pihak Polri dan BNPT sebagai wilayah yang banyak pengikut ISIS. Para “teroris” jaringan Santoso cs (MIT-Mujahidin Indonesia Timur) terekspos sudah berbaiat kepada Islamic State (IS)-ISIS di Iraq-Suriah. Dengan pengolahan dan komunikasi yang “ciamik” dari pihak Polri dan BNPT, semakin kokoh image Poso menjadi basis ISIS di Indonesia paska tertangkapnya 4 WNA di Parigi Sulteng (6 Sept 2014). Karena isu ke publik melalui Polri bahwa 4 WNA diduga terkait jaringan Santoso, dan ada hubungannya dengan ISIS. Ditambah komentar beberapa pengamat teroris (baca; agent influence) bahwa warga Poso paling banyak berbaiat kepada IS-ISIS, maka makin establis image “Poso sarang teroris dan ISIS”. Padahal bagi sebagian tokoh masyarakat Poso komentar diatas sangat berlebihan dan tendensius, ini terungkap saat diskusi dihelat oleh FAAI (Forum Alumsi Afghanistan Indonesia) di Hotel Sofyan Cikini-Jakarta bulan Agustus untuk mensikapi isu ISIS.

Saya yakin semua masyarakat Poso merindukan ketenangan, kedamaian bahkan kesejahteraan dalam kehidupan mereka. Bahkan di hari Senen (22 Sept 2014) dibuatkan perhelatan diskusi terbuka, menghadirkan sekitar 70 orang lebih para tokoh dan representasi masyarakat Poso dari berbagai element. Mengangkat sebuah tajuk “Saatnya Orang Poso Bicara.Menyelesaikan Poso Secara Komprehensif”, dari pukul 09.30-16.00 Wita di Hotel Kartika Poso. Namun perhelatan ini seolah ditantang secara langsung atas peristiwa aktual penangkapan 4 WNA dan 3 WNI yang diduga terkait jaringan Santoso (MIT), bagaimana resolusi keamanan bagi masyarakat Poso bisa dibuat sevisibel mungkin?. Bahkan yang lebih heboh lagi, agenda yang di inisiasi oleh Komnas HAM Pusat ini seolah diberi PR (pekerjaan rumah) tambahan terkait peristiwa pembunuhan seorang warga Poso bernama Fadli (18 Sept 2014) yang akhirnya diklaim dilakukan oleh MIT (Mujahidin Indonesia Timur) melalui rilisnya ke beberapa media online (20 Sept 2014).

Poso dalam baluran darah dan misteri instabilitas keamanan tidak hanya saat ini saja, tapi sudah menahun sejak konflik tahun 2000-an. Dalam konteks sekarang, Poso menyimpan potensi ketidak-amanan dan ketidak-nyamanan bagi warganya tidak bisa dipungkiri. Meski kondisi ini bertolak belakang dengan alam bawah sadar komunal masyarakat Poso yang mengimpikan kadamaian. Bagi BNPT dan Polri (Densus-88) kelompok sipil bersenjata yang dilabeli teroris oleh mereka sebagai faktor utama isntablitas keamanan di Poso. Bahkan narasi yang lebih drasmatis lagi, Poso menjadi kawah condrodimuko para “teroris” yang akan menebar “hantu” ketakutan diberbagai pelosok negeri Indonesia.Terlepas disadari atau tidak, bahwa treatment selama ini yang mereka desain juga berkontribusi melahirkan banyak blunder di Poso. Kekerasan demi kekerasan menggeliat tanpa kendali, penyelesaian holistik komprehensif jauh panggang dari api. Aroma proyek kepentingan opurtunis dengan menjadikan Poso sebagai panggung perhelatan juga “anyir” tercium. Egoisme Polri dan BNPT juga terkesan tampak dalam penanganan Poso. Lengkap lagi keterpurukan Poso adalah berada dititik nadzir rendahnya kepedulian tokoh-tokoh Ormas Islam Indonesia.

Sekarang Poso disandra dengan opini “ISIS dan terorisme”, di sisi lain kelompok sipil bersenjata (Santoso cs) tersandra dengan label teroris dan buronan kelas kakap. Ibarat posisi, di sebuah ujung jalan buntu bagi Santoso cs tidak ada yang bisa dilakukan kecuali melawan atau mati. Variabel yang mejadi “ruh”perlawanan bagi mereka makin berderet; dari dendam, pengkhianatan, qishas, rasa ketidak adilan dari resolusi konflik masa lalu Poso, sampai ideologi baru perlawanan mereka dapatkan paska deklarasi IS (Islamic State) oleh ISIS.

Dari perspektif inilah, kasus terbaru pembunuhan terhadap Fadli seorang petani Kakao diklaim dilakukan oleh MIT (Mujahidin Indonesia Timur) bisa di eja.

Mengeja kasus terbaru di Poso

Fadli tewas mengenaskan di malam Jumat (18 Setp 2014), berdasarkan kesaksian istrinya dilakukan 5 orang yang ia tidak mengenalnya. Kemudian jarak sehari ada klaim dari MIT melalui rilis kemedia (http://m.arrahmah.com/news/2014/09/19/mit-bertanggungjawab-atas-penggorokan-warga-poso.html, 20 Sept 2014) bahwa benar mereka yang melakukan sebagai bentuk hukuman kepada Fadli. Pertanyaan mengelitik, benarkah rilis tersebut original dari kelompok MIT? Mengingat banyak orang yang juga bisa membuat rilis semacam itu.

Pengirim rilis dengan alamat email “abu nuh” abunuh423@gmail.com, dari riset yang dilakukan diduga kuat pengirim rilis tersebut bukan di atau dari Poso, Sulteng tapi justru berada di Jakarta. Dari forensik IT ketahuan pemilik akun menggunakan IBM data dan servernya di sebuah gedung tinggi di bilangan Kuningan-Jakarta. Bisa jadi pelaku adalah pendukung MIT, ring inti, anggota, atau level bawahnya lagi adalah simpatisan. Tapi bisa dipastikan pengirim rilis ada komunikasi dengan orang dilapangan (Poso) karena konten dari rilis mengisaratkan dia tau dinamika dan alasan utama kenapa Fadli di bunuh.Terlebih lagi “abu nuh” sudah beberapa kali kirim rilis ke media dengan alamat email yang sama. Dan foto korban (Fadli) diunggah melalui FB (Facebook) dengan nama akun “abu qiya al-qutb”. Apakah forensik cyber crime Densus-88 bisa menjejak ini? hubungan antara peristiwa dilapangan dengan bagian propaganda seperti kasus diatas sering menyisakan kabut dan kebenaran dibaliknya tidak pernah terungkap kepublik.

Benarkah nyawa Fadli sebagai ganti (qishas) dari Handzalah alias Hendro dan Fani yang mati ditangan Densus-88? Bisa jadi demikian. Sekelumit fakta penting publik perlu tahu, dari riset kita dapatkan gambaran sebenarnya; Fadli, Handzalah(Hendro) dan Fani plus Evan (Ipar dari Fadli) adalah satu grup. Pada awalnya mereka dalam lingkaran MIT, dan Fani seorang tukang kayu yang tinggalnya di lorong Jati tewas bersama Hendro (Handzalah) saat kontak penggrebekan yang dilakukan oleh Densus 88 di Taunca Poso beberapa bulan lalu. Peran fani adalah kurir, berbeda dengan Handzalah yang berperan ganda sebagai kurir dan menangangi urusan propaganda (IT). Berbeda nasibnya dengan Fadli, Evan sampai kini lenyap tanpa jejak disinyalir ada yang mengamankan. Tapi tidak untuk Fadli, ia sempat ditangkap oleh Densus-88 kemudian dilepas disinyalir dijadikan sebagai “panah” pihak Densus-88 dengan sejumlah kompensasi (uang). Dari hasil penggalangan terhadap Fadli inilah pihak Densus-88 bisa menjejak posisi Hendro dan Fani saat di Taucan Poso. Inilah alasan utama kenapa Fadli jadi target kelompok MIT dibawah komandan Santoso dan supervisernya Daeng Koro (disertir Kostrad). Fadli dicap sebagai pengkhianat dan bekerja untuk aparat Densus-88.

Dari rilis MIT terindikasi ada benarnya bahwa mereka yang melakukan, ada beberapa indikasi dan barang bukti yang menjadi jejak langkah mereka.

Dari investigasi dan sumber CIIA didapatkan jejak, paska 5 OTK (orang tidak dikenal) mengkeksekusi Fadli mereka lari mengambil rute ke arah Desa Taunca menuju ke arah Sumber air Panas di Patanggolemba. Kemudian bergerak melintasi Gereja di Tongko Situru Membangun, dilanjutkan menyusuri sungai Masani tembus ke Tamanjeka. Di duga kuat pemimpinnya adalah Sabar Subagio alias Daeng Koro (disertir Kostrad). Saat aparat TNI melakukan penyisiran (Jumat, 19 Sept 2014) dikawasan Dusun Ratalemba Desa Masani, Poso Pesisir di kawasan kaki Gunung Biru dijumpai pondokan salah seorang warga dikebun menjadi salah satu tempat suplai logistik kelompok MIT yang lari kearah di Gunung Biru paska kontak senjata dengan aparat TNI. Ada beberapa barang bukti yang didapatkan di TKP; beberapa bom rakitan, Munisi Rangsel, 1 SIM atas nama “MP” asal Purbalingga Jateng. Dan juga didapatkan 1 KTP atas nama “MP” juga, 1 KTP atas nama “BS”, dan 1 buah kartu ATM BRI.

Selain itu juga masih didapatkan dari TKP (Pondokan) yang digrebek aparat TNI; 1 buah magazen pistol berisi 3 butir munisi kal. 9mm, 1 buah cas HP, 1 buah parang yang diduga dipakai menggorok Fadli, ratusan munisi Kal.5,56mm, 1 buah magazen M16, 7 buah sleeping bag, 1 buah rompi bom, 1 buah rompi magazen, 1 buah senter kepala, 1 buah teropong, 3 kaleng obat multivitamin, 1 HP merk Nokia, 1 buah senter kecil, 1 buah cas HP satelit,1 buah kompos gas beserta tabung LPG, 2 buah pemicu bom, 6 pasang sepatu kebun dan 6 buah tempat tidur ikat dan pakaian. Dan semua BB (barang bukti) diserahkan ke pihak Polres.

Lantas bagaimana dengan 4 WNA yang di tangkap di Parigi- Sulteng, apakah benar mereka terkait ISIS yang mau gabung dengan MIT? Sejauh ini sumber resmi Polri mengungkap ada kendala bahasa untuk mengorek keterangan dari 4 WNA yang dikurung di Mako Brimob Kelapa Dua. Dari kajian CIIA didapatkan informasi, data pelintasan imigrasi mereka terekam masuk ke Indonesia melalui Malasyia-Bandung. Kemudian dilanjutkan ke Makkasar, di duga kuat datang secara bertahap ke Makassar kemudian singgah di sebuah tempat yang tuan rumah masih punya hubungan dengan orang-orang MIT di Poso. Tapi diluar dugaan mereka (WNA dan guide), aparat Intelijen mengehendus kehadiran mereka saat masuk Makkasar dan kemudian dilakukan tailing (penjejakan), hingga akhirnya ada rekomendasi untuk di adakan swepping didepan Polres Parigi Sulteng. Berbaliknya arah mobil ( yang berisi 4 WNA, 3 WNI) membuat aparat curiga sampai akhirnya terjadi pengejaran dan ditangkap 7 orang tersebut.

Kita bisa membuat analisa sementara, dengan kehadiran orang WNA mengindikasikan orang-orang MIT punya kemampuan kemunikasi keluar untuk mencari dukungan dan simpati. Tapi apakah orang WNA yang hadir adalah representasi dari jaringan jihad global seperti al Qaida atau utusan dari IS (Isalmic State)-ISIS tentu perlu pendalaman lagi terhadap 4 WNA yang ditangkap. Jangan sampai propaganda dari pihak-pihak opurtunis lebih banyak menentukan narasi ISIS eksis di Poso dibanding fakta yang sebenarnya. Dan peristiwa penggorokan Fadli yang diklaim oleh pihak MIT bisa jadi juga memberikan pesan bahwa agenda-agenda komunikasi mereka (MIT) dengan orang-orang asing tidak mau bocor karena “embernya” mulut warga. Mengingat 2 pekan sebelum tertangkapnya 4 WNA dilapangan sudah ada dinamika intimidasi dari kelompok MIT kepada masyarakat agar tutup mulut jika tidak maka nyawa taruhannya. Disamping itu ada konsistensi pesan mereka (MIT), bahwa mereka (MIT) masih eksis dan selalu mengibarkan bendera perang terhadap Densus-88. Namun seorang Fadli (sipil-petani) dan bukan Densus-88 nya yang menjadi korban. Sebuah ambiguitas perlawanan!.

Peristiwa ini adalah letupan dari magma persoalan yang lebih besar di Poso. Tapi yang pasti Poso masih menjadi negeri yang elok dengan deretan lembah bukit dan gunung-gunung hijaunya. Tapi dihadapkan pada anomali Poso menjadi “panggung” banyak kepentingan. [CIIA-Sept ‘14]
loading...
Read more »

Jepang Ingin Jadikan Tokyo Sebagai Ibukota Produk Halal Dunia

item-thumbnail
+ResistNews Blog - Prof.Dr. Din Syamsuddin menceritakan saat menghadiri undangan dari Pemerintah Jepang dalam rangka Japan Halal Summit bahwa sejatinya budaya halal bukan hanya merupakan isu keagamaan. Tetapi kini telah menjadi trend global, sebagai New Global Life Style, halal sebagai gaya hidup baru yang bersifat global, dan terus diminati masyarakat internasional.

“Beberapa waktu lalu saya diundang Pemerintah Jepang untuk menjelaskan tentang aspek halal pada “Japan Halal Summit”. Acara tersebut diikuti 400-an pengusaha Jepang, dan disponsori oleh Kementerian Pariwisata Jepang,” tuturnya dalam Seminar dan Diskusi Nasional tentang Jaminan Produk Halal yang diselenggarakan Ikatan Alumni Lemhanan PPSA XVII bekerjasama dengan Universitas Sahid Jakarta, Rabu 17 September 2014.

Ia juga mengatakan, “Saya tersentak, ketika Menteri Pariwisata Jepang itu menyatakan, Jepang dengan Tokyo-nya ingin dan bertekad untuk menjadi ibukota produk halal dunia”.

Selain Jepang, tokoh umat ini menambahkan, Korea, Taiwan, China, termasuk juga Singapura, dan beberapa negara lain dengan penduduk Muslim minoritas, sangat serius memperhatikan status kehalalan produk yang dihasilkan. Mereka seperti berlomba-lomba untuk menghasilkan produk halal dan mengembangkan wisata syariah versi mereka, karena melihat adanya potensi bisnis dan keuntungan yang besar dari status halal produk dalam industrinya.

Tentu menjadi sangat ironis kalau Indonesia sebagai negeri dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, kaidah halal malah dipandang secara negatif, dengan tarik-ulur dan berbagai fenomena yang terjadi.[ynd/halalmui/di/vm.com/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

70% Yahudi Malas Pergi ke Sinagog, Awal Kehancuran Yahudi Eropa

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Situs berita penjajah Zionis Ynet News (16/9/2014) mempublikasikan hasil kajian yang dilakukan oleh Rabbi Pusat Eropa (RCE) yang bekerja sama dengan Asosiasi Yahudi Eropa (EJA). Hasilnya, data yang diperoleh dari lebih 800 komunitas Yahudi Eropa itu menunjukkan bahwa 70 % Yahudi Eropa enggan menghadiri tempat peribadatan.

Selain itu, 40 % Yahudi Eropa juga enggan berterus terang mengenai kepercayaan mereka, dan 75 % dari anak-anak Yahudi tidak bersekolah di sekolah Yahudi.

Sedangkan perkawinan yang hanya terjadi antar sesama komunitas Yahudi Eropa mencapai 80 %. Rabbi Menachem Margolin, direktur jenderal EJA dan RCE terkejut oleh tingkat perkawinan ini.

“Ini adalah alasan mengapa jumlah orang Yahudi di seluruh dunia belum tumbuh sejak Holocaust, meskipun 70 tahun telah berlalu,” kata Margolin kepada Ynet.

Rabbi Margolin percaya bahwa mendorong imigrasi besar-besaran ke pendudukan bukanlah solusi yang baik. Menurutnya, mereka yang akan menjawab panggilan hanya 10-15% . Margolin pun menyatakan,”Ini akan menyebabkan kehancuran Yahudi Eropa.” (hid/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Penakut dan Licik, Amerika Berencana Persenjatai Oposisi Suriah

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Amerika licik memainkan perannya di Suriah. Tak ingin kehilangan personel, Amerika berencana akan mempersenjatai dan meningkatkan pelatihan oposisi yang mau menjilat Amerika. Gayung pun bersambut, Panglima Komandan kelompok pemberontak moderat Suriah berjanji akan bertempur melawan ISIS di negaranya, seperti yang ditulisnya kepada legislator AS di Washington, Kamis (18/9/2014).

Panglima Angkatan Bersenjata FSA Brigjen Abdel Ilah al-Bashir menyatakan kepada komisi luar negeri DPR AS bahwa ia akan siap mendampingi AS bertempur melawan ancaman “kembar” di Suriah.

“Saya kembali berjanji, FSA akan melanjutkan komitmen menggusur dua teroris: Bashar al-Assad dan Abu Bakar al-Baghdadi dari tanah Suriah,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Associated Press, Kamis.

“Para pahlawan FSA telah mengorbankan ribuan jiwa dalam perang menentang ISIS selama beberapa tahun terakhir,” tulis al-Bashir dalam pernyataan yang dibacakan anggota komisi dari Partai Demokrat AS Elliot Engel.

“Kami akan bertempur hingga titik darah penghabisan sampai al-Baghdadi betul-betul menyerah,” ujar Bashir.

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan kepada komisi luar negeri bahwa sulit menakar jumlah pasukan FSA, namun ia mengatakan mereka adalah “pasukan yang sah”.

“Kini kita punya puluhan ribu orang yang menjadi benteng penentang ISIS,” ujar Kerry.

Dicecar mengenai detail persis mengenai siapa yang akan dipersenjatai AS, Kerry merujuk pada “Konglomerat kelompok bersenjata yang dibentuk untuk membela sejumlah komunitas lokal dari serangan rezim (al-Assad).”

Menurut Kerry, kekuatan masing-masing kelompok tersebut bervariasi antara 4.000 dan dua puluhan ribu pasukan.

Amerika nampaknya akan mencari partner memborbardir posisi mujahidin Suriah. Ada banyak faksi yang berjihad di Suriah. FSA sendiri dalam praktik di lapangan terpecah menjadi beberapa kelompok. Meski ada yang moderat, murni nasionalis, namun tidak sedikit yang membantu mujahidin dalam berbagai front pertempuran.

Akankah jurus Amerika menyumpal FSA dengan dolar mampu meredam geliat jihad Suriah? Wallahu a’lam [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Ternyata AS Tidak 100% Yakin Menang Perang di Suriah

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Ternyata AS juga tidak 100% yakin menang perang di Suriah. Bahkan Amerika dengan rela menyerahkan Suriah pada “musuh bebuyutannya”, Iran. Menlu AS John Kerry mengatakan jika AS dan koalisi 40 negara gagal, Iran dan Suriah yang akan melawan mujahidin Suriah.

Pernyataan ini diungkapkan dalam perdebatan dengan Marlo Rubio, hawkish Partai Republik. Saat itu Kerry membalas serangan Rubio dengan mengatakan; “Anda yang menganggap Iran dan Suriah tidak memiliki kapasitas apa pun melawan ISIS.”

Menurut Kerry, AS lebih suka berpikir jika koalisi gagal menghentikan ISIS, Iran dan Suriah yang paling mungkin melanjutkan perang melawan mujahidin Suriah.

Bagi Rubio, pernyataan Kerry adalah bentuk keputus-asaan Gedung Putih dan Presiden Barrack Obama. Terlebih, masih menurut Rubio, muncul spekulasi para jenderal AS akan menurunkan pasukan darat di Irak jika skenario pemboman gagal total. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Fahmi Salim : Menteri Agama Boleh Dihapus, Tapi Islam Harus Jadi Agama Negara

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Presiden terpilih Joko Widodo memang sudah menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan dihapus dalam Kabinet Jokowi-JK. Namun demikian, simpang siur terkait wacana itu masih terus berkembang.

Wasekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim Zubair, memberikan catatan, jika memang Jokowi tetap akan menghapus Kementerian Agama. Fahmi Salim menegaskan, bahwa Jokowi bisa mengganti Kemenag, dengan syarat jadikan Islam sebagai agama negara melalui amandemen UUD 45.

“Boleh ganti Kemenag, asalkan, ini yang sangat penting, ada amandemen UUD 45 yang menegaskan Islam adalah agama negara dengan paham aswaja sebagai rujukan,” tulis Fahmi Salim di akun Twitter @Fahmisalim2.

Fahmi Salim juga membeberkan sejumlah pra syarat jika memang Jokowi akan mengganti Kemenag. “Boleh ganti nomenklatur Kemenag jadi Kementerian Haji, asalkan ada jabatan Mufti Besar Indonesia setingkat Menteri dipilih oleh dewan Ulama,” tegas @Fahmisalim2.

Menurut Fahmi Salim, Kemenag bisa diganti asalkan dibentuk Majelis Tinggi Kemajuan Islam di Indonesia sebagai otoritas dakwah Islam dengan struktur pusat sampai desa.

Prasyarat lain, kata Fahmi, dibentuk Dirjen Peradilan Islam dalam Kemenkumham dengan mahkamah syariah perdata pidana struktur dari pusat hingga desa.

Terkait adanya Kementerian Haji, Wakaf dan Zakat (Kemenhiwazak), Fahmi mengusulkan agar Kemenag tetap ada, dan mengurusi masalah pembangunan agama-agama. “Saya usul: Kemenag tetap ada urusi pembangunan agama-agama. Kementerian Haji, Wakaf dan Zakat juga ada khusus kelola dana umat Islam,” tulis @Fahmisalim2. (intelijen/lasdipo/ +ResistNews Blog )
loading...
Read more »

Kabinet Menteri Dalam Negara khilafah

item-thumbnail

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Istilah “Menteri”, dengan istilah dan konotasinya, tidak dikenal dalam sistem pemerintahan Islam. Meski dalam kitab-kitab Hadits, Sirah maupun Fiqh Siyasi digunakan istilah “Wazir”, namun istilah ini digunakan dengan konotasi bahasa, yaitu pembantu khalifah. Bukan dengan konotasi menteri kabinet sebagaimana yang sering diterjemahkan dewasa ini.

Nabi menyatakan, “Wazirayya fi as-sama’i Jibril wa Mikail, wa wazirayya fi al-ardhi Abu Bakar wa ‘Umar (Pembantuku di langit adalah Jibril dan Mikail, sedangkan pembantuku di bumi adalah Abu Bakar dan ‘Umar).” (HR al-Hakim dan at-Tirmidzi dari Abi Sa’id al-Khudri). Karena itu, istilah “Wazir” di sini mempunyai konotasi “Mu’awin” (pembantu). Dalam al-Qur’an, istilah “Wazir” ini juga digunakan dengan konotasi “Mu’in” (penolong) dan “Mu’awin” (pembantu) (QS Thaha: 29 dan al-Furqan: 35).

Perbedaan Menteri dan “Wazir”

Fakta menteri dalam sistem demokrasi berbeda dengan “Wazir” dalam sistem Islam. Perbedaan ini tidak bisa dilepaskan dari karakter pemerintahan dalam sistem demokrasi, di mana pemerintahan dipegang secara kolektif, kolegial dan berjamaah. Karena itu, kementerian dalam sistem demokrasi merupakan kumpulan individu menteri yang menjalankan roda pemerintahan sebagai satu unit pemerintahan, yaitu eksekutif. Sebab, pemerintahan dalam sistem demokrasi bersifat kolektif, bukan individual.

Penguasa yang mempunyai otoritas pemerintahan secara utuh adalah para menteri, bukan hanya seorang menteri. Karena seorang menteri hanya mempunyai kewenangan terbatas, sebagaimana yang telah ditetapkan. Karena itu, ada Menteri HAM, Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan sebagainya.

Berbeda dengan “Wazir” atau “Mu’awin” dalam sistem pemerintahan Islam. Mu’awin adalah pembantu khalifah, yang meliputi seluruh tugas pemerintahan tanpa kecuali. Meski jumlah Mu’awin boleh lebih dari satu, namun masing-masing memiliki kewenangan dan tugas pemerintahan secara menyeluruh. Meski demikian, tetap ada batasan yang membedakannya dengan khalifah. Batasannya, adalah akad niyabah (wakil), yang mewakili Khalifah untuk mengurus urusan pemerintahan. Jika tidak, pasti akan terjadi tumpang tindih kewenangan. (al-‘Allamah al-Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, Nidzam al-Hukm, hal. 130).

Mu’awin dengan kewenangan umum ini, oleh Imam al-Mawardi (w. 450 H), disebut Mu’awin Tafwidh. Disebut “Tafwidh” karena mendapatkan mandat pemerintahan secara umum dari khalifah. Dia bukan khalifah, karena diangkat dan diberhentikan oleh khalifah. Namun, kewenangannya luas. Karena itu, dia tetap berkewajiban untuk menjalankan seluruh amanah pemerintahan yang ditugaskan kepadanya. Pada saat yang sama, dia juga wajib menyampaikan laporan kepada khalifah terhadap tindakan apa saja yang telah dia lakukan.

Selain mereka, juga ada pembantu khalifah yang menangani masalah teknis dan administasi. Mereka tidak menangani urusan pemerintahan, tetapi hanya administrasi. Mereka ini disebut Mu’awin “Tanfidz”. Kewenangan dan tugasnya terbatas, yaitu menghubungkan para pihak dari dan kepada khalifah. (al-‘Allamah al-Qadhi al-Mawardi, Adab al-Wazir, 10).

Kualifikasi Wazir

Wazir “Tafwidh” boleh lebih dari satu, sesuai dengan kebutuhan negara. Jika lebih dari satu, maka harus ada pembagian wilayah (teritorial), bukan pembagian kerja atau kewenangan. Meski demikian, semuanya harus memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk penguasa (hakim). Dia harus Muslim, pria, berakal, baligh, merdeka, adil dan mampu. Inilah syarat yang wajib mereka penuhi. Syarat dan kriteria yang sama juga berlaku untuk Wazir “Tanfidz”.

Meski “Wazir Tafwidh” menangani urusan pemerintahan secara umum, sedangkan “Wazir Tanfidz” menangani urusan administrasi, namun karena keduanya terkait dengan pemerintahan, maka syarat masing-masing wazir tersebut sama. Hadits Nabi SAW, “Lan yufliha qaum[un] wallau amrahum imra’at[an].” (Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang mengangkat wanita untuk mengurus urusan mereka) (HR Bukhari dari Abi Bakrah).

Konteks larangan “wallau amrahum imra’at[an]” ini tidak hanya berlaku untuk wanita yang menduduki jabatan pemerintahan, tetapi juga berlaku untuk wanita yang terkait dengan pemerintahan. Seperti “Wazir Tanfidz” yang selalu mendampingi khalifah. Posisi “wazir tanfidz” ini tidak bisa dipisahkan dengan pemerintahan, karena itu posisi ini tidak boleh dijabat oleh seorang wanita. (al-‘Allamah al-Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, Nidzam al-Hukm, hal. 131).

Wazir diangkat dan dipilih oleh khalifah untuk membantu tugas-tugasnya, karena mereka dianggap profesional dan kompeten. Tentu, setelah mereka memenuhi syarat yang telah diatur oleh syara’. Bukan karena pertimbangan yang lain. Wazir diangkat bukan karena orang partai pendukung pemerintah. Karena khilafah milih umat, dan seluruh rakyat. Sistem pemerintahan Islam juga tidak mengenal partai berkuasa dan partai opisisi. Meski khalifah, atau sejumlah pejabatnya berasal dari partai politik tertentu, tetapi begitu menjadi pejabat publik, hubungannya dengan partai sebagai bagian dari partai sudah tidak ada lagi. Sebagai pejabat publik, khalifah maupun yang lain, akan mengambil jarak yang sama dengan seluruh rakyat, termasuk partai politik.

Dengan cara seperti itu, Negara Khilafah akan steril dari berbagai kepentingan partai, kelompok dan golongan. Jika tidak, maka negara akan terjebak dalam perangkap kebangsaan, kesukuan, keorganisasian, mazhab dan sektarian. Alih-alih mengurus dan melayani urusan umat, justru negara akan terjebak untuk melayani dan mengurusi urusan bangsa, suku, organisasi, mazhab dan sekte yang menjadi pendukungnya.

Pengangkatan dan Pemberhetian Wazir

Khalifah sebagai pemegang otoritas tunggal dalam pemerintahan mempunyai hak untuk mengangkat dan memberhentikan wazirnya. Ketika khalifah wafat, maka jabatan wazir ini juga berakhir. Jabatannya tidak akan diperpanjang, kecuali pada tenggat waktu kepemimpinan Amir Mu’aqqat (pejabat sementara), sebelum terangkatnya khalifah yang baru. Setelah itu, jabatannya membutuhkan mandat baru. Jika khalifah yang baru memberikan mandat tersebut kepadanya, maka jabatannya bisa dilanjutkan, melalui mandat baru, dari khalifah yang baru. Bukan mandat lama, dari khalifah yang telah tiada (al-‘Allamah ‘Atha’ bin Khalil, Ajhizatu Daulati al-Khilafah fi al-Hukm wa al-Idarah, hal. 63).

Meski ketika berhenti, tidak perlu ada keputusan pemberhentikan. Sebab, statusnya sebagai pejabat yang diangkat dengan akad niyabah, dengan sendirinya akan berakhir ketika pihak yang diwakili sudah tiada.

Meski kewenangan mengangkat dan memberhentikan wazir ini ada di tangan khalifah, namun Majelis Umat berhak untuk menyatakan “rasa tidak senang” terhadap wazir. Pendapat Majelis Umat dalam hal ini bersifat mengikat. Khalifah pun wajib memberhentikannya seketika (al-‘Allamah al-Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, Nidzam al-Hukm, hal. 227).

Khatimah


Itulah bedanya sistem Negara Demokrasi dan Negara Khilafah. Negara khilafah ada untuk melayani urusan rakyat, dengan menerapkan seluruh hukum syara’, baik di dalam maupun luar negeri. Negara khilafah juga bukan negara mazhab, negara kelompok, suku, sekte atau bangsa tertentu. Negara khilafah merupakan hukum syara’ yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk mengatur urusan umat manusia, bukan hanya Muslim tetapi juga non-Muslim.

Siapa saja yang hidup di dalamnya akan mendapatkan kebaikan. Kebaikan yang tidak hanya dirasakan orang per orang, tetapi seluruh umat manusia. Bahkan, juga dirasakan oleh yang hidup dan yang mati. Negara khilafah inilah yang akan mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam.[]
loading...
Read more »

Inggris Kuatir atas Tren Kelahiran Anak Muslim yang Lebih Banyak

item-thumbnail

+ResistNews Blog - Tren anak Muslim menunjukkan peningkatan yang signifikan di Inggris, melebihi tren angka kelahiran Kristen. Tentu saja ini membuat kuatir kalangan Kristen, salah satunya seperti ditunjukkan oleh seorang kolumnis Inggris untukdailymail.co.uk. Mark Howarth.

“Statistik terbaru, yang diambil dari Sensus 2011 memberikan wawasan atas langkah cepat perubahan demografis di seluruh Inggris, angka-angka itu menunjukkan keyakinan agama tradisional (Kristen) sedang pudar untuk pertama kalinya di beberapa bagian dari negara Inggris,” ungkapnya dalam kolom yang berjudul The changing face of Britain: A child in Birmingham is now more likely to be a Muslim than Christian, Ahad (14/9) di situs dailymail.co.uk.


Ia pun mengambil contoh kota besar kedua Inggris, Birmingham. “Dari 278.623 anak-anak, 97.099 terdaftar sebagai Muslim dibandingkan dengan 93.828 anak sebagai Kristen. Sisanya adalah penganut agama lain seperti Hindu atau Yahudi, atau tidak beragama,” bebernya.

Howarth juga menunjukkan tren serupa telah muncul di kota-kota Bradford dan Leicester, kota-kota Luton, Bedfordshire, dan Slough di Berkshire, serta London borough Newham, Tower Hamlets dan Redbridge. “Hampir dua-pertiga dari anak-anak (di kota-kota tersebut) adalah Muslim,” tegasnya.

Howarth mengutip pernyataan Profesor Ted Cantle, dari ICoCo Foundation, yang mempromosikan kesatuan masyarakat. “Apa yang kita lihat ada beberapa kecenderungan yang berjalan bersama-sama. Ada penurunan jangka panjang dalam mendukung agama-agama yang mapan, terutama Kristen; imigrasi yang terus terjadi dari sub-benua Asia; dan tingkat kesuburan lebih tinggi di antara penduduk Muslim, yang memiliki profil usia jauh lebih muda,” ungkapnya mengutip Ted Cantle.

Menurut Howarth memang angka statistikmenunjukkan Kristen masih menjadi agama dominan di setiap wilayah otoritas lokal di Inggris dan Wales, bahkan di kota-kota yang paling beragam secara budaya. Dari 45.5 juta, 27.9 juta adalah Kristen, dibandingkan dengan 1.8 juta Muslim, kelompok terbesar kedua.

“Namun, di antara anak-anak yang tergantung pada orang tua —yang didefinisikan sebagai mereka yang berusia hingga 15 tahun, atau antara 16 dan 18 tahun dan mengenyam pendidikan dan masih tinggal di rumah— kesenjangan itu kecil,” keluhnya.

Dari 12.1 juta anak-anak, 6.1 juta beragama Kristen dan 1 juta adalah Muslim. Dan di beberapa tempat, keseimbangan itu kini condong kepada Islam. Di Bradford, 52.135 anak Muslim (45 persen) dibanding 47,144 anak Kristen.

Di Leicester masing-masing 22.693 anak Musliim dan 18.190 Kristen. Kesenjangan terluas ada di Tower Hamlets dengan 62 persennya adalah anak-anak Muslim, Kristen kalah banyak dengan angka 34.597 Muslim 8.995 Kristen.[hizbut-tahrir.or.id/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Nasib Tragis Tentara Zionis, Habis Manis Menjadi Pengemis

item-thumbnail


+ResistNews Blog - Sejumlah tentara Israel yang berpartisipasi dalam agresi Israel di Gaza, dan operasi pencarian para tentara Israel yang hilang di Hebron, sangat terkejut dengan keadaan yang menimpanya. Sebab mereka hidup dalam kesulitan ekonomi hingga kelaparan, yang memaksanya menjadi pengemis.

Sejumlah tentara yang bertugas di satuan tempur telah mengirim surat kepada Kepala Staf Angkatan Darat Benny Gantz, Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka meminta para pejabat tinggi Israel itu untuk membantu mereka mengatasi kritis ekonomi yang menimpanya. Dikatakan bahwa mereka tidak menemukan makanan di rumah-rumahnya, bahkan kondisinya lebih buruk lagi ketika mereka kembali ke rumah-rumah mereka sepulang dari tugasnya di tentara.

Dalam surat tersebut dikatakan: “Kami memilih untuk menjadi tentara karena tuntutan untuk menjalankan risalah, dan kewajiban sosial. Namun, kami kaget sejak hari-hari pertama menjadi tentara. Sebab kami harus memenuhi sejumlah kebutuhan kami dari kantong (uang) kami sendiri, dalam menjalankan tugas-tugas kami, meskipun kami tidak punya uang untuk membayar harga dari barang yang kami butuhkan. Sehingga dengan segera terjadi kesenjangan di antara para tentara, yakni kesenjangan antara tentara yang berasal dari keluarga kaya dengan mereka yang berasal dari keluarga miskin.”

Mereka menambahkan: “Sejak kami menjadi tentara, dan karena tidak adanya gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan primer, maka kami pun berubah menjadi para pengemis, dan pengutang kepada bank di setiap tempat yang memungkinkan. Jadi, bukannya kepuasan yang didapat latihan yang melelahkan, justru kami dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang berat, guna melunasi utang, atau membantu keluarga kami yang lain dengan 300 shekel perbulan.”

Para tentara menulis bahwa mereka tidak bisa bekerja selama beberapa bulan terakhir karena misi yang dijalankan sebagai tentara. Untuk itu mereka harus menguras seluruh isi kantongnya, hingga mereka harus berhutang.”

Sebuah sumber dari seorang pejabat tinggi di militer mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Radio Israel, bahwa fenomena ini sudah hal biasa ditemukan di militer, maka ada tentara yang kelaparan, dan setiap tahunnya telah diinvestasikan lebih dari 100 juta shekel untuk kepentingan “pembayaran pada keluarga” para tentara, juga lebih dari 300 juta shekel untuk memenuhi kebutuhan pelayanan bagi tentara reguler, 10 jutaan shekel untuk membeli makanan, dan 6 juta shekel untuk tunjangan hari raya.

Surat para tentara Israel ini, menurut Ketua Dana Persahabatan, lembaga yang paling besar kontributornya dalam membantu untuk kesejahteraan para prajurit, menegaskan bahwa “perang melawan kemiskinan yang menimpa tentara Israel, tidak kurang pentingnya dari perang melawan musuh”. (islammemo.cc/ +ResistNews Blog ).
loading...
Read more »
Home
loading...