+ResistNews Blog - Serangan agresi Zionis Israel yang dilakukan selama tujuh pekan terhadap Jalur Gaza Palestina telah mengakibatkan 2.000 anak menjadi yatim.

“Sekitar 2.000 anak Gaza kehilangan salah satu atau kedua orang tua dalam perang Israel,” kata pejabat kementerian Etimad al-Tarshawi, Wordbulletin dikutip Mi’raj Islamic News agency (MINA) melaporkan, Rabu (10/9).

Dia mengatakan, otoritas Palestina kemungkinan akan menghadapi krisis untuk urusan makanan bagi sejumlah besar anak yatim akibat serangan Israel baru-baru ini.

Setidaknya 2.152 warga Palestina tewas dan hampir 11.000 terluka – sebagian besar dari mereka warga sipil – setelah lebih dari 51 hari dari pemboman Israel sengit di Jalur Gaza, yang berakhir akhir bulan lalu.

Serangan yang dilakukan Israel telah menghancurkan ribuan bangunan perumahan di daerah kantong pantai yang diblokade itu.

Faksi perlawanan Palestina Hamas mengatakan Selasa, pihaknya telah memberikan Rp 32.000.000 sebagai kompensasi kepada keluarga yang rumahnya hancur selama serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza yang diblokade.

“Bantuan darurat untuk keluarga korban agresi Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, yang rumahnya telah sepenuhnya atau sebagian hancur,” katanya.

Mereka menambahkan, pihaknya telah mendiistribusikan lebih dari Rp 19.600.000 untuk warga Palestina di Jalur Gaza yang rumahnya telah hancur, dan lebih dari Rp 11.400.000 kepada mereka yang rumahnya rusak sebagian oleh pemboman Israel.

Selain itu, Hamas juga mendistribusikan Rp 800.000 paket bantuan kepada beberapa keluarga Palestina yang telah menjadi korban kekejaman Israel. Mereka berkomitmen untuk menyediakan paket bantuan kepada keluarga Gaza yang menjadi korban perperanga ini. (mirajnews.com/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.