+ResistNews Blog - Setengah penduduk China yakin negara mereka akan berperang dengan Jepang di masa depan, demikian hasil jajak pendapat yang diumumkan Rabu (10/9).

Survei dilakukan Genron dan China Daily, lembaga non pemerintah di Jepang dan surat kabar milik pemerintah China. Genron menggelar survei di Jepang, dan China Daily di China.

Di Jepang, Genron mengajukan pertanyaan ke seribu penduduk usia 18 atau sedikit lebih tua. Di China, China Daily bertanya kepada 1.539 penduduk usia 18 dan sedikit lebih tua di lima kota; Beijing, Shanghai, Chengdu, Shenyang, dan Xian.

Survei diselenggarakan antara Juli sampai Agustus 2014.

Sebanyak 53,4 persen warga China berpikir negaranya akan terlibat perang dengan Jepang dalam beberapa tahun ke depan. Di Jepang, hanya 29 warga negeri Matahari Terbit yang percaya negara mereka akan kembali memerangi China kali kedua.

Survei dilakukan jelang peringatan nasionalisasi sebuah pulau sengketa di Laut Cina Timur oleh Jepang. Tokyo menamakan pulau itu Senkaku, dan telah menempatkan empat kapal penjaga pantai. Beijing mengklaim pulau itu, dan memasukannya ke dalam peta dengan nama Diaoyu.

Saling klaim atas pulau itu membuat kedua negara bersitegang dalam dua tahun terakhir.

Jajak pendapat tahunan, yang dimulai sejak 2005, juga menunjukan 93,0 persen orang Jepang tidak memiliki kesan baik terhadap China, meningkat 2,9 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan 86,8 persen warga China memiliki kesan tidak baik terhadap Jepang. Terjadi penurunan dibanding tahun lalu, yang mencapai 92,8 persen.

“Kesan umum masyarakat Jepang terhadap China, sebanyak 55,1 persen, adalah China tidak tahu aturan internasional,” demikian pernyataan bersama Genron dan China Daily. “Lainnya, 52,8 persen, Jepang melihat China egois dalam mengamankan sumber daya energi.”

Dua lainnya adalah kritik Jepang terhadap masalah sejarah (52,2 persen), dan konfrontasi terus-menerus soal Senkaku/Diaoyu (50,4 persen).

“Di sisi lain, 64,0 persen warga China punya dua alasan untuk tidak suka kepada Jepang, yaitu pada isu sengketa pulau dan masalah sejarah,” demikian pernyataan kedua lembaga.

China Daily, dalam editorialnya, menyebut hasil jajak pendapat ini mengkhawatirkan, dan harus menjadi perhatian pemimpin kedua negara.

“Ada keharusan bagi pemimpin kedua negara untuk bertemu dan memperbaiki hubungan yang memburuk,” demikian China Daily. “Jepang harus memperlihatkan sikap tulus untuk memperbaiki hubungan dengan Beijing.” [lasdipo/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.