+ResistNews Blog - Sejumlah Muslim di Amerika Serikat telah menerima surat dari bank mereka yang memberitahu bahwa rekening mereka akan segera ditutup. Tindakan ini mendapat kecaman oleh kelompok hak-hak sipil Muslim menganggap keputusan sepihak ini sebagai kebijakan rasis.

“Kami tidak pernah mengerti apa yang terjadi,” kata AbdulHyee Waqas, yang mengelola rekening sebuah LSM di Bellevue, Washington, kepada Los Angeles Times sebagaimana dilansir onislam.net, Selasa 9 September.

“Kami telah menjadi nasabah yang baik. Itu sangat menyedihkan.”

Tahun lalu, muncul laporan bahwa mahasiswa Iran yang belajar di University of Minnesota, telah ditutup secara sepihak rekening bank mereka. Sekarang bank juga menutup rekening dari orang-orang yang dianggap memiliki hubungan ke Kuwait dan Suriah.

Pengusaha Florida, Sofian Zakout, baru saja membuka rekening baru di Chase Bank ketika ia menerima surat yang menyatakan bahwa baik rekening pribadi dan usahanya telah ditutup. Zakout menjalankan sebuah LSM kemanusiaan yakni American Muslims for Emergency and Relief Inc, yang telah membantu korban Badai Katrina, serta korban perang di Suriah.

“Biasanya organisasi nirlaba dan amal takut untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu,” katanya kepada Los Angeles Times mengenai penutupan rekeningnya.

“Saya tidak akan tinggal diam. Saya tidak ingin melihat hal ini terjadi kepada siapa pun lagi. ”

Sementara itu pihak bank tidak memberikan penjelasan apapun kepada Zakout.

Rasisme!

Dengan tidak ada penjelasan yang diberikan dari bank, pengacara Florida untuk Council on American-Islamic Relations (CAIR) telah mengajukan surat laporan kepada Departemen Kehakiman Divisi Hak Sipil.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan masalah ini adalah masalah bagi regulator perbankan, termasuk Biro Perlindungan Keuangan Konsumen.

“Biro mengambil serius tuduhan diskriminasi di pasar keuangan konsumen dan berkomitmen untuk menjaga konsumen memiliki akses yang adil dan setara dengan kredit,” ujar juru bicara biro dalam sebuah pernyataan.

Namun dia menambahkan: “Kami tidak bisa mengkonfirmasi atau mengomentari apakah penyelidikan sedang berlangsung.”

Kecewa oleh tanggapan dari regulator, cabang Michigan dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) sedang mengajukan langkah gugatan terhadap bank, kata Direktur Eksekutif Dawud Walid.

Menunggu hasil gugatan itu, Muslim Amerika mengeluh bahwa tindakan tersebut telah kegiatan amal (zakat, infak, sedekah) mereka. Salah satu lembaga yang terkena dampak dari penutupan rekening adalah organisasi Islam terbesar di Amerika, Islamic Circle of North America (ISNA).

Di Washington, Waqas mengatakan penutupan rekening telah mempengaruhi pekerjaan ISNA dalam menyalurkan bantuan kepada tunawisma dan fakir miskin.

“Organisasi kecil dan lokal berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dan tampaknya bahwa seseorang di bank menemukan sesuatu yang tidak mereka suka, dan mereka tidak perlu menjawab kepada siapa pun (mengenai penutupan rekening),” demikian tambah Waqas. [muslimdaily/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.